P. 1
contoh

contoh

|Views: 2,326|Likes:
Dipublikasikan oleh Adhie Manchunian

More info:

Published by: Adhie Manchunian on Apr 13, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/14/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1.1 Latar Belakang Kerja Praktek
  • 1.2 Maksud dan Tujuan Kerja Praktek
  • 1.3 Kegunaan Kerja Praktek
  • 1.4 Metode yang Digunakan Dalam Pelaksanaan Kerja Praktek
  • 1.5 Lokasi dan Waktu Pelaksanaan Kerja Praktek
  • 2.1 Sejarah Singkat PT. Kereta Api (Persero) Bandung
  • 2.2 Struktur Organisasi PT. Kereta Api (Persero)
  • 2.3 Deskripsi Jabatan PT. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat
  • 3.1 Bidang Pelaksanaan Kerja Praktek
  • 3.3.1 Pengertian Sistem
  • 3.3.2 Pengertian Prosedur
  • 3.3.3 Pengertian Gaji
  • 3.3.4 Hasil Pelaksanaan Kerja Praktek
  • 3.3.4.1 Sistem Akuntansi Baru
  • 3.3.4.2 Prosedur
  • 3.3.4.4 Pedoman Penulisan Kode Perkiraan
  • PT. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat
  • Penggajian pada PT. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat
  • DAFTAR PUSTAKA

TINJAUAN ATAS SISTE M DAN PROSEDUR PENGGAJIAN PADA PT.

KERETA API (PERSERO) KANTOR PUSAT

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Dalam Menempuh Mata Kuliah Kerja Praktek Jenjang Studi Strata 1 Program Studi Akuntansi

Disusun Oleh : CHRISTIN FERAWATI 21107106

PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA BANDUNG 2009

KATA PENGANTAR

Bismilahirohmannirahim, Dengan segala kerendahan hati, penulis panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat-Nya penulis apat menyelesaikan laporan kerja praktek ini, penulis mengambil judul kerja praktek ini adalah “Tinjauan Atas Sistem dan Prosedur Penggajian Pada PT. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat”. Pada kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat para pembimbing di Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) maupun di PT. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat yang telah memberikan bantuan, bimbingan, dukungan, serta pengarahan yang sangat bermanfaat bagi kelancaran dalam penyusunan laporan kerja praktek ini. Untuk itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada : 1. Dr. Ir. Eddy Suryanto Soegoto, M.sc., Ak, sebagai Rektor Universitas Komputer Indonesia Bandung. 2. Prof. Dr. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., Ekonomi Universitas Komputer Indonesia. 3. Sri Dewi Anggadini, S.E., M.Si., sebagai Ketua Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Komputer Indonesia.
4. Ony Widilestariningtyas, S.E., M.Si, sebagai Dosen Wali 3.Ak.3.

sebagai Dekan Fakultas

i

Ak. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat. Untuk mama dan kakakku tercinta yang telah memberikan doa. Ak sebagai Dosen Pembimbing yang telah memberikan pengarahan kepada penulis tentang penyusunan Laporan kerja praktek ini. semangat dan motivasi dalam proses penyusunan Laporan kerja praktek ini hingga selesai. 8. sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan kerja praktek ini. Untuk sahabat-sahabatku yang telah banyak membantu. sebagai pembimbing perusahaan yang telah memberikan pengarahan kepada penulis mengenai kegiatan Kerja Praktek di PT.5. Untuk teman-teman yang telah memberikan semangat yang namanya tidak dapat penulis sebutkan satu per satu. 13. Oleh karena itu.E.. Friska. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat. S. 10.. 12. Mamih Rini. Bapak Adang Sujana. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat. Untuk kuchan yang telah memberikan semangat dan motivasi. Ika. penulis menyadari masih jauh dari kesempurnaan. Cie. Ibu Ari dan Ibu Esti yang telah membantu penulis dalam melaksanakan Kerja Praktek di PT. 6. 7. Yuyu dan Tina terima kasih atas kerja sama dan supportnya. Segenap staf dan pegawai PT. Bapak Enan Sunanto yang telah banyak membantu penulis dalam melaksanakan Kerja Praktek di PT. Dalam penulisan laporan kuliah kerja praktek ini. Siti Rahayu Kurnia. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat yang telah membantu penyusunan laporan kerja praktek ini. M. 9. penulis mengharapkan kritik dan saran yang ii . 11.

Atas segala kekurangannya. Bandung. Penulis berharap semoga laporan kerja praktek ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang membutuhkannya.106 iii . Desember 2009 Penulis.07.11. penulis mohon maaf sebesar-besarnya.membangun dari para pembimbing dan para pembaca. Christin Ferawati NIM. 2.

.....................................2 Maksud dan Tujuan Kerja Praktek..............DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN KATA PENGANTAR....6 BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.........4 1......5 1...iv DAFTAR TABEL .......4 Metode yang digunakan dalam Pelaksanaan Kerja Praktek.......................................3 Deskripsi Jabatan PT...............................................................4 Aspek Kegiatan PT........2 Struktur Organisasi PT....................................14 2.........5 Lokasi dan Waktu Pelaksanaan Kerja Praktek.......................................................1 1........... Kereta Api (Persero) Kantor Pusat ....21 iv .........................vii DAFTAR GAMBAR.........1 Sejarah Singkat PT............8 2...... Kereta Api (Persero) Kantor Pusat.......................................................14 2.viii DAFTAR LAMPIRAN......................................................i DAFTAR ISI.................................................. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat........................................ Kereta Api (Persero) Kantor Pusat............................3 Kegunaan Kerja Praktek........4 1.......................................................................................................................1 Latar Belakang Kerja Praktek......ix BAB I PENDAHULUAN 1....................

..4 Pedoman Penulisan Kode Perkiraan........45 3.....................................38 3.....................4...........25 3........1 Pengertian Sistem...3...45 v ...3....26 3...........34 3..4.......................... Kereta Api (Persero) Kantor Pusat.............7 Upaya dalam Mengatasi Hambatan Pelaksanaan Sistem dan Prosedur Penggajian pada PT..3 Pembahasan Kerja Praktek.....4.............3...........................3........................4.1 Sistem Akuntansi Baru....4....6 Hambatan dalam Pelaksanaan Sistem dan Prosedur Penggajian pada PT........3..................4....2 Teknis Pelaksanaan Kerja Praktek...............4.............2 Pengertian Prosedur.BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK 3.............. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat...................31 3................3............3...................3 Sistem dan Prosedur Penggajian pada PT............31 3.....................................3........ Kereta Api (Persero) Kantor Pusat Bandung....43 3...26 3..5 Sistem dan Prosedur Pengesahan Pembayaran pada PT.................................3.......28 3....................3..............29 3..................3............25 3.............33 3.......................2 Prosedur.4 Hasil Pelaksanaaan Kerja Praktek...........3 Pengertian Gaji. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat...........................1 Bidang Pelaksanaan Kerja Praktek.

.....................................................................3............................3....4.....................9 Faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya Gaji/Upah........................2 Saran....................................................8 Dasar Kenaikan Gaji.......47 4....................................4..........................................................52 RIWAYAT HIDUP vi .................................46 3..............................................49 DAFTAR PUSTAKA.....1 Kesimpulan..51 LAMPIRAN.....................................3.......................46 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4........................

1 Waktu Penelitian...................7 vii .....................................................DAFTAR TABEL Tabel 1........

....DAFTAR GAMBAR Gambar 3...............................43 viii .......................2 Sistem dan Prosedur Pengesahan Pembayaran pada PT...................34 Gambar 3................................... Kereta Api (Persero) Kantor Pusat............................. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat..1 Sistem dan Prosedur Penggajian pada PT.....

.....................................54 Surat Keterangan Hasil Kerja Praktek dari Dosen Pembimbing................................56 Lampiran VI Struktur Organisasi PT.58 Lampiran VIII Rekapitulasi Analisa Gaji Pegawai............................................52 Surat Pengantar Kerja Praktek dari PT........................53 Lampiran III Lampiran IV Daftar Kehadiran Kerja Praktek.......63 ix ....................55 Lampiran V Surat Keterangan Hasil Kerja Praktek dari Pembimbing Perusahaan....................60 Lampiran IX Lampiran X Lampiran XI Daftar Pembayaran Gaji Pegawai................................................57 Lampiran VII Bukti Jurnal Penggajian......................... Kereta Api (Persero) Kantor Pusat.......................................................................................................................................................................................................................................................................61 Bukti Pembayaran Gaji Pegawai.....62 Berita Acara Bimbingan Kerja Praktek......... Kereta Api (Persero) Kantor Pusat......................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran I Lampiran II Surat Permohonan Kerja Praktek.......................................

bahkan tidak sedikit dari perusahaan tersebut yang berkembang cukup pesat. hal ini tentunya tergantung pada manajemen perusahaan dan sistem-sistem yang diterapkan pada perusahaan itu sendiri. Seperti yang telah kita ketahui.BAB I PENDAHULUAN 1. Karena perusahaan merupakan salah satu penggerak perekonomian di dalam suatu Negara. maka akan mendatangkan masalah. maka akan memerlukan suatu penanganan yang baik. Hal ini terbukti dengan banyak didirikannya berbagai jenis perusahaan. Seperti yang telah kita ketahui bahwa disatu sisi pihak karyawan telah memberikan jasa. Karena jika tidak mendapatkan penanganan yang baik. Aktifitas penggajian merupakan kegiatan perusahaan yang mengatur jumlah gaji yang seharusnya 1 . terutama menyangkut jumlah karyawan. belakangan ini banyak terdapat perusahaan baru yang bermunculan dengan berbagai macam bidang usaha. Dalam perusahaan yang ruang lingkupnya besar.1 Latar Belakang Kerja Praktek Di era globalisasi ini. bangsa Indonesia tidak bisa mengelak lagi dari perkembangan zaman terutama di bidang perekonomian. Aktifitas tersebut dinamakan aktifitas penggajian. sehingga pihak perusahaan harus memberikan balas jasa yaitu berupa gaji ataupun upah.

Efisiensi aktifitas penggajian akan lebih memadai apabila perusahaan mengatur proses penggajian tersebut dengan menggunakan sistem dan prosedur penggajian yang sudah terkomputerisasi. Pemberian gaji dan upah oleh perusahaan dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi kerja dan mengurangi keluar masuknya karyawan yaitu dengan memberikan gaji yang benar dan tepat waktu sesuai dengan kinerja karyawan tersebut. Oleh karena itu. Dalam hal ini. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat merupakan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa yaitu memberikan pelayanan transportasi kepada masyarakat. dimana penulis ingin mengetahui bagaimana pelaksanaan aktifitas penggajian yang dilakukan oleh PT. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat. penulis tertarik untuk melakukan penelitian pada salah satu perusahaan.2 diberikan kepada karyawan agar tidak terjadi kekeliruan dalam pemberian gaji ataupun upah. Dengan adanya sistem dan prosedur penggajian yang baik dapat meningkatkan aktifitas penggajian. Sebagai salah satu perusahaan yang bertujuan untuk mengutamakan pelayanan terhadap masyarakat. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat . tepat dan akurat serta dapat mengurangi resiko penundaan pembayaran gaji maupun kesalahan-kesalahan lain dalam penetapan gaji yang seharusnya diberikan. sudah tentu PT. PT. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat. sehingga data yang dihasilkan akan lebih cepat. perusahaan yang penulis pilih dalam melakukan penelitian adalah PT.

Terutama. bagi pihak manajer yang secara individual tidak mungkin dapat secara langsung mengawasi seluruh jalannya aktifitas penggajian.3 memiliki banyak tenaga kerja dengan berbagai bagian yang berbeda. maka penulis melakukan penelitian pada PT. dengan adanya penerapan sistem informasi ini dapat menciptakan suatu prosedur dan metode serta cara yang baik demi terlaksana suatu struktur pengendalian intern yang baik. maka PT. Berdasarkan uraian diatas. Salah satu masalah yang pasti dihadapi oleh perusahaan adalah masalah penggajian. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat telah menerapkan sistem penggajian yang sudah terkomputerisasi. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat telah memberikan kemudahan bagi pihak perusahaan dalam menghadapi masalah-masalah yang mungkin terjadi pada saat proses penggajian tersebut dilakukan. . Dengan adanya pengembangan sistem informasi tersebut di PT. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat”. Sehingga. tepat waktu dan relevan. untuk tujuan tersebut diperlukan adanya sistem dan prosedur penggajian yang dapat menetapkan gaji/upah dengan cepat dan tepat. Kereta Api (Persero) dengan judul : “Tinjauan Atas Sistem dan Prosedur Penggajian Pada PT. Sehingga demi mengurangi resiko terjadi kesalahan dalam penetapan gaji yang seharusnya diberikan. dimana sistem tersebut didukung oleh prosedur-prosedur dengan tujuan untuk memperoleh informasi yang akurat.

Kereta Api (Persero) Kantor Pusat.4 1. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat. Untuk mengetahui sistem dan prosedur pengesahan pembayaran gaji pada PT. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat. pada PT. antara lain : 1. Untuk mengetahui pedoman penulisan kode perkiraan pada PT. 4. Kereta Api Untuk mengetahui pelaksanaan prosedur penggajian pegawai di PT. 1. Untuk mengetahui sistem penggajian pegawai (Persero) Kantor Pusat. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat. 5.3 Kegunaan Kerja Praktek . Kereta Api (Persero) Kantor Pusat. 2. 6. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat. Untuk mengetahui upaya dalam mengatasi hambatan pelaksanaan Sistem dan Prosedur Penggajian pada PT. Adapun tujuan dari pelaksanaan kuliah kerja praktek ini. Untuk mengetahui hambatan dalam pelaksanaan Sistem dan Prosedur Penggajian pada PT.2 Maksud dan Tujuan Kerja Praktek Maksud dari penulis melaksanakan kerja praktek ini adalah untuk mengetahui sistem dan prosedur penggajian karyawan pada PT. 3.

Bagi Pihak Lain Hasil dari Kuliah Kerja Prakek ini bisa dijadikan sebagai bahan informasi bagi pihak-pihak yang membutuhkan informasi yang bersangkutan dalam rangka melakukan penelitian. 1. 3. Bagi Perusahaan Diharapkan dengan dilaksanakannya Kuliah Kerja Praktek di PT. 2. dimana periode tersebut dalam kurun waktu 1 bulan yaitu dari tanggal 03 Agustus sampai dengan 07 September 2009. . Kereta Api (Persero) Kantor Pusat ini adalah metode block release yaitu metode pelaksanaan kerja praktek dalam satu periode tertentu. Bagi Penulis Untuk menambah pengetahuan dan pengalaman bagi penulis dalam mengetahui bagaimana pengaplikasian sistem dan prosedur penggajian pegawai pada PT.4 Metode yang Digunakan Dalam Pelaksanaan Kerja Praktek Metode kuliah kerja praktek yang dilaksanakan penulis dalam penulisan laporan kuliah kerja praktek pada PT. Kereta Api (Persero) akan memberikan hasil yang menjadi masukan bagi PT.5 Semua informasi yang dihasilkan. dikumpulkan melalui kerja praktek dan studi literature yang diharapkan dapat memberikan kegunaan sebagai berikut : 1. Kereta Api (Persero). Kereta Api (Persero) Kantor Pusat dalam meningkatkan kinerja Perusahaan.

Wawancara Yaitu suatu metode pengumpulan data dengan melakukan Tanya jawab secara lisan terhadap bagian-bagian tertentu yang dianggap oleh penulis terdapat relevansinya dengan materi penyusunan laporan kerja praktek ini. 1. KA. b.6 Adapun teknik pengumpulan data yang diperoleh penulis yaitu : 1. Studi Lapangan Merupakan suatu metode pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan langsung terhadap objek penelitian. dan buku referensi yang lain yang berkaitan erat dengan pembahasan kerja praktek ini. Studi Pustaka Merupakan suatu metode pengumpulan data yang dipergunakan untuk memperoleh data secara teoritis dengan mempelajari buku-buku.5 Lokasi dan Waktu Pelaksanaan Kerja Praktek . catatan kuliah. Dalam hal ini penulis menggunakan cara sebagai berikut : a. Observasi Yaitu suatu cara untuk mendapatkan data-data yang diperlukan oleh penulis dengan melakukan pengamatan langsung pada PT. buku panduan kerja PT. 2. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat.

Penggandaan Laporan Kerja Praktek Ke-1 Ke-2 Minggu Ke-3 Ke-4 Ke-5 II III . Kereta Api (Persero) Kantor Pusat Kota Bandung Jl. Mengambil surat izin Kerja Praktek 2. Mengajukan surat permohonan Kerja Praktek 2. Mencari tempat Kerja Praktek 3. Penyusunan Laporan Kerja Praktek Tahap Pelaporam 1. Menentukan tempat Kerja Praktek Tahap Pelaksanaan 1.00 sampai dengan pukul 16.1 Waktu Penelitian Tahap I Prosedur Tahap Persiapan 1.7 Dalam melaksanakan kerja praktek ini penulis mengambil instansi yang akan dijadikan tempat penelitian yaitu di PT. meminta surat pengantar ke Perusahaan 3. Penulis melaksanakan kerja praktek di PT. Penyempurnaan Laporan Kerja Praktek 4. Bimbingan Kerja Praktek 3. Perintis Kemerdekaan No. 1 Bandung. kerja praktek ini berlangsung dari hari Senin sampai dengan hari Jumat.00. Kereta Api (Persero) dari tanggal 03 Agustus sampai dengan 07 September 2009. Tabel 1. Menyiapkan Laporan Kerja Praktek 2. Kerja Praktek di perusahaan 4. dimulai dari pukul 08.

Secara kronologis. Zaman Hindia Belanda 2. yaitu : 1.1 Sejarah Singkat PT. perusahaan cabangnya tersebar di Indonesia yang disebut Daop (Daerah Operasi) yang mewakili kantor pusat dan bertanggung jawab melaksanakan seluruh kebijakan kantor pusat. PT. perkembangan perkeretapian Indonesia telah mengalami empat fase. Dalam perjalanan sejarahnya. Kereta Api (Persero) Bandung PT. dimana yang semula tujuan usahanya memberikan pelayanan atau jasa transportasi dan tidak berorientasi memperoleh keuntungan kemudian berubah menjadi memberikn pelayanan atau jasa transportasi dan berorientasi pada keuntungan perusahaan. angkutan kereta api di tanah air kita membuktikan peranannya pertumbuhan pertambangan.BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2. Zaman Pendudukan Jepang yang berarti pada sektor perhubungan pertanian disamping atau menunjang dan ekonomi terutama di sektor perkebunan 8 . Kereta Api (Persero) Bandung adalah satu perusahaan milik pemerintah (BUMN) yang kemudian statusnya berubah menjadi Persero. Kereta Api (Persero) Bandung merupakan salah satu perusahaan besar yang menguasai seluruh jasa angkutan kereta api yang berada di Indoensia.

Pemasangan lintas kereta api tersebut dilakukan oleh NISM yang kemudian diambil alih oleh State Spoorwegn (SS). perkembangan perkeretaapian di Indonesia dimulai dengan pemasangan lalu lintas Semarang-Surakarta oleh Nederlands Indische Spoorwegn Matschapj. yaitu : 1. NV Semarang Joane Straanstran Matschpij (SJM) . NV Nederland Indische Spoorwegn Matschpij (NISM) 3. Di Sumatera Utara telah dipasang lalu lintas Medan pada tanggal 25 Juli 1886 oleh Deli Spoorwegn Matschapj (DMS). NV Semarang Cherebon Straamstam Matschpij (SCM) 2. Zaman Kemerdekaan Republik Indonesia 4. kereta api telah dikeanl sejak abad ke 19 dan dijalankan pertama kali tanggal 17 Juni 1868 antara kota Semarang (Kemijen) dan Tanggung dengan jarak 26 Km. Pada saat itu terdapat dua belas tempat perkeretaapian swasta di Jawa dan di Semarang. Di Sumatera Selatan pada tahun 1012 dimulai dengan pemasangan Teluk Betuk Prabumulih. Zaman Penyerahan Kedaulatan Penjabaran dari masing-masing fase dapat diuraikan sebagai berikut : 1.9 3. Zaman Hindia Belanda Di Indonesia. juga di Sulawesi pada tanggal 01 Juli 1023 dipasang lintas KassarTakelar. disamping SS yang diusahakan oleh Hindia Belanda. Pengcangkulan pertama untuk pemasangan lalu lintas tersebut dilakukan oleh Gubernur Jenderal Slooet Van Beele di Semarang pada tanggal 12 Februari 1890 lintas Jakarta-Bogor dimulai pemasanganya pada tanggal 10 April 1868 dan selesai pada tahun 1873.

karet.10 4. NV Madura Straamstram Matschpij (MDSM) 12. pada dasranya mempunyai tujuan pengangkutan hasil perkebunan ke daerah-daerah pelabuhan (Cirebon-Tegal-Semarang-Surabaya-Probolinggo- Pamanukan-Belawan) untuk kemudian dilakukan ekspor ke Eropa. pada . Pemasangan jaringan di Aceh dilaksanakan oleh Departemen Penerangan (Departement Van Coleg). misalnya hasil bumi yang berupa nila. NV Pasuruan Straamstram Matschpij (PSM) 10. Pemasangan jaringan-jaringan kereta api partikulir yang terpusat pada daerah perkebunan. NV Oast Java Straamstram Matschpij (SJM) 7. NV Saraje Dal Straanstram Matschpij (SDM) 5. dan teh. NV Kediri Straamstram Matschpij (KSM) 8. NV Probolinggo Straamstram Matschpij (PBSM) 11. NV Deli Straamstram Matschpij (DSM) Peranan perkeretaapian swasta sebagai prasarana perekonomian pada waktu itu mengimbangi peranan usaha pemerintah dengan nama State Spoorwegn. Jaringanjaringan di Jawa diarahkan pada tujuan penyempurnaan administrasi pemerintah dalam rangka menjamin pertahanan dalam negeri. NV Malang Straamstram Matschpij (MSM) 9. Meskipun masing-maisng perusahaan kereta api mempunyai peratura-peraturan pegawai tersendiri. tembakau. NV Mojokerto Straamstram Matschpij (MELSM) 6. Pada tahun 1917 pengesahan beralih dari militer (Departemen Penerangan) kepada State Spoorwegn dengan maksud untuk mengamnkan hasil usaha. gula.

11

dasarnya dalam bidang penggunaan tenga kerja pribumi (Indonesia) hanya menggunakan tenaga pembantu pelaksana. 2. Zaman Pendudukan Jepang Perusahaan kereta api di Indonesia yang berada d Jawa dan di Sumatera dipimpin oleh masing-masing satu pimpinan. Untuk daerah Jawa berada dibawah Angkatan Darat (Riukuh) sedangkan Sumatera dibawah pimpinan Angkatan Laut (Kaigun). Di Jawa dinamakan Siyoku Sokyuku dan Teknido Kyuku dibagi menjadi 3 daerah yaitu :
1. Jawa Barat (Soibu Kyuku) 2. Jawa Tengah (Khubu Kyuku) 3. Jawa Timur (Tohu Kyuku)

Masing-masing daerah tersebut dibagi-bagi dalam inspeksi-inspeksi (Zimusoho) yang dikepalai oleh Kepala Inspeksi (Zumusoho Tyo). Daerah Sumatera dibawah

pimpinan Angkatan Laut (Kaigun) yang masing-masing eksploitasi berdiri sendiri dengan nama Sumatera Tuksedo (Aceh dan SDM), seibu Sumatera Tukesdo (Sumatera Barat) dan Nanbu Sumatera Tuksedo (Sumatera Selatan). Secara resmi pimpinan pusat dipegang oleh pejabat sipil atau militer Jepang, meskipun para pegawai bangsa Indonesia yang melaksanakan pekerjaanya. Integrasi dan peratura kepegawainya dipaksakan dengan dikeluarkan pertaura gaji bagi pegawai negeri yang sekaligus merupakan pertauran baru dalam penggajian personil. Suatu segi yang menguntungkan dalam policy kepegawaian pada waktu itu adalah penerimaan missal dalam jumlah yang banyak dari tenaga-tenaga berpendidikan

12

menengah (atas) dan perguruan tinggi dalam akhir 1924 ternyata merupakan tulang punggung dalam kehidupan perkeretapian Indonesia selanjutnya. Salah satu contoh kegiatan perkeretaapian zaman pendudukan Jepang adalah dengan mendirikan bengkel-bengkel untuk latihan perkeretaapian yang ditujukan untuk membantu dalam perang militer. 3. Zaman Kemerdekaan Republik Indonesia Pada tahun 1945 sampai tahun 1950, seluruh rakyat Indonesia berjuang mempertahankan kemerdekaan tanah arinya. PT. Kereta Api (Persero) dengan nama Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKRI) yang lahir tanggal 28 September 1945 dari semula telah menjalankan dan membuktikan untuk memperjuangkan kemerdekaan ini. Perjuangan para karyawan telah berhasil pula menyumbangkan jasa-jasa penting seperti : Memindahkan anggota pemerintah Republik Indonesia ke Yogya Angkutan APSI Angkutan beras untuk Indonesia Angkutan rencana Laskar ke Front Pada masa itu juga berbagai kesulitan, hambatan dan teknis operasional para karyawan secara impropisasi menutupi kekurangan atau pun kebutuhan yang timbul. Pada waktu itu untuk melakukan pembaharuan dengan mendatangkan barang-barang dari luar negeri sangatlah tidak mungkin ditambah dengan terbatasnya dana-dana

13

untuk pemeliharaan material dalam negeri. Situasi mengkhawatirkan ini pada akhir tahun 1949 sudah mencapai tahap yang kritis dan memerlukan rencana rehabilitasi teknis operasional dan ekonomis. 4. Zaman Penyerahan Kedaulatan Dengan ditandatanganinya perjanjian Komferensi Meja Bundar (KMB) maka secara resmi pemerintah Indonesia berhak untuk menguasai dan menjalankan Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKRI). Sekalipun semua pengeluaran tahunan DKR sebagai “Landsberdriff”

dicantumkan dalam anggaran belanja Negara tahunan, namun demikian tidaklah membawa hasi; yang berarti bagi peningkatan pelayanan kepada masyarakat karena situasi social, ekonomi, dan politik yang tidak memungkinkan. Pada tanggal 01 Jui 1950 terjadi penggabungan DKRI dengan SS dengan kembalinya Republik Indonesia Serikat (RIS) menjadi Negara kesatuan maka DKRI diganti menjadi DKRIS dan statusnya diubah menjadi DK (Djawatan Kereta Api). Pada tanggal 22 Mei 1962, Djawatan Kereta Api Indonesia diubah menjadi PNKA (Perusahaan Negara Kereta Api) berdasaran PP.22/1963 dan PP pengganti tahun 1960 tentang Perusahan Negara Kereta Api (PNKA). Pada tanggal 15 September 1071 kembali terjadi perubahan status dari PNKA dan pelaksananya baru tanggal 01 April 1927 dan selesai pada tahun 1977. Status pegawai berubah menjadi pegawai negeri. Sebagai realisasi dari peralihan status ini dikeluarkan surat yaitu keputusan bersama antara Menteri Keuangan No. KM/MLD/320/PHB/79, tanggal 02 Juni 1974 mengenai pemberitahuan panitia

berdasarkan PP No. Treasury dan Konsolidasi Laporang Keuangan Anak Perusahaan. 57 Th. Pengendalian. Tanggal 01 April 1974 PNKA Pada tahun 1991. Dengan adanya struktur organisasi yang jelas. berdasarkan PP No. Penganggaran. Verifikasi Pendapatan dan Pelaporan Kas Pendapatan Perusahaan serta . dan Keppres No. maka seluruh kegiatan dapat dilaksanakan dengan baik dan mengarah pada tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Struktur organisasi PT. Akuntansi Keuangan. dan akhirnya pada tahun 1998.3 Deskripsi Jabatan PT.2 Struktur Organisasi PT. Akuntansi Manajemen. 19 Th. 1990 PJKA berubah menjadi PERUMKA. 1998. Kereta Api (Persero) hingga sekarang. Perpajakan.14 likuidasi Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA). 39 Th 1999 PERUMKA berubah menjadi PT. berubah menjadi Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA). 2. Kereta Api (Persero) Struktur organisasi merupakan suatu bagian dan uraian tugas yang menggambarkan hubungan wewenang dan tanggung jawab bagi setiap karyawan yang ada dalam perusahaan. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat Managing Director Of Finance Managing Director Of Finance mempunyai tugas pokok menyelenggarakan fungsi pengelolaan keuangan secara terpusat yang mencakup penyelenggaraan fungsi Pendanaan. Kereta Api (Persero) dapat dilihat pada lampiran. 2.

Managing Director of Finance bertanggung jawab atas : a. c. pendayagunaan kas Perusahaan dan pengupayaan sumber-sumber pendanaan perusahaan. Perencanaan. pengevaluasian pembayaran internal dan eksternal di Kantor Pusat. Daop. Evaluasi dan Pelaporan pelaksanaan RKA Kantor Pusat. serta penyusunan peraturan keuangan dan pelaksanaan kesekretariatan Direktorat Keuangan. pengendalian dan pendistribusian dana. b. Regional. serta pengendalian anggaran Perusahaan. penyusunan Laporan Laba Rugi dan Laba Rugi Fiskal. . Sehubungan dengan tugas pokoknya. Real Property Assets. Divisi. Pencatatan Barang Milik Negara (BMN). UPT dan RKA Perusahaan . mengkonsolidasikan unit organisasi dibawahnya dan membina EVP. Penyelenggaran tata laksana perbendaharaan dan pengelolaan tata usaha Kas Besar Kantor Pusat.15 mengintegritaskan. Laporan Keuangan Perushaan dan Laporan Ekstern lainnya serta pembinaan Akuntansi Daerah. pelaksanaan pembuatan Laporan Manajemen dan pengkonsolidasan Laporan Keuangan Anak Perusahaan serta analisa laporan keuangan. pelaksanaan akuntansi biaya. penyusunan Sistem dan Peraturan Akuntansi. Pengevaluasian otorisasi dan pelaksanaan anggaran Kantor Pusat. Penyusunan Laporan Keuangan Kantor Pusat.

Divisi Regional. yaitu : a. Pengendalian dan verifikasi pendapatan penumpang. pelaksanaan perhitungan. penyiapan laporan pendapatan bulanan serta pembinaan dan pengawasan kompetensi pemeriksa kas. UPT dan penyusunan RKA. pengurusan. Selain menjalankan tugas pokok dan tanggung jawabnya. Budgeting mempunyai tugas dan tanggung jawab merencanakan.16 d. pengurusan. mengevaluasikan dan melaporkan pelaksanaan RKA Kantor Pusat. evaluasi dan pelaporan pajak. Divisi Regional. e. UPT dan menyusun RKA Perusahaan. yaitu : 1. Budgeting dibantu oleh tiga Manager. . evaluasi dan pelaporan PSO. verifikasi buku kas stasiun dan rekening Koran Bank. Daop. perhitungan biaya operasi KA. Daop. Managing Director of Finance melaksanakan pembinaan terhadap EVP. pelaporan IMO dan TAC. angkutan barang. Pelaksanaan perhitungan. Dalam melaksanakan tugas pokok dan tanggung jawabnya Managing Director of Finance dibantu oleh 5 (lima) VP. evaluasi. serta mengendalikan anggaran Perusahaan. pengurusan. serta pelaksanan perhitungan TAC. pendapatan bisnis non-angkutan. yang bertanggung jawab atas penyusunan RKA Kantor Pusat. Manager Budget Program. VP. Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya VP. Real Property Assets. mengevaluasi otorisasi dan pelaksanaan anggaran Kantor Pusat.

serta pegelolaan tata usaha Kas Kantor Pusat. Manager HQ Budget Otorization.17 b. Manager keuangan dan melaksanakan kesekretariatan Direktorat HQ Treasury. mengevaluasi dan melaksanakan pembayaran internal dan eksternal di Kantor Pusat. Finacial Administration dibantu oleh 4 (empat) Manager. yang bertanggung jawab atas pengendalian dan evaluasi anggaran Perusahaan dan Laporan pelaksanaannya. yaitu : a. 2. . yang bertanggung jawab atas pelaksanaan evaluasi otoriasasi dan pelaksanaan anggaran Kantor Pusat. Financial Administration mempunyai tugas dan tanggung jawab menyelenggarakan tata laksana perbendaharaan dan pengelolaan tata usaha Kas Besar Kantor Pusat. yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan tata laksana perbendaharaan. Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya VP. c. mengendalikan dan mendistribusikan dana. Manager Budget Control and Evaluation. yang bertanggung jawab atas evaluasi dan pelaksanaan pembayaran Internal dan Eksternal Kantor Pusat. serta menyusun peraturan Keuangan. VP. Manager HQ Disbursement Evaluation. mendayagunakan kas Perusahaan dan mengupayakan sumber-sumber pendanaan perusahaan. b.

yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Akuntansi Kantor Pusat. yang bertanggung jawab atas dan pendistribusian dana. dan menkonsolidasikan Laporan Keuangan Anak Perusahaan serta melaksanakan pembuatan Laporan Manajemen. Unit Akuntansi di Jawa dan Unit Akuntansi PT. penyusunan kompilasi LK/IDLK DAOP dan divisi di Jawa dan Sumatera. Kereta Api (Persero) secara menyeluruh. Manager General Accounting. Manager Financial Regulation. penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi . pendayagunaan kas pengendalian perusahaan dan penguypayaan sumber-sumber pendanaan perusahaan. d. Manager Corporate Treasury. yang bertanggung jawab atas penyusuanan peraturan keuangan dan pelaksanaan kesekretariatan kantor Direktorat Keuangan serta penyelesaian Tuntutan Ganti Rugi (TGR). 3. menyusun Sistem. menyusun Laporan Laba Rugi Perusahaan dan Laba Rugi Fiskal. Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya VP. Accounting mempunyai tugas dan tanggung jawab menyusun Laporan Keuangan Kantor Pusat.18 c. pemantauan dan pengendalian rekening hubungan pembukuan antara Unit Akuntansi di Sumatera. Laporan Keuangan Perusahaan dan Laporan Ekstern serta membina Akuntansi Daerah. Peraturan Akuntansi dan mecatat Barang Milik Negara (BMN). melaksanakan akuntansi biaya. Accounting. yaitu : a. dibantu oleh empat Manager. VP.

yaitu : a. evaluasi dan pelaporan pajak. Manager Mangement Report. b. pengurusan. seta pencatatan Barang Milik Negara (BMN). yang bertanggung jawab atas pelaksanaan evaluasi dan sosilalisai peraturan perpajakan. Kereta Api (Persero) dan pengkonsolidasian Laporan Keuangan Anak Perusahaan. evaluasi. Manager Cost Accounting. yang bertanggung jawab atas melaksanakan penyusuanan system akuntansi dan peraturan akuntansi. . Taxation. evaluasi dan pelaporan PSO serta perhitungan biaya operasi KA. pelaporan IMO dan TAC. penyusuanan Laporan Laba Rugi Perusahaan dan penyusunan Laba Rugi Fiskal. melaksanakan perhitungan. VP. Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya VP. serta melaksanakan perhitungan TAC.19 PT. Manager Taxation. yang bertanggung jawab atas pelaksanan pembuatan laopran manajemen dan penyusuanan Laporan Eksternal lainya serta analisa laporan keuangan. 4. yang bertanggung jawa atas pelaksanaan Akuntansi Biaya. d. IMO dan TAC mempunyai tugas dan tangung jawab melaksanakan perhitungan. menghitung dan mengurus PPN. c. PSO. Taxation. pengurusan. Manager Accounting System. PSO. pengurusan. IMO dan TAC dibantu oleh 3 (tiga) Manager. melaporkan dan mengurus PPh Badan serta laporan realisasi pembayaran Pajak Perusahaan.

Manager IMO. perhitungan. piutang usaha serta pembinaan Pemeriksa KAs. evaluasi dan penyusunan laporan serta pelaksanaan proses pencairan dana PSO dan perhitungan biaya operasi KA. yang bertanggung jawab atas pengkoordinasiaan. . pembuatan. c. yang bertanggung jawab atas pengendalian dan verifikasi pendapatan angkutan penumpang dan piutangya. pendapatan angkutan barang. Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya VP. yang bertanggung jawab atas pengendalian dan verifikasi buku kas. yang bertanggung jawab atas pengendalian dan verifikasi pendapatan angkutan penumpang. evaluasi dan penyusunan laporan IMO dan TAC. Manager Cash Record Verification. Manager PSO. buku kas stasiun. yaitu : a. VP. 5. Manager Freight and Non-ailways Revenue Verification. yang bertanggung jawab atas pengkoordinasian. yang bertanggung jawab atas pengendalian dan verifikasi pendapatan angkutan barang. TAC. Revenue Verification. c. Manager Passenger Revenue Verification. pendapatan non-angkutan dan piutangnya.20 b. b. perhitungan. rekening Koran bank dan laporan pendapatan perusahaan serta pembinaan Pemeriksa Kas. Revenue Verification dibantu oleh 3 (tiga) Manager. pendapatan non-angkutan.

maka usaha-usaha pokok yang diselenggarakan oleh PT. Rangkaian kereta api kelas bisnis.21 2. yang terdiri dari : 0. 4. yaitu antar stasiun dalam satu daerah. d. Rangkaian kereta api yang melayani angkutan penumpang lokal raya.4 Aspek Kegiatan PT. KA (Persero) adalah penyediaan jasa angkutan penumpang dan barang. yaitu : 1. 1. . Rangkaian kereta api kelas eksekutif. a. Kereta Api (Persero) Sesuai fungsi PT. Kereta Api Argo Bromo (Gambir Surabaya) Kereta Api Sembrani (Jakarta-Surabaya) Kereta Api Turangga (Bandung-Surabaya) 2. 3. yang terdiri dari : c. KA (Persero) selaku penyelenggara kegiatan angkutan perkeretaapian. e. yaitu pelayanan umum antar stasiun daerah yang berbeda (jarak jauh). Angkutan Penumpang Pelayanan jasa angkutan penumpang dilakukan melalui penyediaan rangkaian kereta api yang akan mengangkut penumpang dari satu stasiun ke stasiun lain berdasarkan suatu trayek dan waktu pemberangkatan yang telah ditentukan oleh PT. b. Kereta Api Parahyangan (Jakarta-Bandung) Kereta Api Mutiara Selatan (Bandung-Surabaya) Kereta Api Jayabaya Utama (Jakarta-Surabaya) Rangkaian keereta api kelas ekonomi. Pelayanan jasa angkutan penumpang memiliki beberapa jenis rangkaian kereta api. KA (Persero).

yaitu : Restorka. yang merupakan usaha penjualan makanan dalam rangkaian kereta api saat kereta api berjalan. 3. Angkutan barang dengan negosiasi dilakukan berdasarkan kontrak antara PT. KA (Persero) secara optimal. yang biasanya merupakan hasil produksi perusahaan tersebut. . Angkutan barang non negosiasi. Diversifikasi Usaha PT. yaitu : 1. 2. Rangkaian kereta api listrik yang melayani trayek khusus Jakarta-BogorTangerang-Bekasi. KA (Persero) merupakan suatu usaha untuk mendukung kegiatan-kegiatan pokok dan pemanfaatan aset-aset PT. Usaha pendukung angkutan kereta api. KA (Persero) menyelenggarakan kegiatan-kegiatan usaha lain selain penediaan jasa angkutan. Adapun cara pelaksanaannya dilakukan melalui dua cara. merupakan angkutan barang tang tidak berdasarkan negosiasi atau kontrak dengan pihak-pihak tertentu. KA (Persero) dengan suatu perusahaan tertentu untuk mengankut barang. Diversifikasi usaha yang dilakukan PT. dari stasiun yang satu ke stasiun yang yang telah ditentukan. 2. Angkutan Barang Penyediaan jasa pengangkutan barang diselenggarakan dengan menyediakan rangkaian kereta api barang untuk mengangkut barang dari stasiun barang ke stasiun barang tetrtentu. Kegiatan diversifikasi tersebut adalah : 1.22 5.

namun merupakan kewajiban PT. KA (Persero). KA selaku badan penyelenggara perkeretaapian. namun pengoperasian dan perawatannya dilimpahkan pada PT. telekomuminakasi. Seluruh sarana pokok merupakan milik negara. 2. Kerjasama Operasi (KSO) 4. yaitu : Mempersiapkan atau merawat prasarana pokok. terowongan. Angkutan lanjutan. beberapa sewa kios di stasiun dan parkir kendaraan bermotor. 4. Persiapan rambu-rambu lelu lintas kereta api dan perlengkapan lain guna kepentingan pengamanan perjalanan kereta api. Usaha tambahan beberapa sewa bangunan rumah dinas dan penyediaan jasa teknis. Usaha pemanfaatan stasiun kereta api. 3. . KA (Persero). Penyelenggaraan kegiatan pemeliharaan prasarana pokok perkeretaapian dibantu pendanaanya oleh pemerintah melalui pembayaran kompensasi (subsidi) biaya pemeliharaan. wesel) jembatan. seperti jalan kereta api (rel. Kegiatan Lain Kegiatan lain yang bukan merupakan laporan usaha PT. sinyal. listrik aliran atas dan perlintasan. merupakan penyediaan angkutan jalan raya bagi pengguna jasa angkutan kereta api untuk melanjutkan perjalanan. merupakan pelayanan khusus yang diberikan pada penumpang angkutan kereta api kelas eksekutif dan bisnis.23 Tuslah. bantalan. balas.

Mempersiapkan saran perkeretaapian berupa gerbong. lokomotif dan kereta api agar dapat digunakan untuk pengangkutan secara aman dan nyaman. .24 Menyediakan dan mempersiapkan stasiun-stasiun kereta api unuk tempat pemberhentian kereta api.

Kereta Api (Persero) Kantor Pusat. Pelaksanaan kuliah kerja praktek pada bagian akuntansi ini dibimbing oleh Bapak Adang Sujana. kegiatan yang dilakukan sebagai berikut : 25 . mengukur dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut. Adapun pengertian akuntansi secara Sederhana dapat diartikan sebagai suatu proses mengidentifikasikan. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat. SE. 3.BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK 3. Selama penulis melakukan kuliah kerja praktek.1 Bidang Pelaksanaan Kerja Praktek Bidang pelaksanaan Kuliah Kerja Praktek yang dilaksanakan selama satu bulan yaitu penulis ditempatkan di bagian akuntansi PT.2 Teknik Pelaksanaan Kuliah Kerja Praktek Teknik pelaksanaan kuliah kerja praktek pada bagian akuntansi memiliki fungsi untuk menyelenggarakan catatan yang berhubungan dengan gaji pegawai ke dalam buku harian/bukti jurnal sesuai dengan unit/satuan kerja pegawai yang bersangkutan. MT serta staff PT.. Akuntansi pada dasarnya berhubungan dengan perancangan suatu sistem pencatatan. Ak. menyiapkan laporan yang diterima dari data yang dicatat dan menafsirkan data yang dilaporkan.

3. Data diambil untuk bahan laporan kerja praktek.26 1. dan prosedur penggajian. dalam bukunya “Sistem Informasi Akuntansi” mengemukakan bahwa : “Sistem adalah kumpulan/group/dari sub sistem/bagian/komponen apapun baik fisik maupun non fisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan tertentu . 4. gambaran umum Perusahaan. Mengambil data dari pihak perusahaan mengenai penggajian. Azhar Susanto. Mengecek rekapitulasi analisa gaji pegawai beserta kesesuaian kode perkiraan yang digunakan dengan unit/satuan kerja pegawai.3 Pembahasan Kuliah Kerja Praktek 3.1 Pengertian Sistem Menurut Dr. 2. Mendengarkan pengarahan dari Bapak Adang Sujana mengenai tata cara pelaksanaan kuliah kerja praktek.” (2008 : 22) .3. 3. Mengecek setiap kode perkiraan yang terdapat didalam buku harian/bukti jurnal. 5. seperti pelaksanaan sistem dan prosedur penggajian. Wawancara dengan pembimbing perusahaan mengenai kegiatan penggajian khususnya tentang sistem dan prosedur penggajian serta pengesahan pembayarannya.

dapat disimpulkan lebih lanjut pengertian umum mengenai sistem tersebut : 1. Unsur-unsur tersebut merupakan bagian terpadu sistem yang bersangkutan. Setiap sistem terdiri dari unsur-unsur.” (2001 : 5) Sedangkan menurut Marshall B.27 Menurut Mulyadi. 3. Dimana setiap unsur-unsur tersebut terdiri dari subsistem yang lebih kecil dan kelompok unsure yang membentuk subsistem tersebut. 4. dalam bukunya yang berjudul “Accounting Information System” mengemukakan bahwa : “Sistem adalah rangkaian dari dua atau lebih komponen-komponen yang saling berhubungan yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. . 2. Unsur-unsur sistem berhubungan erat satu sama lainnya dan sifat kerjasama antar unsur sistem tersebut mempunyai bentuk tertentu.” (2002 : 3) Dari uraian diatas. Suatu sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar. Unsur sistem tersebut bekerja sama untuk mencapai tujuan sistem. dalam bukunya “Sistem Akuntansi” mengemukakan bahwa : “Sistem adalah suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan. Romney dan Paul Jhon Steinbart. Setiap sistem mempunyai tujuan tertentu.

Prosedur memiliki karakteristik.” (2001 : 4) Sedangkan menurut Dr. yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi perusahaan yang terjadi berulang. Azhar Sutanto. serta dapat dengan mudah menyelesaikan suatu masalah serta terperinci menurut jangka waktu yang telah ditentukan.3.” (2008 : 264) Jadi. Prosedur menunjukan tidak adanya keterlambatan dan hambatan. 2. dalam bukunya yang berjudul “Sistem Akuntansi” mengemukakan bahwa : “Prosedur adalah urutan kegiatan klerikal.2 Pengertian Prosedur Menurut Mulyadi. dapat disimpulkan bahwa prosedur adalah Rangkaian langkah yang dilaksanakan untuk menyelesaikan kegiatan atau aktifitas. . yaitu sebagai berikut : 1. Prosedur menunjukan urutan yang logis dan sederhana. Prosedur menunjang tercapainya tujuan organisasi. Sehingga dapat tercapainya tujuan yang diharapkan secara efektif dan efisien.28 3. dalam bukunya yang berjudul “Sistem Informasi Akuntansi” mengemukakan bahwa : “Prosedur adalah rangkaian aktifitas atau kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang dengan cara yang sama. 3. biasanya melibatkan beberapa orang dalam suatu departemen atau lebih.

b. Mencegah terjadinya penyimpangan dan memudahkan dalam pengawasan.29 4. 5. Menurut Mulyadi. bukan hanya jumlah yang dikeluarkan cukup besar melainkan gaji sangat mudah diselewengkan sehingga masalah gaji selalu mendapat perhatian manajer. sehingga menyederhanakan pelaksanaan dan untuk selanjutna mengerjakan yang perlunya saja. 3. c. Dengan dilaksanakan suatu pekerjaan dengan memakai suatu prosedur kerja yang jelas akan memberikan beberapa manfaat diantaranya : a. Merubah pekerjaan yang berulang-ulang menjadi rutin dan terbatas. Adanya suatu petunjuk/program kerja yang jelas dan harus dipatuhi untuk seluruh pelaksanaan.3. Prosedur menunjukan adanya keputusan dan tanggung jawab.3 Pengertian Gaji Gaji merupakan unsur biaya yang sangat penting dalam pengeluaran biayabiaya. e. Prosedur mampu menciptakan adanya pengawasan yang baik dan menggunakan biaya seminimal mungkin. Membantu dalam usaha meningkatkan produktifitas kerja yang efektif dan efisien. d. dalam bukunya yang berjudul “Sistem Akuntansi” mengemukakan bahwa : . Lebih memudahkan dalam menentukan langkah-langkah kegiatan di masa yang datang.

” (2002 : 245) Dari pengertian diatas. . dalam bukunya yang berjudul “Manajemen Sumber Daya Manusia”. dalam bukunya yang berjudul “Human Resource Management” mengemukakan bahwa : “Gaji pokok adalah jumlah yang disetujui secara kontrak untuk suatu pekerjaan.” (2002 : 162) Sedangkan menurut Marihot Tua Efendi Hariandja. Sedangkan upah dibayarkan berdasarkan hasil kerja/jumlah satuan produk yang dihasilkan karyawan. mengemukakan bahwa : “Gaji adalah balas jasa dalam bentuk uang yang diterima pegawai sebagai konsekuensi dari kedudukannya sebagai seorang pegawai yang memberikan sumbangan dalam mencapai tujuan organisasi.30 “Pembayaran gaji pada umumnya merupakan pembayaran jasa yang dilakukan atas penyerahan jasa yang dilakukan oleh karyawan yang mempunyai jenjang manajer. dapat ditarik kesimpulan bahwa gaji adalah imbalan atas balas jasa yang diberikan oleh perusahaan kepada pihak karyawan yang telah memberikan jasanya kepada perusahaan sesuai dengan keahlian yang dimiliki karyawan. Umumnya gaji dibayarkan secara tetap perbulan.” (2001 : 407) Menurut Barry Cushway. Sedangkan upah pada umumnya merupakan pembayaran jasa yang dilakukan oleh karyawan pelaksana (buruh).

tambahan.3.4 Hasil Pelaksanaan Kerja Praktek PT. relevan dan dapat dipercaya.4.1 Sistem Akuntansi Baru Sistem akuntansi pada hakekatnya adalah suatu informasi yang berjalan melalui kegiatan Akuntansi agar bermanfaat bagi manajemen PT. KA/KU/11209/SK/88 tentang Penetapan Berlakunya Sistem Akuntansi Baru (SAB) di Jawa telah ditetapkan bahwa di PT. Kereta Api (Persero) sebagai salah satu alat untuk dapat mengelola dan mengendalikan kegiatan usaha perusahaan secara efisien dan efektif. baik yang berupa laporan keuangan (Neraca. cepat. Kereta Api (Persero) berlaku SAB dan Petunjuk Pelaksanaan SAB untuk masing-masing bidang. Oleh karena itu. berdasarkan Surat (SK) Kaperjanka No.3. Sistem Akuntansi Baru memiliki beberapa fungsi. Dengan berlakunya Sistem Akuntansi Baru (SAB). dan penyesuaian terhadap peraturan. Laporan Laba/Rugi. Sistem akuntansi dapat dikatakan memadai dan bermanfaat apabila mampu berfungsi sebagai pemberi informasi. Kereta Api (Persero) ini dipandang masih belum memadai sebagai sistem akuntansi.31 3. diantaranya : . Dari hasil kuliah kerja praktek di PT. Sistem akuntansi yang berlaku di PT. dll) mapun berupa laporan khusus kepada manajemen (Laporan Manajemen) secara tepat. prosedur dan formulir yang sudah ada. Kereta Api (Persero) Kota Bandung merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan umum yang menyediakan pelayanan jasa transportasi. maka diperlukan adanya perubahan. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat Bandung penulis memperoleh hasil : 3.

dan Modal) atau berarti hanya digunakan pada perkiraan Laba/Rugi. lengkap dan dipercaya. 3. 2. Didalam Sistem Akuntansi Baru ini digunakan sistem klasifikasi pencatatan perkiraan dengan suatu sistem kode yang terperinci. Menyajikan berbagai informasi manajemen untuk menunjang pengelolaan kegiatan usaha perusahaan secara efisien dan efektif. fleksibel. b. Menyajikan laporan keuangan secara tepat. Pusat Anggaran (PA) dipergunakan untuk : Menggolongkan pendapatan dan biaya sesuai dengan unit/satuan kerja yang bertanggung jawab. yaitu : a. Komponen PB tidak dipergunakan dalam hal perkiraan Neraca (Aktiva. Kode perkiraan SAB terdiri dari susunan angka-angka yang meliputi 3 (tiga) komponen. . Mengidentifikasi aktiva. sederhana. Pusat Biaya (PB) dipergunakan untuk : Menggolongkan pendapatan dan biaya menurut jenis-jenis kegiatan operasi lain dan menggolongkan biaya pemeliharan sarana/prasarana yang spesifik dan kegiatan lain yang bersifat umum. hutang dan modal menurut lokasi atau unit yang bertanggung jawab. dan konsisten. Hutang.32 1. Mengolah dan menganalisa data-data keuangan.

4. 3. modal.3. Adanya pengendalian intern dalam setiap prosedur akuntansi berarti bahwa hasil pelaksanaan kegiatan pada setiap unit akan dapat terkontrol dengan melalui hasil pelaksanaan kegiatan unit lainnya.33 c. . pendapatan dan biaya. Judul Perkiraan dipergunakan untuk : Menunjukan perincian/jenis/tipe atau uraian singkat tentang suatu aktiva.2 Prosedur Sistem Akuntansi Baru menciptakan prosedur-prosedur akuntansi yang efisien dan yang didalamnya sudah melekat/terdapat pengendalian intern. hutang.

34 Gambar 3.1 .

Kartu Piutang/Uang muka c. sehingga dalam penulisan formulir-formulir yang berlaku di bidang keuangan diberi kode SAB (Sistem Akuntansi Baru). kecuali apabila formulir/dokumen tersebut masih menggunakan sistem akuntansi lama. Analisa Gaji 2.9/SAB G. Surat Keputusan Kenaikan Gaji berkala dan sebagainya) yang berlaku bagi semua pegawai. Formulir yang dipergunakan Dalam prosedur ini. dibuat sesuai dengan Peraturan Kepegawaian/Keuangan (Otorisasi atau Surat Kenaikan Pangkat.15/SAB B. Kereta Api (Persero) adalah Sistem Akuntansi Baru. Daftar gaji. sebagaimana .218 F.35 Keterangan Gambar : DG/DU/SAB A. Daftar Gaji d.25/SAB UPP = Daftar Gaji/Daftar Upah = Bukti Pembayaran = Daftar Penghasilan dan Pemotongan Gaji Pegawai = Kartu Piutang/Uang Muka = Analisa Gaji/Upah = Usul Pemindahan Pembukuan Sistem akuntansi yang diterapkan pada PT. 1. Penjelasan Prosedur : a. Daftar Penghasilan dan Pemotongan Gaji b. dipergunakan beberapa formulir yang terdiri dari : a.

Taspen. Berdasarkan arsip Daftar Gaji/upah (lembar kedua) petugas Pengesah Pembayaran/Pembantu Pengesah Pembayaran harus mencatat : . b. yang digunakan sebagai dasar bagi pihak Bendahara (Pbd) untuk melaksanakan pembayaran gaji kepada juru bayar.36 tercantum dalam formulir G. Setiap daftar gaji dibuat rangkap 2 (dua).218 (Kartu Penghasilan dan Pemotongan Gaji Pegawai) dan penjagaan untuk setiap pegawai dalam Kartu Piutang Pegawai.2). maka masing-masong juru bayar akan mengambil gaji yang bersangkutan pada pihak bendahara dan didistribusikan kepada pegawai yang bersangkutan sesuai dengan daftar gaji/upah nya. Setelah Daftar gaji/Daftar upah selesai dibuat langkah selanjutnya: ♣ Pengesah Pembayaran/Pembantu Pengesah pembayaran adalah pejabat yang berwenang mengesahkan pembayaran harus menerbitkan “Bukti Pembayaran” (lihat prosedur khusus untuk bukti pembayaran pada gambar 1. kecuali untuk bulan Januari dan bulan Juli dibuat rangkap 3 (tiga) untuk keperluan PT. ♣ Menyerahkan/mengirimkan lembar asli daftar gaji/daftar upah serta bukti pembayaran kepada masing-masing juru bayar. c. ♣ Berdasarkan bukti pembayaran.

Dibuat Analisa Gaji/Upah (B. Lembar kedua Analisa Gaji/Upah dikirim ke bagian Verifikasi untuk dicocokkan dengan lembar asli Daftar Gaji/Upah yang diterima dari pihak bendahara.40 kepada Pengesah Pembayaran/Pembantu Pengesah Pembayaran. kemudian pelaksanaan selanjutnya sebagai berikut : Berdasarkan bentuk G. diterbitkan Daftar Gaji/Upah Perorangan dalam rangkap 2 (dua). d.25/SAB) dalam rangkap 3 (tiga). 218 mengenai jumlah penghasilan dan pemotongan setiap gaji pegawai ke dalam kartu piutang pegawai mengenai jumlah piutang pegawai yang bersangkutan. .37 Ke dalam formulir G. Setelah dibuat analisa. ♣ Lembar ketiga Analisa Gaji/Upah sebagai arsip Pengesah Pembayaran/Pembantu Pengesah Pembayaran. Pada saat akan dibayarkan kembali. e. maka juru bayar membuat atau menerbitkan bentuk G.40 lembar kedua Pengesah Pembayaran/Pembantu Pengesah Pembayaran membuat UPP (Usul Pemindahan Pembukuan). maka setiap akhir bulan analisa tersebut didistribusikan sebagai berikut : ♣ ♣ Lembar asli Analisa Gaji/Upah dikirim ke unit Akuntansi. Apabila terjadi penyetoran kembali uang gaji yang tidak diambil.

♣ Untuk Pegawai Kantor/Umum di Stasiun. . Prosedur selanjutnya berlaku seperti pembayaran gaji biasa. Dalam hal ini PA bisa menunjukan bagian/unit-unit di Eksploitasi dan di Inspeksi serta unit-unit lainnya seperti Dipo-dipo : Balai Yasa. mempergunakan kode Pusat Anggaran Sub Bagian Operasi (SBO) yang mencakup stasiun tempat kedudukan pegawai yang bersangkutan. 3. Daftar Upah dan Analisa Gaji/Upah. dan Gudang Persediaan.4 Pedoman Penulisan Kode Perkiraan Berikut ini adalah pedoman umum yang dapat dipergunakan oleh PP untuk mengisi kode perkiraan pada formulir Daftar Gaji.4.3. ♣ Untuk Pegawai Operasi mempergunakan kode Pusat Anggaran Inspeksi Traksi (IKT) atau Inspeksi Lalu Lintas dan Pengusahaan (IKL) sesuai dengan dinas pegawai yang bersangkutan. a. Kode Perkiraan Debet 1) Pusat Anggaran (PA) ♣ Untuk Pegawai Kantor/Umum (selain Pegawai Umum Stasiun) dipergunakan kode Pusat Anggaran yang menunjukan tempat kedudukan pegawai yang bersangkutan.38 Menerbitkan bukti pembayaran (A9/SAB) baru untuk pembayarannya.

(2) Jembatan mempergunakan kode Pusat Anggaran Inspeksi Jembatan yang bersangkutan. ♣ Untuk gaji dan penghasilan lainnya para Pemeriksa Kas mempergunakan kode Pusat Anggaran Eksploitasi-Lalu Lintas dan Pengusahaan (EKL). (4) Sarana Gerak mempergunakan kode Pusat Anggaran sesuai dengan tempat kedudukan pegawai yang bersangkutan (Dipo atau Balai Yasa).39 ♣ Untuk Pegawai Pemeliharaan : (1) Bangunan mempergunakan kode Pusat Anggaran Inspeksi Pembangunan. 2) Pusat Biaya (PB) Untuk Pegawai Kantor/Umum (selain Pegawai Umum di Stasiun) mempergunakan kode PB “Biaya Umum” yang berlaku untuk Pusat Anggaran tempat kedudukan pegawai yang bersangkutan. (3) Jalan KA (Track) dan peralatan sinyal/Telkom mempergunakan kode Pusat Anggaran Inspeksi sesuai dengan tempat kedudukan pegawai yang bersangkutan. ♣ Untuk Pegawai Penjual Jasa mempergunakan kode Pusat Anggaran Sub Bagian Operasi (SBO) tempat tugas/kedudukan pegawai yang bersangkutan. .

. (4) Sinyal dan Telekomunikasi : Rekening Antara Biaya UpahSinyal dan Telekomunikasi (9031). (2) Lalu lintas mempergunakan kode Pusat Biaya “Rekening Antara Biaya Upah (RABU)-Lalu lintas dan Pengusahaan” (9041). Untuk Pegawai Penjual Jasa mempergunakan Kode PB “Biaya Umum Stasiun dan Langsiran” (7041). (3) Pembangunan : Rekening Antara Biaya Upah-Pembangunan (9023). Untuk Pegawai Operasi : (1) Traksi mempergunakan kode Pusat Biaya “Rekening Antara Biaya Upah (RABU)-Traksi Operasi” (9071).40 Untuk Pegawai Umum Stasiun dan Pemeliharaan Instalasi tetap di Lintas mempergunakan kode Pusat Biaya “Biaya Umum Stasiun dan Langsiran” (7041). (2) Jembatan : Rekening Antara Biaya Upah-Jembatan. Untuk Pegawai Pemerliharaan mempergunakan kode Pusat Biaya sebagai berikut : (1) Jalan dan Bangunan : Rekening Antara Biaya Upah-Jalan dan Bangunan (9023). (5) Traksi : Rekening Antara Biaya Upah-Traksi Pemeliharaan (9081).

Kode Perkiraan Kredit 1) Pusat Anggaran Kode perkiraan kredit selalu mempergunakan komponen kode Pusat Anggaran PP yang bersangkutan.41 3) Judul Perkiraan (JP) Semua unsur penghasilan pegawai yang meliputi gaji pokok serta tunjangan-tunjangan dan sumbangan-sumbangan harus diperinci dalam Daftar Gaji/Upah dan Analisanya pada kolom-kolom yang disediakan sebagian kode-kode judul perkiraan (JP) debet. tidak perlu diisi. Contoh Penggunaan Kode Perkiraan Dalam daftar gaji untuk pegawai Ika Inspeksi 1. c. kode perkiraan yang dipergunakan adalah : Debet : PA PB JP : 2100 – Pimpinan Umum dan Administrasi : 7021 – Biaya umum-Inspeksi : 6011 – Gaji Pokok 6021 – Tunjangan Istri/Suami . 3) Judul Perkiraan Kode Judul Perkiraan kredit berlaku untuk semua jenis potongan gaji/upah serta jumlah bersih gaji/upah yang dibayarkan yaitu Hutang Gaji dan Upah (2061). 2) Pusat Biaya. b.

42 6022 – Tunjangan Anak Kredit : PA PB JP : 2100 – Pimpinan dan Administrasi : .Angsuran BKRKA 2145 – Potongan Gaji-BKRA/Uang Kematian – Sukarela 2151 – Potongan Gaji-Serikat Pegawai/Iuran Pegawai 2181 – Potongan Gaji lain-lain .(Kosong) : 2061 – Hutang Gaji dan Upah 2111 – Potongan Gaji-Tabungan Hari Tua (THT)/Taspen 2115 – Potongan Gaji-Dana Pensiun/Iuran Pegawai 2116 – Potongan Gaji.Dana Pensiun/Setoran Perusahaan 2041 – Potongan Gaji-Simpanan BKRKA 2042 – Potongan Gaji.

2 .43 Gambar 3.

Setelah diisi lengkap dengan kode perkiraannya.44 Keterangan Gambar : A. d. dan diberi nomor sesuai dengan nomor urut pencatatan dalam daftar gaji tersebut yang dimulai dengan nomor 1 tiap-tiap bulan.9/SAB) ditandatangani oleh Pengesah Pembayaran/Pembantu Pengesah Pembayaran didistribusikan sebagai berikut : ♣ ♣ ♣ Lembar asli dikirim kepada Juru Bayar Lembar kedua dan ketiga dikirim kepada Bendara (Pbd) Lembar keempat untuk arsip Pengesah Pembayaran/Pembantu Pengesah Pembayaran. Bukti pembayaran (A.6/SAB) ditutup setiap akhir bulan dan tembusannya dikirim ke unit verifikasi.6/SAB G.9/SAB I. b.1/SAB JB = Bukti Pembayaran = Daftar Bukti Pembayaran yang diterbitkan = Daftar Penjagaan Hutang Pajak = Juru Bayar Penjelasan Prosedur : a.9/SAB) diterbitkan berdasarkan daftar pembayaran (dalam hal ini daftar gaji) yang dibuat dalam rangkap 4 (empat). c. dicatat dalam daftar bukti pembayaran yang diterbitkan (I. sedangkan yang aslinya . Daftar Bukti Pembayaran yang diterbitkan (I. Setelah bukti pembayaran (A.6/SAB).

7 Upaya dalam Mengatasi Hambatan Pelaksanaan Sistem dan Prosedur Penggajian pada PT.4. Tetapi. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat ini selain cepat. 3. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat. ikhtisar transaksi serta jurnal dapat langsung di cetak oleh aplikasi.45 disimpan sebagai arsip Pengesah Pembayaran/Pembantu Pengesah Pembayaran.6 Hambatan dalam Pelaksanaan Sistem dan Prosedur Penggajian pada PT. Hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan sistem dan prosedur penggajian di PT. 3. diluar hambatan tersebut sistem yang digunakan oleh PT. Hal tersebut mengakibatkan proses penggajian menjadi agak sedikit tersendat.4. Upaya yang dilakukan oleh PT. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat dalam mengatasi hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan baik sistem maupun prosedur penggajian yaitu jika terjadi trouble (kerusakan) terhadap aplikasi komputer yang . Kereta Api (Persero) kantor Pusat hanya jika terjadi trouble pada aplikasi komputer yang digunakan termasuk jaringan komputernya. Sehingga. bahkan data jurnalnya bisa langsung di ambil oleh SAE (sistem akuntansi elektronik) secara on-line (jadi tidak perlu input manual).3. dalam melaksanakan proses penggajian memerlukan waktu yang sedikit lebih lama dibandingkan yang seharusnya. pelaporannya juga tidak sulit.3.

PT.4. diantaranya : a. Jabatan dan Golongan . 3. maka tinggi rendahnya gaji/upah akan dipengaruhi oleh beberapa faktor.3.4. 3. Adapun dasar kenaikan gaji berkala tersebut ditentukan berdasarkan syarat-syarat sebagai berikut : a. b.46 digunakan hal ini langsung diantisipasi oleh bagian IT dan keuangan menjelang pelaksanaan penggajian sehingga proses penggajian tidak terlalu terganggu.9 Faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya Gaji/Upah Dilihat dari Peraturan Pemerintah yang mengatur tentang Gaji Pegawai Negeri Sipil. Kereta Api (Persero) menetapkan bahwa setiap 2 tahun sekali sebagaimana dicantumkan dalam buku Pembinaan Pegawai Negeri Sipil diadakan kenaikan gaji yang disebut Kenaikan Gaji Berkala. Jenjang Pendidikan b. Masa Kerja c. Daftar Penilaian Pekerjaan sekurang-kurangnya rata-rata cukup tidak ada unsur nilai kurang.3. Telah mempunyai masa kerja golongan untuk kenaikan gaji berkala sekurangkurangnya 2 tahun.8 Dasar Kenaikan Gaji Didalam pemberian gaji/upah.

1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis di PT.218).25/SAB). kecuali apabila formulir/dokumen tersebut masih menggunakan sistem akuntansi lama. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat mempergunakan beberapa formulir. dan konsisten. PT.BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4. 47 . Kereta Api (Persero) Kantor Pusat Bandung mengenai sistem dan prosedur penggajian. dimana dalam penulisan formulirformulir yang berlaku di bidang keuangan diberi kode SAB (Sistem Akuntansi Baru).9/SAB). Dimana formulir-formulir tersebut akan digunakan oleh bagian akuntansi dalam melakukan proses penggajian sesuai dengan prosedur pelaksanaan yang sudah ditentukan. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat adalah Sistem Akuntansi Baru. Bukti Pembayaran (A. sederhana.15/SAB) dan Analisa Gaji/Upah (B. Sistem penggajian yang diterapkan pada PT. Kartu Piutang/Uang Muka (F. fleksibel. penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Karena didalam Sistem Akuntansi Baru ini digunakan sistem klasifikasi pencatatan perkiraan dengan suatu sistem kode yang terperinci. 2. yaitu Daftar Gaji/Daftar Upah (DG/DU/SAB). Dalam melaksanakan prosedur penggajian. Daftar Penghasilan dan Pemotongan Gaji Pegawai (G.

Kereta Api (Persero) Kantor Pusat dipergunakan formulir-formulir. yaitu Bukti Pembayaran (A. Penulisan kode perkiraan pada PT. 6.9/SAB). Hal tersebut mengakibatkan proses penggajian menjadi agak sedikit tersendat. Pedoman penulisan kode perkiraan pada PT. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat dalam mengatasi hambatan yang terjadi baik dalam pelaksanaan sistem maupun prosedur penggajian yaitu apabila terjadi trouble (kerusakan) terhadap . Pusat Biaya (PB). Dalam sistem dan prosedur pengesahan pembayaran yang diterapkan di PT. 4.48 48 3. 5.6/SAB). Daftar Bukti Pembayaran yang diterbitkan (I. Hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan sistem dan prosedur penggajian di PT. Daftar Penjagaan Hutang Pajak (G. Kereta Api (Persero) kantor Pusat hanya jika terjadi trouble pada aplikasi komputer yang digunakan termasuk jaringan komputernya.1/SAB). pegawai operasi. yaitu Pusat Anggaran (PA). Kereta Api (Persero) Kantor Pusat terdiri dari susunan angka-angka yang meliputi 3 komponen. Judul Perkiraan (JP). Upaya yang dilakukan oleh PT. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat disesuaikan dengan satuan unit pegawai yang bersangkutan apakah pegawai tersebut termasuk pegawai umum. atau pegawai pemeliharaan. Dimana formulirformulir tersebut akan digunakan oleh bagian keuangan dalam melakukan pengesahan pembayaran sesuai dengan prosedur pelaksanaan yang sudah ditentukan.

2. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat sudah memadai. sebaiknya sarana dan prasarananya lebih ditingkatkan lagi sehingga dapat menunjang pelaksanaan aktifitas penggajian. 3. Tetapi. penulis akan memberikan saran yang diharapkan akan berguna sebagai bahan pertimbangan dan masukan bagi perusahaan pada masa yang akan datang. Penggunaan sistem penggajian pada PT. akan lebih baik jika kode perkiraan yang . 4. Sehingga dalam menilai kinerja para pegawai akan lebih akurat. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat Bandung.2 Saran Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan pada PT. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat sudah sangat baik.49 49 aplikasi komputer yang digunakan langsung diantisipasi oleh bagian IT dan keuangan menjelang pelaksanaan penggajian sehingga proses penggajian tidak terlalu terganggu. Hanya saja akan lebih baik jika ditingkatkan lagi dengan melakukan pembinaan dan pendidikan intern. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat sudah sangat spesifik. yaitu : 1. Tetapi. Pelaksanaan prosedur penggajian yang diterapkan PT. serta peningkatan sarana dan prasarana terutama mengenai pencatatan waktu hadir pegawai yang masih menggunakan sistem manual yang sebaiknya sudah dilakukan secara terkomputerisasi. Penggunaan kode perkiraan pada PT. pembinaan pegawai.

6. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat sudah sangat baik. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat memeriksa terlebih dahulu aplikasi sistem yang akan digunakan sebelum proses penggajian dilakukan. Agar tidak akan terjadi kesalahan-kesalahan dalam proses pembayaran gaji pegawai. Tetapi. sebaiknya bagian IT pada PT. sehingga proses penggajian tidak akan terhambat.50 50 digunakan tidak terlalu sering mengalami perubahan sehingga akan lebih efektif. . Pelaksanaan sistem dan prosedur pengesahan pembayaran yang diterapkan di PT. sebaiknya pengendalian internnya lebih ditingkatkan lagi. Dalam upaya mengatasi hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan proses penggajian pada PT. Tetapi. 4. Dengan adanya hambatan yang mungkin terjadi didalam pelaksanaan proses penggajian. Tidak hanya pada saat proses penggajian akan dilakukan saja. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat selalu memeriksa keadaan sistem aplikasi sistem yang dipergunakan tidak setiap saat. sebaiknya bagian IT pada PT. Sehingga. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat sudah sangat baik. proses penggajian tidak akan terganggu. 5.

Marihot Tua Efendi. Jakarta : PT. Gramedia. Romney. Barry. Sistem Akuntansi Baru. Bandung : Lingga Jaya. Sumber-sumber Lain PT. Manajemen Sumber Daya Manusia. Azhar. Sistem Akuntansi. PT. Human Resource Management. Gramedia. Mulyadi. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat. 2007. Marshall B dan Paul John Steinbart. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat. 2002. 2002. Bandung : PT. 2001. 2003. Jakarta : PT. 51 . Sistem Informasi Akuntansi. 1988. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat. Kereta Api (Persero) Kantor Pusat. Jakarta : Salemba Empat. Susanto. 2008. Accounting Information System. Pedoman Penulisan Kode Perkiraan. Bandung : PT.DAFTAR PUSTAKA Cushway. Jakarta : Salemba Empat. Hariandja.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->