Anda di halaman 1dari 8

ANATOMI GENETALIA EKSTERNA PRIA 1.

PENIS Penis (dari bahasa Latin yang artinya "ekor", akar katanya sama dengan phallus, yang memiliki arti sama) adalah alat kelamin jantan. Penis merupakan organ eksternal, karena berada di luar ruang tubuh. Pemakaian istilah "penis" praktis selalu dalam konteks biologi atau kedokteran. Istilah "falus" (dari phallus) dipakai dalam konteks budaya, khususnya mengenai penggambaran penis yang menegang (ereksi). Lingga (atau lingam) adalah salah satu penggambaran falus. Penis terdiri dari: -Akar (menempel pada didnding perut) - Badan (merupakan bagian tengah dari penis) - Glans penis (ujung penis yang berbentuk seperti kerucut).

Lubang uretra (saluran tempat keluarnya semen dan air kemih) terdapat di ujung glans penis. Dasar glans penis disebut korona. Pada pria yang tidak disunat (sirkumsisi), kulit depan (preputium) membentang mulai dari korona menutupi glans penis.

Badan penis terdiri dari 3 rongga silindris (sinus) jaringan erektil:

A. 2 rongga yang berukuran lebih besar disebut korpus kavernosus, terletak bersebelahan B. Rongga yang ketiga disebut korpus spongiosum, mengelilingi uretra. Jika rongga tersebut terisi darah, maka penis menjadi lebih besar, kaku dan tegak (mengalami ereksi).

Penis terletak menggantung didepan skrotum, bagian ujung disebut glans penis, bagian tangah disebut korpus penis, bagian pangkal disebut radiks penis. Kulit ini berhubungan dengan pelvis, skrotum, dan perineum. Penis adalah alat kelamin laki-laki dan berisi saluran

keluar bersama untuk urin dan cairan mani. Penis terdiri dari tiga badan jaringan erektil karvenosus silindris yang diliputi oleh capsula fibrosa, yakni tunica albugenia. Di sebelah luar tunica albugenia terdapat fascia penis profunda yang membentuk pembungkus bersama untuk corpus spongiosum penis dan kedua corpus cavernosum penis. Di dalam corvus cavernosum penis melintas oars spongiosa urethra. Kedua corpus cavernosum penis saling bersentuhan di bidang median, kecuali di sebelah dorsal yang berpisah untuk membentuk crus masing-masing yang melekat pada ramus bersama os pubis dan os ischii di sebelah kanan dan sebelah kiri. Radix penis terdiri dari crus penis, bulbus penis, dan musculus ischiocavernosus dan musculus bulbospongiosus di kedua sisi. Corpus penis adalah bagian bebas yang tergantung sewaktu penis berada dalam keadaan lemas. Kecuali serabut musculus bulbospongiosus yang menutupi bulbus penis dan serabut musculus ischiocavernosus pada kedua crus penis, penis tidak memiliki otot. Penis terdiri dari kedua corpus cavernosum dan sebuah corpus spongiosum dan dilapisi oleh kulit. Ke arah distal corpus spongiosum penis melebar untuk membentuk glans penis. Tepi glans penis, yakni corona glandis, menjulang melewati ujung kedua corvus cavernosum penis. Corona penis menganjur di atas sebuah penyempitan berupa alur yang serong, yakni collum glandis, yang membatasi glans penis terhadap corpus penis. Lubang pars cavernosa urethra yang berupa celah sempit, yakni ostium urethrae externum, terletak di dekat ujung glans penis. Kulit dan fascia penis berkelanjutan sebagai lapis ganda kulit yang dikenal sebagai preputium dan menutupi glans penis sejauh berbeda-beda. Ligamentum suspensorium penis adalah kondensasi fascia superficialis yang berasal dari permukaan ventral symphisis pubica. Ligamentum suspensorium penis melintas ke kaudal dan bercabang dua untuk membentuk ambin yang melekat pada fascia penis yang tak dapat digerakan dan merupakan bagian yang bebas. Musculus perinei superficialis ialah musculus transverses perinei superficialis, musculus bulbospongiosus, musculus ischiocavernosus. Otototot ini terletak dalam spatium perinei superficial, dan semua dipersarafi oleh nervus perinealis. Prepusium yang menutupi glans dipisahkan dari prepusium dan di dalamnya terdapat ruangan yang dangkal. 1) Fasia superfisialis Secara langsung berhubungan dengan fasia skrotum dengan lapisan sel otot polos. 2) Korpora kavernosa penis

Korpora kavernosus penis ditutupi oleh kapsul kuat yang terdiri atas benang-benang superfisialis dan profunda mempunyai arah longitudinal dan salluran. 3) Korpus kavernosa uretra Merupakan bagian dari penis yang berisi uretra. Di dalam batang penis terlihat berbentuk silinder lebih kecil dari kavernosa penis. 4) Glans penis Bagian akhir anterior dari korpus kavernosa uretra memanjang kedalam bentuknya seperti jamur. Glans penis ini licin dan kuat, bagian perifernya lebih besar hingga membentuk pinggir yang bundar disebut korona glandis. 5) Bulbus uretra Merupakan pembesaran bagian posterior 3-4 cm dari korpus kavernosa uretra, letaknya superfisialis dari diafragma urogenitallis. Penis digantung/dilekatkan oleh beberapa ligamentum antara lain : a. Ligamentum fundiformis penis : lapisan tebal yang berasal dari fasia superfisialis dan dari dinding abdominalis anterior diatas pubis. b. Ligamentum suspensorium penis : berupa benang berbentuk segitiga. Bagian eksterna dari fasia profunda menggantunf pada dorsum, sedangkan akar penis ke bagian inferior linea alba, simpisis pubis, dan ligamentum arkuarta pubis, kruris iskhio pubis dan bulbus diafragma urogenitalis sebagai alat penggantung penis.
Pada penis juga terdapat beberapa pembuluh darah. Pembuluh darah penis antara lain :

membentuk satu

a. Arteri pudenda interna : cabang arteri hipogastrika yang menyuplai darah untuk ruangan kavernosa. b. Arteri profunda penis : cabang dari arteri dorsalis penis, bercabang terbuka langsung ke ruangan kavernosa. Cabang kapiler ini akan menyuplai darah ke trabekularuangan kavernosa dan dikembalikan ke vena pada dorsum membentuk vena dorsalis penis melewati permukaan superior korpora lalu bergabung dengan yang lain.

Saraf pada penis :

Merupakan cabang dari nervus pudendus dan pleksus. Fungsi penis secara biologi adalah sebagai alat pembuangan (organ ekskresi) sisa metabolisme berwujud cairan (urinasi) dan sebagai alat bantu reproduksi. Penis sejati dimiliki oleh mamalia dan menjadi penciri utama jenis kelamin jantan.

Gambar Anatomi Penis :

2. SCROTUM

Scrotum atau kantung pelir adalah kantung (terdiri dari kulit dan otot) yang membungkus testis atau buah zakar. Skrotum terletak di antara penis dan anus serta di depan perineum. Skrotum berasal dari bagian yang sama dengan labia mayora pada organ kelamin perempuan. Skrotum manusia dan beberapa mamalia dapat ditumbuhi rambut kemaluan. Pada manusia, rambut ini mulai tumbuh ketika individu memasuki tahap pubertas. Scrotum adalah, berupa kantong yang terdiri atas kulit tanpa lemak, memiliki sedikit jaringan otot yang berada dalam pembungkus disebut tunika vaginalis. Sepasang skrotum ini menggantung didasar pelvis. Pada bagian depan skrotum terdapat penis dan dibelakangnya terdapat anus. Scrotum adalah sebuah kantong fibromuskular untuk kedua testis dan bangunan yang berhubungan. Scrotum terletak dorsokaudal terhadap penis dan kaudal terhadap symphysis pubica. Pembentukan embrional scrotum secara bilateral menjadi nyata dari raphe scrota di garis tengah yang dilanjutkan pada permukaan ventral penis sebagai raphe penis dan ke arah dorsal sebagai raphe perinei mengikuti garis median perineum. Pendarahan arterial pada scrotum mulai dari arteri pudenta externa mengurus pendarahan bagian ventral scrotum, dan arteria pudenta interna bagian dorsal. Bagian ini juga dipasok oleh cabang-cabang dari arteria testicularis dan arteria cremasterica. Penyaluran balik darah dan penyaluran limfe pada scrotum di mulai dari vena scrotales mengiringi arteria scrotales dan bergabung dengan vena pudenta externa. Pembuluh limfe dari scrotum ditampung oleh nodi lymphoidei inguinales superficiales. Scrotum adalah sebuah kantong kulit yang terdiri dari dua lapis : kulit dan fascia superficialis. Fascia superficialis tidak mengandung jaringan lemak, tetapi pada fascia superficialis terdapat selembar otot polos yang tipis, dikenal sebagai tunica dartos, yang berkontraksi sebagai reaksi terhadap dingin, dan dengan demikian mempersempit luas permukaan kulit. Ke arah ventral fascia superficialis dilanjutkan menjadi lapis dalamnya yang berupa selaput pada dinding abdomen ventrolateral, dan ke arah kaudal dilanjutkan menjadi fascia superficialis perineum. Arteri Untuk Scrotum : 1. Ramus perinealis dari arteria pudenda interna. 2. Arteriae pudendae externae dari arteria femoralis. 3. Arteria cremasterica dari arteria epigastrica inferior.

Venae scrotales mengiringi arteri-arteri tersebut. Pembuluh limfe ditampung oleh nodi lymphoidei inguinales superficiales. Saraf-Saraf pada scrotum : 1. Ramus genitalis dari nervus genitofemoralis (L1,L2) yang bercabang menjadi cabang sensoris pada permukaan scrotum ventral dan lateral. 2. Cabang nervus ilioinguinalis (L1), juga untuk permukaan scrotum ventral. 3. Ramus perinealis dari nervus pudendalis (S2-S4) untuk permukaan scrotum dorsal. 4. Ramus perinealis dari nervus cutaneus femoris posterior (S2,S3) untuk permukaan scrotum kaudal.

Persarafan pada scrotum. Bagian ventral testis dipersarafi oleh nervus ilioinguinalis dan oleh ramus genitalis nervus genitofemoralis. Bagian dorsal memperoleh persarafan dari ramus medialis dan ramus scrotalis nervi perinealis dan ramus perinealis nervi cutanei femoralis posterioris.

Lapisan skrotum. 1) Kulit

: warna kecoklatan, tipis, dan mempunyaiflika/rugae.

2) Tunika dartos : berisi lapisan otot polos yang tipis sepanjang basis skrotum.

Fungsi skrotum adalah menjaga suhu dari testis agar tetap optimal yakni di bawah suhu tubuh. Pada manusia, suhu testis sekitar 34 C. Pengaturan suhu dilakukan dengan mengeratkan atau melonggarkan skrotum, sehingga testis dapat bergerak mendekat atau menjauhi tubuh. Testis akan diangkat mendekati tubuh pada suhu dingin dan bergerak menjauh pada suhu panas.

Gambar Anatomi Scrotum :

DAFTAR PUSTAKA
http://www.scribd.com/doc/54042289/Makalah-Anatomi-Sistem-Reproduksi
AKSES 17 MARET

Moore, Keith. 2002. Anatomi Klinis Dasar. Jakarta : Hipokrates http://id.wikipedia.org/w/index.php?search=anatomi+skrotum&button=&title=Istimewa %3APencarian http://id.wikipedia.org/w/index.php?search=anatomi+penis&button=&title=Istimewa %3APencarian