Anda di halaman 1dari 2

Kuncara Hadi Wibowo 041011072 Perekonomian Indonesia 1.

Mengapa Transaksi Berjalan Tugas 2 dalam Neraca Pembayaran Internasional di

Indonesia sering mengalami Defisit ? Jelaskan dengan menunjukkan indikatorindikatornya !

Transaksi berjalan merupakan jumlah saldo dari neraca perdagangan(NP) yang mencatat ekspor (X) dan impor (M) barang neraca jasa(NJ), yang mencatat X dan M jasa termasuk pendapatan dan bunga deposito,transfer keuntungan bagi investor asing,pembayaran bunga utang luar negeri dan kiriman uang masuk dari TKI Indonesia.TB digunakan untuk fasilitas khusus dari IMF yang disebut SDRs (Special Drawing Rights).

(1) Neraca Jasa (NJ) selalu Defisit :

Pengeluaran J a s a > Penerimaan J a s a

Penerimaan jasa yang mayoritas dari TKI tak mampu menutup pengeluaran jasa, diantaranya pembayaran Bunga Utang Luar Negeri, Biaya Transportasi, Ongkos Naik Haji, dll.

(2) Neraca Perdagangan (NP) mengalami surplus namun tak mampu menutup defisit neraca pembayaran. Era PJP I Pra Krisis Ekonomi II ( 1997 ) :

Saldo Neraca Perdagangan Barang Surplus, karena Laju Produk Ekspor meningkat melebihi kenaikan Produk Impor. Era Krisis Ekonomi II ( 1997 ) :

NB Surplus karena krisis ekonomi membuat penurunan Laju Impor lebih besar dari penurunan laju Ekspor, kemudian ekonomi membaik dan meningkat, tetapi Laju M tetap menurun. Era 2007 - 2010 : NB Surplus (US $ milyar) 39,627.5 (2007); 7,823.1 (2008); 19,680.8 (2009); 1,801.7 (2010) Laju Ekspor kembali

2. Mengapa Kebijakan Substitusi Impor yang dilaksanakan di Indonesia selama ini di-pandang kurang berhasil secukupnya ? Jelaskan pandangan anda disertai alasan

Dalam pelaksanaannya kebijakan ISI mengalami berbagai masalah:

a. Kualitas barang. Kualitas barang yang dihasilkan Industri Indonesia untuk substitusi impor sering jauh lebih rendah daripada hasil produksi luar negeri. Sehingga kualitas barang sulit di ekspor dan justru mengurangi penerimaan ekspor

b. Biaya produksi. Pada tahap awal industrialisasi membutuhkan biaya yang sangat besar untuk mendidik tenaga kerja, membeli mesin-mesin produksi. Sehingga modal asing dan tenaga kerja asing banyak masuk indonesia karena modal Indonesia terlalu sedikit. dengan biaya produksi yang terlalu besar tersebut, membuat barang produksi Indonesia mahal dan tak mampu bersaing di pasar Internasional . c. Selanjutnya Indonesia jurstu memperbanyak impor karena untuk memproduksi barang-barang substitusi dibutuhkan bahan baku dari luar negeri. Dan lebih parah lagi, biaya impor bahan baku lebih mahal dari harga produk itu sendiri.