Anda di halaman 1dari 4

PENGELOLAAN ASI ASI sebagai makanan bayi mempunyai kebaikan/sifat sebagai berikut: ASI merupakan makanan alamiah yang

baik untuk bayi, praktis, ekonomis, mudah dicerna untuk memiliki komposisi, zat gizi yang ideal sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pencernaan bayi. ASI mengadung laktosa yang lebih tinggi dibandingkan dengan susu buatan. Didalam usus laktosa akan dipermentasi menjadi asam laktat, yang bermanfaat untuk: Menghambat pertumbuhan bakteri yang bersifat patogen. Merangsang pertumbuhan mikroorganisme yang dapat menghasilkan asam organik dan mensintesa beberapa jenis vitamin. Memudahkan terjadinya pengendapan calsium-cassienat. Memudahkan penyerahan herbagai jenis mineral, seperti calsium, magnesium. ASI mengandung zat pelindung (antibodi) yang dapat melindungi bayi selama 5-6 bulan pertama, seperti: Immunoglobin, Lysozyme, Complemen C3 dan C4, Antistapiloccocus, lactobacillus, Bifidus, Lactoferrin. ASI tidak mengandung beta-lactoglobulin yang dapat menyebabkan alergi pada bayi. Proses pemberian ASI dapat menjalin hubungan psikologis antara ibu dan bayi. Selain memberikan kebaikan bagi bayi, menyusui dengan bayi juga dapat memberikan keuntungan bagi ibu, yaitu: Suatu rasa kebanggaan dari ibu, bahwa ia dapat memberikan kehidupan kepada bayinya. Hubungan yang lebih erat karena secara alamiah terjadi kontak kulit yang erat, bagi perkembangan psikis dan emosional antara ibu dan anak. Dengan menyusui bagi rahim ibu akan berkontraksi yang dapat menyebabkan pengembalian keukuran sebelum hamil. Mempercepat berhentinya pendarahan post partum.

Dengan menyusui maka kesuburan ibu menjadi berkurang untuk beberpa bulan (menjarangkan kehamilan). Mengurangi kemungkinan kanker payudara pada masa yang akan datang.

Pengelolaan Air Susu Ibu Perah ASI perah adalah ASI yang diambil dengan cara diperah dari payudara untuk kemudian disimpan dan nantinya diberikan pada bayi. Dengan pengelolaan yang baik ASI dapat bertahan lama. Misalnya, ASI tahan disimpan di dalam suhu ruangan sampai 6 jam. Jika disimpan di thermos yang diberi es batu, bisa tahan hingga 24 jam. Bahkan, kalau disimpan di kulkas ketahanannya meningkat hingga 2 minggu dengan suhu kulkas yang bervariasi. Jika disimpan di frezeer yang tidak terpisah dari kulkas, dan sering dibuka, ASI tahan 3-4 bulan. Sedangkan pada freezer dengan pintu terpisah dari kulkas dan suhu bisa dijaga dengan konstan, maka ketahanan ASI mencapai 6 bulan. Cara Pengelolaan : Taruh ASI dalam kantung plastik polietilen (misl plastik gula); atau wadah plastik untuk makanan atau yang bisa dimasukkan dalam microwave, wadah melamin, gelas, cangkir keramik. Jangan masukkan dalam gelas plastik minuman kemasan maupun plastik styrofoam. Beri tanggal dan jam pada masing-masing wadah. Dinginkan dalam refrigerator (kulkas). Simpan sampai batas waktu yang diijinkan (+ 2 minggu). Jika hendak dibekukan, masukkan dulu dalam refrigerator selama semalam, baru masukkan ke freezer (bagian kulkas untuk membekukan makanan), gunakan sebelum batas maksimal yang diijinkan. (+3-6 bulan) Mencairkan ASI Jika ASI beku akan dicairkan, pindahkan ASI ke refrigerator semalam sebelumnya, esoknya baru cairkan dan hangatkan. Jangan membekukan kembali ASI yang sudah dipindah ke refrigerator. Wadah Penyimpanan ASI Aneka Wadah yang dapat digunakan : a. b. c. wadah yang terbuat dari stainlees steel. wadah yang terbuat dari kaca (beling) dengan tutup yang rapat. wadah yang terbuat dari semi kaca atau plastik dengan permukaan yang

keras (jenis yang tembus pandang dan tidak buram) dan tutup yang rapat. d. e. Kantong plastik khusus untuk menyimpan ASI. Kantong plastik makanan bening .

Kondisi Wadah - bening tanpa gambar - tidak mudah bocor - bisa dibersihkan atau disterilkan - untuk botol kaca, simpan dalam jumlah 1/2 atau 3/4 saja untuk menghindari pemuaian yang beresiko menyebabkan botol retak atau pecah Volume Penyimpanan ASIP Simpan ASIP dalam jumlah sedikit atau cukup utk sekali minum, +/- 60 ml, tujuannya agar tidak ada ASI yg tersisa dan terbuang. berikan label untuk penamaan, penanggalan dan jam memerah atau memompa di tiap wadah penyimpanan ASI, bila tidak ada label dapat menggunakan penulisan langsung dengan tinta yang non toxic ASI yg lebih awal disimpan, tujuan pemberian label agar lebih mudah bagi para ibu untuk menjalankan prinsip first come first out. Wadah penyimpanan ASIP: Botol atau jenis wadah lainnya yang terbuat dari kaca (beling) dengan tutup yang rapat Botol atau wadah plastik dengan permukaan yang keras (jenis yang tembus pandang dan tidak buram) dan mempunyai tutup yang rapat Kantong plastik khusus untuk menyimpan ASIP Kantong plastik makanan dengan label food grade Gunakan ASIP dengan hari dan tanggal yang paling lama terlebih dahulu. Apabila bau dan rasanya basi, untuk amannya berarti ASIP tersebut memang sudah basi. Cairkan ASIP beku selama 12 jam dalam lemari es/kulkas sebelum diberikan kepada bayi. Hangatkan ASIP dingin dengan cara meletakkan botol/wadah ASIP di dalam mangkuk berisi air hangat, atau pegang botol/wadah ASIP dibawah aliran air hangat. JANGAN panaskan ASIP diatas kompor JANGAN direbus.

Cara menghangatkan ASIP:

JANGAN panaskan ASIP dalam microwave. Karena ASI tidak bersifat homogen, maka apabila disimpan cenderung untuk terjadi proses pemisahan, dimana lemaknya akan naik keatas dan membentuk lapisan krim cukup kocok secara perlahan-lahan sebelum diberikan kepada bayi.

Jangan lupa untuk memeriksa suhu ASIP yang sudah dihangatkan sebelum diberikan kepada bayi. Apabila perlu, cicipi ASIP terlebih dahulu sebelum diberikan kepada bayi.

DAFTAR PUSTAKA 1. 2. 3. Moehji Sjahmien, Ilmu Gizi, Bhratara, Jakarta, 1992. Puspita Theresia, Bahan Kuliah Gizi Dalam Daur Kehidupan. Akzi. Banda Aceh. 1995 The Breastfeeding Book: Everything You Need to Know About Nursing Your Child From Birth Through Weaning, Sears, R.N., Martha dan William Sears, M.D., Parenting Libary, 2000.