Anda di halaman 1dari 2

Nama : Naning Widiastutik NRP : 1509100705 JUS SALAM SEBAGAI MINUMAN ANTIOKSIDAN ALAMI YANG AMAN DIKONSUMSI SETIAP

HARI Pohon Salam (Eugenia polyantha) ditanam untuk diambil daunnya untuk dijadikan bumbu masak karena memiliki keharuman khas yang bisa menambah kelezatan masakan. Daun salam mempunyai rasa yang kelat dan bersifat astringent dan buahnya manis berwarna merah sampai hitam keunguan jika masak. Untuk pengobatan, memang daunlah yang paling banyak digunakan, tetapi akar, kulit, dan buahnya pun berkhasiat sebagai obat (Dalimartha, 2007). Eugenia polyantha mengandung tanin, minyak atsiri, seskuiterpen, triterpenoid, fenol, steroid, sitral, lakton, saponin, dan karbohidrat (BPOM, 2004). Daun salam juga mengandung beberapa vitamin, di antaranya vitamin C, vitamin A, Thiamin, Riboflavin, Niacin, vitamin B6, vitamin B12, folat, dan mineral selenium (Asiamaya, 2007). Ekstrak buah salam meiliki kapasitas antiradical (DPPH) dan penghambatan peroksidasi system linoleat terkait dengan kandungan antosianinnya. Antosianin merupakan kelompok terbesar senyawa fenolik yang memperlihatkan aktifitas antioksidan tinggi, yang mempengaruhi oksidasi LDL, dan pangan berlemak (Satue-Gracia et al., 1997; Fukumoto and Mazza, 2000; Smith et al., 2000). Antosianin merupakan salah satu senyawa antioksidan yang efektif menangkap radikal beba sehingga dapat mengurangi resiko penyakit jantung koroner dan stroke, aktifitas antikarsinogen, efek antiinflammatory, memperbaiki katajaman mata, dan memperbaiki perilaku kognitif (Wrolstad, 2004). Dengan kandungan antosianin yang cukup melimpah dan banyak senyawa kimia lainnya yang sangat bermanfaat bagi tubuh didalamnya, maka buah salam sangat baik dikonsumsi setiap hari. Untuk lebih memudahkan dalam mengkonsumsinya, buah salam dapat dibuat jus dengan dicampur dengan madu atau gula untuk menghilangkan rasa sepatnya atau dengan buah yang lain untuk menambah rasa. Caranya buah salam dipisahkan antara daging buah dan bijinya dengan cara diremas hingga lumat, kemudian dilewatkan melalui ayakan aluminium untuk memisahkan daging buahnya. Daging buah langsung bisa dibuat jus dengan juicer. Sebaiknya alat juicer yang dipakai berotasi rendah. tapi daya pengepresnya kuat sehingga seluruh air dalam daging buah termasuk anzim-enzim yang terkandung di dalamnya yang biasanya bersifat therapeutic dapat keluar dari daging buah. Jika menggunakan alat juicer berotasi tinggi, maka enzim-enzim tersebut akan rusak akibat munculnya elektromagnetik antara dinding dan pisau pemotong dalam juicer. Dan jus yang telah dibuat sebaiknya langsung diminum atau maksimal 2 jam dari waktu membuatnya atau 4 jam jika diletakkan dalam freezer. Cara meminumnya juga lambat dan teratur, biarkan jus 5-15 detik dalam mulut agar enzim dalam air liur bercampur dengan jus, baru ditelan. Karena jus salam tidak dapat bertahan lama agar dapat memperoleh khasiat jus buah salam yang maksimal, maka akan lebih baik jika jus diperkenalkan pada orang banyak dengan cara mendirikan kedai jus salam, dimana jus ini langsung dibuat ditempat sehingga orang lain dapat melihat cara pembuatannya dan mengkin jika ada yang ingin mencoba untuk membuatnya sendiri di rumah.

Daftar Pustaka Badan Pengawas Obat dan Makanan. 2004. Kandungan kimia sembilan tanaman obat unggulan. Diunduh dari http://www.beritabumi.or.id Dalimartha S. 2007. Atlas tumbuhan obat Indonesia. Diunduh dari http://www.pdpersi.co.id/? show=detailnews&kode=1024&tbl=alternative Wahyudi J. 2005. Daun salam sebagai obat. Diunduh dari http://pdpersi.pdpersi.co.id/ Asiamaya. 2007. Kandungan nutrisi daun salam. Diunduh dari http://www.asiamaya.com/nutrients/daunsalam.htm World Health Organization. Research guidelines for evaluating the safety and efficacy of herbal medicine. Manila: World Health Organization Regional Office for the Western Pacific. 1993 : 35 Wrolstad R.E. 2004. Anthocyanin Pigments Bioactivity and Coloring Properties. Journal of Food Science . Vol. 69. Nr. 5, C419 C42