JUKNIS PENYUSUNAN RISPAM

Petunjuk teknis penyusunan Rencana Induk SPAM (RISPAM) ini dapat dimanfaatkan oleh kalangan di Dinas PU di berbagai daerah, PDAM, dan
konsultan perencana dan advisory di bidang air minum. Produk yang dirilis oleh Dit. PAM, Ditjen Cipta Karya, Kementerian PU ini diharapkan dapat
menyelaraskan produk berupa laporan atau dokumen RISPAM yang sesuai dengan amanat Permen PU. Keselarasan produk RISPAM dengan
peraturan tersebut akan membantu pengembangan sektor air minum untuk mencapai target MDG's.

Agar produk dokumen RISPAM mendekati kelayakan, maka semua khalayak pembaca diharapkan memberikan kritik dan masukan dengan
menuliskannya di dalam comment yang tersedia. Berbagai kritik dan masukan itu dapat dijadikan bahan untuk perbaikan petunjuk teknis ini yang
berujung pada perbaikan atau penyempurnaan dokumen RISPAM yang disiapkan oleh konsultan penyusunnya.

Selain untuk keperluan pekerjaan konsultan, materi atau substansi juknis ini pun dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa Teknik Lingkungan yang
menyusun Tugas Akhir berupa master plan atau rencana induk di bidang air minum. *

Artikel tentang Rencana Induk SPAM

KAIDAH
TEKNIS
PENYUSUNA
N RISPAM
CARA PERHITUNGAN- ANALISIS SUMBER DATA

I. KONDISI
UMUM
DAERAH
1.1 Kondisi Fisik
Daerah
1.2 Sarana dan

1.1 Jelaskan keadaan daerah: geografis (dataran rendah, pegunungan), geologis, hidrologis, topografis, klimatologis.
Manfaatkan data sekunder. Harus ada peta-peta kab/kota, kecamatan, berisi batas administrasi, kawasan
perumahan, industri, pendidikan, fasum, fasos, jalan, dll.
1.2 Sebutkan sarana dan prasarana yang ada, meliputi: pengelolaan air limbah, persampahan, drainase, listrik, telefon,
jalan, daerah wisata.
1.3 Jelaskan kondisi social, ekonomi, dan budaya masyarakat setempat, buatkan tabel-tabelnya: PDRB, pekerjaan,

1. Kabupaten/ Kota Dalam
Angka (BPS)
2. RTRW
(BapedaKota/Kabupaten)
KAIDAH
TEKNIS
PENYUSUNA
N RISPAM
CARA PERHITUNGAN- ANALISIS SUMBER DATA
Prasarana
1.3 Sosial, Ekonomi,
dan Budaya
1.4 Sarana
Kesehatan
Lingkungan
1.5 Ruang dan
Lahan
1.6 Kependudukan



adat-tradisi-budaya, migrasi (urbanisasi), industri, dll.
1.4 Uraikan sarana kesehatan dan sanitasi lingkungan, statistik kesehatan, insidensi sakit, angka kelahiran, kematian,
data penyakit menular lewat air (pemula atauwaterborne deseases), dan penyakit yg diakibatkan oleh kekurangan
air seperti penyakit gangguan kulit (water ralated deseases).
1.5 Uraikan dan tabelkan semua penataan ruang dan lahan, rencana pengembangan kota, perubahan tataguna lahan.
1.6 Uraikan data kependudukan, yang meliputi jumlah penduduk, kepadatan, dan penyebarannya, dirinci
perkecamatan / kelurahan / desa (dalam bentuk tabel).

