Anda di halaman 1dari 19

BAB 1 PENDAHULUAN A.

LATAR BELAKANG
Sebagai suatu model ilmiah,preses keperawatan harus mencakup langka-langka tertentu.model pemecahan masalah secara ilmiah diawali dengan penemuan masalah-masalah tersebut kemudian dianalisis untuk diketahui penyebabnya. Setelah permasalahan yang sebenarnya terungkap,disusunlah langkah-langkah atau strategi pemecaha masalah untuk mengatasinya,denga demikian upaya intervensi dapat di laksanakan dan di lanjutkan dengan evaluas. Metode ilmiah ini akan selalu digunakan manusia sepanjang hidupnya karena mereka tidak akan perna lepas dari fenomena masalah yang ada. Karenanya manusia harus memiliki kemampuan untuk menerapkan metode pemecahan masalah, begitu pula dengan profesi keperawatan kepada klien,melalui proses model metode ilmiah,proses keperawatan memiliki serangkaian langka yang secara garis besar sama dengan langkah-langkah pemecahan masalah diatas yaitu terdapat lima komponen masalah pada klien.

B. MASALAH DAN TUJUAN


Adapun masalah dan tujuan dari penulisan makalah ini adalah : 1. Mengetahui cara-cara pemecahan masalah asuhan keperawatan pada klien khususnya Demam tytoio 2. Mengetahui pengkajian,diagnosis,intervensi,implamentasi,dan evaluasi pada klien Demam Tytoio

BAB 2 PEMBAHASAN A. PENKAJIAN


Pengumpulan data pengkajian dilakukan dengan cara menumpulkan riwayat kesehatan data pengkajian kesehatan dan dengan pematuhan secara berkesinambungan agar tetap waspada terhadap

KEBUTUHAN PASIEN dan diefektifkan dari rencana keperawatan yang diterima pasien.
Langkah-langkah pengkajian 1. Melakukan pengumpulan riwayat kesehatan 2. Melakukan pengkajian kesehatan 3. Mewawancara keluarga pasien 4. Meneliti catatan kesehatan pasien 5. Mengorganisasi, menganalisa, mengsintesa, dan mengumpulkan data Dalam melakukan pengumpulan data ada beberapa hal yang harus diketahui oleh perawat 1. Tujuan pengumpulan data 2. Informasi atau data yang dikumpulkan 3. Bagaimana sumber-sumber tersebut dapat memberikan informasi yang telah ditentukan Metode dalam pengumpulan data adalah Wawancara adalah semua ungkapan klien, tenaga kesehatan atau orang lain yang berkepentingan temasuk keluarga,tema dan orang terdekat klien. Untuk membantu klien menyampaikan keluhan perawat menggunakan analisis gejalah yaitu P = Palliative.apa penyebab keluhan tersebut ? faktor apa saja yang memperberat atau mengurangi keluhan ? Q = Quality. Bagaimana keluhan tersebut dirasakan ? apakah terlihat, terdengar ? sebesar sering keluhan tersebut dirasakan ? R = Region. Dimana keluhan tersebut dirasakan ? apakah menyebar ? S = Severity. Apakah keluhan tersebut mengganggu aktivitas ? seberapa parahkan skala nyeri tersebut ? T = Time. Kapan keluhan tersebut mulai muncul ? sdeberapa seringkah keluhan tersebu muncul? Apakah keluhan munculnya secara tiba-tiba atau berterap ?

Dalam pengumpulan data pasien menggunakan dua metode 1. Observasi Merupakan pengumpulan data melalui pengamatan visual dengan menggunakan panca indra. 2. Pemeriksaan fisik menggunakan empat metode a. Infeksi, kegiatan melihat atau memperhatiakan secara saksama status kesehatan klien. b. Auskultasi,langkah pemeriksaan fisik dengan menggunakan stetoskop yang memungkinkan pemeriksaan mendengar bunyi yang kluar dalam rongga tubuh pasien. c. Perkusi. Adalah perisa ketuk yaitu jenis pemeriksaan fisik dengan cara mengetuk secara pelan jari tenga menggunakan yang lain untuk menentukan posisi,ukuran, dan konsistensi struktur suatau organ d. Palpasi. Periksa raba adalah jenis pemeriksaan fisik dengan cara meraba atau merasakan kulit klien untuk mengetahui struktur yang ada dibawah. Kemudian data dikelompokan kedalam data objektif dan subjektif. Data objektif didasarkan pada fenomena yang dapat diamati secara pactual. Dengan kata lain, data tersebut dapat diamati atau di ukur melalui indra perawat, disebut juga sebagai tanda (sign). Data subjektif menunjukan presepsi dan sensasi klien masalah kesehatannya. Data subjektif merupakan informasi yang disampaikan klien kepada perawat selama interview yang disebut juga gejalah ( symptom).

FORMAT PENGKAJIAN
Tgl/jam MRS Ruang No. Register Dx. Medis Tgl. Pengkajian :............. :............. :............. :............. :..............

IDENTITAS KLIEN
Nama Umur :............... :............... Suami/Istri/Orangtua : Nama :.............

Jenis kelamin : . . . . . . . . . . . . . . . Agama :...............

Pekerjaan : . . . . . . . . . . . . . Alamat :.............

Suku/Bangsa : . . . . . . . . . . . . . . . . Bahasa Pendidikan Pekerjaan Status Alamat :................ :................ :................ :................. :.............................. .............................. Penanggung jawab : Nama Alamat :............. :.............

PEMERIKSAAN FISIK
1. Status kesehatan umum Kesadaran :............. GCS :........... BB sebelum sakit : . . . . . . . . . . . . . TB :........... BB saat ini :............. BB ideal :............. Perkembangan BB : . . . . . . . . . . . . . . Status gizi :.............. Status Hidrasi :.............. Tanda-tanda Vital : TD : . . . . . . . . . . . mmHg Suhu : . . . . . . . . . . .0C N : . . . . . . . . . . . . X/mnt RR : . . . . . . . . . . x/mnt 2. Kepala ................................................................................ ................................................................................ 3. Leher ................................................................................ ................................................................................ 4. Thorax (dada) ................................................................................ ................................................................................ 5. Abdomen ................................................................................ ................................................................................ 6. Tulang belakan ................................................................................ ................................................................................ 7. Ekstremitas ................................................................................ ................................................................................ 8. Genitalia dan anus ................................................................................ ................................................................................ 9. Pemeriksaan neurologi ................................................................................ ................................................................................

PEMERIKSAAN DIAKNOSA
1. Loboratorium ................................................................................ ................................................................................ ................................................................................ ................................................................................ ................................................................................ 2. Radiologi ................................................................................. ................................................................................. ................................................................................ ................................................................................. .................................................................................

TERAPI
1. Oral ................................................................................ ................................................................................. ............................................................................... 2. Parenteral ................................................................................ ................................................................................ ................................................................................ 3. Lain-lain ................................................................................ ................................................................................ ................................................................................

..........,....... Mahasiswa ,

NIM : . . . . . . ., . . . . . . . . .

FORMAT ANLISA DATA


TGL/JAM PENGELOMPOKAN DATA MASALAH KEMUNGKINAN PENYEBAB

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Diagnosa keperawatan adalah peryataan yang dibuat poerawata profesional yang memberi gambaran tentang masalah atau status kesehatan klien,baik aktul maupun potensial, yang ditetapkan berdasakan analisis dan interpretasi data hasil pengkajian. Pertanyaan diagnosa keperawatan harus jelas, singkat dan lugas terkait masalah kesehatan klien berikut penyebabnya yang dapat diatasi melalui tindakan keperawatan.a Penetapan diagnosis keperawatan berlangsuns dalam 3 fase,yaitu; 1. Memproses data (mengorganisasi data, membandingkan data dengan standar nilai normal, mengelompokkan data) 2. Menentukan masalah keperawatan klien 3. Menyusun diagnosis keperawatan Diagnosis keperawatanberfungsi untuk mengidentifikasi, memfokuskan dan memecahkan masalah keperawtan klien secara spesifik. Diagnosa keperawatan harus betul-betul akurat sebab ini akan menjadi patokan dalam melaksanakan tindakan keperawatan Komponen-komponen dalam pernyataan diagnosis keperawatan ini meliputi : Masalah (problem) Penyebab (etiologi) Data (sign and symptom) Diagnose keperawatan terdiri atas 3 tipe yaitu 1. Diagnosa keperawatan aktual 2. Diagnosa keperawatan resiko 3. Diagnosa keperawatan potensial

Beberapa hal yang harus diperhatikan pada tahap diagnosis keperawatan antara lain : 1. Kesesuaian masalah dengan lingkup keperawatan 2. Kejelasan masalah 3. Keakuratan masalah dan faktor penyebab 4. Validitas masalah 5. Komponen diagnosis keperawatan PES

DIAGNOSIS KEPERAWATAN
No 1 2 3 4 5 TGL/JAM DIAGNOSIS KEPERAWATAN PARAF

C. INTERVENSI/PERENCANAAN
Tahap perencanaan memiliki beberapa tujuan penting, diantaranya sebagai alat komunikasi antara perawat dan tim kesehatan lainya. Meningkatkan kesinambungan asuhan keperawatan yang ingin dicapai Unsure terpenting pada tahap perencanaan adalah membuat prioritas urusan diagnosis keperawatan, merumuskan tujuan, merumuskan kriteria evaluasi dan merumuskan intervensi keperawatan. Rumus tujuan keperawatan S : Specific,rumusan tujuan harus jelas M : Measurable,dapat diukur atau dicapai A : Achievable,dapat dicapai,ditetapkan bersama klien R : Realistis, dapat tercapai dan nyata T : Timing,harus ada target waktu Intervensi 1. Nursing Observasi Tindakan keperawatan melihat kondisi sebenarnya pada pasien 2. Nursing Treatment Tindakan mandiri perawat 3. Nursing Edukasi Pembelajaran/pembelajaran 4. Nursing Kolaborasi Kerjasama tenaga kesehatan (Dokter,Perawat dan tenaga kesehatan lainnya.

TABEL PERENCANAAN
No DK/TUJUAN/KRITERIA/HASIL RENCANA TINDAKAN RASIONAL

PRF

D. IMPLEMENTASI
Fase implementasi dari keperawatan meliputi rumusan dari rancangan keperawatan yang sudah disusun. Perawat memiliki tanggung jawab untuk implementasi tapi melibatkan pasien dan anggota tim kesehatan yang lain sesuai kebutuhan.aktivitas semua orang yang terlibat dalam implementasi dan koordinasi oleh perawat. - Rencana keperawatan menjadi landasan implementasi. - Sasaran jangka pendek dan jangka panjang digunakan sebagai fokus untuk Implementasi dan intervensi keperawatan yang dibuat. - Saat mengimplementasi askep perawat secara berkesinambunganmengkaji pasien dan responya terhadap asuhan keperawatan. - Perubahan dibuat dalam rancangan keperawatansesuai perubahan kondisi,masalah dan respon pasien dan jika dibutuhkan penyusunan ulang prioritas. Implementasi mencakup pelaksanaan intervensi keperawatan yang ditujukan untuk mengatasi diagnosa keperawatan dan masalah-masalah kolaboratif pasien serta memenuhi kebutuhan pasien. No DK TGL/JAM TINDAKAN PARAF

Pencatatan tersebut harus dibuat secara ringkas,jelas dan objektif sehingga memenuhi kriteria berikut ini : 1. Pencatatan ditujukan diagnosa keperawatan dan masalah-maslah kolaboratif. 2. Pencatatan menggambarkan intervensi keperawatan dan respon pasien terhadap intervensi tersebut. 3. Pencatatan pencakupan semua data yang relevan.

E. EVALUASI
Evaluasi adalah tahap akhir dari keperawatan yang merupakan perbadingan yang sistematis dan terencana terhadap hasil akhir yang teramati dan tujuan atau kriteria hasil yang dibuat pada tahap pencernaan. 1. Evaluasi terbagi menjadi 2 jenis yaitu : S : Subjektif (Berupa keluha klien) O : Objektif (Data hasil pemeriksaan) A : Analisis (Perbandingan data dan Teori) P : Perencanaan 2. Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan setelah semua aktifitas keperawatan selesai dilakukan. Evaluasi meliputi : a. Mengumpulkan data objektif b. Membangingkan hasil akhir perilaku pasien dengan hasil akhir yang diharapkan.menentukan sampai sejauh mana jutuan sudah tercapai. c. Mengidentifikasi perubahan-perubahan yang harus dibuat dalam diagnosa keperawatan, masalah kolaborasi, tujuan,intervensi keperawatan dan hasil akhir yang diharapkan.

No DK 1

TGL/JAM

CATATAN PERKEMBANGAN

PARAF

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn . M. DENGAN KASUS GANGGUAN DEMAM Thyfoid RUANG SAKTI R.S R ISMOYO

Tgl masuk : 18 11 2011 No medik : 27 17 00 Dx. Ruang : Demam thyfoid : Ruang sakti

1. Identitas klien Nama Umur Jenis kelamin Pekerjaan Pendidikan Agama Suku Status Alamat

: Tn.Mh : 31 Tahun : Laki-laki : Tani : SMP : Hindu : Bali : Nika : Desa Konda

2. Identitas penaggung Semua biaya pengobatan ditanggung oleh pihak keluarga 3. Riwayat kesehatan a. Keluhan utama : klien mengatakan Demam b. Riwayat keluhan - Mulai timbul : 1 Minggu - Sifat keluhan : Hilang, Timbul - Keluhan yang menyertai : Selama panas dan muntah klien,mual,mengeluh susah tidur. - Faktor pancetus yang menimbulkan keluhan :infeksi pada salmanella thypi yang mengakibatkan panas tinggi yang di derita oleh klien. 4. Riwayat kesehatan masa lalu - Klien mengatakan pernah dirawat dirumah sakit sebelumnya.

5. Riwat keluarga / geragram

Keterangan : = Laki laki = Perempuan = Pasien

? = Tidak diketahui X = Meninggal ----- = Tinggal serumah


6. Pemeriksaan Fisik a. Tanda tanda Vital Tekanan darah :150/100 mmHg Nadi : 74 x/ i Suhu : 37,2 0C Pernapasan : 21 x/i b. Kepalah Inspeksi Bentuk kepalah simetri Rambut pendek warna hitam Pulpasi Tidak ada nyeri tekan Palpasi Tidak ada distensi abdomen

Perkusi Terdapat bunyi pekat 7. Pola kegiatan sehari hari a. Nutrisi Sebelum sakit : Frekuensi makan 2 3 x / hari Waktu makan pagi,siang,malam Setelah sakit Tidak ada nafsu makan Makanan yang diberikan tidak dihabiskan b. Cairan Sebelum sakit Kebiasaan minum : 8 gelas / hari Jenis minum : air putih Setelah sakit Kebiasaan minum : 2 4 gelas/ hari Jenis minuman : air putih c. Eliminasi BAB Sebelum sakit Frekuensi BAB : 2 x/hari Warna : kuning Setelah sakit : Klien mengatakan belum perna BAB BAK Sebelum sakit Frekuensi BAK : 4-5 x/hari Warna : kekuning-kuningan Selama sakit Kilen mengatakan jarang BAK c. Mata Inspeksi Simetri antara kiri dan kanan Skelera mata tidak ikterus Konjangtiva tidak arames Palpasi Tidak ada nyeri tekan d. Telinga Inspeksi Bentuk telinga simestri kiri dan kanan Tidak ada serumen,peradangan,cairan Palpasi

Tidak ada nyeri tekan

e. Mulut Inspeksi Mukosa bibir kering Fungsi pengecapan baik f. Hidung Inspeksi Simestri kiri dan kanan Tidak ada polip Palpasi Tidak ada nyeri tekan g. Leher Inspeksi Tidak ada pembesaran disekitar leher Palpasi Tidak ada pembesaran vena jugalaris Tidak ada pembesaran tiroid Tidak ada pembesaran linfe h. Abdomen Inspeksi Simetri kiri dan kanan Tidak ada benjolan d. Istrahat dan tidur Sebelum sakit : Tidur siang tidak menentu Tidur malam pukul 23.00 05.00 Tidak ada kesulitan tidur Selama sakit : Tidur siang tidak menentu Klien Nampak gelisa e. Personal higene Sebelum sakit Mandi / hari : 2 x /hari Menyikat gigi : setelah makan Selama sakit Klien mengatakan jarang perna mandi f. Keadaan Spikologis Klien mengharapkan ingin cepat sembu Klien dan kluarga tampak cemas

g. Pemeriksaan penunjang Hasil pemeriksaan kimia klinik.darah S.G.O.T (alat) (370C) 40 unit/L S.G.P.T (alat) (370C) 43 unit/L Hasil pemeriksaan Hematologi Eidal teks S.typhi O :1/100 H : Nec S.paratyphi A O : H : Nec S.paratyphi A O : H : 1/100

KLASIFIKASI DATA
1. Data subjektif Klien mengatakan badannya panas/ demam Klien mengatakan susah untuk istrahat dan tidur Klien mengatakan nafsu makannya berkurang Klien mengatakan selalu muntah setiap habis makan Klien sering menanyakan penyakitnya 2. Data Objektif Klien Nampak cemas dan gelisa Klien munta bilah makan Terpasang infus RL pada bagian tangan kiri Ekspresi wajah meringis Keadaan umum lemas TTV TD : 150/100 mmHg D :21 x/i 0 S : 37,2 C N : 74 x/i

ANALISA DATA No I. SIMTOM


Ds : - Klien mengatakan badanya Panas - Klien mengatakan susah makan - Klien mengatakan muntahmuntah sehabis makan Do : - Ekspresi wajah klien meringis - Terpasang infus RL - Turgor kulit jelek - TTU : TD :150/100 mmHg N : 74 x/i P : 21 x/i S : 37,20C

ETIOLOGI
Infeksi oleh virus salmonella thypi

PROBLEM
Ketidak seimbangan cairan dalam tubuh

Respon tubuh menjadi panas

Cairan ouput meningkat

Ketidak seimbangan cairan dalam tubuh

II.

Ds : - Klien mengatakan susah untuk istrahat dan tidur - Klien sering mengatakan penyakitnya Do : - Klien Nampak cemas dan gelisa - Ekpresi wajah meringis - TTU : TD : 150/100 P,21 x/i N : 74 x/I S, 37,20C

Kurang pengetahuan klien tentang penyakit

kecemasan

Krisis situasional

Kecemasan

DIAGNOSA KEPARAWATAN 1. Ketidak seimbangan cairan dalam tubuh b/d autput meningkat ditandai dengan :
Data subjektif - Klien mengatakan badannya panas - Klien mengatakan susah untuk makan - Klien mengatakan susah untuk makan Data objektif - Keadaan umum sedang - Ekspresi wajah meringis - Terpasang infus RL - Turgon kulit jelek - Tanda-tanda Vital TD :150/100 mmHg N : 74 x/i S : 37,2 0C P : 21 x/i 2. Kecemasan b/d kurangnya pengetahuan klien tentang penyakitnya ditandai dengan : Data subjektif - Klien mengatakan susah untuk istrahat dan tidur - Klien sering menanyakan penyakitnya Data objektif - Klien Nampak cemas dan gelisa - Ekspresi wajah meringis - Terpasang infus R.L - Tanda-tanda Vital TD : 150/100 mmHg N : 74 x/i P : 21 x/i S : 37,20C

RENCANA KEPERAWATA
Dx keperawatan Ketidak seimbangan cairan dalam tubuh b/d output meningkat ditandai dengan : Ds. - Klien mengatakan badannya panas - Klien mengatakan susah untuk makan - Klien mengatakan muntah-munah sehabis makan Do. - Ekspresi wajah klien meringis - Terpasang infus RL - Turgor kulit jelek - TTU: TD:150/100 mmHg N : 74 x/i S : 37,20C P : 21 x/i Tujuan Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1x24 jam masalah keperawatan ketidak seimbangan cairan dalam tubuh dengan kriteria. - Klien tidak menunjukan tandatanda dehidrasi - Turgor kulit baik - Cairan dalam tubuh terpenuhi Intervensi Rasional

1. Kaji tanda-tanda Vital 1. Dapat mengetahui 2. Kaji tanda-tanda status kesehatan dehidrasi seperti klien dan turgor kulit memudahkan dlm jelek,mukosa bibir menentukan infus pucat 2. Dgn mengkaji 3. Berikan minuman 8 tanda2 dehidrasi gelas/hari sesuai dapat dengan kebutuhan membantudalam tubuh melakukan 4. Kolaborasi pemberian tindakan cairan infus melalui IV keperawatan dan obat-obatan tentang masalah analgenik untuk gangguan mengenai masalah pemenuhan cairan dehidrasi dalam tubuh 3. Dapat menanba cairan dalam tubuh agar masalah dehidrasi dapat berkurang 4. Dapat membantu klien yang mengalami dehidrasi