Anda di halaman 1dari 2

2

SOAL LATIHAN : Try me please !!!!!

A. Lingkari salah satu jawaban yang paling tepat 1. Intensitas sampling adalah perbandingan antara : a. Luas plot yang diukur dengan luas keseluruhan plot yang tidak diukur dalam populasi, dinyatakan dalam persen b. Jumlah plot yg diukur dengan jumlah populasi, dinyatakan dalam persen c. Lebar jalur dgn jarak antar jalur yang diukur, dinyatakan dalam persen d. Tidak ada jawaban yang tepat 2. Tingkat ketelitian pendugaan volume tegakan hutan dapat dilihat dari nilai : a. Simpangan baku c. Keragaman b. Kesalahan sampling d. Tidak ada jawaban yang tepat 3. Apabila keragaman populasi tetap, maka semakin besar intensitas sampling akan menghasilkan : a. Kesalahan sampling semakin kecil c. Kesalahan sampling tetap b. Kesalahan sampling semakin besar d. Tidak ada jawaban yang tepat 4. Inventarisasi Tegakan Sebelum Penebangan (ITSP) dilakukan dengan intensitas sampling sebesar : a. 100 % b. 1% c. 5 % d. Tidak ada jawaban yang tepat 5. Inventarisasi Tegakan untuk penyusunan Rencana Karya Pengusahaan Hutan (RKPH) dilakukan dengan intensitas sampling sebesar : a. 100 % b. 1% c. 5 % d. Tidak ada jawaban yang tepat 6. Kegiatan inventarisasi sumberdaya hutan alam dilakukan dengan membuat jalur ukur lebar 20 meter dan intensitas sampling 0,5 %. Bila panjang jalur induk (base line) adalah 18 km, maka jumlah jalur yang harus dibuat untuk dilakukan pengukuran adalah : a. 5 jalur b. 9 jalur c. 18 jalur d. Tidak ada jawaban yang tepat 7. Kegiatan inventarisasi sumberdaya hutan tanaman dilakukan dengan membuat plot berukuran 0,1 hektar dan intensitas sampling 2,5 %. Bila luas hutannya adalah 15.000 hektar maka jumlah plot yang harus dibuat untuk diukur adalah : a. 375 plot c. 3750 plot b. 275 plot d. Tidak ada jawaban yang tepat 8. Suatu kegiatan inventarisasi sumberdaya hutan tanaman dilakukan dengan ukuran plot 0,1 hektar dan intensitas sampling 2,5 %, berarti jarak rata-rata antar plot terpilihnya adalah : a. 1.000 meter b. 400 meter c. 200 meter d. tidak ada jawaban yg tepat 9. Dalam suatu inventarisasi sumberdaya hutan alam campuran di Luar Jawa, menggunakan jalur ukur dengan lebar jalur ukur 20 meter dan intensitas sampling yg digunakan adalah 1 %, maka jarak antar jalur ukur yang harus dibuat adalah : a. 400 meter c. 1.000 meter b. 2.000 meter d. Tidak ada jawaban yang tepat

