Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH MATERNITAS Kegel Exercise

Pembimbing Siti Handayani, SST., M. Kes.

DisusunOleh: Puput Candra Kharisma NIM P 27220010 111

D IV KEPERAWATAN POLITEHNIK KESEHATAN SURAKARTA 2012 DAFTAR ISI

Halaman depan ......................................................................................................i Daftar isi ................................................................................................................ii

Bab I Pendahuluan ................................................................................................1 A. B. C. Latar Belakang .........................................................................................1 Rumusan Masalah ..................................................................................4 Tujuan ......................................................................................................4

Bab II Pembahasan ...........................................................................................5 A. B. C. D. E. Sejarah ......................................................................................................5 Pengertian ..................................................................................................6 Alasan Dilakukan Senam Kegel ..............................................................7 Manfaat Senam Kegel .............................................................................8 Tahapan Senam .......................................................................................9

Bab III Penutup .................................................................................................11 A. Kesimpulan ..............................................................................................11 B. Saran. ........................................................................................................11 Daftar Pustaka

BAB 1 PENDAHULUAN

D. Latar Belakang Pada ibu hamil sangat dibutuhkan tubuh yang sehat dan bugar, diupayakan dengan makan teratur, cukup istirahat dan tubuh sesuai takaran. Dengan tubuh bugar dan sehat, ibu hamil tetap dapat menjalankam rutinitasnya sehari-hari, dan menurunkan stress akibat rasa cemas dalam menghadapi persalinan. Nuraini (2004), menjelaskan dalam buku karyanya bahwa proses konsepsi yang terjadi pada Ibu hamil, menyebabkan terjadinya perubahan secara hormonal pada seorang wanita. Perubahan-perubahan ini secara langsung berpengaruh terhadap struktur dan bentuk fisik serta psikis. Nah, kebugaran fisiklah yang berkenaan dengan kemampuan kerja organ-organ fisik dalam menghadapi aktivitas kerja fisik secara normal ataupun maksimal. Aktivitas kerja fisik secara normal adalah segala aktivitas kerja fisik yang biasa dilakukan sehari-hari tanpa beban yang berlebihan, seperti membersihkan rumah, masak, mandi, makan, membaca, menulis, dan lain-lain. Aktivitas kerja fisikyang maksimal adalah segala aktivitas kerja fisik normal seperti di atas ditambah beban-beban kerja tambahan lainya, seperti latihan olahraga untuk menjaga kebugaran tubuh, beban kerja di luar rumah (di kantor) yang semakin banyak, atau bagi ibu yang sedang hamil dengan perubahan struktur dan bentuk fisik adalah merupakan aktivitas yang maksimal. Oleh sebab itu, untuk memiliki kemampuan kerja fisik yang maksimal, seorang ibu yang sedang hamil harus berolahraga untuk menjaga dan meningkatkan kebugaran tubuhnya (Damayanti, 2011). Pemeliharaan dan pemeriksaan kesehatan fisik yang dilakukan seorang ibu yang sedang hamil tidaklah cukup apabila ia tidak ditunjang kebugaran tubuh yang memadai. Kesehatan fisik hanyalah berupa keadaan fisik (semua organ tubuh) ibu yang terbebas dari berbagai macam penyakit yang membahayakan dirinya maupun janin yang dikandungnya, sedangkan kebugaran fisik ditandai dengan kemampuan organ-organ tubuh yang telah dinyatakan sehat secara terus menerus, baik sehat cara normal, sedang, maupun berat tanpa mengalami kelelahan yang berarti (Nuraini, 2004). Kesimpulanya adalah orang dapat dikatakan bugar jika mampu melakukan aktivitas kerja fisik secara terus menerus dalam jangka waktu tertentu tanpa mengalami