II. KONDISI
SPAM
EKSISTING
2.1 Sistem Teknis
2.1.1 Ibukota
Kabupaten
¯Jaringan
Perpipaan (JP)
¯Bukan Jaringan
Pipa (BJP)
2.1.2 IKK
¯JP



2.1 Sistem Teknis:
¯·Jelaskan data tingkat pelayanan (coverage area) air minum (PDAM, UPTD/BLU, KSM, BUS, Koperasi)
¯·Jelaskan data tingkat konsumsi air (liter/orang/hari)
- Tingkat konsumsi JP
- Tingkat konsumsi BJP
¯·Jelaskan NRW/ ATR/ kebocoran air

Untuk JP Ibukota Kabupaten, diuraikan secara detail meliputi:
(1) Unit Air Baku
(2) Unit Produksi
(3) Unit Distribusi

1. PDAM,
2. BPS
3. BAPPEDA Kota/Kabupat
en
4. Dinas PU Kabupaten,
5. Dinas Kesehatan
Kabupaten,
6. Dinas Koperasi & UKM
7. Dispenda
8. Bangda


KAIDAH
TEKNIS
PENYUSUNA
N RISPAM
CARA PERHITUNGAN- ANALISIS SUMBER DATA
2.1.3 Perdesaan
¯JP
¯BJP (Terlindungi
&
Tak Terlindungi)




















(4) Unit Pelayanan

Dibuat peta wilayah perkotaan dan perdesaan, daerah mana yang sudah terlayani SPAM dan yang belum terlayani
JP maupun BJP terlindungi.

Untuk BJP Ibukota Kabupaten, diuraikan dalam bentuk tabulasi berikut ini:







Untuk JP IKK dan Perdesaan, ditampilkan/diuraikan dalam bentuk tabel berikut ini.




































KAIDAH
TEKNIS
PENYUSUNA
N RISPAM
CARA PERHITUNGAN- ANALISIS SUMBER DATA



































KAIDAH
TEKNIS
PENYUSUNA
N RISPAM
CARA PERHITUNGAN- ANALISIS SUMBER DATA
2.2 Sistem Non
Teknis
2.2.1 Kelembagaan
2.2.2 Pengaturan
2.2.3 Pembiayaan





2.2.1.
 Kelembagaan PDAM yang sudah ada yang meliputi struktur organisasi, tugas/wewenang masing-masing personil
yang sudah di-SK-kan oleh Bupati/Walikota (sebagai Pembina PDAM).
 Badan usaha atau lembaga yang mengurus JP non PDAM yang ditetapkan oleh Bupati.
 Lembaga pengelola SPAM swasta/Badan Usaha Swasta atau KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat).
 Pengurus distribusi air minum TA (terminal air), HU (hidran umum) yang ditetapkan oleh Direktur PDAM
2.2.2
 Peraturan tentang pembentukan PDAM, BUS, Koperasi, kelompok masyarakat dan peraturan pelayanan.
2.2.3
 Identifikasi pola pembiayaan pembangunan prasarana SPAM (APBN, APBD, Pamsimas, PDAM, Swadaya
Masyarakat)
 Indentifikasi pembiayaan operasional SPAM
 Kinerja pengelola SPAM (manajemen, teknis dan keuangan)

1. PDAM
2. BAPPEDA Kabupaten,
3. Dinas PU Kabupaten,
4. Dinas Kesehatan
Kabupaten,
5. Dinas Koperasi & UKM


III. STANDAR /
KRITERIA
PERENCANAA
N
3.1 Standar
Kebutuhan Air
3.1.1 Kebutuhan
Domestik
3.1.2 Kebutuhan

3.1dan 3.2
¯·Berisi standar dan kriteria yang akan digunakan dalam pengembangan SPAM
¯·Parameter yang perlu diperhatikan :
···kondisi eksisting
arah pengembangan kota
¯·Cara menentukan Standar kebutuhan Domestik
·· JP Domestik
Air yang terdistribusikan oleh pengelola SPAM dikurangi tingkat kebocoran, dibagi dengan jumlah jiwa

1. Permen PU 18/2007
2. Permen PU 01/2010


KAIDAH
TEKNIS
PENYUSUNA
N RISPAM
CARA PERHITUNGAN- ANALISIS SUMBER DATA
Nondomestik
3.2 Kriteria
Perencanaan
3.2.1 Unit Air
Baku
3.2.2 Unit Transmisi
3.2.3 Unit Produksi
3.2.4 Unit Distribusi
3.2.5 Unit Pelayanan
3.3 Periode
Perencanaan
3.4 Kriteria
Daerah Layanan

terlayani (asumsi 1 SR= …. orang, sesuaikan data BPS setempat; asumsi 1 HU= ±100 Orang atau sesuaikan data
eksisting pemanfaatan HU).
Jika tidak ada sistem
Kebutuhan air dilakukan perbandingan dengan wilayah tingkat karakteristik yang sama.

