Anda di halaman 1dari 17

Intinya pada tulisan yang berwarna Gelombang Suara Handphone Pancarkan Radiasi terhadap Otak

Hidup dalam era modern membuat kita harus menjalani kehidupan serba cepat dengan persaingan ketat. Pada saat yang sama kita harus menghadapi stress dalam kehidupan sehari hari, pekerjaan dan rumah tangga. Oleh karena itu pelbagai cara di tempuh untuk mengatasi stress yang semakin meningkat. Teknologi berkembang sangat pesat, salah satunya ialah maraknya penggunaan telepon genggam. Telepon genggam atau Handphone merupakan salah satu perkembangan tekhnologi. Dengan kecanggihannya, telepon genggam bukan hanya sebagai alat komunikasi melainkan juga bisa digunakan untuk mengirim data diinternet, nonton TV, mendengarkan radio maupun mp3 dan sebagainya. Namun di balik kecanggihannya tersebut, banyak juga efek negatif yang tanpa di sadari dapat mengganggu kesehatan manusia. Dr. Eka Putra Setiawan dari bagian Divisi Otologi RS SANGLAH mengatakan meskipun HP dapat mempermudah komunikasi, namun banyak efek samping dari penggunaan yang salah. Hal ini berkaitan dengan volume suara dan jarak dengar. Semakin HP ditempelkan ke telinga, maka semakin melekat mengenai liang telinga. Efeknya semakin besar yang menyebabkan terjadi peningkatan bunyi dan resonasi, ujarnya. Menurut Dr Eka, semakin lama bunyi berbising, akan menyebabkan kelelahan pada otot. Menggunakan HP hendaknya bergantian pada telinga kanan dan kiri. Sama halnya dengan olahraga berjalan atau lari. Semakin jauh akan terasa capek dan otot pegal. Ada masanya untuk istirahat bagi otot pendengaran, ujarnya. Selain itu, lanjut Dr Eka, perlu diwaspadai efek samping gelombang elektromagnetik yang dipancarkan HP. Radiasi HP berakibat buruk terhadap tubuh manusia. Ketika

Anda menggunakan te*lepon genggam, 70-80 persen ene*rgi radiasi yang dipancarkan dari antena telepon itu diserap ke*pala, kata Prof Henry Lai dari Uni**ver*sity of Washington, AS, se*perti di*kutip web MD Health. Radiasi HP memancarkan 215 kali perdetik masuk ke sel-sel otak mengenai DNA dalam sel. Pancaran sinyal dari emiter ponsel selalu mengikuti kaidah pancaran radiasi gelombang elektromagnetik.

Spektrum gelombang elektromagnetik dikelompokkan berdasarkan panjang gelombangnya atau bisa juga dikelompokkan berdasarkan frequensinya. Mengenai spektrum gelombang elektromagnetik berdasarkan panjang gelombangnya atau frequensinya dapat dilihat di bawah ini: No. Jenis gelombang elektromagnetik: Panjang gelombang (m) Frequensi, (Hertz) 1. Gelombang radio: a. Radio gelombang panjang b. Radio gelombang pendek c. Komunikasi bands. d. Televisi 2. Gelombang Mikro: a. Radar 3. Infra merah 4. Cahaya tampak 5. Ultra ungu

6. Sinar X 7. Sinar gamma 109 10-3 109 103 103 10 105 10-3 10 10-1 10 10-5 10 10-3 10-3 10-6 10-6 10-7 10-7 10-10 10-8 10-12 10-10 10-16 1 1011 1 105 105 107 103 1011 107 109 107 1013 108 1011 1011 1014 1014 1015 1015 1019 1016 1021 1018 1025 Berdasarkan keterangan di atas, tampak bahwa pancaran gelombang elektromagnetik dari ponsel dengan frequensi antara 900 1800 MHz telah memasuki daerah gelombang mikro seperti halnya radar. Bila dilihat energinya, maka pancaran gelombang elektromagnetik dari ponsel akan menghasilkan energi yang mengikuti persamaan berikut ini: E=hu = h c/l dimana: E = energi yang dihasilkan, erg. h = konstanta planck, 6,62 x 10-27 erg detik c = kecepatan cahaya, 300.000 km/detik = 3.1010 cm / detik l = panjang gelombang. Kalau panjang gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh ponsel diambil 10-2 meter, maka energi elektromagnetik yang akan dihasilkan dapat dihitung sebagai berikut; E = 6,62.10-27 x 3.1010 / (10-2.10-2 ) = 19,86.10-17 erg Karena ; 1 eV = 1,6.10-12 erg Maka : E =(19,86.10-17)/(1,6. 10-12)eV. = 12,41 . 10-5 eV = 1,241 . 10-6 eV Untungnya, kata Dr Eka, manusia memiliki sawar darah otak yang melindungi paparan radiasi ini Anak-anak di bawah usia 8 tahun sangat rentan terhadap pancaran radiasi ini, sehingga sangat disarankan belum waktunya menggunakan HP. Spesialis anak RSU dr Soetomo itu mencontohkan anak berusia 2,5 tahun. Kepada anak usia tersebut, orang tua dianjurkan tak mengenalkan fungsi atau cara mengoperasikan gadget macam

handphone atau laptop. Sebaiknya, anak hanya diperkenalkan pada suara, warna, atau bentuk barang elektronik tersebut. Sebab gelombang elektromagnetik yang terpancar dari barang elektronik tersebut tidak baik bagi anak. Anak berisiko mengalami gangguan proses perkembangan otak, terutama pada proses kelistrikannya, katanya.

http://www.lensaindonesia.com/2011/09/17/gelombang-suara-handphone-pancarkan-radiasiterhadap-otak.html
http://forum.kompas.com/kesehatan/67652-gelombang-suara-handphone-pancarkan-radiasiterhadap-otak.html pukul 18:44 09 april 2012-04-09

Waspadai Bahaya Radiasi Ponsel pada Anak

TPGImages

Senin, 22 September 2008 | 14:19 WIB ORANGTUA harus berpikir dua kali sebelum memenuhi permintaan anaknya yang masih duduk di sekolah dasar memiliki telepon genggam. Sebab, menurut sebuah penelitian, menggunakan telepon genggam sejak dini mempunyai risiko jangka panjang untuk kesehatan mereka. Para peneliti di National Radiology Protection Board, Inggris, mengatakan, radiasi elektromagnetik yang dihasilkan dari telepon gengam dapat merusak DNA dan mengakibatkan tumor otak. Orangtua seharusnya tidak memberikan telepon genggam pada anak-anak yang berusia 8 tahun atau di bawahnya sebagai tindakan pencegahan gangguan radiasi dari alat-alat tersebut. Ketika Anda menggunakan telepon genggam, 70-80 persen energi radiasi yang dipancarkan dari antena telepon itu diserap oleh kepala. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan, potensi dampak negatif dari penyerapan radiasi jangka panjang yang dipancarkan oleh telepon genggam. Sayangnya, hanya sedikit penelitian yang memfokuskan pada anak-anak, ungkap Prof Henry Lai dari University of Washington, AS, seperti dikutip web MD Health. Prof Henry mengatakan, efek radiasi pada anak-anak sangat mengkhawatirkan karena otak yang masih berkembang sangat mungkin terkena radiasi. Tumor otak biasanya berkembang selama 30 sampai 40 tahun. Anak-anak yang menggunakan telepon genggam sejak remaja akan mempunyai periode waktu yang lebih panjang sebelum terlihat dampaknya.

Kita tidak tahu apakah anak-anak lebih mudah terkena radiasi," katanya sambil menyarankan agar orang-orang menggunakan headset guna menjauhkan antena dari kepala. (adi)
http://forum.kompas.com/nasional/6950-radiasi-handphone.html

Kontoversial Bahaya Radiasi Hand-phone


oleh TEMAN CURHAT ONLINE pada 18 Juni 2011 pukul 11:26 Hidup dalam era modern membuat kita harus menjalani kehidupan serba cepat dengan persaingan ketat. Pada saat yang sama kita harus menghadapi stress dalam kehidupan sehari hari, pekerjaan dan rumah tangga. Oleh karena itu pelbagai cara di tempuh untuk mengatasi stress yang semakin meningkat. Teknologi berkembang sangat pesat, salah satunya ialah maraknya penggunaan telepon gengam

Telepon genggam atau Handphone merupakan salah satu perkembangan tekhnologi. Dengan kecanggihannya, telepon genggam bukan hanya sebagai alat komunikasi melainkan jg bisa digunakan untuk mengirim data di internet, nonton TV, mendengarkan radio maupun mp3 dsbnya. Namun dibalik kecanggihannya tsb, banyak jg efek negatif yg tanpa di sadari dpt mengganggu kesehatan manusia. Dr. Eka Putra Setiawan dari bagian Divisi Otologi RS SANGLAH mengatakan meskipun HP dpt mempermudah komunikasi, namun banyak efek samping dari penggunaan yg salah. Hal ini berkaitan dgn volume suara dan jarak dengar. Semakin HP ditempelkan ke telinga, maka semakin melekat mengenai liang telinga, efeknya semakin besar yg menyebabkan terjadi peningkatan bunyi dan resonasi, ujarnya. Menurut Dr Eka, semakin lama bunyi berbising, akan menyebabkan kelelahan pd otot. Menggunakan HP hendaknya bergantian pd telinga kanan dan kiri. Sama halnya dgn olahraga berjalan atau lari. Semakin jauh akan terasa capek dan otot pegal. Ada masanya utk istirahat bagi otot pendengaran, ujarnya. Selain itu, lanjut Dr Eka, perlu diwaspadai efek samping gelombang elektromagnetik yg dipancarkan HP. Radiasi HP berakibat buruk terhadap tubuh manusia. Ketika Anda menggunakan telepon genggam, 70-80 persen energi radiasi yang dipancarkan dari antena telepon itu diserap kepala, kata Prof Henry Lai dari University of Washington, AS, seperti dikutip web MD Health. Radiasi HP memancarkan 215 kali perdetik masuk ke sel-sel otak mengenai DNA dlm sel. Pancaran sinyal dari emiter ponsel selalu mengikuti kaidah pancaran radiasi gelombang elektromagnetik.

Bahaya-bahaya penggunaan ponsel:

Memanaskan Otak dan Kulit

Inggris. Ponsel dapat membuat panas otak sehingga mengganggu fungsinya. Sebuah kajian yang telah diterbitkan di Inggris tahun lalu, mengungkapkan tingkat paparan (exposure)

gelombang dari ponsel yang ditempelkan di dekat telinga atau bagian badan tertentu lebih besar daripada tingkat paparan dari stasiun ponsel terhadap seluruh badan.

Swedia. Sebuah studi menunjukkan peningkatan rasa/sensasi panas sebesar 48 kali terhadap telinga, muka dan kepala dari pengguna ponsel. Di Swedia juga dilaporkan pada tahun 2006 bahwa kita memiliki risiko 240 persen lebih besar terkena kanker otak berbahaya, tepatnya di bagian kepala yang berdekatan dengan telinga yang sering digunakan untuk bertelepon. Rusia Ponsel dapat meningkatan suhu permukaan kulit sampai 4,7 oC yang dapat mengarah ke timbulnya kangker kulit. Di Inggris, ditemukan seorang pengguna ponsel yang meninggal karena tumbuhnya sel-sel kanker pada permukaan kulit yang sering bersentuhan dengan ponsel. Beberapa peneliti memperingatkan bahwa dampak panas ponsel ini dapat menyebabkan paras pengguna bergaris-garis dan cekung yang menjadi awal terjadinya penuaan dini. Diduga panas menyebabkan sel-sel badan menurun kerjanya karena proses-proses dalam sel tak dapat berjalan secara efisien.