kelelahan berarti. Atau, dengan kata lain, orang yang memiliki kebugaran fisik masih dapat melakukan aktivitas fisik lainya walaupun telah melakukan aktivitas fisik yang terusmenerus. Dengan demikian, bagi ibu yang sedang hamil, di samping kegiatan memelihara kesehatan fisik secara rutin, haruslah juga memelihara kebugaran tubuhnya selama masa kehamilanya. Itulah sebabnya Douglas hall, seorang Obstetrik, menyebutkan bahwa ibu yang sedang hamikl seperti seorang atlet yang akan menghadapi suatu pertandingan besar, sehingga mereka perlu berlatih secara rutin dan terprogram dengan baik (Nuraini, 2004). Menjaga kebugaran tubuh bagi ibu yang sedang hamil sebenarnya tidaklah terlalu sulit apabila aktivitas berolahraga sudah merupakan kebiasaan rutinnya. Sebaliknya, menjaga kebugaran akan menjadi sesuatu yang sangat sulit bagi mereka yang memang kurang aktif atau sama sekali tidak pernah berolahraga sebelumnya (Nuraini, 2004). Latihan olahraga untuk menjaga kebugaran tubuh ibu yang sedang hamil biasanya terdiri dari serangkaian latihan yang bersifat umum (general exercise) dan latihan yang berifat khusus. Latihan umum ditunjukan untuk menjaga kebugaran jantung dan sistem pernafasan, seperti latihan yang bersifat aerobik, yaitu: 1. 2. 3. 4. Jalan Jogging Bersepeda Berenang

Sedangkan latihan yang bersifat khusus ditunjukan untuk melatih kebugaran otot-otot yang sangat diperlukan selama masa kehamilan dan proses kelahiran, seperti latihan penguatan dan peregangan misalnya senam lantai atau kalestenik, antara lain: 1. Senam kegel, 2. Senam penguatan otot pinggul, 3. Senam penguatan otot pinggang, 4. Senam penguatan otot punggung, dan 5. Senam penguatan otot perut. Secara umum, berolahraga selama masa kehamilan sangat berguna, sebab dengan melakukan aktivitas fisik yang rutin dan terprogram khusus ini tidak saja akan mengurangi sakit pinggang, sembelit, dan varises, namun secara keseluruhan akan memberikan kebugaran selama masa kehamilan, mempermudah proses persalinan, dan membuat tubuh tetap bugar setelah melahirkan (Nuraini, 2004). Bagi ibu yang saedang hamil, jika oleh dokter tidak dianjurkan melakukan aktifitas fisik yang berlebih, seperti berolahraga, karena berisiko tinggi, aktivitas sehari-hari yang

dilakukan di runah sedikit-banyak dapat memberikan manfaat bagi ibu maupun bayi di kandungan (Nuraini, 2004). Salah satu latihan khusus melatih otot-otot berupa senam kegel seperti yang disebutkan di atas menjadi prioritas pembahasan dalam makalah ini, sebab banyak diantara kami, para mahasiswa yang belum mengetahui apa dan bagaimana senam kegel itu. Sebagian mahasiswa yang mengetahui adanya senam kegel pada umumnya hanya tahu bahwa senam ini bermanfaat untuk mengembalikan fungsi otot kegel setelah melahirkan yang mengendor dan membantu pemenuhuhan kepuasaan saat berhubungan seksual. Padahal berdasarkan penjelasan sumber diatas, sebenarnya senam kegel juga bermanfaat menjaga kebugaran otot saat hamil dan persiapan untuk melahirkan. Seperti yang dijelaskan Suririnah, yaitu latihan kegel membantu membuat otot pubokogsigeus (PC) yang terletak di sekitar panggul sampai tulang ekor menjadi kuat dan supel, dan meningkatkan sirkulasi darah pada daerah sekitar vagina, yang dapat membantu selama kehamilan dan proses persalinan (Suririnah, 2008). Oleh karena itu, dalam makalah ini akan dibahas secara khusus dan lebih lanjut lagi mengenai senam kegel. E. Rumusan Masalah Makalah ini dibahas berdasarkan masalah-masalah yang ada. Banyak orang yang belum mengetahui tentang senam kegel. Oleh karena itu rumusan masalah dari makalah ini, yaitu : a. b. c. d. e. Bagaimana sejarah senam kegel? Apa itu senam kegel? Apa alasan dilakukan senam Kegel? Apa manfaat dari senam kegel? Bagaimana cara melakukan senam kegel?

