Anda di halaman 1dari 37

Muhamad Muslih, SE., MM.

Biaya Tenaga Kerja:


Pengendalian & Akuntansi Biaya

BIAYA TENAGA KERJA


Mencerminkan kontribusi manusia/karyawan perusahaan di dalam
kegiatan produksi.

Merupakan elemen penting Biaya Produksi karena jumlahnya


cukup signifikan, sehingga membutuhkan pengukuran, perencanaan, pengendalian/pengawasan, dan analisis yang sistematis.

Terdiri atas :
1. Gaji/Upah (Salary/Wage) 2. Tunjangan (Fringe Benefit), bisa terdiri atas : a) THR d) Tunjangan Kinerja/Produktivitas b) Bonus Akhir Tahun e) JamSosTeK c) Iuran Dana Pensiun f) Tunjangan Lain-lain

Klasifikasi Sesuai Fungsi Pokok :


1. Biaya Tenaga Kerja Fungsi Produksi 2. Biaya Tenaga Kerja Fungsi Pemasaran 3. Biaya Tenaga Kerja Fungsi Administrasi & Umum

PRODUKTIVITAS & BIAYA TENAGA KERJA


Produktivitas adalah efisiensi dengan mana sumber daya

dikonversi menjadi komoditas dan/atau jasa. Produktivitas berbanding lurus dengan efisiensi. Efisiensi dilakukan melalui eliminasi aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah, memperbaiki/mengganti peralatan, memodernisasi proses, perubahan metode kompensasi, etc. Produktivitas Tenaga Kerja suatu ukuran kinerja produksi yang menggunakan pengeluaran atas usaha manusia sebagai tolak ukurannya. Produktivitas & keterampilan tenaga kerja berhubungan dengan Biaya Tenaga Kerja. Karenanya, manajemen gaji menjadi sangat penting untuk dikelola dengan baik.

Perencanaan Produktivitas
Manajer bertanggungjawab terhadap implementasinya. Konsisten dan sinkron dengan rencana operasi dan
investasi Masalah :
Definisi produktivitas dan hidup kerja yang bermutu Prioritas produktivitas dan PIC Komunikasi manajemen eksekutif Keseragaman dalam implementasi Derajat partisipasi karyawan dalam perencanaan & imp;ementasi Pengukuran

Pengukuran Produktivitas
Tujuan: memberikan indeks yang padat dan akurat guna membandingkan hasil aktual dengan suatu target atau standar kerja Productivity-efficiency ratio :
Rating Kinerja

Mengukur output dari seorang pekerja relatif terhadap standar kinerja.

Waktu Normal
Tambahan Waktu

Waktu Standar =4000 Jam

VS

Output per Jam =4400 Jam

Productivity-efficiency ratio = 90,91%

Meningkatkan Produktivitas dengan Manajemen Sumber Daya Manusia yang Lebih Baik
4 (empat) Asumsi dasar karakteristik SDM yang lebih
baik: a. Memiliki orang berkualifikasi untuk memperbaiki produktivitas. b. Pengambilan keputusan dilevel terendah.` c. Berpartsipasi untuk meningkatkan kepuasan kerja, dan berkomitmen mencapai tujuan perusahaan. d. Adanya ide potensial yang cemerlang

Rencana Pemberian Insentif


. Memberikan penghargaan bagi pekerja sesuai peningkatan output yang berkualitas tinggi. Tujuannya adalah mendorong pekerja agar memproduksi lebih banyak guna memperoleh upah yang lebih tinggi, pada saat bersamaan mengurangi biaya per unit, dan meningkatkan pengendalian biaya . Syarat keberhasilan : a. Dapat diterapkan pada situasi dimana pekerja dapat meningkatkan output. b. Disiapkannya upah yang besarnya proporsional untuk kelebihan output yang melebihi standar. c. Menetapkan standar yang adil sehingga usaha tambahan menghasilkan tambahan bonus.

Operasi suatu pabrik dilakukan dibangunan dengan sewa $2,400/bulan ($80/hari atau $10/jam). Penyusutan, asuransi, & pajak $64/hari($8/jam). Terdapat 10 pekerja selam 8 jam/hari dengan upah $6/jam. Produksi 40 unit/hari/pekerja (5 unit/jam/pekerja) Kesepakatan kedua pihak $6,6/jam akan dibayarkan jika memproduksi 48 unit/hari sehingga output/jam meningkat dari 5 menjadi 6
Dampak Rencana Upah Insentif Pada Biaya Per Unit
Faktor biaya Tenaga kerja Sewa Penyusutan, asuransi, dan pajak bangunan TOTAL Sistem lama, $6 per jam (10 Sistem Baru, $6,6 per jam (10 pekerja) pekerja) Jumlah per Unit per Biaya per Jumlah Unit per Biaya per jam jam unit per jam jam unit $60 50 $1.20 $66 60 $1.10 $10 50 $0.20 $10 60 $0.17 $8 $78 50 50 $0.16 $1.56 $8 $84 60 60 $0.13 $1.40

Tipe Rencana Pemberian Insentif


1. Rencana Unit Kerja langsung (Straight Piecework

2.
3.

Plan) Rencana Bonus Seratus Persen (One-HundredPercent Bonus Plan) Rencana Bonus kelompok (Group Bonus Plan)

1. Rencana Unit Kerja langsung


Membayar upah diatas tarif dasar untuk produksi diatas
standar. Pekerja mendapatkan tarifupah pokok sehingga walaupun pekerja gagal mendapatkan tambahan output yang diperlukan, mereka akan mendapatkan upah pokok tersebut.

Jika telaah waktu (time studies) menentukan bahwa 2,5 menit


adalah waktu standar untuk menghasilkan 1 unit, maka tarif standarnya =24 unit per jam. Seandainya upah dasar seorang pekerja = $7,44 per jam, maka tarif/unit (piece rate) = $0,31. Pekerja dijamin menerima upah dasar, seandainyapun tidak berhasil mencapai unit keluaran standar. Sebaliknya, jika ia melampaui jumlah produksi 24 unit per jam, maka ia tetap menerima upah, $0,31 per unit.

2. Rencana Bonus Seratus Persen


Merupakan variasi dari rencana unit kerja langsung. Standar digunakan ukuran waktu per unit output yang
dibutuhkan untuk menghasilkan sejumlah produk. Angka rasio efisiensi = Produksi/jam : kuantitas standar Penghasilan per jam = Angka rasio efisiensi X tarif dasar pekerja
jam sedangkan waktu standarnya ditetapkan 80 unit per gilir kerja (atau 10 unit per jam), maka pekerja itu akan dibayar upah dengan tarif per jam dikalikan waktu standar sebesar 10 jam. Dalam variasi lainnya dari metode bonus 100% ini, penghematan waktu dibagi bersama dengan penyelia dan/ atau dengan perusahaan.

Bila seorang pekerja menghasilkan 100 unit dalam giliran kerja 8

3. Rencana Bonus kelompok


Menggunakan sejumlah variasi dari rencana pemberian insentif. Superiotas kinerja kelompok menunjukkan kinerja individu dari
anggota kelompok tersebut. Kinerja individu tidak dapat terlepas dari kinerja kelompoknya.
Metode Bonus kelompok 100%
Unit yang diproduksi 350 400 425 450 475 500 Jam standar 70 80 85 90 95 100 Jam aktual 80 80 80 80 80 80 Upah Bonus Pendapata Biaya Biaya TK group (simpanan n total overhead per unit reguler jam @$10) group per unit 800 800 2,286 1 800 800 800 800 800 50 100 150 200 800 850 900 950 1,000 2,000 2,000 2,000 2,000 2,000 1 1 1 1 1 Biaya konversi per unit 3,200 2,800 2,753 2,711 2,674 2,640

Tabel tersebut ini menggambarkan penerapan metode bonus kelompok 100%. Suatu kelompok yang terdiri dari 10 pekerja, yang menggunakan peralatan yang mahal, masingmasing dibayar upah $10 per jam untuk satu gilir kerja (shift) tiap selama 8 jam. Produksi standar adalah 50 unit per jam, atau 400 unit per gilir kerja; overhead berjumlah $320 per giliran kerja 8 jam atau $40 per jam. Dalam contoh ini, bonus dihitung untuk setiap hari. Dalam metode kelompok atau individual lain, ini dapat dihitung berdasarkan jumlah keseluruhan hasil dalam satu minggu, satu bulan atau periode yang lama lainnya.

Standar Waktu dan Teori Kurva Belajar (Learning Curve Theory) LEARNING CURVE THEORY
Setiap kali kuantitas output kumulatif menjadi dua kali lipat maka rata-rata waktu kumulatif per unit berkurang sebesar %tase tertentu. .

Pengaturan Akutansi untuk Biaya Tenaga Kerja dan Pengendalian


Akutansi biaya tenaga kerja termasuk berikut ini: 1. Sejarah kerja dari setiap pekerja 2. Informasi yang diperlakukan untuk memenuhi kontak serikat
kerja, 3. Waktu kerja dan biaya standar. 4. Jam kerja setiap karyawan, 5. Perhitungan potongan. 6. Output atau pencapaian 7. Jumlah biaya dan jam dari tenaga kerja tidak langsung maupun langsung 8. Total biaya tenaga kerja di setiap departemen untuk setiap periode. 9. Data kumulatif atas potongan pendapatan dan gaji untuk setiap karyawan.

Akuntansi Keuangan
Catatan total waktu kerja dan total jumlah yang diperoleh oleh setiap pekerja disimpan Jumlah pendapatan harian atau mingguan yang diperoleh setiap pekerja dimasukkan dalam catatan penggajian Setiap periode penggajian, total jumlah upah yang terutang ke pekerja menghasilkan jurnal :

Akuntansi Biaya
Catatan waktu kerja untuk setiap setiap pesanan, proses atau departemen setiap pekerja dan biaya yang terkait disimpan Jam kerja langsung pekerja dan biaya dimasukkan tersendiri dalan kartu biaya atau laporan produksi; upah tak langsung dimasukkan dalam kertas analisis biaya departemen Jurnal mingguan atau bulanan untuk distribusi tenaga kerja sebagai berikut : D XX K

Beban Gaji & Upah Utang PPh kary awan


Utang Tunjangan pajak Gaji ymh hrsdibayar

D XX

Barang Dalam Proses XX Pengendali Overhead Pabrik


XX Tenaga kerja tak langsung XX Beban Gaji & Upah

XX
XX XX

Departemen yang Terlibat dalam Perhitungan Biaya Tenaga Kerja


1. 2. 3. 4. 5.
Departemen personalia (Personnel Department) Departemen Perencanaan Produksi (Planning Department) Departemen Pencatat Waktu (Timekeeping Department) Departemen Penggajian (Payroll Department) Departemen Penghitungan Biaya (Cost Department )

1. Departemen personalia (Personnel Department)


Fungs utama : menyediakan tenaga kerja yang efisien dan

memastikan bahwa seluruh organisasi mengikuti kebijakan personalia yang benar. Fungsi Utama : 1. Perekrutan 2. Pelatihan 3. Penilaian 4. Konseling 5. PHK 6. Mutasi Mengawasi penyusunan dan pembaruan deskripsi kerja, serta melakukan studi waktu dan gerakan

2. Departemen Perencanaan Produksi (Planning Department)


Bertanggung jawab menjadwalkan pekerjaan dan
memberikan perintah kerja ke Departemen Produksi. Perintah kerja disertai dengan permintaan bahan baku dan kartu jam kerja tenaga kerja yang menindikasikan operasi yang akan dilakukan atas produk. Daftar yang spesifik dan terinci dari urutan operasi tenaga kerja dan mesin disebut rute (routing)

3. Departemen Pencatat Waktu (Timekeeping Department)


Memastikan adanya catatan yang akurat atas waktu kerja setiap karyawan, dalam dokumen: 1. Kartu Absen. 2. Kartu jam kerja atau pesanan, untuk memastikan informasi jenis dan lamanya pekerjaan yang dilakukan

4. Departemen Penggajian (Payroll Department)


Tahapan proses : a. Menghitung dan menyiapkan pembayaran gaji. b. Mendistribusikan biaya gaji ke pesanan (jika menggunakan Job Order Costing) atau kedepartemen (Jika menggunakan Process Costing).

5. Departemen Penghitungan Biaya (Cost Department)


Berdasarkan informasi dari kartu absensi
dan kartu jam kerja, maka dicatat biaya tenaga kerja langsung ke pesanan atau ke departemen. Biaya tenaga kerja tidak langsung juga dicatat ke Biaya Overhead Pengendali.

Hubungan antar Departemen & pengendalian Biaya Tenaga Kerja, serta Akuntansi
Penghasilan Lembur (Overtime Earnings) Pembayaran Bonus & Kompensasi yang ditunda
(Bonus Payment and Deferred Compensation Plans) Tunjangan Cuti (Vacation Pay) PHK/Guaranteed Annual Wage Plans Program Pensiun (Pension Plans)

Pembayaran Bonus & Kompensasi yang Ditunda


Debit
Barang dalam Proses Pengendali Overhead Pabrik Beban Gaji Utang Bonus $250 $10

Kredit

$250 $10

Tunjangan Cuti
Debit
Barang dalam Proses Pengendali Overhead Pabrik Beban Gaji Utang Tunjangan Cuti $300 $12 $300 $12

Kredit

PHK/Guaranteed Annual Wage Plans


Barang dalam Proses Pengendali Overhead Pabrik Beban Gaji Utang Tunjangan PHK
Debit $320 $6 Kredit

$320 $6

Pencatatan Biaya Tenaga Kerja


Ayat jurnal yang diperlukan : 1. Mencatat pembayaran upah yang terhutang (akrual) kepada para pekerja serta kewajiban untuk semua jumlah yang dipotong dari upah itu. Setiap kali dilakukan pembayaran upah, maka jumlah upah yang menjadi hak pekerja didebet ke perkiraan Upah, dan dikredit ke Upah Akrual dan ke perkiraan pemotongan upah.

2. Membebankan total biaya pekerja ke pekerjaan, proses, dan


departemen yang tepat.
Biaya pekerja yang "dibeli" diikhtisarkan dan dicatat sebagai debet ke Barang dalam Proses, Pengendali Overhead Pabrik, Pengendali Beban Pemasaran, dan ke Pengendali Beban Administrasi, dan sebagai kredit ke perkiraan Upah.

3. Pajak Upah yang ditanggung pemberi kerja dan biaya upah pekerja
lainnya dicatat pula, dan pada saat yang tepat dilakukan pembayaran untuk melunasi berbagai kewajiban berkenaan dengan upah.

asumsi-asumsi berikut:
1. Penggajian adalah periode bulan Januari 20B. 2. Gaji dibayar berturut-turut pada tanggal 9 Januari, dan 23 Januari 20B yang
mencakup upah yang diperoleh sampai pada hari Sabtu lalu. Ingat bahwa upah untuk minggu terakhir bulan Desember 20A dibayar pada tanggal 9 Januari, dan bahwa pembayaran upah pada tanggal 23 Januari akan mencakup pekerjaan yang dilakukan sampai dengan tanggal 19 Januari. Perhatikan Kalender berikut ini: JANUARI 20B Minggu Senin Selasa Rabu 1 2 3 4 6 7 8 9 13 14 15 16 20 21 22 23 27 28 29 30

Kamis 5 10 17 24 31

Jumat Sabtu 11 18 25 12 19 26

asumsi-asumsi berikut:
3. Jumlah upah yang diperoleh selama bulan Januari adalah:
Tenaga kerja langsung pabrik.................................... Tenaga kerja tidak langsung pabrik .......................... Gaji bagian penjualan ...................................... Gaji bagian kantor dan administrasi................. $38.500 18.000 20.000 12.000

Total upah

$88.500

4. Upah yang dibayar adalah: $50.000 pada tanggal 9 Januari, dan $40.000
pada tanggal 23 Januari. Dari pajak penghasilan federal yang dipotong $6.000 berasal dari gaji tanggal 9 Januari dan $5.500 berasal dari gaji tanggal 23 Januari.

5. Jumlah upah yang berhak diterima dan belum dibayar pada tanggal 31
Desember 20A berjumlah $26.000. Sedangkan yang berhak diterima dan belum dibayar pada tanggal 31 Januari berjumlah $24.500.

asumsi-asumsi berikut:
6. Biaya pajak upah yang ditanggung pemberi kerja dicatat di akhir bulan,,
dengan perkiraan kewajiban terpisah untuk pajak penghasilan federal dan instansi negara bagian. Sesuai dengan peraturan, pajak FICA karyawan dicatat pada saat dipotong pada tanggal pembayaran dan total pajak FICA (bagian pemberi kerja dan karyawan) didasarkan pada tanggal pembayaran upah. 7. Pajak penghasilan karyawan, pajak FICA karyawan, pembayaran penyesuaian pajak FICA oleh pemberi kerja, iuran serikat pekerja, dan pembayaran Tabungan Obligasi AS dibayarkan pada tanggal yang sama dengan pembayaran upah karyawan. Tidak ada kewajiban yang berkaitan dengan upah untuk bulan Januari yang dibayarkan pada bulan tersebut.

asumsi-asumsi tambahan:
Pajak FICA: 7,5% Kompensasi pekerja, 1% dari seluruh jumlah upah. Asuransi pengangguran: federal 0,8%, negara bagian 5,4%. Estimasi biaya pensiun: S4.000 per bulan, (dengan rincian sebagai berikut: pekerja langsung $1.540; pekerja tidak langsung $900; gaji bagian penjualan $1.000; gaji bagian kantor dan administrasi $560). Pembayaran upah di muka, dipotong sebanyak $2.200 pada tanggal 9 Januari dari jumlah upah. Iuran serikat pekerja ditagih sejumlah $1.000 pada setiap tanggal pembayaran upah. Potongan untuk Obligasi Tabungan Pemerintah AS: $1.200 pada tanggal 9 Januari; dan $900 pada tanggal 23 Januari. Asuransi kesehatan dan kecelakaan: 2% dari jumlah upah, ditanggung sama rata antara pekerja-pemberi kerja (tanggungan pekerja dipotong pada saat pembayaran upah, tanggungan pemberi kerja pada saat upah menjadi hak). Biaya untuk tunjangan pengangguran tambahan berjumlah 2% dari upah yang menjadi hak pekerja pabrik.

Jurnal : Jan. 2 Gaji/Upah ymh dibayar Beban Gaji/Upah Ayat Jurnal Pembalik Hutang Gaji Gaji/Upah Akrual Beban Gaji/Upah 50.000 Gaji ymh dibayar PPh Kary ymh dibayar . Hutang Pajak FICA Pembayaran di Muka untuk Upah dan Gaji Hutang luran Serikat Pekerja Hutang Obligasi Tabungan Pemerintah AS Asuransi Kesehatan dan Kecelakaan Untuk mencatat kewajiban penggajian

Dr. 26.000

Kr.
26.000

33.850 6.000 3.750 2.200 1.000 1.200 2.000

Jurnal : Jan. 9

Dr. Gaji/Upah. Ymh Dibayar............................... 33.850 Hutang Pajak Penghasilan Karyawan..... ... 6.000 Hutang Pajak FICA.................................. 7.500 Hutang luran Serikat Pekerja.................. 1.000 Hutang Obligasi Tabungan Pemerintah AS 1.200 Kas ...................................................... Untuk mencatat Pembayaran Gaji

Kr.

49.550

Jan. 23 Beban Gaji/Upah 40.000 Gaji/Upah Akrual Hutang Pajak Penghasilan Karyawan Hutang Pajak FICA Hutang luran Serikat Pekerja Hutang Obligasi Tabungan Pemerintah AS Asuransi Kesehatan & Kecelakaan Untuk mencatat Kewajiaban penggajian

28.000 5.500 3.000 1.000 900 1.600

Dr. Jan. 23 Gaji/Upah ymh dibayar 28.000 Hutang Pajak Penghasilan Karyawan 5.500 Hutang Pajak FICA 6.000 Hutang luran Serikat Pekerja 1.000 Hutang Obligasi Tabungan Pemerintah AS 900 Kas mencatat pembayaran gaji Jan. 31 Beban Gaji/Upah 24.500 Gaji/Upah ymh dibayar Untuk mencatat Pembayaran Gaji 31 Januari Jan. 31 Barang dalam proses 38.500 Pengendali OHP T. Kerja Tak Langsung 18.000 Pengendali B. Pemasaran : Gaji Penjualan 20.000 Pengendali B. Adm. : Gaji Adm & Kantor 12.000 Beban Gaji Mendistribusikan beban gaji

Kr.

41.400

24.500

88.500

Jan. 31 Pengendali overhead Pajak FICA 2.887,5 Pajak Asuransi pengangguran 2.387,0 Kompensasi pekerja 385 Pensiun 1.540 Manfaat purnabakti lainnya 770 Asuransi Kesehatan & kec. 1.540 Estimasi Pajak Pengangguran 770 Utang Pajak FICA 2.887,5 Utang Pajak Asuransi pengangguran Federal 308 Utang Pajak Asuransi pengangguran Neg. Bagian 2.079 Utang Kompensasi pekerja 385 Utang Pensiun 1.540 Utang purnabakti lainnya 770 Utang Asuransi Kesehatan & kec. 1.540 Utang Pajak Pengangguran 770 Mencatat beban pemberi kerja terkait tenaga kerja langsung pabrik

Dr. 10.279,50

Kr.

Jan. 31 Pengendali overhead Pajak FICA 1.350 Pajak Asuransi pengangguran 1.116 Kompensasi pekerja 180 Pensiun 900 Manfaat purnabakti lainnya 450 Asuransi Kesehatan & kec. 720 Estimasi Pajak Pengangguran 360 Utang Pajak FICA 1.350 Utang Pajak Asuransi pengangguran Federal 1.116 Utang Pajak Asuransi pengangguran Neg. Bagian 180 Utang Kompensasi pekerja 900 Utang Pensiun 450 Utang purnabakti lainnya 720 Utang Asuransi Kesehatan & kec. 360 Utang Pajak Pengangguran 1.350 Mencatat beban pemberi kerja terkait tenaga kerja tak langsung pabrik

Dr. 5.706,00

Kr.

Jan. 31 Pengendali beban pemasaran Pajak FICA 1.500 Pajak Asuransi pengangguran 1.240 Kompensasi pekerja 200 Pensiun 1.000 Manfaat purnabakti lainnya 500 Asuransi Kesehatan & kec. 800 Utang Pajak FICA 1.500 Utang Pajak Asuransi pengangguran Federal 160 Utang Pajak Asuransi pengangguran Neg. Bagian 1.080 Utang Kompensasi pekerja 200 Utang Pensiun 1.000 Utang purnabakti lainnya 500 Utang Asuransi Kesehatan & kec. 800 Mencatat beban pemberi kerja terkait tenaga kerja bagian pemasaran

Dr. 5.240,00

Kr.

Jan. 31 Pengendali beban pemasaran Pajak FICA 900 Pajak Asuransi pengangguran 744 Kompensasi pekerja 120 Pensiun 560 Manfaat purnabakti lainnya 280 Asuransi Kesehatan & kec. 480 Utang Pajak FICA Utang Pajak Asuransi pengangguran Federal Utang Pajak Asuransi pengangguran Neg. Bagian Utang Kompensasi pekerja Utang Pensiun Utang purnabakti lainnya Utang Asuransi Kesehatan & kec. Mencatat beban pemberi kerja terkait tenaga kerja bagian administrasi

Dr. 3.084

Kr.

900 96 648 120 560 280 480

Beri Nilai