Anda di halaman 1dari 7

TUGAS MAKALAH FIQH

Disusun Oleh:
Devi Oktaviani Rizky Hurryah Vera Siti Khumairoh Utami Kelas : X-Agama

Madrasah Aliyah Negeri 11 Jakarta 2012

IBADAH HAJI DAN UMRAH A. Kewajiban haji dan umrah


Ibadah haji dan umrah resmi menjadi kewajiban umat islam sejak tahun ke 6 Hijriah . Menjadi wajib setelah turunnya ayat dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah (QS.Al-Baqarah: 198) . Kata haji berasal dari bahasa arab yang berarti menyengaja , menuju tempat ,mengunjunginya secara berulang-ulang . Umrah juga mempunyai arti mengunjungi atau menuju suatu tempat. Menurut istilah syara haji dan umrah berarti menyengaja mengunjungi kabah dengan niat untuk beribadah pada waktu tertentu dengan syarat-syarat tertentu dan cara tertentu untuk mengerjakan ibadah yang terdiri dari thawaf ,sai ,wukuf di Arafah atau mabid di Mina. Butuh banyak persiapan untuk melaksanakan ibadah haji antara lain ,fisik yang sehat dan kuat ,maknawiyah atau ruhani ,yang jernih jauh dari penyakit-penyakit hati ,serta tentunyakesiapan harta yang tidak sedikit . Allah berfirman

Artinya : Dan karena Allah ,diwajibkan atas manusia melakukan ibadah haji ke Baitullah ,bagi yang mampu melaksanakan nya (QS.Ali-Imran:97)

B. Macam-macam haji 1. Haji tamatuk Yaitu mengerjakan umrah lebih dahulu ,baru mengerjakan haji .Cara ini wajib membayar dam nusuk (denda kurban) sesuai ketentuan .Pelaksanaan haji

dengan cara ini dianjurkan bagi semua jamaah haji . Cara tamatuk ialah dengan ihram buat umrah saja dari miqat ,dan mengucapkan waktu talbiyah Labbaika bi Umrah . 2. Haji ifrad Yaitu mengerjakan haji saja atau ibadah haji yang dilaksanakan sebelum ibadah umrah .cara ini tidak wajib membayar dam .Cara haji ifrad ini dapat dipilih jamaah haji yang masa wukufnya sudah dekat (kurang lebih 5 hari). Cara ini ihram hanya untuk haji saja dan dilakukan dari miqat dan mengucapkan sewaktu talbiyah Labbaika bi Haji . 3. Haji qiran Yaitu mengerjakan haji dan umrah didalam satu niat dan satu pekerjaan sekaligus .Cara ini wajib membayar dam nusuk (sesuai ketentuan manasik) .Cara ini dipilih jamaah haji yang masa tinggalnya di mekkah sangat terbatas. Atau dangan kata lain qiran adalah merangkap ibadah haji dan ibadah umrah dari miqat dan mengucapkan waktu talbiyah Labbaika Bihajjin wa Umrah .

C. Tata urutan pelaksanaan haji dan umrah


1. Ihram denan niat haji dan berangkat menuju Arafah pada hari Tarwiyah (8 Dzulhijah) 2. Saat di Arafah (8 Dzulhijah) memperbanyak bacaan talbiyah dan berdoa 3. Dihari Arafah (9 Dzulhijah) jamaah haji tinggal di Arafah untuk mendengarkan khutbah wukuf 4. Setelah matahari terbenam (9 Dzulhijah) jamaah hajo mulai meninggalkan Arafah menuju Muzdalifah dengan tenang dan khusyuk 5. Sebelum matahari terbit pada hari kesepuluh bulan Dzulhijah jamaah haji berangkat menuju Mina 6. Setelah sampai di Mina (pada pagi hari Idul Adha) jamaah haji diwajibkan melakukan jumrah aqabah ,menyembelih kurban (bagi haji yang tamatuk dan qiran), memotong rambut, dan menuju mekkah lalu thawaf (thawaf ifadah) kemudian melakukan sai bagi yang haji tamatuk . 7. Kemudian jamaah haji kembali lagi ke Mina dan bermalam di Mina pada malam ke sebelas dan dua belas Dzulhijah dan melontar tiga jumrah setiap harinya setelah tergelincir matahari

8. Bagi jamaah haji yang akan meninggalkan Mekkah diwajibkan thawaf wada (thawaf pamitan) dilakukan setelah semua rangkaian haji selasai

D. Larangan dalam ibadah haji


a. Laki-laki dilarang berpakaian yang barjahit b. Laki-laki dilarang menutup kepala c. Perempuan dilarang menutup muka dan telapak tangan d. Laki-laki dan perempuan dilarang memakai harum-haruman selama dalam ihram e. Laki-laki dan perempuan dilarang menghilangkan rambut atau bulu badan yang lain, juga memakai minyak rambut f. Laki-laki dan perempuan dilarang memotong kuku sebelum tahalul

pertama(dikiaskan dengan memotong rambut) . menghilangkan 3 helai rambut atau kuku wajib membayar fidyah g. Laki-laki dan perempuan dilarang meminang ,menikah, menikahkan, dan menjadi wali dalam pernikahan h. Laki-laki dan perempuan dilarang bersetubuh i. Laki-laki dan perempuan dilarang berburu dan membunuh binatang darat yang liar dan halal dimakan

E. Syarat wajib haji, Syarat sah haji, Rukun haji ,Wajib haji, dan Sunah haji
Syarat wajib haji adalah hal-hal yang apabila telah terpenuhi menyebabkan orang yang bersangkutan wajib menunaikan ibadah haji. Syarat sah haji adalah hal-hal yang harus dipenuhi oleh orang yang menunaikan haji jika salah satu syarat sah haji tidak terpenuhi maka hajinya tidak sah .Rukun haji adalah hal-hal pokok yang harus dilaksanakan dalam ibadah haji, jika ditinggalkan salah satu saja hajinya batal. Wajib haji adalah sesuatu yang perlu dikerjakan ,tetapi sah nya haji tidak tergantuh atasnya dan boleh diganti dengan menyembelih binatang. Sunah haji adalah perbuatanperbuatan yang dianjurkan dilaksanakan oleh orang yang beribadah haji. 1. Syarat wajib haji a. Baragama islam b. Baligh/dewasa c. Berakal sehat d. Merdeka

e. Istitaah atau mampu 2. Syarat sah haji a. Dilaksanakan sesuai batas-batas waktunya b. Pelaksanaan urutan rukun haji tidak dibolak-balik c. Dipenuhi syarat-syaratnya, misalnya syarat thawaf dan sai d. Dilaksanakan pada tempat yang telah ditentukan 3. Rukun haji a. Ihram (berniat mulai mengerjakan ibadah haji atau ibadah umrah , atau meniatkan keduanya sekaligus) b. Wukuf (diam) di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijah, mulai matahari tergelincir sehabis dzuhur sampai terbit fajar tanggal 10 Dzulhijah c. Thawaf (mengelilingi Kabah sebanyak tujuh kali) thawaf rukun ini dinamakan thawaf ifadah. Firman Allah SWT:

Artinya:dan hendaklah mereka lakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (baitullah). (QS. Al Hajj:29) Macam-macam thawaf : 1. Thawaf ifadah (thawaf rukun haji) 2. Thawaf qudum (thawaf ketika baru saja datang di tanah suci) 3. Thawaf sunah (thawaf yang dapat dilakukan kapan saja) 4. Thawaf wada (thawaf selamat tinggal/meninggalkan tanah suci) 5. Thawaf tahalul (penghalalan barang yang haram karena ihram) 6. Thawaf nazar (thawaf yang dinazarkan) d. Sai (berlari-lari kecil diantara dua bukit Shafa dan Marwa dan sebaliknya) Syarat-syarat sai : 1. Dimulai dari bukit Shafa dan diakhiri di bukit Marwa 2. Bercukur atau memotong sebagian rambut kepala (tahalul) 3. Tertib dan urut 4. Wajib haji a. Ihram dari miqat zamani maupun miqat makani b. Hadir di Muzdaifah setelah kembali dari Arafah

c. Melontar jumrah aqabah pada hari raya haji, tanggal 11, 12, 13 bulan haji. Tiap-tiap jumrah dilontar dengan 7 batu kecil d. Bermalam di Mina e. Melontar tiga jumrah pada hari tasyrik setelah tergelincir matahari ke arah barat 5. Sunah haji a. Ifrad yaitu mendahulukan haji, kemudian umrah b. Membaca talbiyah c. Berdoa sesudah membaca talbiyah d. Membaca doa(zikir) sewaktu melaksanakan thawaf e. Shalat dua rakaat sesudah thawaf f. Masuk Kabah

Artinya:Barang siapa yang masuk ke Kabah (rumah suci) ia telah masuk kedalam kebaikan serta keluar mendapat ampunan. (HR. Al-Baihaqi)

F. Umrah
Umrah barasal dari kata itimar yang berarti ziarah atau berkunjung. Sedang yang dimaksud dengan nya disini adalah menziarahi Kabah, thawaf sekelilingnya ,sai antara Shafa dan Marwa dan bercukur atau bergunting rambut. Firman Allah :

Artinya: Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah...(QS.Al Baqarah: 196) Nabi SAW bersabda :

Artinya:Umrah

pada

bulan

ramadhan

sama

nilainya

dengan

satu

kali

haji.(HR.Ahmad dan Ibnu Majah) Dan diterima dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi SAW bersabda :

Artinya: Umrah kepada umrah menghapus dosa yang terdapat diantara keduanya .sadang haji yang mabrur tak ada ganjaran nya, kecuali surga.(HR. Ahmad, Bukhari, Muslim)

Syarat ,rukun dan wajib umrah sama dengan syarat, rukun dan wajib haji. Demikian juga tentang larangan-larangannya. Hanya pada umrah tidak ada pelaksanaan wuquf di Arafah ,tidak ada mabit di Muzdalifahdan tidak ada lontar jumrah.