F. Tujuan Tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu : 1. untuk mengetahui sejarah senam kegel 2. untuk memahami mengenai senam kegel 3. untuk mengetahui manfaat senam kegel 4. untuk mengetahui cara-cara senam kegel

BAB II PEMBAHASAN

A. Sejarah Ada berbagai sumber yang menjelaskan mengenai senam kegel, mulai dari siapa penemu senam ini, kapan dipelopori, bagaimana perkembangannya dan berikut diantara sumber mengenai sejarah senam kegel. 1. Senam kegel awalnya dikembangkan sebagai cara mengendalikan keinginan buang air kecil atau besar sewaktu perempuan menjelang melahirkan. Latihan itu diberi nama demikian guna menghormati Arnold Kegel, dokter di Los Angeles yang mempromosikanya dalam tahun 1940-an. Prinsip di balik senam Kegel adalah memperkuat otot-otot ini merentang dari belakang sampai ke depan tulang panggul dan mengitari bukaan dari vagina serta rektum. Memperkuat otot-otot ini membantu menyempurnakan fungsi otot-otot cincin di lubang pengeluaran baik saluran kencing maupun poros usus (Leyner, 2006). 2. Latihan kegel ini diperkenalkan oleh Dr. Arnold Kegel, seorang Gynecologist, sejak 1945. Latihan ini merupakan rangkaian gerakan yang berfungsi untuk melatih kontraksi otot PC (pubokoksigeus) berkali-kali dengan tujuan meningkatkan tonus dan kontraksi otot. Latihan ini dapat menunjukan manfaatnya setelah dilakukan minimal enam minggu. Sementara untuk pria ternyata latihan kegel ini telah dikembangkan sejak 1978 oleh zilberber. Namun prinsip utamanya tetap pada latihan penguatan otot panggul termasuk penis serta menambah kemampuan seksual (Suryo, 2010). 3. Latihan yang dirancang untuk memperkuat otot panggul dan mengencangkan vagina ini telah dilakukan oleh para wanita Cina dan India sejak dahulu kala. Senam kegel, yang sekarang sudah banyak dipraktikan, diciptakan oleh Dr. Arnold kegel pada tahun 1948 untuk mengurangi pertarakan (turunya kemampuan menahan buang air kecil atau besar) setelah melahirkan (Dollan, Jesicca) . Jadi, senam kegel sudah ditemukan sejak lama, yaitu pada tahun 1945 oleh Rd. Arnold kegel. Hanya saja pengenalan senam kegel itu sendiri masih belum berkembang di masyarakat. Prinsip Senam kegel berdasarkan penjelasan diatas pada intinya merupakan senam untuk menguatkan otot-otot yang merentang dari belakang sampai ke depan tulang panggul dan mengitari bukaan dari vagina serta rektum, serta

menyempurnakan fungsi otot-otot cincin di lubang pengeluaran baik saluran kencing maupun poros usus. B. Pengertian Berikut beberapa pengertian mengenai Kegel Exercise : 1. Latihan kegel (latihan dasar panggul) memperkuat otot-otot disekitar organ reproduksi dan memperbaiki tonus otot-otot tersebut (Bobak, 2004). 2. Senam kegel pada dasarnya merupakan senam untuk menekan otot-otot yang menghentikan air seni. Dan senam kegel baik untuk dilakukan, karena selain gerakanya mudah, juga dapat dilakukan dimana pun (Laura, 2006).
3. Latihan kegel membantu membuat otot pubokogsigeus (PC) yang terletak di sekitar