Risiko Terkena Kanker

Swedia. Penggunaan ponsel meningkatkan risiko terkena tumor otak sebesar 2,5 kali. Anakanak yang tulang tengkoraknya lebih tipis dan otaknya lebih kecil menghadapi risiko lebih besar. Australia Tikus percobaan yang terkena radiasi ponsel selama 18 bulan, menghadapi tingkat risiko dua kali lipat terkena kanker. USA Pengguna bersat ponsel mengalami penurunan hormone melatonin yang amat penting untuk mencegah berkembangnya sel-sel kangker. Austria Perokok pengguna ponsel punya risiko lebih besar terkena kangker disbanding pengguna ponsel non perokok. Pengguna ponsel berat (beberapa jam / hari) ditemukan terkena kangker getah bening nonHodgkin pada leher di area yang sering mengalami kontak ponsel. Beberapa menit paparan radiasi ponsel dapat mengubah 5% sel kangker aktif menjadi 95% sel kangker aktif, selama periode paparan dan beberapa saat setelah itu. Risiko terkena tumor yang amat langka, neuroepithelia, yang berkembang di luar otak, meningkat dua kali lipat pada penggunaan ponsel di bandingkan non-pengguna. Pada tahun 1998, tercatat tak kurang 8 tuntutan hokum berkenaan dengan timbulnya tumor otak akibat penggunaan ponsel.

Kerusakan Sistem Pertahanan Tubuh dan DNA

Beberapa studi menunjukkan bahwa radiasi ponsel telah menyebabkan kerusakan DNA dalam sel tubuh. Menurut penelitian di Inggris, radiasi dari frekuensi radio yang lemah serupa dengan dipancarkan ponsel dapat melemahkan system pertahanan tubuh yang bertugas melawan infeksi dan penyakit.

Bayi Cacat

USA RAdiasi ponsel juga dikaitkan dengan bahaya terhadap ibu hamil dan janin yang dikandungnnya. Sebuah studi menunjukkan bahwa radiasi ponsel menyebabkan cacat pada emberio ayam.

Peningkatan Tekanan Darah

Jerman pada sebuah studi yang dilaporkan dalam media Lancet pada 1998, tekanan darah pada subyek yang diteliti meningkat 5-10Hg-peningkatan yang lebih dari cukup untuk memicu stroke atau serangan jantung pada orang-orang yang berisiko tinggi. Ini kali pertama sebuah bukti yang sangat meyakinkan bahwa radiasi ponsel dapat mengubah fungsi sel dalam badan manusia.

Penyakit Alzheimers, Multiple Sclerosis & Parkinsons

Swedia. Hanya dalam tempo dua menit terpapar pancaran gelombang ponsel, dapat melemahkan batas pengaman dalam darah, sehingga protein dan racun/toksin bocor dan kemudian masuk ke dalam otak. Inilah yang membuka jalan bagi berkembangnya berbagai penyakit seperti Penyakit Alzheimers, Multiple Sclerosis & Parkinsons Studi lain menunjukkan pengguna ponsel 30 menit/ hari terkena risiko pikun

(memory loss) dua kali lipat disbanding pengguna ponsel kurang dari dua menit/hari.
USA Riset terhadap tikus menunjukkan paparan gelombang ponsel selama 45 menit menyebabkan terhambatnya kemampuan belajar dan ingatan jangka pendek mereka. Inggris Riset yang disponsori pemerintah menunjukkan keterkaitan antara radiasi ponsel dengan kehilangan ingatan jangka pendek dan pikun sesaat.

Jantung dan Batu Ginjal

Eropa. Riset baru-baru ini menunjukkan radiasi ponsel dapat menyebabkan kebocoran hemoglobin pembawa oksigen ke seluruh tubuh dari sel darah merah, hal ini berakibat pada timbulnya sakit jantung dan batu ginjal.

Penurunan Gairah Sex, Rasa Terbakar dan Kelelahan

Ukroina Riset pada binatang menunjukkan pengguna ponsel dapat menurunkan gairah sex secara drastic. Tikus yang terpapar radiasi ponsel menghasilkan jauh lebih sedikit hormone testoteron dalam darah dibandingkan tikus yang tak terpapar. Semakin tinggi tingkat radiasi semakin sedikit testosterone yang dihasilkan, sehingga menurunkan gairah seksual.

Skandinavia Riset yang disponsori oleh industry ponsel, pemerintah Norwegia dan Swedia menegaskan adanya korelasi antara lama frekuensi/ seringnya penggunaan ponsel dengan munculnya gejala-gejala kelelahan/ fatique rasa terbakar, dan sakit kepala. Pengguna ponsel juga ada yang melaporkan telah mengalami kulit gatal-gatal, terbakar dan kejang-kejang.

Racun Dari Tambalan Gigi

Riset pun menunjukkan bahwa radiasi ponsel dapat mengaktifkan mercuri dalam tambalan gigi sehingga menghasilkan sejenis gas beracun. Beberapa pakar percaya bahwa gas itu dapat menyerang otak dan system syaraf sehingga mengakibatkan kondisi seperti depresi, asthma, Alzheimers dan Multiple Sclerosis.

Sakit Kepala, Pusing-Pusing, Kehilangan Konsentrasi

Swedia Riset yang disponsori industry ponsel terhadap 11.000 pengguna ponsel 4 5 kali sehari menghadapi risiko 3,6 x lebih besar terkena sakit kepala dari pada pengguna ponsel kurang dari dua kali sehari. Para pengguna juga menghadapi risiko 2,3 kali terkena pusingpusing dan s,4 kali terkena kehilangan konsentrasi dibanding non-pengguna. Orang-orang muda menghadapi risiko lebih besar, mereka yang berusia dibawah 30 tahun menghadapi risiko 3 4 kali lebih besar dibandingkan pengguna yang lebih tua.

Penolakan atau kontra penggunaan ponsel dapat berbahaya:

Sejujurnya hingga sekarang belum ada bukti yang pasti, kata Andrew Weil, MD, Direktur Program Pengobatan Integratif di College of Medicine, University of Arizona. Ponsel sering dianggap bisa menyebabkan tumor otak karena diyakini bisa mengantarkan gelombang elektromagnetik. Di satu sisi, dua laporan terbaru mengajak kita untuk tidak terlalu khawatir. Setelah membandingkan kebiasaan menelepon dengan ponsel lebih dari 300 pasien kanker otak dengan orang-orang yang sehat, para peneliti Jepang menyatakan tidak ada hubungan antara lamanya waktu bertelepon dengan kemungkinan mengidap kanker. Selain itu, sebuah studi selama enam tahun di Inggris seputar teknologi telekomunikasi bergerak dan kesehatan juga tidak menemukan hubungan antara penggunaan ponsel jangka pendek (kurang dari 10 tahun) dengan kanker otak. Berdasarkan penelitian terbaru di Denmark, pengguna HP tidak terbukti lebih rentan terkena kanker otak dibanding mereka yang bukan pengguna. Toh kecurigaan ini juga tidak dibarengi dengan kecenderungan meningkatnya populasi penderita kanker otak seiring dengan menjamurnya penggunaan ponsel akhir-akhir ini. Namun diakui bahwa jika dipakai terlalu lama, ponsel umumnya akan menimbulkan efek panas. Ini disebabkan gelombang turun naik pada HP yang mengakibatkan kumpulan energi penyebab panas. Sama halnya bila kita menggosok-gosokkan tangan, maka kulit yang tergosok pasti akan terasa panas. Itulah sebabnya, jika terlalu lama menggunakan HP, telinga kita akan terasa panas. Bahkan ada yang mengalami bengkak di telinga akibat HP. Sigmar Gabriel, Perdana Menteri Lingkungan Jerman, mengungkapkan lebih dari 50 penelitian dalam DMF (German Mobile Telecommunications Research Programme), dari tahun 2002 hingga 2008, tidak menemukan bukti bahwa mobile phone dan menara transmisinya dapat menimbulkan resiko kesehatan dalam jarak radiasi

elektromagnetik. Program penelitian yang menghabiskan biaya sekitar USD 26 juta, difokuskan pada fungsi mekanis dari gelombang electromagnetic frekuensi tinggi dalam handphone atau ponsel, yang dapat berakibat buruk pada manusia dan hewan, dan jumlah radiasi elektromagnetik yang dihasilkan. Beberapa penelitian menamakannya blood-brain barrier, sebuah filter yang dapat mencegah substansi tertentu yang berbahaya dalam darah dari neuron terdekat dalam otak. Dalam penelitian juga ditemukan sekitar 1,5% orang yang menamakan dirinya electrosensitive dan lalu mereka menyalahkan radiasi electromagnetic yang telah menyebabkan gangguan kesehatan. Para peneliti mengungkapkan bahwa mereka memang memiliki gangguan kesehatan seperti sakit kepala, dan susah tidur, yang dapat disebabkan oleh berbgai hal, namun sepertinya tidak ada hubungannya dengan radiasi elektromagnetik. Para peneliti juga menegaskan, tidak ada bukti bahwa electromagnetic dapat menyebabkan masalah kesehatan, yang dinamakan electrosensitve. Suatu penelitian menunjukkan bahwa kenaikan suhu kepala akibat penggunaan telepon bergerak ini sangat kecil. Sedemikian kecilnya sehingga kepala anda tidak akan menjadi lebih panas dari terkena sengatan matahari. Para peneliti mengatakan bahwa kepala para pengguna telepon genggam menjadi panas tidak lebih dari 0,15 derajat Celcius. Sementara itu, deketahui bahwa gelombang elektromagnetik yang sepadan dengan peningkatan 0,25 derajat Celcius tidak mengganggu kesehatan. Sebagian besar gelombang elektromagnetik dari telepon genggam ini serupa dengan gelombang dari oven micowave dengan kekuatan lebih rendah- hanya ditemukan di sekitar antena. Gelombang mikro ini memanaskan bagian kepala yang paling dekat dengan alat itu, namun kenaikan temperature segera dihilangkan oleh aliran darah normal yang menuju kepala

Penggunaan HP CDMA lebih rendah radiasinya dari GSM

CDMA (Code Division Multiple Access), menggunakan teknologi spread-spectrum untuk mengedarkan sinyal informasi yang melalui bandwith yang lebar (1,25 MHz). Teknologi ini asalnya dibuat untuk kepentingan militer, menggunakan kode digital yang unik, lebih baik daripada chanel atau frekuensi RF. Ponsel CDMA ada dua jenis tanpa kartu sehingga nomer panggilnya harus deprogram oleh petugas operator yang bersangkutan, dan satu lagi ponsel CDMA yang dilengkapi dengan RUIM (Removal User Identification Module) atau dalam istilah GSM dikenal dengan SIM Card. Ada sejumlah kelebihan yang ditawarkan CDMA. misalnya, komunikasi selular tidak lagi rawan radiasi, tidak lagi seperti suara robot, tidak terputus-putus Feature teknologi CDMA Teknologi CDMA didesain tidak peka terhadap interferensi. Di samping itu, sejumlah pelanggan

dalam satu sel dapat mengakses pita spektrum frekuensi secara bersamaan karena mempergunakan teknik pengkodean yang tidak bisa dilakukan pada teknologi GSM. Kapasitas yang lebih tinggi untuk mengatasi lebih banyak panggilan yang simultan per channel dibanding sistem yang ada. Sistem CDMA menawarkan peningkatan kapasitas melebihi sistem AMPS analog sebaik teknologi selular digital lainnya. CDMA menghasilkan sebuah skema spreadspectrum yang secara acak menyediakan bandwith 1.250 KHz yang tersedia untuk masing masing pemanggil 9600 bps bit rate meningkatkan call security keamanan menjadi sifat dari pendekatan spread spectrum CDMA, dan kenyataannya teknologi ini pertama dibangun untuk menyediakan komunikasi aman bagi militer mereduksi derau dan interfensi lainnya CDMA menaikkan ratio signal to noise, karena lebarnya bandwith yang tersedia untuk pesan. efisiensi daya dengan cara memperpanjang daya hidup baterai telepon salah satu karakteristik CDMA adalah kontrol power sebuah usaha untuk memperbesar kapasitas panggilan dengan mempertahankan kekonstanan level daya yang diterima dari pemanggil bergerak pada base station fasilitas koordinasi seluruh frekuensi melalui base station base station sistem CDMA menyediakan soft hand off dri satu base station ke lainnya sebagai sebuah roaming telepon bergerak dari sel ke sel, melakukan soft hand off mengingat semua sistim menggunaan frekuensi yang sama. Fungsi spread spectrum dan power control yang memperbesar kapasitas panggilan CDMA mengakibatkan bandwith yang cukup untuk bermacam macam layanan data multimedia , dan skema soft hand off menjamin tidak hilangnya data

meningkatkan kualitas suara memberbaiki karakteristik cakupan yang dapat menurunkan jumlah sel meningkatkan privacy dan security menyederhanakan perencanaan sistim Memerlukan daya pancar yang lebih rendah, sehingga waktu bicara ponseldapat lebih lama Mengurangi interferensi pada sistim lain Lebih tahan terhadap multipath. Dapat dioperasikan bersamaan dengan teknologi lain (misal AMPS)

https://www.facebook.com/note.php?note_id=181235015265105&comments

Kesehatan Dalam Serbuan Radiasi Elektromagnetik Mobile Phone: Masalah & Solusi
OPINI | 09 April 2012 | 06:49 Dibaca: 95 Komentar: 4 Pengantar Sadar atau tidak, saat ini kita hidup dalam serbuan radiasi elektromagnetik frekuensi radio. Kita dibombardir oleh radiasi yang tidak dapat dilihat, dicium dan dirasakan. Coba perhatikan sejenak di sekeliling anda, mulai dari microwave, televisi, radio, komputer, dan Mobile Phone (MP) yang kemungkinan besar sedang anda gunakan saat ini, hingga satelit-satelit yang mengapung dan mengorbit di atmosfer bumi, semuanya (yang hidup/aktif tentunya) memiliki frekuensi radio dan mengeluarkan radiasi elektromagnetik. Pernahkah terpikir bagaimana atau seberapa besar pengaruhnya terhadap kesehatan? Radiasi Elektromagnetik Radiasi elektromagnetik merupakan aliran atau pergerakan energi dalam bentuk partikel-partikel bermuatan listrik dan medan magnet, dengan kecepatan cahaya yang melalui ruang hampa atau melalui suatu medium misalnya udara dan air. Radiasi ini disebut juga dengan Gelombang Elektromagnetik. 1 dari 1 Kompasianer menilai aktual

Ada dua jenis radiasi elektromagnetik berdasarkan kemampuannya dalam memecah ikatan suatu senyawa kimia yaitu Radiasi Elektromagnetik Terionisasi (RET) misalnya Sinar-X dan Sinar Gamma, dan Radiasi Elektromagnetik Tidak Terionisasi (RETT) misalnya televisi dan MP. RET jelas berbahaya bagi kesehatan dan genetis manusia, karena bisa merusak sistem biokimia tubuh, sedangkan RETT masih dalam polemik di kalangan medis. Pada prinsipnya pengaruh radiasi seluruh perangkat elektronik sehari-hari pada kesehatan relatif sama, namun mengingat jumlah pengguna MP yang meningkat sangat pesat, di Indonesia tahun 2010 sebanyak 180 juta pengguna (Harian Berita) dan di dunia hingga tahun 2011 sebesar 5,9 millar lebih (ITU), penulis memfokuskan tulisan ini pada radiasi MP. Masalah Pada bulan Juni Tahun 2011, WHO mengumumkan bahwa radiasi elektromagnetik MP dikategorikan berpotensi sebagai carcinogenic (menyebabkan kanker). Keputusan ini diambil berdasarkan hasil penelitian International Agency for Research on Cancer, yang membentuk satu tim terdiri dari 31 ilmuwan dari 14 negara. Tim ini menemukan bukti yang cukup untuk mengkategorikan MP berpotensi sebagai carcinogenic bagi manusia setelah mempelajari hasil-hasil penelitian dari seluruh dunia mengenai pengaruh MP terhadap kesehatan. Semenjak itu berita ini merambat dengan cepat ke seluruh dunia, menimbulkan polemik dan menarik perhatian pengguna MP dan membuat Provider MP dan Jaringan agak panik karena dapat mengganggu perkembangan bisnisnya yang bernilai milyaran dollar. 3 Alasan Utama Mengapa Frekuensi Radio Menjadi Perhatian Serius Kalangan Medis: 1. MP melepaskan energi radiasi elektromagnetik, dimana jaringan tubuh yang kontak dengannya bisa menyerap energi tersebut. Jumlah energi yang dilepaskan juga bergantung kepada teknologi MP yang digunakan (EDGE, 3G, 3.5G, 4G dst) 2. Jumlah pengguna MP yang massif, sangat pesat.

3. Seiring dengan waktu, jumlah frekuensi panggilan/penerima MP, durasi, serta jumlah waktu penggunaan telepon semakin meningkat. Pengaruh Jangka Pendek Timbulnya panas merupakan mekanisme interaksi antara energi radiasi MP dengan tubuh, sebagian besar energi tersebut diserap kulit dan jaringan di bawahnya, mengakibatkan kenaikan suhu pada otak atau organ tubuh lainnya yang masih bisa diabaikan. Penulis sendiri memiliki pengalaman timbulnya rasa panas yang cukup menyakitkan di telinga dan sakit kepala apabila menelepon lebih dari 30 menit. Sejumlah penelitian telah dilakukan untu mengetahui pengaruh frekuensi radio terhadap aktivitas elektrokimia otak, fungsi kognitif, irama jantung dan tekanan darah, namun hingga hari ini para peneliti tersebut belum bisa membuktikan seberapa besar pengaruhnya. Manusia memilik sistem pertahanan tubuh yang berbeda-beda, ada yang cepat merespon dan memperbaiki gangguan, baik dari dalam maupun dari luar tubuh, dan ada juga yang relatif lambat. Pengaruh Jangka Panjang Peneliti epidemiologi (studi penyebab, distribusi dan pengendalian penyakit dalam suatu populasi) telah menelaah adanya potensi resiko jangka panjang frekuensi radio terhadap kesehatan, khususnya mengenai pengaruh penggunaan MP dengan kanker otak. Namun karena penyakit kanker biasanya tidak terdeteksi hingga bertahun-tahun, dan penggunaan MP yang massif masih relatif baru (1990an), serta masalah teknis yang sangat rumit, hingga saat ini penelitian yang mendalam masih sedang berjalan, belum bisa memberikan hasil yang signifikan. Meskipun demikian, studi yang dilakukan terhadap hewan yang diekspos dengan frekuesi radio dalam jangka waktu yang lama tidak memperlihatkan adanya peningkatan resiko kanker. Pengaruh Radiasi Elektromagnetik Frekuensi Radio Pada Anak-Anak dan Remaja Anak-anak dan remaja sekarang memiliki resiko terjadinya kanker otak yang lebih besar dibandingkan dengan orang dewasa. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor: 1. Pertumbuhan dan perkembangan biologis otak (sistem saraf) yang belum sempurna 2. Ukuran kepala mereka yang relatif lebih kecil, sehingga jumlah radiasi yang mereka terima semakin besar 3. Akumulasi jumlah dan frekuensi penggunaan telepon yang mereka terima lebih besar, hal ini disebabkan trend MP yang masih relatif baru (1990an)

Polemik Perdebatan mengenai resiko penggunaan MP terhadap kesehatan sudah ada semenjak 20 tahun yang lalu. Hasil penelitian Institute of Cancer Epidemiology (ICE) Denmark menyebutkan bahwa MP tidak meningkatkan resiko terjadinya kanker otak.

Hazel Nunn, Kepala Informasi Kesehatan Penelitian Kanker UK mengatakan: Hasil penelitian ini merupakan bukti terkuat yang ada saat ini, bahwa MP tidak menunjukkan adanya peningkatan resiko terjadinya kanker otak atau sistem saraf pusat orang dewasa Prof. Anders Ahlbom, dari Swedens Karolinska Institute sangat mendukung hasil penelitian ini dan mengatakan bahwa hasil penelitian ini menenangkan. Tim peneliti ICE tersebut menyebutkan keterbatasan hasil penelitian mereka yaitu masa penelitian mereka penggunaan MP belum massif (berakhir tahun 1995) dan objek penelitian mereka hanya pengguna MP pribadi, tidak termasuk pembicaraan bisnis (corporate) Penyangkalan lain berasal dari Industri Wireless (CTIA-The Wireless Association) yang mengatakan MP tidak menyebabkan kanker, WHO tidak melakukan penelitian tetapi hanya mereview studi-studi mengenai hubungan MP dengan kanker. Solusi Terlepas dari polemik mengenai hal ini ada baiknya kita mengingat nasehat orang tua kita, Lebih Baik Mencegah daripada Mengobati
1. Sebaiknya mengurangi atau membatasi jumlah dan durasi penggunaan MP untuk menelepon, kalau memungkinkan lebih baik menggunakan teks (SMS), atau menggunakan telepon kabel daripada MP. 2. Baca buku manual MP, Vendor-vendor MP biasanya menyertakan buku manual dan cara menggunakan MP yang safety 3. Hindari sebisa mungkin menelepon sambil bergerak (di atas mobil atau sepeda motor) dan di lokasi rendah sinyal misalnya di elevator atau di lokasi terpencil, karena MP akan memaksa mencari sinyal sehingga jumlah energi radiasi MP akan semakin besar 4. Berikan perhatian lebih pada anak-anak dan remaja, karena belum ada penelitian yang signifikan mengenai pengaruhnya pada mereka, apalagi mengingat belum sempurnanya sistem biologis syaraf dan otaknya 5. Menjaga dan meningkatkan gaya hidup sehat untuk membentengi diri dari gempuran Radiasi Elektromagnetik MP

Rangkuman Dari uraian di atas, penulis merangkum bahwa issu Pengaruh Radiasi Elektromagnetik Mobile Phone bukanlah issu (hoax) belaka. Terdapat alasan-alasan logis mengenai besarnya potensi resiko terjadinya kanker otak dan keluhan-keluhan kesehatan lainnya. Terlalu naif apabila kita mengatakan bahwa hal ini hanya kekhawatiran yang tidak beralasan. Ok, energi yang dipancarkan memang relatif sangat kecil dibandingkan RET, tetapi kalau kita logikakan seperti air yang menetes setetes demi setetes ke atas batu akan menghancurkan batu tersebut. Ok, batu memang tidak mempunyai healing mechanism system, tetapi energi yang digunakan tubuh untuk memperbaikinya kembali terus menerus akan sangat besar, apalagi tubuh tiada henti-hentinya menerima serbuan radiasi tersebut.

