Anda di halaman 1dari 2

KOMPOSISI Clozapine / Klozapin.

INDIKASI Skizofrenia (penyakit jiwa yang ditandai dengan terpecahnya kepribadian, tampak sebagai gangguan jalan pikiran, emosi, dan perilaku) pada pasien yang tidak merespon atau intoleransi terhadap neuroleptik klasik. KONTRA INDIKASI Riwayat granulositopenia/agranulositosis yang terinduksi oleh obat, gangguan fungsi sumsum tulang, epilepsi yang tidak terkontrol, alkoholik & psikosis toksis yang lain, intoksikasi obatobatan, kondisi komatose, kolaps sirkulasi, depresi susunan saraf pusat, penyakit hati, ginjal atau jantung yang berat. PERHATIAN
Penggunaan terbatas hanya untuk pasien skhizofrenia yang resisten terhadap pengobatan neuroleptik klasik yang telah diawali dengan pemeriksan leukosit yang memberikan hasil normal dan yang dapat melaksanakan hitung sel darah putih. Penggunaan bersama obat-obat dengan suatu zat yang berpotensial untuk menekan fungsi sumsum tulang dan depot antispikosis kerja-diperpanjang harus dihindari. Hati-hati saat pasien mengendarai kendaraan atau mengoperasikan mesin. Riwayat serangan, sedang mengalami gangguan kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah), ginjal, atau hati, pembesaran prostat, glaukoma sudut tertutup. Menyusui, hamil. Pasien berusia lanjut, anak-anak. Interaksi obat : alkohol, obat-obat penghambat mono amin oksidase, depresan susunan saraf pusat, narkotika, antihistamin, Benzodiazepin, obat-obat antikolinergik, antihipertensi, adrenalin, obat-obat dengan efek menekan pernafasan, Warfarin dan obat-obat yang berikatan kuat dengan protein, Simetidin, Fenitoin, Karbamazepin, Fluoksetin, Fluvoksamin, Lithium.

EFEK SAMPING Granulositopenia dan agranulositosis (selama minggu pertama pengobatan), trombositopenia (jarang), eosinofilia, leukositosis, mengantuk, kelelahan, sedasi, pusing, akit kepala, kekacauan/kebingungan, keresahan, kegelisahan, delirium (keadaan eksitasi mental, kebingungan dan penurunan kesadaran, umumnya dengan halusinasi, ilusi, dan delusi, dicetuskan oleh faktorfaktor toksis pada keadaan sakit atau karena obat-obatan), perubahan EEG, kejang yang menyentak, kekakuan, gemetar, akatisia. Sangat jarang : sindroma neuroleptik ganas, mulut kering atau hipersalivasi, penglihatan buram, gangguan berkeringat dan pengaturan suhu tubuh, takhikardia, hipotensi postural, hipertensi, kolaps sirkulatori, penekanan atau penahanan pernafasan, aritmia jantung, perikarditis, miokarditis, tromboembolisme, disfagia (kesulitan menelan), aspirasi, mual, muntah, susah buang air besar, ileus (penyumbatan usus), peningkatan berat badan, disfungsi hati, kolestatis atau pankreatitis akut, tidak dapat menahan kemih atau tertahannya urin/kemih dalam kandung kemih, priapisme (ereksi zakar abnormal dan terus-menerus, biasanya tanpa nafsu syahwat, dijumpai pada penyakit dan cedera sumsum tulang belakang, atau terjadi karena batu kandung kemih, dan kelainan-kelainan tertentu pada zakar), nefritis usus akut, hipertermia jinak, hiperglikemia, peningkatan CPK, reaksi kulit, kematian mendadak, leukemia, diskinesia tardiv. INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL B: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya). KEMASAN Tablet 100 mg x 50 biji. DOSIS 12,5 mg sekali atau dua kali pada hari pertama, diikuti dengan kenaikan secara bertahap dengan besar peningkatan setiap harinya 25 atau 50 mg sampai mencapai 300-450 mg/hari yang diberikan dalam dosis terbagi. Maksimal : 600 mg/hari. Kasus-kasus tertentu : 900 mg.

PENYAJIAN Dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau tidak Interaksi Alkohol, MAOI, obat penekan SSP, narkotika, antihistamin, benzodiazepin, antikolinergik, antihipertensi, adrenalin, obat dengan efek depresi pernafasan, warfarin, simetidin, fenitoin, karbamazepin, fioksitin, fluvoksamin, litium.

ALASAN PEMILIHAN
Clozapine Adalah suatu obat antipsikotik yang efektif. Mekanisme kerjanya belum diketahui secara pasti. Clozapine adalah suatu antagonis lemah terhadap reseptor D2 tetapi merupakan antagonis yang kuat terhadap reseptor D4 dan mempunyai aktivitas antagonistic pada reseptor serotogenik. Agranulositosis merupakan suatu efek samping yang mengharuskan monitoring setiap minggu pada indeks-indeks darah. Obat ini merupakan lini kedua, diindikasikan pada pasien dengan tardive dyskinesia karena data yang tersedia menyatakan bahwa clozapine tidak disertai dengan perkembangan atau eksaserbasi gangguan tersebut.

Anda mungkin juga menyukai