Anda di halaman 1dari 20

HIV DIPSTICK (ENTEBE)

Anggota Kelompok : Bagus Kurniawan Nurma Sulistyani Risa Rahmawati Serba Pernyata Wulan Agustina Setyowati

Pendahuluan
HIV (Human Immunodeficiency Virus) di sebabkan oleh retrovirus yang menginfeksi sel-sel sistem kekebalan tubuh manusia terutama CD4 positive T - sel dan makrofag, komponen - komponen utama sistem kekebalan sel, dan menghancurkan atau mengganggu fungsinya.

Infeksi virus HIV menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun yang akan mengakibatkan defisiensi sistem imun. Sistem kekebalan dianggap mengalami defisiensi ketika sistem tidak dapat lagi menjalankan fungsinya menangani infeksi dan penyakit. Manusia yang kekebalan tubuhnya menurun (Immunodeficient) menjadi lebih rentan terhadap berbagai macam infeksi yang jarang menjangkiti orang yang tidak mengalami defisiensi kekebalan.

Penularan:

Beberapa tahapan yang berawal dari terinfeksi virus HIV sampai timbul gejala AIDS
A. Tahap 1 (Periode Jendela) :
1. HIV masuk ke dalam tubuh, sampai terbentuknya

antibodi terhadap HIV didalam darah 2. Tidak ada tanda - tanda khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat 3. Test HIV belum bisa mendeteksi keberadaan virus ini 4. Tahap ini disebut periode jendela, umumnya berkisar 2 minggu sampai 6 bulan

B. Tahap 2 : HIV positif (tanpa gejala) terlihat setelah 5 10


1. 2. 3.

4.

tahun HIV mengalami replikasi didalam tubuh manusia Tidak ada tanda - tanda khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat Test HIV sudah dapat mendeteksi status HIV seseorang, karena telah terbentuk antibodi terhadap HIV Umumnya penderita terlihat sehat selama 5 - 10 tahun, tergantung daya tahan, biasanya 8 tahun (di negara berkembang memiliki masa inkubasi virus lebih pendek)

C. Tahap 3 : HIV Positif (muncul gejala) 1. Sistem kekebalan tubuh semakin menurun 2. Mulai muncul gejala infeksi oportunistik, misalnya: pembengkakkan kalenjar limfa diseluruh tubuh, diare terus menerus, flu, dll 3. Umumnya berlangsung selama lebih dari 1 bulan, tergantung daya tahan tubuh penderita

D. Tahap 4 : AIDS 1. Kondisi sistem kekebalan tubuh sangat lemah 2. Berbagai penyakit lain yang timbul (infeksi oportunistik) semakin parah. Penyakit yang timbul antara lain: - TBC - Kanker Kulit - Meningitis - Pneumonia - Toxoplasmosis pada otak

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) Acquired berarti didapat, bukan keturunan. Immune terkait dengan sistem kekebalan tubuh kita. Deficiency berarti kekurangan. Syndrome atau sindrom berarti penyakit dengan kumpulan gejala, bukan gejala tertentu. Jadi AIDS berarti kumpulan gejala akibat kekurangan atau kelemahan sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh virus HIV atau Human Immunodeficiency Virus

Jenis - jenis tes untuk mendeteksi infeksi HIV diantaranya :


1. DIPSTICK HIV (Entebe) 2. ELISA (Enzym Linked Immunosorbent

Assay) 3. IFA 4. Western Blot 5. PCR Test

Metode DIPSTICK HIV (Entebe)


Tujuan Prinsip : Untuk Mendeteksi Adanya anti-HIV I & anti-HIV II pada serum penderita : Entebe HIV dipstick merupakan tes imunologik atas dasar reaksi antigen antibodi. Sebagai dasar indikoator dipergunakan reagensia pewarna Signal (colloidal gold) yang mampu memberikan perubahan warna yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Prinsip ini memerlukan waktu 30 menit. Sisir (comb) dipstick dibuat dari polystyrene yang dibagian ujung - ujungnya dilekatkan peptide dipstick sebagai antigen. Apabila comb dicelupkan kedalam sampel yang mengandung anti-HIV, akan terjadi ikatan antigen antibodi yang spesifik. Sesudah dicuci untuk menghilangkan protein - protein yang tidak terikat, dan diinkubasi dalam reagensia pewarna, ujung comb dimana peptida menempel berubah warna menjadi merah muda (pink), berarti sampel mengandung antibodi. Bila tidak timbul warna berarti sampel tidak mengandung antibodi HIV.

Spesimen : Alat dan bahan :


1. 2. 3.

Serum

Mikroplate Mikropipet 100 ul, 200 ul Tisu 1 sisir (comb) antigen 10 ml Reagensia Pewarna 10 ml Larutan Pengencer (Biru) 2 ml Kontrol Positif HIV (kuning) 2 m Kontrol Negatif HIV (putih) 2 x 100 ml Larutan Pencuci (merah) 2 Lempeng Reaksi 1 Bak Pencuci 1 Sticker Penutup Plastik

4. Entebe Dipstick HIV 1+2 IgG Tes kit, berisi :

Persiapan
Cara membuat washing solution
20 mL larutan pencuci pekat

+
80 mL aquadest
Lar. Pencuci : Akuades 1:4
dihomogenkan

Prosedur kerja
Disiapkan mikroplate alas datar
Kemudian di masukkan:
A B C D E F G H

100 l NC

100 L sampel + 100 l Diluent

100 L PC

COMB

Sisir dicelupkan pada mikroplate sesuai label, kemudian diinkubasi 10 menit Sisir diangkat dan ditiriskan dengan tisu, lalu di cuci dengan digoyang ke depan belakang 10x pada bak washing solution

Sisir diangkat lalu ditiriskan pada tisu.

Prosedur kerja
Disiapkan mikroplate alas datar lain
Kemudian di masukkan:

@ 200 L Reagen SIGNAL

Sisir dicelupkan pada mikroplate sesuai label, kemudian diinkubasi 10 menit Sisir diangkat dan ditiriskan dengan tisu, lalu di cuci dengan digoyang ke depan belakang 10x pada bak washing solution Sisir diangkat lalu ditiriskan pada tisu.

Baca hasil

Penafsiran

: Titik pink : Positif Tidak ada titik pink : Negatif

Hasil Pengamatan :

Kesimpulan

Catatan

: Tes HIV Dipstick (Entebe) pada serum pasien menunjukkan hasil negatif, berarti pasien tidak mengandung anti HIV. : Untuk konfirmasi lebih lanjut, perlu dilakukan tes Western Blot.

PEMBAHASAN
Reagen dikatakan valid jika pada comb yang

dicelup ke PC memberikan hasil positif dan comb yang dicelup ke NC memberikan hasil negatif

Terima kasih