PEMANFAATAN KOMPONEN HUTAN LINDUNG SEBAGAI BIO-INDIKATOR PERUBAHAN LINGKUNGAN DI SEKITARNYA

Oleh

Sudrajat

Kawasan Lindung ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumberdaya alam, sumberdaya buatan dan nilai sejarah serta budaya bangsa guna kepentingan pembangunan berkelanjutan. Salah satu bagian dari kawasan lindung adalah kawasan yang memberikan perlindungan kawasan di bawahnya, seperti Hutan Lindung; Kawasan Bergambut; dan Kawasan Resapan Air. Tingginya kegiatan pembangunan yang sejalan dengan meningkatnya kecepatan eksploitasi sumberdaya alam, telah menyebabkan tekanan yang besar terhadap kawasan lindung. Sebagian besar masyarakat yang bermukim di daerah penyangga atau kawasan lindung, sangat bergantung pada sumberdaya alam khususnya hutan dengan berbagai keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya.. Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang mempunyai “mega diversity” jenis hayati dan merupakan “mega center” keanekaragaman hayati dunia. Kalimantan Timur memiliki variasi kondisi fisiografi mulai dari datar sampai berbukit serta bergunung tinggi, mampu menunjang kehidupan flora, fauna dan mikro organisme yang beranekaragam. Keanekaragaman hayati Indonesia cenderung menyusut, akibat perubahan penggunaan lahan dari hutan ke penggunaan lain, seperti pertanian, perindustrian, permukiman, fasilitas perkotaan dan sebagainya. Menyadari begitu pentingnya fungsi kawasan lindung dan daerah penyangga, maka upaya penetapan kawasan lindung dan pengelolaannya secara terpadu yang

meliputi sumberdaya alam termasuk potensi keanekaragaman hayati dan potensi geofisik, sumberdaya buatan dan sosial, ekonomi, budaya budaya guna mendukung kepentingan pembangunan yang berkelanjutan merupakan kebutuhan yang mendesak bagi pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

II. HUTAN SEBAGAI SUATU SISTEM EKOLOGI

2.1. Konsep Ekosistem Suatu ekosistem (sistem ekologis) adalah keseluruhan komunitas hayati dan nir-hayati di daerah tertentu dan di antara unsur-unsur tersebut terjadi hubungan timbal balik. Dengan perkataan lain, ekosistem merupakan suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap lingkungan hidup yang saling mempengaruhi. Salah satu ciri utama dari suatu ekosistem adalah adanya saling ketergantungan timbal balik antara komponen-komponen lingkungannya. Komponen lingkungan penyusun ekosistem dapat dibedakan atas : a. Komponen lingkungan biotik ; b. Komponen lingkungan abiotik (fisik)/nir-hayati ( Lihat gambar 2.1.)

Berdasarkan atas fungsinya, suatu ekosistem dibedakan atas 2 komponen yaitu : a. Komponen autotrofik (autos; sendiri; trophikus ; menyediakan makanan). Yaitu organisme yang mampu menyediakan/mensintesis makanannya sendiri yang berupa bahan-bahan organik dari bahan-bahan anorganik dengan bantuan energi matahari dan klorofil. b. Komponen heterotrofik (hetero ; berbeda ; trophikus; menyediakan makanan).

Yaitu organisme yang mampu memanfaatkan bahan-bahan organik sebagai bahan makanannya dan bahan tersebut disediakan oleh jasad lain. Kelompok ini terdiri atas hewan, jamur dan mikro-organisme. Berdasarkan sifat strukturnya, ekosistem dapat dibedakan atas komponenkomponen : a. Substansi anorganik, terdiri atas zat anorganik seperti C, N,C02,H20,dll; b. Substansi organik, terdiri dari protein, KH, lemak, dan sebagainya; c. Iklim, terdiri atas suhu, kelembaban, angin, curah hujan, dsbnya; d. Produsen, terdiri atas tumbuhan ototrof; e. Konsumer, terdiri dari hewan herbivora, carnivore (golongan heterotroph); f. Pengurai/Dekomposer, sering disebut juga mikrokonsumer.Terdiri dari jamur dan bakteri yang mampu mengurai bahan organik menjadi anorganik, dan selanjutnya dilepas ke ekosistem dan dipakai lagi oleh produsen. Dengan demikian terjadilah suatu peredaran hara dalam ekosistem tersebut.

Antara komponen biotik dan abiotik di dalam suatu ekosistem saling melakukan interaksi membentuk suatu peranan sehingga terdapat suatu arus energi dari struktur biotik ke struktur biotik lain lewat proses transfer energi dan dari struktur biotik ke komponen anorganik lewat proses daur biogekimia. Komponen dan proses yang membuat suatu ekosistem berfungsi adalah KOMUNITAS, ALIRAN ENERGI DAN SIKLUS MATERI. Atas dasar ini ekologi menekankan kajiannya terhadap adanya gerakan energi dan unsur hara (kimia) di antara komponenkomponen biotik (hayati) dan abiotik (nir-hayati) dari ekosistem itu. Perlu diperhatikan di sini, arus energi tersebut bersifat searah; sebagian energi sinar Matahari yang datang ke dalam ekosistem diubah dan dijadikan menjadi energi kimia lewat proses fotosintesis. Sebagian energi dikeluarkan lagi dari ekosistem tersebut, dan sebagian disimpan di dalam ekosistem tersebut, lalu diumpan balik atau diekspor, tetapi tidak dapat dipergunakan kembali (Lihat Gambar 1.).

Sedangkan ekosistem bersubsidi energi adalah ekosistem yang sebagian besar energinya tidak tergantung kepada sinar Matahari. Diagram Pola Dasar Alih Energi dan Alih Hara di dalam Suatu Ekosistem Keterangan : _______________ : Energi ----------------------. MATERI. Ekosistem yang sebagian besar energinya tergantung kepada enegi matahari disebut ekosistem tanpa subsidi energi. Ekosistem ini dibedakan atas Ekosistem yang energinya disubsidi oleh alam dan ekosistem yang energinya YANG .Masukan dan luaran tersebut dapat berupa ENERGI. Ekosistem adalah suatu sistem yang terbuka. ATAU MAKHLUK HIDUP MELAKUKAN IMIGRASI ATAU EMIGRASI. Hutan Primer.: Hara ( Sumber : Deshmukh. 1992). Ekosistem di alam mendapatkan energi dari dua sumber yakni Matahari dan Bahan bakar Kimiawi. Hewan-hewan dan tumbuhan yang menghuni daerah-daerah tersebut akan beradaptasi agar mampu bertahan hidup di dalam kondisi lingkungan demikian. Misalnya Samudera. Padang Rumput Savana yang luas. yaitu suatu sistem yang menerima masukan/input dan menghasilkan luaran/output sehingga ekosistem tersebut dapat berfungsi dan memelihara ekosistem tersebut.Ekosistem ini berdaya rendah dan produktivitasnya rendah.Gambar 1.

Homeostasis Ekosistem Dalam suatu ekosistem terdapat suatu keseimbangan yang bersifat dinamis (homeostasis). Stabilitas resistensi. Mekanisme keseimbangan tersebut diatur oleh berbagai faktor yang rumit.dan lainnya. Fungsi sibernetika adalah untuk mengendalikan faktor-faktor ekosistem agar berada dalam keadaan seimbang yang dinamis. b. Ekosistem yang disubsidi oleh alam misalnya adalah ekosistem estuaria di pantai yang mendapat energi dari pasang surut. c. mekanisasi pertanian. pertumbuhan organisme dan produksi. yakni kemampuan untuk cepat pulih. pelepasan hara makanan. 2. irigasi. Fungsi ini dapat dikerjakan oleh beberapa jenis komponen lingkungan. tambak. ombak dan arus air aut. Stabilitas resiliensi. Mekanisme ini terdiri atas : a. pemupukan. Ekosistem yang disubsidi energinya oleh manusia antara lain lahan pertanian. yakni kemampuan suatu ekosistem untuk bertahan menghadapi tekanan lingkungan. Oleh karena ekosistem memiliki kemampuan untuk mengatur keseimbangannya. yakni : a.disubsidi oleh Manusia. d. maka ekosistem memiliki sifat sibernetiks (kybernetes : pandu/mengatur. Ada 2 jenis stabilitas. tergantung pada hambatanhambatan lingkungan dan efisiensi dari pengendalian di alam. dengan subsidi benih. Hal ini memungkinkan adanya sifat stabilitasi suatu ekosistem. Artinya ekosistem tersebut memiliki kemampuan untuk menahan berbagai perubahan yang mengenai lingkungan tersebut. . dekomposisi bahan-bahan organik. penyimpanan bahan-bahan b.1. Derajat stabilitas suatu ekosistem akan bervariasi.

1.Meskipun suatu ekosistem mempunyai daya tahan yang besar sekali terhadaap perubahan. namun bila hutan tersebut terbakar maka hal ini akan menyebabkan sulit untuk pulih kembali. hutan tersebut memiliki stabilitas resistensi yang tinggi. Misalnya. Pada umumnya. ANALISIS KOMPONEN EKOSISTEM HUTAN LINDUNG SEBAGAI ALAT BIOMONITORING LINGKUNGAN 3. namun berdaya resiliensi yang rendah. Karakteristik Hutan Lindung di Kalimantan Timur Hutan Lindung di kawasan tropis di Kalimantan Timur adalah suatu tipe hutan yang memiliki sifat khas yang mampu memberikan perlindunan kepada . Artinya. Kedua kemampuan ekosistem yakni Stabilitas resistensi dan stabilitas resiliensi adalah dua kemampuan yang tidak dapat ditemukan dalam waktu yang sama. namun bersifat stabilitas resiliensi yang tinggi. padang ilalang memiliki stabilitas resistensi yang rendah terhadap api. maka hal ini akan menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. di hutan yang memiliki kulit tebal biasanya tahan akan api. tetapi bisanya batas mekanisme homeostasis dengan mudah dapat diterobos oleh kegiatan manusia. III. ekosistem yang kompleks memiliki resistensi yang tinggi tetapi memiliki resiliensi yang rendah. Jika masalah ini berlangsung. Sebaliknya.

Kalimantan.000 jenis pohon yang ada di kawasan hutan Malayasia yang meliputi kawasan semenanjung Malaya. Philipina sampai Papua Nugini diantaranya 4.Kawasan hutan Malayasia ini umumnya didominir oleh jenis-jenis dari suku Dipterocarpaceae.000 jenis terdapat di Pulau Kalimantan. yang menurut Ashton (1982) terdapat sekitar 380 spesies tersebar di seluruh kawasan dan diantaranya 300 spesies terdapat dalam hutan primer di Kalimantan. maka dimensi pohon di hutan hujan tropis biasanya tinggi dan besar. Kondisi pohon di hutan tropis tersebut memberi kesan seolah-olah tingkat kesuburan tanah yang mendukung hutan ini sangat tinggi (Brotokusumo.Proses kehancuran hutan masih terus berjalan seirama dengan perkembangan .2 milyar ha. Sumatera. Hujan yang terjadi terus menerus di sepanjang tahun dan suhu tinggi di lantai hutan.1985). Produksi serasah sangat tinggi disertai proses dekomposisi dan penyerapan hara kembali oleh tumbuhan yang cepat. walapun ada diantaranya yang melebihi 60 m . putaran hara yang tertutup disertai waktu yang cukup lama.Dari 20. penebangan hutan (deforestasi) dan pengumpulan kayu bakar.kawasan sekitar maupun di bawahnya sebagai pengatur tata air. Kawasan ini umumnya berada pada daerah yang beriklim selalu basah dengan curah hujan rata-rata bulanan tidak kurang dari 100 mm. terbesar di Asia ( 435 juta ha) dan Afrika (321 juta ha). pencegah banjir dan erosi serta memelihara kesuburan tanah. Tekanan Terhadap Ekosistem Hutan Tropis World Resources 1992-1993 menyebutkan. degradasi tanah di Bumi diperkirakan telah mencapai 1.2. Pohon-pohon dalam masyarakat hutan tropis basah banyak sekali jenisnya dan bervariasi ukurannya . Karena iklim yang mantap. Kondisi ini menyebabkan pelapukan bahan organik terjadi dengan cepat yang kemudian diikuti oleh pencucian hara. tumbuhan pemanjat dan epifit. Hutan hujan tropis dataran rendah sangat kaya akan jenis tumbuhan.Pohon-pohon besar mempunyai tinggi antara 46 . merupakan komunitas kompleks yang umumnya terdiri dari tumbuhan berkayu dengan berbagai ukuran. 3.55 m. Sebagian besar disebabkan erosi akibat air dan angin yang dihasilkan aktivitas pertanian.

Hal ini disamping memberi devisa yang cukup besar bagi negara. sudah pasti memusnahkan hutan yang berada di atasnya serta merubah pula bentang alam yang asli. di lain pihak eksploitasi yang tanpa mengindahkan prinsif-prinsif kelestarian akan menyebabkan kerawanan ekosistem hutan tersebut.karena adanya kendala geografi yang cukup sulit. Di Indonesia.Disamping itu merusak areal berbagai spesies pohon sebagai sumber plasma nuftah mengakibatkan pula kawasan tersebut tidak dapat kembali ke aslinya. perak.1990). besi. dibandingkan dengan wilayah tengah dan adanya konsentrasi penduduk di daerah tersebut. hutan rawa dan rawa gambut yang ada di kawasan wilayah pantai merupakan wilayah yang mendapat tekanan penduduk yang sangat kuat. sejak diundangkannya peraturan yang meberi peluang masuknya modal asing dan modal dalam negeri dalam kegiatan bidang kehutanan.IPTEK dan waktu.Hingga hari ini hanya mungkin hutan-hutan di Irian Jaya yang belum menderita kerusakan seperti di Sumatera. pemeliharaan tegakan tinggal dan pencegahan tidak lebih ditinggalkan ( Brotokusumo.Pada areal bekas penambangan. Pertambangan terhadap sumber daya alam nir-hayati antara lain minyak bumi. dengan hulu.Tidak diingkari eksploitasi terhadap SDA nir-hayati tersebut akan meningkatkan devisa negara. maka pengusahaan hutan semakin meningkat. emas. Aktivitas pertanian di hutan Dipterocarpacea dataran rendah.Hal ini disebabkan demikian wilayah hutan yang dekat dengan pusat penyebaran penduduk akan cepat .Penebangan terhadap jenis-jenis dari suku Dipterocarpacea seperti meranti (Shorea sp) dan kapur ( Dryobalanops) yang saat ini telah sangat menipis potensinya.dan sebagainya juga merupakan sumber kerawanan terhadap kelangsungan hidup Hutan tropis dataran rendah. batu bara. dimana hanya tinggal lapisan batuan induk. telah pula meluas hampir kesemua jenis yang berdiameter 50 Cm. bila kegiatan konservasi jenis melalui reboisasi. hutan mangrove. Kalimantan dan Sulawesi.Hal ini merupakan salah satu ancaman yang serius terhadap kelestarian jenis-jenis asli Kalimantan. Teknik penambangan dengan open mining yang relatif luas. pemulihan alami vegetasi tentu saja sangat sulit dan lama .

Data pada tahun 1993. 23 juta ha adalah semak belukar dan 20 juta yang ditumbuhi alang-alang. serta bakteri yang begitu kaya di hutan hujan belantara ini amat banyak macamnya. belum dapat dihimpun dan diduga setelah 12 tahun kemudian akan bertambah menjadi lebih luas. Pada tahun 1986 dilaporkan di seluruh Indonesia terdapat 43 juta ha lahan yang rusak dan tidak produktif. Lapisan tanah subur di top soil adalah tipis. Interpretasi yang menganggap bahwa tanah di hutan hujan tropis dataran rendah sangat subur adalah tidak benar.terkikis oleh petani urban maupun oleh penduduk kota non petani yang membuka hutan dengan motivasi pengusahaan hutan. 3. suatu sistem perladangan tradisional dan telah banyak ditiru oleh pendatang justru memberi dampak terhadap hutan. sebaran jenis dan komposisi serta sifat fungsional hutan yakni untuk siklus hara. Perladangan berpindah.3.Dengan demikian yang tumbuh adalah semak belukar.57 m kayu non . Beberapa Indikator Gangguan Terhadap Ekosistem Hutan 3. et al (1981). kerapatan.Perladangan berpindah menurut Agung (1988). serangga.. Jika hutan ditebangi dan dibuka. Lahan hutan 20 m kayu komersial dan 66. siklus air dan stabilitas. fiksasi energi.Jumlah lahan yang rusak tiap tahun bertambah besar akibat penebangan-penebangan di lokasi yang seharusnya dipelihara untuk terus berfungsi dan akhirnya menjadi lahan tadah hujan. maka lapisan tanah yang subur dan tipis ini segera dihanyutkan oleh hujan. perladangan berpindah telah mengakibatkan 400.3.1.000 ha tanah menjadi formasi alang-alang dan + 2. Indikator Perubahan di Lingkungan Hutan Dataran Rendah Pada susunan tegakan hutan dapat dilihat adanya sifat struktur hutan berupa keanekara-gaman. cendawan. Menurut Kartawinata. telah menyebabkan hilangnya komersial per ha.4 Juta ha hutan sekunder. Jenis-jenis kehidupan tumbuhan dan hewan. dan merupakan hasil perkembangan hutan tersebut paling tidak minimal seratus juta tahun yang lalu.

0) merupakan faktor pembatas bagi pertumbuhan jenis-jenis. Dengan demikian. Jenis-jenis penyusun utama di kawasan ini antara lain Tristania obovata. Plaquium dan Parastemon.2.Karena kondisi habitat tempat tumbuhnya yang spesifik dengan keanekaragaman jenis yang relatif rendah.3. Apabila terjadi kebakaran di suatu tempat akan cepat meluas ketempat lainnya.umumnya memiliki kesuburan tanah yang relatif rendah. Hanya beberapa jenis saja yang mampu tumbuh antara lain : Diospuros. maka hutan kerangas sangat rawan terhadap penebangan dan kebakaran. Karena tanah gambut banyak mengandung serasah. Penebangan hutan kerangas lebih banyak memberikan kerugian dibanding keuntungan. pH rendah. kondisi padang Ilalang di kawasan ini merupakan indikator telah berlangsungnya gangguan terhadap kawasn ini baik akibat dieksploitasi manusia maupun kebakaran hutan. Berdasarkan keadaan ini . 3. biasanya cenderung menjadi padang alang-alang. Kondisi ini diperburuk oleh adanya curah hujan yang tinggi dan merata sepanjang tahun. maka daerah ini sangat rawan terhadap kebakaran. sehingga meningkatkan kerawanan pencucian dan erosi. Hal ini akan memacuk erosi akibat hutan terbuka dan menyebabkan struktur vegetasinya mudah berubah menjadi jenisjenis pioneer yang tidak menuntut persyaratan tumbuh tinggi. kadar silika. Indikator Perubahan di Lingkungan Hutan Rawa Gambut Gambut bersifat asam hingga sangat asam (pH < 4. aluminium dan besi yang tinggi sehingga posphor tersedia dalam tanah menjadi sangat rendah. maka hutan menjadi terbuka dan kondisi ini akan mengakibatkan rendahnya kesuburan tanah dan biasanya ketersediaan hara hanya ada di bagian atas saja.3. Agathis dammara dan borneensis.2. Jika hutan itu dibalak atau terbakar . Indikator Perubahan di Lingkungan Hutan Kerangas Hutan kerangas terdapat di daerah bertanah podsolik dengan bahan induk silika bertekstur kasar yang sangat asam dan mempunyai drainase kurang bagus. . 3. Untuk membuat hutan baru sangat sulit.

Adanya gangguan dari berbagai jenis benthos. kandungan NaCl sedimen dan pencemaran air. Indikator Perubahan di Lingkungan Hutan Mangrove Hutan mangrove terbentuk oleh karena keadaan tempat tumbuh.3. Perubahan kadar garam tertentu. Pada pantai yang tidak berpasir karena abrasi.3.3. Komunitas terna ini berkembang menjadi komunitas jenis perdu dan pohon pioneer seperti Casuarina equisetifolia. hanya komunitas Barringtonia sangat rawan terhadap terjadinya proses abrasi pantai yang dapat menghambat proses terjadinya hutan secara lengkap.4. . b. 3. Perairan di pantai yang sifat airnya payau ini diketemukan jenis yang jumlahnya lebih sedikit jika dibandingkan dengan jenis hutan daratan. Pada tempat-tempat tertentu terdapat jenis Pandan. berupa pantai berkadar garam tertentu dan berlumpur. Widelia biflora. terna dan tumbuhan menjalar. Indikator Perubahan di Lingkungan Hutan Pasir dan Karang Pantai berpasir dan berkarang merupakan habitat aneka jenis tanaman perdu antara lain rerumputan. tidak terdapat komunitas Pascaprae. Ipomoea pescaprae dan Cyperus pedunculatus.3. dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa faktor yang dapat mendorong terjadinya kerawanan perubahan pH air. seperti Ichenum muticum. sebagai akibat curah hujan yang membawa lumpur dan merubah muara (estuari). Hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaannya adalah : a.

Penyebab wabah belalang ini adalah kehancuran habitat hutan tempat berkembang biak dan musnahnya musuh alami belalang tersebut mati karena hutan dibabat untuk kepentingan perkebunan kelapa sawit. Cleary and Eaton. Marau. Hegar Wahyu Hidayat – Damang Udas – Ayal Kosal: 2003). Sedikitnya ada 11. dan Jalai Hulu ternyata mengakibatkan wabah belalang yang merusak ribuan hektar padi. Dalam UUD 1945 pasal 33. namun sampai saat ini perimbangan manfaat lebih banyak dinikmati oleh pengusaha atau pihak lain yang melakukan eksploitasi kekayaan sumberdaya alam. yang menurut pemerintah selama ini adalah hutan negara yang boleh diapakan saja oleh pemerintah tanpa memandang: keberadaan tata guna lahan (land use) dan sistem penguasaan tanah (land tenure) yang telah dipakai masyarakat setempat secara turun temurun tanpa adanya konflik yang berarti (Tim Studi YCHI. dan 549 spesies burung (Muller. Banuak kasus HTI (Hutan Tanaman Industri) dan HPH (Hak Pengusaha Hutan) telah merambah tanah tanah kawasan Adat. pada tahun 1992. Namun. Masyarakat masih dibiarkan menjadi penonton. udara. termasuk 92 jenis kelelawar. 1992: 18-192). Kosmetika Jepang dengan Merk Sheseido mematenkan 9 bahan obat-obatan dari Indonesia yang salah satunya digunakan untuk perawatan kulit. Yayasan Balikpapan Orang Utan Survival (BOS) memaparkan penemuannya berupa manggis hutan Barito yang dapat digunakan sebagai obat AIDS ditemukan oleh seorang mahasiswa Amerika. 221 spesies binatang buas. Pengalaman perkebunan sawit di Kecamatan Manismata. Namun. 15 spesies mamalia laut. seharusnya air. Misalnya. kekayaan hayati yang dimiliki ini belum dimanfaatkan secara optimal tetapi sudah ada yang mencuri.000 spesies bunga: 10 genre dan 270 Dipterocarpaceae. Baru-baru ini.Akankah Hutan Adat Loksado Menangis? Oleh Rudy R Udur Direktur Program YCHI – Banjarbaru Dirampok di Tanah Sendiri Kalimantan merupakan daerah dengan kekayaan hayati yang mengagumkan. habitat manggis hutan itu sekarang ternyata telah dibabat oleh perusahaan HPH. 14 jenis primata. Intimidasi dilakukan oleh pemerintah dengan . 1990:23. dan tanah dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat.

Penentuan status kawasan semacam ini mengindikasikan bahwa penerapan kawasan lindung tidak melalui proses konsultasi dan membangun kesepakatan dengan masyarakat. kawasan perkebunan (kabun). sebagai sumber kerajinan ada 25 jenis tanaman potensial. Di kawasan Balai Malaris dan Loa Panggang serta Balai Haratai. nilai penting dari kawasan adatnya adalah sebagai sumber potensi ekonomi. apalagi perladangan. kabun buah.aparat keamanan kepada rakyat yang tidak setuju dengan perkebunan skala besar HTI ataupun HPH terjadi di banyak wilayah Kalimantan. Khususnya. kawasan perladangan (pahumaan). pada kawasan perladangan. pada kenyataannya. Salah Urus Sumberdaya Alam Hutan Kalimantan Menurut tim Studi YCHI. dari hasil groundcheck Tim Studi land use YCHI sangat jelas terlihat adanya patok hutan lindung (dari danan DAK – DR) pada kawasan produksi masyarakat. Misalnya. kerusakan hutan dan pembagian manfaat yang adil (Equity Sharing benefit) karena sistem pengelolaan yang diatur oleh berbagai macam kebijakan pemerintah belum memberikan peluang yang cukup lebar terhadap partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan dan tidak adanya penghargaan terhadap sistem pengelolaan hutan masyarakat adat yang telah terbukti di beberapa kawasan Kalimantan Selatan. seperti kawasan pemukiman. sebagai sumber bahan bangunan setidaknya ada 64 jenis tanaman. Wilayah Balai Malaris. dan untuk keperluan lainnya diperoleh setidaknya 9 jenis tanaman. 82 jenis batang. 36 jenis daun. Haratai. dan Waja. misalnya. kayuan (sejenis kawasan lindung setempat). kawasan Balai Malaris dapat mempertahankan keberadaan luas kawasan berhutan tidak menimbulkan konflik yang kontraproduktif terhadap keberadaan hutan dan sosio-kultural masyarakat. seperti kuburan dan wilayah-wilayah tertentu yang telah ditetapkan oleh masyarakat dengan aturan-aturan adat tersendiri. Jauh sekali adanya proses penetapan kawasan yang berbasis sistem kelola lokal dan tata guna (land use land tenure). sebagai sumber makanan setidaknya ada 89 jenis tanaman. 11 jenis kulit. . setidaknya ada 62 jenis tanaman. Haratai – Waja: 2003).Loa Panggang. sebagai sumber penunjang kegiatan rumah tangga setidaknya ada 42 jenis tanaman. secara keseluruhan. sangat jelas dikatakan bahwa kawasan hutan lindung tidak boleh dimanfaatkan untuk hal-hal yang mengganggu keseimbangan ekosistem. Namun. 5 jenis getah. Padahal. 41 tahun 1999 tentang kehutanan. dalam UU No. Dari hasil survei lapangan dan pemetaan partisipatif yang dilakukan Tim Studi Land Use dan Land Tenure. Loa Panggang. dan kawasan keramat. Semuanya bersumber dari 41 jenis akar. 72 jenis buah dan 1 jenis fungsi secara tidak langsung (Tim Studi Land Use dan Potensi YCHI – Masyarakat Malaris . ternyata sebagian besar wilayah Balai Malaris dalam status lindung. minimal terdapat beberapa penerapan status wilayah menurut mintakat lokal (semacam peruntukan lahan). setelah dilakukan overlay dengan peta kawasan lindung versi pemerintah. sebagai pendukung upacara adat disediakan setidaknya 9 jenis tanaman.

write(’Email Eko DJ ‘).kawasan tersebut adalah kawasan produksi. khususnya Balai Malaris. sedangkan kawasan lindung (kayuan hak kepemilikannya adalah komunal berdasarkan wilayah balai masing masing dengan aturan aturan tertentu. Hutan Adat di kawasan Loksado akan menangis. relatif belum terancam kelestarian potensi SDA Hutannya maupun adat istiadat serta upacara-upacara keagamaan yang berhubungan erat dengan pemanfaatan SDA. Kawasan Kecamatan Loksado.” yang menjamin adanya pemanfaatan SDA Hutan yang lestari dan pembagian manfaat yang adil. Nico. koordinasi. pengusaha. YCHI. tentu komunikasi. Referensi Pustaka: Andasputera. dapat dikatakan memliliki sistem kepemilikan yang sama berdasarkan warisan. Haratai. Kondisi SDA hutan kawasan Loksado yang masih relatif bagus merupakan peluang besar bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan untuk menjadi pioner dalam mengambil inisiatif adanya ‘model pengelolaan hutan berbasis aturan lokal di Kalimantan Selatan. // –>Email Eko DJ Telepon kantor: +62 . Potensi konflik vertikal akan menjadi semakin besar dan masyarakat adat tetap tidak dapat menikmati harta yang menjadi hak mereka dalam konteks pembangunan yang berkelanjutan. Loa Panggang. Studi Kebijakan dan Land Use/Tenure. Haratai. 2003. masyarakat Balai Malaris. Perbedaan peruntukan inilah yang seringkali menimbulkan konflik. Untuk mewujudkan hal ini. seperti di wilayah-wilayah lain di Kalimantan. dan Waja. Relatif hanya penetapan status kawasan lindung yang saat ini berbenturan dengan tata guna lahan masyarakat adat. apabila sistem pengelolaan dan hak partisipasi masyarakat dalam hal pengelolaan dan pengambilan manfaat dari pengelolaan SDA hutan di kawasan ini masih mengacu pada aturan negara tanpa ada inisiatif Pemerintah Daerah untuk memulai adanya sistem pengelolaan dan sistem penetapan status kawasan yang berbasis aturan lokal yang dinilai dapat menjamin pemanfaatan SDA yang lestari dan pembagian manfaat (benefit sharing) yang adil antara pemerintah. maka hutan adat di kawasan ini berada dalam posisi genting untuk menuju kerusakan. dapat menghubungi: Eko DJ Staf Divisi Data dan Informasi WALHI Kalimantan Selatan <!– document. menurut versi lokal. dan interaksi antarpihak-pihak terkait seharusnya bisa seintensif mungkin dilakukan. pada saat ini.0511. 2003. dan Balai Waja.772870 . Kalau tidak…. Untuk informasi lebih lanjut. jual beli untuk kawasan produksi. Dalam sistem kepemilikan lahan. Bila Hutan Kalimantan Menangis. Loa Panggang. dan masyarakat. seperti ladang dan kebun karet. serta hak kepemilikan dan pengelolaan yang belum dapat disinergikan. Namun.

Mobile: Fax: +62 .772870 .0511.

staf pengajar di Universitas Mulawarman itu tertarik pada bahan antijamur yang bisa mengawetkan kayu sesuai dengan bidangnya. studi tentang penggunaan tumbuh-tumbuhan oleh etnis lokal." ungkapnya. Kalimantan Timur. "Sekali pergi bisa membawa 30 sampai 40 jenis sampel tumbuhan.Angsana Bikin Jamur Lewat Tjandra Dewi Indeks TEMPO Interaktif: Jumat. Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman. 20 April 2007 TEMPO Interaktif. Pekerjaan yang menuntutnya keluar-masuk hutan memungkinkan Irawan bertemu dengan warga asli rimba Kalimantan dan belajar sedikit soal etnobotani. "Sekarang saya sedang mendalami bahan antijamur untuk jamur yang menginfeksi kulit manusia. pohon angsana pasti mengeluarkan bunganya yang kuning dan wangi. lama-kelamaan pria kelahiran Tanah Grogot. "Setiap kali masuk hutan. Penggunaan di masyarakat juga telah meluas. dan Pasir di pedalaman Kalimantan. Kalimantan Timur. bisa empat sampai lima hari untuk mengumpulkan tumbuhan. Potensi daun angsana inilah yang menarik perhatian Irawan Wijaya Kusuma. bagi penduduk suku Dayak. atau kutu air." kata Irawan. Namun. Tak hanya membasmi jamur penyebab panu. pohon yang rimbun itu tak semata tempat bernaung atau penghias mata." Awalnya. bahan antijamur ini bisa pula digunakan sebagai fungisida di bidang kehutanan dan pertanian hingga bahan pengawet makanan dan minuman. Februari sampai Mei. Pohon angsana (Pterocarpus indicus) adalah sumber obat alami untuk menyembuhkan infeksi kulit akibat jamur. itu mengidentifikasi potensi bahan antijamur alami yang luar biasa dari tumbuhan Indonesia. Zat aktif yang diekstrak dari daun angsana ternyata memiliki sifat antijamur. Kutai. Jakarta: Pada bulan-bulan seperti sekarang. Sosoknya yang menyegarkan mata membuat angsana banyak dipilih sebagai pohon peneduh jalan di kota besar. peneliti dari Jurusan Teknologi Hasil Hutan. kurap. Namun. dari industri medis dan berbagai produk cat .

belangiran (Shorea belangeran). Jepang. Sampel tumbuhan itu sengaja diambil dari tiga lokasi di Kalimantan Barat. Kutai Kertanegara. merbau (Intsia palembanica). bahan antijamur yang beredar di masyarakat sekarang ini sebagian besar berasal dari bahan sintetis yang mahal. jamur kontaminan makanan. Dialium sp. Kutai. dan Kabupaten Pasir. mungkin dosis bahan antijamur ini sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan nystatin dan miconazole. eboni (Diospyros ebena). serta Aspergillus dan Penicillium sp. Irawan telah melakukan skrining atau menapis belasan tumbuhan asli Indonesia yang memiliki potensi aktivitas antijamur. dan Pasir untuk merepresentasikan pemanfaatan tumbuhan oleh tiga suku itu.dinding hingga sabun yang menawarkan bahan antijamur. tapi ketersediaan di alam melimpah sehingga harganya murah. Irawan sengaja memilih tumbuhan yang punya tingkat keawetan tinggi." ujarnya. identifikasi. "Sifat alaminya juga aman bagi tubuh dan lingkungan. dua agen antijamur yang ada di pasaran. Tiga lokasi itu adalah Kutai Barat. dan pemanfaatan bahan antijamur dari tumbuhan Indonesia yang dikerjakannya ini bisa meningkatkan konservasi kekayaan hak intelektual Indonesia yang agak lemah." tuturnya. dan rengas (Gluta renghas. Senyawa aktif itu mampu mencegah pertumbuhan dan mematikan jamur Fusarium sp dan Trichoderma sp. Informasi dari warga setempat tentang tumbuhan yang punya aktivitas antijamur juga menjadi pertimbangan. Namun. laban (Vitex pubescens). antara lain. yang menjadi tempat tinggal Suku Dayak. Doktor bidang kimia bahan alam dari Ehime University. "Kalau dari segi efektivitas." kata Irawan. Sampai saat ini. juga peluang resistensi yang kecil. "Bisa digunakan sebagai fungisida pada tanaman pertanian atau pengawet produk pangan. "Bahan antijamur dari tumbuhan ini bisa bersaing dari segi harga." Salah satu flavonoid atau senyawa yang berhasil diekstrak dari daun angsana adalah isoliquiritigenin. "Ini adalah upaya pembuktian ilmiah dari pemanfaatan tumbuhan obat tradisional. Riset yang dilakukan Irawan untuk menguji efektivitas bahan antijamur itu berhasil membuktikan bahwa senyawa aktif dari ekstrak daun angsana punya kemampuan setara dengan nystatin dan miconazole." kata peneliti yang lahir pada 12 April 1973 itu. "Sekarang ini terlalu banyak ekstrak tumbuhan potensial yang dikirim ke luar . seperti pohon yang kayunya digunakan untuk di luar ruangan. itu berharap riset tentang isolasi. Aporusa elmeri. Beberapa tumbuhan yang telah ditapis. dua jenis jamur patogen pada tumbuhan. dan resistensi tinggi terhadap serangan jamur pelapuk.

negeri." tjandra dewi .

menyusul diisolasinya senyawa kandikanin dari daun kulit manis (cinnamomun zeylanicum G). racun. menemukan zat tersebut pada sepuluh jenis tumbuhan tropis yakni daun gamal. kulit buah jeruk. dan lem tikus. Jalan Cipaku I. Berikutnya dari daun juar (cassia siamea Lam) telah berhasil diperoleh senyawa kromon yang berupa isomer dari kumarin yaitu 5-propanonil-7-hidorksi-2-metil-kromon. di tokonya di Pasar Santa. daun inai. sehingga cukup diminati peneliti untuk diteliti. daun sicerek. "Sumatera terletak pada garis khatulistiwa memiliki hutan tropis sebagai potensi yang luar biasa sebagai pabrik bahan kimia raksasa. 30 Mei 2008 | 19:07 WIB JAKARTA. seperti perangkap.Tumbuh-tumbuhan tropis yang banyak hidup di Indonesia ternyata mengandung zat yang dapat dimanfaatkan sebagai racun tikus. Jkarta Selatan. dan biji pinang sinawa.Potensi Racun Tikus dalam 10 Tumbuhan Tropis Kompas/Johnny TG Toko penjual peralatan tikus." katanya di Padang. Prof Dr HM Sanusi Ibrahim." Sanusi dibantu mahasiswanya program S1 dan S2. meneliti kumarin terhadap 10 tanaman obat tradisional itu sejak 1994 sampai 2006. daun juar. Begitu pula terhadap daun kumarin dilakukan dalam daun sicerek (clausena excavata burm f) memperlihatkan adanya 8-(3-metil-2- . Manfaat tersebut djelaskan dalam makalah nya berjudul "Perkembangan Kimia Organik Bahan Alam Golongan Kumarin. Penelitian--hingga berhasil mengukuhkannya sebagai Guru besar tetap Unand dari FMIPA itu pada 29 Mei 2008 adalah dengan rumus kimia 5.6 benzo-alfa-piron berhasil diisolasi/diidentifikasi dari tumbuhan daun gamal (gliricidiamaculata HBK). JUMAT . Kamis (29/5). Penelitian tersebut dilanjutkannya lagi dan telah berhasil diisolasi dan diidentifikasi struktur kumarinnya dengan nama Calanolide E2 dari tumbuhan nyamplung (calophyllum inophyllum Linn). Peneliti Universitas Andalas (Unand) Padang. biji pinang sirih. akar pinang sirih. Jumat. daun kulit manis.

Sumber : Antara . Kumarin juga ada pada daun inai (impatiens balsamina L) dengan struktur zatnya 6 metoksi-7-hidoksi-kumarin. "Kini belum tampak adanya prioritas pembangunan dari pemerintah untuk melengkapi peralatan modern seperti spektroskopi masssa." katanya. juga dari akar pinang sirih (areca catechu L) 3-asam karbosiklat kumarin serta dari biji pinang sinawa (actinorhytis calapparia) yakni 7-amino-N. N-dietil-4metil kumarin. sehingga peneliti terpaksa meminta dukung dari negara lainnya. Dari biji pinang sirih (areca catechu L) diidentifikasi yaitu 4-metil-7-hidorksikumarin.2-g) kumarin.7 -dimetoksi kumarin. resonansi magnit inti (Nuclear magnetic resonance) atau kekuatan 600 Mhz. kemudian dari kulit buah jeruk (citrus amblycarpa Harsak) juga telah berhasil diidentifikasi kumarinnya dengan nama 5. difraksi sinar X (X Ray difraction) atau XRD. Sebagain besar penelitian didanai asing.buteniloxy)-7 -oxofuro-(3.

yang diharapkan dapat terus berperan sebagai paru-paru dunia yang mampu meredam perubahan iklim global. baik yang berada di darat maupun di laut. Pendahuluan Indonesia dikaruniai kekayaan alam yang melimpah. More than 40 genera wild fruit trees and vegetabies useful has been identify. BIO/G361020071 E-mail: medimaaruf@yahoo.com ABSTRAC Study on the wild fruit trees and vegetabies use by Kenyah tribe in the East Kalimantan was carry out at September – December 2001. KALIMANTAN TIMUR Oleh: Medi Hendra. 2002 Medi Hendra Posted 24 November. Indonesia juga merupakan bagian dari kawasan Indo-Pasifik yang merupakan pusat .Si. merupakan salah satu hutan tropika yang terluas di dunia. Ir. 2002 Makalah Pengantar Falsafah Sains (PPS702) Program Pasca Sarjana / S3 Institut Pertanian Bogor November 2002 Dosen : Prof Dr. I. however that may be Kenyah tribe to get fruits and vegetables mostly exploitation the secondary forest than the primary forest. Rudy C Tarumingkeng (Penanggung Jawab) Prof Dr Zahrial Coto Dr Bambang Purwantara PEMANFAATAN TUMBUHAN BUAH-BUAHAN DAN SAYURAN LIAR OLEH SUKU DAYAK KENYAH. Commonly fruit trees and vegetabies grow wild in the secondary forest around the village. M. Sumber alam hutan Indonesia.

mempelajari dan menyelamatkannya merupakan upaya-upaya dalam strategi konservasi (Wilson. Edibilitas atau ketermakanan merupakan pertanyaan pertama sekaligus awal pemanfaatan tumbuhan oleh manusia sejak terbitnya fajar peradabannya (Rifai. Sehingga pada akhir-akhir ini banyak ilmuwan yang mulai tertarik untuk mengkaji pengetahuan pribumi (indigenous knowledge) dan pemahaman alam sekitar oleh masyarakat setempat. 1994). seperti masyarakat dayak Kenyah di Kalimantan Timur. Kekayaan flora Indonesia yang besar antara lain merupakan akibat dari struktur vegetasi yang kompleks. Upaya-upaya ini juga tergambar dalam budaya dan pengetahuan asli lokal. Jika kita memanfaatkan sesuatu berarti kita mengambil manfaat atau kegunaan dari sesuatu tersebut. yang sebagian besar terdapat di Indonesia. pola hidup kelompoknya atau singkatnya pada tingkat kebudayaan suku-suku bangsa itu (Waluyo. maka akan terungkap tumbuhnya berbagai sistem pengetahuan tentang lingkungan alam. Unsur kearifan lokal ini walaupun tradisional adalah salah satu kekayaan bangsa yang sangat tak ternilai harganya. 1989). Sehubungan dengan keanekaragaman hayati maka memanfaatkan. Selanjutnya perlu diketahui bahwa memang banyak suku tumbuhan yang memilih kawasan Indonesia sebagai titik pusat konsentrasi keterdapatan dan persebarannya (Sastrapradja dkk. jadi tak hanya sekedar nilai ekonominya saja (Rifai.000 jenis tumbuhan berbunga (fanerogam). Pemanfaatan lainnya lalu berkembang meliputi segala maksud dan keperluan. karena merupakan sumber bagi pengembangan ide-ide alternatif di masa kini (Adimihardja. karena sangat tergantung pada tipe ekosistem mereka tinggal. 1992). Posisi Indonesia selaku gudang sumber daya jenis yang penting terbukti dari kesepakatan para pakar yang mengakui kawasan ini sebagai salah satu bagian pusat keanekaragaman dunia. 1995). Berkaitan dengan kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia tadi dan kemudian dipadukan dengan kebhinekaan suku-suku bangsa yang mendiami kepulauan nusantara ini. 1993). maka perlu ditelaah bagaimana konsep dan pemahaman serta penguasaan pengetahuannya dalam mengolah sumberdaya hayati tadi. . Kenyataan ini memang dapat disimpulkan dari besarnya jumlah jenis mahkluk yang dimiliki. Menurut Sastrapradja dkk (1989) Flora Malesia sangat kaya dan ditaksir terdiri atas 1. Berdasarkan letak geografis dan keanekaragaman hayati tadi maka Indonesia dijuluki sebagai megadiversitas yang masuk dalam katagori tertinggi di dunia.keanekaragaman hayati dunia. 1998).500 paku-pakuan serta 28. perilaku. dan tentu saja amat dipengaruhi oleh adat. Karena peran manusia atau kelompok etnis ini dengan segala tata cara kehidupannya sangat menentukan nasib lingkungan. terutama yang berkenaan dengan makna budaya. 1996) dan menjadi landasan kuat bagi teknologi mutakhir (Rifai & Walujo. Pengetahuan ini akan berbeda dari kelompok satu ke kelompok lainnya. tatacara.

dan tunduk pada hukum adat (Mackinon et al. 370 jenis tanaman penghasil sayuran. bentuk kesenian. ekonomi dan politik. Sebagaimana diketahui bahwa jumlah jenis tanaman pangan yang sudah dibudidayakan secara besar-besaran tidak begitu banyak. Suku Kenyah terdiri atas beberapa anak golongan yang berbeda bahasa dan budayanya. Secara harfiah ‘dayak’ berarti orang pedalaman dan merupakan istilah kolektif untuk bermacam-macam golongan suku. sungai Rajang dan sungai Baram. 60 jenis tanaman penyegar dan 55 jenis tanaman rempah-rempah yang secara teratur dimanfaatkan oleh masyarakat. 2000). segolongan kecil suku Kayan tinggal di sepanjang sungai Mendalam yang merupakan anak sungai Kapuas hulu di Kalimantan Barat. sehingga kultivar yang ditanam merupakan ras pribumi yang primitif. Suku Kayan dan Kenyah mempunyai keterkaitan sosial. Mereka terutama merupakan peladang berpindah padi huma. yang sudah berlangsung lama. dan banyak unsur budaya serta organisasi sosial. Bahkan ada diantaranya yang langsung diambil dari alam. hewan dan mikroba. Dengan demikian bahwa mengungkap potensi sumberdaya hayati yang didasarkan pada pengetahuan masyarakat secara lokal. Diantara mereka terjadi perkawinan antar golongan yang cukup banyak. Suku dayak merupakan penduduk asli yang menghuni pulau Kalimantan. Suku Modang di daerah aliran sungai Mahakam mungkin merupakan cabang rumpun Kayan dan Kenyah (Mackinon et al. diharapkan dapat dikembangkan oleh para akademisi dan ilmuwan sebagai dasar berpijak dalam memberi nilai tambah terhadap sumberdaya tadi. sepanjang bagian hulu sungai Kayan. yang menghuni tepi-tepi sungai di Kalimantan. 1989). Sedangkan pertumbuhan ekonomi yang pesat di Kalimantan Timur selama . sekitar 70 jenis tanaman berumbi. Mereka kebanyakan dalam masyarakat rumah panjang. akan memainkan peran yang lebih besar dibanding kurun waktu sebelumnya. Suku Kayan-Kenyah yang berada di pedalaman Kalimantan Timur dan Serawak. Jika kemudian dipadukan dengan potensi sumberdaya hayati serta keanekaragaman suku bangsanya maka akan sangat menguntungkan. sungai Mahakam. Pengembangan tanaman ini boleh dikata tak pernah dilakukan orang. Akan tetapi sebagian besar masyarakat Indonesia ternyata banyak sekali menggunakan jenis-jenis tumbuhan lain untuk keperluan pencukupan pangannya. Survei yang komprehensif mengenai berbagai jenis tumbuhan hutan yang dimanfaatkan oleh masyarakat di Kalimantan (umumnya) dan Kalimantan Timur (khususnya) belum pernah dilakukan (Mackinon et al. Seperti dapat diduga kebanyakan jenis tanaman ini belum pernah dijadikan objek penelitian (Sastrapradja dkk. Tidak kurang dari 400 jenis tanaman penghasil buah. Suku Kayan ditemukan tersebar luas di pulau Kalimantan. terutama yang tinggal di pedesaan. 2000).Dalam Pembangunan Jangka Panjang Kedua bangsa Indonesia yang dimulai tahun 1994. 2000). yang berbeda dalam bahasa. sumber daya alam terbaharukan yang berupa tumbuhan.

dua puluh tahun terakhir ini di ikuti oleh peningkatan laju eksploitasi hutan dan peningkatan luas pembukaan daerah hutan. Kayu dan rotan merupakan dua hasil hutan yang sangat tinggi nilainya. Produk lain yang juga terdapat di hutan mencakup buah-buahan, sayur-sayuran, kacang-kacangan, rempah-rempah, bahan wewangian, minyak biji, makanan ternak, bahan anti mikroba, bahan farmasi lainnya, zat pewarna makanan, bahan pengawet dan penyedap makanan, bahan pewarna, perekat, damar, getah pohon, lilin dan lak. Untuk mengungkapkan potensi buah-buahan dan sayur-sayuran yang terdapat di hutan dan dimanfaatkan oleh masyarakat lokal sangat dibutuhkan survei, penelitian dan dokumentasi didaerah Kalimantan Timur ini agar upaya pelestarian kekayaan buah dan sayuran Indonesia

(keanekaragaman genetik dan pengetahuan tentang budidaya serta kegunaannya) dapat mendorong perkembangan dan pemasaran buah-buahan dan sayuran lokal atau asli yang mampu bersaing secara ekonomi. Karena kebanyakan produk ini sangat tinggi nilai ekonominya, pemanfaatannya dapat menjamin kelangsungan kebutuhan pokok masyarakat setempat selain juga sebagai komoditi perdagangan dan pengembangan komersial. Berbagai produk aktual maupun potensial yang dapat dihasilkan hutan Kalimantan Timur dapat membantu menjelaskan arti penting akses masyarakat pedesaan terhadap hutan tempat mereka mengambil berbgai produk tersebut. Tulisan ini merupakan bagian dari hasil penelitian yang

bertujuan untuk mengungkapkan jenis tumbuhan hutan yang dimanfaatkan oleh masyarakat lokal di Kalimantan Timur.

II. Metode Penelitian Penelitian dilakukan selama 3 bulan dari bulan Juni - Agustus 2002. Daerah yang dipilih adalah pemukiman warga dayak Kenyah di desa Gemar Baru Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Penelitian menggunakan metode survei eksploratif mencakup: 1. Inventarisasi jenis tumbuhan yang dimakan yang diketahui masyarakat meliputi nama lokal dan nama ilmiahnya (Friedberg, 1990) dan 2. Observasi di lingkungan masyarakat yaitu mempelajari keberadaannya. Metode ini didukung oleh pendekatan dan teknik pengumpulan informasi. Pendekatan yang dipakai umumnya bersifat partisipatif atau penilaiain etnobotani partisipasif (participatory ethnobotanical appraisal, PEA). Pendekatan ini meliputi: 1. Wawancara semi terstruktur (Grandstaff & Grandstaff, 1987) dan terjadwal untuk inventarisasi pengetahuan lokal; 2. Observasi partisipatif dan transect-walks sistematis (Martin, 1995) dengan masyarakat sebagai pemandu dan 3. Persahabatan erat dengan masyarakat (Banilodu, 1998), ikut aktif dalam aktifitas mereka baik harian maupun khusus.

III. Hasil dan Pembahasan

Sekarang ini banyak ilmuwan yang tertarik mempelajari pengetahuan masyarakat tradisional tentang pemanfaatan sumberdaya tumbuhan. Pengetahuan ini mempunyai pengaruh besar dan memberikan kontribusi penting dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan alasan tersebut maka dipelajari pengetahuan tradisionil masyarakat suku dayak Kenyah tentang dunia tumbuhan khususnya tumbuhan hutan/liar yang dimanfaatkan untuk sumber sayuran. Dari hasil penelitian di dapatkan bahwa masyarakat dayak Kenyah yang bermukim di desa Gemar Baru mengumpulkan sekurang-kurangnya 55 marga dan lebih dari 90 jenis tumbuhan buahbuahan dan sayuran liar dari hutan dan beberapa ditanam di pekarangan. Banyak tumbuhan penghasil makanan dari hutan ditemukan di hutan sekunder atau ladang yang ditinggalkan. Masyarakat dayak Kenyah pada umumnya meramu dan memanfaatkan tumbuhan liar yang ada disekitarnya dan menggunakan berbagai jenis dan kultivar dari tanaman budidaya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pengamatan di lapangan didapatkan bahwa masyarakat suku dayak Kenyah lebih banyak mengeksploitasi hutan sekunder daripada hutan primer untuk mencari buah-buahan dan sayuran. Hutan-hutan disekitar tempat tinggal mereka kaya akan pohon buah-buahan liar, termasuk mangga, manggis, rambutan dan durian. Beberapa jenis durian yang dipanen dari hutan seperti durian merah Durio dulcis dan Durio graveolens serta durian berdaging buah kuning yang biasa dikenal dengan nama daerah ‘lai’ (Kutai) Durio kutejhensis. Beberapa dari jenis durian tersebut tidak di makan oleh masyarakat setempat karena memabukkan. Tingginya konsentrasi keterdapatan sekerabatan tumbuhan atau mahkluk lainnya dan besarnya keanekargaman suatu jenis dijadikan indikator untuk menunjuk tempat tersebut sebagai pusat persebarannya, yang sekaligus merupakan pusat keanekaragamannya. Menurut Sastrapradja dkk (1989) durian yang memiliki keanekaragaman yang besar dalam jenisnya berpusat persebaran di Kalimantan. Sebab di Kalimantanlah tumbuh secara alami 19 jenis durian liar dari keseluruhan 27 jenis yang tersebar di kawasan Malesia. Jadi meskipun durian budidaya memiliki persebaran luas, tidak saja di Indonesia tetapi juga di negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Thailand dan Filipina, kerabat liarnya berpusat di Kalimantan. Berbagai jenis mangga liar seperti Mangifera griffithii, M. torquenda, M. foetida dan M. caesia juga banyak tumbuh liar disekitar hutan perkampungan suku dayak Kenyah. Hal ini juga terlihat dari hasil ekspedisi badan internasional seperti IBPGR (International Board for Plant Genetic buah-buahan dan

Resources) yang berulangkali menyeponsori ekspedisi internasional untuk mengekplorasi dan mengumpulkan plasma nutfah kerabat liar tanaman budidaya di Indonesia. Dari beberapa marga yang sudah ditangani didapatkan bahwa mangga pusat keanekaragamannya di Sumatera dan Kalimantan (Sastrapradja dkk, 1989). Buah-buah dari famili Moraceae seperti sukun Artocarpus elasticus, nangka liar Artocarpus intiger serta cempedak A. cempeden yang lezat rasanya terdapat di dalam hutan dan juga ditanam oleh suku dayak Kenyah. Marga Artocarpus ini ditemukan beberapa jenis liarnya di hutan sekitar perkampungan masyarakat suku Dayak Kenyah dan mempunyai nilai komersil yang bersifat lokal di Kalimantan Timur. Menurut Sastrapradja dkk (1989) merupakan salah satu marga yang mempunyai persebaran yang terbatas di kawasan hutan Malesia Barat. Buah-buahan dari famili Sapindaceae seperti halnya rambutan Nephelium eriopetalum, N. longana, N. mutabile dan Xerospermum juga banyak ditemukan baik yang liar atau semi

domestikasi maupun yang ditanam oleh masyarakat . Jika kita kaji proses terbentuknya kebun atau pekarangan yang bermula dari terseraknya sisa-sisa bahan makanan yang diperoleh dari hutan dan tumbuh subur di dekat pemukimannya, maka tidaklah mengherankan bahwa kultivar primitif dari berbagai jenis buah-buahan tersebut banyak dijumpai di kebun atau pekarangan mereka. Selain mengumpulkan buah liar untuk dimakan sendiri maupun untuk dijual, banyak masyarakat dayak Kenyah memelihara pohon-pohon di hutan seperti petai. Pohon petai Parkia spp yang menjulang tinggi di dalam hutan, mempunyai biji kaya akan protein yang dimakan dan dijual di pasar-pasar setempat. Daun muda dan bagian tangkai bunganya juga dapat di makan. Menarik untuk dicatat bahwa meskipun banyak jenis buah-buahan sudah dibudidayakan oleh masyarakat suku Dayak Kenyah tetapi miskin akan tanaman sayuran. Agaknya, karena banyak tumbuhan liar yang dapat dimanfaatkan daunnya untuk sayuran, sehingga kurang dirasa perlu untuk membudidayakan. Daun, tunas dan akar berbagai jenis tumbuhan liar dimakan sebagai sayuran. Seperti tunas Cyperus bancanus dan tunas akar ilalang Imperata cylindrica merupakan lalapan yang umum ditemukan pada masyarakat dayak Kenyah. Daun muda dan batang Cyathea contaminans (paku tiang), serta paku-pakuan Diplazium, Nephrolepis biserrata,dan Stenochlaeana merupakan sumber sayuran yang direbus atau dioseng dan kadang-kadang dimasak secara tradisional dalam tabung bambu seperti memasak lemang. Sayuran tradisional lainnya seperti rebung Bambusa spp dan jantung pisang hutan Musa balbisiana juga merupakan sumber sayuran yang banyak terdapat di hutan sekunder disekitar perkampungan dayak Kenyah. Demikian juga halnya dengan jenis-jenis Zingiberaceae seperti Alpinia spp, Nicolaia

speciosa dan Kaempferia spp sumber sayuran dan bahan penyedap yang disukai.

Borassodendron borneensis merupakan buah palem yang dipanen langsung dari hutan. Selain itu beberapa jenis palem disamping pemanfaatannya untuk komersil seperti berbagai jenis rotan, bagian pucuknya biasanya juga dimanfaatkan untuk sayur-sayuran dan buahnya kadangkadang juga dimakan. Bagian ujung dari batang rotan yang dipanen biasanya dimanfaatkan dengan cara dibakar sampai layu, kemudian dikupas bagian kulitnya yang keras dan berduri. Bagian dalamnya selanjutnya dimanfaatkan sebagai sayuran. Demikian juga halnya dengan umbut atau pucuk dari Eugeissona utilis, Oncosperma dan Pinanga biasanya merupakan sayuran yang dimasak bersama dengan ikan. Beberapa jenis buah-buahan hutan dimakan oleh masyarakat hanyalah bersifat iseng (istilah Banilodu (1998) ’dimakan main-main’) dan sebagai penghilang kelau (haus atau lapar sementara) seperti Curculigo orchioides, Passiflora foetida dan buah beberapa jenis rotan seperti Calamus manan dan C. ornatus . Terbukti bahwa pengetahuan tentang ini akan meningkatkan kemampuan forest survival (Rifai, 1998).

Marga atau jenis tumbuhan buah-buahan dan sayuran hutan (liar) yang dimanfaatkan oleh masyarakat suku Dayak Kenyah dapat di lihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 1. Beberapa jenis tumbuhan Buah-buahan dan Sayuran liar yang digunakan oleh suku Dayak Kenyah kec. Muara Ancalong kab. Kutai Timur.

Famili

Nama latin

Nama Lokal

Bagian yang dimakan

Amarillydaceae Anacardiaceae

Curculigo orchioides Mangifera caesia Mangifera decandra Mangifera foetida Mangifera gedebe Mangifera griffithii Mangifera torquenda Bouea macrophylla Wanyi Palong besi Sem Repeh Asam raba Asam putar

Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Supit Bekro Medang Buah Daun muda Buah

Apocynaceae Araceae Arecaceae

Willughbeia firma Borassodendron borneense

kunstleri B. lanceolata B. macrocarpa Elaeocarpaceae Euphorbiaceae Elaeocarpus spp Aleurites moluccana Antidesma montanum Aporosa spp Baccaurea angulata B.Calamus javaensis C. manan C. macrocarpa Lempang tip Lempang kip Lempang tip Lempang tip putek Tampoi/ Kapul Kemiri Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah . bracteata B. ornatus Calamus sp Daemonorops mirabilis Eugeissona utilis Khorthalsia echinometra Oncosperma horridum Plectocomia sp Pinanga sp Salacca edulis Uwai Uwai tebengan Uwai seletub Uwai beeng Uwai sekah Nangan Uwai sanam Nyibung Uwai tebengan Benda Pucuk Pucuk Buah pucuk Pucuk Pucuk Umbut & sagu Pucuk Umbut Pucuk Buah Buah dan Bambusaceae Bambusa spp Dendrocalamus asper Schizostachyum blumei Bulok tub Bulok atung Bulok Dian balah umit Dian da’un Dian balah Dian balah latak Dian tuning Dian Keramo Syik Arang batu Tunas Tunas Tunas Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Tunas buah Bombacaceae Durio acutifolius Durio dulcis Durio excelcus Durio graveolens Durio kutejensis Durio zibethinus Burseraceae Cyperaceae Ebenaceae Santiria tomentosa Cyperus bancanus Diospyros korthalsiana var.

A. integre A. jamboloides Syzygium sp. elasticus cempeden Lempang tip putek Kalampi Kalambunyau Bua barang Sarangan Pasang Buah abung Biji Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Ilalang Buah bundar Kalangkala Beta lata Beta umit Tunas akar Buah Buah Buah Buah Tunas Buah Leset Buah Daun Tap/ bacut Sukun Nakan Keledang Baduk Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah A. Passifloraceae Polypodiaceae Passiflora foetida Cyathea contaminans Diplazium esculentum Bua top Buah Daun muda Paku paya Daun muda . A.B. rigidus Ficus spp Musaceae Musa balbisiana Peti lebem luang/Peti Bunga tunas Buah Buah Buah Buah dan Myrtaceae Syzygium aqueum. S. heterophyllus A. nanihua Elateriospermum tapos Sondaricum kotjape Drypetes longifolia Fagaceae Castanopsis sp Lithocarpus sundaicus Flacourtiaceae Flacourtia rukam Pangium edule Graminae Guttiferae Lauraceae Leguminosae Imperata cylindrica Garcinia sp Litsea angulata Parkia speciosa Parkia sp Maranthaceae Meliaceae Stachyprynium jagorianum Aglaia gangga Lansium spp Menispermaceae Moraceae Albertisia papuana Artocarpus dadah A. A. cumini. S.

rambutanake Xerospermum sp Umbeliferae Zingiberaceae Alpinia sp Nicolaia speciosa Nicolaia sp Kaempferia sp Paku julut Pidang pancung Daun muda Buah Buah Isau kelili/ krumi Buah Buah Buah Buah Blong Buah Abung maritam Buah Uncing Mekai Bua Asak Nyanding Lame Tepo Buah Buah Buah Buah Daun Buah Umbut Bunga Bunga Umbut & . malesianus Lepisanthes alata Nephellium eriopetalum N. mutabile N. longan var.Nephrolepis biserrata Paku pait Batang daun muda & Stenochlaeana sp Rosaceae Sapindaceae Rubus spp Dimocarpus cinerea D. lappaceum N.

Semiloknas Etnobot. 2000. Gland. Denpasar. K. C.. Grandstaff. 19 hal. M. D. IPB. tak diterbitkan. Etnobotani dan Pengembangan Tetumbuhan Pewarna Indonesia: Ulasan Suatu Pengamatan di Madura. A. Teams in RRA. & T. M. Seminaire Sciences Humaines et Sociales et Recherche Francaise en Insulinde di Kedutaan Besar Perancis. (Penerj. Pengembangan dan Penguasaannya. 1998. Prenhallindo. A Discouse on Biodiversity Utilization in Indonesia. Semi-structured Interviewing by Multidicip. Jurusan Biologi. Semiloknas Etnobot. Keanekaragaman Hayati Untuk Kelangsungan Hidup Bangsa. Makalah tak diterbitkan. Seminar JepangIndonesia di Kagoshima. Jakarta. Ekologi Kalimantan. Implikasi Etnobotani Kuantitatif dalam Kaitannya dengan Konservasi Gunung Mutis. Puslitbang Bioteknologi-LIPI. Pros. Mackinnon. Publ. S. Switzerland. S. J. Rifai. Tome 32: 303p. K. Banilodu. Hal 119-126. Bot. B. Rifai. 1998. 1987. Sabah-Malaysia & WWF Int. Indonesie). & Arthur Mangalik. 1998. 2 (2): 339-349. Makalah.W. & E. 12 hal. Gusti Hatta. Friedberg. Etnobotani. 1990. Martin. Waluyo. Bogor. Disertasi. Trop.IV. Kesimpulan Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa masyarakat suku dayak Kenyah mengumpulkan lebih dari 55 marga tumbuhan atau lebih dari 90 jenis tumbuhan liar yang dimanfaatkan sebagai sumber buahbuahan dan sayuran. Cisarua. Sastrapradja. Hist. tak diterbitkan. Bahasa Malaysia). G. Waluyo. 17 hal. Daftar Pustaka Adimihardja. Jakarta. Grandstaff. Makalah tak diterbitkan. I. Sistem Pengetahuan Lokal dan Pengembangan Masyarakat Desa. 1993. Memoires du Museum Nati d’Histoire Naturelle. III. Bogor. Hakimah Halim. E. Nat. B. 1992. .). (Borneo). B. Kinibalu. Bogor 19-20 Feb 1992. Bandung. Timor. PPs. 1996. Banyak tumbuhan penghasil buah dan sayuran tersebut ditemukan pada hutan sekunder di sekitar perkampungan sehingga suku dayak Kenyah lebih banyak mengeksploitasi hutan sekunder dari pada hutan primer untuk mendapatkan buah-buahan dan sayuran. Satu Manual Kaedah (Ed. KKU Proc. UPT INRIK UNPAD. A. Biodiv. Maryati Moh. Le Savoir Botanique des Bunaq Percevoir ét classer dans le Haut Lemaknen (Timor.: 69-88. dkk. ________ . 1989. 1994. Keanekaragaman Hayati Indonesia dan Peluangnya dalam Penelitian Etnobotani.. Pemasakinian Etnobotani Indonesia: Suatu Keharusan Demi Peningkatan Upaya Pemanfaatan.

1995.). Courrier (Peny.Wilson. K. O. E. Strategi Pelestarian Keanekaragaman Hayati. Strategi Keanekaragaman .

Calanolide A. "Kenyataan yang menunjukkan senyawa tersebut sangat efektif dalam melawan sejumlah sel tumor. kanker payudara dan melanoma. Merujuk pada laporan tersebut. . Penemuan ini penting karena hingga saat ini belum ada satupun obat yang dapat menyembuhkan HIV.Indonesia. Lebih jauh disebutkan dalam laporan tersebut. dalam kurun waktu 25 tahun terakhir telah ditemukan 422 spesies baru di Pulau Kalimantan (Borneo) dan masih banyak lagi yang menunggu untuk ditemukan dan diteliti.sebuah perusahaan farmasi Australia telah mengidentifkasi sebuah senyawa anti kanker pada sejenis tumbuhan yang ditemukan di Sarawak. Murray Tait. demikian Dr. Senyawa tersebut.triterpenoid ." Para ilmuwan juga menemukan senyawa unik dalam getah yang dihasilkan oleh pohon Bintangor (Calophyllum lanigerum). Cerylid Biosciences .05:59:16 Jakarta Indonesia . para ilmuwan telah menemukan agen anti malaria yang ampuh dan sebelumnya tidak dikenal luas pada kulit batang pohon langsat (Lansium domesticum). Sarawak . "Dibutuhkan waktu yang panjang sebelum sebuah senyawa yang ditemukan dalam tumbuhan dapat dikembangkan menjadi obat yang efisien serta digunakan secara luas oleh para dokter". Mubariq Ahmad . beberapa diantaranya berpotensi memiliki senyawa obat. "Semua hutan hujan tropis di Heart of Borneo perlu dijaga secara memadai.Laporan terbaru WWF menyebutkan tumbuhan yang berpotensi untuk menyembuhkan berbagai penyakit berbahaya seperti kanker. Dalam berbagai penelitian yang dilaksanakan oleh para peneliti dari berbagai lembaga. yang sebelumnya secara tradisional telah digunakan oleh masyarakat Dayak Kenyah di Kalimantan untuk menyembuhkan malaria. Saat ini potensi tumbuhan obat tersebut sedang mengalami ancaman dan membutuhkan upaya perlindungan jangka panjang.Malaysia dan Kalimantan .Indonesia Category : Daftar Isi Code : Edisi 9-17b Date and Time of Publication : 01-August-06 -. Calanolide A akan menjadi salah satu pencapaian penting bagi kesehatan jutaan manusia di seluruh dunia.Plasmodium falciparum.Direktur Eksekutif WWF-Indonesia mengingatkan. Melalui sejumlah uji di laboratorium. jika kita tidak ingin kehilangan berbagai potensi sumber obat-obatan tersebut".dalam uji laboratorium mampu membunuh parasit malaria pada manusia . Vice President of Drug Discovery pada Cerylid Biosciences. Kandungan senyawa yang sama juga terdapat pada buah dan ranting Aglaia silvestris yang ditemukan di Kalimantan . Bila secara klinis terbukti. senyawa yang ditemukan pada tumbuhan Aglaia leptantha diketahui secara efektif telah membunuh 20 jenis sel kanker.Indonesia. Laporan tersebut mengungkapkan para ilmuwan sedang menguji sejumlah contoh yang dikumpulan dari hutan-hutan di Sabah. Senyawa tersebut . Perusakan hutan lebih lanjut akan menghilangkan kesempatan bagi ilmu pengetahuan untuk menemukan dan mengembangkan lebih jauh potensi yang dapat menyelamatkan kehidupan manusia. Mereka berharap dapat mengembangkan obat-obatan yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit yang selama ini mengancam manusia. AIDS dan malaria telah ditemukan di hutan Heart of Borneo (HOB). secara efektif berpotensi untuk menghambat replikasi virus HIV. juga bakteri tuberculosis yang mempengaruhi penderita AIDS.INCL Indonesia Newsroom Heart of Borneo: Sumber Kekayaan Medis Yang Belum Terungkap Source : WWF . Dr. termasuk sel kanker yang menyebabkan kanker otak. memberi argumen yang sangat baik untuk terus menjaga habitat tumbuhan di Pulau Kalimantan (Borneo).

hanya setengah dari hutan Borneo yang tersisa. Peluncuran dilakukan pada Conference of the Parties (Konferensi Para Pihak ) 8 to Convention of Biological Diversity (Konvensi Keanekaragaman Hayati) di Curitiba.Indonesia. 081317566300  Catatan untuk editor :  Publikasi Biodiscoveries ." Masyarakat tradisional seperti Dayak Kenyah juga dapat memperoleh manfaat dari pengembangan obat-obatan yang berbasis pengetahuan tradisional mereka.wwf. Melalui prakarsa Pemerintah Indonesia. yang dilakukan pada Conference of the Parties (Konferensi Para Pihak ) 8 to Convention of Biological Diversity (Konvensi Keanekaragaman Hayati) di Curitiba. sehingga pengembangan obat-obatan dan pemanfaatan lainnya tunduk pada hukum negara asal. seorang professor dari Universitas Sabah Malaysia yang menulis laporan Biodiscoveries . menyatakan bahwa pemanfaatan pengetahuan tradisional mereka harus mendapat persetujuan dari masyarakat dan siapapun yang memperoleh keuntungan dari pengembangan tersebut harus membagi secara adil keuntungan yang diperoleh. Konvensi Keanekaragaman Hayati (CBD).id + 62 21 5761070.pdf (10MB) Gambar Lansium Domesticum Heart of Borneo adalah inisiatif konservasi dan pembangunan berkelanjutan yang bertujuan untuk melindungi serta memanfaatkan secara lestari salah satu pusat keanekaragaman hayati terpenting di dunia dalam skala yang luas.pada 27 Maret 2006 lalu telah meluncurkan inisiatif ini dan menyatakan komitmen pemerintah tiga negara uintuk mendukung inisiatif Heart of Borneo. Malaysia dan Brunei Darussalam .id + 62 21 5761070. Email: iwibisono@wwf.pada 27 Maret 2006 lalu telah meluncurkan inisiatif HOB dan menyatakan komitmen pemerintah tiga negara uintuk mendukungnya. Brazil. Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-11 di Kuala Lumpur.Borneo's Botanical Secret. banyak senyawa telah diidentifikasi tetapi hanya sedikit yang secara klinis telah diuji. Email: bsupriyanto@wwf.    .Brunei Darussalam.Borneo's Botanical Secret oleh Menno Schilthuizen. Saat ini. terdiri dari rangkaian hutan hujan tropis yang kaya ragam kehidupan. "Saya percaya bahwa ratusan tumbuhan dapat dikumpulkan. Menno Schilthuizen.id/attachments/biodiscoveries_borneo_botanical_secret. Heart of Borneo National Coordinator. Desember 2005.or. dimana Indonesia dan Malaysia terlibat didalamnya. dapat ditemukan di http://www.demikian Dr. Brazil. Informasi lebih lanjut :  Bambang Supriyanto. Pemerintah tiga Negara . ungkap Dr.or.or. pemerintah tiga negara . Bambang Supriyanto Koordinator Nasional Heart of Borneo WWFIndonesia. inisiatif Heart of Borneo telah menjadi bagian dari ASEAN Chairman's Statement. 08164810830 Iwan Wibisono. Komitmen ini yang diharapkan ditingkatkan menjadi deklarasi kesepakatan ketiga negara akan memastikan perlindungan dan pemanfaatan yang berkesinambungan pada hutan yang berada di daerah tersebut yang sangat mungkin mengandung potensi penemuan sumber obat di masa mendatang". Heart of Borneo National Campaigner. Konvensi ini juga mengakui kedaulatan sebuah Negara atas sumberdaya genetik yang mereka miliki. Indonesia dan Malaysia .

 Heart of Borneo juga menjadi salah satu program utama (flagship programme) 5 tahun dari BIMP . KTT ini merupakan pertemuan tertinggi negara ASEAN dan Chairman's Statement adalah catatan resmi pertemuan dan didukung oleh seluruh pemimpin pemerintahan di ASEAN.East ASEAN Growth Area).paragraph 23 yaitu " We also noted the efforts to establish a transboundary network of sanctuaries on the island of Borneo involving Malaysia.or.EAGA (Brunei Indonesia Malaysia Philippines . Rencana ini telah didukung oleh kepala pemerintahan dari empat negara.wwf. Brunei Darussalam and Indonesia.id  . www. Such sanctuaries would protect the biological diversity of plants and animals in the green Heart of Borneo and would play a vital role in protecting all of the island's major water catchments".

Saluang Belum. Gaharu. Sula Adam.363. selain jenis-jenis HHBK yang dominan tersebut. Kei Umbut. Akar Busi. seperti Pasak Bumi.87 Ha. namun belum secara serius di garap. Berdasarkan hasil inventarisasi Pilot Proyek KPHP di Kalimantan Tengah yang dilaksanakan United Kingdom – Indonesia Tropical Forest Management Programme (UK-ITFMP) tahun 1994 – 1997. Getah Jelutung. bahan baku bangunan subtitusi kayu. Pegunungan Meratus Di Kawasan Pegunungan Meratus potensi HHBK cukup melimpah. Biji Tengkawang. Meskipun hingga saat ini belum dilaksanakan kegiatan inventarisasi potensi HHBK secara menyeluruh guna mengetahui luas dan sebaran HHBK.350. Ipung. Sintuk. namun mengacu pada hasil survey yang dilaksanakan oleh ODA UK-ITFMP. Akar Kuning.000 ton/tahunnya. diperkirakan mencakup luasan sedikitnya 10 % dari total luas Hutan Hujan Tropika di Kalimantan Tengah atau sekitar 1. Sumber hasil hutan kayu telah lama dimanfaatkan oleh Negara melalui HPH. kini potensi kayu sudah menipis jika kita lihat dengan banyak perusahaan kayu yang gulung tikar karena kekhurangan stok kayu. getah pohon. Anak Busi. Di Kalimantan Tengah potensi non kayu cukup dominan seperti beberapa jenis Rotan. potensi hasil hutan non kayu seperti rotan dan berbagai getah (pantung dan jerenang) lebih berpotensi. hutan di Kalimantan Tengah juga memiliki potensi yang cukup menjanjikan akan tanaman/tumbuhan obat-obatan. Ikang Siau serta Akar Buli. Kemedangan.684. mulai dari buah-buahan. hingga madu. Akar Gusi. Tusuk Kusung.Potensi Sumber Daya Alam. (data kawasan hutan kalteng 2001). Selama ini hasil hutan bukan kayu (HHBK) banyak di manfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat yang berada di kawasan hutan. Hasil hutan ikutan saat ini lebih banyak terdapat pada daerah hulu sungai. tumbuhan obat dan rempah-rempahan. Dilihat dari nilai ekonomi dan ekologi. bahan baku kerajinan. Akar Ginseng. Akar Sutra. Kulit Kayu Gemor. beberapa jenis Damar. Sirap dan Sarang Burung. tumbuhan berbunga. Lahan dan Jasa Lingkungan SoB Potensi Sumber Daya Alam <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Potensi Hasil Hutan Kalimantan Kaya dengan hasil hutan baik itu kayu non kayu. Hasil hutan non kayu sebenarnya tidak kalah potensinya. . Sendi Adam. Penawar Bisa. Berdasarkan data dari Dinas Kehutanan potensi hasil hutan non kayu untuk jenis rotan mencapai 839. Potensi HHBK tersebut pada umumnya tersebar tidak merata pada tipe Hutan Hujan Tropika (Tropical Rain Forest) baik dataran tinggi (Tropical Mountain Rain Forest) maupun dataran rendah (Tropical Lowland Rain Forest).

karet. obatobatan dan rotan Karet. Dengan pemanfaatan seperti ini bambu adalah komponen penting dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Dayak.500 kg. walatung/ manau. Sedangkan populasi kayu manis belum produktif (berumur kurang dari 7 tahun) sebanyak 9. karena hampir setiap aktivitas kehidupan masyarakat Dayak menggunakan unsur bambu untuk mendukung kehidupannya. Di Loksado minimal terdapat 17 jenis bambu dengan luasan area yang sangat besar (R. dari pemanfaatan untuk kerajinan. damar. kayu manis. HHBK yang paling banyak di usahakan di Pegunungan Meratus adalah perkebunan karet rakyat. 2002). Berikut 4 kampung dengan NTFP sebagai basis utama penghasilan masyarakatnya yang dapat dianggap mewakili kampung lain yang ada di Pegunungan Meratus. Madu . bambu dan obat-obatan.950 pohon x 10 kg = 459. terutama di lereng sebelah barat dan utaranya. kayu manis kering jemur. Kemiri. No 1 Kampung Kampung Malaris (Loksado/HSS) 2 Kampung Kiyo (Batang Alai Timur/HST) 3 Kampung Tampaan (Halong/Balangan) Hasil Hutan Non Kayu kemiri. Hulu Sungai Tengah adalah kabupaten yang menempatkan karet sebagai produk unggulannya. bamban. Pisang. Di Malaris Rata rata kayu manis efektif yang di panen menghasilkan 10 kg kayu manis kering siap jual sehingga potensi produk kayu manis saat ini adalah 5. Bambu. peralatan dapur bahkan untuk kelengkapan upacara ritual aruh adat. Salah satu kampung penghasil adalah Malaris.Namun semua jenis tersebut belum maksimal dimanfaatkan.900 pohon. kayu manis. Bambu di kawasan Pegunungan Meratus biasanya terdapat di bekas-bekas ladang dan kadang bersama mengisi relung yang ada dengan tanaman perkebunan lainnya seperti kayumanis dan karet. Udur. Potensi ini tersebar merata di sebagian besar kecamatan ini. Sentra lain terdapat di Kecamatan Loksado (HSS) dan Kecamatan Halong (Balangan). keminting. damar. rotan. Hal ini berhubungan erat dengan kearifan tradisonal masyarakat adat di kawasan ini. Potensi lain yang tidak kalah melimpah adalah bambu. karet. buah-buahan. BOX : Potensi& Nilai Ekonomis Hasil Hutan Bukan Kayu di Lokasado Pegunungan Meratus : Loksado juga terkenal dengan produk kayu manis (Cinnamomum burmanni Blume). Berbagai macam bambu dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai macam kepentingan juga.

Damar. Buah-buahan Sumber : Menggali Kearifan di Kaki Meratus. Hal yang sama juga terjadi pada produk madu.92 ton.501.<!--[endif]-->Hutan : 7. Sungai Durian/Kotabaru) Madu.66 76.<!--[endif]-->Kayu Alam <!--[if !supportLists]-->.18 ton.4 Kampung Rantau Buda (Kec. .168 Ha <!--[if !supportLists]-->.91 ton yang tercatat sejak tahun 1996 hingga tahun 2000.17 ton dan kembali meningkat di Tahun 1999/2000 dengan jumlah produksi sebanyak 5.33 No Kabupaten Luas Areal (ha) Produksi (m3) 1 2 3 Nunukan Malinau Kutai Barat 1.836 4.000 2. Kabupaten Nunukan Dalam Angka Tahun 2002 2).430.255. 2002 dan Bank Data YCHI Tahun 1997/1998 produksi rotan Kalimantan Selatan adalah 1. BPS.855.700. Rotan Dan Tumbuh-Tumbuhan Yang Berkhasiat Untuk Obat-Obatan. Pegunungan Iban Belum di dapat secara pasti potensi kayu di kawasan Pegunungan Iban.413. Asumsinya bahwa kawasan hutan berada hampir di seluruh kawasan GB. Sarang Burung Walet.619.236.18 546.332 593.89 98.670. Kabupaten Malinau Dalam Angka Tahun 2001 Secara Umum di Kalimantan Timur Potensi SDA Katim<!--[if !supportFootnotes]-->[1]<!--[endif]--> <!--[if !supportLists]-->.205.<!--[endif]-->Hasil Hutan Ikutan : Gaharu. BPS. namun jika mengacu pada wilayah green Belt pegunungan Iban. Petensi Kayu bulat komersil Prosentase terhadap luas Kabupaten 8. meningkat di Tahun 1998/1999 sebanyak 5.66 1. BPS.50 Sumber : 1).725. Kabupaten Kutai Barat Dalam Angka Tahun 2002 3). Setidaknya data di bawah ini bisa menggambarkan potensi hasil hutan di kawasan tersebut : Tabel . Produksi madu hasil kegiatan perlebahan selama kurun waktu lima tahun sebanyak 249.

2005). Cu. Bahan galian C lebih di dominasi oleh tanah liat. potensi bahan galian batu bara lebih banyak terdapat pada kabupaten MURA. Dibawah ini dapat dilihat sebaran bahan galian yang terdapat di Kalimantan tengah dan sudah dikelola oleh beberapa perusahaan. di lakukan lagi penelitian oleh Pemda Kalteng dan ditemukan banyak potensi tambang di wilayah calon reservoir air / genangan daerah aliran sungai untuk hydro electric tersebut. <!--[if !vml]--> <!--[endif]--> Peta. Fe dan intan serta mineral-mineral industri seperti Kaolin. Pasir . Untuk bahan galian dengan jenis batu permata (kecubung) hanya terdapat di kabupaten Kotawaringin Barat.kapuas. PBB menugaskan Jepang (JICA) melakukan studi hydro power electric generator di wilayah Laung Tuhup dan Muara Joloi yang diketahui akan mampu memberikan daya listrik yang cukup untuk keseluruhan Pulau Borneo. bagian Utara Kalimantan Tengah merupakan jalur mineralisasi yang dikenal dengan “Borneo Gold Belt” yang menghasilkan berbagai mineral bernilai ekonomi seperti: Au. Ag.<!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Potensi Bahan Mineral – Energi Propinsi Kalimantan Tengah mempunyai banyak potensi SDA tambang. Pb. kaolin dan granit terdapat hampir di semua kabupaten.baik emas sekunder dan emas primer. Bahan galian A didominasi oleh batu bara dari pada potensi gas. Barito Timur. Di kalimantan tengah saat ini terdapat kurang lebih 20 perusahaan tambang emas yang saat ini masih dalam tahap melakukan penelitian dan eksplorasi (Potensi sumberdaya mineral pertambangan-gol A dan B . maka rencana pembuatan waduk PLTA tersebut dinilai tidak feasibel. Sedangkan batu gamping banyak terdapat di kabupaten kapuas. Berdasarkan data yang ada. bahkan ke wilayah lainnya. Bahan galian B hampir setiap kabupaten terdapat potensi ini. Batu Mulia terletak di Bukit Butik. Desa Tumbang Atei Kecamatan Sanaman Mantkei dan di Desa Rantau Bahai Kecamatan Katingan Hulu.KOBAR. BARUT. Barito Utara dan Mura. BARSEL dan BARTIM.KOTIM dan katingan). pasir kwarsa. Sebaran Potensi bahan meneral di kalimantan Tengah Pada daerah hilir lebih banyak tanah gambut (palangkaraya. Tahun 1997. Zn. Menurut Pemaparan Bupati tentang kondisi dan percepatan pembangunan di Kabupaten Murung Raya berdasarkan peta geologi lembar Kalimantan. Diwilayah Schawaner yaitu di kecamatan Sanaman Mantike terdapat batu granit. Peg Muller : Pada tahun 1961. GUMAS.

Bahari Cakrawala Sebuku (CBS).27 ha dilakukan oleh PT. Eksplorasi emas seluas 291 297. Secara keseluruhan realisasi ekspor batu bara Kalsel per Januari – September 2005 saat ini mencapai volume 39. Kutai dan Kuala Pambuang memiliki kandungan endapan minyak dan gas bumi serta batubara. pasir kwarsa dan batu gamping. PT AGM diberikan kesempatan bulk sampling sebesar 200.262.681. Adapun Tanah Laut telah meng ekspor biji besi + 300.729. bahan tambang emas belum berproduksi. Berikut gambaran lengkap potensi tambang di Kab.000 ton (Syaifullah Tamliha.503. intan.Kwarsa. Adapun yang sudah lebih dulu melakukan eksploitasi adalah usaha pertambangan emas rakyat yang oleh pemerintah dianggap illegal seperti di daerah Kusan. Saat ini Kalimantan Selatan merupakan penyetor terbesar di Indonesia dari SDA batu bara.71 persen dari waktu yang sama pada periode sebelumnya yang hanya 34.16.37 persen dari periode sebelumnya Rp 856.17 kilogram. Kuang Ye Int.73 atau naik sekitar 47. Pelaihari Mas Utama dan PT. tapi sejak tahun 2000 bulk sampling PT AGM telah mencapai lebih dari 200.582. Aneka Tambang/Pelsart (operasi tahun 2000). Menurut data yang tersedia dari sumber yang sama sampai tahun 2000. Dari total volume tersebut diperoleh pendapatan sebesar Rp 1. SDA lainnya adalah biji besi dengan potensi terbesar terletak di Tanah Bumbu yang diperkirakan sebanyak 140 juta ton.820. dan PT.721. 25 April 2006) dengan kwalitas yang cukup baik dengan kadar Fe mencapai 67.377.661. Pada bagiah tengah ditemukan sekungan Barito. 2006) ke China melalui PT. emas. MD. dengan dominasi terbesar oleh investor melalui PT. PT AGM telah mencatatkan produksi batubaranya sejak 1999.117. diantaranya ada 7 bahan tambang unggulan yaitu batu bara.000 ton per tahunnya. PT. Hulu Sungai Selatan sebagai gambaran kekayaan SDA Pegunungan Meratus : . Tanah Laut dan Satui (B. bijih besi. Post. Adaro Indonesia. Di Kalimantan Selatan setidaknya ada 22 bahan tambang yang berpotensi.526.13 kilogram. Selanjutnya Kotabaru. Catatan kantor Dinas Pertambangan Propinsi Kalimantan Selatan. Sejak tahun 1998 hingga tahun 2001 PT AGM telah memproduksi Batubara sebanyak 632. marmer. Bentonite maupun Granit. PT. Arutmin Indonesia. Meratus Sumber Mas (operasi tahun 1998). Perhitungan ini tentunya diluar dari kegiatan pertambangan illegal yang marak di Kalimantan Selatan yang mulai terasa sejak tahun 1999. atau naik sekitar 12. Jumlah tersebut dipastikan terus bertambah hingga akhir tahun 2005 (Desperindag Kalsel).711 ton.000 ton/th. Potensi batu bara sebagai SDA yang tidak pulih di Kalimantan Selatan diperkirakan + 3 milyar ton.

Telaga Langsat Kec. Loksado Kec. Lokasdo Kec. 4. Padang Batung Kec. Padang Batung 661.000 ton 632.852 juta ton 171. Padang Batung Kec. Loksado Kec.75 juta m3 238.36 juta ton Deposit yang ada merupakan sumberdaya hipotetik Lokasi Deposit Ket Sumber : Hasil Investigasi Advokasi Kamawakan oleh YCHI-Walhi-PIM Loksado.812. Lempung Kec.512.89 juta ton 4.875 juta m3 63. Padang Batung Kec. Angkinang* Kec.105. Padang Batung Kec. 10.68 juta m3 176. Padang Batung Kec.388 juta m3 540 juta m3 101. Padang Batung Kec.Bahan Tambang/ No. 9.5 ton 20. Loksado Kec.64 juta ton 10. Sungai Raya Kec. Galian 1. Sungai Raya 6 7.56 juta m3 77. 2.599 m3 41. 12. 13. Padang Batung Kec. 8. Loksado Kec. Telaga Langsat 5.08 juta ton 769. Sungai Raya Kec. 14. Bijih Besi Batu Gamping Kec.38 juta m3 90.455 juta ton 160.3 ton 12. Loksado 3. Marmer Pospat Kec. Pasir Kwarsa Basalt Lava Basal Sirtu Tanah Urug Konglomerat Granit Granodiorit Batubara Kec.825 juta m3 46. 11. 2005 (Hebat kali udah bisa ngitung giniian…) .

5 Bahan baku industri semen Bahan baku industri keramik Bahan baku industri cat Bahan baku genteng dan batu bata Belum dimanfaatkan Lumbis Labang Batu Gamping 5 Bahan baku industri semen Bahan penetral keasaman tanah Bahan campuran industri keramik dan bahan bangunan Bahan campuran industri Metalurgi Belum dimanfaatkan Krayan. Kec. optik. Batu Gamping dan Mata air Asin. Lumbis - Pasir kwarsa - Industri gelas.Ket : * bukan kecamatan di kawasasan GB Meratus Pegunungan Iban. Potensi Bahan tambang yang terdapat di kawasan pegunungan Iban diantaranya Emas. 1 Nunukan Nunukan Komoditi Desa Lempung Luas (ha) Patner usaha Trend pasar 17. industri keramik Bahan kontruksi Belum dimanfaatkan . Lempung. Granit. Berdasarkan data yang di dapat dengan pendekatan wilayah adminstrasi adalah seperti tabel di bawah ini : Tabel. Potensi Bahan tambang di Pegunungan Iban LOKASI No Kab.

Pegunungan Schawaner di Kalimantan Tengah bertemu dengan bagian barat pegunungan Kapuas Hulu disepanjang perbatasan Serawak dan Kalimantan.50 Juta Ton. melalui bagian tengah dan bagian utara pulau ini.LOKASI No Kab. .680 Bscf (Billion Standard Cubic Feet) <!--[if !supportLists]-->• <!--[endif]-->Batubara : 21.00 Milyar Ton <!--[if !supportLists]-->• <!--[endif]-->Emas : 60. Desa Komoditi Luas (ha) Patner usaha Trend pasar bangunan Krayan Buduk Kinangan Mata Air Asin Industri garam Dimanfaatkan oleh masyarakat untuk konsumsi rumah tangga Long Nawang Long Pahangai Long Pahangai Emas - 2 Malinau 3 Kutai Barat - Emas - - - Sungai topai Granit - - - Sumber: Dinas Pertambangan Propinsi Kaltim Tahun 2003 Sumber Daya Mineral Dan Energi Diperkirakan : <!--[if !supportLists]-->• <!--[endif]-->Minyak : 1.17 Juta Mmstb (Million Metric Stock Tank Barrel) <!--[if !supportLists]-->• <!--[endif]-->Gas Bumi : 48. Satu cabang di bagian tenggara meluas ke Pegunungan meratus di Kalimantan Selatan. selanjutnya meluas ke Utara melalui jajaran Iran sampai ke jajaran Crocker di Sabah. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Potensi Keragaman Hayati <!--[if !supportFootnotes]-->[2]<!--[endif]-->Deretan pegunungan meluas dalam bentuk Y terbalik. Kec. yang merupakan daerah dengan flora tersendiri.

Gunung Sebagai Pusat Keragaman Hayati<!--[if !supportFootnotes]-->[3]<!--[endif]--> Gunung – gunung merupakan daerah yang sangat menarik dari segi biologi. Namun disayangkan keragaman hayati pegunungan di Kalimantan baru sedikit yang di eksplorasi secara ilmiah. 23 jenis (73%) merupakan jenis pegunungan. Gunung-gunung di Borneo dengan hutan dataran rendah di sekitarnya merupakan sebagian dari tempat-tempat keragaman hayati penting di pulau ini. tengkawang ( Shorea stenoptera). Gunung-gunung di Borneo dapat diibaratkan seperti pulau-pulau di lauatan hutan basah dataran rendah. dan karena isolasi ini kemudian mengembangkan jenis-jenis unik. Kawasan ini sangat kaya dengan keragaman fauna. Menurut regulasi perlindungan satwa baik internaional maupun nasional. Sampai saat ini paling tidak telah tercatat sebanyak 89 jenis mamalia. Selain itu dikawasan ini juga terdapat hutan agathis (Aghatis beccari) yang kondisinya relatif masih baik di kalimantan Selatan. Jenis tersebut sangat dicari oleh banyak kolektor termasuk Botanical Garden Edinburgh Inggris. pusat pembentukan jenis-jenis baru dan terjadinya endemisme. Owa owa . parvistipulata). 65 jenis ikan. MacKinnon). antara lain Macan Dahan (Neofelis nebulosa). Sembilan jenis endimik lainnya adalah lahung (Durio dulcis). damar merah (Shorea beccariana.Kebanyakan gunung di Borneo termasuk dalam satu unit pusat boigeografi <!--[if !supportAnnotations]->[R1]<!--[endif]--> yang memiliki flora dan fauna pegunungan yang khusus pulau ini (MacKinnon dan MacKinnon 1986). S. Meratus : Kawasan Meratus terkenal juga dengan endemisitas floranya. Mereka adalah keluarga palem paleman dan satu lagi adalah Rhododendron alborugosum. Dari jenis-jenis endemik di Borneo. Bukit Raya yang tingginya 2. Endemisme di gunung sangat tinggi untuk golongan binatang yang merupakan pemencar-memencar yang buruk. mewakili tempat pengungsian Kala Pleistosen. resak (vatica enderti) dan binturung (Artocarpus lanceifolius). misalnya menunjukkan endemisme di pegunungan Usambara Timur yang beragam dari 2% untuk mamalia sampai 95% untuk golongan senggulung (Rodgers dan Homewood 1982). barangkali merupakan gunung tertinggi di Kalimantan yang paling banyak diteliti dan merupakan daerah yang tinggi keragaman hayati (Nooteboom 1987 . 132 jenis herpetofauna (amphibi dan reptil). demikian pula 21 dari 44 jenis mamalia endemik di pulau ini. damar ( Shorea obscura. misalnya amfibi dan invertebrata. diantarnya adalah 12 jenis tanaman endemik yang hanya ada di kalimantan. Sisa-sisa hutan dataran tinggi di Tanzania. S. 334 jenis burung.728 m. tidak kurang dari 116 jenis satwa yang dilindungi dapat dijumpai di kawasan ini. rugosa). Pembukaan vegetasi pegunungan dan khususnya hutan pegunungan dapat menyebabkan kepunahan jenis-jenis yang unik. pitun (Shorea myrionerva). 173 jenis kupu-kupu yang tergabung dalam 417 jenis serangga.

6 jenis burung yang dilindungi UU. dan Troides amphyrisus thomsonii. Lutung Merah (Presbytis rubicunda). Kera. Jelawat (Tor tambra). Trogonoptera brookiana albescens. Burseraceae terdapat 30 jenis. Kucing hutan. shorea. Clusiaceae terdapat 33 jenis. Euporbiaceae terdapat 73 jenis. Vatica). Dendricitta cinerasceus. hutan alluvial. Ayam Hutan (Lophura ignita) dan Cukias (Lophura bulweri). Eugenia spicata. Castanopsis inermis. Pycononotus flasvescent. Kerabat kayu Gaharu (Amyxa pluricor). Shore peltata. jenis baru lainnya seperti Neo uvaria. 24 jenis endemic Borneo. Kijang. misalnya jenis pisang baw (Musa lawitienisi). Kancil Berang-berang. Shorea terdapat 30 jenis. 21 jenis ular dan 1 katak terkecil di dunia (Leptobrachella myorbergi) kurang dari 1 Cm dewasanya. Rhinom yas brunneata). Untuk jenis ikan ada 4. Dari 8 tipe hutan itu. Tingkat endemisitas satwa di kawasna ini pun cukup tinggi. Lithocarpus phillipinensis. Paras horea. diantaranya Harimau dahan. Rusasambar.150 mdpl terdapat 695 jenis pohon. Hout. terdiri dari 15 marga dengan 63 suku dan 50 jenis antaranya endemic pulau Borneo. seperti Orang utan. Beruang madu. hutan sub gunung. 41 marga. hutan Dipterocarpaceae bukit. Hirangan (Presbytis frontata) Bekantan (Nasalis larvatus). Chisocheton caulifloris.(Hylobates albibarbis). Myrtaceae terdapat 28 jenis. . Enggang gading. hutan berkapur. Terdapat 7 jenis kelompok primate. Dari kelompok burung yang teridentifikasi ada 301 jenis dengan 151 marga dan 36 suku. Biawak (Varanus salvator) Ular Sendok (Naja sumatrana). Suku Dipterocarpaceae terdapat 121 jenis. Tarsius. Betet-kelapa Filipina (Ciconia stormi). ada sekitar 1. Untuk reptilian dan amphibian. dimana tidak kurang dari 75 jenis. Kelasi. 15 jenis migrant. Dryobalanops. 12 suku dan 14 jenis endemic Borneo. Acuminatissima. Ficudela parva.150 mdpl. Luscinia calliope. Hopea.000 specimen dengan 112 jenis ikan. Beruk.1. Kelampiau.500 specimen. 6 jenis temuan baru di Indonesia (Accipernisus. King Cobra (Ophiophagus hannah). hutan sekunder tua. hutan gunung. 2 jenis buaya. Kaijang emas. 3 jenis kura-kura. hutan rawa. Flora Masuk ke dalam 8 tipe hutan di atas dengan ketinggian 50 . Muller : Ekosistem Terdapat 8 (delapan) tipe ekosistem yang dicuplik dari ketinggian 150 – 1. Elang Walacea (Spizaetus nanus). 26 jenis kadal. Fauna Di dalam kawasan TNBK terdapat 48 jenis mamalia. ialah tipe hutan Dipterocarpaceae dataran rendah (Dipterocarpus. 103 telah diidentifikasi dengan 51 jenis amphibi.

Keragaman jenis dari famili dipterocarpaceae ini terus menurun dengan naiknya ketinggian tempat. jenis owa. Sebaliknya migrasi babi hutan di daerah Kaltim dari sebelah utara ke selatan lebih banyak dibatasi oleh Pegunungan Muller di sebelah barat dan Sungai Mahakam di arah selatan. Medang (Litsea sp). Jenis lainnya adalah Ubah (Syigium sp). serta jejak kaki. Dari family Palmae ditemukan jenis Bambu (Bambusa spp). kecuali bekantan di daerah hilir sungai. Sedangkan untuk Orangutan di Kaltim. adalah berdasarkan informasi masyarakat sekitar yang pernah melihatnya di sekitar Sungai Boh di Kaltim. baik di sebelah Kalteng maupun Kaltim. Pulai (Alstonia scholaris) dan Belian (Eusideroxylon zwageri). Jenis lain yang khas pada tipe vegetasi ini adalah jenis Cemara gunung (Casuarina junghuniana) dan Ubah ribu (Syzigium sp). Resak (Vatica sp) dan Kapur (Driyobalanops sp). Kawasan ini merupakan ekosistem hutan dataran rendah hingga dataran tinggi yang mempunyai keanekaragaman jenis tumbuhan. Di sini terdapat jenis-jenis komersial. Pada Tipe Vegetasi Daratan Tinggi masih ditumbuhi berbagai jenis meranti. Tipe hutan tropis dataran rendah adalah hutan yang terdapat di kaki Pegunungan Muller. terbanyak adalah sekitar 134 jenis pada ketinggian di bawah 100 meter. ataupun jenis arboreal yang bergelantungan pada cabang dan ranting pohon yang menjulur ke seberang sungai. Namun. Bintangor (Callophylum inofilum) dan Durian burung (Durian carinatus). penyebarannya banyak dibatasi keganasan Sungai Mahakam. Kekayaan jenis ikan perairan tropis cukup tinggi. perburuan yang keras terhadap jenis badak di masa lalu telah berdampak signifikan terhadap kelangkaan dan kepunahannya sekarang ini. Sungai Mahakam menjadi pembatas ekologi bagi banyak mamalia yang tidak dapat berenang. Tipe vegetasi Daratan sedang masih didominasi oleh jenis-jenis dari family Dippterocarpaceae seperti Meranti (Shorea sp). Rotan (Calamus sp) dan Aren (Arenga pinata). di mana sejumlah 394 jenis di antaranya terdapat di Borneo dan sekitar 149 jenis di antaranya adalah endemik. Pada tipe ekosistem hutan daratan rendah didominasi oleh jenis dari family Dipterocarpaceae seperti Tengkawang tungkul (Shorea sp). . misalnya. Jenis lainnya seperti Jelutung (Dyera costulata). misalnya banteng dan badak di Pulau Kalimantan. seperti jenis dari meranti-merantian (famili dipterocarpaceae) ataupun jenis ulin (famili lauraceae).Eksistensi jenis mamalia besar. Panas yang tinggi dan level oksigen yang rendah dapat menghilangkan jenis-jenis tertentu dari tumbuhan dan hewan perairan. ataupun petunjuk lainnya seperti daerah mengasin atau sumber air garam. Kekhasan Ekosistem dan bervariasinya keadaan topografi kawasan memberikan peluang untuk hidupnya beranekaragam jenis tumbuhan yang hidup pada beberapa tipe ekosistem.

500 mdpl seluas 58. 41 invertebrata gua. ukuran tumbuhan semakin kecil dan lumut-lumut hijau semakin tebal menempel di kulit pohon. Untuk jenis yang tergolong langka. Kelempiau (Hylobathes moloch) dan Kera ekor panjang (Macaca fascicularis). serta sejumlah jenis flora dan fauna yang diduga jenis baru. mencakup hutan primer ± 45.000 mdpl atau <>Menurut Steenis analisis Citra Landsat ada 3 tipe ekosistem : <!--[if !supportLists]-->a. hutan lumu > 2. Jenis Mamalia lain yang sering terlihat di antaranya Beruang madu (Helarctos malayanus). Jenis satwa yang mendominasi dan paling sering terlihat di kawasan ini adalah jenis Primata (Monyet) seperti Orangutan (Pongo pygmaeus). hasilnya sebanyak 1. Jenis burung yang paling menonjol di kawasan ini adalah berbagai jenis Enggang (Bucerotidae).587. 24 jenis kupu-kupu. 282 jenis ngengat.<!--[if !supportFootnotes]-->[4]<!--[endif]--> Sayangnya enggang yang menjadi kebanggaan itu. Rusa (Cervus unicolor) dan Pelanduk (Tragulus napu). dan 82 jenis ikan. ekosistem hutan Dipterocarpaceaea terletak 100 .000 – 1. Disebutkan juga. satu jenis macan dahan. Rotan (Calamus sp) dan beraneka ragam jenis Kantong semar (Nephentes sp). Tercatat sedikitnya 40 jenis tumbuhan.03 Ha. non hutan ± 2. berdasarkan Management Plan 25 tahun TNBB-TNBR.07%.000 mdpl. Di antaranya jenis Cemara gunung (Casuarina junghuniana).1.Perbedaan yang terlihat jelas pada tipe vegetasi ini adalah munculnya lumut-lumut hijau di setiap batang tumbuhan. 17 jenis reptil dan 11 jenis ampibi. tersebar di ketinggian 1.<!--[if !supportFootnotes]-->[5]<!--[endif]--> Schwaner : Ekosistem Dilihat dari keberadaan ekosistem di wilayah green belt pegunungan Schwaneer yang masuk dalam kawasan TNBB – TNBR . dan 10 jenis burung yang endemik Kalimantan. tersebar di seluruh areal <> <!--[if !supportLists]-->b.8 Ha. setidaknya ada 10 jenis tumbuhan dan delapan jenis satwa berupa enam jenis burung.200 jenis tumbuhan.637.000 mdpl. <!--[endif]-->Tipe Ekosistem Pegunungan Bawah.26 Ha (32.500 mdpl. hutan pegunungan 1.30%) dari luas kawasan. <!--[endif]-->Tipe Zona Tropika.340.000 – 1. seperti Thismia mullerensis. termasuk jenis Enggang Gading (Rhinoplax vigil) yang menjadi maskot fauna Kalimantan Barat. . ada lima jenis ikan dan satu jenis tumbuhan yang termasuk jenis yang baru tercatat. sembilan jenis ikan. Pada tipe vegetasi Puncak Pegunungan. Di Kawasan TNBK yang termasuk dalam kawasan GB Muller pernah dilakukan inventarisasi. hutan perbukitan 1. 159 jenis burung. Pandan (Pandanus sp). dan satu jenis bulus. hutan bekas tebangan ± 9. saat ini sulit ditemui.489.500 – 2.

500 mdpl seluas 6. kera serta jenis predator pada belalang1. menyebar di ketinggian > 1. tersebar di seluruh areal <> Tipe Ekosistem Pegunungan Bawah. tersebar di ketinggian 1.587.500 mdpl seluas 58. ekosistem hutan Dipterocarpaceaea terletak 100 1.000 mdpl atau <> Tipe Zona Tropika. mencakup hutan primer ± 45.8 Ha. meranti. Di kawasan mendalam yang merupakan kawasan TNBK dan berada di tengah Pegunungan Kapuas Hulu dan Peg Muller yang terletak di kabupaten Kapuas Hulu.000 – 1.30%) dari luas kawasan.000 mdpl.930 Ha (3. terdapat jenis endemic kayu atau pohon Kalimantan kerabat kayu gaharu serta jenis endemic primata Kalimantan merupakan suatu potensi tersendiri dalam peruntukan kawasan konservasi. bekas hutan tebangan ± 299. <!--[if !supportAnnotations]-->[R2]<!--[endif]--> Keadaan flora juga didominasi akan jenis hama bagi peladang. trenggiling.<!--[if !supportLists]-->c. .07%. seperti jenis kayu belian.03 Ha. durian) secara alamiah. hutan lumu > 2. <!--[endif]-->Tipe Pegunungan Atas. Untuk di Desa Nanga Kalan sendiri. babi. non hutan ± 2.000 – 1. karena dengan adanya burung enggang sering dipercaya kemunculannya dan suaranya tersebut menandakan akan terjadinya suatu perubahan musim1. menyebabkan hilangnya rantai kehidupan di sekitar Desa Kalan dengan serangan hama belalang. masuk ke dalam tipe zona tropika yang mana di sekitarnya banyak terdapat jenis kayu belian dan pepohonan buah-buhan yang bersifat keras (cempedak. hutan perbukitan 1. hutan pegunungan 1.500 – 2.340. yang menyebabkan gagal panen dan memperoleh kerugian sekitar 2 juta per KK yang membuka ladang1. enggang gading dan burung pungkapung/kroak sejenis burung untuk menunjukan keberuntukan kawasan perladangan. Kejadian hama belalang ini pada musim panen tahun 2005. mayas (orang utan).489. pelanduk. mencakup hutan primer ± 6. dipercaya oleh masyarakat sebagai suatu pemebritahuan musim.637. hutan bekas tebangan ± 9.26 Ha (32. seperti kijang.000 mdpl.420. 93 Ha. Berdasarkan Management Plan 25 tahun TNBB-TNBR.500 mdpl. Ekosistem pegunungan bawah memiliki keragaman jenis pohon serta individu yang lebih tinggi dari zona lainnya.81 Ha.83%) dari luas kawasan. Ini terjadi suatu kehilangan jenis flora-fauna yang dianggap saklar oleh masyarakat di sekitar kawasan Mendalam hilang bahkan punah. Membuat ekosistem berupa flora – fauna dan plasma nuftah dikawasan ini beragam sesuai dengan tingkat tipe ketinggian perbukitan. Namun dengan potensi ini mengakibatkan tergiur pengusaha kehutanan untuk memanfaatkan potensi kayu yang ada di dalam hutannya. langsat. Perubahan ekosistem yang disebabkan oleh aktivitas kehutanan. Dari jenis flora dan fauna yang dulunya dimiliki di sekitar kawasan Mendalam.

Lauraceae. Di sekitar kawasan terbuka (kawasan HPH dan sekitar ladang) terdapat Rusa sambar. Trischostosia velutina). Osmoxylon helleborinum.420. Pada ketinggian 250 -700 mdpl pada lereng bukit di dominasi famili Dipterocarpaceaea. Binatang pengerat pada ketinggian 2. Flora Telah terinventarisasi ada 817 jenis (610 marga dalam 139 suku).. tupai besar. Pometia piñata. Musang congkok. Selain itu juga ada jenis tumbuhan „Bungon Pemaceh‟ sebagai obat kontrasepsi. Pandanus sp. beruang. Pinanga rivularis. Saurauria angustifolia. Syzigium lineatum). Lithocarpus cooertus dan Knema sp. bajing kecil. Lauraceae. Jenis Primata dari ketinggian 100 – 1. 140 jenis aves (burung). mencakup hutan primer ± 6. terdiri dari 65 jenis mamalia. Wau-wau tangan hitam. juga ditemukan anggrek (Apendicula alba.Tipe Pegunungan Atas. Schefflera sp. Musang bogoh. Ketinggian 1. Ketinggian 1. „Bayan Akah‟ kulit berwarna kuning sebagai pematik api.000 – 2. Pada sekitar lereng ketinggian 400 – 700 mdpl terdapat landak. Liana „Kanyong‟ sebagi racun di ujung tombak atau anak panah.000 mdpl di dominasi famili Dipterocarpaceaea juga Myrtaceae.200 mdpl terdapat hutan kerangas dari suku Myrtaceae jenis (Syzigium rhamphiphyllum. bekas hutan tebangan ± 299. Trichostosia lanseolaris. Ficus riber. Fagaceae dengan jenis Aporosa sp. Linsang bergaris.000 – 1. Igunura walici.600 mdpl hutan tipe kerangas dengan suku Euphorbiaceae.000 mdpl ada Tupai pohon. 7 jenis amphibian. Asplenium sabaquatile. Fauna Terdapat 221 jenis yang telah diidentifikasi. dikawasan punggung perbukitan sekitar sungai Ella terdapat jalur jelajah Orang utan dan Singapuar. menyebar di ketinggian > 1. Neuclea rivularis. Ficus microcarpa. Kelasi.278 mdpl ditemukan hutan lumut yang di dominasi dari suku Ericaceae. Artocarpus altilis. tupai bergaris. tupai hitam bergaris. Palaquium dasyphyllum. Pinanga spp).. Agathis bomeensis. Kucing hutan. bajing tanah bergaris tiga. genus Shorea spp. Elaeocarpus glaber. Pterospemum sp.81 Ha. pasak bumi „Seloang Belum‟ sebagai obat kuat (tonik).vegetasi hutan ekosistem tropika tersebar di sepanjang Sungai Jelundung. Napu. Tenggalung. Syzigium rosttratum. Sapotaceae. bajing kelapa.83%) dari luas kawasan. Michelia sp. Baccaurea racemosa. Musang bergaris... Euphorbiaceaea dan ada Rafflesia tuan-mudae Becc.930 Ha (3. Dillenia beccariana. Ketinggian 700 – 1.200 mdpl ada lutung. Palem-paleman (Areca spp.. Hopea spp. Bolbitis sinuatar Jenis umum.500 mdpl seluas 6. Ketinggian 2. „Ramoy‟ sebagai obat diare. Listhocarpus ewyckii. Salacca zalacaa. Tectaria hosei. Rubiaceae serta jenis palma dan liana. Dipteres lobiana. Informasi dari masyarakat . bajing tanah. Serawai dan sungai kecil lainnya dengan jenis khas Dipterocarpus oblongifolius. jenis Ungulata (Kancil. Litsea densifolia. Ekosistem pegunungan bawah memiliki keragaman jenis pohon serta individu yang lebih tinggi dari zona lainnya. Kijang). Sapotaceae. 93 Ha. 9 jenis reptilian. Rhododenron sp.200 – 1. Ficus macrostyla.

Secara keseluruhan kawasan ini tertutup oleh vegetasi tingkat pohon yang penyebarannya bervariasi dari kaki bukit hingga ke puncak puncaknya. bangsa capung (sibar-sibar betina. Vegetasi di Bukit Raya secara vertikal dapat dibagi dalam zona-zona menurut ketinggian dan tipe tanah. kadal Spenomorphus sp. burung Kuau kerdil Burung Enggang gading. Kancil (Tragulus sp) dan berbagai jenis Primata. ular Lamaria schegeli. Sedangkan pada daerah puncak Bukit Raya ditemukan berbagai jenis dari famili Ericaceae. 2 jenis burung „new record‟ (Punai Imbuk. yang dibuat di sepanjang sungai. diantaranya berbagai jenis mamalia darat. Vegetasi pada dataran rendah (kaki bukit) hingga ketinggian 400 m dpl menunjukkan kekhasan hutan hujan dataran rendah yang mengandung ± 30% species dari famili Dipterocarpaceae. Jenis Kupu-kupu seperti kupu-kupu sayap burung. 52 jenis burung dilindungi UU. sibar-sibar cincin mas.000 . jenis Tongerert. Babi hutan (Sus barbatus). keluing biasa keluing raksasa. kupu-kupu jeruk sayap panjang. biawak hijau. Jenis tumbuhan dan famili Dipterocarpaceae didominasi jenis Shorea spp dan Hopea spp. Pada ketinggian antara 1. kupukupu sayap burung paris. terutama Kelempiau/Owa (Hylobathes agilis). Pegunungan Iban : Kawasan ini memiliki kenakeragaman hayati yang berlimpah. Sedangkan jenis lainnya terdapat Agathis bornencis dan beberapa jenis dari famili Myrtaceae dan Sapotaceae.1. serangga ranting dan daun (belalang ranting dan muda). Macan dahan (Neofalis nebulosa). kupu-kupu jesebel.binatang yang punag ada Badak. sibar-sibar raja. seperti Beruang madu (Helarctos malayanus). Tembadau (Banteng). Salah satu jenis flora dilindungi yang ditemukan di kawasan ini adalah Bunga Rafflesia spp. kura-kura. Jenis fauna yang menjadi primadona kawasan ini adalah jenis burung Enggang Gading (Buceros vigil). Jenis insekta seperti keluing pil raksasa. Burung jenis ini mempunyai kisaran jelajah yang tidak terlalu jauh dari sarangnya. Satwa liar lainnya yang sering dijumpai. Penelitian-penelitian yang berusaha menggali potensi keanekaragaman hayati terus berlangsung. Pada tahun 1997 telah dilakukan Borneo Biodiversity Expedition to the Trans-Boundary Conservation Area of Betung-Kerihun National Park (West . Jenis Capung seperti capung jarum ekor porok. Burung terdapat 8 jenis endemic Borneo. sibar-sibar merah hitam. kelabang. Tipe vegetasi penyusun hutan berubah secara bertahap berdasarkan ketinggian tempat. sibar-sibar putih susu. capung jarum merah capung jarum zamrud. Ikn duyung (Duyung Irawadi). sibar-sibar hijau. keluing bergerigi. Jenis Herpetofauna seperti Kodok ada 91 jenis. Diduga jenis tumbuhan ini memiliki persamaan dengan hasil penemuan di kawasan Taman Nasional Kinabalu Serawak Malaysia. Burung Ruai. Uncal merah).200 m dpl (sekitar Bukit Birang Merabai) dan di lereng Bukit Baka merupakan tipe hutan kerangas yang ditandai dengan dominannya jenis Podocarpus imbricatus. sibar-sibar merah. seperti Kodok Bako dan Ular 168 jenis.

Malaysia) yang merupakan daerah Green Belt Pegunungan Iban disponsori oleh ITTO dan melibatkan sejumlah ilmuwan dan kelembagaan dari kedua negara dengan beberapa temuan antara lain: <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Pada kedua kawasan lindung tersebut ditemukan sejumlah jenis tumbuhan yaitu genera Laxocarpus. terutama di Sarawak. Microtopis dan Jarandersonia. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Tumbuhan langka Cyrtranda mirabilis di TN Betung-Kerihun. . <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Diidentifikasi 62 jenis palem-paleman dimana 2 diantaranya jenis baru. Indonesia) and Lanjak-Kentimau Wildlife Sanctuary (sarawak. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Tercatat 125 jenis ikan dari 12 famili (91 jenis ikan di Kalbar dan 61 jenis di Sarawak). <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Tercatat 41 jenis tumbuhan obat-obatan. Das Sampanahan dan DAS Satui Muller<!--[if !supportFootnotes]-->[6]<!--[endif]--> : Kondisi Sungai Barito berbeda dengan kondisi di Mahakam. 144 jenis tumbuhan menghasilkan bahan makanan. 30 jenis tumbuhan untuk bahan bangunan dan 60 jenis tumbuhan untuk berbagai macam bahan bangunan <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Ditemukan tumbuhan Hornstedtia spp yang digunakan sebagai indikator untuk menunjukkan bahwa lahan perladangan gilir balik sudah ditanami kembali.2. Lepisanthes. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Kedua kawasan kaya akan jenis Dipterocarpaceae. Dua jenis ikan dari genus Glaniopsis dan sejenis ikan Gastromyzon ditemukan pertama kali di Kalimantan. Potensi Jasa Lingkungan <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->DAS Pegunungan Meratus memiliki nilai penting sebagai pengatur tata air yang meliputi penyerapan curah hujan dan mengalirkannya ke dalam sistem drinase yang berada di bawahnya. DAS Barito. Hal ini diduga karena daerah hulu Barito adalah daerah yang kaya dengan hamparan rawa dan rawa gambut.1. C. 38 jenis tumbuhan untuk upacara.Kalimantan. Ardisia. di mana air Sungai Barito terlihat lebih berwarna gelap dibanding Sungai Mahakam. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Ditemukan 291 jenis burung dari 39 famili termasuk di dalamnya 20 jenis endemik dan 17 jenis burung migran yang secara keseluruhan mewakili 70% avifauna hutan daratan rendah Kalimantan.

Dasar sungai bagian hulu berpasir dan pada bagian hilirnya berlumpur sampai sepanjang kurang lebih 20 km dari pantai. atau paling tidak semestinya berupa hutan lindung. di daerah ini masyarakat sudah mulai membuka hutan untuk berladang dan mengambil kayu secara ilegal. Panjang aliran utama sekitar 60 km dengan lebar antara 50-60 meter dan semakin melebar (> 200 meter) pada bagian muaranya. Sungai Barito dan Mahakam dicirikan oleh zona riam yang ganas. tempat tim ekspedisi turun dari Penyungkat. DAS Bungan dan DAS Embaloh. Diperlukan suatu keseriusan untuk menyelamatkan hutan di kawasan ini yang merupakan hulu dari anak-anak sungai yang menuju ke Mahakam dan Barito.<!--[if !supportFootnotes]-->[8]<!--[endif]-> . mayflies) di atas perairan Sungai Barito pada sore hari yang memberikan nuansa warna putih di sekitar permukaan air. Daerah Penyungkat di kaki Muller adalah daerah cagar alam. Sedangkan daerah Penyungkat adalah daerah anak Sungai Mahakam. Daerah ini belumlah daerah yang terakhir di hulu Mahakam. Dari kaki-kaki pegunungan Muller mengalir sungai-sungai kecil yang membentuk DAS besar seperti DAS Kapuas. Salah satu pemandangan yang agak asing adalah teridentifikasinya sejumlah besar serangga air (famili ephemeroptera.275 ha dengan pola drainase paralel. yaitu di Sungai Sebunut dan daerah Long Bagun. DAS Sibau. Meski demikian. DAS ini luasnya 89.<!--[if !supportFootnotes]-->[7]<!-[endif]--> Pegunungan Iban : Daerah Aliran Sungai (DAS) yang terbentuk dari hulu sungai-sungai yang mengalir ke Provinsi Kalimantan Timur dan Sarawak adalah DAS Simenggaris. juga berbagai material yang mengendap pada dasar sungai.Air tanah yang meresap melalui media yang masam seperti gambut akan mengakibatkan airnya menjadi sangat masam dan berwarna hitam. Ancaman kerusakan dari daerah Kaltim diperkirakan lebih besar mengingat tipe hutan di bawah dinding Muller masih memiliki keragaman jenis yang tinggi dan menyimpan potensi besar untuk kayu-kayu komersial. di mana kecepatan arus bertambah dan tidak adanya endapan-endapan pasir. DAS Mendalam.yang terdiri dari Sub DAS Simaja dan Wawasan. Tumbang Keramu dan Tumbang Topus adalah dua desa terujung di hulu Barito sehingga lebar Sungai Barito sudah terasa menyempit. Aliran sungai Simenggaris masih dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Menyelamatkan daerah Muller suatu keharusan karena di sana berawal banyak anak sungai yang bermuara ke Sungai Barito dan Mahakam. memiliki karakteristik sangat berbeda dengan zona arus lambat.

Antimoni. Panjang aliran sungai Tabur sekitar 39. air. Panjang aliran sungai yang masuk dalam areal HPH sekitar 52 km dengan lebar sungai antara 20 – 50 meter dan kedalaman antara 1 – 3 meter. Mentatai. Dengan kondisi geologi perbukitan & pengendapan di kawasan bukit serta keadaan tanah yang berupa podsolik merah – kuning yang berasal dari batuan endapan. . berhulu di Sabah (Malaysia) dan bermuara di Laut Sulawesi (Selat Makasar). Tepilan dan Apan.62 juta. Tebing sungai berlereng agak curam sampai curam yang ditumbuhi vegetasi semak. 48. dan akan terus menjalankan peran penting pada pembangunan masa mendatang. Muara DAS Katingan meliputi Sungai Bimban. dan sungai ini tidak dipengaruhi oleh pasang surut air laut8. ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Labang. DAS ini merupakan aliran drainase pantai dimana seluruh wilayahnya berupa rawa dan bakau serta dipengaruhi oleh pasang surut. dan penyediaan air untuk masyarakat dan sistem pertanian. Sebuah lembaga Internasional pernah melakukan penelitian di sebuah DAS untuk menilai secara ekonomi air dari Sungai Kelay dan Sungai Segah. Sebagai daerah tangkapan air dan persediaan air serta kawasan perlindungan tata air untuk DAS Melawi (Kal-Bar) dan DAS Katingan (Kal-Teng).595 ha mempunyai pola drainase dendritik.2 miliar. DAS Sebakung seluas 101. atau sekitar US $ 5. Samba. Juoi.780 ha. Umbak. Jelundung. Panjang aliran sungai Sembakung adalah sekitar 115 km. Muara DAS melawi meliputi Sungai Ella hilir. Hutanhutan tersebut merupakan bagian penting dari karakter fisik dan ekonomi Kabupaten Berau. ini merupakan suatu potensi yang sangat besar dalam pertambangan di wilayah pegunungan Schwaner. dengan kecepatan aliran rata-rata sekitar 0. Sangkei. Melalui penyediaan fungsifungsi tersebut infrastruktur penting dan sistem pengairan dilindungi. Senamang. Hubungan antara hutan. Dasar sungai berbatu dan dijumpai adanya beberapa riam (jeram) di bagian hulu. Area berhutan dari daerah aliran sungai (DAS) Kelay dan Segah juga memberikan fungsi ekologi yang penting dalam pengaturan kecepatan arus dan muatan sedimen. Dasar dan tepi sungai berbatu pada bagian hulu ditumbuhi oleh vegetasi semak. dan kualitas air terjaga.Pada wilayah perbatasan ini juga terdapat DAS Tabur yang didalamnya terdapat areal kerja HPH seluas 5. lebar antara 35 – 50 meter dan secara umum DAS Sembakung mempunyai arus sungai dari agak deras sampai dengan deras. Agison. Tai. Serawai. Selain itu terdapat pula DAS Sebuku yang mempunyai pola drainase modifikasi dendritik dengan luas sekitar 68. seperti Batubara. Diperkirakan kedua sungai tersebut memiliki nilai per tahun saat ini sekitar Rp. Uranium. Pada bagian hulu DAS banyak terdapatriam/jeram dan air terjun yang dipengaruhi curah hujan.5 km dengan lebar antara 20 – 50 meter serta dasar sungai berpasir – berlumpur. Hiran.<!--[if !supportFootnotes]-->[9]<!--[endif]--> Schwaner :Rantai pegunungan Schwaner tersebut merupakan daerah tangkapan air utama untuk Sungai Kapuas di Kalimantan Barat dan Sungai Katingan di Kalimantan Tengah.45 meter/detik. DAS Sebuku terdiri dari Sub DAS Kapukan.350 ha. Jenis potensi tersebut berupa bahan tambang yang tergolong ke dalam golongan galian C yang sangat berpotensi. Ambalau. Lekawai.

Pembuatan zona pemanfaatan tradisonal/enclave terhadap desa . deras. panjang Sungai Bungan 50 Km dari mata air Gunung Liang Cahung. Karakter sungainya banyak jeram/riam dan gua alam akibat susunan geologi berupa batuan kapur. Sub DAS Embaloh bermuara di Nanga Embaloh di DAS Kapuas. Karakter sungai banyak berjeram/riam dengan tertinggi pada jeram matahari yang juga mengandung mineral emas dan di rambah secara tradisional. keruh. pemungut tengkawang. Masyarakat mengandalkan Sumber Daya Alam seperti peladang. terletak di sebelah Timur Sub DAS Embaloh dengan batas puncak Gunung Lawit. Dimana tersebar pada bagian-bagian sesuai dengan mata angin yang membentang di pegunungan. jernih. panjang Sungai Hulu Kapuas/Koheng 100 Km dari mata air Gunung Cemaru. menjadi andalan penduduk di Banua Martinus dan Nanga Embaloh serta ibukota kecamatan Embaloh hilir. di bagian Tengah Dayak Bukat. tarian. (Umak) di KalTim sampai ke barang kerajinan. bukit Lanjak.Muller & Kapuas: Ada ratusan jaringan sungai kecil dan besar masuk dalam system DAS Kapuas. Selain itu juga sebagai tempat pencarian menangkap ikan dan sebagai sarana transportasi sungai. Sub DAS hulu Kapuas/Koheng dan Sub DAS Bungan di bagian Timur. Dusun Sungai Ulu Palin. jeram yang cukup tinggi). Panjang Sungai Embaloh 95 Km di ukur dari puncak Gunung Tunggal sampai muara Sungai Paloh. pada bagian Barat di humi Dayak Iban dan Tamambaloh. Potensi sosial terutama budaya dan etnik Dayak. upacara tardisi dan kearifan local masyarakat dalam berinteraksi dengan alam. Sub DAS Kapuas Koheng. minuman. diantaranya Sub DAS Embaloh di bagian Barat. dalam. terletak di sebelah Timur Sub DAS Sibau dengan karakter aliran sungai deras di perhuluannya. Desa Ukit-ukit.. Panjang dan kondisi sungai bervariasi mulai yang lebar. Dari jumlah penduduk relative kecil jika dibandingkan dengan luas kawasan penyangga TNBK. Sub DAS Bungan. merupakan ujung (Uncak) Kapuas merupakan bagian dari pegunungan Muller. pemburu dan pencari ikan. Sub DAS Sibau – Menyakan dan Sub DAS Mendalam di bagian tengah. Sub DAS Mendalam. berlumpur. Dari rumah panjang (Betang) di Kal-Bar. dan beberapa sub DAS. Tipe sungai kelurusan yang dapat berupa patahan-patahan/kekar-kekar dengan jurang yang terjal dan licin serta berlantai dasar batuan induk hitam akibat aktivitas vulkanik pada PostEocene. panjang Sungai Menyakan 65 Km dari mata air Gunung Lawit. Desa Sei Sedik. makanan. Penduduk yang mendiami di sekitar pegununagn Muller & Kapuas Hulu ialah suku Dayak. berbatu berans (tenang. pemungut gaharu. Dimana juga banyak ditemui sumber air yang lebih asin (Sepan) ketika air sungai meluap. terletak di Selatan Sub DAS Kapuas Koheng berbatasn dengan Kal-Tim dan Kal-Teng masuk dalam jajaran pegunungan Muller. panjang Sungai Mendalam 30 Km dari mata air Gunung Batu. sempit. di bagian Timur Dayak Punan. dangkal. panjang Sungai Sibau 25 Km dari mata air Gunung Aseh. Sub DAS Sibau.

Iban. tempat minum binatang.<!--[if !supportAnnotations]-->[R3]<!--[endif]--> <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Wisata Schwaner : Kekayaan sumber daya alam. arung sungai dan jeram di Sungai Bungan dan jeram matahari. . terletak di atas Desa TumbangTabulus serta kehidupan masyarakat Dayak dan Melayu yang bermukim di sekitar kawasan.770 mdpl. Dari peta RTRWK Kabupaten Gunung Mas setidaknya terdapat 3 kawasan wisata alam yang berada di Kawasan Schawaner dan Muller. pendakian G. bengkirai dan ulin yang mengelilingi Desa Pembeliangan. Di Kecamatan Nunukan terdapat Air terjun Sungai Binusan. Objek wisata budaya setempat yang ada antara lain berupa rumah betang panjang (long house) serta kesenian tradisional dari masing-masing anak suku yang ada di peg. Orang Punan Hovongen menyebutnya „Diang‟ (lubang gua) di Tanjung Lokang.240 mdpl. Iban : Wisata budaya yang merupakan kekayaan nilai nilai tradisional yang masih melekat secara kuat dalam kehidupan sehari-hari. Ada beberapa potensi yang terdapat di kawasan TNBK. Embaloh dan Kapuas hingga ke Sungai Mahakam memberikan kesan petualangan yang sangat menyenangkan serta pemandangan bentang daratan yang ditutupi kabut pada bagian-bagian puncak bukit. Muller : Menyusuri sungai dan melewati jeram-jeram di sepanjang Sungai Sibau. seperti pemandangan yang unik dan jalur pendakian. telah dipromosikan melalui equator expedition. pegunungan kapur dan gua di hulu Sungai Bungan.278 m dpl) merupakan puncak gunung tertinggi di Kalimantan (bagian Indonesia). namun dalam dokumen tersebut tidak disebutkan namanya.790 mdpl. Wisata Sejarah Rumah Betang di Kecamatan Katingan Hulu merupakan keunikan sosial budaya tersendiri yang berpotensial mendatangkan wisatawan yang tertarik dengan wisata budaya dan alam. Kegiatan pendakian ke puncak Gunung(Bukit) Raya (2.di kawasan TNBK salah satu alternative mengatasi permasalahan pengelolaan kawasan yang penduduknya makin bertambah. Sepan. Lawit 1. seperti pohon meranti. Condong 1. panorama alam dan beranekaragam fenomena alam serta berbagai jenis budaya masyarakat setempat. sumber air panas yang terdapat di Sungai Bukit Rimban. G. Kerihun 1. serta terkadang melintas berbagai jenis satwa liar seperti Burung Enggang (Bucerotidae) dan Rusa menimbulkan kesan alami bagi penikmatnya. Wanawisata yang didominasi oleh vegetasi spesifik hutan dataran rendah. Disamping itu beraneka ragam pola kehidupan masyarakat yang tinggal di sepanjang sungai merupakan hal yang tak kalah menariknya. G. Suasana seperti ini tentu merupakan suatu daya tarik yang memikat bagi para wisatawan khususnya dari mancanegara yang lebih menyenangi kegiatan petualangan di alam bebas. Betung 1.150 mdpl dan G.

termasuk dalam kawasan ekowisata Kayan Mentarang tepatnya di Desa Tanjung Pasir. Binuang. . Goa Kelelawar. Objek wisata Air terjun Jantur Gemuruh terletak di Desa Mapan.3. termasuk dalam kawasan ekowisata Kayan Mentarang tepatnya di tepi hulu Sungai Krayan. Hudoq Apah terdapat di Desa Tering. Pusan dan Busaq Baku) di Desa Long Bawan. serta benda-benda pusaka yang bernilai seni dan magis (guci. antara lain tari gong. terletak di areal Taman Nasional Kayan Mentarang. membujur dari perbatasan Kabupaten Nunukan dengan Sabah Malaysia di bagian Utara sampai ke Kecamatan Kayan Hulu di Kabupaten Malinau dengan negara bagian Serawak Malaysia di Selatan. Pembuatan garam Gunung. Air Terjun Ruab Sebiling. Gunung Batu Sicien (Sicen). Upacara adat yang terkenal: Lamelah Tenan. Arung Jeram Sungai Lumbis dari Tao Lumbis ke Desa Labang. mandau. Kuburan batu. Erya Floribuda. Ba‟ Liku dan Pa‟Kebuan. Di Kabupaten Kutai Barat terdapat wisata Anggrek alam terdapat di Kersik Luway antara lain: Anggrek hitam (Coelogynepandurata). Erya Vania. Kecapi. Laliq Iqal. Di Kabupaten Malinau terdapat Pusat budaya kesenian bukan adat dalam terdapat di Long Nawang (Ibukota Kecamatan Kayan Hulu). Daerah Sungai Kayan yang sangat terkenal dengan arung jeram yang sangat terjal terdapat di Data Dian yang merupakan ibu kota Kecamatan Kayan Hilir. termasuk dalam kawasan ekowisata Kayan Mentarang tepatnya di Desa Tanjung pasir. Umumnya kondisi hutan di kawasan ini memiliki tutupan baik dan masih merupakan hutan primer dan sebagian hutan skunder. Potensi Tutupan Lahan & Tingkat Kekeritisan Lahan Berdasarkan data tutupan yang di miliki oleh Walhi pada tahun 2005 (Analisis Citra Landsat tahun 2004) terlihat seperti gambar di bawah ini menunjukkan bahwa kawasan hutan primer (hijau tua) dan hutan skunder (hijau muda) berada pada kawasan –kawan green belt. Suku Dayak Kenyah Lepo Jalau yang memiliki lamin adat dan seni budaya yang juga terkenal sangat rajin berladang. Hulu Giram Sungai Krayan. Ekowisata Kayan Mentarang. goa penyimpanan tulang dan pembusukan mayat. terletak di Desa Ba‟Liku daerah Krayan Hulu. Museum Mencimai terdapat desa Mencimai dan lamin sebagai pusat seni suku Dayak Tunjung yang terdapat di desa Mencimai. Daerah ini mempunyai bukti sejarah adanya bekas tangga jajahan dan makam tentara Belanda. Coelogyne dan Rocus Soini dan Bulpophylum Mututina. Engkuni. Perang. Suku Punan terdapat di desa Sambudurut yang dikenal dengan ketangkasan berburu serta ahli membuat sumpit dan racun sumpit serta tikar rotan. gong. C. tari koqoi dan tari samajau. baik seni musik maupun seni tari (Bambu. dll).1. Air terjun Tao Lun di Desa Patal. dan Benung . Di Kecamatan Krayan terdapat Wisata budaya yang menampilkan berbagai seni budaya suku Dayak Lun Dayeh. Batu berukir Paru‟Ating. tepatnya di tepi hulu Sungai Krayan.Di Kecamatan Lumbis terdapat Wisata budaya yang menampilkan berbagai jenis tari suku Dayak Murud yang sangat menarik. Eheng. terletak di hulu Sungai Main Desa Long Layu.

902 4. Kawasan ini juga memiliki semak belukar dan lahan terbuka kurang dari 1 % dan sisanya tertutup awan.35 jt Ha (82%) dan hutan skunder sekitar 245 ribu Ha (15%).179 juta Ha hutan dan hutan skunder 37 %. Di Kawasan Green Belt Pegunungan Muller (GBPMu).8 juta Ha atau 48 % dari total kawasan. Kawasan Green Belt Pegungungan Schawaner memiliki hutan primer 1. Kawasan Green Belt Pegunungan Iban memiliki hutan primer sekitar 3. Kawasan hutan ini terdiri dari kawasan Hutan Konservasi.659.017 juta Ha atau 27 % kawasan dan hutan skunder 1. Kawasan ini memiliki semak sekitar 1% dan tanah terbuka sekitar 0. Kawasan ini hanya memiliki 136 ribu Ha atau 7% dari total kawasan.09 %. Secara umum tutupan lahan Kalimantan pada tahun 2005 dapat dilihat pada gambar di bawah ini : <!--[if !vml]--> <!--[endif]--> Box : Kondisi Hutan Kalsel Kawasan Hutan dan Perairan Propinsi Kalimantan Selatan yang ditetapkan berdarsarkan peputusan Menteri Kehutanan Nomor 453/Kpts-II/1999 tanggal 17 Juni 1999 adalah seluas ± 1.651 jt Ha atau 76 % dari total kawasan dan hutan skunder sekitar 500 ribu Ha atau 10 % dari total kawasan. Sedangkan menurut Perda No.54 67. Ini menunjukaan kawasan GBPM sudah menuju kearah kritis. Hal ini juga ditunjukkan oleh kondisi Satuan Wilayah Sungai (SWS) utama yang berhulu sungai ke GBPM sudah kritis. Kawasan semak belukar sekitar 230 Ha atau 6%.565 9. kondisi hutan cukup memprihatinkan.Di Kawasan Green Belt Pegunungan Meratus (GBPM). Sedangkan kawasan semak belukar dan tanah terbuka tidak sampai dengan 1 %. ini juga menunjukkan bahwa hutan di Kalsel kurang dari itu karena kawasan GBPM termasuk juga ke propinsi Kaltim.494 Ha. 9 Tahun 2000 adalah seluas 1. Kawasan Green Belt Pegunungan Kapuas Hulu terdapat hutan primer sekitar 1. Kawasan ini memiliki hutan primer lebih dari 53 % dari total kawasan atau 1. Hutan Lindung dan kawasan Hutan Produksi dengan perincian luas sebagai berikut : Luas (Ha) Fungsi Kawasan SK Menhut Kawasan Konservasi (HAS & HPA) 175. Hutan Primer sekitar 55 % dan semak belukar 17 % atau 296 ribu Ha.003 Ha.839. kondisi hutan masih cukup bagus.09 Persen (%) Luas (Ha) Perda Persen (%) .

627 963.33 8.Kawasan Hutan Lindung (HL) Kawasan Hutan Produksi 554.001.884 265.139 1.333 0.650.884.268 688.0 ha).1 Prosentase (%) 17. Sel Laut.670 8.44 627.109.44 37.784 1. Oleh sebab itu tidak diketahui secara pasti luasan hutan kawasan Pegunungan Meratus.638 30.547 0.790 155.396 0.000.872.Kelumpang. Sel Sebuku (66.429 176. Kemudian dikurangi oleh Kawasan Hutan Produksi yang kemungkinan dalam data tersebut juga dimasukan dari wilayah Pulau Laut (Kotabaru sebrang) dan Kab.793 0.79 <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]->Hutan Produksi Terbatas (HPT) <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]->Hutan Produksi Tetap <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]->Hutan Produksi yang dapat Dikonversi (HPK) Total Luasan 1.65 34.185 .8 768.637 212. CA Tel. dan CA. Karimata (77.498.6 636.615 574.177 37.839. Pulau Kembang (60.293 20.4 29.0 ha).64 12. Luas Penggunaan Lahan Kalimantan Selatan Tahun 2003 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Penggunaan Lahan Hutan Dataran Tinggi Hutan Dataran rendah TAD Bekas Tebangan Lahan Kering Tidak Produktif Pertanian Lahan Kering Pertanian Lahan Basah Danau/Sungai Sawah Luas(Ha) 667.45 14.0 ha).065.447 16.737.7 6.2 14.927.0 312.83 58.494 100 1. CA Kep.12 60.003 100 Data di atas merupakan luasan kawasan hutan Kalimantan Selatan secara keseluruhan.07 10.659.7 58.745. Barito Kuala.444.9 11.0 ha). Paling tidak luasan hutan kawasan Pegunungan Meratus adalah luasan tersebut dikurangi luasan Cagar Alam (CA) Pulau Kaget (85.

Badan Planalogi Kehutanan Secara terperinci kondisi tutupam lahan dapat dilihat pada tabel Luas Tutupan Hutan (vegetasi) Kalimantan Selatan sebagai berikut : VEGETASI Danau/Air Luas (Ha) 8.504 14.78 Sumber : Pusat Data dan Perpetaan 1998.206 6.2 203.009 9.0 225.537.3 554.039.416.370. berdasarkan hasil penafsiran citra landsat yang berkisar dari tahun 1994 s/d 1997 di wilayah daratan Kalimantan Selatan diketahui bahwa luas daratan yang masih berupa hutan (berhutan) adalah sebesar 27 % dan daratan yang bukan berupa hutan (Non Hutan) sebesar 65 %.798.771 100. Keadaan Penutupan Lahan Propinsi Kalimantan Selatan Berdasarkan penafsiran citra satelit tahun 1994-1997 Penutupan Lahan Total Daratan yang ditafsir Berhutan Bukan Hutan Berawan Luas (ha) 3. 2003 Keadaan penutupan lahan propinsi Kalimantan Selatan.84 .10 11 12 13 14 15 16 17 Pemukiman Hutan Tanaman Industri Perkebunan Pertambangan Air Port Hutan Rawa Hutan Bakau Rawa Luas Provinsi Kalimantan Selatan 7.550 999.753.9 13.120 Persen Luas (%) 100 26.052 0.005 1.086 1.5 56.24 7. lahan pertanian. Penutupan lahan non hutan adalah penutupan lahan selain daratan yang bervegetasi hutan yaitu berupa semak/belukar. alang-alang dan lain-lain.6 348.435.98 65.742.182 2.703. pemukiman.294 0.7 40. lahan tidak produktif. Uni Eropa.032.248 288.000 Sumber : Citra Landsat (Photo Satelit).347 0.747.3 3. sawah.

14 7.00 106.778.255. 1998 Gambaran Luas Jumlah dan Luas Konsesi HPH 1980-1997 Di Kalimantan Selatan dan Areal Eks HPH Luas konsesi (Ha) Pengguna 1980 HPH Aktif Eks HPH Sumber : 1985 1.500 1994 1.Hutan dataran Rendah Hutan Dataran Tinggi Hutan Mangrove Hutan pegunungan Hutan Rawa Lahan Basah Tidak Produktif Lahan kering Tidak produktif Pemukiman Penutupan Lahan Lainnya Perkebunan Pertanian (blank) 1. yidak termasuk eks HPH Telah dilakukan perhitungan kembali oleh Badan Planalogi Kehutanan yang berdasarkan data citra satelit Landsat tahun 1997 s/d 2000.55 3.405.763.217. dephutbun.988.100 120. Planning Bereau.042.102.150.918. sensus pertanian 1993.198.63 0. ministry of Forestry and Plantation.559.310 195.078.697.70 1.383.347.255.00 129.56 0.950 1995 1.000 1990 1991 1992 1.04 0.950 1996 1997 1. 1998 <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Daftar Nama dan Alamat Perusahaan HPH.149.77 67. .73 Sumber : National forestry Inventory Project. BPS Catatan : Data Th 1996 & 1997 adalah HPH yang masih berlaku.91 651.00 79.58 181.950 1993 1.790 1.479.500 <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Statistik kehutanan.788.

TN.664.908 105.142.750 96.Perlindungan an Pelestarian Alam.500 100 5 36 59 Areal eks% <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Kondisi sedang-baik <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Kondisi rusak Sumber : Pusat Data dan Perpetaan 1998.Konservasi Flora dan fauna.877.61 .29 19.Konservasi Ekosistem air Hitam.200 7.950 59.Konservasi Gambut Tebal dan Konservasi Hidrologi.056. Badan Planalogi Kehutanan Pertambangan batubara juga ikut mengurangi tutupan lahan di Kalimantan Selatan seperti apa yang tergambar dalam data bukaan tambang dan reklamasi lahan PKP2B dan PETI di bawah ini Box : Kondisi Hutan Kalteng Berdasarkan data dari Dinas Kehutanan kalimantan Tengah.Taman Wisata.(tabel 1) HUTAN KONSERVASI Cagar Alam Suaka Marga Satwa Taman Nasional Taman Wisata 2.250.Perhitungan dilakukan pada 7 unit areal HPH aktif dan 6 unit areal eks-HPH.Konservasi Hutan manggrove.834 317.66 235.000 151.luas kawasan konservasi yang ada di kalimantan tengah seluas kurang lebih 2. kawasan ini terdiri dari CA.45 71.Suaka Margasatwa. keadaan penutupan hutannya adalah sebagai berikut : Areal HPH Penutupan Lahan (Ha) Luas areal yang ditafsir Hutan Primer Hutan Sekunder 573. Diketahui khusus pada areal HPH dan Eks-HPH di Kalimantan Selatan.250.877.66 ha.079.074 100 18 55 26 % HPH (Ha) 164.71 488.

namun sebagian besar atau seluas 7.% dari luas kalteng). Secara umum jenis fauna yang ada di sungai-sungai kalimantan tengah relatif hampir sama. Tabel 2.628.5 juta ha (62.350.<!--[endif]-->Hutan Rawa Gambut Tropika seluas + 2. sepat. Selain itu juga ada beberapa jenis ikan hias yang menjadi komoditas seperti ikan arwana dan ikan kakari/penganten (botia macracanta).4 juta ha (78% dari luas areal berhutan)merupakan hutan sekunder. Sedangkan jenis ikan untuk kebutuhan ekspor seperti jenis ikan bakut yang harganya mencapai Rp 60-70 ribu/ekor.<!--[endif]-->Hutan Hujan tropika seluas + 10.87 ha atau sekitar 65.363.018.43 31.04 253. patin dll.31 Ha atau sekitar 15. Untuk jenis ikan arwana saat ini hampir sulit ditemukan dan untuk jenis ikan botia masih banyak di temukan pada semua perairan (sungai)di kalteng.Perlindungan dan Pelestarian Alam Konservasi Hutan Mangrove Konservasi Ekosistem Air Hitam Konservasi Flora dan Fauna Konservasi Gambul Tebal Konservasi Hidrologi 1.51% <!--[if !supportLists]-->. Jenis ikan tersebut selain untuk kebutuhan pangan seperti gabus.40 37.280.55 161. (diskiripsi dan visualisasi ikan hias air tawar di kabupaten katingan.14 Di kalimatan tengah terdapat dua (2) buah Taman Nasional yaitu Taman Nasional Tanjung Putting (TNTP)yang terletak di kabupaten Kotawaringin Barat dan Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya yang terletak di Kabupaten Katingan.08% <!--[if !supportLists]-->.382.683. baung.225.023.55 Ha atau sekitar 5.katingan 2004) Berdasarkan data Dinas Kehutanan Propinsi Kalimantan Tengah (data kehutanan 2006) kawasan tutupan lahan berada pada sebagian besar kawasan di Provinsi Kalimantan tengah adalah hutan dimana secara garis besar dapat dibedakan menjadi 4 (empat) tipe hutan yang berbeda berdasarkan pada ketinggian tempatnya.04 .797.27% Kondisi tutupan lahan menurut wilayah propinsi tahun 2000 Hasil pengolahan data citra landsat sebagaimana tabel menunjukan bahwa areal berhutan di kaimantan tengah seluas 9.98 185. No 1 Penutupan Hutan dan lahan Hutan : Luas (ha) 9509010 % 62.093 jutaa ha atau 22% dari luas areal berhutan.DKP kab.<!--[endif]-->Hutan Rawa Tropika seluas + 2. yaitu: <!--[if !supportLists]-->.573. Hutan yang primer yang masuh ada diperkirakan seluas 2.849.

<!--[endif]->Perkebunan <!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->Hutan Lahan kering sekunder <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]->Tambak . <!--[endif]-->Rawa <!--[if !supportLists]-->8. <!--[endif]->Belukar Rawa <!--[if !supportLists]-->3.169. <!--[endif]->Pertanian lahan kering <!--[if !supportLists]-->6. <!--[endif]-->Hutan tanaman 2 Non hutan : 5. <!--[endif]-->Hutan Manggrove sekunder <!--[if !supportLists]-->6. <!--[endif]-->Hutan rawa primer <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Hutan Rawa sekunder <!--[if !supportLists]-->5.73 265 <!--[if !supportLists]-->1.410<!--[if !supportAnnotations]->[R4]<!--[endif]--> 406540 1979807 32772 264647 330022 1460950 549007 437 55779 59119 10330 1292 021 173 215 953 358 000 036 039 007 3. <!--[endif]->Belukar <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]->Pertanian lahan kering + semak <!--[if !supportLists]-->7. <!--[endif]-->Hutan Lahan kering primer 1864271 228737 4317428 2937095 45927 115552 1216 150 2817 1916 030 075 <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]->pemukiman <!--[if !supportLists]-->4.<!--[if !supportLists]-->1.

<!--[if !supportAnnotations]-->[R5]<!--[endif]--> Berturut-turut untuk luasan Hutan Primer (Virgin Forest).972 Ha. Bisa dibayangkan apabila dalam satu rotasi saja luas lahan kritis sudah mencapai ± 2. seperti pada tabel 3.23 100 Berdasarkan paper bapak Wardoyo (kepala balai pemantapan kawasan hutan wilayah V kalimantan tengah dan selatan . Secara statistik angka tersebut dapat dianggap sebagai salah satu indikasi akan ketidakmampuan HPH dan sistem yang ada dalam pengelolaan hutan berdasarkan prinsip kelestarian. HUTAN PRIMER (Virgin Forest) : (%) .326. hal ini kemungkinan disebabkan oleh perbedaaan sumber data/peta dan metode penghitungan yang dipergunakan.8 juta ha.0511. bagaimana pada saat setelah rotasi kedua. Data luas tersebut di peroleh berdasarkan hasil hitungan secara digital dengan perangkat lunak sistem Informasi Geografis (SIG) Arcview.815.803 Ha.0 juta da dan pertanian lahan kering 1.perkebunan.828. Logged Over Area (LOA) dan lahan kritis termasuk konversi untuk kepentingan non kehutanan 1.PM noor PO Box 62 telp. dan ternyata bahwa luasan lahan kritis lebih besar dari jika dibandingkan dengan luas hutan primer.Alamat kantor: jl. Data luas tersebut berbeda dengan luas kawasan hutan menurut SK Gubernur tahun 1999.1 juta ha didominasi oleh belukar rawa 2.411 Ha.<!--[if !supportLists]-->9.636 Ha dan 2. Menurut data yang dikeluarkan oleh Badan Planologi (BAPLAN) Departemen Kehutanan tahun 2000.587.772208 banjarbaru 70714 Sedangkan areal non hutan seluas 5. Luas Hutan Produksi Propinsi No.898 4. <!--[endif]->Tubuh air 3 Tidak ada data Jumlah 648478 15. ketiga dan seterusnya nanti. <!--[endif]->Terbuka <!--[if !supportLists]-->10. Dan sisanya berupa diantaranya belukar. HPH di Kalimantan Tengah pada Hutan Produksi (HP dan HPT) seluruhnya mencakup luasan 7.942. 2. Tabel Kondisi Kawasan Hutan Produksi Propinsi Kalimantan Tengah Berdasarkan Keadaan Penutupan Lahan.pertanian lahan baah dan daerah rawa. Kondisi Penutupan Lahan Pada Kawasan Hutan Kalimantan Tengah ( Ha ) A. total luasan areal kerja HPH dan eks.8 juta Ha.pemukiman. yang sudah semestinya harus menjadi bahan evaluasi kita semua dan pengalaman yang sangat berharga sebagai akibat dari sistem pengelolaan hutan yang sentralistik di masa sebelumnya. <!--[endif]->Transmigrasi <!--[if !supportLists]-->11.

12 0.636 34.92 37.com <!--[if !supportFootnotes]-->[6]<!--[endif]--> Chandradewana Boer/Rustam Fahmy/Emi Purwanti*.Areal HPH .Areal Eks.11 100 <!--[if !supportFootnotes]--> <!--[endif]--> <!--[if !supportFootnotes]-->[1]<!--[endif]--> Presentasi Kaltim pada Musrenbangnas RKP 2007 tentang rencana pembangunan kawasan perbatasan. Kompas * Sabtu.828. HPH Total Luas Penutupan Lahan Total Luas Areal HPH dan Eks.Areal Eks.815. dll. tanah kosong. April2006 <!--[if !supportFootnotes]-->[2]<!--[endif]--> Ekologi Kalimantan <!--[if !supportFootnotes]-->[3]<!--[endif]--> Ekologi Kalimantan <!--[if !supportFootnotes]-->[4]<!--[endif]--> .803 7.674 74.21 4.836 346. HPH Total Luas Penutupan Lahan B.298 1.366. HPH Total Luas Penutupan Lahan C.Areal Eks.587.Areal HPH .942.891 448.912 2.411 31. 09 Juli 2005 * .57 38. <!--[if !supportFootnotes]-->[5]<!--[endif]--> 12 Oktober 2005 Gatra.98 24. . HPH di Kalteng 1.600 2..754.10 2. LAHAN KRITIS & KONVERSI NON KEHUTANAN : Hutan rusak.595.972 23.19 5.Areal HPH . HUTAN SEKUNDER (Logged Over Area/LOA) : Kondisi Sedang s/d Baik . pertanian.78 2.

<!--[if !supportFootnotes]-->[7]<!--[endif]--> Institut Dayakologi <!--[if !supportFootnotes]-->[8]<!--[endif]--> Renstra Pengelolaan Kawasan Hutan di Perbatasan RI-Malaysia <!--[if !supportFootnotes]-->[9]<!--[endif]--> Nilai sumber daya air di kabupaten berau kalimantan timur.658.149. Hasil data konversi untuk kawasan non hutan 5.22 <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--><!--[if !supportAnnotations]--><!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]-->[R2]<!--[endif]-->Dipindahkan saja ke Bagian Potensi GB <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--><!--[if !supportAnnotations]--><!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]-->[R3]<!--[endif]-->Potensi Sosial <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--><!--[if !supportAnnotations]--><!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]-->[R4]<!--[endif]-->Setelah di konversi excel hasil tidak sesuai. TNC. 2002 <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--><!--[if !supportAnnotations]--><!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]-->[R1]<!--[endif]-->Lihat gambar 1.420 ha <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--><!--[if !supportAnnotations]--><!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]-->[R5]<!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--> .410 ha. Jadi jumlah keseluruhan adalah 14.

Berkat kepiawaian Redfield bertutur dan memberi gambaran detail tentang hutan hujan tropis di Peru. serta dataran tinggi yang membentang dari Bukit Raya hingga rangkaian Pegunungan Schwaner. Begitupun keberadaan suku Punan—yang dari hasil "bacaan" Taufik Rahzen. Sejak itu. lewat seni rajah di tubuh mereka. eksotisme kehidupan pedalaman menyeruak di antara kekayaan hutan rimba yang hijau. dan sejumlah binatang darat lain. Sementara lebih dari 210 jenis mamalia. antara lain. Jauh di hulu Sungai Rungan. keberadaan betang (rumah panjang) di Tumbang Anoi bisa jadi saksi pertemuan besar masyarakat Dayak pada 1894. dan pepohonan berlumut masih tumbuh alami di banyak tempat. Dalam pertemuan akbar yang diprakarsai Pemerintah Hindia-Belanda dan dihadiri hampir semua subsuku Dayak di Kalimantan tersebut. diperkirakan masih ada ribuan spesies yang belum teridentifikasi. "Belajar dari kasus hutan Peru. barangkali memang diperlukan ’dongengan’ dengan perspektif baru tentang berbagai misteri yang tersimpan di jantung Borneo. misalnya. di sela-sela pertemuan Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia (MSPI) di Tenggarong." Prosesi ritual masyarakat Dayak untuk melepas arwah leluhur mereka menuju surga lewat upacara tiwah. Sementara di hutan-hutan asli yang belum banyak dijamah manusia. rasa ingin tahu banyak orang pun muncul. Dalam satu kesempatan. hanyalah bagian kecil dari peristiwa menarik dari pedalaman Kalimantan. sekaligus menikmati proses kembali ke alam dalam pengertian yang sesungguhnya. "Hutan Kalimantan dengan segala produk budaya masyarakat yang ada di sana merupakan suatu misteri yang tak kalah menarik untuk dijelajahi. Adalah James Redfield. termasuk 44 jenis yang tidak terdapat di mana pun di dunia. berduyun-duyunlah para petualang memasuki hutan-hutan lebat di sana.posted by Save Our Borneo Movement @ 11:59 PM 0 comments 0 Comments: Post a Comment << Home WISATA EKOLOGI (2): REKONSTRUKSI BUDAYA DI TENGAH HUTAN TROPIS Kompas (09/05/2007. tidak cukup hanya mengandalkan eksotisme alam semata untuk menjadikan Kalimantan sebagai kawasan wisata ekologi. 50 tumbuhan. Harus ada semacam rekonstruksi budaya atas peradaban manusia yang tinggal di dalamnya. Kahayan. Tak berlebihan bila pemikir kebudayaan seperti Taufik Rahzen mengimpikan peristiwa serupa terjadi pada hutan tropis basah di Kalimantan. 30 ikan air tawar. pengarang trilogi kisah pencarian spiritual yang bertumpu pada keaslian alam—The Celestine Prophecy (Manuskrip Celestine). cerita dan "dongengan" tentang "kesaktian" orangorang Dayak masa lampau itu masih terus bergema hingga hari ini. disepakati untuk tidak lagi melaksanakan "pengayauan"." kata Taufik Rahzen. salah satu laporan World Wildlife Fund (WWF) yang dikeluarkan baru-baru ini. Borneo’s Lost World. The Tenth Insight (Wawasan Kesepuluh). terlibat dalam apa yang disebut Redfield sebagai parabel petualangan sambil berwisata. Ada sesuatu yang mereka cari: kebenaran kosmis dan transformasi spiritual. menyebutkan paling tidak ada 361 spesies baru yang telah teridentifikasi pada 1994-2004. rotan. Misteri akan "kesaktian" orang-orang Dayak bahkan masih bisa dilacak lewat cerita tutur mereka. Bahkan. Kisah tentang tradisi "pengayauan". Akan tetapi. Sejak itu kegiatan "pengayauan" menjadi adat terlarang. hutan hujan tropis Peru tidak saja jadi pusat perhatian. Taufik berucap. yang memberi kemungkinan bagi para pencari wawasan dan energi baru untuk memahami makna kehidupan di milenium baru ini. menjadi semacam "garis luar" dan selalu mengintili masyarakat Dayak pada umumnya—masih menyisakan banyak pertanyaan yang belum terjawab. Akan tetapi. hidup di kawasan ini. 08:43:08) Hutan hujan tropis di Peru tiba-tiba jadi terkenal. "tariu". Para petualang dari berbagai belahan dunia berduyun-duyun datang ke sana. tetapi juga diyakini memendam "kekuatan" luar biasa. . dan Katingan. yang luas kawasannya mencapai 22 juta hektar dan sebagian besar ada di wilayah Kalimantan Tengah. beberapa tahun lampau. Kayu ulin. Kapuas. Kutai Kertanegara. Belum lagi terkait kekayaan alamnya berupa flora dan fauna yang begitu beragam. yang dipadukan dengan perjalanan spiritual tokoh-tokoh cerita rekaannya. Lalu. atau lewat beragam atraksi dalam bentuk pertunjukan seni-ritual mereka. dan The Secret of Shambhala: In Search of the Eleventh Insight (Rahasia Shambhala: Mencari Wawasan Kesebelas)—yang jadi pemicunya. Spesies itu meliputi 260 serangga. Barito. atau "mangkok merah" memang sudah ditutup. berdasarkan berbagai literatur.

Sayangnya. bersamaan perayaan Festival Isen Mulang. Hanya saja. "Akar-akar pohon tersebut tidak diambil dari sembarang hutan.Kepala naga Bila Anda baru pertama kali mengunjungi daerah ini.nya untuk dijadikan obat-obatan. selama ini orang hanya tahu tentang daerah ini kebanyakan karena ada kasus illegal logging. untuk sampai hingga ke "jantung Borneo yang sebenar-benarnya" itu butuh waktu berhari-hari. Itulah bias penilaian dan kesalahkaprahan warisan kolonial. namanya. Menikmati cara hidup orang Dayak memang akan lebih terasa bila masuk hingga ke hulu-hulu sungai. Untuk itu bisa berminggu.Tanaman kantong semar (Nephentes spp). Tentang hal ini. Gaye Thavisin dari Kalimantan Tourism Development sampai berucap. yang dikenal sebagai pemakan serangga dan memiliki banyak nilai farmakologi (obat-obatan). kami tengah menyiapkan boat yang sekaligus berfungsi sebagai hotel terapung. Mulai dari aktivitas mereka mandi dan mencuci di sungai. maka tampaklah ibu kota provinsi. "Jika Anda sedang mencari petualangan dan pengalaman unik. yang—ironisnya—kerap dimaknai secara negatif. meramu obat-obat tradisional khas Dayak dari beragam akar dan daun kayu dari hutan di pedalaman Kalimantan bukan lagi kerja sambilan. seperti diakui oleh Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang. hingga kegiatan menangkap ikan serta berburu. begitu bunyi promosi sederhana yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Kalteng. tak banyak yang tahu. pada mereka yang sama sekali belum mengenal kehidupan masyarakat di daerah ini muncul stigma bahwa Dayak identik dengan suku yang hidup dalam suasana penuh kekerasan. Juga bagaimana mereka mencari akar-akar pohon untuk obat-obatan tradisional khas Dayak." kata Lorna Dawson dari Kalimantan Tourism Development. . "jantung Borneo". Begitupun keragaman alam dan budaya Dayak-nya yang penuh eksotisme. Bahkan tak jarang. "Ketika hutan rimba mulai kelihatan lebih renggang dan jelas. seperti dilakukan Mak Gendut. yang mengaku kemampuannya meramu dan meracik obat-obatan tradisional Dayak itu ia dapatkan dari neneknya. kini ia tekuni sebagai sebuah profesi. begitu dia menyebut dirinya. kini semakin banyak dijarah dari hutan-hutan Provinsi Kalimantan Tengah untuk diperjualbelikan secara bebas tanpa upaya pembudidayaan." "Kepala naga". ibu delapan anak. Eco-Boat Hotel. Sepintas memang hampir tak ada perbedaan mencolok dalam kehidupan sehari-hari mereka dibandingkan desa-desa lain yang dihuni masyarakat campuran dari berbagai etnis. serta "meracik". "Karena itu. Bagai meniru promosi besar. Mudah-mudahan September nanti sudah bisa beroperasi. di Sei Gohong—sebuah desa Dayak yang berada di tepi Sungai Rungan—eksotisme itu sudah mulai terasa. mencari akar atau daun kayu yang diperlukan untuk obat.besaran wisata Malaysia. berbagai aktivitas keseharian orang-orang Dayak disodorkan untuk "dinikmati" dan dirasakan. Palangkaraya— yang berarti tempat terhormat dan suci—yang seakan-akan menjulang keluar dari hutan tropis. maka jantung Borneo akan menjadikan Anda seorang penjelajah!" Hanya setengah jam perjalanan dari Kota Palangkaraya. "pusar Bumi". Tak berlebihan bila dalam kaitan ulang tahun ke-50 provinsi ini. serta sejumlah penamaan lain untuk daerah ini adalah parafrasa yang bisa dimaknai sebagai penanda eksotisme alam Kalimantan Tengah." kata Mak Gendut.minggu saya masuk hutan. Bagi Mak Gendut. Anda akan menyaksikan pemandangan alam di bawah yang terdiri atas kehijauan yang terpotong oleh sungai aliran lambat yang berkelok-kelok ke hilir hingga ke hutan bakau yang mengingatkan Anda akan kepala naga dengan badannya yang tak berujung. Tapi coba rasakan denyut keseharian mereka. Sambil menikmati lalu lintas sungai dengan boat atau perahu klotok. tengoklah keluar melalui jendela pesawat yang Anda tumpangi. jauh dari jalan yang sering dilalui menuju tempat yang mudah dicapai. misalnya. undangan untuk menyaksikan cara hidup orang Dayak di desa-desa asli mereka di pedalaman disebarkan oleh Pemerintah Provinsi Kalteng dan Kalimantan Tourism Development. Meramu bahanbahan dasar dari hutan-hutan lebat yang dipenuhi berbagai cerita misteri. semboyan "Datanglah untuk Melihat Borneo yang Sebenarnya" menjadi semacam ucapan selamat datang. (cas/ken) Kantong Semar dari Hutan Kalteng Makin Sering Dijarah Palangka Raya (ANTARA News) . "paru-paru dunia". cara menidurkan anak. Bahwa Kalteng memiliki pantai yang panjangnya hingga 750 kilometer.

" jelasnya. Ia mengaku hanya menjual dua jenis kantong semar dari 12 jenis yang bisa ditemukan di hutan Katingan. "Kami berulangkali memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan para penjual bahwa tanaman ini termasuk jenis yang dilindungi sehingga harus ada upaya budidaya bila ingin diperjualbelikan. Rabu.Salah seorang penjual kantong semar. namun di Kalteng hampir tidak ada yang melakukan karena di hutan masih banyak dijumpai. Sementara itu. termasuk kantong semar dan anggrek. Padahal tumbuhan yang masuk golongan karnivora tersebut termasuk yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. habitat Nephentes di hutan-hutan Kalimantan lama-kelamaan bisa berkurang dan habis bila para penjual itu hanya berniat mengambil tanpa membudidayakan sendiri. BKSDA Kalteng sendiri berencana menggelar pelatihan pembuatan demplot kantong semar karena upaya budidayanya relatif mudah. Orangtuanya khusus berprofesi mengambil tanaman hias dari hutan di wilayah Tumbang Samba dan Pundu. Kabupaten Katingan. Padahal tanaman ini bisa untuk menyembuhkan berbagai penyakit seperti asma. Hadi sehari-hari menjalankan profesi penjual tanaman hias keliling. Edy mengemukakan." ungkapnya. Suku Dayak Katingan banyak menyebut kantong semar sebagai ketupat napu. sedangkan yang untuk obatobatan masih sedikit yang mengerti. Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalteng Edy Sutiyarto mengatakan. Dua jenis yang banyak dicari masyarakat Kalteng itu adalah dari jenis Nephentes phorbia dan Kacimapatima. Tiap pot kantong semar dijual seharga Rp35 ribu sampai Rp70 ribu. serta dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Jenis-jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi. "Masyarakat kebanyakan mencari untuk tanaman hias. Jangan terus-terusan mengambil di hutan. kendati tanaman itu termasuk jenis yang dilindungi Undang-Undang. Hadi. diare. di Kota Palangka Raya. pihaknya belum bisa melakukan upaya penertiban terhadap praktik jual beli bebas kantong semar yang diambil dari hutan-hutan. Kebanyakan masyarakat juga enggan mengeluarkan uang lebih banyak untuk kantong semar hasil budidaya. "Upaya budidaya memerlukan waktu lama dan jumlah yang terbatas. mengakui semua jenis tanaman kantong semar yang dijualnya merupakan hasil memetik dari hutanhutan di Kalimantan. dan mag." kata Hadi yang berasal dari wilayah Barito itu. sedangkan masyarakat kini sangat menggemarinya sehingga permintaan kantong semar juga semakin banyak. Napu .

dan telep adalah alat berbentuk silinder yang terbuat dari bambu. serta bunga jantan dan betina terpisah pada individu yang berbeda. Kantong semar tergolong ke dalam tumbuhan liana (merambat). karena tanaman ini dulu hidupnya di rawa dan oleh masyarakat setempat sering dijadikan ketupat. berumah dua.berarti rawa. Nepenthes tumbuh dan tersebar mulai dari Australia bagian utara. ada juga yang menempel pada batang atau ranting pohon lain sebagai epifit. dan padang savana. hutan kerangas. dan corak warna kantongnya. hingga China bagian selatan. Keunikan dari tumbuhan ini adalah bentuk. Umumnya nepenthes hidup di tempat-tempat terbuka atau agak terlindung di habitat yang miskin unsur hara dan memiliki kelembaban udara cukup tinggi. Di dunia telah ditemukan 82 jenis nepenthes. Kata ujung mengartikan nama seorang raja. Asia Tenggara. Sebenarnya kantong tersebut adalah ujung daun yang berubah bentuk dan fungsinya menjadi perangkap serangga atau binatang kecil lainnya. ukuran. Serawak. gunung kapur. Borneo (Kalimantan. dan Brunei) merupakan pusat penyebaran nepenthes terbesar di dunia karena dari sana ditemukan 32 jenis. Ketupat napu dimasak dengan memasukkan beras ke dalam kantong semar untuk kemudian dimasak seperti memasak ketupat. hutan pegunungan.(*) COPYRIGHT © 2007 ANTARA . Nepenthes bisa hidup di hutan hujan tropik dataran rendah. hutan gambut. Tumbuhan ini hidup di tanah. Alat tersebut biasanya dipakai menyimpan racun anak panah. Sabah. Sedangkan Suku Dayak Bakumpai yang mendiami wilayah Sungai Barito menyebut kantong semar dengan telep ujung. dan 64 jenis di antaranya ditemukan di Indonesia.

Akar Kuning yang diambil ekstraknya dapat digunakan sebagai Hepatoprotektor lihat di sini . Saya sendiri pernah merasakan ketangguhan Akar Kuning saat berada di pedalaman Kalimantan. Kencur (Kaempferia galanga). Tabat barito (Ficus deltoidea). melingkar antara satu pohon besar dengan pohon lainnya. serta berbagai spesies budidaya seperti Jahe (Zingiber officinale). Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus) dan Kapulaga (Amomum cardamomum). antara lain melindungi diri dari serangan penyakit malaria. Pasak bumi (Euriycoma longifolia ). di antaranya Akar Kuning (Arcangelisia flava). Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup. Akar Kuning banyak terlihat menjuntai. Mereka meyakini efeknya sangat baik bagi tubuh.Hutan Kalimantan memiliki kekayaan sumber daya alam. ada sedikitnya 940 spesies tanaman yang menghasilkan bahan untuk obat tradisonal. juga menjaga diri dari serangan penyakit non medis seperti santet (parang maya). Air rebusan akar ini memang terasa pahit. Suku Dayak sejak dahulu telah memanfaatkan berbagai tanaman liar untuk obat. Kunyit (Curcuma domestica). Akar Kuning misalnya. Ketika perjalanan menyusuri hutan tropis yang lebat. Suku Dayak telah turun temurun menggunakan tanaman ini untuk menambah daya tahan tubuh dari serangan berbagai penyakit. hingga kini belum pernah terjadi adanya wabah malaria di pedalaman Kalimantan. Terbukti. Mereka yang kehausan dan tidak ada air saat perjalanan di dalam hutan pun bisa memanfaatkan akar ini. . tapi bagi saya tidak masalah demi menjaga diri. Secara medis terbukti. berdasarkan hasil penelitian yang telah dipatenkan Teknologi IPB Bogor. Dalam sekali tebas. Suku Dayak juga percaya. Syukur. akar yang terpotong akan banyak mengeluarkan air segar (salah satu pelajaran survival di dalam hutan dari Suku Dayak). selain menjaga tubuh dari penyakit yang sifatnya medis. setelah sering kali keluar masuk hutan Kalimantan belum pernah terserang penyakit malaria atau masyarakat lokal menyebutnya penyakit kuning. Mereka memanfaatkanya dengan cara merebus batangnya. sampai air rebusannya berwarna kuning. Air rebusan itulah yang diminum.

Floem terdiri dari sel parekim floem. mempunyai hilus berbentuk titik atau garis pendek.ANATOMI THEVETIA NERIIFOLIA Daun Anatomi daun tanaman ini terdiri atas tuba laticiferous. Karakter anatomi luarnya memiliki laticiferus canals dengan variasi warna dan floem intrasirkular. jarang ada sel yang mengelilinginya. bentuk bulat. Sel parenkim korteks sangat tipis. penampang melintang gabus berbentuk empat persegi panjang dan letaknya teratus. besar dengan lumen lebar dan noktah bercabang. lubang parenkimnya kecil. . letaknya tersendiri atau bergabung dengan tipe lain yang terkadang memberikan bentuk bulat atau berpola sudut. Batang Jaringan pembuluhnya terkadang kecil namun kadang besar. tunggal. Sel gabusnya memiliki bentuk yang khusus. Pori-pori daun dikelilingi oleh rambut yang terdapat di dalam pori-pori tersebut. Daunnya biasanya dorsiventral atau lebih khususnya isoventral. atau berkelompok . mesofil dan sel gabus. lumen sempit memanjang dengan ujung tumpul. mengandung lignin. pada sayatan paradermal berbentuk polygon. xylem. Mesofilnya kebanyakan terdiri dari spicular sel yang mengandung atau terdapat bunga karang yang mengandung gelatin. Stomatanya ranunculaceous.. perisikelnya memiliki ciri-ciri seperti cincin yang saling menyambung atau untaian yang terpisah seperti serabut putih. selnya berbentuk bulat seperti cincin. heterogen dengan 2-10 tingkat ketipisannya. berisi pati. idioblas yang . kadang kadang dikelilingi sklerenkim. terdiri dari 7-10 lapis sel gabus berdinding tipis tidak berlignin. berlamela. lebih kecil dari 1-2 sel. formasi yang simple. idioblas yang berisis hablur kalsium oksalat bentuk prisma. Kulit tanpa serat terdiri 2-3 sel yang lebar. warna kuning muda.. floem intraserkular. floem. Sklerenkim berupa kelompok serabut yang panjang dan ramping. kecil. juga terdapat sel batu yang tunggal. Sel fiber biasanya lubangnya sederhana tapi terdapat perbatasan pada tiap tepinya. Sel parenkimnya apotracheal seperti sel yang menyebar atau mendekati seperti pita dengan sedikit paratracheal. lubang intravaskularnya sangat kecil. pada penampang melintang tampak jaringan gabus. Kelompok sel batu berdinding tebal dengan noktah bercabang. Di dalam perenkim floem terdapat butir pati. tidak berlignin.

sel batu. Perisikel umumnya seperti papan. tunggal atau berkelompok. 264. C. 1989. Struktur anatomi akarnya mengikuti garis dan membentuk dengan floem intrasirkular.ars-grin. berwarna putih. PT Pradnya Paramita. Jakarta Maria Fea Yessy 068114152 . Sel gabusnya selalu tumbuh hanya sampai permukaan saja tidak mendalam tapi melebar dan diding selnya tipis. sel inti. floem. Taxon. tidak berlignin. volume II. 33. dengan lumen yang sempit dan ujung tumpul.desert-tropical. In Indonesia Medical Herb Index. Anatomy of the Dicotyledons. www. Jakarta Metcalfe. Akar Anatomi akar tanaman ini terdiri atas sel gabus. dan kanal laticiferous. 2007. Sel gabus diisi dengan kristal. Materia Medika Indonesia. Kortexnye sangat kuat atau masuk grup sel batu. seperti getah dan tidak berserat.490. at the Clarendon Press. Daftar pustaka : Anonim. Van. warna kuning muda. fragmen pengenal adalah kelompok serabut. kortek.berisi hablut kalsium oksalat berbentuk prsma. Serbuk berwarna coklat. Flora untuk Sekolah Indonesia. Jakarta Anonim. Floemnya termasuk sel batu. perisikel. 1986. Anonim. Oxford Steenis. 2007..gov/cgi-bin/npgs/html/taxon. Thevetia.R. 904-907. floem intraselular. panjang dan ramping. 1986. PT Eisai Indonesia. http://www. Departemen Kesehatan Republik Indonesia.com/plants/apocynaceae Djokomoeljanto.

Daun Urang-aring (Ecliptae folium) yang mengandung alkaloid antara lain yang berguna untuk perawatan rambut. plasma nutfah diartikan sebagai substansi yang terdapat dalam kelompok mahluk hidup dan merupakan sumber sifat keturunan yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan atau dirakit untuk menciptakan jenis unggul atau kultivar baru. kidinina. pengobatan serta untuk mempercantik diri yang selama ini dikenal sebagai jamu. Kebo dan Zanzibar. jahe emprit/kapur. itik mojokerto. Pulai tersebut dijumpai di dalam hutan tropika Indonesia dan banyak digunakan sebagai bahan baku industri jamu. Irian jaya. tetapi baru beberapa spesies saja yang telah di budidayakan secara intensif (Supriadi. umbi yang jelas dan mudah ditanam. pisang lampung. sinkonina dan lain-lain berguna untuk obat malaria. Nusa Tenggara dan Jawa. ikan mas si Nyonya dan ikan mas Majalaya. 2001). tangkai hijau yang lunak dan kecil dan agak berdaun. tangkai. Paris. Akar pulai pandak (Rauvolfia radix) yang mengandung alkaloid reserpin dan berguna untuk penurun tekanan darah tinggi. warna bunga. Dari penelitian yang telah dilakukan Sirait (2001) menunjukan bahwa 80% tanaman-tanaman obat untuk jamu didominasi oleh famili Zingiberaceae menyusul Piperaceae dan Umbeliferae. Maluku. Dikalangan internasional. dari 45 macam obat penting berasal dari tumbuhan obat tropika. Daun beluntas (Pluceae indicae folium) yang mengandung minyak atsiri dan berguna untuk menghilangkan bau badan atau keringat tidak sedap. Baru sekitar 180 spesies yang telah digunakan untuk berbagai keperluan industri obat dan jamu. Umbi bawang putih (Allii sativi bulbus) yang mengandung minyak atsiri yang berguna untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan penurun tekanan darah tinggi. Ketiga famili tersebut mempunyai aroma. pasal 1 butir 2. Cimanggu 2) . Kalimantan. Contoh dari tanaman obat yang berkhasiat untuk perawatan (promotif) yang sejak dulu sudah dipergunakan adalah: 1. Dalam UU No 12 tahun 1992. domba garut. yaitu keanekaragam di dalam jenis. Sebagai contoh plasma nutfah pisang adalah pisang tanduk. Rugayah dan Widjaja.) R. Daun katuk (Sauropus androgynus) yang mengandung protein. Br. variasinya di alam sangat kecil tetapi kerabat dekatnya banyak dan sering dikacaukan dan sengaja dijadikan surogat (pemalsu) (Rifai. sehingga tidak diketahui apakah dari beberapa daerah tersebut ada yang menunjukkan perbedaan dalam morfologi atau kandungan kimianya. 3. dan sekitar 1 260 spesies di antaranya berkhasiat sebagai obat. Sulawesi. Kulit batang kina (Cinchonae cortex) yang mengandung alkaloid kinina. Itik alabio. sapi madura. Di Amerika Serikat menurut Pramono (2001). pisang ambon. 3.PENELAAHAN TERHADAP PLASMA NUTFAH KHUSUS: TANAMA OBAT Maharani Hasanah (Komisi Nasional Plasma Nutfah / Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat) Diperkirakan sekitar 30 000 tumbuhan ditemukan di dalam hutan hujan tropika. Belum dilakukan karakterisasi pada jenis pulai yang berada di beberapa daerah penyebarannya. dan mineral serta berguna untuk memperlancar ASI. Menurut Ong (2000) sudah sejak lama bangsa Indonesia mengenal khasiat berbagai ragam jenis tanaman sebagai sarana perawatan kesehatan. Sedangkan menurut Sumarno (2002) plasma nutfah termasuk di dalam pengertian yang paling sempit. sapi bali. 14 spesies barasal dari Indonesia diantaranya obat anti kanker vinblastin dan vincristine yang berasal dari tapak dara (Catharanthus roseus) dan obat hipertensi reserpine yang berasal dari puleai pandak (Rauvolfia serpentina). jamu dikenal dengan istilah Herbs yang berasal dari bahasa latin Herba yang berarti rumput. jahe merah. 2. Sedangkan contoh tanaman obat yang berkhasiat untuk pengobatan (kuratif) adalah: 1. . Plasma nutfah tanaman obat misalnya tanaman jahe adalah jahe gajah (Cimanggu 1. Penyebaran tanaman tersebut adalah Sumatera. sedangkan contoh untuk tanaman katuk adalah Bastar. 2. Keanekaragaman didalam jenis tanaman obat diketahui sangat sempit Sebagai contoh Alstonia scholaris (L. domba ekor tipis. yang dikenal dengan nama pulai. 1992).

Tabel 1. 2000): 1. jenis tanaman yang jelas mengalami proses kelangkaan tetapi informasi keadaan sebenarnya belum mencukupi untuk masuk dalam katagori tersebut diatas. atau daerah penyebarannya luas tetapi tidak sering dijumpai serta mengalami erosi berat. katagori rawan diwakili oleh Ki koneng (Arcangelisia flava) dan pulai (Alstonia scholaris) termasuk katagori jarang. 2. seperti purwoceng (Pimpinella pruacan). Beberapa klon/nomor harapan serta varietas tanaman Obat yang telah dilepas KLASIFIKASI KONDISI TANAMAN OBAT Klasifikasi kondisi tanaman obat akibat pengambilan bahan baku tanpa dilakukan pelestarian plasma nutfahnya diklasifikasikan menjadi 5 kelompok (Muharso. PERMASALAHAN Dalam pemanfaatannya bahan baku tumbuhan obat masih tergantung pada tumbuhan yang ada di hutan alam atau berasal dari pertanaman rakyat yang diusahakan secara tradisional. 3. akan mengganggu kelestarian tanaman tersebut (Muharso. Jarang (rare) jenis tanaman yang populasinya besar tetapi tersebar secara lokal. Menurut Rifai et al. pulasari (Alyxia reiwardii). Punah (extinct). jenis tanaman yang terdapat dalam jumlah sedikit dan eksploitasinya terus berjalan sehingga perlu dilindungi. jenis tanaman yang terancam punah Rawan (vulnerable). jenis tanaman yang dianggap telah musnah/hilang sama sekali dari permukaan bumi. Terkikis (indeterminate). bidara laut (Strychnos ligustrina) . 2000). (1992) yang termasuk katagori genting adalah purwoceng (Pimpinella pruatjan). 4. 5. kayu angin (Usnea misaminensis). Genting (endangered). Akibatnya banyak tanaman yang terancam punah atau paling tidak sudah sulit dijumpai di alam Indonesia. Kegiatan eksploitasi tanaman liar secara berlebihan melebihi kemampuan regenerasi dari tanaman dan tanpa disertai usaha budidaya.

c) Pemanenan tumbuhan obat yang berlebihan. Ada 4 jenis tumbuhan obat yang dipungut masyarakat dalam jumlah besar yaitu kemukus (Piper cubeba) sebantak 556 kg/musim. ki rame. kumis kucing. perladangan berpindah dan lain-lain. tempuyung. perambahan hutan. akibat eksploitasi kayu. (2001) sangat serius karena formasi hutan tropika dataran rendah selama 2 dekade belakangan ini mengalami kerusakan yang sangat parah. doro putih (Strychnos lingustriana). ki rapet. Terlebih lagi kegiatan penelitian ini sering tidak dilengkapi oleh pendukung herbarium . Permasalahan pelestarian Tumbuhan Obat Indonesia menurut Zuhud et al. 2000) di kabupaten Jember dan Banyuwangi Propinsi Jawa Timur dimana Taman Nasional Meru Betiri berada yang luasannya sekitar 58 000 ha ditemukan tidak kurang dari 350 jenis tumbuhan yang memiliki khasiat obat. ki urat. Sebagian besar areal konsesi HPH (areal eksploitasi kayu) yang sudah diusahakan saat ini terdapat di tipe hutan hujan dataran rendah dimana 44% spesies tumbuhan obat penyebarannya terdapat di formasi hutan ini dan di areal hutan konversi (areal hutan yang bisa dirubah menjadi areal non-hutan seperti untuk perluasan lahan pertanian/ perkebunan. ki sereh (diambil akarnya). krangean (Litsea cubeba). Perusakan habitat di beberapa propinsi di Indonesia PENGELOLAAN PLASMA NUTFAH Eksplorasi Kegiatan eksplorasi yang merupakan pelacakan atau penjelajahan. Jenis-jenis lain seperti padmosari (Rafflesia zolligeriane). Tabel 2. kedawung (Parkia roxburghii) sebanyak 2074 kg/musim. mengumpulkan dan meneliti jenis plasma nutfah tertentu dilakukan untuk mengamankan dari kepunahan ( Kusumo et al. kembang puspa sebagian kondisinya sudah sangat kritis terutama dari jenis yang merambat sehingga mulai tahun 2002 bahan baku kebutuhan pabrik jamu cap bintang timbangan diambil dari Lampung. b) Punahnya budaya dan pengetahuan tradisional penduduk asli/lokal di dalam atau sekitar hutan. (2001) disebabkan karena a) Kerusakan habitat.dan lain-lain (Muharso. areal transmigrasi dan areal industri dll). joho lawe (Terminalia balerica) sebanyak 1930 kg/musim dan Pakem (Pangium edule) sebanyak 3021 kg/musim. Sebagian diantaranya telah dimanfaatkan oleh masyarakat setempat secara turun menurun. f) Rendahnya harga tumbuhan obat. h) Kelembagaan pelestarian tumbuhan obat. 2000). d) Ketidak seimbangan penawaran dan permintaan tumbuhan obat. Pendekatan awal dalam kegiatan eksplorasi pada umumnya dimulai dengan penelitian etnobotani dan etnofarmakologi sebagai upaya untuk menginventarisasi jenis tumbuhan obat dan manfaat penggunaannya (Anggadiredja dan Rifai. sambiloto (dari Jawa Tengah). keningar (Cinnamomum cassia) dipanen sesuai permintaan pasar. Kegiatan eksplorasi sudah banyak dilakukan oleh berbagai lembaga penelitian dan industri maupaun perorangan namun hasil-hasilnya tidak terdokumentasi dengan baik sehingga kita tidak pernah memiliki literatur yang utuh tentang tumbuhan obat dan ramuannya serta cara pengobatannya. Dari informasi langsung dari pemilik pabrik jamu cap bintang timbangan di Sukabumi diketahui bahwa tumbuhan obat yang berada di kaki Gunung Salak yang dipakai sebagai ramuan jamunya seperti pulasari. e) Lambatnya pengembangan budidaya tumbuhan obat Indonesia. 2000). kulit sintok. 2002). kebakaran hutan. Adanya eksploitasi terhadap kayu yang sekaligus pohon tersebut yang juga merupakan spesies tumbuhan obat juga merupakan ancaman terhadap kelestarian tumbuhan obatnya. Ancaman kelestarian plasma nutfah tumbuhan obat hutan tropika saat ini menurut Zuhud et al. konversi hutan. g) Kurangnya kebijakan dan peraturan perundangan pelestarian. mencari. Berdasarkan hasil penelitian Mujenah. 1993 (dalam Nurhadi et al.

Tanpa mengkaitkannya dengan pembangunan nasional secara menyeluruh. Di beberapa negara hal ini menjadi perhatian untuk melestarikan semua spesies tumbuhan obat secara ex situ. meliputi semua populasi di alam (in situ) dan dilakukan penangkaran diluar habitatnya (ex situ). temu kunci. kunyit. Balai apenelitian Tanaman Rempah dan Obat serta Kebun Raya dapat menjadi garda terdepan dalam kegiatan penyediaan plasma nutfah secara ex-situ untuk menunjang pelestarian secara in-situ yang dilakukan oleh Departemen Kehutanan. jahe. Lorentz di Irian Jaya (Bermawie dan Sutisna. Rinjani (Nusa Tenggara). Dumoga Bone (Sulawesi). Rawa Aopa. Manusela (Maluku) dan Gn. Penyimpanan pule pandak secara in vitro telah dilakukan oleh Gati dan Mariska (2001) dengan pertumbuhan minimal. memerlukan waktu yang lama dan dana yang tidak sedikit jumlahnya. Gn.). IP Cimanggu : 291 (varietas dan jenis). 1999). Tiga lembaga yaitu Hostus Medicus Tawangmangu. Menurut Zuhud et al. canola dan murbei. Eksplorasi plasma nutfah tanaman obat telah dilakukan Balittro di Taman Nasional Meru Betiri. tapak dara. kumis kucing. Ceremai dan G. Menurut Sastrapradja (2000) yang sebenarnya harus kita kembangkan segera adalah teknologi – teknologi yang dapat meningkatkan nilai tambah sumber bahan baku obat tersebut. Berbicara mengenai pelestarian keanekaragaman hayati. daun encok. Padmosari (Raffesia zollingeriana Kds). Donn. temu lawak. Leuser di Aceh. Cakrabuana Jawa Barat dan hasil eksplorasi ditanam di kebun koleksi sebagai konservasi ex situ (Hasnam et al. kencur. Dari pengalaman negara – negara lain kita belajar bahwa untuk menemukan sebuah senyawa kimia yang nantinya dapat dikembangkan menjadi obat. Gn Palung (Kalimantan). Koleksi tanaman obat secara ex situ menurut Sudiarto et al. G. bukan sebagi peluang. dalam arti kegiatan budidaya tumbuhan obat yang berasal dari dalam hutan tersebut dilakukan oleh masyarakat yang selama ini memanfaatkannya. Menurut Sastrapradja (2000) bahwa kecenderungan baru untuk melestarikan keanekaragaman hayati pertanian secara lekat lahan memang belum dimulai di Indonesia. IP Sukamulya : 226 (varietas dan jenis) 3. purwoceng. echinaceae. temu giring. PEMANFAATAN TANAMAN OBAT . (2001) tujuan pelestarian ex situ adalah a) untuk diintroduksi kembali ke habitat aslinya. 6 jenis asal Sagedepaha Konservasi in vitro tanaman obat telah dilakukan pada tanaman pegagan. Gn. temu putih. Untuk pelestarian tumbuhan obat. daerah yang dilindungi telah dilakukan seperti di Meru Betiri (Jawa Timur). Kayu garu (Aquillari malaccanensis Lamk. Namun menurut Nurhadi et al. (2002) tanaman obat dengan status langka seperti kedawung (Parkia roxburghii G. b) untuk kegiatan pemuliaan dan c) untuk tujuan penelitian dan pendidikan. meniran.sama dengan masyarakat. Prioritas pelestarian ex situ diberikan untuk spesies yang habitatnya telah rusak atau tidak dapat diamankan lagi. Halimun dan Gn. enkapsulasi atau dengan cara pembekuan dengan nitrogen cair. pulai pandak.). Konservasi in situ pada sejumlah Taman Nasional. Konservasi Kegiatan penelitian konservasi tumbuhan obat adalah kegiatan penelitian di hulu yang amat sangat terbatas dan kurang mendapat perhatian. (2000) konservasi tumbuhan obat harus dilakukan bersama. IP Manoko : 395 (varietas dan jenis) 2. lidah buaya. Kayu angin (Usnea barbata Fries) dan Pulai pandak (Raufolvia serpentina) dikonservasi di kawasan penyangga Taman Nasional Meru Betiri. 2000). KerinciSeblat in Jambi. IP Gunung Putri : 136 (varietas dan jenis) 2 jenis tanaman introduksi Di dataran rendah : 1. pelestarian ex situ juga harus digunakan untuk meningkatkan spesies lokal yang hampir punah menjadi tersedia kembali di alam. Menurut Rahardjo et al. usaha ini di negara – negara yang sedang berkembang seperti Indonesia memang menjumpai banyak tantangan. inggu. Gede Pangrango di Jawa Barat. IP Cikampek : 60 (varietas dan jenis) 2.. pemerintah akan menganggap usaha pelestarian itu sebagai beban. bangle. (2001) yang dimiliki oleh Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat adalah: Di dataran tinggi : 1.untuk setiap jenis tumbuhan. Gn. agaknya kecenderungan ini perlu dikaji manfaatnya. Idealnya semua tumbuhan obat harus dilestarikan.

pasak bumi. Disamping pemanfaatan plasma nutfah tanaman obat untuk industri jamu juga dapat dimanfaatkan untuk kosmetika seperti lidah buaya (menghilangkan noda hitam. Obat Tradisional sebagai imunomodulator: Phyllanthus niruri L. aprodisiak. Namun penelitian untuk mendukung kebenaran ilmiahnya belum secara mendasar dilakukan (Anggadiredja dan Rifai. Morinda citrifolia L.. Gynura procumbens Merr. ketumbar. pegagan.. pace. 2002). Obat Tradisional untuk pengobatan hiperurisemia dan artritis Gout. jamu sehabis melahirkan. 5. 2000). 2. apalagi setelah terjadi krisis ekonomi yang melanda Indonesia. Penelitian bioprospecting laboratoris bertitik tolak dari etnofarmakologi dan etnobotani. KEBIJAKAN OPERASIONAL Untuk pemanfaatan tumbuhan obat Indonesia perlu ditempuh kebijakan operasional dan langkah-langkah sebagai berikut (Muharso. demikian juga perlu dilakukan pengontrolan terhadap perdagangan tumbuhan obat dan produk-produknya (Zuhud et al. menstimulasi dan mengganti sel kulit mati dengan sel baru). obat penyakit sipilis. farmakognosi. Aloe vera L. temulawak. Diantara jenis tiumbuhan obat tersebut. 2000). Kita harus berupaya agar paten handeuleum misalnya tidak dilakukan di USA atau Jepang seperti yang dialami tanaman mimba/neem (Azadirachta indica) yang sebenarnya sudah digunakan lebih dari 400 tahun oleh orang India (Anggadiredja dan Rifai. ada yang berkhasiat sebagai obat tonik. Dalam usaha pemanfaatan tumbuhan obat perlu diperhatikan kelestarian dari jenis tumbuhan tersebut agar tidak punah. negara-negara berkembang perlu untuk mempelajarinya (Yunus.. Di Taman Nasional Gunung Halimun terdapat sekitar 48 jenis tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat. Obat alami sebagai terapi imun dan terapi adjuvan pada infeksi HIV/AIDS. batuk.. Andrographis paniculata Ness. 4. cabe jawa. agrokimia. jati belanda. Eksploitasi dan pelestarian Sumber Daya Alam Kebijakan operasional: . Obat bahan alam untuk pengobatan hemoroid Menurut Sinambela (2002) keanekaragaman plasma nutfah tumbuhan obat Indonesia sebagai sumber bahan obat selayaknya diteliti secara lebih komprehensif dengan pemilihan strategi pendekatan bioprospecting yang tepat. Beberapa contoh obat tradisional dikemukakan oleh Ma’at (2001) yang berasal dari tanaman obat asli Indonesia yang dikemukakan dengan menggunakan bahasa ilmu kedokteran moderen agar dapat dipahami oleh kalangan dokter yang nantinya diharapkan menjadikan cikal bakal suatu Obat tradisional – Untuk Pelayanan Kesehatan Formal: 1. tempuyung. penyedap. masuk angin.Eksploitasi tumbuhan liar di hutan alam untuk bahan baku OT/OAI dibatasi sebelum budidaya jenis tumbuhan tersebut terlaksana dengan baik . Tanaman obat ini sedang menjadi isu di negara -negara berkembang dan bagaimana memberikan perlindungan hukum terhadap tanaman obat. 2000). kencur. larangan pemungutan spesies tumbuhan obat yang terancam punah perlu dilakukan. menanggulangi kerut. dan selanjutnya dapat diekspor sehingga memberikan nilai tambah dalam pertumbuhan ekonomi (Muharso. 2001). Bioprospecting mencakup aktivitas berbagai disiplin ilmu terutama kimia bahan alam. asma. Curcuma longa L. daun jinten. Nigella sativa L. ramuan jamu godok. 6.Segera dilakukan langkah budidaya terhadap jenis tumbuhan yang banyak diperlukan . Komoditas Tanaman Obat unggulan versi Badan POM (2001) telah ditetapkan seperti sambilito. 2000). Obat Tradisional untuk pengobatan kanker: Fam cruciferae.Potensi sumbangan plasma nutfah untuk dunia pengobatan mungkin seperti handeuleum atau daun ungu (Graptophyllum pictum) yang digunakan untuk mengatasi masalah ambeien.. Allium sativum L. daun ungu. Solanum nigrum.. Catharanthus roseus/Vinca rosea. sanrego. botani dan ekonomi. 2002).. Obat Tradisional untuk pengobatan Hiperkolesterolemia dan hipertrigli seridemia : Sechium edule 3. Pemanfaatan tumbuhan obat tersebut masih terbatas untuk keperluan keluarga. Pengaturan pemanenan tumbuhan obat dari alam. belum dikomersiilkan (Sukarman et al. lavender dan lain-lain (Wardana. PERLINDUNGAN TERHADAP TANAMAN OBAT Sudah sejak lama kurang lebih 50 tahun yang lalu Indonesia menggunakan tanaman obat sebagai obat. tanaman obat dipakai sebagai pengobatan alternatif/pilihan bagi ekonomi lemah. dan teknologi budidayanya untuk sebagian komoditas sudah tersedia. 2000): 1. Upaya peningkatan budidaya selain melestarikan sumber bahan OT/OAI diharapkan dapat mengembangkan produksi tumbuhan obat dalam negeri.

Junus. H. N and U. Rusdi. Pedoman Pembentukan Komisi Daerah dan Pengelolaan Plasma Nutfah. Buletin Plasma Nutfah 7(1): 40 – 45. S.. Manfaat Tanaman Obat Asli Indonesia Bagi Kesehatan. Ditjen POM.. Hadad.A. 26-27 April 2000.A.untuk bahan baku OT/OAI. Sukarman dan O. M.M... Perbanyakan benih sumber tanaman obat. Kasim. Sunarlim. Subandriyo. Pertanian dan IPB Sinambela. 2002. Konservasi Plasma Nutfah Tanaman Industri. Kerjasama Indonesian Resource Centre for Indigenous Knowledge (INRIK). Nurhadi dan H. Sudiarto. Novarianto (2000). Pemanfaatan dan Pengembangan Tumbuhan Obat Hutan. Hasanah. 2001. 26-27 April 2000. standarisasi serta pengembangan pasar. Standardisasi teknologi penyediaan bahan aneka tanaman/tanaman obat. 2000. Penggunaan bioteknologi dalam pemanfaatan dan pelestarian plasma nutfah tumbuhan untuk perakitan varietas unggul. M. Prospek Industri Obat Asli Indonesia. Kebijakan nasional pengembangan obat tradisional.28. Sudjindro. Pertanian. dan N. E. Lestari. Makalah seminar “Tumbuhan Obat di Indonesia”. M. Conservation and Productivity Improvement of Medicinal Plants in Indonesia. Kerjasama Indonesian Resource Centre for Indigenous Knwledge (INRIK). Rifai. Kusumo. HaKI dalam Tanaman Obat. C. Kerjasama Indonesian Resource Centre for Indigenous Knowledge (INRIK). budidaya tumbuhan obat.Melakukan penanaman kembali jenis tumbuhan obat dalam kondisi genting atau terancam punah. Makalah disampaikan pada pertemuan Komisi Nasional Plasma Nutfah di Bogor tanggal 22-23 Nopember 2000. Bermawie. Research on Medicinal Plant (An overview). M.Melaksanakan inventarisasi jenis tumbuhan obat yang terdapat di hutan atau tumbuhan liar. 2002. Bermawi. PUSTAKA Anggadiredja. E. 13 hal. dan M. Seminar sehari synchronisasi pengadaan benih sumber Tanaman hias dan Aneka tanaman. 26-27 April 2000. Moeljopawiro. Hardjamulia.. Badan Litbang Pert. Nurhadi. Pert. 2000. Jakarta . Kasus Masyarakat Meru Betiri. G. dan I. Arifin. 8(1): 22. Kerjasama Indonesian Resource Centre for Indigenous Knowledge (INRIK). Pengembangan Agromedisin Indonesia: Pemanfaatan Sumberdaya Alam Indonesia menjadi Komoditas Farmasi Unggulan. Hasnam. 2. E. Langkah –langkah: . S. J.. Thohari.. Badan Litbang Pertanian. Mariska. 2001. 26-27 April 2000. Kerjasama Pusat Penelitian Bioteknologi IPB dan KNPN. Konservasi dan Pemanfaatan Tanaman Obat Langka dan Potensial di Kawasan Penyangga Taman Nasional Meru Betiri. Universitas Pajajaran dan yayasan Ciungwanara dengan Yayasan KEHATI. Jakarta . Departemen Pertanian. Pemanfaatan Plasma Nutfah dalam Industri Obat-obatan. Kerjasama Indonesian Resource Centre for Indigenous Knowledge (INRIK). Seminar Nasional Pemanfaatan dan Pelestarian Plasma Nutfah. 26-27 April 2000. 1999. 2001. 2001. Universitas Pajajaran dan yayasan Ciungwanara dengan Yayasan KEHATI. 2001. 2002. M. Komisi Nasional Plasma Nutfah. 2000. Universitas Pajajaran dan yayasan Ciungwanara dengan Yayasan KEHATI. Buletin Plasma Nutfah 8(2): 78-83. Rahayu. 26 Juli 2001.K. Pramono. S. D. Makalah seminar “Tumbuhan Obat di Indonesia”. Jakarta . Deptan. . 13 hal. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.. Dept. Konservasi Tumbuhan Obat Langka Purwoceng melalui Pertumbuhan . Kebijakan Pemanfaatan Tumbuhan Obat Indonesia. Sutisna... 13-15 July 1999. 2000. Lokakarya Pengembangan Agribisnis berbasis Biofarmaka. Perbanyakan dan Penyimpanan Tanaman Rauvolfia serpentina secara in vitro. Bogor. 20 hal. Cisarua. A. Plasma Nutfah. Rostiana. N. E. Bull. Ma’at S. A.. M. Makalah seminar “Tumbuhan Obat di Indonesia”.. Makalah seminar “Tumbuhan Obat di Indonesia”. 2002. Universitas Pajajaran dan yayasan Ciungwanara dengan Yayasan KEHATI. Ong. Puslitbangtri. 2000. Rahardjo. 2002. J. Muharso. S. Ghulamahdi dan L. Hasanah. Kerjasama Dept. The second Meeting of The Asean Experts Group on Herbal and Medicinal Plants. 2001.. Seminar sehari synchronisasi pengadaan benih sumber Tanaman hias dan Aneka tanaman. Sumarno. “Tumbuhan Obat di Indonesia”. 26 Juli 2001. Darusman. Makalah seminar Penelitian. Departemen Kesehatan RI. Universitas Pajajaran dan yayasan Ciungwanara dengan Yayasan KEHATI. Warno. S. penanganan pasca panen. Dept.

Sastrapradja. E. M. Pengelolaan Sumber Hayati Indonesia. Pengembangan Obat Bahan Alam. D.4. 1992. 2002. 8(1): 29 – 33. D. 2001. Lokakarya Pengembangan Agribisnis berbasis Biofarmaka. Pemanfaatan dan Pelestarian Sumber Hayati mendukung Agribisnis Tanaman Obat. Rugayah. Rostiana. Wardana. Makalah seminar “Tumbuhan Obat di Indonesia”. Widjaja. Ghulamahdi. Seminar Perhimpunan Peneliti Obat Bahan Alam bekerja sama dengan Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) Sudiarto. PPO: 10. Badan Litbang Pertanian. Dept Pert. M. 2001. Badan Litbang Pert. . Pustaka Populer Obor. Zuhud. Pert. Pemanfaatan Plasma Nutfah dalam Industri Jamu dan Kosmetika Alami. Nurhayati.. N. Supriadi dkk. Floribunda. Rahardjo. 26-27 April 2000. Dukungan Teknologi Budidaya untuk Pengembangan Industri Obat Tradisional. Edisi pertama Agustus 2001. Rahardjo. Darusman. Sukarman.. Inventarisasi Tumbuhan Obat di Taman Nasional Gunung Halimun. Makalah disampaikan pada Lokakarya Pengembangan Agribisnis Berbasis Biofarmaka tanggal 13 –15 November 2001 di Jakarta. pelestarian dan pasca panen. 21 hal. S. Tiga Puluh Tumbuhan Obat Langka Indonesia. A. 2001. 8(1): 16-21. Dukungan teknologi pengembangan obat asli Indonesia dari segi budidaya. M. Kasus Khusus Tumbuhan Obat. . 2000.D. Sirait. S.Minimal.M. A. Plasma Nutfah. E.K. Dept Pert. Dept.2. 145 hal. Bull. 8(2): 84-89. Rosita SMD dan H. S. O. Kerjasama Indonesian Resource Centre for Indigenous Knowledge (INRIK). Badan Litbang Pert.. Penggalang Taksonomi Tumbuhan Indonesia. Universitas Pajajaran dan yayasan Ciungwanara dengan Yayasan KEHATI. Plasama Nutfah. Penggunaan dan Khasiatnya. Buletin Plasma Nutfah. Azis.A. Tumbuhan obat Indonesia.. 2001. Sisipan Floribunda 2: 1-28. M. Hobir.2002. L. H.M. M. Bull. Rifai. Andarwulan. Rosita dan Sudiarto.

The stem is up to 5 cm in diametre. The lateral branches are spike-like. Mengkunyit. Description This is a large. resembling an indeterminate branched. Pampango). Borneo. This plant bears unisexual flowers.Arcangelisia flava Family Menispermaceae Synonyms Arcangelisia lemniscata (Miers) Becc. Khamin khruea (Chanthaburl). Java. Sumatra. the Philippines. suma (Tagalog. woody. the northern Moluccas to New Guinea. Vernacular Names English: Malaysia: Indonesia: Philippines: Thailand: Vietnam: Yellow-fruited moonseed. Bisaya). smooth liana. Peninsular Malaysia. (10-)12-25 cm x (5. up to 20 m long. southern peninsular Thailand. swollen at both ends but no stipules. flava is widely distributed from Hainan (China). Its inflorescence arises from the axils or borne on the trunk. V[ar]y d[aws]ng.5-) 8-19 cm. kamphaeng jedchunum. Geographical Distributions A. raceme-like and slender with size of 10-50 cm long. The stalk of its leaf is (4-)7-15(-20) cm long. daun bulan (Moluccas). Sulawesi. The yellow wood secretes yellow sap when cut. Arcangelisia loureiri (Pierre) Diels. Indo-China. Areuy ki koneng (Sundanese). leathery texture and 5-veined arising from the same base. The leaves are usually egg-shaped.. Abutra (Ilokano. The flowers are unisexual with 3-4 minute . sirawan (Javanese).

The endocarp is woody. The male flower is in spherical cluster of 9-12 anthers.. with a club-shaped stalk. thread-like structure. 2-3 cm in diametre. The petals are absent. Its fruit is a slightly laterally compressed drupe. with ruminate endosperm and much folded cotyledons. slightly without stalk. flava occurs in forests at altitudes up to 1000 m. sometimes near river banks. covered with a dense mat of radial. Line Drawing / Photograph . yellow. In Sulawesi.(1) Ecology / Cultivation A. The female flower bears 3 fruits and has a number of abortive stamens but without an imperfect anther. it is reported to grow on limestone.outer sepals and 6 larger inner sepals. The seed is broadly ellipsoidal. transversely slightly ovoid. elongated.

No. Sl.References 1. Botanical Name 1 Family Garcinia gummigutta Clusiaceae Local Name zkeaágNf. Unesco. hfC% . 1998. Plant Resources of South-East Asia No 12(2).

2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Garcinia imberti Garcinia indica Garcinia morella Garcinia spicata Garcinia travancorica Garcinia wightii Garcinia xanthochymus Gardenia gummifera Gardenia resinifera Garuga pinnata Givotia rottleriformis Glochidion ellipticum Glochidion malabaricum Glochidion tomentosum Glochidion velutinum Glochidion zeylanicum Gloriosa superba Gluta travancorica Gmelina arborea Gmelina asiatica Gnetum scandens Gnidia glauca Clusiaceae Clusiaceae Clusiaceae Clusiaceae Clusiaceae Clusiaceae Clusiaceae Rubiaceae Rubiaceae Burseraceae Euphorbiaceae Euphorbiaceae Euphorbiaceae Euphorbiaceae Euphorbiaceae Euphorbiaceae Liliaceae Anacardiaceae Verbenaceae Verbenaceae Gnetaceae Thymeleaceae c*Öeßf zkeÖx. kgcfBd cg#ÖgcfBd kJgÊ Qea$ vßd. vßfve% . zke¥lCgÖd }ez}¥f zÚJgzvìf zvìfÖehgNf ÚlÖaÔd vr%zb¥f. ke¥Ôf hçfncjx. ke¥gzvìf bÏjNf. E©ghgN EvbeR. Úfkfjf c*veÓd cnzÔe=@ hgNfcjx. hfC% kÔfcjx kÔfcjx DÛkej. hÜfcg¥f scs»eÜf zÚÓgJg*f kgÔf#.

zÚe¥c bN%cCf vr%zʪf cnz»ªf ke¥gkjC. kjfsÖeb mf$b% QeÖd hjgXkcjx kìeRf zMÓaMf zke¥Ö vJgÊ Úaçf. GÜx GÏáRf\ ÚÖjzÖeìf lCgÖd .24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Gomphandra coriacea Gomphia serrata Goniothalamus thwaitesii Goniothalamus wightii Gordonia obtusa Grevillea robusta Grewia asiatica Grewia bracteata Grewia flavescens Grewia nervosa Grewia serrulata Grewia tiliifolia Gymnacranthera canarica Gymnema sylvestre Gyrocarpus asiaticus Icacinaceae Ochnaceae Annonaceae Annonaceae Theaceae Proteaceae Tiliaceae Tiliaceae Tiliaceae Tiliaceae Tiliaceae Tiliaceae Myristicaceae Asclepiadaceae Hernandiaceae kÔfNfzçaf.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful