Anda di halaman 1dari 7

Analisa Teknikal

Analisa teknis atau lebih dikenal dengan istilah analisa teknikal adalah merupakan suatu teknik analisa yang dikenal dalam dunia keuangan yang digunakan untuk memprediksi trend suatu harga saham dengan cara mempelajari data pasar yang lampau, terutama pergerakan harga dan volume. Pada awalnya analisa teknikal hanya memperhitungkan pergerakan harga pasar atau instrumen yang bersangkutan, dengan asumsi bahwa harga mencerminkan seluruh faktor yang relevan sebelum seorang investor menyadarinya melalui berbagai cara lain. Analisa teknikal dapat menggunakan berbagai model dan dasar misalnya, untuk pergerakan harga digunakan metode seperti misalnya Indeks Kekuatan Relatif, Indeks pergerakan rata-rata, regresi, korelasi antar pasar dan intra pasar, siklus ataupun dengan cara klasik yaitu menganalisa pola grafik.

Secara singkat, analisa teknikal merupakan suatu teknik analisa yang dikenal dalam dunia keuangan yang digunakan untuk memprediksi trend suatu harga saham dengan cara mempelajari data pasar yang lampau, terutama pergerakan tren harga dan volume serta keadaan jenuh beli atau jual (overbought dan oversold) mengunakan beberapa indicator computer.

Ide utamanya adalah menggunakan data-data pergerakan harga dari waktu yang lalu untuk menentukan kemana harga pergerakan harga selanjutnya. Hal yang terpenting dari analisis teknikal adalah bagaimana analisis tersebut mampu mengenali trend atau keadaan pasar (overbought oversold) sedini mungkin.

Didalam analisa teknikal ini sendiri, konsep analisa yang di gunakan yaitu dengan memanfaatkan pola pergerakan index dari sejarah atau data yang telah ada sebelumnya dimana dapat dilihat kecenderungannya di waktu akan datang

Analisa teknikal dikenal secara luas di antara para pedagang saham (atau dikenal dengan sebutan "trader") dan para profesional dibidang keuangan, namun dalam dunia akademis dianggap sebagai pseudosains[2] or "voodoo finance;"

Dalam pasar valuta asing, analisa teknis ini lebih banyak digunakan para praktisi dibandingkan penggunaan analisa fundamental. Beberapa studi internal mengindikasikan bahwa aturan perdagangan tehnikal ini dapat menghasilkan imbal hasil yang konsisten pada periode hingga tahun 1987, kebanyakan penelitian akademis menitik beratkan pada sifat alamiah dari posisi anomali dari pasar mata uang. Terdapat spekulasi bahwa anomali ini terjadi sebagai akibat dari adanya intervensi bank sentral.

Analis teknikal (atau analis) berupaya untuk mengidentifikasi patron harga dan tren dalam pasar keuangan dan berupaya untuk mengeksploitasi patron tersebut
[16]

Dalam penggunaan berbagai metode atau teknik maka mereka mengutamakan studi atas grafik harga. Para analis berupaya menemukan prototipe patron seperti misalnya patron pembalikan yang sudah amat dikenal dengan istilah Inggris head and shoulders (patron berbentuk seperti kepala dan bahu ), serta mempelajari pula berbagai patron seperti harga, volume, dan pergerakan rata-rata dari harga. Beberapa analis tehnikal juga menggunakan indikator psikologis dari investor sentimen pasar. Analis tehnikal juga sering menggunakan berbagai indikator yang secara tipikal merupakan transformasi matematik dari harga atau volume. Indikator ini digunakan sebagai alat bantu untuk menentukan apakah suatu asset berada dalam suatu tren serta arah dari harga aset dalam tern tersebut. Para analis juga mempelajari korelasi antara harga, volume, dan marjin dalam perdagangan berjangka. Indikator tersebut misalnya indeks kekuatan relatif dan MACD. Studi lain juga menggunakan korelasi antara perubahan dalam opsi dan opsi jual / beli beserta harganya. Secara esensial, analisa teknikal mempelajari dua bidang investasi yautu analisa dari psikologi pasar dan analisa terhadap suplai dan permintaan. Para analis berupaya untuk meramalkan pergerakan harga guna memperoleh keberhasilan dalam perdagangan serta memperkecil risiko kerugiannya serta menghasilkan imbal hasil positif dalam masa depan melalui cara pengelolaan risiko danmanajemen keuangan Banyak cara pembelajaran analisa tehnikal. Para penganut cara pembelajaran dari tehnik yang berbeda-beda (misalnya grafik lilin atau lebih dikenal luas dengan

istilah candlestick chart, Teori Dow, dan Teori Elliot wave seringkali mengabaikan teknik pendekatan lainnya, namun banyak pula yang mengkombinasikan beberapa elemen pembelajaran. Para analis biasanya memutuskan untuk menggunakan metode pembelajaran yang mana yang tepat berdasarkan pengalaman atas apa yang tercermin dari suatu instrumen pada suatu masa tertentu serta apa makna dari patron yang terbentuk dalam masa tersebut. Analisa teknikal seringkali kontras dengan analisa fundamental yaitu studi atas faktor ekonomi yang diyakini beberapa analis mampu memengaruhi harga dalam pasar keuangan. Para analis teknikal meyakini bahwa harga tersebut sudah mencerminkan semua pengaruh ekonomi tersebut sebelum investor menyadarinya. Beberapa pedagang menggunakan salah satu dari teknikal atau fundamental secara eksklusif namun beberapa lainnya menggabungkan keduanya dalam melakukan analisa.

Berikut ini beberapa asumsi yang dipakai dalam analisa teknikal antara lain: Harga yang terbentuk dipasar merupakan refleksi dari seluruh faktor yang ada di pasar. Trader analisa teknikal hanya perduli pada apa yang terjadi dengan harga yaitu jika permintaan meningkat dan penawaran menurun atau tetap, maka harga akan naik, begitu juga sebaliknya, mereka tidak peduli dengan kenaikan inflasi atau lain hal sebagainya, karena semua itu sudah tercermin di harga.

History repeats itself: Trader yang mengunakan analisa teknikal percaya bahwa perilaku investor dimasa lalu terjadi secara berulang ulang dan dapat digunakan sebgai acuan dalam memprediksi prilaku dimasa yang akan datang.

Price move in trends: Para analis dan trader teknikal tidak berkeyakinan bahwa pergerakan harga adalah acak dan tidak dapat diprediksi karena harga akan bergerak dalam suatu arah (trend) tertentu dan akan berlanjut beberapa saat.

Support dan resistance yang ditentukan oleh pembeli dan penjual di pasar

Konsep support dan resistance dalam analisa teknikal: Support dan resistance adalah konsep yang sering digunakan dalam kegiatan trading. Setiap orang memiliki pemikiran masing-masing untuk menentukan support dan resistance.

Lihat diagram di atas. Seperti yang dapat Anda lihat, pola zigzag ini membuat pergerakan menanjak (bull market). Ketika pasar bergerak ke atas dan kemudian kembali ke bawah, maka titik tertinggi yang dicapai sebelum harga kembali turun adalah resistance sekarang. Kemudian ketika harga naik kembali, maka titik terendah yang dicapai sebelum harga kembali naik disebut support sekarang. Selanjutnya resistance dan support terbentuk terus-menerus seiring dengan terombang-ambingnya pasar. Begitu juga dengan sebaliknya ketika harga bergerak turun downtrend (bearish market). Ketika pasar telah melewati resistance, maka resistance tersebut menjadi support.

Konsep trendline (garis tren) dalam analisa teknikal: Garis tren yang atau dalam bahasa forex nya sering disebut dengan TrendLine, adalah merupakan bentuk paling umum dan dasar dari analisa teknikal. Dimana dengan trendline ini bisa memberikan sinyalreversal, retracement, jual/beli. Garis UpTrend/Bullish: Garis ditarik sepanjang titik/area support(lembah), yang berarti di bagian bawah pergerakan harga(chart) Kedua Garis DownTrend/Bearish

Garis ditarik sepanjang titik/area resistance(puncak), yang berarti di bagian atas pergerakan harga(chart)

Alat yang dipakai untuk membaca tren dalam analisa teknikal (Moving Average atau MA) Moving Average atau MA merupakan metode paling sederhana dan yang paling banyak digunakan dalam menganalisa suatu pergerakan mata uang.

Moving Average pertama kali digunakan oleh kru penembak anti pesawat Ingriss pada perang dunia kedua (1941) untuk memperbaiki taktik menembak pesawat Nazi di malam hari.

Secara sederhana untuk menganalisa dengan menggunakan MA yaitu dengan melihat titik temu garis MA dengan harga index. apabila garis MA diatas garis index maka trend tersebut turun dan begitu juga sebaliknya bila garis MA di bawah garis index maka tren akan segera naik.

Alat yang dipakai untuk membaca keadaan overbought dan oversold dalam analisa teknikal (Stochastic Oscillator) Stockhastic Oscillator merupakan indicator teknikal yang di temukan oleh George C. Lane, yang sangat populer dan digunakan secara luas oleh trader dan investor dalam hampir seluruh instrument keuangan dunia. Indikator ini berfungsi untuk membantu menentukan level Over-bought dan oversold.

Overbought dan oversold memiliki arti bahwa market telah bergerak terlalu jauh dan terlalu cepat, sehingga membutuhkan koreksi kebawah ataupun rally keatas dalam waktu dekat.