Anda di halaman 1dari 6

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 33 /PB/2006 TENTANG PETUNJUK PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA PROGRAM KOMPENSASI PENGURANGAN SUBSIDI BAHAN BAKAR MINYAK (PKPS-BBM) BIDANG PENDIDIKAN DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN AGAMA DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pelaksanaan Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPS-BBM) Bidang Pendidikan di lingkungan Departemen Agama, yang bersumber dari dana rupiah murni, maka perlu diatur petunjuk teknis penyaluran dan pencairan dana bagi program dimaksud; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, maka perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan tentang Petunjuk Penyaluran dan Pencairan Dana Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPS-BBM) Bidang Pendidikan di Lingkungan Departemen Agama; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional; 3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400); 5. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar; 6. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1990 Tentang Pendidikan Menengah; 7. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4212) sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 72 Tahun 2004 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 92, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4418); 8. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.06/2005 tentang Pedoman Pembayaran dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; 9. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 302/KMK.01/2004 Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; tentang

http://www.wikiapbn.org

10. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 214/KMK.01/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 282/KMK.01/2006; 11. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-66/PB/2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; 12. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor DJ.II/117A/2006 tentang Penetapan Jumlah Sasaran dan Alokasi Dana Penanggulangan Dampak Pengurangan Subsidi Energi Bidang Pendidikan MI, MTS dan MA serta Dana Operasional Bantuan Kantor Wilayah Propinsi dan Kantor Departemen Agama Tingkat Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2006; MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN TENTANG PETUNJUK PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA PROGRAM KOMPENSASI PENGURANGAN SUBSIDI BAHAN BAKAR MINYAK (PKPS-BBM) BIDANG PENDIDIKAN DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN AGAMA. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini yang dimaksud dengan: 1. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran yang selanjutnya disebut DIPA adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang dibuat oleh Menteri/Pimpinan Lembaga atau Satuan Kerja (satker) serta disahkan oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan atau Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan atas nama Menteri Keuangan dan berfungsi sebagai dasar untuk melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran negara dan pencairan dana atas beban APBN serta dokumen pendukung kegiatan akuntansi pemerintah. 2. Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut PA/Kuasa PA adalah Menteri/Pimpinan Lembaga atau kuasanya yang bertanggung jawab atas pengelolaan anggaran pada Kementerian Negara/Lembaga yang bersangkutan. 3. Surat Perintah Membayar Langsung yang selanjutnya disebut SPM-LS adalah Surat Perintah Membayar Langsung kepada pihak ketiga yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran atas dasar perjanjian kontrak kerja atau surat perintah kerja lainnya. 4. Surat Perintah Pencairan Dana yang selanjutnya disebut SP2D adalah surat perintah yang diterbitkan oleh KPPN selaku Kuasa Bendahara Umum Negara untuk pelaksanaan pengeluaran atas beban APBN berdasarkan SPM. 5. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja yang selanjutnya disebut SPTB adalah pernyataan tanggung jawab yang dibuat oleh PA/Kuasa PA atas transaksi belanja sampai dengan jumlah tertentu.

http://www.wikiapbn.org

6. Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara yang selanjutnya disebut KPPN adalah instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. 7. Sentral Giropos Layanan Keuangan (SGLK) Jakarta adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) PT Pos Indonesia (Persero) yang menatausahakan rekening Giropos penyaluran dana PKPS-BBM Bidang Pendidikan di lingkungan Departemen Agama. 8. Bantuan Khusus Murid (BKM) adalah bantuan bagi siswa Madrasah Aliyah (MA) dari keluarga miskin dan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat keluarga miskin dalam memperoleh pelayanan pendidikan. 9. Bantuan Khusus Guru (BKG) adalah bantuan bagi guru/kepala/wakil kepala yang bukan Pegawai Negeri Sipil pada Raudhatul Atfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) yang tidak sedang menerima dana bantuan dari sumber yang sama (PKPS-BBM). 10. Bantuan Guru Kontrak (BGK) adalah bantuan bagi guru kelas pada RA dan MI dan guru pelajaran pada MTs dan MA serta guru pendidikan agama Islam pada SMP/SMA yang bukan Pegawai Negeri Sipil. BAB II ALOKASI DAN PENGGUNAAN DANA Pasal 2 Alokasi dana PKPS-BBM Bidang Pendidikan di lingkungan Departemen Agama tertuang dalam Program Penyelenggaraan Penanggulangan Dampak Pengurangan Subsidi Energi Bidang Pendidikan MI, MTs, dan MA, pada DIPA Departemen Agama yang disahkan oleh Menteri Keuangan c.q. Direktur Jenderal Perbendaharaan. Jumlah dana yang tercantum dalam DIPA merupakan jumlah pagu maksimal yang tidak boleh dilampaui. Pasal 3 Dana PKPS-BBM Bidang Pendidikan di lingkungan Departemen Agama digunakan untuk : 1. Bantuan Khusus, terdiri dari: a. Dana untuk Bantuan Khusus Murid (BKM); b. Dana untuk Bantuan Khusus Guru (BKG); c. Dana untuk Bantuan Guru Kontrak (BGK). 2. Bantuan Operasional, terdiri dari: a. Dana untuk Bantuan Operasional pada Bidang Madrasah dan Pendidikan Agama (Mapenda) Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi. b. Dana untuk Bantuan Operasional pada Seksi Madrasah dan Pendidikan Agama (Mapenda) Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota. Pasal 4 (1) Penentuan penerima Bantuan Khusus PKPS-BBM Bidang Pendidikan di lingkungan Departemen Agama ditetapkan melalui Surat Keputusan Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota berdasarkan Surat

http://www.wikiapbn.org

Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam. Surat Keputusan tersebut antara lain mencantumkan: a. Nama Penerima Bantuan; b. Jumlah Bantuan; c. Nama Madrasah ; d. Nama Kecamatan; e. Nama Kabupaten/kota. (2) Penentuan penerima Bantuan Operasional untuk Kantor Wilayah dan Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota ditetapkan melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam.

BAB III PENCAIRAN DAN PENYALURAN DANA Pasal 5 Pencairan Dana PKPS-BBM Bidang Pendidikan di lingkungan Departemen Agama sebagaimana tersebut pada Pasal 2 dilakukan dengan cara menerbitkan SPM-LS ke KPPN Jakarta IV oleh PA/Kuasa PA. Pasal 6 (1) Pejabat PA/Kuasa PA menerbitkan SPM-LS dan mengajukannya ke KPPN Jakarta IV dengan melampirkan: a. SPTB; b. Resume Kontrak/Surat Perjanjian Kerja Sama antara Departemen Agama Republik Indonesia dengan PT Pos Indonesia (Persero); c. Rekapitulasi alokasi dana berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam. (2) KPPN Jakarta IV melakukan pengujian atas SPM-LS dimaksud dan melaksanakan pencairan dana dengan menerbitkan SP2D dan mentransfer dana ke rekening PT Pos Indonesia (Persero) c.q. Sentral Giropos Layanan Keuangan (SGLK) Jakarta. (3) PT Pos Indonesia (Persero) c.q. Sentral Giropos Layanan Keuangan (SGLK) Jakarta setelah menerima dana sebagaimana dimaksud ayat (2) harus segera menyalurkan seluruhnya kepada masing-masing penerima bantuan paling lambat 15 (lima belas) hari kerja. Pasal 7 (1) Penyaluran dana BKG dan BGK dilaksanakan dalam 3 (tiga) tahap, yaitu: a. Tahap I (pertama) bulan Januari s.d. Juni 2006; b. Tahap II (kedua) bulan Juli s.d. September 2006, dapat dicairkan paling cepat bulan Agustus 2006; c. Tahap III (ketiga) bulan Oktober s.d. Desember 2006, dapat dicairkan paling cepat bulan Oktober 2006. (2) Penyaluran dana BKM dan Bantuan Operasional dilaksanakan sekaligus dan dapat dicairkan paling cepat bulan Juli 2006.

http://www.wikiapbn.org

Pasal 8 Penyampaian dan pengujian SPM-LS serta penerbitan dan penyampaian SP2D dilakukan sesuai ketentuan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-66/PB/2005 tanggal 28 Desember 2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

BAB IV PELAPORAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN Pasal 9 (1) PT Pos Indonesia (Persero) c.q. Sentral Giropos Layanan Keuangan (SGLK) Jakarta setelah melakukan penyaluran dana wajib menyampaikan Laporan Pelaksanaan Pembayaran dana PKPS-BBM Bidang Pendidikan di lingkungan Departemen Agama kepada Menteri Agama c.q. Direktur Jenderal Pendidikan Islam. (2) Menteri Agama c.q. Direktur Jenderal Pendidikan Islam setelah menerima laporan sebagaimana tersebut dalam ayat (1), selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari kerja menyampaikan tembusan laporan pengelolaan dana PKPS-BBM Bidang Pendidikan di lingkungan Departemen Agama kepada Direktur Pelaksanaan Anggaran dan Direktur Informasi dan Akuntansi pada Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Kepala KPPN Jakarta IV. (3) Pada akhir tahun anggaran, PT Pos Indonesia (Persero) c.q. Sentral Giropos dan Layanan Keuangan (SGLK) Jakarta wajib menyetorkan sisa dana yang tidak terserap ke Rekening Kas Negara setelah berkoordinasi terlebih dahulu dengan Direktur Jenderal Pendidikan Islam, dan menyampaikan copy bukti setoran tersebut. (4) Apabila sampai akhir pelaksanaan pengelolaan dana PKPS-BBM Bidang Pendidikan di lingkungan Departemen Agama masih terdapat sisa dana yang belum tersalurkan, maka PT Pos Indonesia (Persero) dapat melakukan pembayaran kepada penerima bantuan paling lambat tanggal 31 Januari tahun berikutnya.

BAB V LAIN-LAIN Pasal 10 (1) Dalam pengelolaan dana PKPS-BBM Bidang Pendidikan di lingkungan Departemen Agama oleh Ditjen Pendidikan Islam, setelah melalui proses audit terdapat kekurangan dana bantuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 yang disebabkan oleh peningkatan biaya pendidikan sesuai peraturan yang berlaku, maka kekurangan dana tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah. Namun apabila kekurangan dana tersebut akibat dari kelalaian administrasi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam maka kekurangan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. (2) Dana yang tidak dicairkan pada KPPN Jakarta IV setelah batas akhir tahun anggaran dinyatakan hangus.

http://www.wikiapbn.org

(3) Kepala Kantor Wilayah XI Direktorat Jenderal Perbendaharaan diminta mengawasi dan mengkoordinasikan proses penyaluran dana sehingga berjalan lancar. (4) Dengan berlakunya peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini, maka hal-hal yang diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-32/PB/2005 tanggal 22 September 2005 yang bertentangan dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini dinyatakan tidak berlaku. BAB VI PENUTUP Pasal 11 Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia .

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 21Juli 2006 DIREKTUR JENDERAL,

MULIA P. NASUTION NIP 060046519

http://www.wikiapbn.org