* BJP Domestik
Disamakan dengan perhitungan kebutuhan JP Domestik

Cara menentukan Standar kebutuhan non-domestik
··JP Non Domestik
Standar kebutuhan JP Non Domestik , yaitu tambahan 15% dari kebutuhan air domestik sesuai dengan
Permen PU No. 18/2007 atau sesuai dengan kebutuhan non-domestik yang direncanakan.

e4CÞ-CÒ g]p444´CÞ C)Ò -EO]·4)g -CÞ ÞEÞ--EO]·4)g
Domestik perkotaan: 120 - 150 l/o/h (liter per orang per hari) sesuai dengan Permen PU No. 18/2007

Domestik perdesaan: minimal 60 l/o/h sesuai denganPermen PU No. 18/2007
·
Non-domestik: Tambahan 15% x kebutuhan domestik sesuai dengan Permen PU No. 18/2007 disesuaikan
kebutuhan spesifik lokasi/daerah.

3.2.1 Pilih sumber air baku yang memenuhi syarat kualitas (Permenkes No 492 tahun 2010), kuantitas (jika debit
minimum pada akhir musim kemarau melebihi kebutuhan air pada periode perencanaan) dan kontinyuitas (cek
debit akhir musim kemarau). Pilih debit yang memenuhi kebutuhan proyeksi 15-20 tahun.
3.2.2 Transmisi air baku dan transmisi air olahan (menggunakan saluran tertutup dengan pipa kecuali air baku boleh
KAIDAH
TEKNIS
PENYUSUNA
N RISPAM
CARA PERHITUNGAN- ANALISIS SUMBER DATA
dengan saluran terbuka yang terlindungi).
3.2.3 Sistem pengolahan air: (1) Pengolahan Lengkap, (2) Pengolahan Parsial.
3.2.4 Pola sistem distribusi: (1) Pola Cabang, (2) Pola Cincin.
3.3 Periode perencanaan antara 15 – 20 tahun dan dievaluasi setiap 5 tahun.
3.4 Daerah yang diprioritaskan daerah rawan air, tinggi kepadatan penduduknya, daerah strategis (wisata, industri,
perkantoran). Upayakan daerah yang BJP tak terlindungi dijadikan BJP terlindungi atau diubah menjadi JP dengan
parameter sosial ekonominya.

IV. PROYEKSI
KEBUTUHAN
AIR
4.1 Rencana
Pemanfaatan
Ruang
4.2 Rencana
Daerah Pelayanan
4.3 Proyeksi
Jumlah Penduduk
4.4 Kebutuhan
Air Minum




4.1 Uraian mengacu pada data RTRW, disertai petapemanfaatan ruang.
4.2 Pembuatan blok pelayanan yang disesuaikan dengan kondisi topografi, sebaran penduduk, dan peruntukan daerah
(wisata, industri, perkantoran) kemudian dipetakan.
4.3 Data demografi 10 tahun terakhir. Sebaran dan kepadatan penduduk. Proyeksi-
¬ Menggunakan dataproyeksi penduduk dari data sekunder (misal RTRW)
4.4 Kebutuhan air minum menggunakan parameter: (1) tingkat pelayanan, (2) tingkat konsumsi air, (3) penurunan
kehilangan air


1. RTRW
2. PDAM
V. POTENSI AIR
KAIDAH
TEKNIS
PENYUSUNA
N RISPAM
CARA PERHITUNGAN- ANALISIS SUMBER DATA
BAKU
5.1 Potensi Air
Permukaan
5.2 Potensi Air
Tanah
5.3 Neraca Air
5.4 Alternatif
Sumber Air Baku
5.5 Perizinan



5.1 Sebutkan semua air permukaan yang ada: sungai, danau, waduk, embung, muara baik tulisan maupun berupa peta.
Debit rerata musim hujan & kemarau dan debit minimumnya. Kualitas air musim hujan & kemarau.
5.2 Idem untuk air tanah. Catat juga elevasi sumber air (broncaptering), intake dan jaraknya dari daerah pelayanan
tulisan dan Peta.
5.3 Neraca air: Debit yang sudah dimanfaatkan, debit sisa, potensi yang masih bisa dimanfaatkan, data curah hujan 5
tahun terakhir.
5.4 Pilihan sumber air yang digunakan. Kaji secara teknis pemanfatannya, secara eknomis, dan aman bagi lingkungan,
kualitas air menjadi pertimbangan dalam pemilihan sumber air yang digunakan
5.6 Usulan izin pemanfaatan air baku (SIPA) dan debit yang dimanfaatkan, bagi lokasi pengambilan yang belum ada
SIPA-nya, uraikan tata-cara proses pembuatan SIPA.

1. SDA
2. PDAM
VI. RENCANA
PENGEMBANG
AN
SPAM
6.1 Rencana
Sistem Pelayanan
6.2 Rencana
Pengembangan
SPAM
6.3 Kapasitas
Sistem
6.4 Rencana
Penurunan

6.1 Jelaskan rencana pola pemanfaatan ruang wilayah pengembangan pelayanan (zonasi) serta tingkat pelayanannya
6.2 Jelaskan rencana pengembangan SPAM meliputi pentahapan 5 tahunan SPAM Perkotaan dan Perdesaan termasuk
unit-unit pelayanannya (unit produksi, distribusi dan pelayanan)
6.3 Jelaskan kapasitas pelayanan pengembangan perkotaan (ibukota kabupaten dan masing-masing IKK, baik IKK
pengembangan maupun IKK baru, termasuk prioritas dan urgensinya dalam pentahapan pengembangan SPAM)
termasuk BJP, juga dijelaskan pengembangan perdesaan termasuk prioritas dan urgensinya dalam pentahapan
pengembangan SPAM baik JP maupun BJP
6.4 Jelaskan kiat-kiat penurunan kebocoran berdasarkan informasi dari data eksisting SPAM. Buatlah peta
pengembangan SPAM dengan peta dasar dari peta RTRW


1. Analisis
KAIDAH
TEKNIS
PENYUSUNA
N RISPAM
CARA PERHITUNGAN- ANALISIS SUMBER DATA
Kebocoran

VII. RENCANA
PENDANAAN /
INVESTASI
7.1 Kebutuhan
Investasi, Sumber,
Pendanaan.
7.2 Dasar
Penentuan Asumsi
Keuangan.
7.3 Analisa
Kelayakan
Keuangan

7.1 Besaran rencana biaya / investasi yang dibutuhkan yang dituangkan dalam rencana anggaran biaya pengembangan
SPAM. Pola Investasi disesuaikan dan dilakukan dengan rencana pentahapannya termasuk sumber pendanaan
disesuaikan dengan peraturan dan ketentuan yang ada seperti pendanaan sumber dari APBN SDA, produksi dari
APBN DJCK, dan distribusi jaringan dari APBN/APBD I, atau distribusi jaringan pelanggan bisa didapat dari
APBD II/PDAM
7.2. Asumsi-asumsi yang berhubungan langsung dan tidak langsung dengan perhitungan proyeksi keuangan /finansial
seperti: Indeks / tingkat inflasi, tahun dasar proyeksi, jangka waktu proyeksi, tingkat suku bunga/diskon faktor/BI
rate, tingkat inflasi, kebijakan kenaikan tarif (yang diharapkan), masa tenggang pembayaran bunga dan
cicilan, loan disbursement, dan kebijakan lainnya.
7.3. Analisis kelayakan keuangan dinilai dengan melihat kelayakan keuangan/finansial untuk investasi pengembangan
RI SPAM yaitu besaran IRR, NPV,PayBack Periode, sensitivity analysis, BCR. Investasi disebut layak untuk
diimplementasikan apabila : IRR > diskon faktor/BI Rate dan NPV positif

1. RAB (konsep teknis
pengembangan SPAM)
2. BPS
3. Kebijakann tartif daerah
setempat
4. Bank Indonesia
5. PP 16/2005
6. Permen PU 18/2007
7. Permendagri 23/2006
8. Analis
VIII. RENCANA
PERATURAN
KELEMBAGAA
N
8.1 Bentuk
Kelembagaan
8.2 Struktur Organisasi
8.3 Kebutuhan SDM

8.1 Bentuk altermatif kelembagaan pengelolaan SPAM: BUMD (Badan Usaha Milik Daerah /PDAM), BUS (Badan
Usaha Milik Swasta), Koperasi, BLU (Badan Layanan Umum), KSM (kelompok Swadaya Masyarakat)
8.2 Struktur organisasi kelembagaan yang diperlukan, uraikan tugas dan tanggung jawabnya.
Struktur organiasi pengelolaan SPAM (BUMD) yaitu:
¯·Regulator: Kepala Daerah
¯·Operator penyelenggara: Direksi /Pengawas.
8.3 SDM yang dibutuhkan untuk operasi/rawat SPAM: sarjana teknik lingkungan, teknik mesin/elektro, teknik sipil,
ekonomi, hukum, dll (sesuai dengan kebutuhan). Sesuaikan latar belakang pendidikan dengan job deskripsi dari
struktur organisasi.

1. PP 16/2005
2. Permendagri No. 61/2007
3. Permendagri No. 2/2007
4. Kepmendagri No.
130/2003
KAIDAH
TEKNIS
PENYUSUNA
N RISPAM
CARA PERHITUNGAN- ANALISIS SUMBER DATA





Dinas PU Kabupaten. industri. perubahan tataguna lahan. Lahan 1.ANALISIS SUMBER DATA Prasarana adat-tradisi-budaya. BUS.1 Sistem Teknis Jelaskan data tingkat pelayanan (coverage area) air minum (PDAM. Dinas Kesehatan Kabupaten. Koperasi) 2. angka kelahiran.1.4 dan Budaya data penyakit menular lewat air (pemula atauwaterborne deseases).Tingkat konsumsi BJP Perpipaan (JP) Jelaskan NRW/ ATR/ kebocoran air Bukan Jaringan Pipa (BJP) Untuk JP Ibukota Kabupaten. Dinas Koperasi & UKM 7. 1.1 Ibukota Jelaskan data tingkat konsumsi air (liter/orang/hari) Kabupaten . dirinci 1.5 Ruang dan perkecamatan / kelurahan / desa (dalam bentuk tabel).6 Kependudukan II. Uraikan sarana kesehatan dan sanitasi lingkungan. migrasi (urbanisasi). kepadatan. dan penyakit yg diakibatkan oleh kekurangan 1.3 Sosial.Tingkat konsumsi JP Jaringan . dan penyebarannya. KONDISI SPAM 2. BAPPEDA Kota/Kabupat en 4.1. Lingkungan 1.4 Sarana air seperti penyakit gangguan kulit (water ralated deseases). statistik kesehatan. Ekonomi.1 Sistem Teknis: EKSISTING 2.KAIDAH TEKNIS PENYUSUNA N RISPAM CARA PERHITUNGAN.2 IKK (1) Unit Air Baku JP (2) Unit Produksi (3) Unit Distribusi 1. Kesehatan 1.5 Uraikan dan tabelkan semua penataan ruang dan lahan. 2. insidensi sakit. dll. KSM. PDAM.6 Uraikan data kependudukan. Dispenda 8. UPTD/BLU. Bangda . BPS 3. 1. 5. kematian. yang meliputi jumlah penduduk. diuraikan secara detail meliputi: 2. 6. rencana pengembangan kota.

KAIDAH TEKNIS PENYUSUNA N RISPAM 2. ditampilkan/diuraikan dalam bentuk tabel berikut ini.1. Untuk BJP Ibukota Kabupaten.3 Perdesaan JP BJP (Terlindungi & Tak Terlindungi) (4) Unit Pelayanan CARA PERHITUNGAN. daerah mana yang sudah terlayani SPAM dan yang belum terlayani JP maupun BJP terlindungi. . diuraikan dalam bentuk tabulasi berikut ini: Untuk JP IKK dan Perdesaan.ANALISIS SUMBER DATA Dibuat peta wilayah perkotaan dan perdesaan.

KAIDAH TEKNIS PENYUSUNA N RISPAM CARA PERHITUNGAN.ANALISIS SUMBER DATA .

Dinas PU Kabupaten. Dinas Kesehatan yang sudah di-SK-kan oleh Bupati/Walikota (sebagai Pembina PDAM). 2. Kelembagaan PDAM yang sudah ada yang meliputi struktur organisasi.2.2 Kebutuhan Air yang terdistribusikan oleh pengelola SPAM dikurangi tingkat kebocoran. BAPPEDA Kabupaten. teknis dan keuangan) III. tugas/wewenang masing-masing personil 3.1.3 Identifikasi pola pembiayaan pembangunan prasarana SPAM (APBN.1 2. HU (hidran umum) yang ditetapkan oleh Direktur PDAM 2. Kabupaten.1dan 3.2. 5. Permen PU 01/2010 . BUS. kelompok masyarakat dan peraturan pelayanan. 2. Pamsimas. dibagi dengan jumlah jiwa 1. STANDAR / 3.3 2.2. Dinas Koperasi & UKM Lembaga pengelola SPAM swasta/Badan Usaha Swasta atau KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat). PDAM.2 Peraturan tentang pembentukan PDAM. APBD.2 KRITERIA Berisi standar dan kriteria yang akan digunakan dalam pengembangan SPAM PERENCANAA Parameter yang perlu diperhatikan : N kondisi eksisting 3.KAIDAH TEKNIS PENYUSUNA N RISPAM 2.1 Standar arah pengembangan kota Kebutuhan Air 3.1.2 Sistem Non Teknis Kelembagaan Pengaturan Pembiayaan         CARA PERHITUNGAN.1. PDAM 2. Permen PU 18/2007 2.2.1 Kebutuhan Cara menentukan Standar kebutuhan Domestik Domestik  JP Domestik 3.2 2. Pengurus distribusi air minum TA (terminal air). Swadaya Masyarakat) Indentifikasi pembiayaan operasional SPAM Kinerja pengelola SPAM (manajemen. 4.2.ANALISIS SUMBER DATA 1. Badan usaha atau lembaga yang mengurus JP non PDAM yang ditetapkan oleh Bupati.2. Koperasi.

2.2. 3. Perencanaan Jika tidak ada sistem Unit Air Kebutuhan air dilakukan perbandingan dengan wilayah tingkat karakteristik yang sama. Pilih debit yang memenuhi kebutuhan proyeksi 15-20 tahun.5 Nondomestik terlayani (asumsi 1 SR= …. sesuaikan data BPS setempat.4 Kriteria Permen PU No. orang.KAIDAH TEKNIS PENYUSUNA N RISPAM CARA PERHITUNGAN. 18/2007  Non-domestik: Tambahan 15% x kebutuhan domestik sesuai dengan Permen PU No.1 Pilih sumber air baku yang memenuhi syarat kualitas (Permenkes No 492 tahun 2010).2 Transmisi air baku dan transmisi air olahan (menggunakan saluran tertutup dengan pipa kecuali air baku boleh .2.ANALISIS SUMBER DATA 3. kuantitas (jika debit minimum pada akhir musim kemarau melebihi kebutuhan air pada periode perencanaan) dan kontinyuitas (cek debit akhir musim kemarau). asumsi 1 HU= ±100 Orang atau sesuaikan data 3.3 Periode JP Non Domestik Perencanaan Standar kebutuhan JP Non Domestik .4 3.150 l/o/h (liter per orang per hari) sesuai dengan Permen PU No.2 3.2.2.2 Kriteria eksisting pemanfaatan HU). 18/2007 disesuaikan kebutuhan spesifik lokasi/daerah. Daerah Layanan  Domestik perkotaan: 120 . 18/2007 atau sesuai dengan kebutuhan non-domestik yang direncanakan.3 3.2.2. 18/2007 Domestik perdesaan: minimal 60 l/o/h sesuai denganPermen PU No.1 3. Baku Unit Transmisi * BJP Domestik Unit Produksi Disamakan dengan perhitungan kebutuhan JP Domestik Unit Distribusi Unit Pelayanan Cara menentukan Standar kebutuhan non-domestik 3. yaitu tambahan 15% dari kebutuhan air domestik sesuai dengan 3. 3.

3. sebaran penduduk. PDAM AIR 4.ANALISIS SUMBER DATA dengan saluran terbuka yang terlindungi). RTRW KEBUTUHAN 4. Pemanfaatan 4. disertai petapemanfaatan ruang. (2) Pengolahan Parsial. IV. daerah strategis (wisata.2 Rencana 4. PROYEKSI 1. (2) Pola Cincin.4 Kebutuhan air minum menggunakan parameter: (1) tingkat pelayanan. POTENSI AIR .1 Uraian mengacu pada data RTRW.1 Rencana (wisata. ProyeksiRuang  Menggunakan dataproyeksi penduduk dari data sekunder (misal RTRW) 4. Sebaran dan kepadatan penduduk. 3.4 Daerah yang diprioritaskan daerah rawan air.3 Data demografi 10 tahun terakhir. 3. perkantoran). tinggi kepadatan penduduknya.4 Pola sistem distribusi: (1) Pola Cabang.3 Proyeksi Jumlah Penduduk 4.2. perkantoran) kemudian dipetakan. 4.3 Sistem pengolahan air: (1) Pengolahan Lengkap.KAIDAH TEKNIS PENYUSUNA N RISPAM CARA PERHITUNGAN.4 Kebutuhan Air Minum V. Upayakan daerah yang BJP tak terlindungi dijadikan BJP terlindungi atau diubah menjadi JP dengan parameter sosial ekonominya. (2) tingkat konsumsi air. 3.2 Pembuatan blok pelayanan yang disesuaikan dengan kondisi topografi.3 Periode perencanaan antara 15 – 20 tahun dan dievaluasi setiap 5 tahun. industri. industri. (3) penurunan Daerah Pelayanan kehilangan air 4.2. dan peruntukan daerah 2.

3 Neraca air: Debit yang sudah dimanfaatkan.4 Alternatif 5.2 Jelaskan rencana pengembangan SPAM meliputi pentahapan 5 tahunan SPAM Perkotaan dan Perdesaan termasuk AN unit-unit pelayanannya (unit produksi. PDAM Permukaan 5. 5. baik IKK Sistem Pelayanan pengembangan maupun IKK baru.3 Neraca Air tahun terakhir.5 Perizinan 5. VI. termasuk prioritas dan urgensinya dalam pentahapan pengembangan SPAM) 6. Kualitas air musim hujan & kemarau. danau. waduk. 2.1 Rencana 6. Analisis 6. juga dijelaskan pengembangan perdesaan termasuk prioritas dan urgensinya dalam pentahapan Pengembangan pengembangan SPAM baik JP maupun BJP SPAM 6. distribusi dan pelayanan) SPAM 6. potensi yang masih bisa dimanfaatkan. intake dan jaraknya dari daerah pelayanan 5.2 Potensi Air tulisan dan Peta.2 Rencana termasuk BJP. Catat juga elevasi sumber air (broncaptering). RENCANA 6. debit sisa. Sumber Air Baku kualitas air menjadi pertimbangan dalam pemilihan sumber air yang digunakan 5. Kaji secara teknis pemanfatannya. bagi lokasi pengambilan yang belum ada SIPA-nya.1 PENGEMBANG Jelaskan rencana pola pemanfaatan ruang wilayah pengembangan pelayanan (zonasi) serta tingkat pelayanannya 1. Buatlah peta 6. embung. secara eknomis.1 Sebutkan semua air permukaan yang ada: sungai. dan aman bagi lingkungan. uraikan tata-cara proses pembuatan SIPA.3 Kapasitas pengembangan SPAM dengan peta dasar dari peta RTRW Sistem 6.4 Pilihan sumber air yang digunakan.6 Usulan izin pemanfaatan air baku (SIPA) dan debit yang dimanfaatkan.1 Potensi Air Debit rerata musim hujan & kemarau dan debit minimumnya. 1.ANALISIS SUMBER DATA 5.4 Jelaskan kiat-kiat penurunan kebocoran berdasarkan informasi dari data eksisting SPAM.KAIDAH TEKNIS PENYUSUNA N RISPAM CARA PERHITUNGAN. SDA BAKU 5.4 Rencana Penurunan .2 Idem untuk air tanah. data curah hujan 5 5. Tanah 5.3 Jelaskan kapasitas pelayanan pengembangan perkotaan (ibukota kabupaten dan masing-masing IKK. muara baik tulisan maupun berupa peta.

2.KAIDAH TEKNIS PENYUSUNA N RISPAM Kebocoran CARA PERHITUNGAN. RAB (konsep teknis pengembangan SPAM) BPS Kebijakann tartif daerah setempat Bank Indonesia PP 16/2005 Permen PU 18/2007 Permendagri 23/2006 Analis 1. Kelayakan RI SPAM yaitu besaran IRR.2 Struktur organisasi kelembagaan yang diperlukan. dan distribusi jaringan dari APBN/APBD I. 6.3 SDM yang dibutuhkan untuk operasi/rawat SPAM: sarjana teknik lingkungan. atau distribusi jaringan pelanggan bisa didapat dari 2. jangka waktu proyeksi. 4.2 Dasar seperti: Indeks / tingkat inflasi. RENCANA 7. masa tenggang pembayaran bunga dan 5. produksi dari INVESTASI 7.3. 130/2003 . Keuangan. PP 16/2005 Permendagri No.3 Kebutuhan SDM struktur organisasi. Koperasi. 8. 2/2007 Kepmendagri No. 7. 61/2007 Permendagri No. teknik sipil. ekonomi. dan kebijakan lainnya. Asumsi-asumsi yang berhubungan langsung dan tidak langsung dengan perhitungan proyeksi keuangan /finansial 7. Sesuaikan latar belakang pendidikan dengan job deskripsi dari 8.1 Bentuk Kelembagaan Operator penyelenggara: Direksi /Pengawas. sensitivity analysis. KSM (kelompok Swadaya Masyarakat) PERATURAN KELEMBAGAA8. dll (sesuai dengan kebutuhan).ANALISIS SUMBER DATA VII.3 Analisa 7.1 Besaran rencana biaya / investasi yang dibutuhkan yang dituangkan dalam rencana anggaran biaya pengembangan 1. teknik mesin/elektro. tingkat inflasi. PENDANAAN / SPAM. loan disbursement. Analisis kelayakan keuangan dinilai dengan melihat kelayakan keuangan/finansial untuk investasi pengembangan 7. NPV. Pola Investasi disesuaikan dan dilakukan dengan rencana pentahapannya termasuk sumber pendanaan disesuaikan dengan peraturan dan ketentuan yang ada seperti pendanaan sumber dari APBN SDA. BCR. APBD II/PDAM 3. Sumber. tahun dasar proyeksi.2 Struktur Organisasi 8.PayBack Periode. kebijakan kenaikan tarif (yang diharapkan). tingkat suku bunga/diskon faktor/BI 4. RENCANA Usaha Milik Swasta). BLU (Badan Layanan Umum).1 Kebutuhan APBN DJCK. Struktur organiasi pengelolaan SPAM (BUMD) yaitu: N Regulator: Kepala Daerah 8. 3. Pendanaan. uraikan tugas dan tanggung jawabnya. BUS (Badan VIII. cicilan. 7.1 Bentuk altermatif kelembagaan pengelolaan SPAM: BUMD (Badan Usaha Milik Daerah /PDAM). Penentuan Asumsi rate. Investasi disebut layak untuk 8. hukum. Investasi. 2. Keuangan diimplementasikan apabila : IRR > diskon faktor/BI Rate dan NPV positif 8.

ANALISIS SUMBER DATA .KAIDAH TEKNIS PENYUSUNA N RISPAM CARA PERHITUNGAN.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful