Anda di halaman 1dari 8

Sistem Ekskresi Cacing dan Serangga Disusun Oleh : -- Devi Pratiwi -- Zahara Fajarna

Sistem Ekskresi Cacing Pipih


-- Sistem ekskresi pada cacing pipih, merupakan suatu sistem Protonefridium. -- Sistem Protonefridium merupakan suatu sistem yang tersusun atas dua saluran longitudinal yang memanjang sejajar pada tiap bagian lateral tubuh. -- Dari saluran tersebut terbentuk banyak cabang ke seluruh bagian tubuh cacing. -- Setiap cabang berakhir pada sel-sel api (solenosit) beserta salurannya tersebut disebut Protonefridium.. -- Sel api hanya berperan mengekskresikan air dan air dikeluarkan melalui lubang (nefridiofor).

Sistem Ekskresi CacingTanah


---

-1.

2.

3.

Sistem ekskresi pada cacing tanah berupa sistem nefridium. Setiap segmen tubuh cacing tanah mengandung sepasang nefridium disebelah kiri dan kanan, kecuali pada tiga segmen pertama dan satu segmen terakhir. Setiap nefridium terdiri atas 3 bagian: Nefrostoma, yaitu corong bersilia yang terdapat pada rongga tubuh semu (pseudoselom). Saluran atau pipa halus yang berliku, disebut duktus ekskretorius. Bagian akhir dari saluran ini membesar dan ujung akhir saluran ini berakhir pada nefridiopor (lubang nefridia). Nefridiopor, merupakan lubang tempat muara sisa metabolisme, terletak pada permukaan ventral tubuh cacing, jumlahnya tiap segmen sepasang.

Sistem Ekskresi Serangga -- Sistem ekskresi pada serangga, berupa pembuluh malphigi. -- Pembuluh malpighi merupakan tabung kecil yang panjang. -- Pembuluh malpighi terletak dalam homosol yang tergenang di dalam darah.

-- Bagian pangkal pembuluh malpighi melekat pada ujung anterior dinding usus dan bagian ujungnya menuju ke homosol yang mengandung hemolimfa.
-- Hemolimfa merupakan darah pada invertebrata dengan sistem peredaran darah terbuka

Proses Ekskresi Cacing Pipih


Tiap sel api mempunyai beberapa silia. Air dan beberapa zat sisa ditarik ke dalam sel api. Gerakan silia juga berfungsi mengatur arus dan menggerakan air ke sel api pada sepanjang saluran ekskresi. Pada tempat tertentu, saluran bercabang menjadi pembuluh ekskresi yang terbuka sebagai lubang di permukaan tubuh (nefridiofora). Air dikeluarkan lewat lubang nefridiofora ini. Sebagian besar sisa nitrogen tidak masuk dalam saluran ekskresi. Sisa nitrogen lewat dari sel ke sistem pencernaan dan diekskresikan lewat mulut. Beberapa zat sisa berdifusi secara langsung dari sel ke air.

Proses Ekskresi Cacing Tanah Cairan tubuh ditarik dan diambil oleh nefrostom, yang kemudian masuk ke dalam nefridia yang berupa pembuluh panjang dan berliku-liku. Pada waktu cairan tubuh mengalir melalui nefridia terjadi penyerapan kembali zat-zat yang masih bermanfaat seperti glukosa, air dan ion. Kemudian zat tersebut diedarkan ke seluruh kapiler sistem sirkulasi. Sedangkan, sisa cairan tubuh yang tidak diperlukan oleh tubuh akan dikeluarkan melalui ujung nefrostom yang berupa lubang atau disebut nefridiofor.

Proses Ekskresi Serangga


Pembuluh Malpighi bagian dalam tersusun oleh selapis sel epitel yang berperan dalam pemindahan urea, limbah nitrogen, garamgaram, dan air dari hemolimfa ke dalam rongga pembuluh. Bahanbahan yang penting dan air masuk ke dalam pembuluh, lalu diserap kembali secara osmosis di rektum untuk diedarkan ke seluruh tubuh oleh hemolimfa. Sebaliknya, bahan yang mengandung nitrogen diendapkan sebagai kristal asam urat yang akan dikeluarkan bersama feses melalui anus.