Anda di halaman 1dari 5

STREPTOCOCCUS PNEUMONIA

(Meiza Apsari, Sri Purwaningsih, Yulia Hajar F, Fifit Kumalasari, Anshorudin Al-Haq) Pneumococcus (S. Pneumoniae) adalah diplococcus gram positif, sering berbentuk lancet atau berbentuk rantai, memiliki kapsul polisakarida yang memudahkan untuk pengelompokkan antisera spesifik.

KARAKTERISTIK MORFOLOGI Bentuk. Diplococcus berbentuk lanset gram positif yang khas. Biakan. Pneumococcus membentuk koloni bulat kecil, mula-mula berbentuk kubah dan kemudian timbul lekukan ditengah-tengahnya dengan pinggiran yang meninggi dan hemolisis pada agar darah. KARAKTERISTIK KEHIDUPAN Kebanyakan energi diperoleh dari pragen glukosa, sering diikuti pembentukan asam laktat yang cepat yang membatasi pertumbuhan. Bila pada selang waktu tertentu dilakukan netralisasi biakan kaldu dengan basa, akan terjadi pertumbuhan yang masif. JENIS INFEKSI YANG DITIMBULKAN 1. Pneumonia 2. Artritis 3. Sinusitis 4. Otitis 5. Meningitis 6. Endokarditis

7. Infeksi serius lain GEJALA-GEJALA INFEKSI 1. Serangan pneumonia oleh pneumococcus biasanya dimulai mendadak, ditandai oleh suatu kekakuan yang berat, diikuti dengan demam, menggigil dan batuk produktif sputum (sputum mirip dengan eksudat alveolar, secara karakteristik berdarah atau berwarna merah kecoklatan). 2. Penderita biasanya dispnea dan sering mengeluh nyeri dada pleuritis. Tanda dan Gejala Mulai Kekakuan Muka Batuk Sputum Herpes Labialis Suhu Pleuritis Konsolidasi Pengecatan gram (sputum) Sel darah putih dan Hemogram Roentgenogram dada Streptococcus Pneumonia Mendadak Menggigil tunggal Toksik Produktif Purulen (berdarah) Sering 103-104oF Sering Sering Neutrofil; coccus >15.000/mm3 neutrofil imature Kepadatan terbatas

PEMERIKSAAN YANG DAPAT DILAKUKAN Uji Diagnostik Laboratorium Untuk mengetahui adanya pneumococcus dapat dilakukan pemeriksaan darah dan sputum. Darah dapat dilakukan pemeriksaan kultur. Sedangkan sputum dapat dicermati dengan beberapa cara:

Sputum a. Hapusan yang diwarnai

Hapusan yang diwarnai secara gram dari sputum merah kecoklatan dapat memperlihatkan organisme yang khas, sebagaian dari polimorfonuklear neutrofil dan sebagian sel darah merah. b. Tes pembengkakan kapsul Sputum segar yang diemulsi dicampur dengan anti serum menyebabkan pembengkakan kapsul (reaksi quellung) untuk mengidentifikasi pneumococcus dan penentuan tipe. c. Kultur

Sputum yang dikultur pada agar darah dan diinkubasi dalam suasana C02 atau candle jar. d. Suntikan intraperitonial sputum pada tikus Hewan akan mati dalam waktu 18-48 jam; darah dari jantung akan memberikan kultur murni yang mengandung pneumococcus. e. Pneumococcul meningitis Pemeriksaan kultur, cairan cerebrospinal akan membuat diagnosa ini tepat. Darah a. Sel darah putih perifer khas naik dan ada banyak neutrofil muda yang terlihat pada pulasan, apa yang disebut pergeseran ke kiri. b. Gas darah arteri akut sering menunjukkan hipoksemi yang jelas.

