Anda di halaman 1dari 2

Sebuah kesedihan yang mengalir turun membasahi leher ini Lalu, ku ubah menjadi sebuah sungai air mata

yang begitu pedih Menggenangi setiap lubang-lubang di relung hati Tak ada yang bisa sembunyi dari suara rintihan ini Karena tiada yang memperhatikanku? Karena ini bukan masalah yang besar? Tahu kenapa? Dan Jika hanya ternyata aku telah meninggalkan dunia ini Terbunuh oleh kata-kata terakhirmu pada diriku ini Tepat hanya membutuhkan satu peluru penyiksaan Hanya satu, tidak lebih Tapi lukanya mampu menguburkan jiwaku dalam-dalam Mungkin hanya gelap malam, Mungkin juga hanya cahaya rembulan, Atau mungkin udara yang begitu dingin yang dapat menerima pengemis ini Karena kau sudah tak perlu aku lagi, Aku akan pulang mengemasi cintaku dan membuangnya di tempat sampah, Setidaknya itu akan membuatmu tersenyum bahagia. Seandainya waktu ini tak ada ataupun tak pernah terjadi Aku akan berada pada sebuah kursi kosong di dalam kamar yang terkunci Aku berterimakasih padamu yang telah mengeluarkanku, Tapi kini aku sadar aku terlalu mengharapkan lebih padamu Harapan yang tak mungkin masuk akal, Kamu tahu aku hanya seorang yang cacat, Seseorang yang tak lengkap, Seseorang yang mendeklarasikan dirinya sebagai pria yang gagal Pria yang tak mampu menaklukan sang pujaan hati Lalu, aku akan menuliskan sebuah surat Surat yang tak memiliki huruf dan kata

Berisi lukisan seorang gadis cantik yang tengah memegang sapu tangan yang bertuliskan sesuatu Kau tahu apa yang tertulis di sapu tangan itu? Ya, sapu tangan itu bertuliskan aku sayang padamu. Dan setelah itu aku kan pergi menjauh darimu dan menghapus segala jejakku Kau bilang aku lari ? Ya aku memang lari, lari dari ketakutanku Ketakutanku ialah ketika ku disisimu, aku hanya bisa mengoreskan luka di harimu Dan kau bertanya mengapa aku masih berani-beraninya mengatakan cintaku pada saat terakhir? Aku tak tahu, ini begitu rumit Aku rasa aku harus pergi melupakanmu tapi di lain pihak hatiku berkata lain Sedalam dan setajam apa kau menyakitiku, tak bisa kau menghentikan gelora didada ini Aku ini memang hina dan kotor, tapi apa tidak bolehkah aku mempunyai cinta? Cintaku padamu, bukan sesuatu yang mudah Cintaku padamu, juga bukan sekedar rasa suka semata Tapi cintaku padamu adalahrasa seutuhnya diriku ingin bersamamu sepanjang hidupku Salahkah apabila kuingin hidup 1000 tahun lamanya bersamamu Menghabiskan hidupku dengan menggengam tanganmu dan memandangi keturunan kita yang beranjak dewasa semua orang mempunyai mimpi, begitu juga diriku dan inilah mimpiku semua orang boleh mengatakan aku pendusta semua orang boleh mengatakan aku pengecut tapi mereka yang mencibirku, takkan pernah mengerti perasaanku padamu aku hanya biasa mengingat caramu memandangku penuh hina mengingat caramu menepis segala cintaku dab mengingat caramu tak menggangap keberadaanku aku hanya belajar bertahan dari semua itu, karena cintaku terlalu kuat untuk hal kecil seperti itu