panggul sampai tulang ekor menjadi kuat dan supel, dan meningkatkan sirkulasi darah pada daerah sekitar vagina, yang dapat membantu selama kehamilan dan proses persalinan (Suririnah, 2008). 4. Latihan Kegel adalah latihan yang digunakan untuk memperkuat otot dasar panggul dengan cara mengkontraksikan rectum dan uretra yang ditahan selama 3-5 detik kemudian merelaksikan,nya dan ini di ulangi sebanyak sepuluh kali dalam empat minggu (Mustofa, 2009). Kesimpulanya, senam kegel adalah senam untuk melatih otot-otot disekitar organ reproduksi, yaitu otot PC atau pubokoksigeus agar menjadi kuat dan supel dengan cara mengontraksikaan rektum dan uretra. C. Alasan Dilakukan Senam Kegel Senam kegel dilakukan bukan hanya untuk memperbaiki otot sekitar vagina setelah melahirkan, namun ada beberapa alasan yang lain, yaitu: 1. Banyak wanita tidak mngenali otot-otot di dasar panggul sampai-sampai mereka diberi tahu bahwa inilah otot yang dipakai ketika berkemih dan melakukan hubungna seksual, oleh karena itu otot-otot ini dapat dikendalikan secara sadar. Karena otot-otot dasar pnggul melingkari jalan keluar bayi, sangatlah penting otot-otot ini dilatih karena otot yang terlatih dapat meregang dan berkontraksi dengan baik selama proses melahirkan (Bobak, 2004). Oleh karena itu, sebelum

melahirkan otot ini harus dilatih agar dapat berfungsi secara maksimal dan tidak terjadi trauma bayi baru lahir. 2. Untuk menjaga keharmonisan keluarga atau pasangan suami istri. Sulistyawati (2010), menjelaskan bahwa banyak pendapat yang mengatakan, setelah melahirkan otot-otot vagina tidak kencang lagi sehingga bisa mengganggu keharmonisan hubungan intim suami istri. Oleh karena itu, untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan senam kegel. 3. Masalah yang muncul akibat perubahan bentuk tubuh setelah melahirkan. Damayanti menjelaskan, usai melahirkan dan memiliki bayi, tubuh wanita akan mengalami perubahan. Masalah yang timbul setelah menjadi ibu diantaranya varises, pinggul membesar, kelebihan berat badan, bahkan kaki yang lebih besar. Organ tubuh yang paling berpengaruh setelah seorang wanita melahirkan adalah daerah panggul. Bagian panggul bertanggung jawab saat membawa bayi selama hamil. Seringkali akibat kelelahan selama hamil, wanita mengalami inkontinensia. Saat itulah, seorang wanita membutuhkan latihan senam Kegel seperti yang dikatakan pakar Dr. Arnold Kegel. Latihan Kegel membantu memulihkan dan memperkuat otot-otot yang mengelilingi dan mendukung kandung kemih, rahim, rektum, dan uretra (otot panggul). Otot-otot ini dikenal sebagai otot pubococcygeal. Paska melahirkan, kegel mampu mencegah masalah kandung kemih wanita. Latihan Kegel membantu untuk memperlambat atau menghentikan aliran air seni, serta otot-otot yang mencegah keluarnya gas (Damayanti, 2010). D. Manfaat Senam Kegel Macam-macam manfaat dari senam kegel, yaitu: 1. Menguatkan otot-otot vagina dan sekitarnya (perineal) sebagai persiapan persalinan (Yuliarti, 2010). 2. Mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun mental (Yuliarti, 2010).
3. membantu mereka yang mengalami kesulitan mengendalikan buang air kecil

(urinary incontinence) pada periode akhir kehamilan dan setelah melahikan (Chopra, 2006) atau pun masalah incontinensia selain ibu hamil dan melahirkan. Pada hasil penelitian Mustofa dan Wahyu (2009), menunjukan bahwa setelah dilakukan latihan kegel terjadi penurunan frekuensi inkotinensia urine sebesar 21,6% dari 10.043 kali menjadi 7,871 kali. Dari hasil penelitian iju T-dependent test didapatkan nilai p sebesar 0,000 sehingga ada pengaruh latihan kegel terhadap frekuensi inkontinensia urin pada lansia. Hasil penelitian ini mengindikasi perlunya

