Anda di halaman 1dari 3

Nama NIM Jurusan Mata Kuliah Kode MK

: Selfa Septiani Aulia : 10610009 : Perencanaan Wilayah dan Kotas : Pengantar Ekonomi : PL31211

Pengertian dan Prinsip-Prinsip Ilmu Ekonomi

Pengertian Ilmu Ekonomi Menurut Sukirno, ilmu ekonomi adalah menganalisis biaya dan keuntungan dan memperbaiki corak penggunaaan sumber-sumber daya.Yang dimaksud dengan konsumsi adalah menghabiskan kegunaan suatu barang. Jadi,ilmu ekonomi meliputi penjualan untuk memperoleh keuntungan serta konsumsi atau pengunaan-penggunaannya. Menurut Mankiw,ilmu ekonomi dapat diartikan sebagai studi bagaimana masyarakat mengelola sumber daya-sumber daya yang selalu terbatas atau langka. Jadi,untuk mememenuhi kebutuhannya,manusia harus melakukan pengorbanan untuk mendapatkan kebutuhan-kebutuhan yang langka dan terbatas.

Prinsip-Prinsip Ilmu Ekonomi Empat Prinsip yang Melandasi Keputusan Tingkat Individu 1. Setiap individu (harus) selalu melakukan trade off. Trade off yaitu Pengurangan suatu konsumsi/produksi untuk menambah suatu konsumsi/produksi yang lain.Contohnya,jika kita ingin menambah konsumsi barang A,maka kita harus mengurangi konsumsi barang B. 2. Biaya adalah apa yang dikorbankan untuk mendapatkan sesuatu. Maksudnya adalah megidentifikasi pengeluaran / pegorbanan harus dilakukan sejelas mungkin sehingga bisa diterima sehubungan dengan dengan pengeluaran atau pengorbanan tersebut.Contohnya seorang pebisnis memutuskan untuk mengikuti kuliah untuk mendapatkan gelar sarjana.Waktu yang dihabiskan selama mengikuti kuliah apabila dikonversikan akan sama dengan keuntungan yang diperoleh seandainya ia melakukan aktivitas bisnis.Itulah pengorbanannya berupa biaya kesempatan.

3. Orang rasional berpikir secara bertahap. Salah satu pengajaran ekonomi yang cukup penting adalah ajakan untuk bersikap rasional,baik dalam hal konsumsi maupun produksi ,yang didasarkan pada cara berpikirnya.Misal dalam hal produksi,jika seorang produsen ingin menaikkan keuntungan,maka ia harus meningkatkan daya produksi dan keuangan.Dalam hal konsumsi,seorang konsumen ingin meningkatkan konsumsi barang A,tanpa mau mengurangi konsumsi barang B.Maka seorang konsumen tersebut harus membatasi anggaran yang dimiliki atau meningkatkan konsumsinya bila ia memperbesar anggarannya. 4. Kita ( pelaku ekonomi ) bereaksi terhadap insentif. Pada kenyataannya yang selalu menjadi patokan pelaku ekonomi dalam memenuhi kebutuhannya adalah membandingkan antara besarnya biaya yang dikeluarkan dan manfaat yang didapatkan.Misalnya,seorang pekerja yang hanya akan bekerja pada pemberi kerja dan memberikan manfaat baginya.Begitupun sebaliknya,seorang pemberi kerja akan mendapatkan manfaat dari memperkerjakan seseorang tersebut. Tiga Prinsip untuk Interaksi 1. Perdagangan dapat ( harus ) menguntungkan semua pihak. Maksudnya semua pihak yang melakukan perdagangan harus untung dan tidak boleh ada yang dirugikan ( mutualisme ). Misal,pedagang indonesia menjual komoditi X pada pedagang B di negara Malaysia dengan nharga yang lebih mahal,sebaliknya pedagang Malaysia mau membeli komoditi X dari Indonesia karena komoditi X tersebut di Malaysia mahal. 2. Pasar secara umum adalah wahana yang baik untuk mengorganisasikan kegiatan ekonomi. Pasar secara tak lansung disebut penentu harga komoditi karena fluktuasinya bukan ditentukan oleh intervensi pemerintah atau karena kebijakan segelintir organisasi ekonomi.Tetapi ditentukan oleh kekuatan jual / penawaran dan beli / permintaan (berdasarkan mekanisme pasar). 3. Pemerintah ada kalanya dapat memperbaiki hasil dari mekanisme pasar. Dalam hal ini pemerintah dapat campur tangan dalam memperbaiki hasil mekanisme pasar.Misalnya,Ketika jumlah panen begitu meningkat,maka petani sangat berharap harga jual relatif stabil agar keuntungannya relatif besar.Namun,sesuai mekanisme pasar bila yang ditawarkan banyak,maka harga akan turun.Untuk mengatasi merosotnya harga,pemerintah menetapkan kebijakan berupa penentuan harga minimum atau pemerintah membeli kelebihan dari hasil panen tersebut sehingga jumlah penawaran di pasar relatif stabil. Tiga Prinsip Cara Bekerja Perekonomian Makro ( Agretatif ) 1. Standar hidup suatu negara tergantung pada kemampuannya memproduksi barang dan jasa.

Kemampuan memproduksi barang dan jasa tidak semata karena berlimpahnya sumber daya alam,tetapi juga ditentukan oleh sumber daya manusianya.Seperti negara Singapura,Jepang dan negara-negara di eropa misalnya.Walaupun sumber daya alam mereka lemah,tetapi SDM mereka kuat sehingga mereka bisa menjadi negara yang maju. 2. Harga secara umum meningkat bila pemerintah mencetak uang terlalu banyak. Uang adalah alat transaksi yang paling berpengaruh dalam perekonomian.Selama kegiatan transaksi tersebut dapat mengimbangi banyaknya jumlah uang,maka perekonomian akan berjalan stabil.Akan tetapi,jika kemampuan produksi lebih lambat dari pada bertambahnya jumlah uang yang diedarkan,maka permintaan akan relatif tinggi sehingga mendorong naiknya harga secara umum. 3. Masyarakat menghadapi trade off jangka pendek antara inflasi dan pengangguran. Manakala tingkat inflasi berada pada tingkat diatas kemampuan produksi,maka untuk mengimbanginya tingkat pengangguran akan semakin menurun.