Anda di halaman 1dari 5

Nama : Ega Syahputra S.

Kelas : 7.5

No. Absen : 9

Jangan Pernah Tinggalkan Sholat


KHUTBAH JUMAT PERTAMA











Maasyiral muslimin rahimakumullah

Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam
shalatmu) dengan khusyu. (QS. Al-Baqarah: 238).
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wa Taala atas segala karunia, hidayah
dan berjuta kenikmatan tak terhingga yang telah Dia anugerahkan kepada kita semua.
Salawat dan salam semoga selalu tercurahkan ke haribaan baginda Rasulullah shalallahu alaihi

wa sallam, beserta keluarga, sahabat, dan semua orang yang mengikutnya hingga hari kemudian.
Selanjutnya marilah kita meningkatkan takwa kita kepada Allah Subhanahu wa Taala dengan
sebenar-benar takwa, yakni dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala
larangan-Nya.
Kaum muslimin azzakumullah

Di zaman yang semakin dekat dengan hari akhir ini, kita menyaksikan suatu fenomena
memprihatinkan yang menimpa kaum muslimin, yaitu sebuah realita banyaknya orang yang
mengaku beragama Islam namun tidak memahami hakikat agama Islam yang dianutnya, bahkan
tingkah laku keseharian mereka sangatlah jauh dari nilai-nilai Islam itu sendiri.
Di antaranya adalah banyaknya kaum muslimin di masa sekarang yang mulai meremehkan dan
menyia-nyiakan salat, bahkan tidak sedikit dari mereka yang berani meninggalkannya dengan
sengaja dan terang-terangan. Padahal dalam Agama Islam, salat memiliki kedudukan yang tidak
bisa ditandingi oleh ibadah lainnya. Keistimewaan tersebut tergambar dengan
peristiwa isra dan miraj dimana Rasullah shalallahu alaihi wa sallam menerima wahyu
perintah salat. Setelah beliau sampai di Sidratul Muntaha, Allah Subhanahu wa Taala berbicara
langsung kepada Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam. Yang demikian itu menunjukkan
bahwa betapa agung kedudukan ibadah salat dalam Islam, karena ia adalah tiang agama, di mana
agama ini tidak akan tegak kecuali dengannya. Dalam suatu hadis sahih Rasulullah shalallahu
alaihi wa sallam bersabda,

Pokok agama adalah Islam (berserah diri), tiangnya adalah salat, dan puncaknya adalah jihad
di jalan Allah. (HR. At-Tirmidzi no. 26160).
Sidang Jumat yang dimuliakan Allah

Salat adalah ibadah yang pertama kali diwajibkan setelah ikhlas dan tauhid, sebagaimana Firman
AllahSubhanahu wa Taala,

Dan tidaklah mereka disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan

kepadaNya dalam menjalankan agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan
menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus. (QS. Al-Bayyinah: 5)
Dan sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam,

Aku telah diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwasanya tiada
tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, kemudian
mendirikan salat dan menunaikan zakat. Apabila mereka melakukan itu, maka mereka menjaaga
darah dan harta mereka dariku kecuali dengan hak Islam, dan perhitungan mereka diserahkan
kepada Allah. (HR. al-Bukhari dan Muslim)







.

Barangsiapa yang menjaganya (salat fardhu) maka pada Hari Kiamat dia akan memperoleh
cahaya, bukti nyata (yang akan membelanya), dan keselamatan. Dan barangsiapa yang tidak
menjaganya, maka dia tidak memiliki cahaya, bukti nyata (yang akan membelanya), dan
keselamatan, serta pada Hari Kiamat dia akan (dikumpulkan) bersama Qarun, Firaun, Haman,
dan Ubay bin Khalaf. (HR. Ahmad, no. 6540, Ad-Darimi, no. 2721, Sahih Ibnu Hibban, no.
1476. Syuaib al-Arnauth mengatakan Isnadnya sahih. Didhaifkan oleh al-Albani di
dalam Dhaif al-Jami no. 2851).
Jamaah Jumat hafizhakumullah

Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang. (QS. Ar-Rad: 28)
Jiwa orang yang melakukan salat akan mengalami ketenangan dan akan

mendapatkan thumaninahdalam hidup. Berbeda dengan orang yang enggan salat. Hidupnya
mengalami was-was, tidak tentang, ketakutan, dan selalu diganggu oleh setan.
Tunaikanlah salat karena ajal begitu dekat. Laksanakanlah perintah-Nya selagi amal masih
dicatat. Segeralah bertaubat sebelum pintu-Nya tertutup rapat. Jadilah hamba yang taat demi
meraih surga-Nya yang penuh dengan nikmat.

KHUTBAH JUMAT KEDUA

Maasyiral muslimin aazzanallah waiyyakum

Jika meninggalkan salat memang perkara yang boleh disepelekan atau ditolerir, niscaya orang
yang sedang sakit tidak akan diperintahkan untuk mengerjakannya. Logika manakah yang
membenarkan diperbolehkannya meninggalkan salat bagi orang yang sehat, sementara orang
yang sakit saja diwajibkan untuk mengerjakannya? Ini menunjukkan bahwa orang yang
meninggalkan salat cenderung menuruti hawa nafsunya, mengikuti keinginan syahwat, serta
mengabaikan jalan yang lurus dan sesuai dengan logika akal manusia.
Bagaimana pun keadaan yang kita alami, maka salat wajib kita lakukan. Baik ketika sehat
ataupun sedang sakit, dalam keadaan safar maupun bermukim. Salat wajib yang lima waktu
harus tetap dikerjakan, bagaimana pun kondisi kita.
Oleh sebab itu hadirin sekalian, dalam khutbah yang singkat ini khatib ingin menasihati khatib
pribadi dan jamaah sekalian janganlah sekali-kali kita meremehkan salat apalagi
meninggalkannya. Jadilah kita termasuk hamba-hamba Alah yang selalu menjaga salat, karena
kita tidak tahu berapa umur kita yang tersisa. Berapa pun panjangnya usia kita, namun kita
meyakini bahwa kita pasti akan meninggalkan dunia yang fana ini. Dan setiap orang yang
mengadakan perjalanan pasti membutuhkan bekal. Sementara perjalanan yang satu ini adalah
perjalanan yang sangat panjang dan tidak akan kembali lagi. Barangsiapa yang dalam perjalanan
tersebut tidak memiliki bekal, maka ia berarti telah menderita kerugian yang tak akan tergantikan
dan tidak ada bandingannya. Bagaimana seseorang selalu lalai, sementara usianya berlalu
bagaikan awan yang berarak di angkasa. Tiba-tiba saat ia dipanggil untuk memenuhi janji yang
tidak dapat ditunda-tunda (kematian), maka ia pun kemudian mencari bekal, hanya saja yang ia
dapati cuma tanah yang menghimpitnya, sementara ia tidak mendapatkan orang yang dapat
menyelematkannya atau menolongya, waliyadzu billah.
Mudah-mudahan Allah memberikan kita petunjuk untuk melaksanakan salat yang lima waktu
dan melaksanakan kebaikan sesuai dengan syariat. Mudah-mudahan Allah menjadikan hari-hari
kita penuh dengan amal saleh yang akan membawa kita kepada kebahagiaan dan ketenangan di
dunia dan di akhirat. Mudah-mudahan Allah senantiasa memberikan hidayah pada segala urusan
kita dan memberikan petunjuk kepada kita semua dalam menapaki jalan-Nya yang lurus, jalan

orang-orang yang Allah berikan nikmat kepada mereka, jalan para nabi, orang-orang yang jujur,
dan para syuhada, serta orang-orang yang saleh, bukan, jalan orang-orang tersesat.

_______________________________________