Anda di halaman 1dari 45

Prosedur Dalam Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)

Tujuan utama pertolongan adalah untuk : Mempertahankan penderita tetap hidup Membuat keadaan penderita tetap stabil Mengurangi rasa nyeri, ketidak-nyamanan dan rasa cemas Sangat penting untuk mengetahui tahap tahap pemberian pertolongan pertama, terutama pada keadaan yang membahayakan jiwa. Misal dimana denyut jantung dan pernapasan telah berhenti, pendarahan, tersedak, tenggelam, tersengat aliran listrik, dan keracunan. Idealnya, pemberi pertolongan pertama sebaiknya pernah mengikuti kursus cara cara pertolongan pertama. Tetapi setiap orang, baik telah mengikuti kursus atau belum, seharusnya berusaha untuk memberikan pertolongan pertama pada kasus gawat darurat dimana jiwa penderita terancam. Baca dan pelajari langkah langkah yang harus dilakukan dalam keadaan yang mengancam jiwa seseorang, dan lakukan dengan tenang dan penuh percaya diri. Tahapan tahapan penting dalam P3K Pada keadaan gawat darurat, berikan pertolongan pertama dengan urutan sebagai berikut : (Ingat bila pernapasan berhenti dalam 2-3 menit akan terjadi kerusakan otak dan dalam 4-6 menit akan terjadi kematian) 1. Bila mungkin, minta orang lain untuk memanggil dokter / ambulan, sementara anda melakukan pertolongan pertama. 2. Periksa pernapasan. Bila berhenti, segera mulai dengan pernapasan (resusitas) mulut ke mulut. Prioritas utama adalah mengusahakan penderita bernapas kembali kecuali pada penderita kasus tersedak. 3. Periksa adanya pendarahan hebat. Bila ada, hentikan pendarahan. 4. Bila menduga adanya cedera tulang belakang, jangan merubah posisi penderita. (Cedera tulang belakang bisa terjadi bila penderita jatuh dari tempat tinggi, kecelakaan lalu lintas yang serius, atau mengalami rasa kebal / hilang rasa / tidak bisa menggerakkan anggota tubuh atas ataupun bawah). 5. Bila penderita pingsan tetapi pernapasan normal tanpa cedera tulang belakang, baringkan dalam posisi istirahat. 6. Jangan meninggalkan penderita sebelum petugas medis datang. Bila anda sendirian dan tidak mungkin memanggil petugas medis, tetapi tidak ada cedera tulang belakang dan keadaan penderita cukup stabil, bawa penderita ke unit gawat darurat di rumah sakit / Puskesmas terdekat. Resusitas dari mulut ke mulut Penolong bisa melakukan langkah langkah : 1. Baringkan penderita terlentang pada alas yang keras. 2. Tolong lehernya, dan tengadahkan kepala supaya jalan napas lurus. 3. Buka mulut dan angkat setiap sumbat (termasuk gigi palsu) dengan jari jari Anda. 4. Pencet hidung sampai tertutup. 5. Ambil napas panjang, dan tutupkan mulut Anda ke mulut penderita. 6. Hembuskan napas kuat kuat ke dalam mulut penderita cukup stabil, bawa penderita ke unit gawat darurat di rumah sakit / Puskesmas terdekat. Baca dan pelajari langkah langkah yang harus dilakukan pada keadaan yang mengancam jiwa dan lakukan dengan tenang serta penuh percaya diri. Resusitas jantung paru paru (Cardiopulmonary Resuscitation/CPR) Ini adalah langkah langkah penyelamatan jiwa seseorang dimana denyut jantung telah

berhenti. CPR adalah kombinasi dari masase jantung dari luar dan resusitasi mulut ke mulut. Untuk melakukan CPR dengan seharusnya Anda sudah mengikuti latihan sehingga berkurang kemungkinan Anda melakukan kesalahan yang malah bertambah cedera pada penderita. Instruksi di bawah ini adalah untuk penyegaran kembali : Apa yang bisa dilakukan penolong 1. Berlutut di samping penderita. 2. Letakkan dasar telapak tangan pada dasar telapak tulang dada, dan tumpangkan dasar telapak tangan Anda yang lain di atas telapak tangan yang pertama. Jari jari tangan jangan menyentuh dada. 3. Dengan lengan yang lurus, condongkan badan ke muka sehingga bahu Anda di atas tulang dada penderita. 4. Tekan tulang dada ke bawah sampai 4-5 cm pada orang dewasa. 5. Dengan kedua tangan tetap di dada penderita, condongkan badan ke belakang dan biarkan tulang dada penderita kembali ke posisi normal.

I. Pendahuluan 3 K secara harfiah merupakan tindakan yang dapat diberikan / dilakukan oleh orang yang terlatih atau memahami tentang seluk-beluk anatomi-kesehatan dasar. Kemampuan dasar ini dapat diperoleh melalui pendidikan umum formal, pelatihan ataupun pengalaman. Pertolongan pertama mempunyai makna tindakan yang pertama sebelum korban dibawa ke fasilitas kesehatan yang lebih baik, sehingga tujuan dari P3K sesungguhnya adalah: mencegah agar cedera yang timbul tidak lebih parah, menghentikan perdarahan, mencegah nyeri dan menjamin fungsi saluran napas, sehingga korban dapat terselamatkan dari bahaya maut semaksimal mungkin. Ada juga korban tidak hanya mengalami trauma sejenis, tetapi juga kompleks sehingga penolong pun diharuskan untuk mampu memberikan pertolongan sekaligus ataun sesuai prioritas yang mengancam nyawa. Dalam kesempatan ini akan dibahas P3K secara praktis pada kasus-kasus darurat yang sering kita amati dan alami di sekitar kita II. Pertolongan Pertama Pada Kasus Tenggelam Kasus tenggelam merupakan kasus yang sering terjadi pada wilayah perairan seperti di Indonesia, terutama daerah sungai atau pantai. Perlu diketahui adanya perbedaan media air sebagai sumber persoalan; air asin atau air tawar. Tetapi pada prinsipnya dalam P3K kasus tenggelam adalah sesegera mungkin mengangkat korban tenggelam ke permukaan air atau daratan. Hal ini tentu akan dilakukan oleh orang yang sangat terlatih dalam hal berenang, sehingga penolong pun tidak menjadi korban berikutnya. Setelah korban tenggelam ini dapat dikeluarkan dari air, maka mengusahakan untuk membebaskan fungsi pernapasan; dan mengeluarkan air yang sudah terminum dengan cara merangsang terjadinya refleks muntah (bagi pasien sadar), sedangkan bagi korban tak sadar/ koma kita harus menghindari terjadinya aspirasi (masuknya air dalam saluran napas) serta sesegera mungkin dibawa ke fasilitas kesehatan yang memadai. Kegawatan pada korban tenggelam adalah terjadinya kegagalan fungsi pernapasan akibat masuknya cairan(air tawar/ asin) ke dalam jaringan paru yang dapat menyebabkan gangguan fungsi respirasi. Semakin cepat diketahui/ ditolong korban tenggelam maka semakin lebih baik dan mudah untuk penanganan selanjutnya. III. Pertolongan Pada Luka Bakar Terpenting dalam pertolongan pertama pada luka bakar adalah segera membebaskan korban dari sumber luka bakar kemudian mengatasi nyeri. Terbakarnya permukaan tubuh membuat sensasi nyeri yang sangat hebat, terutama pada luka bakar yang tidak terlalu dalam, sehingga syaraf-syaraf nyeri banyak mengalami rangsangan. Selain itu juga perlu mendapat perhatian sumber penyebab luka bakar itu apa? Api dan air/ uap panas sangat berbeda, begitu juga dengan lokasi tubuh yang terbakar. Sangat berbahaya adalah mengirup uap panas, hal ini akan segera menyebabkan udema jaringan saluran napas, sehingga terjadi obstruksi saluran napas. Mengurangi perasaan nyeri yang paling ideal adalah air bersih yang dingin. Seringkali terjadi kesalahan dalam penanganan luka bakar pada tahapan ini. Penggunaan bahan selain air bersih merupakan hal yang sangat tidak menguntungkan bagi korban, karena selain air yang bersih dapat menyebabkan semakin kotornya permukaan luka, mempersulit pembersihannya pada

saatnya nanti dan dapat menambah rangsangan nyeri itu sendiri. Kalau memungkinkan berikanlah siraman air mengalir. IV. Pertolongan Pertama Pada Gigitan Binatang Sebagai pedoman dasar pada setiap luka gigitan, maka yang utama dilakukan adalah mengeluarkan racun yang sempat masuk ke dalam tubuh korban dengan menekan sekitar luka sehingga darah yang sudah tercemar sebagian besar dapat dikeluarkan dari luka tersebut. Seringkali luka yang ditimbulkan tidak sampai mengeluarkan darah, seyogyanya luka tersebut diperlebar secukupnya sampai penolong dapat mengeluarkan darah yang tercemar itu. Tidak dianjurkan mengisap tempat gigitan, hal ini dapat membahayakan bagi pengisapnya, apalagi yang memiliki luka walaupun kecil di bagian mukosa mulutnya. Sambil menekan agar racunnya keluar juga dapat dilakukan pembebatan( ikat) pada bagian proksimal dari gigitan, ini bertujuan untuk mencegah semakin tersebarnya racun ke dalam tubuh yang lain. Selanjutnya segera mungkin dibawa ke pusat kesehatan yang lebih maju untuk perawatan lanjut. V. Pertolongan Pertama Pada Patah Tulang Dalam penanganan patah tulang (fraktur) yang penting diperhatikan adalah ; mencegah komplikasi lebih parah, mencegah perdarahan, mencegah infeksi. Secara teoritis patah tulang dibagi menjadi 2; patah tulang terbuka dan patah tulang tertutup. Penanganan pertama pada patah tulang secara prinsipil adalah menghindari gerakan-gerakan/gesekan-gesekan pada bagian yang patah. Tindakan ini dapat dilakukan pembidaian/ pasang spalk dengan menggunakan kayu atau benda yang dapat menahan agar kedua fraksi yang patah tidak saling bergesekan. Selain itu, khusus pada patah tulang terbuka, maka penolong juga mencegah agar luka tersebut tidak terkontaminasi dengan kotoran/ infeksi. Pada patah tulang vertebra, yang perlu diperhatikan adalah saat pengangkatan korban harus dalam keadaan vertebranya lurus, artinya korban harus diletakkan pada alas kasur yang keras, untuk menghindari cedera saraf pada vertebra. Patah tulang vertebra termasuk yang sangat gawat apabila daerah frakturnya sekitar leher, karena dapat menyebabkan kelumpuhan total pada seluruh anggota badan. Fraktur pada tulang tengkorak dapat menyebabkan kematian mendadak, sehingga seringkali pertolongan pertama pun tidak sempat dilakukan. VI. Kompleksitas Pada Pertolongan Pertama Tidak jarang terjadi korban kecelakaan dengan multiple injury, sehingga mempersulit bagi penolong. Pada keadaan demikian ini berlaku ? skala prioritas?. Terpenting adalah menjaga system saluran pernapasan dan detak jantung berfungsi dengan baik, sehingga kita masih dapat menyelamatkan nyawa korban. Pada kecelakaan massal seperti kecelakaan pesawat terbang, tanah longsor, kebanjiran dan sebagainya maka dikenal adanya ? Samaritan law?, yaitu penolong berhak menilai korban yang masih layak untuk ditolong dengan kemungkinan harapan hidup masih tinggi, setelah meraka teratasi, barulah korban-korban yang berikutnya. Hal ini tergantung juga dari jumlah personil penolong. Setiap usaha pertolongan berarti diawali dengan niat yang baik, sehingga untuk menghasilkan hasil yang baik diperlukan ketrampilan serta pengetahuan yang cukup agar tidak terjadi kesalahan dalam bertindak. Tidak jarang di Emergency suatu Rumah Sakit tertentu para korban yang sudah kita tolong justru sudah meninggal, hal ini berarti kita tidak berhasil. Paling tidak usaha kita sudah maksimal disertai dengan kecermatan saat-saat kita menolong

korban, tetapi tidak juga berhasil maka bukan berarti kita gagal, tetapi memang proses perjalanan kehidupan sudah sampai waktunya.

Bab 2 Kajian Pustaka

A. MENGELOLA LUKA BAKAR


Luka bakar merupakan suatu kelainan akibat trauma yang sampai sekarang belum tertangani dengan baik. Unit LUKA BAKAR di rumah sakit tidak hanya menangani pasien yang terkena api tetapi juga air panas, bahkan apapun yang menyebabkan kulit rusak.

Menurut dr. Imam Susanto SpBP, berat ringannya LUKA BAKAR tergantung pada luas jaringan tubuh yang terkena dan kedalaman luka tersebut. LUKA BAKAR dapat dibagi tiga : Derajat Pertama: Kerusakan hanya terjadi di permukaan kulit dan tidak memerlukan perawatan khusus. Misalnya: kulit terbakar akibat berenang. Derajat dua: Bisa bersifat dangkal dan dalam. Pada kerusakan kulit yang dangkal, biasanya ditandai dengan gelembung air. Asal bebas dari infeksi sebelum 3 minggu akan sembuh dengan sendirinya. Sementara jika kerusakan kulit terjadi lebih dalam, diperlukan tindakan, sulit sembuh sendiri. Kalaupun sembuh sendiri akan memakan waktu berbulan-bulan dan meninggalkan cacat seperti jaringan parut (keloid) Derajat tiga: Kerusakannya lebih dalam dan lebih berat, hampir seluruh lapisan kulit terkena trauma. Bila kulit yang terbakar tidak diangkat akan menimbulkan cacat. APA YANG HARUS DILAKUKAN Tindakan pertama yang harus dilakukan ketika kulit terkena panas (api, air panas) adalah dinginkanluka tersebut, dengan menyiramnya dengan air dingin. Langkah berikutnya, keringkan, beri antiseptik, tutup dengan kasa steril, bawa ke rumah sakit. Jika ada vaselin, olesi dengan vaselin. Tetapi kalau terjadi lepuhan, jangan dipecahkan, saran Imam. LUKA BAKAR RINGAN Jika dimungkinkan, lepaskan semua perhiasan, karena kulit yang terbakar, dapat membengkak; dan juga lepaskan pakaian dari daerah yang terkena karena dapat melekat ke

kulit dan mengakibatkan kerusakan yang lebih berat. Jika luka bakar itu terasa sangat sakit, mungkin itu hanya mengenai permukaan kulit saja. Anda harus segera mengurangi rasa sakit itu dengan mendinginkannya dengan air selama 10 menit, atau lebih jika rasa sakit itu masih ada. Tutupi luka bakar itu dengan kain steril. Setelah pertolongan pertama diberikan, bawalah korban segera ke dokter atau ke ruang gawat darurat di rumah sakit terdekat. LUKA BAKAR BERAT Seseorang yang terbakar pada sebagian besar tubuhnya tangan, paha, atau dada dapat mengalami syok dan harus segera dibawa ke rumah sakit. Baringkan si korban, lebih baik di atas karpet atau alas kain untuk mencegah bagian kulit yang terbakar menyentuh lantai. Jika memungkinkan, lepaskan cincin, jam tangan atau baju yang ketat sebelum kulit yang terbakar itu membengkak. Lepaskan bajunya lalu rendam dalam air yang mendidih. JANGAN lepaskan apa saja yang melakt di luka bakar tersebut. Hubungi ambulans atau bawa si korban ke ruang gawat darurat di rumah sakit terdekat. Tutupi kulit yang terbakar tersebut dangan kain yang bersih dan tidak berbulu. Pasang kain tersebut dengan baik. Untuk luka bakar pada wajah, buatlah topeng dengan menggunakan sarung bantal yang bersih dengan membuat lubang untuk bagian hidung, mulut dan mata. ALIRAN LISTRIK Jika seseorang terkena aliran listrik dan Anda tidak dapat mematikannya, jangan langsung menyentuh orang tersebut. Lebih baik, sentuh dia dengan menggunakan bahan yang terbuat dari kayu (misalnya: gagang sapu). Jika memungkinkan, pegang penyekat tersebut dengan Koran kering yang terlipat. Sekitar 85% Luka bakar adalah ringan dan dapat dirawat di rumah. Harus dibawa ke rumah sakit bila : - Wajah, kedua tangan, daerah genital atau kaki terbakar - Orang itu tidak dapat dirawat dengan baik di rumah - Korban berusia di bawah 2 tahun atau di atas 70 tahun - Organ-organ dalam juga turut terbakar KEMBANG API Kembang api memang bagus ditonton, tetapi juga dapat membahayakan. Palang merah Amerika meminta orang-orang untuk menghadiri pagelaran kembang api yang diselenggarakan oleh orang yang terlatih secara professional. Penyalahgunaan kembang api dapat menimbulkan penderitaan yang berat. Kembang api itu mengakibatkan ribuan orang terluka dan meninggal setiap tahunnya. Luka yang terjadi akibat dari panas kembang api yang luar biasa, yang biasanya mengenai mata, kepala, lengan, tangan dan kaki, yang dapat mengakibatkan kebutaan, goresan luka (laserasi), amputasi dan luka bakar. Luka bakar dapat meninggalkan cacat luka parut sepanjang hidup.

Jika Anda terbakar kembang api, tangan atau bagian yang terbakar cuci dengan air dingin yang mengalir dan bersihkan cuci dengan sabun. Jika terjadi lepuhan pada kulit, biarkan saja lalu kompres basah atau dingin. Jika luka bakar itu parah bawalah ke rumah sakit. Bila mata terkena percikan api atau air panas : - Bilaslah mata dengan air dingin, selama 10 menit. - Jika ada benda asing yang melekat di bola mata, misalnya percikan kembang api, tutup mata tersebut dengan kain steril dan bersih. JANGAN mencoba untuk mengambil benda tersebut. - Bila mata terluka Anda harus segera mencari pertolongan tenaga medis. MENANGANI KORBAN LUKA BAKAR Idealnya untuk luka bakar ada unit khusus yang menangani, karena membutuhkan penanganan yang kompleks. Melibatkan berbagai bidang spesialisasi dalam bentuk tim; ahli gizi, rehabilitasi medik, patologi klinik, dan membutuhkan kamar operasi intensive care unit. Sementara selama ini yang menangani luka bakar baru dokter bedah saja. Di unit Pelayanan Khusus Luka Bakar Prof. Dr. Munajat Wiratmadja, RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta menurut Imam kebayakan pasien yang datang akibat kecelakaan rumah tangga. Api menduduki peringkat pertama, yang kedua air panas. Selama ini cara yang digunakan untuk penderita luka bakar umumnya masih bersifat konservatif. Pertama penderita diinfus sebagai pengganti cairan tubuh yang banyak terbuang, setelah masa kritis lewat, setiap hari luka dibersihkan secara teratur. Faktor gizi juga sangat berperan, karena penderita luka bakar telah banyak kehilangan protein. Sekitar 3-4 hari sesudah perawatan, kulit yang mati harus diangkat. Dan yang paling penting harus dijaga untuk selalu steril karena kulit dalam keadaan terbuka sangat rentan terhadap infeksi. Penderita luka bakar yang terlambat mendapat cairan pengganti atau mengalami infeksi setelah perawatan, tak jarang dapat meninggal. Penanganan luka bakar memang terus dikembangkan, Imam mencontohkan penanganan luka bakar di Singapura, Hongkong, dan Thailand yang sudah mulai menerapkan tissue culture. Bagian kulit yang sehat diambil dan dikultur (dikembangbiakkan) selama 3 minggu, sampai berlipat-lipat jumlahnya. Lalu baru ditanam kembali ke tubuh penderita.

B. PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN (K3)

6.1 Dasar Dasar Pertolongan Pertama Pertolongan pertama yang mutlak dilakukan untuk keselamatan adalah a. Usaha menyadarkan kembali

b.

Menghindari pendarahan

Penderita luka parah membutuhkan pertolongan segera oleh tenaga P3K yang terlatih, juka tenaga medis tidak cepat didapat. Paling baik, jika mempunyai tenaga medis yang profesional, atau tenaga P3K yang terlatih. Jika tidak mempunyai sedikitnya harus mengetahui tindakan yang harus dilakukan sampai pertolongan datang. Mengetahui letak kotak P3K atau ruang tempat pertolongan pertama

Aturan terpenting pada P3K adalah : a. Pelajari apa yang tidak boleh dilakukan tidak ditolong lebih baik daripada pertolongan yang salah b. Pelajari dengan benar apa yang harus dilakukan lakukan dengan segera bila hidupnya terancam c. Kirimkan kepada ahli P3K dan kepada dokter dengan segera setiap terjadi kecelakaan gawat 6.2 Jenis Kecelakaan Pada Waktu Kerja Suatu saat, ada kemungkinan kontraktor harus melakukan pertolongan pertama, apabila terjadi peristiwa sebagai berikut : a. pendarahan,

b. kejutan ( shock ), c. keracunan, d. luka bakar api atau luka bakar karena cairan kimia, e. luka pada mata, f. luka kecil karena benda benda tajam, dan g. sengatan listrik. 6.3 Pendarahan Dan Bagaimana Cara Menghentikannya Penghentian pendarahan, pada umumnya dapat dilakukan dengan menekan luka berdarah tersebut. Jika pada kasus tertentu pendarahan tidak bisa dihentikan dengan cara ini, panggil segera tenaga medis, dokter. Pendarahan hidung a. Dudukan korban dengan tenaga dengan kepala menunduk b. Cegahlah korban memaksa darah keluar dari hidungnya c. Pijit, atau mintalah korban untuk memijit cuping hidungnya keras keras d. Jika pendarahan tidak berhenti selama 5 10 menit usahakan agar mendapat perawatan medis

Pendarahan karena luka a. Mintalah pertolongan medis b. Perlihatkan semua luka c. Tutup dan tekanlah luka dengan tangan atau pencet tepi luka bersama sama agar menutup, jika sempat tutuplah luka dengan sapu tangan, atau kain yang bersih sebelum ditekan d. Penekanan dapat dilakukan dengan memberi bantalan tipis pada luka kemudian diikat erat erat dengan perban. Bantalan harus cukup lebar menutupi seluruh luka dan seluruh bantalan harus trtutup perban.

e. Jika penderita merasakan kesakitan karena ikatan perban terlalu kencang,ikatan perban f. Jika pendarahan masih berlangsung, beri bantalan dan perbanlah lagi,tanpa melepas ikatan bantalan yang pertama. g. Bahan yang dipakai untuk menekan pendarahan terbuat dari bahan kayu, atau logam. Cara seperti ini dapat pula digunakan untuk menolong korban yang patah tulang.

Pendarahan : angkat lukanya dan Pendarahan : beri bantal tipis diatastekan sampai lukanya menutup luka dan perban erat-erat 6.4 Kejutan Hampir setiap kecelakaan,cedera atau luka-luka,selalu diikuti oleh kejutan. Keadaan penderita pucat,dingin dan lunak kulitnya,lemas badan,dan denyut nadi makin cepat,mungkin juga tidak sadarkan diri. a. Pindahkan korban di tempat yang nyaman dan tenang. b. Jaga korban agar tenang dan tetap hangat badannya. c. Longgarkan baju. d. Usahakan agar korban merasa tenang dan yakinkan bahwa pertolongan segera datang 6.5 Keracunan Untuk semua peristiwa keracunan, Kirimkan kepada tenaga medis secepat mungkin. a. Pindahkan ketempat yang segar. b. Lakukan seperti merawat shock. c. Buat pertolongan pernafasan,jika pernafasan berhenti. Jangan melakukan pertolongan pernafasan melalui kontak mulut ke mulut,bila terjadi racun terminum melalui mulut (asam,alkali,dan lain-lain) d. Amankan dan simpan cairan yang diduga racun untuk contoh e. Ambil dan muntahkan korban untuk pemeriksaan dokter/klinik

6.6 Luka Bakar Api Penanganan segera secara medis tergantung pada sejauh mana tingkat penderitanyaannya. a. Penanganan terbaik luka bakar adalah denggan mengucurkan air dingin dan bersih kebagian yang terbakar. b. Jangan menarik,atau menyobek baju dari luka bakarnya. c. Jangan mencoba memindah benda-benda yang menempel pada kulit yang terbakar. d. Lakukan perawatan seperti menangani kejutan(shock). e. Tutuplah luka bakar dengan bahan-bahan steeril seperti perban kering,handuk ataukertas,jika ada. f. Jangan sentuh bagian luka bakar yang menggelembung, atau bagian otot-otot yang terbakar.

6.7 Kecelakaan dan Luka Pada Mata Janganlah menggosok-gosok mata jika ada benda-benda yang masuk didalamnya. a. Usahakan agar mata tetap dibuka b. Jangan sentuh mata dengan apapun juga c. Usahakan mendapat perawatan medis d. Longgarkan perban pada mata e. Bimbinglah korban ketempat perawatan medis

Luka mata: - Perbanlah matanya longgar-longgar - Bimbinglah korban untuk perawatan - Jangan menyentuh mata 6.8 Luka Goresan dan Memar Setiap luka meskipun ringan harus diobati dan dicatat kejadiannya.Setiap luka akan berakibat infeksi dan membusuk jika tidak segera diobati. a. Pada luka goresan,biarkan darah mengalir beberapa menit,untuk membuang kemungkinan infeksi. b. Jangan membalut luka dengan baju-baju lusuh,atau sapu tangan yang kotor pada luka. c. Bersihkan luka dengan bahan-bahan yang lunak. d. Berilah obat anti septic,steril,atau bahan aid untuk luka-luka ringan. e. Panggilkan tenaga medis jika lukanya parah dan terlalu dalam Luka memar yang berat memerlukan perawatan medis segera jangan ditunda.

6.9 Kecelakaan Sengatan Listrik Kecelakaan karena sengatan listrik dapat mengakibatkan kebakaran,jatuh,dan kejutan listrik.Masing-masing menyebabkan gejala yang berbeda pada korban.Penderita bias disebabkan oleh salah satu atau kombinasi membedakan ejala-gejala yang muncul. Meskipun keterlambatan pertolongan dan penyadaran kembali dapat berakibat fatal, namun kejutan listrik umumnya dapat tidak langsung mematikan,hanya mungkin menyebabkan kepekaannya menurun, pernafasan terganggu atau berhenti, dan kerja jantungnya terganggu.Karena itu,yang terpenting adalah memeriksa kondisi pernafasan dan jantung penderita,jika berhenti harus segera dibantu dan dinormalkan kembali. (ks 2c)16-6-09

Kecelakan listrik sering Menimbulkan luka sampingan Bila menghadapi kecelakaan karena listrik,kerjakanlah segera tindakan dengan urutan sebagai berikut: a. Matikan aliran listri,atau jika tidak mungkin,usahakan agar korban terbebas dari sengatan listrik b. Beri pertlongan pertama sesuai gejalanya. 6.10 Cara Membebaskan Korban Dari Aliran Listrik Begitu melihat korban terkena aliran listrik,cepat perhatikan keadaan sekitar.Tentukan cara terbaik untuk melepaskannya tanpa korban menderita lebih lanjut,karena jatuh dan lainlain.Jika mungkin matikan aliran listrik,dan jasikan ini sebagai tindakan utama.Jika tidak mungkin anggap korban masih tetap terkena aliran listrik. Jangan sekali-sekali menganggap korban telah terbebas dari aliran listrik

Matikan aliran listrik Dorong atau tarik korban dengan bahan-bahan yang tidak menghantar arus listrik(tidak konduktif)agar terbebas dari sengatan listrik. Hendaknya seseorang selalu mengetahui letak dan daerah pelayanan setiap tombol listrik didaerah kerja masing-masing. Untuk tegangan rendah(240 v,atau kurang), bila aliran listrik tidak dapat segera dimatikan,gunakan benda yang tidak konduktif, dan kering untuk melepaskan korban (jangan gunakan logam atau benda-benda yang basah). a. Tariklah dengan menggunakan tali kering,kain kering,karet,atau plastic. b. Tariklah baju korban,pada tempat yang longgar dan kering. c. Berdirilah diatas papan kering ketika mendorong atau menarik korban d. Doronglah dengan kayu kering Jika mendorong korban hendaknya dilakukan dalam sekali gerak,agar selekas mungkin terbebas dari aliran listrik. Siapkan tenaga yang cukup untuk melepaskan,Korban yang menggenggam konduktor berarus listrik. Dengan memakai sarung tangan anda dapat memeukul pergelangan tangan,atau punggung telapak tangan korban sampai ia terbebas. Untuk tegangan tinggi(650 v,atau lebih) Dan aliran listrik tidak dapat segera dimatikan jangan mendekat dalam radius 1,5 m. Gunakan tongkat yang panjangnya lebih dari 1,5 m terbut dari material yang tidak konduktif dan kering, untuk melepas korban. Catatan : Ingat bahwa korban karena listrik, badannya juga berarus listrik, karena itu jangan sekali-sekali memegang tubuh korban, baju yang melekat atau sepatunya,tanpa sarung pelindung tangan.

6.11. Awal Penyadaran Yang Perlu Segera Dilakukan Luka bisa semakin parah karena memindahkan korban. Pemindahan hanya dilkukan jika : a. Korban dalam bahaya akan terkena api, kejatuhan benda, karena aliran listrik atau penyebab yang lain. b. Letak korban menyulitkan pemberian pertolongan dasar, misalnya untuk : 1) Melancarkan saluran pernafasan 2) Melakukan penyadaran korban 3) Penghentian pendarahan Jika korban harus dipindah, lakukan bersama sama oleh 3 4 orang, a. Mungkin perlu untuk tetap melakukan penyadaran, sementara korban dipindah. b. Usahakan agar badan tetap lurus jangan sampai leher atau punggung tertekuk. c. Buat agar korban tetap lurus, muka menghadap keatas, agar terlihat wajahnya. Penyadaran tetap dapat dilakukan dan di usahakan saluran pernafasan tetap lancar. d. Tolonglah kaki dan tangan bila terluka. Penyadaran kembali akan lebih besar hasilnya, jika dimulai dalam selang waktu satu menit setelah pernafasan terhenti. Jangan ditunda usaha penyadaran kembali tersebut. Kirimlah tenaga medis dan beri pertolongan secepat mungkin. 6.12. Sadar Atau Tidak Sadar (ks-2b) Jika korban bernafas normal, dan jantungnya berdenyut normal, ia tidak memerlukan usaha penyadaran. Berikan perawatan sebagai berikut :

Jika korban tidak sadar, darah/muntahan di mulut, gigi yang lepas, pecahan gigi dapat masuk ke saluran pernafasan dan menyumbat. Jika korban terlentang lidah dapat turun dan menyumbat saluran pernafasan, demikian juga bila leher korban tertekuk. Penanganan yang benar pada korban yang tidak sadarkan diri, dapat mencegah tersumbatnya pernafasan yang bisa menyebabkan kematian.

6.13. Penyadaran Kembali Adalah Mutlak Ingatlah urut urutan dan cara menangani korban pada setiap terjadi kecelakaan. a. saluran pernafasan Lancarkan ! b. pernafasan Periksa atau bantulah ! c. Aliran darah Periksa atau bantulah ! Hentikan bila kemudian terjadi pendarahan atau perhatikan luka-luka yang lain. a. Lancarkan dengan cepat saluran pernafasan dan usahakan tetap lancar. b. Perhatikan apakah dia bernafas atau tidak. c. Perhatikan naik turunnya dada atau perut. d. Dengarkan pernafasannya jika ternyata tidak ada gerakan. e. Rasakan apakah pernafasannya lemah, dengan cara dengan medekatkan punggung tangan anda ke mulut korban.

Jika korban bernafas normal,

a. Ubah posisi korban pelan-pelan dan hati-hati ke posisi coma seperti berikut b. Ubah posisi korban dengan satu sisi badan sebagai tumpuan. c. Ubah posisi tangan dan paha pada sisi badan yang lain agar tegak lurus terhadap badan. d. Gerakkan siku tangannya sehingga telapak tangan dekat pada wajah e. Tariklah lengannya ke belakang pelan-pelan sehingga ia dalam posisi tengkurap. f. Pastikan bahwa kepalanya sedikit miring. Pada posisi ini, lidah akan terdorong kemuka, dan membu ka saluran pernafasan. Darah dan muntahan akan keluar dari mulut, kemudian usaplah dengan tangan atau sapu tangan untuk membuang muntahan atau pecahan gigi yang keluar.

Catatan : Nafas yang berisik adalah tanda bahaya bahwa saluran pernafasan agak tersumbat, cepat lakukan pembersihan jangan sekali-kali memberi bantalan di bawah kepala pada korban yang tidak sadarkan diri. Jika korban tidak bernafas, atau pernafasan sangat lambat : a. Lakukan pertolongan pernafasan ( Expired Air Resuciation EAR ) 1. metode ini dikenal juga sebagai pernafasan buatan, pertolongan pernafasan paru-paru, pertolongan pernafasan dari mulut ke mulut, pengalian udara buatan. 2. ini harus dilakukan pert ama kali, untuk menjamin tersedianya cukup oksigen dalam darah. b. Periksa sirkulasi darah, rasakanlah melalui denyut jantung pada leher sebelah atas disamping jakun. c. Gunakanlah telapak telunjuk jari tengan, jangan gunakan ujung jari. d. Luka pelupuk mata dan perhatikan pembesaran puil mata. e. Jika pupil tidak berkontraksi ketika diberi sinar, ini menunjukkan bahwa otak sudak kekurangan oksigen.

Jika denyut nadi masih ada, lanjutkan EAR, jika denyut tidak ada, lakukan pertolongan darurat pemompaan ke rongga jantung. Ini disebut pertolongan gabungan EAR dengan pemompaan. 6.14. Pertolongan Darurat Pemompaan Rongga Jantung Ada dua cara yng harus dilaksanakan bersama sama. Jika pernafasan korban berhenti dan denyut jantung tidak ada. Metode tersebut adalah : a. EAR untuk memperbaiki pernafasan b. EEC ( External Cadiac Compression ) untuk memperbaiki peredaran darah. 6.12.2 Pertolongan Pernafasan E.A.R. Lakukan pada korban yang tidak bisa bernafas tetapi denyut nadinya masih baik. Ada hal penting yang dilakukan untuk pertolongan ini, yaitu : a. Tindakan cepat b. Pembersihan saluran pernafasan c. Usahakan agar udara tidak bocor. Prosedur : a. Bersihkan mulut dari muntahan atau darah b. Baringkan korban terlentang c. Angkat leher dan gerakkan kepala agar dagu mengarah ke atas d. Tutup hidung dan memijitnya e. Ambillah nafas yang dalam f. Buka mulut lebar-lebar dan letakkan diatas mulut korban, pastikan bahwa udara tidak bocor

g. Tiup mulutnya keras keras.

Ingat : Lihatlah, sementara anda meniup bahwa dadanya akan naik, ini menunjukkan bahwa udara masuk ke paru paru. Jika dada tidak naik berarti saluran pernafasan masih tersumbat bila terjadi demikian miringkan kepalanya lebih kebelakang dan naikkan dagunya lebih atas, periksa kembali apakah mulut dan tenggorokannya bersih. Perhatikanlah bahwa tidak ada udara yang lolos pada pertolongan mulut ke mulut. Jika anda tidak bisa dengan cara initutuplsh mulutnya dan letakkan mulut anda pada hidungnya, dan tiup keras-keras. a. Lepaskan mulutnya dan biarkan udara keluar dari dada korban. Untuk orang dewasa, lakukan 12 kali tiap menit yang berarti 2 kali tiupan tiap 15 detik. b. Ulangi, tiuplah mulut/ hidungnya keras-keras dan lepaskan sampai korban bernafas sendiri, atau sampai dokter datang. c. Putar posisi korban ke posisi koma, segera setelah ia bernafas, sebab muntahan sering terjadi pada saat ini. Mutlak mengusahakan bahwa tidak ada yang masuk ke saluran pernafasan. Jika orban berhenti bernafas lagi, ulani pertolongan pernafasannya.

Catatan : Setelah saluran pernafasan lancar, korban mungkin akan bernafas sendiri. 6.13.2 E.A.R. dan E.C.C. Kedua cara ini harus dipakai apabila korban tidak bernafas dan nadinya tidak berdenyut : a. Lakukan segera EAR seperti yang sudah dijelaskan b. Pastikan bahwa korban terlentang pada permukaan yang keras c. Tentukan tempat titik penekanan pada tulang dada Cara : 1. letakkan kedua ujung jari telunjuk di atas tulang dada korban. 2. bagi daerah tersebut menjadi dua bagian atas dan bawah dengan menggunakan kedua ibu jari, sehingga kedua ibu jari bertemu tepat pada titik tengah tulang dada (lihat gambar). 3. tempat penekan adalah titik tengah antara ibu jari dan telunjuk bagian bawah. 4. lokasi penekan juga dapat diperkirakan pada pertemuan tulang dada dengan garis yang menghubungkan kedua puting susu. d. Tempatkan salah satu telapak tangan pada titik tekan tersebut, dengan jari jari sejajar tulang rusuk. e. Tindihkan telapak tangan yang lain di atas telapak tangan yang pertama (seperti terlihat pada gambar ). Ibu jari dan telunjuk dapat berpegang pada pergelangan tangan yang pertama. f. Atur tangan tetap lurus, dan dengan gerakan yang kuat dan sepenuh tenaga tekan daerah tersebut sampai turun 40 50 mm. g. Lepaskan tekanan dan tekan lagi 1. sampai rata-rata 60-80 kali permenit. 2. hati-hati, harap tidak menekan tulang rusuk paling bawah. Pastikan bahwa tekanan dilakukan pada arah tegak lurus ke bawah untuk mencapai efek maksimal.

Pertolongan ini bergantung pula pada jumlah orang yang menanganinya, satu atau dua orang pada uraian berikut : Metode pertolongan satu orang : Hal ini dikenal dengan metode 2 : 15, yang berarti penolongan secara bergantian melakukan tindakan sebagai berikut : a. 2 kali tiupan pada paru-paru sebagai pernafasan buatan (EAR) b. 15 kali penekanan pada dada (ECC) Rangkaian tersebut dilakukan penuh 4 kali permenit.

Metode pertolongan 2 orang Kadang-kadang ini disebut metode perbandingan 1 : 5 a. Menekan dada 5 kali dalam satu detik b. Hentikan satu detik dan saat berhenti, penolong kedua memberikan satu kali tiupan udara yang ada dalam paru-paru. Rata-rata rangkaian tersebut dilakukan 12 kali permenit. Jika pertolongan ini berlangsung lama, penolong dapat pindah posisi untuk menghindari kelelahan. Pertolongan harus tetap dilanjutkan sampai tenaga medis yang ahli datang dan mengganti menangani korban, atau sampai pernafasan spontan, dan denyut jantung pulih kembali. Untuk memastikan apakah denyut jantung telah pulih kembali : a. Hentikan tekanan pada jantung b. Periksa denyut nadi Tanda awal pertolongan berhasil , jika mata mulai berkonstraksi ketika disinari, warna kulit bibir dan gusi kembali normal. Gejala tersebut adalah tanda positif ia akan kembali normal. Jika denyut jantung belum kembali, lanjutkan pertolongan. Jika denyut mulai muncul, hentikan penekanan jantung, tetapi denyutnya diperiksa terus, jika perlu EAR harus dilanjutkan sampai korban bernafas kembali. Catatan:

Meskipun penanganan yang terlihat pada gambar hanya dari satu sisi, penolong dapat pula berhadapan pada sisi yang berlawanan, untuk memperoleh ruang gerak yang lebih luas.
http://volume08.wordpress.com/2009/09/04/k3-pertolongan-pertama-pada-kecelakaan/

Bab 3 Pembahasan A. Pengertian

PERTOLONGAN PERTAMA Jika anda orang yang pertama menemukan kejadian kecelakaan yang serius, jangan menjadikan diri anda sebagai korban. Tetap tenang Ikuti prosedur gawat darurat Pertolongan pertama harus dilakukan sebagai langkah utama : Penyelamatan Jiwa Anda dan korban. Jika anda dapat melakukannya dengan aman mencegah memburuknya cidera dan memberikan bantuan (pindahkan pasien jika diperlukan). Lakukan Penyembuhan Lakukan pertolongan pertama sesuai dengan pengetahuan anda. Jika pasien mengalami pendarahan lakukan penekanan pada luka untuk menghentikan aliran darah dan tinggikan anggota badan atau lengan yang mengalami pendarahan. Jaga Kesadaran Korban Selama tidak terjadi cidera pada tulang belakang, tempatkan pasien pada posisi yang stabil. Jika penyebab kecelakaan tersebut kemungkinan menyebabkan cidera pada tulang belakang, jaga kondisi tulang belakang supaya tetap tegak dan berada pada posisi stabil. Jangan mengganggu daerah terjadinya kecelakaan atau menggerakkan peralatan dalam area tersebut (kecuali untuk melindungi korban). Berikut adalah prosedur untuk mengatasi kejadian : Tidak sadar/pingsan Tindakan gawat darurat Pendarahan Luka bakar Patah tulang Keracunan Tersengat listrik Kejut

B. Tindakan Dasar

EMERGENCY RESUSCITATION TINDAKAN DRABC D periksa dari DANGER/BAHAYA Terhadap anda Penonton Korban. Lakukan penyelamatan jika aman. R periksa RESPONSE/RESPON Apakah korban sadar ? Apakah korban tidak sadar ? A periksa AIRWAY/ALIRAN UDARA Apakah aliran udara tidak terhalang ? Apakah aliran udara terbuka ? B periksa BREATHING/PERNAFASAN Apakah dadanya bereaksi ? Apakah anda mendengar nafas korban ? Apakah anda merasakan desah nafas pada pipi anda ? C periksa CIRCULATION/PEREDARAN Apakah anda merasakan denyut nadi ? Apakah anda melihat tandatanda kehidupan ? Periksa apakah ada respon. Berteriak keras dan dekap korban. Jika tidak ada respon lakukan langkah A, B, C.

Danger/Bahaya Ketika kondisi gawat darurat telah terjadi, anda harus memastikan keamanan semua orang di daerah kejadian tersebut. Hal yang harus anda pertimbangkan adalah :

Diri anda Penonton Korban. Gunakan waktu beberapa saat untuk mencari sumber bahaya yang dapat menciderai orang lain pada tempat tersebut. Sumber bahaya dapat meliputi :

Berikan penanganan situasi berbahaya kepada petugas gawat darurat yang telah mendapatkan pelatihan dan peralatan khusus untuk mengatasi situasi tersebut. Mengambil tindakan yang beresiko terhadap daerah berbahaya dapat menambah jumlah korban, sehingga menunggu petugas gawat darurat tiba adalah tindakan yang paling tepat. Terdapat cara lain untuk menghindari bahaya atau menghindari terjadinya korban jiwa dari daerah berbahaya. Sebagai contoh, dengan membersihkan pecahan kaca pada tempat kecelakaan kendaraan bermotor atau memutus aliran listrik pada panel listrik utama apabila terjadi kecelakaan listrik. Aturan umum yang berlaku adalah anda jangan memindahkan korban kecuali terdapat bahaya yang tidak dapat anda hindari di sekitarnya, contoh api atau asap beracun. Menggerakkan korban, terutama korban yang tidak sadarkan diri sangat sulit dan sebaiknya diberikan ke petugas ambulance yang telah terlatih dan memiliki peralatan yang lengkap untuk membantu korban. Jika harus menggerakkan korban sebelum ambulance tiba, perlindungan khusus harus dilakukan dan perlakuan terlatih harus dilakukan. Response/Respon Periksa respon yang diberikan oleh korban dengan menyentuh pundak korban dan bertanya dengan suara yang keras Apakah anda baik baik saja ?. Hal ini dikenal dengan metode Sentuh & Bicara. Anda tidak perlu menggoyangkan korban untuk mendapatkan respon, hanya dengan meletakkan tangan anda pada

pundaknya dan berbicara dengan keras adalah cara yang paling efektif dan dapat membangunkan seseorang yang tertidur, atau memicu reaksi seseorang yang mabuk atau sakit. Korban yang tidak memberikan reaksi dapat disimpulkan tidak sadar. Ada tiga macam tingkat kesadaran : Sadar penuh korban mau mendengarkan, terjaga dan sadar akan waktu dan tempat dia berada. Setengah sadar korban mengantuk atau bingung. Tidak sadar korban tidak memberikan respon. Jika korban memberikan repon Jika korban merespon dengan menjawab pertanyaan dan kelihatan sadar, biarkan dia dalam posisi yang aman (tidak dalam posisi menambah cideranya). Periksa kondisi korban dan minta bantuan jika diperlukan Kirim seseorang untuk meminta pertolongan. Jika anda sendiri, tinggalkan korban dan meminta pertolongan. Periksa dan hitung tanda tanda vital secara teratur, jika korban korban tidak merespon. Berteriak meminta pertolongan Periksa aliran udara.

Airway/Aliran Udara Pastikan aliran udara tidak terhalang sehingga korban mudah bernafas. Periksa kondisinya terbuka dan bebas. Tempatkan tangan anda pada dahi korban dan secara pelan pelan miringkan kepala ke belakang. Sokong dan angkat dagu untuk membuka aliran udara. Angkat rahang ke depan untuk membuka mulut. Hindari mengangkat kepala berlebihan untuk menghindari cidera leher jika diperkirakan terjadi. Jika mengangkat kepala diperlukan, angkat kepala secukupnya untuk membuka aliran udara. Aliran Udara Terhalangi Guling tubuh korban ke samping. Hilangkan benda yang menghalangi mulut korban, seperti : cabut tulang atau gigi palsu, biarkan gigi palsu yang bagus pada tempatnya. Aliran Udara Bersih Periksa pernafasan.

Breathing/Pernafasan Jaga aliran udara terbuka dan periksa kerja pernafasan. Beberapa menit awal detak jantung, dada berdegup, bernafas panjang atau korban batuk adalah tandatanda, seperti pergerakan dada dan perut. Pernafasan dengan tandatanda seperti ini sangat tidak efektif, karena udara tidak cukup masuk ke dalam paru paru, dan anda bisa pastikan dengan melihat, mendengar dan menyentuh. Perhatikan, dengarkan dan rasakan nafas korban selama 10 detik. Perhatikan apakah dadanya bergerak naik. Dengarkan desah nafas dari mulut dan hidung korban. Rasakan pergerakan naik dari dada atau nafas korban dengan pipi anda. Jika Ada Pernafasan Guling ke posisi penyembuhan Periksa kondisi korban dan cari bantuan jika diperlukan. Minta seseorang mencari bantuan Jika anda sendirian, tinggalkan korban dan cari pertolongan Perhatikan dan hitung tanda vital secara teratur. Jika Tidak Ada Pernafasan Kirim seseorang untuk mencari bantuan jika anda belum selesai, sehingga Jika anda sendirian, anda boleh meninggalkan korban dan mencari bantuan Kondisikan korban tidur terlentang jika tidak dalam posisi ini Lima tanda pernafasan Pastikan 2 desah nafas yang efektif Pastikan dada naik setiap bernafas Tidak lebih 10 detik untuk menyelesaikan pernafasan Periksa sirkulasi darah. Circulation/Peredaran Menemukan denyut nadi sangat sulit, dan tidak selalu menjadi indikasi yang dapat diandalkan untuk menentukan peredaran darah korban yang jatuh, jadi cari tandatanda peredaran yang lain seperti pernafasan normal, menelan, pergerakan, batuk, kulit hangat atau warna kulit tidak berubah. Jika Ada Peredaran Lanjutkan EAR sampai korban bisa bernafas sendiri

Jika korban mulai bernafas sendiri dan tetap sadar, tempatkan pada posisi yang nyaman. Perhatikan dan hitung tanda vital secara teratur. Bersiap untuk membalikkan korban ke posisi terlentang dan ulangi EAR jika berhenti bernafas. Jika Tidak Ada Pernafasan Jika tidak ada tanda tanda peredaran, atau anda ragu bahwa ada tanda peredaran, mulai penekanan dada. Tekan dengan hitungan 100 / menit Dewasa dan Remaja = 15 tekanan : 2 nafas Anak umur 2 tahun dan bayi = 5 tekanan : 1 nafas Kembalikan tangan anda secepat mungkin ke dada dan lakukan penekanan selanjutnya dan pernafasan Lanjutkan tekanan : Siklus pernafasan Hentikan memeriksa kembali denyut nadi setelah 1 menit, dan tiap 2 menit. Dan juga periksa korban jika melakukan gerakan atau tibatiba mengambil nafas. 3. Expired Air Resuscitation (EAR) Expired Air Resuscitation berbeda untuk bayi (dibawah 1 tahun) dan anakanak (1 8 tahun). Yang diberikan di bawah ini adalah untuk orang dewasa. 1. Aliran Udara Bebas

Tempatkan korban pada posisi nyaman. Angkat dagu dan buka mulat Gunakan jari tangan untuk mempermudah

Miringkan kepala ke belakang secara pelan-pelan Periksa pernafasan sampai 10 detik. Jika tidak bernafas : 2. Buka Aliran Udara

Dorong korban ke belakang Secara perlahan-lahan miringkan kepala ke belakang. Jepit hidung (gunakan ibu kari dan jari telunjuk) Buka mulut dan jaga dagu tetap 3. Berikan EAR (pernafasan mulut ke mulut)

Ambil nafas panjang dan letakkan mulut anda ke mulut korban Tiup pelanpelan dan kuat ke dalam mulut selama 1,5- 2 detik, perhatikan dada mengembang. Lepaskan mulut anda dan perhatikan dada menyempit

Ambil nafas lagi dan lakukan secara berurut, untuk memberikan dua macam pernafasan yang efektif. 4. Periksa denyut nadi

Periksa denyut nadi pada leher atau pergelangan tangan Jika denyut tidak ada, lakukan CPR Jika denyut ada, lanjutkan EAR sebanyak 15 kali bantuan pernafasan tiap menit Periksa kembali denyut nadi dan lihat tanda tanda yang lain setiap menit. 5. Tempatkan pada posisi yang nyaman setelah pernafasannya kembali.

4. Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) Cardiopulmonary Resuscitation berbeda untuk bayi (dibawah 1 tahun) dan anak-anak (1 8 tahun). Contoh yang diberikan hanya untuk orang dewasa. CPR menggabungkan kompresi dada dengan expired air resuscitation (EAR). CPR dilakukan apabila korban tidak bernafas dan tidak ada denyut nadi. 1. Posisi tangan untuk CPR

Posisikan korban pada posisi terlentang Temukan lekuk antara leher dan tulang selangka Temukan daerah terendah dari tulang dada dengan menarik satu jengkal dari tulang rusuk paling bawah ke arah bagian tengah dada. Rentangkan tiap ibu jari dari kedua tangan dengan jarak yang sama dan bertemu di tengah tulang dada. Jangan gerakkan ibu jari kiri dan tempatkan telapak tangan kanan dibawahnya.

Tempatkan telapak tangan kiri diatas tangan kanan dan kaitkan masingmasing jarijari kedua tangan anda. 2. Mulai kompresi dada :

Posisikan tubuh anda tegak lurus terhadap dada korban. Dengan tangan tegak, tekan turun tulang dada sekitar 45 cm, kemudian lepas tekanan. 3. Lanjutkan CPR

Selesaikan sampai 15 kompresi Lakukan bantuan pernafasan dengan EAR Lanjutkan kompresi dan bantuan pernafasan dengan perbandingan 15:2 dengan ratarata 4 siklus per menit

Periksa denyut nadi setiap menit. CPR dengan 2 orang Dengan 2 orang melakukan CPR tidak melelahkan dibandingkan dengan melakukannya dengan 1 orang, dan sangat penting keduanya adalah orang yang telah mengetahui cara kerjanya. Kedua orang yang melakukan CPR membutuhkan orangorang yang ahli dan telah menjalani beberapa kali latihan dan praktek.Dan sangat direkomendasikan kedua orang yang melakukan CPR adalah orang yang telah dilatih dari organisasi kesehatan dan keselamatan kerja. Jika salah satu ingin berganti tempat karena kelelahan memberikan kompresi atau pemompaan, harus dilakukan dengan cepat tanpa mengganggu proses kompresi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika CPR dilakukan oleh 2 orang : Prioritas pertama adalah memanggil bantuan. Hal ini berarti yang satu telah memulai CPR sendiri dan yang lainnya mencari bantuan Orang pertama harus memulai dari samping korban Melakukan rasio kompresi sebanyak 15 dengan 2 kali bantuan pernafasan. Pada setiap akhir 15 kali kompresi, orang pertama harus bersiap melakukan 2 kali bantuan pernafasan tanpa delay. Hentikan CPR jika : Tempat kejadian menjadi tidak aman Orang kedua yang telah terlatih tiba dan mengambil alih Petugas yang terlatih telah tiba dan mengambil alih Korban sudah mulai sadar Anda mengalami kelelahan dan tidak bisa melanjutkan Jika terjadi sesuatu hal, EAR tidak bisa dilakukan, kompresi dada masih bisa memberikan oksigen yang cukup. INGAT : Pertolongan pertama lebih baik dibandingkan tidak ada sama sekali !

5. Perdarahan Parah W A R N I N G: Jangan menggunakan tourniquet/alat untuk menghentikan perdarahan. Jika perdarahan berasal dari lengan dan tidak berhenti, tekan menggunakan tangan. Jika terdapat benda di luka, tekan di sekitar luka dan berikan lapisan di sekitarnya sebelum membungkusnya. Gunakan sarung tangan, jika diperlukan untuk menghindari infeksi. Jika korban tidak sadar, lakukan DRABC. 1. Tekan pada daerah yang berdarah :

Lepas atau robek pakaian korban untuk menyingkap luka Tekan langsung pada daerah luka Tutup luka dengan kain yang steril Berikan lapisan. 2. Naikkan dan tahan bagian yang luka : Dudukkan korban Naikkan bagian yang berdarah diatas jantung Pegang dengan hati hati jika anda merasa adanya patah tulang. 3. Bungkus luka :

Bungkus dengan kuat Gunakan kain atau pembungkus tambahan jika perdarahan bertambah.

4. Periksa sirkulasi darah di bawah luka. 5. Hubungi nomor darurat jika perdarahan bertambah. 1. Hilangkan shock. Benda Asing di Dalam Luka Tekan di sekitar luka Gulung pakaian untuk menghindari tekanan pada luka Bungkus secara diagona. Hidung Berdarah Beritahu korban untuk menekan hidungnya selama 10 menit Korban sebaiknya duduk dengan kepala tegak ke depan Catatan : Segera mencari peralatan pengobatan untuk luka. Hindari kontak dengan darah jika memungkinkan.

6. Luka Bakar W A R N I N G: Jangan oleskan losion ke luka. Jangan menyentuh daerah luka atau membuka kulit yang melepuh. Jangan melepas apapun yang melekat pada luka. Jika luka bakar besar dan lebar, hindari korban shock 1. Jauhkan korban dari bahaya : Lakukan DRABC Jika pakaian yang terbakar : BERHENTI, JATUHKAN DIRI DAN BERGULING Tarik korban ke tanah tutup dengan selimut atau yang serupa Guling korban di tanah sampai apinya padam. 2. Dinginkan daerah yang terbakar :

Dinginkan luka bakar dengan air mengalirkurang lebih 10 menit Jika yang terbakar adalah bahan kimia, berikan air dingin selama 20 menit Jika campuran hidrokarbon yang terbakar, berikan air dingin sekitar 30 menit Jika panas mengenai mata, bilas dengan air sekitar 20 menit. 3. Lepaskan benda yang membuat sesak : Lepas pakaian dan perhiasan dari luka yang terbakar (kecuali melengket dengan luka). 4. Lindungi luka : Gunakan kain yang steril dan tidak melengket pada luka. 5. Tenangkan korban. 6. Hubungi nomor darurat untuk mobil ambulance.

7. Patah Tulang, Terkilir, Keseleo dan Tegang Tanda & Gejala : Rasa sakit pada luka dan sekitarnya Cacat atau gerakan tidak normal Lelah/tidak bertenaga Berubah warna dan bruising Susah atau tidak bisa bergerak Bengkak Catatan : Jika tulang selangka yang patah, tahan lengan di daerah yang cidera dengan kain. Jika tulang sendi dirasa terkilir, sandarkan, naikkan dan gunakan es pada tulang sendi tersebut. Sangat sulit untuk pertama kali seorang penolong menentukan bahwa cidera tersebut adalah patah tulang, terkilir, keseleo atau tegang. Jika anda ragu, anggap sebagai patah tulang. 1. Lakukan DRABC. 2. Kendalikan perdarahan dan tutup luka yang ada. 3. Periksa adanya patah tulang : terbuka, tertutup atau kedua-duanya. 4. Beritahu korban untuk tidak menggerakkan bagian yang cidera. 5. Jangan gerakkan bagian yang patah : Gunakan pembalut yang lebar (jika bisa) untuk menghindari terjadinya pergerakan pada tulang sendi dibawah atau diatas tulang yang patah. Sanggah lengan, secara hati hati pasang pembalut melingkar ke tubuh, gunakan penyanggah di sepanjang lengan (dibawah kaki untuk patah di tempurung lutut)

Pasang penyanggah antara bagian yang terbungkus dengan tubuh dan pasang dengan kuat Periksa pembalut tersebut tidak terlalu ketat (atau longgar) setiap 15 menit. 6. Untuk patah tulang pada kaki, jangan gerakkan kaki dan pergelangan kaki : Gunakan 8 pembalut seperti pada gambar. 7. Perhatikan tandatanda putusnya sirkulasi darah ke kaki atau tangan.

8. Hubungi mobil ambulans. Keseleo dan Tegang 1. Lakukan DRABC. 2. Lakukan langkah RICE :

R rest/istirahatkan I ice/beri es C compression/kompres E elevation/tinggikan 3. Cari peralatan medis. 8. Keracunan Tanda & Gejala

WARNING: Jangan mencoba untuk muntah sebelum diberitahu oleh petugas dari pusat infomasi racun. Jangan lakukan EAR pada korban yang keracuan sinida. 1. Menentukan jenis racun : Jika korban sadar, tanyakan jenis racunnya. 2. Hubungi pusat informasi racun. 3. Hubungi petugas pemadam kebakaran jika ditempat tersebut terdapat asap, gas atau bau menyengat.

4. Perhatikan aliran udara dan pernafasan : jika korban tidak sadar, lakukan DRABC. 5. Hubungi mobil ambulans.
9. Electric Shock High Voltage

Jaga jarak kurang lebih 6 meter dari korban Berteriak untuk memastikan Segera cari pertolongan. Low Voltage Putus aliran listrik jika memungkinkan. Ketika aliran putus Jika korban tidak sadarkan diri Lakukan DRABC. Ketika aliran putus Jika korban sadarkan diri

Gunakan kain yang tidak melengket untuk masuk dan keluar dari kebakaran Gunakan pembalut yang tipis. Catatan : Segera mencari bantuan medis. Shock Tanda dan Gejala : Lemah, denyut cepat, nafas kencang, Mual, Dingin, kulit berkeringat, Pusing/ pening, Muka, kuku dan bibir pucat. 1. Baringkan korban : Hindari korban berbaring di tempat yang dingin Tenangkan korban. 2. Bantu korban : Lakukan DRABC. 3. Hubungi ambulans. 4. Rawat cidera : Kendalikan perdarahan Naikkan lengan tangan (kecuali patah tulang) diatas jantung Balut semua luka Jangan gerakkan bagian yang patah. 5. Buat kondisi korban senyaman mungkin

Longgarkan pakaian yang melekat pada leher, dada atau pinggang Jaga suhu tubuh korban tetap hangat Jika haus, basahkan bibir korban (tapi jangan minum atau makan). 6. Periksa pernafasan dan denyut nadi : Jaga aliran udara tetap terbuka dan bersih. 7. Posisikan korban pada posisi penyembuhan : Tempatkan korban pada posisi penyembuhan jika korban mengalami kesulitan bernafas, ingin muntah atau menjadi tidak sadar.

Posisi Penyembuhan untuk Orang Dewasa/anakanak ( 1 tahun) Catatan : Cardiopulmonary Resuscitation berbeda untuk bayi ( 1 tahun) dan anakanak (18 tahun). Yang diuraikan dibawah ini adalah untuk orang dewasa. WARNING: Jika korban mengalami cidera pada kepala atau leher : Pastikan kepala dan leher diberi penyanggah setiap saat. Jangan pernah mencoba memutar kepala dan tulang belakang. Jangan menggerakkan kepala ke belakang jika terdapat cidera pada leher. 1. Posisikan kaki :

Lutut berada di samping korban Tegakkan anggota badan korban Angkat dekat lutut sehingga betul - benkok keatas 2. Posisikan lengan : Tempatkan lengan tangan yang terdekat membentang di dada Tempatkan lengan yang terjauh di samping kanan tubuh korban.

3. Guling korban ke posisi :

Guling korban menjauhi anda ke arah samping kaki tetap pada samping kanan, dengan lutut menyentuh tanah untuk menghindari korban berguling dan muka menyentuh tanah. 4. Stabilkan korban : Berikan ganjalan supaya korban tidak berguling.

Periksa aliran udara, pernafasan

Bab 4 Penutup

A. Kesimpulan

B.

Saran Sebaiknya dilakukan oleh pihak yang berpengalaman bila tidak terdesak Saat melakukannya jangan panik, ketakutan ataupun gugup Bila pada keadaan bahaya, sebaiknya jangan melakukan P3K dahulu tapi membawa ke tempat aman.