Issu ini sangat rentan terkontaminasi oleh iklim politik dan bisnis, mengingat nilai dan dampaknya yang sangat besar, tidak menutup kemungkinan issu ini direkayasa sedemikian rupa demi kepentingan mereka. Mengenai hal ini, penulis sangat menyarankan menonton film Thank You For Smoking Mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua, kalau iya vote bermanfaat dan diberi tanggapan. Silahkan di copas dengan mencantumkan sumber/nama penulis. Salam Hangat Kompasioner ^_^
http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2012/04/09/kesehatan-dalam-serbuan-radiasielektromagnetik-mobile-phone-masalah-solusi/

Ponsel sudah menjadi kebutuhan sehari-hari, sekarang ini. Tak perlu di pungkiri kebutuhan ponsel malah jadi kebutuhan utama kehidupan ini. Anda sebagai penggunapun saya yakin, lebih sering mengutamakan pulsa dari pada hal lainya untuk dibeli. Iya Gak, Jujur deh. Atau mungkin anda adalah tipe orang yang gak bisa hidup tanpa ponsel, bahkan anda termasuk orang yang gak bisa tidur kalau siangnya tidak nelpon sama sekali. Wah, hati-hati nih, radiasi yang dihasilkan ponsel itu lebih kuat dari radiasi internet di komputer. Awas jangan sampai anda menerima efek buruknya akibat radiasi ponsel tersebut. Karena efeknya bisa sampai membuat anda mengalami kanker otak, pasti anda tidak mau kan mengalami efek buruk tersebut. Dan bukan hanya itu, masih banyak lagi efek buruknya. Ini berlaku juga untuk menara tower Base Transceiver Station(BTS), menurut Prof Girish Kumar radiasi tersebut juga ada di sekitar tower-tower operator BTS, dan ini lebih bahaya lagi karena satu tower dapat memancarkan daya 50-100W. Radiasi tersebut sangat mematikan sehingga tidak bisa di anggap remeh. ungkap Prof Kumar. Dikutip dari DNA india, berikut ini sejumlah dampak negatif yang bisa ditimbulkan akibat radiasi yang berlebihan dari ponsel dan menara BTS: 1. Resiko kanker otak pada anak-anak dan remaja meningkat 400 persen akibat penggunaan ponsel. Makin muda usia pengguna, makin besar dampak yang ditimbulkan oleh radiasi ponsel. 2. Bukan hanya pada anak dan remaja, pada orang dewasa radiasi ponsel juga berbahaya. Penggunaan ponsel 30 menit/hari selama 10 tahun dapat

meningkatkan risiko kanker otak dan acoustic neuroma (sejenis tumor otak yang bisa menyebabkan tuli).
3. Radiasi ponsel juga berbahaya bagi kesuburan pria. Menurut penelitian, penggunaan ponsel yang berlebihan bisa menurunkan jumlah sperma hingga 30 persen. 4. Frekuensi radio pada ponsel bisa menyebabkan perubahan pada DNA manusia dan membentuk radikal bebas di dalam tubuh. Radikal bebas merupakan karsinogen atau senyawa yang dapat memicu kanker. 5. Frekuensi radio pada ponsel juga mempengaruhi kinerja alat-alat penunjang kehidupan (live saving gadget) seperti alat pacu jantung. Akibatnya bisa meningkatkan risiko kematian mendadak. 6. Sebuah penelitian membuktikan produksi homon stres kortisol meningkat pada penggunaan ponsel dalam durasi yang panjang. Peningkatan kadar stres merupakan

salah satu bentuk respons penolakan tubuh terhadap hal-hal yang membahayakan kesehatan. 7. Medan elektromagnet di sekitar menara BTS dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Akibatnya tubuh lebih sering mengalami reaksi alergi seperti ruam dan gatalgatal. 8. Penggunaan ponsel lebih dari 30 menit/hari selama 4 tahun bisa memicu hilang pendengaran (tuli). Radiasi ponsel yang terus menerus bisa memicu tinnitus (telinga berdenging) dan kerusakan sel rambut yang merupakan sensor audio pada organ pendengaran. 9. Akibat pemakaian ponsel yang berlebihan, frekuensi radio yang digunakan (900 MHz, 1800 MHz and 2450 MHz) dapat meningkatkan temperatur di lapisan mata sehingga memicu kerusakan kornea. 10. Emisi dan radiasi ponsel bisa menurunkan kekebalan tubuh karena mengurangi produksi melatonin. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mempengaruhi kesehatan tulang dan persendian serta memicu rematik. 11. Risiko kanker di kelenjar air ludah meningkat akibat penggunaan ponsel secara berlebihan. 12. Medan magnetik di sekitar ponsel yang menyala bisa memicu kerusakan sistem syaraf yang berdampak pada gangguan tidur. Dalam jangka panjang kerusakan itu dapat mempercepat kepikunan. 13. Medan elektromagnetik di sekitar BTS juga berdampak pada lingkungan hidup. Burung dan lebah menjadi sering mengalami disorientasi atau kehilangan arah sehingga mudah stres karena tidak bisa menemukan arah pulang menuju ke sarang.
http://oyetasra.blogspot.com/2012/03/13-efek-buruk-tentang-radiasi-ponsel.html

Kanker Otak Akibat Radiasi Ponsel


Posted by rcanews IPTEK, Sains 02:10

Penelitian dalam Journal of National Cancer Institute barubaru ini membahas mengenai kekhawatiran bahwa anak-anak lebih rentan terkena risiko kesehatan akibat radiasi elektromagnetik yang dikeluarkan ponsel.

Seperti dilansir Reuters, hasil penelitian tersebut mengungkapkan, anak dan remaja dengan rentang usia 7 sampai 19 tahun yang menggunakan ponsel memiliki risiko lebih besar terkena kanker otak dibanding mereka yang tidak menggunakannya.

Sistem saraf pada anak terus berkembang dan ini menimbul kekhawatiran pada lingkar kepala anak yang lebih kecil, sehingga memungkinkan radiasi menembus lebih dalam ke otak mereka. Tapi penelitian pertama ini ditujukan untuk melihat secara khusus risiko kanker pada anak yang ditimbulkan ponsel dan menemukan bahwa pasien yang menderita tumor otak kemungkinan besar menggunakan telepon biasa dibandingkan mereka yang tidak memiliki kanker. "Penggunaan ponsel akan beresiko, Anda bisa melihat jumlah pasien kanker bakal tinggi jika penggunaan ponsel juga tinggi,"ujar Profesor Martin Roosli, yang melakukan penelitian di Swiss Tropis dan Institute kesehatan Public di Basel, Swiss. Beberapa dana untuk penelitian ini berasal dari Research Foundation Swiss, Mobile Communication, yang sebagian besar didukung oleh operator ponsel Swiss. Namun, mereka tidak terlibat dalam proses penelitian ini. Wolrd Health Organization (WHO) kembali meningkatkan perhatiannya pada risiko kesehatan yang disebabkan penggunaan ponsel. Bulan Mei lalu WHO menyatakan, bahwa menggunakan telepon selular mungkin dapat meningkatkan risiko beberapa jenis tumor otak. Penelitian tersebut dilakukan Roosli antara tahun 2004 sampai 2008 di Norwegia, Denmark, Swedia dan Swiss. Ditemukan sebanyak 352 pasien menderita kanker otak dari 646 orang yang diteliti. Studi ini juga menemukan bahwa 75,3 persen pasien kanker menggunakan ponsel lebih dari 20 kali dalam hidup mereka sebelum akhirnya didiagnosis dan 72 persen pada orang yang diteliti juga menggunakan ponsel dengan waktu rata-rata yang sama dengan penderita kanker, namun mereka tidak didiaknosis. (*) http://www.rca-fm.com/2011/07/radiasi-ponsel-penyebab-kanker-otak.html APAKAH RADIASI TELEPON SELULER MENINGKATKAN RISIKO TUMOR OTAK? Michael Winata Saat ini handphone merupakan alat komunikasi yang sangat penting dan penggunaannya terus bertambah luas. Diperkirakan terdapat 5 miliar pengguna handphone di dunia. Jumlah yang besar ini menimbulkan kekhawatiran mengenai efek radiasi handphone terhadap kesehatan, terutama tumor otak. Ada tidaknya keterkaitan ini menjadi perdebatan di dunia selama beberapa tahun terakhir. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk menjawab hal ini, namun hasil penelitian yang didapatkan pun beragam. Penelitian oleh Lahkola dan Klaeboe dkk pada tahun 2007 serta Takebayashi dan Lahkola pada tahun 2008 menujukkan bahwa penggunaan handphone tidak meningkatkan risiko tumor otak. Namun, penelitian oleh World Health Organization (WHO) menunjukkan adanya keterkaitan. Hasil penelitian yang kontradiksi ini dapat dikarenakan berbedanya metode penelitian, waktu penelitian, standar yang berbeda, dan penggunaan variabel penelitian yang berbeda-beda. Efek radiasi handphone terhadap kesehatan otak tergantung pada banyak faktor. Sampai saat ini, terdapat 4 faktor yang paling mungkin berpengaruh terhadap risiko kesehatan otak. Faktor pertama adalah jenis handphone. Jenis handphone yang lebih berisiko menyebabkan tumor otak adalah handphone dengan Spesific Absorption Rate (SAR) yang besar. SAR adalah besarnya energi radiasi yang diserap oleh jaringan otak. Semakin besar nilai SAR, maka energi radiasi yang

diserap otak lebih banyak. Nilai SAR ini bervariasi antar model dan produsen handphone. Nilai SAR yang aman adalah < 1,6 watt/kg. Faktor kedua adalah tipe antena. Tipe antena yang lebih berisiko adalah tipe antena yang tertanam di dalam handphone, karena memancarkan lebih banyak energi. Faktor ketiga adalah jarak antara telepon seluler dengan menara pemancar terdekat. Semakin lemah sinyal yang dihasilkan menara pemancar terdekat, maka semakin tinggi energi yang dikeluarkan oleh handphone untuk menjaga kontak dengan jaringan. Faktor keempat adalah dan sisi kepala dominan yang digunakan saat menelepon. Sisi kepala dominan menyerap 97-99% energi radiasi yang dipancarkan saat menelepon sehingga meningkatkan risiko tumor otak pada sisi kepala dominan tersebut. Keempat faktor tersebut diketahui berpengaruh terhadap kejadian tumor otak. Namun, masih terdapat banyak faktor lain yang perlu dicari dan diteliti lebih lanjut. Dalam penelitian selanjutnya, masih diperlukan standarisasi yang lebih baik dan waktu penelitian yang lebih panjang untuk mendapatkan hasil yang bermakna dan konklusif. Karena sampai saat ini belum ada kesepakatan yang disetujui secara luas mengenai hubungan antara radiasi handphone terhadap risiko terjadinya tumor otak, maka yang dapat kita lakukan adalah mengurangi paparan radiasi, yaitu dengan cara: 1. Berbincang menggunakan dengan telepon selular seperlunya. 2. Gunakan mode "speakerphone" (jika memungkinkan) untuk memperjauh jarak antara telepon selular dengan tubuh pengguna selama percakapan. 3. Gunakan telepon seluler yang memiliki antena eksternal (jenis antena dimana antena dapat ditarik memanjang). Antena sebagai tempat menerima dan mengirim sinyal. Telepon seluler yang menggunakan anterna internal menandakan semakin dekatnya antena dengan tubuh pengguna. 4. Melakukan panggilan keluar/menerima panggilan dengan keadaan sinyal yang kuat. Jika aktivitas panggilan dilakukan saat sinyal dalam keadaan lemah, telepon seluler akan mengeluarkan daya yang lebih besar untuk mempertahankan panggilan meskipun sinyal yang tersedia lemah sehingga pengguna akan terpapar radiasi yang lebih besar. 5. Simpan telepon seluler di tempat yang tidak berdekatan dengan tubuh manusia Contohnya dengan menyimpan telepon selular di dalam tas, bukan di kantong celana. http://www.medikaholistik.com/medika.html?xmodule=document_detail&xid=228&ts=1333974219 &qs=health