Anda di halaman 1dari 4

Mendemonstrasikan Unsur Manajemen Dalam Pelayanan Kesehatan

Unsur- unsur Manajemen : 1. 2. 3. 4. Adanya kelompok manusia 2 orang atau lebih Adanya kerjasama dari kelompok tersebut Adanya proses kegiatan Adanya tujuan yang telah ditentukan atau disepakati sebelumnya

A. Perencanaan Perencanaan adalah sebuah proses yang dimulai dengan merumuskan tujuan, menyusun dan menetapkan rangkaian kegiatan untuk mencapainya. Perencanaan adalah pemilihan dan penghubungan fakta-fakta serta pembuatan dan penggunaan perkiraan-perkiraan/asumsi-asumsi untuk masa yang akan datang dengan jalan menggambarkan dan merumuskan kegiatankegiatan yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Planning yang efektif didasarkan pada fakta dan informasi, bukan atas dasar emosi atau keinginan. Fakta-fakta yang relevan dengan situasi yang sedang dihadapi berhubungan erat dengan pengalaman dan pengetahuan seorang manajer. Dibutuhkan cara berfikir yang berefleksi; juga dapat dibantu oleh imaginasi dan forecast. Selanjutnya Harold Koontz dan Cyril ODonnell dalam buku principles of management mengemukakan prinsipprinsip planning sebagai berikut : 1. Prinsip membantu tercapainya tujuan (principle of contribution to objective) 2. Prinsip pengutamaan perencanaan (principle of primacy of planning) 3. Prinsip pemerataan perencanaan (principle of pervasiveness of planning). Jenis-jenis perencanaan : a. Perencanaan Physik (physical planning). Perencanaan tersebut meliputi perencanaan yang sifatnya physic, seperti perencanaan kota dan perencanaan daerah

b. Perencanaan Fungsional (Functional Planning). Perencanaan ini berhubungan dengan perecanaan yang sifatnya fungsionil, seperti perencanaan produksi dan perencanaan keuangan c. Perencanaan Comprehensive (Comprehensive Planning). Perencanaan ini merupakan gabungan antara perencanaan physic dan perencanaan fungsionil. d. Perencanaan kombinasi umum (general Combination Planning). Perencanaan ini meliputi perencanaan physic, fungsional, dan perencanaan komprehensive yang sekaligus digabungkan.

Keuntungan dari perencanaan menurut G. R. Terry diantaranya : 1. Pertama-tama perencanaan menyebabkan bahwa kegiatan-kegiatan dilakukan secara teratur dan bertujuan 2. Perencanaan meminimalisir tindakan-tindakan yang tidak produktif 3. Perencanaan membantu penggunaan suatu alat pengukur hasil kerja Sedangkan kekurangan-kekurangan atas pembatasan-pembatasannya yaitu : 1. Informasi atau fakta-fakta yang dibutuhkan untuk meramalkan masa yang akan datang, belum tentu tepat, sehingga manajer tidak akan dapat secara pasti meramalkan apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang. 2. Biaya yang diperlukan untuk menyusun suatu planning yang lengkap sangat besar, bahkan dapat melampaui hasil yang akan dicapai. 3. Secara psikologis orang-orang itu lebih suka memperhatikan masa sekarang daripada masa yang akan datang, mengingat planning berhubungan dengan masa yang akan datang. Perencanaan juga merupakan proses untuk merumuskan masalah kegiatan, menentukan kebutuhan dan sumber daya yang tersedia, menetapkan tujuan kegiatan yang paling pokok dan menyusun langkah-langkah untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan (landasan dasar). Contoh : 1. Jadwal pelayanan ANC di posyandu, puskesmas 2. Rencana pelatihan untuk kader, nakes Berdasarkan diagnosa yang ditegakkan bidan menyusun rencana kegiatannya. Rencana kegiatan mencakup tujuan dan langkah- langkah yang dilakukan oleh bidan dalam melakukan intervensi untuk memecahkan masalah pasien/ klien. B. Pengorganisasian

Pengorganisasian (Organizing) Organisasi ialah susunan yang agak logis dari bagian-bagian yang saling berhubungan untuk mewujudkan sesuatu keseluruhan yang bulat, sehingga kekuasaan dan pengawasan dapat dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Prinsip-prinsip organisasi menurut Harold Koontz diantaranya: 1. Principle of Unity of Objective (prinsip kesatuan tujuan). Dalam organisasi harus ada kesatuan tujuan, organisasi itu akan kacau apabila tidak ada kesatuan tujuan. Kesatuan tujuan itu harus merata dari atas sampai ke bawah. 2. Prinsiple of efficiency (prinsip hasil guna). Suatu organisasi dalam mencapai tujuannya harus dapat mempergunakan biaya yang sekecil-kecilnya dengan pengorbanan yang sedikit-dikitnya. 3. Span of management Prinsiple (Prinsip rentangan manajemen). Seseorang terbatas didalam mengurus orang lain, atau memimpin bawahannya. Batas-batas tersebut tidak tetap bagi setiap orang tegantung kepada kekomplekan hubungan antara atasan dan bawahan dan kepada kemampuan manajer. Prinsip-prinsip Organisasi menurut G. R. Terry diantaranya : 1. The Objective (Tujuan) 2. Authority and Responsbility (Wewenang dan Tanggungjawab) 3. Delegation and Authority (plimpahan wewenang) 4. Assign the personnel (penempatan tenaga kerja) Sentralisasi dan Desentralisasi Sebagai akibat adanya pembagian kerja dan pelimpahan wewenang untuk melaksanakan pekerjaan, maka dalam organisasi itu timbul sentralisasi dan desentralisasi wewenang atau kekuasaan. Sentralisasi penuh daripada wewenang dalam organisasi tidak mungkin dilakukan, karena adanya division of work dan delegation of authority. Desentralisasi yang mutlak penuh, juga tidak mungkin dilakukan, karena adanya division of work tidak mungkin melimpahkan wewenang seluruhnya kepada pembantunya. Apabila terjadi pelimpahan wewenang seluruhnya terhadap pembantunya, itu berarti penyerahan wewenang, sehingga wewenang itu berpindah kepada orang lain dan tidak bisa ditarik kembali, sentralisasi penuh juga tidak ada, mengingat organisasi itu sendiri tidak akan ada, karena wewenang dipegang sendiri dan pelaksanaan kerja dilakukan sendiri. Jika demikian, maka organisasi yang dimaksud dengan sentralisasi ialah sejauh mana pembagian kerja dan pelimpahan wewenang dilakukan untuk melakukan pekerjaan demi tercapainya tujuan yang telah ditentukan dengan tanggungjawab kepada menejer yang menjadi pusat kegiatan.