PEMANFAATAN KOMPONEN HUTAN LINDUNG SEBAGAI BIO-INDIKATOR PERUBAHAN LINGKUNGAN DI SEKITARNYA

Oleh

Sudrajat

Kawasan Lindung ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumberdaya alam, sumberdaya buatan dan nilai sejarah serta budaya bangsa guna kepentingan pembangunan berkelanjutan. Salah satu bagian dari kawasan lindung adalah kawasan yang memberikan perlindungan kawasan di bawahnya, seperti Hutan Lindung; Kawasan Bergambut; dan Kawasan Resapan Air. Tingginya kegiatan pembangunan yang sejalan dengan meningkatnya kecepatan eksploitasi sumberdaya alam, telah menyebabkan tekanan yang besar terhadap kawasan lindung. Sebagian besar masyarakat yang bermukim di daerah penyangga atau kawasan lindung, sangat bergantung pada sumberdaya alam khususnya hutan dengan berbagai keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya.. Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang mempunyai “mega diversity” jenis hayati dan merupakan “mega center” keanekaragaman hayati dunia. Kalimantan Timur memiliki variasi kondisi fisiografi mulai dari datar sampai berbukit serta bergunung tinggi, mampu menunjang kehidupan flora, fauna dan mikro organisme yang beranekaragam. Keanekaragaman hayati Indonesia cenderung menyusut, akibat perubahan penggunaan lahan dari hutan ke penggunaan lain, seperti pertanian, perindustrian, permukiman, fasilitas perkotaan dan sebagainya. Menyadari begitu pentingnya fungsi kawasan lindung dan daerah penyangga, maka upaya penetapan kawasan lindung dan pengelolaannya secara terpadu yang

meliputi sumberdaya alam termasuk potensi keanekaragaman hayati dan potensi geofisik, sumberdaya buatan dan sosial, ekonomi, budaya budaya guna mendukung kepentingan pembangunan yang berkelanjutan merupakan kebutuhan yang mendesak bagi pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

II. HUTAN SEBAGAI SUATU SISTEM EKOLOGI

2.1. Konsep Ekosistem Suatu ekosistem (sistem ekologis) adalah keseluruhan komunitas hayati dan nir-hayati di daerah tertentu dan di antara unsur-unsur tersebut terjadi hubungan timbal balik. Dengan perkataan lain, ekosistem merupakan suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap lingkungan hidup yang saling mempengaruhi. Salah satu ciri utama dari suatu ekosistem adalah adanya saling ketergantungan timbal balik antara komponen-komponen lingkungannya. Komponen lingkungan penyusun ekosistem dapat dibedakan atas : a. Komponen lingkungan biotik ; b. Komponen lingkungan abiotik (fisik)/nir-hayati ( Lihat gambar 2.1.)

Berdasarkan atas fungsinya, suatu ekosistem dibedakan atas 2 komponen yaitu : a. Komponen autotrofik (autos; sendiri; trophikus ; menyediakan makanan). Yaitu organisme yang mampu menyediakan/mensintesis makanannya sendiri yang berupa bahan-bahan organik dari bahan-bahan anorganik dengan bantuan energi matahari dan klorofil. b. Komponen heterotrofik (hetero ; berbeda ; trophikus; menyediakan makanan).

Yaitu organisme yang mampu memanfaatkan bahan-bahan organik sebagai bahan makanannya dan bahan tersebut disediakan oleh jasad lain. Kelompok ini terdiri atas hewan, jamur dan mikro-organisme. Berdasarkan sifat strukturnya, ekosistem dapat dibedakan atas komponenkomponen : a. Substansi anorganik, terdiri atas zat anorganik seperti C, N,C02,H20,dll; b. Substansi organik, terdiri dari protein, KH, lemak, dan sebagainya; c. Iklim, terdiri atas suhu, kelembaban, angin, curah hujan, dsbnya; d. Produsen, terdiri atas tumbuhan ototrof; e. Konsumer, terdiri dari hewan herbivora, carnivore (golongan heterotroph); f. Pengurai/Dekomposer, sering disebut juga mikrokonsumer.Terdiri dari jamur dan bakteri yang mampu mengurai bahan organik menjadi anorganik, dan selanjutnya dilepas ke ekosistem dan dipakai lagi oleh produsen. Dengan demikian terjadilah suatu peredaran hara dalam ekosistem tersebut.

Antara komponen biotik dan abiotik di dalam suatu ekosistem saling melakukan interaksi membentuk suatu peranan sehingga terdapat suatu arus energi dari struktur biotik ke struktur biotik lain lewat proses transfer energi dan dari struktur biotik ke komponen anorganik lewat proses daur biogekimia. Komponen dan proses yang membuat suatu ekosistem berfungsi adalah KOMUNITAS, ALIRAN ENERGI DAN SIKLUS MATERI. Atas dasar ini ekologi menekankan kajiannya terhadap adanya gerakan energi dan unsur hara (kimia) di antara komponenkomponen biotik (hayati) dan abiotik (nir-hayati) dari ekosistem itu. Perlu diperhatikan di sini, arus energi tersebut bersifat searah; sebagian energi sinar Matahari yang datang ke dalam ekosistem diubah dan dijadikan menjadi energi kimia lewat proses fotosintesis. Sebagian energi dikeluarkan lagi dari ekosistem tersebut, dan sebagian disimpan di dalam ekosistem tersebut, lalu diumpan balik atau diekspor, tetapi tidak dapat dipergunakan kembali (Lihat Gambar 1.).

Ekosistem di alam mendapatkan energi dari dua sumber yakni Matahari dan Bahan bakar Kimiawi. Ekosistem yang sebagian besar energinya tergantung kepada enegi matahari disebut ekosistem tanpa subsidi energi. yaitu suatu sistem yang menerima masukan/input dan menghasilkan luaran/output sehingga ekosistem tersebut dapat berfungsi dan memelihara ekosistem tersebut. Misalnya Samudera. 1992). MATERI. Padang Rumput Savana yang luas. Diagram Pola Dasar Alih Energi dan Alih Hara di dalam Suatu Ekosistem Keterangan : _______________ : Energi ----------------------. Hutan Primer.Gambar 1.Masukan dan luaran tersebut dapat berupa ENERGI.Ekosistem ini berdaya rendah dan produktivitasnya rendah. Ekosistem ini dibedakan atas Ekosistem yang energinya disubsidi oleh alam dan ekosistem yang energinya YANG . Ekosistem adalah suatu sistem yang terbuka.: Hara ( Sumber : Deshmukh. Hewan-hewan dan tumbuhan yang menghuni daerah-daerah tersebut akan beradaptasi agar mampu bertahan hidup di dalam kondisi lingkungan demikian. ATAU MAKHLUK HIDUP MELAKUKAN IMIGRASI ATAU EMIGRASI. Sedangkan ekosistem bersubsidi energi adalah ekosistem yang sebagian besar energinya tidak tergantung kepada sinar Matahari.

1. Artinya ekosistem tersebut memiliki kemampuan untuk menahan berbagai perubahan yang mengenai lingkungan tersebut. pemupukan. mekanisasi pertanian. c. Homeostasis Ekosistem Dalam suatu ekosistem terdapat suatu keseimbangan yang bersifat dinamis (homeostasis). yakni kemampuan suatu ekosistem untuk bertahan menghadapi tekanan lingkungan. Derajat stabilitas suatu ekosistem akan bervariasi. b. Fungsi ini dapat dikerjakan oleh beberapa jenis komponen lingkungan.dan lainnya. d. Ekosistem yang disubsidi oleh alam misalnya adalah ekosistem estuaria di pantai yang mendapat energi dari pasang surut. Fungsi sibernetika adalah untuk mengendalikan faktor-faktor ekosistem agar berada dalam keadaan seimbang yang dinamis. Oleh karena ekosistem memiliki kemampuan untuk mengatur keseimbangannya. tergantung pada hambatanhambatan lingkungan dan efisiensi dari pengendalian di alam. Stabilitas resiliensi. dekomposisi bahan-bahan organik. Hal ini memungkinkan adanya sifat stabilitasi suatu ekosistem. . Mekanisme ini terdiri atas : a. pelepasan hara makanan. penyimpanan bahan-bahan b. dengan subsidi benih. tambak. Stabilitas resistensi. irigasi. Mekanisme keseimbangan tersebut diatur oleh berbagai faktor yang rumit. Ekosistem yang disubsidi energinya oleh manusia antara lain lahan pertanian. Ada 2 jenis stabilitas. yakni kemampuan untuk cepat pulih. maka ekosistem memiliki sifat sibernetiks (kybernetes : pandu/mengatur. pertumbuhan organisme dan produksi. 2. yakni : a.disubsidi oleh Manusia. ombak dan arus air aut.

Jika masalah ini berlangsung. hutan tersebut memiliki stabilitas resistensi yang tinggi. Sebaliknya. Karakteristik Hutan Lindung di Kalimantan Timur Hutan Lindung di kawasan tropis di Kalimantan Timur adalah suatu tipe hutan yang memiliki sifat khas yang mampu memberikan perlindunan kepada . padang ilalang memiliki stabilitas resistensi yang rendah terhadap api. tetapi bisanya batas mekanisme homeostasis dengan mudah dapat diterobos oleh kegiatan manusia.1. III. namun bila hutan tersebut terbakar maka hal ini akan menyebabkan sulit untuk pulih kembali. maka hal ini akan menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. Artinya. ekosistem yang kompleks memiliki resistensi yang tinggi tetapi memiliki resiliensi yang rendah.Meskipun suatu ekosistem mempunyai daya tahan yang besar sekali terhadaap perubahan. Misalnya. namun bersifat stabilitas resiliensi yang tinggi. di hutan yang memiliki kulit tebal biasanya tahan akan api. Pada umumnya. ANALISIS KOMPONEN EKOSISTEM HUTAN LINDUNG SEBAGAI ALAT BIOMONITORING LINGKUNGAN 3. Kedua kemampuan ekosistem yakni Stabilitas resistensi dan stabilitas resiliensi adalah dua kemampuan yang tidak dapat ditemukan dalam waktu yang sama. namun berdaya resiliensi yang rendah.

Tekanan Terhadap Ekosistem Hutan Tropis World Resources 1992-1993 menyebutkan. terbesar di Asia ( 435 juta ha) dan Afrika (321 juta ha).000 jenis terdapat di Pulau Kalimantan. tumbuhan pemanjat dan epifit. Kawasan ini umumnya berada pada daerah yang beriklim selalu basah dengan curah hujan rata-rata bulanan tidak kurang dari 100 mm. putaran hara yang tertutup disertai waktu yang cukup lama.55 m.Dari 20.1985). walapun ada diantaranya yang melebihi 60 m . maka dimensi pohon di hutan hujan tropis biasanya tinggi dan besar. Sumatera. pencegah banjir dan erosi serta memelihara kesuburan tanah.Pohon-pohon besar mempunyai tinggi antara 46 . Kondisi pohon di hutan tropis tersebut memberi kesan seolah-olah tingkat kesuburan tanah yang mendukung hutan ini sangat tinggi (Brotokusumo.kawasan sekitar maupun di bawahnya sebagai pengatur tata air. Sebagian besar disebabkan erosi akibat air dan angin yang dihasilkan aktivitas pertanian.2. Kalimantan. Hujan yang terjadi terus menerus di sepanjang tahun dan suhu tinggi di lantai hutan. degradasi tanah di Bumi diperkirakan telah mencapai 1. 3. merupakan komunitas kompleks yang umumnya terdiri dari tumbuhan berkayu dengan berbagai ukuran. Pohon-pohon dalam masyarakat hutan tropis basah banyak sekali jenisnya dan bervariasi ukurannya .2 milyar ha. yang menurut Ashton (1982) terdapat sekitar 380 spesies tersebar di seluruh kawasan dan diantaranya 300 spesies terdapat dalam hutan primer di Kalimantan.Kawasan hutan Malayasia ini umumnya didominir oleh jenis-jenis dari suku Dipterocarpaceae. Produksi serasah sangat tinggi disertai proses dekomposisi dan penyerapan hara kembali oleh tumbuhan yang cepat. Philipina sampai Papua Nugini diantaranya 4. Kondisi ini menyebabkan pelapukan bahan organik terjadi dengan cepat yang kemudian diikuti oleh pencucian hara. Karena iklim yang mantap. penebangan hutan (deforestasi) dan pengumpulan kayu bakar.Proses kehancuran hutan masih terus berjalan seirama dengan perkembangan .000 jenis pohon yang ada di kawasan hutan Malayasia yang meliputi kawasan semenanjung Malaya. Hutan hujan tropis dataran rendah sangat kaya akan jenis tumbuhan.

Penebangan terhadap jenis-jenis dari suku Dipterocarpacea seperti meranti (Shorea sp) dan kapur ( Dryobalanops) yang saat ini telah sangat menipis potensinya.Hingga hari ini hanya mungkin hutan-hutan di Irian Jaya yang belum menderita kerusakan seperti di Sumatera. bila kegiatan konservasi jenis melalui reboisasi.Hal ini disebabkan demikian wilayah hutan yang dekat dengan pusat penyebaran penduduk akan cepat . dibandingkan dengan wilayah tengah dan adanya konsentrasi penduduk di daerah tersebut. sejak diundangkannya peraturan yang meberi peluang masuknya modal asing dan modal dalam negeri dalam kegiatan bidang kehutanan.Tidak diingkari eksploitasi terhadap SDA nir-hayati tersebut akan meningkatkan devisa negara.Hal ini disamping memberi devisa yang cukup besar bagi negara.IPTEK dan waktu. Pertambangan terhadap sumber daya alam nir-hayati antara lain minyak bumi.karena adanya kendala geografi yang cukup sulit. perak. dimana hanya tinggal lapisan batuan induk. pemulihan alami vegetasi tentu saja sangat sulit dan lama . besi. telah pula meluas hampir kesemua jenis yang berdiameter 50 Cm. hutan rawa dan rawa gambut yang ada di kawasan wilayah pantai merupakan wilayah yang mendapat tekanan penduduk yang sangat kuat. batu bara. Teknik penambangan dengan open mining yang relatif luas. dengan hulu. Kalimantan dan Sulawesi. di lain pihak eksploitasi yang tanpa mengindahkan prinsif-prinsif kelestarian akan menyebabkan kerawanan ekosistem hutan tersebut.1990). pemeliharaan tegakan tinggal dan pencegahan tidak lebih ditinggalkan ( Brotokusumo.Disamping itu merusak areal berbagai spesies pohon sebagai sumber plasma nuftah mengakibatkan pula kawasan tersebut tidak dapat kembali ke aslinya. hutan mangrove. Aktivitas pertanian di hutan Dipterocarpacea dataran rendah.Hal ini merupakan salah satu ancaman yang serius terhadap kelestarian jenis-jenis asli Kalimantan.dan sebagainya juga merupakan sumber kerawanan terhadap kelangsungan hidup Hutan tropis dataran rendah. maka pengusahaan hutan semakin meningkat. sudah pasti memusnahkan hutan yang berada di atasnya serta merubah pula bentang alam yang asli. emas. Di Indonesia.Pada areal bekas penambangan.

maka lapisan tanah yang subur dan tipis ini segera dihanyutkan oleh hujan. dan merupakan hasil perkembangan hutan tersebut paling tidak minimal seratus juta tahun yang lalu. kerapatan.. et al (1981). belum dapat dihimpun dan diduga setelah 12 tahun kemudian akan bertambah menjadi lebih luas.Jumlah lahan yang rusak tiap tahun bertambah besar akibat penebangan-penebangan di lokasi yang seharusnya dipelihara untuk terus berfungsi dan akhirnya menjadi lahan tadah hujan.57 m kayu non . perladangan berpindah telah mengakibatkan 400. Indikator Perubahan di Lingkungan Hutan Dataran Rendah Pada susunan tegakan hutan dapat dilihat adanya sifat struktur hutan berupa keanekara-gaman. suatu sistem perladangan tradisional dan telah banyak ditiru oleh pendatang justru memberi dampak terhadap hutan.1. fiksasi energi.3. Lapisan tanah subur di top soil adalah tipis. serangga. cendawan.4 Juta ha hutan sekunder. sebaran jenis dan komposisi serta sifat fungsional hutan yakni untuk siklus hara. serta bakteri yang begitu kaya di hutan hujan belantara ini amat banyak macamnya. 3.3. Pada tahun 1986 dilaporkan di seluruh Indonesia terdapat 43 juta ha lahan yang rusak dan tidak produktif. Beberapa Indikator Gangguan Terhadap Ekosistem Hutan 3.terkikis oleh petani urban maupun oleh penduduk kota non petani yang membuka hutan dengan motivasi pengusahaan hutan. Jenis-jenis kehidupan tumbuhan dan hewan. telah menyebabkan hilangnya komersial per ha. Lahan hutan 20 m kayu komersial dan 66. Jika hutan ditebangi dan dibuka. Interpretasi yang menganggap bahwa tanah di hutan hujan tropis dataran rendah sangat subur adalah tidak benar. Data pada tahun 1993. siklus air dan stabilitas. Perladangan berpindah. Menurut Kartawinata. 23 juta ha adalah semak belukar dan 20 juta yang ditumbuhi alang-alang.Perladangan berpindah menurut Agung (1988).000 ha tanah menjadi formasi alang-alang dan + 2.Dengan demikian yang tumbuh adalah semak belukar.

2. Hal ini akan memacuk erosi akibat hutan terbuka dan menyebabkan struktur vegetasinya mudah berubah menjadi jenisjenis pioneer yang tidak menuntut persyaratan tumbuh tinggi. Untuk membuat hutan baru sangat sulit. Dengan demikian. 3. Agathis dammara dan borneensis.0) merupakan faktor pembatas bagi pertumbuhan jenis-jenis. maka hutan kerangas sangat rawan terhadap penebangan dan kebakaran. Jika hutan itu dibalak atau terbakar .umumnya memiliki kesuburan tanah yang relatif rendah. 3.Karena kondisi habitat tempat tumbuhnya yang spesifik dengan keanekaragaman jenis yang relatif rendah. .3. aluminium dan besi yang tinggi sehingga posphor tersedia dalam tanah menjadi sangat rendah. Karena tanah gambut banyak mengandung serasah.2. pH rendah. biasanya cenderung menjadi padang alang-alang. kadar silika. maka hutan menjadi terbuka dan kondisi ini akan mengakibatkan rendahnya kesuburan tanah dan biasanya ketersediaan hara hanya ada di bagian atas saja.3. kondisi padang Ilalang di kawasan ini merupakan indikator telah berlangsungnya gangguan terhadap kawasn ini baik akibat dieksploitasi manusia maupun kebakaran hutan. Berdasarkan keadaan ini . sehingga meningkatkan kerawanan pencucian dan erosi. Apabila terjadi kebakaran di suatu tempat akan cepat meluas ketempat lainnya. maka daerah ini sangat rawan terhadap kebakaran. Indikator Perubahan di Lingkungan Hutan Rawa Gambut Gambut bersifat asam hingga sangat asam (pH < 4. Plaquium dan Parastemon. Penebangan hutan kerangas lebih banyak memberikan kerugian dibanding keuntungan. Hanya beberapa jenis saja yang mampu tumbuh antara lain : Diospuros. Kondisi ini diperburuk oleh adanya curah hujan yang tinggi dan merata sepanjang tahun. Indikator Perubahan di Lingkungan Hutan Kerangas Hutan kerangas terdapat di daerah bertanah podsolik dengan bahan induk silika bertekstur kasar yang sangat asam dan mempunyai drainase kurang bagus. Jenis-jenis penyusun utama di kawasan ini antara lain Tristania obovata.

Hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaannya adalah : a. Perairan di pantai yang sifat airnya payau ini diketemukan jenis yang jumlahnya lebih sedikit jika dibandingkan dengan jenis hutan daratan.4. Adanya gangguan dari berbagai jenis benthos. Indikator Perubahan di Lingkungan Hutan Pasir dan Karang Pantai berpasir dan berkarang merupakan habitat aneka jenis tanaman perdu antara lain rerumputan. berupa pantai berkadar garam tertentu dan berlumpur.3. Pada tempat-tempat tertentu terdapat jenis Pandan. Indikator Perubahan di Lingkungan Hutan Mangrove Hutan mangrove terbentuk oleh karena keadaan tempat tumbuh. dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa faktor yang dapat mendorong terjadinya kerawanan perubahan pH air. Ipomoea pescaprae dan Cyperus pedunculatus. Pada pantai yang tidak berpasir karena abrasi. Widelia biflora. seperti Ichenum muticum. tidak terdapat komunitas Pascaprae. sebagai akibat curah hujan yang membawa lumpur dan merubah muara (estuari). kandungan NaCl sedimen dan pencemaran air. terna dan tumbuhan menjalar. 3. b. Komunitas terna ini berkembang menjadi komunitas jenis perdu dan pohon pioneer seperti Casuarina equisetifolia. .3.3. Perubahan kadar garam tertentu.3. hanya komunitas Barringtonia sangat rawan terhadap terjadinya proses abrasi pantai yang dapat menghambat proses terjadinya hutan secara lengkap.

Hegar Wahyu Hidayat – Damang Udas – Ayal Kosal: 2003). namun sampai saat ini perimbangan manfaat lebih banyak dinikmati oleh pengusaha atau pihak lain yang melakukan eksploitasi kekayaan sumberdaya alam. Namun. kekayaan hayati yang dimiliki ini belum dimanfaatkan secara optimal tetapi sudah ada yang mencuri. Intimidasi dilakukan oleh pemerintah dengan . Yayasan Balikpapan Orang Utan Survival (BOS) memaparkan penemuannya berupa manggis hutan Barito yang dapat digunakan sebagai obat AIDS ditemukan oleh seorang mahasiswa Amerika. dan tanah dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat. 1992: 18-192). Misalnya. Baru-baru ini. dan 549 spesies burung (Muller.Akankah Hutan Adat Loksado Menangis? Oleh Rudy R Udur Direktur Program YCHI – Banjarbaru Dirampok di Tanah Sendiri Kalimantan merupakan daerah dengan kekayaan hayati yang mengagumkan. 1990:23. Namun. Dalam UUD 1945 pasal 33. seharusnya air. 14 jenis primata. Marau. dan Jalai Hulu ternyata mengakibatkan wabah belalang yang merusak ribuan hektar padi. Masyarakat masih dibiarkan menjadi penonton. Cleary and Eaton. 221 spesies binatang buas. termasuk 92 jenis kelelawar. yang menurut pemerintah selama ini adalah hutan negara yang boleh diapakan saja oleh pemerintah tanpa memandang: keberadaan tata guna lahan (land use) dan sistem penguasaan tanah (land tenure) yang telah dipakai masyarakat setempat secara turun temurun tanpa adanya konflik yang berarti (Tim Studi YCHI. Pengalaman perkebunan sawit di Kecamatan Manismata. udara. Sedikitnya ada 11.000 spesies bunga: 10 genre dan 270 Dipterocarpaceae. Penyebab wabah belalang ini adalah kehancuran habitat hutan tempat berkembang biak dan musnahnya musuh alami belalang tersebut mati karena hutan dibabat untuk kepentingan perkebunan kelapa sawit. Banuak kasus HTI (Hutan Tanaman Industri) dan HPH (Hak Pengusaha Hutan) telah merambah tanah tanah kawasan Adat. pada tahun 1992. habitat manggis hutan itu sekarang ternyata telah dibabat oleh perusahaan HPH. 15 spesies mamalia laut. Kosmetika Jepang dengan Merk Sheseido mematenkan 9 bahan obat-obatan dari Indonesia yang salah satunya digunakan untuk perawatan kulit.

misalnya. 82 jenis batang. Wilayah Balai Malaris. Jauh sekali adanya proses penetapan kawasan yang berbasis sistem kelola lokal dan tata guna (land use land tenure). Haratai – Waja: 2003). kayuan (sejenis kawasan lindung setempat). Namun. dan untuk keperluan lainnya diperoleh setidaknya 9 jenis tanaman. sebagai sumber penunjang kegiatan rumah tangga setidaknya ada 42 jenis tanaman. sangat jelas dikatakan bahwa kawasan hutan lindung tidak boleh dimanfaatkan untuk hal-hal yang mengganggu keseimbangan ekosistem. nilai penting dari kawasan adatnya adalah sebagai sumber potensi ekonomi. dalam UU No. minimal terdapat beberapa penerapan status wilayah menurut mintakat lokal (semacam peruntukan lahan). kerusakan hutan dan pembagian manfaat yang adil (Equity Sharing benefit) karena sistem pengelolaan yang diatur oleh berbagai macam kebijakan pemerintah belum memberikan peluang yang cukup lebar terhadap partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan dan tidak adanya penghargaan terhadap sistem pengelolaan hutan masyarakat adat yang telah terbukti di beberapa kawasan Kalimantan Selatan. apalagi perladangan. 41 tahun 1999 tentang kehutanan. pada kenyataannya. Penentuan status kawasan semacam ini mengindikasikan bahwa penerapan kawasan lindung tidak melalui proses konsultasi dan membangun kesepakatan dengan masyarakat. setidaknya ada 62 jenis tanaman. 72 jenis buah dan 1 jenis fungsi secara tidak langsung (Tim Studi Land Use dan Potensi YCHI – Masyarakat Malaris .Loa Panggang. Salah Urus Sumberdaya Alam Hutan Kalimantan Menurut tim Studi YCHI. Semuanya bersumber dari 41 jenis akar. Khususnya. Dari hasil survei lapangan dan pemetaan partisipatif yang dilakukan Tim Studi Land Use dan Land Tenure. kawasan perkebunan (kabun). seperti kawasan pemukiman. kabun buah. 11 jenis kulit. sebagai sumber makanan setidaknya ada 89 jenis tanaman. Di kawasan Balai Malaris dan Loa Panggang serta Balai Haratai. . seperti kuburan dan wilayah-wilayah tertentu yang telah ditetapkan oleh masyarakat dengan aturan-aturan adat tersendiri. Misalnya. ternyata sebagian besar wilayah Balai Malaris dalam status lindung. sebagai sumber bahan bangunan setidaknya ada 64 jenis tanaman. kawasan Balai Malaris dapat mempertahankan keberadaan luas kawasan berhutan tidak menimbulkan konflik yang kontraproduktif terhadap keberadaan hutan dan sosio-kultural masyarakat. Haratai. dan Waja.aparat keamanan kepada rakyat yang tidak setuju dengan perkebunan skala besar HTI ataupun HPH terjadi di banyak wilayah Kalimantan. Loa Panggang. Padahal. sebagai sumber kerajinan ada 25 jenis tanaman potensial. kawasan perladangan (pahumaan). pada kawasan perladangan. dan kawasan keramat. secara keseluruhan. 5 jenis getah. setelah dilakukan overlay dengan peta kawasan lindung versi pemerintah. 36 jenis daun. dari hasil groundcheck Tim Studi land use YCHI sangat jelas terlihat adanya patok hutan lindung (dari danan DAK – DR) pada kawasan produksi masyarakat. sebagai pendukung upacara adat disediakan setidaknya 9 jenis tanaman.

apabila sistem pengelolaan dan hak partisipasi masyarakat dalam hal pengelolaan dan pengambilan manfaat dari pengelolaan SDA hutan di kawasan ini masih mengacu pada aturan negara tanpa ada inisiatif Pemerintah Daerah untuk memulai adanya sistem pengelolaan dan sistem penetapan status kawasan yang berbasis aturan lokal yang dinilai dapat menjamin pemanfaatan SDA yang lestari dan pembagian manfaat (benefit sharing) yang adil antara pemerintah. 2003. Kawasan Kecamatan Loksado. Hutan Adat di kawasan Loksado akan menangis. koordinasi. Haratai. dan masyarakat. seperti ladang dan kebun karet. Untuk informasi lebih lanjut. pada saat ini. Referensi Pustaka: Andasputera. Nico. Loa Panggang. khususnya Balai Malaris. maka hutan adat di kawasan ini berada dalam posisi genting untuk menuju kerusakan. Loa Panggang. dapat dikatakan memliliki sistem kepemilikan yang sama berdasarkan warisan. dan Waja.0511. 2003. masyarakat Balai Malaris. Kalau tidak…. dapat menghubungi: Eko DJ Staf Divisi Data dan Informasi WALHI Kalimantan Selatan <!– document. Haratai. Studi Kebijakan dan Land Use/Tenure. dan interaksi antarpihak-pihak terkait seharusnya bisa seintensif mungkin dilakukan. Bila Hutan Kalimantan Menangis. sedangkan kawasan lindung (kayuan hak kepemilikannya adalah komunal berdasarkan wilayah balai masing masing dengan aturan aturan tertentu. Namun. Potensi konflik vertikal akan menjadi semakin besar dan masyarakat adat tetap tidak dapat menikmati harta yang menjadi hak mereka dalam konteks pembangunan yang berkelanjutan.write(’Email Eko DJ ‘). // –>Email Eko DJ Telepon kantor: +62 . Perbedaan peruntukan inilah yang seringkali menimbulkan konflik. tentu komunikasi. menurut versi lokal.kawasan tersebut adalah kawasan produksi. Untuk mewujudkan hal ini.772870 . Relatif hanya penetapan status kawasan lindung yang saat ini berbenturan dengan tata guna lahan masyarakat adat.” yang menjamin adanya pemanfaatan SDA Hutan yang lestari dan pembagian manfaat yang adil. Kondisi SDA hutan kawasan Loksado yang masih relatif bagus merupakan peluang besar bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan untuk menjadi pioner dalam mengambil inisiatif adanya ‘model pengelolaan hutan berbasis aturan lokal di Kalimantan Selatan. serta hak kepemilikan dan pengelolaan yang belum dapat disinergikan. pengusaha. Dalam sistem kepemilikan lahan. YCHI. relatif belum terancam kelestarian potensi SDA Hutannya maupun adat istiadat serta upacara-upacara keagamaan yang berhubungan erat dengan pemanfaatan SDA. jual beli untuk kawasan produksi. seperti di wilayah-wilayah lain di Kalimantan. dan Balai Waja.

Mobile: Fax: +62 .772870 .0511.

itu mengidentifikasi potensi bahan antijamur alami yang luar biasa dari tumbuhan Indonesia. Februari sampai Mei. studi tentang penggunaan tumbuh-tumbuhan oleh etnis lokal. 20 April 2007 TEMPO Interaktif. kurap. "Sekarang saya sedang mendalami bahan antijamur untuk jamur yang menginfeksi kulit manusia. Pohon angsana (Pterocarpus indicus) adalah sumber obat alami untuk menyembuhkan infeksi kulit akibat jamur. Penggunaan di masyarakat juga telah meluas. bahan antijamur ini bisa pula digunakan sebagai fungisida di bidang kehutanan dan pertanian hingga bahan pengawet makanan dan minuman. bisa empat sampai lima hari untuk mengumpulkan tumbuhan. Zat aktif yang diekstrak dari daun angsana ternyata memiliki sifat antijamur. Potensi daun angsana inilah yang menarik perhatian Irawan Wijaya Kusuma. staf pengajar di Universitas Mulawarman itu tertarik pada bahan antijamur yang bisa mengawetkan kayu sesuai dengan bidangnya. atau kutu air.Angsana Bikin Jamur Lewat Tjandra Dewi Indeks TEMPO Interaktif: Jumat. Kutai. Kalimantan Timur. lama-kelamaan pria kelahiran Tanah Grogot. "Setiap kali masuk hutan. Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman. "Sekali pergi bisa membawa 30 sampai 40 jenis sampel tumbuhan. Pekerjaan yang menuntutnya keluar-masuk hutan memungkinkan Irawan bertemu dengan warga asli rimba Kalimantan dan belajar sedikit soal etnobotani." Awalnya. Jakarta: Pada bulan-bulan seperti sekarang." kata Irawan. Sosoknya yang menyegarkan mata membuat angsana banyak dipilih sebagai pohon peneduh jalan di kota besar. pohon yang rimbun itu tak semata tempat bernaung atau penghias mata. Kalimantan Timur." ungkapnya. Tak hanya membasmi jamur penyebab panu. peneliti dari Jurusan Teknologi Hasil Hutan. Namun. Namun. dari industri medis dan berbagai produk cat . dan Pasir di pedalaman Kalimantan. pohon angsana pasti mengeluarkan bunganya yang kuning dan wangi. bagi penduduk suku Dayak.

Beberapa tumbuhan yang telah ditapis. antara lain. Kutai Kertanegara. Informasi dari warga setempat tentang tumbuhan yang punya aktivitas antijamur juga menjadi pertimbangan. Aporusa elmeri. itu berharap riset tentang isolasi. merbau (Intsia palembanica). dan resistensi tinggi terhadap serangan jamur pelapuk. "Bahan antijamur dari tumbuhan ini bisa bersaing dari segi harga. dan rengas (Gluta renghas. Irawan sengaja memilih tumbuhan yang punya tingkat keawetan tinggi. serta Aspergillus dan Penicillium sp. Jepang. jamur kontaminan makanan. dan pemanfaatan bahan antijamur dari tumbuhan Indonesia yang dikerjakannya ini bisa meningkatkan konservasi kekayaan hak intelektual Indonesia yang agak lemah. dua agen antijamur yang ada di pasaran. mungkin dosis bahan antijamur ini sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan nystatin dan miconazole. identifikasi. yang menjadi tempat tinggal Suku Dayak. Senyawa aktif itu mampu mencegah pertumbuhan dan mematikan jamur Fusarium sp dan Trichoderma sp. juga peluang resistensi yang kecil. Sampai saat ini. "Kalau dari segi efektivitas. Riset yang dilakukan Irawan untuk menguji efektivitas bahan antijamur itu berhasil membuktikan bahwa senyawa aktif dari ekstrak daun angsana punya kemampuan setara dengan nystatin dan miconazole." ujarnya." tuturnya. laban (Vitex pubescens). "Sekarang ini terlalu banyak ekstrak tumbuhan potensial yang dikirim ke luar .dinding hingga sabun yang menawarkan bahan antijamur. dan Pasir untuk merepresentasikan pemanfaatan tumbuhan oleh tiga suku itu. Dialium sp. Doktor bidang kimia bahan alam dari Ehime University. eboni (Diospyros ebena). Irawan telah melakukan skrining atau menapis belasan tumbuhan asli Indonesia yang memiliki potensi aktivitas antijamur. Sampel tumbuhan itu sengaja diambil dari tiga lokasi di Kalimantan Barat. "Ini adalah upaya pembuktian ilmiah dari pemanfaatan tumbuhan obat tradisional. Namun. Tiga lokasi itu adalah Kutai Barat. "Bisa digunakan sebagai fungisida pada tanaman pertanian atau pengawet produk pangan. tapi ketersediaan di alam melimpah sehingga harganya murah. bahan antijamur yang beredar di masyarakat sekarang ini sebagian besar berasal dari bahan sintetis yang mahal. belangiran (Shorea belangeran). "Sifat alaminya juga aman bagi tubuh dan lingkungan." kata Irawan. Kutai. dan Kabupaten Pasir." Salah satu flavonoid atau senyawa yang berhasil diekstrak dari daun angsana adalah isoliquiritigenin. dua jenis jamur patogen pada tumbuhan." kata peneliti yang lahir pada 12 April 1973 itu. seperti pohon yang kayunya digunakan untuk di luar ruangan.

" tjandra dewi .negeri.

Jkarta Selatan. daun juar. di tokonya di Pasar Santa. menyusul diisolasinya senyawa kandikanin dari daun kulit manis (cinnamomun zeylanicum G). meneliti kumarin terhadap 10 tanaman obat tradisional itu sejak 1994 sampai 2006. akar pinang sirih. menemukan zat tersebut pada sepuluh jenis tumbuhan tropis yakni daun gamal. racun. Kamis (29/5). Berikutnya dari daun juar (cassia siamea Lam) telah berhasil diperoleh senyawa kromon yang berupa isomer dari kumarin yaitu 5-propanonil-7-hidorksi-2-metil-kromon. dan biji pinang sinawa. JUMAT .Potensi Racun Tikus dalam 10 Tumbuhan Tropis Kompas/Johnny TG Toko penjual peralatan tikus. "Sumatera terletak pada garis khatulistiwa memiliki hutan tropis sebagai potensi yang luar biasa sebagai pabrik bahan kimia raksasa. sehingga cukup diminati peneliti untuk diteliti. Prof Dr HM Sanusi Ibrahim. kulit buah jeruk.Tumbuh-tumbuhan tropis yang banyak hidup di Indonesia ternyata mengandung zat yang dapat dimanfaatkan sebagai racun tikus. Penelitian--hingga berhasil mengukuhkannya sebagai Guru besar tetap Unand dari FMIPA itu pada 29 Mei 2008 adalah dengan rumus kimia 5. dan lem tikus. Peneliti Universitas Andalas (Unand) Padang. Penelitian tersebut dilanjutkannya lagi dan telah berhasil diisolasi dan diidentifikasi struktur kumarinnya dengan nama Calanolide E2 dari tumbuhan nyamplung (calophyllum inophyllum Linn). Jalan Cipaku I.6 benzo-alfa-piron berhasil diisolasi/diidentifikasi dari tumbuhan daun gamal (gliricidiamaculata HBK)." Sanusi dibantu mahasiswanya program S1 dan S2. biji pinang sirih. daun sicerek. seperti perangkap. daun inai. Jumat." katanya di Padang. daun kulit manis. Begitu pula terhadap daun kumarin dilakukan dalam daun sicerek (clausena excavata burm f) memperlihatkan adanya 8-(3-metil-2- . Manfaat tersebut djelaskan dalam makalah nya berjudul "Perkembangan Kimia Organik Bahan Alam Golongan Kumarin. 30 Mei 2008 | 19:07 WIB JAKARTA.

7 -dimetoksi kumarin. Dari biji pinang sirih (areca catechu L) diidentifikasi yaitu 4-metil-7-hidorksikumarin. N-dietil-4metil kumarin. sehingga peneliti terpaksa meminta dukung dari negara lainnya.2-g) kumarin.buteniloxy)-7 -oxofuro-(3." katanya. Sumber : Antara . resonansi magnit inti (Nuclear magnetic resonance) atau kekuatan 600 Mhz. kemudian dari kulit buah jeruk (citrus amblycarpa Harsak) juga telah berhasil diidentifikasi kumarinnya dengan nama 5. juga dari akar pinang sirih (areca catechu L) 3-asam karbosiklat kumarin serta dari biji pinang sinawa (actinorhytis calapparia) yakni 7-amino-N. difraksi sinar X (X Ray difraction) atau XRD. Kumarin juga ada pada daun inai (impatiens balsamina L) dengan struktur zatnya 6 metoksi-7-hidoksi-kumarin. Sebagain besar penelitian didanai asing. "Kini belum tampak adanya prioritas pembangunan dari pemerintah untuk melengkapi peralatan modern seperti spektroskopi masssa.

Sumber alam hutan Indonesia. M. 2002 Medi Hendra Posted 24 November. however that may be Kenyah tribe to get fruits and vegetables mostly exploitation the secondary forest than the primary forest. Pendahuluan Indonesia dikaruniai kekayaan alam yang melimpah. I.Si. yang diharapkan dapat terus berperan sebagai paru-paru dunia yang mampu meredam perubahan iklim global. More than 40 genera wild fruit trees and vegetabies useful has been identify. Commonly fruit trees and vegetabies grow wild in the secondary forest around the village.com ABSTRAC Study on the wild fruit trees and vegetabies use by Kenyah tribe in the East Kalimantan was carry out at September – December 2001. merupakan salah satu hutan tropika yang terluas di dunia. KALIMANTAN TIMUR Oleh: Medi Hendra. Indonesia juga merupakan bagian dari kawasan Indo-Pasifik yang merupakan pusat . baik yang berada di darat maupun di laut. BIO/G361020071 E-mail: medimaaruf@yahoo. Rudy C Tarumingkeng (Penanggung Jawab) Prof Dr Zahrial Coto Dr Bambang Purwantara PEMANFAATAN TUMBUHAN BUAH-BUAHAN DAN SAYURAN LIAR OLEH SUKU DAYAK KENYAH. 2002 Makalah Pengantar Falsafah Sains (PPS702) Program Pasca Sarjana / S3 Institut Pertanian Bogor November 2002 Dosen : Prof Dr. Ir.

. Pengetahuan ini akan berbeda dari kelompok satu ke kelompok lainnya. 1992). pola hidup kelompoknya atau singkatnya pada tingkat kebudayaan suku-suku bangsa itu (Waluyo. dan tentu saja amat dipengaruhi oleh adat. Kenyataan ini memang dapat disimpulkan dari besarnya jumlah jenis mahkluk yang dimiliki. Posisi Indonesia selaku gudang sumber daya jenis yang penting terbukti dari kesepakatan para pakar yang mengakui kawasan ini sebagai salah satu bagian pusat keanekaragaman dunia. 1993). seperti masyarakat dayak Kenyah di Kalimantan Timur. maka akan terungkap tumbuhnya berbagai sistem pengetahuan tentang lingkungan alam. karena merupakan sumber bagi pengembangan ide-ide alternatif di masa kini (Adimihardja. jadi tak hanya sekedar nilai ekonominya saja (Rifai. Jika kita memanfaatkan sesuatu berarti kita mengambil manfaat atau kegunaan dari sesuatu tersebut. 1994). maka perlu ditelaah bagaimana konsep dan pemahaman serta penguasaan pengetahuannya dalam mengolah sumberdaya hayati tadi. yang sebagian besar terdapat di Indonesia. Kekayaan flora Indonesia yang besar antara lain merupakan akibat dari struktur vegetasi yang kompleks. 1998).500 paku-pakuan serta 28. 1996) dan menjadi landasan kuat bagi teknologi mutakhir (Rifai & Walujo. Menurut Sastrapradja dkk (1989) Flora Malesia sangat kaya dan ditaksir terdiri atas 1. Berdasarkan letak geografis dan keanekaragaman hayati tadi maka Indonesia dijuluki sebagai megadiversitas yang masuk dalam katagori tertinggi di dunia. Selanjutnya perlu diketahui bahwa memang banyak suku tumbuhan yang memilih kawasan Indonesia sebagai titik pusat konsentrasi keterdapatan dan persebarannya (Sastrapradja dkk.000 jenis tumbuhan berbunga (fanerogam). tatacara. Upaya-upaya ini juga tergambar dalam budaya dan pengetahuan asli lokal. Berkaitan dengan kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia tadi dan kemudian dipadukan dengan kebhinekaan suku-suku bangsa yang mendiami kepulauan nusantara ini. Sehubungan dengan keanekaragaman hayati maka memanfaatkan. Pemanfaatan lainnya lalu berkembang meliputi segala maksud dan keperluan. terutama yang berkenaan dengan makna budaya.keanekaragaman hayati dunia. karena sangat tergantung pada tipe ekosistem mereka tinggal. mempelajari dan menyelamatkannya merupakan upaya-upaya dalam strategi konservasi (Wilson. Unsur kearifan lokal ini walaupun tradisional adalah salah satu kekayaan bangsa yang sangat tak ternilai harganya. perilaku. 1989). 1995). Karena peran manusia atau kelompok etnis ini dengan segala tata cara kehidupannya sangat menentukan nasib lingkungan. Sehingga pada akhir-akhir ini banyak ilmuwan yang mulai tertarik untuk mengkaji pengetahuan pribumi (indigenous knowledge) dan pemahaman alam sekitar oleh masyarakat setempat. Edibilitas atau ketermakanan merupakan pertanyaan pertama sekaligus awal pemanfaatan tumbuhan oleh manusia sejak terbitnya fajar peradabannya (Rifai.

Diantara mereka terjadi perkawinan antar golongan yang cukup banyak.Dalam Pembangunan Jangka Panjang Kedua bangsa Indonesia yang dimulai tahun 1994. 1989). hewan dan mikroba. bentuk kesenian. diharapkan dapat dikembangkan oleh para akademisi dan ilmuwan sebagai dasar berpijak dalam memberi nilai tambah terhadap sumberdaya tadi. sumber daya alam terbaharukan yang berupa tumbuhan. sungai Rajang dan sungai Baram. terutama yang tinggal di pedesaan. Bahkan ada diantaranya yang langsung diambil dari alam. Mereka kebanyakan dalam masyarakat rumah panjang. Jika kemudian dipadukan dengan potensi sumberdaya hayati serta keanekaragaman suku bangsanya maka akan sangat menguntungkan. Suku Modang di daerah aliran sungai Mahakam mungkin merupakan cabang rumpun Kayan dan Kenyah (Mackinon et al. 370 jenis tanaman penghasil sayuran. sekitar 70 jenis tanaman berumbi. Tidak kurang dari 400 jenis tanaman penghasil buah. sungai Mahakam. 2000). Sebagaimana diketahui bahwa jumlah jenis tanaman pangan yang sudah dibudidayakan secara besar-besaran tidak begitu banyak. yang berbeda dalam bahasa. akan memainkan peran yang lebih besar dibanding kurun waktu sebelumnya. Mereka terutama merupakan peladang berpindah padi huma. ekonomi dan politik. Suku Kayan dan Kenyah mempunyai keterkaitan sosial. sehingga kultivar yang ditanam merupakan ras pribumi yang primitif. Seperti dapat diduga kebanyakan jenis tanaman ini belum pernah dijadikan objek penelitian (Sastrapradja dkk. sepanjang bagian hulu sungai Kayan. Dengan demikian bahwa mengungkap potensi sumberdaya hayati yang didasarkan pada pengetahuan masyarakat secara lokal. Sedangkan pertumbuhan ekonomi yang pesat di Kalimantan Timur selama . Suku Kayan-Kenyah yang berada di pedalaman Kalimantan Timur dan Serawak. yang sudah berlangsung lama. segolongan kecil suku Kayan tinggal di sepanjang sungai Mendalam yang merupakan anak sungai Kapuas hulu di Kalimantan Barat. Akan tetapi sebagian besar masyarakat Indonesia ternyata banyak sekali menggunakan jenis-jenis tumbuhan lain untuk keperluan pencukupan pangannya. 2000). 2000). 60 jenis tanaman penyegar dan 55 jenis tanaman rempah-rempah yang secara teratur dimanfaatkan oleh masyarakat. dan tunduk pada hukum adat (Mackinon et al. Suku Kenyah terdiri atas beberapa anak golongan yang berbeda bahasa dan budayanya. yang menghuni tepi-tepi sungai di Kalimantan. Suku dayak merupakan penduduk asli yang menghuni pulau Kalimantan. Secara harfiah ‘dayak’ berarti orang pedalaman dan merupakan istilah kolektif untuk bermacam-macam golongan suku. Pengembangan tanaman ini boleh dikata tak pernah dilakukan orang. Survei yang komprehensif mengenai berbagai jenis tumbuhan hutan yang dimanfaatkan oleh masyarakat di Kalimantan (umumnya) dan Kalimantan Timur (khususnya) belum pernah dilakukan (Mackinon et al. dan banyak unsur budaya serta organisasi sosial. Suku Kayan ditemukan tersebar luas di pulau Kalimantan.

dua puluh tahun terakhir ini di ikuti oleh peningkatan laju eksploitasi hutan dan peningkatan luas pembukaan daerah hutan. Kayu dan rotan merupakan dua hasil hutan yang sangat tinggi nilainya. Produk lain yang juga terdapat di hutan mencakup buah-buahan, sayur-sayuran, kacang-kacangan, rempah-rempah, bahan wewangian, minyak biji, makanan ternak, bahan anti mikroba, bahan farmasi lainnya, zat pewarna makanan, bahan pengawet dan penyedap makanan, bahan pewarna, perekat, damar, getah pohon, lilin dan lak. Untuk mengungkapkan potensi buah-buahan dan sayur-sayuran yang terdapat di hutan dan dimanfaatkan oleh masyarakat lokal sangat dibutuhkan survei, penelitian dan dokumentasi didaerah Kalimantan Timur ini agar upaya pelestarian kekayaan buah dan sayuran Indonesia

(keanekaragaman genetik dan pengetahuan tentang budidaya serta kegunaannya) dapat mendorong perkembangan dan pemasaran buah-buahan dan sayuran lokal atau asli yang mampu bersaing secara ekonomi. Karena kebanyakan produk ini sangat tinggi nilai ekonominya, pemanfaatannya dapat menjamin kelangsungan kebutuhan pokok masyarakat setempat selain juga sebagai komoditi perdagangan dan pengembangan komersial. Berbagai produk aktual maupun potensial yang dapat dihasilkan hutan Kalimantan Timur dapat membantu menjelaskan arti penting akses masyarakat pedesaan terhadap hutan tempat mereka mengambil berbgai produk tersebut. Tulisan ini merupakan bagian dari hasil penelitian yang

bertujuan untuk mengungkapkan jenis tumbuhan hutan yang dimanfaatkan oleh masyarakat lokal di Kalimantan Timur.

II. Metode Penelitian Penelitian dilakukan selama 3 bulan dari bulan Juni - Agustus 2002. Daerah yang dipilih adalah pemukiman warga dayak Kenyah di desa Gemar Baru Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Penelitian menggunakan metode survei eksploratif mencakup: 1. Inventarisasi jenis tumbuhan yang dimakan yang diketahui masyarakat meliputi nama lokal dan nama ilmiahnya (Friedberg, 1990) dan 2. Observasi di lingkungan masyarakat yaitu mempelajari keberadaannya. Metode ini didukung oleh pendekatan dan teknik pengumpulan informasi. Pendekatan yang dipakai umumnya bersifat partisipatif atau penilaiain etnobotani partisipasif (participatory ethnobotanical appraisal, PEA). Pendekatan ini meliputi: 1. Wawancara semi terstruktur (Grandstaff & Grandstaff, 1987) dan terjadwal untuk inventarisasi pengetahuan lokal; 2. Observasi partisipatif dan transect-walks sistematis (Martin, 1995) dengan masyarakat sebagai pemandu dan 3. Persahabatan erat dengan masyarakat (Banilodu, 1998), ikut aktif dalam aktifitas mereka baik harian maupun khusus.

III. Hasil dan Pembahasan

Sekarang ini banyak ilmuwan yang tertarik mempelajari pengetahuan masyarakat tradisional tentang pemanfaatan sumberdaya tumbuhan. Pengetahuan ini mempunyai pengaruh besar dan memberikan kontribusi penting dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan alasan tersebut maka dipelajari pengetahuan tradisionil masyarakat suku dayak Kenyah tentang dunia tumbuhan khususnya tumbuhan hutan/liar yang dimanfaatkan untuk sumber sayuran. Dari hasil penelitian di dapatkan bahwa masyarakat dayak Kenyah yang bermukim di desa Gemar Baru mengumpulkan sekurang-kurangnya 55 marga dan lebih dari 90 jenis tumbuhan buahbuahan dan sayuran liar dari hutan dan beberapa ditanam di pekarangan. Banyak tumbuhan penghasil makanan dari hutan ditemukan di hutan sekunder atau ladang yang ditinggalkan. Masyarakat dayak Kenyah pada umumnya meramu dan memanfaatkan tumbuhan liar yang ada disekitarnya dan menggunakan berbagai jenis dan kultivar dari tanaman budidaya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pengamatan di lapangan didapatkan bahwa masyarakat suku dayak Kenyah lebih banyak mengeksploitasi hutan sekunder daripada hutan primer untuk mencari buah-buahan dan sayuran. Hutan-hutan disekitar tempat tinggal mereka kaya akan pohon buah-buahan liar, termasuk mangga, manggis, rambutan dan durian. Beberapa jenis durian yang dipanen dari hutan seperti durian merah Durio dulcis dan Durio graveolens serta durian berdaging buah kuning yang biasa dikenal dengan nama daerah ‘lai’ (Kutai) Durio kutejhensis. Beberapa dari jenis durian tersebut tidak di makan oleh masyarakat setempat karena memabukkan. Tingginya konsentrasi keterdapatan sekerabatan tumbuhan atau mahkluk lainnya dan besarnya keanekargaman suatu jenis dijadikan indikator untuk menunjuk tempat tersebut sebagai pusat persebarannya, yang sekaligus merupakan pusat keanekaragamannya. Menurut Sastrapradja dkk (1989) durian yang memiliki keanekaragaman yang besar dalam jenisnya berpusat persebaran di Kalimantan. Sebab di Kalimantanlah tumbuh secara alami 19 jenis durian liar dari keseluruhan 27 jenis yang tersebar di kawasan Malesia. Jadi meskipun durian budidaya memiliki persebaran luas, tidak saja di Indonesia tetapi juga di negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Thailand dan Filipina, kerabat liarnya berpusat di Kalimantan. Berbagai jenis mangga liar seperti Mangifera griffithii, M. torquenda, M. foetida dan M. caesia juga banyak tumbuh liar disekitar hutan perkampungan suku dayak Kenyah. Hal ini juga terlihat dari hasil ekspedisi badan internasional seperti IBPGR (International Board for Plant Genetic buah-buahan dan

Resources) yang berulangkali menyeponsori ekspedisi internasional untuk mengekplorasi dan mengumpulkan plasma nutfah kerabat liar tanaman budidaya di Indonesia. Dari beberapa marga yang sudah ditangani didapatkan bahwa mangga pusat keanekaragamannya di Sumatera dan Kalimantan (Sastrapradja dkk, 1989). Buah-buah dari famili Moraceae seperti sukun Artocarpus elasticus, nangka liar Artocarpus intiger serta cempedak A. cempeden yang lezat rasanya terdapat di dalam hutan dan juga ditanam oleh suku dayak Kenyah. Marga Artocarpus ini ditemukan beberapa jenis liarnya di hutan sekitar perkampungan masyarakat suku Dayak Kenyah dan mempunyai nilai komersil yang bersifat lokal di Kalimantan Timur. Menurut Sastrapradja dkk (1989) merupakan salah satu marga yang mempunyai persebaran yang terbatas di kawasan hutan Malesia Barat. Buah-buahan dari famili Sapindaceae seperti halnya rambutan Nephelium eriopetalum, N. longana, N. mutabile dan Xerospermum juga banyak ditemukan baik yang liar atau semi

domestikasi maupun yang ditanam oleh masyarakat . Jika kita kaji proses terbentuknya kebun atau pekarangan yang bermula dari terseraknya sisa-sisa bahan makanan yang diperoleh dari hutan dan tumbuh subur di dekat pemukimannya, maka tidaklah mengherankan bahwa kultivar primitif dari berbagai jenis buah-buahan tersebut banyak dijumpai di kebun atau pekarangan mereka. Selain mengumpulkan buah liar untuk dimakan sendiri maupun untuk dijual, banyak masyarakat dayak Kenyah memelihara pohon-pohon di hutan seperti petai. Pohon petai Parkia spp yang menjulang tinggi di dalam hutan, mempunyai biji kaya akan protein yang dimakan dan dijual di pasar-pasar setempat. Daun muda dan bagian tangkai bunganya juga dapat di makan. Menarik untuk dicatat bahwa meskipun banyak jenis buah-buahan sudah dibudidayakan oleh masyarakat suku Dayak Kenyah tetapi miskin akan tanaman sayuran. Agaknya, karena banyak tumbuhan liar yang dapat dimanfaatkan daunnya untuk sayuran, sehingga kurang dirasa perlu untuk membudidayakan. Daun, tunas dan akar berbagai jenis tumbuhan liar dimakan sebagai sayuran. Seperti tunas Cyperus bancanus dan tunas akar ilalang Imperata cylindrica merupakan lalapan yang umum ditemukan pada masyarakat dayak Kenyah. Daun muda dan batang Cyathea contaminans (paku tiang), serta paku-pakuan Diplazium, Nephrolepis biserrata,dan Stenochlaeana merupakan sumber sayuran yang direbus atau dioseng dan kadang-kadang dimasak secara tradisional dalam tabung bambu seperti memasak lemang. Sayuran tradisional lainnya seperti rebung Bambusa spp dan jantung pisang hutan Musa balbisiana juga merupakan sumber sayuran yang banyak terdapat di hutan sekunder disekitar perkampungan dayak Kenyah. Demikian juga halnya dengan jenis-jenis Zingiberaceae seperti Alpinia spp, Nicolaia

speciosa dan Kaempferia spp sumber sayuran dan bahan penyedap yang disukai.

Borassodendron borneensis merupakan buah palem yang dipanen langsung dari hutan. Selain itu beberapa jenis palem disamping pemanfaatannya untuk komersil seperti berbagai jenis rotan, bagian pucuknya biasanya juga dimanfaatkan untuk sayur-sayuran dan buahnya kadangkadang juga dimakan. Bagian ujung dari batang rotan yang dipanen biasanya dimanfaatkan dengan cara dibakar sampai layu, kemudian dikupas bagian kulitnya yang keras dan berduri. Bagian dalamnya selanjutnya dimanfaatkan sebagai sayuran. Demikian juga halnya dengan umbut atau pucuk dari Eugeissona utilis, Oncosperma dan Pinanga biasanya merupakan sayuran yang dimasak bersama dengan ikan. Beberapa jenis buah-buahan hutan dimakan oleh masyarakat hanyalah bersifat iseng (istilah Banilodu (1998) ’dimakan main-main’) dan sebagai penghilang kelau (haus atau lapar sementara) seperti Curculigo orchioides, Passiflora foetida dan buah beberapa jenis rotan seperti Calamus manan dan C. ornatus . Terbukti bahwa pengetahuan tentang ini akan meningkatkan kemampuan forest survival (Rifai, 1998).

Marga atau jenis tumbuhan buah-buahan dan sayuran hutan (liar) yang dimanfaatkan oleh masyarakat suku Dayak Kenyah dapat di lihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 1. Beberapa jenis tumbuhan Buah-buahan dan Sayuran liar yang digunakan oleh suku Dayak Kenyah kec. Muara Ancalong kab. Kutai Timur.

Famili

Nama latin

Nama Lokal

Bagian yang dimakan

Amarillydaceae Anacardiaceae

Curculigo orchioides Mangifera caesia Mangifera decandra Mangifera foetida Mangifera gedebe Mangifera griffithii Mangifera torquenda Bouea macrophylla Wanyi Palong besi Sem Repeh Asam raba Asam putar

Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Supit Bekro Medang Buah Daun muda Buah

Apocynaceae Araceae Arecaceae

Willughbeia firma Borassodendron borneense

ornatus Calamus sp Daemonorops mirabilis Eugeissona utilis Khorthalsia echinometra Oncosperma horridum Plectocomia sp Pinanga sp Salacca edulis Uwai Uwai tebengan Uwai seletub Uwai beeng Uwai sekah Nangan Uwai sanam Nyibung Uwai tebengan Benda Pucuk Pucuk Buah pucuk Pucuk Pucuk Umbut & sagu Pucuk Umbut Pucuk Buah Buah dan Bambusaceae Bambusa spp Dendrocalamus asper Schizostachyum blumei Bulok tub Bulok atung Bulok Dian balah umit Dian da’un Dian balah Dian balah latak Dian tuning Dian Keramo Syik Arang batu Tunas Tunas Tunas Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Tunas buah Bombacaceae Durio acutifolius Durio dulcis Durio excelcus Durio graveolens Durio kutejensis Durio zibethinus Burseraceae Cyperaceae Ebenaceae Santiria tomentosa Cyperus bancanus Diospyros korthalsiana var. lanceolata B. macrocarpa Lempang tip Lempang kip Lempang tip Lempang tip putek Tampoi/ Kapul Kemiri Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah .Calamus javaensis C. manan C. macrocarpa Elaeocarpaceae Euphorbiaceae Elaeocarpus spp Aleurites moluccana Antidesma montanum Aporosa spp Baccaurea angulata B. bracteata B. kunstleri B.

B. A. jamboloides Syzygium sp. Passifloraceae Polypodiaceae Passiflora foetida Cyathea contaminans Diplazium esculentum Bua top Buah Daun muda Paku paya Daun muda . integre A. heterophyllus A. A. elasticus cempeden Lempang tip putek Kalampi Kalambunyau Bua barang Sarangan Pasang Buah abung Biji Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Ilalang Buah bundar Kalangkala Beta lata Beta umit Tunas akar Buah Buah Buah Buah Tunas Buah Leset Buah Daun Tap/ bacut Sukun Nakan Keledang Baduk Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah A. A. rigidus Ficus spp Musaceae Musa balbisiana Peti lebem luang/Peti Bunga tunas Buah Buah Buah Buah dan Myrtaceae Syzygium aqueum. nanihua Elateriospermum tapos Sondaricum kotjape Drypetes longifolia Fagaceae Castanopsis sp Lithocarpus sundaicus Flacourtiaceae Flacourtia rukam Pangium edule Graminae Guttiferae Lauraceae Leguminosae Imperata cylindrica Garcinia sp Litsea angulata Parkia speciosa Parkia sp Maranthaceae Meliaceae Stachyprynium jagorianum Aglaia gangga Lansium spp Menispermaceae Moraceae Albertisia papuana Artocarpus dadah A. cumini. S. S.

mutabile N. malesianus Lepisanthes alata Nephellium eriopetalum N. lappaceum N. rambutanake Xerospermum sp Umbeliferae Zingiberaceae Alpinia sp Nicolaia speciosa Nicolaia sp Kaempferia sp Paku julut Pidang pancung Daun muda Buah Buah Isau kelili/ krumi Buah Buah Buah Buah Blong Buah Abung maritam Buah Uncing Mekai Bua Asak Nyanding Lame Tepo Buah Buah Buah Buah Daun Buah Umbut Bunga Bunga Umbut & . longan var.Nephrolepis biserrata Paku pait Batang daun muda & Stenochlaeana sp Rosaceae Sapindaceae Rubus spp Dimocarpus cinerea D.

Teams in RRA. Hal 119-126. Makalah tak diterbitkan. Ekologi Kalimantan. Bogor 19-20 Feb 1992. & Arthur Mangalik. Friedberg. Makalah. J. Etnobotani. Etnobotani dan Pengembangan Tetumbuhan Pewarna Indonesia: Ulasan Suatu Pengamatan di Madura. Trop. Hakimah Halim. Waluyo. Bot. Le Savoir Botanique des Bunaq Percevoir ét classer dans le Haut Lemaknen (Timor. PPs. Denpasar. Waluyo. Semiloknas Etnobot. Sastrapradja. Prenhallindo. 2 (2): 339-349. Nat.IV. 1994. G. Banilodu. E. Semiloknas Etnobot. Kinibalu. A. Martin. Daftar Pustaka Adimihardja. Jakarta. Hist. Pros. Publ. Switzerland. Bahasa Malaysia). Grandstaff. B. Tome 32: 303p. 17 hal. & E. dkk. C. Seminar JepangIndonesia di Kagoshima. B. Sistem Pengetahuan Lokal dan Pengembangan Masyarakat Desa. 1996. Gland. Seminaire Sciences Humaines et Sociales et Recherche Francaise en Insulinde di Kedutaan Besar Perancis. Bogor. Cisarua. Rifai. Semi-structured Interviewing by Multidicip... tak diterbitkan. 12 hal.W. Rifai. M. M. (Penerj. Memoires du Museum Nati d’Histoire Naturelle. 1987. tak diterbitkan. IPB. Bogor. Timor. (Borneo). 19 hal. Jurusan Biologi. Kesimpulan Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa masyarakat suku dayak Kenyah mengumpulkan lebih dari 55 marga tumbuhan atau lebih dari 90 jenis tumbuhan liar yang dimanfaatkan sebagai sumber buahbuahan dan sayuran. Makalah tak diterbitkan. ________ . 1993. Bandung. 2000. Biodiv. Grandstaff. 1998. Banyak tumbuhan penghasil buah dan sayuran tersebut ditemukan pada hutan sekunder di sekitar perkampungan sehingga suku dayak Kenyah lebih banyak mengeksploitasi hutan sekunder dari pada hutan primer untuk mendapatkan buah-buahan dan sayuran. Keanekaragaman Hayati Untuk Kelangsungan Hidup Bangsa.). B. UPT INRIK UNPAD. S. Keanekaragaman Hayati Indonesia dan Peluangnya dalam Penelitian Etnobotani. Gusti Hatta. Sabah-Malaysia & WWF Int. Jakarta. 1992. I. A. Implikasi Etnobotani Kuantitatif dalam Kaitannya dengan Konservasi Gunung Mutis. A Discouse on Biodiversity Utilization in Indonesia. . Pemasakinian Etnobotani Indonesia: Suatu Keharusan Demi Peningkatan Upaya Pemanfaatan. K. Mackinnon.: 69-88. 1989. & T. D. Indonesie). Maryati Moh. Satu Manual Kaedah (Ed. KKU Proc. 1998. S. III. 1990. Disertasi. Pengembangan dan Penguasaannya. Puslitbang Bioteknologi-LIPI. K. 1998.

Courrier (Peny.).Wilson. 1995. K. O. Strategi Keanekaragaman . Strategi Pelestarian Keanekaragaman Hayati. E.

Sarawak . Merujuk pada laporan tersebut. jika kita tidak ingin kehilangan berbagai potensi sumber obat-obatan tersebut". senyawa yang ditemukan pada tumbuhan Aglaia leptantha diketahui secara efektif telah membunuh 20 jenis sel kanker. Senyawa tersebut . Calanolide A akan menjadi salah satu pencapaian penting bagi kesehatan jutaan manusia di seluruh dunia.Indonesia Category : Daftar Isi Code : Edisi 9-17b Date and Time of Publication : 01-August-06 -. "Kenyataan yang menunjukkan senyawa tersebut sangat efektif dalam melawan sejumlah sel tumor. Lebih jauh disebutkan dalam laporan tersebut. AIDS dan malaria telah ditemukan di hutan Heart of Borneo (HOB). beberapa diantaranya berpotensi memiliki senyawa obat.Plasmodium falciparum. secara efektif berpotensi untuk menghambat replikasi virus HIV. Murray Tait. "Dibutuhkan waktu yang panjang sebelum sebuah senyawa yang ditemukan dalam tumbuhan dapat dikembangkan menjadi obat yang efisien serta digunakan secara luas oleh para dokter". Melalui sejumlah uji di laboratorium. Kandungan senyawa yang sama juga terdapat pada buah dan ranting Aglaia silvestris yang ditemukan di Kalimantan .sebuah perusahaan farmasi Australia telah mengidentifkasi sebuah senyawa anti kanker pada sejenis tumbuhan yang ditemukan di Sarawak. demikian Dr. memberi argumen yang sangat baik untuk terus menjaga habitat tumbuhan di Pulau Kalimantan (Borneo). Calanolide A. yang sebelumnya secara tradisional telah digunakan oleh masyarakat Dayak Kenyah di Kalimantan untuk menyembuhkan malaria.INCL Indonesia Newsroom Heart of Borneo: Sumber Kekayaan Medis Yang Belum Terungkap Source : WWF .Indonesia. . "Semua hutan hujan tropis di Heart of Borneo perlu dijaga secara memadai. Perusakan hutan lebih lanjut akan menghilangkan kesempatan bagi ilmu pengetahuan untuk menemukan dan mengembangkan lebih jauh potensi yang dapat menyelamatkan kehidupan manusia. Laporan tersebut mengungkapkan para ilmuwan sedang menguji sejumlah contoh yang dikumpulan dari hutan-hutan di Sabah. dalam kurun waktu 25 tahun terakhir telah ditemukan 422 spesies baru di Pulau Kalimantan (Borneo) dan masih banyak lagi yang menunggu untuk ditemukan dan diteliti.Direktur Eksekutif WWF-Indonesia mengingatkan. Dr. Saat ini potensi tumbuhan obat tersebut sedang mengalami ancaman dan membutuhkan upaya perlindungan jangka panjang. Bila secara klinis terbukti.Indonesia. Senyawa tersebut.Malaysia dan Kalimantan . Cerylid Biosciences .05:59:16 Jakarta Indonesia . kanker payudara dan melanoma.dalam uji laboratorium mampu membunuh parasit malaria pada manusia . Mereka berharap dapat mengembangkan obat-obatan yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit yang selama ini mengancam manusia. Dalam berbagai penelitian yang dilaksanakan oleh para peneliti dari berbagai lembaga.Laporan terbaru WWF menyebutkan tumbuhan yang berpotensi untuk menyembuhkan berbagai penyakit berbahaya seperti kanker. juga bakteri tuberculosis yang mempengaruhi penderita AIDS. termasuk sel kanker yang menyebabkan kanker otak. para ilmuwan telah menemukan agen anti malaria yang ampuh dan sebelumnya tidak dikenal luas pada kulit batang pohon langsat (Lansium domesticum). Penemuan ini penting karena hingga saat ini belum ada satupun obat yang dapat menyembuhkan HIV.triterpenoid ." Para ilmuwan juga menemukan senyawa unik dalam getah yang dihasilkan oleh pohon Bintangor (Calophyllum lanigerum). Mubariq Ahmad . Vice President of Drug Discovery pada Cerylid Biosciences.

id/attachments/biodiscoveries_borneo_botanical_secret. Brazil.Borneo's Botanical Secret oleh Menno Schilthuizen.Borneo's Botanical Secret. seorang professor dari Universitas Sabah Malaysia yang menulis laporan Biodiscoveries . dapat ditemukan di http://www. Menno Schilthuizen. Informasi lebih lanjut :  Bambang Supriyanto. Melalui prakarsa Pemerintah Indonesia. 08164810830 Iwan Wibisono. inisiatif Heart of Borneo telah menjadi bagian dari ASEAN Chairman's Statement. Bambang Supriyanto Koordinator Nasional Heart of Borneo WWFIndonesia.pada 27 Maret 2006 lalu telah meluncurkan inisiatif HOB dan menyatakan komitmen pemerintah tiga negara uintuk mendukungnya.or.id + 62 21 5761070. Konvensi Keanekaragaman Hayati (CBD). "Saya percaya bahwa ratusan tumbuhan dapat dikumpulkan.pdf (10MB) Gambar Lansium Domesticum Heart of Borneo adalah inisiatif konservasi dan pembangunan berkelanjutan yang bertujuan untuk melindungi serta memanfaatkan secara lestari salah satu pusat keanekaragaman hayati terpenting di dunia dalam skala yang luas. banyak senyawa telah diidentifikasi tetapi hanya sedikit yang secara klinis telah diuji. Indonesia dan Malaysia .Brunei Darussalam. Desember 2005. ungkap Dr. Saat ini. yang dilakukan pada Conference of the Parties (Konferensi Para Pihak ) 8 to Convention of Biological Diversity (Konvensi Keanekaragaman Hayati) di Curitiba. menyatakan bahwa pemanfaatan pengetahuan tradisional mereka harus mendapat persetujuan dari masyarakat dan siapapun yang memperoleh keuntungan dari pengembangan tersebut harus membagi secara adil keuntungan yang diperoleh. Heart of Borneo National Campaigner.id + 62 21 5761070. 081317566300  Catatan untuk editor :  Publikasi Biodiscoveries .Indonesia. Komitmen ini yang diharapkan ditingkatkan menjadi deklarasi kesepakatan ketiga negara akan memastikan perlindungan dan pemanfaatan yang berkesinambungan pada hutan yang berada di daerah tersebut yang sangat mungkin mengandung potensi penemuan sumber obat di masa mendatang". Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-11 di Kuala Lumpur. Email: bsupriyanto@wwf. Email: iwibisono@wwf. Pemerintah tiga Negara . sehingga pengembangan obat-obatan dan pemanfaatan lainnya tunduk pada hukum negara asal.or. terdiri dari rangkaian hutan hujan tropis yang kaya ragam kehidupan. Heart of Borneo National Coordinator.    . Brazil.pada 27 Maret 2006 lalu telah meluncurkan inisiatif ini dan menyatakan komitmen pemerintah tiga negara uintuk mendukung inisiatif Heart of Borneo. hanya setengah dari hutan Borneo yang tersisa. Peluncuran dilakukan pada Conference of the Parties (Konferensi Para Pihak ) 8 to Convention of Biological Diversity (Konvensi Keanekaragaman Hayati) di Curitiba.wwf." Masyarakat tradisional seperti Dayak Kenyah juga dapat memperoleh manfaat dari pengembangan obat-obatan yang berbasis pengetahuan tradisional mereka. dimana Indonesia dan Malaysia terlibat didalamnya.or. Malaysia dan Brunei Darussalam . Konvensi ini juga mengakui kedaulatan sebuah Negara atas sumberdaya genetik yang mereka miliki. pemerintah tiga negara .demikian Dr.

id  .wwf.paragraph 23 yaitu " We also noted the efforts to establish a transboundary network of sanctuaries on the island of Borneo involving Malaysia.East ASEAN Growth Area). KTT ini merupakan pertemuan tertinggi negara ASEAN dan Chairman's Statement adalah catatan resmi pertemuan dan didukung oleh seluruh pemimpin pemerintahan di ASEAN.EAGA (Brunei Indonesia Malaysia Philippines . Brunei Darussalam and Indonesia. Such sanctuaries would protect the biological diversity of plants and animals in the green Heart of Borneo and would play a vital role in protecting all of the island's major water catchments". Rencana ini telah didukung oleh kepala pemerintahan dari empat negara. www.or.  Heart of Borneo juga menjadi salah satu program utama (flagship programme) 5 tahun dari BIMP .

000 ton/tahunnya. potensi hasil hutan non kayu seperti rotan dan berbagai getah (pantung dan jerenang) lebih berpotensi. diperkirakan mencakup luasan sedikitnya 10 % dari total luas Hutan Hujan Tropika di Kalimantan Tengah atau sekitar 1. Hasil hutan non kayu sebenarnya tidak kalah potensinya. . Selama ini hasil hutan bukan kayu (HHBK) banyak di manfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat yang berada di kawasan hutan. Gaharu. Penawar Bisa. Biji Tengkawang. hingga madu. hutan di Kalimantan Tengah juga memiliki potensi yang cukup menjanjikan akan tanaman/tumbuhan obat-obatan. Kulit Kayu Gemor. selain jenis-jenis HHBK yang dominan tersebut. Akar Gusi. Ipung. seperti Pasak Bumi. Dilihat dari nilai ekonomi dan ekologi. Berdasarkan data dari Dinas Kehutanan potensi hasil hutan non kayu untuk jenis rotan mencapai 839. Kei Umbut. Sumber hasil hutan kayu telah lama dimanfaatkan oleh Negara melalui HPH. kini potensi kayu sudah menipis jika kita lihat dengan banyak perusahaan kayu yang gulung tikar karena kekhurangan stok kayu. Akar Sutra. Berdasarkan hasil inventarisasi Pilot Proyek KPHP di Kalimantan Tengah yang dilaksanakan United Kingdom – Indonesia Tropical Forest Management Programme (UK-ITFMP) tahun 1994 – 1997. namun belum secara serius di garap. Kemedangan. Meskipun hingga saat ini belum dilaksanakan kegiatan inventarisasi potensi HHBK secara menyeluruh guna mengetahui luas dan sebaran HHBK. Ikang Siau serta Akar Buli. namun mengacu pada hasil survey yang dilaksanakan oleh ODA UK-ITFMP. (data kawasan hutan kalteng 2001). mulai dari buah-buahan. Sula Adam. Hasil hutan ikutan saat ini lebih banyak terdapat pada daerah hulu sungai. Sintuk.350. getah pohon.363. beberapa jenis Damar. Saluang Belum.87 Ha. Getah Jelutung. bahan baku kerajinan. Sirap dan Sarang Burung. Sendi Adam. Lahan dan Jasa Lingkungan SoB Potensi Sumber Daya Alam <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Potensi Hasil Hutan Kalimantan Kaya dengan hasil hutan baik itu kayu non kayu. bahan baku bangunan subtitusi kayu. Akar Busi. Potensi HHBK tersebut pada umumnya tersebar tidak merata pada tipe Hutan Hujan Tropika (Tropical Rain Forest) baik dataran tinggi (Tropical Mountain Rain Forest) maupun dataran rendah (Tropical Lowland Rain Forest). tumbuhan obat dan rempah-rempahan. tumbuhan berbunga. Di Kalimantan Tengah potensi non kayu cukup dominan seperti beberapa jenis Rotan.684. Tusuk Kusung. Akar Ginseng. Akar Kuning. Anak Busi.Potensi Sumber Daya Alam. Pegunungan Meratus Di Kawasan Pegunungan Meratus potensi HHBK cukup melimpah.

Sentra lain terdapat di Kecamatan Loksado (HSS) dan Kecamatan Halong (Balangan).950 pohon x 10 kg = 459. karet. karena hampir setiap aktivitas kehidupan masyarakat Dayak menggunakan unsur bambu untuk mendukung kehidupannya. keminting. Potensi lain yang tidak kalah melimpah adalah bambu. bambu dan obat-obatan. bamban.500 kg. Di Malaris Rata rata kayu manis efektif yang di panen menghasilkan 10 kg kayu manis kering siap jual sehingga potensi produk kayu manis saat ini adalah 5. obatobatan dan rotan Karet. Madu . peralatan dapur bahkan untuk kelengkapan upacara ritual aruh adat. Hal ini berhubungan erat dengan kearifan tradisonal masyarakat adat di kawasan ini. Pisang. Hulu Sungai Tengah adalah kabupaten yang menempatkan karet sebagai produk unggulannya.Namun semua jenis tersebut belum maksimal dimanfaatkan. Sedangkan populasi kayu manis belum produktif (berumur kurang dari 7 tahun) sebanyak 9. Bambu di kawasan Pegunungan Meratus biasanya terdapat di bekas-bekas ladang dan kadang bersama mengisi relung yang ada dengan tanaman perkebunan lainnya seperti kayumanis dan karet. Potensi ini tersebar merata di sebagian besar kecamatan ini. Berikut 4 kampung dengan NTFP sebagai basis utama penghasilan masyarakatnya yang dapat dianggap mewakili kampung lain yang ada di Pegunungan Meratus.900 pohon. Di Loksado minimal terdapat 17 jenis bambu dengan luasan area yang sangat besar (R. Berbagai macam bambu dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai macam kepentingan juga. Kemiri. buah-buahan. rotan. kayu manis. karet. Salah satu kampung penghasil adalah Malaris. BOX : Potensi& Nilai Ekonomis Hasil Hutan Bukan Kayu di Lokasado Pegunungan Meratus : Loksado juga terkenal dengan produk kayu manis (Cinnamomum burmanni Blume). kayu manis. walatung/ manau. dari pemanfaatan untuk kerajinan. terutama di lereng sebelah barat dan utaranya. damar. Bambu. kayu manis kering jemur. HHBK yang paling banyak di usahakan di Pegunungan Meratus adalah perkebunan karet rakyat. Dengan pemanfaatan seperti ini bambu adalah komponen penting dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Dayak. damar. No 1 Kampung Kampung Malaris (Loksado/HSS) 2 Kampung Kiyo (Batang Alai Timur/HST) 3 Kampung Tampaan (Halong/Balangan) Hasil Hutan Non Kayu kemiri. Udur. 2002).

855.18 ton.<!--[endif]-->Kayu Alam <!--[if !supportLists]-->. BPS.725. Damar.619.33 No Kabupaten Luas Areal (ha) Produksi (m3) 1 2 3 Nunukan Malinau Kutai Barat 1.413. Buah-buahan Sumber : Menggali Kearifan di Kaki Meratus.89 98.670.236. Sarang Burung Walet.66 76. Sungai Durian/Kotabaru) Madu. Kabupaten Nunukan Dalam Angka Tahun 2002 2). Pegunungan Iban Belum di dapat secara pasti potensi kayu di kawasan Pegunungan Iban.501. .700. Petensi Kayu bulat komersil Prosentase terhadap luas Kabupaten 8.332 593.<!--[endif]-->Hutan : 7. Produksi madu hasil kegiatan perlebahan selama kurun waktu lima tahun sebanyak 249.66 1. Rotan Dan Tumbuh-Tumbuhan Yang Berkhasiat Untuk Obat-Obatan.430.18 546. meningkat di Tahun 1998/1999 sebanyak 5.4 Kampung Rantau Buda (Kec.836 4.50 Sumber : 1).<!--[endif]-->Hasil Hutan Ikutan : Gaharu. Kabupaten Kutai Barat Dalam Angka Tahun 2002 3). BPS.168 Ha <!--[if !supportLists]-->. 2002 dan Bank Data YCHI Tahun 1997/1998 produksi rotan Kalimantan Selatan adalah 1.255. Hal yang sama juga terjadi pada produk madu. namun jika mengacu pada wilayah green Belt pegunungan Iban. BPS. Setidaknya data di bawah ini bisa menggambarkan potensi hasil hutan di kawasan tersebut : Tabel .000 2.91 ton yang tercatat sejak tahun 1996 hingga tahun 2000. Kabupaten Malinau Dalam Angka Tahun 2001 Secara Umum di Kalimantan Timur Potensi SDA Katim<!--[if !supportFootnotes]-->[1]<!--[endif]--> <!--[if !supportLists]-->.17 ton dan kembali meningkat di Tahun 1999/2000 dengan jumlah produksi sebanyak 5. Asumsinya bahwa kawasan hutan berada hampir di seluruh kawasan GB.205.92 ton.

Sebaran Potensi bahan meneral di kalimantan Tengah Pada daerah hilir lebih banyak tanah gambut (palangkaraya. bahkan ke wilayah lainnya. Berdasarkan data yang ada. bagian Utara Kalimantan Tengah merupakan jalur mineralisasi yang dikenal dengan “Borneo Gold Belt” yang menghasilkan berbagai mineral bernilai ekonomi seperti: Au.<!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Potensi Bahan Mineral – Energi Propinsi Kalimantan Tengah mempunyai banyak potensi SDA tambang. di lakukan lagi penelitian oleh Pemda Kalteng dan ditemukan banyak potensi tambang di wilayah calon reservoir air / genangan daerah aliran sungai untuk hydro electric tersebut. kaolin dan granit terdapat hampir di semua kabupaten.KOTIM dan katingan). <!--[if !vml]--> <!--[endif]--> Peta. Cu.2005). Menurut Pemaparan Bupati tentang kondisi dan percepatan pembangunan di Kabupaten Murung Raya berdasarkan peta geologi lembar Kalimantan. Bahan galian A didominasi oleh batu bara dari pada potensi gas. potensi bahan galian batu bara lebih banyak terdapat pada kabupaten MURA. BARUT. Batu Mulia terletak di Bukit Butik. Di kalimantan tengah saat ini terdapat kurang lebih 20 perusahaan tambang emas yang saat ini masih dalam tahap melakukan penelitian dan eksplorasi (Potensi sumberdaya mineral pertambangan-gol A dan B . Untuk bahan galian dengan jenis batu permata (kecubung) hanya terdapat di kabupaten Kotawaringin Barat. Zn.baik emas sekunder dan emas primer. Dibawah ini dapat dilihat sebaran bahan galian yang terdapat di Kalimantan tengah dan sudah dikelola oleh beberapa perusahaan. Barito Utara dan Mura. Bahan galian C lebih di dominasi oleh tanah liat. Sedangkan batu gamping banyak terdapat di kabupaten kapuas. Diwilayah Schawaner yaitu di kecamatan Sanaman Mantike terdapat batu granit. maka rencana pembuatan waduk PLTA tersebut dinilai tidak feasibel.kapuas. BARSEL dan BARTIM. pasir kwarsa. PBB menugaskan Jepang (JICA) melakukan studi hydro power electric generator di wilayah Laung Tuhup dan Muara Joloi yang diketahui akan mampu memberikan daya listrik yang cukup untuk keseluruhan Pulau Borneo.KOBAR. Pb. Desa Tumbang Atei Kecamatan Sanaman Mantkei dan di Desa Rantau Bahai Kecamatan Katingan Hulu. GUMAS. Bahan galian B hampir setiap kabupaten terdapat potensi ini. Peg Muller : Pada tahun 1961. Pasir . Tahun 1997. Barito Timur. Fe dan intan serta mineral-mineral industri seperti Kaolin. Ag.

Eksplorasi emas seluas 291 297.Kwarsa. intan. Pada bagiah tengah ditemukan sekungan Barito. Saat ini Kalimantan Selatan merupakan penyetor terbesar di Indonesia dari SDA batu bara. atau naik sekitar 12. Menurut data yang tersedia dari sumber yang sama sampai tahun 2000. dan PT. Potensi batu bara sebagai SDA yang tidak pulih di Kalimantan Selatan diperkirakan + 3 milyar ton. Selanjutnya Kotabaru.000 ton/th.729. pasir kwarsa dan batu gamping.377. Pelaihari Mas Utama dan PT.721. Bentonite maupun Granit.37 persen dari periode sebelumnya Rp 856. Adapun Tanah Laut telah meng ekspor biji besi + 300.71 persen dari waktu yang sama pada periode sebelumnya yang hanya 34. MD.661.582. Adaro Indonesia.681. tapi sejak tahun 2000 bulk sampling PT AGM telah mencapai lebih dari 200. PT. 25 April 2006) dengan kwalitas yang cukup baik dengan kadar Fe mencapai 67. PT AGM diberikan kesempatan bulk sampling sebesar 200.73 atau naik sekitar 47.000 ton (Syaifullah Tamliha. 2006) ke China melalui PT. Adapun yang sudah lebih dulu melakukan eksploitasi adalah usaha pertambangan emas rakyat yang oleh pemerintah dianggap illegal seperti di daerah Kusan. Secara keseluruhan realisasi ekspor batu bara Kalsel per Januari – September 2005 saat ini mencapai volume 39.526. Meratus Sumber Mas (operasi tahun 1998). bahan tambang emas belum berproduksi. SDA lainnya adalah biji besi dengan potensi terbesar terletak di Tanah Bumbu yang diperkirakan sebanyak 140 juta ton.117. Sejak tahun 1998 hingga tahun 2001 PT AGM telah memproduksi Batubara sebanyak 632. Tanah Laut dan Satui (B. Di Kalimantan Selatan setidaknya ada 22 bahan tambang yang berpotensi.16.503.262. Berikut gambaran lengkap potensi tambang di Kab.820. Hulu Sungai Selatan sebagai gambaran kekayaan SDA Pegunungan Meratus : . Aneka Tambang/Pelsart (operasi tahun 2000).000 ton per tahunnya. emas. Perhitungan ini tentunya diluar dari kegiatan pertambangan illegal yang marak di Kalimantan Selatan yang mulai terasa sejak tahun 1999. PT.27 ha dilakukan oleh PT. Catatan kantor Dinas Pertambangan Propinsi Kalimantan Selatan. Bahari Cakrawala Sebuku (CBS). Arutmin Indonesia. bijih besi. marmer. diantaranya ada 7 bahan tambang unggulan yaitu batu bara.13 kilogram. PT AGM telah mencatatkan produksi batubaranya sejak 1999.711 ton. dengan dominasi terbesar oleh investor melalui PT. Kuang Ye Int. Kutai dan Kuala Pambuang memiliki kandungan endapan minyak dan gas bumi serta batubara. Dari total volume tersebut diperoleh pendapatan sebesar Rp 1.17 kilogram. Post. Jumlah tersebut dipastikan terus bertambah hingga akhir tahun 2005 (Desperindag Kalsel).

Lempung Kec. Bijih Besi Batu Gamping Kec. Loksado Kec.000 ton 632. Pasir Kwarsa Basalt Lava Basal Sirtu Tanah Urug Konglomerat Granit Granodiorit Batubara Kec. Padang Batung 661.64 juta ton 10.388 juta m3 540 juta m3 101.512. Marmer Pospat Kec.852 juta ton 171. Padang Batung Kec. 11. 9. Sungai Raya 6 7. Loksado Kec. Padang Batung Kec. 10. 8. Padang Batung Kec. Padang Batung Kec.38 juta m3 90. Sungai Raya Kec. 14.812.Bahan Tambang/ No.75 juta m3 238. 12. Angkinang* Kec. Loksado Kec. 4. Lokasdo Kec.825 juta m3 46. Padang Batung Kec. Telaga Langsat 5. Padang Batung Kec. Sungai Raya Kec. Padang Batung Kec. Telaga Langsat Kec.36 juta ton Deposit yang ada merupakan sumberdaya hipotetik Lokasi Deposit Ket Sumber : Hasil Investigasi Advokasi Kamawakan oleh YCHI-Walhi-PIM Loksado.105.89 juta ton 4.3 ton 12. 13. 2.68 juta m3 176.875 juta m3 63.08 juta ton 769.5 ton 20. Loksado Kec. Galian 1.599 m3 41.56 juta m3 77.455 juta ton 160. Loksado 3. 2005 (Hebat kali udah bisa ngitung giniian…) .

Berdasarkan data yang di dapat dengan pendekatan wilayah adminstrasi adalah seperti tabel di bawah ini : Tabel.5 Bahan baku industri semen Bahan baku industri keramik Bahan baku industri cat Bahan baku genteng dan batu bata Belum dimanfaatkan Lumbis Labang Batu Gamping 5 Bahan baku industri semen Bahan penetral keasaman tanah Bahan campuran industri keramik dan bahan bangunan Bahan campuran industri Metalurgi Belum dimanfaatkan Krayan. Batu Gamping dan Mata air Asin. Potensi Bahan tambang di Pegunungan Iban LOKASI No Kab. Granit. optik. industri keramik Bahan kontruksi Belum dimanfaatkan . Lempung. Kec. 1 Nunukan Nunukan Komoditi Desa Lempung Luas (ha) Patner usaha Trend pasar 17. Lumbis - Pasir kwarsa - Industri gelas.Ket : * bukan kecamatan di kawasasan GB Meratus Pegunungan Iban. Potensi Bahan tambang yang terdapat di kawasan pegunungan Iban diantaranya Emas.

Satu cabang di bagian tenggara meluas ke Pegunungan meratus di Kalimantan Selatan. . selanjutnya meluas ke Utara melalui jajaran Iran sampai ke jajaran Crocker di Sabah. Desa Komoditi Luas (ha) Patner usaha Trend pasar bangunan Krayan Buduk Kinangan Mata Air Asin Industri garam Dimanfaatkan oleh masyarakat untuk konsumsi rumah tangga Long Nawang Long Pahangai Long Pahangai Emas - 2 Malinau 3 Kutai Barat - Emas - - - Sungai topai Granit - - - Sumber: Dinas Pertambangan Propinsi Kaltim Tahun 2003 Sumber Daya Mineral Dan Energi Diperkirakan : <!--[if !supportLists]-->• <!--[endif]-->Minyak : 1.680 Bscf (Billion Standard Cubic Feet) <!--[if !supportLists]-->• <!--[endif]-->Batubara : 21. Pegunungan Schawaner di Kalimantan Tengah bertemu dengan bagian barat pegunungan Kapuas Hulu disepanjang perbatasan Serawak dan Kalimantan. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Potensi Keragaman Hayati <!--[if !supportFootnotes]-->[2]<!--[endif]-->Deretan pegunungan meluas dalam bentuk Y terbalik.50 Juta Ton. Kec.LOKASI No Kab.00 Milyar Ton <!--[if !supportLists]-->• <!--[endif]-->Emas : 60. melalui bagian tengah dan bagian utara pulau ini.17 Juta Mmstb (Million Metric Stock Tank Barrel) <!--[if !supportLists]-->• <!--[endif]-->Gas Bumi : 48. yang merupakan daerah dengan flora tersendiri.

resak (vatica enderti) dan binturung (Artocarpus lanceifolius). Gunung-gunung di Borneo dengan hutan dataran rendah di sekitarnya merupakan sebagian dari tempat-tempat keragaman hayati penting di pulau ini. dan karena isolasi ini kemudian mengembangkan jenis-jenis unik. damar merah (Shorea beccariana. 23 jenis (73%) merupakan jenis pegunungan. Pembukaan vegetasi pegunungan dan khususnya hutan pegunungan dapat menyebabkan kepunahan jenis-jenis yang unik. Kawasan ini sangat kaya dengan keragaman fauna. 132 jenis herpetofauna (amphibi dan reptil). Endemisme di gunung sangat tinggi untuk golongan binatang yang merupakan pemencar-memencar yang buruk. demikian pula 21 dari 44 jenis mamalia endemik di pulau ini. Owa owa . misalnya menunjukkan endemisme di pegunungan Usambara Timur yang beragam dari 2% untuk mamalia sampai 95% untuk golongan senggulung (Rodgers dan Homewood 1982). pusat pembentukan jenis-jenis baru dan terjadinya endemisme. MacKinnon). 65 jenis ikan. Menurut regulasi perlindungan satwa baik internaional maupun nasional. diantarnya adalah 12 jenis tanaman endemik yang hanya ada di kalimantan. Sisa-sisa hutan dataran tinggi di Tanzania.Kebanyakan gunung di Borneo termasuk dalam satu unit pusat boigeografi <!--[if !supportAnnotations]->[R1]<!--[endif]--> yang memiliki flora dan fauna pegunungan yang khusus pulau ini (MacKinnon dan MacKinnon 1986).728 m. 173 jenis kupu-kupu yang tergabung dalam 417 jenis serangga. mewakili tempat pengungsian Kala Pleistosen. pitun (Shorea myrionerva). Jenis tersebut sangat dicari oleh banyak kolektor termasuk Botanical Garden Edinburgh Inggris. Selain itu dikawasan ini juga terdapat hutan agathis (Aghatis beccari) yang kondisinya relatif masih baik di kalimantan Selatan. S. Dari jenis-jenis endemik di Borneo. misalnya amfibi dan invertebrata. Gunung Sebagai Pusat Keragaman Hayati<!--[if !supportFootnotes]-->[3]<!--[endif]--> Gunung – gunung merupakan daerah yang sangat menarik dari segi biologi. S. damar ( Shorea obscura. Meratus : Kawasan Meratus terkenal juga dengan endemisitas floranya. tengkawang ( Shorea stenoptera). Sampai saat ini paling tidak telah tercatat sebanyak 89 jenis mamalia. barangkali merupakan gunung tertinggi di Kalimantan yang paling banyak diteliti dan merupakan daerah yang tinggi keragaman hayati (Nooteboom 1987 . parvistipulata). rugosa). Gunung-gunung di Borneo dapat diibaratkan seperti pulau-pulau di lauatan hutan basah dataran rendah. Sembilan jenis endimik lainnya adalah lahung (Durio dulcis). 334 jenis burung. Mereka adalah keluarga palem paleman dan satu lagi adalah Rhododendron alborugosum. Namun disayangkan keragaman hayati pegunungan di Kalimantan baru sedikit yang di eksplorasi secara ilmiah. tidak kurang dari 116 jenis satwa yang dilindungi dapat dijumpai di kawasan ini. antara lain Macan Dahan (Neofelis nebulosa). Bukit Raya yang tingginya 2.

26 jenis kadal. 21 jenis ular dan 1 katak terkecil di dunia (Leptobrachella myorbergi) kurang dari 1 Cm dewasanya.150 mdpl. Beruk. Vatica). Kancil Berang-berang. Suku Dipterocarpaceae terdapat 121 jenis. Eugenia spicata. Ficudela parva. Flora Masuk ke dalam 8 tipe hutan di atas dengan ketinggian 50 . Myrtaceae terdapat 28 jenis. Kelasi. Biawak (Varanus salvator) Ular Sendok (Naja sumatrana). ada sekitar 1. Acuminatissima. Muller : Ekosistem Terdapat 8 (delapan) tipe ekosistem yang dicuplik dari ketinggian 150 – 1. Kerabat kayu Gaharu (Amyxa pluricor). Terdapat 7 jenis kelompok primate. Kijang. misalnya jenis pisang baw (Musa lawitienisi). Enggang gading. Pycononotus flasvescent. terdiri dari 15 marga dengan 63 suku dan 50 jenis antaranya endemic pulau Borneo. hutan alluvial. Tarsius. 103 telah diidentifikasi dengan 51 jenis amphibi. Dendricitta cinerasceus.150 mdpl terdapat 695 jenis pohon. Paras horea. Tingkat endemisitas satwa di kawasna ini pun cukup tinggi. Hopea. Chisocheton caulifloris. dan Troides amphyrisus thomsonii. Dari 8 tipe hutan itu. hutan berkapur. Kucing hutan. Trogonoptera brookiana albescens. hutan gunung. hutan sub gunung. Rhinom yas brunneata). jenis baru lainnya seperti Neo uvaria. 3 jenis kura-kura. Elang Walacea (Spizaetus nanus). Shorea terdapat 30 jenis. Hout. Shore peltata. Kera. Clusiaceae terdapat 33 jenis. dimana tidak kurang dari 75 jenis. Lithocarpus phillipinensis. Euporbiaceae terdapat 73 jenis. hutan sekunder tua. Lutung Merah (Presbytis rubicunda). . hutan rawa. ialah tipe hutan Dipterocarpaceae dataran rendah (Dipterocarpus. Rusasambar. 41 marga. Betet-kelapa Filipina (Ciconia stormi).500 specimen. diantaranya Harimau dahan. 12 suku dan 14 jenis endemic Borneo.1. Dryobalanops. 2 jenis buaya. Untuk reptilian dan amphibian. Fauna Di dalam kawasan TNBK terdapat 48 jenis mamalia. Castanopsis inermis. Burseraceae terdapat 30 jenis. 24 jenis endemic Borneo. Untuk jenis ikan ada 4. Hirangan (Presbytis frontata) Bekantan (Nasalis larvatus).000 specimen dengan 112 jenis ikan. shorea.(Hylobates albibarbis). seperti Orang utan. Luscinia calliope. King Cobra (Ophiophagus hannah). Jelawat (Tor tambra). Beruang madu. Kaijang emas. Dari kelompok burung yang teridentifikasi ada 301 jenis dengan 151 marga dan 36 suku. 6 jenis temuan baru di Indonesia (Accipernisus. 15 jenis migrant. Ayam Hutan (Lophura ignita) dan Cukias (Lophura bulweri). 6 jenis burung yang dilindungi UU. Kelampiau. hutan Dipterocarpaceae bukit.

ataupun petunjuk lainnya seperti daerah mengasin atau sumber air garam. Jenis lainnya seperti Jelutung (Dyera costulata). penyebarannya banyak dibatasi keganasan Sungai Mahakam. seperti jenis dari meranti-merantian (famili dipterocarpaceae) ataupun jenis ulin (famili lauraceae). Kawasan ini merupakan ekosistem hutan dataran rendah hingga dataran tinggi yang mempunyai keanekaragaman jenis tumbuhan. Tipe hutan tropis dataran rendah adalah hutan yang terdapat di kaki Pegunungan Muller. Sedangkan untuk Orangutan di Kaltim. Keragaman jenis dari famili dipterocarpaceae ini terus menurun dengan naiknya ketinggian tempat. di mana sejumlah 394 jenis di antaranya terdapat di Borneo dan sekitar 149 jenis di antaranya adalah endemik. Bintangor (Callophylum inofilum) dan Durian burung (Durian carinatus).Eksistensi jenis mamalia besar. Pulai (Alstonia scholaris) dan Belian (Eusideroxylon zwageri). Sungai Mahakam menjadi pembatas ekologi bagi banyak mamalia yang tidak dapat berenang. Jenis lainnya adalah Ubah (Syigium sp). Medang (Litsea sp). jenis owa. Di sini terdapat jenis-jenis komersial. Pada Tipe Vegetasi Daratan Tinggi masih ditumbuhi berbagai jenis meranti. Tipe vegetasi Daratan sedang masih didominasi oleh jenis-jenis dari family Dippterocarpaceae seperti Meranti (Shorea sp). ataupun jenis arboreal yang bergelantungan pada cabang dan ranting pohon yang menjulur ke seberang sungai. adalah berdasarkan informasi masyarakat sekitar yang pernah melihatnya di sekitar Sungai Boh di Kaltim. . serta jejak kaki. Sebaliknya migrasi babi hutan di daerah Kaltim dari sebelah utara ke selatan lebih banyak dibatasi oleh Pegunungan Muller di sebelah barat dan Sungai Mahakam di arah selatan. terbanyak adalah sekitar 134 jenis pada ketinggian di bawah 100 meter. Jenis lain yang khas pada tipe vegetasi ini adalah jenis Cemara gunung (Casuarina junghuniana) dan Ubah ribu (Syzigium sp). Pada tipe ekosistem hutan daratan rendah didominasi oleh jenis dari family Dipterocarpaceae seperti Tengkawang tungkul (Shorea sp). kecuali bekantan di daerah hilir sungai. Kekayaan jenis ikan perairan tropis cukup tinggi. misalnya banteng dan badak di Pulau Kalimantan. baik di sebelah Kalteng maupun Kaltim. misalnya. Rotan (Calamus sp) dan Aren (Arenga pinata). perburuan yang keras terhadap jenis badak di masa lalu telah berdampak signifikan terhadap kelangkaan dan kepunahannya sekarang ini. Resak (Vatica sp) dan Kapur (Driyobalanops sp). Dari family Palmae ditemukan jenis Bambu (Bambusa spp). Panas yang tinggi dan level oksigen yang rendah dapat menghilangkan jenis-jenis tertentu dari tumbuhan dan hewan perairan. Kekhasan Ekosistem dan bervariasinya keadaan topografi kawasan memberikan peluang untuk hidupnya beranekaragam jenis tumbuhan yang hidup pada beberapa tipe ekosistem. Namun.

ada lima jenis ikan dan satu jenis tumbuhan yang termasuk jenis yang baru tercatat.03 Ha. 17 jenis reptil dan 11 jenis ampibi. tersebar di ketinggian 1. Jenis satwa yang mendominasi dan paling sering terlihat di kawasan ini adalah jenis Primata (Monyet) seperti Orangutan (Pongo pygmaeus). termasuk jenis Enggang Gading (Rhinoplax vigil) yang menjadi maskot fauna Kalimantan Barat. . hasilnya sebanyak 1.500 mdpl. 159 jenis burung. Disebutkan juga. sembilan jenis ikan. berdasarkan Management Plan 25 tahun TNBB-TNBR.<!--[if !supportFootnotes]-->[5]<!--[endif]--> Schwaner : Ekosistem Dilihat dari keberadaan ekosistem di wilayah green belt pegunungan Schwaneer yang masuk dalam kawasan TNBB – TNBR . dan 82 jenis ikan. hutan bekas tebangan ± 9. tersebar di seluruh areal <> <!--[if !supportLists]-->b.000 mdpl. Di antaranya jenis Cemara gunung (Casuarina junghuniana). serta sejumlah jenis flora dan fauna yang diduga jenis baru. Pada tipe vegetasi Puncak Pegunungan. Di Kawasan TNBK yang termasuk dalam kawasan GB Muller pernah dilakukan inventarisasi. ukuran tumbuhan semakin kecil dan lumut-lumut hijau semakin tebal menempel di kulit pohon. non hutan ± 2.200 jenis tumbuhan.500 mdpl seluas 58.340.489. dan satu jenis bulus. mencakup hutan primer ± 45.30%) dari luas kawasan. Kelempiau (Hylobathes moloch) dan Kera ekor panjang (Macaca fascicularis).000 mdpl atau <>Menurut Steenis analisis Citra Landsat ada 3 tipe ekosistem : <!--[if !supportLists]-->a. 24 jenis kupu-kupu. 282 jenis ngengat. seperti Thismia mullerensis.<!--[if !supportFootnotes]-->[4]<!--[endif]--> Sayangnya enggang yang menjadi kebanggaan itu.587. hutan perbukitan 1. dan 10 jenis burung yang endemik Kalimantan.000 mdpl. setidaknya ada 10 jenis tumbuhan dan delapan jenis satwa berupa enam jenis burung.26 Ha (32. Pandan (Pandanus sp).Perbedaan yang terlihat jelas pada tipe vegetasi ini adalah munculnya lumut-lumut hijau di setiap batang tumbuhan.1. Tercatat sedikitnya 40 jenis tumbuhan. <!--[endif]-->Tipe Zona Tropika. Rotan (Calamus sp) dan beraneka ragam jenis Kantong semar (Nephentes sp).07%. 41 invertebrata gua.637. hutan pegunungan 1. Jenis burung yang paling menonjol di kawasan ini adalah berbagai jenis Enggang (Bucerotidae). satu jenis macan dahan.000 – 1. Rusa (Cervus unicolor) dan Pelanduk (Tragulus napu).8 Ha. <!--[endif]-->Tipe Ekosistem Pegunungan Bawah.000 – 1. ekosistem hutan Dipterocarpaceaea terletak 100 . Jenis Mamalia lain yang sering terlihat di antaranya Beruang madu (Helarctos malayanus). hutan lumu > 2.500 – 2. Untuk jenis yang tergolong langka. saat ini sulit ditemui.

500 – 2. . Di kawasan mendalam yang merupakan kawasan TNBK dan berada di tengah Pegunungan Kapuas Hulu dan Peg Muller yang terletak di kabupaten Kapuas Hulu. meranti.000 – 1.420. Namun dengan potensi ini mengakibatkan tergiur pengusaha kehutanan untuk memanfaatkan potensi kayu yang ada di dalam hutannya. ekosistem hutan Dipterocarpaceaea terletak 100 1.500 mdpl. pelanduk. <!--[if !supportAnnotations]-->[R2]<!--[endif]--> Keadaan flora juga didominasi akan jenis hama bagi peladang.03 Ha.340. yang menyebabkan gagal panen dan memperoleh kerugian sekitar 2 juta per KK yang membuka ladang1.500 mdpl seluas 58. seperti jenis kayu belian. Ini terjadi suatu kehilangan jenis flora-fauna yang dianggap saklar oleh masyarakat di sekitar kawasan Mendalam hilang bahkan punah.000 – 1.500 mdpl seluas 6. 93 Ha. dipercaya oleh masyarakat sebagai suatu pemebritahuan musim. Ekosistem pegunungan bawah memiliki keragaman jenis pohon serta individu yang lebih tinggi dari zona lainnya. hutan lumu > 2.8 Ha. mencakup hutan primer ± 6.637. hutan bekas tebangan ± 9. seperti kijang. bekas hutan tebangan ± 299. enggang gading dan burung pungkapung/kroak sejenis burung untuk menunjukan keberuntukan kawasan perladangan.930 Ha (3.000 mdpl atau <> Tipe Zona Tropika. Membuat ekosistem berupa flora – fauna dan plasma nuftah dikawasan ini beragam sesuai dengan tingkat tipe ketinggian perbukitan.83%) dari luas kawasan. mencakup hutan primer ± 45. masuk ke dalam tipe zona tropika yang mana di sekitarnya banyak terdapat jenis kayu belian dan pepohonan buah-buhan yang bersifat keras (cempedak. Untuk di Desa Nanga Kalan sendiri. <!--[endif]-->Tipe Pegunungan Atas.489. hutan pegunungan 1. Perubahan ekosistem yang disebabkan oleh aktivitas kehutanan.26 Ha (32. babi. menyebar di ketinggian > 1.81 Ha. trenggiling. tersebar di ketinggian 1. durian) secara alamiah. karena dengan adanya burung enggang sering dipercaya kemunculannya dan suaranya tersebut menandakan akan terjadinya suatu perubahan musim1. kera serta jenis predator pada belalang1.<!--[if !supportLists]-->c. langsat. hutan perbukitan 1. Berdasarkan Management Plan 25 tahun TNBB-TNBR. terdapat jenis endemic kayu atau pohon Kalimantan kerabat kayu gaharu serta jenis endemic primata Kalimantan merupakan suatu potensi tersendiri dalam peruntukan kawasan konservasi. mayas (orang utan).000 mdpl. Kejadian hama belalang ini pada musim panen tahun 2005. tersebar di seluruh areal <> Tipe Ekosistem Pegunungan Bawah. non hutan ± 2.587. menyebabkan hilangnya rantai kehidupan di sekitar Desa Kalan dengan serangan hama belalang.07%.000 mdpl. Dari jenis flora dan fauna yang dulunya dimiliki di sekitar kawasan Mendalam.30%) dari luas kawasan.

Binatang pengerat pada ketinggian 2. Osmoxylon helleborinum.vegetasi hutan ekosistem tropika tersebar di sepanjang Sungai Jelundung. Pada ketinggian 250 -700 mdpl pada lereng bukit di dominasi famili Dipterocarpaceaea. Kucing hutan.000 mdpl ada Tupai pohon. Ficus microcarpa. Musang congkok. Palaquium dasyphyllum. Tenggalung. Pometia piñata. 93 Ha.. Litsea densifolia.420. Neuclea rivularis. Rubiaceae serta jenis palma dan liana. Serawai dan sungai kecil lainnya dengan jenis khas Dipterocarpus oblongifolius. Ficus macrostyla. Pinanga rivularis. 7 jenis amphibian. tupai besar. Selain itu juga ada jenis tumbuhan „Bungon Pemaceh‟ sebagai obat kontrasepsi. Tectaria hosei. Pterospemum sp. Pandanus sp. jenis Ungulata (Kancil. Artocarpus altilis. Kijang). Baccaurea racemosa. Liana „Kanyong‟ sebagi racun di ujung tombak atau anak panah. Trischostosia velutina). Musang bergaris.278 mdpl ditemukan hutan lumut yang di dominasi dari suku Ericaceae. Sapotaceae. Syzigium rosttratum. Lauraceae. pasak bumi „Seloang Belum‟ sebagai obat kuat (tonik).200 mdpl terdapat hutan kerangas dari suku Myrtaceae jenis (Syzigium rhamphiphyllum. tupai bergaris. menyebar di ketinggian > 1. Di sekitar kawasan terbuka (kawasan HPH dan sekitar ladang) terdapat Rusa sambar. bekas hutan tebangan ± 299. bajing kecil. Sapotaceae. Lauraceae. juga ditemukan anggrek (Apendicula alba.. Michelia sp. Elaeocarpus glaber. Ketinggian 700 – 1. Ketinggian 1. Bolbitis sinuatar Jenis umum.Tipe Pegunungan Atas.930 Ha (3. Dipteres lobiana. 9 jenis reptilian.000 – 2. Fagaceae dengan jenis Aporosa sp.83%) dari luas kawasan. Syzigium lineatum). Palem-paleman (Areca spp. Trichostosia lanseolaris.200 mdpl ada lutung. Schefflera sp. Flora Telah terinventarisasi ada 817 jenis (610 marga dalam 139 suku). Informasi dari masyarakat . Ketinggian 1.. tupai hitam bergaris. Igunura walici.500 mdpl seluas 6. Wau-wau tangan hitam. „Bayan Akah‟ kulit berwarna kuning sebagai pematik api. Ekosistem pegunungan bawah memiliki keragaman jenis pohon serta individu yang lebih tinggi dari zona lainnya. Musang bogoh. dikawasan punggung perbukitan sekitar sungai Ella terdapat jalur jelajah Orang utan dan Singapuar. Pada sekitar lereng ketinggian 400 – 700 mdpl terdapat landak. bajing tanah bergaris tiga. Napu. Pinanga spp). Ficus riber.81 Ha. Hopea spp. Linsang bergaris. Salacca zalacaa.. Euphorbiaceaea dan ada Rafflesia tuan-mudae Becc. bajing kelapa. Jenis Primata dari ketinggian 100 – 1. bajing tanah. „Ramoy‟ sebagai obat diare. Listhocarpus ewyckii. Saurauria angustifolia. Lithocarpus cooertus dan Knema sp. mencakup hutan primer ± 6.600 mdpl hutan tipe kerangas dengan suku Euphorbiaceae. genus Shorea spp. Fauna Terdapat 221 jenis yang telah diidentifikasi. Agathis bomeensis. 140 jenis aves (burung). terdiri dari 65 jenis mamalia.000 mdpl di dominasi famili Dipterocarpaceaea juga Myrtaceae. Dillenia beccariana. Kelasi. Ketinggian 2. Rhododenron sp..200 – 1. beruang.000 – 1. Asplenium sabaquatile.

2 jenis burung „new record‟ (Punai Imbuk.200 m dpl (sekitar Bukit Birang Merabai) dan di lereng Bukit Baka merupakan tipe hutan kerangas yang ditandai dengan dominannya jenis Podocarpus imbricatus. Penelitian-penelitian yang berusaha menggali potensi keanekaragaman hayati terus berlangsung. Kancil (Tragulus sp) dan berbagai jenis Primata. Jenis Capung seperti capung jarum ekor porok. kura-kura. bangsa capung (sibar-sibar betina. seperti Kodok Bako dan Ular 168 jenis. Jenis fauna yang menjadi primadona kawasan ini adalah jenis burung Enggang Gading (Buceros vigil). Burung jenis ini mempunyai kisaran jelajah yang tidak terlalu jauh dari sarangnya. Babi hutan (Sus barbatus). ular Lamaria schegeli. burung Kuau kerdil Burung Enggang gading. 52 jenis burung dilindungi UU. yang dibuat di sepanjang sungai. sibar-sibar merah hitam. Satwa liar lainnya yang sering dijumpai. Sedangkan pada daerah puncak Bukit Raya ditemukan berbagai jenis dari famili Ericaceae.1. kupu-kupu jesebel. Vegetasi pada dataran rendah (kaki bukit) hingga ketinggian 400 m dpl menunjukkan kekhasan hutan hujan dataran rendah yang mengandung ± 30% species dari famili Dipterocarpaceae. seperti Beruang madu (Helarctos malayanus). keluing biasa keluing raksasa. serangga ranting dan daun (belalang ranting dan muda). terutama Kelempiau/Owa (Hylobathes agilis). Diduga jenis tumbuhan ini memiliki persamaan dengan hasil penemuan di kawasan Taman Nasional Kinabalu Serawak Malaysia. Tembadau (Banteng). Burung Ruai. Jenis Herpetofauna seperti Kodok ada 91 jenis. sibar-sibar raja. Pada tahun 1997 telah dilakukan Borneo Biodiversity Expedition to the Trans-Boundary Conservation Area of Betung-Kerihun National Park (West . Pegunungan Iban : Kawasan ini memiliki kenakeragaman hayati yang berlimpah. Pada ketinggian antara 1. biawak hijau. kelabang.binatang yang punag ada Badak. kupu-kupu jeruk sayap panjang. Salah satu jenis flora dilindungi yang ditemukan di kawasan ini adalah Bunga Rafflesia spp. Jenis insekta seperti keluing pil raksasa. diantaranya berbagai jenis mamalia darat. Tipe vegetasi penyusun hutan berubah secara bertahap berdasarkan ketinggian tempat. kadal Spenomorphus sp. Secara keseluruhan kawasan ini tertutup oleh vegetasi tingkat pohon yang penyebarannya bervariasi dari kaki bukit hingga ke puncak puncaknya. sibar-sibar hijau. capung jarum merah capung jarum zamrud. Vegetasi di Bukit Raya secara vertikal dapat dibagi dalam zona-zona menurut ketinggian dan tipe tanah. Burung terdapat 8 jenis endemic Borneo. kupukupu sayap burung paris. Ikn duyung (Duyung Irawadi). Sedangkan jenis lainnya terdapat Agathis bornencis dan beberapa jenis dari famili Myrtaceae dan Sapotaceae. Uncal merah). Jenis tumbuhan dan famili Dipterocarpaceae didominasi jenis Shorea spp dan Hopea spp. Macan dahan (Neofalis nebulosa). sibar-sibar merah. sibar-sibar cincin mas. Jenis Kupu-kupu seperti kupu-kupu sayap burung.000 . jenis Tongerert. keluing bergerigi. sibar-sibar putih susu.

1. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Kedua kawasan kaya akan jenis Dipterocarpaceae. 30 jenis tumbuhan untuk bahan bangunan dan 60 jenis tumbuhan untuk berbagai macam bahan bangunan <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Ditemukan tumbuhan Hornstedtia spp yang digunakan sebagai indikator untuk menunjukkan bahwa lahan perladangan gilir balik sudah ditanami kembali. DAS Barito. 144 jenis tumbuhan menghasilkan bahan makanan. Potensi Jasa Lingkungan <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->DAS Pegunungan Meratus memiliki nilai penting sebagai pengatur tata air yang meliputi penyerapan curah hujan dan mengalirkannya ke dalam sistem drinase yang berada di bawahnya. terutama di Sarawak. Lepisanthes.Kalimantan. Das Sampanahan dan DAS Satui Muller<!--[if !supportFootnotes]-->[6]<!--[endif]--> : Kondisi Sungai Barito berbeda dengan kondisi di Mahakam. di mana air Sungai Barito terlihat lebih berwarna gelap dibanding Sungai Mahakam. Indonesia) and Lanjak-Kentimau Wildlife Sanctuary (sarawak. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Ditemukan 291 jenis burung dari 39 famili termasuk di dalamnya 20 jenis endemik dan 17 jenis burung migran yang secara keseluruhan mewakili 70% avifauna hutan daratan rendah Kalimantan. Dua jenis ikan dari genus Glaniopsis dan sejenis ikan Gastromyzon ditemukan pertama kali di Kalimantan. . Malaysia) yang merupakan daerah Green Belt Pegunungan Iban disponsori oleh ITTO dan melibatkan sejumlah ilmuwan dan kelembagaan dari kedua negara dengan beberapa temuan antara lain: <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Pada kedua kawasan lindung tersebut ditemukan sejumlah jenis tumbuhan yaitu genera Laxocarpus. 38 jenis tumbuhan untuk upacara. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Diidentifikasi 62 jenis palem-paleman dimana 2 diantaranya jenis baru. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Tercatat 41 jenis tumbuhan obat-obatan. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Tumbuhan langka Cyrtranda mirabilis di TN Betung-Kerihun. Ardisia.2. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Tercatat 125 jenis ikan dari 12 famili (91 jenis ikan di Kalbar dan 61 jenis di Sarawak). Hal ini diduga karena daerah hulu Barito adalah daerah yang kaya dengan hamparan rawa dan rawa gambut. C. Microtopis dan Jarandersonia.

DAS Mendalam. Ancaman kerusakan dari daerah Kaltim diperkirakan lebih besar mengingat tipe hutan di bawah dinding Muller masih memiliki keragaman jenis yang tinggi dan menyimpan potensi besar untuk kayu-kayu komersial.275 ha dengan pola drainase paralel. Daerah ini belumlah daerah yang terakhir di hulu Mahakam. Dasar sungai bagian hulu berpasir dan pada bagian hilirnya berlumpur sampai sepanjang kurang lebih 20 km dari pantai. memiliki karakteristik sangat berbeda dengan zona arus lambat. yaitu di Sungai Sebunut dan daerah Long Bagun. DAS Sibau.yang terdiri dari Sub DAS Simaja dan Wawasan.Air tanah yang meresap melalui media yang masam seperti gambut akan mengakibatkan airnya menjadi sangat masam dan berwarna hitam. Panjang aliran utama sekitar 60 km dengan lebar antara 50-60 meter dan semakin melebar (> 200 meter) pada bagian muaranya. Meski demikian. Tumbang Keramu dan Tumbang Topus adalah dua desa terujung di hulu Barito sehingga lebar Sungai Barito sudah terasa menyempit. Dari kaki-kaki pegunungan Muller mengalir sungai-sungai kecil yang membentuk DAS besar seperti DAS Kapuas. Diperlukan suatu keseriusan untuk menyelamatkan hutan di kawasan ini yang merupakan hulu dari anak-anak sungai yang menuju ke Mahakam dan Barito. di daerah ini masyarakat sudah mulai membuka hutan untuk berladang dan mengambil kayu secara ilegal. Sedangkan daerah Penyungkat adalah daerah anak Sungai Mahakam. Aliran sungai Simenggaris masih dipengaruhi oleh pasang surut air laut. juga berbagai material yang mengendap pada dasar sungai. Menyelamatkan daerah Muller suatu keharusan karena di sana berawal banyak anak sungai yang bermuara ke Sungai Barito dan Mahakam. Salah satu pemandangan yang agak asing adalah teridentifikasinya sejumlah besar serangga air (famili ephemeroptera.<!--[if !supportFootnotes]-->[8]<!--[endif]-> . Daerah Penyungkat di kaki Muller adalah daerah cagar alam. DAS Bungan dan DAS Embaloh. di mana kecepatan arus bertambah dan tidak adanya endapan-endapan pasir. DAS ini luasnya 89.<!--[if !supportFootnotes]-->[7]<!-[endif]--> Pegunungan Iban : Daerah Aliran Sungai (DAS) yang terbentuk dari hulu sungai-sungai yang mengalir ke Provinsi Kalimantan Timur dan Sarawak adalah DAS Simenggaris. atau paling tidak semestinya berupa hutan lindung. Sungai Barito dan Mahakam dicirikan oleh zona riam yang ganas. mayflies) di atas perairan Sungai Barito pada sore hari yang memberikan nuansa warna putih di sekitar permukaan air. tempat tim ekspedisi turun dari Penyungkat.

dengan kecepatan aliran rata-rata sekitar 0. Tebing sungai berlereng agak curam sampai curam yang ditumbuhi vegetasi semak. Sebuah lembaga Internasional pernah melakukan penelitian di sebuah DAS untuk menilai secara ekonomi air dari Sungai Kelay dan Sungai Segah. Diperkirakan kedua sungai tersebut memiliki nilai per tahun saat ini sekitar Rp. Samba. atau sekitar US $ 5. Serawai. DAS ini merupakan aliran drainase pantai dimana seluruh wilayahnya berupa rawa dan bakau serta dipengaruhi oleh pasang surut. Sangkei. ini merupakan suatu potensi yang sangat besar dalam pertambangan di wilayah pegunungan Schwaner.595 ha mempunyai pola drainase dendritik. Panjang aliran sungai Sembakung adalah sekitar 115 km. Selain itu terdapat pula DAS Sebuku yang mempunyai pola drainase modifikasi dendritik dengan luas sekitar 68. dan penyediaan air untuk masyarakat dan sistem pertanian. Panjang aliran sungai yang masuk dalam areal HPH sekitar 52 km dengan lebar sungai antara 20 – 50 meter dan kedalaman antara 1 – 3 meter.45 meter/detik. Jelundung. seperti Batubara. air. Umbak. Hutanhutan tersebut merupakan bagian penting dari karakter fisik dan ekonomi Kabupaten Berau.5 km dengan lebar antara 20 – 50 meter serta dasar sungai berpasir – berlumpur. lebar antara 35 – 50 meter dan secara umum DAS Sembakung mempunyai arus sungai dari agak deras sampai dengan deras. Hubungan antara hutan. ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.780 ha. Senamang. dan sungai ini tidak dipengaruhi oleh pasang surut air laut8.Pada wilayah perbatasan ini juga terdapat DAS Tabur yang didalamnya terdapat areal kerja HPH seluas 5. Uranium. Lekawai. Panjang aliran sungai Tabur sekitar 39. DAS Sebakung seluas 101. Pada bagian hulu DAS banyak terdapatriam/jeram dan air terjun yang dipengaruhi curah hujan. Labang. Tepilan dan Apan. dan kualitas air terjaga.2 miliar. Dasar dan tepi sungai berbatu pada bagian hulu ditumbuhi oleh vegetasi semak.<!--[if !supportFootnotes]-->[9]<!--[endif]--> Schwaner :Rantai pegunungan Schwaner tersebut merupakan daerah tangkapan air utama untuk Sungai Kapuas di Kalimantan Barat dan Sungai Katingan di Kalimantan Tengah. DAS Sebuku terdiri dari Sub DAS Kapukan. Agison. Antimoni. Muara DAS Katingan meliputi Sungai Bimban. Area berhutan dari daerah aliran sungai (DAS) Kelay dan Segah juga memberikan fungsi ekologi yang penting dalam pengaturan kecepatan arus dan muatan sedimen. 48. Dengan kondisi geologi perbukitan & pengendapan di kawasan bukit serta keadaan tanah yang berupa podsolik merah – kuning yang berasal dari batuan endapan. Jenis potensi tersebut berupa bahan tambang yang tergolong ke dalam golongan galian C yang sangat berpotensi. berhulu di Sabah (Malaysia) dan bermuara di Laut Sulawesi (Selat Makasar). Sebagai daerah tangkapan air dan persediaan air serta kawasan perlindungan tata air untuk DAS Melawi (Kal-Bar) dan DAS Katingan (Kal-Teng).350 ha. .62 juta. Hiran. Melalui penyediaan fungsifungsi tersebut infrastruktur penting dan sistem pengairan dilindungi. Juoi. Dasar sungai berbatu dan dijumpai adanya beberapa riam (jeram) di bagian hulu. Mentatai. Muara DAS melawi meliputi Sungai Ella hilir. Tai. Ambalau. dan akan terus menjalankan peran penting pada pembangunan masa mendatang.

Karakter sungainya banyak jeram/riam dan gua alam akibat susunan geologi berupa batuan kapur. Potensi sosial terutama budaya dan etnik Dayak. Pembuatan zona pemanfaatan tradisonal/enclave terhadap desa . Penduduk yang mendiami di sekitar pegununagn Muller & Kapuas Hulu ialah suku Dayak. Panjang Sungai Embaloh 95 Km di ukur dari puncak Gunung Tunggal sampai muara Sungai Paloh. Dusun Sungai Ulu Palin. pemungut tengkawang. upacara tardisi dan kearifan local masyarakat dalam berinteraksi dengan alam. berlumpur. Desa Sei Sedik. Karakter sungai banyak berjeram/riam dengan tertinggi pada jeram matahari yang juga mengandung mineral emas dan di rambah secara tradisional. panjang Sungai Mendalam 30 Km dari mata air Gunung Batu. diantaranya Sub DAS Embaloh di bagian Barat. jeram yang cukup tinggi). tarian. Sub DAS Sibau – Menyakan dan Sub DAS Mendalam di bagian tengah. pemungut gaharu. menjadi andalan penduduk di Banua Martinus dan Nanga Embaloh serta ibukota kecamatan Embaloh hilir. merupakan ujung (Uncak) Kapuas merupakan bagian dari pegunungan Muller. keruh. Dari jumlah penduduk relative kecil jika dibandingkan dengan luas kawasan penyangga TNBK. minuman. panjang Sungai Menyakan 65 Km dari mata air Gunung Lawit. Dimana juga banyak ditemui sumber air yang lebih asin (Sepan) ketika air sungai meluap. Sub DAS Kapuas Koheng. Panjang dan kondisi sungai bervariasi mulai yang lebar. sempit. Sub DAS Mendalam. makanan. Masyarakat mengandalkan Sumber Daya Alam seperti peladang. berbatu berans (tenang. bukit Lanjak. panjang Sungai Bungan 50 Km dari mata air Gunung Liang Cahung. Sub DAS hulu Kapuas/Koheng dan Sub DAS Bungan di bagian Timur. Sub DAS Embaloh bermuara di Nanga Embaloh di DAS Kapuas.. jernih. pemburu dan pencari ikan. di bagian Tengah Dayak Bukat. pada bagian Barat di humi Dayak Iban dan Tamambaloh. deras. panjang Sungai Sibau 25 Km dari mata air Gunung Aseh.Muller & Kapuas: Ada ratusan jaringan sungai kecil dan besar masuk dalam system DAS Kapuas. dan beberapa sub DAS. terletak di Selatan Sub DAS Kapuas Koheng berbatasn dengan Kal-Tim dan Kal-Teng masuk dalam jajaran pegunungan Muller. Dimana tersebar pada bagian-bagian sesuai dengan mata angin yang membentang di pegunungan. di bagian Timur Dayak Punan. Sub DAS Sibau. dangkal. terletak di sebelah Timur Sub DAS Sibau dengan karakter aliran sungai deras di perhuluannya. panjang Sungai Hulu Kapuas/Koheng 100 Km dari mata air Gunung Cemaru. Dari rumah panjang (Betang) di Kal-Bar. Tipe sungai kelurusan yang dapat berupa patahan-patahan/kekar-kekar dengan jurang yang terjal dan licin serta berlantai dasar batuan induk hitam akibat aktivitas vulkanik pada PostEocene. Sub DAS Bungan. dalam. Desa Ukit-ukit. terletak di sebelah Timur Sub DAS Embaloh dengan batas puncak Gunung Lawit. Selain itu juga sebagai tempat pencarian menangkap ikan dan sebagai sarana transportasi sungai. (Umak) di KalTim sampai ke barang kerajinan.

Kegiatan pendakian ke puncak Gunung(Bukit) Raya (2.240 mdpl.150 mdpl dan G. Muller : Menyusuri sungai dan melewati jeram-jeram di sepanjang Sungai Sibau. namun dalam dokumen tersebut tidak disebutkan namanya. Di Kecamatan Nunukan terdapat Air terjun Sungai Binusan. Dari peta RTRWK Kabupaten Gunung Mas setidaknya terdapat 3 kawasan wisata alam yang berada di Kawasan Schawaner dan Muller. pendakian G.di kawasan TNBK salah satu alternative mengatasi permasalahan pengelolaan kawasan yang penduduknya makin bertambah. Condong 1. Iban.770 mdpl. seperti pohon meranti. panorama alam dan beranekaragam fenomena alam serta berbagai jenis budaya masyarakat setempat. Embaloh dan Kapuas hingga ke Sungai Mahakam memberikan kesan petualangan yang sangat menyenangkan serta pemandangan bentang daratan yang ditutupi kabut pada bagian-bagian puncak bukit. Sepan. Betung 1.790 mdpl. Orang Punan Hovongen menyebutnya „Diang‟ (lubang gua) di Tanjung Lokang. Objek wisata budaya setempat yang ada antara lain berupa rumah betang panjang (long house) serta kesenian tradisional dari masing-masing anak suku yang ada di peg. serta terkadang melintas berbagai jenis satwa liar seperti Burung Enggang (Bucerotidae) dan Rusa menimbulkan kesan alami bagi penikmatnya.<!--[if !supportAnnotations]-->[R3]<!--[endif]--> <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Wisata Schwaner : Kekayaan sumber daya alam. seperti pemandangan yang unik dan jalur pendakian. sumber air panas yang terdapat di Sungai Bukit Rimban. terletak di atas Desa TumbangTabulus serta kehidupan masyarakat Dayak dan Melayu yang bermukim di sekitar kawasan. Kerihun 1. . G. arung sungai dan jeram di Sungai Bungan dan jeram matahari. G. Disamping itu beraneka ragam pola kehidupan masyarakat yang tinggal di sepanjang sungai merupakan hal yang tak kalah menariknya. telah dipromosikan melalui equator expedition. Iban : Wisata budaya yang merupakan kekayaan nilai nilai tradisional yang masih melekat secara kuat dalam kehidupan sehari-hari.278 m dpl) merupakan puncak gunung tertinggi di Kalimantan (bagian Indonesia). Ada beberapa potensi yang terdapat di kawasan TNBK. Lawit 1. Wanawisata yang didominasi oleh vegetasi spesifik hutan dataran rendah. Suasana seperti ini tentu merupakan suatu daya tarik yang memikat bagi para wisatawan khususnya dari mancanegara yang lebih menyenangi kegiatan petualangan di alam bebas. pegunungan kapur dan gua di hulu Sungai Bungan. bengkirai dan ulin yang mengelilingi Desa Pembeliangan. tempat minum binatang. Wisata Sejarah Rumah Betang di Kecamatan Katingan Hulu merupakan keunikan sosial budaya tersendiri yang berpotensial mendatangkan wisatawan yang tertarik dengan wisata budaya dan alam.

Eheng. Air Terjun Ruab Sebiling. Potensi Tutupan Lahan & Tingkat Kekeritisan Lahan Berdasarkan data tutupan yang di miliki oleh Walhi pada tahun 2005 (Analisis Citra Landsat tahun 2004) terlihat seperti gambar di bawah ini menunjukkan bahwa kawasan hutan primer (hijau tua) dan hutan skunder (hijau muda) berada pada kawasan –kawan green belt. Coelogyne dan Rocus Soini dan Bulpophylum Mututina. Batu berukir Paru‟Ating. Di Kecamatan Krayan terdapat Wisata budaya yang menampilkan berbagai seni budaya suku Dayak Lun Dayeh. Erya Vania. terletak di Desa Ba‟Liku daerah Krayan Hulu. Suku Punan terdapat di desa Sambudurut yang dikenal dengan ketangkasan berburu serta ahli membuat sumpit dan racun sumpit serta tikar rotan. Air terjun Tao Lun di Desa Patal. Erya Floribuda. Arung Jeram Sungai Lumbis dari Tao Lumbis ke Desa Labang. Upacara adat yang terkenal: Lamelah Tenan. Ekowisata Kayan Mentarang.1. Hudoq Apah terdapat di Desa Tering. dll). Perang.Di Kecamatan Lumbis terdapat Wisata budaya yang menampilkan berbagai jenis tari suku Dayak Murud yang sangat menarik. antara lain tari gong. Hulu Giram Sungai Krayan. dan Benung . Goa Kelelawar. termasuk dalam kawasan ekowisata Kayan Mentarang tepatnya di tepi hulu Sungai Krayan. Engkuni. Objek wisata Air terjun Jantur Gemuruh terletak di Desa Mapan. Di Kabupaten Kutai Barat terdapat wisata Anggrek alam terdapat di Kersik Luway antara lain: Anggrek hitam (Coelogynepandurata). Pusan dan Busaq Baku) di Desa Long Bawan. baik seni musik maupun seni tari (Bambu. Umumnya kondisi hutan di kawasan ini memiliki tutupan baik dan masih merupakan hutan primer dan sebagian hutan skunder. gong. Suku Dayak Kenyah Lepo Jalau yang memiliki lamin adat dan seni budaya yang juga terkenal sangat rajin berladang. membujur dari perbatasan Kabupaten Nunukan dengan Sabah Malaysia di bagian Utara sampai ke Kecamatan Kayan Hulu di Kabupaten Malinau dengan negara bagian Serawak Malaysia di Selatan. serta benda-benda pusaka yang bernilai seni dan magis (guci. Binuang. goa penyimpanan tulang dan pembusukan mayat. Kecapi. mandau. Daerah ini mempunyai bukti sejarah adanya bekas tangga jajahan dan makam tentara Belanda. . terletak di areal Taman Nasional Kayan Mentarang. termasuk dalam kawasan ekowisata Kayan Mentarang tepatnya di Desa Tanjung pasir. Di Kabupaten Malinau terdapat Pusat budaya kesenian bukan adat dalam terdapat di Long Nawang (Ibukota Kecamatan Kayan Hulu). Gunung Batu Sicien (Sicen). termasuk dalam kawasan ekowisata Kayan Mentarang tepatnya di Desa Tanjung Pasir. Pembuatan garam Gunung. Museum Mencimai terdapat desa Mencimai dan lamin sebagai pusat seni suku Dayak Tunjung yang terdapat di desa Mencimai. C. Laliq Iqal.3. terletak di hulu Sungai Main Desa Long Layu. tepatnya di tepi hulu Sungai Krayan. Ba‟ Liku dan Pa‟Kebuan. tari koqoi dan tari samajau. Daerah Sungai Kayan yang sangat terkenal dengan arung jeram yang sangat terjal terdapat di Data Dian yang merupakan ibu kota Kecamatan Kayan Hilir. Kuburan batu.

Kawasan ini hanya memiliki 136 ribu Ha atau 7% dari total kawasan.003 Ha. Secara umum tutupan lahan Kalimantan pada tahun 2005 dapat dilihat pada gambar di bawah ini : <!--[if !vml]--> <!--[endif]--> Box : Kondisi Hutan Kalsel Kawasan Hutan dan Perairan Propinsi Kalimantan Selatan yang ditetapkan berdarsarkan peputusan Menteri Kehutanan Nomor 453/Kpts-II/1999 tanggal 17 Juni 1999 adalah seluas ± 1.8 juta Ha atau 48 % dari total kawasan. Kawasan ini memiliki hutan primer lebih dari 53 % dari total kawasan atau 1. Sedangkan kawasan semak belukar dan tanah terbuka tidak sampai dengan 1 %.09 %.565 9. kondisi hutan cukup memprihatinkan. Kawasan Green Belt Pegunungan Kapuas Hulu terdapat hutan primer sekitar 1.659.54 67. Ini menunjukaan kawasan GBPM sudah menuju kearah kritis. Kawasan ini juga memiliki semak belukar dan lahan terbuka kurang dari 1 % dan sisanya tertutup awan.902 4. Di Kawasan Green Belt Pegunungan Muller (GBPMu). Hutan Primer sekitar 55 % dan semak belukar 17 % atau 296 ribu Ha.494 Ha. Hal ini juga ditunjukkan oleh kondisi Satuan Wilayah Sungai (SWS) utama yang berhulu sungai ke GBPM sudah kritis. Hutan Lindung dan kawasan Hutan Produksi dengan perincian luas sebagai berikut : Luas (Ha) Fungsi Kawasan SK Menhut Kawasan Konservasi (HAS & HPA) 175. Kawasan semak belukar sekitar 230 Ha atau 6%. ini juga menunjukkan bahwa hutan di Kalsel kurang dari itu karena kawasan GBPM termasuk juga ke propinsi Kaltim. Sedangkan menurut Perda No.09 Persen (%) Luas (Ha) Perda Persen (%) . kondisi hutan masih cukup bagus.179 juta Ha hutan dan hutan skunder 37 %.35 jt Ha (82%) dan hutan skunder sekitar 245 ribu Ha (15%). 9 Tahun 2000 adalah seluas 1.839. Kawasan ini memiliki semak sekitar 1% dan tanah terbuka sekitar 0.017 juta Ha atau 27 % kawasan dan hutan skunder 1. Kawasan Green Belt Pegunungan Iban memiliki hutan primer sekitar 3. Kawasan hutan ini terdiri dari kawasan Hutan Konservasi.651 jt Ha atau 76 % dari total kawasan dan hutan skunder sekitar 500 ribu Ha atau 10 % dari total kawasan. Kawasan Green Belt Pegungungan Schawaner memiliki hutan primer 1.Di Kawasan Green Belt Pegunungan Meratus (GBPM).

268 688.627 963. Oleh sebab itu tidak diketahui secara pasti luasan hutan kawasan Pegunungan Meratus.44 37.003 100 Data di atas merupakan luasan kawasan hutan Kalimantan Selatan secara keseluruhan.8 768.793 0.139 1.784 1.547 0.44 627.109.615 574.7 6.64 12.293 20.177 37. Pulau Kembang (60.0 ha).4 29.884 265.65 34.1 Prosentase (%) 17.444.9 11.065. Karimata (77. Paling tidak luasan hutan kawasan Pegunungan Meratus adalah luasan tersebut dikurangi luasan Cagar Alam (CA) Pulau Kaget (85.429 176.737.872.0 ha).45 14.650.2 14.927. Sel Sebuku (66.83 58.7 58.33 8.659.0 ha).670 8.001.638 30.498. Sel Laut.790 155.447 16.Kelumpang.637 212.494 100 1.333 0. CA Tel.745. dan CA. Luas Penggunaan Lahan Kalimantan Selatan Tahun 2003 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Penggunaan Lahan Hutan Dataran Tinggi Hutan Dataran rendah TAD Bekas Tebangan Lahan Kering Tidak Produktif Pertanian Lahan Kering Pertanian Lahan Basah Danau/Sungai Sawah Luas(Ha) 667.839.07 10.000.12 60.79 <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]->Hutan Produksi Terbatas (HPT) <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]->Hutan Produksi Tetap <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]->Hutan Produksi yang dapat Dikonversi (HPK) Total Luasan 1.884.6 636.185 . Kemudian dikurangi oleh Kawasan Hutan Produksi yang kemungkinan dalam data tersebut juga dimasukan dari wilayah Pulau Laut (Kotabaru sebrang) dan Kab.0 ha). CA Kep.Kawasan Hutan Lindung (HL) Kawasan Hutan Produksi 554. Barito Kuala.396 0.0 312.

005 1.009 9. alang-alang dan lain-lain.742.7 40.6 348. lahan pertanian.84 .206 6.2 203.798. lahan tidak produktif. Badan Planalogi Kehutanan Secara terperinci kondisi tutupam lahan dapat dilihat pada tabel Luas Tutupan Hutan (vegetasi) Kalimantan Selatan sebagai berikut : VEGETASI Danau/Air Luas (Ha) 8. sawah.032.435. berdasarkan hasil penafsiran citra landsat yang berkisar dari tahun 1994 s/d 1997 di wilayah daratan Kalimantan Selatan diketahui bahwa luas daratan yang masih berupa hutan (berhutan) adalah sebesar 27 % dan daratan yang bukan berupa hutan (Non Hutan) sebesar 65 %.537.5 56.294 0.550 999. Keadaan Penutupan Lahan Propinsi Kalimantan Selatan Berdasarkan penafsiran citra satelit tahun 1994-1997 Penutupan Lahan Total Daratan yang ditafsir Berhutan Bukan Hutan Berawan Luas (ha) 3. Penutupan lahan non hutan adalah penutupan lahan selain daratan yang bervegetasi hutan yaitu berupa semak/belukar. 2003 Keadaan penutupan lahan propinsi Kalimantan Selatan.0 225.120 Persen Luas (%) 100 26.086 1.504 14. pemukiman.24 7.248 288.753.98 65.347 0.703.000 Sumber : Citra Landsat (Photo Satelit).78 Sumber : Pusat Data dan Perpetaan 1998.052 0.039.9 13.3 3. Uni Eropa.10 11 12 13 14 15 16 17 Pemukiman Hutan Tanaman Industri Perkebunan Pertambangan Air Port Hutan Rawa Hutan Bakau Rawa Luas Provinsi Kalimantan Selatan 7.747.3 554.416.182 2.771 100.370.

sensus pertanian 1993. .078.559.383.347.73 Sumber : National forestry Inventory Project.788.91 651.56 0.217.255.255.14 7.Hutan dataran Rendah Hutan Dataran Tinggi Hutan Mangrove Hutan pegunungan Hutan Rawa Lahan Basah Tidak Produktif Lahan kering Tidak produktif Pemukiman Penutupan Lahan Lainnya Perkebunan Pertanian (blank) 1.100 120.950 1996 1997 1.55 3.405.04 0. 1998 Gambaran Luas Jumlah dan Luas Konsesi HPH 1980-1997 Di Kalimantan Selatan dan Areal Eks HPH Luas konsesi (Ha) Pengguna 1980 HPH Aktif Eks HPH Sumber : 1985 1.150.790 1.042. yidak termasuk eks HPH Telah dilakukan perhitungan kembali oleh Badan Planalogi Kehutanan yang berdasarkan data citra satelit Landsat tahun 1997 s/d 2000.00 79.778.63 0.918.102.950 1993 1.58 181.149.00 129.77 67.950 1995 1.479. BPS Catatan : Data Th 1996 & 1997 adalah HPH yang masih berlaku.000 1990 1991 1992 1.00 106.763.697.70 1.500 1994 1. 1998 <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Daftar Nama dan Alamat Perusahaan HPH.198.310 195. dephutbun. Planning Bereau.988.500 <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Statistik kehutanan. ministry of Forestry and Plantation.

(tabel 1) HUTAN KONSERVASI Cagar Alam Suaka Marga Satwa Taman Nasional Taman Wisata 2.29 19.Perlindungan an Pelestarian Alam.Perhitungan dilakukan pada 7 unit areal HPH aktif dan 6 unit areal eks-HPH.Konservasi Ekosistem air Hitam.71 488.TN.877.079.056.834 317.750 96. Diketahui khusus pada areal HPH dan Eks-HPH di Kalimantan Selatan.908 105.61 .200 7. kawasan ini terdiri dari CA.250.66 ha.45 71.074 100 18 55 26 % HPH (Ha) 164.877.000 151.Konservasi Hutan manggrove.664.Konservasi Gambut Tebal dan Konservasi Hidrologi.250.500 100 5 36 59 Areal eks% <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Kondisi sedang-baik <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Kondisi rusak Sumber : Pusat Data dan Perpetaan 1998.142. Badan Planalogi Kehutanan Pertambangan batubara juga ikut mengurangi tutupan lahan di Kalimantan Selatan seperti apa yang tergambar dalam data bukaan tambang dan reklamasi lahan PKP2B dan PETI di bawah ini Box : Kondisi Hutan Kalteng Berdasarkan data dari Dinas Kehutanan kalimantan Tengah.Konservasi Flora dan fauna.Taman Wisata.Suaka Margasatwa. keadaan penutupan hutannya adalah sebagai berikut : Areal HPH Penutupan Lahan (Ha) Luas areal yang ditafsir Hutan Primer Hutan Sekunder 573.950 59.66 235.luas kawasan konservasi yang ada di kalimantan tengah seluas kurang lebih 2.

sepat.55 161.40 37. Selain itu juga ada beberapa jenis ikan hias yang menjadi komoditas seperti ikan arwana dan ikan kakari/penganten (botia macracanta).849.018. No 1 Penutupan Hutan dan lahan Hutan : Luas (ha) 9509010 % 62.<!--[endif]-->Hutan Rawa Gambut Tropika seluas + 2.98 185. Untuk jenis ikan arwana saat ini hampir sulit ditemukan dan untuk jenis ikan botia masih banyak di temukan pada semua perairan (sungai)di kalteng.04 .573.628.43 31.683.<!--[endif]-->Hutan Rawa Tropika seluas + 2.DKP kab.namun sebagian besar atau seluas 7. Hutan yang primer yang masuh ada diperkirakan seluas 2.katingan 2004) Berdasarkan data Dinas Kehutanan Propinsi Kalimantan Tengah (data kehutanan 2006) kawasan tutupan lahan berada pada sebagian besar kawasan di Provinsi Kalimantan tengah adalah hutan dimana secara garis besar dapat dibedakan menjadi 4 (empat) tipe hutan yang berbeda berdasarkan pada ketinggian tempatnya.14 Di kalimatan tengah terdapat dua (2) buah Taman Nasional yaitu Taman Nasional Tanjung Putting (TNTP)yang terletak di kabupaten Kotawaringin Barat dan Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya yang terletak di Kabupaten Katingan. patin dll.04 253.08% <!--[if !supportLists]-->. Tabel 2.31 Ha atau sekitar 15.225. (diskiripsi dan visualisasi ikan hias air tawar di kabupaten katingan. yaitu: <!--[if !supportLists]-->.4 juta ha (78% dari luas areal berhutan)merupakan hutan sekunder. Sedangkan jenis ikan untuk kebutuhan ekspor seperti jenis ikan bakut yang harganya mencapai Rp 60-70 ribu/ekor. Secara umum jenis fauna yang ada di sungai-sungai kalimantan tengah relatif hampir sama.280.% dari luas kalteng).093 jutaa ha atau 22% dari luas areal berhutan.363.87 ha atau sekitar 65.023.<!--[endif]-->Hutan Hujan tropika seluas + 10.350.Perlindungan dan Pelestarian Alam Konservasi Hutan Mangrove Konservasi Ekosistem Air Hitam Konservasi Flora dan Fauna Konservasi Gambul Tebal Konservasi Hidrologi 1.5 juta ha (62.797.382.27% Kondisi tutupan lahan menurut wilayah propinsi tahun 2000 Hasil pengolahan data citra landsat sebagaimana tabel menunjukan bahwa areal berhutan di kaimantan tengah seluas 9. Jenis ikan tersebut selain untuk kebutuhan pangan seperti gabus.55 Ha atau sekitar 5.51% <!--[if !supportLists]-->. baung.

<!--[endif]->Belukar Rawa <!--[if !supportLists]-->3.169. <!--[endif]-->Hutan Lahan kering primer 1864271 228737 4317428 2937095 45927 115552 1216 150 2817 1916 030 075 <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Hutan rawa primer <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]->pemukiman <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Hutan Manggrove sekunder <!--[if !supportLists]-->6. <!--[endif]-->Hutan tanaman 2 Non hutan : 5.<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]->Perkebunan <!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]->Pertanian lahan kering <!--[if !supportLists]-->6. <!--[endif]-->Hutan Rawa sekunder <!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]->Belukar <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]->Tambak . <!--[endif]-->Rawa <!--[if !supportLists]-->8.73 265 <!--[if !supportLists]-->1.410<!--[if !supportAnnotations]->[R4]<!--[endif]--> 406540 1979807 32772 264647 330022 1460950 549007 437 55779 59119 10330 1292 021 173 215 953 358 000 036 039 007 3. <!--[endif]-->Hutan Lahan kering sekunder <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]->Pertanian lahan kering + semak <!--[if !supportLists]-->7.

8 juta Ha. Kondisi Penutupan Lahan Pada Kawasan Hutan Kalimantan Tengah ( Ha ) A. <!--[endif]->Tubuh air 3 Tidak ada data Jumlah 648478 15. bagaimana pada saat setelah rotasi kedua. Menurut data yang dikeluarkan oleh Badan Planologi (BAPLAN) Departemen Kehutanan tahun 2000. Dan sisanya berupa diantaranya belukar. 2. <!--[endif]->Terbuka <!--[if !supportLists]-->10.1 juta ha didominasi oleh belukar rawa 2.Alamat kantor: jl.8 juta ha.<!--[if !supportLists]-->9. seperti pada tabel 3.perkebunan. Tabel Kondisi Kawasan Hutan Produksi Propinsi Kalimantan Tengah Berdasarkan Keadaan Penutupan Lahan. <!--[endif]->Transmigrasi <!--[if !supportLists]-->11.23 100 Berdasarkan paper bapak Wardoyo (kepala balai pemantapan kawasan hutan wilayah V kalimantan tengah dan selatan . HPH di Kalimantan Tengah pada Hutan Produksi (HP dan HPT) seluruhnya mencakup luasan 7. <!--[if !supportAnnotations]-->[R5]<!--[endif]--> Berturut-turut untuk luasan Hutan Primer (Virgin Forest).772208 banjarbaru 70714 Sedangkan areal non hutan seluas 5.PM noor PO Box 62 telp.411 Ha. dan ternyata bahwa luasan lahan kritis lebih besar dari jika dibandingkan dengan luas hutan primer.587.942.pemukiman. yang sudah semestinya harus menjadi bahan evaluasi kita semua dan pengalaman yang sangat berharga sebagai akibat dari sistem pengelolaan hutan yang sentralistik di masa sebelumnya. Secara statistik angka tersebut dapat dianggap sebagai salah satu indikasi akan ketidakmampuan HPH dan sistem yang ada dalam pengelolaan hutan berdasarkan prinsip kelestarian.0511.972 Ha.803 Ha.326. Bisa dibayangkan apabila dalam satu rotasi saja luas lahan kritis sudah mencapai ± 2. Data luas tersebut berbeda dengan luas kawasan hutan menurut SK Gubernur tahun 1999. HUTAN PRIMER (Virgin Forest) : (%) . Logged Over Area (LOA) dan lahan kritis termasuk konversi untuk kepentingan non kehutanan 1. Luas Hutan Produksi Propinsi No.898 4. ketiga dan seterusnya nanti.815. Data luas tersebut di peroleh berdasarkan hasil hitungan secara digital dengan perangkat lunak sistem Informasi Geografis (SIG) Arcview.828.636 Ha dan 2. hal ini kemungkinan disebabkan oleh perbedaaan sumber data/peta dan metode penghitungan yang dipergunakan.pertanian lahan baah dan daerah rawa. total luasan areal kerja HPH dan eks.0 juta da dan pertanian lahan kering 1.

HPH di Kalteng 1.98 24. pertanian.600 2.754. LAHAN KRITIS & KONVERSI NON KEHUTANAN : Hutan rusak.Areal Eks.912 2.Areal Eks.803 7.674 74.891 448. HPH Total Luas Penutupan Lahan C.Areal HPH .Areal HPH .11 100 <!--[if !supportFootnotes]--> <!--[endif]--> <!--[if !supportFootnotes]-->[1]<!--[endif]--> Presentasi Kaltim pada Musrenbangnas RKP 2007 tentang rencana pembangunan kawasan perbatasan.587.636 34.298 1.92 37.21 4.942.57 38.10 2.972 23. dll. . <!--[if !supportFootnotes]-->[5]<!--[endif]--> 12 Oktober 2005 Gatra. HPH Total Luas Penutupan Lahan Total Luas Areal HPH dan Eks. 09 Juli 2005 * .828.366. tanah kosong.Areal HPH . Kompas * Sabtu.12 0. HUTAN SEKUNDER (Logged Over Area/LOA) : Kondisi Sedang s/d Baik ..815.411 31. April2006 <!--[if !supportFootnotes]-->[2]<!--[endif]--> Ekologi Kalimantan <!--[if !supportFootnotes]-->[3]<!--[endif]--> Ekologi Kalimantan <!--[if !supportFootnotes]-->[4]<!--[endif]--> .19 5.78 2.com <!--[if !supportFootnotes]-->[6]<!--[endif]--> Chandradewana Boer/Rustam Fahmy/Emi Purwanti*.Areal Eks.836 346. HPH Total Luas Penutupan Lahan B.595.

420 ha <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--><!--[if !supportAnnotations]--><!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]-->[R5]<!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--> . Hasil data konversi untuk kawasan non hutan 5.22 <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--><!--[if !supportAnnotations]--><!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]-->[R2]<!--[endif]-->Dipindahkan saja ke Bagian Potensi GB <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--><!--[if !supportAnnotations]--><!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]-->[R3]<!--[endif]-->Potensi Sosial <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--><!--[if !supportAnnotations]--><!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]-->[R4]<!--[endif]-->Setelah di konversi excel hasil tidak sesuai. Jadi jumlah keseluruhan adalah 14.658.149.410 ha. 2002 <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--><!--[if !supportAnnotations]--><!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]-->[R1]<!--[endif]-->Lihat gambar 1.<!--[if !supportFootnotes]-->[7]<!--[endif]--> Institut Dayakologi <!--[if !supportFootnotes]-->[8]<!--[endif]--> Renstra Pengelolaan Kawasan Hutan di Perbatasan RI-Malaysia <!--[if !supportFootnotes]-->[9]<!--[endif]--> Nilai sumber daya air di kabupaten berau kalimantan timur. TNC.

rotan. 08:43:08) Hutan hujan tropis di Peru tiba-tiba jadi terkenal. . Harus ada semacam rekonstruksi budaya atas peradaban manusia yang tinggal di dalamnya. barangkali memang diperlukan ’dongengan’ dengan perspektif baru tentang berbagai misteri yang tersimpan di jantung Borneo. Adalah James Redfield. Lalu. Jauh di hulu Sungai Rungan. atau lewat beragam atraksi dalam bentuk pertunjukan seni-ritual mereka.posted by Save Our Borneo Movement @ 11:59 PM 0 comments 0 Comments: Post a Comment << Home WISATA EKOLOGI (2): REKONSTRUKSI BUDAYA DI TENGAH HUTAN TROPIS Kompas (09/05/2007. "Hutan Kalimantan dengan segala produk budaya masyarakat yang ada di sana merupakan suatu misteri yang tak kalah menarik untuk dijelajahi. Taufik berucap. dan Katingan. eksotisme kehidupan pedalaman menyeruak di antara kekayaan hutan rimba yang hijau. terlibat dalam apa yang disebut Redfield sebagai parabel petualangan sambil berwisata. Tak berlebihan bila pemikir kebudayaan seperti Taufik Rahzen mengimpikan peristiwa serupa terjadi pada hutan tropis basah di Kalimantan. Ada sesuatu yang mereka cari: kebenaran kosmis dan transformasi spiritual. Bahkan. pengarang trilogi kisah pencarian spiritual yang bertumpu pada keaslian alam—The Celestine Prophecy (Manuskrip Celestine). Sejak itu. Sementara di hutan-hutan asli yang belum banyak dijamah manusia. Kisah tentang tradisi "pengayauan". 30 ikan air tawar. menyebutkan paling tidak ada 361 spesies baru yang telah teridentifikasi pada 1994-2004. hidup di kawasan ini." Prosesi ritual masyarakat Dayak untuk melepas arwah leluhur mereka menuju surga lewat upacara tiwah. Para petualang dari berbagai belahan dunia berduyun-duyun datang ke sana." kata Taufik Rahzen. Kutai Kertanegara. Kahayan. sekaligus menikmati proses kembali ke alam dalam pengertian yang sesungguhnya. Akan tetapi. Dalam satu kesempatan. tetapi juga diyakini memendam "kekuatan" luar biasa. dan The Secret of Shambhala: In Search of the Eleventh Insight (Rahasia Shambhala: Mencari Wawasan Kesebelas)—yang jadi pemicunya. Begitupun keberadaan suku Punan—yang dari hasil "bacaan" Taufik Rahzen. Barito. beberapa tahun lampau. yang dipadukan dengan perjalanan spiritual tokoh-tokoh cerita rekaannya. di sela-sela pertemuan Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia (MSPI) di Tenggarong. Misteri akan "kesaktian" orang-orang Dayak bahkan masih bisa dilacak lewat cerita tutur mereka. dan sejumlah binatang darat lain. yang luas kawasannya mencapai 22 juta hektar dan sebagian besar ada di wilayah Kalimantan Tengah. rasa ingin tahu banyak orang pun muncul. disepakati untuk tidak lagi melaksanakan "pengayauan". berduyun-duyunlah para petualang memasuki hutan-hutan lebat di sana. keberadaan betang (rumah panjang) di Tumbang Anoi bisa jadi saksi pertemuan besar masyarakat Dayak pada 1894. lewat seni rajah di tubuh mereka. hutan hujan tropis Peru tidak saja jadi pusat perhatian. Sejak itu kegiatan "pengayauan" menjadi adat terlarang. 50 tumbuhan. diperkirakan masih ada ribuan spesies yang belum teridentifikasi. berdasarkan berbagai literatur. "tariu". dan pepohonan berlumut masih tumbuh alami di banyak tempat. salah satu laporan World Wildlife Fund (WWF) yang dikeluarkan baru-baru ini. menjadi semacam "garis luar" dan selalu mengintili masyarakat Dayak pada umumnya—masih menyisakan banyak pertanyaan yang belum terjawab. Dalam pertemuan akbar yang diprakarsai Pemerintah Hindia-Belanda dan dihadiri hampir semua subsuku Dayak di Kalimantan tersebut. Kayu ulin. Belum lagi terkait kekayaan alamnya berupa flora dan fauna yang begitu beragam. Sementara lebih dari 210 jenis mamalia. hanyalah bagian kecil dari peristiwa menarik dari pedalaman Kalimantan. Spesies itu meliputi 260 serangga. misalnya. serta dataran tinggi yang membentang dari Bukit Raya hingga rangkaian Pegunungan Schwaner. Akan tetapi. The Tenth Insight (Wawasan Kesepuluh). tidak cukup hanya mengandalkan eksotisme alam semata untuk menjadikan Kalimantan sebagai kawasan wisata ekologi. Kapuas. yang memberi kemungkinan bagi para pencari wawasan dan energi baru untuk memahami makna kehidupan di milenium baru ini. Borneo’s Lost World. termasuk 44 jenis yang tidak terdapat di mana pun di dunia. Berkat kepiawaian Redfield bertutur dan memberi gambaran detail tentang hutan hujan tropis di Peru. antara lain. cerita dan "dongengan" tentang "kesaktian" orangorang Dayak masa lampau itu masih terus bergema hingga hari ini. "Belajar dari kasus hutan Peru. atau "mangkok merah" memang sudah ditutup.

di Sei Gohong—sebuah desa Dayak yang berada di tepi Sungai Rungan—eksotisme itu sudah mulai terasa. Bagi Mak Gendut. jauh dari jalan yang sering dilalui menuju tempat yang mudah dicapai. "paru-paru dunia". Eco-Boat Hotel. Tak berlebihan bila dalam kaitan ulang tahun ke-50 provinsi ini. seperti dilakukan Mak Gendut. selama ini orang hanya tahu tentang daerah ini kebanyakan karena ada kasus illegal logging. meramu obat-obat tradisional khas Dayak dari beragam akar dan daun kayu dari hutan di pedalaman Kalimantan bukan lagi kerja sambilan. serta "meracik". Sepintas memang hampir tak ada perbedaan mencolok dalam kehidupan sehari-hari mereka dibandingkan desa-desa lain yang dihuni masyarakat campuran dari berbagai etnis. yang dikenal sebagai pemakan serangga dan memiliki banyak nilai farmakologi (obat-obatan). yang mengaku kemampuannya meramu dan meracik obat-obatan tradisional Dayak itu ia dapatkan dari neneknya. Mudah-mudahan September nanti sudah bisa beroperasi. kami tengah menyiapkan boat yang sekaligus berfungsi sebagai hotel terapung. Itulah bias penilaian dan kesalahkaprahan warisan kolonial. Bagai meniru promosi besar. Hanya saja. "Karena itu. Bahkan tak jarang. "jantung Borneo"." kata Lorna Dawson dari Kalimantan Tourism Development. Bahwa Kalteng memiliki pantai yang panjangnya hingga 750 kilometer. (cas/ken) Kantong Semar dari Hutan Kalteng Makin Sering Dijarah Palangka Raya (ANTARA News) . Sayangnya. maka jantung Borneo akan menjadikan Anda seorang penjelajah!" Hanya setengah jam perjalanan dari Kota Palangkaraya. Menikmati cara hidup orang Dayak memang akan lebih terasa bila masuk hingga ke hulu-hulu sungai. Gaye Thavisin dari Kalimantan Tourism Development sampai berucap. Untuk itu bisa berminggu. Juga bagaimana mereka mencari akar-akar pohon untuk obat-obatan tradisional khas Dayak. berbagai aktivitas keseharian orang-orang Dayak disodorkan untuk "dinikmati" dan dirasakan." kata Mak Gendut. "Ketika hutan rimba mulai kelihatan lebih renggang dan jelas.Tanaman kantong semar (Nephentes spp). Palangkaraya— yang berarti tempat terhormat dan suci—yang seakan-akan menjulang keluar dari hutan tropis.minggu saya masuk hutan. ibu delapan anak. cara menidurkan anak. Begitupun keragaman alam dan budaya Dayak-nya yang penuh eksotisme. undangan untuk menyaksikan cara hidup orang Dayak di desa-desa asli mereka di pedalaman disebarkan oleh Pemerintah Provinsi Kalteng dan Kalimantan Tourism Development. seperti diakui oleh Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang. Tapi coba rasakan denyut keseharian mereka. pada mereka yang sama sekali belum mengenal kehidupan masyarakat di daerah ini muncul stigma bahwa Dayak identik dengan suku yang hidup dalam suasana penuh kekerasan.Kepala naga Bila Anda baru pertama kali mengunjungi daerah ini." "Kepala naga". Meramu bahanbahan dasar dari hutan-hutan lebat yang dipenuhi berbagai cerita misteri. "pusar Bumi".besaran wisata Malaysia. Anda akan menyaksikan pemandangan alam di bawah yang terdiri atas kehijauan yang terpotong oleh sungai aliran lambat yang berkelok-kelok ke hilir hingga ke hutan bakau yang mengingatkan Anda akan kepala naga dengan badannya yang tak berujung. mencari akar atau daun kayu yang diperlukan untuk obat. yang—ironisnya—kerap dimaknai secara negatif. Tentang hal ini. misalnya. . namanya. "Jika Anda sedang mencari petualangan dan pengalaman unik. bersamaan perayaan Festival Isen Mulang. tak banyak yang tahu. hingga kegiatan menangkap ikan serta berburu. Mulai dari aktivitas mereka mandi dan mencuci di sungai. maka tampaklah ibu kota provinsi. Sambil menikmati lalu lintas sungai dengan boat atau perahu klotok.nya untuk dijadikan obat-obatan. kini ia tekuni sebagai sebuah profesi. "Akar-akar pohon tersebut tidak diambil dari sembarang hutan. tengoklah keluar melalui jendela pesawat yang Anda tumpangi. begitu bunyi promosi sederhana yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Kalteng. semboyan "Datanglah untuk Melihat Borneo yang Sebenarnya" menjadi semacam ucapan selamat datang. begitu dia menyebut dirinya. untuk sampai hingga ke "jantung Borneo yang sebenar-benarnya" itu butuh waktu berhari-hari. kini semakin banyak dijarah dari hutan-hutan Provinsi Kalimantan Tengah untuk diperjualbelikan secara bebas tanpa upaya pembudidayaan. serta sejumlah penamaan lain untuk daerah ini adalah parafrasa yang bisa dimaknai sebagai penanda eksotisme alam Kalimantan Tengah.

" kata Hadi yang berasal dari wilayah Barito itu. termasuk kantong semar dan anggrek. Ia mengaku hanya menjual dua jenis kantong semar dari 12 jenis yang bisa ditemukan di hutan Katingan. kendati tanaman itu termasuk jenis yang dilindungi Undang-Undang. Padahal tanaman ini bisa untuk menyembuhkan berbagai penyakit seperti asma." ungkapnya. Jangan terus-terusan mengambil di hutan. Rabu. "Upaya budidaya memerlukan waktu lama dan jumlah yang terbatas. Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalteng Edy Sutiyarto mengatakan." jelasnya. "Masyarakat kebanyakan mencari untuk tanaman hias. sedangkan masyarakat kini sangat menggemarinya sehingga permintaan kantong semar juga semakin banyak.Salah seorang penjual kantong semar. Padahal tumbuhan yang masuk golongan karnivora tersebut termasuk yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. "Kami berulangkali memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan para penjual bahwa tanaman ini termasuk jenis yang dilindungi sehingga harus ada upaya budidaya bila ingin diperjualbelikan. mengakui semua jenis tanaman kantong semar yang dijualnya merupakan hasil memetik dari hutanhutan di Kalimantan. namun di Kalteng hampir tidak ada yang melakukan karena di hutan masih banyak dijumpai. Edy mengemukakan. Suku Dayak Katingan banyak menyebut kantong semar sebagai ketupat napu. diare. Kebanyakan masyarakat juga enggan mengeluarkan uang lebih banyak untuk kantong semar hasil budidaya. sedangkan yang untuk obatobatan masih sedikit yang mengerti. habitat Nephentes di hutan-hutan Kalimantan lama-kelamaan bisa berkurang dan habis bila para penjual itu hanya berniat mengambil tanpa membudidayakan sendiri. di Kota Palangka Raya. dan mag. Orangtuanya khusus berprofesi mengambil tanaman hias dari hutan di wilayah Tumbang Samba dan Pundu. BKSDA Kalteng sendiri berencana menggelar pelatihan pembuatan demplot kantong semar karena upaya budidayanya relatif mudah. Dua jenis yang banyak dicari masyarakat Kalteng itu adalah dari jenis Nephentes phorbia dan Kacimapatima. Kabupaten Katingan. Hadi sehari-hari menjalankan profesi penjual tanaman hias keliling. Hadi. Napu . serta dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Jenis-jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi. Sementara itu. Tiap pot kantong semar dijual seharga Rp35 ribu sampai Rp70 ribu. pihaknya belum bisa melakukan upaya penertiban terhadap praktik jual beli bebas kantong semar yang diambil dari hutan-hutan.

Umumnya nepenthes hidup di tempat-tempat terbuka atau agak terlindung di habitat yang miskin unsur hara dan memiliki kelembaban udara cukup tinggi. ukuran. Nepenthes tumbuh dan tersebar mulai dari Australia bagian utara. Ketupat napu dimasak dengan memasukkan beras ke dalam kantong semar untuk kemudian dimasak seperti memasak ketupat. berumah dua. Asia Tenggara. Nepenthes bisa hidup di hutan hujan tropik dataran rendah. Sabah. Kata ujung mengartikan nama seorang raja. karena tanaman ini dulu hidupnya di rawa dan oleh masyarakat setempat sering dijadikan ketupat.(*) COPYRIGHT © 2007 ANTARA . dan 64 jenis di antaranya ditemukan di Indonesia. dan corak warna kantongnya. hingga China bagian selatan. Keunikan dari tumbuhan ini adalah bentuk. serta bunga jantan dan betina terpisah pada individu yang berbeda.berarti rawa. dan padang savana. ada juga yang menempel pada batang atau ranting pohon lain sebagai epifit. hutan pegunungan. gunung kapur. Tumbuhan ini hidup di tanah. Serawak. Borneo (Kalimantan. hutan kerangas. Sebenarnya kantong tersebut adalah ujung daun yang berubah bentuk dan fungsinya menjadi perangkap serangga atau binatang kecil lainnya. Alat tersebut biasanya dipakai menyimpan racun anak panah. Sedangkan Suku Dayak Bakumpai yang mendiami wilayah Sungai Barito menyebut kantong semar dengan telep ujung. hutan gambut. dan Brunei) merupakan pusat penyebaran nepenthes terbesar di dunia karena dari sana ditemukan 32 jenis. dan telep adalah alat berbentuk silinder yang terbuat dari bambu. Di dunia telah ditemukan 82 jenis nepenthes. Kantong semar tergolong ke dalam tumbuhan liana (merambat).

Akar Kuning yang diambil ekstraknya dapat digunakan sebagai Hepatoprotektor lihat di sini . ada sedikitnya 940 spesies tanaman yang menghasilkan bahan untuk obat tradisonal. serta berbagai spesies budidaya seperti Jahe (Zingiber officinale). Syukur. berdasarkan hasil penelitian yang telah dipatenkan Teknologi IPB Bogor. Mereka meyakini efeknya sangat baik bagi tubuh. Suku Dayak juga percaya. Saya sendiri pernah merasakan ketangguhan Akar Kuning saat berada di pedalaman Kalimantan. akar yang terpotong akan banyak mengeluarkan air segar (salah satu pelajaran survival di dalam hutan dari Suku Dayak). . di antaranya Akar Kuning (Arcangelisia flava). Air rebusan akar ini memang terasa pahit. Ketika perjalanan menyusuri hutan tropis yang lebat. Suku Dayak sejak dahulu telah memanfaatkan berbagai tanaman liar untuk obat. Suku Dayak telah turun temurun menggunakan tanaman ini untuk menambah daya tahan tubuh dari serangan berbagai penyakit. Kunyit (Curcuma domestica). Secara medis terbukti. Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus) dan Kapulaga (Amomum cardamomum). antara lain melindungi diri dari serangan penyakit malaria. Mereka yang kehausan dan tidak ada air saat perjalanan di dalam hutan pun bisa memanfaatkan akar ini. Pasak bumi (Euriycoma longifolia ). juga menjaga diri dari serangan penyakit non medis seperti santet (parang maya). tapi bagi saya tidak masalah demi menjaga diri. Tabat barito (Ficus deltoidea). Terbukti. melingkar antara satu pohon besar dengan pohon lainnya. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup. selain menjaga tubuh dari penyakit yang sifatnya medis.Hutan Kalimantan memiliki kekayaan sumber daya alam. Akar Kuning misalnya. sampai air rebusannya berwarna kuning. Air rebusan itulah yang diminum. setelah sering kali keluar masuk hutan Kalimantan belum pernah terserang penyakit malaria atau masyarakat lokal menyebutnya penyakit kuning. hingga kini belum pernah terjadi adanya wabah malaria di pedalaman Kalimantan. Kencur (Kaempferia galanga). Dalam sekali tebas. Akar Kuning banyak terlihat menjuntai. Mereka memanfaatkanya dengan cara merebus batangnya.

Sel fiber biasanya lubangnya sederhana tapi terdapat perbatasan pada tiap tepinya. Floem terdiri dari sel parekim floem.. lubang intravaskularnya sangat kecil. floem intraserkular. pada sayatan paradermal berbentuk polygon. Pori-pori daun dikelilingi oleh rambut yang terdapat di dalam pori-pori tersebut. floem. selnya berbentuk bulat seperti cincin. kadang kadang dikelilingi sklerenkim. penampang melintang gabus berbentuk empat persegi panjang dan letaknya teratus. atau berkelompok . berisi pati. jarang ada sel yang mengelilinginya. xylem. berlamela. pada penampang melintang tampak jaringan gabus. formasi yang simple. Stomatanya ranunculaceous. besar dengan lumen lebar dan noktah bercabang. Daunnya biasanya dorsiventral atau lebih khususnya isoventral. kecil. tidak berlignin. Sel parenkimnya apotracheal seperti sel yang menyebar atau mendekati seperti pita dengan sedikit paratracheal. Karakter anatomi luarnya memiliki laticiferus canals dengan variasi warna dan floem intrasirkular. idioblas yang berisis hablur kalsium oksalat bentuk prisma. heterogen dengan 2-10 tingkat ketipisannya. lumen sempit memanjang dengan ujung tumpul. .ANATOMI THEVETIA NERIIFOLIA Daun Anatomi daun tanaman ini terdiri atas tuba laticiferous. mempunyai hilus berbentuk titik atau garis pendek. idioblas yang . Kelompok sel batu berdinding tebal dengan noktah bercabang. Di dalam perenkim floem terdapat butir pati. lubang parenkimnya kecil. lebih kecil dari 1-2 sel. perisikelnya memiliki ciri-ciri seperti cincin yang saling menyambung atau untaian yang terpisah seperti serabut putih. Batang Jaringan pembuluhnya terkadang kecil namun kadang besar.. warna kuning muda. mengandung lignin. terdiri dari 7-10 lapis sel gabus berdinding tipis tidak berlignin. Sklerenkim berupa kelompok serabut yang panjang dan ramping. bentuk bulat. tunggal. juga terdapat sel batu yang tunggal. letaknya tersendiri atau bergabung dengan tipe lain yang terkadang memberikan bentuk bulat atau berpola sudut. Sel parenkim korteks sangat tipis. Mesofilnya kebanyakan terdiri dari spicular sel yang mengandung atau terdapat bunga karang yang mengandung gelatin. Kulit tanpa serat terdiri 2-3 sel yang lebar. mesofil dan sel gabus. Sel gabusnya memiliki bentuk yang khusus.

33. Materia Medika Indonesia. floem. Jakarta Maria Fea Yessy 068114152 . Perisikel umumnya seperti papan. Van. berwarna putih. 1986. dan kanal laticiferous. 2007. Taxon.. volume II. 2007. Akar Anatomi akar tanaman ini terdiri atas sel gabus. Sel gabusnya selalu tumbuh hanya sampai permukaan saja tidak mendalam tapi melebar dan diding selnya tipis. panjang dan ramping. Oxford Steenis. Kortexnye sangat kuat atau masuk grup sel batu. Jakarta Metcalfe. Sel gabus diisi dengan kristal. Floemnya termasuk sel batu. tidak berlignin. Flora untuk Sekolah Indonesia. Jakarta Anonim. floem intraselular.R. In Indonesia Medical Herb Index. C.ars-grin.gov/cgi-bin/npgs/html/taxon. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. sel inti. Anatomy of the Dicotyledons. warna kuning muda. Struktur anatomi akarnya mengikuti garis dan membentuk dengan floem intrasirkular. PT Pradnya Paramita. 904-907. 1989. at the Clarendon Press.com/plants/apocynaceae Djokomoeljanto. http://www. sel batu. Thevetia. Serbuk berwarna coklat. Daftar pustaka : Anonim. Anonim.desert-tropical. tunggal atau berkelompok. fragmen pengenal adalah kelompok serabut. dengan lumen yang sempit dan ujung tumpul. 264. 1986. seperti getah dan tidak berserat. www. kortek.berisi hablut kalsium oksalat berbentuk prsma.490. PT Eisai Indonesia. perisikel.

Sulawesi. Umbi bawang putih (Allii sativi bulbus) yang mengandung minyak atsiri yang berguna untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan penurun tekanan darah tinggi. tangkai hijau yang lunak dan kecil dan agak berdaun. pisang ambon. Br. Kebo dan Zanzibar. 3. 3. Irian jaya. domba garut. plasma nutfah diartikan sebagai substansi yang terdapat dalam kelompok mahluk hidup dan merupakan sumber sifat keturunan yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan atau dirakit untuk menciptakan jenis unggul atau kultivar baru. 1992). Di Amerika Serikat menurut Pramono (2001). Rugayah dan Widjaja. Menurut Ong (2000) sudah sejak lama bangsa Indonesia mengenal khasiat berbagai ragam jenis tanaman sebagai sarana perawatan kesehatan. jahe merah. sinkonina dan lain-lain berguna untuk obat malaria. dari 45 macam obat penting berasal dari tumbuhan obat tropika. 14 spesies barasal dari Indonesia diantaranya obat anti kanker vinblastin dan vincristine yang berasal dari tapak dara (Catharanthus roseus) dan obat hipertensi reserpine yang berasal dari puleai pandak (Rauvolfia serpentina). variasinya di alam sangat kecil tetapi kerabat dekatnya banyak dan sering dikacaukan dan sengaja dijadikan surogat (pemalsu) (Rifai. Contoh dari tanaman obat yang berkhasiat untuk perawatan (promotif) yang sejak dulu sudah dipergunakan adalah: 1. Daun Urang-aring (Ecliptae folium) yang mengandung alkaloid antara lain yang berguna untuk perawatan rambut. Sedangkan menurut Sumarno (2002) plasma nutfah termasuk di dalam pengertian yang paling sempit. Dikalangan internasional. warna bunga. sedangkan contoh untuk tanaman katuk adalah Bastar. 2. yaitu keanekaragam di dalam jenis. dan sekitar 1 260 spesies di antaranya berkhasiat sebagai obat. tetapi baru beberapa spesies saja yang telah di budidayakan secara intensif (Supriadi. Sebagai contoh plasma nutfah pisang adalah pisang tanduk. Pulai tersebut dijumpai di dalam hutan tropika Indonesia dan banyak digunakan sebagai bahan baku industri jamu. jahe emprit/kapur. sehingga tidak diketahui apakah dari beberapa daerah tersebut ada yang menunjukkan perbedaan dalam morfologi atau kandungan kimianya. 2001). domba ekor tipis. Belum dilakukan karakterisasi pada jenis pulai yang berada di beberapa daerah penyebarannya. Paris. yang dikenal dengan nama pulai. ikan mas si Nyonya dan ikan mas Majalaya. Maluku. Keanekaragaman didalam jenis tanaman obat diketahui sangat sempit Sebagai contoh Alstonia scholaris (L. sapi bali. Penyebaran tanaman tersebut adalah Sumatera. tangkai. . Daun beluntas (Pluceae indicae folium) yang mengandung minyak atsiri dan berguna untuk menghilangkan bau badan atau keringat tidak sedap. Daun katuk (Sauropus androgynus) yang mengandung protein. Sedangkan contoh tanaman obat yang berkhasiat untuk pengobatan (kuratif) adalah: 1. Dalam UU No 12 tahun 1992. Baru sekitar 180 spesies yang telah digunakan untuk berbagai keperluan industri obat dan jamu. umbi yang jelas dan mudah ditanam. pasal 1 butir 2. pengobatan serta untuk mempercantik diri yang selama ini dikenal sebagai jamu. Akar pulai pandak (Rauvolfia radix) yang mengandung alkaloid reserpin dan berguna untuk penurun tekanan darah tinggi. Dari penelitian yang telah dilakukan Sirait (2001) menunjukan bahwa 80% tanaman-tanaman obat untuk jamu didominasi oleh famili Zingiberaceae menyusul Piperaceae dan Umbeliferae. Nusa Tenggara dan Jawa. dan mineral serta berguna untuk memperlancar ASI. itik mojokerto. 2. Itik alabio. jamu dikenal dengan istilah Herbs yang berasal dari bahasa latin Herba yang berarti rumput. Ketiga famili tersebut mempunyai aroma. Plasma nutfah tanaman obat misalnya tanaman jahe adalah jahe gajah (Cimanggu 1. pisang lampung.PENELAAHAN TERHADAP PLASMA NUTFAH KHUSUS: TANAMA OBAT Maharani Hasanah (Komisi Nasional Plasma Nutfah / Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat) Diperkirakan sekitar 30 000 tumbuhan ditemukan di dalam hutan hujan tropika. Cimanggu 2) . Kulit batang kina (Cinchonae cortex) yang mengandung alkaloid kinina.) R. kidinina. sapi madura. Kalimantan.

Kegiatan eksploitasi tanaman liar secara berlebihan melebihi kemampuan regenerasi dari tanaman dan tanpa disertai usaha budidaya. kayu angin (Usnea misaminensis). Genting (endangered). (1992) yang termasuk katagori genting adalah purwoceng (Pimpinella pruatjan). 2000). akan mengganggu kelestarian tanaman tersebut (Muharso. pulasari (Alyxia reiwardii). Terkikis (indeterminate). 2. Punah (extinct). 4. Jarang (rare) jenis tanaman yang populasinya besar tetapi tersebar secara lokal. katagori rawan diwakili oleh Ki koneng (Arcangelisia flava) dan pulai (Alstonia scholaris) termasuk katagori jarang.Tabel 1. jenis tanaman yang terancam punah Rawan (vulnerable). jenis tanaman yang terdapat dalam jumlah sedikit dan eksploitasinya terus berjalan sehingga perlu dilindungi. atau daerah penyebarannya luas tetapi tidak sering dijumpai serta mengalami erosi berat. bidara laut (Strychnos ligustrina) . seperti purwoceng (Pimpinella pruacan). 2000): 1. Menurut Rifai et al. 3. jenis tanaman yang dianggap telah musnah/hilang sama sekali dari permukaan bumi. jenis tanaman yang jelas mengalami proses kelangkaan tetapi informasi keadaan sebenarnya belum mencukupi untuk masuk dalam katagori tersebut diatas. Akibatnya banyak tanaman yang terancam punah atau paling tidak sudah sulit dijumpai di alam Indonesia. PERMASALAHAN Dalam pemanfaatannya bahan baku tumbuhan obat masih tergantung pada tumbuhan yang ada di hutan alam atau berasal dari pertanaman rakyat yang diusahakan secara tradisional. Beberapa klon/nomor harapan serta varietas tanaman Obat yang telah dilepas KLASIFIKASI KONDISI TANAMAN OBAT Klasifikasi kondisi tanaman obat akibat pengambilan bahan baku tanpa dilakukan pelestarian plasma nutfahnya diklasifikasikan menjadi 5 kelompok (Muharso. 5.

dan lain-lain (Muharso. Jenis-jenis lain seperti padmosari (Rafflesia zolligeriane). Adanya eksploitasi terhadap kayu yang sekaligus pohon tersebut yang juga merupakan spesies tumbuhan obat juga merupakan ancaman terhadap kelestarian tumbuhan obatnya. ki rame. Sebagian besar areal konsesi HPH (areal eksploitasi kayu) yang sudah diusahakan saat ini terdapat di tipe hutan hujan dataran rendah dimana 44% spesies tumbuhan obat penyebarannya terdapat di formasi hutan ini dan di areal hutan konversi (areal hutan yang bisa dirubah menjadi areal non-hutan seperti untuk perluasan lahan pertanian/ perkebunan. e) Lambatnya pengembangan budidaya tumbuhan obat Indonesia. perambahan hutan. krangean (Litsea cubeba). areal transmigrasi dan areal industri dll). perladangan berpindah dan lain-lain. Sebagian diantaranya telah dimanfaatkan oleh masyarakat setempat secara turun menurun. mengumpulkan dan meneliti jenis plasma nutfah tertentu dilakukan untuk mengamankan dari kepunahan ( Kusumo et al. kembang puspa sebagian kondisinya sudah sangat kritis terutama dari jenis yang merambat sehingga mulai tahun 2002 bahan baku kebutuhan pabrik jamu cap bintang timbangan diambil dari Lampung. Pendekatan awal dalam kegiatan eksplorasi pada umumnya dimulai dengan penelitian etnobotani dan etnofarmakologi sebagai upaya untuk menginventarisasi jenis tumbuhan obat dan manfaat penggunaannya (Anggadiredja dan Rifai. Ancaman kelestarian plasma nutfah tumbuhan obat hutan tropika saat ini menurut Zuhud et al. b) Punahnya budaya dan pengetahuan tradisional penduduk asli/lokal di dalam atau sekitar hutan. ki rapet. doro putih (Strychnos lingustriana). Perusakan habitat di beberapa propinsi di Indonesia PENGELOLAAN PLASMA NUTFAH Eksplorasi Kegiatan eksplorasi yang merupakan pelacakan atau penjelajahan. akibat eksploitasi kayu. Permasalahan pelestarian Tumbuhan Obat Indonesia menurut Zuhud et al. joho lawe (Terminalia balerica) sebanyak 1930 kg/musim dan Pakem (Pangium edule) sebanyak 3021 kg/musim. kedawung (Parkia roxburghii) sebanyak 2074 kg/musim. tempuyung. (2001) disebabkan karena a) Kerusakan habitat. 2000) di kabupaten Jember dan Banyuwangi Propinsi Jawa Timur dimana Taman Nasional Meru Betiri berada yang luasannya sekitar 58 000 ha ditemukan tidak kurang dari 350 jenis tumbuhan yang memiliki khasiat obat. Dari informasi langsung dari pemilik pabrik jamu cap bintang timbangan di Sukabumi diketahui bahwa tumbuhan obat yang berada di kaki Gunung Salak yang dipakai sebagai ramuan jamunya seperti pulasari. mencari. 2000). 1993 (dalam Nurhadi et al. kumis kucing. (2001) sangat serius karena formasi hutan tropika dataran rendah selama 2 dekade belakangan ini mengalami kerusakan yang sangat parah. c) Pemanenan tumbuhan obat yang berlebihan. konversi hutan. keningar (Cinnamomum cassia) dipanen sesuai permintaan pasar. kulit sintok. f) Rendahnya harga tumbuhan obat. Terlebih lagi kegiatan penelitian ini sering tidak dilengkapi oleh pendukung herbarium . kebakaran hutan. Kegiatan eksplorasi sudah banyak dilakukan oleh berbagai lembaga penelitian dan industri maupaun perorangan namun hasil-hasilnya tidak terdokumentasi dengan baik sehingga kita tidak pernah memiliki literatur yang utuh tentang tumbuhan obat dan ramuannya serta cara pengobatannya. d) Ketidak seimbangan penawaran dan permintaan tumbuhan obat. h) Kelembagaan pelestarian tumbuhan obat. ki sereh (diambil akarnya). ki urat. Ada 4 jenis tumbuhan obat yang dipungut masyarakat dalam jumlah besar yaitu kemukus (Piper cubeba) sebantak 556 kg/musim. sambiloto (dari Jawa Tengah). 2002). Tabel 2. 2000). Berdasarkan hasil penelitian Mujenah. g) Kurangnya kebijakan dan peraturan perundangan pelestarian.

temu lawak. Gn. Prioritas pelestarian ex situ diberikan untuk spesies yang habitatnya telah rusak atau tidak dapat diamankan lagi. Tanpa mengkaitkannya dengan pembangunan nasional secara menyeluruh. Gede Pangrango di Jawa Barat. IP Cimanggu : 291 (varietas dan jenis). temu kunci.). 6 jenis asal Sagedepaha Konservasi in vitro tanaman obat telah dilakukan pada tanaman pegagan. inggu. Manusela (Maluku) dan Gn. Ceremai dan G. pemerintah akan menganggap usaha pelestarian itu sebagai beban. Eksplorasi plasma nutfah tanaman obat telah dilakukan Balittro di Taman Nasional Meru Betiri. Rinjani (Nusa Tenggara). b) untuk kegiatan pemuliaan dan c) untuk tujuan penelitian dan pendidikan.sama dengan masyarakat. kunyit. Balai apenelitian Tanaman Rempah dan Obat serta Kebun Raya dapat menjadi garda terdepan dalam kegiatan penyediaan plasma nutfah secara ex-situ untuk menunjang pelestarian secara in-situ yang dilakukan oleh Departemen Kehutanan. temu putih. memerlukan waktu yang lama dan dana yang tidak sedikit jumlahnya. meliputi semua populasi di alam (in situ) dan dilakukan penangkaran diluar habitatnya (ex situ). Lorentz di Irian Jaya (Bermawie dan Sutisna. Koleksi tanaman obat secara ex situ menurut Sudiarto et al. (2001) tujuan pelestarian ex situ adalah a) untuk diintroduksi kembali ke habitat aslinya. Di beberapa negara hal ini menjadi perhatian untuk melestarikan semua spesies tumbuhan obat secara ex situ. 1999). enkapsulasi atau dengan cara pembekuan dengan nitrogen cair. temu giring. Donn. Dari pengalaman negara – negara lain kita belajar bahwa untuk menemukan sebuah senyawa kimia yang nantinya dapat dikembangkan menjadi obat. agaknya kecenderungan ini perlu dikaji manfaatnya. Menurut Sastrapradja (2000) yang sebenarnya harus kita kembangkan segera adalah teknologi – teknologi yang dapat meningkatkan nilai tambah sumber bahan baku obat tersebut.). jahe. Gn Palung (Kalimantan). IP Sukamulya : 226 (varietas dan jenis) 3. meniran. Halimun dan Gn. 2000).untuk setiap jenis tumbuhan.. bangle. IP Manoko : 395 (varietas dan jenis) 2. PEMANFAATAN TANAMAN OBAT . (2002) tanaman obat dengan status langka seperti kedawung (Parkia roxburghii G. (2001) yang dimiliki oleh Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat adalah: Di dataran tinggi : 1. tapak dara. daun encok. Idealnya semua tumbuhan obat harus dilestarikan. Penyimpanan pule pandak secara in vitro telah dilakukan oleh Gati dan Mariska (2001) dengan pertumbuhan minimal. Dumoga Bone (Sulawesi). Menurut Rahardjo et al. canola dan murbei. bukan sebagi peluang. Menurut Zuhud et al. G. Untuk pelestarian tumbuhan obat. Gn. Kayu angin (Usnea barbata Fries) dan Pulai pandak (Raufolvia serpentina) dikonservasi di kawasan penyangga Taman Nasional Meru Betiri. IP Cikampek : 60 (varietas dan jenis) 2. KerinciSeblat in Jambi. IP Gunung Putri : 136 (varietas dan jenis) 2 jenis tanaman introduksi Di dataran rendah : 1. echinaceae. kumis kucing. daerah yang dilindungi telah dilakukan seperti di Meru Betiri (Jawa Timur). Cakrabuana Jawa Barat dan hasil eksplorasi ditanam di kebun koleksi sebagai konservasi ex situ (Hasnam et al. usaha ini di negara – negara yang sedang berkembang seperti Indonesia memang menjumpai banyak tantangan. lidah buaya. Konservasi Kegiatan penelitian konservasi tumbuhan obat adalah kegiatan penelitian di hulu yang amat sangat terbatas dan kurang mendapat perhatian. Gn. Padmosari (Raffesia zollingeriana Kds). (2000) konservasi tumbuhan obat harus dilakukan bersama. Namun menurut Nurhadi et al. kencur. Tiga lembaga yaitu Hostus Medicus Tawangmangu. dalam arti kegiatan budidaya tumbuhan obat yang berasal dari dalam hutan tersebut dilakukan oleh masyarakat yang selama ini memanfaatkannya. purwoceng. pelestarian ex situ juga harus digunakan untuk meningkatkan spesies lokal yang hampir punah menjadi tersedia kembali di alam. pulai pandak. Berbicara mengenai pelestarian keanekaragaman hayati. Kayu garu (Aquillari malaccanensis Lamk. Menurut Sastrapradja (2000) bahwa kecenderungan baru untuk melestarikan keanekaragaman hayati pertanian secara lekat lahan memang belum dimulai di Indonesia. Rawa Aopa. Leuser di Aceh. Konservasi in situ pada sejumlah Taman Nasional.

pace. Kita harus berupaya agar paten handeuleum misalnya tidak dilakukan di USA atau Jepang seperti yang dialami tanaman mimba/neem (Azadirachta indica) yang sebenarnya sudah digunakan lebih dari 400 tahun oleh orang India (Anggadiredja dan Rifai. Nigella sativa L. tempuyung. Curcuma longa L. aprodisiak. menanggulangi kerut. Diantara jenis tiumbuhan obat tersebut. Obat Tradisional untuk pengobatan Hiperkolesterolemia dan hipertrigli seridemia : Sechium edule 3. 2000): 1. dan teknologi budidayanya untuk sebagian komoditas sudah tersedia. Aloe vera L. menstimulasi dan mengganti sel kulit mati dengan sel baru). Disamping pemanfaatan plasma nutfah tanaman obat untuk industri jamu juga dapat dimanfaatkan untuk kosmetika seperti lidah buaya (menghilangkan noda hitam. daun ungu. ada yang berkhasiat sebagai obat tonik. kencur. asma. Upaya peningkatan budidaya selain melestarikan sumber bahan OT/OAI diharapkan dapat mengembangkan produksi tumbuhan obat dalam negeri. KEBIJAKAN OPERASIONAL Untuk pemanfaatan tumbuhan obat Indonesia perlu ditempuh kebijakan operasional dan langkah-langkah sebagai berikut (Muharso. larangan pemungutan spesies tumbuhan obat yang terancam punah perlu dilakukan. masuk angin.Segera dilakukan langkah budidaya terhadap jenis tumbuhan yang banyak diperlukan . daun jinten. demikian juga perlu dilakukan pengontrolan terhadap perdagangan tumbuhan obat dan produk-produknya (Zuhud et al. obat penyakit sipilis. Pemanfaatan tumbuhan obat tersebut masih terbatas untuk keperluan keluarga. agrokimia. temulawak. Obat Tradisional sebagai imunomodulator: Phyllanthus niruri L. 5.. Dalam usaha pemanfaatan tumbuhan obat perlu diperhatikan kelestarian dari jenis tumbuhan tersebut agar tidak punah. Morinda citrifolia L. pasak bumi. Allium sativum L. Di Taman Nasional Gunung Halimun terdapat sekitar 48 jenis tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat. PERLINDUNGAN TERHADAP TANAMAN OBAT Sudah sejak lama kurang lebih 50 tahun yang lalu Indonesia menggunakan tanaman obat sebagai obat. dan selanjutnya dapat diekspor sehingga memberikan nilai tambah dalam pertumbuhan ekonomi (Muharso. pegagan. belum dikomersiilkan (Sukarman et al.. Eksploitasi dan pelestarian Sumber Daya Alam Kebijakan operasional: . 2002).Potensi sumbangan plasma nutfah untuk dunia pengobatan mungkin seperti handeuleum atau daun ungu (Graptophyllum pictum) yang digunakan untuk mengatasi masalah ambeien. 6. Solanum nigrum. Bioprospecting mencakup aktivitas berbagai disiplin ilmu terutama kimia bahan alam. Penelitian bioprospecting laboratoris bertitik tolak dari etnofarmakologi dan etnobotani. lavender dan lain-lain (Wardana. cabe jawa. jati belanda. 2002).Eksploitasi tumbuhan liar di hutan alam untuk bahan baku OT/OAI dibatasi sebelum budidaya jenis tumbuhan tersebut terlaksana dengan baik . 4. Tanaman obat ini sedang menjadi isu di negara -negara berkembang dan bagaimana memberikan perlindungan hukum terhadap tanaman obat. 2. apalagi setelah terjadi krisis ekonomi yang melanda Indonesia. Obat alami sebagai terapi imun dan terapi adjuvan pada infeksi HIV/AIDS. Obat Tradisional untuk pengobatan hiperurisemia dan artritis Gout. penyedap. 2000).. Obat Tradisional untuk pengobatan kanker: Fam cruciferae. Beberapa contoh obat tradisional dikemukakan oleh Ma’at (2001) yang berasal dari tanaman obat asli Indonesia yang dikemukakan dengan menggunakan bahasa ilmu kedokteran moderen agar dapat dipahami oleh kalangan dokter yang nantinya diharapkan menjadikan cikal bakal suatu Obat tradisional – Untuk Pelayanan Kesehatan Formal: 1. 2000)... ramuan jamu godok. botani dan ekonomi. sanrego. ketumbar. 2000). Komoditas Tanaman Obat unggulan versi Badan POM (2001) telah ditetapkan seperti sambilito. Namun penelitian untuk mendukung kebenaran ilmiahnya belum secara mendasar dilakukan (Anggadiredja dan Rifai. jamu sehabis melahirkan. 2000). batuk. tanaman obat dipakai sebagai pengobatan alternatif/pilihan bagi ekonomi lemah. 2001). Obat bahan alam untuk pengobatan hemoroid Menurut Sinambela (2002) keanekaragaman plasma nutfah tumbuhan obat Indonesia sebagai sumber bahan obat selayaknya diteliti secara lebih komprehensif dengan pemilihan strategi pendekatan bioprospecting yang tepat. Gynura procumbens Merr. Andrographis paniculata Ness. Catharanthus roseus/Vinca rosea. negara-negara berkembang perlu untuk mempelajarinya (Yunus... Pengaturan pemanenan tumbuhan obat dari alam. farmakognosi.

Rahayu. 13 hal. J.. Makalah seminar “Tumbuhan Obat di Indonesia”. Bermawie. Sunarlim. Sumarno. M. N. Makalah disampaikan pada pertemuan Komisi Nasional Plasma Nutfah di Bogor tanggal 22-23 Nopember 2000. “Tumbuhan Obat di Indonesia”. Hasanah. H. A. dan I. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Pert. 2000. Kebijakan nasional pengembangan obat tradisional. Kerjasama Pusat Penelitian Bioteknologi IPB dan KNPN. Sutisna. Sudiarto. Kusumo. Buletin Plasma Nutfah 8(2): 78-83. Mariska. Pramono. 2001. Junus. Rusdi. E. E. M. 26-27 April 2000. . Kerjasama Dept. The second Meeting of The Asean Experts Group on Herbal and Medicinal Plants. S.K. HaKI dalam Tanaman Obat. Rahardjo. Konservasi Plasma Nutfah Tanaman Industri. Conservation and Productivity Improvement of Medicinal Plants in Indonesia. Darusman.. Bermawi. Nurhadi. 26-27 April 2000. Pedoman Pembentukan Komisi Daerah dan Pengelolaan Plasma Nutfah. 2001. Makalah seminar Penelitian. Langkah –langkah: . Kerjasama Indonesian Resource Centre for Indigenous Knwledge (INRIK). dan M.. standarisasi serta pengembangan pasar. S.Melakukan penanaman kembali jenis tumbuhan obat dalam kondisi genting atau terancam punah. E. 8(1): 22. A. Warno. 13-15 July 1999. Universitas Pajajaran dan yayasan Ciungwanara dengan Yayasan KEHATI. Jakarta . Konservasi dan Pemanfaatan Tanaman Obat Langka dan Potensial di Kawasan Penyangga Taman Nasional Meru Betiri. Universitas Pajajaran dan yayasan Ciungwanara dengan Yayasan KEHATI. Puslitbangtri. Buletin Plasma Nutfah 7(1): 40 – 45. Konservasi Tumbuhan Obat Langka Purwoceng melalui Pertumbuhan . PUSTAKA Anggadiredja. Research on Medicinal Plant (An overview). 2001. Dept. Seminar Nasional Pemanfaatan dan Pelestarian Plasma Nutfah. Dept. Hasnam. N and U. Manfaat Tanaman Obat Asli Indonesia Bagi Kesehatan. Kerjasama Indonesian Resource Centre for Indigenous Knowledge (INRIK). M. Bull.A. Muharso. Moeljopawiro. Seminar sehari synchronisasi pengadaan benih sumber Tanaman hias dan Aneka tanaman. 26-27 April 2000. 2002. Thohari. 2000. Kasim. Pemanfaatan dan Pengembangan Tumbuhan Obat Hutan. 2002. Lestari.28. Pengembangan Agromedisin Indonesia: Pemanfaatan Sumberdaya Alam Indonesia menjadi Komoditas Farmasi Unggulan.M. Jakarta . penanganan pasca panen. Sudjindro. Rifai. Arifin. Nurhadi dan H. 2000. Universitas Pajajaran dan yayasan Ciungwanara dengan Yayasan KEHATI. Sukarman dan O. S. Perbanyakan benih sumber tanaman obat. budidaya tumbuhan obat. Kasus Masyarakat Meru Betiri. Bogor.. Novarianto (2000). Ong. Makalah seminar “Tumbuhan Obat di Indonesia”. Ghulamahdi dan L... dan N.. Subandriyo. Pertanian dan IPB Sinambela. Lokakarya Pengembangan Agribisnis berbasis Biofarmaka. 2002. 13 hal.A. E. D. M. 2002. 20 hal. Prospek Industri Obat Asli Indonesia.. 2000. S.. 26-27 April 2000. Departemen Pertanian. 2001.Melaksanakan inventarisasi jenis tumbuhan obat yang terdapat di hutan atau tumbuhan liar. Badan Litbang Pert. Badan Litbang Pertanian. Kerjasama Indonesian Resource Centre for Indigenous Knowledge (INRIK). 26-27 April 2000. Pertanian.. 2001. M. Perbanyakan dan Penyimpanan Tanaman Rauvolfia serpentina secara in vitro. Plasma Nutfah. Deptan. Hadad. Cisarua. S. G. Ma’at S.. Kerjasama Indonesian Resource Centre for Indigenous Knowledge (INRIK). 26 Juli 2001. Departemen Kesehatan RI. Hasanah. M. Ditjen POM. Makalah seminar “Tumbuhan Obat di Indonesia”.untuk bahan baku OT/OAI. Makalah seminar “Tumbuhan Obat di Indonesia”.. Hardjamulia. Universitas Pajajaran dan yayasan Ciungwanara dengan Yayasan KEHATI.. Standardisasi teknologi penyediaan bahan aneka tanaman/tanaman obat. 2002. 1999. Pemanfaatan Plasma Nutfah dalam Industri Obat-obatan. 2001. Komisi Nasional Plasma Nutfah. J. Universitas Pajajaran dan yayasan Ciungwanara dengan Yayasan KEHATI. 26 Juli 2001. Penggunaan bioteknologi dalam pemanfaatan dan pelestarian plasma nutfah tumbuhan untuk perakitan varietas unggul. 2000. Seminar sehari synchronisasi pengadaan benih sumber Tanaman hias dan Aneka tanaman. Kerjasama Indonesian Resource Centre for Indigenous Knowledge (INRIK). Jakarta . Kebijakan Pemanfaatan Tumbuhan Obat Indonesia. Rostiana. C. 2.

Rostiana. 2002. 8(1): 29 – 33.4. Sukarman. Tiga Puluh Tumbuhan Obat Langka Indonesia.M. M. L. M. 1992. Dept Pert. Kasus Khusus Tumbuhan Obat. Rahardjo.M. Bull. Darusman. S. 26-27 April 2000. Universitas Pajajaran dan yayasan Ciungwanara dengan Yayasan KEHATI. 2001. M. Edisi pertama Agustus 2001. Pert. Hobir. E. M. N. Sirait. Pemanfaatan Plasma Nutfah dalam Industri Jamu dan Kosmetika Alami. Dukungan teknologi pengembangan obat asli Indonesia dari segi budidaya. Buletin Plasma Nutfah.D. 2001. Pengembangan Obat Bahan Alam. Dept. Rahardjo.A. Badan Litbang Pert. Ghulamahdi. Seminar Perhimpunan Peneliti Obat Bahan Alam bekerja sama dengan Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) Sudiarto. Sastrapradja.Minimal. Pemanfaatan dan Pelestarian Sumber Hayati mendukung Agribisnis Tanaman Obat. 145 hal. Rosita dan Sudiarto. 2000. D.2. Rosita SMD dan H. Wardana. S. 8(2): 84-89. D. Badan Litbang Pertanian. Andarwulan. Plasma Nutfah. 21 hal. Supriadi dkk. H. Makalah seminar “Tumbuhan Obat di Indonesia”. S. Floribunda. Nurhayati. pelestarian dan pasca panen. 8(1): 16-21. Widjaja. Zuhud. M. Dukungan Teknologi Budidaya untuk Pengembangan Industri Obat Tradisional. PPO: 10.K.. 2001. Makalah disampaikan pada Lokakarya Pengembangan Agribisnis Berbasis Biofarmaka tanggal 13 –15 November 2001 di Jakarta. Rifai. O. A. Rugayah. 2001. Dept Pert. Sisipan Floribunda 2: 1-28. E.. A. Penggunaan dan Khasiatnya... . Tumbuhan obat Indonesia. Pengelolaan Sumber Hayati Indonesia.2002. Azis. Lokakarya Pengembangan Agribisnis berbasis Biofarmaka. Plasama Nutfah. Pustaka Populer Obor. Inventarisasi Tumbuhan Obat di Taman Nasional Gunung Halimun. . Badan Litbang Pert. Kerjasama Indonesian Resource Centre for Indigenous Knowledge (INRIK). Bull. Penggalang Taksonomi Tumbuhan Indonesia.

Peninsular Malaysia. sirawan (Javanese). Pampango). up to 20 m long. flava is widely distributed from Hainan (China). The stem is up to 5 cm in diametre. woody. The flowers are unisexual with 3-4 minute . the Philippines.. swollen at both ends but no stipules. The yellow wood secretes yellow sap when cut. Description This is a large. Its inflorescence arises from the axils or borne on the trunk. Geographical Distributions A. Indo-China. Areuy ki koneng (Sundanese). suma (Tagalog. Sulawesi. Java.5-) 8-19 cm. The stalk of its leaf is (4-)7-15(-20) cm long. resembling an indeterminate branched. Mengkunyit. The lateral branches are spike-like. daun bulan (Moluccas). This plant bears unisexual flowers. (10-)12-25 cm x (5. V[ar]y d[aws]ng. smooth liana. leathery texture and 5-veined arising from the same base. Khamin khruea (Chanthaburl). Bisaya). the northern Moluccas to New Guinea. raceme-like and slender with size of 10-50 cm long. Borneo. Abutra (Ilokano. Sumatra. southern peninsular Thailand.Arcangelisia flava Family Menispermaceae Synonyms Arcangelisia lemniscata (Miers) Becc. kamphaeng jedchunum. Vernacular Names English: Malaysia: Indonesia: Philippines: Thailand: Vietnam: Yellow-fruited moonseed. Arcangelisia loureiri (Pierre) Diels. The leaves are usually egg-shaped.

with a club-shaped stalk.outer sepals and 6 larger inner sepals. covered with a dense mat of radial. yellow. In Sulawesi. it is reported to grow on limestone. with ruminate endosperm and much folded cotyledons. elongated. The female flower bears 3 fruits and has a number of abortive stamens but without an imperfect anther.. transversely slightly ovoid. Line Drawing / Photograph . slightly without stalk. 2-3 cm in diametre. flava occurs in forests at altitudes up to 1000 m. The petals are absent. thread-like structure. The seed is broadly ellipsoidal. Its fruit is a slightly laterally compressed drupe.(1) Ecology / Cultivation A. The endocarp is woody. sometimes near river banks. The male flower is in spherical cluster of 9-12 anthers.

Unesco. No.References 1. Plant Resources of South-East Asia No 12(2). hfC% . 1998. Sl. Botanical Name 1 Family Garcinia gummigutta Clusiaceae Local Name zkeaágNf.

Úfkfjf c*veÓd cnzÔe=@ hgNfcjx. ke¥gzvìf bÏjNf. E©ghgN EvbeR. hÜfcg¥f scs»eÜf zÚÓgJg*f kgÔf#. hfC% kÔfcjx kÔfcjx DÛkej. vßfve% .2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Garcinia imberti Garcinia indica Garcinia morella Garcinia spicata Garcinia travancorica Garcinia wightii Garcinia xanthochymus Gardenia gummifera Gardenia resinifera Garuga pinnata Givotia rottleriformis Glochidion ellipticum Glochidion malabaricum Glochidion tomentosum Glochidion velutinum Glochidion zeylanicum Gloriosa superba Gluta travancorica Gmelina arborea Gmelina asiatica Gnetum scandens Gnidia glauca Clusiaceae Clusiaceae Clusiaceae Clusiaceae Clusiaceae Clusiaceae Clusiaceae Rubiaceae Rubiaceae Burseraceae Euphorbiaceae Euphorbiaceae Euphorbiaceae Euphorbiaceae Euphorbiaceae Euphorbiaceae Liliaceae Anacardiaceae Verbenaceae Verbenaceae Gnetaceae Thymeleaceae c*Öeßf zkeÖx. kgcfBd cg#ÖgcfBd kJgÊ Qea$ vßd. ke¥Ôf hçfncjx. zke¥lCgÖd }ez}¥f zÚJgzvìf zvìfÖehgNf ÚlÖaÔd vr%zb¥f.

24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Gomphandra coriacea Gomphia serrata Goniothalamus thwaitesii Goniothalamus wightii Gordonia obtusa Grevillea robusta Grewia asiatica Grewia bracteata Grewia flavescens Grewia nervosa Grewia serrulata Grewia tiliifolia Gymnacranthera canarica Gymnema sylvestre Gyrocarpus asiaticus Icacinaceae Ochnaceae Annonaceae Annonaceae Theaceae Proteaceae Tiliaceae Tiliaceae Tiliaceae Tiliaceae Tiliaceae Tiliaceae Myristicaceae Asclepiadaceae Hernandiaceae kÔfNfzçaf. GÜx GÏáRf\ ÚÖjzÖeìf lCgÖd . zÚe¥c bN%cCf vr%zʪf cnz»ªf ke¥gkjC. kjfsÖeb mf$b% QeÖd hjgXkcjx kìeRf zMÓaMf zke¥Ö vJgÊ Úaçf.