ANTIBIOTIK YANG EFEKTIF


Pneumonia: Komunitas Eritromisin 500mg oral empat kali sehari atau

(Terapi rawat jalan) Dewasa 18-60

Azitromisin 250 sampai 500mg secara oral sekali sehari selama 7-10 hari atau Klaritromisin 500mg dua kali sehari secara lisan atau 1gram (XR) secara oral satu kali sehari. Doxycycline100mg dua kali sehari atau secara lisan Levofloxacin 500 mg - 750 mg sekali sehari atau Augmentin 875 mg secara oral dua kali sehari atau Moxifloxacin 400mg po qd x 10days

Komunitas

Pasien dirawat di rumah sakit Eritromisin 500mg untuk 1 gram IV setiap 6 jam +Cefuroxime 750 mg IV setiap 8 jam (mungkin pengganti IV 500mg sekali sehari selama eritromisin) atau* Eritromisin 500mg untuk 1 gram IV setiap 6 jam + Ceftriaxone 1 gram IV q12h atau Cefotaxime 2 gram IV setiap 4 sampai 8 jam] atau Jika ringan (monoterapi): Azitromisin IV 500mg sekali sehari x 2-5 hari, kemudian 500mg sekali sehari atau secara lisan Levofloxacin 500mg IV sekali sehari. Terapi Rawat Jalan: Azitromisin 500mg sekali sehari atau Klaritromisin 500mg dua kali sehari atau Levofloxacin 500mg sekali sehari atau Augmentin 875mg dua kali sehari secara lisan

Rumah Sakit (nosokomial)

Piperasilin 3-4 gram IV setiap 6 jam]tobramisin+ atau Ceftazidime 1-2 gram IV setiap 8 jam atau sefepim 1-2 gram q 12h] + tobramisin atau Klavulanat asam tikarsilin 3.1g IV setiap 6 jam +Tobramisin atau Imipenem IV 500mg tiap 6 jam. Khusus pertimbangan: Tambahkan Eritromisin 500mg untuk 1 gram IV setiap 6 jam atau Azitromisin IV 500mg sekali sehari jika legionella dicurigai. Pengganti: Aztreonam untuk piperasilin, timentin atau sefalosporin jika alergi terhadap penisilin.

Alergi penisilin yang parah: Levofloxacin 500mg IV qd + aminoglikosida atau Aztreonam + aminoglikosida Aspirasi pneumonia Komunitas diperoleh: Clindamycin 600mg ivpb setiap 6 sampai 8 jam atau Augmentin 875mg PO tawaran atau tid 500mg x 10 hari Rumah Sakit diperoleh: Piperasilin-tazobactam q6h ivpb 3.375g atau Asam klavulanat tikarsilin ivpb q6h atau 3.1g Ampisilin-sulbaktam (Unasyn) 1,5-3,0 gram q6h ivpb Cefoxitin 2 gram ivpb P6-8h atau Cefotetan 1-2 gram IV q12h. Cefotaxime 2g ivpb q8h atau Ceftriaxone 2 gram ivpb q24h +Clindamycin 600mg IV P6-8h. Clindamycin 600mg IV P6-8h + Ciprofloxacin 400mg q12h IV atau levofloxacin 500mg qd IV Aspirasi Rumah Sakit : (paling umum + patogen kemungkinan aspirasi Cover) pneumonia Piperasilin-tazobactam 3,375 gram IV setiap jam + Ciprofloxacin 400mg IV q12h atau Sefepim 2 gram IV setiap 12 jam +Clindamycin600mg IV setiap 6 jam. Ceftriaxone 1-2 gram Q12-24h atau sefepim 1-2 gram q12h] + Azitromisin 500mg qd IV. Atau Levofloxacin 500mg qd IV. Atau Moxifloxacin IV 400mg qd.

(Geriatri, faktor risiko lainnya, pseudomonas tidak dicurigai) ORICU pasien rokok:

REFERENSI Jawetz, Melnick& Adelbergs., 2001, Mikrobiologi Kedokteran, Salemba Medika, Jakarta, 341344. Goodman & Gilman, 2007, Dasar Farmakologi dan Terapi Vol 2 ed. 10, buku Kedokteran EGC, Jakarta, 1123-1124. Anonim http://www.nature.com/nrmicro/journal/v6/n4/fig_tab/nrmicro1871_F2.html. Diakses 17 Juli 2010. Anonim, http://lib.jiangnan.edu.cn/ASM/114-22.jpg . Diakses tanggal 17 Juli 2010