Anda di halaman 1dari 4

PERSEKUTUAN PEMBUBARAN KARENA PERUBAHAN PEMILIK

Oleh: Frahma Bramastya 090810301002

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JEMBER 2011

PERSEKUTUAN (Pembubaran Karena Perubahan Pemilik)

Suatu persekutuan dinyatakan bubar apabila adanya perjanjian bersama yang semula diadakan untuk menjalankan usaha bersama-sama telah berakhir. Dengan pembubaran persekutuan, kekuasaan yang didapatkan dari para anggota untuk menjalankan perusahaan telah berakhir. Meskipun pembubaran mengakibatkan persekutuan berakhir tetapi tidak berarti mengakhiri usaha atau mengganggu kelangsungan usaha. Keadaaan yang menyebabkan pembubaran persekutuan 1. Pembubaran atas dasar perjanjian persekutuan, seperti pengunduran diri, berakhirnya jangka waktu perjanjian. 2. Pembubaran atas dasar bekerjanya undang-undang, antara lain kematian anggota persekutuan, adanya perang di dalam negeri, bangkrutnya seseorang anggota persekutuan, atau karena tindakan anggota yang melanggar hukum sehingga harus menjalani tahanan. 3. Pembubaran atas dasar keputusan pengadilan, contohnya seperti perselesihan internal dalam persekutuan, persekutuan yang tidak mampu lagi menghasilkan keuntungan, adanya kecurangan oleh salah satu anggota.

Persoalan akuntansi dalam pembubaran persekutuan Masalah akuntansi yang timbul akibat pembubaran persekutuan antara lain : a) Masuknya seorang atau lebih anggota baru Seseorang dapat masuk ke dalam persekutuan dengan memasukkan modal kedalam persekutuan dengan cara membeli sebagian/keseluruhan bagian modal anggota lama, atau menanamkan kekayaan pada persekutuan Apabila salah satu anggota menjual sebagian hak penyertaan modal maka pembukuan di dalam persekutuan terbatas pada pemindahan saldo rekening modal pihak penjual ke rekening modal pihak pembeli. Apabila sebuah persekutua telah berjalan dengan sukses, maka biasanya kepada anggota baru yang akan masuk dibebani kewajiban antara lain: Bagian penyertaan daripada anggota baru harus dikurangi dengan jumlah tertentu sebagai bonus kepada anggota pemilik lama. Goodwill persekutuan harus diadakan dan dikreditkan sebagai penambahan modal anggota pemilik yang lama. Evaluasi terhadap sistem bonus dan sistem goodwilll masing-masing sistem yang dipilih mempunyai akibat yang berbeda kepada saldo modal para anggota secara individual. Oleh karena itu pertimbangan yang harus kita pertimbangkan sebelum memilih adalah :tingkat kepastian

tentang realisasi goodwill yang diperhitungkan di kemudian hari, dan ketentuan pembagian laba(rugi) yang baru. Penialain kembali aktiva Apabila masuknya anggota baru berdasarkan pada aktiva yang sebenarnya tercatat di dalam pembukuan terlalu rendah, maka perlu diadakan penilaian kembali dengan menaikkan nilai aktiva yang bersangkutan. Suatu penyertaan dengan memberikan bonus atau goodwill kepada anggota baru Didalam hal ini akan terjadi kemungkinan-kemungkinan sebagai berikut: Bagian modal anggota pemilik lama dikurangi dan diberikan sebagai bonus kepada anggota yang baru. Goodwill harus dibentuk dan dikredit pada rekening modal anggota yang baru. Penentuan adanya bonus dan goodwill apabila tidak ada satu pernyataan tertentu Sebagai kriteria untuk menentukan ada atau tidak adanya goodwill atau bonus yang diberikan kepada anggota pemilik lama maupun sebaliknya adalah sebagai berikut : Apabila >, berarti terdapat goodwill atau bonus kepada anggota yang baru Apabila =, berarti tidak ada goodwill yang dibentuk atau bonus yang diberukan Apabila <, berarti terdapat goodwill atau bonus kepada anggota pemilik lama b) Pengunduran diri seorang anggota Pengunduran diri salahsatu anggota berarti pembubaran persekutuan, bukan perusahaan juga bubar. Perusahaan dapat berjalan sebagaimana mestinya. Penyelesasian pengunduran diri anggota antara lain dengan: Bagian penyertaan anggota yang mengundurkan diri dijual kepada anggota yang lain atau anggota yang baru. Bagian penyertaan dikembalikan dalam bentuk uang atau harta kekayaan lainnya sesuai dengan besarnya pernyertaannya. c) Kematian seorang anggota atau lebih Para anggota persekutuan dapat mengadakan penyelesaian atas bagian penyertaan modal anggota yang mati sebagai berikut Dengan pembayaran dari harta persekutuan Dengan pembayaran oleh salah satu anggota yang bersedia membeli bagian penyertaan modal anggota yang mati. Dengan pembayaran dari hasil assuransi persekutuan dengan pembeli bagian penyertaan yang mati oleh anggota yang masih ada.

d) Penyatuan dan atau perubahan bentuk badan usaha Para pemilik dapat memutuskan untuk meleburkan diri ke dalam bentuk perseroan agar dapat memperoleh keuntungan. Proses akuntansi bagi perseroan yang baru, tergantung apakah perseroan akan melanjutkan buku persekutuan ataukah akan membuka buku-buku yang baru sama sekali Apabila buku-buku persekutuan tetap dipertahankan, maka pencatatan hendaknya menunjukkan adanya: Perubahan nilai aktiva, hutang dan bagian penyertaan masing-masing anggota sebelumnya kepada bentuk perseroan Dalam mencatat perubahan nilai aktiva dan hutang, mungkin terdapat keuntungan akibat penilaian kembali. Apabila buku-buku baru yang dipakai , maka harus diadakan penyesuaian aktiva dan bagian penyertaan para anggota, kemudian diikuti dengan pencatatanpencatatan: Pemindahan aktiva dan hutang ke dalam perseroan Pembagian saham kepada anggota pemilik Penerimaan saham-saham sebagai pembayaran terhadap kekayaan bersih yang dipindahkan