latihan kegel secara teratur dalam kurun waktu yang relatif lama untuk mengetahui latihan kegel terhadap penurunan frekuensi inkontinensia urin (Mustofa, 2009)
4. Menjaga kelenturan otot-otot di dasar tulang pinggul akan memperbaiki sirkulasi

dan dapat mencegah wasir (Chopra, 2006). 5. Memulihkan dan memperkuat otot-otot yang mengelilingi dan mendukung kandung kemih, rahim (Damayanti, 2010). 6. Mencegah masalah kandung kemih wanita (Damayanti, 2010). Seperti mengembalikan posisi kandung kemih yang turun akibat proses persalinan Sulistyawati (2010). 7. Mempercepat penyembuhkan jahitan dengan memperbaiki sirkulasi (Marshall, 2000). 8. Tegangan vagina akan kembali lebih cepat (Marshall, 2000). 9. Setelah bertahun-tahun lewat, latihan ini akan membantu mencegah mengompol (tak dapat menahan kemih) ketika batuk atau bersin (Marshall, 2000). 10. Memperbaiki kehidupan seksual sekalipun tanpa luka jahit (Marshall, 2000). Jadi, dari berbagai manfaat diatas dapat disimpulkan bahwa senam kegel itu bermanfaat bukan hanya untuk wanita setelah melahiarkan. Namun sebelum melahirkan dan kapan pun dapat dilakukan untuk kebugaran otot PC.

E. Tahapan Senam Tahapan pada senam kegel menurut Nurdiansyah (2011), yaitu: 1. Kenali terlebih dahulu otot-otot yang berhubungan dengan senam kegel dan fungsi kerjanya. Caranya, saat buang air kecil, cobalah untuk menghentikan pancaran air seni dengan melakukan kontraksi atau menguncupkan otot-otot ini. Kemudian, kendurkan lagi sehingga pancaran air seni kembali lancar. Bagian otot itulah yang akan kita latih (Nurdiansyah, 2011).

Pelvic floor mucles

Gambar 2.1

2.

Tahap berikutnya adalah dengan melakukan kontraksi atau menucupkan

otot-otot tadi sekitar lima detik dan mengendurkannya lagi setelah beberapa saat. Tahap ini dapat dilakukan dimana saja, bahkan ketika sedang berdiri. Lakukan beberapa kali dalam sehari (Nurdiansyah, 2011). 3. Jika, latihan yang pertama sudah cukup lancar, lanjutkan dengan menguncupkan dan mengendurkanya dengan lebih keras dan menahanya lebih lama (sekitar 10 detik). Lakukan senam kegel sebanyak 2-3 kali sehari, selama sekitar 6-8 minggu (Nurdiansyah, 2011). Cara sederhana mengetahui apakah Anda sudah melakukan latihan secara akurat adalah dengan memasukkan salah satu jari Anda ke dalam organ intim (cuci tangan sebelum dan setelahnya). Coba tekan otot-otot Anda. Jika merasakan otot-otot menegang di sekitar tempat yang Anda sentuh walaupun hanya sedikit, berarti latihan Anda sudah membuahkan hasil.

Introital margin

Introital margin

Gambar 2.2

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan Pada tahun 1940-an, Latihan kegel diperkenalkan oleh Dr. Arnold Kegel, seorang Gynecologist. Senam Kegel adalah senam untuk melatih otot-otot disekitar organ reproduksi, yaitu otot PC atau pubokoksigeus agar menjadi kuat dan supel. Otot

PC yang dilatih adalah otot yang kita gunakan untuk menahan buang air kecil, oleh karena itu senam ini dilakukan dengan cara mengontraksikaan rektum dan uretra. Latihan kegel dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Senam ini bermanfaat baik ketika hamil, setelah melahirkan maupun setiap waktu. Jadi, senam kegel bukan hanya untuk memperkuat otot vagina selama berhubungan seks seperti yang diketahui orang pada umumnya. B. Saran Penjelasan pada bab dua di atas menyebutkan banyak sekali manfaat dari senam kegel terutama bagi wanita. Maka melihat dari manfaat tersebut, seharusnya senam kegel dapat di sosialisasikan kepada masyarakat. Apa lagi senam ini sangat praktis dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Sehingga, hal tersebut bisa menjadi daya tarik sendiri bagi masyarakat. Selain itu senam kegel dibandingkan dengan senam ibu hamil lainya, senam ini tergolong murah karena tanpa menghadirkan instruktur senam setiap kali melakukanya.