10. Inventarisasi sumberdaya hutan tanaman dilakukan dgn membuat 9 plot ukur yang berukuran 0,1 ha yang dipilih secara sistematik dan plot pertama ditentukan secara acak. Luas areal tegakan hutan keseluruhan adalah 48,4 hektar. Data hasil pengukuran volume kayu untuk 9 plot tsb adalah sbb. (dalam m3) : 39.5; 42.0; 52.0; 48.0; 40.0; 41.0; 45.0; 42.5 dan 39.0. Berdasarkan data tsb di atas, maka besarnya volume rata-rata per ha (point estimate) adalah : b. 234,5 m3 c. 368,0 m3 d. Tidak ada jawaban yang tepat a. 408,9 m3 11. Kelanjutan dari soal no. 10 diatas, maka ragam contohnya adalah : c. 35,67 (m3/plot)2 a. 40,89 (m3/plot)2 3 2 d. Tidak ada jawaban yang tepat b. 36,70 (m /plot) 12. Kelanjutan soal no. 10, penduga selang volume kayu per ha adalah (nilai t = 2) : a. 187,3 m3 sampai 196,5 m3 c. 287,3 m3 sampai 296,5 m3 d. Tidak ada jawaban yang tepat b. 369,5 m3 sampai 448,3 m3 13. Kelanjutan soal no. 10, penduga selang volume kayu keseluruhan tegakan hutan (anggap nilai t = 2) adalah : c. 13905,32 m3 sampai 14350,60 m3 a. 9065,32 m3 sampai 9510,60 m3 d. Tidak ada jawaban yang tepat b. 17883,80 m3 sampai 21697,72 m3 14. Kelanjutan soal no. 10, teknik sampling yang digunakan dalam inventarisasi tegakan hutan tersebut adalah : a. simple random sampling d. tidak ada jawaban yang tepat b. simple systematic sampling with random start c. stratified systematic sampling with random start 15. Semakin besar jarak antar jalur ukur yang dibuat dengan lebar jalur tetap menunjukan, bahwa intensitas sampling adalah : a. Semakin besar c. Tidak terpengaruh oleh jarak antar jalur ukur b. Semakin kecil d. Tidak ada jawaban yang tepat 16. Dari hasil inventarisasi tegakan mangium berumur 5 tahun (simple random sampling) dgn intensitas sampling 1%, diketahui bahwa rata-rata volume tegakan sebesar 100 m3/ha dan ragam contoh volume tegakan dari 9 plot contoh sebesar 36 (m3/ha)2. Berdasarkan data tsb, besarnya kesalahan sampling adalah (anggap nilai t = 2): a. 4% b. 12% c. 72% d. 8% B. Lingkari B jika pernyataan didepannya Anda anggap benar dan lingkari S jika pernyataan didepannya Anda anggap salah
1. Penggunaan petak ukur (plot) berbentuk lingkaran seluas 0,04 hektar dengan systematic plot sampling intensitas sampling sebesar 2,5 %, maka jarak antara titik pusat plot satu dengan plot terpilih lainnya adalah 200 meter (B,S) 2. Pemilihan contoh dengan pola acak sederhana (simple random sampling) akan mempunyai ketelitian yang lebih rendah jika dibandingkan denga pola acak berlapis (stratified random sampling) apabila kondisi populasinya homogen (B,S) 3. Petak coba/petak ukur berbentuk lingkaran seluas 0,04 hektar mempunyai jari-jari lingkaran kurang lebih 11, 28 meter. (B,S)

3
4. Satuan contoh tree sampling, tidak didasarkan pada luasan contoh yg sama tetapi didasarkan pada sejumah pohon yg sama yg tercakup didalam satuan contoh tsb, sehingga volume pohon pada setiap satuan contoh tsb relatif akan sama besarnya dan berakibat ragam yg diperoleh dalam pendugaan volume suatu tegakan dengan menggunakan satuan contoh tersebut akan kecil dan ketelitiannya tinggi. ( B , S )

n1
1 2 3 4 5 6

Bonita II luas 140 ha. Volume petak coba

C. Padankan kata/kalimat sebelah kiri dengan sebelah kanan yang saling berkaitan. Contoh kata Dekan berpadanan dengan no.1.
No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Contoh Point sampling Intensitas sampling Tree sampling. Ragam rata-rata contoh Stratified Sampling Kata/Kalimat Prof. Dr. H. Cecep Kusmana n/N 6-pohon Heterogen Dekan BAF Statistik S2/n Kata/Kalimat Padanan .. .. .. 1 .. .. ..

( y1 ) m
i
25,0 23,0 20,0 25,0 26,0 24,0 143,0

n2
1 2 3 4 5 6

Bonita III luas 60 ha. Volume petak coba

( y2 ) m
i
28,0 33,0 27,0 27,0 41,0 27,0 183,0

n3
1 2 3 4 5 6

Bonita IV luas 160 ha. Volume petak coba

( y3 ) m
i
39,0 41,0 45,0 39,0 42,0 50,0 256,0

D. Isilah dengan jawaban yang benar !.

6 y1 i =1 i 6 2 y1i i =1
Pertanyaan :

3431,0

6 y2 i =1 i 6 2 y 2i i =1

5741,0

6 y3 i =1 i 6 2 y3i i =1

11012,0

1. Intensitas sampling adalah perbandingan antara (01) .... 2. Unit contoh/petak ukur yg ukurannya berbeda (unequal size), dan karakteristik yg diukur hanya satu variable (peubah), maka dlm analisis datanya digunakan cara (02) ..................... ......... atau cara (03) ......................................., sedang apabila karakteristik yang diukur terdiri sedikitnya dua variable, maka dalam analisis datanya dapat digunakan cara (04) ..................................................... 3. Bentuk unit contoh / petak ukur yang ukurannya berbeda (unequal size) antara lain adalah : (06).................................... dan (07)............................................ 4. Sumber kesalahan dari non sampling error adalah (08) ...................................., (09) ...................................................., dan (10) .............................................. 5. Populasi dapat dibedakan atas (11) ............................, dan (12). .................... 6. Dalam menentukan jumlah unit contoh yg akan diukur dlm suatu kegiatan inventarisasi sumberdaya hutan adalah tergantung pada (13) ......................., (14). ...................................., dan (15). ......................................
E. Dalam sebuah inventarisasi tegakan hutan jati (Tectona grandis) kelas umur V

1. Teknik sampling apakah yg digunakan dlm inventarisasi tegakan hutan tsb ?. 2. Tentukan interval ( k ) antara petak ukur yg terpilih satu dgn lainnya dan nyatakan interval tsb dgn jarak (dalam meter) pada masing-masing stratum !. 3. Gambarkan secara skematis lay-out (tata-letak) penyebaran unit contoh terpilih pada masing-masing stratum !. 4. Cara manakah yg digunakan dalam pemilihan unit contoh pada setiap stratum !. 5. Hitung penduga rata-rata unit contoh stratum pada populasi 6. Hitung ragam rata-rata unit contoh populasi ( s 2 ) !.
y str

( y str )

!.

7. Hitung penduga selang volume rata-rata unit contoh populasi pada s.k. 95 % !. F. Apabila inventarisasi tegakan htn yg dimaksud pada soal E diatas, pengambilan unit contohnya dilakukan dgn cara systematic sampling with random start tanpa dibedakan atas kelompok bonita tempat tumbuh dan 18 unit contoh yg diukur hasilnya adalah seperti data yg disajikan dalam tabel tsb diatas, maka jawablah pertanyaan dibawah ini. 1. Teknik sampling apakah yg digunakan dlm inventarisasi tegakan htn tsb ? 2. Tentukan interval ( k ) antara petak ukur yg terpilih satu dgn lainnya dan nyatakan interval tsb dgn jarak (dalam meter) pada tegakan hutan tsb !. 3. Gambarkan scr skematis tata-letak penyebaran unit contoh pd tegakn htn tsb !. 4. Hitung penduga volume rata-rata unit contoh pada populasi ( y ) !. (s2) y !. 5. Hitung ragam volume rata-rata unit contoh populasi 6. Hitung penduga selang volume seluruh tegakan hutan tsb pd s.k. 95 % !. 7. Hitung kesalahan contoh (sampling error) dlm pendugaan volume tsb (SE %) ! 8. Hitung koefisien variasi dlm pendugaan volume tsb dan jelaskan artinya !

pada suatu daerah kawasan hutan dgn luas 360 ha digunakan cara systematic sampling with random start. Areal hutan dibagi menjadi tiga stratum, yg didasarkan pada bonita tempat tumbuh yg berbeda. Intensitas sampling ditetapkan sebesar 0,5 %. Unit contoh yg digunakan berupa petak coba lingkaran dgn luas 0,1 ha. Hasil inventarisasi tsb disajikan dlm tabel dibawah ini. (Catatan : Semua soal dikerjakan dgn pembulatan 4 desimal. Bila diperlukan gunakan nilai t-student yang sesuai di bawah ini) : t0.025;15 = 2,13 ; t0.025;17 = 2,11

t0.05;15 = 1,75

t0.05;17 = 1,74