Anda di halaman 1dari 2

Tipe-tipe Budaya politik A. Budaya Politk berdasarkan Orientasi Politiknya : 1.

Budaya politik Parochial : Budaya Politik yang tingkat partisipasi politiknya sangat rendah. 2. Budaya politik Kaula/Subjek : Budaya Politik yang masyarakat bersangkutan sudah relative maju(baik sosial maupun ekonominya)tetapi masih bersifat pasif. 3. Budaya politik partisipan : Budaya Politik yang ditandai dengan kesadaran politik yang tinggi.

B. Budaya politik berdasarkan sikap yang ditunjukkan: 1. Budaya Politik Militant Budaya Politik ini dimana perbedaan tidak dipandang sebagai usaha mencari alternative yang terbaik, tetapi dipandang sebagai usaha jahat dan menantang. 2. Budaya Politik Toleransi Budaya Politik ini dimana pada masalah atau ide yang harus dinilai, dan untuk mencari jawaban dari permasalahan atau ide tersebut dengan cara kerjasama. Budaya Politik yang memiliki sikap mental Absolute Budaya Politik yang mempunyai nilai-nilai dan kepercayaan yang dianggap selalu sempurna dan tidak dapat diubah lagi. Budaya Politik yang memiliki sikap mental Akomodatif Budaya Politik yang bersifat terbuka dan sedia menerima apa saja yang dianggap berharga atau benar.

C. Budaya Politik berdasarkan Gaya Berpolitik 1. Budaya Politik Tradisional Budaya Politik yang mengedepankan satu budaya dari etnis tertentu. 2. Budaya Politik Islam Budaya Politik yang lebih mendasarkan idenya pada suatu keyakinan dan nilai agama tertentu (islam). 3. Budaya Politik Modern Budaya Politik yang mencoba meninggalkan karakter etnis tertentu dan juga tidak berdasarkan pada agama tertentu.

Budaya Politik Campuran di Indonesia Di Indonesia berlaku 2 struktur kehidupan politik yaitu Infrastruktur Politik dan Suprastruktur Politik. A. Infrastruktur Politik Infrastruktur Politik adalah Suasana kehidupan politik yang ada dimasyarakat, atau sering disebut juga dengan Lembaga Golongan Bawah. Yang terdiri dari: Partai Politik Kelompok Kepentingan Kelompok Penekan Media Komunikasi Politik

B. Suprastruktur Politik Suprastruktur Politik merupakan Politik resmi disuatu Negara sebagai penggerak politik formal, atau sering disebut juga dengan Golongan Atas/Pemerintah. Lembaga Golongan Atas/Pemerintah dibagi dalam Tiga Kekuasaan atau yang disebut juga dengan Trias Politika, yaitu : Eksekusi (Pelaku Undang-undang) Legilatif (Pembuat Undang-undang) Yudikatif (Mengadili Pelanggar Undang-undang)

1. Lembaga Eksekutif (Pelaksana Undang-undang) Terdiri dari : Presiden dan Wapres Negara Indonesia menganut system Pemerintah Presidensial. Hal ini berarti bahwa Kekuasaan Pemerintahan dipimpin oleh Presiden. Kekuasaan Presiden sebagai Kepala Negara, Kepala Pemerintahan, dan Kekuasaan dibidang Legislatif, masa jabatan Presiden selama 5th dan hanya boleh menjabat 2 kali. 2. Lembaga Legislatif (Pembuat Undang-undang) Terdiri dari : a) MPR b) DPR c) DPD a. MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat) MPR terdiri atas anggota DPR dan anggota DPD yang dipilih melalui pemilihan umum. Tugas dan Wewenang MPR, yaitu : 1) Berwenang mengubah dan menetapkan UUD 2) Melanti Presiden dan Wakil Presiden 3) Dapat memberhentikan Presiden/Wakil Presiden dalam masa jabatannya . b. DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) DPR terdiri atas anggota Pertai yang dipilih berdasarka hasil Pemilu sebanyak 560 orang. Masa jabatan DPR mempunyai tiga Fungsi, yaitu : (1) Legislasi (2) Anggaran (3) Pengawasan DPR juga dilengkapi dengan hak-hak berikut : 1) Hak Inisiatif 2) Hak Angket 3) Hak Budget 4) Hak Amandemen 5) Hak Interpelasi 6) Hak Petisi 7) Hak Imunitas