TINJAUAN ATAS SISTE M DAN PROSEDUR PENGGAJIAN PADA PT.

KERETA API (PERSERO) KANTOR PUSAT

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Dalam Menempuh Mata Kuliah Kerja Praktek Jenjang Studi Strata 1 Program Studi Akuntansi

Disusun Oleh : CHRISTIN FERAWATI 21107106

PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA BANDUNG 2009

KATA PENGANTAR

Bismilahirohmannirahim, Dengan segala kerendahan hati, penulis panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat-Nya penulis apat menyelesaikan laporan kerja praktek ini, penulis mengambil judul kerja praktek ini adalah “Tinjauan Atas Sistem dan Prosedur Penggajian Pada PT. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat”. Pada kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat para pembimbing di Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) maupun di PT. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat yang telah memberikan bantuan, bimbingan, dukungan, serta pengarahan yang sangat bermanfaat bagi kelancaran dalam penyusunan laporan kerja praktek ini. Untuk itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada : 1. Dr. Ir. Eddy Suryanto Soegoto, M.sc., Ak, sebagai Rektor Universitas Komputer Indonesia Bandung. 2. Prof. Dr. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., Ekonomi Universitas Komputer Indonesia. 3. Sri Dewi Anggadini, S.E., M.Si., sebagai Ketua Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Komputer Indonesia.
4. Ony Widilestariningtyas, S.E., M.Si, sebagai Dosen Wali 3.Ak.3.

sebagai Dekan Fakultas

i

Oleh karena itu. 10. Bapak Enan Sunanto yang telah banyak membantu penulis dalam melaksanakan Kerja Praktek di PT. penulis mengharapkan kritik dan saran yang ii .Ak. Untuk sahabat-sahabatku yang telah banyak membantu. semangat dan motivasi dalam proses penyusunan Laporan kerja praktek ini hingga selesai. Untuk mama dan kakakku tercinta yang telah memberikan doa. M. Ak sebagai Dosen Pembimbing yang telah memberikan pengarahan kepada penulis tentang penyusunan Laporan kerja praktek ini. Friska. Ika. S. 11.E. Untuk teman-teman yang telah memberikan semangat yang namanya tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.5. penulis menyadari masih jauh dari kesempurnaan. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat. Dalam penulisan laporan kuliah kerja praktek ini. 12. 6. sebagai pembimbing perusahaan yang telah memberikan pengarahan kepada penulis mengenai kegiatan Kerja Praktek di PT.. 13. Cie. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat. 8. Untuk kuchan yang telah memberikan semangat dan motivasi. 7. Segenap staf dan pegawai PT. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat yang telah membantu penyusunan laporan kerja praktek ini. sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan kerja praktek ini. 9.. Mamih Rini. Yuyu dan Tina terima kasih atas kerja sama dan supportnya. Siti Rahayu Kurnia. Bapak Adang Sujana. Ibu Ari dan Ibu Esti yang telah membantu penulis dalam melaksanakan Kerja Praktek di PT. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat.

Penulis berharap semoga laporan kerja praktek ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang membutuhkannya. Bandung. Desember 2009 Penulis. Atas segala kekurangannya.106 iii . Christin Ferawati NIM.11. 2.membangun dari para pembimbing dan para pembaca. penulis mohon maaf sebesar-besarnya.07.

........................................................1 Sejarah Singkat PT...........................2 Maksud dan Tujuan Kerja Praktek.......................................................21 iv .... Kereta Api (Persero) Kantor Pusat.......................................................................2 Struktur Organisasi PT.............................3 Deskripsi Jabatan PT...... Kereta Api (Persero) Kantor Pusat ..............................................14 2............i DAFTAR ISI..........................................................................5 1....................................1 1.................... Kereta Api (Persero) Kantor Pusat.....................................................vii DAFTAR GAMBAR..........................4 1...iv DAFTAR TABEL ........................4 Metode yang digunakan dalam Pelaksanaan Kerja Praktek.........................4 1............. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat..........ix BAB I PENDAHULUAN 1.........viii DAFTAR LAMPIRAN..DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN KATA PENGANTAR........................................................4 Aspek Kegiatan PT...3 Kegunaan Kerja Praktek.........1 Latar Belakang Kerja Praktek........5 Lokasi dan Waktu Pelaksanaan Kerja Praktek................8 2...............................14 2..6 BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2............

..6 Hambatan dalam Pelaksanaan Sistem dan Prosedur Penggajian pada PT.....4 Hasil Pelaksanaaan Kerja Praktek.......................25 3........3.........26 3.........1 Pengertian Sistem...............3 Pembahasan Kerja Praktek.............28 3.......3 Pengertian Gaji..........34 3...............3......................................... Kereta Api (Persero) Kantor Pusat.............2 Prosedur....26 3..........45 v ........3...4...............3....4.............................................................4......3.............4...................3.......................45 3.....1 Bidang Pelaksanaan Kerja Praktek...........................25 3.3..29 3.....4 Pedoman Penulisan Kode Perkiraan.....................3.......................31 3...33 3....4..... Kereta Api (Persero) Kantor Pusat...................2 Teknis Pelaksanaan Kerja Praktek.................4.. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat...3..................2 Pengertian Prosedur.............. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat Bandung.....................7 Upaya dalam Mengatasi Hambatan Pelaksanaan Sistem dan Prosedur Penggajian pada PT.31 3......1 Sistem Akuntansi Baru..3..38 3.......................3 Sistem dan Prosedur Penggajian pada PT.....3........................4....43 3.............5 Sistem dan Prosedur Pengesahan Pembayaran pada PT.....BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK 3.......

................................................3................................................47 4............................................2 Saran..............................................9 Faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya Gaji/Upah..............46 3..3....................................51 LAMPIRAN.........................................52 RIWAYAT HIDUP vi .................................3....8 Dasar Kenaikan Gaji......................................................49 DAFTAR PUSTAKA...........................46 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4......................................................4..1 Kesimpulan............4....

.....................7 vii .................1 Waktu Penelitian.DAFTAR TABEL Tabel 1.........................................

................................................... Kereta Api (Persero) Kantor Pusat........................43 viii ... Kereta Api (Persero) Kantor Pusat......2 Sistem dan Prosedur Pengesahan Pembayaran pada PT.....1 Sistem dan Prosedur Penggajian pada PT.................................34 Gambar 3............DAFTAR GAMBAR Gambar 3..............

............................................................................................................................. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat.................................................................................................................................................................................62 Berita Acara Bimbingan Kerja Praktek.........58 Lampiran VIII Rekapitulasi Analisa Gaji Pegawai................60 Lampiran IX Lampiran X Lampiran XI Daftar Pembayaran Gaji Pegawai. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat...............54 Surat Keterangan Hasil Kerja Praktek dari Dosen Pembimbing............................56 Lampiran VI Struktur Organisasi PT.................................................52 Surat Pengantar Kerja Praktek dari PT.........57 Lampiran VII Bukti Jurnal Penggajian..............................................................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran I Lampiran II Surat Permohonan Kerja Praktek.............63 ix ............................55 Lampiran V Surat Keterangan Hasil Kerja Praktek dari Pembimbing Perusahaan....53 Lampiran III Lampiran IV Daftar Kehadiran Kerja Praktek....................61 Bukti Pembayaran Gaji Pegawai........................................

Dalam perusahaan yang ruang lingkupnya besar. terutama menyangkut jumlah karyawan.BAB I PENDAHULUAN 1. maka akan mendatangkan masalah.1 Latar Belakang Kerja Praktek Di era globalisasi ini. bangsa Indonesia tidak bisa mengelak lagi dari perkembangan zaman terutama di bidang perekonomian. hal ini tentunya tergantung pada manajemen perusahaan dan sistem-sistem yang diterapkan pada perusahaan itu sendiri. bahkan tidak sedikit dari perusahaan tersebut yang berkembang cukup pesat. sehingga pihak perusahaan harus memberikan balas jasa yaitu berupa gaji ataupun upah. maka akan memerlukan suatu penanganan yang baik. Seperti yang telah kita ketahui bahwa disatu sisi pihak karyawan telah memberikan jasa. Seperti yang telah kita ketahui. Aktifitas tersebut dinamakan aktifitas penggajian. belakangan ini banyak terdapat perusahaan baru yang bermunculan dengan berbagai macam bidang usaha. Aktifitas penggajian merupakan kegiatan perusahaan yang mengatur jumlah gaji yang seharusnya 1 . Hal ini terbukti dengan banyak didirikannya berbagai jenis perusahaan. Karena jika tidak mendapatkan penanganan yang baik. Karena perusahaan merupakan salah satu penggerak perekonomian di dalam suatu Negara.

Kereta Api (Persero) Kantor Pusat .2 diberikan kepada karyawan agar tidak terjadi kekeliruan dalam pemberian gaji ataupun upah. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat merupakan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa yaitu memberikan pelayanan transportasi kepada masyarakat. Sebagai salah satu perusahaan yang bertujuan untuk mengutamakan pelayanan terhadap masyarakat. Oleh karena itu. sudah tentu PT. Efisiensi aktifitas penggajian akan lebih memadai apabila perusahaan mengatur proses penggajian tersebut dengan menggunakan sistem dan prosedur penggajian yang sudah terkomputerisasi. Pemberian gaji dan upah oleh perusahaan dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi kerja dan mengurangi keluar masuknya karyawan yaitu dengan memberikan gaji yang benar dan tepat waktu sesuai dengan kinerja karyawan tersebut. PT. perusahaan yang penulis pilih dalam melakukan penelitian adalah PT. tepat dan akurat serta dapat mengurangi resiko penundaan pembayaran gaji maupun kesalahan-kesalahan lain dalam penetapan gaji yang seharusnya diberikan. penulis tertarik untuk melakukan penelitian pada salah satu perusahaan. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat. sehingga data yang dihasilkan akan lebih cepat. Dengan adanya sistem dan prosedur penggajian yang baik dapat meningkatkan aktifitas penggajian. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat. Dalam hal ini. dimana penulis ingin mengetahui bagaimana pelaksanaan aktifitas penggajian yang dilakukan oleh PT.

Salah satu masalah yang pasti dihadapi oleh perusahaan adalah masalah penggajian. maka PT. Sehingga. maka penulis melakukan penelitian pada PT. tepat waktu dan relevan. dimana sistem tersebut didukung oleh prosedur-prosedur dengan tujuan untuk memperoleh informasi yang akurat. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat”. Kereta Api (Persero) dengan judul : “Tinjauan Atas Sistem dan Prosedur Penggajian Pada PT. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat telah menerapkan sistem penggajian yang sudah terkomputerisasi. dengan adanya penerapan sistem informasi ini dapat menciptakan suatu prosedur dan metode serta cara yang baik demi terlaksana suatu struktur pengendalian intern yang baik. . untuk tujuan tersebut diperlukan adanya sistem dan prosedur penggajian yang dapat menetapkan gaji/upah dengan cepat dan tepat. bagi pihak manajer yang secara individual tidak mungkin dapat secara langsung mengawasi seluruh jalannya aktifitas penggajian.3 memiliki banyak tenaga kerja dengan berbagai bagian yang berbeda. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat telah memberikan kemudahan bagi pihak perusahaan dalam menghadapi masalah-masalah yang mungkin terjadi pada saat proses penggajian tersebut dilakukan. Terutama. Sehingga demi mengurangi resiko terjadi kesalahan dalam penetapan gaji yang seharusnya diberikan. Berdasarkan uraian diatas. Dengan adanya pengembangan sistem informasi tersebut di PT.

Kereta Api Untuk mengetahui pelaksanaan prosedur penggajian pegawai di PT. 1. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat. pada PT. antara lain : 1. Untuk mengetahui hambatan dalam pelaksanaan Sistem dan Prosedur Penggajian pada PT. 5. Untuk mengetahui sistem penggajian pegawai (Persero) Kantor Pusat. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat. Adapun tujuan dari pelaksanaan kuliah kerja praktek ini. 3.4 1. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat.2 Maksud dan Tujuan Kerja Praktek Maksud dari penulis melaksanakan kerja praktek ini adalah untuk mengetahui sistem dan prosedur penggajian karyawan pada PT. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat. Untuk mengetahui upaya dalam mengatasi hambatan pelaksanaan Sistem dan Prosedur Penggajian pada PT.3 Kegunaan Kerja Praktek . Kereta Api (Persero) Kantor Pusat. Untuk mengetahui sistem dan prosedur pengesahan pembayaran gaji pada PT. 6. 2. Untuk mengetahui pedoman penulisan kode perkiraan pada PT. 4.

Bagi Perusahaan Diharapkan dengan dilaksanakannya Kuliah Kerja Praktek di PT.5 Semua informasi yang dihasilkan. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat dalam meningkatkan kinerja Perusahaan. Bagi Penulis Untuk menambah pengetahuan dan pengalaman bagi penulis dalam mengetahui bagaimana pengaplikasian sistem dan prosedur penggajian pegawai pada PT. Bagi Pihak Lain Hasil dari Kuliah Kerja Prakek ini bisa dijadikan sebagai bahan informasi bagi pihak-pihak yang membutuhkan informasi yang bersangkutan dalam rangka melakukan penelitian. 1. . dimana periode tersebut dalam kurun waktu 1 bulan yaitu dari tanggal 03 Agustus sampai dengan 07 September 2009. dikumpulkan melalui kerja praktek dan studi literature yang diharapkan dapat memberikan kegunaan sebagai berikut : 1.4 Metode yang Digunakan Dalam Pelaksanaan Kerja Praktek Metode kuliah kerja praktek yang dilaksanakan penulis dalam penulisan laporan kuliah kerja praktek pada PT. 3. Kereta Api (Persero) akan memberikan hasil yang menjadi masukan bagi PT. Kereta Api (Persero). Kereta Api (Persero) Kantor Pusat ini adalah metode block release yaitu metode pelaksanaan kerja praktek dalam satu periode tertentu. 2.

Wawancara Yaitu suatu metode pengumpulan data dengan melakukan Tanya jawab secara lisan terhadap bagian-bagian tertentu yang dianggap oleh penulis terdapat relevansinya dengan materi penyusunan laporan kerja praktek ini. 1. b. buku panduan kerja PT. Dalam hal ini penulis menggunakan cara sebagai berikut : a. Studi Lapangan Merupakan suatu metode pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan langsung terhadap objek penelitian.5 Lokasi dan Waktu Pelaksanaan Kerja Praktek . Studi Pustaka Merupakan suatu metode pengumpulan data yang dipergunakan untuk memperoleh data secara teoritis dengan mempelajari buku-buku. KA. Observasi Yaitu suatu cara untuk mendapatkan data-data yang diperlukan oleh penulis dengan melakukan pengamatan langsung pada PT. 2.6 Adapun teknik pengumpulan data yang diperoleh penulis yaitu : 1. catatan kuliah. dan buku referensi yang lain yang berkaitan erat dengan pembahasan kerja praktek ini. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat.

Mengajukan surat permohonan Kerja Praktek 2. Kerja Praktek di perusahaan 4. 1 Bandung. meminta surat pengantar ke Perusahaan 3. Kereta Api (Persero) dari tanggal 03 Agustus sampai dengan 07 September 2009. dimulai dari pukul 08.00. Mencari tempat Kerja Praktek 3.00 sampai dengan pukul 16. Penulis melaksanakan kerja praktek di PT.1 Waktu Penelitian Tahap I Prosedur Tahap Persiapan 1. Bimbingan Kerja Praktek 3. Penggandaan Laporan Kerja Praktek Ke-1 Ke-2 Minggu Ke-3 Ke-4 Ke-5 II III . Menyiapkan Laporan Kerja Praktek 2. Tabel 1. Penyempurnaan Laporan Kerja Praktek 4. Menentukan tempat Kerja Praktek Tahap Pelaksanaan 1. kerja praktek ini berlangsung dari hari Senin sampai dengan hari Jumat.7 Dalam melaksanakan kerja praktek ini penulis mengambil instansi yang akan dijadikan tempat penelitian yaitu di PT. Penyusunan Laporan Kerja Praktek Tahap Pelaporam 1. Mengambil surat izin Kerja Praktek 2. Perintis Kemerdekaan No. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat Kota Bandung Jl.

1 Sejarah Singkat PT. Secara kronologis. perkembangan perkeretapian Indonesia telah mengalami empat fase. PT. yaitu : 1. Kereta Api (Persero) Bandung merupakan salah satu perusahaan besar yang menguasai seluruh jasa angkutan kereta api yang berada di Indoensia. Dalam perjalanan sejarahnya. Kereta Api (Persero) Bandung PT. perusahaan cabangnya tersebar di Indonesia yang disebut Daop (Daerah Operasi) yang mewakili kantor pusat dan bertanggung jawab melaksanakan seluruh kebijakan kantor pusat. angkutan kereta api di tanah air kita membuktikan peranannya pertumbuhan pertambangan. Kereta Api (Persero) Bandung adalah satu perusahaan milik pemerintah (BUMN) yang kemudian statusnya berubah menjadi Persero. Zaman Pendudukan Jepang yang berarti pada sektor perhubungan pertanian disamping atau menunjang dan ekonomi terutama di sektor perkebunan 8 .BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2. dimana yang semula tujuan usahanya memberikan pelayanan atau jasa transportasi dan tidak berorientasi memperoleh keuntungan kemudian berubah menjadi memberikn pelayanan atau jasa transportasi dan berorientasi pada keuntungan perusahaan. Zaman Hindia Belanda 2.

kereta api telah dikeanl sejak abad ke 19 dan dijalankan pertama kali tanggal 17 Juni 1868 antara kota Semarang (Kemijen) dan Tanggung dengan jarak 26 Km. NV Semarang Cherebon Straamstam Matschpij (SCM) 2. Di Sumatera Selatan pada tahun 1012 dimulai dengan pemasangan Teluk Betuk Prabumulih. perkembangan perkeretaapian di Indonesia dimulai dengan pemasangan lalu lintas Semarang-Surakarta oleh Nederlands Indische Spoorwegn Matschapj. juga di Sulawesi pada tanggal 01 Juli 1023 dipasang lintas KassarTakelar. Pada saat itu terdapat dua belas tempat perkeretaapian swasta di Jawa dan di Semarang. yaitu : 1. Di Sumatera Utara telah dipasang lalu lintas Medan pada tanggal 25 Juli 1886 oleh Deli Spoorwegn Matschapj (DMS). Zaman Penyerahan Kedaulatan Penjabaran dari masing-masing fase dapat diuraikan sebagai berikut : 1. Pengcangkulan pertama untuk pemasangan lalu lintas tersebut dilakukan oleh Gubernur Jenderal Slooet Van Beele di Semarang pada tanggal 12 Februari 1890 lintas Jakarta-Bogor dimulai pemasanganya pada tanggal 10 April 1868 dan selesai pada tahun 1873. NV Semarang Joane Straanstran Matschpij (SJM) . Zaman Kemerdekaan Republik Indonesia 4. NV Nederland Indische Spoorwegn Matschpij (NISM) 3. Pemasangan lintas kereta api tersebut dilakukan oleh NISM yang kemudian diambil alih oleh State Spoorwegn (SS). Zaman Hindia Belanda Di Indonesia.9 3. disamping SS yang diusahakan oleh Hindia Belanda.

NV Kediri Straamstram Matschpij (KSM) 8. Pemasangan jaringan di Aceh dilaksanakan oleh Departemen Penerangan (Departement Van Coleg). tembakau. NV Probolinggo Straamstram Matschpij (PBSM) 11. NV Malang Straamstram Matschpij (MSM) 9. gula. NV Mojokerto Straamstram Matschpij (MELSM) 6. NV Pasuruan Straamstram Matschpij (PSM) 10. NV Oast Java Straamstram Matschpij (SJM) 7. misalnya hasil bumi yang berupa nila. Pemasangan jaringan-jaringan kereta api partikulir yang terpusat pada daerah perkebunan. Meskipun masing-maisng perusahaan kereta api mempunyai peratura-peraturan pegawai tersendiri. NV Madura Straamstram Matschpij (MDSM) 12. karet. Pada tahun 1917 pengesahan beralih dari militer (Departemen Penerangan) kepada State Spoorwegn dengan maksud untuk mengamnkan hasil usaha. dan teh. NV Deli Straamstram Matschpij (DSM) Peranan perkeretaapian swasta sebagai prasarana perekonomian pada waktu itu mengimbangi peranan usaha pemerintah dengan nama State Spoorwegn. NV Saraje Dal Straanstram Matschpij (SDM) 5.10 4. pada . Jaringanjaringan di Jawa diarahkan pada tujuan penyempurnaan administrasi pemerintah dalam rangka menjamin pertahanan dalam negeri. pada dasranya mempunyai tujuan pengangkutan hasil perkebunan ke daerah-daerah pelabuhan (Cirebon-Tegal-Semarang-Surabaya-Probolinggo- Pamanukan-Belawan) untuk kemudian dilakukan ekspor ke Eropa.

11

dasarnya dalam bidang penggunaan tenga kerja pribumi (Indonesia) hanya menggunakan tenaga pembantu pelaksana. 2. Zaman Pendudukan Jepang Perusahaan kereta api di Indonesia yang berada d Jawa dan di Sumatera dipimpin oleh masing-masing satu pimpinan. Untuk daerah Jawa berada dibawah Angkatan Darat (Riukuh) sedangkan Sumatera dibawah pimpinan Angkatan Laut (Kaigun). Di Jawa dinamakan Siyoku Sokyuku dan Teknido Kyuku dibagi menjadi 3 daerah yaitu :
1. Jawa Barat (Soibu Kyuku) 2. Jawa Tengah (Khubu Kyuku) 3. Jawa Timur (Tohu Kyuku)

Masing-masing daerah tersebut dibagi-bagi dalam inspeksi-inspeksi (Zimusoho) yang dikepalai oleh Kepala Inspeksi (Zumusoho Tyo). Daerah Sumatera dibawah

pimpinan Angkatan Laut (Kaigun) yang masing-masing eksploitasi berdiri sendiri dengan nama Sumatera Tuksedo (Aceh dan SDM), seibu Sumatera Tukesdo (Sumatera Barat) dan Nanbu Sumatera Tuksedo (Sumatera Selatan). Secara resmi pimpinan pusat dipegang oleh pejabat sipil atau militer Jepang, meskipun para pegawai bangsa Indonesia yang melaksanakan pekerjaanya. Integrasi dan peratura kepegawainya dipaksakan dengan dikeluarkan pertaura gaji bagi pegawai negeri yang sekaligus merupakan pertauran baru dalam penggajian personil. Suatu segi yang menguntungkan dalam policy kepegawaian pada waktu itu adalah penerimaan missal dalam jumlah yang banyak dari tenaga-tenaga berpendidikan

12

menengah (atas) dan perguruan tinggi dalam akhir 1924 ternyata merupakan tulang punggung dalam kehidupan perkeretapian Indonesia selanjutnya. Salah satu contoh kegiatan perkeretaapian zaman pendudukan Jepang adalah dengan mendirikan bengkel-bengkel untuk latihan perkeretaapian yang ditujukan untuk membantu dalam perang militer. 3. Zaman Kemerdekaan Republik Indonesia Pada tahun 1945 sampai tahun 1950, seluruh rakyat Indonesia berjuang mempertahankan kemerdekaan tanah arinya. PT. Kereta Api (Persero) dengan nama Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKRI) yang lahir tanggal 28 September 1945 dari semula telah menjalankan dan membuktikan untuk memperjuangkan kemerdekaan ini. Perjuangan para karyawan telah berhasil pula menyumbangkan jasa-jasa penting seperti : Memindahkan anggota pemerintah Republik Indonesia ke Yogya Angkutan APSI Angkutan beras untuk Indonesia Angkutan rencana Laskar ke Front Pada masa itu juga berbagai kesulitan, hambatan dan teknis operasional para karyawan secara impropisasi menutupi kekurangan atau pun kebutuhan yang timbul. Pada waktu itu untuk melakukan pembaharuan dengan mendatangkan barang-barang dari luar negeri sangatlah tidak mungkin ditambah dengan terbatasnya dana-dana

13

untuk pemeliharaan material dalam negeri. Situasi mengkhawatirkan ini pada akhir tahun 1949 sudah mencapai tahap yang kritis dan memerlukan rencana rehabilitasi teknis operasional dan ekonomis. 4. Zaman Penyerahan Kedaulatan Dengan ditandatanganinya perjanjian Komferensi Meja Bundar (KMB) maka secara resmi pemerintah Indonesia berhak untuk menguasai dan menjalankan Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKRI). Sekalipun semua pengeluaran tahunan DKR sebagai “Landsberdriff”

dicantumkan dalam anggaran belanja Negara tahunan, namun demikian tidaklah membawa hasi; yang berarti bagi peningkatan pelayanan kepada masyarakat karena situasi social, ekonomi, dan politik yang tidak memungkinkan. Pada tanggal 01 Jui 1950 terjadi penggabungan DKRI dengan SS dengan kembalinya Republik Indonesia Serikat (RIS) menjadi Negara kesatuan maka DKRI diganti menjadi DKRIS dan statusnya diubah menjadi DK (Djawatan Kereta Api). Pada tanggal 22 Mei 1962, Djawatan Kereta Api Indonesia diubah menjadi PNKA (Perusahaan Negara Kereta Api) berdasaran PP.22/1963 dan PP pengganti tahun 1960 tentang Perusahan Negara Kereta Api (PNKA). Pada tanggal 15 September 1071 kembali terjadi perubahan status dari PNKA dan pelaksananya baru tanggal 01 April 1927 dan selesai pada tahun 1977. Status pegawai berubah menjadi pegawai negeri. Sebagai realisasi dari peralihan status ini dikeluarkan surat yaitu keputusan bersama antara Menteri Keuangan No. KM/MLD/320/PHB/79, tanggal 02 Juni 1974 mengenai pemberitahuan panitia

Kereta Api (Persero) dapat dilihat pada lampiran. maka seluruh kegiatan dapat dilaksanakan dengan baik dan mengarah pada tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. 2. Pengendalian. Tanggal 01 April 1974 PNKA Pada tahun 1991. Kereta Api (Persero) hingga sekarang. berdasarkan PP No. Dengan adanya struktur organisasi yang jelas. berubah menjadi Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA).14 likuidasi Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA). Kereta Api (Persero) Kantor Pusat Managing Director Of Finance Managing Director Of Finance mempunyai tugas pokok menyelenggarakan fungsi pengelolaan keuangan secara terpusat yang mencakup penyelenggaraan fungsi Pendanaan. Penganggaran. 39 Th 1999 PERUMKA berubah menjadi PT. 57 Th. Verifikasi Pendapatan dan Pelaporan Kas Pendapatan Perusahaan serta . Akuntansi Manajemen. 1998. Struktur organisasi PT. 2. berdasarkan PP No. 19 Th. Kereta Api (Persero) Struktur organisasi merupakan suatu bagian dan uraian tugas yang menggambarkan hubungan wewenang dan tanggung jawab bagi setiap karyawan yang ada dalam perusahaan. dan Keppres No.2 Struktur Organisasi PT. Perpajakan. Akuntansi Keuangan.3 Deskripsi Jabatan PT. 1990 PJKA berubah menjadi PERUMKA. dan akhirnya pada tahun 1998. Treasury dan Konsolidasi Laporang Keuangan Anak Perusahaan.

Pengevaluasian otorisasi dan pelaksanaan anggaran Kantor Pusat. Penyelenggaran tata laksana perbendaharaan dan pengelolaan tata usaha Kas Besar Kantor Pusat. . pendayagunaan kas Perusahaan dan pengupayaan sumber-sumber pendanaan perusahaan. pelaksanaan akuntansi biaya. Laporan Keuangan Perushaan dan Laporan Ekstern lainnya serta pembinaan Akuntansi Daerah. serta penyusunan peraturan keuangan dan pelaksanaan kesekretariatan Direktorat Keuangan. UPT dan RKA Perusahaan . pengevaluasian pembayaran internal dan eksternal di Kantor Pusat. Divisi. Evaluasi dan Pelaporan pelaksanaan RKA Kantor Pusat. Daop. c. Pencatatan Barang Milik Negara (BMN). Penyusunan Laporan Keuangan Kantor Pusat. pelaksanaan pembuatan Laporan Manajemen dan pengkonsolidasan Laporan Keuangan Anak Perusahaan serta analisa laporan keuangan. pengendalian dan pendistribusian dana. Perencanaan. Managing Director of Finance bertanggung jawab atas : a. penyusunan Sistem dan Peraturan Akuntansi. Real Property Assets. penyusunan Laporan Laba Rugi dan Laba Rugi Fiskal. b. Sehubungan dengan tugas pokoknya. mengkonsolidasikan unit organisasi dibawahnya dan membina EVP.15 mengintegritaskan. Regional. serta pengendalian anggaran Perusahaan.

UPT dan menyusun RKA Perusahaan. Real Property Assets. e. pendapatan bisnis non-angkutan. perhitungan biaya operasi KA. pengurusan. mengevaluasikan dan melaporkan pelaksanaan RKA Kantor Pusat. Dalam melaksanakan tugas pokok dan tanggung jawabnya Managing Director of Finance dibantu oleh 5 (lima) VP. Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya VP. serta pelaksanan perhitungan TAC. pelaporan IMO dan TAC. Budgeting dibantu oleh tiga Manager. serta mengendalikan anggaran Perusahaan. evaluasi dan pelaporan PSO. Divisi Regional. Budgeting mempunyai tugas dan tanggung jawab merencanakan. Daop. pengurusan. Selain menjalankan tugas pokok dan tanggung jawabnya. Divisi Regional. verifikasi buku kas stasiun dan rekening Koran Bank. mengevaluasi otorisasi dan pelaksanaan anggaran Kantor Pusat. Pengendalian dan verifikasi pendapatan penumpang. VP. UPT dan penyusunan RKA. Managing Director of Finance melaksanakan pembinaan terhadap EVP. pelaksanaan perhitungan. Daop. Pelaksanaan perhitungan. angkutan barang. yaitu : 1. yang bertanggung jawab atas penyusunan RKA Kantor Pusat.16 d. evaluasi dan pelaporan pajak. . Manager Budget Program. pengurusan. yaitu : a. penyiapan laporan pendapatan bulanan serta pembinaan dan pengawasan kompetensi pemeriksa kas. evaluasi.

Manager Budget Control and Evaluation. Finacial Administration dibantu oleh 4 (empat) Manager. yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan tata laksana perbendaharaan. VP. . yang bertanggung jawab atas pelaksanaan evaluasi otoriasasi dan pelaksanaan anggaran Kantor Pusat.17 b. mengevaluasi dan melaksanakan pembayaran internal dan eksternal di Kantor Pusat. serta pegelolaan tata usaha Kas Kantor Pusat. Manager HQ Budget Otorization. serta menyusun peraturan Keuangan. mendayagunakan kas Perusahaan dan mengupayakan sumber-sumber pendanaan perusahaan. b. Manager HQ Disbursement Evaluation. yaitu : a. c. yang bertanggung jawab atas evaluasi dan pelaksanaan pembayaran Internal dan Eksternal Kantor Pusat. Manager keuangan dan melaksanakan kesekretariatan Direktorat HQ Treasury. 2. yang bertanggung jawab atas pengendalian dan evaluasi anggaran Perusahaan dan Laporan pelaksanaannya. Financial Administration mempunyai tugas dan tanggung jawab menyelenggarakan tata laksana perbendaharaan dan pengelolaan tata usaha Kas Besar Kantor Pusat. Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya VP. mengendalikan dan mendistribusikan dana.

Kereta Api (Persero) secara menyeluruh. penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi . Manager General Accounting. yaitu : a. Peraturan Akuntansi dan mecatat Barang Milik Negara (BMN). menyusun Laporan Laba Rugi Perusahaan dan Laba Rugi Fiskal. dan menkonsolidasikan Laporan Keuangan Anak Perusahaan serta melaksanakan pembuatan Laporan Manajemen. 3. dibantu oleh empat Manager. pemantauan dan pengendalian rekening hubungan pembukuan antara Unit Akuntansi di Sumatera. Accounting. d.18 c. penyusunan kompilasi LK/IDLK DAOP dan divisi di Jawa dan Sumatera. yang bertanggung jawab atas dan pendistribusian dana. VP. menyusun Sistem. melaksanakan akuntansi biaya. yang bertanggung jawab atas penyusuanan peraturan keuangan dan pelaksanaan kesekretariatan kantor Direktorat Keuangan serta penyelesaian Tuntutan Ganti Rugi (TGR). yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Akuntansi Kantor Pusat. Accounting mempunyai tugas dan tanggung jawab menyusun Laporan Keuangan Kantor Pusat. Laporan Keuangan Perusahaan dan Laporan Ekstern serta membina Akuntansi Daerah. pendayagunaan kas pengendalian perusahaan dan penguypayaan sumber-sumber pendanaan perusahaan. Manager Corporate Treasury. Unit Akuntansi di Jawa dan Unit Akuntansi PT. Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya VP. Manager Financial Regulation.

PSO. yang bertanggung jawab atas pelaksanaan evaluasi dan sosilalisai peraturan perpajakan. PSO. pelaporan IMO dan TAC. pengurusan. melaporkan dan mengurus PPh Badan serta laporan realisasi pembayaran Pajak Perusahaan.19 PT. Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya VP. b. Taxation. yang bertanggung jawab atas pelaksanan pembuatan laopran manajemen dan penyusuanan Laporan Eksternal lainya serta analisa laporan keuangan. pengurusan. yaitu : a. evaluasi dan pelaporan pajak. yang bertanggung jawa atas pelaksanaan Akuntansi Biaya. IMO dan TAC mempunyai tugas dan tangung jawab melaksanakan perhitungan. pengurusan. VP. Taxation. IMO dan TAC dibantu oleh 3 (tiga) Manager. Kereta Api (Persero) dan pengkonsolidasian Laporan Keuangan Anak Perusahaan. Manager Mangement Report. serta melaksanakan perhitungan TAC. c. evaluasi dan pelaporan PSO serta perhitungan biaya operasi KA. Manager Cost Accounting. 4. melaksanakan perhitungan. menghitung dan mengurus PPN. . yang bertanggung jawab atas melaksanakan penyusuanan system akuntansi dan peraturan akuntansi. seta pencatatan Barang Milik Negara (BMN). evaluasi. Manager Accounting System. d. penyusuanan Laporan Laba Rugi Perusahaan dan penyusunan Laba Rugi Fiskal. Manager Taxation.

Manager IMO. Manager Cash Record Verification. TAC. Manager Freight and Non-ailways Revenue Verification. buku kas stasiun. 5. . c. Manager Passenger Revenue Verification. yang bertanggung jawab atas pengendalian dan verifikasi pendapatan angkutan penumpang dan piutangya. rekening Koran bank dan laporan pendapatan perusahaan serta pembinaan Pemeriksa Kas. pendapatan non-angkutan dan piutangnya. yang bertanggung jawab atas pengkoordinasiaan.20 b. piutang usaha serta pembinaan Pemeriksa KAs. Manager PSO. yang bertanggung jawab atas pengendalian dan verifikasi pendapatan angkutan barang. evaluasi dan penyusunan laporan IMO dan TAC. perhitungan. evaluasi dan penyusunan laporan serta pelaksanaan proses pencairan dana PSO dan perhitungan biaya operasi KA. VP. pendapatan angkutan barang. yang bertanggung jawab atas pengkoordinasian. pembuatan. pendapatan non-angkutan. Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya VP. b. c. Revenue Verification. perhitungan. yang bertanggung jawab atas pengendalian dan verifikasi buku kas. yang bertanggung jawab atas pengendalian dan verifikasi pendapatan angkutan penumpang. yaitu : a. Revenue Verification dibantu oleh 3 (tiga) Manager.

Kereta Api Parahyangan (Jakarta-Bandung) Kereta Api Mutiara Selatan (Bandung-Surabaya) Kereta Api Jayabaya Utama (Jakarta-Surabaya) Rangkaian keereta api kelas ekonomi. e. Kereta Api (Persero) Sesuai fungsi PT. KA (Persero) adalah penyediaan jasa angkutan penumpang dan barang. . a. Rangkaian kereta api kelas bisnis. Angkutan Penumpang Pelayanan jasa angkutan penumpang dilakukan melalui penyediaan rangkaian kereta api yang akan mengangkut penumpang dari satu stasiun ke stasiun lain berdasarkan suatu trayek dan waktu pemberangkatan yang telah ditentukan oleh PT. Kereta Api Argo Bromo (Gambir Surabaya) Kereta Api Sembrani (Jakarta-Surabaya) Kereta Api Turangga (Bandung-Surabaya) 2. KA (Persero) selaku penyelenggara kegiatan angkutan perkeretaapian. KA (Persero). Rangkaian kereta api kelas eksekutif. 3. Pelayanan jasa angkutan penumpang memiliki beberapa jenis rangkaian kereta api. yang terdiri dari : c.21 2. 4. d. yaitu antar stasiun dalam satu daerah. maka usaha-usaha pokok yang diselenggarakan oleh PT. yaitu : 1. Rangkaian kereta api yang melayani angkutan penumpang lokal raya. 1. b. yaitu pelayanan umum antar stasiun daerah yang berbeda (jarak jauh).4 Aspek Kegiatan PT. yang terdiri dari : 0.

Rangkaian kereta api listrik yang melayani trayek khusus Jakarta-BogorTangerang-Bekasi. Adapun cara pelaksanaannya dilakukan melalui dua cara. Angkutan Barang Penyediaan jasa pengangkutan barang diselenggarakan dengan menyediakan rangkaian kereta api barang untuk mengangkut barang dari stasiun barang ke stasiun barang tetrtentu. dari stasiun yang satu ke stasiun yang yang telah ditentukan. Usaha pendukung angkutan kereta api. yaitu : 1. 3. Angkutan barang dengan negosiasi dilakukan berdasarkan kontrak antara PT. yang merupakan usaha penjualan makanan dalam rangkaian kereta api saat kereta api berjalan. KA (Persero) menyelenggarakan kegiatan-kegiatan usaha lain selain penediaan jasa angkutan. 2. 2. Diversifikasi Usaha PT. . KA (Persero) secara optimal. merupakan angkutan barang tang tidak berdasarkan negosiasi atau kontrak dengan pihak-pihak tertentu. Kegiatan diversifikasi tersebut adalah : 1. Angkutan barang non negosiasi. yaitu : Restorka. yang biasanya merupakan hasil produksi perusahaan tersebut. KA (Persero) merupakan suatu usaha untuk mendukung kegiatan-kegiatan pokok dan pemanfaatan aset-aset PT.22 5. KA (Persero) dengan suatu perusahaan tertentu untuk mengankut barang. Diversifikasi usaha yang dilakukan PT.

yaitu : Mempersiapkan atau merawat prasarana pokok. terowongan. bantalan. 3. sinyal. merupakan pelayanan khusus yang diberikan pada penumpang angkutan kereta api kelas eksekutif dan bisnis. Usaha tambahan beberapa sewa bangunan rumah dinas dan penyediaan jasa teknis. 4. Persiapan rambu-rambu lelu lintas kereta api dan perlengkapan lain guna kepentingan pengamanan perjalanan kereta api. Kerjasama Operasi (KSO) 4. KA selaku badan penyelenggara perkeretaapian. Penyelenggaraan kegiatan pemeliharaan prasarana pokok perkeretaapian dibantu pendanaanya oleh pemerintah melalui pembayaran kompensasi (subsidi) biaya pemeliharaan. beberapa sewa kios di stasiun dan parkir kendaraan bermotor. seperti jalan kereta api (rel. 2. KA (Persero). namun merupakan kewajiban PT. . Usaha pemanfaatan stasiun kereta api. KA (Persero). namun pengoperasian dan perawatannya dilimpahkan pada PT. wesel) jembatan. Kegiatan Lain Kegiatan lain yang bukan merupakan laporan usaha PT. merupakan penyediaan angkutan jalan raya bagi pengguna jasa angkutan kereta api untuk melanjutkan perjalanan. balas.23 Tuslah. Seluruh sarana pokok merupakan milik negara. listrik aliran atas dan perlintasan. Angkutan lanjutan. telekomuminakasi.

lokomotif dan kereta api agar dapat digunakan untuk pengangkutan secara aman dan nyaman.24 Menyediakan dan mempersiapkan stasiun-stasiun kereta api unuk tempat pemberhentian kereta api. . Mempersiapkan saran perkeretaapian berupa gerbong.

Selama penulis melakukan kuliah kerja praktek. Pelaksanaan kuliah kerja praktek pada bagian akuntansi ini dibimbing oleh Bapak Adang Sujana. 3.BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK 3. SE. menyiapkan laporan yang diterima dari data yang dicatat dan menafsirkan data yang dilaporkan. Akuntansi pada dasarnya berhubungan dengan perancangan suatu sistem pencatatan. MT serta staff PT.. Adapun pengertian akuntansi secara Sederhana dapat diartikan sebagai suatu proses mengidentifikasikan. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat. Ak.1 Bidang Pelaksanaan Kerja Praktek Bidang pelaksanaan Kuliah Kerja Praktek yang dilaksanakan selama satu bulan yaitu penulis ditempatkan di bagian akuntansi PT.2 Teknik Pelaksanaan Kuliah Kerja Praktek Teknik pelaksanaan kuliah kerja praktek pada bagian akuntansi memiliki fungsi untuk menyelenggarakan catatan yang berhubungan dengan gaji pegawai ke dalam buku harian/bukti jurnal sesuai dengan unit/satuan kerja pegawai yang bersangkutan. mengukur dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat. kegiatan yang dilakukan sebagai berikut : 25 .

Mengecek rekapitulasi analisa gaji pegawai beserta kesesuaian kode perkiraan yang digunakan dengan unit/satuan kerja pegawai. Data diambil untuk bahan laporan kerja praktek. gambaran umum Perusahaan. 4.” (2008 : 22) . Wawancara dengan pembimbing perusahaan mengenai kegiatan penggajian khususnya tentang sistem dan prosedur penggajian serta pengesahan pembayarannya. 5. dan prosedur penggajian. 2. dalam bukunya “Sistem Informasi Akuntansi” mengemukakan bahwa : “Sistem adalah kumpulan/group/dari sub sistem/bagian/komponen apapun baik fisik maupun non fisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan tertentu . Mendengarkan pengarahan dari Bapak Adang Sujana mengenai tata cara pelaksanaan kuliah kerja praktek. 3. 3. Azhar Susanto. Mengambil data dari pihak perusahaan mengenai penggajian.3 Pembahasan Kuliah Kerja Praktek 3. seperti pelaksanaan sistem dan prosedur penggajian.26 1.1 Pengertian Sistem Menurut Dr.3. Mengecek setiap kode perkiraan yang terdapat didalam buku harian/bukti jurnal.

Unsur-unsur sistem berhubungan erat satu sama lainnya dan sifat kerjasama antar unsur sistem tersebut mempunyai bentuk tertentu. dalam bukunya yang berjudul “Accounting Information System” mengemukakan bahwa : “Sistem adalah rangkaian dari dua atau lebih komponen-komponen yang saling berhubungan yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan.” (2002 : 3) Dari uraian diatas. Setiap sistem mempunyai tujuan tertentu.27 Menurut Mulyadi. Suatu sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar. Setiap sistem terdiri dari unsur-unsur. 2. Unsur sistem tersebut bekerja sama untuk mencapai tujuan sistem. Dimana setiap unsur-unsur tersebut terdiri dari subsistem yang lebih kecil dan kelompok unsure yang membentuk subsistem tersebut. Unsur-unsur tersebut merupakan bagian terpadu sistem yang bersangkutan. Romney dan Paul Jhon Steinbart. dalam bukunya “Sistem Akuntansi” mengemukakan bahwa : “Sistem adalah suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan. . 3.” (2001 : 5) Sedangkan menurut Marshall B. 4. dapat disimpulkan lebih lanjut pengertian umum mengenai sistem tersebut : 1.

2 Pengertian Prosedur Menurut Mulyadi. 3. Prosedur menunjukan tidak adanya keterlambatan dan hambatan. Prosedur memiliki karakteristik. biasanya melibatkan beberapa orang dalam suatu departemen atau lebih. yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi perusahaan yang terjadi berulang. Prosedur menunjukan urutan yang logis dan sederhana. . Prosedur menunjang tercapainya tujuan organisasi. yaitu sebagai berikut : 1.” (2008 : 264) Jadi.3.” (2001 : 4) Sedangkan menurut Dr. serta dapat dengan mudah menyelesaikan suatu masalah serta terperinci menurut jangka waktu yang telah ditentukan. 2. dalam bukunya yang berjudul “Sistem Informasi Akuntansi” mengemukakan bahwa : “Prosedur adalah rangkaian aktifitas atau kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang dengan cara yang sama.28 3. Sehingga dapat tercapainya tujuan yang diharapkan secara efektif dan efisien. Azhar Sutanto. dapat disimpulkan bahwa prosedur adalah Rangkaian langkah yang dilaksanakan untuk menyelesaikan kegiatan atau aktifitas. dalam bukunya yang berjudul “Sistem Akuntansi” mengemukakan bahwa : “Prosedur adalah urutan kegiatan klerikal.

d. Prosedur menunjukan adanya keputusan dan tanggung jawab. Prosedur mampu menciptakan adanya pengawasan yang baik dan menggunakan biaya seminimal mungkin. Menurut Mulyadi. dalam bukunya yang berjudul “Sistem Akuntansi” mengemukakan bahwa : . 5. c.3 Pengertian Gaji Gaji merupakan unsur biaya yang sangat penting dalam pengeluaran biayabiaya. Adanya suatu petunjuk/program kerja yang jelas dan harus dipatuhi untuk seluruh pelaksanaan. bukan hanya jumlah yang dikeluarkan cukup besar melainkan gaji sangat mudah diselewengkan sehingga masalah gaji selalu mendapat perhatian manajer. Lebih memudahkan dalam menentukan langkah-langkah kegiatan di masa yang datang.3. b. Merubah pekerjaan yang berulang-ulang menjadi rutin dan terbatas. 3. Dengan dilaksanakan suatu pekerjaan dengan memakai suatu prosedur kerja yang jelas akan memberikan beberapa manfaat diantaranya : a. sehingga menyederhanakan pelaksanaan dan untuk selanjutna mengerjakan yang perlunya saja. Mencegah terjadinya penyimpangan dan memudahkan dalam pengawasan.29 4. e. Membantu dalam usaha meningkatkan produktifitas kerja yang efektif dan efisien.

dalam bukunya yang berjudul “Manajemen Sumber Daya Manusia”. Sedangkan upah dibayarkan berdasarkan hasil kerja/jumlah satuan produk yang dihasilkan karyawan. dalam bukunya yang berjudul “Human Resource Management” mengemukakan bahwa : “Gaji pokok adalah jumlah yang disetujui secara kontrak untuk suatu pekerjaan.” (2001 : 407) Menurut Barry Cushway.30 “Pembayaran gaji pada umumnya merupakan pembayaran jasa yang dilakukan atas penyerahan jasa yang dilakukan oleh karyawan yang mempunyai jenjang manajer. dapat ditarik kesimpulan bahwa gaji adalah imbalan atas balas jasa yang diberikan oleh perusahaan kepada pihak karyawan yang telah memberikan jasanya kepada perusahaan sesuai dengan keahlian yang dimiliki karyawan. . Umumnya gaji dibayarkan secara tetap perbulan. Sedangkan upah pada umumnya merupakan pembayaran jasa yang dilakukan oleh karyawan pelaksana (buruh).” (2002 : 245) Dari pengertian diatas. mengemukakan bahwa : “Gaji adalah balas jasa dalam bentuk uang yang diterima pegawai sebagai konsekuensi dari kedudukannya sebagai seorang pegawai yang memberikan sumbangan dalam mencapai tujuan organisasi.” (2002 : 162) Sedangkan menurut Marihot Tua Efendi Hariandja.

Kereta Api (Persero) berlaku SAB dan Petunjuk Pelaksanaan SAB untuk masing-masing bidang. KA/KU/11209/SK/88 tentang Penetapan Berlakunya Sistem Akuntansi Baru (SAB) di Jawa telah ditetapkan bahwa di PT. Sistem Akuntansi Baru memiliki beberapa fungsi.3. relevan dan dapat dipercaya. Kereta Api (Persero) sebagai salah satu alat untuk dapat mengelola dan mengendalikan kegiatan usaha perusahaan secara efisien dan efektif.1 Sistem Akuntansi Baru Sistem akuntansi pada hakekatnya adalah suatu informasi yang berjalan melalui kegiatan Akuntansi agar bermanfaat bagi manajemen PT.4. Kereta Api (Persero) Kota Bandung merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan umum yang menyediakan pelayanan jasa transportasi. dan penyesuaian terhadap peraturan. diantaranya : .31 3. baik yang berupa laporan keuangan (Neraca. maka diperlukan adanya perubahan. Kereta Api (Persero) ini dipandang masih belum memadai sebagai sistem akuntansi. berdasarkan Surat (SK) Kaperjanka No. Sistem akuntansi dapat dikatakan memadai dan bermanfaat apabila mampu berfungsi sebagai pemberi informasi. tambahan. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat Bandung penulis memperoleh hasil : 3. Dari hasil kuliah kerja praktek di PT. Laporan Laba/Rugi. Sistem akuntansi yang berlaku di PT.3.4 Hasil Pelaksanaan Kerja Praktek PT. dll) mapun berupa laporan khusus kepada manajemen (Laporan Manajemen) secara tepat. Oleh karena itu. Dengan berlakunya Sistem Akuntansi Baru (SAB). prosedur dan formulir yang sudah ada. cepat.

dan Modal) atau berarti hanya digunakan pada perkiraan Laba/Rugi. sederhana. Menyajikan berbagai informasi manajemen untuk menunjang pengelolaan kegiatan usaha perusahaan secara efisien dan efektif. Mengolah dan menganalisa data-data keuangan. Didalam Sistem Akuntansi Baru ini digunakan sistem klasifikasi pencatatan perkiraan dengan suatu sistem kode yang terperinci. Kode perkiraan SAB terdiri dari susunan angka-angka yang meliputi 3 (tiga) komponen. 3. hutang dan modal menurut lokasi atau unit yang bertanggung jawab. fleksibel. dan konsisten. lengkap dan dipercaya. 2. Hutang. b. Komponen PB tidak dipergunakan dalam hal perkiraan Neraca (Aktiva. Mengidentifikasi aktiva.32 1. . Menyajikan laporan keuangan secara tepat. Pusat Biaya (PB) dipergunakan untuk : Menggolongkan pendapatan dan biaya menurut jenis-jenis kegiatan operasi lain dan menggolongkan biaya pemeliharan sarana/prasarana yang spesifik dan kegiatan lain yang bersifat umum. Pusat Anggaran (PA) dipergunakan untuk : Menggolongkan pendapatan dan biaya sesuai dengan unit/satuan kerja yang bertanggung jawab. yaitu : a.

3.33 c. Judul Perkiraan dipergunakan untuk : Menunjukan perincian/jenis/tipe atau uraian singkat tentang suatu aktiva. .3. pendapatan dan biaya.2 Prosedur Sistem Akuntansi Baru menciptakan prosedur-prosedur akuntansi yang efisien dan yang didalamnya sudah melekat/terdapat pengendalian intern. hutang. modal.4. Adanya pengendalian intern dalam setiap prosedur akuntansi berarti bahwa hasil pelaksanaan kegiatan pada setiap unit akan dapat terkontrol dengan melalui hasil pelaksanaan kegiatan unit lainnya.

1 .34 Gambar 3.

Kereta Api (Persero) adalah Sistem Akuntansi Baru.15/SAB B. kecuali apabila formulir/dokumen tersebut masih menggunakan sistem akuntansi lama.35 Keterangan Gambar : DG/DU/SAB A.218 F. Daftar gaji. Surat Keputusan Kenaikan Gaji berkala dan sebagainya) yang berlaku bagi semua pegawai. Formulir yang dipergunakan Dalam prosedur ini. Daftar Gaji d. sebagaimana . dipergunakan beberapa formulir yang terdiri dari : a. Penjelasan Prosedur : a. Daftar Penghasilan dan Pemotongan Gaji b. sehingga dalam penulisan formulir-formulir yang berlaku di bidang keuangan diberi kode SAB (Sistem Akuntansi Baru). Kartu Piutang/Uang muka c. Analisa Gaji 2. dibuat sesuai dengan Peraturan Kepegawaian/Keuangan (Otorisasi atau Surat Kenaikan Pangkat. 1.25/SAB UPP = Daftar Gaji/Daftar Upah = Bukti Pembayaran = Daftar Penghasilan dan Pemotongan Gaji Pegawai = Kartu Piutang/Uang Muka = Analisa Gaji/Upah = Usul Pemindahan Pembukuan Sistem akuntansi yang diterapkan pada PT.9/SAB G.

♣ Berdasarkan bukti pembayaran. b. yang digunakan sebagai dasar bagi pihak Bendahara (Pbd) untuk melaksanakan pembayaran gaji kepada juru bayar. maka masing-masong juru bayar akan mengambil gaji yang bersangkutan pada pihak bendahara dan didistribusikan kepada pegawai yang bersangkutan sesuai dengan daftar gaji/upah nya. c.218 (Kartu Penghasilan dan Pemotongan Gaji Pegawai) dan penjagaan untuk setiap pegawai dalam Kartu Piutang Pegawai.36 tercantum dalam formulir G. Berdasarkan arsip Daftar Gaji/upah (lembar kedua) petugas Pengesah Pembayaran/Pembantu Pengesah Pembayaran harus mencatat : . ♣ Menyerahkan/mengirimkan lembar asli daftar gaji/daftar upah serta bukti pembayaran kepada masing-masing juru bayar. kecuali untuk bulan Januari dan bulan Juli dibuat rangkap 3 (tiga) untuk keperluan PT.2). Setelah Daftar gaji/Daftar upah selesai dibuat langkah selanjutnya: ♣ Pengesah Pembayaran/Pembantu Pengesah pembayaran adalah pejabat yang berwenang mengesahkan pembayaran harus menerbitkan “Bukti Pembayaran” (lihat prosedur khusus untuk bukti pembayaran pada gambar 1. Taspen. Setiap daftar gaji dibuat rangkap 2 (dua).

40 kepada Pengesah Pembayaran/Pembantu Pengesah Pembayaran. d. Setelah dibuat analisa.37 Ke dalam formulir G. 218 mengenai jumlah penghasilan dan pemotongan setiap gaji pegawai ke dalam kartu piutang pegawai mengenai jumlah piutang pegawai yang bersangkutan. . diterbitkan Daftar Gaji/Upah Perorangan dalam rangkap 2 (dua). e. Apabila terjadi penyetoran kembali uang gaji yang tidak diambil. kemudian pelaksanaan selanjutnya sebagai berikut : Berdasarkan bentuk G. Pada saat akan dibayarkan kembali.25/SAB) dalam rangkap 3 (tiga). maka juru bayar membuat atau menerbitkan bentuk G.40 lembar kedua Pengesah Pembayaran/Pembantu Pengesah Pembayaran membuat UPP (Usul Pemindahan Pembukuan). maka setiap akhir bulan analisa tersebut didistribusikan sebagai berikut : ♣ ♣ Lembar asli Analisa Gaji/Upah dikirim ke unit Akuntansi. ♣ Lembar ketiga Analisa Gaji/Upah sebagai arsip Pengesah Pembayaran/Pembantu Pengesah Pembayaran. Dibuat Analisa Gaji/Upah (B. Lembar kedua Analisa Gaji/Upah dikirim ke bagian Verifikasi untuk dicocokkan dengan lembar asli Daftar Gaji/Upah yang diterima dari pihak bendahara.

38 Menerbitkan bukti pembayaran (A9/SAB) baru untuk pembayarannya. Dalam hal ini PA bisa menunjukan bagian/unit-unit di Eksploitasi dan di Inspeksi serta unit-unit lainnya seperti Dipo-dipo : Balai Yasa. a. Kode Perkiraan Debet 1) Pusat Anggaran (PA) ♣ Untuk Pegawai Kantor/Umum (selain Pegawai Umum Stasiun) dipergunakan kode Pusat Anggaran yang menunjukan tempat kedudukan pegawai yang bersangkutan. Prosedur selanjutnya berlaku seperti pembayaran gaji biasa. 3. mempergunakan kode Pusat Anggaran Sub Bagian Operasi (SBO) yang mencakup stasiun tempat kedudukan pegawai yang bersangkutan.3. dan Gudang Persediaan. .4. ♣ Untuk Pegawai Operasi mempergunakan kode Pusat Anggaran Inspeksi Traksi (IKT) atau Inspeksi Lalu Lintas dan Pengusahaan (IKL) sesuai dengan dinas pegawai yang bersangkutan. Daftar Upah dan Analisa Gaji/Upah.4 Pedoman Penulisan Kode Perkiraan Berikut ini adalah pedoman umum yang dapat dipergunakan oleh PP untuk mengisi kode perkiraan pada formulir Daftar Gaji. ♣ Untuk Pegawai Kantor/Umum di Stasiun.

. 2) Pusat Biaya (PB) Untuk Pegawai Kantor/Umum (selain Pegawai Umum di Stasiun) mempergunakan kode PB “Biaya Umum” yang berlaku untuk Pusat Anggaran tempat kedudukan pegawai yang bersangkutan. (3) Jalan KA (Track) dan peralatan sinyal/Telkom mempergunakan kode Pusat Anggaran Inspeksi sesuai dengan tempat kedudukan pegawai yang bersangkutan.39 ♣ Untuk Pegawai Pemeliharaan : (1) Bangunan mempergunakan kode Pusat Anggaran Inspeksi Pembangunan. (2) Jembatan mempergunakan kode Pusat Anggaran Inspeksi Jembatan yang bersangkutan. ♣ Untuk Pegawai Penjual Jasa mempergunakan kode Pusat Anggaran Sub Bagian Operasi (SBO) tempat tugas/kedudukan pegawai yang bersangkutan. ♣ Untuk gaji dan penghasilan lainnya para Pemeriksa Kas mempergunakan kode Pusat Anggaran Eksploitasi-Lalu Lintas dan Pengusahaan (EKL). (4) Sarana Gerak mempergunakan kode Pusat Anggaran sesuai dengan tempat kedudukan pegawai yang bersangkutan (Dipo atau Balai Yasa).

Untuk Pegawai Penjual Jasa mempergunakan Kode PB “Biaya Umum Stasiun dan Langsiran” (7041). (3) Pembangunan : Rekening Antara Biaya Upah-Pembangunan (9023). (2) Lalu lintas mempergunakan kode Pusat Biaya “Rekening Antara Biaya Upah (RABU)-Lalu lintas dan Pengusahaan” (9041). (4) Sinyal dan Telekomunikasi : Rekening Antara Biaya UpahSinyal dan Telekomunikasi (9031).40 Untuk Pegawai Umum Stasiun dan Pemeliharaan Instalasi tetap di Lintas mempergunakan kode Pusat Biaya “Biaya Umum Stasiun dan Langsiran” (7041). . (5) Traksi : Rekening Antara Biaya Upah-Traksi Pemeliharaan (9081). Untuk Pegawai Operasi : (1) Traksi mempergunakan kode Pusat Biaya “Rekening Antara Biaya Upah (RABU)-Traksi Operasi” (9071). (2) Jembatan : Rekening Antara Biaya Upah-Jembatan. Untuk Pegawai Pemerliharaan mempergunakan kode Pusat Biaya sebagai berikut : (1) Jalan dan Bangunan : Rekening Antara Biaya Upah-Jalan dan Bangunan (9023).

b. 2) Pusat Biaya. tidak perlu diisi.41 3) Judul Perkiraan (JP) Semua unsur penghasilan pegawai yang meliputi gaji pokok serta tunjangan-tunjangan dan sumbangan-sumbangan harus diperinci dalam Daftar Gaji/Upah dan Analisanya pada kolom-kolom yang disediakan sebagian kode-kode judul perkiraan (JP) debet. 3) Judul Perkiraan Kode Judul Perkiraan kredit berlaku untuk semua jenis potongan gaji/upah serta jumlah bersih gaji/upah yang dibayarkan yaitu Hutang Gaji dan Upah (2061). c. kode perkiraan yang dipergunakan adalah : Debet : PA PB JP : 2100 – Pimpinan Umum dan Administrasi : 7021 – Biaya umum-Inspeksi : 6011 – Gaji Pokok 6021 – Tunjangan Istri/Suami . Contoh Penggunaan Kode Perkiraan Dalam daftar gaji untuk pegawai Ika Inspeksi 1. Kode Perkiraan Kredit 1) Pusat Anggaran Kode perkiraan kredit selalu mempergunakan komponen kode Pusat Anggaran PP yang bersangkutan.

Angsuran BKRKA 2145 – Potongan Gaji-BKRA/Uang Kematian – Sukarela 2151 – Potongan Gaji-Serikat Pegawai/Iuran Pegawai 2181 – Potongan Gaji lain-lain .Dana Pensiun/Setoran Perusahaan 2041 – Potongan Gaji-Simpanan BKRKA 2042 – Potongan Gaji.(Kosong) : 2061 – Hutang Gaji dan Upah 2111 – Potongan Gaji-Tabungan Hari Tua (THT)/Taspen 2115 – Potongan Gaji-Dana Pensiun/Iuran Pegawai 2116 – Potongan Gaji.42 6022 – Tunjangan Anak Kredit : PA PB JP : 2100 – Pimpinan dan Administrasi : .

2 .43 Gambar 3.

sedangkan yang aslinya .9/SAB) diterbitkan berdasarkan daftar pembayaran (dalam hal ini daftar gaji) yang dibuat dalam rangkap 4 (empat).44 Keterangan Gambar : A. dicatat dalam daftar bukti pembayaran yang diterbitkan (I. dan diberi nomor sesuai dengan nomor urut pencatatan dalam daftar gaji tersebut yang dimulai dengan nomor 1 tiap-tiap bulan.6/SAB). Setelah bukti pembayaran (A. Bukti pembayaran (A. c.6/SAB G.9/SAB) ditandatangani oleh Pengesah Pembayaran/Pembantu Pengesah Pembayaran didistribusikan sebagai berikut : ♣ ♣ ♣ Lembar asli dikirim kepada Juru Bayar Lembar kedua dan ketiga dikirim kepada Bendara (Pbd) Lembar keempat untuk arsip Pengesah Pembayaran/Pembantu Pengesah Pembayaran. Setelah diisi lengkap dengan kode perkiraannya. b.9/SAB I. d. Daftar Bukti Pembayaran yang diterbitkan (I.6/SAB) ditutup setiap akhir bulan dan tembusannya dikirim ke unit verifikasi.1/SAB JB = Bukti Pembayaran = Daftar Bukti Pembayaran yang diterbitkan = Daftar Penjagaan Hutang Pajak = Juru Bayar Penjelasan Prosedur : a.

pelaporannya juga tidak sulit.4. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat ini selain cepat. Sehingga. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat dalam mengatasi hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan baik sistem maupun prosedur penggajian yaitu jika terjadi trouble (kerusakan) terhadap aplikasi komputer yang .7 Upaya dalam Mengatasi Hambatan Pelaksanaan Sistem dan Prosedur Penggajian pada PT. dalam melaksanakan proses penggajian memerlukan waktu yang sedikit lebih lama dibandingkan yang seharusnya. Kereta Api (Persero) kantor Pusat hanya jika terjadi trouble pada aplikasi komputer yang digunakan termasuk jaringan komputernya. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat. Hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan sistem dan prosedur penggajian di PT. Hal tersebut mengakibatkan proses penggajian menjadi agak sedikit tersendat.3. Tetapi. 3.4. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat.6 Hambatan dalam Pelaksanaan Sistem dan Prosedur Penggajian pada PT. Upaya yang dilakukan oleh PT.3.45 disimpan sebagai arsip Pengesah Pembayaran/Pembantu Pengesah Pembayaran. 3. diluar hambatan tersebut sistem yang digunakan oleh PT. ikhtisar transaksi serta jurnal dapat langsung di cetak oleh aplikasi. bahkan data jurnalnya bisa langsung di ambil oleh SAE (sistem akuntansi elektronik) secara on-line (jadi tidak perlu input manual).

4. Adapun dasar kenaikan gaji berkala tersebut ditentukan berdasarkan syarat-syarat sebagai berikut : a.3. Telah mempunyai masa kerja golongan untuk kenaikan gaji berkala sekurangkurangnya 2 tahun.46 digunakan hal ini langsung diantisipasi oleh bagian IT dan keuangan menjelang pelaksanaan penggajian sehingga proses penggajian tidak terlalu terganggu. Jenjang Pendidikan b. 3.9 Faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya Gaji/Upah Dilihat dari Peraturan Pemerintah yang mengatur tentang Gaji Pegawai Negeri Sipil. b. diantaranya : a. Daftar Penilaian Pekerjaan sekurang-kurangnya rata-rata cukup tidak ada unsur nilai kurang. Masa Kerja c. Jabatan dan Golongan . 3. maka tinggi rendahnya gaji/upah akan dipengaruhi oleh beberapa faktor.8 Dasar Kenaikan Gaji Didalam pemberian gaji/upah.4. PT. Kereta Api (Persero) menetapkan bahwa setiap 2 tahun sekali sebagaimana dicantumkan dalam buku Pembinaan Pegawai Negeri Sipil diadakan kenaikan gaji yang disebut Kenaikan Gaji Berkala.3.

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat mempergunakan beberapa formulir. Kartu Piutang/Uang Muka (F. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat Bandung mengenai sistem dan prosedur penggajian. Bukti Pembayaran (A. 2. dan konsisten.25/SAB). PT. yaitu Daftar Gaji/Daftar Upah (DG/DU/SAB). Daftar Penghasilan dan Pemotongan Gaji Pegawai (G.218).9/SAB). Dalam melaksanakan prosedur penggajian. 47 . Kereta Api (Persero) Kantor Pusat adalah Sistem Akuntansi Baru. kecuali apabila formulir/dokumen tersebut masih menggunakan sistem akuntansi lama. Karena didalam Sistem Akuntansi Baru ini digunakan sistem klasifikasi pencatatan perkiraan dengan suatu sistem kode yang terperinci. fleksibel. penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Sistem penggajian yang diterapkan pada PT. dimana dalam penulisan formulirformulir yang berlaku di bidang keuangan diberi kode SAB (Sistem Akuntansi Baru). Dimana formulir-formulir tersebut akan digunakan oleh bagian akuntansi dalam melakukan proses penggajian sesuai dengan prosedur pelaksanaan yang sudah ditentukan. sederhana.15/SAB) dan Analisa Gaji/Upah (B.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis di PT.

Kereta Api (Persero) Kantor Pusat dipergunakan formulir-formulir. Judul Perkiraan (JP). Dimana formulirformulir tersebut akan digunakan oleh bagian keuangan dalam melakukan pengesahan pembayaran sesuai dengan prosedur pelaksanaan yang sudah ditentukan.48 48 3. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat dalam mengatasi hambatan yang terjadi baik dalam pelaksanaan sistem maupun prosedur penggajian yaitu apabila terjadi trouble (kerusakan) terhadap . 5. Upaya yang dilakukan oleh PT. pegawai operasi.6/SAB). Kereta Api (Persero) kantor Pusat hanya jika terjadi trouble pada aplikasi komputer yang digunakan termasuk jaringan komputernya. Daftar Bukti Pembayaran yang diterbitkan (I. yaitu Pusat Anggaran (PA).1/SAB). Hal tersebut mengakibatkan proses penggajian menjadi agak sedikit tersendat. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat terdiri dari susunan angka-angka yang meliputi 3 komponen. Daftar Penjagaan Hutang Pajak (G. yaitu Bukti Pembayaran (A. Pedoman penulisan kode perkiraan pada PT. 6. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat disesuaikan dengan satuan unit pegawai yang bersangkutan apakah pegawai tersebut termasuk pegawai umum. atau pegawai pemeliharaan.9/SAB). Penulisan kode perkiraan pada PT. Dalam sistem dan prosedur pengesahan pembayaran yang diterapkan di PT. 4. Pusat Biaya (PB). Hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan sistem dan prosedur penggajian di PT.

Kereta Api (Persero) Kantor Pusat sudah sangat baik. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat Bandung. penulis akan memberikan saran yang diharapkan akan berguna sebagai bahan pertimbangan dan masukan bagi perusahaan pada masa yang akan datang. Hanya saja akan lebih baik jika ditingkatkan lagi dengan melakukan pembinaan dan pendidikan intern. Penggunaan kode perkiraan pada PT. Pelaksanaan prosedur penggajian yang diterapkan PT. Penggunaan sistem penggajian pada PT. Tetapi.49 49 aplikasi komputer yang digunakan langsung diantisipasi oleh bagian IT dan keuangan menjelang pelaksanaan penggajian sehingga proses penggajian tidak terlalu terganggu. 3.2 Saran Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan pada PT. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat sudah memadai. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat sudah sangat spesifik. pembinaan pegawai. 4. 2. Tetapi. Sehingga dalam menilai kinerja para pegawai akan lebih akurat. sebaiknya sarana dan prasarananya lebih ditingkatkan lagi sehingga dapat menunjang pelaksanaan aktifitas penggajian. akan lebih baik jika kode perkiraan yang . serta peningkatan sarana dan prasarana terutama mengenai pencatatan waktu hadir pegawai yang masih menggunakan sistem manual yang sebaiknya sudah dilakukan secara terkomputerisasi. yaitu : 1.

Kereta Api (Persero) Kantor Pusat memeriksa terlebih dahulu aplikasi sistem yang akan digunakan sebelum proses penggajian dilakukan. sebaiknya bagian IT pada PT. Tetapi. Tetapi. sebaiknya pengendalian internnya lebih ditingkatkan lagi. Agar tidak akan terjadi kesalahan-kesalahan dalam proses pembayaran gaji pegawai. Sehingga. 4. Tidak hanya pada saat proses penggajian akan dilakukan saja. 6. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat sudah sangat baik. proses penggajian tidak akan terganggu. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat selalu memeriksa keadaan sistem aplikasi sistem yang dipergunakan tidak setiap saat. sehingga proses penggajian tidak akan terhambat. 5. Dalam upaya mengatasi hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan proses penggajian pada PT.50 50 digunakan tidak terlalu sering mengalami perubahan sehingga akan lebih efektif. Pelaksanaan sistem dan prosedur pengesahan pembayaran yang diterapkan di PT. sebaiknya bagian IT pada PT. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat sudah sangat baik. Dengan adanya hambatan yang mungkin terjadi didalam pelaksanaan proses penggajian. .

Sistem Informasi Akuntansi. Bandung : Lingga Jaya. Hariandja. Jakarta : PT. 2003. Marihot Tua Efendi. Gramedia. Marshall B dan Paul John Steinbart. Sumber-sumber Lain PT. Jakarta : Salemba Empat. Sistem Akuntansi Baru. Gramedia. Human Resource Management. Pedoman Penulisan Kode Perkiraan.DAFTAR PUSTAKA Cushway. Mulyadi. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat. 1988. 2001. Bandung : PT. 2008. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat. 2007. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat. Barry. 2002. Jakarta : PT. Accounting Information System. Bandung : PT. Romney. 2002. Jakarta : Salemba Empat. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat. PT. 51 . Sistem Akuntansi. Manajemen Sumber Daya Manusia. Susanto. Azhar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful