PEMANFAATAN KOMPONEN HUTAN LINDUNG SEBAGAI BIO-INDIKATOR PERUBAHAN LINGKUNGAN DI SEKITARNYA

Oleh

Sudrajat

Kawasan Lindung ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumberdaya alam, sumberdaya buatan dan nilai sejarah serta budaya bangsa guna kepentingan pembangunan berkelanjutan. Salah satu bagian dari kawasan lindung adalah kawasan yang memberikan perlindungan kawasan di bawahnya, seperti Hutan Lindung; Kawasan Bergambut; dan Kawasan Resapan Air. Tingginya kegiatan pembangunan yang sejalan dengan meningkatnya kecepatan eksploitasi sumberdaya alam, telah menyebabkan tekanan yang besar terhadap kawasan lindung. Sebagian besar masyarakat yang bermukim di daerah penyangga atau kawasan lindung, sangat bergantung pada sumberdaya alam khususnya hutan dengan berbagai keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya.. Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang mempunyai “mega diversity” jenis hayati dan merupakan “mega center” keanekaragaman hayati dunia. Kalimantan Timur memiliki variasi kondisi fisiografi mulai dari datar sampai berbukit serta bergunung tinggi, mampu menunjang kehidupan flora, fauna dan mikro organisme yang beranekaragam. Keanekaragaman hayati Indonesia cenderung menyusut, akibat perubahan penggunaan lahan dari hutan ke penggunaan lain, seperti pertanian, perindustrian, permukiman, fasilitas perkotaan dan sebagainya. Menyadari begitu pentingnya fungsi kawasan lindung dan daerah penyangga, maka upaya penetapan kawasan lindung dan pengelolaannya secara terpadu yang

meliputi sumberdaya alam termasuk potensi keanekaragaman hayati dan potensi geofisik, sumberdaya buatan dan sosial, ekonomi, budaya budaya guna mendukung kepentingan pembangunan yang berkelanjutan merupakan kebutuhan yang mendesak bagi pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

II. HUTAN SEBAGAI SUATU SISTEM EKOLOGI

2.1. Konsep Ekosistem Suatu ekosistem (sistem ekologis) adalah keseluruhan komunitas hayati dan nir-hayati di daerah tertentu dan di antara unsur-unsur tersebut terjadi hubungan timbal balik. Dengan perkataan lain, ekosistem merupakan suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap lingkungan hidup yang saling mempengaruhi. Salah satu ciri utama dari suatu ekosistem adalah adanya saling ketergantungan timbal balik antara komponen-komponen lingkungannya. Komponen lingkungan penyusun ekosistem dapat dibedakan atas : a. Komponen lingkungan biotik ; b. Komponen lingkungan abiotik (fisik)/nir-hayati ( Lihat gambar 2.1.)

Berdasarkan atas fungsinya, suatu ekosistem dibedakan atas 2 komponen yaitu : a. Komponen autotrofik (autos; sendiri; trophikus ; menyediakan makanan). Yaitu organisme yang mampu menyediakan/mensintesis makanannya sendiri yang berupa bahan-bahan organik dari bahan-bahan anorganik dengan bantuan energi matahari dan klorofil. b. Komponen heterotrofik (hetero ; berbeda ; trophikus; menyediakan makanan).

Yaitu organisme yang mampu memanfaatkan bahan-bahan organik sebagai bahan makanannya dan bahan tersebut disediakan oleh jasad lain. Kelompok ini terdiri atas hewan, jamur dan mikro-organisme. Berdasarkan sifat strukturnya, ekosistem dapat dibedakan atas komponenkomponen : a. Substansi anorganik, terdiri atas zat anorganik seperti C, N,C02,H20,dll; b. Substansi organik, terdiri dari protein, KH, lemak, dan sebagainya; c. Iklim, terdiri atas suhu, kelembaban, angin, curah hujan, dsbnya; d. Produsen, terdiri atas tumbuhan ototrof; e. Konsumer, terdiri dari hewan herbivora, carnivore (golongan heterotroph); f. Pengurai/Dekomposer, sering disebut juga mikrokonsumer.Terdiri dari jamur dan bakteri yang mampu mengurai bahan organik menjadi anorganik, dan selanjutnya dilepas ke ekosistem dan dipakai lagi oleh produsen. Dengan demikian terjadilah suatu peredaran hara dalam ekosistem tersebut.

Antara komponen biotik dan abiotik di dalam suatu ekosistem saling melakukan interaksi membentuk suatu peranan sehingga terdapat suatu arus energi dari struktur biotik ke struktur biotik lain lewat proses transfer energi dan dari struktur biotik ke komponen anorganik lewat proses daur biogekimia. Komponen dan proses yang membuat suatu ekosistem berfungsi adalah KOMUNITAS, ALIRAN ENERGI DAN SIKLUS MATERI. Atas dasar ini ekologi menekankan kajiannya terhadap adanya gerakan energi dan unsur hara (kimia) di antara komponenkomponen biotik (hayati) dan abiotik (nir-hayati) dari ekosistem itu. Perlu diperhatikan di sini, arus energi tersebut bersifat searah; sebagian energi sinar Matahari yang datang ke dalam ekosistem diubah dan dijadikan menjadi energi kimia lewat proses fotosintesis. Sebagian energi dikeluarkan lagi dari ekosistem tersebut, dan sebagian disimpan di dalam ekosistem tersebut, lalu diumpan balik atau diekspor, tetapi tidak dapat dipergunakan kembali (Lihat Gambar 1.).

1992). Hewan-hewan dan tumbuhan yang menghuni daerah-daerah tersebut akan beradaptasi agar mampu bertahan hidup di dalam kondisi lingkungan demikian. Ekosistem adalah suatu sistem yang terbuka.: Hara ( Sumber : Deshmukh. Diagram Pola Dasar Alih Energi dan Alih Hara di dalam Suatu Ekosistem Keterangan : _______________ : Energi ----------------------. MATERI. Ekosistem yang sebagian besar energinya tergantung kepada enegi matahari disebut ekosistem tanpa subsidi energi. Hutan Primer. Sedangkan ekosistem bersubsidi energi adalah ekosistem yang sebagian besar energinya tidak tergantung kepada sinar Matahari.Gambar 1. ATAU MAKHLUK HIDUP MELAKUKAN IMIGRASI ATAU EMIGRASI. yaitu suatu sistem yang menerima masukan/input dan menghasilkan luaran/output sehingga ekosistem tersebut dapat berfungsi dan memelihara ekosistem tersebut. Ekosistem di alam mendapatkan energi dari dua sumber yakni Matahari dan Bahan bakar Kimiawi. Padang Rumput Savana yang luas. Misalnya Samudera.Ekosistem ini berdaya rendah dan produktivitasnya rendah.Masukan dan luaran tersebut dapat berupa ENERGI. Ekosistem ini dibedakan atas Ekosistem yang energinya disubsidi oleh alam dan ekosistem yang energinya YANG .

Ekosistem yang disubsidi energinya oleh manusia antara lain lahan pertanian. yakni kemampuan suatu ekosistem untuk bertahan menghadapi tekanan lingkungan. d. Ada 2 jenis stabilitas. dekomposisi bahan-bahan organik. Fungsi ini dapat dikerjakan oleh beberapa jenis komponen lingkungan. Stabilitas resiliensi. Oleh karena ekosistem memiliki kemampuan untuk mengatur keseimbangannya. . 2. mekanisasi pertanian. Derajat stabilitas suatu ekosistem akan bervariasi. penyimpanan bahan-bahan b. Fungsi sibernetika adalah untuk mengendalikan faktor-faktor ekosistem agar berada dalam keadaan seimbang yang dinamis.disubsidi oleh Manusia. irigasi. Homeostasis Ekosistem Dalam suatu ekosistem terdapat suatu keseimbangan yang bersifat dinamis (homeostasis). b. Artinya ekosistem tersebut memiliki kemampuan untuk menahan berbagai perubahan yang mengenai lingkungan tersebut. maka ekosistem memiliki sifat sibernetiks (kybernetes : pandu/mengatur. tambak. pertumbuhan organisme dan produksi. tergantung pada hambatanhambatan lingkungan dan efisiensi dari pengendalian di alam. ombak dan arus air aut.1. pelepasan hara makanan.dan lainnya. Mekanisme keseimbangan tersebut diatur oleh berbagai faktor yang rumit. Ekosistem yang disubsidi oleh alam misalnya adalah ekosistem estuaria di pantai yang mendapat energi dari pasang surut. Mekanisme ini terdiri atas : a. yakni kemampuan untuk cepat pulih. dengan subsidi benih. pemupukan. c. yakni : a. Hal ini memungkinkan adanya sifat stabilitasi suatu ekosistem. Stabilitas resistensi.

namun bila hutan tersebut terbakar maka hal ini akan menyebabkan sulit untuk pulih kembali. tetapi bisanya batas mekanisme homeostasis dengan mudah dapat diterobos oleh kegiatan manusia. ANALISIS KOMPONEN EKOSISTEM HUTAN LINDUNG SEBAGAI ALAT BIOMONITORING LINGKUNGAN 3.1. Sebaliknya.Meskipun suatu ekosistem mempunyai daya tahan yang besar sekali terhadaap perubahan. Karakteristik Hutan Lindung di Kalimantan Timur Hutan Lindung di kawasan tropis di Kalimantan Timur adalah suatu tipe hutan yang memiliki sifat khas yang mampu memberikan perlindunan kepada . Kedua kemampuan ekosistem yakni Stabilitas resistensi dan stabilitas resiliensi adalah dua kemampuan yang tidak dapat ditemukan dalam waktu yang sama. namun berdaya resiliensi yang rendah. maka hal ini akan menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. III. Artinya. hutan tersebut memiliki stabilitas resistensi yang tinggi. namun bersifat stabilitas resiliensi yang tinggi. di hutan yang memiliki kulit tebal biasanya tahan akan api. ekosistem yang kompleks memiliki resistensi yang tinggi tetapi memiliki resiliensi yang rendah. Misalnya. padang ilalang memiliki stabilitas resistensi yang rendah terhadap api. Pada umumnya. Jika masalah ini berlangsung.

kawasan sekitar maupun di bawahnya sebagai pengatur tata air. Kondisi ini menyebabkan pelapukan bahan organik terjadi dengan cepat yang kemudian diikuti oleh pencucian hara. terbesar di Asia ( 435 juta ha) dan Afrika (321 juta ha). Hutan hujan tropis dataran rendah sangat kaya akan jenis tumbuhan. penebangan hutan (deforestasi) dan pengumpulan kayu bakar. Kondisi pohon di hutan tropis tersebut memberi kesan seolah-olah tingkat kesuburan tanah yang mendukung hutan ini sangat tinggi (Brotokusumo. merupakan komunitas kompleks yang umumnya terdiri dari tumbuhan berkayu dengan berbagai ukuran. degradasi tanah di Bumi diperkirakan telah mencapai 1. maka dimensi pohon di hutan hujan tropis biasanya tinggi dan besar.Proses kehancuran hutan masih terus berjalan seirama dengan perkembangan .000 jenis terdapat di Pulau Kalimantan. tumbuhan pemanjat dan epifit. yang menurut Ashton (1982) terdapat sekitar 380 spesies tersebar di seluruh kawasan dan diantaranya 300 spesies terdapat dalam hutan primer di Kalimantan.2.000 jenis pohon yang ada di kawasan hutan Malayasia yang meliputi kawasan semenanjung Malaya.2 milyar ha. Sebagian besar disebabkan erosi akibat air dan angin yang dihasilkan aktivitas pertanian.Kawasan hutan Malayasia ini umumnya didominir oleh jenis-jenis dari suku Dipterocarpaceae. putaran hara yang tertutup disertai waktu yang cukup lama.1985). Philipina sampai Papua Nugini diantaranya 4.55 m. Pohon-pohon dalam masyarakat hutan tropis basah banyak sekali jenisnya dan bervariasi ukurannya . Kalimantan. Tekanan Terhadap Ekosistem Hutan Tropis World Resources 1992-1993 menyebutkan. pencegah banjir dan erosi serta memelihara kesuburan tanah. Produksi serasah sangat tinggi disertai proses dekomposisi dan penyerapan hara kembali oleh tumbuhan yang cepat. Hujan yang terjadi terus menerus di sepanjang tahun dan suhu tinggi di lantai hutan.Dari 20. walapun ada diantaranya yang melebihi 60 m . Sumatera.Pohon-pohon besar mempunyai tinggi antara 46 . 3. Karena iklim yang mantap. Kawasan ini umumnya berada pada daerah yang beriklim selalu basah dengan curah hujan rata-rata bulanan tidak kurang dari 100 mm.

Tidak diingkari eksploitasi terhadap SDA nir-hayati tersebut akan meningkatkan devisa negara. perak.Hal ini disamping memberi devisa yang cukup besar bagi negara. Aktivitas pertanian di hutan Dipterocarpacea dataran rendah.karena adanya kendala geografi yang cukup sulit. telah pula meluas hampir kesemua jenis yang berdiameter 50 Cm. di lain pihak eksploitasi yang tanpa mengindahkan prinsif-prinsif kelestarian akan menyebabkan kerawanan ekosistem hutan tersebut. pemeliharaan tegakan tinggal dan pencegahan tidak lebih ditinggalkan ( Brotokusumo.Hingga hari ini hanya mungkin hutan-hutan di Irian Jaya yang belum menderita kerusakan seperti di Sumatera.Disamping itu merusak areal berbagai spesies pohon sebagai sumber plasma nuftah mengakibatkan pula kawasan tersebut tidak dapat kembali ke aslinya. dengan hulu.dan sebagainya juga merupakan sumber kerawanan terhadap kelangsungan hidup Hutan tropis dataran rendah. Teknik penambangan dengan open mining yang relatif luas.Hal ini disebabkan demikian wilayah hutan yang dekat dengan pusat penyebaran penduduk akan cepat . maka pengusahaan hutan semakin meningkat. dimana hanya tinggal lapisan batuan induk. hutan mangrove. pemulihan alami vegetasi tentu saja sangat sulit dan lama . besi. Pertambangan terhadap sumber daya alam nir-hayati antara lain minyak bumi. emas. hutan rawa dan rawa gambut yang ada di kawasan wilayah pantai merupakan wilayah yang mendapat tekanan penduduk yang sangat kuat.Hal ini merupakan salah satu ancaman yang serius terhadap kelestarian jenis-jenis asli Kalimantan.IPTEK dan waktu. sudah pasti memusnahkan hutan yang berada di atasnya serta merubah pula bentang alam yang asli. sejak diundangkannya peraturan yang meberi peluang masuknya modal asing dan modal dalam negeri dalam kegiatan bidang kehutanan. batu bara. Kalimantan dan Sulawesi. Di Indonesia. bila kegiatan konservasi jenis melalui reboisasi.Pada areal bekas penambangan. dibandingkan dengan wilayah tengah dan adanya konsentrasi penduduk di daerah tersebut.1990).Penebangan terhadap jenis-jenis dari suku Dipterocarpacea seperti meranti (Shorea sp) dan kapur ( Dryobalanops) yang saat ini telah sangat menipis potensinya.

Interpretasi yang menganggap bahwa tanah di hutan hujan tropis dataran rendah sangat subur adalah tidak benar. Jika hutan ditebangi dan dibuka. et al (1981).3. Jenis-jenis kehidupan tumbuhan dan hewan. fiksasi energi. telah menyebabkan hilangnya komersial per ha. perladangan berpindah telah mengakibatkan 400. 3. Pada tahun 1986 dilaporkan di seluruh Indonesia terdapat 43 juta ha lahan yang rusak dan tidak produktif. 23 juta ha adalah semak belukar dan 20 juta yang ditumbuhi alang-alang. Lahan hutan 20 m kayu komersial dan 66. Perladangan berpindah. dan merupakan hasil perkembangan hutan tersebut paling tidak minimal seratus juta tahun yang lalu.000 ha tanah menjadi formasi alang-alang dan + 2. Menurut Kartawinata. sebaran jenis dan komposisi serta sifat fungsional hutan yakni untuk siklus hara. serta bakteri yang begitu kaya di hutan hujan belantara ini amat banyak macamnya. Lapisan tanah subur di top soil adalah tipis. serangga. siklus air dan stabilitas. suatu sistem perladangan tradisional dan telah banyak ditiru oleh pendatang justru memberi dampak terhadap hutan. belum dapat dihimpun dan diduga setelah 12 tahun kemudian akan bertambah menjadi lebih luas.Jumlah lahan yang rusak tiap tahun bertambah besar akibat penebangan-penebangan di lokasi yang seharusnya dipelihara untuk terus berfungsi dan akhirnya menjadi lahan tadah hujan.Perladangan berpindah menurut Agung (1988).3. Indikator Perubahan di Lingkungan Hutan Dataran Rendah Pada susunan tegakan hutan dapat dilihat adanya sifat struktur hutan berupa keanekara-gaman.. cendawan. Beberapa Indikator Gangguan Terhadap Ekosistem Hutan 3.Dengan demikian yang tumbuh adalah semak belukar.1.terkikis oleh petani urban maupun oleh penduduk kota non petani yang membuka hutan dengan motivasi pengusahaan hutan.57 m kayu non . kerapatan. Data pada tahun 1993. maka lapisan tanah yang subur dan tipis ini segera dihanyutkan oleh hujan.4 Juta ha hutan sekunder.

2. Kondisi ini diperburuk oleh adanya curah hujan yang tinggi dan merata sepanjang tahun. Karena tanah gambut banyak mengandung serasah. maka hutan menjadi terbuka dan kondisi ini akan mengakibatkan rendahnya kesuburan tanah dan biasanya ketersediaan hara hanya ada di bagian atas saja. sehingga meningkatkan kerawanan pencucian dan erosi.Karena kondisi habitat tempat tumbuhnya yang spesifik dengan keanekaragaman jenis yang relatif rendah. Jenis-jenis penyusun utama di kawasan ini antara lain Tristania obovata. maka daerah ini sangat rawan terhadap kebakaran. Penebangan hutan kerangas lebih banyak memberikan kerugian dibanding keuntungan. aluminium dan besi yang tinggi sehingga posphor tersedia dalam tanah menjadi sangat rendah. Hanya beberapa jenis saja yang mampu tumbuh antara lain : Diospuros. Agathis dammara dan borneensis. maka hutan kerangas sangat rawan terhadap penebangan dan kebakaran. Jika hutan itu dibalak atau terbakar . Indikator Perubahan di Lingkungan Hutan Rawa Gambut Gambut bersifat asam hingga sangat asam (pH < 4. 3.2. Untuk membuat hutan baru sangat sulit.3. Dengan demikian.umumnya memiliki kesuburan tanah yang relatif rendah. Berdasarkan keadaan ini .0) merupakan faktor pembatas bagi pertumbuhan jenis-jenis. Indikator Perubahan di Lingkungan Hutan Kerangas Hutan kerangas terdapat di daerah bertanah podsolik dengan bahan induk silika bertekstur kasar yang sangat asam dan mempunyai drainase kurang bagus. biasanya cenderung menjadi padang alang-alang. Plaquium dan Parastemon. 3. . kadar silika. pH rendah. Apabila terjadi kebakaran di suatu tempat akan cepat meluas ketempat lainnya. kondisi padang Ilalang di kawasan ini merupakan indikator telah berlangsungnya gangguan terhadap kawasn ini baik akibat dieksploitasi manusia maupun kebakaran hutan. Hal ini akan memacuk erosi akibat hutan terbuka dan menyebabkan struktur vegetasinya mudah berubah menjadi jenisjenis pioneer yang tidak menuntut persyaratan tumbuh tinggi.3.

Pada tempat-tempat tertentu terdapat jenis Pandan. sebagai akibat curah hujan yang membawa lumpur dan merubah muara (estuari). berupa pantai berkadar garam tertentu dan berlumpur. seperti Ichenum muticum. . Perairan di pantai yang sifat airnya payau ini diketemukan jenis yang jumlahnya lebih sedikit jika dibandingkan dengan jenis hutan daratan.4. dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa faktor yang dapat mendorong terjadinya kerawanan perubahan pH air. tidak terdapat komunitas Pascaprae. kandungan NaCl sedimen dan pencemaran air. Indikator Perubahan di Lingkungan Hutan Pasir dan Karang Pantai berpasir dan berkarang merupakan habitat aneka jenis tanaman perdu antara lain rerumputan. Komunitas terna ini berkembang menjadi komunitas jenis perdu dan pohon pioneer seperti Casuarina equisetifolia. Adanya gangguan dari berbagai jenis benthos. Perubahan kadar garam tertentu. hanya komunitas Barringtonia sangat rawan terhadap terjadinya proses abrasi pantai yang dapat menghambat proses terjadinya hutan secara lengkap.3. 3. b. Ipomoea pescaprae dan Cyperus pedunculatus.3.3. terna dan tumbuhan menjalar. Pada pantai yang tidak berpasir karena abrasi. Indikator Perubahan di Lingkungan Hutan Mangrove Hutan mangrove terbentuk oleh karena keadaan tempat tumbuh.3. Hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaannya adalah : a. Widelia biflora.

Banuak kasus HTI (Hutan Tanaman Industri) dan HPH (Hak Pengusaha Hutan) telah merambah tanah tanah kawasan Adat. seharusnya air. Masyarakat masih dibiarkan menjadi penonton. namun sampai saat ini perimbangan manfaat lebih banyak dinikmati oleh pengusaha atau pihak lain yang melakukan eksploitasi kekayaan sumberdaya alam. Cleary and Eaton. Intimidasi dilakukan oleh pemerintah dengan . dan Jalai Hulu ternyata mengakibatkan wabah belalang yang merusak ribuan hektar padi. Hegar Wahyu Hidayat – Damang Udas – Ayal Kosal: 2003). Dalam UUD 1945 pasal 33. 1992: 18-192). kekayaan hayati yang dimiliki ini belum dimanfaatkan secara optimal tetapi sudah ada yang mencuri. Marau. Penyebab wabah belalang ini adalah kehancuran habitat hutan tempat berkembang biak dan musnahnya musuh alami belalang tersebut mati karena hutan dibabat untuk kepentingan perkebunan kelapa sawit. pada tahun 1992. dan tanah dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat. Sedikitnya ada 11. dan 549 spesies burung (Muller. habitat manggis hutan itu sekarang ternyata telah dibabat oleh perusahaan HPH. yang menurut pemerintah selama ini adalah hutan negara yang boleh diapakan saja oleh pemerintah tanpa memandang: keberadaan tata guna lahan (land use) dan sistem penguasaan tanah (land tenure) yang telah dipakai masyarakat setempat secara turun temurun tanpa adanya konflik yang berarti (Tim Studi YCHI. Namun. Namun. Yayasan Balikpapan Orang Utan Survival (BOS) memaparkan penemuannya berupa manggis hutan Barito yang dapat digunakan sebagai obat AIDS ditemukan oleh seorang mahasiswa Amerika. 14 jenis primata. udara.Akankah Hutan Adat Loksado Menangis? Oleh Rudy R Udur Direktur Program YCHI – Banjarbaru Dirampok di Tanah Sendiri Kalimantan merupakan daerah dengan kekayaan hayati yang mengagumkan.000 spesies bunga: 10 genre dan 270 Dipterocarpaceae. 221 spesies binatang buas. termasuk 92 jenis kelelawar. Baru-baru ini. Kosmetika Jepang dengan Merk Sheseido mematenkan 9 bahan obat-obatan dari Indonesia yang salah satunya digunakan untuk perawatan kulit. 1990:23. 15 spesies mamalia laut. Pengalaman perkebunan sawit di Kecamatan Manismata. Misalnya.

dan Waja. kawasan Balai Malaris dapat mempertahankan keberadaan luas kawasan berhutan tidak menimbulkan konflik yang kontraproduktif terhadap keberadaan hutan dan sosio-kultural masyarakat. Haratai – Waja: 2003). sebagai sumber makanan setidaknya ada 89 jenis tanaman. dalam UU No. Loa Panggang. 5 jenis getah. 72 jenis buah dan 1 jenis fungsi secara tidak langsung (Tim Studi Land Use dan Potensi YCHI – Masyarakat Malaris . Penentuan status kawasan semacam ini mengindikasikan bahwa penerapan kawasan lindung tidak melalui proses konsultasi dan membangun kesepakatan dengan masyarakat. Misalnya. dan kawasan keramat. Di kawasan Balai Malaris dan Loa Panggang serta Balai Haratai.Loa Panggang. Padahal. 11 jenis kulit. dari hasil groundcheck Tim Studi land use YCHI sangat jelas terlihat adanya patok hutan lindung (dari danan DAK – DR) pada kawasan produksi masyarakat.aparat keamanan kepada rakyat yang tidak setuju dengan perkebunan skala besar HTI ataupun HPH terjadi di banyak wilayah Kalimantan. 36 jenis daun. seperti kuburan dan wilayah-wilayah tertentu yang telah ditetapkan oleh masyarakat dengan aturan-aturan adat tersendiri. Jauh sekali adanya proses penetapan kawasan yang berbasis sistem kelola lokal dan tata guna (land use land tenure). kawasan perladangan (pahumaan). sebagai sumber kerajinan ada 25 jenis tanaman potensial. sangat jelas dikatakan bahwa kawasan hutan lindung tidak boleh dimanfaatkan untuk hal-hal yang mengganggu keseimbangan ekosistem. setidaknya ada 62 jenis tanaman. Namun. secara keseluruhan. misalnya. pada kenyataannya. Khususnya. Salah Urus Sumberdaya Alam Hutan Kalimantan Menurut tim Studi YCHI. Dari hasil survei lapangan dan pemetaan partisipatif yang dilakukan Tim Studi Land Use dan Land Tenure. kerusakan hutan dan pembagian manfaat yang adil (Equity Sharing benefit) karena sistem pengelolaan yang diatur oleh berbagai macam kebijakan pemerintah belum memberikan peluang yang cukup lebar terhadap partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan dan tidak adanya penghargaan terhadap sistem pengelolaan hutan masyarakat adat yang telah terbukti di beberapa kawasan Kalimantan Selatan. sebagai sumber bahan bangunan setidaknya ada 64 jenis tanaman. kayuan (sejenis kawasan lindung setempat). kabun buah. 41 tahun 1999 tentang kehutanan. sebagai pendukung upacara adat disediakan setidaknya 9 jenis tanaman. ternyata sebagian besar wilayah Balai Malaris dalam status lindung. sebagai sumber penunjang kegiatan rumah tangga setidaknya ada 42 jenis tanaman. pada kawasan perladangan. Semuanya bersumber dari 41 jenis akar. kawasan perkebunan (kabun). seperti kawasan pemukiman. Wilayah Balai Malaris. 82 jenis batang. dan untuk keperluan lainnya diperoleh setidaknya 9 jenis tanaman. . nilai penting dari kawasan adatnya adalah sebagai sumber potensi ekonomi. Haratai. apalagi perladangan. minimal terdapat beberapa penerapan status wilayah menurut mintakat lokal (semacam peruntukan lahan). setelah dilakukan overlay dengan peta kawasan lindung versi pemerintah.

apabila sistem pengelolaan dan hak partisipasi masyarakat dalam hal pengelolaan dan pengambilan manfaat dari pengelolaan SDA hutan di kawasan ini masih mengacu pada aturan negara tanpa ada inisiatif Pemerintah Daerah untuk memulai adanya sistem pengelolaan dan sistem penetapan status kawasan yang berbasis aturan lokal yang dinilai dapat menjamin pemanfaatan SDA yang lestari dan pembagian manfaat (benefit sharing) yang adil antara pemerintah. Loa Panggang. serta hak kepemilikan dan pengelolaan yang belum dapat disinergikan.0511. masyarakat Balai Malaris. Potensi konflik vertikal akan menjadi semakin besar dan masyarakat adat tetap tidak dapat menikmati harta yang menjadi hak mereka dalam konteks pembangunan yang berkelanjutan. Kondisi SDA hutan kawasan Loksado yang masih relatif bagus merupakan peluang besar bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan untuk menjadi pioner dalam mengambil inisiatif adanya ‘model pengelolaan hutan berbasis aturan lokal di Kalimantan Selatan. Untuk mewujudkan hal ini. dan Balai Waja. Perbedaan peruntukan inilah yang seringkali menimbulkan konflik. menurut versi lokal. Untuk informasi lebih lanjut. dapat dikatakan memliliki sistem kepemilikan yang sama berdasarkan warisan.” yang menjamin adanya pemanfaatan SDA Hutan yang lestari dan pembagian manfaat yang adil. seperti di wilayah-wilayah lain di Kalimantan. dan interaksi antarpihak-pihak terkait seharusnya bisa seintensif mungkin dilakukan. Namun. pada saat ini. pengusaha. 2003.write(’Email Eko DJ ‘). dapat menghubungi: Eko DJ Staf Divisi Data dan Informasi WALHI Kalimantan Selatan <!– document. maka hutan adat di kawasan ini berada dalam posisi genting untuk menuju kerusakan. Bila Hutan Kalimantan Menangis. Hutan Adat di kawasan Loksado akan menangis. Haratai.772870 . dan masyarakat. koordinasi. 2003. // –>Email Eko DJ Telepon kantor: +62 . seperti ladang dan kebun karet. YCHI. Loa Panggang. jual beli untuk kawasan produksi. khususnya Balai Malaris. Referensi Pustaka: Andasputera. Relatif hanya penetapan status kawasan lindung yang saat ini berbenturan dengan tata guna lahan masyarakat adat. Kawasan Kecamatan Loksado. relatif belum terancam kelestarian potensi SDA Hutannya maupun adat istiadat serta upacara-upacara keagamaan yang berhubungan erat dengan pemanfaatan SDA. sedangkan kawasan lindung (kayuan hak kepemilikannya adalah komunal berdasarkan wilayah balai masing masing dengan aturan aturan tertentu. Haratai. tentu komunikasi.kawasan tersebut adalah kawasan produksi. Kalau tidak…. Nico. Dalam sistem kepemilikan lahan. dan Waja. Studi Kebijakan dan Land Use/Tenure.

772870 .Mobile: Fax: +62 .0511.

Kutai. "Sekarang saya sedang mendalami bahan antijamur untuk jamur yang menginfeksi kulit manusia. Penggunaan di masyarakat juga telah meluas. dan Pasir di pedalaman Kalimantan. bahan antijamur ini bisa pula digunakan sebagai fungisida di bidang kehutanan dan pertanian hingga bahan pengawet makanan dan minuman." ungkapnya. Potensi daun angsana inilah yang menarik perhatian Irawan Wijaya Kusuma. studi tentang penggunaan tumbuh-tumbuhan oleh etnis lokal. pohon angsana pasti mengeluarkan bunganya yang kuning dan wangi. bisa empat sampai lima hari untuk mengumpulkan tumbuhan." Awalnya. Namun. Kalimantan Timur. Zat aktif yang diekstrak dari daun angsana ternyata memiliki sifat antijamur. staf pengajar di Universitas Mulawarman itu tertarik pada bahan antijamur yang bisa mengawetkan kayu sesuai dengan bidangnya. peneliti dari Jurusan Teknologi Hasil Hutan. Sosoknya yang menyegarkan mata membuat angsana banyak dipilih sebagai pohon peneduh jalan di kota besar. lama-kelamaan pria kelahiran Tanah Grogot. "Setiap kali masuk hutan. "Sekali pergi bisa membawa 30 sampai 40 jenis sampel tumbuhan. Jakarta: Pada bulan-bulan seperti sekarang. pohon yang rimbun itu tak semata tempat bernaung atau penghias mata. itu mengidentifikasi potensi bahan antijamur alami yang luar biasa dari tumbuhan Indonesia. Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman.Angsana Bikin Jamur Lewat Tjandra Dewi Indeks TEMPO Interaktif: Jumat. Tak hanya membasmi jamur penyebab panu. kurap. 20 April 2007 TEMPO Interaktif. Pekerjaan yang menuntutnya keluar-masuk hutan memungkinkan Irawan bertemu dengan warga asli rimba Kalimantan dan belajar sedikit soal etnobotani." kata Irawan. dari industri medis dan berbagai produk cat . Pohon angsana (Pterocarpus indicus) adalah sumber obat alami untuk menyembuhkan infeksi kulit akibat jamur. Namun. atau kutu air. Kalimantan Timur. Februari sampai Mei. bagi penduduk suku Dayak.

merbau (Intsia palembanica). Senyawa aktif itu mampu mencegah pertumbuhan dan mematikan jamur Fusarium sp dan Trichoderma sp." tuturnya. Tiga lokasi itu adalah Kutai Barat. dua agen antijamur yang ada di pasaran.dinding hingga sabun yang menawarkan bahan antijamur. identifikasi. Doktor bidang kimia bahan alam dari Ehime University." kata Irawan. Sampai saat ini. dan rengas (Gluta renghas. dan Kabupaten Pasir. serta Aspergillus dan Penicillium sp." Salah satu flavonoid atau senyawa yang berhasil diekstrak dari daun angsana adalah isoliquiritigenin. Beberapa tumbuhan yang telah ditapis. bahan antijamur yang beredar di masyarakat sekarang ini sebagian besar berasal dari bahan sintetis yang mahal. Irawan telah melakukan skrining atau menapis belasan tumbuhan asli Indonesia yang memiliki potensi aktivitas antijamur. "Sifat alaminya juga aman bagi tubuh dan lingkungan. tapi ketersediaan di alam melimpah sehingga harganya murah. eboni (Diospyros ebena). yang menjadi tempat tinggal Suku Dayak. Kutai Kertanegara." ujarnya. "Ini adalah upaya pembuktian ilmiah dari pemanfaatan tumbuhan obat tradisional. Sampel tumbuhan itu sengaja diambil dari tiga lokasi di Kalimantan Barat. belangiran (Shorea belangeran). dan resistensi tinggi terhadap serangan jamur pelapuk. "Sekarang ini terlalu banyak ekstrak tumbuhan potensial yang dikirim ke luar . mungkin dosis bahan antijamur ini sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan nystatin dan miconazole. seperti pohon yang kayunya digunakan untuk di luar ruangan. Riset yang dilakukan Irawan untuk menguji efektivitas bahan antijamur itu berhasil membuktikan bahwa senyawa aktif dari ekstrak daun angsana punya kemampuan setara dengan nystatin dan miconazole. itu berharap riset tentang isolasi. Informasi dari warga setempat tentang tumbuhan yang punya aktivitas antijamur juga menjadi pertimbangan. Dialium sp. Jepang. "Bisa digunakan sebagai fungisida pada tanaman pertanian atau pengawet produk pangan. laban (Vitex pubescens). Namun." kata peneliti yang lahir pada 12 April 1973 itu. "Bahan antijamur dari tumbuhan ini bisa bersaing dari segi harga. "Kalau dari segi efektivitas. antara lain. dua jenis jamur patogen pada tumbuhan. dan Pasir untuk merepresentasikan pemanfaatan tumbuhan oleh tiga suku itu. Aporusa elmeri. jamur kontaminan makanan. Irawan sengaja memilih tumbuhan yang punya tingkat keawetan tinggi. Kutai. juga peluang resistensi yang kecil. dan pemanfaatan bahan antijamur dari tumbuhan Indonesia yang dikerjakannya ini bisa meningkatkan konservasi kekayaan hak intelektual Indonesia yang agak lemah.

negeri." tjandra dewi .

sehingga cukup diminati peneliti untuk diteliti. racun. dan lem tikus. menemukan zat tersebut pada sepuluh jenis tumbuhan tropis yakni daun gamal. 30 Mei 2008 | 19:07 WIB JAKARTA. dan biji pinang sinawa. kulit buah jeruk. menyusul diisolasinya senyawa kandikanin dari daun kulit manis (cinnamomun zeylanicum G). Berikutnya dari daun juar (cassia siamea Lam) telah berhasil diperoleh senyawa kromon yang berupa isomer dari kumarin yaitu 5-propanonil-7-hidorksi-2-metil-kromon.Tumbuh-tumbuhan tropis yang banyak hidup di Indonesia ternyata mengandung zat yang dapat dimanfaatkan sebagai racun tikus. daun inai. seperti perangkap. akar pinang sirih." katanya di Padang. Jkarta Selatan. daun kulit manis. Begitu pula terhadap daun kumarin dilakukan dalam daun sicerek (clausena excavata burm f) memperlihatkan adanya 8-(3-metil-2- . Penelitian tersebut dilanjutkannya lagi dan telah berhasil diisolasi dan diidentifikasi struktur kumarinnya dengan nama Calanolide E2 dari tumbuhan nyamplung (calophyllum inophyllum Linn).6 benzo-alfa-piron berhasil diisolasi/diidentifikasi dari tumbuhan daun gamal (gliricidiamaculata HBK). Prof Dr HM Sanusi Ibrahim. biji pinang sirih. JUMAT . Jalan Cipaku I. Penelitian--hingga berhasil mengukuhkannya sebagai Guru besar tetap Unand dari FMIPA itu pada 29 Mei 2008 adalah dengan rumus kimia 5. Peneliti Universitas Andalas (Unand) Padang. di tokonya di Pasar Santa. meneliti kumarin terhadap 10 tanaman obat tradisional itu sejak 1994 sampai 2006. "Sumatera terletak pada garis khatulistiwa memiliki hutan tropis sebagai potensi yang luar biasa sebagai pabrik bahan kimia raksasa." Sanusi dibantu mahasiswanya program S1 dan S2. Jumat. daun juar. Kamis (29/5). daun sicerek. Manfaat tersebut djelaskan dalam makalah nya berjudul "Perkembangan Kimia Organik Bahan Alam Golongan Kumarin.Potensi Racun Tikus dalam 10 Tumbuhan Tropis Kompas/Johnny TG Toko penjual peralatan tikus.

resonansi magnit inti (Nuclear magnetic resonance) atau kekuatan 600 Mhz. sehingga peneliti terpaksa meminta dukung dari negara lainnya. kemudian dari kulit buah jeruk (citrus amblycarpa Harsak) juga telah berhasil diidentifikasi kumarinnya dengan nama 5. Kumarin juga ada pada daun inai (impatiens balsamina L) dengan struktur zatnya 6 metoksi-7-hidoksi-kumarin. N-dietil-4metil kumarin. Dari biji pinang sirih (areca catechu L) diidentifikasi yaitu 4-metil-7-hidorksikumarin.7 -dimetoksi kumarin.buteniloxy)-7 -oxofuro-(3. Sumber : Antara ." katanya. Sebagain besar penelitian didanai asing. difraksi sinar X (X Ray difraction) atau XRD. "Kini belum tampak adanya prioritas pembangunan dari pemerintah untuk melengkapi peralatan modern seperti spektroskopi masssa. juga dari akar pinang sirih (areca catechu L) 3-asam karbosiklat kumarin serta dari biji pinang sinawa (actinorhytis calapparia) yakni 7-amino-N.2-g) kumarin.

however that may be Kenyah tribe to get fruits and vegetables mostly exploitation the secondary forest than the primary forest. Pendahuluan Indonesia dikaruniai kekayaan alam yang melimpah. Commonly fruit trees and vegetabies grow wild in the secondary forest around the village. merupakan salah satu hutan tropika yang terluas di dunia. Ir. 2002 Makalah Pengantar Falsafah Sains (PPS702) Program Pasca Sarjana / S3 Institut Pertanian Bogor November 2002 Dosen : Prof Dr.com ABSTRAC Study on the wild fruit trees and vegetabies use by Kenyah tribe in the East Kalimantan was carry out at September – December 2001. yang diharapkan dapat terus berperan sebagai paru-paru dunia yang mampu meredam perubahan iklim global. M. Rudy C Tarumingkeng (Penanggung Jawab) Prof Dr Zahrial Coto Dr Bambang Purwantara PEMANFAATAN TUMBUHAN BUAH-BUAHAN DAN SAYURAN LIAR OLEH SUKU DAYAK KENYAH. Indonesia juga merupakan bagian dari kawasan Indo-Pasifik yang merupakan pusat . More than 40 genera wild fruit trees and vegetabies useful has been identify. I. 2002 Medi Hendra Posted 24 November. BIO/G361020071 E-mail: medimaaruf@yahoo.Si. Sumber alam hutan Indonesia. baik yang berada di darat maupun di laut. KALIMANTAN TIMUR Oleh: Medi Hendra.

dan tentu saja amat dipengaruhi oleh adat. Unsur kearifan lokal ini walaupun tradisional adalah salah satu kekayaan bangsa yang sangat tak ternilai harganya. maka akan terungkap tumbuhnya berbagai sistem pengetahuan tentang lingkungan alam. tatacara. Pengetahuan ini akan berbeda dari kelompok satu ke kelompok lainnya. Menurut Sastrapradja dkk (1989) Flora Malesia sangat kaya dan ditaksir terdiri atas 1. Posisi Indonesia selaku gudang sumber daya jenis yang penting terbukti dari kesepakatan para pakar yang mengakui kawasan ini sebagai salah satu bagian pusat keanekaragaman dunia. Berdasarkan letak geografis dan keanekaragaman hayati tadi maka Indonesia dijuluki sebagai megadiversitas yang masuk dalam katagori tertinggi di dunia. 1994). yang sebagian besar terdapat di Indonesia. 1995). karena merupakan sumber bagi pengembangan ide-ide alternatif di masa kini (Adimihardja. Edibilitas atau ketermakanan merupakan pertanyaan pertama sekaligus awal pemanfaatan tumbuhan oleh manusia sejak terbitnya fajar peradabannya (Rifai. seperti masyarakat dayak Kenyah di Kalimantan Timur. Kenyataan ini memang dapat disimpulkan dari besarnya jumlah jenis mahkluk yang dimiliki. Sehubungan dengan keanekaragaman hayati maka memanfaatkan.500 paku-pakuan serta 28. maka perlu ditelaah bagaimana konsep dan pemahaman serta penguasaan pengetahuannya dalam mengolah sumberdaya hayati tadi. terutama yang berkenaan dengan makna budaya. Kekayaan flora Indonesia yang besar antara lain merupakan akibat dari struktur vegetasi yang kompleks. Karena peran manusia atau kelompok etnis ini dengan segala tata cara kehidupannya sangat menentukan nasib lingkungan. 1992). Jika kita memanfaatkan sesuatu berarti kita mengambil manfaat atau kegunaan dari sesuatu tersebut. Selanjutnya perlu diketahui bahwa memang banyak suku tumbuhan yang memilih kawasan Indonesia sebagai titik pusat konsentrasi keterdapatan dan persebarannya (Sastrapradja dkk.000 jenis tumbuhan berbunga (fanerogam). 1996) dan menjadi landasan kuat bagi teknologi mutakhir (Rifai & Walujo. karena sangat tergantung pada tipe ekosistem mereka tinggal. Sehingga pada akhir-akhir ini banyak ilmuwan yang mulai tertarik untuk mengkaji pengetahuan pribumi (indigenous knowledge) dan pemahaman alam sekitar oleh masyarakat setempat. mempelajari dan menyelamatkannya merupakan upaya-upaya dalam strategi konservasi (Wilson. Berkaitan dengan kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia tadi dan kemudian dipadukan dengan kebhinekaan suku-suku bangsa yang mendiami kepulauan nusantara ini.keanekaragaman hayati dunia. Upaya-upaya ini juga tergambar dalam budaya dan pengetahuan asli lokal. pola hidup kelompoknya atau singkatnya pada tingkat kebudayaan suku-suku bangsa itu (Waluyo. . perilaku. 1993). 1989). Pemanfaatan lainnya lalu berkembang meliputi segala maksud dan keperluan. jadi tak hanya sekedar nilai ekonominya saja (Rifai. 1998).

Diantara mereka terjadi perkawinan antar golongan yang cukup banyak. Sebagaimana diketahui bahwa jumlah jenis tanaman pangan yang sudah dibudidayakan secara besar-besaran tidak begitu banyak. sepanjang bagian hulu sungai Kayan. yang menghuni tepi-tepi sungai di Kalimantan. 2000). hewan dan mikroba. Suku Kenyah terdiri atas beberapa anak golongan yang berbeda bahasa dan budayanya. Suku Modang di daerah aliran sungai Mahakam mungkin merupakan cabang rumpun Kayan dan Kenyah (Mackinon et al. Jika kemudian dipadukan dengan potensi sumberdaya hayati serta keanekaragaman suku bangsanya maka akan sangat menguntungkan. segolongan kecil suku Kayan tinggal di sepanjang sungai Mendalam yang merupakan anak sungai Kapuas hulu di Kalimantan Barat. 60 jenis tanaman penyegar dan 55 jenis tanaman rempah-rempah yang secara teratur dimanfaatkan oleh masyarakat. Seperti dapat diduga kebanyakan jenis tanaman ini belum pernah dijadikan objek penelitian (Sastrapradja dkk. Mereka terutama merupakan peladang berpindah padi huma. bentuk kesenian. Survei yang komprehensif mengenai berbagai jenis tumbuhan hutan yang dimanfaatkan oleh masyarakat di Kalimantan (umumnya) dan Kalimantan Timur (khususnya) belum pernah dilakukan (Mackinon et al. 1989). sumber daya alam terbaharukan yang berupa tumbuhan. terutama yang tinggal di pedesaan. Suku dayak merupakan penduduk asli yang menghuni pulau Kalimantan. Dengan demikian bahwa mengungkap potensi sumberdaya hayati yang didasarkan pada pengetahuan masyarakat secara lokal. ekonomi dan politik. Akan tetapi sebagian besar masyarakat Indonesia ternyata banyak sekali menggunakan jenis-jenis tumbuhan lain untuk keperluan pencukupan pangannya. akan memainkan peran yang lebih besar dibanding kurun waktu sebelumnya. Suku Kayan ditemukan tersebar luas di pulau Kalimantan. Suku Kayan-Kenyah yang berada di pedalaman Kalimantan Timur dan Serawak. Pengembangan tanaman ini boleh dikata tak pernah dilakukan orang. sungai Mahakam. Sedangkan pertumbuhan ekonomi yang pesat di Kalimantan Timur selama . diharapkan dapat dikembangkan oleh para akademisi dan ilmuwan sebagai dasar berpijak dalam memberi nilai tambah terhadap sumberdaya tadi. 2000). yang sudah berlangsung lama. Suku Kayan dan Kenyah mempunyai keterkaitan sosial. dan banyak unsur budaya serta organisasi sosial. sehingga kultivar yang ditanam merupakan ras pribumi yang primitif. Tidak kurang dari 400 jenis tanaman penghasil buah. Secara harfiah ‘dayak’ berarti orang pedalaman dan merupakan istilah kolektif untuk bermacam-macam golongan suku. Bahkan ada diantaranya yang langsung diambil dari alam. 370 jenis tanaman penghasil sayuran. 2000). Mereka kebanyakan dalam masyarakat rumah panjang. dan tunduk pada hukum adat (Mackinon et al.Dalam Pembangunan Jangka Panjang Kedua bangsa Indonesia yang dimulai tahun 1994. sekitar 70 jenis tanaman berumbi. yang berbeda dalam bahasa. sungai Rajang dan sungai Baram.

dua puluh tahun terakhir ini di ikuti oleh peningkatan laju eksploitasi hutan dan peningkatan luas pembukaan daerah hutan. Kayu dan rotan merupakan dua hasil hutan yang sangat tinggi nilainya. Produk lain yang juga terdapat di hutan mencakup buah-buahan, sayur-sayuran, kacang-kacangan, rempah-rempah, bahan wewangian, minyak biji, makanan ternak, bahan anti mikroba, bahan farmasi lainnya, zat pewarna makanan, bahan pengawet dan penyedap makanan, bahan pewarna, perekat, damar, getah pohon, lilin dan lak. Untuk mengungkapkan potensi buah-buahan dan sayur-sayuran yang terdapat di hutan dan dimanfaatkan oleh masyarakat lokal sangat dibutuhkan survei, penelitian dan dokumentasi didaerah Kalimantan Timur ini agar upaya pelestarian kekayaan buah dan sayuran Indonesia

(keanekaragaman genetik dan pengetahuan tentang budidaya serta kegunaannya) dapat mendorong perkembangan dan pemasaran buah-buahan dan sayuran lokal atau asli yang mampu bersaing secara ekonomi. Karena kebanyakan produk ini sangat tinggi nilai ekonominya, pemanfaatannya dapat menjamin kelangsungan kebutuhan pokok masyarakat setempat selain juga sebagai komoditi perdagangan dan pengembangan komersial. Berbagai produk aktual maupun potensial yang dapat dihasilkan hutan Kalimantan Timur dapat membantu menjelaskan arti penting akses masyarakat pedesaan terhadap hutan tempat mereka mengambil berbgai produk tersebut. Tulisan ini merupakan bagian dari hasil penelitian yang

bertujuan untuk mengungkapkan jenis tumbuhan hutan yang dimanfaatkan oleh masyarakat lokal di Kalimantan Timur.

II. Metode Penelitian Penelitian dilakukan selama 3 bulan dari bulan Juni - Agustus 2002. Daerah yang dipilih adalah pemukiman warga dayak Kenyah di desa Gemar Baru Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Penelitian menggunakan metode survei eksploratif mencakup: 1. Inventarisasi jenis tumbuhan yang dimakan yang diketahui masyarakat meliputi nama lokal dan nama ilmiahnya (Friedberg, 1990) dan 2. Observasi di lingkungan masyarakat yaitu mempelajari keberadaannya. Metode ini didukung oleh pendekatan dan teknik pengumpulan informasi. Pendekatan yang dipakai umumnya bersifat partisipatif atau penilaiain etnobotani partisipasif (participatory ethnobotanical appraisal, PEA). Pendekatan ini meliputi: 1. Wawancara semi terstruktur (Grandstaff & Grandstaff, 1987) dan terjadwal untuk inventarisasi pengetahuan lokal; 2. Observasi partisipatif dan transect-walks sistematis (Martin, 1995) dengan masyarakat sebagai pemandu dan 3. Persahabatan erat dengan masyarakat (Banilodu, 1998), ikut aktif dalam aktifitas mereka baik harian maupun khusus.

III. Hasil dan Pembahasan

Sekarang ini banyak ilmuwan yang tertarik mempelajari pengetahuan masyarakat tradisional tentang pemanfaatan sumberdaya tumbuhan. Pengetahuan ini mempunyai pengaruh besar dan memberikan kontribusi penting dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan alasan tersebut maka dipelajari pengetahuan tradisionil masyarakat suku dayak Kenyah tentang dunia tumbuhan khususnya tumbuhan hutan/liar yang dimanfaatkan untuk sumber sayuran. Dari hasil penelitian di dapatkan bahwa masyarakat dayak Kenyah yang bermukim di desa Gemar Baru mengumpulkan sekurang-kurangnya 55 marga dan lebih dari 90 jenis tumbuhan buahbuahan dan sayuran liar dari hutan dan beberapa ditanam di pekarangan. Banyak tumbuhan penghasil makanan dari hutan ditemukan di hutan sekunder atau ladang yang ditinggalkan. Masyarakat dayak Kenyah pada umumnya meramu dan memanfaatkan tumbuhan liar yang ada disekitarnya dan menggunakan berbagai jenis dan kultivar dari tanaman budidaya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pengamatan di lapangan didapatkan bahwa masyarakat suku dayak Kenyah lebih banyak mengeksploitasi hutan sekunder daripada hutan primer untuk mencari buah-buahan dan sayuran. Hutan-hutan disekitar tempat tinggal mereka kaya akan pohon buah-buahan liar, termasuk mangga, manggis, rambutan dan durian. Beberapa jenis durian yang dipanen dari hutan seperti durian merah Durio dulcis dan Durio graveolens serta durian berdaging buah kuning yang biasa dikenal dengan nama daerah ‘lai’ (Kutai) Durio kutejhensis. Beberapa dari jenis durian tersebut tidak di makan oleh masyarakat setempat karena memabukkan. Tingginya konsentrasi keterdapatan sekerabatan tumbuhan atau mahkluk lainnya dan besarnya keanekargaman suatu jenis dijadikan indikator untuk menunjuk tempat tersebut sebagai pusat persebarannya, yang sekaligus merupakan pusat keanekaragamannya. Menurut Sastrapradja dkk (1989) durian yang memiliki keanekaragaman yang besar dalam jenisnya berpusat persebaran di Kalimantan. Sebab di Kalimantanlah tumbuh secara alami 19 jenis durian liar dari keseluruhan 27 jenis yang tersebar di kawasan Malesia. Jadi meskipun durian budidaya memiliki persebaran luas, tidak saja di Indonesia tetapi juga di negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Thailand dan Filipina, kerabat liarnya berpusat di Kalimantan. Berbagai jenis mangga liar seperti Mangifera griffithii, M. torquenda, M. foetida dan M. caesia juga banyak tumbuh liar disekitar hutan perkampungan suku dayak Kenyah. Hal ini juga terlihat dari hasil ekspedisi badan internasional seperti IBPGR (International Board for Plant Genetic buah-buahan dan

Resources) yang berulangkali menyeponsori ekspedisi internasional untuk mengekplorasi dan mengumpulkan plasma nutfah kerabat liar tanaman budidaya di Indonesia. Dari beberapa marga yang sudah ditangani didapatkan bahwa mangga pusat keanekaragamannya di Sumatera dan Kalimantan (Sastrapradja dkk, 1989). Buah-buah dari famili Moraceae seperti sukun Artocarpus elasticus, nangka liar Artocarpus intiger serta cempedak A. cempeden yang lezat rasanya terdapat di dalam hutan dan juga ditanam oleh suku dayak Kenyah. Marga Artocarpus ini ditemukan beberapa jenis liarnya di hutan sekitar perkampungan masyarakat suku Dayak Kenyah dan mempunyai nilai komersil yang bersifat lokal di Kalimantan Timur. Menurut Sastrapradja dkk (1989) merupakan salah satu marga yang mempunyai persebaran yang terbatas di kawasan hutan Malesia Barat. Buah-buahan dari famili Sapindaceae seperti halnya rambutan Nephelium eriopetalum, N. longana, N. mutabile dan Xerospermum juga banyak ditemukan baik yang liar atau semi

domestikasi maupun yang ditanam oleh masyarakat . Jika kita kaji proses terbentuknya kebun atau pekarangan yang bermula dari terseraknya sisa-sisa bahan makanan yang diperoleh dari hutan dan tumbuh subur di dekat pemukimannya, maka tidaklah mengherankan bahwa kultivar primitif dari berbagai jenis buah-buahan tersebut banyak dijumpai di kebun atau pekarangan mereka. Selain mengumpulkan buah liar untuk dimakan sendiri maupun untuk dijual, banyak masyarakat dayak Kenyah memelihara pohon-pohon di hutan seperti petai. Pohon petai Parkia spp yang menjulang tinggi di dalam hutan, mempunyai biji kaya akan protein yang dimakan dan dijual di pasar-pasar setempat. Daun muda dan bagian tangkai bunganya juga dapat di makan. Menarik untuk dicatat bahwa meskipun banyak jenis buah-buahan sudah dibudidayakan oleh masyarakat suku Dayak Kenyah tetapi miskin akan tanaman sayuran. Agaknya, karena banyak tumbuhan liar yang dapat dimanfaatkan daunnya untuk sayuran, sehingga kurang dirasa perlu untuk membudidayakan. Daun, tunas dan akar berbagai jenis tumbuhan liar dimakan sebagai sayuran. Seperti tunas Cyperus bancanus dan tunas akar ilalang Imperata cylindrica merupakan lalapan yang umum ditemukan pada masyarakat dayak Kenyah. Daun muda dan batang Cyathea contaminans (paku tiang), serta paku-pakuan Diplazium, Nephrolepis biserrata,dan Stenochlaeana merupakan sumber sayuran yang direbus atau dioseng dan kadang-kadang dimasak secara tradisional dalam tabung bambu seperti memasak lemang. Sayuran tradisional lainnya seperti rebung Bambusa spp dan jantung pisang hutan Musa balbisiana juga merupakan sumber sayuran yang banyak terdapat di hutan sekunder disekitar perkampungan dayak Kenyah. Demikian juga halnya dengan jenis-jenis Zingiberaceae seperti Alpinia spp, Nicolaia

speciosa dan Kaempferia spp sumber sayuran dan bahan penyedap yang disukai.

Borassodendron borneensis merupakan buah palem yang dipanen langsung dari hutan. Selain itu beberapa jenis palem disamping pemanfaatannya untuk komersil seperti berbagai jenis rotan, bagian pucuknya biasanya juga dimanfaatkan untuk sayur-sayuran dan buahnya kadangkadang juga dimakan. Bagian ujung dari batang rotan yang dipanen biasanya dimanfaatkan dengan cara dibakar sampai layu, kemudian dikupas bagian kulitnya yang keras dan berduri. Bagian dalamnya selanjutnya dimanfaatkan sebagai sayuran. Demikian juga halnya dengan umbut atau pucuk dari Eugeissona utilis, Oncosperma dan Pinanga biasanya merupakan sayuran yang dimasak bersama dengan ikan. Beberapa jenis buah-buahan hutan dimakan oleh masyarakat hanyalah bersifat iseng (istilah Banilodu (1998) ’dimakan main-main’) dan sebagai penghilang kelau (haus atau lapar sementara) seperti Curculigo orchioides, Passiflora foetida dan buah beberapa jenis rotan seperti Calamus manan dan C. ornatus . Terbukti bahwa pengetahuan tentang ini akan meningkatkan kemampuan forest survival (Rifai, 1998).

Marga atau jenis tumbuhan buah-buahan dan sayuran hutan (liar) yang dimanfaatkan oleh masyarakat suku Dayak Kenyah dapat di lihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 1. Beberapa jenis tumbuhan Buah-buahan dan Sayuran liar yang digunakan oleh suku Dayak Kenyah kec. Muara Ancalong kab. Kutai Timur.

Famili

Nama latin

Nama Lokal

Bagian yang dimakan

Amarillydaceae Anacardiaceae

Curculigo orchioides Mangifera caesia Mangifera decandra Mangifera foetida Mangifera gedebe Mangifera griffithii Mangifera torquenda Bouea macrophylla Wanyi Palong besi Sem Repeh Asam raba Asam putar

Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Supit Bekro Medang Buah Daun muda Buah

Apocynaceae Araceae Arecaceae

Willughbeia firma Borassodendron borneense

Calamus javaensis C. ornatus Calamus sp Daemonorops mirabilis Eugeissona utilis Khorthalsia echinometra Oncosperma horridum Plectocomia sp Pinanga sp Salacca edulis Uwai Uwai tebengan Uwai seletub Uwai beeng Uwai sekah Nangan Uwai sanam Nyibung Uwai tebengan Benda Pucuk Pucuk Buah pucuk Pucuk Pucuk Umbut & sagu Pucuk Umbut Pucuk Buah Buah dan Bambusaceae Bambusa spp Dendrocalamus asper Schizostachyum blumei Bulok tub Bulok atung Bulok Dian balah umit Dian da’un Dian balah Dian balah latak Dian tuning Dian Keramo Syik Arang batu Tunas Tunas Tunas Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Tunas buah Bombacaceae Durio acutifolius Durio dulcis Durio excelcus Durio graveolens Durio kutejensis Durio zibethinus Burseraceae Cyperaceae Ebenaceae Santiria tomentosa Cyperus bancanus Diospyros korthalsiana var. macrocarpa Elaeocarpaceae Euphorbiaceae Elaeocarpus spp Aleurites moluccana Antidesma montanum Aporosa spp Baccaurea angulata B. macrocarpa Lempang tip Lempang kip Lempang tip Lempang tip putek Tampoi/ Kapul Kemiri Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah . manan C. lanceolata B. kunstleri B. bracteata B.

heterophyllus A. elasticus cempeden Lempang tip putek Kalampi Kalambunyau Bua barang Sarangan Pasang Buah abung Biji Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Ilalang Buah bundar Kalangkala Beta lata Beta umit Tunas akar Buah Buah Buah Buah Tunas Buah Leset Buah Daun Tap/ bacut Sukun Nakan Keledang Baduk Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah A. A. jamboloides Syzygium sp. S. A. cumini. rigidus Ficus spp Musaceae Musa balbisiana Peti lebem luang/Peti Bunga tunas Buah Buah Buah Buah dan Myrtaceae Syzygium aqueum. A. S. nanihua Elateriospermum tapos Sondaricum kotjape Drypetes longifolia Fagaceae Castanopsis sp Lithocarpus sundaicus Flacourtiaceae Flacourtia rukam Pangium edule Graminae Guttiferae Lauraceae Leguminosae Imperata cylindrica Garcinia sp Litsea angulata Parkia speciosa Parkia sp Maranthaceae Meliaceae Stachyprynium jagorianum Aglaia gangga Lansium spp Menispermaceae Moraceae Albertisia papuana Artocarpus dadah A.B. integre A. Passifloraceae Polypodiaceae Passiflora foetida Cyathea contaminans Diplazium esculentum Bua top Buah Daun muda Paku paya Daun muda .

rambutanake Xerospermum sp Umbeliferae Zingiberaceae Alpinia sp Nicolaia speciosa Nicolaia sp Kaempferia sp Paku julut Pidang pancung Daun muda Buah Buah Isau kelili/ krumi Buah Buah Buah Buah Blong Buah Abung maritam Buah Uncing Mekai Bua Asak Nyanding Lame Tepo Buah Buah Buah Buah Daun Buah Umbut Bunga Bunga Umbut & .Nephrolepis biserrata Paku pait Batang daun muda & Stenochlaeana sp Rosaceae Sapindaceae Rubus spp Dimocarpus cinerea D. longan var. malesianus Lepisanthes alata Nephellium eriopetalum N. lappaceum N. mutabile N.

Banyak tumbuhan penghasil buah dan sayuran tersebut ditemukan pada hutan sekunder di sekitar perkampungan sehingga suku dayak Kenyah lebih banyak mengeksploitasi hutan sekunder dari pada hutan primer untuk mendapatkan buah-buahan dan sayuran. Pengembangan dan Penguasaannya. Bahasa Malaysia). Biodiv. 1998. E. Cisarua. S. Hist. Keanekaragaman Hayati Untuk Kelangsungan Hidup Bangsa. A. (Penerj. 2 (2): 339-349. tak diterbitkan. Memoires du Museum Nati d’Histoire Naturelle. Waluyo. Bogor. IPB. 19 hal. Martin. Disertasi. . Seminaire Sciences Humaines et Sociales et Recherche Francaise en Insulinde di Kedutaan Besar Perancis. A Discouse on Biodiversity Utilization in Indonesia.IV. & T. Keanekaragaman Hayati Indonesia dan Peluangnya dalam Penelitian Etnobotani. 1992.. 1987. Grandstaff.. Gusti Hatta. 1994.). (Borneo). Bogor 19-20 Feb 1992. Nat. Puslitbang Bioteknologi-LIPI. Semiloknas Etnobot. PPs. III. 1998. Denpasar. Mackinnon. Banilodu. Sabah-Malaysia & WWF Int. Indonesie). I. 1990. A. Bandung. 1993. ________ . tak diterbitkan. 17 hal. 1998. Gland. & Arthur Mangalik. Kesimpulan Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa masyarakat suku dayak Kenyah mengumpulkan lebih dari 55 marga tumbuhan atau lebih dari 90 jenis tumbuhan liar yang dimanfaatkan sebagai sumber buahbuahan dan sayuran. J. B. Le Savoir Botanique des Bunaq Percevoir ét classer dans le Haut Lemaknen (Timor. 2000.W. & E. Satu Manual Kaedah (Ed. Tome 32: 303p. Switzerland. KKU Proc. UPT INRIK UNPAD. Pemasakinian Etnobotani Indonesia: Suatu Keharusan Demi Peningkatan Upaya Pemanfaatan. Waluyo. M. Kinibalu. Hakimah Halim. Jakarta. Timor. Makalah tak diterbitkan. D. Bot. Makalah tak diterbitkan. Semi-structured Interviewing by Multidicip. Bogor. Seminar JepangIndonesia di Kagoshima. K. Pros. dkk. B. 1989. Jurusan Biologi. C. Prenhallindo. 1996. Etnobotani. 12 hal. Rifai.: 69-88. Implikasi Etnobotani Kuantitatif dalam Kaitannya dengan Konservasi Gunung Mutis. M. Friedberg. Teams in RRA. Hal 119-126. Sistem Pengetahuan Lokal dan Pengembangan Masyarakat Desa. Sastrapradja. Rifai. Makalah. K. Publ. Daftar Pustaka Adimihardja. Grandstaff. Maryati Moh. B. Ekologi Kalimantan. G. Semiloknas Etnobot. Jakarta. Trop. S. Etnobotani dan Pengembangan Tetumbuhan Pewarna Indonesia: Ulasan Suatu Pengamatan di Madura.

Courrier (Peny.Wilson. 1995. O. Strategi Keanekaragaman . E.). Strategi Pelestarian Keanekaragaman Hayati. K.

Senyawa tersebut. Senyawa tersebut . Saat ini potensi tumbuhan obat tersebut sedang mengalami ancaman dan membutuhkan upaya perlindungan jangka panjang.sebuah perusahaan farmasi Australia telah mengidentifkasi sebuah senyawa anti kanker pada sejenis tumbuhan yang ditemukan di Sarawak. Bila secara klinis terbukti. "Kenyataan yang menunjukkan senyawa tersebut sangat efektif dalam melawan sejumlah sel tumor. Lebih jauh disebutkan dalam laporan tersebut.INCL Indonesia Newsroom Heart of Borneo: Sumber Kekayaan Medis Yang Belum Terungkap Source : WWF . Dr. kanker payudara dan melanoma. memberi argumen yang sangat baik untuk terus menjaga habitat tumbuhan di Pulau Kalimantan (Borneo).triterpenoid .Malaysia dan Kalimantan . "Semua hutan hujan tropis di Heart of Borneo perlu dijaga secara memadai. AIDS dan malaria telah ditemukan di hutan Heart of Borneo (HOB). Penemuan ini penting karena hingga saat ini belum ada satupun obat yang dapat menyembuhkan HIV. demikian Dr.Indonesia. secara efektif berpotensi untuk menghambat replikasi virus HIV. jika kita tidak ingin kehilangan berbagai potensi sumber obat-obatan tersebut".05:59:16 Jakarta Indonesia . Dalam berbagai penelitian yang dilaksanakan oleh para peneliti dari berbagai lembaga. juga bakteri tuberculosis yang mempengaruhi penderita AIDS. Mereka berharap dapat mengembangkan obat-obatan yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit yang selama ini mengancam manusia." Para ilmuwan juga menemukan senyawa unik dalam getah yang dihasilkan oleh pohon Bintangor (Calophyllum lanigerum). Sarawak . . Laporan tersebut mengungkapkan para ilmuwan sedang menguji sejumlah contoh yang dikumpulan dari hutan-hutan di Sabah. Kandungan senyawa yang sama juga terdapat pada buah dan ranting Aglaia silvestris yang ditemukan di Kalimantan . Calanolide A. Calanolide A akan menjadi salah satu pencapaian penting bagi kesehatan jutaan manusia di seluruh dunia. beberapa diantaranya berpotensi memiliki senyawa obat.dalam uji laboratorium mampu membunuh parasit malaria pada manusia .Laporan terbaru WWF menyebutkan tumbuhan yang berpotensi untuk menyembuhkan berbagai penyakit berbahaya seperti kanker. Melalui sejumlah uji di laboratorium. Perusakan hutan lebih lanjut akan menghilangkan kesempatan bagi ilmu pengetahuan untuk menemukan dan mengembangkan lebih jauh potensi yang dapat menyelamatkan kehidupan manusia. para ilmuwan telah menemukan agen anti malaria yang ampuh dan sebelumnya tidak dikenal luas pada kulit batang pohon langsat (Lansium domesticum).Indonesia. Mubariq Ahmad . Cerylid Biosciences . Murray Tait. termasuk sel kanker yang menyebabkan kanker otak. dalam kurun waktu 25 tahun terakhir telah ditemukan 422 spesies baru di Pulau Kalimantan (Borneo) dan masih banyak lagi yang menunggu untuk ditemukan dan diteliti.Plasmodium falciparum. Merujuk pada laporan tersebut. Vice President of Drug Discovery pada Cerylid Biosciences. yang sebelumnya secara tradisional telah digunakan oleh masyarakat Dayak Kenyah di Kalimantan untuk menyembuhkan malaria. "Dibutuhkan waktu yang panjang sebelum sebuah senyawa yang ditemukan dalam tumbuhan dapat dikembangkan menjadi obat yang efisien serta digunakan secara luas oleh para dokter".Direktur Eksekutif WWF-Indonesia mengingatkan. senyawa yang ditemukan pada tumbuhan Aglaia leptantha diketahui secara efektif telah membunuh 20 jenis sel kanker.Indonesia Category : Daftar Isi Code : Edisi 9-17b Date and Time of Publication : 01-August-06 -.

banyak senyawa telah diidentifikasi tetapi hanya sedikit yang secara klinis telah diuji.or.pdf (10MB) Gambar Lansium Domesticum Heart of Borneo adalah inisiatif konservasi dan pembangunan berkelanjutan yang bertujuan untuk melindungi serta memanfaatkan secara lestari salah satu pusat keanekaragaman hayati terpenting di dunia dalam skala yang luas. Indonesia dan Malaysia . sehingga pengembangan obat-obatan dan pemanfaatan lainnya tunduk pada hukum negara asal. ungkap Dr. Brazil.Indonesia. 08164810830 Iwan Wibisono. Brazil. Komitmen ini yang diharapkan ditingkatkan menjadi deklarasi kesepakatan ketiga negara akan memastikan perlindungan dan pemanfaatan yang berkesinambungan pada hutan yang berada di daerah tersebut yang sangat mungkin mengandung potensi penemuan sumber obat di masa mendatang". Email: iwibisono@wwf. Informasi lebih lanjut :  Bambang Supriyanto. pemerintah tiga negara . Email: bsupriyanto@wwf.pada 27 Maret 2006 lalu telah meluncurkan inisiatif HOB dan menyatakan komitmen pemerintah tiga negara uintuk mendukungnya. Pemerintah tiga Negara . Menno Schilthuizen.Borneo's Botanical Secret. 081317566300  Catatan untuk editor :  Publikasi Biodiscoveries . Konvensi Keanekaragaman Hayati (CBD).demikian Dr.id/attachments/biodiscoveries_borneo_botanical_secret. "Saya percaya bahwa ratusan tumbuhan dapat dikumpulkan. terdiri dari rangkaian hutan hujan tropis yang kaya ragam kehidupan. hanya setengah dari hutan Borneo yang tersisa. seorang professor dari Universitas Sabah Malaysia yang menulis laporan Biodiscoveries . Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-11 di Kuala Lumpur.or. Malaysia dan Brunei Darussalam .id + 62 21 5761070. Heart of Borneo National Campaigner.or. yang dilakukan pada Conference of the Parties (Konferensi Para Pihak ) 8 to Convention of Biological Diversity (Konvensi Keanekaragaman Hayati) di Curitiba.Brunei Darussalam. Heart of Borneo National Coordinator. dimana Indonesia dan Malaysia terlibat didalamnya. Desember 2005. Saat ini.pada 27 Maret 2006 lalu telah meluncurkan inisiatif ini dan menyatakan komitmen pemerintah tiga negara uintuk mendukung inisiatif Heart of Borneo.    .Borneo's Botanical Secret oleh Menno Schilthuizen.id + 62 21 5761070. Peluncuran dilakukan pada Conference of the Parties (Konferensi Para Pihak ) 8 to Convention of Biological Diversity (Konvensi Keanekaragaman Hayati) di Curitiba. Konvensi ini juga mengakui kedaulatan sebuah Negara atas sumberdaya genetik yang mereka miliki.wwf. dapat ditemukan di http://www. Melalui prakarsa Pemerintah Indonesia." Masyarakat tradisional seperti Dayak Kenyah juga dapat memperoleh manfaat dari pengembangan obat-obatan yang berbasis pengetahuan tradisional mereka. inisiatif Heart of Borneo telah menjadi bagian dari ASEAN Chairman's Statement. menyatakan bahwa pemanfaatan pengetahuan tradisional mereka harus mendapat persetujuan dari masyarakat dan siapapun yang memperoleh keuntungan dari pengembangan tersebut harus membagi secara adil keuntungan yang diperoleh. Bambang Supriyanto Koordinator Nasional Heart of Borneo WWFIndonesia.

wwf.or.paragraph 23 yaitu " We also noted the efforts to establish a transboundary network of sanctuaries on the island of Borneo involving Malaysia.EAGA (Brunei Indonesia Malaysia Philippines .  Heart of Borneo juga menjadi salah satu program utama (flagship programme) 5 tahun dari BIMP . www. KTT ini merupakan pertemuan tertinggi negara ASEAN dan Chairman's Statement adalah catatan resmi pertemuan dan didukung oleh seluruh pemimpin pemerintahan di ASEAN. Brunei Darussalam and Indonesia.id  . Rencana ini telah didukung oleh kepala pemerintahan dari empat negara. Such sanctuaries would protect the biological diversity of plants and animals in the green Heart of Borneo and would play a vital role in protecting all of the island's major water catchments".East ASEAN Growth Area).

Akar Gusi. potensi hasil hutan non kayu seperti rotan dan berbagai getah (pantung dan jerenang) lebih berpotensi. Getah Jelutung. Lahan dan Jasa Lingkungan SoB Potensi Sumber Daya Alam <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Potensi Hasil Hutan Kalimantan Kaya dengan hasil hutan baik itu kayu non kayu. Sintuk.000 ton/tahunnya. Kemedangan. beberapa jenis Damar. Sendi Adam. Akar Sutra. seperti Pasak Bumi. tumbuhan berbunga. Akar Ginseng. bahan baku kerajinan.684. Hasil hutan ikutan saat ini lebih banyak terdapat pada daerah hulu sungai. tumbuhan obat dan rempah-rempahan.Potensi Sumber Daya Alam. Kei Umbut. Berdasarkan hasil inventarisasi Pilot Proyek KPHP di Kalimantan Tengah yang dilaksanakan United Kingdom – Indonesia Tropical Forest Management Programme (UK-ITFMP) tahun 1994 – 1997. Hasil hutan non kayu sebenarnya tidak kalah potensinya. (data kawasan hutan kalteng 2001). . Selama ini hasil hutan bukan kayu (HHBK) banyak di manfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat yang berada di kawasan hutan. Sirap dan Sarang Burung. hingga madu. Kulit Kayu Gemor.87 Ha. Dilihat dari nilai ekonomi dan ekologi. Gaharu. bahan baku bangunan subtitusi kayu. Akar Kuning. Ipung.350. Pegunungan Meratus Di Kawasan Pegunungan Meratus potensi HHBK cukup melimpah. Sumber hasil hutan kayu telah lama dimanfaatkan oleh Negara melalui HPH. namun belum secara serius di garap. Berdasarkan data dari Dinas Kehutanan potensi hasil hutan non kayu untuk jenis rotan mencapai 839. Meskipun hingga saat ini belum dilaksanakan kegiatan inventarisasi potensi HHBK secara menyeluruh guna mengetahui luas dan sebaran HHBK. Saluang Belum. Di Kalimantan Tengah potensi non kayu cukup dominan seperti beberapa jenis Rotan. getah pohon. Ikang Siau serta Akar Buli. namun mengacu pada hasil survey yang dilaksanakan oleh ODA UK-ITFMP. Anak Busi. Biji Tengkawang. diperkirakan mencakup luasan sedikitnya 10 % dari total luas Hutan Hujan Tropika di Kalimantan Tengah atau sekitar 1. Penawar Bisa. hutan di Kalimantan Tengah juga memiliki potensi yang cukup menjanjikan akan tanaman/tumbuhan obat-obatan. Tusuk Kusung.363. kini potensi kayu sudah menipis jika kita lihat dengan banyak perusahaan kayu yang gulung tikar karena kekhurangan stok kayu. Sula Adam. Potensi HHBK tersebut pada umumnya tersebar tidak merata pada tipe Hutan Hujan Tropika (Tropical Rain Forest) baik dataran tinggi (Tropical Mountain Rain Forest) maupun dataran rendah (Tropical Lowland Rain Forest). Akar Busi. mulai dari buah-buahan. selain jenis-jenis HHBK yang dominan tersebut.

No 1 Kampung Kampung Malaris (Loksado/HSS) 2 Kampung Kiyo (Batang Alai Timur/HST) 3 Kampung Tampaan (Halong/Balangan) Hasil Hutan Non Kayu kemiri. Salah satu kampung penghasil adalah Malaris. damar. Pisang. Bambu. Berbagai macam bambu dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai macam kepentingan juga. Sentra lain terdapat di Kecamatan Loksado (HSS) dan Kecamatan Halong (Balangan). karet. Udur. Di Loksado minimal terdapat 17 jenis bambu dengan luasan area yang sangat besar (R. kayu manis. Bambu di kawasan Pegunungan Meratus biasanya terdapat di bekas-bekas ladang dan kadang bersama mengisi relung yang ada dengan tanaman perkebunan lainnya seperti kayumanis dan karet. 2002).900 pohon. dari pemanfaatan untuk kerajinan. kayu manis kering jemur. Kemiri. walatung/ manau. HHBK yang paling banyak di usahakan di Pegunungan Meratus adalah perkebunan karet rakyat. karena hampir setiap aktivitas kehidupan masyarakat Dayak menggunakan unsur bambu untuk mendukung kehidupannya.Namun semua jenis tersebut belum maksimal dimanfaatkan. kayu manis. Hal ini berhubungan erat dengan kearifan tradisonal masyarakat adat di kawasan ini. Sedangkan populasi kayu manis belum produktif (berumur kurang dari 7 tahun) sebanyak 9. peralatan dapur bahkan untuk kelengkapan upacara ritual aruh adat. bamban. damar.500 kg. karet. Hulu Sungai Tengah adalah kabupaten yang menempatkan karet sebagai produk unggulannya. obatobatan dan rotan Karet. Di Malaris Rata rata kayu manis efektif yang di panen menghasilkan 10 kg kayu manis kering siap jual sehingga potensi produk kayu manis saat ini adalah 5.950 pohon x 10 kg = 459. Potensi ini tersebar merata di sebagian besar kecamatan ini. BOX : Potensi& Nilai Ekonomis Hasil Hutan Bukan Kayu di Lokasado Pegunungan Meratus : Loksado juga terkenal dengan produk kayu manis (Cinnamomum burmanni Blume). Potensi lain yang tidak kalah melimpah adalah bambu. Berikut 4 kampung dengan NTFP sebagai basis utama penghasilan masyarakatnya yang dapat dianggap mewakili kampung lain yang ada di Pegunungan Meratus. Dengan pemanfaatan seperti ini bambu adalah komponen penting dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Dayak. rotan. Madu . buah-buahan. bambu dan obat-obatan. keminting. terutama di lereng sebelah barat dan utaranya.

168 Ha <!--[if !supportLists]-->. Pegunungan Iban Belum di dapat secara pasti potensi kayu di kawasan Pegunungan Iban.836 4.725. BPS.000 2.413.<!--[endif]-->Kayu Alam <!--[if !supportLists]-->. 2002 dan Bank Data YCHI Tahun 1997/1998 produksi rotan Kalimantan Selatan adalah 1.33 No Kabupaten Luas Areal (ha) Produksi (m3) 1 2 3 Nunukan Malinau Kutai Barat 1. meningkat di Tahun 1998/1999 sebanyak 5.<!--[endif]-->Hasil Hutan Ikutan : Gaharu.855.236. BPS. Hal yang sama juga terjadi pada produk madu.4 Kampung Rantau Buda (Kec. Kabupaten Kutai Barat Dalam Angka Tahun 2002 3). Damar.205. Kabupaten Nunukan Dalam Angka Tahun 2002 2). Setidaknya data di bawah ini bisa menggambarkan potensi hasil hutan di kawasan tersebut : Tabel .89 98.619. namun jika mengacu pada wilayah green Belt pegunungan Iban. Buah-buahan Sumber : Menggali Kearifan di Kaki Meratus. Asumsinya bahwa kawasan hutan berada hampir di seluruh kawasan GB.255.92 ton.50 Sumber : 1).17 ton dan kembali meningkat di Tahun 1999/2000 dengan jumlah produksi sebanyak 5.66 1.91 ton yang tercatat sejak tahun 1996 hingga tahun 2000.18 546. Sarang Burung Walet. Rotan Dan Tumbuh-Tumbuhan Yang Berkhasiat Untuk Obat-Obatan. Produksi madu hasil kegiatan perlebahan selama kurun waktu lima tahun sebanyak 249.501. .66 76. BPS.700. Sungai Durian/Kotabaru) Madu.<!--[endif]-->Hutan : 7.670.18 ton.430. Petensi Kayu bulat komersil Prosentase terhadap luas Kabupaten 8.332 593. Kabupaten Malinau Dalam Angka Tahun 2001 Secara Umum di Kalimantan Timur Potensi SDA Katim<!--[if !supportFootnotes]-->[1]<!--[endif]--> <!--[if !supportLists]-->.

Sedangkan batu gamping banyak terdapat di kabupaten kapuas. bahkan ke wilayah lainnya. Untuk bahan galian dengan jenis batu permata (kecubung) hanya terdapat di kabupaten Kotawaringin Barat. Zn. <!--[if !vml]--> <!--[endif]--> Peta.KOBAR. Ag. Dibawah ini dapat dilihat sebaran bahan galian yang terdapat di Kalimantan tengah dan sudah dikelola oleh beberapa perusahaan. Di kalimantan tengah saat ini terdapat kurang lebih 20 perusahaan tambang emas yang saat ini masih dalam tahap melakukan penelitian dan eksplorasi (Potensi sumberdaya mineral pertambangan-gol A dan B . Cu. BARSEL dan BARTIM. pasir kwarsa. Bahan galian C lebih di dominasi oleh tanah liat. Desa Tumbang Atei Kecamatan Sanaman Mantkei dan di Desa Rantau Bahai Kecamatan Katingan Hulu.2005). PBB menugaskan Jepang (JICA) melakukan studi hydro power electric generator di wilayah Laung Tuhup dan Muara Joloi yang diketahui akan mampu memberikan daya listrik yang cukup untuk keseluruhan Pulau Borneo. Barito Timur.baik emas sekunder dan emas primer. Bahan galian A didominasi oleh batu bara dari pada potensi gas. Sebaran Potensi bahan meneral di kalimantan Tengah Pada daerah hilir lebih banyak tanah gambut (palangkaraya. Barito Utara dan Mura. potensi bahan galian batu bara lebih banyak terdapat pada kabupaten MURA. Bahan galian B hampir setiap kabupaten terdapat potensi ini. BARUT. Tahun 1997. Pasir .kapuas. Batu Mulia terletak di Bukit Butik. kaolin dan granit terdapat hampir di semua kabupaten. GUMAS. Fe dan intan serta mineral-mineral industri seperti Kaolin. bagian Utara Kalimantan Tengah merupakan jalur mineralisasi yang dikenal dengan “Borneo Gold Belt” yang menghasilkan berbagai mineral bernilai ekonomi seperti: Au. maka rencana pembuatan waduk PLTA tersebut dinilai tidak feasibel. Pb. Peg Muller : Pada tahun 1961.<!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Potensi Bahan Mineral – Energi Propinsi Kalimantan Tengah mempunyai banyak potensi SDA tambang. Menurut Pemaparan Bupati tentang kondisi dan percepatan pembangunan di Kabupaten Murung Raya berdasarkan peta geologi lembar Kalimantan. Berdasarkan data yang ada.KOTIM dan katingan). Diwilayah Schawaner yaitu di kecamatan Sanaman Mantike terdapat batu granit. di lakukan lagi penelitian oleh Pemda Kalteng dan ditemukan banyak potensi tambang di wilayah calon reservoir air / genangan daerah aliran sungai untuk hydro electric tersebut.

711 ton. Kutai dan Kuala Pambuang memiliki kandungan endapan minyak dan gas bumi serta batubara.117.37 persen dari periode sebelumnya Rp 856. Menurut data yang tersedia dari sumber yang sama sampai tahun 2000. Arutmin Indonesia.73 atau naik sekitar 47. Perhitungan ini tentunya diluar dari kegiatan pertambangan illegal yang marak di Kalimantan Selatan yang mulai terasa sejak tahun 1999. Pelaihari Mas Utama dan PT. PT AGM telah mencatatkan produksi batubaranya sejak 1999. bijih besi. Bahari Cakrawala Sebuku (CBS). Pada bagiah tengah ditemukan sekungan Barito. Sejak tahun 1998 hingga tahun 2001 PT AGM telah memproduksi Batubara sebanyak 632. marmer. PT. Jumlah tersebut dipastikan terus bertambah hingga akhir tahun 2005 (Desperindag Kalsel). dengan dominasi terbesar oleh investor melalui PT.17 kilogram. 2006) ke China melalui PT. Potensi batu bara sebagai SDA yang tidak pulih di Kalimantan Selatan diperkirakan + 3 milyar ton. Adapun yang sudah lebih dulu melakukan eksploitasi adalah usaha pertambangan emas rakyat yang oleh pemerintah dianggap illegal seperti di daerah Kusan. Saat ini Kalimantan Selatan merupakan penyetor terbesar di Indonesia dari SDA batu bara. intan.000 ton/th.582. Eksplorasi emas seluas 291 297.526. Aneka Tambang/Pelsart (operasi tahun 2000).820. Adapun Tanah Laut telah meng ekspor biji besi + 300. bahan tambang emas belum berproduksi.503. atau naik sekitar 12.16. Catatan kantor Dinas Pertambangan Propinsi Kalimantan Selatan.729.377.721. tapi sejak tahun 2000 bulk sampling PT AGM telah mencapai lebih dari 200. Tanah Laut dan Satui (B. emas.681.13 kilogram. MD. Berikut gambaran lengkap potensi tambang di Kab. Hulu Sungai Selatan sebagai gambaran kekayaan SDA Pegunungan Meratus : . Post. Adaro Indonesia.661. Di Kalimantan Selatan setidaknya ada 22 bahan tambang yang berpotensi. Meratus Sumber Mas (operasi tahun 1998).262.71 persen dari waktu yang sama pada periode sebelumnya yang hanya 34.000 ton per tahunnya. diantaranya ada 7 bahan tambang unggulan yaitu batu bara. Secara keseluruhan realisasi ekspor batu bara Kalsel per Januari – September 2005 saat ini mencapai volume 39.000 ton (Syaifullah Tamliha. PT. Kuang Ye Int. Dari total volume tersebut diperoleh pendapatan sebesar Rp 1. PT AGM diberikan kesempatan bulk sampling sebesar 200. 25 April 2006) dengan kwalitas yang cukup baik dengan kadar Fe mencapai 67. Bentonite maupun Granit. Selanjutnya Kotabaru.27 ha dilakukan oleh PT. dan PT.Kwarsa. SDA lainnya adalah biji besi dengan potensi terbesar terletak di Tanah Bumbu yang diperkirakan sebanyak 140 juta ton. pasir kwarsa dan batu gamping.

Loksado Kec. Sungai Raya 6 7.000 ton 632. Padang Batung Kec. Loksado 3. 12.388 juta m3 540 juta m3 101.75 juta m3 238. Lempung Kec. 2005 (Hebat kali udah bisa ngitung giniian…) . Padang Batung Kec. Loksado Kec. Padang Batung Kec. 2.852 juta ton 171. 4. 13.3 ton 12.64 juta ton 10.56 juta m3 77.36 juta ton Deposit yang ada merupakan sumberdaya hipotetik Lokasi Deposit Ket Sumber : Hasil Investigasi Advokasi Kamawakan oleh YCHI-Walhi-PIM Loksado.38 juta m3 90. Padang Batung Kec. 8.68 juta m3 176. Padang Batung Kec. Sungai Raya Kec. Padang Batung Kec.599 m3 41. Loksado Kec. Sungai Raya Kec. Padang Batung 661. 10.89 juta ton 4.512. Angkinang* Kec. 9. Telaga Langsat Kec.812. 14. Marmer Pospat Kec. Pasir Kwarsa Basalt Lava Basal Sirtu Tanah Urug Konglomerat Granit Granodiorit Batubara Kec. Lokasdo Kec. Galian 1.455 juta ton 160.105. Bijih Besi Batu Gamping Kec.825 juta m3 46. Telaga Langsat 5.08 juta ton 769.5 ton 20.875 juta m3 63. Loksado Kec. Padang Batung Kec. 11.Bahan Tambang/ No.

Batu Gamping dan Mata air Asin.5 Bahan baku industri semen Bahan baku industri keramik Bahan baku industri cat Bahan baku genteng dan batu bata Belum dimanfaatkan Lumbis Labang Batu Gamping 5 Bahan baku industri semen Bahan penetral keasaman tanah Bahan campuran industri keramik dan bahan bangunan Bahan campuran industri Metalurgi Belum dimanfaatkan Krayan. Berdasarkan data yang di dapat dengan pendekatan wilayah adminstrasi adalah seperti tabel di bawah ini : Tabel. Kec. Lumbis - Pasir kwarsa - Industri gelas. Potensi Bahan tambang di Pegunungan Iban LOKASI No Kab. 1 Nunukan Nunukan Komoditi Desa Lempung Luas (ha) Patner usaha Trend pasar 17. Potensi Bahan tambang yang terdapat di kawasan pegunungan Iban diantaranya Emas. Granit.Ket : * bukan kecamatan di kawasasan GB Meratus Pegunungan Iban. industri keramik Bahan kontruksi Belum dimanfaatkan . optik. Lempung.

yang merupakan daerah dengan flora tersendiri. Pegunungan Schawaner di Kalimantan Tengah bertemu dengan bagian barat pegunungan Kapuas Hulu disepanjang perbatasan Serawak dan Kalimantan.17 Juta Mmstb (Million Metric Stock Tank Barrel) <!--[if !supportLists]-->• <!--[endif]-->Gas Bumi : 48. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Potensi Keragaman Hayati <!--[if !supportFootnotes]-->[2]<!--[endif]-->Deretan pegunungan meluas dalam bentuk Y terbalik.LOKASI No Kab.00 Milyar Ton <!--[if !supportLists]-->• <!--[endif]-->Emas : 60. . melalui bagian tengah dan bagian utara pulau ini. Kec.680 Bscf (Billion Standard Cubic Feet) <!--[if !supportLists]-->• <!--[endif]-->Batubara : 21. selanjutnya meluas ke Utara melalui jajaran Iran sampai ke jajaran Crocker di Sabah. Desa Komoditi Luas (ha) Patner usaha Trend pasar bangunan Krayan Buduk Kinangan Mata Air Asin Industri garam Dimanfaatkan oleh masyarakat untuk konsumsi rumah tangga Long Nawang Long Pahangai Long Pahangai Emas - 2 Malinau 3 Kutai Barat - Emas - - - Sungai topai Granit - - - Sumber: Dinas Pertambangan Propinsi Kaltim Tahun 2003 Sumber Daya Mineral Dan Energi Diperkirakan : <!--[if !supportLists]-->• <!--[endif]-->Minyak : 1. Satu cabang di bagian tenggara meluas ke Pegunungan meratus di Kalimantan Selatan.50 Juta Ton.

demikian pula 21 dari 44 jenis mamalia endemik di pulau ini. Endemisme di gunung sangat tinggi untuk golongan binatang yang merupakan pemencar-memencar yang buruk. Gunung-gunung di Borneo dengan hutan dataran rendah di sekitarnya merupakan sebagian dari tempat-tempat keragaman hayati penting di pulau ini. misalnya menunjukkan endemisme di pegunungan Usambara Timur yang beragam dari 2% untuk mamalia sampai 95% untuk golongan senggulung (Rodgers dan Homewood 1982). Bukit Raya yang tingginya 2. barangkali merupakan gunung tertinggi di Kalimantan yang paling banyak diteliti dan merupakan daerah yang tinggi keragaman hayati (Nooteboom 1987 . diantarnya adalah 12 jenis tanaman endemik yang hanya ada di kalimantan. S. mewakili tempat pengungsian Kala Pleistosen. Gunung Sebagai Pusat Keragaman Hayati<!--[if !supportFootnotes]-->[3]<!--[endif]--> Gunung – gunung merupakan daerah yang sangat menarik dari segi biologi. tidak kurang dari 116 jenis satwa yang dilindungi dapat dijumpai di kawasan ini. resak (vatica enderti) dan binturung (Artocarpus lanceifolius). rugosa). parvistipulata). damar ( Shorea obscura. MacKinnon). Menurut regulasi perlindungan satwa baik internaional maupun nasional. Namun disayangkan keragaman hayati pegunungan di Kalimantan baru sedikit yang di eksplorasi secara ilmiah. Sisa-sisa hutan dataran tinggi di Tanzania. damar merah (Shorea beccariana. Dari jenis-jenis endemik di Borneo. Kawasan ini sangat kaya dengan keragaman fauna. 23 jenis (73%) merupakan jenis pegunungan. 132 jenis herpetofauna (amphibi dan reptil). Owa owa . Sampai saat ini paling tidak telah tercatat sebanyak 89 jenis mamalia.Kebanyakan gunung di Borneo termasuk dalam satu unit pusat boigeografi <!--[if !supportAnnotations]->[R1]<!--[endif]--> yang memiliki flora dan fauna pegunungan yang khusus pulau ini (MacKinnon dan MacKinnon 1986).728 m. misalnya amfibi dan invertebrata. Mereka adalah keluarga palem paleman dan satu lagi adalah Rhododendron alborugosum. Selain itu dikawasan ini juga terdapat hutan agathis (Aghatis beccari) yang kondisinya relatif masih baik di kalimantan Selatan. tengkawang ( Shorea stenoptera). 65 jenis ikan. antara lain Macan Dahan (Neofelis nebulosa). 334 jenis burung. dan karena isolasi ini kemudian mengembangkan jenis-jenis unik. 173 jenis kupu-kupu yang tergabung dalam 417 jenis serangga. Sembilan jenis endimik lainnya adalah lahung (Durio dulcis). Meratus : Kawasan Meratus terkenal juga dengan endemisitas floranya. pitun (Shorea myrionerva). Pembukaan vegetasi pegunungan dan khususnya hutan pegunungan dapat menyebabkan kepunahan jenis-jenis yang unik. Gunung-gunung di Borneo dapat diibaratkan seperti pulau-pulau di lauatan hutan basah dataran rendah. Jenis tersebut sangat dicari oleh banyak kolektor termasuk Botanical Garden Edinburgh Inggris. pusat pembentukan jenis-jenis baru dan terjadinya endemisme. S.

Elang Walacea (Spizaetus nanus). Ayam Hutan (Lophura ignita) dan Cukias (Lophura bulweri).(Hylobates albibarbis). Lithocarpus phillipinensis. Trogonoptera brookiana albescens. ialah tipe hutan Dipterocarpaceae dataran rendah (Dipterocarpus. hutan berkapur. shorea. Kera. dan Troides amphyrisus thomsonii. diantaranya Harimau dahan. Biawak (Varanus salvator) Ular Sendok (Naja sumatrana). Terdapat 7 jenis kelompok primate. Kancil Berang-berang. Dari 8 tipe hutan itu. King Cobra (Ophiophagus hannah). 41 marga. Rhinom yas brunneata). Tingkat endemisitas satwa di kawasna ini pun cukup tinggi. Euporbiaceae terdapat 73 jenis. Jelawat (Tor tambra). Shorea terdapat 30 jenis.150 mdpl. jenis baru lainnya seperti Neo uvaria.1. ada sekitar 1. Untuk reptilian dan amphibian. Kucing hutan. Luscinia calliope. Betet-kelapa Filipina (Ciconia stormi). Dari kelompok burung yang teridentifikasi ada 301 jenis dengan 151 marga dan 36 suku. Suku Dipterocarpaceae terdapat 121 jenis. hutan alluvial. Dryobalanops. 21 jenis ular dan 1 katak terkecil di dunia (Leptobrachella myorbergi) kurang dari 1 Cm dewasanya. Clusiaceae terdapat 33 jenis.150 mdpl terdapat 695 jenis pohon. Kerabat kayu Gaharu (Amyxa pluricor). Rusasambar. Myrtaceae terdapat 28 jenis. hutan Dipterocarpaceae bukit. Eugenia spicata. Paras horea. Lutung Merah (Presbytis rubicunda). Chisocheton caulifloris. hutan rawa. Vatica). Ficudela parva. 26 jenis kadal. Hopea. Kaijang emas. Hout. 3 jenis kura-kura. Beruk. Flora Masuk ke dalam 8 tipe hutan di atas dengan ketinggian 50 . hutan gunung. Tarsius. Enggang gading. Untuk jenis ikan ada 4. Pycononotus flasvescent. Kijang. Fauna Di dalam kawasan TNBK terdapat 48 jenis mamalia. 12 suku dan 14 jenis endemic Borneo. hutan sekunder tua. Dendricitta cinerasceus. . Kelasi. 2 jenis buaya. terdiri dari 15 marga dengan 63 suku dan 50 jenis antaranya endemic pulau Borneo. 6 jenis temuan baru di Indonesia (Accipernisus. dimana tidak kurang dari 75 jenis. Muller : Ekosistem Terdapat 8 (delapan) tipe ekosistem yang dicuplik dari ketinggian 150 – 1. misalnya jenis pisang baw (Musa lawitienisi). 6 jenis burung yang dilindungi UU. Acuminatissima. Beruang madu. Kelampiau. hutan sub gunung. 15 jenis migrant. Castanopsis inermis. Hirangan (Presbytis frontata) Bekantan (Nasalis larvatus). Shore peltata.500 specimen. 103 telah diidentifikasi dengan 51 jenis amphibi. 24 jenis endemic Borneo. seperti Orang utan.000 specimen dengan 112 jenis ikan. Burseraceae terdapat 30 jenis.

misalnya. terbanyak adalah sekitar 134 jenis pada ketinggian di bawah 100 meter. Panas yang tinggi dan level oksigen yang rendah dapat menghilangkan jenis-jenis tertentu dari tumbuhan dan hewan perairan. Di sini terdapat jenis-jenis komersial. Namun. Medang (Litsea sp). adalah berdasarkan informasi masyarakat sekitar yang pernah melihatnya di sekitar Sungai Boh di Kaltim. ataupun petunjuk lainnya seperti daerah mengasin atau sumber air garam. Jenis lainnya adalah Ubah (Syigium sp). serta jejak kaki. Resak (Vatica sp) dan Kapur (Driyobalanops sp). . Jenis lainnya seperti Jelutung (Dyera costulata). Kekayaan jenis ikan perairan tropis cukup tinggi. Bintangor (Callophylum inofilum) dan Durian burung (Durian carinatus). Keragaman jenis dari famili dipterocarpaceae ini terus menurun dengan naiknya ketinggian tempat. Pulai (Alstonia scholaris) dan Belian (Eusideroxylon zwageri). baik di sebelah Kalteng maupun Kaltim. perburuan yang keras terhadap jenis badak di masa lalu telah berdampak signifikan terhadap kelangkaan dan kepunahannya sekarang ini. Sedangkan untuk Orangutan di Kaltim. seperti jenis dari meranti-merantian (famili dipterocarpaceae) ataupun jenis ulin (famili lauraceae). penyebarannya banyak dibatasi keganasan Sungai Mahakam. Sungai Mahakam menjadi pembatas ekologi bagi banyak mamalia yang tidak dapat berenang. Tipe vegetasi Daratan sedang masih didominasi oleh jenis-jenis dari family Dippterocarpaceae seperti Meranti (Shorea sp). Kawasan ini merupakan ekosistem hutan dataran rendah hingga dataran tinggi yang mempunyai keanekaragaman jenis tumbuhan. Sebaliknya migrasi babi hutan di daerah Kaltim dari sebelah utara ke selatan lebih banyak dibatasi oleh Pegunungan Muller di sebelah barat dan Sungai Mahakam di arah selatan. Rotan (Calamus sp) dan Aren (Arenga pinata). ataupun jenis arboreal yang bergelantungan pada cabang dan ranting pohon yang menjulur ke seberang sungai. Jenis lain yang khas pada tipe vegetasi ini adalah jenis Cemara gunung (Casuarina junghuniana) dan Ubah ribu (Syzigium sp).Eksistensi jenis mamalia besar. jenis owa. Kekhasan Ekosistem dan bervariasinya keadaan topografi kawasan memberikan peluang untuk hidupnya beranekaragam jenis tumbuhan yang hidup pada beberapa tipe ekosistem. Pada tipe ekosistem hutan daratan rendah didominasi oleh jenis dari family Dipterocarpaceae seperti Tengkawang tungkul (Shorea sp). misalnya banteng dan badak di Pulau Kalimantan. Pada Tipe Vegetasi Daratan Tinggi masih ditumbuhi berbagai jenis meranti. di mana sejumlah 394 jenis di antaranya terdapat di Borneo dan sekitar 149 jenis di antaranya adalah endemik. kecuali bekantan di daerah hilir sungai. Dari family Palmae ditemukan jenis Bambu (Bambusa spp). Tipe hutan tropis dataran rendah adalah hutan yang terdapat di kaki Pegunungan Muller.

seperti Thismia mullerensis. saat ini sulit ditemui. 282 jenis ngengat. dan 82 jenis ikan. Rotan (Calamus sp) dan beraneka ragam jenis Kantong semar (Nephentes sp). hasilnya sebanyak 1.000 mdpl.8 Ha. Jenis satwa yang mendominasi dan paling sering terlihat di kawasan ini adalah jenis Primata (Monyet) seperti Orangutan (Pongo pygmaeus). Jenis burung yang paling menonjol di kawasan ini adalah berbagai jenis Enggang (Bucerotidae). tersebar di seluruh areal <> <!--[if !supportLists]-->b. termasuk jenis Enggang Gading (Rhinoplax vigil) yang menjadi maskot fauna Kalimantan Barat. Di antaranya jenis Cemara gunung (Casuarina junghuniana). setidaknya ada 10 jenis tumbuhan dan delapan jenis satwa berupa enam jenis burung. Untuk jenis yang tergolong langka. Tercatat sedikitnya 40 jenis tumbuhan. satu jenis macan dahan.26 Ha (32. <!--[endif]-->Tipe Zona Tropika. Di Kawasan TNBK yang termasuk dalam kawasan GB Muller pernah dilakukan inventarisasi.03 Ha.1.<!--[if !supportFootnotes]-->[4]<!--[endif]--> Sayangnya enggang yang menjadi kebanggaan itu. Jenis Mamalia lain yang sering terlihat di antaranya Beruang madu (Helarctos malayanus). Kelempiau (Hylobathes moloch) dan Kera ekor panjang (Macaca fascicularis). Disebutkan juga. . sembilan jenis ikan. berdasarkan Management Plan 25 tahun TNBB-TNBR.500 – 2. hutan bekas tebangan ± 9. tersebar di ketinggian 1.340. ada lima jenis ikan dan satu jenis tumbuhan yang termasuk jenis yang baru tercatat.489. hutan perbukitan 1.637.500 mdpl seluas 58.000 mdpl. hutan pegunungan 1. serta sejumlah jenis flora dan fauna yang diduga jenis baru. ukuran tumbuhan semakin kecil dan lumut-lumut hijau semakin tebal menempel di kulit pohon.000 mdpl atau <>Menurut Steenis analisis Citra Landsat ada 3 tipe ekosistem : <!--[if !supportLists]-->a.Perbedaan yang terlihat jelas pada tipe vegetasi ini adalah munculnya lumut-lumut hijau di setiap batang tumbuhan.000 – 1.30%) dari luas kawasan.587.07%. 159 jenis burung.000 – 1. hutan lumu > 2. dan 10 jenis burung yang endemik Kalimantan. dan satu jenis bulus.500 mdpl. <!--[endif]-->Tipe Ekosistem Pegunungan Bawah.<!--[if !supportFootnotes]-->[5]<!--[endif]--> Schwaner : Ekosistem Dilihat dari keberadaan ekosistem di wilayah green belt pegunungan Schwaneer yang masuk dalam kawasan TNBB – TNBR . mencakup hutan primer ± 45. Pada tipe vegetasi Puncak Pegunungan. Rusa (Cervus unicolor) dan Pelanduk (Tragulus napu). 17 jenis reptil dan 11 jenis ampibi.200 jenis tumbuhan. 41 invertebrata gua. non hutan ± 2. 24 jenis kupu-kupu. ekosistem hutan Dipterocarpaceaea terletak 100 . Pandan (Pandanus sp).

dipercaya oleh masyarakat sebagai suatu pemebritahuan musim. menyebar di ketinggian > 1. Perubahan ekosistem yang disebabkan oleh aktivitas kehutanan. trenggiling.500 mdpl seluas 6. Ini terjadi suatu kehilangan jenis flora-fauna yang dianggap saklar oleh masyarakat di sekitar kawasan Mendalam hilang bahkan punah. babi. Membuat ekosistem berupa flora – fauna dan plasma nuftah dikawasan ini beragam sesuai dengan tingkat tipe ketinggian perbukitan. <!--[endif]-->Tipe Pegunungan Atas. hutan bekas tebangan ± 9.<!--[if !supportLists]-->c. mencakup hutan primer ± 45.340. 93 Ha. yang menyebabkan gagal panen dan memperoleh kerugian sekitar 2 juta per KK yang membuka ladang1. tersebar di ketinggian 1. karena dengan adanya burung enggang sering dipercaya kemunculannya dan suaranya tersebut menandakan akan terjadinya suatu perubahan musim1. seperti jenis kayu belian. mencakup hutan primer ± 6. <!--[if !supportAnnotations]-->[R2]<!--[endif]--> Keadaan flora juga didominasi akan jenis hama bagi peladang. meranti. .500 – 2.500 mdpl. Berdasarkan Management Plan 25 tahun TNBB-TNBR. tersebar di seluruh areal <> Tipe Ekosistem Pegunungan Bawah.81 Ha. terdapat jenis endemic kayu atau pohon Kalimantan kerabat kayu gaharu serta jenis endemic primata Kalimantan merupakan suatu potensi tersendiri dalam peruntukan kawasan konservasi. Di kawasan mendalam yang merupakan kawasan TNBK dan berada di tengah Pegunungan Kapuas Hulu dan Peg Muller yang terletak di kabupaten Kapuas Hulu.07%.30%) dari luas kawasan. Untuk di Desa Nanga Kalan sendiri.637.26 Ha (32. Kejadian hama belalang ini pada musim panen tahun 2005. masuk ke dalam tipe zona tropika yang mana di sekitarnya banyak terdapat jenis kayu belian dan pepohonan buah-buhan yang bersifat keras (cempedak. Ekosistem pegunungan bawah memiliki keragaman jenis pohon serta individu yang lebih tinggi dari zona lainnya. Dari jenis flora dan fauna yang dulunya dimiliki di sekitar kawasan Mendalam. kera serta jenis predator pada belalang1.8 Ha. seperti kijang.83%) dari luas kawasan.000 mdpl atau <> Tipe Zona Tropika. hutan lumu > 2.000 mdpl. non hutan ± 2.420. hutan pegunungan 1. ekosistem hutan Dipterocarpaceaea terletak 100 1. hutan perbukitan 1.930 Ha (3. durian) secara alamiah. langsat. enggang gading dan burung pungkapung/kroak sejenis burung untuk menunjukan keberuntukan kawasan perladangan.489.000 mdpl.000 – 1. pelanduk. Namun dengan potensi ini mengakibatkan tergiur pengusaha kehutanan untuk memanfaatkan potensi kayu yang ada di dalam hutannya.03 Ha.000 – 1.500 mdpl seluas 58. mayas (orang utan).587. menyebabkan hilangnya rantai kehidupan di sekitar Desa Kalan dengan serangan hama belalang. bekas hutan tebangan ± 299.

. Pinanga rivularis. Pometia piñata. Linsang bergaris. Palaquium dasyphyllum.. Ficus riber. Tectaria hosei. Saurauria angustifolia.930 Ha (3.420. Agathis bomeensis. Bolbitis sinuatar Jenis umum. Syzigium lineatum). Binatang pengerat pada ketinggian 2.000 mdpl di dominasi famili Dipterocarpaceaea juga Myrtaceae.vegetasi hutan ekosistem tropika tersebar di sepanjang Sungai Jelundung. Neuclea rivularis. bajing kelapa. Dipteres lobiana. Wau-wau tangan hitam. Salacca zalacaa. Rhododenron sp. Musang bergaris. Euphorbiaceaea dan ada Rafflesia tuan-mudae Becc. Pandanus sp. Fagaceae dengan jenis Aporosa sp. Hopea spp. Kelasi. Ficus macrostyla. bajing kecil.. Litsea densifolia. Jenis Primata dari ketinggian 100 – 1. tupai besar. jenis Ungulata (Kancil. Selain itu juga ada jenis tumbuhan „Bungon Pemaceh‟ sebagai obat kontrasepsi. Sapotaceae. tupai bergaris. Di sekitar kawasan terbuka (kawasan HPH dan sekitar ladang) terdapat Rusa sambar. Lauraceae.83%) dari luas kawasan. terdiri dari 65 jenis mamalia. Kucing hutan. Osmoxylon helleborinum. genus Shorea spp. „Ramoy‟ sebagai obat diare. 140 jenis aves (burung). Napu.. mencakup hutan primer ± 6. Trichostosia lanseolaris. Ketinggian 1. menyebar di ketinggian > 1.200 mdpl terdapat hutan kerangas dari suku Myrtaceae jenis (Syzigium rhamphiphyllum.600 mdpl hutan tipe kerangas dengan suku Euphorbiaceae. Pinanga spp). „Bayan Akah‟ kulit berwarna kuning sebagai pematik api.000 – 2. bekas hutan tebangan ± 299.81 Ha. Informasi dari masyarakat . 9 jenis reptilian. Dillenia beccariana. Musang bogoh. beruang. Rubiaceae serta jenis palma dan liana. Ekosistem pegunungan bawah memiliki keragaman jenis pohon serta individu yang lebih tinggi dari zona lainnya.. Asplenium sabaquatile. dikawasan punggung perbukitan sekitar sungai Ella terdapat jalur jelajah Orang utan dan Singapuar. Pada ketinggian 250 -700 mdpl pada lereng bukit di dominasi famili Dipterocarpaceaea. Artocarpus altilis. Fauna Terdapat 221 jenis yang telah diidentifikasi. bajing tanah. Musang congkok. 93 Ha. Serawai dan sungai kecil lainnya dengan jenis khas Dipterocarpus oblongifolius. Tenggalung. Syzigium rosttratum. pasak bumi „Seloang Belum‟ sebagai obat kuat (tonik). Pada sekitar lereng ketinggian 400 – 700 mdpl terdapat landak. Ketinggian 1. Sapotaceae. juga ditemukan anggrek (Apendicula alba.Tipe Pegunungan Atas.200 – 1.500 mdpl seluas 6. Michelia sp.000 mdpl ada Tupai pohon. Liana „Kanyong‟ sebagi racun di ujung tombak atau anak panah.278 mdpl ditemukan hutan lumut yang di dominasi dari suku Ericaceae. Lauraceae. Baccaurea racemosa. 7 jenis amphibian. Trischostosia velutina). Schefflera sp. Listhocarpus ewyckii.200 mdpl ada lutung. Flora Telah terinventarisasi ada 817 jenis (610 marga dalam 139 suku).000 – 1. Ketinggian 700 – 1. Pterospemum sp. Palem-paleman (Areca spp. Ficus microcarpa. Ketinggian 2. Igunura walici. Lithocarpus cooertus dan Knema sp. tupai hitam bergaris. bajing tanah bergaris tiga. Kijang). Elaeocarpus glaber.

kura-kura. Jenis Herpetofauna seperti Kodok ada 91 jenis. Babi hutan (Sus barbatus). Burung Ruai. diantaranya berbagai jenis mamalia darat. Jenis tumbuhan dan famili Dipterocarpaceae didominasi jenis Shorea spp dan Hopea spp. sibar-sibar raja. sibar-sibar merah hitam. yang dibuat di sepanjang sungai.1. Pada ketinggian antara 1. serangga ranting dan daun (belalang ranting dan muda).000 . Penelitian-penelitian yang berusaha menggali potensi keanekaragaman hayati terus berlangsung. sibar-sibar putih susu. 2 jenis burung „new record‟ (Punai Imbuk. Burung jenis ini mempunyai kisaran jelajah yang tidak terlalu jauh dari sarangnya. Secara keseluruhan kawasan ini tertutup oleh vegetasi tingkat pohon yang penyebarannya bervariasi dari kaki bukit hingga ke puncak puncaknya. Sedangkan jenis lainnya terdapat Agathis bornencis dan beberapa jenis dari famili Myrtaceae dan Sapotaceae. kelabang. capung jarum merah capung jarum zamrud. Tembadau (Banteng). Diduga jenis tumbuhan ini memiliki persamaan dengan hasil penemuan di kawasan Taman Nasional Kinabalu Serawak Malaysia. keluing biasa keluing raksasa. Ikn duyung (Duyung Irawadi). terutama Kelempiau/Owa (Hylobathes agilis). Jenis Capung seperti capung jarum ekor porok. Salah satu jenis flora dilindungi yang ditemukan di kawasan ini adalah Bunga Rafflesia spp. 52 jenis burung dilindungi UU. Kancil (Tragulus sp) dan berbagai jenis Primata. keluing bergerigi. Pegunungan Iban : Kawasan ini memiliki kenakeragaman hayati yang berlimpah. seperti Beruang madu (Helarctos malayanus). Jenis Kupu-kupu seperti kupu-kupu sayap burung. Jenis fauna yang menjadi primadona kawasan ini adalah jenis burung Enggang Gading (Buceros vigil). kupukupu sayap burung paris.binatang yang punag ada Badak. Vegetasi pada dataran rendah (kaki bukit) hingga ketinggian 400 m dpl menunjukkan kekhasan hutan hujan dataran rendah yang mengandung ± 30% species dari famili Dipterocarpaceae. ular Lamaria schegeli. bangsa capung (sibar-sibar betina. burung Kuau kerdil Burung Enggang gading. Tipe vegetasi penyusun hutan berubah secara bertahap berdasarkan ketinggian tempat. kadal Spenomorphus sp. biawak hijau. Macan dahan (Neofalis nebulosa). sibar-sibar hijau. jenis Tongerert. Satwa liar lainnya yang sering dijumpai. seperti Kodok Bako dan Ular 168 jenis.200 m dpl (sekitar Bukit Birang Merabai) dan di lereng Bukit Baka merupakan tipe hutan kerangas yang ditandai dengan dominannya jenis Podocarpus imbricatus. kupu-kupu jesebel. Pada tahun 1997 telah dilakukan Borneo Biodiversity Expedition to the Trans-Boundary Conservation Area of Betung-Kerihun National Park (West . Jenis insekta seperti keluing pil raksasa. sibar-sibar cincin mas. Burung terdapat 8 jenis endemic Borneo. kupu-kupu jeruk sayap panjang. sibar-sibar merah. Sedangkan pada daerah puncak Bukit Raya ditemukan berbagai jenis dari famili Ericaceae. Uncal merah). Vegetasi di Bukit Raya secara vertikal dapat dibagi dalam zona-zona menurut ketinggian dan tipe tanah.

38 jenis tumbuhan untuk upacara.1. Das Sampanahan dan DAS Satui Muller<!--[if !supportFootnotes]-->[6]<!--[endif]--> : Kondisi Sungai Barito berbeda dengan kondisi di Mahakam. Dua jenis ikan dari genus Glaniopsis dan sejenis ikan Gastromyzon ditemukan pertama kali di Kalimantan. Indonesia) and Lanjak-Kentimau Wildlife Sanctuary (sarawak. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Ditemukan 291 jenis burung dari 39 famili termasuk di dalamnya 20 jenis endemik dan 17 jenis burung migran yang secara keseluruhan mewakili 70% avifauna hutan daratan rendah Kalimantan. Hal ini diduga karena daerah hulu Barito adalah daerah yang kaya dengan hamparan rawa dan rawa gambut. 144 jenis tumbuhan menghasilkan bahan makanan. Lepisanthes. Microtopis dan Jarandersonia. DAS Barito. C.Kalimantan. Malaysia) yang merupakan daerah Green Belt Pegunungan Iban disponsori oleh ITTO dan melibatkan sejumlah ilmuwan dan kelembagaan dari kedua negara dengan beberapa temuan antara lain: <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Pada kedua kawasan lindung tersebut ditemukan sejumlah jenis tumbuhan yaitu genera Laxocarpus. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Tercatat 41 jenis tumbuhan obat-obatan. di mana air Sungai Barito terlihat lebih berwarna gelap dibanding Sungai Mahakam. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Tumbuhan langka Cyrtranda mirabilis di TN Betung-Kerihun. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Diidentifikasi 62 jenis palem-paleman dimana 2 diantaranya jenis baru. Ardisia. Potensi Jasa Lingkungan <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->DAS Pegunungan Meratus memiliki nilai penting sebagai pengatur tata air yang meliputi penyerapan curah hujan dan mengalirkannya ke dalam sistem drinase yang berada di bawahnya. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Tercatat 125 jenis ikan dari 12 famili (91 jenis ikan di Kalbar dan 61 jenis di Sarawak). terutama di Sarawak. 30 jenis tumbuhan untuk bahan bangunan dan 60 jenis tumbuhan untuk berbagai macam bahan bangunan <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Ditemukan tumbuhan Hornstedtia spp yang digunakan sebagai indikator untuk menunjukkan bahwa lahan perladangan gilir balik sudah ditanami kembali. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Kedua kawasan kaya akan jenis Dipterocarpaceae. .2.

di mana kecepatan arus bertambah dan tidak adanya endapan-endapan pasir.yang terdiri dari Sub DAS Simaja dan Wawasan. Ancaman kerusakan dari daerah Kaltim diperkirakan lebih besar mengingat tipe hutan di bawah dinding Muller masih memiliki keragaman jenis yang tinggi dan menyimpan potensi besar untuk kayu-kayu komersial. juga berbagai material yang mengendap pada dasar sungai. DAS Bungan dan DAS Embaloh. yaitu di Sungai Sebunut dan daerah Long Bagun. Salah satu pemandangan yang agak asing adalah teridentifikasinya sejumlah besar serangga air (famili ephemeroptera. Tumbang Keramu dan Tumbang Topus adalah dua desa terujung di hulu Barito sehingga lebar Sungai Barito sudah terasa menyempit. DAS ini luasnya 89. DAS Mendalam. Daerah ini belumlah daerah yang terakhir di hulu Mahakam. Sedangkan daerah Penyungkat adalah daerah anak Sungai Mahakam. Dasar sungai bagian hulu berpasir dan pada bagian hilirnya berlumpur sampai sepanjang kurang lebih 20 km dari pantai. Panjang aliran utama sekitar 60 km dengan lebar antara 50-60 meter dan semakin melebar (> 200 meter) pada bagian muaranya. Aliran sungai Simenggaris masih dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Sungai Barito dan Mahakam dicirikan oleh zona riam yang ganas. Diperlukan suatu keseriusan untuk menyelamatkan hutan di kawasan ini yang merupakan hulu dari anak-anak sungai yang menuju ke Mahakam dan Barito. tempat tim ekspedisi turun dari Penyungkat. Daerah Penyungkat di kaki Muller adalah daerah cagar alam. Meski demikian. DAS Sibau. atau paling tidak semestinya berupa hutan lindung. Dari kaki-kaki pegunungan Muller mengalir sungai-sungai kecil yang membentuk DAS besar seperti DAS Kapuas. Menyelamatkan daerah Muller suatu keharusan karena di sana berawal banyak anak sungai yang bermuara ke Sungai Barito dan Mahakam. di daerah ini masyarakat sudah mulai membuka hutan untuk berladang dan mengambil kayu secara ilegal.<!--[if !supportFootnotes]-->[8]<!--[endif]-> . memiliki karakteristik sangat berbeda dengan zona arus lambat.<!--[if !supportFootnotes]-->[7]<!-[endif]--> Pegunungan Iban : Daerah Aliran Sungai (DAS) yang terbentuk dari hulu sungai-sungai yang mengalir ke Provinsi Kalimantan Timur dan Sarawak adalah DAS Simenggaris.275 ha dengan pola drainase paralel.Air tanah yang meresap melalui media yang masam seperti gambut akan mengakibatkan airnya menjadi sangat masam dan berwarna hitam. mayflies) di atas perairan Sungai Barito pada sore hari yang memberikan nuansa warna putih di sekitar permukaan air.

. Dasar dan tepi sungai berbatu pada bagian hulu ditumbuhi oleh vegetasi semak. Sebuah lembaga Internasional pernah melakukan penelitian di sebuah DAS untuk menilai secara ekonomi air dari Sungai Kelay dan Sungai Segah.5 km dengan lebar antara 20 – 50 meter serta dasar sungai berpasir – berlumpur.350 ha. dengan kecepatan aliran rata-rata sekitar 0. air. Hubungan antara hutan. Senamang. Samba. Sebagai daerah tangkapan air dan persediaan air serta kawasan perlindungan tata air untuk DAS Melawi (Kal-Bar) dan DAS Katingan (Kal-Teng).Pada wilayah perbatasan ini juga terdapat DAS Tabur yang didalamnya terdapat areal kerja HPH seluas 5. Selain itu terdapat pula DAS Sebuku yang mempunyai pola drainase modifikasi dendritik dengan luas sekitar 68. Umbak. Jelundung. Lekawai. lebar antara 35 – 50 meter dan secara umum DAS Sembakung mempunyai arus sungai dari agak deras sampai dengan deras. Hiran. Uranium. Tebing sungai berlereng agak curam sampai curam yang ditumbuhi vegetasi semak. Dengan kondisi geologi perbukitan & pengendapan di kawasan bukit serta keadaan tanah yang berupa podsolik merah – kuning yang berasal dari batuan endapan. 48.45 meter/detik.780 ha.2 miliar. Pada bagian hulu DAS banyak terdapatriam/jeram dan air terjun yang dipengaruhi curah hujan. Antimoni. Jenis potensi tersebut berupa bahan tambang yang tergolong ke dalam golongan galian C yang sangat berpotensi. berhulu di Sabah (Malaysia) dan bermuara di Laut Sulawesi (Selat Makasar). seperti Batubara. Panjang aliran sungai Tabur sekitar 39. Dasar sungai berbatu dan dijumpai adanya beberapa riam (jeram) di bagian hulu. Juoi. atau sekitar US $ 5. Muara DAS Katingan meliputi Sungai Bimban. Panjang aliran sungai yang masuk dalam areal HPH sekitar 52 km dengan lebar sungai antara 20 – 50 meter dan kedalaman antara 1 – 3 meter.595 ha mempunyai pola drainase dendritik. dan akan terus menjalankan peran penting pada pembangunan masa mendatang. Serawai. dan penyediaan air untuk masyarakat dan sistem pertanian. Muara DAS melawi meliputi Sungai Ella hilir. ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Ambalau. Tepilan dan Apan. DAS ini merupakan aliran drainase pantai dimana seluruh wilayahnya berupa rawa dan bakau serta dipengaruhi oleh pasang surut. Sangkei. DAS Sebakung seluas 101. Melalui penyediaan fungsifungsi tersebut infrastruktur penting dan sistem pengairan dilindungi.62 juta. dan sungai ini tidak dipengaruhi oleh pasang surut air laut8. dan kualitas air terjaga. DAS Sebuku terdiri dari Sub DAS Kapukan. Diperkirakan kedua sungai tersebut memiliki nilai per tahun saat ini sekitar Rp. Panjang aliran sungai Sembakung adalah sekitar 115 km.<!--[if !supportFootnotes]-->[9]<!--[endif]--> Schwaner :Rantai pegunungan Schwaner tersebut merupakan daerah tangkapan air utama untuk Sungai Kapuas di Kalimantan Barat dan Sungai Katingan di Kalimantan Tengah. ini merupakan suatu potensi yang sangat besar dalam pertambangan di wilayah pegunungan Schwaner. Agison. Tai. Labang. Area berhutan dari daerah aliran sungai (DAS) Kelay dan Segah juga memberikan fungsi ekologi yang penting dalam pengaturan kecepatan arus dan muatan sedimen. Mentatai. Hutanhutan tersebut merupakan bagian penting dari karakter fisik dan ekonomi Kabupaten Berau.

upacara tardisi dan kearifan local masyarakat dalam berinteraksi dengan alam. Potensi sosial terutama budaya dan etnik Dayak. Masyarakat mengandalkan Sumber Daya Alam seperti peladang. Sub DAS hulu Kapuas/Koheng dan Sub DAS Bungan di bagian Timur. dalam. Sub DAS Sibau – Menyakan dan Sub DAS Mendalam di bagian tengah. Penduduk yang mendiami di sekitar pegununagn Muller & Kapuas Hulu ialah suku Dayak. Tipe sungai kelurusan yang dapat berupa patahan-patahan/kekar-kekar dengan jurang yang terjal dan licin serta berlantai dasar batuan induk hitam akibat aktivitas vulkanik pada PostEocene. panjang Sungai Bungan 50 Km dari mata air Gunung Liang Cahung. tarian. diantaranya Sub DAS Embaloh di bagian Barat. berbatu berans (tenang. terletak di Selatan Sub DAS Kapuas Koheng berbatasn dengan Kal-Tim dan Kal-Teng masuk dalam jajaran pegunungan Muller. minuman. di bagian Timur Dayak Punan. pemungut tengkawang. berlumpur. Dimana juga banyak ditemui sumber air yang lebih asin (Sepan) ketika air sungai meluap. dan beberapa sub DAS. pemburu dan pencari ikan. pemungut gaharu. terletak di sebelah Timur Sub DAS Embaloh dengan batas puncak Gunung Lawit. keruh. Selain itu juga sebagai tempat pencarian menangkap ikan dan sebagai sarana transportasi sungai. sempit. Dari rumah panjang (Betang) di Kal-Bar. Dimana tersebar pada bagian-bagian sesuai dengan mata angin yang membentang di pegunungan. Sub DAS Sibau. Sub DAS Mendalam. bukit Lanjak. panjang Sungai Sibau 25 Km dari mata air Gunung Aseh. Karakter sungainya banyak jeram/riam dan gua alam akibat susunan geologi berupa batuan kapur. Dari jumlah penduduk relative kecil jika dibandingkan dengan luas kawasan penyangga TNBK. Sub DAS Embaloh bermuara di Nanga Embaloh di DAS Kapuas. panjang Sungai Menyakan 65 Km dari mata air Gunung Lawit. jernih. panjang Sungai Hulu Kapuas/Koheng 100 Km dari mata air Gunung Cemaru. Pembuatan zona pemanfaatan tradisonal/enclave terhadap desa . terletak di sebelah Timur Sub DAS Sibau dengan karakter aliran sungai deras di perhuluannya. (Umak) di KalTim sampai ke barang kerajinan. Panjang dan kondisi sungai bervariasi mulai yang lebar. Desa Sei Sedik. merupakan ujung (Uncak) Kapuas merupakan bagian dari pegunungan Muller. pada bagian Barat di humi Dayak Iban dan Tamambaloh. Karakter sungai banyak berjeram/riam dengan tertinggi pada jeram matahari yang juga mengandung mineral emas dan di rambah secara tradisional. panjang Sungai Mendalam 30 Km dari mata air Gunung Batu.Muller & Kapuas: Ada ratusan jaringan sungai kecil dan besar masuk dalam system DAS Kapuas. Sub DAS Kapuas Koheng. makanan. jeram yang cukup tinggi). menjadi andalan penduduk di Banua Martinus dan Nanga Embaloh serta ibukota kecamatan Embaloh hilir.. dangkal. di bagian Tengah Dayak Bukat. Dusun Sungai Ulu Palin. Panjang Sungai Embaloh 95 Km di ukur dari puncak Gunung Tunggal sampai muara Sungai Paloh. deras. Sub DAS Bungan. Desa Ukit-ukit.

Objek wisata budaya setempat yang ada antara lain berupa rumah betang panjang (long house) serta kesenian tradisional dari masing-masing anak suku yang ada di peg. telah dipromosikan melalui equator expedition. Iban. Di Kecamatan Nunukan terdapat Air terjun Sungai Binusan. terletak di atas Desa TumbangTabulus serta kehidupan masyarakat Dayak dan Melayu yang bermukim di sekitar kawasan. Kegiatan pendakian ke puncak Gunung(Bukit) Raya (2. Suasana seperti ini tentu merupakan suatu daya tarik yang memikat bagi para wisatawan khususnya dari mancanegara yang lebih menyenangi kegiatan petualangan di alam bebas. G. Iban : Wisata budaya yang merupakan kekayaan nilai nilai tradisional yang masih melekat secara kuat dalam kehidupan sehari-hari. seperti pemandangan yang unik dan jalur pendakian. bengkirai dan ulin yang mengelilingi Desa Pembeliangan. Ada beberapa potensi yang terdapat di kawasan TNBK. Betung 1. panorama alam dan beranekaragam fenomena alam serta berbagai jenis budaya masyarakat setempat. sumber air panas yang terdapat di Sungai Bukit Rimban. Embaloh dan Kapuas hingga ke Sungai Mahakam memberikan kesan petualangan yang sangat menyenangkan serta pemandangan bentang daratan yang ditutupi kabut pada bagian-bagian puncak bukit. . namun dalam dokumen tersebut tidak disebutkan namanya. Kerihun 1. Orang Punan Hovongen menyebutnya „Diang‟ (lubang gua) di Tanjung Lokang. serta terkadang melintas berbagai jenis satwa liar seperti Burung Enggang (Bucerotidae) dan Rusa menimbulkan kesan alami bagi penikmatnya.770 mdpl.790 mdpl. pegunungan kapur dan gua di hulu Sungai Bungan. Muller : Menyusuri sungai dan melewati jeram-jeram di sepanjang Sungai Sibau. arung sungai dan jeram di Sungai Bungan dan jeram matahari. Condong 1.278 m dpl) merupakan puncak gunung tertinggi di Kalimantan (bagian Indonesia). pendakian G. G.di kawasan TNBK salah satu alternative mengatasi permasalahan pengelolaan kawasan yang penduduknya makin bertambah. Disamping itu beraneka ragam pola kehidupan masyarakat yang tinggal di sepanjang sungai merupakan hal yang tak kalah menariknya. Dari peta RTRWK Kabupaten Gunung Mas setidaknya terdapat 3 kawasan wisata alam yang berada di Kawasan Schawaner dan Muller. Sepan.150 mdpl dan G. Lawit 1. Wisata Sejarah Rumah Betang di Kecamatan Katingan Hulu merupakan keunikan sosial budaya tersendiri yang berpotensial mendatangkan wisatawan yang tertarik dengan wisata budaya dan alam.240 mdpl.<!--[if !supportAnnotations]-->[R3]<!--[endif]--> <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Wisata Schwaner : Kekayaan sumber daya alam. tempat minum binatang. seperti pohon meranti. Wanawisata yang didominasi oleh vegetasi spesifik hutan dataran rendah.

Ba‟ Liku dan Pa‟Kebuan. Suku Punan terdapat di desa Sambudurut yang dikenal dengan ketangkasan berburu serta ahli membuat sumpit dan racun sumpit serta tikar rotan. Goa Kelelawar. Laliq Iqal. terletak di hulu Sungai Main Desa Long Layu. Di Kabupaten Malinau terdapat Pusat budaya kesenian bukan adat dalam terdapat di Long Nawang (Ibukota Kecamatan Kayan Hulu).3. Coelogyne dan Rocus Soini dan Bulpophylum Mututina. . terletak di areal Taman Nasional Kayan Mentarang. Kecapi. Daerah Sungai Kayan yang sangat terkenal dengan arung jeram yang sangat terjal terdapat di Data Dian yang merupakan ibu kota Kecamatan Kayan Hilir. Hudoq Apah terdapat di Desa Tering. Museum Mencimai terdapat desa Mencimai dan lamin sebagai pusat seni suku Dayak Tunjung yang terdapat di desa Mencimai. Erya Floribuda. Perang. Binuang. Suku Dayak Kenyah Lepo Jalau yang memiliki lamin adat dan seni budaya yang juga terkenal sangat rajin berladang. mandau. antara lain tari gong. Engkuni.Di Kecamatan Lumbis terdapat Wisata budaya yang menampilkan berbagai jenis tari suku Dayak Murud yang sangat menarik. Upacara adat yang terkenal: Lamelah Tenan. Hulu Giram Sungai Krayan. Di Kecamatan Krayan terdapat Wisata budaya yang menampilkan berbagai seni budaya suku Dayak Lun Dayeh. goa penyimpanan tulang dan pembusukan mayat. Batu berukir Paru‟Ating. Pembuatan garam Gunung. tepatnya di tepi hulu Sungai Krayan. Air Terjun Ruab Sebiling. Eheng. Kuburan batu. dll). terletak di Desa Ba‟Liku daerah Krayan Hulu. Pusan dan Busaq Baku) di Desa Long Bawan. termasuk dalam kawasan ekowisata Kayan Mentarang tepatnya di tepi hulu Sungai Krayan. dan Benung . serta benda-benda pusaka yang bernilai seni dan magis (guci. Air terjun Tao Lun di Desa Patal. Erya Vania. Objek wisata Air terjun Jantur Gemuruh terletak di Desa Mapan. membujur dari perbatasan Kabupaten Nunukan dengan Sabah Malaysia di bagian Utara sampai ke Kecamatan Kayan Hulu di Kabupaten Malinau dengan negara bagian Serawak Malaysia di Selatan. termasuk dalam kawasan ekowisata Kayan Mentarang tepatnya di Desa Tanjung Pasir. Umumnya kondisi hutan di kawasan ini memiliki tutupan baik dan masih merupakan hutan primer dan sebagian hutan skunder. gong. Potensi Tutupan Lahan & Tingkat Kekeritisan Lahan Berdasarkan data tutupan yang di miliki oleh Walhi pada tahun 2005 (Analisis Citra Landsat tahun 2004) terlihat seperti gambar di bawah ini menunjukkan bahwa kawasan hutan primer (hijau tua) dan hutan skunder (hijau muda) berada pada kawasan –kawan green belt.1. Di Kabupaten Kutai Barat terdapat wisata Anggrek alam terdapat di Kersik Luway antara lain: Anggrek hitam (Coelogynepandurata). Ekowisata Kayan Mentarang. Gunung Batu Sicien (Sicen). C. termasuk dalam kawasan ekowisata Kayan Mentarang tepatnya di Desa Tanjung pasir. Daerah ini mempunyai bukti sejarah adanya bekas tangga jajahan dan makam tentara Belanda. Arung Jeram Sungai Lumbis dari Tao Lumbis ke Desa Labang. tari koqoi dan tari samajau. baik seni musik maupun seni tari (Bambu.

Di Kawasan Green Belt Pegunungan Meratus (GBPM).839. Hutan Lindung dan kawasan Hutan Produksi dengan perincian luas sebagai berikut : Luas (Ha) Fungsi Kawasan SK Menhut Kawasan Konservasi (HAS & HPA) 175.902 4.659. Kawasan hutan ini terdiri dari kawasan Hutan Konservasi.09 %. Di Kawasan Green Belt Pegunungan Muller (GBPMu).494 Ha. Kawasan semak belukar sekitar 230 Ha atau 6%. Kawasan Green Belt Pegunungan Iban memiliki hutan primer sekitar 3.54 67. Sedangkan menurut Perda No. Kawasan Green Belt Pegunungan Kapuas Hulu terdapat hutan primer sekitar 1.35 jt Ha (82%) dan hutan skunder sekitar 245 ribu Ha (15%). Ini menunjukaan kawasan GBPM sudah menuju kearah kritis. Hal ini juga ditunjukkan oleh kondisi Satuan Wilayah Sungai (SWS) utama yang berhulu sungai ke GBPM sudah kritis. ini juga menunjukkan bahwa hutan di Kalsel kurang dari itu karena kawasan GBPM termasuk juga ke propinsi Kaltim.017 juta Ha atau 27 % kawasan dan hutan skunder 1. Kawasan ini hanya memiliki 136 ribu Ha atau 7% dari total kawasan.8 juta Ha atau 48 % dari total kawasan. 9 Tahun 2000 adalah seluas 1.09 Persen (%) Luas (Ha) Perda Persen (%) . Hutan Primer sekitar 55 % dan semak belukar 17 % atau 296 ribu Ha. Secara umum tutupan lahan Kalimantan pada tahun 2005 dapat dilihat pada gambar di bawah ini : <!--[if !vml]--> <!--[endif]--> Box : Kondisi Hutan Kalsel Kawasan Hutan dan Perairan Propinsi Kalimantan Selatan yang ditetapkan berdarsarkan peputusan Menteri Kehutanan Nomor 453/Kpts-II/1999 tanggal 17 Juni 1999 adalah seluas ± 1. Sedangkan kawasan semak belukar dan tanah terbuka tidak sampai dengan 1 %. Kawasan ini memiliki semak sekitar 1% dan tanah terbuka sekitar 0. Kawasan ini memiliki hutan primer lebih dari 53 % dari total kawasan atau 1.565 9. kondisi hutan masih cukup bagus.003 Ha. Kawasan ini juga memiliki semak belukar dan lahan terbuka kurang dari 1 % dan sisanya tertutup awan. Kawasan Green Belt Pegungungan Schawaner memiliki hutan primer 1.179 juta Ha hutan dan hutan skunder 37 %. kondisi hutan cukup memprihatinkan.651 jt Ha atau 76 % dari total kawasan dan hutan skunder sekitar 500 ribu Ha atau 10 % dari total kawasan.

177 37.0 ha).12 60.884.065.79 <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]->Hutan Produksi Terbatas (HPT) <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]->Hutan Produksi Tetap <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]->Hutan Produksi yang dapat Dikonversi (HPK) Total Luasan 1. Pulau Kembang (60.Kelumpang. Kemudian dikurangi oleh Kawasan Hutan Produksi yang kemungkinan dalam data tersebut juga dimasukan dari wilayah Pulau Laut (Kotabaru sebrang) dan Kab.33 8. CA Kep.793 0.293 20.07 10. Barito Kuala.637 212. Sel Laut.83 58.0 ha).45 14.64 12.627 963.872.1 Prosentase (%) 17.737.109.6 636.494 100 1. Luas Penggunaan Lahan Kalimantan Selatan Tahun 2003 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Penggunaan Lahan Hutan Dataran Tinggi Hutan Dataran rendah TAD Bekas Tebangan Lahan Kering Tidak Produktif Pertanian Lahan Kering Pertanian Lahan Basah Danau/Sungai Sawah Luas(Ha) 667.745.0 ha).8 768.44 627.003 100 Data di atas merupakan luasan kawasan hutan Kalimantan Selatan secara keseluruhan.615 574.0 ha).638 30.498.9 11.547 0. Oleh sebab itu tidak diketahui secara pasti luasan hutan kawasan Pegunungan Meratus.927. dan CA.7 6.333 0.670 8.444.139 1.839.790 155.Kawasan Hutan Lindung (HL) Kawasan Hutan Produksi 554. Karimata (77.659.000.185 . Paling tidak luasan hutan kawasan Pegunungan Meratus adalah luasan tersebut dikurangi luasan Cagar Alam (CA) Pulau Kaget (85.0 312.44 37.884 265.7 58.396 0. Sel Sebuku (66.4 29.784 1.268 688.001.447 16.650.2 14.65 34.429 176. CA Tel.

120 Persen Luas (%) 100 26. berdasarkan hasil penafsiran citra landsat yang berkisar dari tahun 1994 s/d 1997 di wilayah daratan Kalimantan Selatan diketahui bahwa luas daratan yang masih berupa hutan (berhutan) adalah sebesar 27 % dan daratan yang bukan berupa hutan (Non Hutan) sebesar 65 %.0 225.7 40.032.550 999.2 203. pemukiman.052 0.771 100.78 Sumber : Pusat Data dan Perpetaan 1998.000 Sumber : Citra Landsat (Photo Satelit).98 65. 2003 Keadaan penutupan lahan propinsi Kalimantan Selatan.009 9.039.6 348.005 1.294 0.703. Keadaan Penutupan Lahan Propinsi Kalimantan Selatan Berdasarkan penafsiran citra satelit tahun 1994-1997 Penutupan Lahan Total Daratan yang ditafsir Berhutan Bukan Hutan Berawan Luas (ha) 3.182 2. sawah. lahan pertanian. lahan tidak produktif.753. Penutupan lahan non hutan adalah penutupan lahan selain daratan yang bervegetasi hutan yaitu berupa semak/belukar.416.347 0.086 1.537.3 3.10 11 12 13 14 15 16 17 Pemukiman Hutan Tanaman Industri Perkebunan Pertambangan Air Port Hutan Rawa Hutan Bakau Rawa Luas Provinsi Kalimantan Selatan 7.370.9 13.24 7.798.504 14.3 554.435.84 .248 288. Badan Planalogi Kehutanan Secara terperinci kondisi tutupam lahan dapat dilihat pada tabel Luas Tutupan Hutan (vegetasi) Kalimantan Selatan sebagai berikut : VEGETASI Danau/Air Luas (Ha) 8. alang-alang dan lain-lain.5 56. Uni Eropa.206 6.742.747.

56 0.00 129.77 67. 1998 <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Daftar Nama dan Alamat Perusahaan HPH.042. .Hutan dataran Rendah Hutan Dataran Tinggi Hutan Mangrove Hutan pegunungan Hutan Rawa Lahan Basah Tidak Produktif Lahan kering Tidak produktif Pemukiman Penutupan Lahan Lainnya Perkebunan Pertanian (blank) 1.000 1990 1991 1992 1.310 195.14 7.479.500 1994 1.950 1996 1997 1.559.950 1993 1. BPS Catatan : Data Th 1996 & 1997 adalah HPH yang masih berlaku.078. sensus pertanian 1993.58 181.950 1995 1.91 651. 1998 Gambaran Luas Jumlah dan Luas Konsesi HPH 1980-1997 Di Kalimantan Selatan dan Areal Eks HPH Luas konsesi (Ha) Pengguna 1980 HPH Aktif Eks HPH Sumber : 1985 1.149.100 120.697.150.405.00 79.763.63 0.918.04 0.383.00 106.788.55 3.198.217.988. dephutbun.70 1.102.73 Sumber : National forestry Inventory Project.255. Planning Bereau.255. ministry of Forestry and Plantation. yidak termasuk eks HPH Telah dilakukan perhitungan kembali oleh Badan Planalogi Kehutanan yang berdasarkan data citra satelit Landsat tahun 1997 s/d 2000.347.778.790 1.500 <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Statistik kehutanan.

250.664.45 71. Diketahui khusus pada areal HPH dan Eks-HPH di Kalimantan Selatan.Perhitungan dilakukan pada 7 unit areal HPH aktif dan 6 unit areal eks-HPH. Badan Planalogi Kehutanan Pertambangan batubara juga ikut mengurangi tutupan lahan di Kalimantan Selatan seperti apa yang tergambar dalam data bukaan tambang dan reklamasi lahan PKP2B dan PETI di bawah ini Box : Kondisi Hutan Kalteng Berdasarkan data dari Dinas Kehutanan kalimantan Tengah.908 105.29 19.Konservasi Hutan manggrove.Perlindungan an Pelestarian Alam.71 488.Konservasi Gambut Tebal dan Konservasi Hidrologi.Konservasi Ekosistem air Hitam.66 ha.500 100 5 36 59 Areal eks% <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Kondisi sedang-baik <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Kondisi rusak Sumber : Pusat Data dan Perpetaan 1998.074 100 18 55 26 % HPH (Ha) 164.61 .750 96.200 7.250. kawasan ini terdiri dari CA.950 59.66 235.142.(tabel 1) HUTAN KONSERVASI Cagar Alam Suaka Marga Satwa Taman Nasional Taman Wisata 2.834 317.056.Suaka Margasatwa.079. keadaan penutupan hutannya adalah sebagai berikut : Areal HPH Penutupan Lahan (Ha) Luas areal yang ditafsir Hutan Primer Hutan Sekunder 573.TN.Taman Wisata.877.Konservasi Flora dan fauna.877.000 151.luas kawasan konservasi yang ada di kalimantan tengah seluas kurang lebih 2.

<!--[endif]-->Hutan Rawa Tropika seluas + 2. baung.87 ha atau sekitar 65.573.350. Jenis ikan tersebut selain untuk kebutuhan pangan seperti gabus.5 juta ha (62. yaitu: <!--[if !supportLists]-->. Sedangkan jenis ikan untuk kebutuhan ekspor seperti jenis ikan bakut yang harganya mencapai Rp 60-70 ribu/ekor.849.023.280.55 161.4 juta ha (78% dari luas areal berhutan)merupakan hutan sekunder. No 1 Penutupan Hutan dan lahan Hutan : Luas (ha) 9509010 % 62.628.<!--[endif]-->Hutan Hujan tropika seluas + 10. Selain itu juga ada beberapa jenis ikan hias yang menjadi komoditas seperti ikan arwana dan ikan kakari/penganten (botia macracanta).093 jutaa ha atau 22% dari luas areal berhutan. patin dll.43 31.225.683.04 .Perlindungan dan Pelestarian Alam Konservasi Hutan Mangrove Konservasi Ekosistem Air Hitam Konservasi Flora dan Fauna Konservasi Gambul Tebal Konservasi Hidrologi 1.382. Tabel 2. sepat.08% <!--[if !supportLists]-->.40 37.04 253.% dari luas kalteng). Hutan yang primer yang masuh ada diperkirakan seluas 2.27% Kondisi tutupan lahan menurut wilayah propinsi tahun 2000 Hasil pengolahan data citra landsat sebagaimana tabel menunjukan bahwa areal berhutan di kaimantan tengah seluas 9.<!--[endif]-->Hutan Rawa Gambut Tropika seluas + 2.51% <!--[if !supportLists]-->.797.DKP kab.55 Ha atau sekitar 5. Secara umum jenis fauna yang ada di sungai-sungai kalimantan tengah relatif hampir sama.namun sebagian besar atau seluas 7.14 Di kalimatan tengah terdapat dua (2) buah Taman Nasional yaitu Taman Nasional Tanjung Putting (TNTP)yang terletak di kabupaten Kotawaringin Barat dan Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya yang terletak di Kabupaten Katingan. (diskiripsi dan visualisasi ikan hias air tawar di kabupaten katingan.363.98 185.katingan 2004) Berdasarkan data Dinas Kehutanan Propinsi Kalimantan Tengah (data kehutanan 2006) kawasan tutupan lahan berada pada sebagian besar kawasan di Provinsi Kalimantan tengah adalah hutan dimana secara garis besar dapat dibedakan menjadi 4 (empat) tipe hutan yang berbeda berdasarkan pada ketinggian tempatnya.31 Ha atau sekitar 15.018. Untuk jenis ikan arwana saat ini hampir sulit ditemukan dan untuk jenis ikan botia masih banyak di temukan pada semua perairan (sungai)di kalteng.

<!--[endif]-->Hutan rawa primer <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Hutan tanaman 2 Non hutan : 5. <!--[endif]-->Hutan Manggrove sekunder <!--[if !supportLists]-->6.169. <!--[endif]->Pertanian lahan kering + semak <!--[if !supportLists]-->7. <!--[endif]->Perkebunan <!--[if !supportLists]-->5.<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]->Tambak .410<!--[if !supportAnnotations]->[R4]<!--[endif]--> 406540 1979807 32772 264647 330022 1460950 549007 437 55779 59119 10330 1292 021 173 215 953 358 000 036 039 007 3. <!--[endif]-->Hutan Rawa sekunder <!--[if !supportLists]-->5.73 265 <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Hutan Lahan kering sekunder <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Rawa <!--[if !supportLists]-->8. <!--[endif]->Belukar Rawa <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]->pemukiman <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]->Belukar <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Hutan Lahan kering primer 1864271 228737 4317428 2937095 45927 115552 1216 150 2817 1916 030 075 <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]->Pertanian lahan kering <!--[if !supportLists]-->6.

ketiga dan seterusnya nanti. Luas Hutan Produksi Propinsi No.803 Ha. Bisa dibayangkan apabila dalam satu rotasi saja luas lahan kritis sudah mencapai ± 2. Secara statistik angka tersebut dapat dianggap sebagai salah satu indikasi akan ketidakmampuan HPH dan sistem yang ada dalam pengelolaan hutan berdasarkan prinsip kelestarian. bagaimana pada saat setelah rotasi kedua. dan ternyata bahwa luasan lahan kritis lebih besar dari jika dibandingkan dengan luas hutan primer.8 juta ha. Data luas tersebut berbeda dengan luas kawasan hutan menurut SK Gubernur tahun 1999.828. Kondisi Penutupan Lahan Pada Kawasan Hutan Kalimantan Tengah ( Ha ) A.587.Alamat kantor: jl.942. HPH di Kalimantan Tengah pada Hutan Produksi (HP dan HPT) seluruhnya mencakup luasan 7.PM noor PO Box 62 telp. Logged Over Area (LOA) dan lahan kritis termasuk konversi untuk kepentingan non kehutanan 1.326.<!--[if !supportLists]-->9.772208 banjarbaru 70714 Sedangkan areal non hutan seluas 5. 2.636 Ha dan 2.898 4.972 Ha. Tabel Kondisi Kawasan Hutan Produksi Propinsi Kalimantan Tengah Berdasarkan Keadaan Penutupan Lahan.pemukiman. hal ini kemungkinan disebabkan oleh perbedaaan sumber data/peta dan metode penghitungan yang dipergunakan. <!--[endif]->Transmigrasi <!--[if !supportLists]-->11. <!--[if !supportAnnotations]-->[R5]<!--[endif]--> Berturut-turut untuk luasan Hutan Primer (Virgin Forest). total luasan areal kerja HPH dan eks. seperti pada tabel 3.pertanian lahan baah dan daerah rawa. yang sudah semestinya harus menjadi bahan evaluasi kita semua dan pengalaman yang sangat berharga sebagai akibat dari sistem pengelolaan hutan yang sentralistik di masa sebelumnya. Menurut data yang dikeluarkan oleh Badan Planologi (BAPLAN) Departemen Kehutanan tahun 2000.23 100 Berdasarkan paper bapak Wardoyo (kepala balai pemantapan kawasan hutan wilayah V kalimantan tengah dan selatan . <!--[endif]->Terbuka <!--[if !supportLists]-->10. HUTAN PRIMER (Virgin Forest) : (%) .8 juta Ha.perkebunan.411 Ha. Data luas tersebut di peroleh berdasarkan hasil hitungan secara digital dengan perangkat lunak sistem Informasi Geografis (SIG) Arcview.0 juta da dan pertanian lahan kering 1. Dan sisanya berupa diantaranya belukar. <!--[endif]->Tubuh air 3 Tidak ada data Jumlah 648478 15.1 juta ha didominasi oleh belukar rawa 2.0511.815.

09 Juli 2005 * .12 0.972 23.411 31.com <!--[if !supportFootnotes]-->[6]<!--[endif]--> Chandradewana Boer/Rustam Fahmy/Emi Purwanti*.Areal HPH . <!--[if !supportFootnotes]-->[5]<!--[endif]--> 12 Oktober 2005 Gatra.19 5.803 7.78 2.98 24.754.Areal Eks. April2006 <!--[if !supportFootnotes]-->[2]<!--[endif]--> Ekologi Kalimantan <!--[if !supportFootnotes]-->[3]<!--[endif]--> Ekologi Kalimantan <!--[if !supportFootnotes]-->[4]<!--[endif]--> .Areal Eks. HPH Total Luas Penutupan Lahan C. HPH di Kalteng 1.836 346. . Kompas * Sabtu. tanah kosong.674 74. HUTAN SEKUNDER (Logged Over Area/LOA) : Kondisi Sedang s/d Baik ..Areal Eks.636 34. pertanian.912 2. HPH Total Luas Penutupan Lahan B.92 37.366.600 2.891 448.57 38.828. HPH Total Luas Penutupan Lahan Total Luas Areal HPH dan Eks.298 1.587.595.942.815.11 100 <!--[if !supportFootnotes]--> <!--[endif]--> <!--[if !supportFootnotes]-->[1]<!--[endif]--> Presentasi Kaltim pada Musrenbangnas RKP 2007 tentang rencana pembangunan kawasan perbatasan. LAHAN KRITIS & KONVERSI NON KEHUTANAN : Hutan rusak.10 2.Areal HPH . dll.Areal HPH .21 4.

149.<!--[if !supportFootnotes]-->[7]<!--[endif]--> Institut Dayakologi <!--[if !supportFootnotes]-->[8]<!--[endif]--> Renstra Pengelolaan Kawasan Hutan di Perbatasan RI-Malaysia <!--[if !supportFootnotes]-->[9]<!--[endif]--> Nilai sumber daya air di kabupaten berau kalimantan timur.410 ha. Jadi jumlah keseluruhan adalah 14. TNC.22 <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--><!--[if !supportAnnotations]--><!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]-->[R2]<!--[endif]-->Dipindahkan saja ke Bagian Potensi GB <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--><!--[if !supportAnnotations]--><!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]-->[R3]<!--[endif]-->Potensi Sosial <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--><!--[if !supportAnnotations]--><!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]-->[R4]<!--[endif]-->Setelah di konversi excel hasil tidak sesuai.420 ha <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--><!--[if !supportAnnotations]--><!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]-->[R5]<!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--> .658. 2002 <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--><!--[if !supportAnnotations]--><!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]-->[R1]<!--[endif]-->Lihat gambar 1. Hasil data konversi untuk kawasan non hutan 5.

rotan. Sementara di hutan-hutan asli yang belum banyak dijamah manusia. dan pepohonan berlumut masih tumbuh alami di banyak tempat. hanyalah bagian kecil dari peristiwa menarik dari pedalaman Kalimantan. Begitupun keberadaan suku Punan—yang dari hasil "bacaan" Taufik Rahzen. "tariu". Misteri akan "kesaktian" orang-orang Dayak bahkan masih bisa dilacak lewat cerita tutur mereka. Barito. menyebutkan paling tidak ada 361 spesies baru yang telah teridentifikasi pada 1994-2004. beberapa tahun lampau. menjadi semacam "garis luar" dan selalu mengintili masyarakat Dayak pada umumnya—masih menyisakan banyak pertanyaan yang belum terjawab. 50 tumbuhan. tetapi juga diyakini memendam "kekuatan" luar biasa. Berkat kepiawaian Redfield bertutur dan memberi gambaran detail tentang hutan hujan tropis di Peru. cerita dan "dongengan" tentang "kesaktian" orangorang Dayak masa lampau itu masih terus bergema hingga hari ini. dan Katingan. "Belajar dari kasus hutan Peru. diperkirakan masih ada ribuan spesies yang belum teridentifikasi. antara lain. Kahayan. Jauh di hulu Sungai Rungan. lewat seni rajah di tubuh mereka. dan The Secret of Shambhala: In Search of the Eleventh Insight (Rahasia Shambhala: Mencari Wawasan Kesebelas)—yang jadi pemicunya. terlibat dalam apa yang disebut Redfield sebagai parabel petualangan sambil berwisata. salah satu laporan World Wildlife Fund (WWF) yang dikeluarkan baru-baru ini. Kapuas. dan sejumlah binatang darat lain. 30 ikan air tawar. "Hutan Kalimantan dengan segala produk budaya masyarakat yang ada di sana merupakan suatu misteri yang tak kalah menarik untuk dijelajahi. Borneo’s Lost World. eksotisme kehidupan pedalaman menyeruak di antara kekayaan hutan rimba yang hijau. Spesies itu meliputi 260 serangga. tidak cukup hanya mengandalkan eksotisme alam semata untuk menjadikan Kalimantan sebagai kawasan wisata ekologi. berduyun-duyunlah para petualang memasuki hutan-hutan lebat di sana. Kisah tentang tradisi "pengayauan". Taufik berucap. sekaligus menikmati proses kembali ke alam dalam pengertian yang sesungguhnya. Belum lagi terkait kekayaan alamnya berupa flora dan fauna yang begitu beragam. yang dipadukan dengan perjalanan spiritual tokoh-tokoh cerita rekaannya. rasa ingin tahu banyak orang pun muncul. Sementara lebih dari 210 jenis mamalia. Kayu ulin. Lalu." Prosesi ritual masyarakat Dayak untuk melepas arwah leluhur mereka menuju surga lewat upacara tiwah. atau lewat beragam atraksi dalam bentuk pertunjukan seni-ritual mereka. Para petualang dari berbagai belahan dunia berduyun-duyun datang ke sana. disepakati untuk tidak lagi melaksanakan "pengayauan". Harus ada semacam rekonstruksi budaya atas peradaban manusia yang tinggal di dalamnya. Akan tetapi. Tak berlebihan bila pemikir kebudayaan seperti Taufik Rahzen mengimpikan peristiwa serupa terjadi pada hutan tropis basah di Kalimantan. yang memberi kemungkinan bagi para pencari wawasan dan energi baru untuk memahami makna kehidupan di milenium baru ini. Dalam satu kesempatan. hidup di kawasan ini. serta dataran tinggi yang membentang dari Bukit Raya hingga rangkaian Pegunungan Schwaner. barangkali memang diperlukan ’dongengan’ dengan perspektif baru tentang berbagai misteri yang tersimpan di jantung Borneo.posted by Save Our Borneo Movement @ 11:59 PM 0 comments 0 Comments: Post a Comment << Home WISATA EKOLOGI (2): REKONSTRUKSI BUDAYA DI TENGAH HUTAN TROPIS Kompas (09/05/2007. pengarang trilogi kisah pencarian spiritual yang bertumpu pada keaslian alam—The Celestine Prophecy (Manuskrip Celestine). Sejak itu. di sela-sela pertemuan Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia (MSPI) di Tenggarong. Dalam pertemuan akbar yang diprakarsai Pemerintah Hindia-Belanda dan dihadiri hampir semua subsuku Dayak di Kalimantan tersebut. yang luas kawasannya mencapai 22 juta hektar dan sebagian besar ada di wilayah Kalimantan Tengah. Ada sesuatu yang mereka cari: kebenaran kosmis dan transformasi spiritual. Sejak itu kegiatan "pengayauan" menjadi adat terlarang. . berdasarkan berbagai literatur. Akan tetapi. keberadaan betang (rumah panjang) di Tumbang Anoi bisa jadi saksi pertemuan besar masyarakat Dayak pada 1894. atau "mangkok merah" memang sudah ditutup. termasuk 44 jenis yang tidak terdapat di mana pun di dunia. Adalah James Redfield. misalnya. hutan hujan tropis Peru tidak saja jadi pusat perhatian." kata Taufik Rahzen. Kutai Kertanegara. 08:43:08) Hutan hujan tropis di Peru tiba-tiba jadi terkenal. Bahkan. The Tenth Insight (Wawasan Kesepuluh).

Tak berlebihan bila dalam kaitan ulang tahun ke-50 provinsi ini. Mulai dari aktivitas mereka mandi dan mencuci di sungai. Palangkaraya— yang berarti tempat terhormat dan suci—yang seakan-akan menjulang keluar dari hutan tropis. Tentang hal ini. Anda akan menyaksikan pemandangan alam di bawah yang terdiri atas kehijauan yang terpotong oleh sungai aliran lambat yang berkelok-kelok ke hilir hingga ke hutan bakau yang mengingatkan Anda akan kepala naga dengan badannya yang tak berujung. seperti dilakukan Mak Gendut. Meramu bahanbahan dasar dari hutan-hutan lebat yang dipenuhi berbagai cerita misteri. Bahkan tak jarang. yang mengaku kemampuannya meramu dan meracik obat-obatan tradisional Dayak itu ia dapatkan dari neneknya. yang—ironisnya—kerap dimaknai secara negatif. ." kata Mak Gendut." "Kepala naga". (cas/ken) Kantong Semar dari Hutan Kalteng Makin Sering Dijarah Palangka Raya (ANTARA News) . Bahwa Kalteng memiliki pantai yang panjangnya hingga 750 kilometer. kami tengah menyiapkan boat yang sekaligus berfungsi sebagai hotel terapung. hingga kegiatan menangkap ikan serta berburu. Sayangnya. "pusar Bumi". mencari akar atau daun kayu yang diperlukan untuk obat. serta sejumlah penamaan lain untuk daerah ini adalah parafrasa yang bisa dimaknai sebagai penanda eksotisme alam Kalimantan Tengah. "jantung Borneo". Gaye Thavisin dari Kalimantan Tourism Development sampai berucap. "paru-paru dunia". Juga bagaimana mereka mencari akar-akar pohon untuk obat-obatan tradisional khas Dayak. Sepintas memang hampir tak ada perbedaan mencolok dalam kehidupan sehari-hari mereka dibandingkan desa-desa lain yang dihuni masyarakat campuran dari berbagai etnis. ibu delapan anak. tengoklah keluar melalui jendela pesawat yang Anda tumpangi. "Karena itu.besaran wisata Malaysia. Menikmati cara hidup orang Dayak memang akan lebih terasa bila masuk hingga ke hulu-hulu sungai.Kepala naga Bila Anda baru pertama kali mengunjungi daerah ini. berbagai aktivitas keseharian orang-orang Dayak disodorkan untuk "dinikmati" dan dirasakan. Hanya saja. begitu dia menyebut dirinya. bersamaan perayaan Festival Isen Mulang.Tanaman kantong semar (Nephentes spp). Eco-Boat Hotel. "Akar-akar pohon tersebut tidak diambil dari sembarang hutan.nya untuk dijadikan obat-obatan. selama ini orang hanya tahu tentang daerah ini kebanyakan karena ada kasus illegal logging. "Ketika hutan rimba mulai kelihatan lebih renggang dan jelas. namanya. tak banyak yang tahu. Bagi Mak Gendut. Untuk itu bisa berminggu." kata Lorna Dawson dari Kalimantan Tourism Development. maka tampaklah ibu kota provinsi. semboyan "Datanglah untuk Melihat Borneo yang Sebenarnya" menjadi semacam ucapan selamat datang. Bagai meniru promosi besar. pada mereka yang sama sekali belum mengenal kehidupan masyarakat di daerah ini muncul stigma bahwa Dayak identik dengan suku yang hidup dalam suasana penuh kekerasan. kini semakin banyak dijarah dari hutan-hutan Provinsi Kalimantan Tengah untuk diperjualbelikan secara bebas tanpa upaya pembudidayaan. meramu obat-obat tradisional khas Dayak dari beragam akar dan daun kayu dari hutan di pedalaman Kalimantan bukan lagi kerja sambilan. "Jika Anda sedang mencari petualangan dan pengalaman unik. jauh dari jalan yang sering dilalui menuju tempat yang mudah dicapai. misalnya. Mudah-mudahan September nanti sudah bisa beroperasi. begitu bunyi promosi sederhana yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Kalteng. undangan untuk menyaksikan cara hidup orang Dayak di desa-desa asli mereka di pedalaman disebarkan oleh Pemerintah Provinsi Kalteng dan Kalimantan Tourism Development. seperti diakui oleh Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang. serta "meracik".minggu saya masuk hutan. kini ia tekuni sebagai sebuah profesi. yang dikenal sebagai pemakan serangga dan memiliki banyak nilai farmakologi (obat-obatan). Begitupun keragaman alam dan budaya Dayak-nya yang penuh eksotisme. cara menidurkan anak. Tapi coba rasakan denyut keseharian mereka. di Sei Gohong—sebuah desa Dayak yang berada di tepi Sungai Rungan—eksotisme itu sudah mulai terasa. Itulah bias penilaian dan kesalahkaprahan warisan kolonial. maka jantung Borneo akan menjadikan Anda seorang penjelajah!" Hanya setengah jam perjalanan dari Kota Palangkaraya. Sambil menikmati lalu lintas sungai dengan boat atau perahu klotok. untuk sampai hingga ke "jantung Borneo yang sebenar-benarnya" itu butuh waktu berhari-hari.

Edy mengemukakan. BKSDA Kalteng sendiri berencana menggelar pelatihan pembuatan demplot kantong semar karena upaya budidayanya relatif mudah. namun di Kalteng hampir tidak ada yang melakukan karena di hutan masih banyak dijumpai. "Kami berulangkali memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan para penjual bahwa tanaman ini termasuk jenis yang dilindungi sehingga harus ada upaya budidaya bila ingin diperjualbelikan. Rabu. "Masyarakat kebanyakan mencari untuk tanaman hias. Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalteng Edy Sutiyarto mengatakan. Dua jenis yang banyak dicari masyarakat Kalteng itu adalah dari jenis Nephentes phorbia dan Kacimapatima. Hadi sehari-hari menjalankan profesi penjual tanaman hias keliling. Jangan terus-terusan mengambil di hutan. kendati tanaman itu termasuk jenis yang dilindungi Undang-Undang. mengakui semua jenis tanaman kantong semar yang dijualnya merupakan hasil memetik dari hutanhutan di Kalimantan. Kebanyakan masyarakat juga enggan mengeluarkan uang lebih banyak untuk kantong semar hasil budidaya. Ia mengaku hanya menjual dua jenis kantong semar dari 12 jenis yang bisa ditemukan di hutan Katingan. habitat Nephentes di hutan-hutan Kalimantan lama-kelamaan bisa berkurang dan habis bila para penjual itu hanya berniat mengambil tanpa membudidayakan sendiri. Orangtuanya khusus berprofesi mengambil tanaman hias dari hutan di wilayah Tumbang Samba dan Pundu. Kabupaten Katingan." ungkapnya. serta dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Jenis-jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi." jelasnya. pihaknya belum bisa melakukan upaya penertiban terhadap praktik jual beli bebas kantong semar yang diambil dari hutan-hutan. di Kota Palangka Raya. "Upaya budidaya memerlukan waktu lama dan jumlah yang terbatas. Hadi. Tiap pot kantong semar dijual seharga Rp35 ribu sampai Rp70 ribu. sedangkan masyarakat kini sangat menggemarinya sehingga permintaan kantong semar juga semakin banyak." kata Hadi yang berasal dari wilayah Barito itu. diare. Sementara itu. termasuk kantong semar dan anggrek. Padahal tumbuhan yang masuk golongan karnivora tersebut termasuk yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Padahal tanaman ini bisa untuk menyembuhkan berbagai penyakit seperti asma. Suku Dayak Katingan banyak menyebut kantong semar sebagai ketupat napu.Salah seorang penjual kantong semar. dan mag. sedangkan yang untuk obatobatan masih sedikit yang mengerti. Napu .

Kantong semar tergolong ke dalam tumbuhan liana (merambat). Tumbuhan ini hidup di tanah. Sabah. karena tanaman ini dulu hidupnya di rawa dan oleh masyarakat setempat sering dijadikan ketupat. gunung kapur. dan 64 jenis di antaranya ditemukan di Indonesia. Nepenthes tumbuh dan tersebar mulai dari Australia bagian utara. dan padang savana. serta bunga jantan dan betina terpisah pada individu yang berbeda. Borneo (Kalimantan. Asia Tenggara. hutan kerangas. Nepenthes bisa hidup di hutan hujan tropik dataran rendah. ukuran. dan corak warna kantongnya. Alat tersebut biasanya dipakai menyimpan racun anak panah. Serawak. hingga China bagian selatan. Umumnya nepenthes hidup di tempat-tempat terbuka atau agak terlindung di habitat yang miskin unsur hara dan memiliki kelembaban udara cukup tinggi. Kata ujung mengartikan nama seorang raja. hutan pegunungan. Keunikan dari tumbuhan ini adalah bentuk.berarti rawa. Di dunia telah ditemukan 82 jenis nepenthes. hutan gambut. Sebenarnya kantong tersebut adalah ujung daun yang berubah bentuk dan fungsinya menjadi perangkap serangga atau binatang kecil lainnya.(*) COPYRIGHT © 2007 ANTARA . berumah dua. dan telep adalah alat berbentuk silinder yang terbuat dari bambu. dan Brunei) merupakan pusat penyebaran nepenthes terbesar di dunia karena dari sana ditemukan 32 jenis. ada juga yang menempel pada batang atau ranting pohon lain sebagai epifit. Ketupat napu dimasak dengan memasukkan beras ke dalam kantong semar untuk kemudian dimasak seperti memasak ketupat. Sedangkan Suku Dayak Bakumpai yang mendiami wilayah Sungai Barito menyebut kantong semar dengan telep ujung.

Suku Dayak sejak dahulu telah memanfaatkan berbagai tanaman liar untuk obat. Pasak bumi (Euriycoma longifolia ). Kencur (Kaempferia galanga). serta berbagai spesies budidaya seperti Jahe (Zingiber officinale). .Hutan Kalimantan memiliki kekayaan sumber daya alam. Air rebusan akar ini memang terasa pahit. Saya sendiri pernah merasakan ketangguhan Akar Kuning saat berada di pedalaman Kalimantan. sampai air rebusannya berwarna kuning. setelah sering kali keluar masuk hutan Kalimantan belum pernah terserang penyakit malaria atau masyarakat lokal menyebutnya penyakit kuning. berdasarkan hasil penelitian yang telah dipatenkan Teknologi IPB Bogor. Ketika perjalanan menyusuri hutan tropis yang lebat. Air rebusan itulah yang diminum. Akar Kuning yang diambil ekstraknya dapat digunakan sebagai Hepatoprotektor lihat di sini . Akar Kuning misalnya. Suku Dayak juga percaya. melingkar antara satu pohon besar dengan pohon lainnya. Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus) dan Kapulaga (Amomum cardamomum). Secara medis terbukti. Mereka memanfaatkanya dengan cara merebus batangnya. Tabat barito (Ficus deltoidea). ada sedikitnya 940 spesies tanaman yang menghasilkan bahan untuk obat tradisonal. Dalam sekali tebas. Suku Dayak telah turun temurun menggunakan tanaman ini untuk menambah daya tahan tubuh dari serangan berbagai penyakit. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup. Terbukti. Akar Kuning banyak terlihat menjuntai. juga menjaga diri dari serangan penyakit non medis seperti santet (parang maya). Mereka yang kehausan dan tidak ada air saat perjalanan di dalam hutan pun bisa memanfaatkan akar ini. Kunyit (Curcuma domestica). tapi bagi saya tidak masalah demi menjaga diri. Syukur. selain menjaga tubuh dari penyakit yang sifatnya medis. hingga kini belum pernah terjadi adanya wabah malaria di pedalaman Kalimantan. akar yang terpotong akan banyak mengeluarkan air segar (salah satu pelajaran survival di dalam hutan dari Suku Dayak). antara lain melindungi diri dari serangan penyakit malaria. di antaranya Akar Kuning (Arcangelisia flava). Mereka meyakini efeknya sangat baik bagi tubuh.

mempunyai hilus berbentuk titik atau garis pendek. Batang Jaringan pembuluhnya terkadang kecil namun kadang besar.ANATOMI THEVETIA NERIIFOLIA Daun Anatomi daun tanaman ini terdiri atas tuba laticiferous. berlamela. Daunnya biasanya dorsiventral atau lebih khususnya isoventral. formasi yang simple. letaknya tersendiri atau bergabung dengan tipe lain yang terkadang memberikan bentuk bulat atau berpola sudut. idioblas yang . . Sel gabusnya memiliki bentuk yang khusus. Sklerenkim berupa kelompok serabut yang panjang dan ramping. Stomatanya ranunculaceous. warna kuning muda. lebih kecil dari 1-2 sel. floem. bentuk bulat. Kelompok sel batu berdinding tebal dengan noktah bercabang. mengandung lignin. tunggal. Kulit tanpa serat terdiri 2-3 sel yang lebar. floem intraserkular. Floem terdiri dari sel parekim floem. lumen sempit memanjang dengan ujung tumpul. selnya berbentuk bulat seperti cincin. terdiri dari 7-10 lapis sel gabus berdinding tipis tidak berlignin. perisikelnya memiliki ciri-ciri seperti cincin yang saling menyambung atau untaian yang terpisah seperti serabut putih.. penampang melintang gabus berbentuk empat persegi panjang dan letaknya teratus. idioblas yang berisis hablur kalsium oksalat bentuk prisma. tidak berlignin. atau berkelompok . kecil. lubang intravaskularnya sangat kecil. Di dalam perenkim floem terdapat butir pati. jarang ada sel yang mengelilinginya. Karakter anatomi luarnya memiliki laticiferus canals dengan variasi warna dan floem intrasirkular. heterogen dengan 2-10 tingkat ketipisannya. pada penampang melintang tampak jaringan gabus. juga terdapat sel batu yang tunggal. Mesofilnya kebanyakan terdiri dari spicular sel yang mengandung atau terdapat bunga karang yang mengandung gelatin. lubang parenkimnya kecil. Pori-pori daun dikelilingi oleh rambut yang terdapat di dalam pori-pori tersebut. kadang kadang dikelilingi sklerenkim. berisi pati. pada sayatan paradermal berbentuk polygon. Sel parenkim korteks sangat tipis.. mesofil dan sel gabus. xylem. besar dengan lumen lebar dan noktah bercabang. Sel fiber biasanya lubangnya sederhana tapi terdapat perbatasan pada tiap tepinya. Sel parenkimnya apotracheal seperti sel yang menyebar atau mendekati seperti pita dengan sedikit paratracheal.

panjang dan ramping.490. warna kuning muda. Struktur anatomi akarnya mengikuti garis dan membentuk dengan floem intrasirkular. perisikel. Thevetia. 264. 904-907.R. www. Taxon. PT Pradnya Paramita. Anonim. Materia Medika Indonesia.com/plants/apocynaceae Djokomoeljanto. 2007. sel batu. Daftar pustaka : Anonim. Perisikel umumnya seperti papan. fragmen pengenal adalah kelompok serabut. Akar Anatomi akar tanaman ini terdiri atas sel gabus. C. Jakarta Metcalfe. Sel gabus diisi dengan kristal. 1986. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 33. Oxford Steenis. berwarna putih. Jakarta Anonim.ars-grin. Serbuk berwarna coklat. http://www. Sel gabusnya selalu tumbuh hanya sampai permukaan saja tidak mendalam tapi melebar dan diding selnya tipis. Flora untuk Sekolah Indonesia. Floemnya termasuk sel batu. 1989. Kortexnye sangat kuat atau masuk grup sel batu.desert-tropical. Jakarta Maria Fea Yessy 068114152 . sel inti. at the Clarendon Press. dengan lumen yang sempit dan ujung tumpul. Anatomy of the Dicotyledons. 1986. floem intraselular.. In Indonesia Medical Herb Index. 2007. tidak berlignin. dan kanal laticiferous. kortek. seperti getah dan tidak berserat. floem. tunggal atau berkelompok. Van.berisi hablut kalsium oksalat berbentuk prsma. PT Eisai Indonesia. volume II.gov/cgi-bin/npgs/html/taxon.

sedangkan contoh untuk tanaman katuk adalah Bastar. kidinina. sapi madura. yaitu keanekaragam di dalam jenis. Kebo dan Zanzibar. Pulai tersebut dijumpai di dalam hutan tropika Indonesia dan banyak digunakan sebagai bahan baku industri jamu. 14 spesies barasal dari Indonesia diantaranya obat anti kanker vinblastin dan vincristine yang berasal dari tapak dara (Catharanthus roseus) dan obat hipertensi reserpine yang berasal dari puleai pandak (Rauvolfia serpentina). itik mojokerto. jahe merah. sapi bali. dan sekitar 1 260 spesies di antaranya berkhasiat sebagai obat. Dari penelitian yang telah dilakukan Sirait (2001) menunjukan bahwa 80% tanaman-tanaman obat untuk jamu didominasi oleh famili Zingiberaceae menyusul Piperaceae dan Umbeliferae. Rugayah dan Widjaja. Sulawesi. 3. jamu dikenal dengan istilah Herbs yang berasal dari bahasa latin Herba yang berarti rumput. Sedangkan menurut Sumarno (2002) plasma nutfah termasuk di dalam pengertian yang paling sempit.) R. Di Amerika Serikat menurut Pramono (2001). Kalimantan. Plasma nutfah tanaman obat misalnya tanaman jahe adalah jahe gajah (Cimanggu 1. domba garut. Belum dilakukan karakterisasi pada jenis pulai yang berada di beberapa daerah penyebarannya. . Dalam UU No 12 tahun 1992. Itik alabio. 1992). tangkai hijau yang lunak dan kecil dan agak berdaun. Sedangkan contoh tanaman obat yang berkhasiat untuk pengobatan (kuratif) adalah: 1. warna bunga. Nusa Tenggara dan Jawa. Daun katuk (Sauropus androgynus) yang mengandung protein. ikan mas si Nyonya dan ikan mas Majalaya. 3. sinkonina dan lain-lain berguna untuk obat malaria. pengobatan serta untuk mempercantik diri yang selama ini dikenal sebagai jamu. umbi yang jelas dan mudah ditanam. sehingga tidak diketahui apakah dari beberapa daerah tersebut ada yang menunjukkan perbedaan dalam morfologi atau kandungan kimianya. dan mineral serta berguna untuk memperlancar ASI. 2001). pisang lampung. Daun beluntas (Pluceae indicae folium) yang mengandung minyak atsiri dan berguna untuk menghilangkan bau badan atau keringat tidak sedap. tetapi baru beberapa spesies saja yang telah di budidayakan secara intensif (Supriadi. yang dikenal dengan nama pulai. Daun Urang-aring (Ecliptae folium) yang mengandung alkaloid antara lain yang berguna untuk perawatan rambut.PENELAAHAN TERHADAP PLASMA NUTFAH KHUSUS: TANAMA OBAT Maharani Hasanah (Komisi Nasional Plasma Nutfah / Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat) Diperkirakan sekitar 30 000 tumbuhan ditemukan di dalam hutan hujan tropika. Irian jaya. Br. plasma nutfah diartikan sebagai substansi yang terdapat dalam kelompok mahluk hidup dan merupakan sumber sifat keturunan yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan atau dirakit untuk menciptakan jenis unggul atau kultivar baru. Contoh dari tanaman obat yang berkhasiat untuk perawatan (promotif) yang sejak dulu sudah dipergunakan adalah: 1. Baru sekitar 180 spesies yang telah digunakan untuk berbagai keperluan industri obat dan jamu. pasal 1 butir 2. Kulit batang kina (Cinchonae cortex) yang mengandung alkaloid kinina. dari 45 macam obat penting berasal dari tumbuhan obat tropika. Ketiga famili tersebut mempunyai aroma. Sebagai contoh plasma nutfah pisang adalah pisang tanduk. Keanekaragaman didalam jenis tanaman obat diketahui sangat sempit Sebagai contoh Alstonia scholaris (L. Penyebaran tanaman tersebut adalah Sumatera. variasinya di alam sangat kecil tetapi kerabat dekatnya banyak dan sering dikacaukan dan sengaja dijadikan surogat (pemalsu) (Rifai. jahe emprit/kapur. Maluku. 2. pisang ambon. domba ekor tipis. tangkai. Cimanggu 2) . 2. Akar pulai pandak (Rauvolfia radix) yang mengandung alkaloid reserpin dan berguna untuk penurun tekanan darah tinggi. Paris. Menurut Ong (2000) sudah sejak lama bangsa Indonesia mengenal khasiat berbagai ragam jenis tanaman sebagai sarana perawatan kesehatan. Dikalangan internasional. Umbi bawang putih (Allii sativi bulbus) yang mengandung minyak atsiri yang berguna untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan penurun tekanan darah tinggi.

2000): 1. jenis tanaman yang terdapat dalam jumlah sedikit dan eksploitasinya terus berjalan sehingga perlu dilindungi. Genting (endangered). Kegiatan eksploitasi tanaman liar secara berlebihan melebihi kemampuan regenerasi dari tanaman dan tanpa disertai usaha budidaya. kayu angin (Usnea misaminensis). Beberapa klon/nomor harapan serta varietas tanaman Obat yang telah dilepas KLASIFIKASI KONDISI TANAMAN OBAT Klasifikasi kondisi tanaman obat akibat pengambilan bahan baku tanpa dilakukan pelestarian plasma nutfahnya diklasifikasikan menjadi 5 kelompok (Muharso. Akibatnya banyak tanaman yang terancam punah atau paling tidak sudah sulit dijumpai di alam Indonesia. Jarang (rare) jenis tanaman yang populasinya besar tetapi tersebar secara lokal. 3. seperti purwoceng (Pimpinella pruacan). 4. jenis tanaman yang jelas mengalami proses kelangkaan tetapi informasi keadaan sebenarnya belum mencukupi untuk masuk dalam katagori tersebut diatas. akan mengganggu kelestarian tanaman tersebut (Muharso. Menurut Rifai et al. PERMASALAHAN Dalam pemanfaatannya bahan baku tumbuhan obat masih tergantung pada tumbuhan yang ada di hutan alam atau berasal dari pertanaman rakyat yang diusahakan secara tradisional. 2000). bidara laut (Strychnos ligustrina) . Punah (extinct). 5. (1992) yang termasuk katagori genting adalah purwoceng (Pimpinella pruatjan). Terkikis (indeterminate).Tabel 1. atau daerah penyebarannya luas tetapi tidak sering dijumpai serta mengalami erosi berat. 2. jenis tanaman yang dianggap telah musnah/hilang sama sekali dari permukaan bumi. katagori rawan diwakili oleh Ki koneng (Arcangelisia flava) dan pulai (Alstonia scholaris) termasuk katagori jarang. jenis tanaman yang terancam punah Rawan (vulnerable). pulasari (Alyxia reiwardii).

akibat eksploitasi kayu. joho lawe (Terminalia balerica) sebanyak 1930 kg/musim dan Pakem (Pangium edule) sebanyak 3021 kg/musim. sambiloto (dari Jawa Tengah). d) Ketidak seimbangan penawaran dan permintaan tumbuhan obat. 2000) di kabupaten Jember dan Banyuwangi Propinsi Jawa Timur dimana Taman Nasional Meru Betiri berada yang luasannya sekitar 58 000 ha ditemukan tidak kurang dari 350 jenis tumbuhan yang memiliki khasiat obat. 2000). kedawung (Parkia roxburghii) sebanyak 2074 kg/musim. b) Punahnya budaya dan pengetahuan tradisional penduduk asli/lokal di dalam atau sekitar hutan. Sebagian diantaranya telah dimanfaatkan oleh masyarakat setempat secara turun menurun. f) Rendahnya harga tumbuhan obat. konversi hutan. Tabel 2. Dari informasi langsung dari pemilik pabrik jamu cap bintang timbangan di Sukabumi diketahui bahwa tumbuhan obat yang berada di kaki Gunung Salak yang dipakai sebagai ramuan jamunya seperti pulasari. g) Kurangnya kebijakan dan peraturan perundangan pelestarian. Ancaman kelestarian plasma nutfah tumbuhan obat hutan tropika saat ini menurut Zuhud et al.dan lain-lain (Muharso. (2001) disebabkan karena a) Kerusakan habitat. h) Kelembagaan pelestarian tumbuhan obat. e) Lambatnya pengembangan budidaya tumbuhan obat Indonesia. krangean (Litsea cubeba). perladangan berpindah dan lain-lain. doro putih (Strychnos lingustriana). 1993 (dalam Nurhadi et al. kulit sintok. (2001) sangat serius karena formasi hutan tropika dataran rendah selama 2 dekade belakangan ini mengalami kerusakan yang sangat parah. tempuyung. 2002). c) Pemanenan tumbuhan obat yang berlebihan. ki urat. areal transmigrasi dan areal industri dll). kebakaran hutan. ki rame. Permasalahan pelestarian Tumbuhan Obat Indonesia menurut Zuhud et al. mengumpulkan dan meneliti jenis plasma nutfah tertentu dilakukan untuk mengamankan dari kepunahan ( Kusumo et al. kembang puspa sebagian kondisinya sudah sangat kritis terutama dari jenis yang merambat sehingga mulai tahun 2002 bahan baku kebutuhan pabrik jamu cap bintang timbangan diambil dari Lampung. 2000). Berdasarkan hasil penelitian Mujenah. Jenis-jenis lain seperti padmosari (Rafflesia zolligeriane). Kegiatan eksplorasi sudah banyak dilakukan oleh berbagai lembaga penelitian dan industri maupaun perorangan namun hasil-hasilnya tidak terdokumentasi dengan baik sehingga kita tidak pernah memiliki literatur yang utuh tentang tumbuhan obat dan ramuannya serta cara pengobatannya. kumis kucing. perambahan hutan. mencari. Ada 4 jenis tumbuhan obat yang dipungut masyarakat dalam jumlah besar yaitu kemukus (Piper cubeba) sebantak 556 kg/musim. Adanya eksploitasi terhadap kayu yang sekaligus pohon tersebut yang juga merupakan spesies tumbuhan obat juga merupakan ancaman terhadap kelestarian tumbuhan obatnya. Perusakan habitat di beberapa propinsi di Indonesia PENGELOLAAN PLASMA NUTFAH Eksplorasi Kegiatan eksplorasi yang merupakan pelacakan atau penjelajahan. ki rapet. ki sereh (diambil akarnya). Sebagian besar areal konsesi HPH (areal eksploitasi kayu) yang sudah diusahakan saat ini terdapat di tipe hutan hujan dataran rendah dimana 44% spesies tumbuhan obat penyebarannya terdapat di formasi hutan ini dan di areal hutan konversi (areal hutan yang bisa dirubah menjadi areal non-hutan seperti untuk perluasan lahan pertanian/ perkebunan. Pendekatan awal dalam kegiatan eksplorasi pada umumnya dimulai dengan penelitian etnobotani dan etnofarmakologi sebagai upaya untuk menginventarisasi jenis tumbuhan obat dan manfaat penggunaannya (Anggadiredja dan Rifai. keningar (Cinnamomum cassia) dipanen sesuai permintaan pasar. Terlebih lagi kegiatan penelitian ini sering tidak dilengkapi oleh pendukung herbarium .

KerinciSeblat in Jambi. IP Manoko : 395 (varietas dan jenis) 2. Prioritas pelestarian ex situ diberikan untuk spesies yang habitatnya telah rusak atau tidak dapat diamankan lagi. IP Cikampek : 60 (varietas dan jenis) 2. bukan sebagi peluang. pulai pandak. agaknya kecenderungan ini perlu dikaji manfaatnya.. Gn. Konservasi Kegiatan penelitian konservasi tumbuhan obat adalah kegiatan penelitian di hulu yang amat sangat terbatas dan kurang mendapat perhatian. Ceremai dan G. (2002) tanaman obat dengan status langka seperti kedawung (Parkia roxburghii G. lidah buaya. Gn. (2001) tujuan pelestarian ex situ adalah a) untuk diintroduksi kembali ke habitat aslinya. 6 jenis asal Sagedepaha Konservasi in vitro tanaman obat telah dilakukan pada tanaman pegagan. pelestarian ex situ juga harus digunakan untuk meningkatkan spesies lokal yang hampir punah menjadi tersedia kembali di alam. Gn Palung (Kalimantan). Gn. Rinjani (Nusa Tenggara). Menurut Rahardjo et al.sama dengan masyarakat. kencur. meniran. Tiga lembaga yaitu Hostus Medicus Tawangmangu. kumis kucing. b) untuk kegiatan pemuliaan dan c) untuk tujuan penelitian dan pendidikan. Idealnya semua tumbuhan obat harus dilestarikan. Halimun dan Gn. Kayu angin (Usnea barbata Fries) dan Pulai pandak (Raufolvia serpentina) dikonservasi di kawasan penyangga Taman Nasional Meru Betiri. Leuser di Aceh. pemerintah akan menganggap usaha pelestarian itu sebagai beban. daerah yang dilindungi telah dilakukan seperti di Meru Betiri (Jawa Timur). Gede Pangrango di Jawa Barat. inggu. Penyimpanan pule pandak secara in vitro telah dilakukan oleh Gati dan Mariska (2001) dengan pertumbuhan minimal. PEMANFAATAN TANAMAN OBAT . bangle.untuk setiap jenis tumbuhan. Tanpa mengkaitkannya dengan pembangunan nasional secara menyeluruh. dalam arti kegiatan budidaya tumbuhan obat yang berasal dari dalam hutan tersebut dilakukan oleh masyarakat yang selama ini memanfaatkannya. Balai apenelitian Tanaman Rempah dan Obat serta Kebun Raya dapat menjadi garda terdepan dalam kegiatan penyediaan plasma nutfah secara ex-situ untuk menunjang pelestarian secara in-situ yang dilakukan oleh Departemen Kehutanan. enkapsulasi atau dengan cara pembekuan dengan nitrogen cair. canola dan murbei. Menurut Sastrapradja (2000) yang sebenarnya harus kita kembangkan segera adalah teknologi – teknologi yang dapat meningkatkan nilai tambah sumber bahan baku obat tersebut. G. usaha ini di negara – negara yang sedang berkembang seperti Indonesia memang menjumpai banyak tantangan. Namun menurut Nurhadi et al. Cakrabuana Jawa Barat dan hasil eksplorasi ditanam di kebun koleksi sebagai konservasi ex situ (Hasnam et al.). Dari pengalaman negara – negara lain kita belajar bahwa untuk menemukan sebuah senyawa kimia yang nantinya dapat dikembangkan menjadi obat. Menurut Zuhud et al. jahe. Di beberapa negara hal ini menjadi perhatian untuk melestarikan semua spesies tumbuhan obat secara ex situ. Padmosari (Raffesia zollingeriana Kds). IP Gunung Putri : 136 (varietas dan jenis) 2 jenis tanaman introduksi Di dataran rendah : 1. (2000) konservasi tumbuhan obat harus dilakukan bersama. Kayu garu (Aquillari malaccanensis Lamk.). Konservasi in situ pada sejumlah Taman Nasional. meliputi semua populasi di alam (in situ) dan dilakukan penangkaran diluar habitatnya (ex situ). Rawa Aopa. Manusela (Maluku) dan Gn. echinaceae. tapak dara. Koleksi tanaman obat secara ex situ menurut Sudiarto et al. 1999). Berbicara mengenai pelestarian keanekaragaman hayati. daun encok. 2000). IP Cimanggu : 291 (varietas dan jenis). Dumoga Bone (Sulawesi). kunyit. purwoceng. temu kunci. Lorentz di Irian Jaya (Bermawie dan Sutisna. memerlukan waktu yang lama dan dana yang tidak sedikit jumlahnya. temu giring. Eksplorasi plasma nutfah tanaman obat telah dilakukan Balittro di Taman Nasional Meru Betiri. Untuk pelestarian tumbuhan obat. IP Sukamulya : 226 (varietas dan jenis) 3. (2001) yang dimiliki oleh Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat adalah: Di dataran tinggi : 1. temu putih. Donn. Menurut Sastrapradja (2000) bahwa kecenderungan baru untuk melestarikan keanekaragaman hayati pertanian secara lekat lahan memang belum dimulai di Indonesia. temu lawak.

Eksploitasi tumbuhan liar di hutan alam untuk bahan baku OT/OAI dibatasi sebelum budidaya jenis tumbuhan tersebut terlaksana dengan baik . Morinda citrifolia L. 6. pasak bumi. 2000). negara-negara berkembang perlu untuk mempelajarinya (Yunus. menstimulasi dan mengganti sel kulit mati dengan sel baru). penyedap. 4. Obat Tradisional untuk pengobatan hiperurisemia dan artritis Gout.Segera dilakukan langkah budidaya terhadap jenis tumbuhan yang banyak diperlukan . larangan pemungutan spesies tumbuhan obat yang terancam punah perlu dilakukan. 2002).. botani dan ekonomi. Curcuma longa L. Di Taman Nasional Gunung Halimun terdapat sekitar 48 jenis tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat. pegagan. Upaya peningkatan budidaya selain melestarikan sumber bahan OT/OAI diharapkan dapat mengembangkan produksi tumbuhan obat dalam negeri. tempuyung. jati belanda. Allium sativum L. obat penyakit sipilis. Obat bahan alam untuk pengobatan hemoroid Menurut Sinambela (2002) keanekaragaman plasma nutfah tumbuhan obat Indonesia sebagai sumber bahan obat selayaknya diteliti secara lebih komprehensif dengan pemilihan strategi pendekatan bioprospecting yang tepat. Bioprospecting mencakup aktivitas berbagai disiplin ilmu terutama kimia bahan alam. Eksploitasi dan pelestarian Sumber Daya Alam Kebijakan operasional: . cabe jawa.. 2002). jamu sehabis melahirkan. Obat alami sebagai terapi imun dan terapi adjuvan pada infeksi HIV/AIDS. Andrographis paniculata Ness. Pengaturan pemanenan tumbuhan obat dari alam. demikian juga perlu dilakukan pengontrolan terhadap perdagangan tumbuhan obat dan produk-produknya (Zuhud et al. aprodisiak. Penelitian bioprospecting laboratoris bertitik tolak dari etnofarmakologi dan etnobotani.. 2000). ada yang berkhasiat sebagai obat tonik. agrokimia. batuk. tanaman obat dipakai sebagai pengobatan alternatif/pilihan bagi ekonomi lemah. ramuan jamu godok. ketumbar. Diantara jenis tiumbuhan obat tersebut.. 2001). 2000). temulawak. apalagi setelah terjadi krisis ekonomi yang melanda Indonesia. Komoditas Tanaman Obat unggulan versi Badan POM (2001) telah ditetapkan seperti sambilito. Catharanthus roseus/Vinca rosea. PERLINDUNGAN TERHADAP TANAMAN OBAT Sudah sejak lama kurang lebih 50 tahun yang lalu Indonesia menggunakan tanaman obat sebagai obat. dan selanjutnya dapat diekspor sehingga memberikan nilai tambah dalam pertumbuhan ekonomi (Muharso. Tanaman obat ini sedang menjadi isu di negara -negara berkembang dan bagaimana memberikan perlindungan hukum terhadap tanaman obat. Obat Tradisional sebagai imunomodulator: Phyllanthus niruri L. 2000): 1... daun jinten.. Namun penelitian untuk mendukung kebenaran ilmiahnya belum secara mendasar dilakukan (Anggadiredja dan Rifai. 2000). Obat Tradisional untuk pengobatan kanker: Fam cruciferae. KEBIJAKAN OPERASIONAL Untuk pemanfaatan tumbuhan obat Indonesia perlu ditempuh kebijakan operasional dan langkah-langkah sebagai berikut (Muharso. Dalam usaha pemanfaatan tumbuhan obat perlu diperhatikan kelestarian dari jenis tumbuhan tersebut agar tidak punah. sanrego. belum dikomersiilkan (Sukarman et al. Beberapa contoh obat tradisional dikemukakan oleh Ma’at (2001) yang berasal dari tanaman obat asli Indonesia yang dikemukakan dengan menggunakan bahasa ilmu kedokteran moderen agar dapat dipahami oleh kalangan dokter yang nantinya diharapkan menjadikan cikal bakal suatu Obat tradisional – Untuk Pelayanan Kesehatan Formal: 1. masuk angin. 5. Disamping pemanfaatan plasma nutfah tanaman obat untuk industri jamu juga dapat dimanfaatkan untuk kosmetika seperti lidah buaya (menghilangkan noda hitam. Gynura procumbens Merr. Solanum nigrum. daun ungu. Nigella sativa L. kencur. Kita harus berupaya agar paten handeuleum misalnya tidak dilakukan di USA atau Jepang seperti yang dialami tanaman mimba/neem (Azadirachta indica) yang sebenarnya sudah digunakan lebih dari 400 tahun oleh orang India (Anggadiredja dan Rifai. 2. dan teknologi budidayanya untuk sebagian komoditas sudah tersedia. farmakognosi. lavender dan lain-lain (Wardana. Obat Tradisional untuk pengobatan Hiperkolesterolemia dan hipertrigli seridemia : Sechium edule 3. Pemanfaatan tumbuhan obat tersebut masih terbatas untuk keperluan keluarga.Potensi sumbangan plasma nutfah untuk dunia pengobatan mungkin seperti handeuleum atau daun ungu (Graptophyllum pictum) yang digunakan untuk mengatasi masalah ambeien. Aloe vera L. menanggulangi kerut. asma. pace.

. Sumarno. 26-27 April 2000. Perbanyakan dan Penyimpanan Tanaman Rauvolfia serpentina secara in vitro. Seminar sehari synchronisasi pengadaan benih sumber Tanaman hias dan Aneka tanaman. Hasanah. The second Meeting of The Asean Experts Group on Herbal and Medicinal Plants. penanganan pasca panen. 26-27 April 2000.Melakukan penanaman kembali jenis tumbuhan obat dalam kondisi genting atau terancam punah. Deptan. Ghulamahdi dan L. Dept. 26 Juli 2001. Hadad. 2001. Lestari. S. 26-27 April 2000. S. E. Kerjasama Pusat Penelitian Bioteknologi IPB dan KNPN. Universitas Pajajaran dan yayasan Ciungwanara dengan Yayasan KEHATI. S. Pedoman Pembentukan Komisi Daerah dan Pengelolaan Plasma Nutfah. Jakarta . HaKI dalam Tanaman Obat. Sukarman dan O. 20 hal. 2001. Universitas Pajajaran dan yayasan Ciungwanara dengan Yayasan KEHATI. Kasim. Universitas Pajajaran dan yayasan Ciungwanara dengan Yayasan KEHATI. 2002. Makalah seminar “Tumbuhan Obat di Indonesia”. Muharso. Sutisna. Sudjindro. Bogor. M. Conservation and Productivity Improvement of Medicinal Plants in Indonesia. Puslitbangtri. 2000. Badan Litbang Pert. Pemanfaatan dan Pengembangan Tumbuhan Obat Hutan. 2002. 2000. 2001. Manfaat Tanaman Obat Asli Indonesia Bagi Kesehatan. Junus. Ditjen POM. N. Pengembangan Agromedisin Indonesia: Pemanfaatan Sumberdaya Alam Indonesia menjadi Komoditas Farmasi Unggulan.. Standardisasi teknologi penyediaan bahan aneka tanaman/tanaman obat. 8(1): 22. Komisi Nasional Plasma Nutfah. M.. 2000. Universitas Pajajaran dan yayasan Ciungwanara dengan Yayasan KEHATI. Bermawie. Konservasi Plasma Nutfah Tanaman Industri. 2002. Buletin Plasma Nutfah 8(2): 78-83. 2002. Bull. dan N. Rifai. 1999.. Departemen Pertanian. Jakarta . dan M. Kebijakan nasional pengembangan obat tradisional. Kusumo. Thohari. 2. Sudiarto. A.. Pemanfaatan Plasma Nutfah dalam Industri Obat-obatan. E. 13-15 July 1999.untuk bahan baku OT/OAI. Cisarua.. E. Penggunaan bioteknologi dalam pemanfaatan dan pelestarian plasma nutfah tumbuhan untuk perakitan varietas unggul. Subandriyo.. Hasnam. Langkah –langkah: . 2001. Prospek Industri Obat Asli Indonesia. Kerjasama Indonesian Resource Centre for Indigenous Knowledge (INRIK). Pramono. Pertanian dan IPB Sinambela. Darusman. Kerjasama Indonesian Resource Centre for Indigenous Knwledge (INRIK). Kerjasama Indonesian Resource Centre for Indigenous Knowledge (INRIK). Bermawi. Kerjasama Dept. Research on Medicinal Plant (An overview).. M. Nurhadi. Buletin Plasma Nutfah 7(1): 40 – 45.K. M. 13 hal. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Kesehatan RI. S. 13 hal. H. N and U. Kerjasama Indonesian Resource Centre for Indigenous Knowledge (INRIK). Warno. Pertanian. Lokakarya Pengembangan Agribisnis berbasis Biofarmaka. 2001. Kerjasama Indonesian Resource Centre for Indigenous Knowledge (INRIK).A. 2000. G. Hasanah. Seminar Nasional Pemanfaatan dan Pelestarian Plasma Nutfah.... 26-27 April 2000. Badan Litbang Pertanian. Mariska. standarisasi serta pengembangan pasar. M. Dept. Sunarlim. Makalah seminar “Tumbuhan Obat di Indonesia”. Jakarta . Konservasi dan Pemanfaatan Tanaman Obat Langka dan Potensial di Kawasan Penyangga Taman Nasional Meru Betiri. 26 Juli 2001. Makalah seminar “Tumbuhan Obat di Indonesia”. Kasus Masyarakat Meru Betiri. Moeljopawiro. dan I. Makalah seminar “Tumbuhan Obat di Indonesia”. Pert. Plasma Nutfah. A.A. 2002. Novarianto (2000).M. Rahayu. Ma’at S. Universitas Pajajaran dan yayasan Ciungwanara dengan Yayasan KEHATI. Makalah seminar Penelitian. Ong. E. Seminar sehari synchronisasi pengadaan benih sumber Tanaman hias dan Aneka tanaman. “Tumbuhan Obat di Indonesia”. Nurhadi dan H.28. Makalah disampaikan pada pertemuan Komisi Nasional Plasma Nutfah di Bogor tanggal 22-23 Nopember 2000. S. D.Melaksanakan inventarisasi jenis tumbuhan obat yang terdapat di hutan atau tumbuhan liar. PUSTAKA Anggadiredja. Rusdi. Rostiana. J. J. 26-27 April 2000. budidaya tumbuhan obat. . C.. 2000. Rahardjo. M. Konservasi Tumbuhan Obat Langka Purwoceng melalui Pertumbuhan .. Perbanyakan benih sumber tanaman obat. Kebijakan Pemanfaatan Tumbuhan Obat Indonesia. 2001. Arifin. Hardjamulia.

Plasama Nutfah. Pustaka Populer Obor. E.2. Pemanfaatan dan Pelestarian Sumber Hayati mendukung Agribisnis Tanaman Obat. M. M. M. Rosita dan Sudiarto. Makalah seminar “Tumbuhan Obat di Indonesia”.. Universitas Pajajaran dan yayasan Ciungwanara dengan Yayasan KEHATI. Plasma Nutfah. Badan Litbang Pertanian. Zuhud. Makalah disampaikan pada Lokakarya Pengembangan Agribisnis Berbasis Biofarmaka tanggal 13 –15 November 2001 di Jakarta. Dept. PPO: 10. Supriadi dkk. Rahardjo. 2000. Wardana.K. M. L. 2001.. Floribunda. Tumbuhan obat Indonesia. Sirait. .2002. Bull. Rosita SMD dan H. 21 hal. Dukungan Teknologi Budidaya untuk Pengembangan Industri Obat Tradisional. S. 8(1): 16-21. Badan Litbang Pert. Rahardjo. Dept Pert. 2002. E. Badan Litbang Pert. Sastrapradja. Tiga Puluh Tumbuhan Obat Langka Indonesia. H. Azis. Rugayah.A. Andarwulan. Sisipan Floribunda 2: 1-28. Penggalang Taksonomi Tumbuhan Indonesia. Rostiana. D. Rifai. Lokakarya Pengembangan Agribisnis berbasis Biofarmaka. Darusman. Seminar Perhimpunan Peneliti Obat Bahan Alam bekerja sama dengan Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) Sudiarto. 2001.4. 8(1): 29 – 33. Edisi pertama Agustus 2001. Widjaja. A. Inventarisasi Tumbuhan Obat di Taman Nasional Gunung Halimun.D.. 8(2): 84-89. Dukungan teknologi pengembangan obat asli Indonesia dari segi budidaya. M. Dept Pert. S. Hobir..Minimal. Bull. S. Pengelolaan Sumber Hayati Indonesia. N. Pengembangan Obat Bahan Alam. 2001. Ghulamahdi. Sukarman. 2001.M. O. Buletin Plasma Nutfah. Pemanfaatan Plasma Nutfah dalam Industri Jamu dan Kosmetika Alami. 145 hal. Nurhayati. Penggunaan dan Khasiatnya. Kasus Khusus Tumbuhan Obat. pelestarian dan pasca panen. 26-27 April 2000.M. 1992. . Kerjasama Indonesian Resource Centre for Indigenous Knowledge (INRIK). A. D. Pert.

the Philippines. Areuy ki koneng (Sundanese).Arcangelisia flava Family Menispermaceae Synonyms Arcangelisia lemniscata (Miers) Becc. The flowers are unisexual with 3-4 minute . suma (Tagalog. The lateral branches are spike-like. resembling an indeterminate branched. flava is widely distributed from Hainan (China). Java. Its inflorescence arises from the axils or borne on the trunk. woody. Borneo. Geographical Distributions A. swollen at both ends but no stipules. Sumatra. up to 20 m long. The stalk of its leaf is (4-)7-15(-20) cm long. southern peninsular Thailand. Peninsular Malaysia. Description This is a large. Sulawesi. sirawan (Javanese). Indo-China. raceme-like and slender with size of 10-50 cm long.. leathery texture and 5-veined arising from the same base. Mengkunyit. Pampango). the northern Moluccas to New Guinea. Bisaya). (10-)12-25 cm x (5. kamphaeng jedchunum. This plant bears unisexual flowers. Vernacular Names English: Malaysia: Indonesia: Philippines: Thailand: Vietnam: Yellow-fruited moonseed. The leaves are usually egg-shaped.5-) 8-19 cm. V[ar]y d[aws]ng. The stem is up to 5 cm in diametre. Arcangelisia loureiri (Pierre) Diels. The yellow wood secretes yellow sap when cut. smooth liana. Khamin khruea (Chanthaburl). daun bulan (Moluccas). Abutra (Ilokano.

thread-like structure. with ruminate endosperm and much folded cotyledons. Line Drawing / Photograph . covered with a dense mat of radial. The female flower bears 3 fruits and has a number of abortive stamens but without an imperfect anther. yellow. it is reported to grow on limestone. 2-3 cm in diametre.(1) Ecology / Cultivation A. In Sulawesi. The petals are absent.outer sepals and 6 larger inner sepals. slightly without stalk. transversely slightly ovoid.. with a club-shaped stalk. The seed is broadly ellipsoidal. The male flower is in spherical cluster of 9-12 anthers. The endocarp is woody. sometimes near river banks. Its fruit is a slightly laterally compressed drupe. elongated. flava occurs in forests at altitudes up to 1000 m.

hfC% . Sl. 1998. No. Plant Resources of South-East Asia No 12(2).References 1. Botanical Name 1 Family Garcinia gummigutta Clusiaceae Local Name zkeaágNf. Unesco.

ke¥gzvìf bÏjNf. Úfkfjf c*veÓd cnzÔe=@ hgNfcjx. zke¥lCgÖd }ez}¥f zÚJgzvìf zvìfÖehgNf ÚlÖaÔd vr%zb¥f. ke¥Ôf hçfncjx. hfC% kÔfcjx kÔfcjx DÛkej. E©ghgN EvbeR. vßfve% . kgcfBd cg#ÖgcfBd kJgÊ Qea$ vßd.2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Garcinia imberti Garcinia indica Garcinia morella Garcinia spicata Garcinia travancorica Garcinia wightii Garcinia xanthochymus Gardenia gummifera Gardenia resinifera Garuga pinnata Givotia rottleriformis Glochidion ellipticum Glochidion malabaricum Glochidion tomentosum Glochidion velutinum Glochidion zeylanicum Gloriosa superba Gluta travancorica Gmelina arborea Gmelina asiatica Gnetum scandens Gnidia glauca Clusiaceae Clusiaceae Clusiaceae Clusiaceae Clusiaceae Clusiaceae Clusiaceae Rubiaceae Rubiaceae Burseraceae Euphorbiaceae Euphorbiaceae Euphorbiaceae Euphorbiaceae Euphorbiaceae Euphorbiaceae Liliaceae Anacardiaceae Verbenaceae Verbenaceae Gnetaceae Thymeleaceae c*Öeßf zkeÖx. hÜfcg¥f scs»eÜf zÚÓgJg*f kgÔf#.

kjfsÖeb mf$b% QeÖd hjgXkcjx kìeRf zMÓaMf zke¥Ö vJgÊ Úaçf. GÜx GÏáRf\ ÚÖjzÖeìf lCgÖd . zÚe¥c bN%cCf vr%zʪf cnz»ªf ke¥gkjC.24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Gomphandra coriacea Gomphia serrata Goniothalamus thwaitesii Goniothalamus wightii Gordonia obtusa Grevillea robusta Grewia asiatica Grewia bracteata Grewia flavescens Grewia nervosa Grewia serrulata Grewia tiliifolia Gymnacranthera canarica Gymnema sylvestre Gyrocarpus asiaticus Icacinaceae Ochnaceae Annonaceae Annonaceae Theaceae Proteaceae Tiliaceae Tiliaceae Tiliaceae Tiliaceae Tiliaceae Tiliaceae Myristicaceae Asclepiadaceae Hernandiaceae kÔfNfzçaf.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful