PEMANFAATAN KOMPONEN HUTAN LINDUNG SEBAGAI BIO-INDIKATOR PERUBAHAN LINGKUNGAN DI SEKITARNYA

Oleh

Sudrajat

Kawasan Lindung ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumberdaya alam, sumberdaya buatan dan nilai sejarah serta budaya bangsa guna kepentingan pembangunan berkelanjutan. Salah satu bagian dari kawasan lindung adalah kawasan yang memberikan perlindungan kawasan di bawahnya, seperti Hutan Lindung; Kawasan Bergambut; dan Kawasan Resapan Air. Tingginya kegiatan pembangunan yang sejalan dengan meningkatnya kecepatan eksploitasi sumberdaya alam, telah menyebabkan tekanan yang besar terhadap kawasan lindung. Sebagian besar masyarakat yang bermukim di daerah penyangga atau kawasan lindung, sangat bergantung pada sumberdaya alam khususnya hutan dengan berbagai keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya.. Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang mempunyai “mega diversity” jenis hayati dan merupakan “mega center” keanekaragaman hayati dunia. Kalimantan Timur memiliki variasi kondisi fisiografi mulai dari datar sampai berbukit serta bergunung tinggi, mampu menunjang kehidupan flora, fauna dan mikro organisme yang beranekaragam. Keanekaragaman hayati Indonesia cenderung menyusut, akibat perubahan penggunaan lahan dari hutan ke penggunaan lain, seperti pertanian, perindustrian, permukiman, fasilitas perkotaan dan sebagainya. Menyadari begitu pentingnya fungsi kawasan lindung dan daerah penyangga, maka upaya penetapan kawasan lindung dan pengelolaannya secara terpadu yang

meliputi sumberdaya alam termasuk potensi keanekaragaman hayati dan potensi geofisik, sumberdaya buatan dan sosial, ekonomi, budaya budaya guna mendukung kepentingan pembangunan yang berkelanjutan merupakan kebutuhan yang mendesak bagi pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

II. HUTAN SEBAGAI SUATU SISTEM EKOLOGI

2.1. Konsep Ekosistem Suatu ekosistem (sistem ekologis) adalah keseluruhan komunitas hayati dan nir-hayati di daerah tertentu dan di antara unsur-unsur tersebut terjadi hubungan timbal balik. Dengan perkataan lain, ekosistem merupakan suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap lingkungan hidup yang saling mempengaruhi. Salah satu ciri utama dari suatu ekosistem adalah adanya saling ketergantungan timbal balik antara komponen-komponen lingkungannya. Komponen lingkungan penyusun ekosistem dapat dibedakan atas : a. Komponen lingkungan biotik ; b. Komponen lingkungan abiotik (fisik)/nir-hayati ( Lihat gambar 2.1.)

Berdasarkan atas fungsinya, suatu ekosistem dibedakan atas 2 komponen yaitu : a. Komponen autotrofik (autos; sendiri; trophikus ; menyediakan makanan). Yaitu organisme yang mampu menyediakan/mensintesis makanannya sendiri yang berupa bahan-bahan organik dari bahan-bahan anorganik dengan bantuan energi matahari dan klorofil. b. Komponen heterotrofik (hetero ; berbeda ; trophikus; menyediakan makanan).

Yaitu organisme yang mampu memanfaatkan bahan-bahan organik sebagai bahan makanannya dan bahan tersebut disediakan oleh jasad lain. Kelompok ini terdiri atas hewan, jamur dan mikro-organisme. Berdasarkan sifat strukturnya, ekosistem dapat dibedakan atas komponenkomponen : a. Substansi anorganik, terdiri atas zat anorganik seperti C, N,C02,H20,dll; b. Substansi organik, terdiri dari protein, KH, lemak, dan sebagainya; c. Iklim, terdiri atas suhu, kelembaban, angin, curah hujan, dsbnya; d. Produsen, terdiri atas tumbuhan ototrof; e. Konsumer, terdiri dari hewan herbivora, carnivore (golongan heterotroph); f. Pengurai/Dekomposer, sering disebut juga mikrokonsumer.Terdiri dari jamur dan bakteri yang mampu mengurai bahan organik menjadi anorganik, dan selanjutnya dilepas ke ekosistem dan dipakai lagi oleh produsen. Dengan demikian terjadilah suatu peredaran hara dalam ekosistem tersebut.

Antara komponen biotik dan abiotik di dalam suatu ekosistem saling melakukan interaksi membentuk suatu peranan sehingga terdapat suatu arus energi dari struktur biotik ke struktur biotik lain lewat proses transfer energi dan dari struktur biotik ke komponen anorganik lewat proses daur biogekimia. Komponen dan proses yang membuat suatu ekosistem berfungsi adalah KOMUNITAS, ALIRAN ENERGI DAN SIKLUS MATERI. Atas dasar ini ekologi menekankan kajiannya terhadap adanya gerakan energi dan unsur hara (kimia) di antara komponenkomponen biotik (hayati) dan abiotik (nir-hayati) dari ekosistem itu. Perlu diperhatikan di sini, arus energi tersebut bersifat searah; sebagian energi sinar Matahari yang datang ke dalam ekosistem diubah dan dijadikan menjadi energi kimia lewat proses fotosintesis. Sebagian energi dikeluarkan lagi dari ekosistem tersebut, dan sebagian disimpan di dalam ekosistem tersebut, lalu diumpan balik atau diekspor, tetapi tidak dapat dipergunakan kembali (Lihat Gambar 1.).

Diagram Pola Dasar Alih Energi dan Alih Hara di dalam Suatu Ekosistem Keterangan : _______________ : Energi ----------------------.Masukan dan luaran tersebut dapat berupa ENERGI. Ekosistem yang sebagian besar energinya tergantung kepada enegi matahari disebut ekosistem tanpa subsidi energi. Ekosistem adalah suatu sistem yang terbuka. yaitu suatu sistem yang menerima masukan/input dan menghasilkan luaran/output sehingga ekosistem tersebut dapat berfungsi dan memelihara ekosistem tersebut. Padang Rumput Savana yang luas. Ekosistem ini dibedakan atas Ekosistem yang energinya disubsidi oleh alam dan ekosistem yang energinya YANG . Hutan Primer.Gambar 1.Ekosistem ini berdaya rendah dan produktivitasnya rendah. 1992). Hewan-hewan dan tumbuhan yang menghuni daerah-daerah tersebut akan beradaptasi agar mampu bertahan hidup di dalam kondisi lingkungan demikian.: Hara ( Sumber : Deshmukh. Ekosistem di alam mendapatkan energi dari dua sumber yakni Matahari dan Bahan bakar Kimiawi. ATAU MAKHLUK HIDUP MELAKUKAN IMIGRASI ATAU EMIGRASI. Sedangkan ekosistem bersubsidi energi adalah ekosistem yang sebagian besar energinya tidak tergantung kepada sinar Matahari. MATERI. Misalnya Samudera.

dengan subsidi benih. Hal ini memungkinkan adanya sifat stabilitasi suatu ekosistem. penyimpanan bahan-bahan b. ombak dan arus air aut. yakni kemampuan suatu ekosistem untuk bertahan menghadapi tekanan lingkungan. c. Fungsi ini dapat dikerjakan oleh beberapa jenis komponen lingkungan. b. dekomposisi bahan-bahan organik. yakni : a. pelepasan hara makanan. Homeostasis Ekosistem Dalam suatu ekosistem terdapat suatu keseimbangan yang bersifat dinamis (homeostasis). Mekanisme keseimbangan tersebut diatur oleh berbagai faktor yang rumit. Oleh karena ekosistem memiliki kemampuan untuk mengatur keseimbangannya. Ekosistem yang disubsidi energinya oleh manusia antara lain lahan pertanian. Derajat stabilitas suatu ekosistem akan bervariasi. tambak. irigasi. 2. Ekosistem yang disubsidi oleh alam misalnya adalah ekosistem estuaria di pantai yang mendapat energi dari pasang surut. Fungsi sibernetika adalah untuk mengendalikan faktor-faktor ekosistem agar berada dalam keadaan seimbang yang dinamis. maka ekosistem memiliki sifat sibernetiks (kybernetes : pandu/mengatur.disubsidi oleh Manusia. Stabilitas resiliensi. mekanisasi pertanian.1. d. pertumbuhan organisme dan produksi.dan lainnya. yakni kemampuan untuk cepat pulih. Artinya ekosistem tersebut memiliki kemampuan untuk menahan berbagai perubahan yang mengenai lingkungan tersebut. Ada 2 jenis stabilitas. pemupukan. tergantung pada hambatanhambatan lingkungan dan efisiensi dari pengendalian di alam. Stabilitas resistensi. . Mekanisme ini terdiri atas : a.

Meskipun suatu ekosistem mempunyai daya tahan yang besar sekali terhadaap perubahan. hutan tersebut memiliki stabilitas resistensi yang tinggi. di hutan yang memiliki kulit tebal biasanya tahan akan api. Misalnya. ANALISIS KOMPONEN EKOSISTEM HUTAN LINDUNG SEBAGAI ALAT BIOMONITORING LINGKUNGAN 3. Jika masalah ini berlangsung. namun berdaya resiliensi yang rendah. Artinya. namun bersifat stabilitas resiliensi yang tinggi. Kedua kemampuan ekosistem yakni Stabilitas resistensi dan stabilitas resiliensi adalah dua kemampuan yang tidak dapat ditemukan dalam waktu yang sama. III. Sebaliknya. ekosistem yang kompleks memiliki resistensi yang tinggi tetapi memiliki resiliensi yang rendah. Pada umumnya. Karakteristik Hutan Lindung di Kalimantan Timur Hutan Lindung di kawasan tropis di Kalimantan Timur adalah suatu tipe hutan yang memiliki sifat khas yang mampu memberikan perlindunan kepada .1. tetapi bisanya batas mekanisme homeostasis dengan mudah dapat diterobos oleh kegiatan manusia. namun bila hutan tersebut terbakar maka hal ini akan menyebabkan sulit untuk pulih kembali. maka hal ini akan menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. padang ilalang memiliki stabilitas resistensi yang rendah terhadap api.

yang menurut Ashton (1982) terdapat sekitar 380 spesies tersebar di seluruh kawasan dan diantaranya 300 spesies terdapat dalam hutan primer di Kalimantan. Pohon-pohon dalam masyarakat hutan tropis basah banyak sekali jenisnya dan bervariasi ukurannya . putaran hara yang tertutup disertai waktu yang cukup lama. Kondisi pohon di hutan tropis tersebut memberi kesan seolah-olah tingkat kesuburan tanah yang mendukung hutan ini sangat tinggi (Brotokusumo. 3.000 jenis terdapat di Pulau Kalimantan.2 milyar ha. Produksi serasah sangat tinggi disertai proses dekomposisi dan penyerapan hara kembali oleh tumbuhan yang cepat. merupakan komunitas kompleks yang umumnya terdiri dari tumbuhan berkayu dengan berbagai ukuran.Dari 20. tumbuhan pemanjat dan epifit. Tekanan Terhadap Ekosistem Hutan Tropis World Resources 1992-1993 menyebutkan. terbesar di Asia ( 435 juta ha) dan Afrika (321 juta ha). Sebagian besar disebabkan erosi akibat air dan angin yang dihasilkan aktivitas pertanian.kawasan sekitar maupun di bawahnya sebagai pengatur tata air. Hujan yang terjadi terus menerus di sepanjang tahun dan suhu tinggi di lantai hutan. penebangan hutan (deforestasi) dan pengumpulan kayu bakar. Kondisi ini menyebabkan pelapukan bahan organik terjadi dengan cepat yang kemudian diikuti oleh pencucian hara. Kawasan ini umumnya berada pada daerah yang beriklim selalu basah dengan curah hujan rata-rata bulanan tidak kurang dari 100 mm. walapun ada diantaranya yang melebihi 60 m .1985).Kawasan hutan Malayasia ini umumnya didominir oleh jenis-jenis dari suku Dipterocarpaceae. Karena iklim yang mantap. pencegah banjir dan erosi serta memelihara kesuburan tanah.Proses kehancuran hutan masih terus berjalan seirama dengan perkembangan .55 m.2.Pohon-pohon besar mempunyai tinggi antara 46 . Philipina sampai Papua Nugini diantaranya 4. Hutan hujan tropis dataran rendah sangat kaya akan jenis tumbuhan.000 jenis pohon yang ada di kawasan hutan Malayasia yang meliputi kawasan semenanjung Malaya. Kalimantan. Sumatera. maka dimensi pohon di hutan hujan tropis biasanya tinggi dan besar. degradasi tanah di Bumi diperkirakan telah mencapai 1.

batu bara. dengan hulu.Hal ini disamping memberi devisa yang cukup besar bagi negara. Pertambangan terhadap sumber daya alam nir-hayati antara lain minyak bumi.Hingga hari ini hanya mungkin hutan-hutan di Irian Jaya yang belum menderita kerusakan seperti di Sumatera.IPTEK dan waktu. besi. sudah pasti memusnahkan hutan yang berada di atasnya serta merubah pula bentang alam yang asli. hutan rawa dan rawa gambut yang ada di kawasan wilayah pantai merupakan wilayah yang mendapat tekanan penduduk yang sangat kuat. di lain pihak eksploitasi yang tanpa mengindahkan prinsif-prinsif kelestarian akan menyebabkan kerawanan ekosistem hutan tersebut.karena adanya kendala geografi yang cukup sulit. pemulihan alami vegetasi tentu saja sangat sulit dan lama . maka pengusahaan hutan semakin meningkat. bila kegiatan konservasi jenis melalui reboisasi.Tidak diingkari eksploitasi terhadap SDA nir-hayati tersebut akan meningkatkan devisa negara. dibandingkan dengan wilayah tengah dan adanya konsentrasi penduduk di daerah tersebut. pemeliharaan tegakan tinggal dan pencegahan tidak lebih ditinggalkan ( Brotokusumo. dimana hanya tinggal lapisan batuan induk. Aktivitas pertanian di hutan Dipterocarpacea dataran rendah. sejak diundangkannya peraturan yang meberi peluang masuknya modal asing dan modal dalam negeri dalam kegiatan bidang kehutanan.Penebangan terhadap jenis-jenis dari suku Dipterocarpacea seperti meranti (Shorea sp) dan kapur ( Dryobalanops) yang saat ini telah sangat menipis potensinya. emas.Hal ini merupakan salah satu ancaman yang serius terhadap kelestarian jenis-jenis asli Kalimantan. Teknik penambangan dengan open mining yang relatif luas. telah pula meluas hampir kesemua jenis yang berdiameter 50 Cm. Kalimantan dan Sulawesi. hutan mangrove.Disamping itu merusak areal berbagai spesies pohon sebagai sumber plasma nuftah mengakibatkan pula kawasan tersebut tidak dapat kembali ke aslinya.Pada areal bekas penambangan.1990). perak.dan sebagainya juga merupakan sumber kerawanan terhadap kelangsungan hidup Hutan tropis dataran rendah. Di Indonesia.Hal ini disebabkan demikian wilayah hutan yang dekat dengan pusat penyebaran penduduk akan cepat .

et al (1981). telah menyebabkan hilangnya komersial per ha. perladangan berpindah telah mengakibatkan 400.1. serangga. cendawan.3. Jenis-jenis kehidupan tumbuhan dan hewan.Perladangan berpindah menurut Agung (1988). Indikator Perubahan di Lingkungan Hutan Dataran Rendah Pada susunan tegakan hutan dapat dilihat adanya sifat struktur hutan berupa keanekara-gaman. Lapisan tanah subur di top soil adalah tipis. suatu sistem perladangan tradisional dan telah banyak ditiru oleh pendatang justru memberi dampak terhadap hutan. Lahan hutan 20 m kayu komersial dan 66. Interpretasi yang menganggap bahwa tanah di hutan hujan tropis dataran rendah sangat subur adalah tidak benar. fiksasi energi. sebaran jenis dan komposisi serta sifat fungsional hutan yakni untuk siklus hara. maka lapisan tanah yang subur dan tipis ini segera dihanyutkan oleh hujan. Data pada tahun 1993.4 Juta ha hutan sekunder. Beberapa Indikator Gangguan Terhadap Ekosistem Hutan 3.000 ha tanah menjadi formasi alang-alang dan + 2.57 m kayu non . Perladangan berpindah.terkikis oleh petani urban maupun oleh penduduk kota non petani yang membuka hutan dengan motivasi pengusahaan hutan.3.. Jika hutan ditebangi dan dibuka.Dengan demikian yang tumbuh adalah semak belukar. 23 juta ha adalah semak belukar dan 20 juta yang ditumbuhi alang-alang. dan merupakan hasil perkembangan hutan tersebut paling tidak minimal seratus juta tahun yang lalu. siklus air dan stabilitas. Pada tahun 1986 dilaporkan di seluruh Indonesia terdapat 43 juta ha lahan yang rusak dan tidak produktif. Menurut Kartawinata. belum dapat dihimpun dan diduga setelah 12 tahun kemudian akan bertambah menjadi lebih luas.Jumlah lahan yang rusak tiap tahun bertambah besar akibat penebangan-penebangan di lokasi yang seharusnya dipelihara untuk terus berfungsi dan akhirnya menjadi lahan tadah hujan. kerapatan. serta bakteri yang begitu kaya di hutan hujan belantara ini amat banyak macamnya. 3.

biasanya cenderung menjadi padang alang-alang. Agathis dammara dan borneensis. 3. maka daerah ini sangat rawan terhadap kebakaran.0) merupakan faktor pembatas bagi pertumbuhan jenis-jenis. Indikator Perubahan di Lingkungan Hutan Kerangas Hutan kerangas terdapat di daerah bertanah podsolik dengan bahan induk silika bertekstur kasar yang sangat asam dan mempunyai drainase kurang bagus. aluminium dan besi yang tinggi sehingga posphor tersedia dalam tanah menjadi sangat rendah. kadar silika.Karena kondisi habitat tempat tumbuhnya yang spesifik dengan keanekaragaman jenis yang relatif rendah.3. Berdasarkan keadaan ini . sehingga meningkatkan kerawanan pencucian dan erosi.3. 3. Hal ini akan memacuk erosi akibat hutan terbuka dan menyebabkan struktur vegetasinya mudah berubah menjadi jenisjenis pioneer yang tidak menuntut persyaratan tumbuh tinggi. Dengan demikian. maka hutan kerangas sangat rawan terhadap penebangan dan kebakaran. Untuk membuat hutan baru sangat sulit. Apabila terjadi kebakaran di suatu tempat akan cepat meluas ketempat lainnya. kondisi padang Ilalang di kawasan ini merupakan indikator telah berlangsungnya gangguan terhadap kawasn ini baik akibat dieksploitasi manusia maupun kebakaran hutan.2. Indikator Perubahan di Lingkungan Hutan Rawa Gambut Gambut bersifat asam hingga sangat asam (pH < 4. . pH rendah.2. Karena tanah gambut banyak mengandung serasah. Kondisi ini diperburuk oleh adanya curah hujan yang tinggi dan merata sepanjang tahun. Plaquium dan Parastemon. Penebangan hutan kerangas lebih banyak memberikan kerugian dibanding keuntungan. Jenis-jenis penyusun utama di kawasan ini antara lain Tristania obovata. Hanya beberapa jenis saja yang mampu tumbuh antara lain : Diospuros. maka hutan menjadi terbuka dan kondisi ini akan mengakibatkan rendahnya kesuburan tanah dan biasanya ketersediaan hara hanya ada di bagian atas saja. Jika hutan itu dibalak atau terbakar .umumnya memiliki kesuburan tanah yang relatif rendah.

Perairan di pantai yang sifat airnya payau ini diketemukan jenis yang jumlahnya lebih sedikit jika dibandingkan dengan jenis hutan daratan. Komunitas terna ini berkembang menjadi komunitas jenis perdu dan pohon pioneer seperti Casuarina equisetifolia.3.4. Perubahan kadar garam tertentu. .3. berupa pantai berkadar garam tertentu dan berlumpur. Ipomoea pescaprae dan Cyperus pedunculatus. hanya komunitas Barringtonia sangat rawan terhadap terjadinya proses abrasi pantai yang dapat menghambat proses terjadinya hutan secara lengkap. 3. kandungan NaCl sedimen dan pencemaran air. Pada pantai yang tidak berpasir karena abrasi. tidak terdapat komunitas Pascaprae. Indikator Perubahan di Lingkungan Hutan Mangrove Hutan mangrove terbentuk oleh karena keadaan tempat tumbuh. b. Adanya gangguan dari berbagai jenis benthos.3. sebagai akibat curah hujan yang membawa lumpur dan merubah muara (estuari). dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa faktor yang dapat mendorong terjadinya kerawanan perubahan pH air.3. Widelia biflora. Indikator Perubahan di Lingkungan Hutan Pasir dan Karang Pantai berpasir dan berkarang merupakan habitat aneka jenis tanaman perdu antara lain rerumputan. seperti Ichenum muticum. terna dan tumbuhan menjalar. Pada tempat-tempat tertentu terdapat jenis Pandan. Hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaannya adalah : a.

Kosmetika Jepang dengan Merk Sheseido mematenkan 9 bahan obat-obatan dari Indonesia yang salah satunya digunakan untuk perawatan kulit.Akankah Hutan Adat Loksado Menangis? Oleh Rudy R Udur Direktur Program YCHI – Banjarbaru Dirampok di Tanah Sendiri Kalimantan merupakan daerah dengan kekayaan hayati yang mengagumkan. Dalam UUD 1945 pasal 33. Namun. Yayasan Balikpapan Orang Utan Survival (BOS) memaparkan penemuannya berupa manggis hutan Barito yang dapat digunakan sebagai obat AIDS ditemukan oleh seorang mahasiswa Amerika. dan Jalai Hulu ternyata mengakibatkan wabah belalang yang merusak ribuan hektar padi. 1992: 18-192). Masyarakat masih dibiarkan menjadi penonton. Misalnya. termasuk 92 jenis kelelawar. Marau. dan tanah dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat. Baru-baru ini. seharusnya air. kekayaan hayati yang dimiliki ini belum dimanfaatkan secara optimal tetapi sudah ada yang mencuri. 221 spesies binatang buas. udara. Intimidasi dilakukan oleh pemerintah dengan . 1990:23. 14 jenis primata.000 spesies bunga: 10 genre dan 270 Dipterocarpaceae. Sedikitnya ada 11. Banuak kasus HTI (Hutan Tanaman Industri) dan HPH (Hak Pengusaha Hutan) telah merambah tanah tanah kawasan Adat. Hegar Wahyu Hidayat – Damang Udas – Ayal Kosal: 2003). yang menurut pemerintah selama ini adalah hutan negara yang boleh diapakan saja oleh pemerintah tanpa memandang: keberadaan tata guna lahan (land use) dan sistem penguasaan tanah (land tenure) yang telah dipakai masyarakat setempat secara turun temurun tanpa adanya konflik yang berarti (Tim Studi YCHI. Pengalaman perkebunan sawit di Kecamatan Manismata. namun sampai saat ini perimbangan manfaat lebih banyak dinikmati oleh pengusaha atau pihak lain yang melakukan eksploitasi kekayaan sumberdaya alam. habitat manggis hutan itu sekarang ternyata telah dibabat oleh perusahaan HPH. Cleary and Eaton. 15 spesies mamalia laut. pada tahun 1992. dan 549 spesies burung (Muller. Namun. Penyebab wabah belalang ini adalah kehancuran habitat hutan tempat berkembang biak dan musnahnya musuh alami belalang tersebut mati karena hutan dibabat untuk kepentingan perkebunan kelapa sawit.

36 jenis daun. pada kenyataannya. 41 tahun 1999 tentang kehutanan. Namun. 5 jenis getah. misalnya. Haratai. kawasan perkebunan (kabun). Wilayah Balai Malaris. sebagai sumber bahan bangunan setidaknya ada 64 jenis tanaman. Loa Panggang.Loa Panggang. kerusakan hutan dan pembagian manfaat yang adil (Equity Sharing benefit) karena sistem pengelolaan yang diatur oleh berbagai macam kebijakan pemerintah belum memberikan peluang yang cukup lebar terhadap partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan dan tidak adanya penghargaan terhadap sistem pengelolaan hutan masyarakat adat yang telah terbukti di beberapa kawasan Kalimantan Selatan. apalagi perladangan. secara keseluruhan. Dari hasil survei lapangan dan pemetaan partisipatif yang dilakukan Tim Studi Land Use dan Land Tenure. 72 jenis buah dan 1 jenis fungsi secara tidak langsung (Tim Studi Land Use dan Potensi YCHI – Masyarakat Malaris . dalam UU No. dan untuk keperluan lainnya diperoleh setidaknya 9 jenis tanaman. pada kawasan perladangan. Haratai – Waja: 2003). seperti kuburan dan wilayah-wilayah tertentu yang telah ditetapkan oleh masyarakat dengan aturan-aturan adat tersendiri. dari hasil groundcheck Tim Studi land use YCHI sangat jelas terlihat adanya patok hutan lindung (dari danan DAK – DR) pada kawasan produksi masyarakat. Misalnya. Jauh sekali adanya proses penetapan kawasan yang berbasis sistem kelola lokal dan tata guna (land use land tenure). sangat jelas dikatakan bahwa kawasan hutan lindung tidak boleh dimanfaatkan untuk hal-hal yang mengganggu keseimbangan ekosistem. seperti kawasan pemukiman. . sebagai sumber kerajinan ada 25 jenis tanaman potensial. minimal terdapat beberapa penerapan status wilayah menurut mintakat lokal (semacam peruntukan lahan). 11 jenis kulit. Semuanya bersumber dari 41 jenis akar.aparat keamanan kepada rakyat yang tidak setuju dengan perkebunan skala besar HTI ataupun HPH terjadi di banyak wilayah Kalimantan. dan kawasan keramat. kabun buah. Salah Urus Sumberdaya Alam Hutan Kalimantan Menurut tim Studi YCHI. dan Waja. kawasan Balai Malaris dapat mempertahankan keberadaan luas kawasan berhutan tidak menimbulkan konflik yang kontraproduktif terhadap keberadaan hutan dan sosio-kultural masyarakat. sebagai pendukung upacara adat disediakan setidaknya 9 jenis tanaman. Di kawasan Balai Malaris dan Loa Panggang serta Balai Haratai. kawasan perladangan (pahumaan). 82 jenis batang. kayuan (sejenis kawasan lindung setempat). Penentuan status kawasan semacam ini mengindikasikan bahwa penerapan kawasan lindung tidak melalui proses konsultasi dan membangun kesepakatan dengan masyarakat. Khususnya. ternyata sebagian besar wilayah Balai Malaris dalam status lindung. sebagai sumber makanan setidaknya ada 89 jenis tanaman. setelah dilakukan overlay dengan peta kawasan lindung versi pemerintah. Padahal. sebagai sumber penunjang kegiatan rumah tangga setidaknya ada 42 jenis tanaman. setidaknya ada 62 jenis tanaman. nilai penting dari kawasan adatnya adalah sebagai sumber potensi ekonomi.

0511. YCHI. dan Balai Waja. dan masyarakat.write(’Email Eko DJ ‘). dan interaksi antarpihak-pihak terkait seharusnya bisa seintensif mungkin dilakukan. Untuk informasi lebih lanjut. apabila sistem pengelolaan dan hak partisipasi masyarakat dalam hal pengelolaan dan pengambilan manfaat dari pengelolaan SDA hutan di kawasan ini masih mengacu pada aturan negara tanpa ada inisiatif Pemerintah Daerah untuk memulai adanya sistem pengelolaan dan sistem penetapan status kawasan yang berbasis aturan lokal yang dinilai dapat menjamin pemanfaatan SDA yang lestari dan pembagian manfaat (benefit sharing) yang adil antara pemerintah. pada saat ini. Kondisi SDA hutan kawasan Loksado yang masih relatif bagus merupakan peluang besar bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan untuk menjadi pioner dalam mengambil inisiatif adanya ‘model pengelolaan hutan berbasis aturan lokal di Kalimantan Selatan. Relatif hanya penetapan status kawasan lindung yang saat ini berbenturan dengan tata guna lahan masyarakat adat. menurut versi lokal. seperti di wilayah-wilayah lain di Kalimantan. maka hutan adat di kawasan ini berada dalam posisi genting untuk menuju kerusakan.kawasan tersebut adalah kawasan produksi. Namun. Studi Kebijakan dan Land Use/Tenure. 2003. Kawasan Kecamatan Loksado. Referensi Pustaka: Andasputera. // –>Email Eko DJ Telepon kantor: +62 . Potensi konflik vertikal akan menjadi semakin besar dan masyarakat adat tetap tidak dapat menikmati harta yang menjadi hak mereka dalam konteks pembangunan yang berkelanjutan. Haratai. tentu komunikasi. Untuk mewujudkan hal ini. 2003. pengusaha. dan Waja. serta hak kepemilikan dan pengelolaan yang belum dapat disinergikan. relatif belum terancam kelestarian potensi SDA Hutannya maupun adat istiadat serta upacara-upacara keagamaan yang berhubungan erat dengan pemanfaatan SDA. dapat menghubungi: Eko DJ Staf Divisi Data dan Informasi WALHI Kalimantan Selatan <!– document. sedangkan kawasan lindung (kayuan hak kepemilikannya adalah komunal berdasarkan wilayah balai masing masing dengan aturan aturan tertentu.” yang menjamin adanya pemanfaatan SDA Hutan yang lestari dan pembagian manfaat yang adil. Loa Panggang. Kalau tidak…. jual beli untuk kawasan produksi. Loa Panggang. Haratai. masyarakat Balai Malaris. Hutan Adat di kawasan Loksado akan menangis. seperti ladang dan kebun karet.772870 . Bila Hutan Kalimantan Menangis. Perbedaan peruntukan inilah yang seringkali menimbulkan konflik. Nico. koordinasi. khususnya Balai Malaris. dapat dikatakan memliliki sistem kepemilikan yang sama berdasarkan warisan. Dalam sistem kepemilikan lahan.

0511.772870 .Mobile: Fax: +62 .

pohon angsana pasti mengeluarkan bunganya yang kuning dan wangi. "Sekarang saya sedang mendalami bahan antijamur untuk jamur yang menginfeksi kulit manusia. pohon yang rimbun itu tak semata tempat bernaung atau penghias mata. Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman. 20 April 2007 TEMPO Interaktif. atau kutu air. bahan antijamur ini bisa pula digunakan sebagai fungisida di bidang kehutanan dan pertanian hingga bahan pengawet makanan dan minuman. itu mengidentifikasi potensi bahan antijamur alami yang luar biasa dari tumbuhan Indonesia. bagi penduduk suku Dayak." Awalnya. kurap.Angsana Bikin Jamur Lewat Tjandra Dewi Indeks TEMPO Interaktif: Jumat. Kalimantan Timur. dari industri medis dan berbagai produk cat . Kutai. dan Pasir di pedalaman Kalimantan. "Sekali pergi bisa membawa 30 sampai 40 jenis sampel tumbuhan. staf pengajar di Universitas Mulawarman itu tertarik pada bahan antijamur yang bisa mengawetkan kayu sesuai dengan bidangnya. Jakarta: Pada bulan-bulan seperti sekarang. studi tentang penggunaan tumbuh-tumbuhan oleh etnis lokal. Kalimantan Timur. peneliti dari Jurusan Teknologi Hasil Hutan." ungkapnya. Namun. Penggunaan di masyarakat juga telah meluas. Pohon angsana (Pterocarpus indicus) adalah sumber obat alami untuk menyembuhkan infeksi kulit akibat jamur. lama-kelamaan pria kelahiran Tanah Grogot. Februari sampai Mei." kata Irawan. Sosoknya yang menyegarkan mata membuat angsana banyak dipilih sebagai pohon peneduh jalan di kota besar. Zat aktif yang diekstrak dari daun angsana ternyata memiliki sifat antijamur. Pekerjaan yang menuntutnya keluar-masuk hutan memungkinkan Irawan bertemu dengan warga asli rimba Kalimantan dan belajar sedikit soal etnobotani. Tak hanya membasmi jamur penyebab panu. bisa empat sampai lima hari untuk mengumpulkan tumbuhan. "Setiap kali masuk hutan. Potensi daun angsana inilah yang menarik perhatian Irawan Wijaya Kusuma. Namun.

"Kalau dari segi efektivitas. identifikasi. dan Kabupaten Pasir. "Bahan antijamur dari tumbuhan ini bisa bersaing dari segi harga." kata peneliti yang lahir pada 12 April 1973 itu. Beberapa tumbuhan yang telah ditapis. itu berharap riset tentang isolasi. Namun." Salah satu flavonoid atau senyawa yang berhasil diekstrak dari daun angsana adalah isoliquiritigenin." kata Irawan. Doktor bidang kimia bahan alam dari Ehime University. tapi ketersediaan di alam melimpah sehingga harganya murah. Riset yang dilakukan Irawan untuk menguji efektivitas bahan antijamur itu berhasil membuktikan bahwa senyawa aktif dari ekstrak daun angsana punya kemampuan setara dengan nystatin dan miconazole. bahan antijamur yang beredar di masyarakat sekarang ini sebagian besar berasal dari bahan sintetis yang mahal. Sampai saat ini. Dialium sp. dan resistensi tinggi terhadap serangan jamur pelapuk. Irawan sengaja memilih tumbuhan yang punya tingkat keawetan tinggi. seperti pohon yang kayunya digunakan untuk di luar ruangan. dan pemanfaatan bahan antijamur dari tumbuhan Indonesia yang dikerjakannya ini bisa meningkatkan konservasi kekayaan hak intelektual Indonesia yang agak lemah." ujarnya. Informasi dari warga setempat tentang tumbuhan yang punya aktivitas antijamur juga menjadi pertimbangan. dan Pasir untuk merepresentasikan pemanfaatan tumbuhan oleh tiga suku itu. Aporusa elmeri.dinding hingga sabun yang menawarkan bahan antijamur." tuturnya. "Bisa digunakan sebagai fungisida pada tanaman pertanian atau pengawet produk pangan. Tiga lokasi itu adalah Kutai Barat. Kutai. "Sekarang ini terlalu banyak ekstrak tumbuhan potensial yang dikirim ke luar . antara lain. dan rengas (Gluta renghas. Kutai Kertanegara. laban (Vitex pubescens). "Sifat alaminya juga aman bagi tubuh dan lingkungan. Irawan telah melakukan skrining atau menapis belasan tumbuhan asli Indonesia yang memiliki potensi aktivitas antijamur. "Ini adalah upaya pembuktian ilmiah dari pemanfaatan tumbuhan obat tradisional. juga peluang resistensi yang kecil. Jepang. jamur kontaminan makanan. eboni (Diospyros ebena). dua jenis jamur patogen pada tumbuhan. dua agen antijamur yang ada di pasaran. mungkin dosis bahan antijamur ini sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan nystatin dan miconazole. yang menjadi tempat tinggal Suku Dayak. Senyawa aktif itu mampu mencegah pertumbuhan dan mematikan jamur Fusarium sp dan Trichoderma sp. Sampel tumbuhan itu sengaja diambil dari tiga lokasi di Kalimantan Barat. belangiran (Shorea belangeran). serta Aspergillus dan Penicillium sp. merbau (Intsia palembanica).

" tjandra dewi .negeri.

Peneliti Universitas Andalas (Unand) Padang. Begitu pula terhadap daun kumarin dilakukan dalam daun sicerek (clausena excavata burm f) memperlihatkan adanya 8-(3-metil-2- . dan lem tikus.Tumbuh-tumbuhan tropis yang banyak hidup di Indonesia ternyata mengandung zat yang dapat dimanfaatkan sebagai racun tikus. daun juar. Kamis (29/5). dan biji pinang sinawa. Manfaat tersebut djelaskan dalam makalah nya berjudul "Perkembangan Kimia Organik Bahan Alam Golongan Kumarin." Sanusi dibantu mahasiswanya program S1 dan S2. racun. biji pinang sirih. Jkarta Selatan. daun sicerek. "Sumatera terletak pada garis khatulistiwa memiliki hutan tropis sebagai potensi yang luar biasa sebagai pabrik bahan kimia raksasa. di tokonya di Pasar Santa. meneliti kumarin terhadap 10 tanaman obat tradisional itu sejak 1994 sampai 2006. menemukan zat tersebut pada sepuluh jenis tumbuhan tropis yakni daun gamal. Penelitian tersebut dilanjutkannya lagi dan telah berhasil diisolasi dan diidentifikasi struktur kumarinnya dengan nama Calanolide E2 dari tumbuhan nyamplung (calophyllum inophyllum Linn). kulit buah jeruk. Jumat. sehingga cukup diminati peneliti untuk diteliti.6 benzo-alfa-piron berhasil diisolasi/diidentifikasi dari tumbuhan daun gamal (gliricidiamaculata HBK). JUMAT . Jalan Cipaku I. seperti perangkap. menyusul diisolasinya senyawa kandikanin dari daun kulit manis (cinnamomun zeylanicum G).Potensi Racun Tikus dalam 10 Tumbuhan Tropis Kompas/Johnny TG Toko penjual peralatan tikus. Prof Dr HM Sanusi Ibrahim. daun kulit manis." katanya di Padang. Penelitian--hingga berhasil mengukuhkannya sebagai Guru besar tetap Unand dari FMIPA itu pada 29 Mei 2008 adalah dengan rumus kimia 5. 30 Mei 2008 | 19:07 WIB JAKARTA. daun inai. akar pinang sirih. Berikutnya dari daun juar (cassia siamea Lam) telah berhasil diperoleh senyawa kromon yang berupa isomer dari kumarin yaitu 5-propanonil-7-hidorksi-2-metil-kromon.

Kumarin juga ada pada daun inai (impatiens balsamina L) dengan struktur zatnya 6 metoksi-7-hidoksi-kumarin.buteniloxy)-7 -oxofuro-(3. sehingga peneliti terpaksa meminta dukung dari negara lainnya. juga dari akar pinang sirih (areca catechu L) 3-asam karbosiklat kumarin serta dari biji pinang sinawa (actinorhytis calapparia) yakni 7-amino-N. kemudian dari kulit buah jeruk (citrus amblycarpa Harsak) juga telah berhasil diidentifikasi kumarinnya dengan nama 5.2-g) kumarin. resonansi magnit inti (Nuclear magnetic resonance) atau kekuatan 600 Mhz. difraksi sinar X (X Ray difraction) atau XRD. Sumber : Antara . Sebagain besar penelitian didanai asing. "Kini belum tampak adanya prioritas pembangunan dari pemerintah untuk melengkapi peralatan modern seperti spektroskopi masssa." katanya.7 -dimetoksi kumarin. N-dietil-4metil kumarin. Dari biji pinang sirih (areca catechu L) diidentifikasi yaitu 4-metil-7-hidorksikumarin.

 2002 Medi Hendra Posted 24 November. merupakan salah satu hutan tropika yang terluas di dunia. KALIMANTAN TIMUR Oleh: Medi Hendra. More than 40 genera wild fruit trees and vegetabies useful has been identify.com ABSTRAC Study on the wild fruit trees and vegetabies use by Kenyah tribe in the East Kalimantan was carry out at September – December 2001. Sumber alam hutan Indonesia. M. Pendahuluan Indonesia dikaruniai kekayaan alam yang melimpah. 2002 Makalah Pengantar Falsafah Sains (PPS702) Program Pasca Sarjana / S3 Institut Pertanian Bogor November 2002 Dosen : Prof Dr. Commonly fruit trees and vegetabies grow wild in the secondary forest around the village. baik yang berada di darat maupun di laut. I. yang diharapkan dapat terus berperan sebagai paru-paru dunia yang mampu meredam perubahan iklim global.Si. Rudy C Tarumingkeng (Penanggung Jawab) Prof Dr Zahrial Coto Dr Bambang Purwantara PEMANFAATAN TUMBUHAN BUAH-BUAHAN DAN SAYURAN LIAR OLEH SUKU DAYAK KENYAH. Ir. however that may be Kenyah tribe to get fruits and vegetables mostly exploitation the secondary forest than the primary forest. Indonesia juga merupakan bagian dari kawasan Indo-Pasifik yang merupakan pusat . BIO/G361020071 E-mail: medimaaruf@yahoo.

Upaya-upaya ini juga tergambar dalam budaya dan pengetahuan asli lokal. seperti masyarakat dayak Kenyah di Kalimantan Timur. terutama yang berkenaan dengan makna budaya. Berkaitan dengan kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia tadi dan kemudian dipadukan dengan kebhinekaan suku-suku bangsa yang mendiami kepulauan nusantara ini. 1994). maka perlu ditelaah bagaimana konsep dan pemahaman serta penguasaan pengetahuannya dalam mengolah sumberdaya hayati tadi. Jika kita memanfaatkan sesuatu berarti kita mengambil manfaat atau kegunaan dari sesuatu tersebut. Berdasarkan letak geografis dan keanekaragaman hayati tadi maka Indonesia dijuluki sebagai megadiversitas yang masuk dalam katagori tertinggi di dunia. Pemanfaatan lainnya lalu berkembang meliputi segala maksud dan keperluan. Edibilitas atau ketermakanan merupakan pertanyaan pertama sekaligus awal pemanfaatan tumbuhan oleh manusia sejak terbitnya fajar peradabannya (Rifai. 1993). 1989). maka akan terungkap tumbuhnya berbagai sistem pengetahuan tentang lingkungan alam. 1996) dan menjadi landasan kuat bagi teknologi mutakhir (Rifai & Walujo. 1995). karena merupakan sumber bagi pengembangan ide-ide alternatif di masa kini (Adimihardja. tatacara. pola hidup kelompoknya atau singkatnya pada tingkat kebudayaan suku-suku bangsa itu (Waluyo. Posisi Indonesia selaku gudang sumber daya jenis yang penting terbukti dari kesepakatan para pakar yang mengakui kawasan ini sebagai salah satu bagian pusat keanekaragaman dunia. Sehingga pada akhir-akhir ini banyak ilmuwan yang mulai tertarik untuk mengkaji pengetahuan pribumi (indigenous knowledge) dan pemahaman alam sekitar oleh masyarakat setempat. Kekayaan flora Indonesia yang besar antara lain merupakan akibat dari struktur vegetasi yang kompleks. Menurut Sastrapradja dkk (1989) Flora Malesia sangat kaya dan ditaksir terdiri atas 1. Selanjutnya perlu diketahui bahwa memang banyak suku tumbuhan yang memilih kawasan Indonesia sebagai titik pusat konsentrasi keterdapatan dan persebarannya (Sastrapradja dkk. Sehubungan dengan keanekaragaman hayati maka memanfaatkan. Pengetahuan ini akan berbeda dari kelompok satu ke kelompok lainnya. 1998). karena sangat tergantung pada tipe ekosistem mereka tinggal. . Kenyataan ini memang dapat disimpulkan dari besarnya jumlah jenis mahkluk yang dimiliki. jadi tak hanya sekedar nilai ekonominya saja (Rifai. mempelajari dan menyelamatkannya merupakan upaya-upaya dalam strategi konservasi (Wilson.500 paku-pakuan serta 28.keanekaragaman hayati dunia. Karena peran manusia atau kelompok etnis ini dengan segala tata cara kehidupannya sangat menentukan nasib lingkungan. Unsur kearifan lokal ini walaupun tradisional adalah salah satu kekayaan bangsa yang sangat tak ternilai harganya. dan tentu saja amat dipengaruhi oleh adat. perilaku. 1992).000 jenis tumbuhan berbunga (fanerogam). yang sebagian besar terdapat di Indonesia.

sungai Mahakam. Mereka terutama merupakan peladang berpindah padi huma. Survei yang komprehensif mengenai berbagai jenis tumbuhan hutan yang dimanfaatkan oleh masyarakat di Kalimantan (umumnya) dan Kalimantan Timur (khususnya) belum pernah dilakukan (Mackinon et al. Bahkan ada diantaranya yang langsung diambil dari alam. Suku Kayan dan Kenyah mempunyai keterkaitan sosial. yang berbeda dalam bahasa. sepanjang bagian hulu sungai Kayan. dan tunduk pada hukum adat (Mackinon et al. yang menghuni tepi-tepi sungai di Kalimantan. bentuk kesenian. diharapkan dapat dikembangkan oleh para akademisi dan ilmuwan sebagai dasar berpijak dalam memberi nilai tambah terhadap sumberdaya tadi. Tidak kurang dari 400 jenis tanaman penghasil buah. Suku Kenyah terdiri atas beberapa anak golongan yang berbeda bahasa dan budayanya. Suku Kayan ditemukan tersebar luas di pulau Kalimantan. dan banyak unsur budaya serta organisasi sosial. sungai Rajang dan sungai Baram. Suku Kayan-Kenyah yang berada di pedalaman Kalimantan Timur dan Serawak. terutama yang tinggal di pedesaan. 2000). Diantara mereka terjadi perkawinan antar golongan yang cukup banyak. 2000). 370 jenis tanaman penghasil sayuran. Secara harfiah ‘dayak’ berarti orang pedalaman dan merupakan istilah kolektif untuk bermacam-macam golongan suku. Mereka kebanyakan dalam masyarakat rumah panjang. Pengembangan tanaman ini boleh dikata tak pernah dilakukan orang. sehingga kultivar yang ditanam merupakan ras pribumi yang primitif. akan memainkan peran yang lebih besar dibanding kurun waktu sebelumnya. yang sudah berlangsung lama. ekonomi dan politik. sumber daya alam terbaharukan yang berupa tumbuhan. Sebagaimana diketahui bahwa jumlah jenis tanaman pangan yang sudah dibudidayakan secara besar-besaran tidak begitu banyak. Sedangkan pertumbuhan ekonomi yang pesat di Kalimantan Timur selama . Jika kemudian dipadukan dengan potensi sumberdaya hayati serta keanekaragaman suku bangsanya maka akan sangat menguntungkan. Akan tetapi sebagian besar masyarakat Indonesia ternyata banyak sekali menggunakan jenis-jenis tumbuhan lain untuk keperluan pencukupan pangannya. Dengan demikian bahwa mengungkap potensi sumberdaya hayati yang didasarkan pada pengetahuan masyarakat secara lokal.Dalam Pembangunan Jangka Panjang Kedua bangsa Indonesia yang dimulai tahun 1994. Suku dayak merupakan penduduk asli yang menghuni pulau Kalimantan. 1989). hewan dan mikroba. 60 jenis tanaman penyegar dan 55 jenis tanaman rempah-rempah yang secara teratur dimanfaatkan oleh masyarakat. 2000). Seperti dapat diduga kebanyakan jenis tanaman ini belum pernah dijadikan objek penelitian (Sastrapradja dkk. segolongan kecil suku Kayan tinggal di sepanjang sungai Mendalam yang merupakan anak sungai Kapuas hulu di Kalimantan Barat. Suku Modang di daerah aliran sungai Mahakam mungkin merupakan cabang rumpun Kayan dan Kenyah (Mackinon et al. sekitar 70 jenis tanaman berumbi.

dua puluh tahun terakhir ini di ikuti oleh peningkatan laju eksploitasi hutan dan peningkatan luas pembukaan daerah hutan. Kayu dan rotan merupakan dua hasil hutan yang sangat tinggi nilainya. Produk lain yang juga terdapat di hutan mencakup buah-buahan, sayur-sayuran, kacang-kacangan, rempah-rempah, bahan wewangian, minyak biji, makanan ternak, bahan anti mikroba, bahan farmasi lainnya, zat pewarna makanan, bahan pengawet dan penyedap makanan, bahan pewarna, perekat, damar, getah pohon, lilin dan lak. Untuk mengungkapkan potensi buah-buahan dan sayur-sayuran yang terdapat di hutan dan dimanfaatkan oleh masyarakat lokal sangat dibutuhkan survei, penelitian dan dokumentasi didaerah Kalimantan Timur ini agar upaya pelestarian kekayaan buah dan sayuran Indonesia

(keanekaragaman genetik dan pengetahuan tentang budidaya serta kegunaannya) dapat mendorong perkembangan dan pemasaran buah-buahan dan sayuran lokal atau asli yang mampu bersaing secara ekonomi. Karena kebanyakan produk ini sangat tinggi nilai ekonominya, pemanfaatannya dapat menjamin kelangsungan kebutuhan pokok masyarakat setempat selain juga sebagai komoditi perdagangan dan pengembangan komersial. Berbagai produk aktual maupun potensial yang dapat dihasilkan hutan Kalimantan Timur dapat membantu menjelaskan arti penting akses masyarakat pedesaan terhadap hutan tempat mereka mengambil berbgai produk tersebut. Tulisan ini merupakan bagian dari hasil penelitian yang

bertujuan untuk mengungkapkan jenis tumbuhan hutan yang dimanfaatkan oleh masyarakat lokal di Kalimantan Timur.

II. Metode Penelitian Penelitian dilakukan selama 3 bulan dari bulan Juni - Agustus 2002. Daerah yang dipilih adalah pemukiman warga dayak Kenyah di desa Gemar Baru Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Penelitian menggunakan metode survei eksploratif mencakup: 1. Inventarisasi jenis tumbuhan yang dimakan yang diketahui masyarakat meliputi nama lokal dan nama ilmiahnya (Friedberg, 1990) dan 2. Observasi di lingkungan masyarakat yaitu mempelajari keberadaannya. Metode ini didukung oleh pendekatan dan teknik pengumpulan informasi. Pendekatan yang dipakai umumnya bersifat partisipatif atau penilaiain etnobotani partisipasif (participatory ethnobotanical appraisal, PEA). Pendekatan ini meliputi: 1. Wawancara semi terstruktur (Grandstaff & Grandstaff, 1987) dan terjadwal untuk inventarisasi pengetahuan lokal; 2. Observasi partisipatif dan transect-walks sistematis (Martin, 1995) dengan masyarakat sebagai pemandu dan 3. Persahabatan erat dengan masyarakat (Banilodu, 1998), ikut aktif dalam aktifitas mereka baik harian maupun khusus.

III. Hasil dan Pembahasan

Sekarang ini banyak ilmuwan yang tertarik mempelajari pengetahuan masyarakat tradisional tentang pemanfaatan sumberdaya tumbuhan. Pengetahuan ini mempunyai pengaruh besar dan memberikan kontribusi penting dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan alasan tersebut maka dipelajari pengetahuan tradisionil masyarakat suku dayak Kenyah tentang dunia tumbuhan khususnya tumbuhan hutan/liar yang dimanfaatkan untuk sumber sayuran. Dari hasil penelitian di dapatkan bahwa masyarakat dayak Kenyah yang bermukim di desa Gemar Baru mengumpulkan sekurang-kurangnya 55 marga dan lebih dari 90 jenis tumbuhan buahbuahan dan sayuran liar dari hutan dan beberapa ditanam di pekarangan. Banyak tumbuhan penghasil makanan dari hutan ditemukan di hutan sekunder atau ladang yang ditinggalkan. Masyarakat dayak Kenyah pada umumnya meramu dan memanfaatkan tumbuhan liar yang ada disekitarnya dan menggunakan berbagai jenis dan kultivar dari tanaman budidaya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pengamatan di lapangan didapatkan bahwa masyarakat suku dayak Kenyah lebih banyak mengeksploitasi hutan sekunder daripada hutan primer untuk mencari buah-buahan dan sayuran. Hutan-hutan disekitar tempat tinggal mereka kaya akan pohon buah-buahan liar, termasuk mangga, manggis, rambutan dan durian. Beberapa jenis durian yang dipanen dari hutan seperti durian merah Durio dulcis dan Durio graveolens serta durian berdaging buah kuning yang biasa dikenal dengan nama daerah ‘lai’ (Kutai) Durio kutejhensis. Beberapa dari jenis durian tersebut tidak di makan oleh masyarakat setempat karena memabukkan. Tingginya konsentrasi keterdapatan sekerabatan tumbuhan atau mahkluk lainnya dan besarnya keanekargaman suatu jenis dijadikan indikator untuk menunjuk tempat tersebut sebagai pusat persebarannya, yang sekaligus merupakan pusat keanekaragamannya. Menurut Sastrapradja dkk (1989) durian yang memiliki keanekaragaman yang besar dalam jenisnya berpusat persebaran di Kalimantan. Sebab di Kalimantanlah tumbuh secara alami 19 jenis durian liar dari keseluruhan 27 jenis yang tersebar di kawasan Malesia. Jadi meskipun durian budidaya memiliki persebaran luas, tidak saja di Indonesia tetapi juga di negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Thailand dan Filipina, kerabat liarnya berpusat di Kalimantan. Berbagai jenis mangga liar seperti Mangifera griffithii, M. torquenda, M. foetida dan M. caesia juga banyak tumbuh liar disekitar hutan perkampungan suku dayak Kenyah. Hal ini juga terlihat dari hasil ekspedisi badan internasional seperti IBPGR (International Board for Plant Genetic buah-buahan dan

Resources) yang berulangkali menyeponsori ekspedisi internasional untuk mengekplorasi dan mengumpulkan plasma nutfah kerabat liar tanaman budidaya di Indonesia. Dari beberapa marga yang sudah ditangani didapatkan bahwa mangga pusat keanekaragamannya di Sumatera dan Kalimantan (Sastrapradja dkk, 1989). Buah-buah dari famili Moraceae seperti sukun Artocarpus elasticus, nangka liar Artocarpus intiger serta cempedak A. cempeden yang lezat rasanya terdapat di dalam hutan dan juga ditanam oleh suku dayak Kenyah. Marga Artocarpus ini ditemukan beberapa jenis liarnya di hutan sekitar perkampungan masyarakat suku Dayak Kenyah dan mempunyai nilai komersil yang bersifat lokal di Kalimantan Timur. Menurut Sastrapradja dkk (1989) merupakan salah satu marga yang mempunyai persebaran yang terbatas di kawasan hutan Malesia Barat. Buah-buahan dari famili Sapindaceae seperti halnya rambutan Nephelium eriopetalum, N. longana, N. mutabile dan Xerospermum juga banyak ditemukan baik yang liar atau semi

domestikasi maupun yang ditanam oleh masyarakat . Jika kita kaji proses terbentuknya kebun atau pekarangan yang bermula dari terseraknya sisa-sisa bahan makanan yang diperoleh dari hutan dan tumbuh subur di dekat pemukimannya, maka tidaklah mengherankan bahwa kultivar primitif dari berbagai jenis buah-buahan tersebut banyak dijumpai di kebun atau pekarangan mereka. Selain mengumpulkan buah liar untuk dimakan sendiri maupun untuk dijual, banyak masyarakat dayak Kenyah memelihara pohon-pohon di hutan seperti petai. Pohon petai Parkia spp yang menjulang tinggi di dalam hutan, mempunyai biji kaya akan protein yang dimakan dan dijual di pasar-pasar setempat. Daun muda dan bagian tangkai bunganya juga dapat di makan. Menarik untuk dicatat bahwa meskipun banyak jenis buah-buahan sudah dibudidayakan oleh masyarakat suku Dayak Kenyah tetapi miskin akan tanaman sayuran. Agaknya, karena banyak tumbuhan liar yang dapat dimanfaatkan daunnya untuk sayuran, sehingga kurang dirasa perlu untuk membudidayakan. Daun, tunas dan akar berbagai jenis tumbuhan liar dimakan sebagai sayuran. Seperti tunas Cyperus bancanus dan tunas akar ilalang Imperata cylindrica merupakan lalapan yang umum ditemukan pada masyarakat dayak Kenyah. Daun muda dan batang Cyathea contaminans (paku tiang), serta paku-pakuan Diplazium, Nephrolepis biserrata,dan Stenochlaeana merupakan sumber sayuran yang direbus atau dioseng dan kadang-kadang dimasak secara tradisional dalam tabung bambu seperti memasak lemang. Sayuran tradisional lainnya seperti rebung Bambusa spp dan jantung pisang hutan Musa balbisiana juga merupakan sumber sayuran yang banyak terdapat di hutan sekunder disekitar perkampungan dayak Kenyah. Demikian juga halnya dengan jenis-jenis Zingiberaceae seperti Alpinia spp, Nicolaia

speciosa dan Kaempferia spp sumber sayuran dan bahan penyedap yang disukai.

Borassodendron borneensis merupakan buah palem yang dipanen langsung dari hutan. Selain itu beberapa jenis palem disamping pemanfaatannya untuk komersil seperti berbagai jenis rotan, bagian pucuknya biasanya juga dimanfaatkan untuk sayur-sayuran dan buahnya kadangkadang juga dimakan. Bagian ujung dari batang rotan yang dipanen biasanya dimanfaatkan dengan cara dibakar sampai layu, kemudian dikupas bagian kulitnya yang keras dan berduri. Bagian dalamnya selanjutnya dimanfaatkan sebagai sayuran. Demikian juga halnya dengan umbut atau pucuk dari Eugeissona utilis, Oncosperma dan Pinanga biasanya merupakan sayuran yang dimasak bersama dengan ikan. Beberapa jenis buah-buahan hutan dimakan oleh masyarakat hanyalah bersifat iseng (istilah Banilodu (1998) ’dimakan main-main’) dan sebagai penghilang kelau (haus atau lapar sementara) seperti Curculigo orchioides, Passiflora foetida dan buah beberapa jenis rotan seperti Calamus manan dan C. ornatus . Terbukti bahwa pengetahuan tentang ini akan meningkatkan kemampuan forest survival (Rifai, 1998).

Marga atau jenis tumbuhan buah-buahan dan sayuran hutan (liar) yang dimanfaatkan oleh masyarakat suku Dayak Kenyah dapat di lihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 1. Beberapa jenis tumbuhan Buah-buahan dan Sayuran liar yang digunakan oleh suku Dayak Kenyah kec. Muara Ancalong kab. Kutai Timur.

Famili

Nama latin

Nama Lokal

Bagian yang dimakan

Amarillydaceae Anacardiaceae

Curculigo orchioides Mangifera caesia Mangifera decandra Mangifera foetida Mangifera gedebe Mangifera griffithii Mangifera torquenda Bouea macrophylla Wanyi Palong besi Sem Repeh Asam raba Asam putar

Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Supit Bekro Medang Buah Daun muda Buah

Apocynaceae Araceae Arecaceae

Willughbeia firma Borassodendron borneense

lanceolata B. bracteata B. macrocarpa Elaeocarpaceae Euphorbiaceae Elaeocarpus spp Aleurites moluccana Antidesma montanum Aporosa spp Baccaurea angulata B. macrocarpa Lempang tip Lempang kip Lempang tip Lempang tip putek Tampoi/ Kapul Kemiri Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah . manan C.Calamus javaensis C. ornatus Calamus sp Daemonorops mirabilis Eugeissona utilis Khorthalsia echinometra Oncosperma horridum Plectocomia sp Pinanga sp Salacca edulis Uwai Uwai tebengan Uwai seletub Uwai beeng Uwai sekah Nangan Uwai sanam Nyibung Uwai tebengan Benda Pucuk Pucuk Buah pucuk Pucuk Pucuk Umbut & sagu Pucuk Umbut Pucuk Buah Buah dan Bambusaceae Bambusa spp Dendrocalamus asper Schizostachyum blumei Bulok tub Bulok atung Bulok Dian balah umit Dian da’un Dian balah Dian balah latak Dian tuning Dian Keramo Syik Arang batu Tunas Tunas Tunas Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Tunas buah Bombacaceae Durio acutifolius Durio dulcis Durio excelcus Durio graveolens Durio kutejensis Durio zibethinus Burseraceae Cyperaceae Ebenaceae Santiria tomentosa Cyperus bancanus Diospyros korthalsiana var. kunstleri B.

B. integre A. A. rigidus Ficus spp Musaceae Musa balbisiana Peti lebem luang/Peti Bunga tunas Buah Buah Buah Buah dan Myrtaceae Syzygium aqueum. jamboloides Syzygium sp. A. nanihua Elateriospermum tapos Sondaricum kotjape Drypetes longifolia Fagaceae Castanopsis sp Lithocarpus sundaicus Flacourtiaceae Flacourtia rukam Pangium edule Graminae Guttiferae Lauraceae Leguminosae Imperata cylindrica Garcinia sp Litsea angulata Parkia speciosa Parkia sp Maranthaceae Meliaceae Stachyprynium jagorianum Aglaia gangga Lansium spp Menispermaceae Moraceae Albertisia papuana Artocarpus dadah A. elasticus cempeden Lempang tip putek Kalampi Kalambunyau Bua barang Sarangan Pasang Buah abung Biji Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Ilalang Buah bundar Kalangkala Beta lata Beta umit Tunas akar Buah Buah Buah Buah Tunas Buah Leset Buah Daun Tap/ bacut Sukun Nakan Keledang Baduk Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah A. S. S. A. cumini. Passifloraceae Polypodiaceae Passiflora foetida Cyathea contaminans Diplazium esculentum Bua top Buah Daun muda Paku paya Daun muda . heterophyllus A.

lappaceum N. malesianus Lepisanthes alata Nephellium eriopetalum N.Nephrolepis biserrata Paku pait Batang daun muda & Stenochlaeana sp Rosaceae Sapindaceae Rubus spp Dimocarpus cinerea D. rambutanake Xerospermum sp Umbeliferae Zingiberaceae Alpinia sp Nicolaia speciosa Nicolaia sp Kaempferia sp Paku julut Pidang pancung Daun muda Buah Buah Isau kelili/ krumi Buah Buah Buah Buah Blong Buah Abung maritam Buah Uncing Mekai Bua Asak Nyanding Lame Tepo Buah Buah Buah Buah Daun Buah Umbut Bunga Bunga Umbut & . longan var. mutabile N.

Trop. (Borneo). Waluyo. Prenhallindo. D. Cisarua. S. Pros. Semi-structured Interviewing by Multidicip.IV. S. J. A. G. Hist. Waluyo.: 69-88. Grandstaff. M. 1990. C. 1996. B. Bogor. K. Keanekaragaman Hayati Indonesia dan Peluangnya dalam Penelitian Etnobotani. . 19 hal. Biodiv. 1998. Satu Manual Kaedah (Ed. Publ. UPT INRIK UNPAD. B. Jakarta. 2 (2): 339-349. & T. Maryati Moh. Kinibalu. Grandstaff. B. 1992. Banyak tumbuhan penghasil buah dan sayuran tersebut ditemukan pada hutan sekunder di sekitar perkampungan sehingga suku dayak Kenyah lebih banyak mengeksploitasi hutan sekunder dari pada hutan primer untuk mendapatkan buah-buahan dan sayuran. Mackinnon. Martin. Nat. Keanekaragaman Hayati Untuk Kelangsungan Hidup Bangsa. Friedberg. Seminar JepangIndonesia di Kagoshima. Disertasi. Semiloknas Etnobot. Implikasi Etnobotani Kuantitatif dalam Kaitannya dengan Konservasi Gunung Mutis. Etnobotani dan Pengembangan Tetumbuhan Pewarna Indonesia: Ulasan Suatu Pengamatan di Madura. Switzerland. III. ________ . Memoires du Museum Nati d’Histoire Naturelle. Banilodu. Daftar Pustaka Adimihardja. Indonesie). Puslitbang Bioteknologi-LIPI. E. Bogor. Tome 32: 303p. Teams in RRA.W. & Arthur Mangalik. Jurusan Biologi. Denpasar. M. Kesimpulan Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa masyarakat suku dayak Kenyah mengumpulkan lebih dari 55 marga tumbuhan atau lebih dari 90 jenis tumbuhan liar yang dimanfaatkan sebagai sumber buahbuahan dan sayuran. dkk. 1998. & E. Sastrapradja. (Penerj. IPB. Semiloknas Etnobot. Jakarta. Makalah. A. Hakimah Halim. Timor. Bogor 19-20 Feb 1992. Rifai. Sistem Pengetahuan Lokal dan Pengembangan Masyarakat Desa. Etnobotani. Pemasakinian Etnobotani Indonesia: Suatu Keharusan Demi Peningkatan Upaya Pemanfaatan. PPs.). 12 hal. I. Gusti Hatta. Pengembangan dan Penguasaannya. 1998. 2000. Seminaire Sciences Humaines et Sociales et Recherche Francaise en Insulinde di Kedutaan Besar Perancis... Gland. Hal 119-126. Makalah tak diterbitkan. Bot. 1989. Le Savoir Botanique des Bunaq Percevoir ét classer dans le Haut Lemaknen (Timor. Bahasa Malaysia). K. Sabah-Malaysia & WWF Int. 1993. A Discouse on Biodiversity Utilization in Indonesia. 1987. Ekologi Kalimantan. tak diterbitkan. KKU Proc. Rifai. 17 hal. Makalah tak diterbitkan. 1994. Bandung. tak diterbitkan.

Strategi Keanekaragaman .Wilson. Strategi Pelestarian Keanekaragaman Hayati. 1995.). Courrier (Peny. K. E. O.

Dalam berbagai penelitian yang dilaksanakan oleh para peneliti dari berbagai lembaga. Dr. Lebih jauh disebutkan dalam laporan tersebut. kanker payudara dan melanoma.Indonesia. . AIDS dan malaria telah ditemukan di hutan Heart of Borneo (HOB). para ilmuwan telah menemukan agen anti malaria yang ampuh dan sebelumnya tidak dikenal luas pada kulit batang pohon langsat (Lansium domesticum).triterpenoid . juga bakteri tuberculosis yang mempengaruhi penderita AIDS. Sarawak .Direktur Eksekutif WWF-Indonesia mengingatkan. Calanolide A.INCL Indonesia Newsroom Heart of Borneo: Sumber Kekayaan Medis Yang Belum Terungkap Source : WWF . Laporan tersebut mengungkapkan para ilmuwan sedang menguji sejumlah contoh yang dikumpulan dari hutan-hutan di Sabah. Senyawa tersebut. Mubariq Ahmad .Malaysia dan Kalimantan . senyawa yang ditemukan pada tumbuhan Aglaia leptantha diketahui secara efektif telah membunuh 20 jenis sel kanker. dalam kurun waktu 25 tahun terakhir telah ditemukan 422 spesies baru di Pulau Kalimantan (Borneo) dan masih banyak lagi yang menunggu untuk ditemukan dan diteliti. secara efektif berpotensi untuk menghambat replikasi virus HIV.05:59:16 Jakarta Indonesia ." Para ilmuwan juga menemukan senyawa unik dalam getah yang dihasilkan oleh pohon Bintangor (Calophyllum lanigerum). Merujuk pada laporan tersebut.Indonesia. termasuk sel kanker yang menyebabkan kanker otak.Indonesia Category : Daftar Isi Code : Edisi 9-17b Date and Time of Publication : 01-August-06 -. memberi argumen yang sangat baik untuk terus menjaga habitat tumbuhan di Pulau Kalimantan (Borneo).Plasmodium falciparum. Perusakan hutan lebih lanjut akan menghilangkan kesempatan bagi ilmu pengetahuan untuk menemukan dan mengembangkan lebih jauh potensi yang dapat menyelamatkan kehidupan manusia. Kandungan senyawa yang sama juga terdapat pada buah dan ranting Aglaia silvestris yang ditemukan di Kalimantan . Murray Tait. Mereka berharap dapat mengembangkan obat-obatan yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit yang selama ini mengancam manusia. "Semua hutan hujan tropis di Heart of Borneo perlu dijaga secara memadai. Melalui sejumlah uji di laboratorium. Senyawa tersebut .sebuah perusahaan farmasi Australia telah mengidentifkasi sebuah senyawa anti kanker pada sejenis tumbuhan yang ditemukan di Sarawak. Cerylid Biosciences . Calanolide A akan menjadi salah satu pencapaian penting bagi kesehatan jutaan manusia di seluruh dunia. "Kenyataan yang menunjukkan senyawa tersebut sangat efektif dalam melawan sejumlah sel tumor. demikian Dr. Bila secara klinis terbukti. Saat ini potensi tumbuhan obat tersebut sedang mengalami ancaman dan membutuhkan upaya perlindungan jangka panjang. beberapa diantaranya berpotensi memiliki senyawa obat. jika kita tidak ingin kehilangan berbagai potensi sumber obat-obatan tersebut". yang sebelumnya secara tradisional telah digunakan oleh masyarakat Dayak Kenyah di Kalimantan untuk menyembuhkan malaria. Vice President of Drug Discovery pada Cerylid Biosciences.Laporan terbaru WWF menyebutkan tumbuhan yang berpotensi untuk menyembuhkan berbagai penyakit berbahaya seperti kanker.dalam uji laboratorium mampu membunuh parasit malaria pada manusia . "Dibutuhkan waktu yang panjang sebelum sebuah senyawa yang ditemukan dalam tumbuhan dapat dikembangkan menjadi obat yang efisien serta digunakan secara luas oleh para dokter". Penemuan ini penting karena hingga saat ini belum ada satupun obat yang dapat menyembuhkan HIV.

menyatakan bahwa pemanfaatan pengetahuan tradisional mereka harus mendapat persetujuan dari masyarakat dan siapapun yang memperoleh keuntungan dari pengembangan tersebut harus membagi secara adil keuntungan yang diperoleh.id + 62 21 5761070. Brazil. Desember 2005.Borneo's Botanical Secret oleh Menno Schilthuizen. dimana Indonesia dan Malaysia terlibat didalamnya. Saat ini. Malaysia dan Brunei Darussalam . Menno Schilthuizen. Email: bsupriyanto@wwf. hanya setengah dari hutan Borneo yang tersisa.or. pemerintah tiga negara . 081317566300  Catatan untuk editor :  Publikasi Biodiscoveries . Heart of Borneo National Campaigner.id/attachments/biodiscoveries_borneo_botanical_secret.id + 62 21 5761070. Konvensi Keanekaragaman Hayati (CBD). Peluncuran dilakukan pada Conference of the Parties (Konferensi Para Pihak ) 8 to Convention of Biological Diversity (Konvensi Keanekaragaman Hayati) di Curitiba.    . Pemerintah tiga Negara .pada 27 Maret 2006 lalu telah meluncurkan inisiatif HOB dan menyatakan komitmen pemerintah tiga negara uintuk mendukungnya. Indonesia dan Malaysia . banyak senyawa telah diidentifikasi tetapi hanya sedikit yang secara klinis telah diuji.Indonesia. "Saya percaya bahwa ratusan tumbuhan dapat dikumpulkan.Borneo's Botanical Secret.wwf. dapat ditemukan di http://www." Masyarakat tradisional seperti Dayak Kenyah juga dapat memperoleh manfaat dari pengembangan obat-obatan yang berbasis pengetahuan tradisional mereka. Email: iwibisono@wwf.or. Brazil.pdf (10MB) Gambar Lansium Domesticum Heart of Borneo adalah inisiatif konservasi dan pembangunan berkelanjutan yang bertujuan untuk melindungi serta memanfaatkan secara lestari salah satu pusat keanekaragaman hayati terpenting di dunia dalam skala yang luas. Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-11 di Kuala Lumpur. Melalui prakarsa Pemerintah Indonesia.pada 27 Maret 2006 lalu telah meluncurkan inisiatif ini dan menyatakan komitmen pemerintah tiga negara uintuk mendukung inisiatif Heart of Borneo. ungkap Dr. yang dilakukan pada Conference of the Parties (Konferensi Para Pihak ) 8 to Convention of Biological Diversity (Konvensi Keanekaragaman Hayati) di Curitiba. sehingga pengembangan obat-obatan dan pemanfaatan lainnya tunduk pada hukum negara asal.Brunei Darussalam. Konvensi ini juga mengakui kedaulatan sebuah Negara atas sumberdaya genetik yang mereka miliki. Heart of Borneo National Coordinator. inisiatif Heart of Borneo telah menjadi bagian dari ASEAN Chairman's Statement. 08164810830 Iwan Wibisono. Informasi lebih lanjut :  Bambang Supriyanto. seorang professor dari Universitas Sabah Malaysia yang menulis laporan Biodiscoveries .demikian Dr. Bambang Supriyanto Koordinator Nasional Heart of Borneo WWFIndonesia.or. Komitmen ini yang diharapkan ditingkatkan menjadi deklarasi kesepakatan ketiga negara akan memastikan perlindungan dan pemanfaatan yang berkesinambungan pada hutan yang berada di daerah tersebut yang sangat mungkin mengandung potensi penemuan sumber obat di masa mendatang". terdiri dari rangkaian hutan hujan tropis yang kaya ragam kehidupan.

wwf.paragraph 23 yaitu " We also noted the efforts to establish a transboundary network of sanctuaries on the island of Borneo involving Malaysia.East ASEAN Growth Area). Such sanctuaries would protect the biological diversity of plants and animals in the green Heart of Borneo and would play a vital role in protecting all of the island's major water catchments". Brunei Darussalam and Indonesia.  Heart of Borneo juga menjadi salah satu program utama (flagship programme) 5 tahun dari BIMP . KTT ini merupakan pertemuan tertinggi negara ASEAN dan Chairman's Statement adalah catatan resmi pertemuan dan didukung oleh seluruh pemimpin pemerintahan di ASEAN. www.or. Rencana ini telah didukung oleh kepala pemerintahan dari empat negara.EAGA (Brunei Indonesia Malaysia Philippines .id  .

hingga madu. tumbuhan berbunga. Akar Kuning. Berdasarkan data dari Dinas Kehutanan potensi hasil hutan non kayu untuk jenis rotan mencapai 839. Sirap dan Sarang Burung. Akar Busi. Meskipun hingga saat ini belum dilaksanakan kegiatan inventarisasi potensi HHBK secara menyeluruh guna mengetahui luas dan sebaran HHBK. getah pohon.350. Sintuk. Sula Adam. Akar Sutra. Selama ini hasil hutan bukan kayu (HHBK) banyak di manfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat yang berada di kawasan hutan.000 ton/tahunnya. Sendi Adam. mulai dari buah-buahan.Potensi Sumber Daya Alam. Akar Ginseng. Hasil hutan ikutan saat ini lebih banyak terdapat pada daerah hulu sungai. kini potensi kayu sudah menipis jika kita lihat dengan banyak perusahaan kayu yang gulung tikar karena kekhurangan stok kayu. hutan di Kalimantan Tengah juga memiliki potensi yang cukup menjanjikan akan tanaman/tumbuhan obat-obatan. Kemedangan. Akar Gusi. (data kawasan hutan kalteng 2001). tumbuhan obat dan rempah-rempahan. Getah Jelutung. Tusuk Kusung. Anak Busi. Hasil hutan non kayu sebenarnya tidak kalah potensinya. Lahan dan Jasa Lingkungan SoB Potensi Sumber Daya Alam <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Potensi Hasil Hutan Kalimantan Kaya dengan hasil hutan baik itu kayu non kayu.363.684.87 Ha. Ipung. bahan baku bangunan subtitusi kayu. Gaharu. Pegunungan Meratus Di Kawasan Pegunungan Meratus potensi HHBK cukup melimpah. Potensi HHBK tersebut pada umumnya tersebar tidak merata pada tipe Hutan Hujan Tropika (Tropical Rain Forest) baik dataran tinggi (Tropical Mountain Rain Forest) maupun dataran rendah (Tropical Lowland Rain Forest). namun mengacu pada hasil survey yang dilaksanakan oleh ODA UK-ITFMP. Berdasarkan hasil inventarisasi Pilot Proyek KPHP di Kalimantan Tengah yang dilaksanakan United Kingdom – Indonesia Tropical Forest Management Programme (UK-ITFMP) tahun 1994 – 1997. namun belum secara serius di garap. Di Kalimantan Tengah potensi non kayu cukup dominan seperti beberapa jenis Rotan. bahan baku kerajinan. diperkirakan mencakup luasan sedikitnya 10 % dari total luas Hutan Hujan Tropika di Kalimantan Tengah atau sekitar 1. beberapa jenis Damar. Dilihat dari nilai ekonomi dan ekologi. . Penawar Bisa. Sumber hasil hutan kayu telah lama dimanfaatkan oleh Negara melalui HPH. Ikang Siau serta Akar Buli. selain jenis-jenis HHBK yang dominan tersebut. Biji Tengkawang. potensi hasil hutan non kayu seperti rotan dan berbagai getah (pantung dan jerenang) lebih berpotensi. Saluang Belum. Kei Umbut. seperti Pasak Bumi. Kulit Kayu Gemor.

Udur.900 pohon. kayu manis. kayu manis. Madu . Sentra lain terdapat di Kecamatan Loksado (HSS) dan Kecamatan Halong (Balangan). Di Loksado minimal terdapat 17 jenis bambu dengan luasan area yang sangat besar (R. Kemiri. BOX : Potensi& Nilai Ekonomis Hasil Hutan Bukan Kayu di Lokasado Pegunungan Meratus : Loksado juga terkenal dengan produk kayu manis (Cinnamomum burmanni Blume). Hulu Sungai Tengah adalah kabupaten yang menempatkan karet sebagai produk unggulannya. terutama di lereng sebelah barat dan utaranya. Bambu di kawasan Pegunungan Meratus biasanya terdapat di bekas-bekas ladang dan kadang bersama mengisi relung yang ada dengan tanaman perkebunan lainnya seperti kayumanis dan karet. damar.950 pohon x 10 kg = 459.Namun semua jenis tersebut belum maksimal dimanfaatkan. walatung/ manau. obatobatan dan rotan Karet. keminting. bamban. kayu manis kering jemur. Potensi lain yang tidak kalah melimpah adalah bambu. rotan. Dengan pemanfaatan seperti ini bambu adalah komponen penting dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Dayak. Hal ini berhubungan erat dengan kearifan tradisonal masyarakat adat di kawasan ini. HHBK yang paling banyak di usahakan di Pegunungan Meratus adalah perkebunan karet rakyat. Salah satu kampung penghasil adalah Malaris. Sedangkan populasi kayu manis belum produktif (berumur kurang dari 7 tahun) sebanyak 9. peralatan dapur bahkan untuk kelengkapan upacara ritual aruh adat. Di Malaris Rata rata kayu manis efektif yang di panen menghasilkan 10 kg kayu manis kering siap jual sehingga potensi produk kayu manis saat ini adalah 5.500 kg. damar. Potensi ini tersebar merata di sebagian besar kecamatan ini. Bambu. Berbagai macam bambu dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai macam kepentingan juga. karet. karet. bambu dan obat-obatan. Pisang. buah-buahan. dari pemanfaatan untuk kerajinan. No 1 Kampung Kampung Malaris (Loksado/HSS) 2 Kampung Kiyo (Batang Alai Timur/HST) 3 Kampung Tampaan (Halong/Balangan) Hasil Hutan Non Kayu kemiri. karena hampir setiap aktivitas kehidupan masyarakat Dayak menggunakan unsur bambu untuk mendukung kehidupannya. 2002). Berikut 4 kampung dengan NTFP sebagai basis utama penghasilan masyarakatnya yang dapat dianggap mewakili kampung lain yang ada di Pegunungan Meratus.

Produksi madu hasil kegiatan perlebahan selama kurun waktu lima tahun sebanyak 249.4 Kampung Rantau Buda (Kec.66 1.000 2.619.332 593.<!--[endif]-->Hutan : 7. Kabupaten Malinau Dalam Angka Tahun 2001 Secara Umum di Kalimantan Timur Potensi SDA Katim<!--[if !supportFootnotes]-->[1]<!--[endif]--> <!--[if !supportLists]-->.255.33 No Kabupaten Luas Areal (ha) Produksi (m3) 1 2 3 Nunukan Malinau Kutai Barat 1.700. Sungai Durian/Kotabaru) Madu. Kabupaten Kutai Barat Dalam Angka Tahun 2002 3).18 ton.91 ton yang tercatat sejak tahun 1996 hingga tahun 2000.430. BPS. BPS.<!--[endif]-->Kayu Alam <!--[if !supportLists]-->. Petensi Kayu bulat komersil Prosentase terhadap luas Kabupaten 8. Pegunungan Iban Belum di dapat secara pasti potensi kayu di kawasan Pegunungan Iban.413. BPS.836 4.92 ton.18 546. Hal yang sama juga terjadi pada produk madu.205. Buah-buahan Sumber : Menggali Kearifan di Kaki Meratus.670. Setidaknya data di bawah ini bisa menggambarkan potensi hasil hutan di kawasan tersebut : Tabel . 2002 dan Bank Data YCHI Tahun 1997/1998 produksi rotan Kalimantan Selatan adalah 1.<!--[endif]-->Hasil Hutan Ikutan : Gaharu.89 98.66 76. Damar. Sarang Burung Walet. Rotan Dan Tumbuh-Tumbuhan Yang Berkhasiat Untuk Obat-Obatan. namun jika mengacu pada wilayah green Belt pegunungan Iban.725.168 Ha <!--[if !supportLists]-->. meningkat di Tahun 1998/1999 sebanyak 5.855. .17 ton dan kembali meningkat di Tahun 1999/2000 dengan jumlah produksi sebanyak 5.501.236.50 Sumber : 1). Asumsinya bahwa kawasan hutan berada hampir di seluruh kawasan GB. Kabupaten Nunukan Dalam Angka Tahun 2002 2).

Ag. kaolin dan granit terdapat hampir di semua kabupaten.KOTIM dan katingan). Peg Muller : Pada tahun 1961. GUMAS. Zn. Sebaran Potensi bahan meneral di kalimantan Tengah Pada daerah hilir lebih banyak tanah gambut (palangkaraya. maka rencana pembuatan waduk PLTA tersebut dinilai tidak feasibel. Barito Timur. Dibawah ini dapat dilihat sebaran bahan galian yang terdapat di Kalimantan tengah dan sudah dikelola oleh beberapa perusahaan. Tahun 1997. Desa Tumbang Atei Kecamatan Sanaman Mantkei dan di Desa Rantau Bahai Kecamatan Katingan Hulu. potensi bahan galian batu bara lebih banyak terdapat pada kabupaten MURA. Fe dan intan serta mineral-mineral industri seperti Kaolin. Barito Utara dan Mura. Bahan galian A didominasi oleh batu bara dari pada potensi gas.kapuas. Diwilayah Schawaner yaitu di kecamatan Sanaman Mantike terdapat batu granit. BARUT. Sedangkan batu gamping banyak terdapat di kabupaten kapuas. di lakukan lagi penelitian oleh Pemda Kalteng dan ditemukan banyak potensi tambang di wilayah calon reservoir air / genangan daerah aliran sungai untuk hydro electric tersebut. Bahan galian C lebih di dominasi oleh tanah liat. Cu. BARSEL dan BARTIM. bahkan ke wilayah lainnya. Di kalimantan tengah saat ini terdapat kurang lebih 20 perusahaan tambang emas yang saat ini masih dalam tahap melakukan penelitian dan eksplorasi (Potensi sumberdaya mineral pertambangan-gol A dan B .baik emas sekunder dan emas primer. PBB menugaskan Jepang (JICA) melakukan studi hydro power electric generator di wilayah Laung Tuhup dan Muara Joloi yang diketahui akan mampu memberikan daya listrik yang cukup untuk keseluruhan Pulau Borneo. Pb.<!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Potensi Bahan Mineral – Energi Propinsi Kalimantan Tengah mempunyai banyak potensi SDA tambang.KOBAR. Bahan galian B hampir setiap kabupaten terdapat potensi ini. bagian Utara Kalimantan Tengah merupakan jalur mineralisasi yang dikenal dengan “Borneo Gold Belt” yang menghasilkan berbagai mineral bernilai ekonomi seperti: Au.2005). Berdasarkan data yang ada. pasir kwarsa. Untuk bahan galian dengan jenis batu permata (kecubung) hanya terdapat di kabupaten Kotawaringin Barat. Menurut Pemaparan Bupati tentang kondisi dan percepatan pembangunan di Kabupaten Murung Raya berdasarkan peta geologi lembar Kalimantan. Pasir . Batu Mulia terletak di Bukit Butik. <!--[if !vml]--> <!--[endif]--> Peta.

PT AGM diberikan kesempatan bulk sampling sebesar 200. Bentonite maupun Granit.37 persen dari periode sebelumnya Rp 856. MD. Kuang Ye Int. Saat ini Kalimantan Selatan merupakan penyetor terbesar di Indonesia dari SDA batu bara.000 ton per tahunnya. Aneka Tambang/Pelsart (operasi tahun 2000).117. PT.721. Arutmin Indonesia. Hulu Sungai Selatan sebagai gambaran kekayaan SDA Pegunungan Meratus : . Adapun yang sudah lebih dulu melakukan eksploitasi adalah usaha pertambangan emas rakyat yang oleh pemerintah dianggap illegal seperti di daerah Kusan.711 ton. emas. dengan dominasi terbesar oleh investor melalui PT.729.17 kilogram. Tanah Laut dan Satui (B. Secara keseluruhan realisasi ekspor batu bara Kalsel per Januari – September 2005 saat ini mencapai volume 39. Meratus Sumber Mas (operasi tahun 1998). Pada bagiah tengah ditemukan sekungan Barito. tapi sejak tahun 2000 bulk sampling PT AGM telah mencapai lebih dari 200. 2006) ke China melalui PT.13 kilogram.16.73 atau naik sekitar 47. Berikut gambaran lengkap potensi tambang di Kab. Perhitungan ini tentunya diluar dari kegiatan pertambangan illegal yang marak di Kalimantan Selatan yang mulai terasa sejak tahun 1999. diantaranya ada 7 bahan tambang unggulan yaitu batu bara. Catatan kantor Dinas Pertambangan Propinsi Kalimantan Selatan.377. Eksplorasi emas seluas 291 297. Selanjutnya Kotabaru.503. intan. Bahari Cakrawala Sebuku (CBS). PT.000 ton (Syaifullah Tamliha.000 ton/th. SDA lainnya adalah biji besi dengan potensi terbesar terletak di Tanah Bumbu yang diperkirakan sebanyak 140 juta ton.Kwarsa.27 ha dilakukan oleh PT. Menurut data yang tersedia dari sumber yang sama sampai tahun 2000. Di Kalimantan Selatan setidaknya ada 22 bahan tambang yang berpotensi. Sejak tahun 1998 hingga tahun 2001 PT AGM telah memproduksi Batubara sebanyak 632. bijih besi.681. 25 April 2006) dengan kwalitas yang cukup baik dengan kadar Fe mencapai 67. Pelaihari Mas Utama dan PT. Kutai dan Kuala Pambuang memiliki kandungan endapan minyak dan gas bumi serta batubara. Post. pasir kwarsa dan batu gamping.526.820. Adapun Tanah Laut telah meng ekspor biji besi + 300.262. bahan tambang emas belum berproduksi. atau naik sekitar 12.71 persen dari waktu yang sama pada periode sebelumnya yang hanya 34.661. Potensi batu bara sebagai SDA yang tidak pulih di Kalimantan Selatan diperkirakan + 3 milyar ton.582. Adaro Indonesia. marmer. dan PT. PT AGM telah mencatatkan produksi batubaranya sejak 1999. Dari total volume tersebut diperoleh pendapatan sebesar Rp 1. Jumlah tersebut dipastikan terus bertambah hingga akhir tahun 2005 (Desperindag Kalsel).

Padang Batung Kec. Loksado Kec.3 ton 12.455 juta ton 160.812. 14.000 ton 632. Padang Batung Kec. Padang Batung Kec. 2005 (Hebat kali udah bisa ngitung giniian…) .825 juta m3 46. Sungai Raya 6 7. Padang Batung Kec.875 juta m3 63. 2.64 juta ton 10. Lokasdo Kec. Loksado 3. Loksado Kec.105.56 juta m3 77. Telaga Langsat 5. Lempung Kec.89 juta ton 4.388 juta m3 540 juta m3 101.512. 11. Padang Batung Kec.75 juta m3 238. Bijih Besi Batu Gamping Kec.Bahan Tambang/ No. Telaga Langsat Kec. Padang Batung 661. 4. Galian 1.68 juta m3 176. Sungai Raya Kec. Angkinang* Kec. Pasir Kwarsa Basalt Lava Basal Sirtu Tanah Urug Konglomerat Granit Granodiorit Batubara Kec. 10. 8. Marmer Pospat Kec. 9.36 juta ton Deposit yang ada merupakan sumberdaya hipotetik Lokasi Deposit Ket Sumber : Hasil Investigasi Advokasi Kamawakan oleh YCHI-Walhi-PIM Loksado. 12. Loksado Kec.852 juta ton 171. Padang Batung Kec. Loksado Kec. Padang Batung Kec. 13. Sungai Raya Kec.08 juta ton 769.38 juta m3 90.5 ton 20.599 m3 41.

industri keramik Bahan kontruksi Belum dimanfaatkan . Potensi Bahan tambang yang terdapat di kawasan pegunungan Iban diantaranya Emas. Lempung. Berdasarkan data yang di dapat dengan pendekatan wilayah adminstrasi adalah seperti tabel di bawah ini : Tabel. Lumbis - Pasir kwarsa - Industri gelas.5 Bahan baku industri semen Bahan baku industri keramik Bahan baku industri cat Bahan baku genteng dan batu bata Belum dimanfaatkan Lumbis Labang Batu Gamping 5 Bahan baku industri semen Bahan penetral keasaman tanah Bahan campuran industri keramik dan bahan bangunan Bahan campuran industri Metalurgi Belum dimanfaatkan Krayan. Granit. 1 Nunukan Nunukan Komoditi Desa Lempung Luas (ha) Patner usaha Trend pasar 17. Batu Gamping dan Mata air Asin.Ket : * bukan kecamatan di kawasasan GB Meratus Pegunungan Iban. optik. Kec. Potensi Bahan tambang di Pegunungan Iban LOKASI No Kab.

50 Juta Ton.00 Milyar Ton <!--[if !supportLists]-->• <!--[endif]-->Emas : 60. Kec.LOKASI No Kab. . selanjutnya meluas ke Utara melalui jajaran Iran sampai ke jajaran Crocker di Sabah. yang merupakan daerah dengan flora tersendiri. melalui bagian tengah dan bagian utara pulau ini. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Potensi Keragaman Hayati <!--[if !supportFootnotes]-->[2]<!--[endif]-->Deretan pegunungan meluas dalam bentuk Y terbalik.17 Juta Mmstb (Million Metric Stock Tank Barrel) <!--[if !supportLists]-->• <!--[endif]-->Gas Bumi : 48. Pegunungan Schawaner di Kalimantan Tengah bertemu dengan bagian barat pegunungan Kapuas Hulu disepanjang perbatasan Serawak dan Kalimantan. Satu cabang di bagian tenggara meluas ke Pegunungan meratus di Kalimantan Selatan. Desa Komoditi Luas (ha) Patner usaha Trend pasar bangunan Krayan Buduk Kinangan Mata Air Asin Industri garam Dimanfaatkan oleh masyarakat untuk konsumsi rumah tangga Long Nawang Long Pahangai Long Pahangai Emas - 2 Malinau 3 Kutai Barat - Emas - - - Sungai topai Granit - - - Sumber: Dinas Pertambangan Propinsi Kaltim Tahun 2003 Sumber Daya Mineral Dan Energi Diperkirakan : <!--[if !supportLists]-->• <!--[endif]-->Minyak : 1.680 Bscf (Billion Standard Cubic Feet) <!--[if !supportLists]-->• <!--[endif]-->Batubara : 21.

damar merah (Shorea beccariana. S. 65 jenis ikan. 334 jenis burung. Bukit Raya yang tingginya 2. dan karena isolasi ini kemudian mengembangkan jenis-jenis unik.728 m. Sampai saat ini paling tidak telah tercatat sebanyak 89 jenis mamalia. Menurut regulasi perlindungan satwa baik internaional maupun nasional. parvistipulata). rugosa). Meratus : Kawasan Meratus terkenal juga dengan endemisitas floranya. 23 jenis (73%) merupakan jenis pegunungan. Namun disayangkan keragaman hayati pegunungan di Kalimantan baru sedikit yang di eksplorasi secara ilmiah. mewakili tempat pengungsian Kala Pleistosen. tidak kurang dari 116 jenis satwa yang dilindungi dapat dijumpai di kawasan ini. pusat pembentukan jenis-jenis baru dan terjadinya endemisme. misalnya amfibi dan invertebrata. Gunung-gunung di Borneo dengan hutan dataran rendah di sekitarnya merupakan sebagian dari tempat-tempat keragaman hayati penting di pulau ini. damar ( Shorea obscura. Owa owa . Selain itu dikawasan ini juga terdapat hutan agathis (Aghatis beccari) yang kondisinya relatif masih baik di kalimantan Selatan. barangkali merupakan gunung tertinggi di Kalimantan yang paling banyak diteliti dan merupakan daerah yang tinggi keragaman hayati (Nooteboom 1987 . 132 jenis herpetofauna (amphibi dan reptil). tengkawang ( Shorea stenoptera). misalnya menunjukkan endemisme di pegunungan Usambara Timur yang beragam dari 2% untuk mamalia sampai 95% untuk golongan senggulung (Rodgers dan Homewood 1982). pitun (Shorea myrionerva). Sembilan jenis endimik lainnya adalah lahung (Durio dulcis). Jenis tersebut sangat dicari oleh banyak kolektor termasuk Botanical Garden Edinburgh Inggris. Sisa-sisa hutan dataran tinggi di Tanzania. Endemisme di gunung sangat tinggi untuk golongan binatang yang merupakan pemencar-memencar yang buruk. demikian pula 21 dari 44 jenis mamalia endemik di pulau ini. Gunung-gunung di Borneo dapat diibaratkan seperti pulau-pulau di lauatan hutan basah dataran rendah. S. resak (vatica enderti) dan binturung (Artocarpus lanceifolius). 173 jenis kupu-kupu yang tergabung dalam 417 jenis serangga. MacKinnon). Mereka adalah keluarga palem paleman dan satu lagi adalah Rhododendron alborugosum. Gunung Sebagai Pusat Keragaman Hayati<!--[if !supportFootnotes]-->[3]<!--[endif]--> Gunung – gunung merupakan daerah yang sangat menarik dari segi biologi. diantarnya adalah 12 jenis tanaman endemik yang hanya ada di kalimantan.Kebanyakan gunung di Borneo termasuk dalam satu unit pusat boigeografi <!--[if !supportAnnotations]->[R1]<!--[endif]--> yang memiliki flora dan fauna pegunungan yang khusus pulau ini (MacKinnon dan MacKinnon 1986). antara lain Macan Dahan (Neofelis nebulosa). Pembukaan vegetasi pegunungan dan khususnya hutan pegunungan dapat menyebabkan kepunahan jenis-jenis yang unik. Dari jenis-jenis endemik di Borneo. Kawasan ini sangat kaya dengan keragaman fauna.

hutan sub gunung. Untuk jenis ikan ada 4. hutan alluvial. Kelasi.150 mdpl terdapat 695 jenis pohon. jenis baru lainnya seperti Neo uvaria. Hirangan (Presbytis frontata) Bekantan (Nasalis larvatus). Shorea terdapat 30 jenis. Vatica). Eugenia spicata. Myrtaceae terdapat 28 jenis. ada sekitar 1. Muller : Ekosistem Terdapat 8 (delapan) tipe ekosistem yang dicuplik dari ketinggian 150 – 1. Luscinia calliope. hutan Dipterocarpaceae bukit. dimana tidak kurang dari 75 jenis. Shore peltata. King Cobra (Ophiophagus hannah).1. Castanopsis inermis. Lutung Merah (Presbytis rubicunda). Chisocheton caulifloris. terdiri dari 15 marga dengan 63 suku dan 50 jenis antaranya endemic pulau Borneo. Euporbiaceae terdapat 73 jenis. misalnya jenis pisang baw (Musa lawitienisi). . Beruang madu. 12 suku dan 14 jenis endemic Borneo. Kucing hutan. 2 jenis buaya. Dendricitta cinerasceus.500 specimen. Betet-kelapa Filipina (Ciconia stormi). Tingkat endemisitas satwa di kawasna ini pun cukup tinggi. 6 jenis burung yang dilindungi UU. Pycononotus flasvescent. hutan rawa. Hout. hutan gunung. Kijang. Trogonoptera brookiana albescens. Untuk reptilian dan amphibian. ialah tipe hutan Dipterocarpaceae dataran rendah (Dipterocarpus. Acuminatissima. Dari 8 tipe hutan itu. Hopea. diantaranya Harimau dahan. shorea. Lithocarpus phillipinensis. Elang Walacea (Spizaetus nanus). Terdapat 7 jenis kelompok primate. Kelampiau. hutan berkapur. Beruk. Dryobalanops. 103 telah diidentifikasi dengan 51 jenis amphibi. Paras horea. dan Troides amphyrisus thomsonii. Ayam Hutan (Lophura ignita) dan Cukias (Lophura bulweri). Burseraceae terdapat 30 jenis. Kaijang emas. Dari kelompok burung yang teridentifikasi ada 301 jenis dengan 151 marga dan 36 suku. Biawak (Varanus salvator) Ular Sendok (Naja sumatrana). Jelawat (Tor tambra). Fauna Di dalam kawasan TNBK terdapat 48 jenis mamalia. Kera. 21 jenis ular dan 1 katak terkecil di dunia (Leptobrachella myorbergi) kurang dari 1 Cm dewasanya. 6 jenis temuan baru di Indonesia (Accipernisus. 41 marga. Rhinom yas brunneata). Enggang gading. Kancil Berang-berang. Tarsius. seperti Orang utan. Suku Dipterocarpaceae terdapat 121 jenis. Ficudela parva.150 mdpl.000 specimen dengan 112 jenis ikan. 15 jenis migrant.(Hylobates albibarbis). Flora Masuk ke dalam 8 tipe hutan di atas dengan ketinggian 50 . hutan sekunder tua. Kerabat kayu Gaharu (Amyxa pluricor). 24 jenis endemic Borneo. 3 jenis kura-kura. Clusiaceae terdapat 33 jenis. 26 jenis kadal. Rusasambar.

misalnya banteng dan badak di Pulau Kalimantan. Sedangkan untuk Orangutan di Kaltim. seperti jenis dari meranti-merantian (famili dipterocarpaceae) ataupun jenis ulin (famili lauraceae). Medang (Litsea sp). misalnya. . Resak (Vatica sp) dan Kapur (Driyobalanops sp). Namun. serta jejak kaki. Sungai Mahakam menjadi pembatas ekologi bagi banyak mamalia yang tidak dapat berenang. terbanyak adalah sekitar 134 jenis pada ketinggian di bawah 100 meter. Rotan (Calamus sp) dan Aren (Arenga pinata). Dari family Palmae ditemukan jenis Bambu (Bambusa spp). Jenis lainnya adalah Ubah (Syigium sp). Pada Tipe Vegetasi Daratan Tinggi masih ditumbuhi berbagai jenis meranti. Jenis lain yang khas pada tipe vegetasi ini adalah jenis Cemara gunung (Casuarina junghuniana) dan Ubah ribu (Syzigium sp). Kekhasan Ekosistem dan bervariasinya keadaan topografi kawasan memberikan peluang untuk hidupnya beranekaragam jenis tumbuhan yang hidup pada beberapa tipe ekosistem.Eksistensi jenis mamalia besar. Di sini terdapat jenis-jenis komersial. baik di sebelah Kalteng maupun Kaltim. perburuan yang keras terhadap jenis badak di masa lalu telah berdampak signifikan terhadap kelangkaan dan kepunahannya sekarang ini. adalah berdasarkan informasi masyarakat sekitar yang pernah melihatnya di sekitar Sungai Boh di Kaltim. Tipe vegetasi Daratan sedang masih didominasi oleh jenis-jenis dari family Dippterocarpaceae seperti Meranti (Shorea sp). jenis owa. penyebarannya banyak dibatasi keganasan Sungai Mahakam. Bintangor (Callophylum inofilum) dan Durian burung (Durian carinatus). Panas yang tinggi dan level oksigen yang rendah dapat menghilangkan jenis-jenis tertentu dari tumbuhan dan hewan perairan. Keragaman jenis dari famili dipterocarpaceae ini terus menurun dengan naiknya ketinggian tempat. ataupun jenis arboreal yang bergelantungan pada cabang dan ranting pohon yang menjulur ke seberang sungai. Kawasan ini merupakan ekosistem hutan dataran rendah hingga dataran tinggi yang mempunyai keanekaragaman jenis tumbuhan. di mana sejumlah 394 jenis di antaranya terdapat di Borneo dan sekitar 149 jenis di antaranya adalah endemik. Tipe hutan tropis dataran rendah adalah hutan yang terdapat di kaki Pegunungan Muller. Pulai (Alstonia scholaris) dan Belian (Eusideroxylon zwageri). Pada tipe ekosistem hutan daratan rendah didominasi oleh jenis dari family Dipterocarpaceae seperti Tengkawang tungkul (Shorea sp). Kekayaan jenis ikan perairan tropis cukup tinggi. kecuali bekantan di daerah hilir sungai. ataupun petunjuk lainnya seperti daerah mengasin atau sumber air garam. Sebaliknya migrasi babi hutan di daerah Kaltim dari sebelah utara ke selatan lebih banyak dibatasi oleh Pegunungan Muller di sebelah barat dan Sungai Mahakam di arah selatan. Jenis lainnya seperti Jelutung (Dyera costulata).

159 jenis burung.500 mdpl seluas 58.500 mdpl. satu jenis macan dahan. Di antaranya jenis Cemara gunung (Casuarina junghuniana). mencakup hutan primer ± 45. Tercatat sedikitnya 40 jenis tumbuhan.<!--[if !supportFootnotes]-->[5]<!--[endif]--> Schwaner : Ekosistem Dilihat dari keberadaan ekosistem di wilayah green belt pegunungan Schwaneer yang masuk dalam kawasan TNBB – TNBR . Untuk jenis yang tergolong langka. setidaknya ada 10 jenis tumbuhan dan delapan jenis satwa berupa enam jenis burung.340. <!--[endif]-->Tipe Ekosistem Pegunungan Bawah.500 – 2. ada lima jenis ikan dan satu jenis tumbuhan yang termasuk jenis yang baru tercatat. Rusa (Cervus unicolor) dan Pelanduk (Tragulus napu).587.000 mdpl atau <>Menurut Steenis analisis Citra Landsat ada 3 tipe ekosistem : <!--[if !supportLists]-->a. dan 10 jenis burung yang endemik Kalimantan.1. Jenis satwa yang mendominasi dan paling sering terlihat di kawasan ini adalah jenis Primata (Monyet) seperti Orangutan (Pongo pygmaeus). ekosistem hutan Dipterocarpaceaea terletak 100 . seperti Thismia mullerensis. Jenis Mamalia lain yang sering terlihat di antaranya Beruang madu (Helarctos malayanus). <!--[endif]-->Tipe Zona Tropika.30%) dari luas kawasan. tersebar di ketinggian 1.8 Ha.000 mdpl.000 mdpl. Pada tipe vegetasi Puncak Pegunungan.<!--[if !supportFootnotes]-->[4]<!--[endif]--> Sayangnya enggang yang menjadi kebanggaan itu. non hutan ± 2. termasuk jenis Enggang Gading (Rhinoplax vigil) yang menjadi maskot fauna Kalimantan Barat. serta sejumlah jenis flora dan fauna yang diduga jenis baru.000 – 1.200 jenis tumbuhan. hasilnya sebanyak 1.489.26 Ha (32. dan 82 jenis ikan. hutan lumu > 2. hutan pegunungan 1. hutan bekas tebangan ± 9. . 41 invertebrata gua.000 – 1.637. sembilan jenis ikan. saat ini sulit ditemui. Jenis burung yang paling menonjol di kawasan ini adalah berbagai jenis Enggang (Bucerotidae). Di Kawasan TNBK yang termasuk dalam kawasan GB Muller pernah dilakukan inventarisasi.03 Ha. berdasarkan Management Plan 25 tahun TNBB-TNBR. Disebutkan juga. Rotan (Calamus sp) dan beraneka ragam jenis Kantong semar (Nephentes sp). ukuran tumbuhan semakin kecil dan lumut-lumut hijau semakin tebal menempel di kulit pohon. hutan perbukitan 1.Perbedaan yang terlihat jelas pada tipe vegetasi ini adalah munculnya lumut-lumut hijau di setiap batang tumbuhan. 24 jenis kupu-kupu.07%. dan satu jenis bulus. Kelempiau (Hylobathes moloch) dan Kera ekor panjang (Macaca fascicularis). 282 jenis ngengat. tersebar di seluruh areal <> <!--[if !supportLists]-->b. 17 jenis reptil dan 11 jenis ampibi. Pandan (Pandanus sp).

500 mdpl. Ini terjadi suatu kehilangan jenis flora-fauna yang dianggap saklar oleh masyarakat di sekitar kawasan Mendalam hilang bahkan punah. . menyebabkan hilangnya rantai kehidupan di sekitar Desa Kalan dengan serangan hama belalang. durian) secara alamiah.930 Ha (3.500 mdpl seluas 58.000 – 1.000 mdpl. Perubahan ekosistem yang disebabkan oleh aktivitas kehutanan.420.637.81 Ha. mencakup hutan primer ± 6. Membuat ekosistem berupa flora – fauna dan plasma nuftah dikawasan ini beragam sesuai dengan tingkat tipe ketinggian perbukitan.000 – 1. hutan lumu > 2. seperti jenis kayu belian.26 Ha (32.500 – 2. seperti kijang. tersebar di ketinggian 1. Untuk di Desa Nanga Kalan sendiri. trenggiling. <!--[endif]-->Tipe Pegunungan Atas. hutan perbukitan 1. Di kawasan mendalam yang merupakan kawasan TNBK dan berada di tengah Pegunungan Kapuas Hulu dan Peg Muller yang terletak di kabupaten Kapuas Hulu. <!--[if !supportAnnotations]-->[R2]<!--[endif]--> Keadaan flora juga didominasi akan jenis hama bagi peladang.000 mdpl atau <> Tipe Zona Tropika. hutan bekas tebangan ± 9. Dari jenis flora dan fauna yang dulunya dimiliki di sekitar kawasan Mendalam. karena dengan adanya burung enggang sering dipercaya kemunculannya dan suaranya tersebut menandakan akan terjadinya suatu perubahan musim1.07%. ekosistem hutan Dipterocarpaceaea terletak 100 1.<!--[if !supportLists]-->c.000 mdpl.489. 93 Ha. Berdasarkan Management Plan 25 tahun TNBB-TNBR.83%) dari luas kawasan. mayas (orang utan). dipercaya oleh masyarakat sebagai suatu pemebritahuan musim. tersebar di seluruh areal <> Tipe Ekosistem Pegunungan Bawah. enggang gading dan burung pungkapung/kroak sejenis burung untuk menunjukan keberuntukan kawasan perladangan. Namun dengan potensi ini mengakibatkan tergiur pengusaha kehutanan untuk memanfaatkan potensi kayu yang ada di dalam hutannya. pelanduk.30%) dari luas kawasan. babi.340.587. meranti. hutan pegunungan 1.500 mdpl seluas 6. kera serta jenis predator pada belalang1. mencakup hutan primer ± 45. non hutan ± 2.03 Ha.8 Ha. terdapat jenis endemic kayu atau pohon Kalimantan kerabat kayu gaharu serta jenis endemic primata Kalimantan merupakan suatu potensi tersendiri dalam peruntukan kawasan konservasi. langsat. bekas hutan tebangan ± 299. menyebar di ketinggian > 1. Kejadian hama belalang ini pada musim panen tahun 2005. yang menyebabkan gagal panen dan memperoleh kerugian sekitar 2 juta per KK yang membuka ladang1. masuk ke dalam tipe zona tropika yang mana di sekitarnya banyak terdapat jenis kayu belian dan pepohonan buah-buhan yang bersifat keras (cempedak. Ekosistem pegunungan bawah memiliki keragaman jenis pohon serta individu yang lebih tinggi dari zona lainnya.

140 jenis aves (burung). Pandanus sp. Dipteres lobiana.200 mdpl ada lutung.000 – 1.83%) dari luas kawasan. tupai besar. Dillenia beccariana. Asplenium sabaquatile. jenis Ungulata (Kancil.200 mdpl terdapat hutan kerangas dari suku Myrtaceae jenis (Syzigium rhamphiphyllum. Ficus macrostyla. Litsea densifolia. Fagaceae dengan jenis Aporosa sp. bajing tanah bergaris tiga. Lithocarpus cooertus dan Knema sp.500 mdpl seluas 6. Trischostosia velutina).600 mdpl hutan tipe kerangas dengan suku Euphorbiaceae. Jenis Primata dari ketinggian 100 – 1. Pada sekitar lereng ketinggian 400 – 700 mdpl terdapat landak. „Ramoy‟ sebagai obat diare. Lauraceae. juga ditemukan anggrek (Apendicula alba. Osmoxylon helleborinum. bajing tanah. Listhocarpus ewyckii... Michelia sp. Ficus riber. mencakup hutan primer ± 6. pasak bumi „Seloang Belum‟ sebagai obat kuat (tonik). Sapotaceae. Wau-wau tangan hitam. Tectaria hosei. Di sekitar kawasan terbuka (kawasan HPH dan sekitar ladang) terdapat Rusa sambar. Kucing hutan. Kelasi. Ekosistem pegunungan bawah memiliki keragaman jenis pohon serta individu yang lebih tinggi dari zona lainnya. Saurauria angustifolia. beruang.200 – 1. tupai hitam bergaris. Elaeocarpus glaber. Palaquium dasyphyllum. menyebar di ketinggian > 1. Rhododenron sp.Tipe Pegunungan Atas.420. Baccaurea racemosa. Pinanga spp). tupai bergaris. Salacca zalacaa. terdiri dari 65 jenis mamalia.278 mdpl ditemukan hutan lumut yang di dominasi dari suku Ericaceae.000 – 2. Pterospemum sp.000 mdpl di dominasi famili Dipterocarpaceaea juga Myrtaceae. Trichostosia lanseolaris. Tenggalung. „Bayan Akah‟ kulit berwarna kuning sebagai pematik api. Ketinggian 1. Kijang). dikawasan punggung perbukitan sekitar sungai Ella terdapat jalur jelajah Orang utan dan Singapuar. Napu. Binatang pengerat pada ketinggian 2. Syzigium lineatum). Liana „Kanyong‟ sebagi racun di ujung tombak atau anak panah. Agathis bomeensis. Linsang bergaris. Flora Telah terinventarisasi ada 817 jenis (610 marga dalam 139 suku). Schefflera sp. bajing kecil. Ketinggian 2.81 Ha. Ketinggian 1. Fauna Terdapat 221 jenis yang telah diidentifikasi. Bolbitis sinuatar Jenis umum. Ficus microcarpa.000 mdpl ada Tupai pohon. Pada ketinggian 250 -700 mdpl pada lereng bukit di dominasi famili Dipterocarpaceaea. Informasi dari masyarakat . bekas hutan tebangan ± 299. Serawai dan sungai kecil lainnya dengan jenis khas Dipterocarpus oblongifolius. Pometia piñata. Euphorbiaceaea dan ada Rafflesia tuan-mudae Becc.930 Ha (3. bajing kelapa. genus Shorea spp.vegetasi hutan ekosistem tropika tersebar di sepanjang Sungai Jelundung. Pinanga rivularis. Syzigium rosttratum. Musang bergaris. Neuclea rivularis. 93 Ha. Hopea spp. 9 jenis reptilian. 7 jenis amphibian.. Ketinggian 700 – 1. Artocarpus altilis. Rubiaceae serta jenis palma dan liana. Igunura walici. Musang bogoh. Selain itu juga ada jenis tumbuhan „Bungon Pemaceh‟ sebagai obat kontrasepsi. Lauraceae... Sapotaceae. Palem-paleman (Areca spp. Musang congkok.

Tembadau (Banteng). Salah satu jenis flora dilindungi yang ditemukan di kawasan ini adalah Bunga Rafflesia spp. Jenis fauna yang menjadi primadona kawasan ini adalah jenis burung Enggang Gading (Buceros vigil). jenis Tongerert. sibar-sibar hijau. 52 jenis burung dilindungi UU. terutama Kelempiau/Owa (Hylobathes agilis). bangsa capung (sibar-sibar betina. Jenis insekta seperti keluing pil raksasa. Uncal merah). Jenis Capung seperti capung jarum ekor porok. kupu-kupu jeruk sayap panjang. keluing biasa keluing raksasa. biawak hijau. Satwa liar lainnya yang sering dijumpai. Babi hutan (Sus barbatus). Vegetasi di Bukit Raya secara vertikal dapat dibagi dalam zona-zona menurut ketinggian dan tipe tanah. Sedangkan pada daerah puncak Bukit Raya ditemukan berbagai jenis dari famili Ericaceae. Burung Ruai. Jenis tumbuhan dan famili Dipterocarpaceae didominasi jenis Shorea spp dan Hopea spp. Sedangkan jenis lainnya terdapat Agathis bornencis dan beberapa jenis dari famili Myrtaceae dan Sapotaceae. kupu-kupu jesebel. burung Kuau kerdil Burung Enggang gading. Burung terdapat 8 jenis endemic Borneo. sibar-sibar merah.000 . Secara keseluruhan kawasan ini tertutup oleh vegetasi tingkat pohon yang penyebarannya bervariasi dari kaki bukit hingga ke puncak puncaknya. Penelitian-penelitian yang berusaha menggali potensi keanekaragaman hayati terus berlangsung. Pada tahun 1997 telah dilakukan Borneo Biodiversity Expedition to the Trans-Boundary Conservation Area of Betung-Kerihun National Park (West . Burung jenis ini mempunyai kisaran jelajah yang tidak terlalu jauh dari sarangnya. kadal Spenomorphus sp. serangga ranting dan daun (belalang ranting dan muda). 2 jenis burung „new record‟ (Punai Imbuk. Macan dahan (Neofalis nebulosa). yang dibuat di sepanjang sungai.200 m dpl (sekitar Bukit Birang Merabai) dan di lereng Bukit Baka merupakan tipe hutan kerangas yang ditandai dengan dominannya jenis Podocarpus imbricatus. seperti Beruang madu (Helarctos malayanus). diantaranya berbagai jenis mamalia darat. keluing bergerigi.binatang yang punag ada Badak. sibar-sibar putih susu. Pada ketinggian antara 1. Tipe vegetasi penyusun hutan berubah secara bertahap berdasarkan ketinggian tempat. Ikn duyung (Duyung Irawadi). capung jarum merah capung jarum zamrud. sibar-sibar merah hitam. sibar-sibar raja. Diduga jenis tumbuhan ini memiliki persamaan dengan hasil penemuan di kawasan Taman Nasional Kinabalu Serawak Malaysia. Jenis Herpetofauna seperti Kodok ada 91 jenis. Pegunungan Iban : Kawasan ini memiliki kenakeragaman hayati yang berlimpah. kupukupu sayap burung paris. kura-kura. kelabang. seperti Kodok Bako dan Ular 168 jenis. Jenis Kupu-kupu seperti kupu-kupu sayap burung. Kancil (Tragulus sp) dan berbagai jenis Primata.1. Vegetasi pada dataran rendah (kaki bukit) hingga ketinggian 400 m dpl menunjukkan kekhasan hutan hujan dataran rendah yang mengandung ± 30% species dari famili Dipterocarpaceae. ular Lamaria schegeli. sibar-sibar cincin mas.

Kalimantan. Hal ini diduga karena daerah hulu Barito adalah daerah yang kaya dengan hamparan rawa dan rawa gambut. Das Sampanahan dan DAS Satui Muller<!--[if !supportFootnotes]-->[6]<!--[endif]--> : Kondisi Sungai Barito berbeda dengan kondisi di Mahakam. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Tercatat 41 jenis tumbuhan obat-obatan. Lepisanthes. . Malaysia) yang merupakan daerah Green Belt Pegunungan Iban disponsori oleh ITTO dan melibatkan sejumlah ilmuwan dan kelembagaan dari kedua negara dengan beberapa temuan antara lain: <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Pada kedua kawasan lindung tersebut ditemukan sejumlah jenis tumbuhan yaitu genera Laxocarpus. 38 jenis tumbuhan untuk upacara. C. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Kedua kawasan kaya akan jenis Dipterocarpaceae.1. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Diidentifikasi 62 jenis palem-paleman dimana 2 diantaranya jenis baru. Ardisia. Dua jenis ikan dari genus Glaniopsis dan sejenis ikan Gastromyzon ditemukan pertama kali di Kalimantan.2. Indonesia) and Lanjak-Kentimau Wildlife Sanctuary (sarawak. 144 jenis tumbuhan menghasilkan bahan makanan. terutama di Sarawak. Microtopis dan Jarandersonia. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Tumbuhan langka Cyrtranda mirabilis di TN Betung-Kerihun. di mana air Sungai Barito terlihat lebih berwarna gelap dibanding Sungai Mahakam. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Ditemukan 291 jenis burung dari 39 famili termasuk di dalamnya 20 jenis endemik dan 17 jenis burung migran yang secara keseluruhan mewakili 70% avifauna hutan daratan rendah Kalimantan. DAS Barito. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Tercatat 125 jenis ikan dari 12 famili (91 jenis ikan di Kalbar dan 61 jenis di Sarawak). 30 jenis tumbuhan untuk bahan bangunan dan 60 jenis tumbuhan untuk berbagai macam bahan bangunan <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Ditemukan tumbuhan Hornstedtia spp yang digunakan sebagai indikator untuk menunjukkan bahwa lahan perladangan gilir balik sudah ditanami kembali. Potensi Jasa Lingkungan <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->DAS Pegunungan Meratus memiliki nilai penting sebagai pengatur tata air yang meliputi penyerapan curah hujan dan mengalirkannya ke dalam sistem drinase yang berada di bawahnya.

Ancaman kerusakan dari daerah Kaltim diperkirakan lebih besar mengingat tipe hutan di bawah dinding Muller masih memiliki keragaman jenis yang tinggi dan menyimpan potensi besar untuk kayu-kayu komersial. Daerah ini belumlah daerah yang terakhir di hulu Mahakam. mayflies) di atas perairan Sungai Barito pada sore hari yang memberikan nuansa warna putih di sekitar permukaan air. DAS Mendalam. atau paling tidak semestinya berupa hutan lindung. DAS Sibau. Panjang aliran utama sekitar 60 km dengan lebar antara 50-60 meter dan semakin melebar (> 200 meter) pada bagian muaranya. DAS ini luasnya 89. Menyelamatkan daerah Muller suatu keharusan karena di sana berawal banyak anak sungai yang bermuara ke Sungai Barito dan Mahakam.275 ha dengan pola drainase paralel. Salah satu pemandangan yang agak asing adalah teridentifikasinya sejumlah besar serangga air (famili ephemeroptera. Sedangkan daerah Penyungkat adalah daerah anak Sungai Mahakam.<!--[if !supportFootnotes]-->[7]<!-[endif]--> Pegunungan Iban : Daerah Aliran Sungai (DAS) yang terbentuk dari hulu sungai-sungai yang mengalir ke Provinsi Kalimantan Timur dan Sarawak adalah DAS Simenggaris. di daerah ini masyarakat sudah mulai membuka hutan untuk berladang dan mengambil kayu secara ilegal. tempat tim ekspedisi turun dari Penyungkat. Diperlukan suatu keseriusan untuk menyelamatkan hutan di kawasan ini yang merupakan hulu dari anak-anak sungai yang menuju ke Mahakam dan Barito. Tumbang Keramu dan Tumbang Topus adalah dua desa terujung di hulu Barito sehingga lebar Sungai Barito sudah terasa menyempit. Daerah Penyungkat di kaki Muller adalah daerah cagar alam. Dasar sungai bagian hulu berpasir dan pada bagian hilirnya berlumpur sampai sepanjang kurang lebih 20 km dari pantai. Meski demikian. Sungai Barito dan Mahakam dicirikan oleh zona riam yang ganas.Air tanah yang meresap melalui media yang masam seperti gambut akan mengakibatkan airnya menjadi sangat masam dan berwarna hitam.<!--[if !supportFootnotes]-->[8]<!--[endif]-> . yaitu di Sungai Sebunut dan daerah Long Bagun. memiliki karakteristik sangat berbeda dengan zona arus lambat. DAS Bungan dan DAS Embaloh. di mana kecepatan arus bertambah dan tidak adanya endapan-endapan pasir. Dari kaki-kaki pegunungan Muller mengalir sungai-sungai kecil yang membentuk DAS besar seperti DAS Kapuas.yang terdiri dari Sub DAS Simaja dan Wawasan. Aliran sungai Simenggaris masih dipengaruhi oleh pasang surut air laut. juga berbagai material yang mengendap pada dasar sungai.

. DAS Sebuku terdiri dari Sub DAS Kapukan. Selain itu terdapat pula DAS Sebuku yang mempunyai pola drainase modifikasi dendritik dengan luas sekitar 68. seperti Batubara. Tai.62 juta. ini merupakan suatu potensi yang sangat besar dalam pertambangan di wilayah pegunungan Schwaner. Tepilan dan Apan.5 km dengan lebar antara 20 – 50 meter serta dasar sungai berpasir – berlumpur. Jelundung.350 ha. Samba. Agison. Dengan kondisi geologi perbukitan & pengendapan di kawasan bukit serta keadaan tanah yang berupa podsolik merah – kuning yang berasal dari batuan endapan. Serawai. Hiran. Hutanhutan tersebut merupakan bagian penting dari karakter fisik dan ekonomi Kabupaten Berau. Jenis potensi tersebut berupa bahan tambang yang tergolong ke dalam golongan galian C yang sangat berpotensi. dan penyediaan air untuk masyarakat dan sistem pertanian. Pada bagian hulu DAS banyak terdapatriam/jeram dan air terjun yang dipengaruhi curah hujan. berhulu di Sabah (Malaysia) dan bermuara di Laut Sulawesi (Selat Makasar). Panjang aliran sungai Sembakung adalah sekitar 115 km.2 miliar. Lekawai. Sebuah lembaga Internasional pernah melakukan penelitian di sebuah DAS untuk menilai secara ekonomi air dari Sungai Kelay dan Sungai Segah.45 meter/detik. Panjang aliran sungai yang masuk dalam areal HPH sekitar 52 km dengan lebar sungai antara 20 – 50 meter dan kedalaman antara 1 – 3 meter. Ambalau.Pada wilayah perbatasan ini juga terdapat DAS Tabur yang didalamnya terdapat areal kerja HPH seluas 5. Muara DAS melawi meliputi Sungai Ella hilir. Umbak. Sangkei.595 ha mempunyai pola drainase dendritik. ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Senamang. Muara DAS Katingan meliputi Sungai Bimban. DAS Sebakung seluas 101. Tebing sungai berlereng agak curam sampai curam yang ditumbuhi vegetasi semak. Dasar sungai berbatu dan dijumpai adanya beberapa riam (jeram) di bagian hulu. Labang. Melalui penyediaan fungsifungsi tersebut infrastruktur penting dan sistem pengairan dilindungi. Area berhutan dari daerah aliran sungai (DAS) Kelay dan Segah juga memberikan fungsi ekologi yang penting dalam pengaturan kecepatan arus dan muatan sedimen. DAS ini merupakan aliran drainase pantai dimana seluruh wilayahnya berupa rawa dan bakau serta dipengaruhi oleh pasang surut. Dasar dan tepi sungai berbatu pada bagian hulu ditumbuhi oleh vegetasi semak. Juoi. dan akan terus menjalankan peran penting pada pembangunan masa mendatang. dan sungai ini tidak dipengaruhi oleh pasang surut air laut8. Sebagai daerah tangkapan air dan persediaan air serta kawasan perlindungan tata air untuk DAS Melawi (Kal-Bar) dan DAS Katingan (Kal-Teng). Panjang aliran sungai Tabur sekitar 39.780 ha. air. Antimoni. 48.<!--[if !supportFootnotes]-->[9]<!--[endif]--> Schwaner :Rantai pegunungan Schwaner tersebut merupakan daerah tangkapan air utama untuk Sungai Kapuas di Kalimantan Barat dan Sungai Katingan di Kalimantan Tengah. atau sekitar US $ 5. dan kualitas air terjaga. Hubungan antara hutan. Uranium. lebar antara 35 – 50 meter dan secara umum DAS Sembakung mempunyai arus sungai dari agak deras sampai dengan deras. Mentatai. dengan kecepatan aliran rata-rata sekitar 0. Diperkirakan kedua sungai tersebut memiliki nilai per tahun saat ini sekitar Rp.

Panjang dan kondisi sungai bervariasi mulai yang lebar. Pembuatan zona pemanfaatan tradisonal/enclave terhadap desa . Dimana juga banyak ditemui sumber air yang lebih asin (Sepan) ketika air sungai meluap. Penduduk yang mendiami di sekitar pegununagn Muller & Kapuas Hulu ialah suku Dayak. Sub DAS Embaloh bermuara di Nanga Embaloh di DAS Kapuas. Dari jumlah penduduk relative kecil jika dibandingkan dengan luas kawasan penyangga TNBK. terletak di sebelah Timur Sub DAS Sibau dengan karakter aliran sungai deras di perhuluannya. Sub DAS Kapuas Koheng. Sub DAS Sibau. makanan. merupakan ujung (Uncak) Kapuas merupakan bagian dari pegunungan Muller. Selain itu juga sebagai tempat pencarian menangkap ikan dan sebagai sarana transportasi sungai. Sub DAS hulu Kapuas/Koheng dan Sub DAS Bungan di bagian Timur. menjadi andalan penduduk di Banua Martinus dan Nanga Embaloh serta ibukota kecamatan Embaloh hilir. terletak di Selatan Sub DAS Kapuas Koheng berbatasn dengan Kal-Tim dan Kal-Teng masuk dalam jajaran pegunungan Muller. Dari rumah panjang (Betang) di Kal-Bar. Desa Sei Sedik. (Umak) di KalTim sampai ke barang kerajinan. minuman. dan beberapa sub DAS. deras. Sub DAS Mendalam. tarian. dangkal. pemungut tengkawang. panjang Sungai Menyakan 65 Km dari mata air Gunung Lawit. jernih. Panjang Sungai Embaloh 95 Km di ukur dari puncak Gunung Tunggal sampai muara Sungai Paloh. panjang Sungai Bungan 50 Km dari mata air Gunung Liang Cahung. panjang Sungai Sibau 25 Km dari mata air Gunung Aseh. Sub DAS Sibau – Menyakan dan Sub DAS Mendalam di bagian tengah.Muller & Kapuas: Ada ratusan jaringan sungai kecil dan besar masuk dalam system DAS Kapuas. diantaranya Sub DAS Embaloh di bagian Barat. di bagian Timur Dayak Punan. berlumpur. pada bagian Barat di humi Dayak Iban dan Tamambaloh. di bagian Tengah Dayak Bukat. Desa Ukit-ukit. Tipe sungai kelurusan yang dapat berupa patahan-patahan/kekar-kekar dengan jurang yang terjal dan licin serta berlantai dasar batuan induk hitam akibat aktivitas vulkanik pada PostEocene. panjang Sungai Mendalam 30 Km dari mata air Gunung Batu.. pemburu dan pencari ikan. Sub DAS Bungan. Dusun Sungai Ulu Palin. Potensi sosial terutama budaya dan etnik Dayak. berbatu berans (tenang. pemungut gaharu. terletak di sebelah Timur Sub DAS Embaloh dengan batas puncak Gunung Lawit. upacara tardisi dan kearifan local masyarakat dalam berinteraksi dengan alam. Dimana tersebar pada bagian-bagian sesuai dengan mata angin yang membentang di pegunungan. sempit. Karakter sungainya banyak jeram/riam dan gua alam akibat susunan geologi berupa batuan kapur. keruh. dalam. Masyarakat mengandalkan Sumber Daya Alam seperti peladang. bukit Lanjak. Karakter sungai banyak berjeram/riam dengan tertinggi pada jeram matahari yang juga mengandung mineral emas dan di rambah secara tradisional. panjang Sungai Hulu Kapuas/Koheng 100 Km dari mata air Gunung Cemaru. jeram yang cukup tinggi).

terletak di atas Desa TumbangTabulus serta kehidupan masyarakat Dayak dan Melayu yang bermukim di sekitar kawasan. seperti pohon meranti. G. . Suasana seperti ini tentu merupakan suatu daya tarik yang memikat bagi para wisatawan khususnya dari mancanegara yang lebih menyenangi kegiatan petualangan di alam bebas. namun dalam dokumen tersebut tidak disebutkan namanya. Objek wisata budaya setempat yang ada antara lain berupa rumah betang panjang (long house) serta kesenian tradisional dari masing-masing anak suku yang ada di peg. Wisata Sejarah Rumah Betang di Kecamatan Katingan Hulu merupakan keunikan sosial budaya tersendiri yang berpotensial mendatangkan wisatawan yang tertarik dengan wisata budaya dan alam. arung sungai dan jeram di Sungai Bungan dan jeram matahari.770 mdpl. pegunungan kapur dan gua di hulu Sungai Bungan. G. serta terkadang melintas berbagai jenis satwa liar seperti Burung Enggang (Bucerotidae) dan Rusa menimbulkan kesan alami bagi penikmatnya.278 m dpl) merupakan puncak gunung tertinggi di Kalimantan (bagian Indonesia).150 mdpl dan G. Dari peta RTRWK Kabupaten Gunung Mas setidaknya terdapat 3 kawasan wisata alam yang berada di Kawasan Schawaner dan Muller. pendakian G. Embaloh dan Kapuas hingga ke Sungai Mahakam memberikan kesan petualangan yang sangat menyenangkan serta pemandangan bentang daratan yang ditutupi kabut pada bagian-bagian puncak bukit. Sepan. Ada beberapa potensi yang terdapat di kawasan TNBK. Condong 1.<!--[if !supportAnnotations]-->[R3]<!--[endif]--> <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Wisata Schwaner : Kekayaan sumber daya alam. sumber air panas yang terdapat di Sungai Bukit Rimban. seperti pemandangan yang unik dan jalur pendakian. bengkirai dan ulin yang mengelilingi Desa Pembeliangan. telah dipromosikan melalui equator expedition. Iban : Wisata budaya yang merupakan kekayaan nilai nilai tradisional yang masih melekat secara kuat dalam kehidupan sehari-hari. Di Kecamatan Nunukan terdapat Air terjun Sungai Binusan. Disamping itu beraneka ragam pola kehidupan masyarakat yang tinggal di sepanjang sungai merupakan hal yang tak kalah menariknya.790 mdpl. panorama alam dan beranekaragam fenomena alam serta berbagai jenis budaya masyarakat setempat. Lawit 1. Betung 1. Orang Punan Hovongen menyebutnya „Diang‟ (lubang gua) di Tanjung Lokang.240 mdpl.di kawasan TNBK salah satu alternative mengatasi permasalahan pengelolaan kawasan yang penduduknya makin bertambah. Kerihun 1. Kegiatan pendakian ke puncak Gunung(Bukit) Raya (2. Iban. tempat minum binatang. Wanawisata yang didominasi oleh vegetasi spesifik hutan dataran rendah. Muller : Menyusuri sungai dan melewati jeram-jeram di sepanjang Sungai Sibau.

Upacara adat yang terkenal: Lamelah Tenan. termasuk dalam kawasan ekowisata Kayan Mentarang tepatnya di Desa Tanjung Pasir. Ekowisata Kayan Mentarang. Pusan dan Busaq Baku) di Desa Long Bawan. Umumnya kondisi hutan di kawasan ini memiliki tutupan baik dan masih merupakan hutan primer dan sebagian hutan skunder. tepatnya di tepi hulu Sungai Krayan. Erya Floribuda. Di Kabupaten Malinau terdapat Pusat budaya kesenian bukan adat dalam terdapat di Long Nawang (Ibukota Kecamatan Kayan Hulu). tari koqoi dan tari samajau. Arung Jeram Sungai Lumbis dari Tao Lumbis ke Desa Labang. terletak di areal Taman Nasional Kayan Mentarang. Suku Punan terdapat di desa Sambudurut yang dikenal dengan ketangkasan berburu serta ahli membuat sumpit dan racun sumpit serta tikar rotan. Di Kabupaten Kutai Barat terdapat wisata Anggrek alam terdapat di Kersik Luway antara lain: Anggrek hitam (Coelogynepandurata). Kecapi. gong. Perang. Laliq Iqal. goa penyimpanan tulang dan pembusukan mayat. C.Di Kecamatan Lumbis terdapat Wisata budaya yang menampilkan berbagai jenis tari suku Dayak Murud yang sangat menarik. Ba‟ Liku dan Pa‟Kebuan.1. antara lain tari gong. dll). terletak di Desa Ba‟Liku daerah Krayan Hulu. serta benda-benda pusaka yang bernilai seni dan magis (guci. Gunung Batu Sicien (Sicen). Museum Mencimai terdapat desa Mencimai dan lamin sebagai pusat seni suku Dayak Tunjung yang terdapat di desa Mencimai. . Engkuni. Binuang. Batu berukir Paru‟Ating. dan Benung . Objek wisata Air terjun Jantur Gemuruh terletak di Desa Mapan. Di Kecamatan Krayan terdapat Wisata budaya yang menampilkan berbagai seni budaya suku Dayak Lun Dayeh.3. Air terjun Tao Lun di Desa Patal. Daerah Sungai Kayan yang sangat terkenal dengan arung jeram yang sangat terjal terdapat di Data Dian yang merupakan ibu kota Kecamatan Kayan Hilir. terletak di hulu Sungai Main Desa Long Layu. termasuk dalam kawasan ekowisata Kayan Mentarang tepatnya di Desa Tanjung pasir. baik seni musik maupun seni tari (Bambu. Kuburan batu. Eheng. Suku Dayak Kenyah Lepo Jalau yang memiliki lamin adat dan seni budaya yang juga terkenal sangat rajin berladang. Potensi Tutupan Lahan & Tingkat Kekeritisan Lahan Berdasarkan data tutupan yang di miliki oleh Walhi pada tahun 2005 (Analisis Citra Landsat tahun 2004) terlihat seperti gambar di bawah ini menunjukkan bahwa kawasan hutan primer (hijau tua) dan hutan skunder (hijau muda) berada pada kawasan –kawan green belt. Air Terjun Ruab Sebiling. Daerah ini mempunyai bukti sejarah adanya bekas tangga jajahan dan makam tentara Belanda. Coelogyne dan Rocus Soini dan Bulpophylum Mututina. Pembuatan garam Gunung. mandau. termasuk dalam kawasan ekowisata Kayan Mentarang tepatnya di tepi hulu Sungai Krayan. Hudoq Apah terdapat di Desa Tering. Hulu Giram Sungai Krayan. Erya Vania. membujur dari perbatasan Kabupaten Nunukan dengan Sabah Malaysia di bagian Utara sampai ke Kecamatan Kayan Hulu di Kabupaten Malinau dengan negara bagian Serawak Malaysia di Selatan. Goa Kelelawar.

Hutan Primer sekitar 55 % dan semak belukar 17 % atau 296 ribu Ha.179 juta Ha hutan dan hutan skunder 37 %. Secara umum tutupan lahan Kalimantan pada tahun 2005 dapat dilihat pada gambar di bawah ini : <!--[if !vml]--> <!--[endif]--> Box : Kondisi Hutan Kalsel Kawasan Hutan dan Perairan Propinsi Kalimantan Selatan yang ditetapkan berdarsarkan peputusan Menteri Kehutanan Nomor 453/Kpts-II/1999 tanggal 17 Juni 1999 adalah seluas ± 1. kondisi hutan masih cukup bagus.Di Kawasan Green Belt Pegunungan Meratus (GBPM).494 Ha.651 jt Ha atau 76 % dari total kawasan dan hutan skunder sekitar 500 ribu Ha atau 10 % dari total kawasan. Kawasan semak belukar sekitar 230 Ha atau 6%.659.09 Persen (%) Luas (Ha) Perda Persen (%) .003 Ha. kondisi hutan cukup memprihatinkan. Kawasan ini juga memiliki semak belukar dan lahan terbuka kurang dari 1 % dan sisanya tertutup awan.017 juta Ha atau 27 % kawasan dan hutan skunder 1. Hutan Lindung dan kawasan Hutan Produksi dengan perincian luas sebagai berikut : Luas (Ha) Fungsi Kawasan SK Menhut Kawasan Konservasi (HAS & HPA) 175.902 4. Sedangkan kawasan semak belukar dan tanah terbuka tidak sampai dengan 1 %. Ini menunjukaan kawasan GBPM sudah menuju kearah kritis.8 juta Ha atau 48 % dari total kawasan. Kawasan ini hanya memiliki 136 ribu Ha atau 7% dari total kawasan. Sedangkan menurut Perda No. 9 Tahun 2000 adalah seluas 1. Kawasan Green Belt Pegunungan Iban memiliki hutan primer sekitar 3. Kawasan Green Belt Pegungungan Schawaner memiliki hutan primer 1. Di Kawasan Green Belt Pegunungan Muller (GBPMu). Kawasan ini memiliki hutan primer lebih dari 53 % dari total kawasan atau 1.09 %.54 67. ini juga menunjukkan bahwa hutan di Kalsel kurang dari itu karena kawasan GBPM termasuk juga ke propinsi Kaltim. Kawasan Green Belt Pegunungan Kapuas Hulu terdapat hutan primer sekitar 1. Kawasan ini memiliki semak sekitar 1% dan tanah terbuka sekitar 0.565 9.839.35 jt Ha (82%) dan hutan skunder sekitar 245 ribu Ha (15%). Hal ini juga ditunjukkan oleh kondisi Satuan Wilayah Sungai (SWS) utama yang berhulu sungai ke GBPM sudah kritis. Kawasan hutan ini terdiri dari kawasan Hutan Konservasi.

001.784 1.293 20.0 ha).Kawasan Hutan Lindung (HL) Kawasan Hutan Produksi 554.396 0.8 768.737. Barito Kuala. Sel Sebuku (66. Oleh sebab itu tidak diketahui secara pasti luasan hutan kawasan Pegunungan Meratus.638 30. Sel Laut.333 0.65 34.000.429 176.7 6.637 212.003 100 Data di atas merupakan luasan kawasan hutan Kalimantan Selatan secara keseluruhan.0 ha).185 .0 312. CA Kep.884.793 0.884 265.Kelumpang.33 8.268 688.177 37.627 963. Luas Penggunaan Lahan Kalimantan Selatan Tahun 2003 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Penggunaan Lahan Hutan Dataran Tinggi Hutan Dataran rendah TAD Bekas Tebangan Lahan Kering Tidak Produktif Pertanian Lahan Kering Pertanian Lahan Basah Danau/Sungai Sawah Luas(Ha) 667.2 14.872. Paling tidak luasan hutan kawasan Pegunungan Meratus adalah luasan tersebut dikurangi luasan Cagar Alam (CA) Pulau Kaget (85.12 60.447 16.07 10.498.927. Karimata (77.494 100 1.745.659.139 1.44 37.7 58. dan CA.444.615 574.79 <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]->Hutan Produksi Terbatas (HPT) <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]->Hutan Produksi Tetap <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]->Hutan Produksi yang dapat Dikonversi (HPK) Total Luasan 1.45 14. Kemudian dikurangi oleh Kawasan Hutan Produksi yang kemungkinan dalam data tersebut juga dimasukan dari wilayah Pulau Laut (Kotabaru sebrang) dan Kab.6 636.0 ha).1 Prosentase (%) 17. Pulau Kembang (60.4 29.790 155.650.9 11.0 ha).065.44 627.109.547 0.839.64 12.83 58. CA Tel.670 8.

sawah.9 13.039. Uni Eropa. pemukiman.416. Badan Planalogi Kehutanan Secara terperinci kondisi tutupam lahan dapat dilihat pada tabel Luas Tutupan Hutan (vegetasi) Kalimantan Selatan sebagai berikut : VEGETASI Danau/Air Luas (Ha) 8. lahan tidak produktif.347 0. alang-alang dan lain-lain.009 9.248 288.005 1.7 40.84 .550 999.206 6.052 0.182 2.294 0.504 14.747.537.2 203.120 Persen Luas (%) 100 26. 2003 Keadaan penutupan lahan propinsi Kalimantan Selatan.000 Sumber : Citra Landsat (Photo Satelit).742.798.3 3.435. lahan pertanian.3 554.0 225. Keadaan Penutupan Lahan Propinsi Kalimantan Selatan Berdasarkan penafsiran citra satelit tahun 1994-1997 Penutupan Lahan Total Daratan yang ditafsir Berhutan Bukan Hutan Berawan Luas (ha) 3.370.5 56.78 Sumber : Pusat Data dan Perpetaan 1998. berdasarkan hasil penafsiran citra landsat yang berkisar dari tahun 1994 s/d 1997 di wilayah daratan Kalimantan Selatan diketahui bahwa luas daratan yang masih berupa hutan (berhutan) adalah sebesar 27 % dan daratan yang bukan berupa hutan (Non Hutan) sebesar 65 %.771 100.753. Penutupan lahan non hutan adalah penutupan lahan selain daratan yang bervegetasi hutan yaitu berupa semak/belukar.703.10 11 12 13 14 15 16 17 Pemukiman Hutan Tanaman Industri Perkebunan Pertambangan Air Port Hutan Rawa Hutan Bakau Rawa Luas Provinsi Kalimantan Selatan 7.086 1.98 65.6 348.24 7.032.

198.102.91 651.763.00 79.347.950 1996 1997 1.55 3.100 120.042.73 Sumber : National forestry Inventory Project. dephutbun. ministry of Forestry and Plantation. 1998 Gambaran Luas Jumlah dan Luas Konsesi HPH 1980-1997 Di Kalimantan Selatan dan Areal Eks HPH Luas konsesi (Ha) Pengguna 1980 HPH Aktif Eks HPH Sumber : 1985 1.790 1.950 1993 1. .255. sensus pertanian 1993.77 67.383.150.310 195.Hutan dataran Rendah Hutan Dataran Tinggi Hutan Mangrove Hutan pegunungan Hutan Rawa Lahan Basah Tidak Produktif Lahan kering Tidak produktif Pemukiman Penutupan Lahan Lainnya Perkebunan Pertanian (blank) 1.70 1.00 129.04 0.58 181.14 7.078.950 1995 1.697. 1998 <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Daftar Nama dan Alamat Perusahaan HPH. BPS Catatan : Data Th 1996 & 1997 adalah HPH yang masih berlaku.500 1994 1.788.63 0.778.918.255.217. Planning Bereau.500 <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Statistik kehutanan.149.479.56 0. yidak termasuk eks HPH Telah dilakukan perhitungan kembali oleh Badan Planalogi Kehutanan yang berdasarkan data citra satelit Landsat tahun 1997 s/d 2000.00 106.559.405.988.000 1990 1991 1992 1.

61 .45 71.079.877.Konservasi Gambut Tebal dan Konservasi Hidrologi.664.66 235. Badan Planalogi Kehutanan Pertambangan batubara juga ikut mengurangi tutupan lahan di Kalimantan Selatan seperti apa yang tergambar dalam data bukaan tambang dan reklamasi lahan PKP2B dan PETI di bawah ini Box : Kondisi Hutan Kalteng Berdasarkan data dari Dinas Kehutanan kalimantan Tengah.29 19.142.250.877.000 151.(tabel 1) HUTAN KONSERVASI Cagar Alam Suaka Marga Satwa Taman Nasional Taman Wisata 2.200 7. kawasan ini terdiri dari CA.Suaka Margasatwa.750 96.TN. keadaan penutupan hutannya adalah sebagai berikut : Areal HPH Penutupan Lahan (Ha) Luas areal yang ditafsir Hutan Primer Hutan Sekunder 573.Taman Wisata. Diketahui khusus pada areal HPH dan Eks-HPH di Kalimantan Selatan.Konservasi Flora dan fauna.250.500 100 5 36 59 Areal eks% <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Kondisi sedang-baik <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Kondisi rusak Sumber : Pusat Data dan Perpetaan 1998.71 488.908 105.950 59.Konservasi Ekosistem air Hitam.Konservasi Hutan manggrove.056.66 ha.luas kawasan konservasi yang ada di kalimantan tengah seluas kurang lebih 2.074 100 18 55 26 % HPH (Ha) 164.Perhitungan dilakukan pada 7 unit areal HPH aktif dan 6 unit areal eks-HPH.834 317.Perlindungan an Pelestarian Alam.

(diskiripsi dan visualisasi ikan hias air tawar di kabupaten katingan.4 juta ha (78% dari luas areal berhutan)merupakan hutan sekunder.% dari luas kalteng). sepat.<!--[endif]-->Hutan Rawa Gambut Tropika seluas + 2. yaitu: <!--[if !supportLists]-->.018.55 161.849.40 37.04 .628. No 1 Penutupan Hutan dan lahan Hutan : Luas (ha) 9509010 % 62.<!--[endif]-->Hutan Hujan tropika seluas + 10. Untuk jenis ikan arwana saat ini hampir sulit ditemukan dan untuk jenis ikan botia masih banyak di temukan pada semua perairan (sungai)di kalteng.87 ha atau sekitar 65.225.katingan 2004) Berdasarkan data Dinas Kehutanan Propinsi Kalimantan Tengah (data kehutanan 2006) kawasan tutupan lahan berada pada sebagian besar kawasan di Provinsi Kalimantan tengah adalah hutan dimana secara garis besar dapat dibedakan menjadi 4 (empat) tipe hutan yang berbeda berdasarkan pada ketinggian tempatnya.DKP kab.08% <!--[if !supportLists]-->. Sedangkan jenis ikan untuk kebutuhan ekspor seperti jenis ikan bakut yang harganya mencapai Rp 60-70 ribu/ekor.5 juta ha (62. Tabel 2. Hutan yang primer yang masuh ada diperkirakan seluas 2.Perlindungan dan Pelestarian Alam Konservasi Hutan Mangrove Konservasi Ekosistem Air Hitam Konservasi Flora dan Fauna Konservasi Gambul Tebal Konservasi Hidrologi 1.31 Ha atau sekitar 15.363.27% Kondisi tutupan lahan menurut wilayah propinsi tahun 2000 Hasil pengolahan data citra landsat sebagaimana tabel menunjukan bahwa areal berhutan di kaimantan tengah seluas 9. baung. Selain itu juga ada beberapa jenis ikan hias yang menjadi komoditas seperti ikan arwana dan ikan kakari/penganten (botia macracanta).namun sebagian besar atau seluas 7.093 jutaa ha atau 22% dari luas areal berhutan.280.<!--[endif]-->Hutan Rawa Tropika seluas + 2. Secara umum jenis fauna yang ada di sungai-sungai kalimantan tengah relatif hampir sama.14 Di kalimatan tengah terdapat dua (2) buah Taman Nasional yaitu Taman Nasional Tanjung Putting (TNTP)yang terletak di kabupaten Kotawaringin Barat dan Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya yang terletak di Kabupaten Katingan.683.55 Ha atau sekitar 5. patin dll.797.04 253.43 31.98 185.023.51% <!--[if !supportLists]-->. Jenis ikan tersebut selain untuk kebutuhan pangan seperti gabus.382.350.573.

169. <!--[endif]-->Hutan Lahan kering sekunder <!--[if !supportLists]-->4.<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]->Perkebunan <!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]->Belukar Rawa <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Hutan Rawa sekunder <!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]->Pertanian lahan kering <!--[if !supportLists]-->6. <!--[endif]->Belukar <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]->pemukiman <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Hutan tanaman 2 Non hutan : 5. <!--[endif]->Pertanian lahan kering + semak <!--[if !supportLists]-->7. <!--[endif]-->Hutan Manggrove sekunder <!--[if !supportLists]-->6.410<!--[if !supportAnnotations]->[R4]<!--[endif]--> 406540 1979807 32772 264647 330022 1460950 549007 437 55779 59119 10330 1292 021 173 215 953 358 000 036 039 007 3. <!--[endif]->Tambak . <!--[endif]-->Hutan Lahan kering primer 1864271 228737 4317428 2937095 45927 115552 1216 150 2817 1916 030 075 <!--[if !supportLists]-->2.73 265 <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Rawa <!--[if !supportLists]-->8. <!--[endif]-->Hutan rawa primer <!--[if !supportLists]-->3.

942.828.0511. HUTAN PRIMER (Virgin Forest) : (%) .23 100 Berdasarkan paper bapak Wardoyo (kepala balai pemantapan kawasan hutan wilayah V kalimantan tengah dan selatan .326.1 juta ha didominasi oleh belukar rawa 2.perkebunan. <!--[endif]->Transmigrasi <!--[if !supportLists]-->11. <!--[if !supportAnnotations]-->[R5]<!--[endif]--> Berturut-turut untuk luasan Hutan Primer (Virgin Forest). yang sudah semestinya harus menjadi bahan evaluasi kita semua dan pengalaman yang sangat berharga sebagai akibat dari sistem pengelolaan hutan yang sentralistik di masa sebelumnya. Dan sisanya berupa diantaranya belukar.815.pertanian lahan baah dan daerah rawa. dan ternyata bahwa luasan lahan kritis lebih besar dari jika dibandingkan dengan luas hutan primer. Data luas tersebut di peroleh berdasarkan hasil hitungan secara digital dengan perangkat lunak sistem Informasi Geografis (SIG) Arcview.pemukiman. Menurut data yang dikeluarkan oleh Badan Planologi (BAPLAN) Departemen Kehutanan tahun 2000.587.772208 banjarbaru 70714 Sedangkan areal non hutan seluas 5.636 Ha dan 2. hal ini kemungkinan disebabkan oleh perbedaaan sumber data/peta dan metode penghitungan yang dipergunakan. <!--[endif]->Terbuka <!--[if !supportLists]-->10. Logged Over Area (LOA) dan lahan kritis termasuk konversi untuk kepentingan non kehutanan 1. Data luas tersebut berbeda dengan luas kawasan hutan menurut SK Gubernur tahun 1999.PM noor PO Box 62 telp.<!--[if !supportLists]-->9.411 Ha. seperti pada tabel 3.972 Ha. <!--[endif]->Tubuh air 3 Tidak ada data Jumlah 648478 15.0 juta da dan pertanian lahan kering 1.803 Ha.898 4. HPH di Kalimantan Tengah pada Hutan Produksi (HP dan HPT) seluruhnya mencakup luasan 7.8 juta Ha. 2. Kondisi Penutupan Lahan Pada Kawasan Hutan Kalimantan Tengah ( Ha ) A. ketiga dan seterusnya nanti. Tabel Kondisi Kawasan Hutan Produksi Propinsi Kalimantan Tengah Berdasarkan Keadaan Penutupan Lahan. Luas Hutan Produksi Propinsi No. bagaimana pada saat setelah rotasi kedua. Secara statistik angka tersebut dapat dianggap sebagai salah satu indikasi akan ketidakmampuan HPH dan sistem yang ada dalam pengelolaan hutan berdasarkan prinsip kelestarian. total luasan areal kerja HPH dan eks. Bisa dibayangkan apabila dalam satu rotasi saja luas lahan kritis sudah mencapai ± 2.Alamat kantor: jl.8 juta ha.

HUTAN SEKUNDER (Logged Over Area/LOA) : Kondisi Sedang s/d Baik .Areal Eks..836 346. Kompas * Sabtu.Areal HPH .19 5.411 31.10 2. LAHAN KRITIS & KONVERSI NON KEHUTANAN : Hutan rusak.815.891 448.754. 09 Juli 2005 * .Areal Eks. HPH Total Luas Penutupan Lahan B. .57 38.595.600 2. pertanian. April2006 <!--[if !supportFootnotes]-->[2]<!--[endif]--> Ekologi Kalimantan <!--[if !supportFootnotes]-->[3]<!--[endif]--> Ekologi Kalimantan <!--[if !supportFootnotes]-->[4]<!--[endif]--> .942.587. HPH Total Luas Penutupan Lahan Total Luas Areal HPH dan Eks. <!--[if !supportFootnotes]-->[5]<!--[endif]--> 12 Oktober 2005 Gatra.636 34.298 1.803 7.12 0. tanah kosong.78 2.828.11 100 <!--[if !supportFootnotes]--> <!--[endif]--> <!--[if !supportFootnotes]-->[1]<!--[endif]--> Presentasi Kaltim pada Musrenbangnas RKP 2007 tentang rencana pembangunan kawasan perbatasan.Areal Eks.98 24.21 4.972 23.92 37.Areal HPH .366. HPH di Kalteng 1.com <!--[if !supportFootnotes]-->[6]<!--[endif]--> Chandradewana Boer/Rustam Fahmy/Emi Purwanti*.912 2.Areal HPH .674 74. HPH Total Luas Penutupan Lahan C. dll.

149. Hasil data konversi untuk kawasan non hutan 5.410 ha.22 <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--><!--[if !supportAnnotations]--><!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]-->[R2]<!--[endif]-->Dipindahkan saja ke Bagian Potensi GB <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--><!--[if !supportAnnotations]--><!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]-->[R3]<!--[endif]-->Potensi Sosial <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--><!--[if !supportAnnotations]--><!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]-->[R4]<!--[endif]-->Setelah di konversi excel hasil tidak sesuai.<!--[if !supportFootnotes]-->[7]<!--[endif]--> Institut Dayakologi <!--[if !supportFootnotes]-->[8]<!--[endif]--> Renstra Pengelolaan Kawasan Hutan di Perbatasan RI-Malaysia <!--[if !supportFootnotes]-->[9]<!--[endif]--> Nilai sumber daya air di kabupaten berau kalimantan timur. 2002 <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--><!--[if !supportAnnotations]--><!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]-->[R1]<!--[endif]-->Lihat gambar 1.658. TNC.420 ha <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--><!--[if !supportAnnotations]--><!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]-->[R5]<!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--> . Jadi jumlah keseluruhan adalah 14.

salah satu laporan World Wildlife Fund (WWF) yang dikeluarkan baru-baru ini. Akan tetapi. dan The Secret of Shambhala: In Search of the Eleventh Insight (Rahasia Shambhala: Mencari Wawasan Kesebelas)—yang jadi pemicunya. Berkat kepiawaian Redfield bertutur dan memberi gambaran detail tentang hutan hujan tropis di Peru. di sela-sela pertemuan Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia (MSPI) di Tenggarong. tidak cukup hanya mengandalkan eksotisme alam semata untuk menjadikan Kalimantan sebagai kawasan wisata ekologi. Sejak itu kegiatan "pengayauan" menjadi adat terlarang. "tariu". antara lain. Spesies itu meliputi 260 serangga. "Hutan Kalimantan dengan segala produk budaya masyarakat yang ada di sana merupakan suatu misteri yang tak kalah menarik untuk dijelajahi. Sementara di hutan-hutan asli yang belum banyak dijamah manusia. dan Katingan. Misteri akan "kesaktian" orang-orang Dayak bahkan masih bisa dilacak lewat cerita tutur mereka. dan pepohonan berlumut masih tumbuh alami di banyak tempat. Borneo’s Lost World." kata Taufik Rahzen. Kapuas. Taufik berucap. Akan tetapi. berdasarkan berbagai literatur. sekaligus menikmati proses kembali ke alam dalam pengertian yang sesungguhnya. 30 ikan air tawar. Sementara lebih dari 210 jenis mamalia. Jauh di hulu Sungai Rungan. Belum lagi terkait kekayaan alamnya berupa flora dan fauna yang begitu beragam. Ada sesuatu yang mereka cari: kebenaran kosmis dan transformasi spiritual. misalnya. menyebutkan paling tidak ada 361 spesies baru yang telah teridentifikasi pada 1994-2004. Kutai Kertanegara. lewat seni rajah di tubuh mereka. diperkirakan masih ada ribuan spesies yang belum teridentifikasi. 50 tumbuhan. berduyun-duyunlah para petualang memasuki hutan-hutan lebat di sana. hanyalah bagian kecil dari peristiwa menarik dari pedalaman Kalimantan. dan sejumlah binatang darat lain. Para petualang dari berbagai belahan dunia berduyun-duyun datang ke sana. atau lewat beragam atraksi dalam bentuk pertunjukan seni-ritual mereka. terlibat dalam apa yang disebut Redfield sebagai parabel petualangan sambil berwisata. Dalam pertemuan akbar yang diprakarsai Pemerintah Hindia-Belanda dan dihadiri hampir semua subsuku Dayak di Kalimantan tersebut. beberapa tahun lampau. "Belajar dari kasus hutan Peru. Kahayan. ." Prosesi ritual masyarakat Dayak untuk melepas arwah leluhur mereka menuju surga lewat upacara tiwah. Kayu ulin. Kisah tentang tradisi "pengayauan". rasa ingin tahu banyak orang pun muncul. pengarang trilogi kisah pencarian spiritual yang bertumpu pada keaslian alam—The Celestine Prophecy (Manuskrip Celestine). yang luas kawasannya mencapai 22 juta hektar dan sebagian besar ada di wilayah Kalimantan Tengah. yang memberi kemungkinan bagi para pencari wawasan dan energi baru untuk memahami makna kehidupan di milenium baru ini. The Tenth Insight (Wawasan Kesepuluh). Barito. hidup di kawasan ini. Tak berlebihan bila pemikir kebudayaan seperti Taufik Rahzen mengimpikan peristiwa serupa terjadi pada hutan tropis basah di Kalimantan. tetapi juga diyakini memendam "kekuatan" luar biasa. serta dataran tinggi yang membentang dari Bukit Raya hingga rangkaian Pegunungan Schwaner.posted by Save Our Borneo Movement @ 11:59 PM 0 comments 0 Comments: Post a Comment << Home WISATA EKOLOGI (2): REKONSTRUKSI BUDAYA DI TENGAH HUTAN TROPIS Kompas (09/05/2007. cerita dan "dongengan" tentang "kesaktian" orangorang Dayak masa lampau itu masih terus bergema hingga hari ini. atau "mangkok merah" memang sudah ditutup. hutan hujan tropis Peru tidak saja jadi pusat perhatian. keberadaan betang (rumah panjang) di Tumbang Anoi bisa jadi saksi pertemuan besar masyarakat Dayak pada 1894. barangkali memang diperlukan ’dongengan’ dengan perspektif baru tentang berbagai misteri yang tersimpan di jantung Borneo. Adalah James Redfield. rotan. 08:43:08) Hutan hujan tropis di Peru tiba-tiba jadi terkenal. Dalam satu kesempatan. eksotisme kehidupan pedalaman menyeruak di antara kekayaan hutan rimba yang hijau. termasuk 44 jenis yang tidak terdapat di mana pun di dunia. yang dipadukan dengan perjalanan spiritual tokoh-tokoh cerita rekaannya. Sejak itu. disepakati untuk tidak lagi melaksanakan "pengayauan". Harus ada semacam rekonstruksi budaya atas peradaban manusia yang tinggal di dalamnya. Lalu. Bahkan. menjadi semacam "garis luar" dan selalu mengintili masyarakat Dayak pada umumnya—masih menyisakan banyak pertanyaan yang belum terjawab. Begitupun keberadaan suku Punan—yang dari hasil "bacaan" Taufik Rahzen.

Anda akan menyaksikan pemandangan alam di bawah yang terdiri atas kehijauan yang terpotong oleh sungai aliran lambat yang berkelok-kelok ke hilir hingga ke hutan bakau yang mengingatkan Anda akan kepala naga dengan badannya yang tak berujung. Untuk itu bisa berminggu. kini semakin banyak dijarah dari hutan-hutan Provinsi Kalimantan Tengah untuk diperjualbelikan secara bebas tanpa upaya pembudidayaan. Mulai dari aktivitas mereka mandi dan mencuci di sungai. Bahkan tak jarang. Tapi coba rasakan denyut keseharian mereka. Bagai meniru promosi besar. undangan untuk menyaksikan cara hidup orang Dayak di desa-desa asli mereka di pedalaman disebarkan oleh Pemerintah Provinsi Kalteng dan Kalimantan Tourism Development." kata Lorna Dawson dari Kalimantan Tourism Development. Sambil menikmati lalu lintas sungai dengan boat atau perahu klotok. Palangkaraya— yang berarti tempat terhormat dan suci—yang seakan-akan menjulang keluar dari hutan tropis. Itulah bias penilaian dan kesalahkaprahan warisan kolonial. selama ini orang hanya tahu tentang daerah ini kebanyakan karena ada kasus illegal logging. seperti dilakukan Mak Gendut. Sayangnya. "Ketika hutan rimba mulai kelihatan lebih renggang dan jelas. Begitupun keragaman alam dan budaya Dayak-nya yang penuh eksotisme.nya untuk dijadikan obat-obatan. Mudah-mudahan September nanti sudah bisa beroperasi. ibu delapan anak.Kepala naga Bila Anda baru pertama kali mengunjungi daerah ini. "paru-paru dunia". Bahwa Kalteng memiliki pantai yang panjangnya hingga 750 kilometer. jauh dari jalan yang sering dilalui menuju tempat yang mudah dicapai. begitu bunyi promosi sederhana yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Kalteng. "Jika Anda sedang mencari petualangan dan pengalaman unik. Gaye Thavisin dari Kalimantan Tourism Development sampai berucap. berbagai aktivitas keseharian orang-orang Dayak disodorkan untuk "dinikmati" dan dirasakan. Bagi Mak Gendut. maka tampaklah ibu kota provinsi. begitu dia menyebut dirinya. untuk sampai hingga ke "jantung Borneo yang sebenar-benarnya" itu butuh waktu berhari-hari. tengoklah keluar melalui jendela pesawat yang Anda tumpangi. (cas/ken) Kantong Semar dari Hutan Kalteng Makin Sering Dijarah Palangka Raya (ANTARA News) . Hanya saja. misalnya. "Akar-akar pohon tersebut tidak diambil dari sembarang hutan." kata Mak Gendut.minggu saya masuk hutan. semboyan "Datanglah untuk Melihat Borneo yang Sebenarnya" menjadi semacam ucapan selamat datang." "Kepala naga". "jantung Borneo". "Karena itu. mencari akar atau daun kayu yang diperlukan untuk obat. tak banyak yang tahu. cara menidurkan anak. Sepintas memang hampir tak ada perbedaan mencolok dalam kehidupan sehari-hari mereka dibandingkan desa-desa lain yang dihuni masyarakat campuran dari berbagai etnis.Tanaman kantong semar (Nephentes spp). Meramu bahanbahan dasar dari hutan-hutan lebat yang dipenuhi berbagai cerita misteri. bersamaan perayaan Festival Isen Mulang. yang dikenal sebagai pemakan serangga dan memiliki banyak nilai farmakologi (obat-obatan). yang—ironisnya—kerap dimaknai secara negatif. "pusar Bumi". Eco-Boat Hotel. seperti diakui oleh Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang. kami tengah menyiapkan boat yang sekaligus berfungsi sebagai hotel terapung. serta "meracik". Tentang hal ini. yang mengaku kemampuannya meramu dan meracik obat-obatan tradisional Dayak itu ia dapatkan dari neneknya. . Tak berlebihan bila dalam kaitan ulang tahun ke-50 provinsi ini. hingga kegiatan menangkap ikan serta berburu. namanya. meramu obat-obat tradisional khas Dayak dari beragam akar dan daun kayu dari hutan di pedalaman Kalimantan bukan lagi kerja sambilan. Menikmati cara hidup orang Dayak memang akan lebih terasa bila masuk hingga ke hulu-hulu sungai. serta sejumlah penamaan lain untuk daerah ini adalah parafrasa yang bisa dimaknai sebagai penanda eksotisme alam Kalimantan Tengah. maka jantung Borneo akan menjadikan Anda seorang penjelajah!" Hanya setengah jam perjalanan dari Kota Palangkaraya. Juga bagaimana mereka mencari akar-akar pohon untuk obat-obatan tradisional khas Dayak. di Sei Gohong—sebuah desa Dayak yang berada di tepi Sungai Rungan—eksotisme itu sudah mulai terasa. kini ia tekuni sebagai sebuah profesi. pada mereka yang sama sekali belum mengenal kehidupan masyarakat di daerah ini muncul stigma bahwa Dayak identik dengan suku yang hidup dalam suasana penuh kekerasan.besaran wisata Malaysia.

dan mag. serta dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Jenis-jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi. diare. di Kota Palangka Raya. BKSDA Kalteng sendiri berencana menggelar pelatihan pembuatan demplot kantong semar karena upaya budidayanya relatif mudah. Ia mengaku hanya menjual dua jenis kantong semar dari 12 jenis yang bisa ditemukan di hutan Katingan." kata Hadi yang berasal dari wilayah Barito itu. Tiap pot kantong semar dijual seharga Rp35 ribu sampai Rp70 ribu. "Kami berulangkali memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan para penjual bahwa tanaman ini termasuk jenis yang dilindungi sehingga harus ada upaya budidaya bila ingin diperjualbelikan. Dua jenis yang banyak dicari masyarakat Kalteng itu adalah dari jenis Nephentes phorbia dan Kacimapatima. mengakui semua jenis tanaman kantong semar yang dijualnya merupakan hasil memetik dari hutanhutan di Kalimantan. Hadi sehari-hari menjalankan profesi penjual tanaman hias keliling. Orangtuanya khusus berprofesi mengambil tanaman hias dari hutan di wilayah Tumbang Samba dan Pundu. sedangkan yang untuk obatobatan masih sedikit yang mengerti. Napu . Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalteng Edy Sutiyarto mengatakan. namun di Kalteng hampir tidak ada yang melakukan karena di hutan masih banyak dijumpai. termasuk kantong semar dan anggrek. sedangkan masyarakat kini sangat menggemarinya sehingga permintaan kantong semar juga semakin banyak." jelasnya. Rabu.Salah seorang penjual kantong semar. Padahal tumbuhan yang masuk golongan karnivora tersebut termasuk yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. "Masyarakat kebanyakan mencari untuk tanaman hias. Hadi. Jangan terus-terusan mengambil di hutan. habitat Nephentes di hutan-hutan Kalimantan lama-kelamaan bisa berkurang dan habis bila para penjual itu hanya berniat mengambil tanpa membudidayakan sendiri. Kabupaten Katingan. kendati tanaman itu termasuk jenis yang dilindungi Undang-Undang. Suku Dayak Katingan banyak menyebut kantong semar sebagai ketupat napu." ungkapnya. Padahal tanaman ini bisa untuk menyembuhkan berbagai penyakit seperti asma. Sementara itu. pihaknya belum bisa melakukan upaya penertiban terhadap praktik jual beli bebas kantong semar yang diambil dari hutan-hutan. Kebanyakan masyarakat juga enggan mengeluarkan uang lebih banyak untuk kantong semar hasil budidaya. Edy mengemukakan. "Upaya budidaya memerlukan waktu lama dan jumlah yang terbatas.

Tumbuhan ini hidup di tanah. dan corak warna kantongnya. Sedangkan Suku Dayak Bakumpai yang mendiami wilayah Sungai Barito menyebut kantong semar dengan telep ujung. Borneo (Kalimantan. ada juga yang menempel pada batang atau ranting pohon lain sebagai epifit. hutan kerangas. Kantong semar tergolong ke dalam tumbuhan liana (merambat). Serawak. Umumnya nepenthes hidup di tempat-tempat terbuka atau agak terlindung di habitat yang miskin unsur hara dan memiliki kelembaban udara cukup tinggi.(*) COPYRIGHT © 2007 ANTARA .berarti rawa. ukuran. Asia Tenggara. Nepenthes bisa hidup di hutan hujan tropik dataran rendah. Sabah. Kata ujung mengartikan nama seorang raja. dan Brunei) merupakan pusat penyebaran nepenthes terbesar di dunia karena dari sana ditemukan 32 jenis. karena tanaman ini dulu hidupnya di rawa dan oleh masyarakat setempat sering dijadikan ketupat. dan padang savana. Sebenarnya kantong tersebut adalah ujung daun yang berubah bentuk dan fungsinya menjadi perangkap serangga atau binatang kecil lainnya. hutan pegunungan. Alat tersebut biasanya dipakai menyimpan racun anak panah. serta bunga jantan dan betina terpisah pada individu yang berbeda. Nepenthes tumbuh dan tersebar mulai dari Australia bagian utara. gunung kapur. Di dunia telah ditemukan 82 jenis nepenthes. dan telep adalah alat berbentuk silinder yang terbuat dari bambu. berumah dua. dan 64 jenis di antaranya ditemukan di Indonesia. Ketupat napu dimasak dengan memasukkan beras ke dalam kantong semar untuk kemudian dimasak seperti memasak ketupat. Keunikan dari tumbuhan ini adalah bentuk. hingga China bagian selatan. hutan gambut.

hingga kini belum pernah terjadi adanya wabah malaria di pedalaman Kalimantan. ada sedikitnya 940 spesies tanaman yang menghasilkan bahan untuk obat tradisonal. Akar Kuning misalnya. Secara medis terbukti. Mereka memanfaatkanya dengan cara merebus batangnya. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup. Kencur (Kaempferia galanga). Mereka yang kehausan dan tidak ada air saat perjalanan di dalam hutan pun bisa memanfaatkan akar ini. tapi bagi saya tidak masalah demi menjaga diri. Air rebusan akar ini memang terasa pahit. Suku Dayak juga percaya. akar yang terpotong akan banyak mengeluarkan air segar (salah satu pelajaran survival di dalam hutan dari Suku Dayak). serta berbagai spesies budidaya seperti Jahe (Zingiber officinale). antara lain melindungi diri dari serangan penyakit malaria. berdasarkan hasil penelitian yang telah dipatenkan Teknologi IPB Bogor. Pasak bumi (Euriycoma longifolia ). Suku Dayak sejak dahulu telah memanfaatkan berbagai tanaman liar untuk obat. melingkar antara satu pohon besar dengan pohon lainnya. Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus) dan Kapulaga (Amomum cardamomum). Tabat barito (Ficus deltoidea). Terbukti. Dalam sekali tebas. setelah sering kali keluar masuk hutan Kalimantan belum pernah terserang penyakit malaria atau masyarakat lokal menyebutnya penyakit kuning. Ketika perjalanan menyusuri hutan tropis yang lebat. Suku Dayak telah turun temurun menggunakan tanaman ini untuk menambah daya tahan tubuh dari serangan berbagai penyakit. . sampai air rebusannya berwarna kuning. Air rebusan itulah yang diminum. Saya sendiri pernah merasakan ketangguhan Akar Kuning saat berada di pedalaman Kalimantan. Akar Kuning yang diambil ekstraknya dapat digunakan sebagai Hepatoprotektor lihat di sini . juga menjaga diri dari serangan penyakit non medis seperti santet (parang maya). selain menjaga tubuh dari penyakit yang sifatnya medis. Akar Kuning banyak terlihat menjuntai. Kunyit (Curcuma domestica). Mereka meyakini efeknya sangat baik bagi tubuh. di antaranya Akar Kuning (Arcangelisia flava). Syukur.Hutan Kalimantan memiliki kekayaan sumber daya alam.

Floem terdiri dari sel parekim floem. formasi yang simple. Kelompok sel batu berdinding tebal dengan noktah bercabang.ANATOMI THEVETIA NERIIFOLIA Daun Anatomi daun tanaman ini terdiri atas tuba laticiferous. idioblas yang berisis hablur kalsium oksalat bentuk prisma. lubang intravaskularnya sangat kecil. lubang parenkimnya kecil. Sel fiber biasanya lubangnya sederhana tapi terdapat perbatasan pada tiap tepinya. letaknya tersendiri atau bergabung dengan tipe lain yang terkadang memberikan bentuk bulat atau berpola sudut. Mesofilnya kebanyakan terdiri dari spicular sel yang mengandung atau terdapat bunga karang yang mengandung gelatin. idioblas yang . atau berkelompok . heterogen dengan 2-10 tingkat ketipisannya. Pori-pori daun dikelilingi oleh rambut yang terdapat di dalam pori-pori tersebut. Batang Jaringan pembuluhnya terkadang kecil namun kadang besar. kadang kadang dikelilingi sklerenkim. mempunyai hilus berbentuk titik atau garis pendek. kecil. Kulit tanpa serat terdiri 2-3 sel yang lebar. Stomatanya ranunculaceous. terdiri dari 7-10 lapis sel gabus berdinding tipis tidak berlignin. lumen sempit memanjang dengan ujung tumpul. jarang ada sel yang mengelilinginya. .. besar dengan lumen lebar dan noktah bercabang. Daunnya biasanya dorsiventral atau lebih khususnya isoventral. lebih kecil dari 1-2 sel. berisi pati. Sel parenkim korteks sangat tipis. pada sayatan paradermal berbentuk polygon. tidak berlignin. Sel parenkimnya apotracheal seperti sel yang menyebar atau mendekati seperti pita dengan sedikit paratracheal. bentuk bulat. penampang melintang gabus berbentuk empat persegi panjang dan letaknya teratus. Karakter anatomi luarnya memiliki laticiferus canals dengan variasi warna dan floem intrasirkular. floem intraserkular. juga terdapat sel batu yang tunggal. pada penampang melintang tampak jaringan gabus. perisikelnya memiliki ciri-ciri seperti cincin yang saling menyambung atau untaian yang terpisah seperti serabut putih. Di dalam perenkim floem terdapat butir pati. Sel gabusnya memiliki bentuk yang khusus. xylem.. mesofil dan sel gabus. Sklerenkim berupa kelompok serabut yang panjang dan ramping. floem. mengandung lignin. berlamela. selnya berbentuk bulat seperti cincin. tunggal. warna kuning muda.

gov/cgi-bin/npgs/html/taxon. C. Anatomy of the Dicotyledons. 264. seperti getah dan tidak berserat. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2007. Floemnya termasuk sel batu. Kortexnye sangat kuat atau masuk grup sel batu. http://www. Jakarta Anonim. perisikel.490. dan kanal laticiferous. PT Pradnya Paramita.berisi hablut kalsium oksalat berbentuk prsma. 2007. Van. Taxon. sel inti. Jakarta Maria Fea Yessy 068114152 . Daftar pustaka : Anonim. Serbuk berwarna coklat. Sel gabusnya selalu tumbuh hanya sampai permukaan saja tidak mendalam tapi melebar dan diding selnya tipis. Perisikel umumnya seperti papan.R. floem intraselular. Struktur anatomi akarnya mengikuti garis dan membentuk dengan floem intrasirkular.. tunggal atau berkelompok. 1989. 1986. 33. Sel gabus diisi dengan kristal. In Indonesia Medical Herb Index.ars-grin.com/plants/apocynaceae Djokomoeljanto. tidak berlignin. berwarna putih. www. at the Clarendon Press. Anonim. Akar Anatomi akar tanaman ini terdiri atas sel gabus. 1986. volume II. PT Eisai Indonesia. kortek. Jakarta Metcalfe. fragmen pengenal adalah kelompok serabut. Thevetia. Flora untuk Sekolah Indonesia. sel batu.desert-tropical. 904-907. warna kuning muda. dengan lumen yang sempit dan ujung tumpul. panjang dan ramping. Materia Medika Indonesia. floem. Oxford Steenis.

Sulawesi. warna bunga. pisang ambon. Akar pulai pandak (Rauvolfia radix) yang mengandung alkaloid reserpin dan berguna untuk penurun tekanan darah tinggi. Dikalangan internasional. sapi madura. Ketiga famili tersebut mempunyai aroma. Rugayah dan Widjaja. variasinya di alam sangat kecil tetapi kerabat dekatnya banyak dan sering dikacaukan dan sengaja dijadikan surogat (pemalsu) (Rifai. yaitu keanekaragam di dalam jenis. Baru sekitar 180 spesies yang telah digunakan untuk berbagai keperluan industri obat dan jamu. kidinina. 2001). plasma nutfah diartikan sebagai substansi yang terdapat dalam kelompok mahluk hidup dan merupakan sumber sifat keturunan yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan atau dirakit untuk menciptakan jenis unggul atau kultivar baru. domba garut. pengobatan serta untuk mempercantik diri yang selama ini dikenal sebagai jamu. tetapi baru beberapa spesies saja yang telah di budidayakan secara intensif (Supriadi. tangkai hijau yang lunak dan kecil dan agak berdaun.PENELAAHAN TERHADAP PLASMA NUTFAH KHUSUS: TANAMA OBAT Maharani Hasanah (Komisi Nasional Plasma Nutfah / Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat) Diperkirakan sekitar 30 000 tumbuhan ditemukan di dalam hutan hujan tropika. Nusa Tenggara dan Jawa. Itik alabio. 2. jahe emprit/kapur. Kalimantan. Penyebaran tanaman tersebut adalah Sumatera. 3. itik mojokerto. Kulit batang kina (Cinchonae cortex) yang mengandung alkaloid kinina. dan mineral serta berguna untuk memperlancar ASI. 1992). tangkai. Plasma nutfah tanaman obat misalnya tanaman jahe adalah jahe gajah (Cimanggu 1. pasal 1 butir 2. Umbi bawang putih (Allii sativi bulbus) yang mengandung minyak atsiri yang berguna untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan penurun tekanan darah tinggi. Paris. Daun Urang-aring (Ecliptae folium) yang mengandung alkaloid antara lain yang berguna untuk perawatan rambut. Contoh dari tanaman obat yang berkhasiat untuk perawatan (promotif) yang sejak dulu sudah dipergunakan adalah: 1. Daun katuk (Sauropus androgynus) yang mengandung protein. Dalam UU No 12 tahun 1992. sinkonina dan lain-lain berguna untuk obat malaria. Menurut Ong (2000) sudah sejak lama bangsa Indonesia mengenal khasiat berbagai ragam jenis tanaman sebagai sarana perawatan kesehatan. sedangkan contoh untuk tanaman katuk adalah Bastar. Belum dilakukan karakterisasi pada jenis pulai yang berada di beberapa daerah penyebarannya. Dari penelitian yang telah dilakukan Sirait (2001) menunjukan bahwa 80% tanaman-tanaman obat untuk jamu didominasi oleh famili Zingiberaceae menyusul Piperaceae dan Umbeliferae. Br. Keanekaragaman didalam jenis tanaman obat diketahui sangat sempit Sebagai contoh Alstonia scholaris (L. Cimanggu 2) . Kebo dan Zanzibar. sapi bali.) R. jahe merah. . sehingga tidak diketahui apakah dari beberapa daerah tersebut ada yang menunjukkan perbedaan dalam morfologi atau kandungan kimianya. jamu dikenal dengan istilah Herbs yang berasal dari bahasa latin Herba yang berarti rumput. yang dikenal dengan nama pulai. Pulai tersebut dijumpai di dalam hutan tropika Indonesia dan banyak digunakan sebagai bahan baku industri jamu. 14 spesies barasal dari Indonesia diantaranya obat anti kanker vinblastin dan vincristine yang berasal dari tapak dara (Catharanthus roseus) dan obat hipertensi reserpine yang berasal dari puleai pandak (Rauvolfia serpentina). dan sekitar 1 260 spesies di antaranya berkhasiat sebagai obat. Di Amerika Serikat menurut Pramono (2001). domba ekor tipis. pisang lampung. Sebagai contoh plasma nutfah pisang adalah pisang tanduk. dari 45 macam obat penting berasal dari tumbuhan obat tropika. 2. Sedangkan menurut Sumarno (2002) plasma nutfah termasuk di dalam pengertian yang paling sempit. ikan mas si Nyonya dan ikan mas Majalaya. Irian jaya. 3. Daun beluntas (Pluceae indicae folium) yang mengandung minyak atsiri dan berguna untuk menghilangkan bau badan atau keringat tidak sedap. Maluku. Sedangkan contoh tanaman obat yang berkhasiat untuk pengobatan (kuratif) adalah: 1. umbi yang jelas dan mudah ditanam.

atau daerah penyebarannya luas tetapi tidak sering dijumpai serta mengalami erosi berat. (1992) yang termasuk katagori genting adalah purwoceng (Pimpinella pruatjan). 2000): 1. Genting (endangered). jenis tanaman yang dianggap telah musnah/hilang sama sekali dari permukaan bumi. 2. Beberapa klon/nomor harapan serta varietas tanaman Obat yang telah dilepas KLASIFIKASI KONDISI TANAMAN OBAT Klasifikasi kondisi tanaman obat akibat pengambilan bahan baku tanpa dilakukan pelestarian plasma nutfahnya diklasifikasikan menjadi 5 kelompok (Muharso. Punah (extinct).Tabel 1. kayu angin (Usnea misaminensis). Kegiatan eksploitasi tanaman liar secara berlebihan melebihi kemampuan regenerasi dari tanaman dan tanpa disertai usaha budidaya. katagori rawan diwakili oleh Ki koneng (Arcangelisia flava) dan pulai (Alstonia scholaris) termasuk katagori jarang. Akibatnya banyak tanaman yang terancam punah atau paling tidak sudah sulit dijumpai di alam Indonesia. 3. 4. Terkikis (indeterminate). 2000). PERMASALAHAN Dalam pemanfaatannya bahan baku tumbuhan obat masih tergantung pada tumbuhan yang ada di hutan alam atau berasal dari pertanaman rakyat yang diusahakan secara tradisional. pulasari (Alyxia reiwardii). jenis tanaman yang terdapat dalam jumlah sedikit dan eksploitasinya terus berjalan sehingga perlu dilindungi. seperti purwoceng (Pimpinella pruacan). bidara laut (Strychnos ligustrina) . 5. Menurut Rifai et al. akan mengganggu kelestarian tanaman tersebut (Muharso. jenis tanaman yang terancam punah Rawan (vulnerable). Jarang (rare) jenis tanaman yang populasinya besar tetapi tersebar secara lokal. jenis tanaman yang jelas mengalami proses kelangkaan tetapi informasi keadaan sebenarnya belum mencukupi untuk masuk dalam katagori tersebut diatas.

mencari. sambiloto (dari Jawa Tengah). Jenis-jenis lain seperti padmosari (Rafflesia zolligeriane). areal transmigrasi dan areal industri dll). perambahan hutan. kumis kucing. (2001) sangat serius karena formasi hutan tropika dataran rendah selama 2 dekade belakangan ini mengalami kerusakan yang sangat parah. kembang puspa sebagian kondisinya sudah sangat kritis terutama dari jenis yang merambat sehingga mulai tahun 2002 bahan baku kebutuhan pabrik jamu cap bintang timbangan diambil dari Lampung. Adanya eksploitasi terhadap kayu yang sekaligus pohon tersebut yang juga merupakan spesies tumbuhan obat juga merupakan ancaman terhadap kelestarian tumbuhan obatnya. kulit sintok. ki rapet. d) Ketidak seimbangan penawaran dan permintaan tumbuhan obat. e) Lambatnya pengembangan budidaya tumbuhan obat Indonesia. Sebagian diantaranya telah dimanfaatkan oleh masyarakat setempat secara turun menurun. c) Pemanenan tumbuhan obat yang berlebihan. Terlebih lagi kegiatan penelitian ini sering tidak dilengkapi oleh pendukung herbarium . kedawung (Parkia roxburghii) sebanyak 2074 kg/musim. f) Rendahnya harga tumbuhan obat. Ada 4 jenis tumbuhan obat yang dipungut masyarakat dalam jumlah besar yaitu kemukus (Piper cubeba) sebantak 556 kg/musim.dan lain-lain (Muharso. ki sereh (diambil akarnya). joho lawe (Terminalia balerica) sebanyak 1930 kg/musim dan Pakem (Pangium edule) sebanyak 3021 kg/musim. 2000). tempuyung. Berdasarkan hasil penelitian Mujenah. konversi hutan. Permasalahan pelestarian Tumbuhan Obat Indonesia menurut Zuhud et al. Sebagian besar areal konsesi HPH (areal eksploitasi kayu) yang sudah diusahakan saat ini terdapat di tipe hutan hujan dataran rendah dimana 44% spesies tumbuhan obat penyebarannya terdapat di formasi hutan ini dan di areal hutan konversi (areal hutan yang bisa dirubah menjadi areal non-hutan seperti untuk perluasan lahan pertanian/ perkebunan. ki rame. Pendekatan awal dalam kegiatan eksplorasi pada umumnya dimulai dengan penelitian etnobotani dan etnofarmakologi sebagai upaya untuk menginventarisasi jenis tumbuhan obat dan manfaat penggunaannya (Anggadiredja dan Rifai. 2000). kebakaran hutan. Kegiatan eksplorasi sudah banyak dilakukan oleh berbagai lembaga penelitian dan industri maupaun perorangan namun hasil-hasilnya tidak terdokumentasi dengan baik sehingga kita tidak pernah memiliki literatur yang utuh tentang tumbuhan obat dan ramuannya serta cara pengobatannya. Tabel 2. mengumpulkan dan meneliti jenis plasma nutfah tertentu dilakukan untuk mengamankan dari kepunahan ( Kusumo et al. krangean (Litsea cubeba). g) Kurangnya kebijakan dan peraturan perundangan pelestarian. 1993 (dalam Nurhadi et al. 2000) di kabupaten Jember dan Banyuwangi Propinsi Jawa Timur dimana Taman Nasional Meru Betiri berada yang luasannya sekitar 58 000 ha ditemukan tidak kurang dari 350 jenis tumbuhan yang memiliki khasiat obat. b) Punahnya budaya dan pengetahuan tradisional penduduk asli/lokal di dalam atau sekitar hutan. (2001) disebabkan karena a) Kerusakan habitat. akibat eksploitasi kayu. 2002). keningar (Cinnamomum cassia) dipanen sesuai permintaan pasar. h) Kelembagaan pelestarian tumbuhan obat. doro putih (Strychnos lingustriana). Perusakan habitat di beberapa propinsi di Indonesia PENGELOLAAN PLASMA NUTFAH Eksplorasi Kegiatan eksplorasi yang merupakan pelacakan atau penjelajahan. ki urat. Ancaman kelestarian plasma nutfah tumbuhan obat hutan tropika saat ini menurut Zuhud et al. perladangan berpindah dan lain-lain. Dari informasi langsung dari pemilik pabrik jamu cap bintang timbangan di Sukabumi diketahui bahwa tumbuhan obat yang berada di kaki Gunung Salak yang dipakai sebagai ramuan jamunya seperti pulasari.

Rinjani (Nusa Tenggara). Untuk pelestarian tumbuhan obat. Namun menurut Nurhadi et al. inggu. Manusela (Maluku) dan Gn. pulai pandak. Dumoga Bone (Sulawesi). daerah yang dilindungi telah dilakukan seperti di Meru Betiri (Jawa Timur). IP Sukamulya : 226 (varietas dan jenis) 3. PEMANFAATAN TANAMAN OBAT . Dari pengalaman negara – negara lain kita belajar bahwa untuk menemukan sebuah senyawa kimia yang nantinya dapat dikembangkan menjadi obat. Gn. memerlukan waktu yang lama dan dana yang tidak sedikit jumlahnya. temu giring. temu kunci. IP Cimanggu : 291 (varietas dan jenis). dalam arti kegiatan budidaya tumbuhan obat yang berasal dari dalam hutan tersebut dilakukan oleh masyarakat yang selama ini memanfaatkannya. (2000) konservasi tumbuhan obat harus dilakukan bersama. meliputi semua populasi di alam (in situ) dan dilakukan penangkaran diluar habitatnya (ex situ). Kayu angin (Usnea barbata Fries) dan Pulai pandak (Raufolvia serpentina) dikonservasi di kawasan penyangga Taman Nasional Meru Betiri. 2000). Menurut Sastrapradja (2000) yang sebenarnya harus kita kembangkan segera adalah teknologi – teknologi yang dapat meningkatkan nilai tambah sumber bahan baku obat tersebut. lidah buaya. Menurut Rahardjo et al.. tapak dara. Gn Palung (Kalimantan). bukan sebagi peluang. (2001) tujuan pelestarian ex situ adalah a) untuk diintroduksi kembali ke habitat aslinya. IP Manoko : 395 (varietas dan jenis) 2. kencur. 1999). 6 jenis asal Sagedepaha Konservasi in vitro tanaman obat telah dilakukan pada tanaman pegagan. Koleksi tanaman obat secara ex situ menurut Sudiarto et al. Menurut Sastrapradja (2000) bahwa kecenderungan baru untuk melestarikan keanekaragaman hayati pertanian secara lekat lahan memang belum dimulai di Indonesia. IP Cikampek : 60 (varietas dan jenis) 2. Cakrabuana Jawa Barat dan hasil eksplorasi ditanam di kebun koleksi sebagai konservasi ex situ (Hasnam et al. jahe. (2001) yang dimiliki oleh Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat adalah: Di dataran tinggi : 1. kumis kucing. Konservasi Kegiatan penelitian konservasi tumbuhan obat adalah kegiatan penelitian di hulu yang amat sangat terbatas dan kurang mendapat perhatian. Tiga lembaga yaitu Hostus Medicus Tawangmangu. enkapsulasi atau dengan cara pembekuan dengan nitrogen cair. Padmosari (Raffesia zollingeriana Kds). agaknya kecenderungan ini perlu dikaji manfaatnya. purwoceng.sama dengan masyarakat. canola dan murbei. G.untuk setiap jenis tumbuhan. Halimun dan Gn. Ceremai dan G.). Balai apenelitian Tanaman Rempah dan Obat serta Kebun Raya dapat menjadi garda terdepan dalam kegiatan penyediaan plasma nutfah secara ex-situ untuk menunjang pelestarian secara in-situ yang dilakukan oleh Departemen Kehutanan. Donn. Leuser di Aceh. Gn. Gn. Prioritas pelestarian ex situ diberikan untuk spesies yang habitatnya telah rusak atau tidak dapat diamankan lagi. pelestarian ex situ juga harus digunakan untuk meningkatkan spesies lokal yang hampir punah menjadi tersedia kembali di alam. Lorentz di Irian Jaya (Bermawie dan Sutisna. Konservasi in situ pada sejumlah Taman Nasional. IP Gunung Putri : 136 (varietas dan jenis) 2 jenis tanaman introduksi Di dataran rendah : 1. Tanpa mengkaitkannya dengan pembangunan nasional secara menyeluruh. temu putih. KerinciSeblat in Jambi. kunyit. b) untuk kegiatan pemuliaan dan c) untuk tujuan penelitian dan pendidikan. bangle. Kayu garu (Aquillari malaccanensis Lamk. Rawa Aopa. Gede Pangrango di Jawa Barat. echinaceae. pemerintah akan menganggap usaha pelestarian itu sebagai beban. Di beberapa negara hal ini menjadi perhatian untuk melestarikan semua spesies tumbuhan obat secara ex situ. (2002) tanaman obat dengan status langka seperti kedawung (Parkia roxburghii G. Idealnya semua tumbuhan obat harus dilestarikan. Menurut Zuhud et al. Eksplorasi plasma nutfah tanaman obat telah dilakukan Balittro di Taman Nasional Meru Betiri. Berbicara mengenai pelestarian keanekaragaman hayati. Penyimpanan pule pandak secara in vitro telah dilakukan oleh Gati dan Mariska (2001) dengan pertumbuhan minimal. usaha ini di negara – negara yang sedang berkembang seperti Indonesia memang menjumpai banyak tantangan.). temu lawak. meniran. daun encok.

jamu sehabis melahirkan. negara-negara berkembang perlu untuk mempelajarinya (Yunus. sanrego. Kita harus berupaya agar paten handeuleum misalnya tidak dilakukan di USA atau Jepang seperti yang dialami tanaman mimba/neem (Azadirachta indica) yang sebenarnya sudah digunakan lebih dari 400 tahun oleh orang India (Anggadiredja dan Rifai. Disamping pemanfaatan plasma nutfah tanaman obat untuk industri jamu juga dapat dimanfaatkan untuk kosmetika seperti lidah buaya (menghilangkan noda hitam. botani dan ekonomi. ramuan jamu godok. temulawak. asma. menstimulasi dan mengganti sel kulit mati dengan sel baru). 2000). 2000). tanaman obat dipakai sebagai pengobatan alternatif/pilihan bagi ekonomi lemah. daun jinten. Namun penelitian untuk mendukung kebenaran ilmiahnya belum secara mendasar dilakukan (Anggadiredja dan Rifai. apalagi setelah terjadi krisis ekonomi yang melanda Indonesia. demikian juga perlu dilakukan pengontrolan terhadap perdagangan tumbuhan obat dan produk-produknya (Zuhud et al. 2000). Obat bahan alam untuk pengobatan hemoroid Menurut Sinambela (2002) keanekaragaman plasma nutfah tumbuhan obat Indonesia sebagai sumber bahan obat selayaknya diteliti secara lebih komprehensif dengan pemilihan strategi pendekatan bioprospecting yang tepat. Catharanthus roseus/Vinca rosea. Obat Tradisional untuk pengobatan kanker: Fam cruciferae. 2. agrokimia. Penelitian bioprospecting laboratoris bertitik tolak dari etnofarmakologi dan etnobotani. obat penyakit sipilis.. farmakognosi. batuk. masuk angin. KEBIJAKAN OPERASIONAL Untuk pemanfaatan tumbuhan obat Indonesia perlu ditempuh kebijakan operasional dan langkah-langkah sebagai berikut (Muharso. Pengaturan pemanenan tumbuhan obat dari alam. Solanum nigrum.Eksploitasi tumbuhan liar di hutan alam untuk bahan baku OT/OAI dibatasi sebelum budidaya jenis tumbuhan tersebut terlaksana dengan baik . Andrographis paniculata Ness.Potensi sumbangan plasma nutfah untuk dunia pengobatan mungkin seperti handeuleum atau daun ungu (Graptophyllum pictum) yang digunakan untuk mengatasi masalah ambeien. Nigella sativa L. pegagan. Gynura procumbens Merr. Pemanfaatan tumbuhan obat tersebut masih terbatas untuk keperluan keluarga. ketumbar. kencur. belum dikomersiilkan (Sukarman et al.. Upaya peningkatan budidaya selain melestarikan sumber bahan OT/OAI diharapkan dapat mengembangkan produksi tumbuhan obat dalam negeri. 2000): 1. 2000). 2001). menanggulangi kerut. Obat alami sebagai terapi imun dan terapi adjuvan pada infeksi HIV/AIDS. Obat Tradisional sebagai imunomodulator: Phyllanthus niruri L.. dan selanjutnya dapat diekspor sehingga memberikan nilai tambah dalam pertumbuhan ekonomi (Muharso. Obat Tradisional untuk pengobatan hiperurisemia dan artritis Gout. Curcuma longa L. Dalam usaha pemanfaatan tumbuhan obat perlu diperhatikan kelestarian dari jenis tumbuhan tersebut agar tidak punah. Diantara jenis tiumbuhan obat tersebut. ada yang berkhasiat sebagai obat tonik. jati belanda. Komoditas Tanaman Obat unggulan versi Badan POM (2001) telah ditetapkan seperti sambilito. 5. aprodisiak. pasak bumi. larangan pemungutan spesies tumbuhan obat yang terancam punah perlu dilakukan.Segera dilakukan langkah budidaya terhadap jenis tumbuhan yang banyak diperlukan . Obat Tradisional untuk pengobatan Hiperkolesterolemia dan hipertrigli seridemia : Sechium edule 3. Tanaman obat ini sedang menjadi isu di negara -negara berkembang dan bagaimana memberikan perlindungan hukum terhadap tanaman obat. Di Taman Nasional Gunung Halimun terdapat sekitar 48 jenis tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat. PERLINDUNGAN TERHADAP TANAMAN OBAT Sudah sejak lama kurang lebih 50 tahun yang lalu Indonesia menggunakan tanaman obat sebagai obat.. tempuyung.. cabe jawa. Beberapa contoh obat tradisional dikemukakan oleh Ma’at (2001) yang berasal dari tanaman obat asli Indonesia yang dikemukakan dengan menggunakan bahasa ilmu kedokteran moderen agar dapat dipahami oleh kalangan dokter yang nantinya diharapkan menjadikan cikal bakal suatu Obat tradisional – Untuk Pelayanan Kesehatan Formal: 1. 2002). Eksploitasi dan pelestarian Sumber Daya Alam Kebijakan operasional: . penyedap.. 4. dan teknologi budidayanya untuk sebagian komoditas sudah tersedia. pace. 2002). Bioprospecting mencakup aktivitas berbagai disiplin ilmu terutama kimia bahan alam. Allium sativum L.. 6. Morinda citrifolia L. lavender dan lain-lain (Wardana. Aloe vera L. daun ungu.

Makalah seminar Penelitian. Hardjamulia. Pertanian. Muharso. The second Meeting of The Asean Experts Group on Herbal and Medicinal Plants.A. Prospek Industri Obat Asli Indonesia. Kerjasama Dept. Moeljopawiro. Kerjasama Indonesian Resource Centre for Indigenous Knowledge (INRIK). dan I. Universitas Pajajaran dan yayasan Ciungwanara dengan Yayasan KEHATI. standarisasi serta pengembangan pasar. Nurhadi dan H..A. Kerjasama Indonesian Resource Centre for Indigenous Knwledge (INRIK). Badan Litbang Pert. E. Seminar sehari synchronisasi pengadaan benih sumber Tanaman hias dan Aneka tanaman. Makalah seminar “Tumbuhan Obat di Indonesia”. budidaya tumbuhan obat. Jakarta . Makalah seminar “Tumbuhan Obat di Indonesia”. 2001. M. 2002. Buletin Plasma Nutfah 7(1): 40 – 45. H. Komisi Nasional Plasma Nutfah. Manfaat Tanaman Obat Asli Indonesia Bagi Kesehatan.. M. Cisarua. Junus. 2002. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Sunarlim. Pramono. Ong. Sudjindro. Universitas Pajajaran dan yayasan Ciungwanara dengan Yayasan KEHATI. M. Penggunaan bioteknologi dalam pemanfaatan dan pelestarian plasma nutfah tumbuhan untuk perakitan varietas unggul. Kasus Masyarakat Meru Betiri. Konservasi Tumbuhan Obat Langka Purwoceng melalui Pertumbuhan . Conservation and Productivity Improvement of Medicinal Plants in Indonesia. Seminar sehari synchronisasi pengadaan benih sumber Tanaman hias dan Aneka tanaman. Departemen Pertanian. 26-27 April 2000. HaKI dalam Tanaman Obat. Subandriyo. Konservasi Plasma Nutfah Tanaman Industri. E. N and U. S. Seminar Nasional Pemanfaatan dan Pelestarian Plasma Nutfah. Kerjasama Pusat Penelitian Bioteknologi IPB dan KNPN. 26-27 April 2000. Hasanah. S. 2000. Pert. 2000. 26-27 April 2000. Konservasi dan Pemanfaatan Tanaman Obat Langka dan Potensial di Kawasan Penyangga Taman Nasional Meru Betiri. Dept. Kusumo. 20 hal. G. Pemanfaatan Plasma Nutfah dalam Industri Obat-obatan. 2002. 26 Juli 2001. Hadad. Dept. Ma’at S. 26 Juli 2001. Rahardjo. 2001. 13-15 July 1999. Plasma Nutfah. 1999. Lestari. Buletin Plasma Nutfah 8(2): 78-83. Puslitbangtri. Kerjasama Indonesian Resource Centre for Indigenous Knowledge (INRIK).Melakukan penanaman kembali jenis tumbuhan obat dalam kondisi genting atau terancam punah. Warno. Rahayu. Sumarno.. Darusman. Universitas Pajajaran dan yayasan Ciungwanara dengan Yayasan KEHATI. Bogor. Badan Litbang Pertanian. Mariska. Lokakarya Pengembangan Agribisnis berbasis Biofarmaka. Nurhadi. Perbanyakan benih sumber tanaman obat. E. M. N.. S. Langkah –langkah: . A. Ghulamahdi dan L.. Pemanfaatan dan Pengembangan Tumbuhan Obat Hutan. Kebijakan nasional pengembangan obat tradisional. 2001. PUSTAKA Anggadiredja. 2002. Kebijakan Pemanfaatan Tumbuhan Obat Indonesia. Bull. M.. Makalah seminar “Tumbuhan Obat di Indonesia”. Hasnam. Deptan.28. 2001.. Pedoman Pembentukan Komisi Daerah dan Pengelolaan Plasma Nutfah. dan N.. Arifin. Hasanah.. 2001. Novarianto (2000). J. Research on Medicinal Plant (An overview). S. 2002. 13 hal. Perbanyakan dan Penyimpanan Tanaman Rauvolfia serpentina secara in vitro. Universitas Pajajaran dan yayasan Ciungwanara dengan Yayasan KEHATI. Ditjen POM. E.. Makalah seminar “Tumbuhan Obat di Indonesia”. Kasim. 13 hal. Departemen Kesehatan RI. Rifai. Kerjasama Indonesian Resource Centre for Indigenous Knowledge (INRIK).K. 2. Universitas Pajajaran dan yayasan Ciungwanara dengan Yayasan KEHATI. 8(1): 22.. penanganan pasca panen. C. Thohari. Sutisna. Pengembangan Agromedisin Indonesia: Pemanfaatan Sumberdaya Alam Indonesia menjadi Komoditas Farmasi Unggulan. Pertanian dan IPB Sinambela. 2001. Kerjasama Indonesian Resource Centre for Indigenous Knowledge (INRIK). 2000. 26-27 April 2000. . 2000.M.untuk bahan baku OT/OAI. Standardisasi teknologi penyediaan bahan aneka tanaman/tanaman obat. Rusdi. dan M. Sudiarto. J. M.. 26-27 April 2000. Jakarta . A. Makalah disampaikan pada pertemuan Komisi Nasional Plasma Nutfah di Bogor tanggal 22-23 Nopember 2000..Melaksanakan inventarisasi jenis tumbuhan obat yang terdapat di hutan atau tumbuhan liar. S. 2000. Bermawie. Bermawi. “Tumbuhan Obat di Indonesia”. D. Jakarta . Sukarman dan O. Rostiana.

H. Buletin Plasma Nutfah. 2002. Zuhud. Rostiana. Andarwulan. Pengelolaan Sumber Hayati Indonesia. M. 8(1): 16-21. Sastrapradja. Rosita SMD dan H. Bull. Pemanfaatan Plasma Nutfah dalam Industri Jamu dan Kosmetika Alami. 26-27 April 2000. Makalah seminar “Tumbuhan Obat di Indonesia”. A..M. Lokakarya Pengembangan Agribisnis berbasis Biofarmaka.Minimal. Edisi pertama Agustus 2001. A. Pert. Badan Litbang Pert. M. PPO: 10. E. . Dukungan Teknologi Budidaya untuk Pengembangan Industri Obat Tradisional.A. Dukungan teknologi pengembangan obat asli Indonesia dari segi budidaya.. N. Sisipan Floribunda 2: 1-28.K. S. Rosita dan Sudiarto. 8(2): 84-89. Kerjasama Indonesian Resource Centre for Indigenous Knowledge (INRIK). Darusman. pelestarian dan pasca panen. Rugayah. . 2001. Azis. Rahardjo.D. Inventarisasi Tumbuhan Obat di Taman Nasional Gunung Halimun. Sukarman. Ghulamahdi. Supriadi dkk. D. Sirait. 145 hal. 2001. Plasama Nutfah. Bull. M. Tumbuhan obat Indonesia. S. Seminar Perhimpunan Peneliti Obat Bahan Alam bekerja sama dengan Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) Sudiarto. Rahardjo. M.M. 21 hal. O. Hobir. Dept Pert. Dept. Pengembangan Obat Bahan Alam. 1992. Penggunaan dan Khasiatnya.. Badan Litbang Pert.2. Badan Litbang Pertanian. L. Rifai. Pemanfaatan dan Pelestarian Sumber Hayati mendukung Agribisnis Tanaman Obat. Widjaja. Wardana. Pustaka Populer Obor. M. 8(1): 29 – 33. Nurhayati. E. 2001. D. 2001. Universitas Pajajaran dan yayasan Ciungwanara dengan Yayasan KEHATI. S. Dept Pert. Penggalang Taksonomi Tumbuhan Indonesia. Tiga Puluh Tumbuhan Obat Langka Indonesia. Plasma Nutfah.. Makalah disampaikan pada Lokakarya Pengembangan Agribisnis Berbasis Biofarmaka tanggal 13 –15 November 2001 di Jakarta.2002. Floribunda.4. 2000. Kasus Khusus Tumbuhan Obat.

suma (Tagalog. Peninsular Malaysia. This plant bears unisexual flowers. Vernacular Names English: Malaysia: Indonesia: Philippines: Thailand: Vietnam: Yellow-fruited moonseed. the Philippines. Java. V[ar]y d[aws]ng.. southern peninsular Thailand. Mengkunyit. up to 20 m long. Khamin khruea (Chanthaburl). smooth liana.Arcangelisia flava Family Menispermaceae Synonyms Arcangelisia lemniscata (Miers) Becc.5-) 8-19 cm. Indo-China. Pampango). woody. Description This is a large. daun bulan (Moluccas). Arcangelisia loureiri (Pierre) Diels. flava is widely distributed from Hainan (China). The lateral branches are spike-like. kamphaeng jedchunum. Its inflorescence arises from the axils or borne on the trunk. resembling an indeterminate branched. the northern Moluccas to New Guinea. sirawan (Javanese). Abutra (Ilokano. The stem is up to 5 cm in diametre. Areuy ki koneng (Sundanese). The flowers are unisexual with 3-4 minute . leathery texture and 5-veined arising from the same base. Sulawesi. Bisaya). (10-)12-25 cm x (5. The stalk of its leaf is (4-)7-15(-20) cm long. raceme-like and slender with size of 10-50 cm long. Geographical Distributions A. The leaves are usually egg-shaped. The yellow wood secretes yellow sap when cut. Sumatra. swollen at both ends but no stipules. Borneo.

yellow. covered with a dense mat of radial.(1) Ecology / Cultivation A. 2-3 cm in diametre. The female flower bears 3 fruits and has a number of abortive stamens but without an imperfect anther. thread-like structure. with ruminate endosperm and much folded cotyledons. with a club-shaped stalk. The seed is broadly ellipsoidal. it is reported to grow on limestone. slightly without stalk. The endocarp is woody. sometimes near river banks. In Sulawesi. Its fruit is a slightly laterally compressed drupe. The petals are absent.outer sepals and 6 larger inner sepals. transversely slightly ovoid. elongated. Line Drawing / Photograph .. The male flower is in spherical cluster of 9-12 anthers. flava occurs in forests at altitudes up to 1000 m.

Sl. 1998. Unesco.References 1. hfC% . Plant Resources of South-East Asia No 12(2). Botanical Name 1 Family Garcinia gummigutta Clusiaceae Local Name zkeaágNf. No.

hÜfcg¥f scs»eÜf zÚÓgJg*f kgÔf#. Úfkfjf c*veÓd cnzÔe=@ hgNfcjx. ke¥gzvìf bÏjNf. hfC% kÔfcjx kÔfcjx DÛkej. kgcfBd cg#ÖgcfBd kJgÊ Qea$ vßd.2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Garcinia imberti Garcinia indica Garcinia morella Garcinia spicata Garcinia travancorica Garcinia wightii Garcinia xanthochymus Gardenia gummifera Gardenia resinifera Garuga pinnata Givotia rottleriformis Glochidion ellipticum Glochidion malabaricum Glochidion tomentosum Glochidion velutinum Glochidion zeylanicum Gloriosa superba Gluta travancorica Gmelina arborea Gmelina asiatica Gnetum scandens Gnidia glauca Clusiaceae Clusiaceae Clusiaceae Clusiaceae Clusiaceae Clusiaceae Clusiaceae Rubiaceae Rubiaceae Burseraceae Euphorbiaceae Euphorbiaceae Euphorbiaceae Euphorbiaceae Euphorbiaceae Euphorbiaceae Liliaceae Anacardiaceae Verbenaceae Verbenaceae Gnetaceae Thymeleaceae c*Öeßf zkeÖx. vßfve% . zke¥lCgÖd }ez}¥f zÚJgzvìf zvìfÖehgNf ÚlÖaÔd vr%zb¥f. ke¥Ôf hçfncjx. E©ghgN EvbeR.

24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Gomphandra coriacea Gomphia serrata Goniothalamus thwaitesii Goniothalamus wightii Gordonia obtusa Grevillea robusta Grewia asiatica Grewia bracteata Grewia flavescens Grewia nervosa Grewia serrulata Grewia tiliifolia Gymnacranthera canarica Gymnema sylvestre Gyrocarpus asiaticus Icacinaceae Ochnaceae Annonaceae Annonaceae Theaceae Proteaceae Tiliaceae Tiliaceae Tiliaceae Tiliaceae Tiliaceae Tiliaceae Myristicaceae Asclepiadaceae Hernandiaceae kÔfNfzçaf. zÚe¥c bN%cCf vr%zʪf cnz»ªf ke¥gkjC. kjfsÖeb mf$b% QeÖd hjgXkcjx kìeRf zMÓaMf zke¥Ö vJgÊ Úaçf. GÜx GÏáRf\ ÚÖjzÖeìf lCgÖd .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful