Anda di halaman 1dari 5

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/10/permasalahan-umkm-di-indonesia/ Permasalah UMKM di Indonesia adalah: 1.

Rendahnya produktivitas pekerja menyebabkan pengusaha kecul kesulita memenuhi kuota UMR(Upah Kerja Redional) 2.Rendahnya produktifitas antara lain karena pendidikan,etos kerja,disiplin,tanggung jawab,dan loyalitas karyawan. 3.Keterbatasan akses pengusaha kecilterhadap modal 4.Kemampuan manajerial danpemasaran yang masih rendah 5.Kurangnya insfrastruktur di Indonesia 6.Tingginya biaya impor bahan baku dan suku cadang yang mengakibatkan melonjaknya biaya produksi 7.Turunnya daya beli masyarakat Dalam perkembangannya UMKM sulit direalisasikan karna: 1.Mekanisme perbankan yang memberikan bungan pinjaman lebih besar kepada pengusaha kecil 2.Kurangnya informasi pengusaha kecil mengenai kredit 3.Terbatasnya sumber keuangan yang tidak ada di Indonesia 4.Moral hazard perbankan Indonesia yang tidak tertarik ke sektor ini karena astenya kecil dan biaya perunit pemberian kredit ke UMKM lebih besar dati pada he usaha besar. Mewujudkan UMKM sebagai penggerak sektor riil ,pengembanga wirausahaan yang unggul memiliki cirri-ciri sebagai berikut: 1.Berani menggambil resiko 2.Etos krtja yang tinggi 3.Daya saing yang gigih 4.Ulet Sasaran pemasyrakatan dan pembudayaan kewirausahaan sangat luas meliputi generasi muda,pemimpin informal masyarakat,dunia usaha,aparat pemerintah dan masyarakat awam.

http://id.shvoong.com/social-sciences/economics/2118239-perkembangan-prospek-dan-permasalahanumkm/

Peningkatan krisis tahun

peran

dan

kegiatan telah

usaha

UMKM

semakin

nampak yang

sejak terus

1997,

UMKM

menunjukkan menjadi dari

perkembangan

meningkat nasional.

dan Hal

bahkan

mampu dilihat

penopang data BPS

pertumbuhan 2003, yang

ekonomi

tersebut

dapat

menunjukkan

populasi UMKM mencapai sekitar 48,39 juta unit atau 99,85% dari keseluruhan pelaku bisnis di Indonesia. Jumlah tersebut terdiri dari 42,33 juta usaha kecil dengan pertumbuhan 9,46% atau 3,15% per tahun selama kurun waktu 20002003, dan usaha menengah sebanyak 61.986 dengan pertumbuhan 13,46% atau 4,46% per tahun kontribusi kontribusi selama besar kurun dalam waktu 2000-2003. tenaga Disamping kerja yaitu itu 99,4% sebesar UKM dan Rp.

memberikan memberikan

penyerapan

terhadap

Produk

Domestik

Bruto

(PDB)

1.013,5 triliun atau 56,73%. Dari data tersebut perkembangan UMKM dapat dikatakan cukup baik dan masih memiliki sektor dan prospek yang baik untuk BUMN ini usaha ditingkatkan, berlangsung dipenuhi bagi mengingat lamban, proses padahal terus

restrukturisasi permintaan meningkat,

korporat jasa

dan

barang sehingga

yang

selama

sektor UMKM

korporat dalam

memberikan

peluang

berbagai

sektor ekonomi. Pertumbuhan dan peran UMKM masih bisa terus ditingkatkan, tidak saja karena ketangguhannya dalam menghadapi berbagai kejutan ekonomi, tetapi juga kemampuannya yang besar dalam menyediakan lapangan kerja, serta mengatasi ini, iklim kemiskinan. investasi UMKM Dengan dan akan semakin menguatnya usaha baik. komitmen pemerintah saat

kegairahan jauh lebih

dalam Untuk

perekonomian menjamin penguatan untuk dalam

nasional, optimisme peran dan

termasuk

perkembangan strategi

UMKM di masa khususnya dari

depan, jelas memerlukan dari industri studi, perbankan bahwa

pembiayaan, kita

mendukungnya. mengembangkan

Sebagaimana

ketahui

berbagai

usahanya

UMKM

menghadapi

berbagai

kendala

baik

yang

bersifat

internal

maupun eksternal, permasalahan-permasalahan tersebut antara lain: 1) manajemen, pemasaran, beragamnya menjadi kebutuhan Untuk memenuhi 2) 6) permodalan, infrastruktur, 3) 7) teknologi, birokrasi dihadapi penting kerja permodalan 4) dan UMKM, guna bahan baku, 8) 5) informasi kemitraan. permodalan usahanya, dan Dari tetap baik

pungutan,

permasalahan satu

yang

nampaknya menjalankan maupun

salah

kebutuhan modal kebutuhan

investasi. paling tidak

tersebut,

UMKM

menghadapi empat masalah, yaitu : 1) masih rendahnya atau terbatasnya akses UMKM disediakan misalnya terlalu dalam agunan terhadap oleh dana rumit hal berbagai lembaga BUMN, sehingga informasi, layanan, baik dan fasilitas bank, keuangan non yang bank yang baik

keuangan 2)

formal, prosedur

maupun

ventura; pinjaman

persyaratan tidak sesuai

perbankan kebutuhan

yang

diperoleh

jumlah material

maupun sebagai kelayakan

waktu, salah usaha;

kebanyakan satu 3)

perbankan persyaratan

masih dan yang

menempatkan cenderung dibebankan manajemen dan tidak dimasa lain bisa lalu,

mengesampingkan dirasakan keuangan, sebagainya. menjangkau masih

tingkat

bunga khususnya

tinggi;

4)

kurangnya

pembinaan,

dalam

seperti Kondisi berbagai

perencanaan tersebut skim

keuangan,

penyusunan UMKM

proposal tetap

mengakibatkan yang

kredit

disediakan

pemerintah

seperti: 1) 12 (dua belas) skim kredit program bersubsidi; 2) 16 (enam belas) skim kredit komersial; 3) 2 (dua) jenis skema pembiayaan; 4) 4 (empat) jenis pembiayaan bukan bank yaitu modal ventura, leasing, factoring; 5) skema

pegadaian; 6) 4 (empat) skim penjaminan dan asuransi, dan; 7) 9 (sembilan) skim pembiayaan sektoral.

Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/economics/2118239-perkembangan-prospek-danpermasalahan-umkm/#ixzz1qS6UsyoV Diterbitkan di: 16 Februari, 2011

http://www.deptan.go.id/bpsdm/bbppbinuang/index.php?option=com_content&task=view&id=67&Itemid=31 Kewirausahaan dalam UMKM Ditulis Oleh H.M.A. Yamanie, Widyaiswara Madya Thursday, 07 October 2010

Usaha mikro kecil dan menengah di Indonesia diakui oleh beberapa pihak merupakan salah satu kekuatan ekonomi pedesaan yang mampu bertahan ditengah pembangunan dan krisis yang terjadi akhir-akhir ini. Tumbuh dan berkembangnya usaha mikro kecil dan menengah sejalan dengan perkembangan lingkungan dimana keberadaannya tidak lepas dari pembinaan dinas / instansi terkait sebagai wujud kepedulian pemerintah baik pusat maupun daerah. Peran UMKM dalam pembangunan ekonomi adalah kemampuan usaha tersebut memberikan penghasilan untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Disamping itu juga menciptakan lapangan kerja disekitarnya dengan memanfaatkan bahan baku dalam negeri, bahkan bahan baku lokal diwilayahnya sendiri. Dengan demikian UMKM perlu terus diberdayakan dengan memberikan fasilitasi dan pemikiran yang mudah diaplikasikan, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat di pedesaan. Berdasarkan UU no. 20 tahun 2009 kriteria UMKM adalah sabagai berikut : 1. Usaha Mikro adalah usaha yang mempunyai, - Aset tidak termasuk investasi tidak lebih dari 50 juta rupiah - Hasil penjualan tahunan tidak lebih dari 300 juta rupiah 2. Usaha Kecil adalah usaha yang mempunyai, - Aset, tidak teremasuk investasi antara 50 juta 500 juta rupiah - Hasil penjualan tahunan tidak lebih dari 2,5 milyar rupiah 3. Usaha Menengah adalah usaha yang mempunyai, - Aset, tidak termasuk investasi 500 juta 10 milyar rupiah - Hasil penjualan tahunan 2,5 milyar 50 milyar rupiah B. Tujuan dan Sasaran Sesuai dengan UU no 20 tahun 2009 tujuan pemberdayaan UMKM adalah, 1. Menumbuhkan kemandirian, kebersamaan, dan kewirausahaan mikro,Usaha kecil, dan usaha menengah 2. Mengembangkan usaha berbasis lokal/daerah dan berorientasi pasarsesuai dengan kompetensi UMKM 3. Menumbuhkembangkan kemampuan UMKM menjadi usaha yang tangguh 4. Meningkatkan peran UMKM dalam pembangunan ekonomi di daerah, menciptakan lapangan kerja,

pemerataan pendapatan, pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Sasaran pemberdayaan UMKM adalah untuk memperoleh kepastian dan keadilan dalam berusaha dan kegiatan ekonomi berupa usaha produktif milik perorangan atau badan usaha sesuai undang-undang. PERAN DAN PERMASALAHAN UMKM Menurut Sukanto, 1999 peran UMKM dalam menopang perekonomian antara lain adalah : A. B. C. D. Kemampuan dalam mmenyerap tenaga kerja Kemampuan dalam melewati krisis ekonomi nasional Kemampuan dalam pengembalian modal usaha berupa kredit Kemampuan penggunaan substitusi row material dalam kelangsungan usaha

Hal diatas memberikan nilai lebih dari pemerintah, terutama pihak perbankan dalam mengucurkan bantuan kredit usaha bagi UMKM. Selain itu UMKM juga mampu menghasilkan komoditas unggulan daerah, sehingga dapat menaikan PAD Oleh sebab itu sudah sepatutnya keberadaan UMKM perlu terus dipacu dalam upaya pengembangannya. Disamping keunggulan dalam menopang perekonomian nasional, UMKM juga menghadapi berbagai permasalahan yang berdampak lambannya pengembangan usaha yang dijalankan. Adapun permasalahan tersebut disebabkan oleh 2 faktor, yaitu : A. Faktor internal, l. kurangnya pemahaman tentang kewirausahaan bagi pelaku usaha 2. masih rendahnya kualitas SDM pelaku usaha 3. sistem administrasi usaha yang terabaikan 4. akses permodalan yang kurang memadai

B. Faktor eksternal, 1. kecendrungan meniru usaha / komoditas yang menjadi trend pasar 2. tidak cermat dalam menangkap peluang pasar 3. kebijakan pemerintah yang belum sepenuhnya memberikan dukungan terhadap pelaku UMKM.