DAFTAR PUSTAKA

Bobak, Lowdermik dan Jensen. 2004. Buku ajar keperawatan maternitas Edisi 4; alih bahasa, Maria A. Wijayarini, Peter I. Anugrah; editor Renata Komalasari. Jakarta: EGC. Chopra, Deepak; Simon, dan Abrams. 2006. Magical beginnings: Panduan Holistik Kehamilan dan Kelahiran; alih bahasa Nadia Jasmide. Bandung: Kaifa. (online) (http://books.google.co.id diakses tanggal 18 Maret 2012).

Damaryanti, Iriana dan Anda Nurlaila. 2010. Kenali Manfaat dan Gerakan Senam Kegel. (online) (http://kosmo.vivanews.com/news/read/126619kenali_manfaat_dan_gerakan_senam_kegel , diakses tanggal 17 Maret 2012). Dolland, Jesicca. Kemesraan Suami Istri. (online), (http://books.google.co.id/books? id=u8IjpUwOIaIC&printsec=frontcover&dq=inauthor:%22Jesicca+Dolland %22&hl=id&sa=X&ei=2919T4DwA4SqrAego_neDA&ved=0CCsQ6AEwAA#v=onepage &q&f=false diakses 6 April 2012). Leyner, Mark, Billy Goldberg, M.D.2006. Mengapa Pria Punya Puting Susu?: Ratusan Pertanyaan Yang Tak Berani Anda Tanyakan Pada Dokter. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama (online), http://books.google.co.id/books? id=H7UTsdut5ScC&dq=alasan+dilakukan+senam+kegel&hl=id&source=gbs_navlinks_s. diakses tanggal 18 Maret 2012). Marshall, Connie. 2000. Awal Menjadi Ibu. Jakarta: EGC (online) http://books.google.co.id diakses tanggal 18 Maret 2012. Mustofa, Akhmad dan Wahyu Widyaningsi. 2009. Pengaruh latihan Kegel Terhadap Frekuensi lnkontinensia Urine Pada Lansia di Panti Wreda Pucang Gading Semarang. Jurnal keperawatan, vol. 2 no 2. : download PDF (online), (http://jurnal.unimus.ac.id/index.php/FIKkeS/article/view/246 diakses 6 April 2012). Nuraini, Yuliani. 2004. Persiapan dan saat Kehamilan. Jakarta: PT Elex Media Komputindo, (online) (http://books.google.co.id diakses tanggal 18 Maret 2012). Nurdiansyah, Nia. 2011. Buku Pintar Ibu & Bayi. (http://books.google.co.id diakses tanggal 18 Maret 2012). Jakarta: Bukun, (online)

Sulistyawati, Ari dan Marmi. 2010. Dari Balik Kamar Bidan (Kumpulan Pertanyaan Kebidanan). Jakarta: Salemba Medika. Suririnah. 2008. Buku Pintar kehamilan dan persalinan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. (online) (http://books.google.co.id diakses tanggal 18 Maret 2012). Suryo, Joko. 2010. Herbal Penyembuh Imptensi & Ejakulasi Dini. Jakarta: B First. (online) (http://books.google.co.id diakses tanggal 18 Maret 2012). Wolf, Laura. 2006. Buku Harian. Jakarta: Gramedia (http://books.google.co.id diakses tanggal 18 Maret 2012). Pustaka Utama, (online)

Yuliarti, Nurheti. 2010. Panduan Lengkap Olahraga Bagi Wanita Hamil Dan Menyusui. Yogyakarta: Andi, (online) (http://books.google.co.id diakses tanggal 18 Maret 2012).