PEMANFAATAN KOMPONEN HUTAN LINDUNG SEBAGAI BIO-INDIKATOR PERUBAHAN LINGKUNGAN DI SEKITARNYA

Oleh

Sudrajat

Kawasan Lindung ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumberdaya alam, sumberdaya buatan dan nilai sejarah serta budaya bangsa guna kepentingan pembangunan berkelanjutan. Salah satu bagian dari kawasan lindung adalah kawasan yang memberikan perlindungan kawasan di bawahnya, seperti Hutan Lindung; Kawasan Bergambut; dan Kawasan Resapan Air. Tingginya kegiatan pembangunan yang sejalan dengan meningkatnya kecepatan eksploitasi sumberdaya alam, telah menyebabkan tekanan yang besar terhadap kawasan lindung. Sebagian besar masyarakat yang bermukim di daerah penyangga atau kawasan lindung, sangat bergantung pada sumberdaya alam khususnya hutan dengan berbagai keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya.. Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang mempunyai “mega diversity” jenis hayati dan merupakan “mega center” keanekaragaman hayati dunia. Kalimantan Timur memiliki variasi kondisi fisiografi mulai dari datar sampai berbukit serta bergunung tinggi, mampu menunjang kehidupan flora, fauna dan mikro organisme yang beranekaragam. Keanekaragaman hayati Indonesia cenderung menyusut, akibat perubahan penggunaan lahan dari hutan ke penggunaan lain, seperti pertanian, perindustrian, permukiman, fasilitas perkotaan dan sebagainya. Menyadari begitu pentingnya fungsi kawasan lindung dan daerah penyangga, maka upaya penetapan kawasan lindung dan pengelolaannya secara terpadu yang

meliputi sumberdaya alam termasuk potensi keanekaragaman hayati dan potensi geofisik, sumberdaya buatan dan sosial, ekonomi, budaya budaya guna mendukung kepentingan pembangunan yang berkelanjutan merupakan kebutuhan yang mendesak bagi pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

II. HUTAN SEBAGAI SUATU SISTEM EKOLOGI

2.1. Konsep Ekosistem Suatu ekosistem (sistem ekologis) adalah keseluruhan komunitas hayati dan nir-hayati di daerah tertentu dan di antara unsur-unsur tersebut terjadi hubungan timbal balik. Dengan perkataan lain, ekosistem merupakan suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap lingkungan hidup yang saling mempengaruhi. Salah satu ciri utama dari suatu ekosistem adalah adanya saling ketergantungan timbal balik antara komponen-komponen lingkungannya. Komponen lingkungan penyusun ekosistem dapat dibedakan atas : a. Komponen lingkungan biotik ; b. Komponen lingkungan abiotik (fisik)/nir-hayati ( Lihat gambar 2.1.)

Berdasarkan atas fungsinya, suatu ekosistem dibedakan atas 2 komponen yaitu : a. Komponen autotrofik (autos; sendiri; trophikus ; menyediakan makanan). Yaitu organisme yang mampu menyediakan/mensintesis makanannya sendiri yang berupa bahan-bahan organik dari bahan-bahan anorganik dengan bantuan energi matahari dan klorofil. b. Komponen heterotrofik (hetero ; berbeda ; trophikus; menyediakan makanan).

Yaitu organisme yang mampu memanfaatkan bahan-bahan organik sebagai bahan makanannya dan bahan tersebut disediakan oleh jasad lain. Kelompok ini terdiri atas hewan, jamur dan mikro-organisme. Berdasarkan sifat strukturnya, ekosistem dapat dibedakan atas komponenkomponen : a. Substansi anorganik, terdiri atas zat anorganik seperti C, N,C02,H20,dll; b. Substansi organik, terdiri dari protein, KH, lemak, dan sebagainya; c. Iklim, terdiri atas suhu, kelembaban, angin, curah hujan, dsbnya; d. Produsen, terdiri atas tumbuhan ototrof; e. Konsumer, terdiri dari hewan herbivora, carnivore (golongan heterotroph); f. Pengurai/Dekomposer, sering disebut juga mikrokonsumer.Terdiri dari jamur dan bakteri yang mampu mengurai bahan organik menjadi anorganik, dan selanjutnya dilepas ke ekosistem dan dipakai lagi oleh produsen. Dengan demikian terjadilah suatu peredaran hara dalam ekosistem tersebut.

Antara komponen biotik dan abiotik di dalam suatu ekosistem saling melakukan interaksi membentuk suatu peranan sehingga terdapat suatu arus energi dari struktur biotik ke struktur biotik lain lewat proses transfer energi dan dari struktur biotik ke komponen anorganik lewat proses daur biogekimia. Komponen dan proses yang membuat suatu ekosistem berfungsi adalah KOMUNITAS, ALIRAN ENERGI DAN SIKLUS MATERI. Atas dasar ini ekologi menekankan kajiannya terhadap adanya gerakan energi dan unsur hara (kimia) di antara komponenkomponen biotik (hayati) dan abiotik (nir-hayati) dari ekosistem itu. Perlu diperhatikan di sini, arus energi tersebut bersifat searah; sebagian energi sinar Matahari yang datang ke dalam ekosistem diubah dan dijadikan menjadi energi kimia lewat proses fotosintesis. Sebagian energi dikeluarkan lagi dari ekosistem tersebut, dan sebagian disimpan di dalam ekosistem tersebut, lalu diumpan balik atau diekspor, tetapi tidak dapat dipergunakan kembali (Lihat Gambar 1.).

Masukan dan luaran tersebut dapat berupa ENERGI. Ekosistem di alam mendapatkan energi dari dua sumber yakni Matahari dan Bahan bakar Kimiawi.Gambar 1. Hutan Primer. Ekosistem ini dibedakan atas Ekosistem yang energinya disubsidi oleh alam dan ekosistem yang energinya YANG . yaitu suatu sistem yang menerima masukan/input dan menghasilkan luaran/output sehingga ekosistem tersebut dapat berfungsi dan memelihara ekosistem tersebut. Sedangkan ekosistem bersubsidi energi adalah ekosistem yang sebagian besar energinya tidak tergantung kepada sinar Matahari. 1992). Diagram Pola Dasar Alih Energi dan Alih Hara di dalam Suatu Ekosistem Keterangan : _______________ : Energi ----------------------. Ekosistem adalah suatu sistem yang terbuka. Hewan-hewan dan tumbuhan yang menghuni daerah-daerah tersebut akan beradaptasi agar mampu bertahan hidup di dalam kondisi lingkungan demikian. Padang Rumput Savana yang luas.: Hara ( Sumber : Deshmukh.Ekosistem ini berdaya rendah dan produktivitasnya rendah. ATAU MAKHLUK HIDUP MELAKUKAN IMIGRASI ATAU EMIGRASI. Misalnya Samudera. MATERI. Ekosistem yang sebagian besar energinya tergantung kepada enegi matahari disebut ekosistem tanpa subsidi energi.

Oleh karena ekosistem memiliki kemampuan untuk mengatur keseimbangannya. tergantung pada hambatanhambatan lingkungan dan efisiensi dari pengendalian di alam. Artinya ekosistem tersebut memiliki kemampuan untuk menahan berbagai perubahan yang mengenai lingkungan tersebut. Hal ini memungkinkan adanya sifat stabilitasi suatu ekosistem.disubsidi oleh Manusia. Mekanisme keseimbangan tersebut diatur oleh berbagai faktor yang rumit. pemupukan. Fungsi sibernetika adalah untuk mengendalikan faktor-faktor ekosistem agar berada dalam keadaan seimbang yang dinamis. dekomposisi bahan-bahan organik. Fungsi ini dapat dikerjakan oleh beberapa jenis komponen lingkungan. . Ekosistem yang disubsidi energinya oleh manusia antara lain lahan pertanian. b. d. penyimpanan bahan-bahan b. Mekanisme ini terdiri atas : a. dengan subsidi benih. Ada 2 jenis stabilitas.1.dan lainnya. mekanisasi pertanian. c. tambak. ombak dan arus air aut. Ekosistem yang disubsidi oleh alam misalnya adalah ekosistem estuaria di pantai yang mendapat energi dari pasang surut. Stabilitas resistensi. pertumbuhan organisme dan produksi. Stabilitas resiliensi. 2. yakni : a. irigasi. Homeostasis Ekosistem Dalam suatu ekosistem terdapat suatu keseimbangan yang bersifat dinamis (homeostasis). yakni kemampuan suatu ekosistem untuk bertahan menghadapi tekanan lingkungan. pelepasan hara makanan. maka ekosistem memiliki sifat sibernetiks (kybernetes : pandu/mengatur. yakni kemampuan untuk cepat pulih. Derajat stabilitas suatu ekosistem akan bervariasi.

Sebaliknya. Karakteristik Hutan Lindung di Kalimantan Timur Hutan Lindung di kawasan tropis di Kalimantan Timur adalah suatu tipe hutan yang memiliki sifat khas yang mampu memberikan perlindunan kepada . padang ilalang memiliki stabilitas resistensi yang rendah terhadap api. Jika masalah ini berlangsung. maka hal ini akan menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. III. Artinya. Misalnya. Pada umumnya. namun bila hutan tersebut terbakar maka hal ini akan menyebabkan sulit untuk pulih kembali. hutan tersebut memiliki stabilitas resistensi yang tinggi. di hutan yang memiliki kulit tebal biasanya tahan akan api. namun bersifat stabilitas resiliensi yang tinggi. tetapi bisanya batas mekanisme homeostasis dengan mudah dapat diterobos oleh kegiatan manusia.Meskipun suatu ekosistem mempunyai daya tahan yang besar sekali terhadaap perubahan. ANALISIS KOMPONEN EKOSISTEM HUTAN LINDUNG SEBAGAI ALAT BIOMONITORING LINGKUNGAN 3. namun berdaya resiliensi yang rendah. ekosistem yang kompleks memiliki resistensi yang tinggi tetapi memiliki resiliensi yang rendah. Kedua kemampuan ekosistem yakni Stabilitas resistensi dan stabilitas resiliensi adalah dua kemampuan yang tidak dapat ditemukan dalam waktu yang sama.1.

Tekanan Terhadap Ekosistem Hutan Tropis World Resources 1992-1993 menyebutkan. pencegah banjir dan erosi serta memelihara kesuburan tanah.kawasan sekitar maupun di bawahnya sebagai pengatur tata air. merupakan komunitas kompleks yang umumnya terdiri dari tumbuhan berkayu dengan berbagai ukuran. Produksi serasah sangat tinggi disertai proses dekomposisi dan penyerapan hara kembali oleh tumbuhan yang cepat.000 jenis terdapat di Pulau Kalimantan.2. maka dimensi pohon di hutan hujan tropis biasanya tinggi dan besar. Kalimantan.Proses kehancuran hutan masih terus berjalan seirama dengan perkembangan . putaran hara yang tertutup disertai waktu yang cukup lama.Pohon-pohon besar mempunyai tinggi antara 46 .1985). degradasi tanah di Bumi diperkirakan telah mencapai 1. terbesar di Asia ( 435 juta ha) dan Afrika (321 juta ha).55 m.2 milyar ha. Sumatera. Hujan yang terjadi terus menerus di sepanjang tahun dan suhu tinggi di lantai hutan.000 jenis pohon yang ada di kawasan hutan Malayasia yang meliputi kawasan semenanjung Malaya. penebangan hutan (deforestasi) dan pengumpulan kayu bakar.Dari 20. walapun ada diantaranya yang melebihi 60 m . Pohon-pohon dalam masyarakat hutan tropis basah banyak sekali jenisnya dan bervariasi ukurannya . Hutan hujan tropis dataran rendah sangat kaya akan jenis tumbuhan.Kawasan hutan Malayasia ini umumnya didominir oleh jenis-jenis dari suku Dipterocarpaceae. Kawasan ini umumnya berada pada daerah yang beriklim selalu basah dengan curah hujan rata-rata bulanan tidak kurang dari 100 mm. Sebagian besar disebabkan erosi akibat air dan angin yang dihasilkan aktivitas pertanian. 3. Karena iklim yang mantap. Kondisi ini menyebabkan pelapukan bahan organik terjadi dengan cepat yang kemudian diikuti oleh pencucian hara. tumbuhan pemanjat dan epifit. Philipina sampai Papua Nugini diantaranya 4. yang menurut Ashton (1982) terdapat sekitar 380 spesies tersebar di seluruh kawasan dan diantaranya 300 spesies terdapat dalam hutan primer di Kalimantan. Kondisi pohon di hutan tropis tersebut memberi kesan seolah-olah tingkat kesuburan tanah yang mendukung hutan ini sangat tinggi (Brotokusumo.

besi.Hingga hari ini hanya mungkin hutan-hutan di Irian Jaya yang belum menderita kerusakan seperti di Sumatera.Tidak diingkari eksploitasi terhadap SDA nir-hayati tersebut akan meningkatkan devisa negara. hutan rawa dan rawa gambut yang ada di kawasan wilayah pantai merupakan wilayah yang mendapat tekanan penduduk yang sangat kuat. bila kegiatan konservasi jenis melalui reboisasi. batu bara. pemulihan alami vegetasi tentu saja sangat sulit dan lama . hutan mangrove. Kalimantan dan Sulawesi.dan sebagainya juga merupakan sumber kerawanan terhadap kelangsungan hidup Hutan tropis dataran rendah.Hal ini disebabkan demikian wilayah hutan yang dekat dengan pusat penyebaran penduduk akan cepat . pemeliharaan tegakan tinggal dan pencegahan tidak lebih ditinggalkan ( Brotokusumo. sudah pasti memusnahkan hutan yang berada di atasnya serta merubah pula bentang alam yang asli.karena adanya kendala geografi yang cukup sulit. telah pula meluas hampir kesemua jenis yang berdiameter 50 Cm. Teknik penambangan dengan open mining yang relatif luas.Hal ini disamping memberi devisa yang cukup besar bagi negara. emas. dimana hanya tinggal lapisan batuan induk. Aktivitas pertanian di hutan Dipterocarpacea dataran rendah. Di Indonesia.1990). Pertambangan terhadap sumber daya alam nir-hayati antara lain minyak bumi.IPTEK dan waktu. perak. dibandingkan dengan wilayah tengah dan adanya konsentrasi penduduk di daerah tersebut. sejak diundangkannya peraturan yang meberi peluang masuknya modal asing dan modal dalam negeri dalam kegiatan bidang kehutanan. dengan hulu.Penebangan terhadap jenis-jenis dari suku Dipterocarpacea seperti meranti (Shorea sp) dan kapur ( Dryobalanops) yang saat ini telah sangat menipis potensinya. maka pengusahaan hutan semakin meningkat.Disamping itu merusak areal berbagai spesies pohon sebagai sumber plasma nuftah mengakibatkan pula kawasan tersebut tidak dapat kembali ke aslinya. di lain pihak eksploitasi yang tanpa mengindahkan prinsif-prinsif kelestarian akan menyebabkan kerawanan ekosistem hutan tersebut.Pada areal bekas penambangan.Hal ini merupakan salah satu ancaman yang serius terhadap kelestarian jenis-jenis asli Kalimantan.

Indikator Perubahan di Lingkungan Hutan Dataran Rendah Pada susunan tegakan hutan dapat dilihat adanya sifat struktur hutan berupa keanekara-gaman. perladangan berpindah telah mengakibatkan 400. 23 juta ha adalah semak belukar dan 20 juta yang ditumbuhi alang-alang. Beberapa Indikator Gangguan Terhadap Ekosistem Hutan 3. Menurut Kartawinata. et al (1981). sebaran jenis dan komposisi serta sifat fungsional hutan yakni untuk siklus hara. telah menyebabkan hilangnya komersial per ha. Perladangan berpindah. dan merupakan hasil perkembangan hutan tersebut paling tidak minimal seratus juta tahun yang lalu. serta bakteri yang begitu kaya di hutan hujan belantara ini amat banyak macamnya.000 ha tanah menjadi formasi alang-alang dan + 2.3. 3.1.4 Juta ha hutan sekunder. Interpretasi yang menganggap bahwa tanah di hutan hujan tropis dataran rendah sangat subur adalah tidak benar. cendawan. Lahan hutan 20 m kayu komersial dan 66. Jika hutan ditebangi dan dibuka. kerapatan.3. siklus air dan stabilitas. Jenis-jenis kehidupan tumbuhan dan hewan.57 m kayu non . belum dapat dihimpun dan diduga setelah 12 tahun kemudian akan bertambah menjadi lebih luas. Pada tahun 1986 dilaporkan di seluruh Indonesia terdapat 43 juta ha lahan yang rusak dan tidak produktif.Perladangan berpindah menurut Agung (1988). Lapisan tanah subur di top soil adalah tipis.terkikis oleh petani urban maupun oleh penduduk kota non petani yang membuka hutan dengan motivasi pengusahaan hutan. serangga.Jumlah lahan yang rusak tiap tahun bertambah besar akibat penebangan-penebangan di lokasi yang seharusnya dipelihara untuk terus berfungsi dan akhirnya menjadi lahan tadah hujan.. Data pada tahun 1993.Dengan demikian yang tumbuh adalah semak belukar. maka lapisan tanah yang subur dan tipis ini segera dihanyutkan oleh hujan. suatu sistem perladangan tradisional dan telah banyak ditiru oleh pendatang justru memberi dampak terhadap hutan. fiksasi energi.

maka hutan kerangas sangat rawan terhadap penebangan dan kebakaran. . Penebangan hutan kerangas lebih banyak memberikan kerugian dibanding keuntungan. sehingga meningkatkan kerawanan pencucian dan erosi.Karena kondisi habitat tempat tumbuhnya yang spesifik dengan keanekaragaman jenis yang relatif rendah. maka daerah ini sangat rawan terhadap kebakaran. biasanya cenderung menjadi padang alang-alang. pH rendah.3. 3. Berdasarkan keadaan ini . Jika hutan itu dibalak atau terbakar . maka hutan menjadi terbuka dan kondisi ini akan mengakibatkan rendahnya kesuburan tanah dan biasanya ketersediaan hara hanya ada di bagian atas saja. Agathis dammara dan borneensis. Indikator Perubahan di Lingkungan Hutan Rawa Gambut Gambut bersifat asam hingga sangat asam (pH < 4. aluminium dan besi yang tinggi sehingga posphor tersedia dalam tanah menjadi sangat rendah. Hanya beberapa jenis saja yang mampu tumbuh antara lain : Diospuros. Indikator Perubahan di Lingkungan Hutan Kerangas Hutan kerangas terdapat di daerah bertanah podsolik dengan bahan induk silika bertekstur kasar yang sangat asam dan mempunyai drainase kurang bagus.0) merupakan faktor pembatas bagi pertumbuhan jenis-jenis. Untuk membuat hutan baru sangat sulit. Hal ini akan memacuk erosi akibat hutan terbuka dan menyebabkan struktur vegetasinya mudah berubah menjadi jenisjenis pioneer yang tidak menuntut persyaratan tumbuh tinggi.2. Dengan demikian. 3. Kondisi ini diperburuk oleh adanya curah hujan yang tinggi dan merata sepanjang tahun. kondisi padang Ilalang di kawasan ini merupakan indikator telah berlangsungnya gangguan terhadap kawasn ini baik akibat dieksploitasi manusia maupun kebakaran hutan. kadar silika.umumnya memiliki kesuburan tanah yang relatif rendah. Karena tanah gambut banyak mengandung serasah.2. Plaquium dan Parastemon.3. Jenis-jenis penyusun utama di kawasan ini antara lain Tristania obovata. Apabila terjadi kebakaran di suatu tempat akan cepat meluas ketempat lainnya.

berupa pantai berkadar garam tertentu dan berlumpur.4. Ipomoea pescaprae dan Cyperus pedunculatus. kandungan NaCl sedimen dan pencemaran air. Perubahan kadar garam tertentu.3. Hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaannya adalah : a.3. hanya komunitas Barringtonia sangat rawan terhadap terjadinya proses abrasi pantai yang dapat menghambat proses terjadinya hutan secara lengkap. tidak terdapat komunitas Pascaprae.3. Indikator Perubahan di Lingkungan Hutan Mangrove Hutan mangrove terbentuk oleh karena keadaan tempat tumbuh. Pada tempat-tempat tertentu terdapat jenis Pandan.3. Indikator Perubahan di Lingkungan Hutan Pasir dan Karang Pantai berpasir dan berkarang merupakan habitat aneka jenis tanaman perdu antara lain rerumputan. Perairan di pantai yang sifat airnya payau ini diketemukan jenis yang jumlahnya lebih sedikit jika dibandingkan dengan jenis hutan daratan. seperti Ichenum muticum. Adanya gangguan dari berbagai jenis benthos. dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa faktor yang dapat mendorong terjadinya kerawanan perubahan pH air. terna dan tumbuhan menjalar. Pada pantai yang tidak berpasir karena abrasi. . sebagai akibat curah hujan yang membawa lumpur dan merubah muara (estuari). Widelia biflora. b. Komunitas terna ini berkembang menjadi komunitas jenis perdu dan pohon pioneer seperti Casuarina equisetifolia. 3.

pada tahun 1992. Yayasan Balikpapan Orang Utan Survival (BOS) memaparkan penemuannya berupa manggis hutan Barito yang dapat digunakan sebagai obat AIDS ditemukan oleh seorang mahasiswa Amerika. Masyarakat masih dibiarkan menjadi penonton. Dalam UUD 1945 pasal 33. Baru-baru ini. Sedikitnya ada 11. dan tanah dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat. Banuak kasus HTI (Hutan Tanaman Industri) dan HPH (Hak Pengusaha Hutan) telah merambah tanah tanah kawasan Adat. Hegar Wahyu Hidayat – Damang Udas – Ayal Kosal: 2003). Namun. Misalnya. 1990:23. kekayaan hayati yang dimiliki ini belum dimanfaatkan secara optimal tetapi sudah ada yang mencuri. Cleary and Eaton. 221 spesies binatang buas. seharusnya air. dan 549 spesies burung (Muller. 1992: 18-192). yang menurut pemerintah selama ini adalah hutan negara yang boleh diapakan saja oleh pemerintah tanpa memandang: keberadaan tata guna lahan (land use) dan sistem penguasaan tanah (land tenure) yang telah dipakai masyarakat setempat secara turun temurun tanpa adanya konflik yang berarti (Tim Studi YCHI. Kosmetika Jepang dengan Merk Sheseido mematenkan 9 bahan obat-obatan dari Indonesia yang salah satunya digunakan untuk perawatan kulit.Akankah Hutan Adat Loksado Menangis? Oleh Rudy R Udur Direktur Program YCHI – Banjarbaru Dirampok di Tanah Sendiri Kalimantan merupakan daerah dengan kekayaan hayati yang mengagumkan. Marau. Intimidasi dilakukan oleh pemerintah dengan . Penyebab wabah belalang ini adalah kehancuran habitat hutan tempat berkembang biak dan musnahnya musuh alami belalang tersebut mati karena hutan dibabat untuk kepentingan perkebunan kelapa sawit. 15 spesies mamalia laut. Pengalaman perkebunan sawit di Kecamatan Manismata. dan Jalai Hulu ternyata mengakibatkan wabah belalang yang merusak ribuan hektar padi. termasuk 92 jenis kelelawar. 14 jenis primata.000 spesies bunga: 10 genre dan 270 Dipterocarpaceae. Namun. habitat manggis hutan itu sekarang ternyata telah dibabat oleh perusahaan HPH. namun sampai saat ini perimbangan manfaat lebih banyak dinikmati oleh pengusaha atau pihak lain yang melakukan eksploitasi kekayaan sumberdaya alam. udara.

setidaknya ada 62 jenis tanaman. sebagai sumber kerajinan ada 25 jenis tanaman potensial. Wilayah Balai Malaris. 36 jenis daun. Namun. pada kawasan perladangan. setelah dilakukan overlay dengan peta kawasan lindung versi pemerintah. kerusakan hutan dan pembagian manfaat yang adil (Equity Sharing benefit) karena sistem pengelolaan yang diatur oleh berbagai macam kebijakan pemerintah belum memberikan peluang yang cukup lebar terhadap partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan dan tidak adanya penghargaan terhadap sistem pengelolaan hutan masyarakat adat yang telah terbukti di beberapa kawasan Kalimantan Selatan. nilai penting dari kawasan adatnya adalah sebagai sumber potensi ekonomi. sangat jelas dikatakan bahwa kawasan hutan lindung tidak boleh dimanfaatkan untuk hal-hal yang mengganggu keseimbangan ekosistem.Loa Panggang. 5 jenis getah. misalnya. sebagai sumber penunjang kegiatan rumah tangga setidaknya ada 42 jenis tanaman. Khususnya. . kawasan perladangan (pahumaan). Dari hasil survei lapangan dan pemetaan partisipatif yang dilakukan Tim Studi Land Use dan Land Tenure. ternyata sebagian besar wilayah Balai Malaris dalam status lindung. kayuan (sejenis kawasan lindung setempat). 41 tahun 1999 tentang kehutanan. dari hasil groundcheck Tim Studi land use YCHI sangat jelas terlihat adanya patok hutan lindung (dari danan DAK – DR) pada kawasan produksi masyarakat. apalagi perladangan. seperti kuburan dan wilayah-wilayah tertentu yang telah ditetapkan oleh masyarakat dengan aturan-aturan adat tersendiri. Semuanya bersumber dari 41 jenis akar. Padahal. Misalnya. Di kawasan Balai Malaris dan Loa Panggang serta Balai Haratai. kawasan Balai Malaris dapat mempertahankan keberadaan luas kawasan berhutan tidak menimbulkan konflik yang kontraproduktif terhadap keberadaan hutan dan sosio-kultural masyarakat. Salah Urus Sumberdaya Alam Hutan Kalimantan Menurut tim Studi YCHI. 11 jenis kulit. dan untuk keperluan lainnya diperoleh setidaknya 9 jenis tanaman. kawasan perkebunan (kabun). Haratai – Waja: 2003). Jauh sekali adanya proses penetapan kawasan yang berbasis sistem kelola lokal dan tata guna (land use land tenure). pada kenyataannya. dan Waja. sebagai pendukung upacara adat disediakan setidaknya 9 jenis tanaman. 72 jenis buah dan 1 jenis fungsi secara tidak langsung (Tim Studi Land Use dan Potensi YCHI – Masyarakat Malaris . sebagai sumber makanan setidaknya ada 89 jenis tanaman. Haratai. Loa Panggang. sebagai sumber bahan bangunan setidaknya ada 64 jenis tanaman. secara keseluruhan. 82 jenis batang. dalam UU No. seperti kawasan pemukiman.aparat keamanan kepada rakyat yang tidak setuju dengan perkebunan skala besar HTI ataupun HPH terjadi di banyak wilayah Kalimantan. Penentuan status kawasan semacam ini mengindikasikan bahwa penerapan kawasan lindung tidak melalui proses konsultasi dan membangun kesepakatan dengan masyarakat. dan kawasan keramat. kabun buah. minimal terdapat beberapa penerapan status wilayah menurut mintakat lokal (semacam peruntukan lahan).

seperti di wilayah-wilayah lain di Kalimantan. Loa Panggang. Referensi Pustaka: Andasputera. pengusaha. Haratai. Haratai.0511. dapat menghubungi: Eko DJ Staf Divisi Data dan Informasi WALHI Kalimantan Selatan <!– document. Loa Panggang. masyarakat Balai Malaris. jual beli untuk kawasan produksi. serta hak kepemilikan dan pengelolaan yang belum dapat disinergikan. relatif belum terancam kelestarian potensi SDA Hutannya maupun adat istiadat serta upacara-upacara keagamaan yang berhubungan erat dengan pemanfaatan SDA. // –>Email Eko DJ Telepon kantor: +62 .kawasan tersebut adalah kawasan produksi. Nico. dapat dikatakan memliliki sistem kepemilikan yang sama berdasarkan warisan.write(’Email Eko DJ ‘). Potensi konflik vertikal akan menjadi semakin besar dan masyarakat adat tetap tidak dapat menikmati harta yang menjadi hak mereka dalam konteks pembangunan yang berkelanjutan. 2003. YCHI. dan interaksi antarpihak-pihak terkait seharusnya bisa seintensif mungkin dilakukan. Hutan Adat di kawasan Loksado akan menangis. Untuk mewujudkan hal ini. maka hutan adat di kawasan ini berada dalam posisi genting untuk menuju kerusakan. Namun. Untuk informasi lebih lanjut. menurut versi lokal. khususnya Balai Malaris. sedangkan kawasan lindung (kayuan hak kepemilikannya adalah komunal berdasarkan wilayah balai masing masing dengan aturan aturan tertentu. Kawasan Kecamatan Loksado. Kondisi SDA hutan kawasan Loksado yang masih relatif bagus merupakan peluang besar bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan untuk menjadi pioner dalam mengambil inisiatif adanya ‘model pengelolaan hutan berbasis aturan lokal di Kalimantan Selatan. dan masyarakat. Dalam sistem kepemilikan lahan. Studi Kebijakan dan Land Use/Tenure.” yang menjamin adanya pemanfaatan SDA Hutan yang lestari dan pembagian manfaat yang adil. Bila Hutan Kalimantan Menangis. dan Balai Waja. seperti ladang dan kebun karet. dan Waja. koordinasi. 2003. Kalau tidak…. Relatif hanya penetapan status kawasan lindung yang saat ini berbenturan dengan tata guna lahan masyarakat adat. tentu komunikasi. apabila sistem pengelolaan dan hak partisipasi masyarakat dalam hal pengelolaan dan pengambilan manfaat dari pengelolaan SDA hutan di kawasan ini masih mengacu pada aturan negara tanpa ada inisiatif Pemerintah Daerah untuk memulai adanya sistem pengelolaan dan sistem penetapan status kawasan yang berbasis aturan lokal yang dinilai dapat menjamin pemanfaatan SDA yang lestari dan pembagian manfaat (benefit sharing) yang adil antara pemerintah.772870 . pada saat ini. Perbedaan peruntukan inilah yang seringkali menimbulkan konflik.

772870 .0511.Mobile: Fax: +62 .

itu mengidentifikasi potensi bahan antijamur alami yang luar biasa dari tumbuhan Indonesia. Namun." Awalnya. peneliti dari Jurusan Teknologi Hasil Hutan. Jakarta: Pada bulan-bulan seperti sekarang. Potensi daun angsana inilah yang menarik perhatian Irawan Wijaya Kusuma. Pekerjaan yang menuntutnya keluar-masuk hutan memungkinkan Irawan bertemu dengan warga asli rimba Kalimantan dan belajar sedikit soal etnobotani. Penggunaan di masyarakat juga telah meluas. "Sekarang saya sedang mendalami bahan antijamur untuk jamur yang menginfeksi kulit manusia. staf pengajar di Universitas Mulawarman itu tertarik pada bahan antijamur yang bisa mengawetkan kayu sesuai dengan bidangnya. 20 April 2007 TEMPO Interaktif. Sosoknya yang menyegarkan mata membuat angsana banyak dipilih sebagai pohon peneduh jalan di kota besar. "Sekali pergi bisa membawa 30 sampai 40 jenis sampel tumbuhan. bisa empat sampai lima hari untuk mengumpulkan tumbuhan. atau kutu air. Kutai. Pohon angsana (Pterocarpus indicus) adalah sumber obat alami untuk menyembuhkan infeksi kulit akibat jamur. pohon angsana pasti mengeluarkan bunganya yang kuning dan wangi.Angsana Bikin Jamur Lewat Tjandra Dewi Indeks TEMPO Interaktif: Jumat. kurap." ungkapnya. lama-kelamaan pria kelahiran Tanah Grogot. Februari sampai Mei. Zat aktif yang diekstrak dari daun angsana ternyata memiliki sifat antijamur. bahan antijamur ini bisa pula digunakan sebagai fungisida di bidang kehutanan dan pertanian hingga bahan pengawet makanan dan minuman. dan Pasir di pedalaman Kalimantan. "Setiap kali masuk hutan. pohon yang rimbun itu tak semata tempat bernaung atau penghias mata. dari industri medis dan berbagai produk cat ." kata Irawan. bagi penduduk suku Dayak. Tak hanya membasmi jamur penyebab panu. Namun. Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman. Kalimantan Timur. Kalimantan Timur. studi tentang penggunaan tumbuh-tumbuhan oleh etnis lokal.

dan Kabupaten Pasir. laban (Vitex pubescens). tapi ketersediaan di alam melimpah sehingga harganya murah. Irawan telah melakukan skrining atau menapis belasan tumbuhan asli Indonesia yang memiliki potensi aktivitas antijamur. dan Pasir untuk merepresentasikan pemanfaatan tumbuhan oleh tiga suku itu. mungkin dosis bahan antijamur ini sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan nystatin dan miconazole. Beberapa tumbuhan yang telah ditapis. "Ini adalah upaya pembuktian ilmiah dari pemanfaatan tumbuhan obat tradisional. dan rengas (Gluta renghas. "Sifat alaminya juga aman bagi tubuh dan lingkungan. dan pemanfaatan bahan antijamur dari tumbuhan Indonesia yang dikerjakannya ini bisa meningkatkan konservasi kekayaan hak intelektual Indonesia yang agak lemah. Irawan sengaja memilih tumbuhan yang punya tingkat keawetan tinggi. itu berharap riset tentang isolasi." ujarnya. serta Aspergillus dan Penicillium sp. identifikasi. bahan antijamur yang beredar di masyarakat sekarang ini sebagian besar berasal dari bahan sintetis yang mahal. eboni (Diospyros ebena). Tiga lokasi itu adalah Kutai Barat. Kutai Kertanegara." tuturnya. Sampel tumbuhan itu sengaja diambil dari tiga lokasi di Kalimantan Barat. dan resistensi tinggi terhadap serangan jamur pelapuk. Senyawa aktif itu mampu mencegah pertumbuhan dan mematikan jamur Fusarium sp dan Trichoderma sp. Doktor bidang kimia bahan alam dari Ehime University. "Bisa digunakan sebagai fungisida pada tanaman pertanian atau pengawet produk pangan. "Sekarang ini terlalu banyak ekstrak tumbuhan potensial yang dikirim ke luar . belangiran (Shorea belangeran). Sampai saat ini. merbau (Intsia palembanica). Aporusa elmeri. seperti pohon yang kayunya digunakan untuk di luar ruangan. Kutai." kata peneliti yang lahir pada 12 April 1973 itu.dinding hingga sabun yang menawarkan bahan antijamur. Namun. Dialium sp. "Kalau dari segi efektivitas. antara lain. dua agen antijamur yang ada di pasaran. juga peluang resistensi yang kecil. "Bahan antijamur dari tumbuhan ini bisa bersaing dari segi harga. jamur kontaminan makanan." Salah satu flavonoid atau senyawa yang berhasil diekstrak dari daun angsana adalah isoliquiritigenin. dua jenis jamur patogen pada tumbuhan. Riset yang dilakukan Irawan untuk menguji efektivitas bahan antijamur itu berhasil membuktikan bahwa senyawa aktif dari ekstrak daun angsana punya kemampuan setara dengan nystatin dan miconazole. yang menjadi tempat tinggal Suku Dayak. Informasi dari warga setempat tentang tumbuhan yang punya aktivitas antijamur juga menjadi pertimbangan. Jepang." kata Irawan.

negeri." tjandra dewi .

daun kulit manis. menyusul diisolasinya senyawa kandikanin dari daun kulit manis (cinnamomun zeylanicum G).Tumbuh-tumbuhan tropis yang banyak hidup di Indonesia ternyata mengandung zat yang dapat dimanfaatkan sebagai racun tikus. dan biji pinang sinawa. Jumat. kulit buah jeruk. menemukan zat tersebut pada sepuluh jenis tumbuhan tropis yakni daun gamal. daun inai. racun. Penelitian--hingga berhasil mengukuhkannya sebagai Guru besar tetap Unand dari FMIPA itu pada 29 Mei 2008 adalah dengan rumus kimia 5. Penelitian tersebut dilanjutkannya lagi dan telah berhasil diisolasi dan diidentifikasi struktur kumarinnya dengan nama Calanolide E2 dari tumbuhan nyamplung (calophyllum inophyllum Linn). di tokonya di Pasar Santa. akar pinang sirih. dan lem tikus. JUMAT . Begitu pula terhadap daun kumarin dilakukan dalam daun sicerek (clausena excavata burm f) memperlihatkan adanya 8-(3-metil-2- . Peneliti Universitas Andalas (Unand) Padang.6 benzo-alfa-piron berhasil diisolasi/diidentifikasi dari tumbuhan daun gamal (gliricidiamaculata HBK). sehingga cukup diminati peneliti untuk diteliti. "Sumatera terletak pada garis khatulistiwa memiliki hutan tropis sebagai potensi yang luar biasa sebagai pabrik bahan kimia raksasa. Jkarta Selatan." katanya di Padang. Prof Dr HM Sanusi Ibrahim. Kamis (29/5)." Sanusi dibantu mahasiswanya program S1 dan S2. biji pinang sirih. 30 Mei 2008 | 19:07 WIB JAKARTA. daun juar. meneliti kumarin terhadap 10 tanaman obat tradisional itu sejak 1994 sampai 2006. daun sicerek.Potensi Racun Tikus dalam 10 Tumbuhan Tropis Kompas/Johnny TG Toko penjual peralatan tikus. Berikutnya dari daun juar (cassia siamea Lam) telah berhasil diperoleh senyawa kromon yang berupa isomer dari kumarin yaitu 5-propanonil-7-hidorksi-2-metil-kromon. Manfaat tersebut djelaskan dalam makalah nya berjudul "Perkembangan Kimia Organik Bahan Alam Golongan Kumarin. seperti perangkap. Jalan Cipaku I.

difraksi sinar X (X Ray difraction) atau XRD. sehingga peneliti terpaksa meminta dukung dari negara lainnya.buteniloxy)-7 -oxofuro-(3. "Kini belum tampak adanya prioritas pembangunan dari pemerintah untuk melengkapi peralatan modern seperti spektroskopi masssa. Dari biji pinang sirih (areca catechu L) diidentifikasi yaitu 4-metil-7-hidorksikumarin. Sumber : Antara ." katanya. N-dietil-4metil kumarin. resonansi magnit inti (Nuclear magnetic resonance) atau kekuatan 600 Mhz. kemudian dari kulit buah jeruk (citrus amblycarpa Harsak) juga telah berhasil diidentifikasi kumarinnya dengan nama 5. Sebagain besar penelitian didanai asing.7 -dimetoksi kumarin. juga dari akar pinang sirih (areca catechu L) 3-asam karbosiklat kumarin serta dari biji pinang sinawa (actinorhytis calapparia) yakni 7-amino-N.2-g) kumarin. Kumarin juga ada pada daun inai (impatiens balsamina L) dengan struktur zatnya 6 metoksi-7-hidoksi-kumarin.

however that may be Kenyah tribe to get fruits and vegetables mostly exploitation the secondary forest than the primary forest. 2002 Makalah Pengantar Falsafah Sains (PPS702) Program Pasca Sarjana / S3 Institut Pertanian Bogor November 2002 Dosen : Prof Dr. yang diharapkan dapat terus berperan sebagai paru-paru dunia yang mampu meredam perubahan iklim global. baik yang berada di darat maupun di laut. I.Si. merupakan salah satu hutan tropika yang terluas di dunia. BIO/G361020071 E-mail: medimaaruf@yahoo.com ABSTRAC Study on the wild fruit trees and vegetabies use by Kenyah tribe in the East Kalimantan was carry out at September – December 2001. Commonly fruit trees and vegetabies grow wild in the secondary forest around the village. Sumber alam hutan Indonesia. Ir. Rudy C Tarumingkeng (Penanggung Jawab) Prof Dr Zahrial Coto Dr Bambang Purwantara PEMANFAATAN TUMBUHAN BUAH-BUAHAN DAN SAYURAN LIAR OLEH SUKU DAYAK KENYAH. More than 40 genera wild fruit trees and vegetabies useful has been identify. KALIMANTAN TIMUR Oleh: Medi Hendra. Indonesia juga merupakan bagian dari kawasan Indo-Pasifik yang merupakan pusat . Pendahuluan Indonesia dikaruniai kekayaan alam yang melimpah. M. 2002 Medi Hendra Posted 24 November.

maka perlu ditelaah bagaimana konsep dan pemahaman serta penguasaan pengetahuannya dalam mengolah sumberdaya hayati tadi. Pemanfaatan lainnya lalu berkembang meliputi segala maksud dan keperluan. 1994). Menurut Sastrapradja dkk (1989) Flora Malesia sangat kaya dan ditaksir terdiri atas 1. dan tentu saja amat dipengaruhi oleh adat. Posisi Indonesia selaku gudang sumber daya jenis yang penting terbukti dari kesepakatan para pakar yang mengakui kawasan ini sebagai salah satu bagian pusat keanekaragaman dunia. 1996) dan menjadi landasan kuat bagi teknologi mutakhir (Rifai & Walujo.500 paku-pakuan serta 28. pola hidup kelompoknya atau singkatnya pada tingkat kebudayaan suku-suku bangsa itu (Waluyo. yang sebagian besar terdapat di Indonesia. Jika kita memanfaatkan sesuatu berarti kita mengambil manfaat atau kegunaan dari sesuatu tersebut. Kekayaan flora Indonesia yang besar antara lain merupakan akibat dari struktur vegetasi yang kompleks. Sehubungan dengan keanekaragaman hayati maka memanfaatkan.000 jenis tumbuhan berbunga (fanerogam). karena merupakan sumber bagi pengembangan ide-ide alternatif di masa kini (Adimihardja. maka akan terungkap tumbuhnya berbagai sistem pengetahuan tentang lingkungan alam. terutama yang berkenaan dengan makna budaya. 1995). seperti masyarakat dayak Kenyah di Kalimantan Timur. Edibilitas atau ketermakanan merupakan pertanyaan pertama sekaligus awal pemanfaatan tumbuhan oleh manusia sejak terbitnya fajar peradabannya (Rifai. Unsur kearifan lokal ini walaupun tradisional adalah salah satu kekayaan bangsa yang sangat tak ternilai harganya. Karena peran manusia atau kelompok etnis ini dengan segala tata cara kehidupannya sangat menentukan nasib lingkungan. 1993). 1992).keanekaragaman hayati dunia. Sehingga pada akhir-akhir ini banyak ilmuwan yang mulai tertarik untuk mengkaji pengetahuan pribumi (indigenous knowledge) dan pemahaman alam sekitar oleh masyarakat setempat. karena sangat tergantung pada tipe ekosistem mereka tinggal. Pengetahuan ini akan berbeda dari kelompok satu ke kelompok lainnya. 1998). Kenyataan ini memang dapat disimpulkan dari besarnya jumlah jenis mahkluk yang dimiliki. perilaku. tatacara. Berdasarkan letak geografis dan keanekaragaman hayati tadi maka Indonesia dijuluki sebagai megadiversitas yang masuk dalam katagori tertinggi di dunia. Berkaitan dengan kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia tadi dan kemudian dipadukan dengan kebhinekaan suku-suku bangsa yang mendiami kepulauan nusantara ini. Selanjutnya perlu diketahui bahwa memang banyak suku tumbuhan yang memilih kawasan Indonesia sebagai titik pusat konsentrasi keterdapatan dan persebarannya (Sastrapradja dkk. . mempelajari dan menyelamatkannya merupakan upaya-upaya dalam strategi konservasi (Wilson. jadi tak hanya sekedar nilai ekonominya saja (Rifai. Upaya-upaya ini juga tergambar dalam budaya dan pengetahuan asli lokal. 1989).

Survei yang komprehensif mengenai berbagai jenis tumbuhan hutan yang dimanfaatkan oleh masyarakat di Kalimantan (umumnya) dan Kalimantan Timur (khususnya) belum pernah dilakukan (Mackinon et al. 370 jenis tanaman penghasil sayuran. segolongan kecil suku Kayan tinggal di sepanjang sungai Mendalam yang merupakan anak sungai Kapuas hulu di Kalimantan Barat. Tidak kurang dari 400 jenis tanaman penghasil buah. bentuk kesenian. sungai Mahakam. Bahkan ada diantaranya yang langsung diambil dari alam. Diantara mereka terjadi perkawinan antar golongan yang cukup banyak. Akan tetapi sebagian besar masyarakat Indonesia ternyata banyak sekali menggunakan jenis-jenis tumbuhan lain untuk keperluan pencukupan pangannya. sepanjang bagian hulu sungai Kayan. sehingga kultivar yang ditanam merupakan ras pribumi yang primitif. Mereka kebanyakan dalam masyarakat rumah panjang. Dengan demikian bahwa mengungkap potensi sumberdaya hayati yang didasarkan pada pengetahuan masyarakat secara lokal. 60 jenis tanaman penyegar dan 55 jenis tanaman rempah-rempah yang secara teratur dimanfaatkan oleh masyarakat. akan memainkan peran yang lebih besar dibanding kurun waktu sebelumnya. yang sudah berlangsung lama. terutama yang tinggal di pedesaan. Sebagaimana diketahui bahwa jumlah jenis tanaman pangan yang sudah dibudidayakan secara besar-besaran tidak begitu banyak. sekitar 70 jenis tanaman berumbi.Dalam Pembangunan Jangka Panjang Kedua bangsa Indonesia yang dimulai tahun 1994. Pengembangan tanaman ini boleh dikata tak pernah dilakukan orang. ekonomi dan politik. Suku Kenyah terdiri atas beberapa anak golongan yang berbeda bahasa dan budayanya. dan tunduk pada hukum adat (Mackinon et al. diharapkan dapat dikembangkan oleh para akademisi dan ilmuwan sebagai dasar berpijak dalam memberi nilai tambah terhadap sumberdaya tadi. Jika kemudian dipadukan dengan potensi sumberdaya hayati serta keanekaragaman suku bangsanya maka akan sangat menguntungkan. Mereka terutama merupakan peladang berpindah padi huma. 2000). Suku Modang di daerah aliran sungai Mahakam mungkin merupakan cabang rumpun Kayan dan Kenyah (Mackinon et al. Suku Kayan ditemukan tersebar luas di pulau Kalimantan. sumber daya alam terbaharukan yang berupa tumbuhan. yang menghuni tepi-tepi sungai di Kalimantan. Seperti dapat diduga kebanyakan jenis tanaman ini belum pernah dijadikan objek penelitian (Sastrapradja dkk. 2000). Sedangkan pertumbuhan ekonomi yang pesat di Kalimantan Timur selama . Suku Kayan-Kenyah yang berada di pedalaman Kalimantan Timur dan Serawak. hewan dan mikroba. 2000). Suku Kayan dan Kenyah mempunyai keterkaitan sosial. dan banyak unsur budaya serta organisasi sosial. yang berbeda dalam bahasa. Secara harfiah ‘dayak’ berarti orang pedalaman dan merupakan istilah kolektif untuk bermacam-macam golongan suku. 1989). Suku dayak merupakan penduduk asli yang menghuni pulau Kalimantan. sungai Rajang dan sungai Baram.

dua puluh tahun terakhir ini di ikuti oleh peningkatan laju eksploitasi hutan dan peningkatan luas pembukaan daerah hutan. Kayu dan rotan merupakan dua hasil hutan yang sangat tinggi nilainya. Produk lain yang juga terdapat di hutan mencakup buah-buahan, sayur-sayuran, kacang-kacangan, rempah-rempah, bahan wewangian, minyak biji, makanan ternak, bahan anti mikroba, bahan farmasi lainnya, zat pewarna makanan, bahan pengawet dan penyedap makanan, bahan pewarna, perekat, damar, getah pohon, lilin dan lak. Untuk mengungkapkan potensi buah-buahan dan sayur-sayuran yang terdapat di hutan dan dimanfaatkan oleh masyarakat lokal sangat dibutuhkan survei, penelitian dan dokumentasi didaerah Kalimantan Timur ini agar upaya pelestarian kekayaan buah dan sayuran Indonesia

(keanekaragaman genetik dan pengetahuan tentang budidaya serta kegunaannya) dapat mendorong perkembangan dan pemasaran buah-buahan dan sayuran lokal atau asli yang mampu bersaing secara ekonomi. Karena kebanyakan produk ini sangat tinggi nilai ekonominya, pemanfaatannya dapat menjamin kelangsungan kebutuhan pokok masyarakat setempat selain juga sebagai komoditi perdagangan dan pengembangan komersial. Berbagai produk aktual maupun potensial yang dapat dihasilkan hutan Kalimantan Timur dapat membantu menjelaskan arti penting akses masyarakat pedesaan terhadap hutan tempat mereka mengambil berbgai produk tersebut. Tulisan ini merupakan bagian dari hasil penelitian yang

bertujuan untuk mengungkapkan jenis tumbuhan hutan yang dimanfaatkan oleh masyarakat lokal di Kalimantan Timur.

II. Metode Penelitian Penelitian dilakukan selama 3 bulan dari bulan Juni - Agustus 2002. Daerah yang dipilih adalah pemukiman warga dayak Kenyah di desa Gemar Baru Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Penelitian menggunakan metode survei eksploratif mencakup: 1. Inventarisasi jenis tumbuhan yang dimakan yang diketahui masyarakat meliputi nama lokal dan nama ilmiahnya (Friedberg, 1990) dan 2. Observasi di lingkungan masyarakat yaitu mempelajari keberadaannya. Metode ini didukung oleh pendekatan dan teknik pengumpulan informasi. Pendekatan yang dipakai umumnya bersifat partisipatif atau penilaiain etnobotani partisipasif (participatory ethnobotanical appraisal, PEA). Pendekatan ini meliputi: 1. Wawancara semi terstruktur (Grandstaff & Grandstaff, 1987) dan terjadwal untuk inventarisasi pengetahuan lokal; 2. Observasi partisipatif dan transect-walks sistematis (Martin, 1995) dengan masyarakat sebagai pemandu dan 3. Persahabatan erat dengan masyarakat (Banilodu, 1998), ikut aktif dalam aktifitas mereka baik harian maupun khusus.

III. Hasil dan Pembahasan

Sekarang ini banyak ilmuwan yang tertarik mempelajari pengetahuan masyarakat tradisional tentang pemanfaatan sumberdaya tumbuhan. Pengetahuan ini mempunyai pengaruh besar dan memberikan kontribusi penting dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan alasan tersebut maka dipelajari pengetahuan tradisionil masyarakat suku dayak Kenyah tentang dunia tumbuhan khususnya tumbuhan hutan/liar yang dimanfaatkan untuk sumber sayuran. Dari hasil penelitian di dapatkan bahwa masyarakat dayak Kenyah yang bermukim di desa Gemar Baru mengumpulkan sekurang-kurangnya 55 marga dan lebih dari 90 jenis tumbuhan buahbuahan dan sayuran liar dari hutan dan beberapa ditanam di pekarangan. Banyak tumbuhan penghasil makanan dari hutan ditemukan di hutan sekunder atau ladang yang ditinggalkan. Masyarakat dayak Kenyah pada umumnya meramu dan memanfaatkan tumbuhan liar yang ada disekitarnya dan menggunakan berbagai jenis dan kultivar dari tanaman budidaya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pengamatan di lapangan didapatkan bahwa masyarakat suku dayak Kenyah lebih banyak mengeksploitasi hutan sekunder daripada hutan primer untuk mencari buah-buahan dan sayuran. Hutan-hutan disekitar tempat tinggal mereka kaya akan pohon buah-buahan liar, termasuk mangga, manggis, rambutan dan durian. Beberapa jenis durian yang dipanen dari hutan seperti durian merah Durio dulcis dan Durio graveolens serta durian berdaging buah kuning yang biasa dikenal dengan nama daerah ‘lai’ (Kutai) Durio kutejhensis. Beberapa dari jenis durian tersebut tidak di makan oleh masyarakat setempat karena memabukkan. Tingginya konsentrasi keterdapatan sekerabatan tumbuhan atau mahkluk lainnya dan besarnya keanekargaman suatu jenis dijadikan indikator untuk menunjuk tempat tersebut sebagai pusat persebarannya, yang sekaligus merupakan pusat keanekaragamannya. Menurut Sastrapradja dkk (1989) durian yang memiliki keanekaragaman yang besar dalam jenisnya berpusat persebaran di Kalimantan. Sebab di Kalimantanlah tumbuh secara alami 19 jenis durian liar dari keseluruhan 27 jenis yang tersebar di kawasan Malesia. Jadi meskipun durian budidaya memiliki persebaran luas, tidak saja di Indonesia tetapi juga di negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Thailand dan Filipina, kerabat liarnya berpusat di Kalimantan. Berbagai jenis mangga liar seperti Mangifera griffithii, M. torquenda, M. foetida dan M. caesia juga banyak tumbuh liar disekitar hutan perkampungan suku dayak Kenyah. Hal ini juga terlihat dari hasil ekspedisi badan internasional seperti IBPGR (International Board for Plant Genetic buah-buahan dan

Resources) yang berulangkali menyeponsori ekspedisi internasional untuk mengekplorasi dan mengumpulkan plasma nutfah kerabat liar tanaman budidaya di Indonesia. Dari beberapa marga yang sudah ditangani didapatkan bahwa mangga pusat keanekaragamannya di Sumatera dan Kalimantan (Sastrapradja dkk, 1989). Buah-buah dari famili Moraceae seperti sukun Artocarpus elasticus, nangka liar Artocarpus intiger serta cempedak A. cempeden yang lezat rasanya terdapat di dalam hutan dan juga ditanam oleh suku dayak Kenyah. Marga Artocarpus ini ditemukan beberapa jenis liarnya di hutan sekitar perkampungan masyarakat suku Dayak Kenyah dan mempunyai nilai komersil yang bersifat lokal di Kalimantan Timur. Menurut Sastrapradja dkk (1989) merupakan salah satu marga yang mempunyai persebaran yang terbatas di kawasan hutan Malesia Barat. Buah-buahan dari famili Sapindaceae seperti halnya rambutan Nephelium eriopetalum, N. longana, N. mutabile dan Xerospermum juga banyak ditemukan baik yang liar atau semi

domestikasi maupun yang ditanam oleh masyarakat . Jika kita kaji proses terbentuknya kebun atau pekarangan yang bermula dari terseraknya sisa-sisa bahan makanan yang diperoleh dari hutan dan tumbuh subur di dekat pemukimannya, maka tidaklah mengherankan bahwa kultivar primitif dari berbagai jenis buah-buahan tersebut banyak dijumpai di kebun atau pekarangan mereka. Selain mengumpulkan buah liar untuk dimakan sendiri maupun untuk dijual, banyak masyarakat dayak Kenyah memelihara pohon-pohon di hutan seperti petai. Pohon petai Parkia spp yang menjulang tinggi di dalam hutan, mempunyai biji kaya akan protein yang dimakan dan dijual di pasar-pasar setempat. Daun muda dan bagian tangkai bunganya juga dapat di makan. Menarik untuk dicatat bahwa meskipun banyak jenis buah-buahan sudah dibudidayakan oleh masyarakat suku Dayak Kenyah tetapi miskin akan tanaman sayuran. Agaknya, karena banyak tumbuhan liar yang dapat dimanfaatkan daunnya untuk sayuran, sehingga kurang dirasa perlu untuk membudidayakan. Daun, tunas dan akar berbagai jenis tumbuhan liar dimakan sebagai sayuran. Seperti tunas Cyperus bancanus dan tunas akar ilalang Imperata cylindrica merupakan lalapan yang umum ditemukan pada masyarakat dayak Kenyah. Daun muda dan batang Cyathea contaminans (paku tiang), serta paku-pakuan Diplazium, Nephrolepis biserrata,dan Stenochlaeana merupakan sumber sayuran yang direbus atau dioseng dan kadang-kadang dimasak secara tradisional dalam tabung bambu seperti memasak lemang. Sayuran tradisional lainnya seperti rebung Bambusa spp dan jantung pisang hutan Musa balbisiana juga merupakan sumber sayuran yang banyak terdapat di hutan sekunder disekitar perkampungan dayak Kenyah. Demikian juga halnya dengan jenis-jenis Zingiberaceae seperti Alpinia spp, Nicolaia

speciosa dan Kaempferia spp sumber sayuran dan bahan penyedap yang disukai.

Borassodendron borneensis merupakan buah palem yang dipanen langsung dari hutan. Selain itu beberapa jenis palem disamping pemanfaatannya untuk komersil seperti berbagai jenis rotan, bagian pucuknya biasanya juga dimanfaatkan untuk sayur-sayuran dan buahnya kadangkadang juga dimakan. Bagian ujung dari batang rotan yang dipanen biasanya dimanfaatkan dengan cara dibakar sampai layu, kemudian dikupas bagian kulitnya yang keras dan berduri. Bagian dalamnya selanjutnya dimanfaatkan sebagai sayuran. Demikian juga halnya dengan umbut atau pucuk dari Eugeissona utilis, Oncosperma dan Pinanga biasanya merupakan sayuran yang dimasak bersama dengan ikan. Beberapa jenis buah-buahan hutan dimakan oleh masyarakat hanyalah bersifat iseng (istilah Banilodu (1998) ’dimakan main-main’) dan sebagai penghilang kelau (haus atau lapar sementara) seperti Curculigo orchioides, Passiflora foetida dan buah beberapa jenis rotan seperti Calamus manan dan C. ornatus . Terbukti bahwa pengetahuan tentang ini akan meningkatkan kemampuan forest survival (Rifai, 1998).

Marga atau jenis tumbuhan buah-buahan dan sayuran hutan (liar) yang dimanfaatkan oleh masyarakat suku Dayak Kenyah dapat di lihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 1. Beberapa jenis tumbuhan Buah-buahan dan Sayuran liar yang digunakan oleh suku Dayak Kenyah kec. Muara Ancalong kab. Kutai Timur.

Famili

Nama latin

Nama Lokal

Bagian yang dimakan

Amarillydaceae Anacardiaceae

Curculigo orchioides Mangifera caesia Mangifera decandra Mangifera foetida Mangifera gedebe Mangifera griffithii Mangifera torquenda Bouea macrophylla Wanyi Palong besi Sem Repeh Asam raba Asam putar

Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Supit Bekro Medang Buah Daun muda Buah

Apocynaceae Araceae Arecaceae

Willughbeia firma Borassodendron borneense

kunstleri B. manan C. macrocarpa Elaeocarpaceae Euphorbiaceae Elaeocarpus spp Aleurites moluccana Antidesma montanum Aporosa spp Baccaurea angulata B.Calamus javaensis C. macrocarpa Lempang tip Lempang kip Lempang tip Lempang tip putek Tampoi/ Kapul Kemiri Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah . ornatus Calamus sp Daemonorops mirabilis Eugeissona utilis Khorthalsia echinometra Oncosperma horridum Plectocomia sp Pinanga sp Salacca edulis Uwai Uwai tebengan Uwai seletub Uwai beeng Uwai sekah Nangan Uwai sanam Nyibung Uwai tebengan Benda Pucuk Pucuk Buah pucuk Pucuk Pucuk Umbut & sagu Pucuk Umbut Pucuk Buah Buah dan Bambusaceae Bambusa spp Dendrocalamus asper Schizostachyum blumei Bulok tub Bulok atung Bulok Dian balah umit Dian da’un Dian balah Dian balah latak Dian tuning Dian Keramo Syik Arang batu Tunas Tunas Tunas Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Tunas buah Bombacaceae Durio acutifolius Durio dulcis Durio excelcus Durio graveolens Durio kutejensis Durio zibethinus Burseraceae Cyperaceae Ebenaceae Santiria tomentosa Cyperus bancanus Diospyros korthalsiana var. bracteata B. lanceolata B.

rigidus Ficus spp Musaceae Musa balbisiana Peti lebem luang/Peti Bunga tunas Buah Buah Buah Buah dan Myrtaceae Syzygium aqueum. S. A. A. S. Passifloraceae Polypodiaceae Passiflora foetida Cyathea contaminans Diplazium esculentum Bua top Buah Daun muda Paku paya Daun muda . heterophyllus A. elasticus cempeden Lempang tip putek Kalampi Kalambunyau Bua barang Sarangan Pasang Buah abung Biji Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Ilalang Buah bundar Kalangkala Beta lata Beta umit Tunas akar Buah Buah Buah Buah Tunas Buah Leset Buah Daun Tap/ bacut Sukun Nakan Keledang Baduk Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah A. integre A.B. jamboloides Syzygium sp. nanihua Elateriospermum tapos Sondaricum kotjape Drypetes longifolia Fagaceae Castanopsis sp Lithocarpus sundaicus Flacourtiaceae Flacourtia rukam Pangium edule Graminae Guttiferae Lauraceae Leguminosae Imperata cylindrica Garcinia sp Litsea angulata Parkia speciosa Parkia sp Maranthaceae Meliaceae Stachyprynium jagorianum Aglaia gangga Lansium spp Menispermaceae Moraceae Albertisia papuana Artocarpus dadah A. cumini. A.

Nephrolepis biserrata Paku pait Batang daun muda & Stenochlaeana sp Rosaceae Sapindaceae Rubus spp Dimocarpus cinerea D. rambutanake Xerospermum sp Umbeliferae Zingiberaceae Alpinia sp Nicolaia speciosa Nicolaia sp Kaempferia sp Paku julut Pidang pancung Daun muda Buah Buah Isau kelili/ krumi Buah Buah Buah Buah Blong Buah Abung maritam Buah Uncing Mekai Bua Asak Nyanding Lame Tepo Buah Buah Buah Buah Daun Buah Umbut Bunga Bunga Umbut & . mutabile N. lappaceum N. malesianus Lepisanthes alata Nephellium eriopetalum N. longan var.

I. Pros. Memoires du Museum Nati d’Histoire Naturelle. Semiloknas Etnobot. Rifai. K. UPT INRIK UNPAD. Pengembangan dan Penguasaannya. D. Cisarua. M. IPB. S. & T. 1987. Maryati Moh. Hal 119-126. Nat.. Sistem Pengetahuan Lokal dan Pengembangan Masyarakat Desa. Bandung. Trop. Daftar Pustaka Adimihardja. Timor. Waluyo. dkk. Rifai. E. Bahasa Malaysia). Jakarta. III. Sastrapradja. A. 17 hal. Ekologi Kalimantan. Friedberg. Jurusan Biologi. Banyak tumbuhan penghasil buah dan sayuran tersebut ditemukan pada hutan sekunder di sekitar perkampungan sehingga suku dayak Kenyah lebih banyak mengeksploitasi hutan sekunder dari pada hutan primer untuk mendapatkan buah-buahan dan sayuran. Makalah. Gusti Hatta. Le Savoir Botanique des Bunaq Percevoir ét classer dans le Haut Lemaknen (Timor. B. Denpasar. (Penerj. Kesimpulan Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa masyarakat suku dayak Kenyah mengumpulkan lebih dari 55 marga tumbuhan atau lebih dari 90 jenis tumbuhan liar yang dimanfaatkan sebagai sumber buahbuahan dan sayuran. A Discouse on Biodiversity Utilization in Indonesia.IV.W. Hist. Banilodu. 1990. G. Gland. Switzerland. Waluyo. 19 hal. Indonesie). 12 hal. 1998. & Arthur Mangalik. 1994. . Keanekaragaman Hayati Indonesia dan Peluangnya dalam Penelitian Etnobotani. 1989. 2 (2): 339-349. Hakimah Halim. M. Implikasi Etnobotani Kuantitatif dalam Kaitannya dengan Konservasi Gunung Mutis. B. Keanekaragaman Hayati Untuk Kelangsungan Hidup Bangsa. A. 1998. Makalah tak diterbitkan. K.: 69-88. Makalah tak diterbitkan. Mackinnon. Bogor. Semi-structured Interviewing by Multidicip. tak diterbitkan.. Sabah-Malaysia & WWF Int. Publ. Prenhallindo. 1993.). B. Bogor. 2000. PPs. (Borneo). Etnobotani. Disertasi. Teams in RRA. Grandstaff. Pemasakinian Etnobotani Indonesia: Suatu Keharusan Demi Peningkatan Upaya Pemanfaatan. Martin. Satu Manual Kaedah (Ed. J. tak diterbitkan. Jakarta. Biodiv. Semiloknas Etnobot. Seminar JepangIndonesia di Kagoshima. ________ . 1992. Seminaire Sciences Humaines et Sociales et Recherche Francaise en Insulinde di Kedutaan Besar Perancis. KKU Proc. Tome 32: 303p. Bogor 19-20 Feb 1992. Bot. Grandstaff. 1998. 1996. Puslitbang Bioteknologi-LIPI. & E. S. Kinibalu. C. Etnobotani dan Pengembangan Tetumbuhan Pewarna Indonesia: Ulasan Suatu Pengamatan di Madura.

Strategi Pelestarian Keanekaragaman Hayati. E. Strategi Keanekaragaman . K.Wilson. Courrier (Peny. O. 1995.).

Laporan terbaru WWF menyebutkan tumbuhan yang berpotensi untuk menyembuhkan berbagai penyakit berbahaya seperti kanker. dalam kurun waktu 25 tahun terakhir telah ditemukan 422 spesies baru di Pulau Kalimantan (Borneo) dan masih banyak lagi yang menunggu untuk ditemukan dan diteliti. Bila secara klinis terbukti.INCL Indonesia Newsroom Heart of Borneo: Sumber Kekayaan Medis Yang Belum Terungkap Source : WWF . Mereka berharap dapat mengembangkan obat-obatan yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit yang selama ini mengancam manusia. secara efektif berpotensi untuk menghambat replikasi virus HIV. .Direktur Eksekutif WWF-Indonesia mengingatkan. Vice President of Drug Discovery pada Cerylid Biosciences. Calanolide A akan menjadi salah satu pencapaian penting bagi kesehatan jutaan manusia di seluruh dunia.Malaysia dan Kalimantan . "Kenyataan yang menunjukkan senyawa tersebut sangat efektif dalam melawan sejumlah sel tumor. Dalam berbagai penelitian yang dilaksanakan oleh para peneliti dari berbagai lembaga. memberi argumen yang sangat baik untuk terus menjaga habitat tumbuhan di Pulau Kalimantan (Borneo).triterpenoid . Dr.Indonesia Category : Daftar Isi Code : Edisi 9-17b Date and Time of Publication : 01-August-06 -. Laporan tersebut mengungkapkan para ilmuwan sedang menguji sejumlah contoh yang dikumpulan dari hutan-hutan di Sabah. Senyawa tersebut. yang sebelumnya secara tradisional telah digunakan oleh masyarakat Dayak Kenyah di Kalimantan untuk menyembuhkan malaria. senyawa yang ditemukan pada tumbuhan Aglaia leptantha diketahui secara efektif telah membunuh 20 jenis sel kanker. Senyawa tersebut . Saat ini potensi tumbuhan obat tersebut sedang mengalami ancaman dan membutuhkan upaya perlindungan jangka panjang.05:59:16 Jakarta Indonesia . Melalui sejumlah uji di laboratorium. kanker payudara dan melanoma. Perusakan hutan lebih lanjut akan menghilangkan kesempatan bagi ilmu pengetahuan untuk menemukan dan mengembangkan lebih jauh potensi yang dapat menyelamatkan kehidupan manusia.Indonesia. Calanolide A. Murray Tait. beberapa diantaranya berpotensi memiliki senyawa obat. Lebih jauh disebutkan dalam laporan tersebut.sebuah perusahaan farmasi Australia telah mengidentifkasi sebuah senyawa anti kanker pada sejenis tumbuhan yang ditemukan di Sarawak.Indonesia. "Semua hutan hujan tropis di Heart of Borneo perlu dijaga secara memadai. Kandungan senyawa yang sama juga terdapat pada buah dan ranting Aglaia silvestris yang ditemukan di Kalimantan . Mubariq Ahmad . termasuk sel kanker yang menyebabkan kanker otak. Sarawak . jika kita tidak ingin kehilangan berbagai potensi sumber obat-obatan tersebut". AIDS dan malaria telah ditemukan di hutan Heart of Borneo (HOB). Cerylid Biosciences . demikian Dr. juga bakteri tuberculosis yang mempengaruhi penderita AIDS. Merujuk pada laporan tersebut. "Dibutuhkan waktu yang panjang sebelum sebuah senyawa yang ditemukan dalam tumbuhan dapat dikembangkan menjadi obat yang efisien serta digunakan secara luas oleh para dokter". Penemuan ini penting karena hingga saat ini belum ada satupun obat yang dapat menyembuhkan HIV.Plasmodium falciparum." Para ilmuwan juga menemukan senyawa unik dalam getah yang dihasilkan oleh pohon Bintangor (Calophyllum lanigerum).dalam uji laboratorium mampu membunuh parasit malaria pada manusia . para ilmuwan telah menemukan agen anti malaria yang ampuh dan sebelumnya tidak dikenal luas pada kulit batang pohon langsat (Lansium domesticum).

wwf. Brazil. 081317566300  Catatan untuk editor :  Publikasi Biodiscoveries . "Saya percaya bahwa ratusan tumbuhan dapat dikumpulkan.demikian Dr. Konvensi ini juga mengakui kedaulatan sebuah Negara atas sumberdaya genetik yang mereka miliki. sehingga pengembangan obat-obatan dan pemanfaatan lainnya tunduk pada hukum negara asal. Komitmen ini yang diharapkan ditingkatkan menjadi deklarasi kesepakatan ketiga negara akan memastikan perlindungan dan pemanfaatan yang berkesinambungan pada hutan yang berada di daerah tersebut yang sangat mungkin mengandung potensi penemuan sumber obat di masa mendatang".id + 62 21 5761070. Brazil.or." Masyarakat tradisional seperti Dayak Kenyah juga dapat memperoleh manfaat dari pengembangan obat-obatan yang berbasis pengetahuan tradisional mereka. Konvensi Keanekaragaman Hayati (CBD).Indonesia.pada 27 Maret 2006 lalu telah meluncurkan inisiatif ini dan menyatakan komitmen pemerintah tiga negara uintuk mendukung inisiatif Heart of Borneo.Borneo's Botanical Secret. Pemerintah tiga Negara . Indonesia dan Malaysia . yang dilakukan pada Conference of the Parties (Konferensi Para Pihak ) 8 to Convention of Biological Diversity (Konvensi Keanekaragaman Hayati) di Curitiba. Saat ini. Desember 2005.Borneo's Botanical Secret oleh Menno Schilthuizen. Bambang Supriyanto Koordinator Nasional Heart of Borneo WWFIndonesia. pemerintah tiga negara . banyak senyawa telah diidentifikasi tetapi hanya sedikit yang secara klinis telah diuji. hanya setengah dari hutan Borneo yang tersisa. dimana Indonesia dan Malaysia terlibat didalamnya. menyatakan bahwa pemanfaatan pengetahuan tradisional mereka harus mendapat persetujuan dari masyarakat dan siapapun yang memperoleh keuntungan dari pengembangan tersebut harus membagi secara adil keuntungan yang diperoleh. terdiri dari rangkaian hutan hujan tropis yang kaya ragam kehidupan. Menno Schilthuizen. Informasi lebih lanjut :  Bambang Supriyanto. Peluncuran dilakukan pada Conference of the Parties (Konferensi Para Pihak ) 8 to Convention of Biological Diversity (Konvensi Keanekaragaman Hayati) di Curitiba.or. Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-11 di Kuala Lumpur. Email: iwibisono@wwf. inisiatif Heart of Borneo telah menjadi bagian dari ASEAN Chairman's Statement. Melalui prakarsa Pemerintah Indonesia.pada 27 Maret 2006 lalu telah meluncurkan inisiatif HOB dan menyatakan komitmen pemerintah tiga negara uintuk mendukungnya.or. seorang professor dari Universitas Sabah Malaysia yang menulis laporan Biodiscoveries .    .id + 62 21 5761070. Heart of Borneo National Campaigner. ungkap Dr.pdf (10MB) Gambar Lansium Domesticum Heart of Borneo adalah inisiatif konservasi dan pembangunan berkelanjutan yang bertujuan untuk melindungi serta memanfaatkan secara lestari salah satu pusat keanekaragaman hayati terpenting di dunia dalam skala yang luas. Malaysia dan Brunei Darussalam . 08164810830 Iwan Wibisono.id/attachments/biodiscoveries_borneo_botanical_secret. dapat ditemukan di http://www. Heart of Borneo National Coordinator. Email: bsupriyanto@wwf.Brunei Darussalam.

paragraph 23 yaitu " We also noted the efforts to establish a transboundary network of sanctuaries on the island of Borneo involving Malaysia. www. Rencana ini telah didukung oleh kepala pemerintahan dari empat negara. KTT ini merupakan pertemuan tertinggi negara ASEAN dan Chairman's Statement adalah catatan resmi pertemuan dan didukung oleh seluruh pemimpin pemerintahan di ASEAN.id  .East ASEAN Growth Area).EAGA (Brunei Indonesia Malaysia Philippines .or.wwf. Such sanctuaries would protect the biological diversity of plants and animals in the green Heart of Borneo and would play a vital role in protecting all of the island's major water catchments".  Heart of Borneo juga menjadi salah satu program utama (flagship programme) 5 tahun dari BIMP . Brunei Darussalam and Indonesia.

Tusuk Kusung. selain jenis-jenis HHBK yang dominan tersebut. Ikang Siau serta Akar Buli. hutan di Kalimantan Tengah juga memiliki potensi yang cukup menjanjikan akan tanaman/tumbuhan obat-obatan.363. Kei Umbut. Hasil hutan ikutan saat ini lebih banyak terdapat pada daerah hulu sungai.Potensi Sumber Daya Alam. Saluang Belum. Di Kalimantan Tengah potensi non kayu cukup dominan seperti beberapa jenis Rotan. Lahan dan Jasa Lingkungan SoB Potensi Sumber Daya Alam <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Potensi Hasil Hutan Kalimantan Kaya dengan hasil hutan baik itu kayu non kayu. Meskipun hingga saat ini belum dilaksanakan kegiatan inventarisasi potensi HHBK secara menyeluruh guna mengetahui luas dan sebaran HHBK. potensi hasil hutan non kayu seperti rotan dan berbagai getah (pantung dan jerenang) lebih berpotensi. Hasil hutan non kayu sebenarnya tidak kalah potensinya. Getah Jelutung.684.000 ton/tahunnya. hingga madu. kini potensi kayu sudah menipis jika kita lihat dengan banyak perusahaan kayu yang gulung tikar karena kekhurangan stok kayu. Anak Busi. Akar Ginseng. diperkirakan mencakup luasan sedikitnya 10 % dari total luas Hutan Hujan Tropika di Kalimantan Tengah atau sekitar 1. mulai dari buah-buahan. Pegunungan Meratus Di Kawasan Pegunungan Meratus potensi HHBK cukup melimpah. Berdasarkan data dari Dinas Kehutanan potensi hasil hutan non kayu untuk jenis rotan mencapai 839. Ipung. Penawar Bisa. bahan baku kerajinan. Sendi Adam. Dilihat dari nilai ekonomi dan ekologi. Sula Adam. namun belum secara serius di garap. Potensi HHBK tersebut pada umumnya tersebar tidak merata pada tipe Hutan Hujan Tropika (Tropical Rain Forest) baik dataran tinggi (Tropical Mountain Rain Forest) maupun dataran rendah (Tropical Lowland Rain Forest). Kulit Kayu Gemor. beberapa jenis Damar. Akar Sutra. Akar Busi.87 Ha. tumbuhan berbunga. tumbuhan obat dan rempah-rempahan. Selama ini hasil hutan bukan kayu (HHBK) banyak di manfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat yang berada di kawasan hutan. Kemedangan. Sintuk. bahan baku bangunan subtitusi kayu. Gaharu.350. Akar Kuning. getah pohon. seperti Pasak Bumi. Berdasarkan hasil inventarisasi Pilot Proyek KPHP di Kalimantan Tengah yang dilaksanakan United Kingdom – Indonesia Tropical Forest Management Programme (UK-ITFMP) tahun 1994 – 1997. Sirap dan Sarang Burung. namun mengacu pada hasil survey yang dilaksanakan oleh ODA UK-ITFMP. Biji Tengkawang. Sumber hasil hutan kayu telah lama dimanfaatkan oleh Negara melalui HPH. . (data kawasan hutan kalteng 2001). Akar Gusi.

rotan. Berikut 4 kampung dengan NTFP sebagai basis utama penghasilan masyarakatnya yang dapat dianggap mewakili kampung lain yang ada di Pegunungan Meratus.Namun semua jenis tersebut belum maksimal dimanfaatkan. damar. damar. karet. dari pemanfaatan untuk kerajinan. 2002). karena hampir setiap aktivitas kehidupan masyarakat Dayak menggunakan unsur bambu untuk mendukung kehidupannya. walatung/ manau. obatobatan dan rotan Karet. Berbagai macam bambu dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai macam kepentingan juga. buah-buahan.950 pohon x 10 kg = 459. bamban. Madu . karet. Salah satu kampung penghasil adalah Malaris. Potensi lain yang tidak kalah melimpah adalah bambu. Pisang. Di Loksado minimal terdapat 17 jenis bambu dengan luasan area yang sangat besar (R. kayu manis kering jemur. Bambu di kawasan Pegunungan Meratus biasanya terdapat di bekas-bekas ladang dan kadang bersama mengisi relung yang ada dengan tanaman perkebunan lainnya seperti kayumanis dan karet. Sedangkan populasi kayu manis belum produktif (berumur kurang dari 7 tahun) sebanyak 9.500 kg. Hal ini berhubungan erat dengan kearifan tradisonal masyarakat adat di kawasan ini. Kemiri. Potensi ini tersebar merata di sebagian besar kecamatan ini. Udur. Di Malaris Rata rata kayu manis efektif yang di panen menghasilkan 10 kg kayu manis kering siap jual sehingga potensi produk kayu manis saat ini adalah 5. No 1 Kampung Kampung Malaris (Loksado/HSS) 2 Kampung Kiyo (Batang Alai Timur/HST) 3 Kampung Tampaan (Halong/Balangan) Hasil Hutan Non Kayu kemiri. BOX : Potensi& Nilai Ekonomis Hasil Hutan Bukan Kayu di Lokasado Pegunungan Meratus : Loksado juga terkenal dengan produk kayu manis (Cinnamomum burmanni Blume).900 pohon. keminting. peralatan dapur bahkan untuk kelengkapan upacara ritual aruh adat. kayu manis. bambu dan obat-obatan. Dengan pemanfaatan seperti ini bambu adalah komponen penting dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Dayak. terutama di lereng sebelah barat dan utaranya. Bambu. kayu manis. HHBK yang paling banyak di usahakan di Pegunungan Meratus adalah perkebunan karet rakyat. Sentra lain terdapat di Kecamatan Loksado (HSS) dan Kecamatan Halong (Balangan). Hulu Sungai Tengah adalah kabupaten yang menempatkan karet sebagai produk unggulannya.

670.18 ton. Produksi madu hasil kegiatan perlebahan selama kurun waktu lima tahun sebanyak 249. Sungai Durian/Kotabaru) Madu. Sarang Burung Walet.855. .255. Pegunungan Iban Belum di dapat secara pasti potensi kayu di kawasan Pegunungan Iban. Kabupaten Kutai Barat Dalam Angka Tahun 2002 3).89 98.66 76.92 ton.<!--[endif]-->Hasil Hutan Ikutan : Gaharu.725. Petensi Kayu bulat komersil Prosentase terhadap luas Kabupaten 8. BPS.205.50 Sumber : 1).18 546.66 1.332 593.33 No Kabupaten Luas Areal (ha) Produksi (m3) 1 2 3 Nunukan Malinau Kutai Barat 1. Buah-buahan Sumber : Menggali Kearifan di Kaki Meratus. Kabupaten Nunukan Dalam Angka Tahun 2002 2).000 2.430.501. Damar.168 Ha <!--[if !supportLists]-->.700. 2002 dan Bank Data YCHI Tahun 1997/1998 produksi rotan Kalimantan Selatan adalah 1. BPS. Hal yang sama juga terjadi pada produk madu. Asumsinya bahwa kawasan hutan berada hampir di seluruh kawasan GB.836 4.17 ton dan kembali meningkat di Tahun 1999/2000 dengan jumlah produksi sebanyak 5.<!--[endif]-->Hutan : 7.91 ton yang tercatat sejak tahun 1996 hingga tahun 2000. namun jika mengacu pada wilayah green Belt pegunungan Iban. BPS. Rotan Dan Tumbuh-Tumbuhan Yang Berkhasiat Untuk Obat-Obatan.413.236. Setidaknya data di bawah ini bisa menggambarkan potensi hasil hutan di kawasan tersebut : Tabel .619. Kabupaten Malinau Dalam Angka Tahun 2001 Secara Umum di Kalimantan Timur Potensi SDA Katim<!--[if !supportFootnotes]-->[1]<!--[endif]--> <!--[if !supportLists]-->.4 Kampung Rantau Buda (Kec. meningkat di Tahun 1998/1999 sebanyak 5.<!--[endif]-->Kayu Alam <!--[if !supportLists]-->.

Menurut Pemaparan Bupati tentang kondisi dan percepatan pembangunan di Kabupaten Murung Raya berdasarkan peta geologi lembar Kalimantan. Bahan galian A didominasi oleh batu bara dari pada potensi gas. BARSEL dan BARTIM. Bahan galian C lebih di dominasi oleh tanah liat. Untuk bahan galian dengan jenis batu permata (kecubung) hanya terdapat di kabupaten Kotawaringin Barat. <!--[if !vml]--> <!--[endif]--> Peta. bahkan ke wilayah lainnya.baik emas sekunder dan emas primer. PBB menugaskan Jepang (JICA) melakukan studi hydro power electric generator di wilayah Laung Tuhup dan Muara Joloi yang diketahui akan mampu memberikan daya listrik yang cukup untuk keseluruhan Pulau Borneo. Di kalimantan tengah saat ini terdapat kurang lebih 20 perusahaan tambang emas yang saat ini masih dalam tahap melakukan penelitian dan eksplorasi (Potensi sumberdaya mineral pertambangan-gol A dan B . Cu. di lakukan lagi penelitian oleh Pemda Kalteng dan ditemukan banyak potensi tambang di wilayah calon reservoir air / genangan daerah aliran sungai untuk hydro electric tersebut. Dibawah ini dapat dilihat sebaran bahan galian yang terdapat di Kalimantan tengah dan sudah dikelola oleh beberapa perusahaan. Bahan galian B hampir setiap kabupaten terdapat potensi ini. maka rencana pembuatan waduk PLTA tersebut dinilai tidak feasibel.KOTIM dan katingan). Fe dan intan serta mineral-mineral industri seperti Kaolin. Ag. Sedangkan batu gamping banyak terdapat di kabupaten kapuas. Zn. GUMAS. kaolin dan granit terdapat hampir di semua kabupaten.2005). Sebaran Potensi bahan meneral di kalimantan Tengah Pada daerah hilir lebih banyak tanah gambut (palangkaraya. potensi bahan galian batu bara lebih banyak terdapat pada kabupaten MURA. Pb. Batu Mulia terletak di Bukit Butik. bagian Utara Kalimantan Tengah merupakan jalur mineralisasi yang dikenal dengan “Borneo Gold Belt” yang menghasilkan berbagai mineral bernilai ekonomi seperti: Au. Diwilayah Schawaner yaitu di kecamatan Sanaman Mantike terdapat batu granit. Pasir . Barito Utara dan Mura. Peg Muller : Pada tahun 1961. Desa Tumbang Atei Kecamatan Sanaman Mantkei dan di Desa Rantau Bahai Kecamatan Katingan Hulu.KOBAR. Berdasarkan data yang ada. Tahun 1997. pasir kwarsa. BARUT. Barito Timur.<!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Potensi Bahan Mineral – Energi Propinsi Kalimantan Tengah mempunyai banyak potensi SDA tambang.kapuas.

Secara keseluruhan realisasi ekspor batu bara Kalsel per Januari – September 2005 saat ini mencapai volume 39. Di Kalimantan Selatan setidaknya ada 22 bahan tambang yang berpotensi. Bentonite maupun Granit. PT.661. emas. Post. bahan tambang emas belum berproduksi. Tanah Laut dan Satui (B. Potensi batu bara sebagai SDA yang tidak pulih di Kalimantan Selatan diperkirakan + 3 milyar ton. Pelaihari Mas Utama dan PT. Aneka Tambang/Pelsart (operasi tahun 2000). intan. PT AGM diberikan kesempatan bulk sampling sebesar 200. Hulu Sungai Selatan sebagai gambaran kekayaan SDA Pegunungan Meratus : .13 kilogram. Perhitungan ini tentunya diluar dari kegiatan pertambangan illegal yang marak di Kalimantan Selatan yang mulai terasa sejak tahun 1999. Kuang Ye Int.721.262. PT AGM telah mencatatkan produksi batubaranya sejak 1999. atau naik sekitar 12. Selanjutnya Kotabaru. Eksplorasi emas seluas 291 297. pasir kwarsa dan batu gamping. 25 April 2006) dengan kwalitas yang cukup baik dengan kadar Fe mencapai 67.16.117.681.729. dan PT. Bahari Cakrawala Sebuku (CBS).582. Dari total volume tersebut diperoleh pendapatan sebesar Rp 1. Sejak tahun 1998 hingga tahun 2001 PT AGM telah memproduksi Batubara sebanyak 632.000 ton per tahunnya. 2006) ke China melalui PT. tapi sejak tahun 2000 bulk sampling PT AGM telah mencapai lebih dari 200. Catatan kantor Dinas Pertambangan Propinsi Kalimantan Selatan. SDA lainnya adalah biji besi dengan potensi terbesar terletak di Tanah Bumbu yang diperkirakan sebanyak 140 juta ton.000 ton/th. bijih besi. Adapun Tanah Laut telah meng ekspor biji besi + 300.Kwarsa. Arutmin Indonesia. MD.503.377. Adaro Indonesia.17 kilogram.526. Pada bagiah tengah ditemukan sekungan Barito. Menurut data yang tersedia dari sumber yang sama sampai tahun 2000. PT.71 persen dari waktu yang sama pada periode sebelumnya yang hanya 34. Berikut gambaran lengkap potensi tambang di Kab.27 ha dilakukan oleh PT. Jumlah tersebut dipastikan terus bertambah hingga akhir tahun 2005 (Desperindag Kalsel).73 atau naik sekitar 47. Kutai dan Kuala Pambuang memiliki kandungan endapan minyak dan gas bumi serta batubara.820. dengan dominasi terbesar oleh investor melalui PT. Saat ini Kalimantan Selatan merupakan penyetor terbesar di Indonesia dari SDA batu bara. Adapun yang sudah lebih dulu melakukan eksploitasi adalah usaha pertambangan emas rakyat yang oleh pemerintah dianggap illegal seperti di daerah Kusan.711 ton.000 ton (Syaifullah Tamliha. Meratus Sumber Mas (operasi tahun 1998). marmer.37 persen dari periode sebelumnya Rp 856. diantaranya ada 7 bahan tambang unggulan yaitu batu bara.

5 ton 20.68 juta m3 176. Lokasdo Kec.3 ton 12. Sungai Raya Kec. 8. Loksado Kec. 2005 (Hebat kali udah bisa ngitung giniian…) . Loksado 3. Sungai Raya Kec. Padang Batung Kec. 10. 2.89 juta ton 4. 9. Bijih Besi Batu Gamping Kec.599 m3 41.455 juta ton 160.852 juta ton 171. 11. 13. Padang Batung 661. Telaga Langsat 5. 14.Bahan Tambang/ No.64 juta ton 10. 4. Padang Batung Kec. Galian 1. Sungai Raya 6 7. Loksado Kec. Angkinang* Kec. Loksado Kec. Padang Batung Kec.38 juta m3 90.875 juta m3 63. Padang Batung Kec.08 juta ton 769.812. 12.105. Marmer Pospat Kec. Telaga Langsat Kec.388 juta m3 540 juta m3 101.512. Loksado Kec.75 juta m3 238.825 juta m3 46. Padang Batung Kec. Padang Batung Kec.000 ton 632. Padang Batung Kec. Lempung Kec. Pasir Kwarsa Basalt Lava Basal Sirtu Tanah Urug Konglomerat Granit Granodiorit Batubara Kec.36 juta ton Deposit yang ada merupakan sumberdaya hipotetik Lokasi Deposit Ket Sumber : Hasil Investigasi Advokasi Kamawakan oleh YCHI-Walhi-PIM Loksado.56 juta m3 77.

Lumbis - Pasir kwarsa - Industri gelas.5 Bahan baku industri semen Bahan baku industri keramik Bahan baku industri cat Bahan baku genteng dan batu bata Belum dimanfaatkan Lumbis Labang Batu Gamping 5 Bahan baku industri semen Bahan penetral keasaman tanah Bahan campuran industri keramik dan bahan bangunan Bahan campuran industri Metalurgi Belum dimanfaatkan Krayan. 1 Nunukan Nunukan Komoditi Desa Lempung Luas (ha) Patner usaha Trend pasar 17. Granit. Berdasarkan data yang di dapat dengan pendekatan wilayah adminstrasi adalah seperti tabel di bawah ini : Tabel. industri keramik Bahan kontruksi Belum dimanfaatkan . Kec. Potensi Bahan tambang di Pegunungan Iban LOKASI No Kab.Ket : * bukan kecamatan di kawasasan GB Meratus Pegunungan Iban. Potensi Bahan tambang yang terdapat di kawasan pegunungan Iban diantaranya Emas. optik. Lempung. Batu Gamping dan Mata air Asin.

LOKASI No Kab.680 Bscf (Billion Standard Cubic Feet) <!--[if !supportLists]-->• <!--[endif]-->Batubara : 21. Pegunungan Schawaner di Kalimantan Tengah bertemu dengan bagian barat pegunungan Kapuas Hulu disepanjang perbatasan Serawak dan Kalimantan. yang merupakan daerah dengan flora tersendiri. melalui bagian tengah dan bagian utara pulau ini. Desa Komoditi Luas (ha) Patner usaha Trend pasar bangunan Krayan Buduk Kinangan Mata Air Asin Industri garam Dimanfaatkan oleh masyarakat untuk konsumsi rumah tangga Long Nawang Long Pahangai Long Pahangai Emas - 2 Malinau 3 Kutai Barat - Emas - - - Sungai topai Granit - - - Sumber: Dinas Pertambangan Propinsi Kaltim Tahun 2003 Sumber Daya Mineral Dan Energi Diperkirakan : <!--[if !supportLists]-->• <!--[endif]-->Minyak : 1. selanjutnya meluas ke Utara melalui jajaran Iran sampai ke jajaran Crocker di Sabah. Kec.50 Juta Ton. Satu cabang di bagian tenggara meluas ke Pegunungan meratus di Kalimantan Selatan.17 Juta Mmstb (Million Metric Stock Tank Barrel) <!--[if !supportLists]-->• <!--[endif]-->Gas Bumi : 48. . <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Potensi Keragaman Hayati <!--[if !supportFootnotes]-->[2]<!--[endif]-->Deretan pegunungan meluas dalam bentuk Y terbalik.00 Milyar Ton <!--[if !supportLists]-->• <!--[endif]-->Emas : 60.

S. mewakili tempat pengungsian Kala Pleistosen. S. misalnya menunjukkan endemisme di pegunungan Usambara Timur yang beragam dari 2% untuk mamalia sampai 95% untuk golongan senggulung (Rodgers dan Homewood 1982). Meratus : Kawasan Meratus terkenal juga dengan endemisitas floranya. pusat pembentukan jenis-jenis baru dan terjadinya endemisme. Sampai saat ini paling tidak telah tercatat sebanyak 89 jenis mamalia. Endemisme di gunung sangat tinggi untuk golongan binatang yang merupakan pemencar-memencar yang buruk. resak (vatica enderti) dan binturung (Artocarpus lanceifolius). Gunung-gunung di Borneo dengan hutan dataran rendah di sekitarnya merupakan sebagian dari tempat-tempat keragaman hayati penting di pulau ini. Jenis tersebut sangat dicari oleh banyak kolektor termasuk Botanical Garden Edinburgh Inggris. Namun disayangkan keragaman hayati pegunungan di Kalimantan baru sedikit yang di eksplorasi secara ilmiah. Mereka adalah keluarga palem paleman dan satu lagi adalah Rhododendron alborugosum. rugosa). 334 jenis burung. Dari jenis-jenis endemik di Borneo. pitun (Shorea myrionerva). Gunung Sebagai Pusat Keragaman Hayati<!--[if !supportFootnotes]-->[3]<!--[endif]--> Gunung – gunung merupakan daerah yang sangat menarik dari segi biologi. MacKinnon). Pembukaan vegetasi pegunungan dan khususnya hutan pegunungan dapat menyebabkan kepunahan jenis-jenis yang unik. Kawasan ini sangat kaya dengan keragaman fauna. misalnya amfibi dan invertebrata.728 m. Sisa-sisa hutan dataran tinggi di Tanzania. parvistipulata). 132 jenis herpetofauna (amphibi dan reptil). dan karena isolasi ini kemudian mengembangkan jenis-jenis unik. Owa owa . 23 jenis (73%) merupakan jenis pegunungan. Gunung-gunung di Borneo dapat diibaratkan seperti pulau-pulau di lauatan hutan basah dataran rendah. barangkali merupakan gunung tertinggi di Kalimantan yang paling banyak diteliti dan merupakan daerah yang tinggi keragaman hayati (Nooteboom 1987 . antara lain Macan Dahan (Neofelis nebulosa). Selain itu dikawasan ini juga terdapat hutan agathis (Aghatis beccari) yang kondisinya relatif masih baik di kalimantan Selatan. 173 jenis kupu-kupu yang tergabung dalam 417 jenis serangga. Sembilan jenis endimik lainnya adalah lahung (Durio dulcis). Bukit Raya yang tingginya 2. tidak kurang dari 116 jenis satwa yang dilindungi dapat dijumpai di kawasan ini. 65 jenis ikan. Menurut regulasi perlindungan satwa baik internaional maupun nasional. damar ( Shorea obscura. demikian pula 21 dari 44 jenis mamalia endemik di pulau ini. tengkawang ( Shorea stenoptera). diantarnya adalah 12 jenis tanaman endemik yang hanya ada di kalimantan.Kebanyakan gunung di Borneo termasuk dalam satu unit pusat boigeografi <!--[if !supportAnnotations]->[R1]<!--[endif]--> yang memiliki flora dan fauna pegunungan yang khusus pulau ini (MacKinnon dan MacKinnon 1986). damar merah (Shorea beccariana.

1. Biawak (Varanus salvator) Ular Sendok (Naja sumatrana). Kelasi.150 mdpl terdapat 695 jenis pohon. terdiri dari 15 marga dengan 63 suku dan 50 jenis antaranya endemic pulau Borneo. Kerabat kayu Gaharu (Amyxa pluricor). Dendricitta cinerasceus. hutan rawa. Kijang. 12 suku dan 14 jenis endemic Borneo. 2 jenis buaya. King Cobra (Ophiophagus hannah). jenis baru lainnya seperti Neo uvaria. Untuk jenis ikan ada 4. Euporbiaceae terdapat 73 jenis. 3 jenis kura-kura. Rusasambar. Tingkat endemisitas satwa di kawasna ini pun cukup tinggi. Kera. Beruang madu. dan Troides amphyrisus thomsonii. Kelampiau. Acuminatissima. Shore peltata. 15 jenis migrant. Tarsius. ialah tipe hutan Dipterocarpaceae dataran rendah (Dipterocarpus. hutan berkapur. Vatica). Jelawat (Tor tambra). 41 marga. hutan alluvial. Betet-kelapa Filipina (Ciconia stormi). 6 jenis burung yang dilindungi UU. hutan gunung. Untuk reptilian dan amphibian. Dari 8 tipe hutan itu. 21 jenis ular dan 1 katak terkecil di dunia (Leptobrachella myorbergi) kurang dari 1 Cm dewasanya. Hirangan (Presbytis frontata) Bekantan (Nasalis larvatus). Castanopsis inermis. Suku Dipterocarpaceae terdapat 121 jenis. Shorea terdapat 30 jenis. hutan Dipterocarpaceae bukit. Myrtaceae terdapat 28 jenis. .000 specimen dengan 112 jenis ikan. Hout. Muller : Ekosistem Terdapat 8 (delapan) tipe ekosistem yang dicuplik dari ketinggian 150 – 1. Burseraceae terdapat 30 jenis. Enggang gading. Terdapat 7 jenis kelompok primate.150 mdpl. dimana tidak kurang dari 75 jenis. Elang Walacea (Spizaetus nanus). misalnya jenis pisang baw (Musa lawitienisi). 103 telah diidentifikasi dengan 51 jenis amphibi. 24 jenis endemic Borneo. Rhinom yas brunneata). Kucing hutan. ada sekitar 1. Ficudela parva. Kancil Berang-berang. diantaranya Harimau dahan. Lithocarpus phillipinensis. Paras horea. Luscinia calliope. hutan sekunder tua. Kaijang emas. Eugenia spicata. Flora Masuk ke dalam 8 tipe hutan di atas dengan ketinggian 50 . Lutung Merah (Presbytis rubicunda). 26 jenis kadal. shorea. Clusiaceae terdapat 33 jenis. Trogonoptera brookiana albescens. Hopea. Ayam Hutan (Lophura ignita) dan Cukias (Lophura bulweri). 6 jenis temuan baru di Indonesia (Accipernisus. Fauna Di dalam kawasan TNBK terdapat 48 jenis mamalia. Dari kelompok burung yang teridentifikasi ada 301 jenis dengan 151 marga dan 36 suku.500 specimen. Beruk. hutan sub gunung. Dryobalanops.(Hylobates albibarbis). seperti Orang utan. Chisocheton caulifloris. Pycononotus flasvescent.

perburuan yang keras terhadap jenis badak di masa lalu telah berdampak signifikan terhadap kelangkaan dan kepunahannya sekarang ini. di mana sejumlah 394 jenis di antaranya terdapat di Borneo dan sekitar 149 jenis di antaranya adalah endemik. Bintangor (Callophylum inofilum) dan Durian burung (Durian carinatus). Kekayaan jenis ikan perairan tropis cukup tinggi. adalah berdasarkan informasi masyarakat sekitar yang pernah melihatnya di sekitar Sungai Boh di Kaltim. jenis owa. Jenis lain yang khas pada tipe vegetasi ini adalah jenis Cemara gunung (Casuarina junghuniana) dan Ubah ribu (Syzigium sp). ataupun jenis arboreal yang bergelantungan pada cabang dan ranting pohon yang menjulur ke seberang sungai. Keragaman jenis dari famili dipterocarpaceae ini terus menurun dengan naiknya ketinggian tempat. seperti jenis dari meranti-merantian (famili dipterocarpaceae) ataupun jenis ulin (famili lauraceae). Pada Tipe Vegetasi Daratan Tinggi masih ditumbuhi berbagai jenis meranti. Tipe hutan tropis dataran rendah adalah hutan yang terdapat di kaki Pegunungan Muller. Kawasan ini merupakan ekosistem hutan dataran rendah hingga dataran tinggi yang mempunyai keanekaragaman jenis tumbuhan. Dari family Palmae ditemukan jenis Bambu (Bambusa spp). terbanyak adalah sekitar 134 jenis pada ketinggian di bawah 100 meter. Di sini terdapat jenis-jenis komersial. Namun. . Sedangkan untuk Orangutan di Kaltim. Panas yang tinggi dan level oksigen yang rendah dapat menghilangkan jenis-jenis tertentu dari tumbuhan dan hewan perairan. Jenis lainnya seperti Jelutung (Dyera costulata). Pulai (Alstonia scholaris) dan Belian (Eusideroxylon zwageri). misalnya. baik di sebelah Kalteng maupun Kaltim. Medang (Litsea sp). ataupun petunjuk lainnya seperti daerah mengasin atau sumber air garam. serta jejak kaki. Sungai Mahakam menjadi pembatas ekologi bagi banyak mamalia yang tidak dapat berenang. Jenis lainnya adalah Ubah (Syigium sp). kecuali bekantan di daerah hilir sungai. Tipe vegetasi Daratan sedang masih didominasi oleh jenis-jenis dari family Dippterocarpaceae seperti Meranti (Shorea sp).Eksistensi jenis mamalia besar. penyebarannya banyak dibatasi keganasan Sungai Mahakam. Rotan (Calamus sp) dan Aren (Arenga pinata). Pada tipe ekosistem hutan daratan rendah didominasi oleh jenis dari family Dipterocarpaceae seperti Tengkawang tungkul (Shorea sp). misalnya banteng dan badak di Pulau Kalimantan. Kekhasan Ekosistem dan bervariasinya keadaan topografi kawasan memberikan peluang untuk hidupnya beranekaragam jenis tumbuhan yang hidup pada beberapa tipe ekosistem. Sebaliknya migrasi babi hutan di daerah Kaltim dari sebelah utara ke selatan lebih banyak dibatasi oleh Pegunungan Muller di sebelah barat dan Sungai Mahakam di arah selatan. Resak (Vatica sp) dan Kapur (Driyobalanops sp).

hutan pegunungan 1. hasilnya sebanyak 1. berdasarkan Management Plan 25 tahun TNBB-TNBR. Kelempiau (Hylobathes moloch) dan Kera ekor panjang (Macaca fascicularis). tersebar di seluruh areal <> <!--[if !supportLists]-->b.000 mdpl atau <>Menurut Steenis analisis Citra Landsat ada 3 tipe ekosistem : <!--[if !supportLists]-->a.1. saat ini sulit ditemui. Tercatat sedikitnya 40 jenis tumbuhan. dan 10 jenis burung yang endemik Kalimantan. Pada tipe vegetasi Puncak Pegunungan. dan 82 jenis ikan. Jenis satwa yang mendominasi dan paling sering terlihat di kawasan ini adalah jenis Primata (Monyet) seperti Orangutan (Pongo pygmaeus).8 Ha. sembilan jenis ikan. Di antaranya jenis Cemara gunung (Casuarina junghuniana). 24 jenis kupu-kupu.Perbedaan yang terlihat jelas pada tipe vegetasi ini adalah munculnya lumut-lumut hijau di setiap batang tumbuhan. 159 jenis burung. tersebar di ketinggian 1.200 jenis tumbuhan. Jenis burung yang paling menonjol di kawasan ini adalah berbagai jenis Enggang (Bucerotidae).07%. Jenis Mamalia lain yang sering terlihat di antaranya Beruang madu (Helarctos malayanus). ukuran tumbuhan semakin kecil dan lumut-lumut hijau semakin tebal menempel di kulit pohon. Disebutkan juga. dan satu jenis bulus. <!--[endif]-->Tipe Ekosistem Pegunungan Bawah.<!--[if !supportFootnotes]-->[4]<!--[endif]--> Sayangnya enggang yang menjadi kebanggaan itu. satu jenis macan dahan.500 – 2. setidaknya ada 10 jenis tumbuhan dan delapan jenis satwa berupa enam jenis burung. hutan perbukitan 1.489.03 Ha. mencakup hutan primer ± 45.26 Ha (32. 41 invertebrata gua.30%) dari luas kawasan.500 mdpl.000 – 1.000 – 1. termasuk jenis Enggang Gading (Rhinoplax vigil) yang menjadi maskot fauna Kalimantan Barat.500 mdpl seluas 58. Rotan (Calamus sp) dan beraneka ragam jenis Kantong semar (Nephentes sp).<!--[if !supportFootnotes]-->[5]<!--[endif]--> Schwaner : Ekosistem Dilihat dari keberadaan ekosistem di wilayah green belt pegunungan Schwaneer yang masuk dalam kawasan TNBB – TNBR . 282 jenis ngengat. serta sejumlah jenis flora dan fauna yang diduga jenis baru.340. hutan lumu > 2. ekosistem hutan Dipterocarpaceaea terletak 100 . non hutan ± 2. Rusa (Cervus unicolor) dan Pelanduk (Tragulus napu).637.000 mdpl. 17 jenis reptil dan 11 jenis ampibi. ada lima jenis ikan dan satu jenis tumbuhan yang termasuk jenis yang baru tercatat. seperti Thismia mullerensis. Pandan (Pandanus sp). Di Kawasan TNBK yang termasuk dalam kawasan GB Muller pernah dilakukan inventarisasi.000 mdpl. <!--[endif]-->Tipe Zona Tropika.587. hutan bekas tebangan ± 9. Untuk jenis yang tergolong langka. .

340.420. Dari jenis flora dan fauna yang dulunya dimiliki di sekitar kawasan Mendalam. <!--[endif]-->Tipe Pegunungan Atas. babi. mayas (orang utan).500 – 2. bekas hutan tebangan ± 299. karena dengan adanya burung enggang sering dipercaya kemunculannya dan suaranya tersebut menandakan akan terjadinya suatu perubahan musim1. masuk ke dalam tipe zona tropika yang mana di sekitarnya banyak terdapat jenis kayu belian dan pepohonan buah-buhan yang bersifat keras (cempedak. hutan bekas tebangan ± 9. hutan perbukitan 1.500 mdpl seluas 58. dipercaya oleh masyarakat sebagai suatu pemebritahuan musim. ekosistem hutan Dipterocarpaceaea terletak 100 1. durian) secara alamiah. yang menyebabkan gagal panen dan memperoleh kerugian sekitar 2 juta per KK yang membuka ladang1. hutan pegunungan 1.<!--[if !supportLists]-->c. Kejadian hama belalang ini pada musim panen tahun 2005.8 Ha. Ini terjadi suatu kehilangan jenis flora-fauna yang dianggap saklar oleh masyarakat di sekitar kawasan Mendalam hilang bahkan punah. menyebar di ketinggian > 1.07%. .500 mdpl. Membuat ekosistem berupa flora – fauna dan plasma nuftah dikawasan ini beragam sesuai dengan tingkat tipe ketinggian perbukitan.000 – 1. Ekosistem pegunungan bawah memiliki keragaman jenis pohon serta individu yang lebih tinggi dari zona lainnya. <!--[if !supportAnnotations]-->[R2]<!--[endif]--> Keadaan flora juga didominasi akan jenis hama bagi peladang. enggang gading dan burung pungkapung/kroak sejenis burung untuk menunjukan keberuntukan kawasan perladangan.000 mdpl.930 Ha (3. langsat. kera serta jenis predator pada belalang1. non hutan ± 2. menyebabkan hilangnya rantai kehidupan di sekitar Desa Kalan dengan serangan hama belalang. mencakup hutan primer ± 45.83%) dari luas kawasan. Berdasarkan Management Plan 25 tahun TNBB-TNBR. seperti jenis kayu belian.30%) dari luas kawasan. hutan lumu > 2.81 Ha. terdapat jenis endemic kayu atau pohon Kalimantan kerabat kayu gaharu serta jenis endemic primata Kalimantan merupakan suatu potensi tersendiri dalam peruntukan kawasan konservasi.26 Ha (32. seperti kijang.000 mdpl. tersebar di ketinggian 1.03 Ha. Untuk di Desa Nanga Kalan sendiri.587. tersebar di seluruh areal <> Tipe Ekosistem Pegunungan Bawah. meranti.500 mdpl seluas 6. mencakup hutan primer ± 6. pelanduk.489. Namun dengan potensi ini mengakibatkan tergiur pengusaha kehutanan untuk memanfaatkan potensi kayu yang ada di dalam hutannya.637.000 – 1. Di kawasan mendalam yang merupakan kawasan TNBK dan berada di tengah Pegunungan Kapuas Hulu dan Peg Muller yang terletak di kabupaten Kapuas Hulu. Perubahan ekosistem yang disebabkan oleh aktivitas kehutanan.000 mdpl atau <> Tipe Zona Tropika. 93 Ha. trenggiling.

Binatang pengerat pada ketinggian 2. Elaeocarpus glaber. Pada sekitar lereng ketinggian 400 – 700 mdpl terdapat landak.. genus Shorea spp. 93 Ha. Linsang bergaris. menyebar di ketinggian > 1. Ketinggian 700 – 1. tupai hitam bergaris.83%) dari luas kawasan. Neuclea rivularis.600 mdpl hutan tipe kerangas dengan suku Euphorbiaceae. Jenis Primata dari ketinggian 100 – 1.81 Ha. Pometia piñata. tupai besar. bajing tanah bergaris tiga. Dipteres lobiana. Ekosistem pegunungan bawah memiliki keragaman jenis pohon serta individu yang lebih tinggi dari zona lainnya. Salacca zalacaa. Agathis bomeensis. Selain itu juga ada jenis tumbuhan „Bungon Pemaceh‟ sebagai obat kontrasepsi.000 – 1. bajing kecil. Syzigium rosttratum. tupai bergaris. Pandanus sp.000 – 2.Tipe Pegunungan Atas.. Osmoxylon helleborinum. Ketinggian 2. Michelia sp. Liana „Kanyong‟ sebagi racun di ujung tombak atau anak panah. Ketinggian 1. Kelasi. Tectaria hosei. Trischostosia velutina). Lauraceae. Artocarpus altilis. 7 jenis amphibian. bajing tanah. Flora Telah terinventarisasi ada 817 jenis (610 marga dalam 139 suku). Di sekitar kawasan terbuka (kawasan HPH dan sekitar ladang) terdapat Rusa sambar. Ficus macrostyla. Pinanga spp). terdiri dari 65 jenis mamalia. jenis Ungulata (Kancil. Kijang). Pterospemum sp. Euphorbiaceaea dan ada Rafflesia tuan-mudae Becc.200 mdpl terdapat hutan kerangas dari suku Myrtaceae jenis (Syzigium rhamphiphyllum..000 mdpl ada Tupai pohon. Ketinggian 1. beruang. Hopea spp. Litsea densifolia. Schefflera sp. Sapotaceae. mencakup hutan primer ± 6. Dillenia beccariana. Rhododenron sp.000 mdpl di dominasi famili Dipterocarpaceaea juga Myrtaceae. Saurauria angustifolia. juga ditemukan anggrek (Apendicula alba.. Palaquium dasyphyllum.. Pinanga rivularis. Musang congkok. Pada ketinggian 250 -700 mdpl pada lereng bukit di dominasi famili Dipterocarpaceaea. Baccaurea racemosa. Serawai dan sungai kecil lainnya dengan jenis khas Dipterocarpus oblongifolius. Ficus riber.420. Informasi dari masyarakat .200 – 1. Ficus microcarpa. Rubiaceae serta jenis palma dan liana. bajing kelapa. Igunura walici. Sapotaceae. Musang bogoh.930 Ha (3. Fauna Terdapat 221 jenis yang telah diidentifikasi. Fagaceae dengan jenis Aporosa sp. Palem-paleman (Areca spp. Lauraceae. Bolbitis sinuatar Jenis umum. „Ramoy‟ sebagai obat diare. bekas hutan tebangan ± 299. „Bayan Akah‟ kulit berwarna kuning sebagai pematik api. Syzigium lineatum). Wau-wau tangan hitam. Kucing hutan. Tenggalung. Napu. 9 jenis reptilian. Asplenium sabaquatile. Trichostosia lanseolaris. Listhocarpus ewyckii. dikawasan punggung perbukitan sekitar sungai Ella terdapat jalur jelajah Orang utan dan Singapuar. pasak bumi „Seloang Belum‟ sebagai obat kuat (tonik).278 mdpl ditemukan hutan lumut yang di dominasi dari suku Ericaceae.200 mdpl ada lutung. Lithocarpus cooertus dan Knema sp.500 mdpl seluas 6.vegetasi hutan ekosistem tropika tersebar di sepanjang Sungai Jelundung. 140 jenis aves (burung). Musang bergaris.

sibar-sibar merah hitam. keluing bergerigi. Kancil (Tragulus sp) dan berbagai jenis Primata. Diduga jenis tumbuhan ini memiliki persamaan dengan hasil penemuan di kawasan Taman Nasional Kinabalu Serawak Malaysia.binatang yang punag ada Badak. Jenis tumbuhan dan famili Dipterocarpaceae didominasi jenis Shorea spp dan Hopea spp. Macan dahan (Neofalis nebulosa). sibar-sibar raja. Vegetasi pada dataran rendah (kaki bukit) hingga ketinggian 400 m dpl menunjukkan kekhasan hutan hujan dataran rendah yang mengandung ± 30% species dari famili Dipterocarpaceae. Burung terdapat 8 jenis endemic Borneo. Penelitian-penelitian yang berusaha menggali potensi keanekaragaman hayati terus berlangsung. burung Kuau kerdil Burung Enggang gading. Uncal merah). kupu-kupu jesebel. Ikn duyung (Duyung Irawadi). seperti Beruang madu (Helarctos malayanus). kura-kura.000 . sibar-sibar putih susu. Jenis insekta seperti keluing pil raksasa. Burung Ruai. Sedangkan jenis lainnya terdapat Agathis bornencis dan beberapa jenis dari famili Myrtaceae dan Sapotaceae. sibar-sibar hijau. ular Lamaria schegeli. Pada ketinggian antara 1. Tipe vegetasi penyusun hutan berubah secara bertahap berdasarkan ketinggian tempat. biawak hijau. 52 jenis burung dilindungi UU. terutama Kelempiau/Owa (Hylobathes agilis).1. Pada tahun 1997 telah dilakukan Borneo Biodiversity Expedition to the Trans-Boundary Conservation Area of Betung-Kerihun National Park (West . Salah satu jenis flora dilindungi yang ditemukan di kawasan ini adalah Bunga Rafflesia spp. kupu-kupu jeruk sayap panjang. kupukupu sayap burung paris. Jenis Capung seperti capung jarum ekor porok. diantaranya berbagai jenis mamalia darat.200 m dpl (sekitar Bukit Birang Merabai) dan di lereng Bukit Baka merupakan tipe hutan kerangas yang ditandai dengan dominannya jenis Podocarpus imbricatus. seperti Kodok Bako dan Ular 168 jenis. Secara keseluruhan kawasan ini tertutup oleh vegetasi tingkat pohon yang penyebarannya bervariasi dari kaki bukit hingga ke puncak puncaknya. serangga ranting dan daun (belalang ranting dan muda). sibar-sibar cincin mas. Babi hutan (Sus barbatus). keluing biasa keluing raksasa. kadal Spenomorphus sp. Jenis fauna yang menjadi primadona kawasan ini adalah jenis burung Enggang Gading (Buceros vigil). Jenis Kupu-kupu seperti kupu-kupu sayap burung. Pegunungan Iban : Kawasan ini memiliki kenakeragaman hayati yang berlimpah. sibar-sibar merah. Tembadau (Banteng). Vegetasi di Bukit Raya secara vertikal dapat dibagi dalam zona-zona menurut ketinggian dan tipe tanah. capung jarum merah capung jarum zamrud. Burung jenis ini mempunyai kisaran jelajah yang tidak terlalu jauh dari sarangnya. bangsa capung (sibar-sibar betina. yang dibuat di sepanjang sungai. Jenis Herpetofauna seperti Kodok ada 91 jenis. 2 jenis burung „new record‟ (Punai Imbuk. Satwa liar lainnya yang sering dijumpai. jenis Tongerert. Sedangkan pada daerah puncak Bukit Raya ditemukan berbagai jenis dari famili Ericaceae. kelabang.

Dua jenis ikan dari genus Glaniopsis dan sejenis ikan Gastromyzon ditemukan pertama kali di Kalimantan. terutama di Sarawak. Indonesia) and Lanjak-Kentimau Wildlife Sanctuary (sarawak. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Diidentifikasi 62 jenis palem-paleman dimana 2 diantaranya jenis baru. Malaysia) yang merupakan daerah Green Belt Pegunungan Iban disponsori oleh ITTO dan melibatkan sejumlah ilmuwan dan kelembagaan dari kedua negara dengan beberapa temuan antara lain: <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Pada kedua kawasan lindung tersebut ditemukan sejumlah jenis tumbuhan yaitu genera Laxocarpus. Hal ini diduga karena daerah hulu Barito adalah daerah yang kaya dengan hamparan rawa dan rawa gambut. Ardisia. Lepisanthes. C. 38 jenis tumbuhan untuk upacara. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Ditemukan 291 jenis burung dari 39 famili termasuk di dalamnya 20 jenis endemik dan 17 jenis burung migran yang secara keseluruhan mewakili 70% avifauna hutan daratan rendah Kalimantan. . Microtopis dan Jarandersonia. Potensi Jasa Lingkungan <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->DAS Pegunungan Meratus memiliki nilai penting sebagai pengatur tata air yang meliputi penyerapan curah hujan dan mengalirkannya ke dalam sistem drinase yang berada di bawahnya. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Tercatat 41 jenis tumbuhan obat-obatan.2.1. di mana air Sungai Barito terlihat lebih berwarna gelap dibanding Sungai Mahakam. 30 jenis tumbuhan untuk bahan bangunan dan 60 jenis tumbuhan untuk berbagai macam bahan bangunan <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Ditemukan tumbuhan Hornstedtia spp yang digunakan sebagai indikator untuk menunjukkan bahwa lahan perladangan gilir balik sudah ditanami kembali. 144 jenis tumbuhan menghasilkan bahan makanan.Kalimantan. Das Sampanahan dan DAS Satui Muller<!--[if !supportFootnotes]-->[6]<!--[endif]--> : Kondisi Sungai Barito berbeda dengan kondisi di Mahakam. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Kedua kawasan kaya akan jenis Dipterocarpaceae. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Tumbuhan langka Cyrtranda mirabilis di TN Betung-Kerihun. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Tercatat 125 jenis ikan dari 12 famili (91 jenis ikan di Kalbar dan 61 jenis di Sarawak). DAS Barito.

DAS Mendalam. di mana kecepatan arus bertambah dan tidak adanya endapan-endapan pasir. Tumbang Keramu dan Tumbang Topus adalah dua desa terujung di hulu Barito sehingga lebar Sungai Barito sudah terasa menyempit. Panjang aliran utama sekitar 60 km dengan lebar antara 50-60 meter dan semakin melebar (> 200 meter) pada bagian muaranya. Sungai Barito dan Mahakam dicirikan oleh zona riam yang ganas. Menyelamatkan daerah Muller suatu keharusan karena di sana berawal banyak anak sungai yang bermuara ke Sungai Barito dan Mahakam. Meski demikian. Ancaman kerusakan dari daerah Kaltim diperkirakan lebih besar mengingat tipe hutan di bawah dinding Muller masih memiliki keragaman jenis yang tinggi dan menyimpan potensi besar untuk kayu-kayu komersial. DAS ini luasnya 89. Sedangkan daerah Penyungkat adalah daerah anak Sungai Mahakam. atau paling tidak semestinya berupa hutan lindung. Aliran sungai Simenggaris masih dipengaruhi oleh pasang surut air laut. juga berbagai material yang mengendap pada dasar sungai. Salah satu pemandangan yang agak asing adalah teridentifikasinya sejumlah besar serangga air (famili ephemeroptera. yaitu di Sungai Sebunut dan daerah Long Bagun. memiliki karakteristik sangat berbeda dengan zona arus lambat.<!--[if !supportFootnotes]-->[7]<!-[endif]--> Pegunungan Iban : Daerah Aliran Sungai (DAS) yang terbentuk dari hulu sungai-sungai yang mengalir ke Provinsi Kalimantan Timur dan Sarawak adalah DAS Simenggaris. Daerah Penyungkat di kaki Muller adalah daerah cagar alam. Diperlukan suatu keseriusan untuk menyelamatkan hutan di kawasan ini yang merupakan hulu dari anak-anak sungai yang menuju ke Mahakam dan Barito.275 ha dengan pola drainase paralel.<!--[if !supportFootnotes]-->[8]<!--[endif]-> .yang terdiri dari Sub DAS Simaja dan Wawasan. di daerah ini masyarakat sudah mulai membuka hutan untuk berladang dan mengambil kayu secara ilegal. Dasar sungai bagian hulu berpasir dan pada bagian hilirnya berlumpur sampai sepanjang kurang lebih 20 km dari pantai. tempat tim ekspedisi turun dari Penyungkat. DAS Bungan dan DAS Embaloh. Dari kaki-kaki pegunungan Muller mengalir sungai-sungai kecil yang membentuk DAS besar seperti DAS Kapuas. mayflies) di atas perairan Sungai Barito pada sore hari yang memberikan nuansa warna putih di sekitar permukaan air. DAS Sibau.Air tanah yang meresap melalui media yang masam seperti gambut akan mengakibatkan airnya menjadi sangat masam dan berwarna hitam. Daerah ini belumlah daerah yang terakhir di hulu Mahakam.

Muara DAS Katingan meliputi Sungai Bimban. Jenis potensi tersebut berupa bahan tambang yang tergolong ke dalam golongan galian C yang sangat berpotensi.2 miliar. . Panjang aliran sungai Sembakung adalah sekitar 115 km. Senamang. Sangkei. dan penyediaan air untuk masyarakat dan sistem pertanian. Antimoni. Umbak. Uranium. DAS Sebuku terdiri dari Sub DAS Kapukan. Tepilan dan Apan. air. 48. ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Jelundung. Samba. Panjang aliran sungai yang masuk dalam areal HPH sekitar 52 km dengan lebar sungai antara 20 – 50 meter dan kedalaman antara 1 – 3 meter. Sebuah lembaga Internasional pernah melakukan penelitian di sebuah DAS untuk menilai secara ekonomi air dari Sungai Kelay dan Sungai Segah. berhulu di Sabah (Malaysia) dan bermuara di Laut Sulawesi (Selat Makasar). Juoi. seperti Batubara. Agison. Tebing sungai berlereng agak curam sampai curam yang ditumbuhi vegetasi semak. atau sekitar US $ 5.<!--[if !supportFootnotes]-->[9]<!--[endif]--> Schwaner :Rantai pegunungan Schwaner tersebut merupakan daerah tangkapan air utama untuk Sungai Kapuas di Kalimantan Barat dan Sungai Katingan di Kalimantan Tengah. Muara DAS melawi meliputi Sungai Ella hilir.595 ha mempunyai pola drainase dendritik. Hiran. Mentatai. dan akan terus menjalankan peran penting pada pembangunan masa mendatang.350 ha. ini merupakan suatu potensi yang sangat besar dalam pertambangan di wilayah pegunungan Schwaner. Panjang aliran sungai Tabur sekitar 39. dan kualitas air terjaga.5 km dengan lebar antara 20 – 50 meter serta dasar sungai berpasir – berlumpur. Labang. Hutanhutan tersebut merupakan bagian penting dari karakter fisik dan ekonomi Kabupaten Berau.62 juta. Dasar sungai berbatu dan dijumpai adanya beberapa riam (jeram) di bagian hulu.780 ha. dan sungai ini tidak dipengaruhi oleh pasang surut air laut8. Hubungan antara hutan. Selain itu terdapat pula DAS Sebuku yang mempunyai pola drainase modifikasi dendritik dengan luas sekitar 68. dengan kecepatan aliran rata-rata sekitar 0.45 meter/detik. Tai. Lekawai. DAS Sebakung seluas 101. Pada bagian hulu DAS banyak terdapatriam/jeram dan air terjun yang dipengaruhi curah hujan. Dasar dan tepi sungai berbatu pada bagian hulu ditumbuhi oleh vegetasi semak. Serawai. DAS ini merupakan aliran drainase pantai dimana seluruh wilayahnya berupa rawa dan bakau serta dipengaruhi oleh pasang surut. Dengan kondisi geologi perbukitan & pengendapan di kawasan bukit serta keadaan tanah yang berupa podsolik merah – kuning yang berasal dari batuan endapan. Ambalau. Melalui penyediaan fungsifungsi tersebut infrastruktur penting dan sistem pengairan dilindungi. Sebagai daerah tangkapan air dan persediaan air serta kawasan perlindungan tata air untuk DAS Melawi (Kal-Bar) dan DAS Katingan (Kal-Teng).Pada wilayah perbatasan ini juga terdapat DAS Tabur yang didalamnya terdapat areal kerja HPH seluas 5. Diperkirakan kedua sungai tersebut memiliki nilai per tahun saat ini sekitar Rp. lebar antara 35 – 50 meter dan secara umum DAS Sembakung mempunyai arus sungai dari agak deras sampai dengan deras. Area berhutan dari daerah aliran sungai (DAS) Kelay dan Segah juga memberikan fungsi ekologi yang penting dalam pengaturan kecepatan arus dan muatan sedimen.

minuman. Karakter sungai banyak berjeram/riam dengan tertinggi pada jeram matahari yang juga mengandung mineral emas dan di rambah secara tradisional. terletak di sebelah Timur Sub DAS Sibau dengan karakter aliran sungai deras di perhuluannya. (Umak) di KalTim sampai ke barang kerajinan. Karakter sungainya banyak jeram/riam dan gua alam akibat susunan geologi berupa batuan kapur. tarian. berbatu berans (tenang. Pembuatan zona pemanfaatan tradisonal/enclave terhadap desa . Desa Sei Sedik.Muller & Kapuas: Ada ratusan jaringan sungai kecil dan besar masuk dalam system DAS Kapuas. upacara tardisi dan kearifan local masyarakat dalam berinteraksi dengan alam. Sub DAS Sibau. makanan. Panjang dan kondisi sungai bervariasi mulai yang lebar. Dimana juga banyak ditemui sumber air yang lebih asin (Sepan) ketika air sungai meluap. Dimana tersebar pada bagian-bagian sesuai dengan mata angin yang membentang di pegunungan. dalam. jernih. merupakan ujung (Uncak) Kapuas merupakan bagian dari pegunungan Muller. Sub DAS Embaloh bermuara di Nanga Embaloh di DAS Kapuas. Desa Ukit-ukit. jeram yang cukup tinggi). sempit. di bagian Tengah Dayak Bukat. Sub DAS Sibau – Menyakan dan Sub DAS Mendalam di bagian tengah.. Penduduk yang mendiami di sekitar pegununagn Muller & Kapuas Hulu ialah suku Dayak. dangkal. bukit Lanjak. pemburu dan pencari ikan. berlumpur. Potensi sosial terutama budaya dan etnik Dayak. pemungut gaharu. Tipe sungai kelurusan yang dapat berupa patahan-patahan/kekar-kekar dengan jurang yang terjal dan licin serta berlantai dasar batuan induk hitam akibat aktivitas vulkanik pada PostEocene. Masyarakat mengandalkan Sumber Daya Alam seperti peladang. Dari jumlah penduduk relative kecil jika dibandingkan dengan luas kawasan penyangga TNBK. menjadi andalan penduduk di Banua Martinus dan Nanga Embaloh serta ibukota kecamatan Embaloh hilir. panjang Sungai Mendalam 30 Km dari mata air Gunung Batu. Dari rumah panjang (Betang) di Kal-Bar. terletak di Selatan Sub DAS Kapuas Koheng berbatasn dengan Kal-Tim dan Kal-Teng masuk dalam jajaran pegunungan Muller. panjang Sungai Hulu Kapuas/Koheng 100 Km dari mata air Gunung Cemaru. diantaranya Sub DAS Embaloh di bagian Barat. panjang Sungai Bungan 50 Km dari mata air Gunung Liang Cahung. terletak di sebelah Timur Sub DAS Embaloh dengan batas puncak Gunung Lawit. pemungut tengkawang. Dusun Sungai Ulu Palin. Sub DAS Kapuas Koheng. Selain itu juga sebagai tempat pencarian menangkap ikan dan sebagai sarana transportasi sungai. Sub DAS Mendalam. Sub DAS Bungan. pada bagian Barat di humi Dayak Iban dan Tamambaloh. deras. panjang Sungai Menyakan 65 Km dari mata air Gunung Lawit. di bagian Timur Dayak Punan. dan beberapa sub DAS. Sub DAS hulu Kapuas/Koheng dan Sub DAS Bungan di bagian Timur. keruh. panjang Sungai Sibau 25 Km dari mata air Gunung Aseh. Panjang Sungai Embaloh 95 Km di ukur dari puncak Gunung Tunggal sampai muara Sungai Paloh.

Objek wisata budaya setempat yang ada antara lain berupa rumah betang panjang (long house) serta kesenian tradisional dari masing-masing anak suku yang ada di peg.278 m dpl) merupakan puncak gunung tertinggi di Kalimantan (bagian Indonesia). Iban : Wisata budaya yang merupakan kekayaan nilai nilai tradisional yang masih melekat secara kuat dalam kehidupan sehari-hari. pendakian G.di kawasan TNBK salah satu alternative mengatasi permasalahan pengelolaan kawasan yang penduduknya makin bertambah. Ada beberapa potensi yang terdapat di kawasan TNBK. bengkirai dan ulin yang mengelilingi Desa Pembeliangan. Disamping itu beraneka ragam pola kehidupan masyarakat yang tinggal di sepanjang sungai merupakan hal yang tak kalah menariknya. seperti pemandangan yang unik dan jalur pendakian. Suasana seperti ini tentu merupakan suatu daya tarik yang memikat bagi para wisatawan khususnya dari mancanegara yang lebih menyenangi kegiatan petualangan di alam bebas. G. Embaloh dan Kapuas hingga ke Sungai Mahakam memberikan kesan petualangan yang sangat menyenangkan serta pemandangan bentang daratan yang ditutupi kabut pada bagian-bagian puncak bukit. Wisata Sejarah Rumah Betang di Kecamatan Katingan Hulu merupakan keunikan sosial budaya tersendiri yang berpotensial mendatangkan wisatawan yang tertarik dengan wisata budaya dan alam. Lawit 1. telah dipromosikan melalui equator expedition. . Condong 1.<!--[if !supportAnnotations]-->[R3]<!--[endif]--> <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Wisata Schwaner : Kekayaan sumber daya alam. arung sungai dan jeram di Sungai Bungan dan jeram matahari. Betung 1.150 mdpl dan G.770 mdpl. tempat minum binatang. sumber air panas yang terdapat di Sungai Bukit Rimban.790 mdpl. Wanawisata yang didominasi oleh vegetasi spesifik hutan dataran rendah. Dari peta RTRWK Kabupaten Gunung Mas setidaknya terdapat 3 kawasan wisata alam yang berada di Kawasan Schawaner dan Muller. panorama alam dan beranekaragam fenomena alam serta berbagai jenis budaya masyarakat setempat. Sepan. serta terkadang melintas berbagai jenis satwa liar seperti Burung Enggang (Bucerotidae) dan Rusa menimbulkan kesan alami bagi penikmatnya. terletak di atas Desa TumbangTabulus serta kehidupan masyarakat Dayak dan Melayu yang bermukim di sekitar kawasan. Di Kecamatan Nunukan terdapat Air terjun Sungai Binusan. namun dalam dokumen tersebut tidak disebutkan namanya.240 mdpl. pegunungan kapur dan gua di hulu Sungai Bungan. seperti pohon meranti. Muller : Menyusuri sungai dan melewati jeram-jeram di sepanjang Sungai Sibau. Iban. Kerihun 1. Kegiatan pendakian ke puncak Gunung(Bukit) Raya (2. Orang Punan Hovongen menyebutnya „Diang‟ (lubang gua) di Tanjung Lokang. G.

Erya Floribuda. Di Kabupaten Kutai Barat terdapat wisata Anggrek alam terdapat di Kersik Luway antara lain: Anggrek hitam (Coelogynepandurata). antara lain tari gong. termasuk dalam kawasan ekowisata Kayan Mentarang tepatnya di Desa Tanjung Pasir. Hudoq Apah terdapat di Desa Tering. Air terjun Tao Lun di Desa Patal. Eheng. dll). Umumnya kondisi hutan di kawasan ini memiliki tutupan baik dan masih merupakan hutan primer dan sebagian hutan skunder. Pembuatan garam Gunung. Ba‟ Liku dan Pa‟Kebuan. Laliq Iqal. mandau. . gong. terletak di hulu Sungai Main Desa Long Layu. Objek wisata Air terjun Jantur Gemuruh terletak di Desa Mapan. Upacara adat yang terkenal: Lamelah Tenan. termasuk dalam kawasan ekowisata Kayan Mentarang tepatnya di Desa Tanjung pasir. Hulu Giram Sungai Krayan. baik seni musik maupun seni tari (Bambu. Goa Kelelawar. Engkuni. tepatnya di tepi hulu Sungai Krayan.1. terletak di areal Taman Nasional Kayan Mentarang. Museum Mencimai terdapat desa Mencimai dan lamin sebagai pusat seni suku Dayak Tunjung yang terdapat di desa Mencimai. Gunung Batu Sicien (Sicen). Daerah ini mempunyai bukti sejarah adanya bekas tangga jajahan dan makam tentara Belanda. Potensi Tutupan Lahan & Tingkat Kekeritisan Lahan Berdasarkan data tutupan yang di miliki oleh Walhi pada tahun 2005 (Analisis Citra Landsat tahun 2004) terlihat seperti gambar di bawah ini menunjukkan bahwa kawasan hutan primer (hijau tua) dan hutan skunder (hijau muda) berada pada kawasan –kawan green belt. Air Terjun Ruab Sebiling. membujur dari perbatasan Kabupaten Nunukan dengan Sabah Malaysia di bagian Utara sampai ke Kecamatan Kayan Hulu di Kabupaten Malinau dengan negara bagian Serawak Malaysia di Selatan. Perang. terletak di Desa Ba‟Liku daerah Krayan Hulu. Coelogyne dan Rocus Soini dan Bulpophylum Mututina. Pusan dan Busaq Baku) di Desa Long Bawan. Erya Vania. Binuang.3. tari koqoi dan tari samajau. Batu berukir Paru‟Ating. Suku Dayak Kenyah Lepo Jalau yang memiliki lamin adat dan seni budaya yang juga terkenal sangat rajin berladang. Di Kecamatan Krayan terdapat Wisata budaya yang menampilkan berbagai seni budaya suku Dayak Lun Dayeh. goa penyimpanan tulang dan pembusukan mayat.Di Kecamatan Lumbis terdapat Wisata budaya yang menampilkan berbagai jenis tari suku Dayak Murud yang sangat menarik. Ekowisata Kayan Mentarang. termasuk dalam kawasan ekowisata Kayan Mentarang tepatnya di tepi hulu Sungai Krayan. C. Di Kabupaten Malinau terdapat Pusat budaya kesenian bukan adat dalam terdapat di Long Nawang (Ibukota Kecamatan Kayan Hulu). Kecapi. Arung Jeram Sungai Lumbis dari Tao Lumbis ke Desa Labang. Kuburan batu. Daerah Sungai Kayan yang sangat terkenal dengan arung jeram yang sangat terjal terdapat di Data Dian yang merupakan ibu kota Kecamatan Kayan Hilir. dan Benung . Suku Punan terdapat di desa Sambudurut yang dikenal dengan ketangkasan berburu serta ahli membuat sumpit dan racun sumpit serta tikar rotan. serta benda-benda pusaka yang bernilai seni dan magis (guci.

35 jt Ha (82%) dan hutan skunder sekitar 245 ribu Ha (15%). Kawasan ini memiliki semak sekitar 1% dan tanah terbuka sekitar 0. Kawasan Green Belt Pegunungan Iban memiliki hutan primer sekitar 3.659. Ini menunjukaan kawasan GBPM sudah menuju kearah kritis. Kawasan hutan ini terdiri dari kawasan Hutan Konservasi. Hal ini juga ditunjukkan oleh kondisi Satuan Wilayah Sungai (SWS) utama yang berhulu sungai ke GBPM sudah kritis. kondisi hutan masih cukup bagus.494 Ha.565 9. Sedangkan kawasan semak belukar dan tanah terbuka tidak sampai dengan 1 %. Sedangkan menurut Perda No.Di Kawasan Green Belt Pegunungan Meratus (GBPM).017 juta Ha atau 27 % kawasan dan hutan skunder 1. Di Kawasan Green Belt Pegunungan Muller (GBPMu).902 4. Kawasan semak belukar sekitar 230 Ha atau 6%. Kawasan ini juga memiliki semak belukar dan lahan terbuka kurang dari 1 % dan sisanya tertutup awan.003 Ha. ini juga menunjukkan bahwa hutan di Kalsel kurang dari itu karena kawasan GBPM termasuk juga ke propinsi Kaltim. Hutan Lindung dan kawasan Hutan Produksi dengan perincian luas sebagai berikut : Luas (Ha) Fungsi Kawasan SK Menhut Kawasan Konservasi (HAS & HPA) 175. Secara umum tutupan lahan Kalimantan pada tahun 2005 dapat dilihat pada gambar di bawah ini : <!--[if !vml]--> <!--[endif]--> Box : Kondisi Hutan Kalsel Kawasan Hutan dan Perairan Propinsi Kalimantan Selatan yang ditetapkan berdarsarkan peputusan Menteri Kehutanan Nomor 453/Kpts-II/1999 tanggal 17 Juni 1999 adalah seluas ± 1.8 juta Ha atau 48 % dari total kawasan.651 jt Ha atau 76 % dari total kawasan dan hutan skunder sekitar 500 ribu Ha atau 10 % dari total kawasan. Hutan Primer sekitar 55 % dan semak belukar 17 % atau 296 ribu Ha. 9 Tahun 2000 adalah seluas 1. Kawasan ini memiliki hutan primer lebih dari 53 % dari total kawasan atau 1. kondisi hutan cukup memprihatinkan. Kawasan ini hanya memiliki 136 ribu Ha atau 7% dari total kawasan.839.09 Persen (%) Luas (Ha) Perda Persen (%) . Kawasan Green Belt Pegunungan Kapuas Hulu terdapat hutan primer sekitar 1.179 juta Ha hutan dan hutan skunder 37 %.09 %. Kawasan Green Belt Pegungungan Schawaner memiliki hutan primer 1.54 67.

0 ha).45 14.429 176.65 34. Kemudian dikurangi oleh Kawasan Hutan Produksi yang kemungkinan dalam data tersebut juga dimasukan dari wilayah Pulau Laut (Kotabaru sebrang) dan Kab.293 20.627 963.872.547 0.33 8. Pulau Kembang (60.7 6.44 627. Barito Kuala. Paling tidak luasan hutan kawasan Pegunungan Meratus adalah luasan tersebut dikurangi luasan Cagar Alam (CA) Pulau Kaget (85.670 8.000.Kelumpang.637 212. CA Tel.790 155.12 60.177 37.615 574.884 265.447 16.650.065.884. Karimata (77.444.9 11.2 14.784 1.109.Kawasan Hutan Lindung (HL) Kawasan Hutan Produksi 554.64 12.0 ha).396 0. Sel Laut.0 312.0 ha).003 100 Data di atas merupakan luasan kawasan hutan Kalimantan Selatan secara keseluruhan.793 0.7 58.139 1.44 37.001.4 29.1 Prosentase (%) 17.79 <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]->Hutan Produksi Terbatas (HPT) <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]->Hutan Produksi Tetap <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]->Hutan Produksi yang dapat Dikonversi (HPK) Total Luasan 1.745.07 10. Luas Penggunaan Lahan Kalimantan Selatan Tahun 2003 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Penggunaan Lahan Hutan Dataran Tinggi Hutan Dataran rendah TAD Bekas Tebangan Lahan Kering Tidak Produktif Pertanian Lahan Kering Pertanian Lahan Basah Danau/Sungai Sawah Luas(Ha) 667. Sel Sebuku (66.498.927.494 100 1.185 . dan CA.6 636.8 768.839.0 ha). Oleh sebab itu tidak diketahui secara pasti luasan hutan kawasan Pegunungan Meratus.333 0.638 30.659.83 58. CA Kep.737.268 688.

753.086 1.182 2.248 288.771 100. berdasarkan hasil penafsiran citra landsat yang berkisar dari tahun 1994 s/d 1997 di wilayah daratan Kalimantan Selatan diketahui bahwa luas daratan yang masih berupa hutan (berhutan) adalah sebesar 27 % dan daratan yang bukan berupa hutan (Non Hutan) sebesar 65 %.703.84 .504 14.206 6. lahan pertanian. 2003 Keadaan penutupan lahan propinsi Kalimantan Selatan.294 0.347 0.032.3 554.6 348.10 11 12 13 14 15 16 17 Pemukiman Hutan Tanaman Industri Perkebunan Pertambangan Air Port Hutan Rawa Hutan Bakau Rawa Luas Provinsi Kalimantan Selatan 7. lahan tidak produktif. pemukiman.052 0. Uni Eropa.9 13.550 999.24 7. alang-alang dan lain-lain.537.98 65.370.7 40.78 Sumber : Pusat Data dan Perpetaan 1998.416.435. Badan Planalogi Kehutanan Secara terperinci kondisi tutupam lahan dapat dilihat pada tabel Luas Tutupan Hutan (vegetasi) Kalimantan Selatan sebagai berikut : VEGETASI Danau/Air Luas (Ha) 8. sawah.120 Persen Luas (%) 100 26.000 Sumber : Citra Landsat (Photo Satelit).009 9.742. Penutupan lahan non hutan adalah penutupan lahan selain daratan yang bervegetasi hutan yaitu berupa semak/belukar.005 1.0 225.039.5 56. Keadaan Penutupan Lahan Propinsi Kalimantan Selatan Berdasarkan penafsiran citra satelit tahun 1994-1997 Penutupan Lahan Total Daratan yang ditafsir Berhutan Bukan Hutan Berawan Luas (ha) 3.798.3 3.747.2 203.

00 79.950 1996 1997 1.58 181.56 0. .102. sensus pertanian 1993.100 120.198. BPS Catatan : Data Th 1996 & 1997 adalah HPH yang masih berlaku.00 129.217.500 1994 1.70 1.988. 1998 <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Daftar Nama dan Alamat Perusahaan HPH.347. yidak termasuk eks HPH Telah dilakukan perhitungan kembali oleh Badan Planalogi Kehutanan yang berdasarkan data citra satelit Landsat tahun 1997 s/d 2000.790 1.77 67. 1998 Gambaran Luas Jumlah dan Luas Konsesi HPH 1980-1997 Di Kalimantan Selatan dan Areal Eks HPH Luas konsesi (Ha) Pengguna 1980 HPH Aktif Eks HPH Sumber : 1985 1.310 195.559.918. Planning Bereau.55 3.255.255.Hutan dataran Rendah Hutan Dataran Tinggi Hutan Mangrove Hutan pegunungan Hutan Rawa Lahan Basah Tidak Produktif Lahan kering Tidak produktif Pemukiman Penutupan Lahan Lainnya Perkebunan Pertanian (blank) 1.697.950 1993 1.73 Sumber : National forestry Inventory Project. dephutbun.788.078. ministry of Forestry and Plantation.950 1995 1.000 1990 1991 1992 1.479.500 <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Statistik kehutanan.04 0.763.00 106.14 7.149.150.405.63 0.778.91 651.383.042.

45 71.750 96.66 235.71 488. Diketahui khusus pada areal HPH dan Eks-HPH di Kalimantan Selatan. kawasan ini terdiri dari CA.877.(tabel 1) HUTAN KONSERVASI Cagar Alam Suaka Marga Satwa Taman Nasional Taman Wisata 2.664.079.908 105.Konservasi Ekosistem air Hitam.Konservasi Flora dan fauna.000 151.877.250.200 7.250. Badan Planalogi Kehutanan Pertambangan batubara juga ikut mengurangi tutupan lahan di Kalimantan Selatan seperti apa yang tergambar dalam data bukaan tambang dan reklamasi lahan PKP2B dan PETI di bawah ini Box : Kondisi Hutan Kalteng Berdasarkan data dari Dinas Kehutanan kalimantan Tengah.29 19.TN.Taman Wisata.Konservasi Hutan manggrove.Konservasi Gambut Tebal dan Konservasi Hidrologi.950 59.61 .Perhitungan dilakukan pada 7 unit areal HPH aktif dan 6 unit areal eks-HPH.142. keadaan penutupan hutannya adalah sebagai berikut : Areal HPH Penutupan Lahan (Ha) Luas areal yang ditafsir Hutan Primer Hutan Sekunder 573.056.Suaka Margasatwa.074 100 18 55 26 % HPH (Ha) 164.luas kawasan konservasi yang ada di kalimantan tengah seluas kurang lebih 2.66 ha.500 100 5 36 59 Areal eks% <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Kondisi sedang-baik <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Kondisi rusak Sumber : Pusat Data dan Perpetaan 1998.834 317.Perlindungan an Pelestarian Alam.

683.Perlindungan dan Pelestarian Alam Konservasi Hutan Mangrove Konservasi Ekosistem Air Hitam Konservasi Flora dan Fauna Konservasi Gambul Tebal Konservasi Hidrologi 1. (diskiripsi dan visualisasi ikan hias air tawar di kabupaten katingan.849.katingan 2004) Berdasarkan data Dinas Kehutanan Propinsi Kalimantan Tengah (data kehutanan 2006) kawasan tutupan lahan berada pada sebagian besar kawasan di Provinsi Kalimantan tengah adalah hutan dimana secara garis besar dapat dibedakan menjadi 4 (empat) tipe hutan yang berbeda berdasarkan pada ketinggian tempatnya.31 Ha atau sekitar 15.<!--[endif]-->Hutan Hujan tropika seluas + 10.<!--[endif]-->Hutan Rawa Tropika seluas + 2. sepat. Tabel 2.04 253.40 37.023. Jenis ikan tersebut selain untuk kebutuhan pangan seperti gabus.DKP kab.382. Untuk jenis ikan arwana saat ini hampir sulit ditemukan dan untuk jenis ikan botia masih banyak di temukan pada semua perairan (sungai)di kalteng.04 .55 161. Hutan yang primer yang masuh ada diperkirakan seluas 2.4 juta ha (78% dari luas areal berhutan)merupakan hutan sekunder. Selain itu juga ada beberapa jenis ikan hias yang menjadi komoditas seperti ikan arwana dan ikan kakari/penganten (botia macracanta).573.namun sebagian besar atau seluas 7. No 1 Penutupan Hutan dan lahan Hutan : Luas (ha) 9509010 % 62.225. yaitu: <!--[if !supportLists]-->.280. Secara umum jenis fauna yang ada di sungai-sungai kalimantan tengah relatif hampir sama.350.87 ha atau sekitar 65.797.093 jutaa ha atau 22% dari luas areal berhutan.08% <!--[if !supportLists]-->.% dari luas kalteng).14 Di kalimatan tengah terdapat dua (2) buah Taman Nasional yaitu Taman Nasional Tanjung Putting (TNTP)yang terletak di kabupaten Kotawaringin Barat dan Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya yang terletak di Kabupaten Katingan.55 Ha atau sekitar 5.5 juta ha (62. Sedangkan jenis ikan untuk kebutuhan ekspor seperti jenis ikan bakut yang harganya mencapai Rp 60-70 ribu/ekor.98 185.<!--[endif]-->Hutan Rawa Gambut Tropika seluas + 2.363.018.51% <!--[if !supportLists]-->.628.27% Kondisi tutupan lahan menurut wilayah propinsi tahun 2000 Hasil pengolahan data citra landsat sebagaimana tabel menunjukan bahwa areal berhutan di kaimantan tengah seluas 9.43 31. baung. patin dll.

<!--[endif]-->Hutan Lahan kering primer 1864271 228737 4317428 2937095 45927 115552 1216 150 2817 1916 030 075 <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Hutan rawa primer <!--[if !supportLists]-->3.410<!--[if !supportAnnotations]->[R4]<!--[endif]--> 406540 1979807 32772 264647 330022 1460950 549007 437 55779 59119 10330 1292 021 173 215 953 358 000 036 039 007 3.169.73 265 <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]->Pertanian lahan kering + semak <!--[if !supportLists]-->7. <!--[endif]->Tambak .<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]->Pertanian lahan kering <!--[if !supportLists]-->6. <!--[endif]->pemukiman <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]->Belukar <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Hutan Rawa sekunder <!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->Hutan tanaman 2 Non hutan : 5. <!--[endif]-->Hutan Lahan kering sekunder <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]->Perkebunan <!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->Rawa <!--[if !supportLists]-->8. <!--[endif]-->Hutan Manggrove sekunder <!--[if !supportLists]-->6. <!--[endif]->Belukar Rawa <!--[if !supportLists]-->3.

898 4. <!--[if !supportAnnotations]-->[R5]<!--[endif]--> Berturut-turut untuk luasan Hutan Primer (Virgin Forest).Alamat kantor: jl. Dan sisanya berupa diantaranya belukar.942.perkebunan. Kondisi Penutupan Lahan Pada Kawasan Hutan Kalimantan Tengah ( Ha ) A. Bisa dibayangkan apabila dalam satu rotasi saja luas lahan kritis sudah mencapai ± 2. Logged Over Area (LOA) dan lahan kritis termasuk konversi untuk kepentingan non kehutanan 1. Tabel Kondisi Kawasan Hutan Produksi Propinsi Kalimantan Tengah Berdasarkan Keadaan Penutupan Lahan. seperti pada tabel 3.0511. Secara statistik angka tersebut dapat dianggap sebagai salah satu indikasi akan ketidakmampuan HPH dan sistem yang ada dalam pengelolaan hutan berdasarkan prinsip kelestarian.411 Ha.8 juta ha.772208 banjarbaru 70714 Sedangkan areal non hutan seluas 5. 2.1 juta ha didominasi oleh belukar rawa 2. HUTAN PRIMER (Virgin Forest) : (%) .<!--[if !supportLists]-->9. bagaimana pada saat setelah rotasi kedua. dan ternyata bahwa luasan lahan kritis lebih besar dari jika dibandingkan dengan luas hutan primer. Data luas tersebut berbeda dengan luas kawasan hutan menurut SK Gubernur tahun 1999.8 juta Ha. <!--[endif]->Tubuh air 3 Tidak ada data Jumlah 648478 15.pertanian lahan baah dan daerah rawa.803 Ha. total luasan areal kerja HPH dan eks. Data luas tersebut di peroleh berdasarkan hasil hitungan secara digital dengan perangkat lunak sistem Informasi Geografis (SIG) Arcview.PM noor PO Box 62 telp. hal ini kemungkinan disebabkan oleh perbedaaan sumber data/peta dan metode penghitungan yang dipergunakan.815.587. <!--[endif]->Transmigrasi <!--[if !supportLists]-->11.0 juta da dan pertanian lahan kering 1.326. Luas Hutan Produksi Propinsi No.pemukiman. HPH di Kalimantan Tengah pada Hutan Produksi (HP dan HPT) seluruhnya mencakup luasan 7. <!--[endif]->Terbuka <!--[if !supportLists]-->10.828. yang sudah semestinya harus menjadi bahan evaluasi kita semua dan pengalaman yang sangat berharga sebagai akibat dari sistem pengelolaan hutan yang sentralistik di masa sebelumnya.972 Ha. Menurut data yang dikeluarkan oleh Badan Planologi (BAPLAN) Departemen Kehutanan tahun 2000.636 Ha dan 2.23 100 Berdasarkan paper bapak Wardoyo (kepala balai pemantapan kawasan hutan wilayah V kalimantan tengah dan selatan . ketiga dan seterusnya nanti.

com <!--[if !supportFootnotes]-->[6]<!--[endif]--> Chandradewana Boer/Rustam Fahmy/Emi Purwanti*.11 100 <!--[if !supportFootnotes]--> <!--[endif]--> <!--[if !supportFootnotes]-->[1]<!--[endif]--> Presentasi Kaltim pada Musrenbangnas RKP 2007 tentang rencana pembangunan kawasan perbatasan.366.10 2.587. pertanian.595. LAHAN KRITIS & KONVERSI NON KEHUTANAN : Hutan rusak.815.674 74.600 2.12 0. HPH Total Luas Penutupan Lahan C.912 2.19 5.92 37. HPH di Kalteng 1.298 1.98 24..836 346.Areal HPH . HPH Total Luas Penutupan Lahan Total Luas Areal HPH dan Eks.636 34. tanah kosong.Areal Eks.Areal HPH .411 31.Areal Eks.891 448. <!--[if !supportFootnotes]-->[5]<!--[endif]--> 12 Oktober 2005 Gatra.828. HPH Total Luas Penutupan Lahan B. April2006 <!--[if !supportFootnotes]-->[2]<!--[endif]--> Ekologi Kalimantan <!--[if !supportFootnotes]-->[3]<!--[endif]--> Ekologi Kalimantan <!--[if !supportFootnotes]-->[4]<!--[endif]--> .754. Kompas * Sabtu.57 38. dll. HUTAN SEKUNDER (Logged Over Area/LOA) : Kondisi Sedang s/d Baik .Areal Eks.Areal HPH . 09 Juli 2005 * .21 4. .803 7.78 2.972 23.942.

658. 2002 <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--><!--[if !supportAnnotations]--><!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]-->[R1]<!--[endif]-->Lihat gambar 1.149.420 ha <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--><!--[if !supportAnnotations]--><!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]-->[R5]<!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--> . TNC. Jadi jumlah keseluruhan adalah 14.<!--[if !supportFootnotes]-->[7]<!--[endif]--> Institut Dayakologi <!--[if !supportFootnotes]-->[8]<!--[endif]--> Renstra Pengelolaan Kawasan Hutan di Perbatasan RI-Malaysia <!--[if !supportFootnotes]-->[9]<!--[endif]--> Nilai sumber daya air di kabupaten berau kalimantan timur.410 ha. Hasil data konversi untuk kawasan non hutan 5.22 <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--><!--[if !supportAnnotations]--><!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]-->[R2]<!--[endif]-->Dipindahkan saja ke Bagian Potensi GB <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--><!--[if !supportAnnotations]--><!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]-->[R3]<!--[endif]-->Potensi Sosial <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--><!--[if !supportAnnotations]--><!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]-->[R4]<!--[endif]-->Setelah di konversi excel hasil tidak sesuai.

hutan hujan tropis Peru tidak saja jadi pusat perhatian. yang memberi kemungkinan bagi para pencari wawasan dan energi baru untuk memahami makna kehidupan di milenium baru ini. beberapa tahun lampau. berdasarkan berbagai literatur. Tak berlebihan bila pemikir kebudayaan seperti Taufik Rahzen mengimpikan peristiwa serupa terjadi pada hutan tropis basah di Kalimantan. Jauh di hulu Sungai Rungan. Adalah James Redfield. Borneo’s Lost World. pengarang trilogi kisah pencarian spiritual yang bertumpu pada keaslian alam—The Celestine Prophecy (Manuskrip Celestine). Ada sesuatu yang mereka cari: kebenaran kosmis dan transformasi spiritual. "tariu". Para petualang dari berbagai belahan dunia berduyun-duyun datang ke sana. atau "mangkok merah" memang sudah ditutup. lewat seni rajah di tubuh mereka. Kapuas. Berkat kepiawaian Redfield bertutur dan memberi gambaran detail tentang hutan hujan tropis di Peru. hidup di kawasan ini. Barito. Bahkan. Kayu ulin. 08:43:08) Hutan hujan tropis di Peru tiba-tiba jadi terkenal. Sementara di hutan-hutan asli yang belum banyak dijamah manusia. rotan. berduyun-duyunlah para petualang memasuki hutan-hutan lebat di sana. Belum lagi terkait kekayaan alamnya berupa flora dan fauna yang begitu beragam. Dalam satu kesempatan. Sementara lebih dari 210 jenis mamalia." Prosesi ritual masyarakat Dayak untuk melepas arwah leluhur mereka menuju surga lewat upacara tiwah. menyebutkan paling tidak ada 361 spesies baru yang telah teridentifikasi pada 1994-2004. menjadi semacam "garis luar" dan selalu mengintili masyarakat Dayak pada umumnya—masih menyisakan banyak pertanyaan yang belum terjawab." kata Taufik Rahzen. atau lewat beragam atraksi dalam bentuk pertunjukan seni-ritual mereka. "Hutan Kalimantan dengan segala produk budaya masyarakat yang ada di sana merupakan suatu misteri yang tak kalah menarik untuk dijelajahi.posted by Save Our Borneo Movement @ 11:59 PM 0 comments 0 Comments: Post a Comment << Home WISATA EKOLOGI (2): REKONSTRUKSI BUDAYA DI TENGAH HUTAN TROPIS Kompas (09/05/2007. . dan pepohonan berlumut masih tumbuh alami di banyak tempat. Akan tetapi. Akan tetapi. serta dataran tinggi yang membentang dari Bukit Raya hingga rangkaian Pegunungan Schwaner. cerita dan "dongengan" tentang "kesaktian" orangorang Dayak masa lampau itu masih terus bergema hingga hari ini. Taufik berucap. Lalu. disepakati untuk tidak lagi melaksanakan "pengayauan". hanyalah bagian kecil dari peristiwa menarik dari pedalaman Kalimantan. eksotisme kehidupan pedalaman menyeruak di antara kekayaan hutan rimba yang hijau. antara lain. yang luas kawasannya mencapai 22 juta hektar dan sebagian besar ada di wilayah Kalimantan Tengah. Kisah tentang tradisi "pengayauan". Sejak itu. termasuk 44 jenis yang tidak terdapat di mana pun di dunia. barangkali memang diperlukan ’dongengan’ dengan perspektif baru tentang berbagai misteri yang tersimpan di jantung Borneo. tetapi juga diyakini memendam "kekuatan" luar biasa. dan sejumlah binatang darat lain. Kahayan. di sela-sela pertemuan Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia (MSPI) di Tenggarong. tidak cukup hanya mengandalkan eksotisme alam semata untuk menjadikan Kalimantan sebagai kawasan wisata ekologi. Kutai Kertanegara. sekaligus menikmati proses kembali ke alam dalam pengertian yang sesungguhnya. Begitupun keberadaan suku Punan—yang dari hasil "bacaan" Taufik Rahzen. 50 tumbuhan. Misteri akan "kesaktian" orang-orang Dayak bahkan masih bisa dilacak lewat cerita tutur mereka. Spesies itu meliputi 260 serangga. misalnya. diperkirakan masih ada ribuan spesies yang belum teridentifikasi. rasa ingin tahu banyak orang pun muncul. yang dipadukan dengan perjalanan spiritual tokoh-tokoh cerita rekaannya. salah satu laporan World Wildlife Fund (WWF) yang dikeluarkan baru-baru ini. 30 ikan air tawar. keberadaan betang (rumah panjang) di Tumbang Anoi bisa jadi saksi pertemuan besar masyarakat Dayak pada 1894. The Tenth Insight (Wawasan Kesepuluh). Sejak itu kegiatan "pengayauan" menjadi adat terlarang. dan The Secret of Shambhala: In Search of the Eleventh Insight (Rahasia Shambhala: Mencari Wawasan Kesebelas)—yang jadi pemicunya. Harus ada semacam rekonstruksi budaya atas peradaban manusia yang tinggal di dalamnya. "Belajar dari kasus hutan Peru. Dalam pertemuan akbar yang diprakarsai Pemerintah Hindia-Belanda dan dihadiri hampir semua subsuku Dayak di Kalimantan tersebut. terlibat dalam apa yang disebut Redfield sebagai parabel petualangan sambil berwisata. dan Katingan.

tak banyak yang tahu." "Kepala naga". pada mereka yang sama sekali belum mengenal kehidupan masyarakat di daerah ini muncul stigma bahwa Dayak identik dengan suku yang hidup dalam suasana penuh kekerasan. misalnya.Tanaman kantong semar (Nephentes spp). selama ini orang hanya tahu tentang daerah ini kebanyakan karena ada kasus illegal logging. Tentang hal ini. bersamaan perayaan Festival Isen Mulang. "jantung Borneo". namanya." kata Mak Gendut. Bagai meniru promosi besar. serta sejumlah penamaan lain untuk daerah ini adalah parafrasa yang bisa dimaknai sebagai penanda eksotisme alam Kalimantan Tengah. Hanya saja. Untuk itu bisa berminggu. "paru-paru dunia". serta "meracik". hingga kegiatan menangkap ikan serta berburu. "Jika Anda sedang mencari petualangan dan pengalaman unik. kami tengah menyiapkan boat yang sekaligus berfungsi sebagai hotel terapung. mencari akar atau daun kayu yang diperlukan untuk obat. begitu dia menyebut dirinya. Bahkan tak jarang. maka tampaklah ibu kota provinsi. cara menidurkan anak. Begitupun keragaman alam dan budaya Dayak-nya yang penuh eksotisme. yang mengaku kemampuannya meramu dan meracik obat-obatan tradisional Dayak itu ia dapatkan dari neneknya. Sayangnya. yang dikenal sebagai pemakan serangga dan memiliki banyak nilai farmakologi (obat-obatan). di Sei Gohong—sebuah desa Dayak yang berada di tepi Sungai Rungan—eksotisme itu sudah mulai terasa. kini semakin banyak dijarah dari hutan-hutan Provinsi Kalimantan Tengah untuk diperjualbelikan secara bebas tanpa upaya pembudidayaan. jauh dari jalan yang sering dilalui menuju tempat yang mudah dicapai. ibu delapan anak. Mudah-mudahan September nanti sudah bisa beroperasi. Meramu bahanbahan dasar dari hutan-hutan lebat yang dipenuhi berbagai cerita misteri. (cas/ken) Kantong Semar dari Hutan Kalteng Makin Sering Dijarah Palangka Raya (ANTARA News) . seperti dilakukan Mak Gendut. Sepintas memang hampir tak ada perbedaan mencolok dalam kehidupan sehari-hari mereka dibandingkan desa-desa lain yang dihuni masyarakat campuran dari berbagai etnis. Gaye Thavisin dari Kalimantan Tourism Development sampai berucap. "Karena itu. Anda akan menyaksikan pemandangan alam di bawah yang terdiri atas kehijauan yang terpotong oleh sungai aliran lambat yang berkelok-kelok ke hilir hingga ke hutan bakau yang mengingatkan Anda akan kepala naga dengan badannya yang tak berujung. berbagai aktivitas keseharian orang-orang Dayak disodorkan untuk "dinikmati" dan dirasakan. maka jantung Borneo akan menjadikan Anda seorang penjelajah!" Hanya setengah jam perjalanan dari Kota Palangkaraya. Mulai dari aktivitas mereka mandi dan mencuci di sungai.besaran wisata Malaysia. "Akar-akar pohon tersebut tidak diambil dari sembarang hutan.Kepala naga Bila Anda baru pertama kali mengunjungi daerah ini. kini ia tekuni sebagai sebuah profesi. seperti diakui oleh Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang. Juga bagaimana mereka mencari akar-akar pohon untuk obat-obatan tradisional khas Dayak. "Ketika hutan rimba mulai kelihatan lebih renggang dan jelas. tengoklah keluar melalui jendela pesawat yang Anda tumpangi.minggu saya masuk hutan. meramu obat-obat tradisional khas Dayak dari beragam akar dan daun kayu dari hutan di pedalaman Kalimantan bukan lagi kerja sambilan. Itulah bias penilaian dan kesalahkaprahan warisan kolonial. begitu bunyi promosi sederhana yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Kalteng. Menikmati cara hidup orang Dayak memang akan lebih terasa bila masuk hingga ke hulu-hulu sungai." kata Lorna Dawson dari Kalimantan Tourism Development. Palangkaraya— yang berarti tempat terhormat dan suci—yang seakan-akan menjulang keluar dari hutan tropis. semboyan "Datanglah untuk Melihat Borneo yang Sebenarnya" menjadi semacam ucapan selamat datang. Tak berlebihan bila dalam kaitan ulang tahun ke-50 provinsi ini. . Tapi coba rasakan denyut keseharian mereka. untuk sampai hingga ke "jantung Borneo yang sebenar-benarnya" itu butuh waktu berhari-hari. Sambil menikmati lalu lintas sungai dengan boat atau perahu klotok. Bahwa Kalteng memiliki pantai yang panjangnya hingga 750 kilometer. yang—ironisnya—kerap dimaknai secara negatif. Eco-Boat Hotel. undangan untuk menyaksikan cara hidup orang Dayak di desa-desa asli mereka di pedalaman disebarkan oleh Pemerintah Provinsi Kalteng dan Kalimantan Tourism Development. Bagi Mak Gendut.nya untuk dijadikan obat-obatan. "pusar Bumi".

"Kami berulangkali memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan para penjual bahwa tanaman ini termasuk jenis yang dilindungi sehingga harus ada upaya budidaya bila ingin diperjualbelikan. "Upaya budidaya memerlukan waktu lama dan jumlah yang terbatas. Sementara itu. mengakui semua jenis tanaman kantong semar yang dijualnya merupakan hasil memetik dari hutanhutan di Kalimantan. Padahal tumbuhan yang masuk golongan karnivora tersebut termasuk yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. sedangkan yang untuk obatobatan masih sedikit yang mengerti. kendati tanaman itu termasuk jenis yang dilindungi Undang-Undang. Dua jenis yang banyak dicari masyarakat Kalteng itu adalah dari jenis Nephentes phorbia dan Kacimapatima. Orangtuanya khusus berprofesi mengambil tanaman hias dari hutan di wilayah Tumbang Samba dan Pundu. Kebanyakan masyarakat juga enggan mengeluarkan uang lebih banyak untuk kantong semar hasil budidaya. Padahal tanaman ini bisa untuk menyembuhkan berbagai penyakit seperti asma. di Kota Palangka Raya. Rabu.Salah seorang penjual kantong semar. Jangan terus-terusan mengambil di hutan. Tiap pot kantong semar dijual seharga Rp35 ribu sampai Rp70 ribu. Hadi. Hadi sehari-hari menjalankan profesi penjual tanaman hias keliling. namun di Kalteng hampir tidak ada yang melakukan karena di hutan masih banyak dijumpai. Napu . pihaknya belum bisa melakukan upaya penertiban terhadap praktik jual beli bebas kantong semar yang diambil dari hutan-hutan. "Masyarakat kebanyakan mencari untuk tanaman hias. dan mag. Edy mengemukakan." kata Hadi yang berasal dari wilayah Barito itu. sedangkan masyarakat kini sangat menggemarinya sehingga permintaan kantong semar juga semakin banyak." ungkapnya. Kabupaten Katingan. diare. Suku Dayak Katingan banyak menyebut kantong semar sebagai ketupat napu. Ia mengaku hanya menjual dua jenis kantong semar dari 12 jenis yang bisa ditemukan di hutan Katingan. habitat Nephentes di hutan-hutan Kalimantan lama-kelamaan bisa berkurang dan habis bila para penjual itu hanya berniat mengambil tanpa membudidayakan sendiri. termasuk kantong semar dan anggrek. serta dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Jenis-jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi." jelasnya. BKSDA Kalteng sendiri berencana menggelar pelatihan pembuatan demplot kantong semar karena upaya budidayanya relatif mudah. Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalteng Edy Sutiyarto mengatakan.

ada juga yang menempel pada batang atau ranting pohon lain sebagai epifit. Sedangkan Suku Dayak Bakumpai yang mendiami wilayah Sungai Barito menyebut kantong semar dengan telep ujung. Sabah. Di dunia telah ditemukan 82 jenis nepenthes. dan 64 jenis di antaranya ditemukan di Indonesia.(*) COPYRIGHT © 2007 ANTARA . Borneo (Kalimantan. serta bunga jantan dan betina terpisah pada individu yang berbeda. Asia Tenggara. Ketupat napu dimasak dengan memasukkan beras ke dalam kantong semar untuk kemudian dimasak seperti memasak ketupat. Alat tersebut biasanya dipakai menyimpan racun anak panah. dan padang savana. berumah dua. Keunikan dari tumbuhan ini adalah bentuk. Sebenarnya kantong tersebut adalah ujung daun yang berubah bentuk dan fungsinya menjadi perangkap serangga atau binatang kecil lainnya. Nepenthes tumbuh dan tersebar mulai dari Australia bagian utara. dan Brunei) merupakan pusat penyebaran nepenthes terbesar di dunia karena dari sana ditemukan 32 jenis. hutan kerangas. Tumbuhan ini hidup di tanah. Umumnya nepenthes hidup di tempat-tempat terbuka atau agak terlindung di habitat yang miskin unsur hara dan memiliki kelembaban udara cukup tinggi.berarti rawa. dan corak warna kantongnya. dan telep adalah alat berbentuk silinder yang terbuat dari bambu. Kata ujung mengartikan nama seorang raja. karena tanaman ini dulu hidupnya di rawa dan oleh masyarakat setempat sering dijadikan ketupat. hingga China bagian selatan. gunung kapur. hutan pegunungan. hutan gambut. ukuran. Serawak. Kantong semar tergolong ke dalam tumbuhan liana (merambat). Nepenthes bisa hidup di hutan hujan tropik dataran rendah.

Terbukti. serta berbagai spesies budidaya seperti Jahe (Zingiber officinale). Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus) dan Kapulaga (Amomum cardamomum). Suku Dayak telah turun temurun menggunakan tanaman ini untuk menambah daya tahan tubuh dari serangan berbagai penyakit. antara lain melindungi diri dari serangan penyakit malaria. di antaranya Akar Kuning (Arcangelisia flava). Air rebusan itulah yang diminum. hingga kini belum pernah terjadi adanya wabah malaria di pedalaman Kalimantan. Syukur. Kunyit (Curcuma domestica). Saya sendiri pernah merasakan ketangguhan Akar Kuning saat berada di pedalaman Kalimantan. Air rebusan akar ini memang terasa pahit. melingkar antara satu pohon besar dengan pohon lainnya. Mereka yang kehausan dan tidak ada air saat perjalanan di dalam hutan pun bisa memanfaatkan akar ini. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup.Hutan Kalimantan memiliki kekayaan sumber daya alam. Tabat barito (Ficus deltoidea). juga menjaga diri dari serangan penyakit non medis seperti santet (parang maya). tapi bagi saya tidak masalah demi menjaga diri. Akar Kuning banyak terlihat menjuntai. Akar Kuning misalnya. setelah sering kali keluar masuk hutan Kalimantan belum pernah terserang penyakit malaria atau masyarakat lokal menyebutnya penyakit kuning. . sampai air rebusannya berwarna kuning. Mereka memanfaatkanya dengan cara merebus batangnya. Secara medis terbukti. Dalam sekali tebas. selain menjaga tubuh dari penyakit yang sifatnya medis. Akar Kuning yang diambil ekstraknya dapat digunakan sebagai Hepatoprotektor lihat di sini . Suku Dayak sejak dahulu telah memanfaatkan berbagai tanaman liar untuk obat. ada sedikitnya 940 spesies tanaman yang menghasilkan bahan untuk obat tradisonal. Ketika perjalanan menyusuri hutan tropis yang lebat. berdasarkan hasil penelitian yang telah dipatenkan Teknologi IPB Bogor. Mereka meyakini efeknya sangat baik bagi tubuh. Suku Dayak juga percaya. akar yang terpotong akan banyak mengeluarkan air segar (salah satu pelajaran survival di dalam hutan dari Suku Dayak). Kencur (Kaempferia galanga). Pasak bumi (Euriycoma longifolia ).

. Mesofilnya kebanyakan terdiri dari spicular sel yang mengandung atau terdapat bunga karang yang mengandung gelatin. heterogen dengan 2-10 tingkat ketipisannya. floem. pada sayatan paradermal berbentuk polygon. Stomatanya ranunculaceous. Sklerenkim berupa kelompok serabut yang panjang dan ramping. terdiri dari 7-10 lapis sel gabus berdinding tipis tidak berlignin. lumen sempit memanjang dengan ujung tumpul. pada penampang melintang tampak jaringan gabus. formasi yang simple. lubang intravaskularnya sangat kecil. tunggal. Sel parenkim korteks sangat tipis. mesofil dan sel gabus. Kulit tanpa serat terdiri 2-3 sel yang lebar. berisi pati. penampang melintang gabus berbentuk empat persegi panjang dan letaknya teratus. mempunyai hilus berbentuk titik atau garis pendek. Di dalam perenkim floem terdapat butir pati. warna kuning muda.. Daunnya biasanya dorsiventral atau lebih khususnya isoventral. idioblas yang berisis hablur kalsium oksalat bentuk prisma. Sel gabusnya memiliki bentuk yang khusus. floem intraserkular.ANATOMI THEVETIA NERIIFOLIA Daun Anatomi daun tanaman ini terdiri atas tuba laticiferous. tidak berlignin. kecil. jarang ada sel yang mengelilinginya. juga terdapat sel batu yang tunggal. Karakter anatomi luarnya memiliki laticiferus canals dengan variasi warna dan floem intrasirkular. Sel fiber biasanya lubangnya sederhana tapi terdapat perbatasan pada tiap tepinya. berlamela. . Batang Jaringan pembuluhnya terkadang kecil namun kadang besar. perisikelnya memiliki ciri-ciri seperti cincin yang saling menyambung atau untaian yang terpisah seperti serabut putih. Pori-pori daun dikelilingi oleh rambut yang terdapat di dalam pori-pori tersebut. xylem. bentuk bulat. mengandung lignin. besar dengan lumen lebar dan noktah bercabang. letaknya tersendiri atau bergabung dengan tipe lain yang terkadang memberikan bentuk bulat atau berpola sudut. lubang parenkimnya kecil. Floem terdiri dari sel parekim floem. lebih kecil dari 1-2 sel. Kelompok sel batu berdinding tebal dengan noktah bercabang. Sel parenkimnya apotracheal seperti sel yang menyebar atau mendekati seperti pita dengan sedikit paratracheal. selnya berbentuk bulat seperti cincin. idioblas yang . kadang kadang dikelilingi sklerenkim. atau berkelompok .

at the Clarendon Press. Sel gabusnya selalu tumbuh hanya sampai permukaan saja tidak mendalam tapi melebar dan diding selnya tipis.com/plants/apocynaceae Djokomoeljanto. Oxford Steenis. 2007. http://www. Struktur anatomi akarnya mengikuti garis dan membentuk dengan floem intrasirkular. Serbuk berwarna coklat. 33. C. dan kanal laticiferous. Sel gabus diisi dengan kristal. Perisikel umumnya seperti papan. 1989. sel inti. Flora untuk Sekolah Indonesia. Van. Kortexnye sangat kuat atau masuk grup sel batu. Anatomy of the Dicotyledons. Jakarta Anonim. Jakarta Maria Fea Yessy 068114152 .R.gov/cgi-bin/npgs/html/taxon. Materia Medika Indonesia. Jakarta Metcalfe. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. seperti getah dan tidak berserat. In Indonesia Medical Herb Index. Akar Anatomi akar tanaman ini terdiri atas sel gabus. 1986. Thevetia. tidak berlignin. PT Pradnya Paramita.. fragmen pengenal adalah kelompok serabut. volume II. kortek. 2007. Taxon.desert-tropical. dengan lumen yang sempit dan ujung tumpul. berwarna putih. Anonim. PT Eisai Indonesia. 904-907. Daftar pustaka : Anonim.ars-grin. 1986. warna kuning muda. sel batu. floem. tunggal atau berkelompok. 264. panjang dan ramping.490. floem intraselular. perisikel. Floemnya termasuk sel batu. www.berisi hablut kalsium oksalat berbentuk prsma.

tangkai. Umbi bawang putih (Allii sativi bulbus) yang mengandung minyak atsiri yang berguna untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan penurun tekanan darah tinggi. Belum dilakukan karakterisasi pada jenis pulai yang berada di beberapa daerah penyebarannya. Menurut Ong (2000) sudah sejak lama bangsa Indonesia mengenal khasiat berbagai ragam jenis tanaman sebagai sarana perawatan kesehatan. Cimanggu 2) . Keanekaragaman didalam jenis tanaman obat diketahui sangat sempit Sebagai contoh Alstonia scholaris (L. sinkonina dan lain-lain berguna untuk obat malaria. kidinina. sapi bali. plasma nutfah diartikan sebagai substansi yang terdapat dalam kelompok mahluk hidup dan merupakan sumber sifat keturunan yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan atau dirakit untuk menciptakan jenis unggul atau kultivar baru.PENELAAHAN TERHADAP PLASMA NUTFAH KHUSUS: TANAMA OBAT Maharani Hasanah (Komisi Nasional Plasma Nutfah / Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat) Diperkirakan sekitar 30 000 tumbuhan ditemukan di dalam hutan hujan tropika. pisang lampung. pasal 1 butir 2. 3. Sedangkan menurut Sumarno (2002) plasma nutfah termasuk di dalam pengertian yang paling sempit. Dari penelitian yang telah dilakukan Sirait (2001) menunjukan bahwa 80% tanaman-tanaman obat untuk jamu didominasi oleh famili Zingiberaceae menyusul Piperaceae dan Umbeliferae. umbi yang jelas dan mudah ditanam. . Baru sekitar 180 spesies yang telah digunakan untuk berbagai keperluan industri obat dan jamu. 2001). yang dikenal dengan nama pulai. Sulawesi. sapi madura. sehingga tidak diketahui apakah dari beberapa daerah tersebut ada yang menunjukkan perbedaan dalam morfologi atau kandungan kimianya. 3. Daun katuk (Sauropus androgynus) yang mengandung protein. Contoh dari tanaman obat yang berkhasiat untuk perawatan (promotif) yang sejak dulu sudah dipergunakan adalah: 1. Sedangkan contoh tanaman obat yang berkhasiat untuk pengobatan (kuratif) adalah: 1. tangkai hijau yang lunak dan kecil dan agak berdaun. Rugayah dan Widjaja. Ketiga famili tersebut mempunyai aroma. Sebagai contoh plasma nutfah pisang adalah pisang tanduk. Kalimantan. Maluku. Daun beluntas (Pluceae indicae folium) yang mengandung minyak atsiri dan berguna untuk menghilangkan bau badan atau keringat tidak sedap. Kulit batang kina (Cinchonae cortex) yang mengandung alkaloid kinina. domba garut. domba ekor tipis. ikan mas si Nyonya dan ikan mas Majalaya. jahe emprit/kapur. Plasma nutfah tanaman obat misalnya tanaman jahe adalah jahe gajah (Cimanggu 1. yaitu keanekaragam di dalam jenis. dan sekitar 1 260 spesies di antaranya berkhasiat sebagai obat. Paris. jahe merah. variasinya di alam sangat kecil tetapi kerabat dekatnya banyak dan sering dikacaukan dan sengaja dijadikan surogat (pemalsu) (Rifai. Itik alabio. Penyebaran tanaman tersebut adalah Sumatera. pisang ambon. 2. jamu dikenal dengan istilah Herbs yang berasal dari bahasa latin Herba yang berarti rumput. Br.) R. 1992). sedangkan contoh untuk tanaman katuk adalah Bastar. Daun Urang-aring (Ecliptae folium) yang mengandung alkaloid antara lain yang berguna untuk perawatan rambut. Kebo dan Zanzibar. pengobatan serta untuk mempercantik diri yang selama ini dikenal sebagai jamu. Dikalangan internasional. Di Amerika Serikat menurut Pramono (2001). Pulai tersebut dijumpai di dalam hutan tropika Indonesia dan banyak digunakan sebagai bahan baku industri jamu. tetapi baru beberapa spesies saja yang telah di budidayakan secara intensif (Supriadi. Dalam UU No 12 tahun 1992. Akar pulai pandak (Rauvolfia radix) yang mengandung alkaloid reserpin dan berguna untuk penurun tekanan darah tinggi. itik mojokerto. 2. dari 45 macam obat penting berasal dari tumbuhan obat tropika. dan mineral serta berguna untuk memperlancar ASI. Irian jaya. Nusa Tenggara dan Jawa. warna bunga. 14 spesies barasal dari Indonesia diantaranya obat anti kanker vinblastin dan vincristine yang berasal dari tapak dara (Catharanthus roseus) dan obat hipertensi reserpine yang berasal dari puleai pandak (Rauvolfia serpentina).

2000). pulasari (Alyxia reiwardii). (1992) yang termasuk katagori genting adalah purwoceng (Pimpinella pruatjan). katagori rawan diwakili oleh Ki koneng (Arcangelisia flava) dan pulai (Alstonia scholaris) termasuk katagori jarang. akan mengganggu kelestarian tanaman tersebut (Muharso. 3. seperti purwoceng (Pimpinella pruacan). Jarang (rare) jenis tanaman yang populasinya besar tetapi tersebar secara lokal.Tabel 1. Kegiatan eksploitasi tanaman liar secara berlebihan melebihi kemampuan regenerasi dari tanaman dan tanpa disertai usaha budidaya. Akibatnya banyak tanaman yang terancam punah atau paling tidak sudah sulit dijumpai di alam Indonesia. jenis tanaman yang dianggap telah musnah/hilang sama sekali dari permukaan bumi. 2. 5. atau daerah penyebarannya luas tetapi tidak sering dijumpai serta mengalami erosi berat. Punah (extinct). jenis tanaman yang terdapat dalam jumlah sedikit dan eksploitasinya terus berjalan sehingga perlu dilindungi. kayu angin (Usnea misaminensis). 4. 2000): 1. PERMASALAHAN Dalam pemanfaatannya bahan baku tumbuhan obat masih tergantung pada tumbuhan yang ada di hutan alam atau berasal dari pertanaman rakyat yang diusahakan secara tradisional. Beberapa klon/nomor harapan serta varietas tanaman Obat yang telah dilepas KLASIFIKASI KONDISI TANAMAN OBAT Klasifikasi kondisi tanaman obat akibat pengambilan bahan baku tanpa dilakukan pelestarian plasma nutfahnya diklasifikasikan menjadi 5 kelompok (Muharso. jenis tanaman yang terancam punah Rawan (vulnerable). Genting (endangered). jenis tanaman yang jelas mengalami proses kelangkaan tetapi informasi keadaan sebenarnya belum mencukupi untuk masuk dalam katagori tersebut diatas. Menurut Rifai et al. Terkikis (indeterminate). bidara laut (Strychnos ligustrina) .

mengumpulkan dan meneliti jenis plasma nutfah tertentu dilakukan untuk mengamankan dari kepunahan ( Kusumo et al. Perusakan habitat di beberapa propinsi di Indonesia PENGELOLAAN PLASMA NUTFAH Eksplorasi Kegiatan eksplorasi yang merupakan pelacakan atau penjelajahan. sambiloto (dari Jawa Tengah). perladangan berpindah dan lain-lain. kedawung (Parkia roxburghii) sebanyak 2074 kg/musim. (2001) disebabkan karena a) Kerusakan habitat. Kegiatan eksplorasi sudah banyak dilakukan oleh berbagai lembaga penelitian dan industri maupaun perorangan namun hasil-hasilnya tidak terdokumentasi dengan baik sehingga kita tidak pernah memiliki literatur yang utuh tentang tumbuhan obat dan ramuannya serta cara pengobatannya. kebakaran hutan. joho lawe (Terminalia balerica) sebanyak 1930 kg/musim dan Pakem (Pangium edule) sebanyak 3021 kg/musim. f) Rendahnya harga tumbuhan obat. ki rapet. Ada 4 jenis tumbuhan obat yang dipungut masyarakat dalam jumlah besar yaitu kemukus (Piper cubeba) sebantak 556 kg/musim. 2000). kembang puspa sebagian kondisinya sudah sangat kritis terutama dari jenis yang merambat sehingga mulai tahun 2002 bahan baku kebutuhan pabrik jamu cap bintang timbangan diambil dari Lampung. ki rame. akibat eksploitasi kayu. konversi hutan. Adanya eksploitasi terhadap kayu yang sekaligus pohon tersebut yang juga merupakan spesies tumbuhan obat juga merupakan ancaman terhadap kelestarian tumbuhan obatnya. mencari. doro putih (Strychnos lingustriana). Ancaman kelestarian plasma nutfah tumbuhan obat hutan tropika saat ini menurut Zuhud et al. Dari informasi langsung dari pemilik pabrik jamu cap bintang timbangan di Sukabumi diketahui bahwa tumbuhan obat yang berada di kaki Gunung Salak yang dipakai sebagai ramuan jamunya seperti pulasari. (2001) sangat serius karena formasi hutan tropika dataran rendah selama 2 dekade belakangan ini mengalami kerusakan yang sangat parah. kulit sintok. Tabel 2. Sebagian besar areal konsesi HPH (areal eksploitasi kayu) yang sudah diusahakan saat ini terdapat di tipe hutan hujan dataran rendah dimana 44% spesies tumbuhan obat penyebarannya terdapat di formasi hutan ini dan di areal hutan konversi (areal hutan yang bisa dirubah menjadi areal non-hutan seperti untuk perluasan lahan pertanian/ perkebunan. kumis kucing. h) Kelembagaan pelestarian tumbuhan obat. Pendekatan awal dalam kegiatan eksplorasi pada umumnya dimulai dengan penelitian etnobotani dan etnofarmakologi sebagai upaya untuk menginventarisasi jenis tumbuhan obat dan manfaat penggunaannya (Anggadiredja dan Rifai. areal transmigrasi dan areal industri dll).dan lain-lain (Muharso. b) Punahnya budaya dan pengetahuan tradisional penduduk asli/lokal di dalam atau sekitar hutan. Jenis-jenis lain seperti padmosari (Rafflesia zolligeriane). tempuyung. Berdasarkan hasil penelitian Mujenah. g) Kurangnya kebijakan dan peraturan perundangan pelestarian. perambahan hutan. Terlebih lagi kegiatan penelitian ini sering tidak dilengkapi oleh pendukung herbarium . keningar (Cinnamomum cassia) dipanen sesuai permintaan pasar. c) Pemanenan tumbuhan obat yang berlebihan. 2002). Sebagian diantaranya telah dimanfaatkan oleh masyarakat setempat secara turun menurun. d) Ketidak seimbangan penawaran dan permintaan tumbuhan obat. ki urat. 2000) di kabupaten Jember dan Banyuwangi Propinsi Jawa Timur dimana Taman Nasional Meru Betiri berada yang luasannya sekitar 58 000 ha ditemukan tidak kurang dari 350 jenis tumbuhan yang memiliki khasiat obat. ki sereh (diambil akarnya). krangean (Litsea cubeba). 2000). Permasalahan pelestarian Tumbuhan Obat Indonesia menurut Zuhud et al. e) Lambatnya pengembangan budidaya tumbuhan obat Indonesia. 1993 (dalam Nurhadi et al.

Namun menurut Nurhadi et al. Balai apenelitian Tanaman Rempah dan Obat serta Kebun Raya dapat menjadi garda terdepan dalam kegiatan penyediaan plasma nutfah secara ex-situ untuk menunjang pelestarian secara in-situ yang dilakukan oleh Departemen Kehutanan. IP Gunung Putri : 136 (varietas dan jenis) 2 jenis tanaman introduksi Di dataran rendah : 1. Padmosari (Raffesia zollingeriana Kds).. kencur. pemerintah akan menganggap usaha pelestarian itu sebagai beban. G. Donn. jahe. Tanpa mengkaitkannya dengan pembangunan nasional secara menyeluruh. (2002) tanaman obat dengan status langka seperti kedawung (Parkia roxburghii G. pulai pandak. KerinciSeblat in Jambi. Untuk pelestarian tumbuhan obat. Gn Palung (Kalimantan). (2001) tujuan pelestarian ex situ adalah a) untuk diintroduksi kembali ke habitat aslinya. bukan sebagi peluang. Menurut Sastrapradja (2000) yang sebenarnya harus kita kembangkan segera adalah teknologi – teknologi yang dapat meningkatkan nilai tambah sumber bahan baku obat tersebut. temu kunci. Kayu garu (Aquillari malaccanensis Lamk. IP Manoko : 395 (varietas dan jenis) 2. usaha ini di negara – negara yang sedang berkembang seperti Indonesia memang menjumpai banyak tantangan. bangle. Manusela (Maluku) dan Gn. Menurut Sastrapradja (2000) bahwa kecenderungan baru untuk melestarikan keanekaragaman hayati pertanian secara lekat lahan memang belum dimulai di Indonesia. Konservasi Kegiatan penelitian konservasi tumbuhan obat adalah kegiatan penelitian di hulu yang amat sangat terbatas dan kurang mendapat perhatian. agaknya kecenderungan ini perlu dikaji manfaatnya. Rawa Aopa. Tiga lembaga yaitu Hostus Medicus Tawangmangu. Konservasi in situ pada sejumlah Taman Nasional. Dari pengalaman negara – negara lain kita belajar bahwa untuk menemukan sebuah senyawa kimia yang nantinya dapat dikembangkan menjadi obat. echinaceae. lidah buaya. canola dan murbei. IP Cimanggu : 291 (varietas dan jenis). Idealnya semua tumbuhan obat harus dilestarikan. IP Cikampek : 60 (varietas dan jenis) 2. purwoceng. meliputi semua populasi di alam (in situ) dan dilakukan penangkaran diluar habitatnya (ex situ). Kayu angin (Usnea barbata Fries) dan Pulai pandak (Raufolvia serpentina) dikonservasi di kawasan penyangga Taman Nasional Meru Betiri. temu putih. Gn. Menurut Rahardjo et al. Menurut Zuhud et al. (2001) yang dimiliki oleh Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat adalah: Di dataran tinggi : 1. Lorentz di Irian Jaya (Bermawie dan Sutisna.). Dumoga Bone (Sulawesi).sama dengan masyarakat. temu giring. Berbicara mengenai pelestarian keanekaragaman hayati. (2000) konservasi tumbuhan obat harus dilakukan bersama. dalam arti kegiatan budidaya tumbuhan obat yang berasal dari dalam hutan tersebut dilakukan oleh masyarakat yang selama ini memanfaatkannya. tapak dara. 6 jenis asal Sagedepaha Konservasi in vitro tanaman obat telah dilakukan pada tanaman pegagan. daerah yang dilindungi telah dilakukan seperti di Meru Betiri (Jawa Timur). IP Sukamulya : 226 (varietas dan jenis) 3. daun encok. Prioritas pelestarian ex situ diberikan untuk spesies yang habitatnya telah rusak atau tidak dapat diamankan lagi. memerlukan waktu yang lama dan dana yang tidak sedikit jumlahnya.). kunyit. Gn. Ceremai dan G. Eksplorasi plasma nutfah tanaman obat telah dilakukan Balittro di Taman Nasional Meru Betiri. Koleksi tanaman obat secara ex situ menurut Sudiarto et al.untuk setiap jenis tumbuhan. Rinjani (Nusa Tenggara). PEMANFAATAN TANAMAN OBAT . Cakrabuana Jawa Barat dan hasil eksplorasi ditanam di kebun koleksi sebagai konservasi ex situ (Hasnam et al. inggu. 2000). pelestarian ex situ juga harus digunakan untuk meningkatkan spesies lokal yang hampir punah menjadi tersedia kembali di alam. Di beberapa negara hal ini menjadi perhatian untuk melestarikan semua spesies tumbuhan obat secara ex situ. enkapsulasi atau dengan cara pembekuan dengan nitrogen cair. Penyimpanan pule pandak secara in vitro telah dilakukan oleh Gati dan Mariska (2001) dengan pertumbuhan minimal. b) untuk kegiatan pemuliaan dan c) untuk tujuan penelitian dan pendidikan. Gede Pangrango di Jawa Barat. temu lawak. Halimun dan Gn. Gn. Leuser di Aceh. meniran. 1999). kumis kucing.

masuk angin. Penelitian bioprospecting laboratoris bertitik tolak dari etnofarmakologi dan etnobotani. lavender dan lain-lain (Wardana. Obat Tradisional sebagai imunomodulator: Phyllanthus niruri L. botani dan ekonomi. jati belanda. 4. jamu sehabis melahirkan. aprodisiak. 2001).. 2000). Tanaman obat ini sedang menjadi isu di negara -negara berkembang dan bagaimana memberikan perlindungan hukum terhadap tanaman obat. 2000). ketumbar. negara-negara berkembang perlu untuk mempelajarinya (Yunus. Obat alami sebagai terapi imun dan terapi adjuvan pada infeksi HIV/AIDS. Obat Tradisional untuk pengobatan hiperurisemia dan artritis Gout. dan selanjutnya dapat diekspor sehingga memberikan nilai tambah dalam pertumbuhan ekonomi (Muharso.. KEBIJAKAN OPERASIONAL Untuk pemanfaatan tumbuhan obat Indonesia perlu ditempuh kebijakan operasional dan langkah-langkah sebagai berikut (Muharso. pegagan. larangan pemungutan spesies tumbuhan obat yang terancam punah perlu dilakukan. Komoditas Tanaman Obat unggulan versi Badan POM (2001) telah ditetapkan seperti sambilito. Namun penelitian untuk mendukung kebenaran ilmiahnya belum secara mendasar dilakukan (Anggadiredja dan Rifai. Pemanfaatan tumbuhan obat tersebut masih terbatas untuk keperluan keluarga. obat penyakit sipilis. Disamping pemanfaatan plasma nutfah tanaman obat untuk industri jamu juga dapat dimanfaatkan untuk kosmetika seperti lidah buaya (menghilangkan noda hitam. daun jinten. Gynura procumbens Merr. pace. Diantara jenis tiumbuhan obat tersebut. Obat Tradisional untuk pengobatan Hiperkolesterolemia dan hipertrigli seridemia : Sechium edule 3. dan teknologi budidayanya untuk sebagian komoditas sudah tersedia. belum dikomersiilkan (Sukarman et al. ada yang berkhasiat sebagai obat tonik. temulawak. 2. Obat Tradisional untuk pengobatan kanker: Fam cruciferae. Dalam usaha pemanfaatan tumbuhan obat perlu diperhatikan kelestarian dari jenis tumbuhan tersebut agar tidak punah. asma. tempuyung.. farmakognosi. Pengaturan pemanenan tumbuhan obat dari alam. PERLINDUNGAN TERHADAP TANAMAN OBAT Sudah sejak lama kurang lebih 50 tahun yang lalu Indonesia menggunakan tanaman obat sebagai obat. Curcuma longa L. 2000): 1. Eksploitasi dan pelestarian Sumber Daya Alam Kebijakan operasional: . Andrographis paniculata Ness..Eksploitasi tumbuhan liar di hutan alam untuk bahan baku OT/OAI dibatasi sebelum budidaya jenis tumbuhan tersebut terlaksana dengan baik .Segera dilakukan langkah budidaya terhadap jenis tumbuhan yang banyak diperlukan . 2002). 5.. 2002). sanrego. ramuan jamu godok. batuk. pasak bumi. Morinda citrifolia L. Obat bahan alam untuk pengobatan hemoroid Menurut Sinambela (2002) keanekaragaman plasma nutfah tumbuhan obat Indonesia sebagai sumber bahan obat selayaknya diteliti secara lebih komprehensif dengan pemilihan strategi pendekatan bioprospecting yang tepat.Potensi sumbangan plasma nutfah untuk dunia pengobatan mungkin seperti handeuleum atau daun ungu (Graptophyllum pictum) yang digunakan untuk mengatasi masalah ambeien. 2000). tanaman obat dipakai sebagai pengobatan alternatif/pilihan bagi ekonomi lemah. menstimulasi dan mengganti sel kulit mati dengan sel baru).. kencur. 2000). Di Taman Nasional Gunung Halimun terdapat sekitar 48 jenis tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat. Catharanthus roseus/Vinca rosea. Allium sativum L. demikian juga perlu dilakukan pengontrolan terhadap perdagangan tumbuhan obat dan produk-produknya (Zuhud et al. menanggulangi kerut. 6. Kita harus berupaya agar paten handeuleum misalnya tidak dilakukan di USA atau Jepang seperti yang dialami tanaman mimba/neem (Azadirachta indica) yang sebenarnya sudah digunakan lebih dari 400 tahun oleh orang India (Anggadiredja dan Rifai. penyedap. apalagi setelah terjadi krisis ekonomi yang melanda Indonesia. Nigella sativa L. cabe jawa. agrokimia. Beberapa contoh obat tradisional dikemukakan oleh Ma’at (2001) yang berasal dari tanaman obat asli Indonesia yang dikemukakan dengan menggunakan bahasa ilmu kedokteran moderen agar dapat dipahami oleh kalangan dokter yang nantinya diharapkan menjadikan cikal bakal suatu Obat tradisional – Untuk Pelayanan Kesehatan Formal: 1. Upaya peningkatan budidaya selain melestarikan sumber bahan OT/OAI diharapkan dapat mengembangkan produksi tumbuhan obat dalam negeri. Bioprospecting mencakup aktivitas berbagai disiplin ilmu terutama kimia bahan alam. Aloe vera L.. daun ungu. Solanum nigrum.

Rifai. 13-15 July 1999. Sumarno. Ong. Sukarman dan O. Hasanah. Hardjamulia. 2000.. Cisarua. A.. 2000. Makalah seminar “Tumbuhan Obat di Indonesia”. Bogor.A. Bermawi. The second Meeting of The Asean Experts Group on Herbal and Medicinal Plants. Perbanyakan dan Penyimpanan Tanaman Rauvolfia serpentina secara in vitro. Konservasi Tumbuhan Obat Langka Purwoceng melalui Pertumbuhan . 2000. dan I. Deptan. Pemanfaatan dan Pengembangan Tumbuhan Obat Hutan. 2002. Dept. Buletin Plasma Nutfah 8(2): 78-83. HaKI dalam Tanaman Obat. E. M. Darusman. 2002. Makalah seminar “Tumbuhan Obat di Indonesia”. Thohari. Nurhadi dan H. Ma’at S. 2001. Universitas Pajajaran dan yayasan Ciungwanara dengan Yayasan KEHATI. PUSTAKA Anggadiredja. Pert. H. 26 Juli 2001. Kasus Masyarakat Meru Betiri. Mariska. 20 hal. 13 hal. 26-27 April 2000. S. Kerjasama Indonesian Resource Centre for Indigenous Knwledge (INRIK). Universitas Pajajaran dan yayasan Ciungwanara dengan Yayasan KEHATI. Sutisna. Kasim. . Kerjasama Indonesian Resource Centre for Indigenous Knowledge (INRIK). Research on Medicinal Plant (An overview)... Universitas Pajajaran dan yayasan Ciungwanara dengan Yayasan KEHATI. S. Departemen Pertanian.. E. J.. Penggunaan bioteknologi dalam pemanfaatan dan pelestarian plasma nutfah tumbuhan untuk perakitan varietas unggul. Moeljopawiro. Perbanyakan benih sumber tanaman obat. 13 hal. Badan Litbang Pert. N. Plasma Nutfah. 2001. M.28. Departemen Kesehatan RI. Prospek Industri Obat Asli Indonesia. A. Sudiarto. E. 26-27 April 2000. Kerjasama Dept. 2002. Dept. Jakarta . Kerjasama Indonesian Resource Centre for Indigenous Knowledge (INRIK). Pengembangan Agromedisin Indonesia: Pemanfaatan Sumberdaya Alam Indonesia menjadi Komoditas Farmasi Unggulan.untuk bahan baku OT/OAI. Buletin Plasma Nutfah 7(1): 40 – 45. D.. budidaya tumbuhan obat. Standardisasi teknologi penyediaan bahan aneka tanaman/tanaman obat. 8(1): 22. Kerjasama Indonesian Resource Centre for Indigenous Knowledge (INRIK). Seminar sehari synchronisasi pengadaan benih sumber Tanaman hias dan Aneka tanaman. Junus. Bull. dan N. Makalah seminar Penelitian. Arifin. Novarianto (2000). Rahardjo. dan M.M. M. Hadad. Kerjasama Indonesian Resource Centre for Indigenous Knowledge (INRIK). Warno. Hasnam. Makalah seminar “Tumbuhan Obat di Indonesia”. Kerjasama Pusat Penelitian Bioteknologi IPB dan KNPN. E. Hasanah.A. Jakarta . Komisi Nasional Plasma Nutfah. M. 26 Juli 2001. M. 2000. “Tumbuhan Obat di Indonesia”. S. Sunarlim. 2001. Lestari.Melakukan penanaman kembali jenis tumbuhan obat dalam kondisi genting atau terancam punah.. Konservasi dan Pemanfaatan Tanaman Obat Langka dan Potensial di Kawasan Penyangga Taman Nasional Meru Betiri. Konservasi Plasma Nutfah Tanaman Industri. Universitas Pajajaran dan yayasan Ciungwanara dengan Yayasan KEHATI.Melaksanakan inventarisasi jenis tumbuhan obat yang terdapat di hutan atau tumbuhan liar. standarisasi serta pengembangan pasar. Seminar sehari synchronisasi pengadaan benih sumber Tanaman hias dan Aneka tanaman. Conservation and Productivity Improvement of Medicinal Plants in Indonesia. Muharso. C. N and U. Ditjen POM. J. Ghulamahdi dan L. Kebijakan Pemanfaatan Tumbuhan Obat Indonesia. G. 1999. 2.. Subandriyo. 26-27 April 2000. 2002. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Bermawie. Rostiana. Pramono. Lokakarya Pengembangan Agribisnis berbasis Biofarmaka. Langkah –langkah: .. S. Pemanfaatan Plasma Nutfah dalam Industri Obat-obatan.. Makalah seminar “Tumbuhan Obat di Indonesia”. Kebijakan nasional pengembangan obat tradisional. 2001. 26-27 April 2000. Makalah disampaikan pada pertemuan Komisi Nasional Plasma Nutfah di Bogor tanggal 22-23 Nopember 2000. Sudjindro. Badan Litbang Pertanian. Seminar Nasional Pemanfaatan dan Pelestarian Plasma Nutfah. penanganan pasca panen.. 2001. Jakarta . Kusumo. Manfaat Tanaman Obat Asli Indonesia Bagi Kesehatan. Pertanian dan IPB Sinambela. Pedoman Pembentukan Komisi Daerah dan Pengelolaan Plasma Nutfah. S.K. Pertanian. 2001. Nurhadi. M. Universitas Pajajaran dan yayasan Ciungwanara dengan Yayasan KEHATI. Rusdi. 2000. 2002. 26-27 April 2000. Rahayu.. Puslitbangtri.

E. E. Sirait.2002.. Sukarman. Ghulamahdi. Widjaja.M. Dukungan Teknologi Budidaya untuk Pengembangan Industri Obat Tradisional. Sastrapradja.A. O. Makalah disampaikan pada Lokakarya Pengembangan Agribisnis Berbasis Biofarmaka tanggal 13 –15 November 2001 di Jakarta. Makalah seminar “Tumbuhan Obat di Indonesia”. 8(1): 29 – 33. Rosita SMD dan H. Kerjasama Indonesian Resource Centre for Indigenous Knowledge (INRIK). 26-27 April 2000.. Darusman. 2001. Hobir. Zuhud. Wardana. Badan Litbang Pert. Floribunda. Plasma Nutfah. Rahardjo. Edisi pertama Agustus 2001. Penggalang Taksonomi Tumbuhan Indonesia. Sisipan Floribunda 2: 1-28. 8(2): 84-89. Dukungan teknologi pengembangan obat asli Indonesia dari segi budidaya. Badan Litbang Pertanian. A. . Andarwulan. M. M. PPO: 10. Inventarisasi Tumbuhan Obat di Taman Nasional Gunung Halimun. Pert. Buletin Plasma Nutfah. D. Dept Pert. M. Pengembangan Obat Bahan Alam.2. pelestarian dan pasca panen. S. Rosita dan Sudiarto. Rifai. L. Universitas Pajajaran dan yayasan Ciungwanara dengan Yayasan KEHATI. Badan Litbang Pert. Bull. Tumbuhan obat Indonesia. Nurhayati. Pemanfaatan Plasma Nutfah dalam Industri Jamu dan Kosmetika Alami. Tiga Puluh Tumbuhan Obat Langka Indonesia. Supriadi dkk. Rugayah..K. 2000. Pemanfaatan dan Pelestarian Sumber Hayati mendukung Agribisnis Tanaman Obat.. Penggunaan dan Khasiatnya. Dept.M. S. 2001.4. S. H. Pengelolaan Sumber Hayati Indonesia. A. 21 hal. Seminar Perhimpunan Peneliti Obat Bahan Alam bekerja sama dengan Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) Sudiarto. M. 2001. Dept Pert. 1992. 145 hal. Rahardjo.Minimal. 2002. 2001. 8(1): 16-21. Bull. M. Pustaka Populer Obor.D. . Kasus Khusus Tumbuhan Obat. Azis. D. Rostiana. Plasama Nutfah. Lokakarya Pengembangan Agribisnis berbasis Biofarmaka. N.

daun bulan (Moluccas). smooth liana. flava is widely distributed from Hainan (China). leathery texture and 5-veined arising from the same base. The yellow wood secretes yellow sap when cut. Arcangelisia loureiri (Pierre) Diels. (10-)12-25 cm x (5. The stem is up to 5 cm in diametre. up to 20 m long. Vernacular Names English: Malaysia: Indonesia: Philippines: Thailand: Vietnam: Yellow-fruited moonseed. Sumatra. Indo-China. kamphaeng jedchunum. Peninsular Malaysia. V[ar]y d[aws]ng. Pampango). southern peninsular Thailand. Abutra (Ilokano. The flowers are unisexual with 3-4 minute .5-) 8-19 cm. Borneo.Arcangelisia flava Family Menispermaceae Synonyms Arcangelisia lemniscata (Miers) Becc. The stalk of its leaf is (4-)7-15(-20) cm long. This plant bears unisexual flowers. Mengkunyit. Sulawesi. raceme-like and slender with size of 10-50 cm long. the Philippines. the northern Moluccas to New Guinea. Areuy ki koneng (Sundanese). woody. Geographical Distributions A. swollen at both ends but no stipules. Description This is a large. Java. sirawan (Javanese). The lateral branches are spike-like. suma (Tagalog. resembling an indeterminate branched. The leaves are usually egg-shaped. Bisaya). Its inflorescence arises from the axils or borne on the trunk.. Khamin khruea (Chanthaburl).

outer sepals and 6 larger inner sepals. with a club-shaped stalk. 2-3 cm in diametre. Line Drawing / Photograph . with ruminate endosperm and much folded cotyledons. thread-like structure.. In Sulawesi. flava occurs in forests at altitudes up to 1000 m. The petals are absent. it is reported to grow on limestone. transversely slightly ovoid. The female flower bears 3 fruits and has a number of abortive stamens but without an imperfect anther.(1) Ecology / Cultivation A. Its fruit is a slightly laterally compressed drupe. covered with a dense mat of radial. sometimes near river banks. The endocarp is woody. The seed is broadly ellipsoidal. elongated. The male flower is in spherical cluster of 9-12 anthers. slightly without stalk. yellow.

hfC% . Plant Resources of South-East Asia No 12(2). Unesco. No. Sl. 1998. Botanical Name 1 Family Garcinia gummigutta Clusiaceae Local Name zkeaágNf.References 1.

kgcfBd cg#ÖgcfBd kJgÊ Qea$ vßd. hfC% kÔfcjx kÔfcjx DÛkej. zke¥lCgÖd }ez}¥f zÚJgzvìf zvìfÖehgNf ÚlÖaÔd vr%zb¥f. vßfve% . ke¥gzvìf bÏjNf. ke¥Ôf hçfncjx. E©ghgN EvbeR. hÜfcg¥f scs»eÜf zÚÓgJg*f kgÔf#. Úfkfjf c*veÓd cnzÔe=@ hgNfcjx.2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Garcinia imberti Garcinia indica Garcinia morella Garcinia spicata Garcinia travancorica Garcinia wightii Garcinia xanthochymus Gardenia gummifera Gardenia resinifera Garuga pinnata Givotia rottleriformis Glochidion ellipticum Glochidion malabaricum Glochidion tomentosum Glochidion velutinum Glochidion zeylanicum Gloriosa superba Gluta travancorica Gmelina arborea Gmelina asiatica Gnetum scandens Gnidia glauca Clusiaceae Clusiaceae Clusiaceae Clusiaceae Clusiaceae Clusiaceae Clusiaceae Rubiaceae Rubiaceae Burseraceae Euphorbiaceae Euphorbiaceae Euphorbiaceae Euphorbiaceae Euphorbiaceae Euphorbiaceae Liliaceae Anacardiaceae Verbenaceae Verbenaceae Gnetaceae Thymeleaceae c*Öeßf zkeÖx.

GÜx GÏáRf\ ÚÖjzÖeìf lCgÖd .24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Gomphandra coriacea Gomphia serrata Goniothalamus thwaitesii Goniothalamus wightii Gordonia obtusa Grevillea robusta Grewia asiatica Grewia bracteata Grewia flavescens Grewia nervosa Grewia serrulata Grewia tiliifolia Gymnacranthera canarica Gymnema sylvestre Gyrocarpus asiaticus Icacinaceae Ochnaceae Annonaceae Annonaceae Theaceae Proteaceae Tiliaceae Tiliaceae Tiliaceae Tiliaceae Tiliaceae Tiliaceae Myristicaceae Asclepiadaceae Hernandiaceae kÔfNfzçaf. zÚe¥c bN%cCf vr%zʪf cnz»ªf ke¥gkjC. kjfsÖeb mf$b% QeÖd hjgXkcjx kìeRf zMÓaMf zke¥Ö vJgÊ Úaçf.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful