Anda di halaman 1dari 24

STANDAR REGULASI DAN PROFESI

KELOMPOK 2

RATIH PUSPADINI (100422021) 2. LEONARDO H GIRSANG (100422032)


1.
TEKNIK KOMPUTER TEKNIK ELEKTRO EKSTENSI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2012

ETIKA PROFESI

PENGERTIAN ETIKA
Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimiliki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik.

PENGERTIAN ETIKA Lanjutan...


Menurut

Martin (1993), Etika didefinisikan sebagai ; the discipline which can act as the performance index or reference for our control system (disiplin yang dapat bertindak sebagai indeks kinerja atau referensi untuk sistem kontrol kami).

Dengan

demikian ETIKA adalah :

o Refleksi dari apa yang disebut dengan self control, karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepentingan kelompok sosial (profesi) itu sendiri.
Etika

dalam engineering adalah :

o Sekumpulan standar yang menentukan kewajiban engineer terhadap publik, klien, atasan, dan kepada profesinya itu sendiri.

Ada Dua Macam Etika yang harus kita pahami bersama dalam Menentukan Baik dan Buruknya Prilaku Manusia :
1.

Etika Deskriptif
Etika yang berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai.

2.

Etika Normatif
Etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai.

Etika Secara Umum Dapat Dibagi Menjadi Dua Bagian :


1.

Etika Umum
Berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan prinsipprinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan.
Penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Penerapan ini bisa berwujud : Bagaimana saya mengambil keputusan dan bertindak dalam bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang saya lakukan, yang didasari oleh cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar.

2.

Etika Khusus

Etika Khusus dibagi menjadi Dua Bagian:


1.

Etika Individual
Menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri.
Berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia. Luasnya lingkup dari etika sosial, maka Etika Sosial ini terbagi atau terpecah menjadi banyak bagian atau bidang :
a. b. c. d. e. f. Sikap terhadap sesama Etika keluarga Etika profesi Etika politik Etika lingkungan Etika idiologi

2.

Etika Sosial

Faktor Faktor yang Mempengaruhi Pelanggaran Etika :


Kebutuhan

individu. Korupsi alasan ekonomi. Tidak ada pedoman. Area abu-abu, sehingga tak ada panduan. Perilaku dan kebiasaan individu. Kebiasaan yang terakumulasi tak dikoreksi. Lingkungan tidak etis. Pengaruh dari komunitas. Perilaku orang yang ditiru. Efek primordialisme yang kebablasan.

Sanksi Pelanggaran Etika :


a.

Sanksi Sosial
Skala relative kecil, dipahami sebagai kesalahan yang dapat dimaafkan.

b.

Sanksi Hukum
Skala besar, merugikan hak pihak lain. Hukum pidana menempati prioritas utama, diikuti oleh hukum Perdata.

PENGERTIAN PROFESI
Istilah Profesi berasal dari bahasa Inggris yaitu profession atau bahasa latin, profecus, yang artinya mengakui, adanya pengakuan, menyatakan mampu, atau ahli dalam melakukan suatu pekerjaan. PROFESI adalah :

Pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian.
PROFESIONAL

adalah :

Orang yang mempunyai profesi atau pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi.

PENGERTIAN ETIKA PROFESI


Etika Profesi merupakan bidang etika khusus atau terapan yang merupakan produk dari etika sosial. Etika profesi adalah :

Sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan professional terhadap masyarakat dengan penuh ketertiban dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat.

PRINSIP-PRINSIP ETIKA PROFESI :


1.

Tanggung jawab

Terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya. Terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya.
Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya Prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan di beri kebebasan dalam menjalankan profesinya.

2.

Keadilan

3.

Otonomi

KODE ETIK PROFESI


Kode etik merupakan norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku seharihari di masyarakat maupun di tempat kerja. Menurut Undang - Undang No. 8 (PokokPokok Kepegawaian). Kode Etik Profesi adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari.

TUJUAN KODE ETIK PROFESI :


Untuk menjunjung tinggi martabat profesi. Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota. 3. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi. 4. Untuk meningkatkan mutu profesi. 5. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi. 6. Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi. 7. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat. 8. Menentukan baku standarnya sendiri.
1. 2.

FUNGSI KODE ETIK PROFESI :


1.

2.

3.

Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan. Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan. Mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Etika profesi sangatlah dibutuhkan dalam berbagai

Dalam Bidang Elektroteknik, IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) telah Merumuskan Sepuluh Poin Kode Etik bagi Electrical and Electronics Engineers di Seluruh Dunia : 1. Bertanggung jawab dalam membuat keputusan yang konsisten terhadap keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan publik, serta menghindari sekaligus menyingkap faktor-faktor yang membahayakan publik dan lingkungan. 2. Menghindari konflik kepentingan dan menyingkap konflik kepentingan yang terjadi. 3. Selalu jujur dan realistis dalam membuat pernyataan atau perkiraan berdasarkan data yang tersedia. 4. Menolak penyuapan dalam segala bentuk. 5. Meningkatkan pemahaman tentang teknologi, aplikasinya, dan konsekuensinya.

6.

7.

8.

9.

Menjaga dan meningkatkan kompetensi teknis, serta hanya menerima pekerjaan teknis bila memiliki kualifikasi yang cukup (berdasarkan pelatihan atau pengalaman), atau bila telah mengungkapkan ketiadaan kualifikasi tersebut. Mencari, menerima, dan memberikan kritik yang jujur terkait dengan pekerjaan teknis, dengan tujuan mengidentifikasi atau mengoreksi kesalahan, serta menghargai kontribusi dan karya orang lain secara baik dan benar. Memperlakukan setiap orang secara adil tanpa mempertimbangkan ras, agama, jenis kelamin, kecacatan, usia, atau kebangsaan. Menghindari tindakan yang dapat melukai orang lain, properti yang dimilikinya, reputasinya, atau pekerjaannya.

FRAUD

Pada Umumnya Dikenal Dua Tipe Kesalahan :


1.

Kekeliruan (Errors)
Kesalahan yang timbul sebagai akibat tindakan yang tidak disengaja yang dilakukan manajemen atau karyawan perusahaan yang amengakibatkan kesalahan teknis perhitungan, pemindahbukuan, dan lain-lain.

2.

Ketidakberesan (Irregularities)
Kesalahan yang disengaja dilakukan oleh manajemen atau karyawan perusahaan yang mengakibatkan kesalahan material terhadap penyajian laporan keuangan, misalnya kecurangan (fraud).

PENGERTIAN FRAUD
Fraud merupakan salah satu bentuk irregularities. Secara singkat, fraud dinyatakan sebagai suatu penyajian yang palsu atau penyembunyian fakta yang material yang menyebabkan seseorang memiliki sesuatu. FRAUD merupakan :

Suatu perbuatan yang bertentangan dengan kebenaran dan dilakukan dengan sengaja untuk memperoleh suatu yang bukan hak pelakunya sehingga dapat mengakibatkan kerugian pada

Unsur-Unsur terjadinya Fraud :


1.

2.

3.

Korban fraud menderita kehilangan hak milik atau uang karena telah mempercayai dan bertindak sesuai dengan penyajian yang keliru tersebut. Adanya unsur kesengajaan dari individu atau organisasi untuk membuat penyajian yang keliru mengenai peristiwa atau fakta yang penting. Adanya kerugian atau keuntungan dalam jumlah material bagi perusahaan.

Faktor - Faktor Pendorong Terjadinya Fraud:

Fraud umumnya terjadi karena adanya tekanan untuk melakukan penyelewengan atau dorongan untuk memanfaatkan kesempatan yang ada dan adanya pembenaran (diterima secara umum) terhadap tindakan tersebut.

Faktor
a.
o
o

- Faktor Pendorong Terjadinya Fraud (kecurangan), antara lain :


Lemahnya pengendalian internal, seperti :
Manajemen tidak menekankan perlunya peranan pengendalian internal. Manajemen tidak menindak pelaku kecurangan.
Banyaknya utang. Pendapatan rendah. Tuntutan pimpinan diluar kemampuan bawahan. Penurunan penjualan. Lemahnya kebijakan penerimaan pegawai. Meremehkan integritas pribadi.

b. c. d.

Tekanan keuangan terhadap seseorang, seperti :


o o o o o o

Tekanan nonfinasial, seperti : Indikasi lain, seperti :

Bentuk-Bentuk Fraud dapat Diklasifikasikan dalam Dua Kategori :


1.

Fraud yang merugikan perusahaan


Perusahaan merupakan korban fraud yang biasanya dilakukan oleh karyawan jenjang menengah ke bawah. Bentuk fraud dalam kategori ini misalnya pencurian harta kekayaan perusahaan.

2.

Fraud yang perusahaan


menguntungkan

Fraud ini biasanya dilakukan oleh karyawan jenjang atas atau manajemen puncak. Bentuk fraud dalam kategori ini misalnya pencatatan laba dan aktiva yang lebih besar, mencatat biaya-

SUMBER :
BUKU AJAR ETIKA PROFESI oleh : R.Rizal Isnanto, ST, MM, MT. Dari beberapa bahan referensi yang berhubungan dengan etika profesi dan fraud.