Menilik Kinerja Privatisasi: Perbandingan Malaysia dan Indonesia

Jurnal Administrator Borneo; Volume 4; Nomor 2; 2008; halaman 1269-1287 Asropi

MENILIK KINERJA PRIVATISASI: Perbandingan Malaysia dan Indonesia
Oleh: Asropi 1

Abstract Indonesia and Malaysia are neighbor countries that have a lot of similarities in social and historical background. The governments of these two countries have implemented privatization policy in order to improve their economic performance. However, the policy gives the different impacts on both countries. The performance of privatization in Malaysia is very much better than it is in Indonesia. Therefore, Malaysia provides a lot of lessons that can be learned or followed by Indonesia. Indonesian Government must give more attention in these three aspects: the government’s commitment to the privatization policy, the integration between non-divestiture and divestiture strategies, and the obligation to change it’s paradigm that privatization is not merely an act of selling assets.

Keywords: Indonesia, Malaysia, Privatization Policy, performance, selling assets.

A. Pengantar
Sejak pemerintahan Thatcher di Inggris dan Reagan di Amerika Serikat memperkenalkan privatisasi dalam administrasi masing-masing pada Tahun 1980 an, privatisasi kemudian berkembang menjadi fenomena global. Negara-negara dengan berbagai latarbelakang ideologi, perbedaan ukuran, dan perbedaan perkembangan pembangunan semuanya mengadopsi privatisasi yang diyakini sebagai elemen penting dari kebijakan ekonomi negara mereka. Berbeda dengan negara-negara maju (developed countries) yang menerapkan privatisasi karena dorongan dari dalam, sebagian besar negara-negara berkembang (developing countries) mengadopsi privatisasi lebih karena “tekanan” lembaga donor internasional seperti IMF dan World Bank 2 . Hasil yang diperoleh negara-negara berkembang itupun umumnya jauh berbeda dengan yang diperoleh negara maju dalam penerapan privatisasi. Word Bank (1991) mengindikasikan adanya berbagai persoalan yang dihadapi negara-negara berkembang dalam penerapan privatisasi, meliputi: pasar yang tidak memadai untuk modal domestik, kondisi ekonomi yang memburuk, perlawanan organisasi buruh dan pegawai negeri, dan berbagai isu tentang infrastruktur dan hukum. Namun demikian, negara-negara yang sedang membangun tetap saja
Peneliti pada Pusat Kajian Manajemen Kebijakan LAN Mohd. Nur, Noorul Ainur. 2003. Privatization in Malaysia at the Crossroads: Politics and Efficiency. Proquest Information and Learning
2 1

Ketiga definisi tersebut pada dasarnya memiliki substansi yang tidak jauh berbeda. J. Namun sebelum diuraikan lebih lanjut tentang penerapan privatisasi di Malaysia dan Indonesia. in an activity or in the ownership of assets” 7. diharapakan akan diperoleh berbagai informasi tentang penerapan kebijakan privatisasi pada masing-masing negara. 5 Mohd. Volume 4. yang ditunjukkan dari pernyataannya: “the role of government is to steer. Adapun Savas. bahwa privatisasi akan menghasilkan efisiensi dan keuntungan bagi pemerintah yang menerapkannya. 1999. menyatakan privatisasi sebagai “an act of reducing the role of government. Malaysia dalam masa sekarang memiliki prestasi ekonomi jauh lebih bagus dari Indonesia 4 . cit. pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih tinggi dari Malaysia. Privatizations helps restore government to its fundamental purpose 8 . deskripsi tentang penerapan privatisasi di Negara Malaysia dan Indonesia. Konsep Privatisasi Banyak definisi yang diberikan oleh para ahli terhadap konsep “privatisasi”. hal. B. karena sepertinya semua negara telah menerima sebagai kebenaran. Dengan privatisasi maka peran swasta makin meningkat sedangkan peran publik makin berkurang. bertetangga dan relative memiliki kebudayaan hampir sama. Dua negara yang terletak di kawasan Asia Tenggara. Privatisasi mengandung pengertian adanya transfer fungsi-fungsi dan asset yang dilaksanakan dan dimiliki pemerintah kepada sektor swasta. ketika Indonesia berada dibawah tekanan krisis yang kuat.hal. terlebih dahulu dijelaskan konsep tentang privatisasi. Hanke 5 menyebutkan privatisasi sebagai transfer fungsi-fungsi pelayanan dan asset dari sektor publik ke sektor swasta. 1987. not to mean the oars. 290 3 2 .Menilik Kinerja Privatisasi: Perbandingan Malaysia dan Indonesia Jurnal Administrator Borneo. Selanjutnya. Noorul Ainur. 3 8 Ibid. Savas sangat menekankan pentingnya privatisasi. D’Souza. kondisi ekonomi Malaysia relatif stabil dan terus bergerak sebagai salah satu negara yang diperhitungkan di Asia Tenggara. 25 7 Savas. Nur.. pemaparan dimulai dengan definisi. Van de Walle 6 mendefinisikan privatisasi sebagai “a transfer of ownership and control firm the public to the private sector with particular reference to asset sales”. Sekarang ini. 1397-1438. Pada bagian ini. Informasi tersebut mencakup antara lain tujuan privatisasi. yaitu Malaysia dan Indonesia.. 2003. 4 Pada tahun 1980-1990. Namun demikian. The Journal of Finance 54. Hal ini. 3 Dalam tulisan ini selanjutnya diuraikan penerapan privatisasi pada dua negara. The Key to Better Governments. hal. The financial and operating performance of privatized firms during the 1990s. Namun setelah melewati masa tersebut. E. dan kinerja kebijakan privatisasi. hal. W. 2008. op. Dengan mempelajari penerapan kebijakan privatisasi di kedua negara tersebut. or increasing the role of the private sector. Pada bagian akhir ditutup dengan diskusi. kemudian bentuk-bentuk privatisasi dan faktor-faktor yang mendorong privatisasi secara teoritis. pertumbuhan ekonomi Malaysia jauh meninggalkan Indonesia. metode privatisasi. halaman 1269-1287 Asropi berupaya untuk menerapkan privatisasi pada negara masing-masing. and Megginson. Nomor 2. menyangkut hal-hal yang perlu dipertimbangkan oleh pemerintah Indonesia dalam upaya peningkatan efektivitas penerapan kebijakan privatisasi. 24 6 Ibid.

terlalu mencampuri kehidupan masayarakat. terlalu kuat.dan meletakan sense of community melalui perhatian yang lebih pada keluarga. Populist Better society Penduduk mestinya memiliki banyak pilihan dalam pelayanan publik. 1987. halaman 1269-1287 Asropi Transfer fungsi dari pemerintah kepada swasta. Savas juga sepaham dengan penilan bahwa tujuan privatisasi adalah untuk efisiensi birokrasi pemerintah. dan populist 9. hal. Savas menyebutkan terdapat empat faktor pendorong privatisasi. Semua ini dapat dan seharusnya diselenggarakan oleh swasta. meliputi: pragmatic. tetangga. ideological. Oleh karena itu. Sumber: Savas. E. 4-5 3 . lembaga keagamaan. Bentuk Privatisasi Bentuk privatisasi sangat beragam. menurut para pendukung privatisasi disebabkan karena sektor swasta lebih efisien dalam penggunaan risorsis dan pemberian pelayanan publik. Ideological Pemerintah terlalu besar.Menilik Kinerja Privatisasi: Perbandingan Malaysia dan Indonesia Jurnal Administrator Borneo. Commercial More business Belanja pemerintah merupakan bagian terbesar dari ekonomi. Faktor-Faktor Pendorong Privatisasi Faktor Pragmatic Tujuan Pemerintahan yang lebih baik (better government) Pemerintahan yang lebih ramping (less government) Alasan Privatisasi dapat mengarahkan pelayanan publik yang lebih cost-effective. tujuan utama privatisasi pada dasarnya adalah untuk meningkatkan efisiensi birokrasi pemerintah. Nomor 2. The Key to Better Governments C. BUMN dan assetnya dapat digunakan oleh sektor swasta secara lebih baik. oleh karena itu dengan sendirinya kurang memadai dibandingkan kebijakan yang ditetapkan melalui pasar bebas. Namun demikian. akan tetapi semuanya mengarah kepada beralihnya fungsi dan asset pemerintah kepada sektor swasta dalam penyediaan 9 Ibid. Tabel 1. dan kesukuan serta lembaga-lebaga voluntir dan kurang terhadap struktur birokrasi.. sehingga berbahaya bagi demokrasi. Volume 4. bagi Savas privatisasi tidak hanya didrong oleh tujuan efisiensi. Mereka harus diberdayakan untuk mendefinisikan dan menentukan kebutuhan umum. commercial. Kebijakan pemerintah bersifat politis. 2008.

Public share offerings on stock markets iii. cit. Management Contracts b. i. Public enterprise reforms a. 2008. Non-Divestiture Non-divestiture dapat dipandang sebagai langkah antara menuju penjualan atau sebagai “jalan menuju privatisasi”. Keberagaman bentuk ini juga disebabkan karena istilah-istilah yang digunakan oleh para ahli berbeda satu dengan yang lain. Employee/management buy-outs and employee share ownership plans vi. op. Beberapa bentuk dari non-divestiture antara lain adalah Public enterprise reforms. financial dan 10 11 Mohd. Privatization of Management. Public Auctions v. Terdapat tiga bentuk dari restrukturisasi. Tabel 2. dan Joint Ventures. Direct Sale (full or partial) to general investors ii. meskipun secara teknis beberapa dari istilah tersebut adalah sama 10 . Contracting Out iv. Nur. Nur 11 dalam Tabel 2.Menilik Kinerja Privatisasi: Perbandingan Malaysia dan Indonesia Jurnal Administrator Borneo. Bentuk Privatisasi Strategi Kebijakan Non-Divestiture Metode Public enterprise reforms: a. Restructuring b. Liquidation i. 52 4 . hal. Restructuring Tujuan dari restrukturisasi ini adalah untuk meningkatkan “nilai jual” dari BUMN. Concessions iii. Private offering or placement with “Strategic” Investors iv. halaman 1269-1287 Asropi pelayanan publik. Commercialization & Corporatization ii. Nomor 2. Leases c. Privatization of Management: a. Mass privatization vii. Joint Ventures i. Pilihan kebijakan ini cenderung kurang kontorversi dibandingkan dengan kebijakan divestiture. ibid. 2003 1. Volume 4. Noorul Ainur. yaitu organizational. berikut. Contracting Out. 2003. Untuk tulisan ini selanjutnya diuraikan bentuk privatisasi berdasarkan hasil laporan United Nations Ad Hoc Working Group yang diterbitkan Tahun 1995. Divestiture Sumber: Noorul Ainur Mohd. hal. Nur. yang kemudian diringkaskan oleh Noorul Ainur Mohd.

Commercialization dapat diperoleh melalui kontrak atau perjanjian kinerja (performance agreement) antara pemerintah yang bertindak sebagai pemilik BUMN dengan BUMN itu sendiri. iv. Namun demikian. joint venture melibatkan perusahaan asing. Pada metode ini. Hal ini didasari keyakinan bahwa sektor swasta lebih efisien dalam penyelenggaraan kegiatan. iii. Dengan demikian. pihak swasta sebagai operator menerima management fee dari pemerintah. Sementara. Organizational restructuring adalah restrukturisasi melalui pemilahan organisasi kedalam unit-unit yang lebih kecil dari organisasi awal. tanpa disertai dengan pengalihan kepemilikan BUMN. pada lease dan concessions. termasuk dalam penyediaan pelayanan publik. Nomor 2. 12 bentuk concession dianatranya adalah Build-Operating-Transfer (BOT) 5 . Volume 4. tanggungjawab penyediaan pelayanan tersebut tetap pada pemerintah. Financial restructuring ditujukan untuk menghidari likuidasi BUMN. leases. Sedangkan Operational restructuring meliputi investasi baru dalam rangka meningkatkan teknologi dan kapasitas fisik perusahaan. ii. pemerintah mengalihkan kegiatan penyediaan pelayanan publik kepada sektor swasta. antara lain adalah bahwa pada management contract. Commercialization & Corporatization Pokok dari commercialization and corporatization adalah memasukan prinsipprinsip dan tujuan-tujuan komersial kedalam perusahaan milik pemerintah. Ketiga bentuk dari privatisasi manajemen tersebut secara teknis memiliki persamaan yaitu adanya pengalihan operasionalisasi BUMN dari pemerintah kepada pihak swasta. corporatization menjadikan BUMN jauh lebih “swasta” dibandingkan commercialization. Privatization of Management Privatisasi manajemen BUMN dapat diperoleh melalui pemberian management contract. terutama dalam hal adanya kewajiban untuk belanja modal dan investasi bagi pihak swasta sebagai pemilik concession. Seringkali. pihak swasta justru yang harus membayar sewa kepada pemerintah. Namun demikian. keduanya berbagi keuntungan dan resiko. Adapun corporatization meliputi transformasi BUMN kedalam korporasi atau organisasi bsinis yang ditetapkan melalui peraturan perundang-undangan. Hanya saja mereka pada umumnya lebih tertarik untuk membentuk usaha joint venture baru daripada berpartisipasi dalam BUMN yang sudah didirikan oleh pemerintah. Sementara lease dan concessions 12. karena melalui corporatization BUMN menjadi lembaga yang mandiri secara legal dan ekonomi. halaman 1269-1287 Asropi operational. b. atau concessions dari pemerintah kepada sektor swasta. 2008. Contracting out ini dipilih sebagai salah satu pendekatan dalam privatisasi dengan harapan terjadi efisiensi dalam pemberian pelayanan tersebut. memiliki perbedaan. Joint Ventures Dalam joint venture antara pemerintah dan swasta. Sedangkan perbedaan diantara ketiganya. Contracting Out Melalui contracting out. pemerintah biasanya menyuntikan sejumlah modal kepada BUMN yang sedang “sakit” atau memberikan jaminan pembayaran hutang kepada para kredtor. swasta berhak atas keuntungan yang diperoleh perusahaan.Menilik Kinerja Privatisasi: Perbandingan Malaysia dan Indonesia Jurnal Administrator Borneo.

Bahkan bagi pegawai yang tidak mampu membeli harga discount tersebut. Bentuk divestiture antara lain adalah sebagai berkut: i. Penerapan teknik ini dimaksudkan agar pegawai dan manajemen dapat meningkatkan efisiensi perusahannya. vi. Employee/management buy-outs and employee share ownership plans Employee/management buy-outs (EBOs dan MBOs) merupakan “internal privatization”. Jika dibandingkan keduanya. Dengan EBOs dan MBOs. sehingga teknik ini sangat transparan. Private offering or placement with “Strategic” Investors Pemilihan hanya pada sejumlah kecil investor untuk membeli saham pemerintah pada umumnya cocok untuk BUMN dengan skala kecil. serta pengalaman dari penyelenggara public auction. biasanya memerlukan waktu yang lebih lama dan biaya administrasi yang lebih besar dibandingkan dengan penunjukan langsung. karena adanya perasaan memiliki atas perusahaan tersebut. v. Divestiture Divestiture adalah penjualan sebagian atau keseluruhan asset BUMN kepada sektor swasta. Berbeda dengan tender pada direct sale. Keberhasilan public auction sangat dipengaruhi oleh aturan yang efektif dan memeadai. Mass privatization 6 . maka sistem tender lebih transparan dalam proses seleksi calon pembeli. divestiture dapat mengakibatkan pengalihan kepemilikan dari milik pemerintah menjadi milik swasta atau pemerintah hanya memiliki sebagian saham saja dalam BUMN tersebut. seperti larangan pengalihan saham. Public Auctions Pada public auction diterapkan open competitive bidding. iv. halaman 1269-1287 Asropi 2. 2008. dan pemerintah memiliki banyak pilihan calon pembeli tersebut. perusahaan menyediakan pemberian saham secara gratis. Hal ini dimaksudkan agar biaya administrasi untuk penawaran tidak membengkak bahkan melebihi hasil yang diperoleh dari penawaran atau placement tersebut. Oleh karena itu. Penjualan ini dilakukan melalui sistem tender (competitive bidding) atau melalui penunjukan langsung kepada sektor swasta tertentu. Beberapa ketentuan diberlakukan untuk ESOPs ini. iii. Volume 4. Adapun employee share ownership plans (ESOPs) adalah teknik privatisasi yang memungkinkan pegawai memiliki saham perusahaan pada jumlah tertentu melalui harga discount. Public share offerings on stock markets Metode ini biasanya dilakukan untuk kepentingan penambahan modal pada BUMN skala besar yang menguntungkan. Direct Sale (full or partial) to general investors Pemerintah dapat menjual asset BUMN baik sebagian maupun seluruhnya secara langsung kepada sektor swasta.Menilik Kinerja Privatisasi: Perbandingan Malaysia dan Indonesia Jurnal Administrator Borneo. hukuman untuk premature sale dan penghargaan bagi yang mempertahankan saham sapai waktu yang lama. Tingkat transpransi metode ini lebih tinggi dibandingkan dengan direct sale karena melibatkan periklanan yang sangat terbuka dan prasyarat yang jelas disebutkan dalam tawaran public share. manajemen dan pegawai membeli asset BUMN tempat mereka bekerja. Nomor 2. pada public auction seluruh calon pembeli hadir pada hari penjualan. Akan tetapi proses seleksi melalui tender. ii.

758 km2 dan jumlah penduduk pada tahun 2007 sebesar 27. 8 % etnis India. hal 95 16 Mohd. sehingga mereka menjadi kebal terhadap disiplin keuangan dan kekuatan kompetisi pasar. Teknik ini pernah diterapkan dimasa transisi Negara-negara eropa timur dan tengah. Pada Tahun 1983. pertumbuhan GDP mencapai 6. ketika asset BUMN yang dilikuidasi kemudain hanya disewakan kepada sektor swasta. liquidation dapat juga menjadi non-divestiture.4 persen dari tahun 1965 sampai dengan 1980 dan 4. tidak memiliki tujuan yang jelas. penduduk dapat memiliki saham perusahaan yang dibagikan oleh pemerintah dalam bentuk voucher atau sertifikat gratis. regulasi. Radin dan Zainal 15 menyebutkan BUMN di Malaysia pada Tahun 1980 an diwarnai dengan manajemen yang buruk. khususnya pengendalian keuangan. 2003 op.cit.3 persen. Sinhalese. Perekonomian Negara ini berkembang baik sejak mendapatkan kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1957.Menilik Kinerja Privatisasi: Perbandingan Malaysia dan Indonesia Jurnal Administrator Borneo.org/Documents/Fact_Sheets/MAL. Noorul Ainur. dan masalah dalam koordinasi. dan 1 % etnis-etnis lain seperti Arab.2 persen per tahun. Beliau memperkenalkan privatisasi melalui Malaysia Incorporated concept. Nur. Volume 4. Eurasian serta Eropa.9 persen dari Tahun 1980 sampai dengan Tahun 1989. jika setelah BUMN dibekukan operasinya kemudian pemerintah menjual asset dari BUMN tersebut. pertumbuhan GDP tahun 1996-1997 mencapai 8. Mahathir Mohamad 14. 60 % adalah etnis Melayu Bumiputera. Nomor 2. op.17 juta jiwa 13 . Sedangkan pada Tahun 2007. pada masa kepemimpinan Perdana Menteri Dr. hanya sekitar 57 % BUMN yang dapat dinilai berkinerja baik. Tanggal 25 Februari 1983. Noorul Ainur. Meskipun terjadi krisis ekonomi di pertengahan Tahun 1997. BUMN sangat mengandalkan dukungan dana dari pemerintah. 15 Mohd. Liquidation Liquidation menjadi bagian dari divestiture. Nur. hal 96 14 13 7 . dan pengendalian. berikut: http://www. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan masa-masa sebelumnya. Penerapan privatisasi pada saat itu adalah sebagai respon dari kinerja State Own Enterprise (SOE) atau BUMN yang dinilai sangat rendah.cit. Pertumbuhan ekonomi rata-rata pertahun mencapai 7. halaman 1269-1287 Asropi Melalui penerapan teknik ini. Privatisasi di Malaysia Malaysia adalah negara di Asia Tenggara dengan luas wilayah 329. kriteria yang ambigu untuk memilih program dan kegiatan. vii. 5 % etnis bumiputera lainnya. D.adb. 2003. 2008. Rendahnya kinerja BUMN ini menurut Gomez dan Jomo 16 disebabkan BUMN tidak memiliki competitive entrepreneurial ethos. sebagaimana ditunjukan dalam Tabel 3. Privatisasi diperkenalkan di Malaysia sekitar tahun 1983. Dari seluruh jumlah penduduk di tahun 2007. Namun demikian. 26 % etnis China.pdf Mahathir menjadi perdana menteri pertama kali pada Tahun 1981.

tergolong merah.53 26. khususnya dalam penanganan dan pemeliharaan pelayanan dan infrastruktur. Tahun 1985.04 Good 50. selama masa “Privatization Masterplan” 1996-2000. 51 adalah proyek yang baru. 1980-1983 (dalam persen) Year Sick Weak 1980 12.86 10.12 30.org/intradoc/groups/public/documents/un/unpan021546.19 26.S. Pada tahun 1991. pemerintah telah berhasil melakukan privatisasi atas 204 proyek pemerintah 18. Volume 4. Ketiga. sementara 446 memperoleh total laba RM 5. 1987 CICU menghitung hampir separuh dari 1148 BUMN. khususnya untuk meningkatkan kesejahteraan Bumiputera.Menilik Kinerja Privatisasi: Perbandingan Malaysia dan Indonesia Jurnal Administrator Borneo. pemerintah menerbitkan Privatization Masterplan (PMP).6 Milyar. sebagai pedoman umum privatisasi di Malaysia sampai awal 1991. sedangkan BUMN yang lain tidak aktif atau dalam proses ditutup.63 9. Perdana Menteri Mahathir mengumumkan visi 2020 untuk mewujudkan status negara maju di tahun 2020 yang berbasis pada program liberalisasi ekonomi termasuk didalamnya privatisasi. Prime Minister’s Department of Malaysia mengumumnkan Guidance for Privatization. Dari kesuluruhan proyek yang diprivatisasi tersebut. berikut: 17 18 http://unpan1. terdapat 98 proyek yang diprivatisasi. Di bulan yang sama. termasuk Privatization Action Plan. Pertama. dengan kecenderugan monopolistik dan dukungan birokrasi. memperbaiki efisiensi dan meningkatkan produktifitas dalam pemberian pelayanan. Economic Planning Unit.74 47. Dalam Guidance for Privatization tersebut dinyatakan lima alasan yang mendasari penerapan privatisasi. untuk mempromosikan kompetisi.44 45. Kelima.24 1981 13. Selama rentang waktu tersebut. Nomor 2.25 29. untuk mengurangi jumlah dan ukuran sektor publik.12 Sumber: Jomo K. untuk merangang kewirausahaan dan investasi. termasuk kerugian RM 1. 8 . ditujukan untuk mengurangi beban ekonomi dan keuangan pemerintah. 2008. halaman 1269-1287 Asropi Tabel 3.9 Miliyar. Total kerugian 562 perusahaan mencapai RM 7.pdf Qian Sun. sementara 47 merupakan proyek yang sudah ada.74 1982 15. Data proyek-proyek yang diprivatisasi adalah sebagaimana ditunjukan dalam table 4.5 Milyar. pemerintah telah melakukan privatisasi atas 37 proyek. juga mencatat bahwa pada tahun 1983-1990.88 9. Privatization Masterplan pertama ini disusun untuk privatisasi BUMN dalam rentang waktu 19911995. dan karenanya dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi.72 Di akhir Tahun 1980 an. BUMN diperkirakan menghasilkan 25 % dari GDP Malaysia. Kedua. 2002.un.15 1983 12.35 50. Keempat. Selanjutnya. untuk mendukung pencapaian tujuan New Economic Policy (NEP). Kinerja BUMN. dan Tan Wooi Syn 17 Satisfactory 10.

0 3 32 0 10 4 9 2 7 2 3 9 11 20 98 20.5 Agriculture & 4 0 Forestery Manufacturing 0 0 Construction 0 0 Electricity & 0 0 Gas Transport 1 14 Water & 1 1 Sewerage Wholesale & 2 0 Retail Trade. Build Operate Own (BOO).3 4. halaman 1269-1287 Asropi Table 4.1 0 0 0 0 0 0 3 3. meliputi Sale of Equity (SOE).9 % dari seluruh proyek yang diprivatisasi pada tahun tersebut. Build Operate Transfer (BOT).9 %. berikut: 9 . Sedangkan pada Tahun 1991-1995 mencapai 62. 2001-2005. Management Contract (MC). Nomor 2. pada tahun 1983-1990 mencapai 45.0 0. Metode privatisasi yang dilakukan oleh pemerintah Malaysia ditunjukan dalam Tabel 5. Dari keseluruhan metode ini.2 COR : Corporatization MBO : Management Buy-Out LOA : Lease of assets MC : Management contract Sumber: Eighth Malaysia Plan. hingga tahun 2000 tercatat 339 proyek yang diprivatisasi. dan Build Transfer. yang paling banyak dilakukan adalah sale of equity dan sale of asset. Corporatization (COR).0 1.2 2.4 2100. 1996-2000 Sector SOE BOT Mode of Privatization SOA/Land BOO COR Swap 2 0 25 1 1 0 0 0 0 0 10 0 0 0 1 0 1 1 0 2 0 Total MBO LOA MC % Savings in Capital Expenditure (RM Million) 565. Penggabungan kedua metode ini. Real 3 0 Estate & Business Service Government 0 0 Services Total 11 15 Note SOE : Sale of Equity BOT : Build-Operate-Transfer SOA : Sale of Asset BOO : Build-Operate-Own 0 2 1 0 0 0 2 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 2 27 12 16 4 6 8.3 %.4 100 75. Jumlah proyek yang diprivatisasi berdasarkan sektor dan Metode. dan Tahun 1996-2000 berjumlah 43.0 27.6 12.8 15155. 2008. Hotels & Restaurant Finance. Lease of Asset (LOA). Management Buy Out (MBO).1 0.Menilik Kinerja Privatisasi: Perbandingan Malaysia dan Indonesia Jurnal Administrator Borneo.4 49252. Sale of Asset (SOA)/Land Swap.0 7896. Metode privatisasi Sejak privatisasi dilaksankan tahun 1983.2 16. Volume 4. Metode privatisasi yang digunakan sangat beragam.1 6.1 23458.

3 Build Operate Own 2 5.2002. pelayanan publik juga menjadi lebih efisien.8 10 10. Selain itu. 10 .1 Build-Transfer 5 2.5 Combinasi beberapa metode 2 5. Light Rail Transit System I (LRT STAR) dan LRT-System II (LRT-PUTRA) telah menyediakan alternatif system transposrtasi yang cepat dan efisien di lembah Klang.0 204 100. Privatisasi di Malaysia.3 11 11. 96 % berhasil dalam waktu kurang dari 10 detik. adanya Kereta api tanah Melayu Berhad (KMTB). 2008.4 Total 37 100. Bagi masyarakat.2 Lease of Asset 2 5. masyarakat yang melakukan panggilan melalui Subscriber Trunk Dialling (STD). 2001-2005 # total berjumlah 17 proyek atau 45. Hal ini karena proyek-proyek pemerintah yang dilaksanakan oleh pihak swasta. juga telah berhasil menurunkan jumlah kecelakaan dari 311. Nomor 2. Eighth Malaysia Plan. Sementara panggilan terhadap operator Telkom Malaysia Berhard (TMB).6 21 10. sebagaimana dituliskan dalam Tabel 5.4 18 8. Volume 4.2 Management Contract 5 13.9 3 3. kebijakan privatisasi telah meningkatkan efisiensi dan produktivitas BUMN.1 11 11. dapat selesai dalam waktu yang jauh lebih cepat dibandingkan jika proyek tersebut dilaksanakan oleh pemerintah sendiri.9 % Manfaat Privatisasi Berdasarkan informasi yang disampaikan pemerintah Malaysia.7 13 6. Sebagai contoh.7 Build Operate Transfer 8 21.2 32 32.3 15 15. maupun bagi pemerintah.6 9 4. privatisasi BUMN di Malaysia telah banyak meemberikan keuntungan baik bagi BUMN yang diprivatisasi.Menilik Kinerja Privatisasi: Perbandingan Malaysia dan Indonesia Jurnal Administrator Borneo. Hal ini ditunjukan oleh sejumlah indikator. privatisasi telah meningkatkan percepatan penyediaan pelayanan publik. 98 % berhasil pada panggilan pertama.0 Sumber: Qian Sun and Wilson H. Peningkatan kualitas pelayanan publik setelah privatisasi juga ditunjukan pada bidang lain.4 9 9. Pada bidang telekomunikasi. Bagi BUMN yang diprivatisasi. Metode Privatisasi Metode 1983-1990 1991-1995 1996-2000 Jumlah % Jumlah % Jumlah % Sale of Equity # # 94 46.0 98 100. halaman 1269-1287 Asropi Tabel 5. Management Buy Out 5 2.4 6 2.2 Corporatization 1 2. bagi masyarakat.5 7 7.2 Sale of Asset # # 33 16.850 kasus di tahun 2000.190 kasus menjadi 42. S Tong.

9 6. jumlah PNS yang ditransfer ke sektor swasta mencapai 17.1 110.000 128. dan saving dari pengurangan belanja publik.4 21.1 44.9 30.0 26. 2008.227 34.3 19. privatisasi telah meningkatan pendapatan pemerintah melalui pembayaran concession.3 16. Volume 4.0 1. dengan 47.6 % dari total saving diperoleh 11 .0 6.5 9.788 419 29.0 Sumber: Eighth Malaysia Plan.374 659.442 orang sehingga mengurangi beban administrasi pemerintah.6 100 18. 2001-2005.5 4. Berhad4 Return on assets (per cent) Operation Cost per Tonne-Freight Weight (RM) Annual Gross Profit (RM Milion) Operating Revenue Per Employee (RM) Average Container Throughput (TEUs) Average Nuber of TEUs Per Vessel Average Handing Rate Per Ship Per Hour Crone Handing Rate Per Hour (TEUs) Note 1 Diprivatisasi Tahun 1990 2 Diprivatisasi Tahun 1991 3 Diprivatisasi Tahun 1995 4 Diprivatisasi Tahun 1994 Sebelum Korporatisasi/Privatisasi Sesudah Korporatisasi/Privatisasi (2000) 4.7 83.181 280 56 28 11. Indikator efisiensi dan produktivitas beberapa perusahaan yang diprivatisasi Indikator Telekom Malaysia Berhad1 Return on assets (per cent) Revenue per Subscriber (RM) Production per employee (RM) Direct exchange Liner per Employee Response to Complaints/Faults (per cent) Tenaga Nasional Berhad2 Revenue Generated (RM billion) Cost Per Unit Per Output (cent/kWh) Access to The Public (number of Service Centres) Cost to Public Per Unit Per Output (cent/kWh) Johor Port Berhad3 Return on assets (per cent) Operation Cost per Tonne-Freight Weight (RM) Annual Gross Profit (RM Milion) Operating Revenue Per Employee (RM) Average Container Throughput (TEUs) Average Nuber of TEUs Per Vessel Average Handing Rate Per Ship Per Hour Crone Handing Rate Per Hour (TEUs) Penang Port Sdn.922 271 23.7 1. Saving dari belanja publik mencapai RM 49.556 110 28 28 7.4 166 23.0 6. halaman 1269-1287 Asropi Tabel 6.998 586. Nomor 2.672 183 100 14.7 116.4 339.6 8.3 29.3 milyar.Menilik Kinerja Privatisasi: Perbandingan Malaysia dan Indonesia Jurnal Administrator Borneo.7 58. Adapun bagi pemerintah. Selama kurun waktu 1998-2000.253 330.0 7.372 36 80 3.755 51. pajak perusahaan.

Sementara sektor konstruksi yang memilki jumlah proyek privatisasi paling banyak.383 triliun.7 %. 1. Privatisasi di Indonesia Indonesia memproklamirkan diri sebagai negara merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Disadari oleh pemerintah Indonesia bahwa sebagian besar BUMN memiliki kinerja yang rendah.5 % pada Tahun 2006 20.9 juta mil persegi. dan Tan Wooi Syn 19 menyebutkan sejumlah konsekuensi dari privatisasi di Malaysia. meskipun lambat negara ini mulai bangkit sehingga pertumbuhan PDB Indonesia pada tahun 2004 mencapai 5 %. melalui pelepasan 27 % saham pemerintah ke pasar modal. khususnya untuk daerah pedesaan.. E. 2008. Indonesia adalah negara Kesatuan. dan privatisasi BUMN. 5/1988 yang berisi antara lain ketentuan tentang restrukturisasi. Kabupaten/Kota. dan upah para pekerja swasta. Jomo K. 1. efisiensi dan nilai tambah BUMN. Pada tahun 1990/1991 kontribusi BUMN dari dividen adalah Rp. hanya menghasilkan saving RM 7.Menilik Kinerja Privatisasi: Perbandingan Malaysia dan Indonesia Jurnal Administrator Borneo. Tahap berikutnya.1 juta atau 16 % dari total saving. • Konsekuensi dari sistem kontrak adalah pekerjaan menjadi lebih sedikit atau upah yang lebih rendah. Volume 4. atau keduanya. dengan luas wilayah 1. privatisasi juga memberikan dampak negatif bagi masyarakat. 2. 2006 21 Riant Nugroho dan Randy R. meiputi: • Meningkatnya biaya pelayanan.096 triliun atau 46 % dari total penerimaan bukan pajak yang sebesar Rp. Secara ekonomi. Privatisasi di Indonesia mulai dilaksanakan sekitar tahun 1990an. Indonesia pernah menjadi negara yang disegani di Asia Tenggara.477 triliun. halaman 1269-1287 Asropi dari sektor elektrik dan gas. Nomor 2. Setelah itu pertumbuhan PDB meningkat menjadi 5. dan telephon • Berkurangnya lapangan kerja. setelah diterbitkannya Keppres No. Manajemen Privatisasi BUMN. merger. BUMN yang pertama diprivatisasi adalah PT Semen Gresik pada Tahun 1991. tetapi proporsinya terhadap total penerimaan bukan Op.896. ekonomi negara ini mengalami keterpurukan. Di tahun 2007 jumlah penduduk Indonesia mencapai sekitar 238 juta jiwa yang tersebar pada 33 privinsi. Namun setelah krisis 1997. listrik.S. Selanjutnya disusul oleh sektor transportasi yang menyumbang RM 15. Jakarta: Elex Media Computindo 20 19 12 . Pada beberapa tahun terakhir. Misalnya pada penyediaan air.4 juta atau 30. 2008. sehingga tidak mampu memberikan kontribusi yang memadai bagi negara.155. waktu kerja. cit.7 % pada Tahun 2005 dan 5. pada tahun 1994 pemerintah melepas 10 % sahamnya dari PT Indosat 21. Adapun tujuan utama privatisasi pada saat itu adalah untuk meningkatkan efektifitas. BPS. biaya panggilan telepon meningkat 30 persen. Selain keberhasilan tersebut. Pada tahun 1995/1996 kontribusi BUMN dari dividen meningkat menjadi Rp. Wrihatnolo. • Meningkatnya biaya hidup dan memperburuk pelayanan dan utilitas. Sebagai contoh.

Aneka Tambang.438 triliun atau 41.Menilik Kinerja Privatisasi: Perbandingan Malaysia dan Indonesia Jurnal Administrator Borneo. karena pemahaman pemerintah ibid. di tahun 1997 hutang pemerintah Indonesia mencapai 70 persen terhadap GNP. Pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. oleh karenanya adalah divestiture (divestasi) yaitu dengan pengalihan asset pemerintah yang terdapat pada BUMN kepada pihak lain. 1. Nomor 2. privatisasi tidak mendapatkan reaksi yang keras sebagaimana diterima pemerintahan sebelumnya. dari total jumlah BUMN yang mencapai 140 perusahaan. seiring dengan memburuknya ekonomi negara. Pada masa ini. privatisasi yang dilakukan setelah tahun 1997 terlihat banyak sekali mengalami hambatan tidak hanya dari pihak legislatif dan karyawan namun juga dari masyarakat yang sangat reaktif terhadap setiap usaha yang mengarah ke privatisasi BUMN yang mencapai puncaknya pada proses spin off Semen Padang. Pelindo. 23 22 13 . Pada Tahun 1990/1991. penerimaan pajak dari PPh BUMN mencapai Rp.802 triliun di Tahun 1995/1996 (peningkatan sekitar 75 %). Pada tahun 1998/1999 dilakukan privatisasi atas sejumlah perusahaan termasuk Semen Gresik.020 triliun tetapi hanya merupakan 9. Meskipun terjadi peningkatan asset BUMN dari tahun 1990/1991 yang senilai Rp. Demikian pula halnya dengan profitabilitas BUMN. 179. 3. dan lainnya. Semen Gresik dan BNI. 312. 7. 2. Menurut data Bank Dunia. Volume 4. Sampai dengan pertengahan tahun 1997 pemerintah telah berhasil melakukan privatisasi saham minoritas atas kepemilikan saham mayoritas yang dimilikinya pada sejumlah BUMN termasuk penawaran saham perdana untuk 6 perusahaan yaitu Telkom. Namun berbeda dengan proses privatisasi di Indonesia untuk kurun waktu 1994 sampai 1997 yang tidak pernah mengalami hambatan.2 % dari total penrimaan pajak sebesar Rp. Metode Privatisasi Sejak privatisasi dikenalkan pertama kali sampai waktu sekarang ini.801 triliun. Indosat. 2008. laba BUMN hanya meningkat 12 % pada kurun waktu tersebut 22. Penurunan ini juga nyata pada kontribusi pajak penghasilan (PPh) yang diterima dari BUMN terhadap total penerimaan pajak. Hal ini dapat dipahami. Pada tahun 2008. pemerintah menyusun Masterplan BUMN 2002-2006 sebagai pedoman untuk reformasi BUMN yang dilakukan untuk kurun waktu 2002-2006. sudah sekitar 10 % yang diprivatisasi. Tambang Timah. Selanjutnya. pada tahun 1995/1996 penerimaan pajak dari PPh BUMN meskipun mengalami kenaikan menjadi Rp.8 % dari total penerimaan pajak tahun tersebut. Telkom (lanjutan). Kimia Farma. halaman 1269-1287 Asropi pajak hanya 14 % dari Rp. Pada tahun 2002.153 triliun menjadi Rp. tujuan privatisasi kemudian lebih diarahkan untuk memenuhi kebutuhan keuangan negara 23. Privatisasi terus dilakukan dari tahun ketahun. Strategi utama privatisasi BUMN. Proses penjualan asset ini terus berlanjut. Indosat.489 triliun. strategi privatisasi adalah divestiture. Bank Mandiri. Dalam perkembangan kemudian. pemerintah juga menyusun Masterplan 2005-2009.

Tbk PT Indofarma. Tbk PT Telkom. Tbk PT Sucofindo PT Telkom. 19 tahun 2003. Dari ketiga metode ini. memperbesar manfaat bagi negara dan masyarakat.Menilik Kinerja Privatisasi: Perbandingan Malaysia dan Indonesia Jurnal Administrator Borneo. pasal 5 14 . Tbk PT Tambang Batubara Bukit Asam. Tbk PT BRI. c. pada awalnya pemerintah mengembangkan dua metode. Ihat pula Keppres 24/2001 tentang Tim Konsultasi Privatisasi BUMN 25 UU No. metode penjualan diperluas menjadi tiga metode privatisasi. penjualan saham berdasarkan ketentuan pasar modal. kepada pihak lain dalam rangka meningkatkan kinerja dan nilai perusahaan. kemudian dikenal adanya initial public offering (IPO). 2008. strategic sales (SS). Volume 4. Tbk Metode privatisasi IPO IPO IPO IPO IPO IPO SS SS SS Placement IPO IPO SS Placement Placement/SS Placement IPO SS IPO SS IPO 2001 2002 2003 24 Dalam UU No. yaitu penjualan saham kepada masyarakat melalui penawaran langsung dan penjualan saham secara langsung kepada mitra strategis. halaman 1269-1287 Asropi tentang privatisasi adalah penjualan saham pemerintah yang terdapat pada Persero 24 . Adapun BUMN yang sudah diprivatisasi sejak tahun 1991 hingga 2004. pasal 78. dan emloyee managemnet buy out (EMBO). Tbk PT WNI PT Bank Mandiri. Tbk PT Semen Gresik. Tbk PT Telkom. Tbk PT Tambang Timah. Tbk PT Pelindo II PT Pelindo III PT Telkom. penjualan saham langsung kepada investor. 19 Tahun 2003 tentang BUMN disebutkan bahwa Privatisasi adalah penjualan saham Persero. Metode Privatisasi BUMN Tahun 1991 1994 1995 1996 1997 1998 1999 BUMN PT Semen Gresik Tbk PT Indosat. b. Tbk PT Indocement TP. placement. Keppres 33/2005. Dalam penjualan saham pemerintah ini. Nomor 2. Pada perkembangan kemudian. Tbk PT Indosat. Tbk PT Aneka Tambang. baik sebagian maupun seluruhnya. penjualan saham kepada manajemen dan/atau karyawan yang bersangkutan. Tbk PT BNI. Tbk PT Kimia Farma. berikut: Tabel 7. beserta metode privatisasnya adalah sebagaimana ditunjukan dalam Tabel 6. meliputi 25: a. serta memperluas pemilikan saham oleh masyarakat.

5 %. Namun demikian. halaman 1269-1287 Asropi PT PGN. pemerintah menetapkan tiga kebijakan pokok. Tbk PT Tambang Batubara Bukit Asam. meskipun sejak tahun 1998 strategi ini telah diperkenalkan ke publik 26 . ketika Tanri Abeng menduduki jabatan sebagai Menteri BUMN. berikut: Pada Tahun 1998-1999. dari seluruh proyek privatisasi yang dilakukan pemerintah. operasional. restrukturisasi merupakan langkah awal sebelum BUMN di profitisasi dan pada akhirnya diprivatisasi. Nomor 2. Pada masa ini strategi restrukturisasi diarahkan untuk pengelompokan 150 BUMN menjadi 10-12 holding. sistem.2 % terhadap PDB. Tbk IPO EMBO EMBO/IPO Placement SS 2004 Catatan: IPO: Initial public offering SS : Strategic Sales EMBO: Employee Managemet Buy Out Sumber: Riant Nugroho. Beberapa metode yang dikembangkan dari restrukturiasasi antara lain adalah pembentukan holding company dan merger/akuisisi antar BUMN. terutama di sektor-sektor yang terdapat monopoli. organisasi/ manajemen. Manfaat Privatisasi Dalam menghadapi situasi krisis ekonomi. 2) penataan hubungan fungsional antara pemerintah selaku regulator dan BUMN selaku badan usaha. Namun sebelum rencana tersebut terealisasikAN. Dengan berkurangnya jumlah BUMN. Kasus-kasus privatisasi yang dinilai tidak menguntungkan antara lain adalah sebagaimana ditunjukan dalam Tabel 7. Pada tahun 2001 proporsi hasil privatisasi terhadap PDB adalah 0.Menilik Kinerja Privatisasi: Perbandingan Malaysia dan Indonesia Jurnal Administrator Borneo. 2008. Sedangkan pada tahun 2002 angka tersebut menurun menjadi 0. dan prosedur. baik yang diregulasi maupun monopoli alamiah. Volume 4. Hanya saja strategi restrukturisasi ini tidak populer bagi pemerintah. termasuk di dalamnya penerapan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan menetapkan arah dalam rangka pelaksanaan kewajiban pelayanan publik. beberapa kasus dinilai banyak pihak justru merugikan negara. beliau kemudian diganti oleh Laksamana Sukardi (1999-2001). Strategi ini kemudian baru direvitalisasi pada masa sekarang. 3) restrukturisasi internal yang mencakup keuangan. penjualan asset BUMN telah menjadi strategi utama pemerintah Indonesia. Pada strategi ini. hal ini bearti juga semakin berkurangnya beban administrasi pemerintah. 2008 Sementara strategi non-divestiture yang diterapkan oleh pemerintah adalah restrukturisasi. 26 15 . meliputi:: 1) peningkatan intensitas persaingan usaha. Tbk PT Pembangunan Perumahan PT Adhi Karya PT Bank Mandiri.

bos Cemex. dan Bangladesh) yang dilaporkan majalah Asia Cement (1998). dalam Annual Report Cemex 1998. Volume 4. Pertama. Cemex mendapat jatah wakil direktur utama dan wakil komisaris di jajaran manajemen.7 triliun. dana BPPN rekapitalisasi BCA mencapai Rp59. ratarata laba bersih BCA dalam kurun waktu 5 tahun terakhir sekitar Rp3. Transaksi jual beli saham SG ke Cemex juga merugikan karena Pemerintah RI tidak memperoleh harga adil (fair value) alias terlalu murah (undervalued). Bila menggunakan bunga SBI 8% sebagai patokan (konservatif). Nomor 2.2 triliun. transaksi ini menghasilkan kontrak jual beli (conditional sale and purchase agreement/CSPA) yang 1998) merugikan Pemerintah RI.345 triliun. Beberapa Kasus Privatisasi BUMN yang Dinilai Tidak Menguntungkan No. halaman 1269-1287 Asropi Tabel 8.5 triliun. Divestasi 51% saham BCA pada tahun 2002 dengan perolehan dana dikelola sekitar Rp5. Akibat transaksi ini. BUMN Keterangan 2. CSPA menyebutkan Cemex yang hanya memiliki 14% saham (lalu menjadi 25. dengan rata-rata obligasi rekap BCA (20022006) sekitar Rp36. Indosat Sebelum Mei 2002. Itu artinya. Pada akhir 2002.345 trliun sangat merugikan. Sementara. Lorenzo H Zambrano. Indosat bersama Deutsche Telekom (DT) (2002) memiliki Satelindo dengan struktur kepemilikan Indosat 75% dan 25%. Kedua.7 triliun. Pemerintah RI tidak memperoleh harga yang adil. sekitar 90% dari laba bersih BCA berasal dari pembayaran bunga rekap Pemerintah RI. BCA. Pemerintah RI masih menanggung biaya bunga obligasi rekap. Filipina. Semen Privatisasi (private placement) atas SG pada tahun 1998 merugikan Gresik (SG.9 triliun. ia mengklaim keberhasilannya membeli saham SG dengan harga murah (favorable price). Setiap pengambilan keputusan direktur utama dan komisaris utama (yang orang Indonesia) harus mendapat persetujuan dari wakilnya. maka nilai (value) Satelindo 16 . 3. Indosat membeli 25% saham DT di Indosat dengan harga $325 juta. negara dalam dua hal. Ini mengingat.Menilik Kinerja Privatisasi: Perbandingan Malaysia dan Indonesia Jurnal Administrator Borneo. berarti BCA membukukan pendapatan bunga dari pembayaran obligasi rekap sebesar Rp2. Harga SG yang terlalu murah ini dapat dikonfirmasikan berdasar data pembanding negara-negara tetangga (Vietnam. BCA memiliki portofolio obligasi rekap Rp47. Setelah mendapatkan (2002) Rp5. 1. mengakui bahwa "pembelian saham Semen Gresik itu amat menguntungkan Cemex". Mei 2002. 2008.53% setelah membeli saham milik publik) memiliki kekuasaan setara dengan Pemerintah RI yang mempunyai 51% saham. yang kekuasaannya sama dengan direktur utama dan komisaris utama. China. Kepada para pemegang saham.

Akan tetapi kapital yang diterima pemerintah dianggap banyak pihak tidak sepadan dengan nilai yang mestinya diterima. Dengan kata lain.300. Harga itu lebih murah 28% atau Rp800 dari harga pasar tertingginya Rp2. berarti Indosat memiliki 100% saham Satelindo. Indosat dengan harga $624 juta.700 per saham. harga saham PGN baru sekitar Rp5.16 triliun. Penutup Kebijakan privatisasi yang dikembangkan Indonesia memiliki warna yang berbeda dengan yang dikembangkan oleh Malaysia. Saham PGN yang akan dijual sebanyak 5. Namun. STT juga menjadi penguasa mayoritas bisnis seluler di Indonesia.600 5.94% saham pemerintah di Indosat yang dibeli STT hanya dihargai sebesar $79 juta. dan banyak memberikan manfaat kepada banyak pihak. BNI (2007) Pemerintah memutuskan melepas sebanyak 3. banyak faktor yang mempengaruhi perbedaan hasil dari privatisasi pada kedua negara tersebut. Setelah transaksi ini. Tentu saja. pemerintah maupun bagi masyarakat. Dengan kata lain. harga penjualan saham BNI juga ditetapkan di batas terbawah dari kisaran harga awal. Pada Oktober 2002. Dengan harga $79 juta tadi. Hal ini pun kemudian berlanjut pada perbedaan hasil dari penerapan privatisasi pada kedua negara tersebut.050 per saham.95 miliar saham BNI dengan harga Rp2. halaman 1269-1287 Asropi 100%-nya adalah $1. Meskipun privatisasi di Malaysia juga membawa ekses lain seperti kenaikan harga pelayanan publik. harga 100% saham Indosat minus Satelindo hanya $187 juta.8% (185 juta lembar saham).500 per lembar. Selain itu.487 miliar.94% saham pemerintah di PT. Sedangkan pada Indonesia.3 miliar. STT Telemedia (Singapura) membeli 41.3 miliar. 41. Dengan harga $79 juta tersebut. 100% saham PT Indosat dihargai oleh STT senilai $1. baik BUMN yang diprivatisasi. untuk 17 . privatisasi diakui oleh pemerintah telah meningkakan kinerja BUMN yang diprivatisasi dan juga dapat meningkatkan jumlah kapital yang diperoleh pemerintah. yakni Rp2. Sumber: Sunarsip. privatisasi di Malaysia menunjukan keberhasilan yang tinggi. negara berpotensi kehilangan Rp3. PGN (2006) Penjualan saham PGN telah direncanakan sejak Agustus 2005. pelaksanaan privatisasi PGN baru dieksekusi pada Desember 2006 pada harga Rp11.850 pada penutupan 25 Juli 2007. namun lebih rendah dibandingkan harga pada Agustus 2006 yang mencapai Rp13. Karena harga 100% Satelindo sebesar $1. Ketika itu. Dengan selisih Rp800 per saham. kini STT telah menguasai bisnis satelit dan hak operator fixed-line.350 atau premium Rp50 per lembar dibandingkan harga penutupan sebesar Rp11. maka itu artinya.050-Rp2.Menilik Kinerja Privatisasi: Perbandingan Malaysia dan Indonesia Jurnal Administrator Borneo. Secara umum. 4. Namun terkait dengan penerapan kebijakan privatisasi ini. 2007 F. Nomor 2. 2008. Volume 4.

Pada periode tahun 1983-1990. 2008. privatisasi juga mencakup berbagai metode yang menekankan pengalihan peran atau fungsi penyediaan pelayanan publik tanpa dibarengi dengan pengalihan kepemilikan pemerintah kepada swasta. Beberapa metode dimaksud antara lain. Privatisasi dimaknai bukan hanya penjualan asset. 18 . Komitmen pemerintah terhadap kebijakan investasi. dan meningkatkan partisipasi Malayu Bumiputera dapat terwujud. Dalam hal ini. mengurangi beban administrasi dan keuangan pemerintah. Sebelum nilai tersebut tercapai. maka banyak hal yang harus diperbaiki oleh pemerintah Indonesia untuk penerapan kebijakan privatisasi di masa mendatang. Selain itu. 1991-1995. dan bertangungjawab langsung kepada Perdana Menteri. dan 1996-2000. 3. sehingga pada akhirnya tujuan privatisasi untuk meningkatkan kinerja BUMN. management contracts. Indonesia harus tetap hati-hati dalam pengambilan kebijakan tersebut. Pemerintah Malaysia memiliki komitmen yang sangat tinggi terhadap privatisasi. kebijakan privatisasi di Malaysia dapat digunakan sebagai acuan dalam formulasi kebijakan dan strategi privatisasi di Indonesia. 2. maka BUMN diprivatisasi melalui strategi nondivestiture. Volume 4. Integrasi strategi non-divestiture dalam kebijakan privatisasi. Nomor 2. Bagi pemerintah Malaysia. halaman 1269-1287 Asropi peningkatan kinerja privatisasi di Indonesia pada masa mendatang sepertinya pemerintah Indonesia perlu belajar dari Malaysia. concessions. karena Malaysia dan Indonesia bagaimanapun juga memiliki karakteristik yang berbeda. jumlah proyek yang diprivatisasi melalui metode non-divestiture rata-rata sebanding dengan jumlah proyek yang diprivatisasi melalui divestiture. Namun demikian. kebijakan privatisasi dirancang dengan baik. penjualan asset baru dilakukan setelah BUMN benar-benar memiliki ”nilai jual”. Economic Planning Unit memiliki kewenangan untuk menangani privatisasi BUMN Malaysia.Menilik Kinerja Privatisasi: Perbandingan Malaysia dan Indonesia Jurnal Administrator Borneo. Sebagai strategi untuk meningkatkan kinerja BUMN dalam pemberian pelayanan publik. Belajar dari keberhasilan penerapan privatisasi di Malaysia. melalui penyusunan Privatization Masterplan yang berkesinambungan dan dirancang ulang setiap lima tahun. strategi privatisasi yang telah dicanangkan juga benar-benar dilaksanakan. dan joint venture. terutama dalam bidang ekonomi. leases. Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian para pengambil kebijakan privatisasi di Indonesia antara lain adalah: 1. Demikian pula. contracting out. Kebijakan privatisasi di Indonesia dan penerapannya harus dievaluasi ulang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful