Anda di halaman 1dari 30

1.

PRINSIP DAN MOTIF EKONOMI 1) Prnsip ekonomi Prinsip ekonomi adalah dasar untuk bertindak dengan pengorbanan tertentu guna memperoleh hasil sebesar-besarnya atau dengan pengorbanan sekecil-kecilnya untuk mendapatkan hasil tertentu. Contoh penerapan prinsip ekonomi: a. b. Dalam tindakan ekonomi: ibu ati akan membeli sayur mayor Dalam tindakan sehari-hari (bukan tindakan ekonomi): Ari Manfaat prinsip ekonomi adalah: a. Memperoleh hasil sebesar-besarnya dalam tingkat tertentu b. Memperkecil kerugian yang diderita dalam tingkat tertentu Tujuan penggunaan prinsip ekonomi: a. Memperoleh keuntungan semaksimal mungkin b. Menggunakan kemampuan dan modal yang dimiliki c. Memperkecil resiko keuangan yang akan muncul d. Mengurangi konsumsi yang bersifat pemborosan 2) Motif ekonomi Motif ekonomi adalah keinginan yang menjadi pendorong manusia melakukan kegiatan ekonomi. Macam-macam motif ekonomi: a. Motif ekonomi untuk memenuhi kebutuhan atau kemakmuran, contoh: Bu Nimuk bekerja keras agar semua kebutuhan hidupnya bisa tercukupi. b. Motif ekonomi untuk mencari keuntungan atau laba, contoh: Pak Amat adalah pedagang sayuran. Ia melayani para pembelinya dengan ramah agar dagangannya cepat habis dan mendapatkan keuntungan. c. Motif ekonomi untuk memperoleh kekuasaan atau kewibawaan. Contoh: Pak Udin adalah seorang tuan tanah yang kaya raya, namun ia tetap di pasar, ia akan terlebih dahulu menawar harganya. pergi ke sekolah memilih jalan memintas karena lebih dekat.

giat bekerja dala mengelola tanahnya sehingga dapat menguasai tanah-tanah di seda tersebut. d. Motif ekonomi untuk mendapatkan penghargaan dari masyarakat. Contoh: Pak Bedu adalah seorang dokter, ia lebih suka mengendarai mobil daripada naik sepeda motor, padahal rumahnya dekat dengan puskesmas, karena agar Pak Bedu lebih dihargai dan dihormati oleh masyarakat. e. Motif ekonomi untuk memperoleh kedudukan atau jabatan. Contoh: Pak Andi ingin menjadi lurah. Ia memberikan sembako kepada masyarakat dengan tujuan agar ia mendapat dukungan dari masyarakat. f. Motif ekonomi untuk menolong sesame atau social. Contoh: Pak Athaya adalah seorang pengusaha yang sukses, ia selalu menyisihkan sebagian keuntungannya untuk menyantuni anak-anak yang kurang mampu. g. Motif ekonomi untuk menjamin masa depan. Contoh: Bu Ari adalah seorang guru, setiap bulan ia menyisihkan gajinya untuk di tabung untuk masa depan yang lebih baik. Perbedaan motif ekonomi dan motif non ekonomi adalah: tindakan yang didorong oleh suatu keinginan adalah tindakan ekonomi, motif yang mendorongnya adalah motif ekonomi. Tindakan yang tidak didorong oleh suatu keinginan berarti bukan tindakan ekonomi, yang mendorongnya adalah motif non ekonomi. Contoh motif ekonomi: Pak Ari adalah seorang salesman. Ia rajin berkeliling menawarkan dagangannya agar penghasilannya meningkat. Contoh motif non ekonomi: Ari berulang tahun. Ari mentraktir semua teman di kelasnya makan kue di warung. 2. KEGIATAN POKOK EKONOMI 1) Produksi Pengertian produksi, yaitu: segala sesuatu usaha atau kegiatan manusia untuk membuat, menghasilkan dan meningkatkan kegunaan suatu barang dan jasa, sehingga kebutuhan manusia dapat terpenuhi. Kegiatan produksi terbagi atas dua kegiatan, yaitu: a. b. Kegiatan membuat atau menghasilkan barang atau jasa baru Kegiatan menambah atau meningkatkan mutu guna barang atau jasa

Jenis-jenis nilai guna yang dihasilkan oleh kegiatan produksi: a. Guna bentuk (form utility), merupakan tambahan guna yang ditempuh dengan cara merubah bentuk barang menjadi bermanfaat atau memiliki nilai guna yang lebih tinggi. Contoh: kayu diubah menjadi kursi. b. Guna waktu (time utility), merupakan tambahan guna yang diperoleh dengan cara mengubah waktu pemakaiannya. Contohnya: jas hujan berguna di saat hujan. c. Guna tempat (place utility), merupakan tambahan nilai guna yang diperoleh dengan cara mengubah tempatnya, sehingga memiliki kegunaan yang lebih tinggi. Contoh: sayuran diangkut dari kebun ke pasar. d. Guna jasa (service utility), merupakan tambahan guna yang diperoleh dengan cara mengubah jasanya. Contoh: radio akan berguna saat ada jasa siaran, mobil akan berguna di saat ada supirnya. e. Guna kepemilikan (ownership utility), merupakan tambahan guna yang diperoleh dengan cara mgubah status kepemilikan barang dengan tepat, sehingga menjadi barang yang berguna. Contoh: cangkul akan berguna apabila di miliki oleh petani. f. Guna dasar (element utility), merupakan tambahan guna yang diperoleh dengan cara mengubah suatu barang menjadi barang dasar. Contoh: nasi berguna karma mengandung zat hidrat, jeruk berguna karma mengandung vitamin C. Dilihat dari prosesnya, produksi dapat dilakukan dengan 2 cara: a. b. Langsung, adalah proses menghasilkan barang dengan menggunakan Kegiatan produksi bertingkat, adalah proses menghasilkan barang Tujuan produksi: a. b. c. d. Menghasilkan barang dan jasa Mengganti barang yang rusak Memenuhi kebutuhan pasar Mendapatkan keuntungan factor produksi dan tenaga kerja dengan menggunakan berbagai factor produksi

e. a.

Meningkatkan kemakmuran Produksi bardasarkan jenis barang yang diproduksi Produksi barang, merupakan kegiatan untuk menciptakan dana

meningkatkan kegunaan dengan cara mgubah sifat dan bentuk barang. Contoh: kue, pakaian. b. Produksi jasa, merupakan kegiatan untuk menciptakan dan menambah Jenis produksi berdasarkan proses produksinya : a. Produksi langsung adalah kegiatan produksi yang hanya menggunakan dua faktor produksi asli, yaitu faktor produksi alam dan factor produksi tenaga kerja. Contoh petani menanam jagung di lading. b. Produksi tidak langsung adalah kegiatan produksi yang disamping menggunakan faktor produksi asli, juga menggunakan factor produksi turunan, yaitu modal dan pengusaha. Contoh: pabrik rokok membuat rokok dengan bantuan dari pengusaha yang memilki jiwa kewirausahaan. Jenis produksi berdasarkan bidang produksinya : a. minyak. b. c. d. e. Bidang produksi agraris adalah bidang produksi yang mengolah dan Bidang produksi perdagangan adalah bidang produksi yang bergerak Bidang produksi jasa adalah bidang produksi yang menghasilkan Bidang industri adalah produksi barang yang dalam kegiatannya memelihara tanah tumbuhan dan hewan. Contoh: pertanian. dalam usaha membeli barang untuk dijual kembali. Contoh: toko, warung. suatu pelayanan atau jasa tertentu. Contoh: perbankan, asuransi. mengolah barang mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Contoh: industri keramik. 2) Distribusi Distribusi adalah menyalurkan barang dan jasa dari produsen kepada konsumen sehingga barang tersebut dapat meningkat faedah atau kegunaannya. Bidang produksi ekstraktif adalah bidang produksi yang dalam kegiatan produksinya langsung memungut dari alam. Contoh: pertambangan kegunaaan barang tanpa mengubah sifat dan bentuknya. Contoh: jasa dokter

Tujuan distribusi: a. b. c. dibutuhkan d. barang e. saluran distribusi: a. Sifat barang b. Daya penyebaran barang c. Alternative biaya d. Modal e. Tingkat keuntungan Bentuk saluran distribusi, di bagi atas: a. Saluran distribusi pendek, disebut juga distribusi langsung. Artrnya produsen langsung menyalurkan atau menjual barangnya kepada konsumen tanpa melalui perantara. b. Saluran distribusi panjang, disebut juga distribusi tidak langsung, dengan menggunakan perantara, seperti: agen, makelar, komisioner, pedagang besar, pedagang eceran atau retailer, eksportir dan importer. 3) Konsumsi Konsumsi adalah kegiatan menghabiskan atau menggunakan kegunaan suatu barang ataupun jasa. Konsumsi dalam arti sempit adalah: kegiatan pemanfaatan atau penggunaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan. Konsumsi dalam arti luas, adalah: kegiatan pemanfaatan atau menggunakan kegunaan barang untuk memenuhi kebutuhan sehingga kegunaan barang tersebut berangsur-angsur atau sekaligus habis. Membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Beberapa factor yang perlu dipertimbangkan oleh produsen dalam memilih Membantu meningkatkan faedah dan kegunaan Membantu menyalurkan barang dan jasa dari Membantu produsen meningkatkan hasil produksi Membantu konsumen memperoleh barang yang produsen ke konsumen dari produsen ke konsumen

Tujuan konsumsi, yaitu: berusaha untuk mencapai kepuasan yang maksimal dengan menggunakan dana yang tersedia. Pola konsumsi, yaitu: susunan tingkat kebutuhan terhadap barang dan jasa yang menjadi beneka ragam. Factor-faktor yang mempengaruhi pola konsumsi seseorang, yaitu; gaya hidup, jenis pekerjaan, usia, jumlah anggota keluarga, jenis kelamin dan harga barang atau jasa. Motif ekonomi, yaitu: keinginan yang mendorong manusia untuk melakukan kegiatan konsumsi. Macam-macam motif ekonomi: a. b. c. d. Untuk mendapatkan keuntungan Ingin mendapatkan pengakuan Ingin menolong orang lain Ingin menaikkan kedudukan Factor yang mempengaruhi konsumsi: a. Factor intern: motivasi, sikap hidup, dan pendapatan b. Factor ekstern: keluarga, kebudayaan, kelas social, lingkungan dan harga barang. 3. PERUSAHAAN DAN BADAN USAHA Perusahaan adalah tempat di mana sumber daya yang tersedia digunakan untuk menghasilkan barang atau jasa. Jenis perusahaan menurut lapangan usaha: Ekstraktif. Kegiatan ekstraktif adalah kegiatan produksi dengan cara pengambilan atau pengumpulan hasil alam. Misalnya; pengilangan minyak, penambangan batubara dan lainnya. Agraris. Kegiatan agraris adalah aktivitas produksi yang menggunakan daya dukung tanah sebagai factor produksi utama. Misalnya; kegiatan pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan. Industri. Kegiatan industri adalah kegiatan mengolah suatu barang menjadi barang lain yang lebih sempurna atau lebih berguna. Misalnya: pemintalan benang dengan menggunakan kapas, pembuatan pakaian dengan bahan kain, dan lainnya.

Perdagangan. Perdagangan adalah kegiatan membeli barang dan kemudian menjualnya kembali tanpa mengolah barang tersebut. Misalnya kegiatan yang dilakukan oleh agen, distributor, atau pedagang. Yang menimbulakan pasar-pasar, toko-toko dan tempat jual beli barang lainnya. Jasa. Bidang kegiatan jasa adalah kegiatan produksi yang hasinya bukan berupa barang, melainkan jasa. Misalnya kegiatan guru mengajar di kelas, dokter memerikasa pasien, dan lainnya. 4. PASAR Pasar adalah proses terjadinya hubungan timbal balik antara penjual dan pembeli untuk mencapai kesepakatan harga dan jumlah suatu barang atau jasa yang diperjual belikan. Macam-macam pasar: a. Macam pasar menurut jenis barang 1) 2) Pasar barang konsumsi. Yaitu pasar yang memperjual belikan barangPasar barang produksi. Yaitu pasar yang memperdagangkan factor-faktor barang konsumsi, seperti perlengkapan mandi, sayur-sayuran. produksi, seperti mesin-mesin produksi, alat-alat pertanian. b. Macam pasar menurut luas jaringan distribusi 1) Pasar setempat. Pasar ini hanya digunakan oleh anggota masyarakat yang meliputi suatu daerah kecil tertentu. 2) Pasar daerah. Pasar ini meliputi daerah-daerah tertentu, misalnya pasar di kotakota kabupaten. Misalnya, pasar bringharjo di Jogyakarta. 3) Pasar nasional. Pasar ini meliputi wilayah suatu Negara tertentu. Misalnya pasar uang, dan pasar modal. 4) Pasar internasional. Pasar ini memperdagangkan barang-barang yang penjual dan pembelinya meliputi seluruh dunia. Misalnya, pasar tembakau di Bremen (Jerman) c. Macam pasar menurut waktu bertemunya penjual dan pembeli 1) Pasar harian. Pasar ini berlangsung setiap hari sehingga penjual dan pembeli dapat bertemu setiap hari. 2) Pasar mingguan. Pasar ini berlangsung seminggu atau sepekan, sehingga ada yang menyebutnya pasar sepekan. 3) Pasar bulanan. Pasar ini berlangsung selama sebulan sekali.

4) Pasar tahunan. Pasar ini berlangsung setahun sekali. Pasar ini ada yang bersifat nasional bahkan internasional. Misalnya: Pekan Raya Jakarta (Jakarta Fair) yang diselenggarakan setiap ulang tahun Jakarta. d. Macam pasar berdasarkan wujudnya: 1) Pasar konkret. Disebut juga pasar nyata, merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli. 2) Pasar abstrak. Yang mana untuk melakukan transaksi jual beli, penjual dan pembeli bisa saja tidak bertemu fisik, melainkan hanya berkomunikasi lewat surat, telepon dan juga telegram/ facsimile/ internet. Contoh: pasar uang, bursa komoditi, bursa valuta asing, pasar modal dan bursa tenaga kerja. e. Macam pasar menurut organisasinya: 1) Pasar persaingan sempurna. Banyak terdapat penjual dan pembeli, barang yang diperjual belikan sejenis. Contoh: pasar hasil pertanian, seperti beras. Cirri-cirinya: penjual dan pembeli banyak, barang yang diperjual belikan bersifat homogen, penjual dan pembeli bebas keluar masuk pasar tanpa hambatan, pengetahuan penjual dan pembeli tentang pasar sempurna. 2) Pasar persaingan tidak sempurna. Yaitu pasar yang dikuasai oleh satu atau beberapa penjual, dimana jumlah penjual lebih sedikit dari jumlah pembeli. Cirricirinya: jumlah penjual sedikit, barang yang diperjual belikan bersifat heterogen, terdapat hambatan untuk memasuki pasar, pengetahuan pembeli tentang pasar terbatas. 3) .Macam pasar persaingan tidak sempurna: Pasar monopoli.. Hanya ada satu penjual (penjual tunggal), tidak ada penjual lain yang menjual barang yang dapat mengganti secara sempurna barang yang dijual oleh penjual tunggal, conhoh: pasar untuk perusahaan Negara sepert PLN, Perumka dan Telkom. Pasar persaingan monopolistis Terdapat banyak penjual macam barang tertentu, yang mana barang setiap penjual berbeda namun dapat saling menggantikan. Penjual bisa mengatur harga sampai pada batas tertentu Pasar oligopoly. Pasar yang hanya terdapat beberapa penjual untuk suatu barang tertentu, sehingga kegiatan dari penjual yang datu bisa mempengaruhi

pemasaran barang penjual lainnya. Contoh: perusahaan penjual motor, perusahaan rokok. Pasar monopsoni, yaitu; pasar yang terdapa satu pembeli atas barang tertentusehingga pembeli dapat menguasai pasar dan dapat menekan harga barang serendah mungkin. Pasar persaingan monopolistic, yaitu pasar yang didalamnya terdapat persaingan antara penjual yang melakukan monopoli. Banyak pedagang yang menjual satu macam barang saja. Pasar duopsoni. Yaitu pasar yang di dalamnya terdapat dua pihak pembeli dan banyak penjual. Pasar oligopsoni. Yaitu pasar yang didalamnya terdapat banyak penjual dan sedikit pembeli. Peranan pasar adalah: a. b. Bagi konsumen, pasar memberikan kemudahan untuk memperoleh barang Bagi produsen, pasar memberikan kemudahan untuk memperoleh bahandan jasa yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhannya. bahan yang diperlukan dalam proses produksi serta memberikan kemudahan untuk menjual barang dan jasa hasil produksi. c. Bagi pemerintah, pasar juga memberikan kemudahan untuk memperoleh Fungsi pasar adalah: a. Fungsi distribusi. Pasar berperan memperlancar penyaluran barang dan jasa dari produsen ke konsumen. b. Fungsi pembentukan harga. Pasar berperan mewujudkan kesepakatan harga antara penjual dan pembeli. c. Fungsi promosi. Pasar berperan membangkitkan minat konsumen untuk membeli barang atau jasa tertentu. 5. PEMBENTUKAN HARGA PASAR 1) Permintaan barang dan jasa dan menjual barang dan jasa yang diperlukan oleh pemerintah.

Permintaan adalah kesediaan pembeli untuk membeli berbagai jumlah barang dan jasa pada berbagai tingkat harga dalam waktu tertentu. Factor penentu permintaan: a. b. c. d. e. f. Selera Pendapatan konsumen Harga barang/ jasa pengganti Harga barang/ jasa pelengkap Perkiraan harga di masa datang Intensitas kebutuhan konsumen Hukum permintaan, yaitu: apabila harga barang naik, jumlah barang yang diminta turun dan apabila harga barang turun, jumlah barang yang diminta naik. Elastisitas permintaan: kepekaan jumlah barang yang diminta terhadap perubahan harga. Kurva permintaan: bergerak miring dari kiri atas ke kanan bawah, artinya apabila harga naik maka jumlah barang yang di minta turun, apabila harga turun maka jumlah barang yang di minta naik. Macam permintaan: a. Permintaan menurut daya beli 1. Permintaan efektif: permintaan yang didukung dengan daya beli, artinya konsumen memang memiliki uang untuk membeli berbagai tingkat harga yang berlaku. 2. Permintaan potensial. Permintaan yang tidak didukung dengan daya beli. Artinya masyarakat memang membutuhkan barang dan jasa tertentu, tetapi tidak sanggup membelinya karena tidak memiliki cukup uang. b. Permintaan menurut jumlah subjek pendukung 1. 2. Permintaan individual: permintaan yang dilakukan oleh seorang pembeli. Permintaan pasar: permintaan yang dilakukan oleh konsumen secara keseluruhan di dalam pasar. 2) Penawaran barang dan jasa

Penawaran adalah kesediaan penjual untuk berbagai jumlah barang pada berbagai tingkat harga dalam waktu tertentu. Factor-faktor dalam harga yang dianggap tetap dalam penawaran: a. b. c. d. e. f. Teknik produksi Harga sumber daya (factor-faktor produksi) Harga barang-barang lain yang berkaitan Dugaan penjual terhadap harga di masa datang Jumlah penjual di pasar Kebijaksanaan pemerintah Kurva penawaran bergerak miring dari kiri bawah ke kanan atas artinya apabila harga turun maka jumlah barang yang ditawarkan turun. Sebaliknya, apabila harga naik maka jumlah barang yang ditawarkan juga naik. Hukum penawaran: apabila harga naik maka jumlah barang yang ditawarkan naik, apabila harga turun maka jumlah barang yang ditawarkan turun. Elastisitas penawaran adalah kepekaan perubahan jumlah barang yang ditawarkan terhadap perubahan harga. 3) Harga pasar Harga ialah nilai tukar suatu barang yang dinyatakan dengan uang. Sedangkan harga pasar ialah harga yang disepakati oleh pihak penjual dan pembeli. Harga keseimbangan terjadi saat ada keseimbangan antara jumlah barang yang ditawarkan dan jumlah barang yang diminta. Peranan harga pasar dalam perekonomian: a. b. permintaan c. d. 4) Mempengaruhi jenis dan jumlah factor produksi yang harus disediakan Membantu menentukan penawaran Terbentuknya harga keseimbangan Menunjukkan perubahankebutuhan masyarakat Menggerakkan pengusaha untuk bereaksi terhadap perubahan

Harga adalah : jumlah yang harus dibayarkan pembeli kepada penjual untuk memeroleh barang atau jasa. Harga pasar terbentuk melalui tawar menawar, tawar menawar itu akan dapat membentuk atau menetapkan harga jika terjadi kesepakatan antara calon pembeli dan calon penjual. Harga pasar = Harga keseimbangan = Equilibrium Price

5)

Membuat kurva permintaan, penawaran dan harga keseimbangan KURVA PERMINTAAN KURVA PENAWARAN

KURVA PENAWARAN

E KURVA KESEIMBANGAN

6. TRANSAKSI JUAL BELI

Menghitung harga pokok, harga jual, dan laba/ rugi dalam perdagangan Macam-macam potongan a. b. Perantara Komisioner : perantara yang melakukan pekerjaanmembeli/ menjual barang atas permintaan pedagang. Imbalan jasa : komisi atau propisi Makelar : perantara yang membantu komosioner mencari calon penjual atau pembeli Imbalan jasa : kurtase 1. Rumus perhitungan dan komisi dalam pembelian barang Komisi = .....% x {(harga beli potongan) + biaya} 2. Rumus perhitungan komisi dalam penjualan barang Komisi = .....% x (harga jual potongan) 3. Rumus perhitungan imbalan jasa makelar Komisi = .....% x (harga jual/ beli rabat) Harga pokok : semua pengeluaran untuk membeli barang HP = hargabeli + biaya Harga jual bersih = HP + laba yang diinginkan Harga jual kotor = harga jual bersih + rabat + biaya Potongan jumlah/ berat Tara : potongan berat pembungkus Tara ekstra : potongan berat pembungkus tambahan Rafaksi : potongan berat karena barang mudah rusak dan susut Potongan harga Rabat : potongan karena membeli dalam jumlah banyak Potongan tunai : potongan karena membayar secara kontan

Perhitungan imbalan jasa perantara

Laba = harga jual bersih harga pokok Rugi = harga pokok harga jual bersih

7. SISTEM PEREKONOMIAN DI INDONESIA DAN PELAKU-PELAKU EKONOMI DI INDONESIA Sistem ekonomi Indonesia memiliki acuan, yaitu: UUD 1945. System ekonomi yang diterapkan di Indonesia adalah system ekonomi Pancasila, yang di dalamnya terkandung dua unsure yaitu: asas demokrasi ekonomi dan asaz kekeluargaan. Demokrasi ekonomi berarti bahwa kegiatan ekonomi dilakukan dari, oleh dan untuk rakyat di bawah pengawasan pemerintah hasil pemilihan rakyat. Dalam pembangunan ekonomi masyarakat berperan aktif, sementara pemerintah berkewajiban memberikan arahan dan bimbingan serta menciptakan iklim yang sehat guna meningkatkan kesejahteraan rakyat. Ciri-ciri perekonomian Indonesia yaitu: a. b. c. d. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Sumber-sumber kekayaan dan keuangan negara digunakan dengan kekeluargaan (Pasal 33 UUD 1945) orang banyak dikuasai oleh negara (Pasal 33 UUD 1945) negara dan dipergunakan untuk kemakmuran rakyat (Pasal 33 UUD 1945) permufakatan lembaga-lembaga perwakilan rakyat, serta pengawasan terhadap kebijakannya ada pada lembaga-lembaga perwakilan rakyat pula (Pasal 23 UUD 1945) e. Warga Negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak (Pasal 27 UUD 1945)

f. g.

Hal milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan Potensi, inisiatif dan daya kreasi setiap warga Negara diperkembangkan

dengan kepentingan masyarakat. (Pasal 33 penjelasan UUD 1945) sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum. (Pasal 33 penjelasan UUD 1945) h. Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh Negara. (Pasal 34 UUD 1945)

Ciri-ciri negative yang perlu dihindari dari sistem ekonomi Indonesia : a. System Free Fight Liberalism, yaitu kebebasan dapat menimbulkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain. Sejarah menunjukkan bahwa eksploitasi terhadap manusia menempatkan Indonesia dalam posisi terlemah dalam perekonomian dunia. b. c. System Etatisme, yaitu keadaan dimana pemerintah bersifat dominan Monopoli, yaitu pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok Pelaku-pelaku utama kegiatan ekonomi di Indonesia, yaitu: Pemerintah (BUMN) BUMN adalah badan usaha yang didirikan oleh Negara dimana sebagian atau seluruh modalnya berasal dari Negara. Dalam perekonomian Indonesia BUMN memiliki 4 peran penting: a. b. c. d. Melaksanakan amanat Pasal 33 UUD 1945 Melayani dan memenuhi kebutuhan masyarakat dengan baik Mencegah timbulnya monopoli swasta Melakukan kegiatan-kegiatan ekonomi yang tidak diminati oleh pihak BUMN sebagai badan usaha memiliki kelebihan dan kekurangan, yaitu: a. Kelebihan BUMN Organisasi BUMN disususn secara mantap serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi sector-sektor ekonomi. tertentu yang merugikan masyarakat.

swasta dan koperasi

b.Kekurangan BUMN

Memiliki kekuatan hokum yang kuat Permodalan yang pasti yang di alokasikan dari dana pemerintah Mengutamakan pelayanan umum Organisasi sangat kaku dan sangat birokrasi Pengambilan kebijakan sangat lambat kerena di bawah komando atasan BUMN banyak yang rugi Swasta (BUMS).

BUMS adalah badan usaha yang didirikan dan dimodali oleh pihak swasta atau perorangan. Badan usaha swasta merupakan perusahaan padat modal dengan tujuan utama untuk memperoleh laba. Perusahaan swasta memiliki peranan yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia, yaitu: a. Membantu pemerintah dalam mengelola dan mengusahakan kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi b. Membantu pemerintah dalam meningkatkan pendapatan Negara c. Membantu pemerintah dalam usaha meningkatkan devisa non migas d. Mitra pemerintah dalam rangka mengelola SDA dan sumber daya lainnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi e. Menyediakan kesempatan kerja untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan Koperasi Koperasi merupakan badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hokum koperasi yang dijalankan berdasarkan asas kekeluargaan. Sebagai pelaku ekonomi, koperasi berperan sebagai konsumen, produsen maupun distributor, yang mengutamakan kepentingan anggotanya. Tujuan koperasi adalah menyejahterakan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Permodalan koperasi berasal dari anggota yang disetor secara berkala dalam bentuk simpanan, baik simpanan pokok maupun simpanan wajib. Manajemen koperasi dijalankan dan dikelola oleh pengurus koperasi yang dipilih dari anggota koperasi.

Jenis-jenis koperasi berdasarkan jenis usaha yang dijalankannya: 1) 2) Koperasi konsumsi, yaitu koperasi yang menyediakan kebutuhan Koperasi kredit/ simpan pinjam, yaitu: koperasi yang menghimpun hidup sehari-hari bagi anggotanya. dana dari anggotanya dan meminjamkannya kembali kepada anggota yang membutuhkannya. 3) 4) simpan pinjam. Masyarakat Luar Negeri Banyaknya kerjasama dalam bidang ekonomi antara Indonesia dengan Negara lain mengakibatkan besarnya peran masyarakat luar negeri sebagai pelaku ekonomi. Kerja sama yang terjalin dengan masyarakat luar negeri adalah: 1) Perdagangan. Indonesia mengekspor rotan ke Kanada dan mengimpor keju dari Belanda, kegiatan ekspor impor merupakan salah satu bentuk kerjasama perdagangan dengan masyarakat luar negeri. 2) Pertukaran tenaga kerja. Misalnya Indonesia mengirimkan tenaga kerjanya ke Malaysia, Taiwan dan sebaliknya Indonesia juga memperkerjakan tenaga dari luar. 3) Penanaman modal. Dalam mengelola suatu usaha, masyarakat suatu Negara bisa saja menjalankan usahanya di Negara lain dengan cara menanamkan modal. 4) Pemberian pinjaman. Bila suatu Negara mengalami masalah ekonomi, biasanya pinjaman luar negeri merupakan alternative penyelesaian yang sering diambil. 5) Pemberian bantuan. Bantuan sifatnya tidak harus dikembalikan, biasanya bantuan dapat berupa: apabila suatu nebaga mengalami musibah seperti bencana lain, maka bantuan kemanusiaan datang dari Negara luar. 8. PAJAK Koperasi produksi, yaitu: koperasi yang beranggotakan para Koperasi serba usaha, yaitu: koperasi yang menjalankan berbagai produsen, menyediakan bahan baku dan bersama-sama memasarkan hasil produksi. kegiatan usaha baik sebagai koperasi konsumsi, koperasi produksi maupun koperasi

Pajak adalah iuran wajib yang dibayar oleh wajib pajak berdasarkan norma-norma hokum untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran kolektif guna meningkatkan kesejahteraan umum yang balas jasanya tidak diterima secara langsung. Fungsi pajak adalah: 1) 2) Sebagai sumber pendapatan negara. Pajak menrupakan salah satu sumber Sebagai alat pemerataan ekonomi. Dilakukan dengan mengatur kegiatan penerimaan bagi kas negara. pembangunan secara merata keseluruh Indonesia. Sifat pembangunan diarahkan kepada proyek-protekpeningkatan kesejahteraan rakyat dan berbagai fasilitas umum. Seperti: pembangunan jalan raya, telephon umum. 3) 4) Sebagai pengatur kegiatan ekonomi. Dengan cara mengeluarkan kebijakan Sebagai alat stabilisasi perekonomian. Misalnya pemerintah melakukan Jenis-jenis pajak adalah: 1) Pajak berdasarkan pihak yang menanggung a. Pajak langsung, yaitu pajak yang pembayarannya harus di tanggung sendiri oleh wajib pajak dan tidak dapat dialihkan kepada pihak lain. Pajak langsung merupakan pajak yang dikenakan terhadap wajib pajak pribadi/ perorangan dan badan yang harus dibayar secara periodic berdasarkan surat ketetapan pajak. Contoh: Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). b. Pajak tidak langsung, yaitu: pajak yang pembayarannyadapat dialihkan kepada pihak lain. Yang merupakan pajak yang dikenakan terhadap setiap perbuatan atau peristiwa ekonomi dan dipungut tanpa surat ketetapan pajak. Contoh: Pajak Penjualan (PPn), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan Barang Mewah (PPn-BM), Bea Materai, dan cukai. 2) Pajak berdasarkan pihak yang memungut a. Pajak Negara, adalah pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat. Contoh: PPh, PBB, PPN, PPn, dan Bea materai. b. Pajak daerah, adalah pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah. Contoh: pajak reklame, pajak kendaraan bermotor, pajak tontonan dan pajak radio. perpajakan. kebijakan pajak yang rendah disaat perekonomian cendrung menurun.

3) Pajak berdasarkan sifatnya a. Pajak subjektif, adalah pajak yang memperhatikan kondisi/ keadaan wajib pajak. Erat dengan kemapuan membayar wajib pajak, contoh: PPh (Pajak Penghasilan). b. Pajak objektif, adalah pajak berdasarkan pada objeknya tanpa memperhatikan keadaan diri wajib pajak. Contoh: PBB, PPN, PPn-BM. 9. UANG. Uang adalah segala sesuatu yang umum diterima untuk mempermudah pelaksanaan tukar menukar dan alat pembayaran yang sah dalam berbagai transaksi. Fungsi dari uang adalah: 1) a. b. 2) a. b. Fungsi asli uang Uang sebagai alat penukar Uang sebagai satuan hitung Fungsi turunan uang Sebagai alat penimbun kekayaan. Dilakukan dengan menabung atau Sebagai alat pembayaran. Uang berfungsi sebagai alat pembayaran menyimpan uang yang dimiliki. apabila pembayaran uang tersebut tidak diikuti atau disertai penerimaan barang atau jasa dari pihak yang menerima pembayaran uang. c. Sebagai pemindah kekayaan. Dapat digunakan sebagai media dalam menggantikan bentuk kekayaan. Dengan adanya uang, maka suatu bentuk kekayaan dapat dijual dan selanjutnya uang hasil penjualan dibelikan barang/ bentuk kekayaan lain. d. Sebagai standar pembayaran masa depan. Kredit sebagai salah satu cara pembayaranya, uang digunakan sebagai astuan pembayaran hutang di masa depan. Selain itu uang dapat digunakan untuk menentukan besarnya hutang, piutang dan bunga (imbalan atas hutang). Nilai uang, yaitu:

1)

Nilai nominal, yaitu nilai yang dibutuhkan atau dicapkan

pada uang, baik uang kertas maupun uang logam. Misalnya, uang kertas senilai Rp1.000,-, angka 1.000 yang tertera pada uang tersebut adalah nilai nominal uang. 2) Nilai instrinsik, nilai bahan yang digunakan untuk membuat uang. Misalnya uang seribuan mempunyai nilai nominal 1.000, sedangkan nilai untuk membuat uang seribuan adalah Rp300, jadi nilai instrnsik uang seribuan adalan 300. 3) 4) Nilai riil atau nilai internal, yaitu: nilai uang yang diukur Nilai eksternal atau kurs, yaitu: nilai uang yang diukur dengan barang dan jasa yang dapat ditukar dengan uang tersebut. dengan mata uang negara lain. 10. LEMBAGA KEUANGAN BANK Istilah bank berasal dari bahasa Italia, yaitu banca(meja), yang merupakan alat yang digunakan untuk tukar menukar di pasar. Pengertian bank menurut UU No. 10 tahun 1988, bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak. Fungsi dari bank adalah: menghimpun kredit dan menyalurkan kredit. Bank juga berfungsi menghimpun dana masyarakat, dengan demikian melalui bank masyarakat dapat menyimpan kelebihan uangnya dengan memperoleh keuntungan berupa bunga. Tugas pokok bank umum, menurut pasal 6 UU No. 7 tahun 1992 dan UU No. 10 tahun 1998, yaitu: 1) Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan iu 2) Memberikan kredit 3) Menerbitkan surat pengakuan utang 4) Membeli, menjual atau menjamin atas resiko sendiri maupun untuk kepentingan dan atas perintah nasabah.

5) Memindahkan uang baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan nasabah 6) Menempatkan dana pada, menjamin dana dari, atau meminjampan dana pada bank lain 7) Menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan melakukan perhitungan dengan atau antar pihak ketiga 8) Menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga 9) Melakukan kegiatan penitipan untuk kepentingan pihak lain berdasarkan suatu kontrak 10) Melakuakan penempatan dana dari nasabah kepada nasabah lainnya dalam bentuk surat berharga yang tidak trcatatdi bursa efek 11) Membeli agunan (barang jaminan) melalui pelelangan baik baik semua maupun sebagian jika debitur tdak memenihi kewajibannya kepada bank. 12) Melakukan kegiatan anjak piutang, usaha kartu kredit, dan kegiatan wali amanat 13) Menyediakan pembiayaan bagi nasabah berdasarkan prinsip bank syariah sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh bank Indonesia 14) Melakukan kegiatan lain yang lezim dilakukan oleh bank sepanjang tidak bertentangan dengan Undang-Undang tentang perbankan dan semua peraturan perundang-undangan yang berlaku. 11. LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK Lembaga keuangan bukan bank adalah badan usaha yang melakukan kegiatan dalam bidang keuangan yang secara langsung atau tidak langsung menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali ke masyarakat. Lembaga keuangan bukan bank yaitu: 1) Asuransi Menurut Mehr dan Commak, asuransi adalah alat social untuk mengurangi risiko dan menggabungkan sejumlah unit-unit yang terbuka terhadap resiko sehingga kerugian-kerugian individual mereka secara kolektif dapat diramalkan dan kerugian itu ditanggung bersama.

Menurut Willet, asuransi adalah alat social untuk menghimpun dana dalam mengatasi kerugian modal yang tidak tentu dan dilaksanakan melalui pemindahan risiko dari banyak individu kepada seorang atau sekelompk orang. Menurut Kitab Undang-Undang Dagang, asuransi adalah perjanjian antara seorang penanggung yang mengikat diri kepada seorang tertanggung dengan menerima suatu premi dan memberi pergantian senilai yang diasuransikan kepada tertanggung karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan akibat peristiwa yang tidak tertentu. Asuransi melibatkan unsur-unsur berikut: a. b. Pihak tertanggung, yaitu pihak yang mengasuransikan dan Pihak penanggung, yaitu pihak yang menerima premi asuransi yang berkewajiban membayar premi akan menanggung atau memberi ganti rugi jika terjadi resiko Syarat-syarat resiko yang dapat diasuransikan: a) b) c) yang sama d) e) 2) Pegadaian Tujuan diadakannya pegadaian adalah untuk mencegah larinya masyarakat kepada lintah darat, yaitu orang yang meminjamkan uang dengan bunga tinggi. Dalam memberikan kreditnya, pegadaian tidak memperhatikan penggunaan uang tersebut. Jaminan kredit bisa berupa benda-benda bergerak dan tidak bergerak dan diserahkan untuk dikuasai oleh pemberi kredit tanpa akta notaris. Apabila peminjam terlambat melunasi pinjamannya maka ia diberi peringatan dan diberi kesempatan tiga minggu untuk melunasi pinjamannya. Jika ternyata tetap tidak dapat melunasi, barulah barang jaminannya dilelang. 3) Dana Pensiun Kerugiannya terjadi bersifat kebetulan Kerugiannya tertentu Kerugiannya cukup besar Kemungkinan kerugian dapat diperhitungkan Terdapat sejumlah besar unit yang terbuka terhadap risiko

Pensiun merupakan jaminan pegawai di hari tua dan hal itu diatur dalam UndangUndang No. 8 Tahun 1974 4) Perusahaan Sewa Guna (Leasing) Sewa guna adalah usaha yang bergerak di bidang pembiayaan barang-barang modal yang dibuuhkan oleh nasabah. Perusahaan sewa guna membiayai pembalian barang yang dibutuhkan oleh nasabah, kemudian menyewakan barang tersebut kepada nasabah, nasabah kemudian membayar uang sewa. Sewa guna sangat bermanfaat untuk pihak yang membutuhkan suatu aset tanpa harus membelinya. 12. PERDAGANGAN INTERNASIONAL Perdagangan luar negri timbul karenaadanya perbadaan harga barang diberbagai negara. Suatu negara memerlukan perdagangan internasional karena akan memberikan keuntungan konsumsi dan produksi. Ekspor adalah menjual barang ke luar negri. Orang atau badan yang menjual barang ke luar negri disebut eksportir. Ompor adalah kegiatan memasukkan atau mendatangkan barang dari luar negri ka dalam negri. Orang atau lembaga yang melakukan kegiatan impor disebut importer. Neraca perdagangan adalah daftar yang berisi perbandingan besarnya nilai ekspor dan nilai impor suatu negara dalam jangka waktu tertentu, biasanya satu tahun. Neraca pembayaran suatu negara adalah suatu dokumen yang sistematis tentang semua transaksi ekonomi antar orang-orang dan atau pemerintah suatu Negara dengan Negara lain selama periode tertentu, biasanya selama satu tahun. Tarif adalah pembebanan (custom duties) terhadap barang-barang yang melewati batas suatu negara. Kuota adalah pembatasan jumlah fisik terhadap barang yang diperdagangkan secara internasional. Kuota impor adalah pembatsan jumlah fisik yang masuk ke dalam negri dan kuota ekspor adalah pembatasan jumlah fisik barang-barang yang diekspor keluar negri. Perjanjian pembatasan ekspor (export restraint agreement) adalah perjanjian sukarela antara Negara pengekspor dan Negara pengimpor dalam rangka membatasi volume perdagangan untuk barang tertentu. Pembatasan valuta asing (foreign exchange control) adalah pembatasan persediaan mata uang asing oleh bank sentral suatu Negara.

Bursa valuta asing (foreign exchange market) adalah suatu lembaga pasar yang memberikan fasilitas-fasilitas untuk melaksanakan pembayaran kepada penduduk negara lain atau menerima pembayaran dari penduduk Negara lain. 13. DEVISA Dalam perdagangan internasional alat pembayarannya berupa devisa. Devisa adalah semua barang yang dapat di terima di dunia internasional sebagai alat pembayaran. Devisa dapat berbentuk: a. b. Emas Mata uang kuat (hard currency), yaitu: mata uang suatu Negara yang

nilainya dianggap relative stabil sehingga uang tersebut dipercaya dan mudah diterima oleh banyak Negara, contohnya: Dolar Amerika, Yen Jepang Dan Mark Jerman. c. Wesel asing atau Special Drawing Rights (SDR). Adalah cadangan kekayaan yang dimiliki IMF atau dana moneter internasional yang dapat di pinjam oleh Negara anggotanya. Sumber devisa dari suatu Negara adalah: a. Ekspor barang. Apabila suatu Negara mengekspor barang, maka akan menerima pembayaran dalam bentuk devisa. Semakin banyak ekspor yang dilakukan maka semakin banyak devisa yang diterima. b. c. Ekspor jasa. Misalnya pengiriman tenaga kerja keluar negeri dan jasa Pariwisata. Kekayaan alam Indonesia dapat menarik wisatawan pengangkutan udara dan lainnya. mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia. Selama para wisatawan tinggal di Indonesia mereka membutuhkan mata uang rupiah, mata uang rupiah dapat diperoleh jika mereka menukarkan valuta asing dengan uang rupiah. Dengan demikian ini akan menjadi sumber devisa. d. Investasi ke luar negeri. Para pengusaha Indonesia dapat menanamkan modalnya pada perusahaan-perusahaan asing di dalam negeri maupun di luar negeri, sebagai imbalannya maka akan memperoleh keuntungan, biasanya dalam bentuk valuta asing. Hal ini akan menjadi sumber devisa.

e. f.

Pinjaman luar negeri. Pinjaman berupa valuta asing, sehingga akan Hadiah, hibah atau grant. Apabila Indonesia menerima hadiah, hibah atau

menambah devisa. grant berupa barang dan jasa maka akan menghemat devisa, sedangkan hadiah, hibah atau grant berupa valuta asing, berarti akan menambah devisa. Fungsi atau kegunaan dari devisa: 1. 2. 3. 4. 5. negeri 6. 7. 8. 9. 10. membiayai kontingen olah raga ke luar negeri membiayai bunga atas obligasi adan devisa atas saham yang telah dijual ke luar negeri membayar cicilan pokok hutang yang telah diterima dari luar negeri membayar bunga atas pinjaman luar negeri membiayai kegiatan warga negaranya di luar negeri, seperti biaya studi pelajar atau mahasiswa di luar negeri. 14. KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL Secara umum tujuan kebijakan ekonomi internasional pada suatu negara adalah sebagai berikut: 1) 2) Autarki, yaitu usaha untuk menghindarkan diri dari pengaruh-pengaruh Kesejahteraan (Welfare). Tujuan diadakannya hubungan ekonomi dengan Negara lain baik dari pengaruh ekonomi, politik maupun militer. Negara lain adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Impor dilakukan untuk memenuhi kebutuhan barang-barang yang lebih mahal kalau diproduksi di dalam negeri. Ekspor dilakukan agar bisa menjual barang dengan harga yang lebih mahal daripada di jual di dalam negeri. membiayai impor barang-barang membiayai jasa-jasa yang diterima dari luar negeri membiayai perjalanan dinas para pejabat ke luar negeri membiayai kantor-kantor kedutaan di luar negeri membiayai pengiriman misi kesenian atau kebudayaan ke luar

3)

Proteksi, yaitu: kebijakan pemerintah melindungi industri dalam negeri

melalui tariff dan kuota. Tujuan proteksi adalah untuk melindungi industri dalam negeri dari persaingan barang impor. Dilakukan dengan membatasi jumlah barang impor dan menaikkan bea masuk. 4) 5) Keseimbangan neraca pembayaran. Neraca pembayaran merupakan Peningkatan pembangunan ekonomi. Bentuk kerjasama internasional: a. Penanaman Modal Asing (PMA). Keuntungan yang diperoleh Indonesia dengan masuknya modal asing, yaitu: 1. 2. 3. 4. Negara mendapatkan pajak dari perusahaan asing yang menanamkan modalnya di Indonesia. Dengan masuknya modal ke Indonesia maka kegiatan ekonomi di Indonesia akan meningkat. Akibatnya, lapangan usaha semakin luas. Negara kita dapat menimba ilmu pengetahuan bahkan bisa alih teknologi dari Negara yang menanamka modalnya di Indonesia. Untuk produk-produk yang di buat di dalam negeri (dengan penanaman modal asing) harganya akan lebih murah jika di bandingkan dengan di produksi di luar negeri. 5. devisa dapat dihemat. b. Bantuan Kredit Luar Negeri. Pada umumnya negara yang sedang berkembang mendapat bantuan kredit dari Negara-negara maju untuk mempercepat pembangunan dan pertumbuhan ekonominya. Negara maju yang memberikan pinjaman disebut Negara kreditor, sedangkan Negara yang mendapatkan pinjaman disebut Negara debitor. Berdasarkan jangka waktu pengembaliannya, pinjaman dapat digolongkan menjadi tiga jenis: a. Pinjaman jangka pendek, yaitu pinjaman yang pelunasannya kurang dari satu tahun. Negara kita dapat mengurangi impor untuk barang yang produksinya diperbanyak di dalam negeri denga penanaman modal asing sehingga catatan tentang penerimaan uang dari luar negeri.dan pembayaran luar negeri.

b. Pinjaman janga menengah, yaitu pinjaman yang pelunasannya antara satu sampai lima tahun. c. Pinjaman jangka panjang, yaitu pinjaman yang pelunasannya lebih dari lima tahun. 15. BADAN KERJASAMA REGIONAL Untuk melindungi kepentingan ekonomi dalam negerinya, Negara-negara di kawasan tertentu menjalin kerjasama ekonomi, contoh badan kerjasama regional: 1) AFTA (Asean Free Trade Area) Merupakan kawasan perdagangan bebas ASEAN yang merupakan wujud kesepakatankesepakatan Negara-negara ASEAN untuk membentuk suatu kawasan bebas perdagangan, dimana tidak ada hambatan tariff (bea masuk 0-5%) maupun hambatan bagi Negara-negara anggota ASEAN. Tujuan AFTA, yaitu: 1. Meningkatkan daya saing ekonomi kawasan ASEAN 2. Menjadikan ASEAN sebagai salah satu basis produksi dunia 3. Menarik investasi dan meningkatkan perdagangan antar anggota ASEAN 4. Menciptakan pasar regional bagi 500 juta penduduk ASEAN AFTA dibentuk pada KTT ASEAN ke IV di Singapura tahun 1992. 2) EU (European Union) Disebut juga Uni Eropa, didirikan pada 1993. yang bertujuan: 1. 2. mempromosikan dan memperluas kerja sama di antara para anggotanya menerapkan Economic and Monetary Union (EMU), pengaturan ekonomi dan moneter (sistem keuangan) yang menjadi dasar pembentukan satu mata uang (single currency) bagi para anggota EU, yang dikenal sebagai mata uang euro. 3) NAFTA (North American Free Trade Agreement) Merupakan kesepakatan perdagangan bebas Amerika Utara, resmi berlaku pada tanggal 1 januari 1994. 1nggotanya meliputi: Kanada, AS, dan Meksiko. NAFTA menyerukan penghapusan bertahap atas berbagai hambatan perdagangan barang dan jasa yang dijual di kawasan Amerika Utara. 4) APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation)

Kerjasama ekonomi Asia Pasifik ini didirikan pada tahun 1989 atas inisiatif Australia. Sekertariat organisasi dengan anggota 20 negara (termasuk Indonesia) ini terletak di Singapura. Pada tahun 1994, Negara maju anggota APEC sepakat meghapus hambatan perdagangan mulai tahun2010, sedangkan sesame Negara berkembang anggota APEC sepakat mengikutinya mulai tahun 2020. 5) Cooperative Economic and Social Development in Asia and the Pasific Lembaga ini lebih popular disebut Colombo Plan ini merupakan rencana kerja sama untuk mengembangkan ekonomi di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Colombo Plan bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di Asia Selatan dan Asia Tenggara melalui penyusunan dan pelaksanaan rencana kerja sama internasional. Bentuk bantuan Colomba Plan: a. b. c. d. e. f. g. Pinjaman dan sumbangan untuk proyek-proyek nasional Bahan makanan, pupuk dan barang-barang konsumsi Alat-alat perlengkapan (mesin, alat-alat angkutan, dan lainnya) Jasa para tenaga ahli Pendidikan dan latihan keterampilan di berbagai bidang Program pertukaran pelajar Program pelatihan dan pembangunan fasilitas pelatihan.

6) G-8 (Group of Eight) Merupakan forum ekonomi dan politik negara-negara industri utama di dunia. Forum tersebut terdiri dari Kanada, Jerman, Prancis, Italia, Jepang, Rusia, dan AS. 16. BADAN KERJASAMA EKONOMI MULTILATERAL a. Kerjasama ekonomi international di bawah PBB 1) Internasional Bank for Reconstruction and Development (IBRD) atau World Bank, memiliki tujuan: a. b. c. internasional. Memberikan bantuan kredit modal jangka panjang dan jangka pendek Memberikan bantuan teknik secara Cuma-Cuma Membantu Negara-negara dalam meningkatkan perdagangan kepada Negara-negara sedang berkembang untuk membiayai pembangunan

2) International Monetary Fund (IMF), yaitu dana moneter internasional yang didirikan pada tanggal 27 september 1945. tujuannya yaitu untuk memajukan kerja sama internasional di bidang ekonomi, keuangan dan perdagangan. 3) United Nations Development Program (UNDP), yaitu organisasi pembangunan PBB yang memberikan sumbangan untuk membiayai program-program pembangunan Negara berkembang. 4) United Nations Industrial Development Organization (UNODO), yaitu organisasi pembangunan industri PBB yang didirikan pada tanggal 24 juli 1966, yang memiliki tujan utama yaitu meningkatkan pembangunan di bidang industri bagi Negara-negara berkembang. 5) Food and Agriculture Organization (FAO), yaitu organisasi pangan dan pertanian yang didirikan pada tanggal 16 oktober 1945, yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah dan mutu persediaan pangan dunia. 6) International Labor Organization (ILO), yaitu organisasi perburuhan internasional yang didirikan pada tanggal 11 april 1919, yang bertujuan untuk memperjuangkan nasib dan hak-hak kaum buruh. 7) General Agreement on Tariff and Trade (GATT), yaitu perjanjian umum tentang tariff-tarif dan perdagangan, yang didirikan pada tahun 1948 di Jenewa, Swiss. 8) World Trade Organization (WTO), yaitu organisai perdagangan dunia, yang berperan mempromosikan serta memperkuat diterapkannya aturan dan hokum perdaganagn internasional yang telah disepakati. WTO bermarkas di Jenewa, Swiss. b. Kerjasama ekonomi internasional Non-PBB 1) Inter-Government Group on Indonesia (IGGI), adalah suatu kelo,pok dari negara-negara maju dan juga lembaga-lembaga internasional yang ingin memberikan pinjaman kepada Indonesia untuk membiayai pembangunan. 2) 3) Consultative Group for Indonesia (CGI), didirikan oleh Bank Dunia Asian Development Bank (ADB), atau Bank Pembangunan Asia pengganti IGGI atas permintaan pemerintah Indonesia. memberikan pinjaman dengan syarat-syarat lunak untuk membiayai pembangunan, jangka waktu pinjamannya 40 tahun.

4)

Islamic Development bank (IDB), atau Bank Pembangunan Islam didirikan

tanggal 20 oktober 1075. yang bertujuan untuk membantu pembangunan ekonomi dan social bagi Negara anggota dan masyarakat islam dengan cara memberikan pinjaman dengan syarat-syarat lunak.