P. 1
20090904082230_Kelas11_ekonom_bambang_wi

20090904082230_Kelas11_ekonom_bambang_wi

|Views: 1,411|Likes:
Dipublikasikan oleh BelajarOnlineGratis
Buku Sekolah elektronik kemdiknas BSE untuk kelas 2 SMA. Ekonomi-Bambang. W
Buku Sekolah elektronik kemdiknas BSE untuk kelas 2 SMA. Ekonomi-Bambang. W

More info:

Published by: BelajarOnlineGratis on Apr 11, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/14/2013

pdf

text

original

1. Pengeluaran Pemerintah Pusat

Belanja negara dan daerah dipergunakan untuk keperluan penye-
lenggaraan tugas pemerintahan pusat dan daerah serta pelaksanaan
perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah. Belanja
negara dan daerah menurut organisasi disesuaikan dengan susunan
kementerian negara atau lembaga pemerintahan pusat.
Belanja pemerintah pusat dikelompokkan sebagai berikut.
a. Belanja pemerintah pusat menurut organisasi atau bagian
anggaran.
b. Belanja pemerintah pusat menurut fungsi.
Rincian belanja negara dan daerah menurut fungsi, terdiri atas
pelayanan umum, pertahanan, ketertiban dan keamanan, ekonomi,
lingkungan hidup, perumahan, dan fasilitas umum, kesehatan,
pariwisata, budaya, agama, pendidikan, serta perlindungan sosial.
c. Belanja pemerintah pusat menurut jenis belanja, meliputi:
1) belanja pegawai;
2) belanja barang;
3) belanja modal;
4) pembayaran bunga utang;
5) subsidi;

Fokus




Mengasah Kemampuan Ekonomi untuk Kelas XI

30

6) belanja hibah;
7) bantuan sosial;
8) belanja lain-lain.

2. Pengeluaran Pemerintah Daerah

Pengeluaran pemerintah daerah terdiri atas pengeluaran belanja,
bagi hasil ke daerah yang menjadi otoritasnya, dan pembiayaan. Belanja
terdiri atas tiga macam pengeluaran, yaitu belanja rutin, belanja modal,
dan belanja tidak terduga. Pengeluaran rutin, yaitu pembelanjaan yang
dilakukan pada waktu-waktu tertentu. Pembelanjaan yang termasuk
dalam pos ini, di antaranya belanja pegawai, belanja barang dan jasa,
belanja pemeliharaan, belanja perjalanan dinas, belanja pinjaman, belanja
subsidi, belanja hibah, belanja bantuan sosial, dan belanja operasional
lainnya. Belanja modal, terdiri atas belanja aset tetap dan belanja aset
lainnya. Adapun belanja tidak terduga, yaitu pengeluaran yang tidak
diperkirakan sebelumnya.
Bagi hasil pendapatan ke daerah yang menjadi otoritas dilakukan
melalui tiga hal, di antaranya bagi hasil pajak ke kabupaten/kota, bagi
hasil retribusi ke kabupaten/kota, dan bagi hasil pendapatan lainnya ke
kabupaten/kota.

Adapun pengeluaran pembiayaan, di antaranya untuk pembayaran
pinjaman, penyertaan modal pemerintah, belanja investasi permanen,
dan pemberian pinjaman jangka panjang.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->