Anda di halaman 1dari 13

Buku Wajib

1. Muindro Renyowijoyo, 2008 : Akuntansi SEKTOR PUBLIK, Organisasi Non Laba 2. Muindro Renyowijoyo, 2008: REFORMASI KKEUNGAN NEGARA Untuk memenuhi Tuntutan Akunabilitas Publik, Meningkatkan Good Governance 3. Dirjen Perbendaharaan, 2007, Modul Sistem Akuntansi Instansi (SAI), SAK dan SABM

W-1, ASP: A,bab 1:PENDAHULUAN


PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP ASP

1. REFORMASI KEUANGAN NEGARA 2. RESPONSIBILITY, ACCOUNTABILITY, AND VALUE FOR MONEY 3. PENGERTIAN ASP (Akuntansi Sektor Publik) DAN RUANG LINGKUP ASP 4. SIFAT DAN KARAKTERISTIK ASP 5. PERSAMAAN DAN PERBEDAAN ASP DG SEKTOR SWASTA

1. REFORMASI KEUANGAN NEGARA


Untuk Memenuhi Tuntutan Akuntabilitas Publik: Meningkatkan Good Governance
Reformasi Keu.Neg. telahmemasuki segala aspek kehidupan bangsa, baik pol-ek-sos-bud-pandangan hidup dsb;

Paket bantuan IMF th. 1997/98 berisi persyaratan good governance, yg mereformasi manajemen keuangan Pemerintah dan sistem akuntansi pemerintah;
Reformasi keu & akuntansi pemerintah diberlakukan dg diumumkannya UU no.17/2003 ttg Keu.Negara; UU no. 1/2004 ttg Perbendaharaan Neg; UU no 15/2004 ttg Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara; dan UU no. 32/2004 ttg Pemerintahan Daerah; Dan mendesak dikeluarkanya Standar Akuntansi Pemerintahan, dengan diterbitkannya PP. no. 24 tahun 2005 sebagai basis penyusunan dan audit laporan keuangan instansi pemerintah ( Muindro R, Pidato Pengukuhan GB, Kamis 24 April 2008)

Akuntansi Sektor Publik LEMBAGA PUBLIK

PEMERINTAHAN

NONPEMERINTAH

Pem. Pusat Pemda BUMN BUMD

Yayasan Pendidikan Org.Keagamaan Org.Sosial Org.Politik LSM, dsb

REFORMASI KEUANGAN NEGARA: Akuntabilitas dan Good Governance


EFISIEN DAN EFEKTIF TRANSPARANSI - AKUNTABILITAS - KEPATUHAN APBN 1997/98: PENDPT Pajak Retribusi Pinjaman Lain-lain BELANJA B. Rutin B. Pemb APBN 2004 dan Seterusnya PENDPT Pajak Retribusi Bagi hasil Lain-lain BELANJA B. Operasi B. Modal PEMBY PEN:Surplus Pinj.D/L Cad KEL: Defs Utang Invest

--------- SEIMBANG---------REALISASI: P.A.N. lama

REALISASI: LRA - Neraca LAK- CaLK 3 bulan setelah ahir periode

2. PENDAHULUAN
Pengertian dan Ruang lingkup ASP
Akuntansi Sektor Publik adalah sistem akuntansi yang dipakai oleh Lembaga-Lembaga Publik sebagai salah satu alat pertanggungjawaban kepada publik Lembaga-lembaga publik seperti Lembaga Pemerintahan (Pem Pusat, Pemda, BUMN & BUMD), dan organisasi publik Nonpemerintah (Yayasan, Pendidikan, Kesehatan, Org. Keagamaan, Org Sosial, Org Politik, LSM, dsb.

Org. Sektor Publik sekarang menghadapi tekanan untuk lebih efisien, dan efektif, tuntutan untuk melakukan transparansi dan akuntabilitas, serta kepatuhan terhadap peraturan dan perundangan.

RESPONSIBILITY, ACCOUNTABILITY, AND VALUE FOR MONEY

RESPONSIBILITY, Tanggung jawab, bahwa semua


yang memperoleh amanah harus bertanggung jawab mengenai amanah yang menjadi tugas dan wewenangnya. ACCOUNTABILITY, Pertanggungjawaban, adalah kewajiban yang melekat padanya untuk mempertanggungjawabkan tugas wewenangnya dengan membuat laporan yang tepat waktu, andal dan dapat dipakai untuk membuat keputusan yg akan datang VALUE FOR MONEY, merupakan konsep pengelolaan organisasi sektor publik yang medasarkan kepada tiga elemen utama, yaitu Ekonomi, Effisiensi, dan Efektivitas

VALUE FOR MONEY


Value for Money (VfM) merupakan konsep pengelolaan organisasi sektor publik yang mendasarkan pada tiga elemen utama, yaitu: Ekonomi, Efisiensi, da Efektivitas. Ekonomi, merupakan input dg kualitas dan kuantitas tertentu dengan harga terendah

Efisiensi, pencapaian Output maksimum dg input tertentu, atau input tertendah untuk mencapai output tertentu. Efektivitas, merupakan tingkat pencapaian hasil program, dg target yang telah ditetapkan.
Tambahan elemen lain adalah Equity (Keadilan dan Equality (kesetaraan)

3. Sifat dan Karakteristik ASP


Karakteristik perbedaan Org. Pemerintahan dan organisasi Nonlaba dengan organisasi Komersial menurut FASB dalam SFAC no 4 sbb: (Buku ASP,2008 hal 4-5) Sumber utama akuntansi dan SAK untuk usaha Bisnis, Pemerintahan dan Org.Nonlaba:
Lembaga Akuntansi Keuangan Komite IAI dan Komite SAP

Standar Akuntansi Keuangan

Standar Akuntansi Pemerintahan

Organisasi Bisnis Komersial (profitmotif)

Organisasi Nonlaba Nonpemerin tahan

Organisasi Bisnis Komersial Pemerintahan (profi motif)

Organisasi Nonlaba Pemerintah Pusat dan Instansi

Organisasi Nonlaba Pemerintah Daerah

4. VALUE FOR MONEY


Value for Money (VfM) merupakan konsep pengelolaan organisasi sektor publik yang mendasarkan pada tiga elemen utama, yaitu: Ekonomi, Efisiensi, da Efektivitas.

Ekonomi, merupakan input dg kualitas dan kuantitas tertentu dengan harga terendah
Efisiensi, pencapaian Output maksimum dg input tertentu, atau input tertendah untuk mencapai output tertentu. Efektivitas, merupakan tingkat pencapaian hasil program, dg target yang telah ditetapkan. Tambahan elemen lain adalah Equity (Keadilan dan Equality (kesetaraan)

5. PERBEDAAN DAN PERSAMAAN ASP DAN SEKTOR KOMERSIAL


N o
1 2

Perbedaan
Tujuan Organisasi Sumber pendanaan

Sektor Publik/ Pemerintahan


Nonprofit motive Pajak, Retribusi, Utang, Obligasi Pemerintah, Laba BUMN/BUMD, Penjualan Aset Negara, dsb, Sumbangan, Hibah. Pertanggungjawaban kepada publik/masyarakat dan parlemen (DPR/DPRD) Birokrasi, kaku, dan hirarkis Terbuka untuk Publik Basis Kas

Sektor Swasta/ Komersial


Profit motive Pembiayaan internal: Modal Sendiri, Laba Ditahan, Penjualan Aktiva; Pembiayaan external: Utang Bank, Obligasi, Penerbitan Saham Pertanggungjawaban kepada pemegang saham, dan kreditor Fleksibel, daar, piramid, lintas Fungsional, dsb. Tertutup untuk Publik Basis Akrual

Pertanggungjawaban

4 5 6

Struktur Organisasi Karakteristik Angg Sistem Akuntansi

PERSAMAAN SP DAN SW/K


1. Keduanya merupakan bagian integral dari sistem ekonomi negara,dan sumber aya yg sama untuk mencapai tujuan organisasi; 2. Keduanya menghadapi masalah yg sama,yaitu kelangkaan sumber daya, sehingga harus menggunakannya secara ekonomis, efisien dan efektif; 3. Pengendalian manajemen yg sama, perencanaan, pengendalian manajemen, dan pertanggungjawaban; 4. Menghasilkan produk yg sama, transportasi, pendidikan, kesehatan, dan jenis pelayanan lainnya; 5. Keduanya terikat pada keentuan perundang-undangan dan hukum yg disyaratkan