P. 1
tumbuhan

tumbuhan

|Views: 1,053|Likes:
Dipublikasikan oleh Ichwana Ramli

More info:

Published by: Ichwana Ramli on Apr 13, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/06/2013

pdf

text

original

PEMANFAATAN KOMPONEN HUTAN LINDUNG SEBAGAI BIO-INDIKATOR PERUBAHAN LINGKUNGAN DI SEKITARNYA

Oleh

Sudrajat

Kawasan Lindung ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumberdaya alam, sumberdaya buatan dan nilai sejarah serta budaya bangsa guna kepentingan pembangunan berkelanjutan. Salah satu bagian dari kawasan lindung adalah kawasan yang memberikan perlindungan kawasan di bawahnya, seperti Hutan Lindung; Kawasan Bergambut; dan Kawasan Resapan Air. Tingginya kegiatan pembangunan yang sejalan dengan meningkatnya kecepatan eksploitasi sumberdaya alam, telah menyebabkan tekanan yang besar terhadap kawasan lindung. Sebagian besar masyarakat yang bermukim di daerah penyangga atau kawasan lindung, sangat bergantung pada sumberdaya alam khususnya hutan dengan berbagai keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya.. Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang mempunyai “mega diversity” jenis hayati dan merupakan “mega center” keanekaragaman hayati dunia. Kalimantan Timur memiliki variasi kondisi fisiografi mulai dari datar sampai berbukit serta bergunung tinggi, mampu menunjang kehidupan flora, fauna dan mikro organisme yang beranekaragam. Keanekaragaman hayati Indonesia cenderung menyusut, akibat perubahan penggunaan lahan dari hutan ke penggunaan lain, seperti pertanian, perindustrian, permukiman, fasilitas perkotaan dan sebagainya. Menyadari begitu pentingnya fungsi kawasan lindung dan daerah penyangga, maka upaya penetapan kawasan lindung dan pengelolaannya secara terpadu yang

meliputi sumberdaya alam termasuk potensi keanekaragaman hayati dan potensi geofisik, sumberdaya buatan dan sosial, ekonomi, budaya budaya guna mendukung kepentingan pembangunan yang berkelanjutan merupakan kebutuhan yang mendesak bagi pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

II. HUTAN SEBAGAI SUATU SISTEM EKOLOGI

2.1. Konsep Ekosistem Suatu ekosistem (sistem ekologis) adalah keseluruhan komunitas hayati dan nir-hayati di daerah tertentu dan di antara unsur-unsur tersebut terjadi hubungan timbal balik. Dengan perkataan lain, ekosistem merupakan suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap lingkungan hidup yang saling mempengaruhi. Salah satu ciri utama dari suatu ekosistem adalah adanya saling ketergantungan timbal balik antara komponen-komponen lingkungannya. Komponen lingkungan penyusun ekosistem dapat dibedakan atas : a. Komponen lingkungan biotik ; b. Komponen lingkungan abiotik (fisik)/nir-hayati ( Lihat gambar 2.1.)

Berdasarkan atas fungsinya, suatu ekosistem dibedakan atas 2 komponen yaitu : a. Komponen autotrofik (autos; sendiri; trophikus ; menyediakan makanan). Yaitu organisme yang mampu menyediakan/mensintesis makanannya sendiri yang berupa bahan-bahan organik dari bahan-bahan anorganik dengan bantuan energi matahari dan klorofil. b. Komponen heterotrofik (hetero ; berbeda ; trophikus; menyediakan makanan).

Yaitu organisme yang mampu memanfaatkan bahan-bahan organik sebagai bahan makanannya dan bahan tersebut disediakan oleh jasad lain. Kelompok ini terdiri atas hewan, jamur dan mikro-organisme. Berdasarkan sifat strukturnya, ekosistem dapat dibedakan atas komponenkomponen : a. Substansi anorganik, terdiri atas zat anorganik seperti C, N,C02,H20,dll; b. Substansi organik, terdiri dari protein, KH, lemak, dan sebagainya; c. Iklim, terdiri atas suhu, kelembaban, angin, curah hujan, dsbnya; d. Produsen, terdiri atas tumbuhan ototrof; e. Konsumer, terdiri dari hewan herbivora, carnivore (golongan heterotroph); f. Pengurai/Dekomposer, sering disebut juga mikrokonsumer.Terdiri dari jamur dan bakteri yang mampu mengurai bahan organik menjadi anorganik, dan selanjutnya dilepas ke ekosistem dan dipakai lagi oleh produsen. Dengan demikian terjadilah suatu peredaran hara dalam ekosistem tersebut.

Antara komponen biotik dan abiotik di dalam suatu ekosistem saling melakukan interaksi membentuk suatu peranan sehingga terdapat suatu arus energi dari struktur biotik ke struktur biotik lain lewat proses transfer energi dan dari struktur biotik ke komponen anorganik lewat proses daur biogekimia. Komponen dan proses yang membuat suatu ekosistem berfungsi adalah KOMUNITAS, ALIRAN ENERGI DAN SIKLUS MATERI. Atas dasar ini ekologi menekankan kajiannya terhadap adanya gerakan energi dan unsur hara (kimia) di antara komponenkomponen biotik (hayati) dan abiotik (nir-hayati) dari ekosistem itu. Perlu diperhatikan di sini, arus energi tersebut bersifat searah; sebagian energi sinar Matahari yang datang ke dalam ekosistem diubah dan dijadikan menjadi energi kimia lewat proses fotosintesis. Sebagian energi dikeluarkan lagi dari ekosistem tersebut, dan sebagian disimpan di dalam ekosistem tersebut, lalu diumpan balik atau diekspor, tetapi tidak dapat dipergunakan kembali (Lihat Gambar 1.).

Hewan-hewan dan tumbuhan yang menghuni daerah-daerah tersebut akan beradaptasi agar mampu bertahan hidup di dalam kondisi lingkungan demikian.Masukan dan luaran tersebut dapat berupa ENERGI. yaitu suatu sistem yang menerima masukan/input dan menghasilkan luaran/output sehingga ekosistem tersebut dapat berfungsi dan memelihara ekosistem tersebut. Ekosistem di alam mendapatkan energi dari dua sumber yakni Matahari dan Bahan bakar Kimiawi. Padang Rumput Savana yang luas. Misalnya Samudera. Ekosistem adalah suatu sistem yang terbuka. Ekosistem ini dibedakan atas Ekosistem yang energinya disubsidi oleh alam dan ekosistem yang energinya YANG .Ekosistem ini berdaya rendah dan produktivitasnya rendah.Gambar 1. MATERI. Hutan Primer. Ekosistem yang sebagian besar energinya tergantung kepada enegi matahari disebut ekosistem tanpa subsidi energi. 1992). Diagram Pola Dasar Alih Energi dan Alih Hara di dalam Suatu Ekosistem Keterangan : _______________ : Energi ----------------------. Sedangkan ekosistem bersubsidi energi adalah ekosistem yang sebagian besar energinya tidak tergantung kepada sinar Matahari. ATAU MAKHLUK HIDUP MELAKUKAN IMIGRASI ATAU EMIGRASI.: Hara ( Sumber : Deshmukh.

tambak. yakni kemampuan suatu ekosistem untuk bertahan menghadapi tekanan lingkungan. ombak dan arus air aut. .1. pertumbuhan organisme dan produksi.disubsidi oleh Manusia. Ekosistem yang disubsidi oleh alam misalnya adalah ekosistem estuaria di pantai yang mendapat energi dari pasang surut. yakni : a. penyimpanan bahan-bahan b. dengan subsidi benih. mekanisasi pertanian. Ekosistem yang disubsidi energinya oleh manusia antara lain lahan pertanian. pelepasan hara makanan. Mekanisme ini terdiri atas : a.dan lainnya. Homeostasis Ekosistem Dalam suatu ekosistem terdapat suatu keseimbangan yang bersifat dinamis (homeostasis). maka ekosistem memiliki sifat sibernetiks (kybernetes : pandu/mengatur. Artinya ekosistem tersebut memiliki kemampuan untuk menahan berbagai perubahan yang mengenai lingkungan tersebut. Oleh karena ekosistem memiliki kemampuan untuk mengatur keseimbangannya. c. tergantung pada hambatanhambatan lingkungan dan efisiensi dari pengendalian di alam. Stabilitas resiliensi. Derajat stabilitas suatu ekosistem akan bervariasi. irigasi. b. Fungsi sibernetika adalah untuk mengendalikan faktor-faktor ekosistem agar berada dalam keadaan seimbang yang dinamis. Stabilitas resistensi. pemupukan. Hal ini memungkinkan adanya sifat stabilitasi suatu ekosistem. Fungsi ini dapat dikerjakan oleh beberapa jenis komponen lingkungan. 2. dekomposisi bahan-bahan organik. Mekanisme keseimbangan tersebut diatur oleh berbagai faktor yang rumit. yakni kemampuan untuk cepat pulih. d. Ada 2 jenis stabilitas.

padang ilalang memiliki stabilitas resistensi yang rendah terhadap api. maka hal ini akan menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. Karakteristik Hutan Lindung di Kalimantan Timur Hutan Lindung di kawasan tropis di Kalimantan Timur adalah suatu tipe hutan yang memiliki sifat khas yang mampu memberikan perlindunan kepada . di hutan yang memiliki kulit tebal biasanya tahan akan api. ANALISIS KOMPONEN EKOSISTEM HUTAN LINDUNG SEBAGAI ALAT BIOMONITORING LINGKUNGAN 3. tetapi bisanya batas mekanisme homeostasis dengan mudah dapat diterobos oleh kegiatan manusia. namun bersifat stabilitas resiliensi yang tinggi. Artinya. III.Meskipun suatu ekosistem mempunyai daya tahan yang besar sekali terhadaap perubahan. Misalnya. hutan tersebut memiliki stabilitas resistensi yang tinggi.1. Kedua kemampuan ekosistem yakni Stabilitas resistensi dan stabilitas resiliensi adalah dua kemampuan yang tidak dapat ditemukan dalam waktu yang sama. Pada umumnya. Jika masalah ini berlangsung. namun bila hutan tersebut terbakar maka hal ini akan menyebabkan sulit untuk pulih kembali. ekosistem yang kompleks memiliki resistensi yang tinggi tetapi memiliki resiliensi yang rendah. Sebaliknya. namun berdaya resiliensi yang rendah.

Kalimantan.Kawasan hutan Malayasia ini umumnya didominir oleh jenis-jenis dari suku Dipterocarpaceae.Dari 20. Kondisi pohon di hutan tropis tersebut memberi kesan seolah-olah tingkat kesuburan tanah yang mendukung hutan ini sangat tinggi (Brotokusumo. degradasi tanah di Bumi diperkirakan telah mencapai 1.55 m. Hutan hujan tropis dataran rendah sangat kaya akan jenis tumbuhan. penebangan hutan (deforestasi) dan pengumpulan kayu bakar. pencegah banjir dan erosi serta memelihara kesuburan tanah.2. Karena iklim yang mantap. putaran hara yang tertutup disertai waktu yang cukup lama. Produksi serasah sangat tinggi disertai proses dekomposisi dan penyerapan hara kembali oleh tumbuhan yang cepat. maka dimensi pohon di hutan hujan tropis biasanya tinggi dan besar. 3.Pohon-pohon besar mempunyai tinggi antara 46 . tumbuhan pemanjat dan epifit.2 milyar ha. Tekanan Terhadap Ekosistem Hutan Tropis World Resources 1992-1993 menyebutkan. Pohon-pohon dalam masyarakat hutan tropis basah banyak sekali jenisnya dan bervariasi ukurannya . merupakan komunitas kompleks yang umumnya terdiri dari tumbuhan berkayu dengan berbagai ukuran. Sebagian besar disebabkan erosi akibat air dan angin yang dihasilkan aktivitas pertanian.1985). Hujan yang terjadi terus menerus di sepanjang tahun dan suhu tinggi di lantai hutan.000 jenis terdapat di Pulau Kalimantan. walapun ada diantaranya yang melebihi 60 m .000 jenis pohon yang ada di kawasan hutan Malayasia yang meliputi kawasan semenanjung Malaya.Proses kehancuran hutan masih terus berjalan seirama dengan perkembangan .kawasan sekitar maupun di bawahnya sebagai pengatur tata air. terbesar di Asia ( 435 juta ha) dan Afrika (321 juta ha). yang menurut Ashton (1982) terdapat sekitar 380 spesies tersebar di seluruh kawasan dan diantaranya 300 spesies terdapat dalam hutan primer di Kalimantan. Kondisi ini menyebabkan pelapukan bahan organik terjadi dengan cepat yang kemudian diikuti oleh pencucian hara. Philipina sampai Papua Nugini diantaranya 4. Kawasan ini umumnya berada pada daerah yang beriklim selalu basah dengan curah hujan rata-rata bulanan tidak kurang dari 100 mm. Sumatera.

telah pula meluas hampir kesemua jenis yang berdiameter 50 Cm. Di Indonesia.Tidak diingkari eksploitasi terhadap SDA nir-hayati tersebut akan meningkatkan devisa negara.IPTEK dan waktu.Penebangan terhadap jenis-jenis dari suku Dipterocarpacea seperti meranti (Shorea sp) dan kapur ( Dryobalanops) yang saat ini telah sangat menipis potensinya. Pertambangan terhadap sumber daya alam nir-hayati antara lain minyak bumi. pemulihan alami vegetasi tentu saja sangat sulit dan lama . hutan rawa dan rawa gambut yang ada di kawasan wilayah pantai merupakan wilayah yang mendapat tekanan penduduk yang sangat kuat.karena adanya kendala geografi yang cukup sulit.Hal ini disebabkan demikian wilayah hutan yang dekat dengan pusat penyebaran penduduk akan cepat .1990). hutan mangrove. emas.Hal ini merupakan salah satu ancaman yang serius terhadap kelestarian jenis-jenis asli Kalimantan. di lain pihak eksploitasi yang tanpa mengindahkan prinsif-prinsif kelestarian akan menyebabkan kerawanan ekosistem hutan tersebut.Hal ini disamping memberi devisa yang cukup besar bagi negara. maka pengusahaan hutan semakin meningkat. Kalimantan dan Sulawesi. Teknik penambangan dengan open mining yang relatif luas.Pada areal bekas penambangan. besi.dan sebagainya juga merupakan sumber kerawanan terhadap kelangsungan hidup Hutan tropis dataran rendah. dimana hanya tinggal lapisan batuan induk. Aktivitas pertanian di hutan Dipterocarpacea dataran rendah.Disamping itu merusak areal berbagai spesies pohon sebagai sumber plasma nuftah mengakibatkan pula kawasan tersebut tidak dapat kembali ke aslinya. dibandingkan dengan wilayah tengah dan adanya konsentrasi penduduk di daerah tersebut. sejak diundangkannya peraturan yang meberi peluang masuknya modal asing dan modal dalam negeri dalam kegiatan bidang kehutanan. batu bara. bila kegiatan konservasi jenis melalui reboisasi. perak. sudah pasti memusnahkan hutan yang berada di atasnya serta merubah pula bentang alam yang asli.Hingga hari ini hanya mungkin hutan-hutan di Irian Jaya yang belum menderita kerusakan seperti di Sumatera. dengan hulu. pemeliharaan tegakan tinggal dan pencegahan tidak lebih ditinggalkan ( Brotokusumo.

Lapisan tanah subur di top soil adalah tipis. serangga.. Jenis-jenis kehidupan tumbuhan dan hewan. dan merupakan hasil perkembangan hutan tersebut paling tidak minimal seratus juta tahun yang lalu.terkikis oleh petani urban maupun oleh penduduk kota non petani yang membuka hutan dengan motivasi pengusahaan hutan.3. 3. cendawan. telah menyebabkan hilangnya komersial per ha. kerapatan. Data pada tahun 1993. Indikator Perubahan di Lingkungan Hutan Dataran Rendah Pada susunan tegakan hutan dapat dilihat adanya sifat struktur hutan berupa keanekara-gaman. Pada tahun 1986 dilaporkan di seluruh Indonesia terdapat 43 juta ha lahan yang rusak dan tidak produktif.Dengan demikian yang tumbuh adalah semak belukar.Jumlah lahan yang rusak tiap tahun bertambah besar akibat penebangan-penebangan di lokasi yang seharusnya dipelihara untuk terus berfungsi dan akhirnya menjadi lahan tadah hujan. 23 juta ha adalah semak belukar dan 20 juta yang ditumbuhi alang-alang.Perladangan berpindah menurut Agung (1988). maka lapisan tanah yang subur dan tipis ini segera dihanyutkan oleh hujan. belum dapat dihimpun dan diduga setelah 12 tahun kemudian akan bertambah menjadi lebih luas. suatu sistem perladangan tradisional dan telah banyak ditiru oleh pendatang justru memberi dampak terhadap hutan. Jika hutan ditebangi dan dibuka. et al (1981). Perladangan berpindah. perladangan berpindah telah mengakibatkan 400.000 ha tanah menjadi formasi alang-alang dan + 2.3. sebaran jenis dan komposisi serta sifat fungsional hutan yakni untuk siklus hara.1.57 m kayu non . Interpretasi yang menganggap bahwa tanah di hutan hujan tropis dataran rendah sangat subur adalah tidak benar. serta bakteri yang begitu kaya di hutan hujan belantara ini amat banyak macamnya. siklus air dan stabilitas. Lahan hutan 20 m kayu komersial dan 66. Beberapa Indikator Gangguan Terhadap Ekosistem Hutan 3. Menurut Kartawinata. fiksasi energi.4 Juta ha hutan sekunder.

umumnya memiliki kesuburan tanah yang relatif rendah. Jika hutan itu dibalak atau terbakar . kadar silika. pH rendah. 3. Karena tanah gambut banyak mengandung serasah. 3. maka daerah ini sangat rawan terhadap kebakaran. Agathis dammara dan borneensis. Jenis-jenis penyusun utama di kawasan ini antara lain Tristania obovata. maka hutan kerangas sangat rawan terhadap penebangan dan kebakaran. Indikator Perubahan di Lingkungan Hutan Rawa Gambut Gambut bersifat asam hingga sangat asam (pH < 4. Dengan demikian. maka hutan menjadi terbuka dan kondisi ini akan mengakibatkan rendahnya kesuburan tanah dan biasanya ketersediaan hara hanya ada di bagian atas saja. kondisi padang Ilalang di kawasan ini merupakan indikator telah berlangsungnya gangguan terhadap kawasn ini baik akibat dieksploitasi manusia maupun kebakaran hutan. Kondisi ini diperburuk oleh adanya curah hujan yang tinggi dan merata sepanjang tahun.3.2. Plaquium dan Parastemon. biasanya cenderung menjadi padang alang-alang.0) merupakan faktor pembatas bagi pertumbuhan jenis-jenis. Hal ini akan memacuk erosi akibat hutan terbuka dan menyebabkan struktur vegetasinya mudah berubah menjadi jenisjenis pioneer yang tidak menuntut persyaratan tumbuh tinggi.3.Karena kondisi habitat tempat tumbuhnya yang spesifik dengan keanekaragaman jenis yang relatif rendah. Apabila terjadi kebakaran di suatu tempat akan cepat meluas ketempat lainnya.2. Hanya beberapa jenis saja yang mampu tumbuh antara lain : Diospuros. sehingga meningkatkan kerawanan pencucian dan erosi. Untuk membuat hutan baru sangat sulit. Berdasarkan keadaan ini . Penebangan hutan kerangas lebih banyak memberikan kerugian dibanding keuntungan. . Indikator Perubahan di Lingkungan Hutan Kerangas Hutan kerangas terdapat di daerah bertanah podsolik dengan bahan induk silika bertekstur kasar yang sangat asam dan mempunyai drainase kurang bagus. aluminium dan besi yang tinggi sehingga posphor tersedia dalam tanah menjadi sangat rendah.

Pada pantai yang tidak berpasir karena abrasi. Hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaannya adalah : a. Indikator Perubahan di Lingkungan Hutan Mangrove Hutan mangrove terbentuk oleh karena keadaan tempat tumbuh. Ipomoea pescaprae dan Cyperus pedunculatus. Komunitas terna ini berkembang menjadi komunitas jenis perdu dan pohon pioneer seperti Casuarina equisetifolia.3. Pada tempat-tempat tertentu terdapat jenis Pandan. sebagai akibat curah hujan yang membawa lumpur dan merubah muara (estuari). Indikator Perubahan di Lingkungan Hutan Pasir dan Karang Pantai berpasir dan berkarang merupakan habitat aneka jenis tanaman perdu antara lain rerumputan.3. b. kandungan NaCl sedimen dan pencemaran air. Adanya gangguan dari berbagai jenis benthos.3.4. Perairan di pantai yang sifat airnya payau ini diketemukan jenis yang jumlahnya lebih sedikit jika dibandingkan dengan jenis hutan daratan. Widelia biflora. dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa faktor yang dapat mendorong terjadinya kerawanan perubahan pH air. tidak terdapat komunitas Pascaprae. Perubahan kadar garam tertentu. berupa pantai berkadar garam tertentu dan berlumpur. terna dan tumbuhan menjalar.3. hanya komunitas Barringtonia sangat rawan terhadap terjadinya proses abrasi pantai yang dapat menghambat proses terjadinya hutan secara lengkap. . 3. seperti Ichenum muticum.

Intimidasi dilakukan oleh pemerintah dengan . namun sampai saat ini perimbangan manfaat lebih banyak dinikmati oleh pengusaha atau pihak lain yang melakukan eksploitasi kekayaan sumberdaya alam. dan 549 spesies burung (Muller. 14 jenis primata. Masyarakat masih dibiarkan menjadi penonton. Namun.000 spesies bunga: 10 genre dan 270 Dipterocarpaceae. 221 spesies binatang buas. seharusnya air. Banuak kasus HTI (Hutan Tanaman Industri) dan HPH (Hak Pengusaha Hutan) telah merambah tanah tanah kawasan Adat. kekayaan hayati yang dimiliki ini belum dimanfaatkan secara optimal tetapi sudah ada yang mencuri. Misalnya. termasuk 92 jenis kelelawar. Penyebab wabah belalang ini adalah kehancuran habitat hutan tempat berkembang biak dan musnahnya musuh alami belalang tersebut mati karena hutan dibabat untuk kepentingan perkebunan kelapa sawit. udara. dan tanah dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat. Dalam UUD 1945 pasal 33. dan Jalai Hulu ternyata mengakibatkan wabah belalang yang merusak ribuan hektar padi. Pengalaman perkebunan sawit di Kecamatan Manismata. 1990:23. habitat manggis hutan itu sekarang ternyata telah dibabat oleh perusahaan HPH. Cleary and Eaton. Kosmetika Jepang dengan Merk Sheseido mematenkan 9 bahan obat-obatan dari Indonesia yang salah satunya digunakan untuk perawatan kulit. Sedikitnya ada 11. Hegar Wahyu Hidayat – Damang Udas – Ayal Kosal: 2003). Baru-baru ini.Akankah Hutan Adat Loksado Menangis? Oleh Rudy R Udur Direktur Program YCHI – Banjarbaru Dirampok di Tanah Sendiri Kalimantan merupakan daerah dengan kekayaan hayati yang mengagumkan. Namun. pada tahun 1992. Marau. Yayasan Balikpapan Orang Utan Survival (BOS) memaparkan penemuannya berupa manggis hutan Barito yang dapat digunakan sebagai obat AIDS ditemukan oleh seorang mahasiswa Amerika. 1992: 18-192). yang menurut pemerintah selama ini adalah hutan negara yang boleh diapakan saja oleh pemerintah tanpa memandang: keberadaan tata guna lahan (land use) dan sistem penguasaan tanah (land tenure) yang telah dipakai masyarakat setempat secara turun temurun tanpa adanya konflik yang berarti (Tim Studi YCHI. 15 spesies mamalia laut.

sebagai sumber penunjang kegiatan rumah tangga setidaknya ada 42 jenis tanaman. kayuan (sejenis kawasan lindung setempat). dan untuk keperluan lainnya diperoleh setidaknya 9 jenis tanaman. sebagai sumber bahan bangunan setidaknya ada 64 jenis tanaman. Misalnya. Haratai – Waja: 2003). Loa Panggang. kerusakan hutan dan pembagian manfaat yang adil (Equity Sharing benefit) karena sistem pengelolaan yang diatur oleh berbagai macam kebijakan pemerintah belum memberikan peluang yang cukup lebar terhadap partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan dan tidak adanya penghargaan terhadap sistem pengelolaan hutan masyarakat adat yang telah terbukti di beberapa kawasan Kalimantan Selatan. Penentuan status kawasan semacam ini mengindikasikan bahwa penerapan kawasan lindung tidak melalui proses konsultasi dan membangun kesepakatan dengan masyarakat. 5 jenis getah. dalam UU No. 72 jenis buah dan 1 jenis fungsi secara tidak langsung (Tim Studi Land Use dan Potensi YCHI – Masyarakat Malaris . Di kawasan Balai Malaris dan Loa Panggang serta Balai Haratai. setidaknya ada 62 jenis tanaman. pada kawasan perladangan. 82 jenis batang. dan kawasan keramat. .Loa Panggang. kawasan perladangan (pahumaan). seperti kuburan dan wilayah-wilayah tertentu yang telah ditetapkan oleh masyarakat dengan aturan-aturan adat tersendiri. Salah Urus Sumberdaya Alam Hutan Kalimantan Menurut tim Studi YCHI. Dari hasil survei lapangan dan pemetaan partisipatif yang dilakukan Tim Studi Land Use dan Land Tenure. Jauh sekali adanya proses penetapan kawasan yang berbasis sistem kelola lokal dan tata guna (land use land tenure). pada kenyataannya. secara keseluruhan. misalnya. minimal terdapat beberapa penerapan status wilayah menurut mintakat lokal (semacam peruntukan lahan). seperti kawasan pemukiman. 41 tahun 1999 tentang kehutanan. 36 jenis daun. Namun.aparat keamanan kepada rakyat yang tidak setuju dengan perkebunan skala besar HTI ataupun HPH terjadi di banyak wilayah Kalimantan. kawasan Balai Malaris dapat mempertahankan keberadaan luas kawasan berhutan tidak menimbulkan konflik yang kontraproduktif terhadap keberadaan hutan dan sosio-kultural masyarakat. Khususnya. setelah dilakukan overlay dengan peta kawasan lindung versi pemerintah. sangat jelas dikatakan bahwa kawasan hutan lindung tidak boleh dimanfaatkan untuk hal-hal yang mengganggu keseimbangan ekosistem. kawasan perkebunan (kabun). Wilayah Balai Malaris. Haratai. Semuanya bersumber dari 41 jenis akar. kabun buah. sebagai sumber kerajinan ada 25 jenis tanaman potensial. sebagai sumber makanan setidaknya ada 89 jenis tanaman. apalagi perladangan. dari hasil groundcheck Tim Studi land use YCHI sangat jelas terlihat adanya patok hutan lindung (dari danan DAK – DR) pada kawasan produksi masyarakat. nilai penting dari kawasan adatnya adalah sebagai sumber potensi ekonomi. sebagai pendukung upacara adat disediakan setidaknya 9 jenis tanaman. dan Waja. Padahal. ternyata sebagian besar wilayah Balai Malaris dalam status lindung. 11 jenis kulit.

pengusaha. seperti ladang dan kebun karet. dan Balai Waja. Haratai.0511. Nico. Namun. sedangkan kawasan lindung (kayuan hak kepemilikannya adalah komunal berdasarkan wilayah balai masing masing dengan aturan aturan tertentu. tentu komunikasi. Studi Kebijakan dan Land Use/Tenure. seperti di wilayah-wilayah lain di Kalimantan. Bila Hutan Kalimantan Menangis. dapat menghubungi: Eko DJ Staf Divisi Data dan Informasi WALHI Kalimantan Selatan <!– document. Referensi Pustaka: Andasputera. Untuk informasi lebih lanjut. menurut versi lokal. Potensi konflik vertikal akan menjadi semakin besar dan masyarakat adat tetap tidak dapat menikmati harta yang menjadi hak mereka dalam konteks pembangunan yang berkelanjutan. dan masyarakat. jual beli untuk kawasan produksi. dan Waja. 2003.write(’Email Eko DJ ‘). // –>Email Eko DJ Telepon kantor: +62 . dapat dikatakan memliliki sistem kepemilikan yang sama berdasarkan warisan. Loa Panggang. 2003. apabila sistem pengelolaan dan hak partisipasi masyarakat dalam hal pengelolaan dan pengambilan manfaat dari pengelolaan SDA hutan di kawasan ini masih mengacu pada aturan negara tanpa ada inisiatif Pemerintah Daerah untuk memulai adanya sistem pengelolaan dan sistem penetapan status kawasan yang berbasis aturan lokal yang dinilai dapat menjamin pemanfaatan SDA yang lestari dan pembagian manfaat (benefit sharing) yang adil antara pemerintah. khususnya Balai Malaris. Kalau tidak…. YCHI. Kondisi SDA hutan kawasan Loksado yang masih relatif bagus merupakan peluang besar bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan untuk menjadi pioner dalam mengambil inisiatif adanya ‘model pengelolaan hutan berbasis aturan lokal di Kalimantan Selatan. Relatif hanya penetapan status kawasan lindung yang saat ini berbenturan dengan tata guna lahan masyarakat adat. pada saat ini. Dalam sistem kepemilikan lahan. relatif belum terancam kelestarian potensi SDA Hutannya maupun adat istiadat serta upacara-upacara keagamaan yang berhubungan erat dengan pemanfaatan SDA. koordinasi. Untuk mewujudkan hal ini. Hutan Adat di kawasan Loksado akan menangis.772870 . maka hutan adat di kawasan ini berada dalam posisi genting untuk menuju kerusakan. Kawasan Kecamatan Loksado. Haratai. dan interaksi antarpihak-pihak terkait seharusnya bisa seintensif mungkin dilakukan. serta hak kepemilikan dan pengelolaan yang belum dapat disinergikan.” yang menjamin adanya pemanfaatan SDA Hutan yang lestari dan pembagian manfaat yang adil. masyarakat Balai Malaris. Loa Panggang.kawasan tersebut adalah kawasan produksi. Perbedaan peruntukan inilah yang seringkali menimbulkan konflik.

772870 .0511.Mobile: Fax: +62 .

kurap. Namun. Kutai. lama-kelamaan pria kelahiran Tanah Grogot. pohon yang rimbun itu tak semata tempat bernaung atau penghias mata. dan Pasir di pedalaman Kalimantan. Penggunaan di masyarakat juga telah meluas. atau kutu air. "Sekarang saya sedang mendalami bahan antijamur untuk jamur yang menginfeksi kulit manusia. Pohon angsana (Pterocarpus indicus) adalah sumber obat alami untuk menyembuhkan infeksi kulit akibat jamur. Potensi daun angsana inilah yang menarik perhatian Irawan Wijaya Kusuma." kata Irawan. Jakarta: Pada bulan-bulan seperti sekarang. itu mengidentifikasi potensi bahan antijamur alami yang luar biasa dari tumbuhan Indonesia. 20 April 2007 TEMPO Interaktif. "Sekali pergi bisa membawa 30 sampai 40 jenis sampel tumbuhan. pohon angsana pasti mengeluarkan bunganya yang kuning dan wangi. peneliti dari Jurusan Teknologi Hasil Hutan. studi tentang penggunaan tumbuh-tumbuhan oleh etnis lokal.Angsana Bikin Jamur Lewat Tjandra Dewi Indeks TEMPO Interaktif: Jumat. bisa empat sampai lima hari untuk mengumpulkan tumbuhan. Namun. staf pengajar di Universitas Mulawarman itu tertarik pada bahan antijamur yang bisa mengawetkan kayu sesuai dengan bidangnya. "Setiap kali masuk hutan. Kalimantan Timur. Sosoknya yang menyegarkan mata membuat angsana banyak dipilih sebagai pohon peneduh jalan di kota besar." Awalnya." ungkapnya. dari industri medis dan berbagai produk cat . Zat aktif yang diekstrak dari daun angsana ternyata memiliki sifat antijamur. Tak hanya membasmi jamur penyebab panu. bagi penduduk suku Dayak. Kalimantan Timur. Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman. Februari sampai Mei. Pekerjaan yang menuntutnya keluar-masuk hutan memungkinkan Irawan bertemu dengan warga asli rimba Kalimantan dan belajar sedikit soal etnobotani. bahan antijamur ini bisa pula digunakan sebagai fungisida di bidang kehutanan dan pertanian hingga bahan pengawet makanan dan minuman.

"Sekarang ini terlalu banyak ekstrak tumbuhan potensial yang dikirim ke luar . dan Kabupaten Pasir. Irawan sengaja memilih tumbuhan yang punya tingkat keawetan tinggi." kata peneliti yang lahir pada 12 April 1973 itu. Jepang." Salah satu flavonoid atau senyawa yang berhasil diekstrak dari daun angsana adalah isoliquiritigenin. identifikasi." kata Irawan. Riset yang dilakukan Irawan untuk menguji efektivitas bahan antijamur itu berhasil membuktikan bahwa senyawa aktif dari ekstrak daun angsana punya kemampuan setara dengan nystatin dan miconazole. Beberapa tumbuhan yang telah ditapis. dan resistensi tinggi terhadap serangan jamur pelapuk. tapi ketersediaan di alam melimpah sehingga harganya murah. dua agen antijamur yang ada di pasaran. "Ini adalah upaya pembuktian ilmiah dari pemanfaatan tumbuhan obat tradisional.dinding hingga sabun yang menawarkan bahan antijamur. "Sifat alaminya juga aman bagi tubuh dan lingkungan. Dialium sp. mungkin dosis bahan antijamur ini sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan nystatin dan miconazole. juga peluang resistensi yang kecil. itu berharap riset tentang isolasi. yang menjadi tempat tinggal Suku Dayak. Senyawa aktif itu mampu mencegah pertumbuhan dan mematikan jamur Fusarium sp dan Trichoderma sp. bahan antijamur yang beredar di masyarakat sekarang ini sebagian besar berasal dari bahan sintetis yang mahal." ujarnya. jamur kontaminan makanan. dan rengas (Gluta renghas. serta Aspergillus dan Penicillium sp. seperti pohon yang kayunya digunakan untuk di luar ruangan. Tiga lokasi itu adalah Kutai Barat. "Bisa digunakan sebagai fungisida pada tanaman pertanian atau pengawet produk pangan. Doktor bidang kimia bahan alam dari Ehime University. dan pemanfaatan bahan antijamur dari tumbuhan Indonesia yang dikerjakannya ini bisa meningkatkan konservasi kekayaan hak intelektual Indonesia yang agak lemah. Kutai. dan Pasir untuk merepresentasikan pemanfaatan tumbuhan oleh tiga suku itu." tuturnya. antara lain. "Bahan antijamur dari tumbuhan ini bisa bersaing dari segi harga. merbau (Intsia palembanica). eboni (Diospyros ebena). Informasi dari warga setempat tentang tumbuhan yang punya aktivitas antijamur juga menjadi pertimbangan. belangiran (Shorea belangeran). Sampai saat ini. Sampel tumbuhan itu sengaja diambil dari tiga lokasi di Kalimantan Barat. Irawan telah melakukan skrining atau menapis belasan tumbuhan asli Indonesia yang memiliki potensi aktivitas antijamur. dua jenis jamur patogen pada tumbuhan. "Kalau dari segi efektivitas. Kutai Kertanegara. Namun. Aporusa elmeri. laban (Vitex pubescens).

negeri." tjandra dewi .

Prof Dr HM Sanusi Ibrahim.Potensi Racun Tikus dalam 10 Tumbuhan Tropis Kompas/Johnny TG Toko penjual peralatan tikus. biji pinang sirih. di tokonya di Pasar Santa. daun juar. daun sicerek. Jumat. Begitu pula terhadap daun kumarin dilakukan dalam daun sicerek (clausena excavata burm f) memperlihatkan adanya 8-(3-metil-2- . dan lem tikus. Jalan Cipaku I." Sanusi dibantu mahasiswanya program S1 dan S2. Manfaat tersebut djelaskan dalam makalah nya berjudul "Perkembangan Kimia Organik Bahan Alam Golongan Kumarin. Penelitian--hingga berhasil mengukuhkannya sebagai Guru besar tetap Unand dari FMIPA itu pada 29 Mei 2008 adalah dengan rumus kimia 5. JUMAT .Tumbuh-tumbuhan tropis yang banyak hidup di Indonesia ternyata mengandung zat yang dapat dimanfaatkan sebagai racun tikus. sehingga cukup diminati peneliti untuk diteliti. Berikutnya dari daun juar (cassia siamea Lam) telah berhasil diperoleh senyawa kromon yang berupa isomer dari kumarin yaitu 5-propanonil-7-hidorksi-2-metil-kromon. akar pinang sirih." katanya di Padang. Penelitian tersebut dilanjutkannya lagi dan telah berhasil diisolasi dan diidentifikasi struktur kumarinnya dengan nama Calanolide E2 dari tumbuhan nyamplung (calophyllum inophyllum Linn). kulit buah jeruk. daun kulit manis. 30 Mei 2008 | 19:07 WIB JAKARTA. Kamis (29/5). daun inai. seperti perangkap. menemukan zat tersebut pada sepuluh jenis tumbuhan tropis yakni daun gamal. menyusul diisolasinya senyawa kandikanin dari daun kulit manis (cinnamomun zeylanicum G). dan biji pinang sinawa. Peneliti Universitas Andalas (Unand) Padang. Jkarta Selatan. "Sumatera terletak pada garis khatulistiwa memiliki hutan tropis sebagai potensi yang luar biasa sebagai pabrik bahan kimia raksasa. meneliti kumarin terhadap 10 tanaman obat tradisional itu sejak 1994 sampai 2006.6 benzo-alfa-piron berhasil diisolasi/diidentifikasi dari tumbuhan daun gamal (gliricidiamaculata HBK). racun.

sehingga peneliti terpaksa meminta dukung dari negara lainnya. kemudian dari kulit buah jeruk (citrus amblycarpa Harsak) juga telah berhasil diidentifikasi kumarinnya dengan nama 5. "Kini belum tampak adanya prioritas pembangunan dari pemerintah untuk melengkapi peralatan modern seperti spektroskopi masssa.7 -dimetoksi kumarin. N-dietil-4metil kumarin. resonansi magnit inti (Nuclear magnetic resonance) atau kekuatan 600 Mhz. Dari biji pinang sirih (areca catechu L) diidentifikasi yaitu 4-metil-7-hidorksikumarin. Sumber : Antara ." katanya. juga dari akar pinang sirih (areca catechu L) 3-asam karbosiklat kumarin serta dari biji pinang sinawa (actinorhytis calapparia) yakni 7-amino-N.buteniloxy)-7 -oxofuro-(3.2-g) kumarin. difraksi sinar X (X Ray difraction) atau XRD. Kumarin juga ada pada daun inai (impatiens balsamina L) dengan struktur zatnya 6 metoksi-7-hidoksi-kumarin. Sebagain besar penelitian didanai asing.

KALIMANTAN TIMUR Oleh: Medi Hendra. Ir. Commonly fruit trees and vegetabies grow wild in the secondary forest around the village. BIO/G361020071 E-mail: medimaaruf@yahoo. Indonesia juga merupakan bagian dari kawasan Indo-Pasifik yang merupakan pusat . Sumber alam hutan Indonesia. 2002 Medi Hendra Posted 24 November. yang diharapkan dapat terus berperan sebagai paru-paru dunia yang mampu meredam perubahan iklim global. Pendahuluan Indonesia dikaruniai kekayaan alam yang melimpah.com ABSTRAC Study on the wild fruit trees and vegetabies use by Kenyah tribe in the East Kalimantan was carry out at September – December 2001. baik yang berada di darat maupun di laut. M. merupakan salah satu hutan tropika yang terluas di dunia. I. however that may be Kenyah tribe to get fruits and vegetables mostly exploitation the secondary forest than the primary forest. 2002 Makalah Pengantar Falsafah Sains (PPS702) Program Pasca Sarjana / S3 Institut Pertanian Bogor November 2002 Dosen : Prof Dr. Rudy C Tarumingkeng (Penanggung Jawab) Prof Dr Zahrial Coto Dr Bambang Purwantara PEMANFAATAN TUMBUHAN BUAH-BUAHAN DAN SAYURAN LIAR OLEH SUKU DAYAK KENYAH.Si. More than 40 genera wild fruit trees and vegetabies useful has been identify.

1996) dan menjadi landasan kuat bagi teknologi mutakhir (Rifai & Walujo. maka perlu ditelaah bagaimana konsep dan pemahaman serta penguasaan pengetahuannya dalam mengolah sumberdaya hayati tadi. yang sebagian besar terdapat di Indonesia. jadi tak hanya sekedar nilai ekonominya saja (Rifai. maka akan terungkap tumbuhnya berbagai sistem pengetahuan tentang lingkungan alam. Karena peran manusia atau kelompok etnis ini dengan segala tata cara kehidupannya sangat menentukan nasib lingkungan. Pemanfaatan lainnya lalu berkembang meliputi segala maksud dan keperluan. Menurut Sastrapradja dkk (1989) Flora Malesia sangat kaya dan ditaksir terdiri atas 1. Jika kita memanfaatkan sesuatu berarti kita mengambil manfaat atau kegunaan dari sesuatu tersebut. Upaya-upaya ini juga tergambar dalam budaya dan pengetahuan asli lokal. Berkaitan dengan kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia tadi dan kemudian dipadukan dengan kebhinekaan suku-suku bangsa yang mendiami kepulauan nusantara ini. 1992). 1994). pola hidup kelompoknya atau singkatnya pada tingkat kebudayaan suku-suku bangsa itu (Waluyo. seperti masyarakat dayak Kenyah di Kalimantan Timur. Pengetahuan ini akan berbeda dari kelompok satu ke kelompok lainnya. karena sangat tergantung pada tipe ekosistem mereka tinggal. . 1998). tatacara. 1995). karena merupakan sumber bagi pengembangan ide-ide alternatif di masa kini (Adimihardja. Edibilitas atau ketermakanan merupakan pertanyaan pertama sekaligus awal pemanfaatan tumbuhan oleh manusia sejak terbitnya fajar peradabannya (Rifai. Berdasarkan letak geografis dan keanekaragaman hayati tadi maka Indonesia dijuluki sebagai megadiversitas yang masuk dalam katagori tertinggi di dunia. Sehubungan dengan keanekaragaman hayati maka memanfaatkan. perilaku. 1993). Kekayaan flora Indonesia yang besar antara lain merupakan akibat dari struktur vegetasi yang kompleks.keanekaragaman hayati dunia.500 paku-pakuan serta 28. Sehingga pada akhir-akhir ini banyak ilmuwan yang mulai tertarik untuk mengkaji pengetahuan pribumi (indigenous knowledge) dan pemahaman alam sekitar oleh masyarakat setempat. Selanjutnya perlu diketahui bahwa memang banyak suku tumbuhan yang memilih kawasan Indonesia sebagai titik pusat konsentrasi keterdapatan dan persebarannya (Sastrapradja dkk.000 jenis tumbuhan berbunga (fanerogam). mempelajari dan menyelamatkannya merupakan upaya-upaya dalam strategi konservasi (Wilson. Unsur kearifan lokal ini walaupun tradisional adalah salah satu kekayaan bangsa yang sangat tak ternilai harganya. 1989). dan tentu saja amat dipengaruhi oleh adat. Posisi Indonesia selaku gudang sumber daya jenis yang penting terbukti dari kesepakatan para pakar yang mengakui kawasan ini sebagai salah satu bagian pusat keanekaragaman dunia. Kenyataan ini memang dapat disimpulkan dari besarnya jumlah jenis mahkluk yang dimiliki. terutama yang berkenaan dengan makna budaya.

Suku Kayan dan Kenyah mempunyai keterkaitan sosial. Jika kemudian dipadukan dengan potensi sumberdaya hayati serta keanekaragaman suku bangsanya maka akan sangat menguntungkan. akan memainkan peran yang lebih besar dibanding kurun waktu sebelumnya. bentuk kesenian. 60 jenis tanaman penyegar dan 55 jenis tanaman rempah-rempah yang secara teratur dimanfaatkan oleh masyarakat. ekonomi dan politik. Pengembangan tanaman ini boleh dikata tak pernah dilakukan orang. Secara harfiah ‘dayak’ berarti orang pedalaman dan merupakan istilah kolektif untuk bermacam-macam golongan suku. Bahkan ada diantaranya yang langsung diambil dari alam. Suku Kayan ditemukan tersebar luas di pulau Kalimantan. 2000). sehingga kultivar yang ditanam merupakan ras pribumi yang primitif. dan tunduk pada hukum adat (Mackinon et al. Dengan demikian bahwa mengungkap potensi sumberdaya hayati yang didasarkan pada pengetahuan masyarakat secara lokal. Akan tetapi sebagian besar masyarakat Indonesia ternyata banyak sekali menggunakan jenis-jenis tumbuhan lain untuk keperluan pencukupan pangannya. yang sudah berlangsung lama. sungai Mahakam. Suku Kayan-Kenyah yang berada di pedalaman Kalimantan Timur dan Serawak. Diantara mereka terjadi perkawinan antar golongan yang cukup banyak. sumber daya alam terbaharukan yang berupa tumbuhan. dan banyak unsur budaya serta organisasi sosial. yang berbeda dalam bahasa. Mereka terutama merupakan peladang berpindah padi huma. sekitar 70 jenis tanaman berumbi. Suku dayak merupakan penduduk asli yang menghuni pulau Kalimantan. hewan dan mikroba. sepanjang bagian hulu sungai Kayan. Suku Kenyah terdiri atas beberapa anak golongan yang berbeda bahasa dan budayanya. 2000).Dalam Pembangunan Jangka Panjang Kedua bangsa Indonesia yang dimulai tahun 1994. terutama yang tinggal di pedesaan. 2000). 1989). Seperti dapat diduga kebanyakan jenis tanaman ini belum pernah dijadikan objek penelitian (Sastrapradja dkk. Tidak kurang dari 400 jenis tanaman penghasil buah. segolongan kecil suku Kayan tinggal di sepanjang sungai Mendalam yang merupakan anak sungai Kapuas hulu di Kalimantan Barat. sungai Rajang dan sungai Baram. Sedangkan pertumbuhan ekonomi yang pesat di Kalimantan Timur selama . 370 jenis tanaman penghasil sayuran. diharapkan dapat dikembangkan oleh para akademisi dan ilmuwan sebagai dasar berpijak dalam memberi nilai tambah terhadap sumberdaya tadi. Sebagaimana diketahui bahwa jumlah jenis tanaman pangan yang sudah dibudidayakan secara besar-besaran tidak begitu banyak. Survei yang komprehensif mengenai berbagai jenis tumbuhan hutan yang dimanfaatkan oleh masyarakat di Kalimantan (umumnya) dan Kalimantan Timur (khususnya) belum pernah dilakukan (Mackinon et al. Suku Modang di daerah aliran sungai Mahakam mungkin merupakan cabang rumpun Kayan dan Kenyah (Mackinon et al. yang menghuni tepi-tepi sungai di Kalimantan. Mereka kebanyakan dalam masyarakat rumah panjang.

dua puluh tahun terakhir ini di ikuti oleh peningkatan laju eksploitasi hutan dan peningkatan luas pembukaan daerah hutan. Kayu dan rotan merupakan dua hasil hutan yang sangat tinggi nilainya. Produk lain yang juga terdapat di hutan mencakup buah-buahan, sayur-sayuran, kacang-kacangan, rempah-rempah, bahan wewangian, minyak biji, makanan ternak, bahan anti mikroba, bahan farmasi lainnya, zat pewarna makanan, bahan pengawet dan penyedap makanan, bahan pewarna, perekat, damar, getah pohon, lilin dan lak. Untuk mengungkapkan potensi buah-buahan dan sayur-sayuran yang terdapat di hutan dan dimanfaatkan oleh masyarakat lokal sangat dibutuhkan survei, penelitian dan dokumentasi didaerah Kalimantan Timur ini agar upaya pelestarian kekayaan buah dan sayuran Indonesia

(keanekaragaman genetik dan pengetahuan tentang budidaya serta kegunaannya) dapat mendorong perkembangan dan pemasaran buah-buahan dan sayuran lokal atau asli yang mampu bersaing secara ekonomi. Karena kebanyakan produk ini sangat tinggi nilai ekonominya, pemanfaatannya dapat menjamin kelangsungan kebutuhan pokok masyarakat setempat selain juga sebagai komoditi perdagangan dan pengembangan komersial. Berbagai produk aktual maupun potensial yang dapat dihasilkan hutan Kalimantan Timur dapat membantu menjelaskan arti penting akses masyarakat pedesaan terhadap hutan tempat mereka mengambil berbgai produk tersebut. Tulisan ini merupakan bagian dari hasil penelitian yang

bertujuan untuk mengungkapkan jenis tumbuhan hutan yang dimanfaatkan oleh masyarakat lokal di Kalimantan Timur.

II. Metode Penelitian Penelitian dilakukan selama 3 bulan dari bulan Juni - Agustus 2002. Daerah yang dipilih adalah pemukiman warga dayak Kenyah di desa Gemar Baru Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Penelitian menggunakan metode survei eksploratif mencakup: 1. Inventarisasi jenis tumbuhan yang dimakan yang diketahui masyarakat meliputi nama lokal dan nama ilmiahnya (Friedberg, 1990) dan 2. Observasi di lingkungan masyarakat yaitu mempelajari keberadaannya. Metode ini didukung oleh pendekatan dan teknik pengumpulan informasi. Pendekatan yang dipakai umumnya bersifat partisipatif atau penilaiain etnobotani partisipasif (participatory ethnobotanical appraisal, PEA). Pendekatan ini meliputi: 1. Wawancara semi terstruktur (Grandstaff & Grandstaff, 1987) dan terjadwal untuk inventarisasi pengetahuan lokal; 2. Observasi partisipatif dan transect-walks sistematis (Martin, 1995) dengan masyarakat sebagai pemandu dan 3. Persahabatan erat dengan masyarakat (Banilodu, 1998), ikut aktif dalam aktifitas mereka baik harian maupun khusus.

III. Hasil dan Pembahasan

Sekarang ini banyak ilmuwan yang tertarik mempelajari pengetahuan masyarakat tradisional tentang pemanfaatan sumberdaya tumbuhan. Pengetahuan ini mempunyai pengaruh besar dan memberikan kontribusi penting dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan alasan tersebut maka dipelajari pengetahuan tradisionil masyarakat suku dayak Kenyah tentang dunia tumbuhan khususnya tumbuhan hutan/liar yang dimanfaatkan untuk sumber sayuran. Dari hasil penelitian di dapatkan bahwa masyarakat dayak Kenyah yang bermukim di desa Gemar Baru mengumpulkan sekurang-kurangnya 55 marga dan lebih dari 90 jenis tumbuhan buahbuahan dan sayuran liar dari hutan dan beberapa ditanam di pekarangan. Banyak tumbuhan penghasil makanan dari hutan ditemukan di hutan sekunder atau ladang yang ditinggalkan. Masyarakat dayak Kenyah pada umumnya meramu dan memanfaatkan tumbuhan liar yang ada disekitarnya dan menggunakan berbagai jenis dan kultivar dari tanaman budidaya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pengamatan di lapangan didapatkan bahwa masyarakat suku dayak Kenyah lebih banyak mengeksploitasi hutan sekunder daripada hutan primer untuk mencari buah-buahan dan sayuran. Hutan-hutan disekitar tempat tinggal mereka kaya akan pohon buah-buahan liar, termasuk mangga, manggis, rambutan dan durian. Beberapa jenis durian yang dipanen dari hutan seperti durian merah Durio dulcis dan Durio graveolens serta durian berdaging buah kuning yang biasa dikenal dengan nama daerah ‘lai’ (Kutai) Durio kutejhensis. Beberapa dari jenis durian tersebut tidak di makan oleh masyarakat setempat karena memabukkan. Tingginya konsentrasi keterdapatan sekerabatan tumbuhan atau mahkluk lainnya dan besarnya keanekargaman suatu jenis dijadikan indikator untuk menunjuk tempat tersebut sebagai pusat persebarannya, yang sekaligus merupakan pusat keanekaragamannya. Menurut Sastrapradja dkk (1989) durian yang memiliki keanekaragaman yang besar dalam jenisnya berpusat persebaran di Kalimantan. Sebab di Kalimantanlah tumbuh secara alami 19 jenis durian liar dari keseluruhan 27 jenis yang tersebar di kawasan Malesia. Jadi meskipun durian budidaya memiliki persebaran luas, tidak saja di Indonesia tetapi juga di negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Thailand dan Filipina, kerabat liarnya berpusat di Kalimantan. Berbagai jenis mangga liar seperti Mangifera griffithii, M. torquenda, M. foetida dan M. caesia juga banyak tumbuh liar disekitar hutan perkampungan suku dayak Kenyah. Hal ini juga terlihat dari hasil ekspedisi badan internasional seperti IBPGR (International Board for Plant Genetic buah-buahan dan

Resources) yang berulangkali menyeponsori ekspedisi internasional untuk mengekplorasi dan mengumpulkan plasma nutfah kerabat liar tanaman budidaya di Indonesia. Dari beberapa marga yang sudah ditangani didapatkan bahwa mangga pusat keanekaragamannya di Sumatera dan Kalimantan (Sastrapradja dkk, 1989). Buah-buah dari famili Moraceae seperti sukun Artocarpus elasticus, nangka liar Artocarpus intiger serta cempedak A. cempeden yang lezat rasanya terdapat di dalam hutan dan juga ditanam oleh suku dayak Kenyah. Marga Artocarpus ini ditemukan beberapa jenis liarnya di hutan sekitar perkampungan masyarakat suku Dayak Kenyah dan mempunyai nilai komersil yang bersifat lokal di Kalimantan Timur. Menurut Sastrapradja dkk (1989) merupakan salah satu marga yang mempunyai persebaran yang terbatas di kawasan hutan Malesia Barat. Buah-buahan dari famili Sapindaceae seperti halnya rambutan Nephelium eriopetalum, N. longana, N. mutabile dan Xerospermum juga banyak ditemukan baik yang liar atau semi

domestikasi maupun yang ditanam oleh masyarakat . Jika kita kaji proses terbentuknya kebun atau pekarangan yang bermula dari terseraknya sisa-sisa bahan makanan yang diperoleh dari hutan dan tumbuh subur di dekat pemukimannya, maka tidaklah mengherankan bahwa kultivar primitif dari berbagai jenis buah-buahan tersebut banyak dijumpai di kebun atau pekarangan mereka. Selain mengumpulkan buah liar untuk dimakan sendiri maupun untuk dijual, banyak masyarakat dayak Kenyah memelihara pohon-pohon di hutan seperti petai. Pohon petai Parkia spp yang menjulang tinggi di dalam hutan, mempunyai biji kaya akan protein yang dimakan dan dijual di pasar-pasar setempat. Daun muda dan bagian tangkai bunganya juga dapat di makan. Menarik untuk dicatat bahwa meskipun banyak jenis buah-buahan sudah dibudidayakan oleh masyarakat suku Dayak Kenyah tetapi miskin akan tanaman sayuran. Agaknya, karena banyak tumbuhan liar yang dapat dimanfaatkan daunnya untuk sayuran, sehingga kurang dirasa perlu untuk membudidayakan. Daun, tunas dan akar berbagai jenis tumbuhan liar dimakan sebagai sayuran. Seperti tunas Cyperus bancanus dan tunas akar ilalang Imperata cylindrica merupakan lalapan yang umum ditemukan pada masyarakat dayak Kenyah. Daun muda dan batang Cyathea contaminans (paku tiang), serta paku-pakuan Diplazium, Nephrolepis biserrata,dan Stenochlaeana merupakan sumber sayuran yang direbus atau dioseng dan kadang-kadang dimasak secara tradisional dalam tabung bambu seperti memasak lemang. Sayuran tradisional lainnya seperti rebung Bambusa spp dan jantung pisang hutan Musa balbisiana juga merupakan sumber sayuran yang banyak terdapat di hutan sekunder disekitar perkampungan dayak Kenyah. Demikian juga halnya dengan jenis-jenis Zingiberaceae seperti Alpinia spp, Nicolaia

speciosa dan Kaempferia spp sumber sayuran dan bahan penyedap yang disukai.

Borassodendron borneensis merupakan buah palem yang dipanen langsung dari hutan. Selain itu beberapa jenis palem disamping pemanfaatannya untuk komersil seperti berbagai jenis rotan, bagian pucuknya biasanya juga dimanfaatkan untuk sayur-sayuran dan buahnya kadangkadang juga dimakan. Bagian ujung dari batang rotan yang dipanen biasanya dimanfaatkan dengan cara dibakar sampai layu, kemudian dikupas bagian kulitnya yang keras dan berduri. Bagian dalamnya selanjutnya dimanfaatkan sebagai sayuran. Demikian juga halnya dengan umbut atau pucuk dari Eugeissona utilis, Oncosperma dan Pinanga biasanya merupakan sayuran yang dimasak bersama dengan ikan. Beberapa jenis buah-buahan hutan dimakan oleh masyarakat hanyalah bersifat iseng (istilah Banilodu (1998) ’dimakan main-main’) dan sebagai penghilang kelau (haus atau lapar sementara) seperti Curculigo orchioides, Passiflora foetida dan buah beberapa jenis rotan seperti Calamus manan dan C. ornatus . Terbukti bahwa pengetahuan tentang ini akan meningkatkan kemampuan forest survival (Rifai, 1998).

Marga atau jenis tumbuhan buah-buahan dan sayuran hutan (liar) yang dimanfaatkan oleh masyarakat suku Dayak Kenyah dapat di lihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 1. Beberapa jenis tumbuhan Buah-buahan dan Sayuran liar yang digunakan oleh suku Dayak Kenyah kec. Muara Ancalong kab. Kutai Timur.

Famili

Nama latin

Nama Lokal

Bagian yang dimakan

Amarillydaceae Anacardiaceae

Curculigo orchioides Mangifera caesia Mangifera decandra Mangifera foetida Mangifera gedebe Mangifera griffithii Mangifera torquenda Bouea macrophylla Wanyi Palong besi Sem Repeh Asam raba Asam putar

Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Supit Bekro Medang Buah Daun muda Buah

Apocynaceae Araceae Arecaceae

Willughbeia firma Borassodendron borneense

lanceolata B. kunstleri B. macrocarpa Lempang tip Lempang kip Lempang tip Lempang tip putek Tampoi/ Kapul Kemiri Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah . ornatus Calamus sp Daemonorops mirabilis Eugeissona utilis Khorthalsia echinometra Oncosperma horridum Plectocomia sp Pinanga sp Salacca edulis Uwai Uwai tebengan Uwai seletub Uwai beeng Uwai sekah Nangan Uwai sanam Nyibung Uwai tebengan Benda Pucuk Pucuk Buah pucuk Pucuk Pucuk Umbut & sagu Pucuk Umbut Pucuk Buah Buah dan Bambusaceae Bambusa spp Dendrocalamus asper Schizostachyum blumei Bulok tub Bulok atung Bulok Dian balah umit Dian da’un Dian balah Dian balah latak Dian tuning Dian Keramo Syik Arang batu Tunas Tunas Tunas Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Tunas buah Bombacaceae Durio acutifolius Durio dulcis Durio excelcus Durio graveolens Durio kutejensis Durio zibethinus Burseraceae Cyperaceae Ebenaceae Santiria tomentosa Cyperus bancanus Diospyros korthalsiana var. bracteata B. manan C.Calamus javaensis C. macrocarpa Elaeocarpaceae Euphorbiaceae Elaeocarpus spp Aleurites moluccana Antidesma montanum Aporosa spp Baccaurea angulata B.

rigidus Ficus spp Musaceae Musa balbisiana Peti lebem luang/Peti Bunga tunas Buah Buah Buah Buah dan Myrtaceae Syzygium aqueum. nanihua Elateriospermum tapos Sondaricum kotjape Drypetes longifolia Fagaceae Castanopsis sp Lithocarpus sundaicus Flacourtiaceae Flacourtia rukam Pangium edule Graminae Guttiferae Lauraceae Leguminosae Imperata cylindrica Garcinia sp Litsea angulata Parkia speciosa Parkia sp Maranthaceae Meliaceae Stachyprynium jagorianum Aglaia gangga Lansium spp Menispermaceae Moraceae Albertisia papuana Artocarpus dadah A. elasticus cempeden Lempang tip putek Kalampi Kalambunyau Bua barang Sarangan Pasang Buah abung Biji Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Ilalang Buah bundar Kalangkala Beta lata Beta umit Tunas akar Buah Buah Buah Buah Tunas Buah Leset Buah Daun Tap/ bacut Sukun Nakan Keledang Baduk Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah A. heterophyllus A. Passifloraceae Polypodiaceae Passiflora foetida Cyathea contaminans Diplazium esculentum Bua top Buah Daun muda Paku paya Daun muda . A. A. jamboloides Syzygium sp. A. S.B. S. integre A. cumini.

malesianus Lepisanthes alata Nephellium eriopetalum N. mutabile N. rambutanake Xerospermum sp Umbeliferae Zingiberaceae Alpinia sp Nicolaia speciosa Nicolaia sp Kaempferia sp Paku julut Pidang pancung Daun muda Buah Buah Isau kelili/ krumi Buah Buah Buah Buah Blong Buah Abung maritam Buah Uncing Mekai Bua Asak Nyanding Lame Tepo Buah Buah Buah Buah Daun Buah Umbut Bunga Bunga Umbut & .Nephrolepis biserrata Paku pait Batang daun muda & Stenochlaeana sp Rosaceae Sapindaceae Rubus spp Dimocarpus cinerea D. lappaceum N. longan var.

Rifai. Gusti Hatta. Grandstaff. Maryati Moh. B. Keanekaragaman Hayati Indonesia dan Peluangnya dalam Penelitian Etnobotani. .IV.: 69-88. (Penerj.W. Bot. 2 (2): 339-349. S. 1996. Pros. Indonesie). Switzerland. Waluyo. IPB. C.). Makalah tak diterbitkan. Banyak tumbuhan penghasil buah dan sayuran tersebut ditemukan pada hutan sekunder di sekitar perkampungan sehingga suku dayak Kenyah lebih banyak mengeksploitasi hutan sekunder dari pada hutan primer untuk mendapatkan buah-buahan dan sayuran. UPT INRIK UNPAD. Seminar JepangIndonesia di Kagoshima. KKU Proc. Trop. Kesimpulan Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa masyarakat suku dayak Kenyah mengumpulkan lebih dari 55 marga tumbuhan atau lebih dari 90 jenis tumbuhan liar yang dimanfaatkan sebagai sumber buahbuahan dan sayuran. M. Etnobotani. D. Puslitbang Bioteknologi-LIPI. Hist. 1998. & T. Pemasakinian Etnobotani Indonesia: Suatu Keharusan Demi Peningkatan Upaya Pemanfaatan. Keanekaragaman Hayati Untuk Kelangsungan Hidup Bangsa. 12 hal. Gland. 1998. A Discouse on Biodiversity Utilization in Indonesia. 1987. Martin. Kinibalu. Prenhallindo. dkk. Denpasar. Grandstaff. Waluyo. Seminaire Sciences Humaines et Sociales et Recherche Francaise en Insulinde di Kedutaan Besar Perancis. Satu Manual Kaedah (Ed. Makalah tak diterbitkan. B. Hakimah Halim. Jakarta. Sastrapradja. ________ . 1998. Banilodu.. 1989. (Borneo). 1994. Jurusan Biologi. Memoires du Museum Nati d’Histoire Naturelle. Le Savoir Botanique des Bunaq Percevoir ét classer dans le Haut Lemaknen (Timor. K. Implikasi Etnobotani Kuantitatif dalam Kaitannya dengan Konservasi Gunung Mutis. Bogor. Disertasi. I. A. tak diterbitkan. 1990. 2000. PPs. Tome 32: 303p. Bahasa Malaysia). 17 hal. Cisarua. Daftar Pustaka Adimihardja. S. B. Etnobotani dan Pengembangan Tetumbuhan Pewarna Indonesia: Ulasan Suatu Pengamatan di Madura. Ekologi Kalimantan. Bogor. Teams in RRA. Sabah-Malaysia & WWF Int. Pengembangan dan Penguasaannya. III. tak diterbitkan. Semiloknas Etnobot. Semiloknas Etnobot. Biodiv. Publ. 19 hal. & E. Semi-structured Interviewing by Multidicip. Bogor 19-20 Feb 1992. 1992. Hal 119-126. 1993. Makalah. & Arthur Mangalik. Nat. Bandung. J. K. E. M. Friedberg. Rifai. G. A.. Jakarta. Sistem Pengetahuan Lokal dan Pengembangan Masyarakat Desa. Timor. Mackinnon.

O. Courrier (Peny.Wilson. 1995. Strategi Pelestarian Keanekaragaman Hayati. Strategi Keanekaragaman . K. E.).

Senyawa tersebut . Dalam berbagai penelitian yang dilaksanakan oleh para peneliti dari berbagai lembaga.sebuah perusahaan farmasi Australia telah mengidentifkasi sebuah senyawa anti kanker pada sejenis tumbuhan yang ditemukan di Sarawak. Calanolide A akan menjadi salah satu pencapaian penting bagi kesehatan jutaan manusia di seluruh dunia. AIDS dan malaria telah ditemukan di hutan Heart of Borneo (HOB).dalam uji laboratorium mampu membunuh parasit malaria pada manusia . senyawa yang ditemukan pada tumbuhan Aglaia leptantha diketahui secara efektif telah membunuh 20 jenis sel kanker. yang sebelumnya secara tradisional telah digunakan oleh masyarakat Dayak Kenyah di Kalimantan untuk menyembuhkan malaria. beberapa diantaranya berpotensi memiliki senyawa obat. Lebih jauh disebutkan dalam laporan tersebut. Bila secara klinis terbukti.Direktur Eksekutif WWF-Indonesia mengingatkan. Senyawa tersebut. "Kenyataan yang menunjukkan senyawa tersebut sangat efektif dalam melawan sejumlah sel tumor. Perusakan hutan lebih lanjut akan menghilangkan kesempatan bagi ilmu pengetahuan untuk menemukan dan mengembangkan lebih jauh potensi yang dapat menyelamatkan kehidupan manusia.Indonesia Category : Daftar Isi Code : Edisi 9-17b Date and Time of Publication : 01-August-06 -.Plasmodium falciparum. Melalui sejumlah uji di laboratorium. "Semua hutan hujan tropis di Heart of Borneo perlu dijaga secara memadai. juga bakteri tuberculosis yang mempengaruhi penderita AIDS. Murray Tait.Indonesia. Merujuk pada laporan tersebut. demikian Dr.Laporan terbaru WWF menyebutkan tumbuhan yang berpotensi untuk menyembuhkan berbagai penyakit berbahaya seperti kanker. Vice President of Drug Discovery pada Cerylid Biosciences." Para ilmuwan juga menemukan senyawa unik dalam getah yang dihasilkan oleh pohon Bintangor (Calophyllum lanigerum). Laporan tersebut mengungkapkan para ilmuwan sedang menguji sejumlah contoh yang dikumpulan dari hutan-hutan di Sabah. Kandungan senyawa yang sama juga terdapat pada buah dan ranting Aglaia silvestris yang ditemukan di Kalimantan . Mereka berharap dapat mengembangkan obat-obatan yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit yang selama ini mengancam manusia. dalam kurun waktu 25 tahun terakhir telah ditemukan 422 spesies baru di Pulau Kalimantan (Borneo) dan masih banyak lagi yang menunggu untuk ditemukan dan diteliti. Sarawak .INCL Indonesia Newsroom Heart of Borneo: Sumber Kekayaan Medis Yang Belum Terungkap Source : WWF . kanker payudara dan melanoma.Malaysia dan Kalimantan . Calanolide A. secara efektif berpotensi untuk menghambat replikasi virus HIV. Penemuan ini penting karena hingga saat ini belum ada satupun obat yang dapat menyembuhkan HIV. termasuk sel kanker yang menyebabkan kanker otak. Cerylid Biosciences . jika kita tidak ingin kehilangan berbagai potensi sumber obat-obatan tersebut". Dr.05:59:16 Jakarta Indonesia . Mubariq Ahmad . "Dibutuhkan waktu yang panjang sebelum sebuah senyawa yang ditemukan dalam tumbuhan dapat dikembangkan menjadi obat yang efisien serta digunakan secara luas oleh para dokter". para ilmuwan telah menemukan agen anti malaria yang ampuh dan sebelumnya tidak dikenal luas pada kulit batang pohon langsat (Lansium domesticum).triterpenoid . Saat ini potensi tumbuhan obat tersebut sedang mengalami ancaman dan membutuhkan upaya perlindungan jangka panjang.Indonesia. . memberi argumen yang sangat baik untuk terus menjaga habitat tumbuhan di Pulau Kalimantan (Borneo).

or. Melalui prakarsa Pemerintah Indonesia. Brazil.pdf (10MB) Gambar Lansium Domesticum Heart of Borneo adalah inisiatif konservasi dan pembangunan berkelanjutan yang bertujuan untuk melindungi serta memanfaatkan secara lestari salah satu pusat keanekaragaman hayati terpenting di dunia dalam skala yang luas. Desember 2005.Borneo's Botanical Secret. Peluncuran dilakukan pada Conference of the Parties (Konferensi Para Pihak ) 8 to Convention of Biological Diversity (Konvensi Keanekaragaman Hayati) di Curitiba. Bambang Supriyanto Koordinator Nasional Heart of Borneo WWFIndonesia. dapat ditemukan di http://www. Indonesia dan Malaysia .pada 27 Maret 2006 lalu telah meluncurkan inisiatif ini dan menyatakan komitmen pemerintah tiga negara uintuk mendukung inisiatif Heart of Borneo. banyak senyawa telah diidentifikasi tetapi hanya sedikit yang secara klinis telah diuji. Malaysia dan Brunei Darussalam .id + 62 21 5761070.pada 27 Maret 2006 lalu telah meluncurkan inisiatif HOB dan menyatakan komitmen pemerintah tiga negara uintuk mendukungnya.or. Saat ini.or. terdiri dari rangkaian hutan hujan tropis yang kaya ragam kehidupan. Pemerintah tiga Negara . 08164810830 Iwan Wibisono. Email: bsupriyanto@wwf. Konvensi ini juga mengakui kedaulatan sebuah Negara atas sumberdaya genetik yang mereka miliki. Email: iwibisono@wwf. 081317566300  Catatan untuk editor :  Publikasi Biodiscoveries . "Saya percaya bahwa ratusan tumbuhan dapat dikumpulkan.wwf. menyatakan bahwa pemanfaatan pengetahuan tradisional mereka harus mendapat persetujuan dari masyarakat dan siapapun yang memperoleh keuntungan dari pengembangan tersebut harus membagi secara adil keuntungan yang diperoleh. Heart of Borneo National Campaigner. Menno Schilthuizen. yang dilakukan pada Conference of the Parties (Konferensi Para Pihak ) 8 to Convention of Biological Diversity (Konvensi Keanekaragaman Hayati) di Curitiba.Indonesia.id + 62 21 5761070. hanya setengah dari hutan Borneo yang tersisa." Masyarakat tradisional seperti Dayak Kenyah juga dapat memperoleh manfaat dari pengembangan obat-obatan yang berbasis pengetahuan tradisional mereka. Heart of Borneo National Coordinator. seorang professor dari Universitas Sabah Malaysia yang menulis laporan Biodiscoveries . Informasi lebih lanjut :  Bambang Supriyanto.id/attachments/biodiscoveries_borneo_botanical_secret. dimana Indonesia dan Malaysia terlibat didalamnya. Konvensi Keanekaragaman Hayati (CBD).Brunei Darussalam.Borneo's Botanical Secret oleh Menno Schilthuizen. ungkap Dr. Komitmen ini yang diharapkan ditingkatkan menjadi deklarasi kesepakatan ketiga negara akan memastikan perlindungan dan pemanfaatan yang berkesinambungan pada hutan yang berada di daerah tersebut yang sangat mungkin mengandung potensi penemuan sumber obat di masa mendatang".demikian Dr. pemerintah tiga negara .    . Brazil. Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-11 di Kuala Lumpur. sehingga pengembangan obat-obatan dan pemanfaatan lainnya tunduk pada hukum negara asal. inisiatif Heart of Borneo telah menjadi bagian dari ASEAN Chairman's Statement.

or. Rencana ini telah didukung oleh kepala pemerintahan dari empat negara.EAGA (Brunei Indonesia Malaysia Philippines . Brunei Darussalam and Indonesia.id  . Such sanctuaries would protect the biological diversity of plants and animals in the green Heart of Borneo and would play a vital role in protecting all of the island's major water catchments".wwf. www.  Heart of Borneo juga menjadi salah satu program utama (flagship programme) 5 tahun dari BIMP .paragraph 23 yaitu " We also noted the efforts to establish a transboundary network of sanctuaries on the island of Borneo involving Malaysia. KTT ini merupakan pertemuan tertinggi negara ASEAN dan Chairman's Statement adalah catatan resmi pertemuan dan didukung oleh seluruh pemimpin pemerintahan di ASEAN.East ASEAN Growth Area).

selain jenis-jenis HHBK yang dominan tersebut. Berdasarkan hasil inventarisasi Pilot Proyek KPHP di Kalimantan Tengah yang dilaksanakan United Kingdom – Indonesia Tropical Forest Management Programme (UK-ITFMP) tahun 1994 – 1997. Berdasarkan data dari Dinas Kehutanan potensi hasil hutan non kayu untuk jenis rotan mencapai 839. mulai dari buah-buahan.684. diperkirakan mencakup luasan sedikitnya 10 % dari total luas Hutan Hujan Tropika di Kalimantan Tengah atau sekitar 1. Tusuk Kusung. Dilihat dari nilai ekonomi dan ekologi. bahan baku kerajinan. Pegunungan Meratus Di Kawasan Pegunungan Meratus potensi HHBK cukup melimpah. Akar Ginseng. Meskipun hingga saat ini belum dilaksanakan kegiatan inventarisasi potensi HHBK secara menyeluruh guna mengetahui luas dan sebaran HHBK.Potensi Sumber Daya Alam. getah pohon. Akar Gusi. (data kawasan hutan kalteng 2001). potensi hasil hutan non kayu seperti rotan dan berbagai getah (pantung dan jerenang) lebih berpotensi. Ipung. tumbuhan berbunga. Sintuk. Di Kalimantan Tengah potensi non kayu cukup dominan seperti beberapa jenis Rotan. tumbuhan obat dan rempah-rempahan. beberapa jenis Damar. . Lahan dan Jasa Lingkungan SoB Potensi Sumber Daya Alam <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Potensi Hasil Hutan Kalimantan Kaya dengan hasil hutan baik itu kayu non kayu.363. Selama ini hasil hutan bukan kayu (HHBK) banyak di manfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat yang berada di kawasan hutan. Anak Busi. hutan di Kalimantan Tengah juga memiliki potensi yang cukup menjanjikan akan tanaman/tumbuhan obat-obatan. Sumber hasil hutan kayu telah lama dimanfaatkan oleh Negara melalui HPH. Getah Jelutung. Hasil hutan ikutan saat ini lebih banyak terdapat pada daerah hulu sungai. Kulit Kayu Gemor. Penawar Bisa. Hasil hutan non kayu sebenarnya tidak kalah potensinya. Kei Umbut. Sendi Adam. Akar Sutra. Saluang Belum.87 Ha.000 ton/tahunnya.350. Ikang Siau serta Akar Buli. seperti Pasak Bumi. Sirap dan Sarang Burung. namun belum secara serius di garap. hingga madu. Kemedangan. Potensi HHBK tersebut pada umumnya tersebar tidak merata pada tipe Hutan Hujan Tropika (Tropical Rain Forest) baik dataran tinggi (Tropical Mountain Rain Forest) maupun dataran rendah (Tropical Lowland Rain Forest). Biji Tengkawang. Gaharu. bahan baku bangunan subtitusi kayu. Akar Busi. Sula Adam. Akar Kuning. kini potensi kayu sudah menipis jika kita lihat dengan banyak perusahaan kayu yang gulung tikar karena kekhurangan stok kayu. namun mengacu pada hasil survey yang dilaksanakan oleh ODA UK-ITFMP.

bamban. Hulu Sungai Tengah adalah kabupaten yang menempatkan karet sebagai produk unggulannya. karena hampir setiap aktivitas kehidupan masyarakat Dayak menggunakan unsur bambu untuk mendukung kehidupannya. Sentra lain terdapat di Kecamatan Loksado (HSS) dan Kecamatan Halong (Balangan). Salah satu kampung penghasil adalah Malaris. BOX : Potensi& Nilai Ekonomis Hasil Hutan Bukan Kayu di Lokasado Pegunungan Meratus : Loksado juga terkenal dengan produk kayu manis (Cinnamomum burmanni Blume). Madu . obatobatan dan rotan Karet. karet. Hal ini berhubungan erat dengan kearifan tradisonal masyarakat adat di kawasan ini. terutama di lereng sebelah barat dan utaranya. Sedangkan populasi kayu manis belum produktif (berumur kurang dari 7 tahun) sebanyak 9. Dengan pemanfaatan seperti ini bambu adalah komponen penting dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Dayak.500 kg. Potensi lain yang tidak kalah melimpah adalah bambu. kayu manis. buah-buahan. Di Loksado minimal terdapat 17 jenis bambu dengan luasan area yang sangat besar (R. peralatan dapur bahkan untuk kelengkapan upacara ritual aruh adat.900 pohon. Berikut 4 kampung dengan NTFP sebagai basis utama penghasilan masyarakatnya yang dapat dianggap mewakili kampung lain yang ada di Pegunungan Meratus. Kemiri. Berbagai macam bambu dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai macam kepentingan juga. Udur. dari pemanfaatan untuk kerajinan. Potensi ini tersebar merata di sebagian besar kecamatan ini. Bambu di kawasan Pegunungan Meratus biasanya terdapat di bekas-bekas ladang dan kadang bersama mengisi relung yang ada dengan tanaman perkebunan lainnya seperti kayumanis dan karet. Pisang. keminting. Bambu. karet. walatung/ manau.950 pohon x 10 kg = 459. damar. bambu dan obat-obatan. No 1 Kampung Kampung Malaris (Loksado/HSS) 2 Kampung Kiyo (Batang Alai Timur/HST) 3 Kampung Tampaan (Halong/Balangan) Hasil Hutan Non Kayu kemiri. rotan. kayu manis kering jemur. kayu manis. HHBK yang paling banyak di usahakan di Pegunungan Meratus adalah perkebunan karet rakyat. 2002). Di Malaris Rata rata kayu manis efektif yang di panen menghasilkan 10 kg kayu manis kering siap jual sehingga potensi produk kayu manis saat ini adalah 5. damar.Namun semua jenis tersebut belum maksimal dimanfaatkan.

Setidaknya data di bawah ini bisa menggambarkan potensi hasil hutan di kawasan tersebut : Tabel .700.4 Kampung Rantau Buda (Kec.66 1.670. Kabupaten Nunukan Dalam Angka Tahun 2002 2).33 No Kabupaten Luas Areal (ha) Produksi (m3) 1 2 3 Nunukan Malinau Kutai Barat 1.<!--[endif]-->Kayu Alam <!--[if !supportLists]-->.725.619. .91 ton yang tercatat sejak tahun 1996 hingga tahun 2000. Rotan Dan Tumbuh-Tumbuhan Yang Berkhasiat Untuk Obat-Obatan. namun jika mengacu pada wilayah green Belt pegunungan Iban.332 593.<!--[endif]-->Hutan : 7. Kabupaten Kutai Barat Dalam Angka Tahun 2002 3).255. Asumsinya bahwa kawasan hutan berada hampir di seluruh kawasan GB. meningkat di Tahun 1998/1999 sebanyak 5.92 ton. Kabupaten Malinau Dalam Angka Tahun 2001 Secara Umum di Kalimantan Timur Potensi SDA Katim<!--[if !supportFootnotes]-->[1]<!--[endif]--> <!--[if !supportLists]-->. Hal yang sama juga terjadi pada produk madu.89 98.<!--[endif]-->Hasil Hutan Ikutan : Gaharu.501. Pegunungan Iban Belum di dapat secara pasti potensi kayu di kawasan Pegunungan Iban. BPS.18 546. BPS.168 Ha <!--[if !supportLists]-->.205. Produksi madu hasil kegiatan perlebahan selama kurun waktu lima tahun sebanyak 249.236. Buah-buahan Sumber : Menggali Kearifan di Kaki Meratus.413. 2002 dan Bank Data YCHI Tahun 1997/1998 produksi rotan Kalimantan Selatan adalah 1. Damar.66 76. Petensi Kayu bulat komersil Prosentase terhadap luas Kabupaten 8.000 2. Sarang Burung Walet.17 ton dan kembali meningkat di Tahun 1999/2000 dengan jumlah produksi sebanyak 5. Sungai Durian/Kotabaru) Madu.430.50 Sumber : 1).18 ton.855. BPS.836 4.

baik emas sekunder dan emas primer.2005). potensi bahan galian batu bara lebih banyak terdapat pada kabupaten MURA. Bahan galian B hampir setiap kabupaten terdapat potensi ini. Desa Tumbang Atei Kecamatan Sanaman Mantkei dan di Desa Rantau Bahai Kecamatan Katingan Hulu. Menurut Pemaparan Bupati tentang kondisi dan percepatan pembangunan di Kabupaten Murung Raya berdasarkan peta geologi lembar Kalimantan. GUMAS. <!--[if !vml]--> <!--[endif]--> Peta. Zn. Di kalimantan tengah saat ini terdapat kurang lebih 20 perusahaan tambang emas yang saat ini masih dalam tahap melakukan penelitian dan eksplorasi (Potensi sumberdaya mineral pertambangan-gol A dan B . bagian Utara Kalimantan Tengah merupakan jalur mineralisasi yang dikenal dengan “Borneo Gold Belt” yang menghasilkan berbagai mineral bernilai ekonomi seperti: Au. Cu. Pb. Untuk bahan galian dengan jenis batu permata (kecubung) hanya terdapat di kabupaten Kotawaringin Barat. Fe dan intan serta mineral-mineral industri seperti Kaolin.<!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Potensi Bahan Mineral – Energi Propinsi Kalimantan Tengah mempunyai banyak potensi SDA tambang. Diwilayah Schawaner yaitu di kecamatan Sanaman Mantike terdapat batu granit. Tahun 1997. kaolin dan granit terdapat hampir di semua kabupaten. Batu Mulia terletak di Bukit Butik. pasir kwarsa. BARUT. Barito Timur. Sedangkan batu gamping banyak terdapat di kabupaten kapuas. Berdasarkan data yang ada. di lakukan lagi penelitian oleh Pemda Kalteng dan ditemukan banyak potensi tambang di wilayah calon reservoir air / genangan daerah aliran sungai untuk hydro electric tersebut. maka rencana pembuatan waduk PLTA tersebut dinilai tidak feasibel. Ag. Bahan galian C lebih di dominasi oleh tanah liat. Dibawah ini dapat dilihat sebaran bahan galian yang terdapat di Kalimantan tengah dan sudah dikelola oleh beberapa perusahaan. Bahan galian A didominasi oleh batu bara dari pada potensi gas.kapuas. Barito Utara dan Mura.KOTIM dan katingan). Pasir .KOBAR. BARSEL dan BARTIM. Peg Muller : Pada tahun 1961. Sebaran Potensi bahan meneral di kalimantan Tengah Pada daerah hilir lebih banyak tanah gambut (palangkaraya. PBB menugaskan Jepang (JICA) melakukan studi hydro power electric generator di wilayah Laung Tuhup dan Muara Joloi yang diketahui akan mampu memberikan daya listrik yang cukup untuk keseluruhan Pulau Borneo. bahkan ke wilayah lainnya.

Potensi batu bara sebagai SDA yang tidak pulih di Kalimantan Selatan diperkirakan + 3 milyar ton. marmer.582. dan PT.37 persen dari periode sebelumnya Rp 856. Menurut data yang tersedia dari sumber yang sama sampai tahun 2000.503. PT.27 ha dilakukan oleh PT. Bahari Cakrawala Sebuku (CBS). Aneka Tambang/Pelsart (operasi tahun 2000). SDA lainnya adalah biji besi dengan potensi terbesar terletak di Tanah Bumbu yang diperkirakan sebanyak 140 juta ton.526. Berikut gambaran lengkap potensi tambang di Kab.000 ton per tahunnya. Adapun Tanah Laut telah meng ekspor biji besi + 300. diantaranya ada 7 bahan tambang unggulan yaitu batu bara. dengan dominasi terbesar oleh investor melalui PT. bijih besi. Tanah Laut dan Satui (B. Saat ini Kalimantan Selatan merupakan penyetor terbesar di Indonesia dari SDA batu bara. Arutmin Indonesia.820. Jumlah tersebut dipastikan terus bertambah hingga akhir tahun 2005 (Desperindag Kalsel). atau naik sekitar 12. PT AGM diberikan kesempatan bulk sampling sebesar 200. Selanjutnya Kotabaru. Hulu Sungai Selatan sebagai gambaran kekayaan SDA Pegunungan Meratus : .661. Meratus Sumber Mas (operasi tahun 1998).73 atau naik sekitar 47. pasir kwarsa dan batu gamping. Pelaihari Mas Utama dan PT. PT.721.377.16.117. Kutai dan Kuala Pambuang memiliki kandungan endapan minyak dan gas bumi serta batubara. MD. Eksplorasi emas seluas 291 297. Adapun yang sudah lebih dulu melakukan eksploitasi adalah usaha pertambangan emas rakyat yang oleh pemerintah dianggap illegal seperti di daerah Kusan. intan. Secara keseluruhan realisasi ekspor batu bara Kalsel per Januari – September 2005 saat ini mencapai volume 39.729. emas. 2006) ke China melalui PT.000 ton/th. Di Kalimantan Selatan setidaknya ada 22 bahan tambang yang berpotensi. Sejak tahun 1998 hingga tahun 2001 PT AGM telah memproduksi Batubara sebanyak 632.17 kilogram. PT AGM telah mencatatkan produksi batubaranya sejak 1999. Bentonite maupun Granit. tapi sejak tahun 2000 bulk sampling PT AGM telah mencapai lebih dari 200.000 ton (Syaifullah Tamliha. 25 April 2006) dengan kwalitas yang cukup baik dengan kadar Fe mencapai 67.262. Catatan kantor Dinas Pertambangan Propinsi Kalimantan Selatan. Pada bagiah tengah ditemukan sekungan Barito.681.13 kilogram. Dari total volume tersebut diperoleh pendapatan sebesar Rp 1. Adaro Indonesia.71 persen dari waktu yang sama pada periode sebelumnya yang hanya 34. Kuang Ye Int.Kwarsa. Perhitungan ini tentunya diluar dari kegiatan pertambangan illegal yang marak di Kalimantan Selatan yang mulai terasa sejak tahun 1999. Post. bahan tambang emas belum berproduksi.711 ton.

Sungai Raya Kec. 2. Padang Batung Kec. Padang Batung Kec.599 m3 41.75 juta m3 238. 12. 2005 (Hebat kali udah bisa ngitung giniian…) .38 juta m3 90. Padang Batung Kec. Lempung Kec.388 juta m3 540 juta m3 101.3 ton 12. Bijih Besi Batu Gamping Kec. Padang Batung Kec.08 juta ton 769. 9.64 juta ton 10. Pasir Kwarsa Basalt Lava Basal Sirtu Tanah Urug Konglomerat Granit Granodiorit Batubara Kec. Marmer Pospat Kec.852 juta ton 171.812. 11.89 juta ton 4.455 juta ton 160. 8. 10. Padang Batung Kec. Sungai Raya Kec.68 juta m3 176.000 ton 632. Angkinang* Kec. Loksado Kec. Lokasdo Kec. 4.5 ton 20.36 juta ton Deposit yang ada merupakan sumberdaya hipotetik Lokasi Deposit Ket Sumber : Hasil Investigasi Advokasi Kamawakan oleh YCHI-Walhi-PIM Loksado. 13. Loksado Kec. Loksado Kec. Telaga Langsat Kec.105.875 juta m3 63. Galian 1.56 juta m3 77. Padang Batung Kec. Padang Batung Kec. Padang Batung 661.512.825 juta m3 46. Telaga Langsat 5. Loksado Kec. Loksado 3. Sungai Raya 6 7.Bahan Tambang/ No. 14.

Ket : * bukan kecamatan di kawasasan GB Meratus Pegunungan Iban. Lempung. Granit. Batu Gamping dan Mata air Asin. Berdasarkan data yang di dapat dengan pendekatan wilayah adminstrasi adalah seperti tabel di bawah ini : Tabel.5 Bahan baku industri semen Bahan baku industri keramik Bahan baku industri cat Bahan baku genteng dan batu bata Belum dimanfaatkan Lumbis Labang Batu Gamping 5 Bahan baku industri semen Bahan penetral keasaman tanah Bahan campuran industri keramik dan bahan bangunan Bahan campuran industri Metalurgi Belum dimanfaatkan Krayan. Potensi Bahan tambang yang terdapat di kawasan pegunungan Iban diantaranya Emas. Kec. optik. Potensi Bahan tambang di Pegunungan Iban LOKASI No Kab. 1 Nunukan Nunukan Komoditi Desa Lempung Luas (ha) Patner usaha Trend pasar 17. industri keramik Bahan kontruksi Belum dimanfaatkan . Lumbis - Pasir kwarsa - Industri gelas.

yang merupakan daerah dengan flora tersendiri. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Potensi Keragaman Hayati <!--[if !supportFootnotes]-->[2]<!--[endif]-->Deretan pegunungan meluas dalam bentuk Y terbalik. Pegunungan Schawaner di Kalimantan Tengah bertemu dengan bagian barat pegunungan Kapuas Hulu disepanjang perbatasan Serawak dan Kalimantan.50 Juta Ton.00 Milyar Ton <!--[if !supportLists]-->• <!--[endif]-->Emas : 60. Satu cabang di bagian tenggara meluas ke Pegunungan meratus di Kalimantan Selatan.680 Bscf (Billion Standard Cubic Feet) <!--[if !supportLists]-->• <!--[endif]-->Batubara : 21. . Kec.17 Juta Mmstb (Million Metric Stock Tank Barrel) <!--[if !supportLists]-->• <!--[endif]-->Gas Bumi : 48. Desa Komoditi Luas (ha) Patner usaha Trend pasar bangunan Krayan Buduk Kinangan Mata Air Asin Industri garam Dimanfaatkan oleh masyarakat untuk konsumsi rumah tangga Long Nawang Long Pahangai Long Pahangai Emas - 2 Malinau 3 Kutai Barat - Emas - - - Sungai topai Granit - - - Sumber: Dinas Pertambangan Propinsi Kaltim Tahun 2003 Sumber Daya Mineral Dan Energi Diperkirakan : <!--[if !supportLists]-->• <!--[endif]-->Minyak : 1. melalui bagian tengah dan bagian utara pulau ini.LOKASI No Kab. selanjutnya meluas ke Utara melalui jajaran Iran sampai ke jajaran Crocker di Sabah.

Menurut regulasi perlindungan satwa baik internaional maupun nasional. Dari jenis-jenis endemik di Borneo. Endemisme di gunung sangat tinggi untuk golongan binatang yang merupakan pemencar-memencar yang buruk. 23 jenis (73%) merupakan jenis pegunungan. pusat pembentukan jenis-jenis baru dan terjadinya endemisme. demikian pula 21 dari 44 jenis mamalia endemik di pulau ini. misalnya menunjukkan endemisme di pegunungan Usambara Timur yang beragam dari 2% untuk mamalia sampai 95% untuk golongan senggulung (Rodgers dan Homewood 1982). Gunung-gunung di Borneo dapat diibaratkan seperti pulau-pulau di lauatan hutan basah dataran rendah. Mereka adalah keluarga palem paleman dan satu lagi adalah Rhododendron alborugosum. 132 jenis herpetofauna (amphibi dan reptil). diantarnya adalah 12 jenis tanaman endemik yang hanya ada di kalimantan. Pembukaan vegetasi pegunungan dan khususnya hutan pegunungan dapat menyebabkan kepunahan jenis-jenis yang unik. Bukit Raya yang tingginya 2. 334 jenis burung. rugosa). S. damar ( Shorea obscura. Gunung Sebagai Pusat Keragaman Hayati<!--[if !supportFootnotes]-->[3]<!--[endif]--> Gunung – gunung merupakan daerah yang sangat menarik dari segi biologi. tidak kurang dari 116 jenis satwa yang dilindungi dapat dijumpai di kawasan ini. 65 jenis ikan. tengkawang ( Shorea stenoptera). misalnya amfibi dan invertebrata. Sisa-sisa hutan dataran tinggi di Tanzania. parvistipulata). resak (vatica enderti) dan binturung (Artocarpus lanceifolius). MacKinnon). dan karena isolasi ini kemudian mengembangkan jenis-jenis unik. Selain itu dikawasan ini juga terdapat hutan agathis (Aghatis beccari) yang kondisinya relatif masih baik di kalimantan Selatan. Jenis tersebut sangat dicari oleh banyak kolektor termasuk Botanical Garden Edinburgh Inggris. Kawasan ini sangat kaya dengan keragaman fauna. Sembilan jenis endimik lainnya adalah lahung (Durio dulcis). damar merah (Shorea beccariana.728 m. 173 jenis kupu-kupu yang tergabung dalam 417 jenis serangga. Gunung-gunung di Borneo dengan hutan dataran rendah di sekitarnya merupakan sebagian dari tempat-tempat keragaman hayati penting di pulau ini. barangkali merupakan gunung tertinggi di Kalimantan yang paling banyak diteliti dan merupakan daerah yang tinggi keragaman hayati (Nooteboom 1987 . mewakili tempat pengungsian Kala Pleistosen. Sampai saat ini paling tidak telah tercatat sebanyak 89 jenis mamalia. pitun (Shorea myrionerva). S. Owa owa . Meratus : Kawasan Meratus terkenal juga dengan endemisitas floranya. Namun disayangkan keragaman hayati pegunungan di Kalimantan baru sedikit yang di eksplorasi secara ilmiah.Kebanyakan gunung di Borneo termasuk dalam satu unit pusat boigeografi <!--[if !supportAnnotations]->[R1]<!--[endif]--> yang memiliki flora dan fauna pegunungan yang khusus pulau ini (MacKinnon dan MacKinnon 1986). antara lain Macan Dahan (Neofelis nebulosa).

Kerabat kayu Gaharu (Amyxa pluricor). Fauna Di dalam kawasan TNBK terdapat 48 jenis mamalia. terdiri dari 15 marga dengan 63 suku dan 50 jenis antaranya endemic pulau Borneo. Hopea. Kucing hutan. 12 suku dan 14 jenis endemic Borneo.1.(Hylobates albibarbis). jenis baru lainnya seperti Neo uvaria. ada sekitar 1. Enggang gading. Tarsius. dan Troides amphyrisus thomsonii. Flora Masuk ke dalam 8 tipe hutan di atas dengan ketinggian 50 . shorea. Kelampiau. . hutan Dipterocarpaceae bukit. diantaranya Harimau dahan. Vatica). hutan rawa. Jelawat (Tor tambra). Clusiaceae terdapat 33 jenis. Kancil Berang-berang. dimana tidak kurang dari 75 jenis. 24 jenis endemic Borneo. Lutung Merah (Presbytis rubicunda). Kelasi. Lithocarpus phillipinensis. Muller : Ekosistem Terdapat 8 (delapan) tipe ekosistem yang dicuplik dari ketinggian 150 – 1. Dryobalanops. Ayam Hutan (Lophura ignita) dan Cukias (Lophura bulweri). Burseraceae terdapat 30 jenis. Untuk reptilian dan amphibian. Pycononotus flasvescent. Kijang. 21 jenis ular dan 1 katak terkecil di dunia (Leptobrachella myorbergi) kurang dari 1 Cm dewasanya. Acuminatissima.500 specimen. Castanopsis inermis. 15 jenis migrant. hutan sekunder tua. hutan berkapur.000 specimen dengan 112 jenis ikan. Tingkat endemisitas satwa di kawasna ini pun cukup tinggi. Betet-kelapa Filipina (Ciconia stormi). Dari kelompok burung yang teridentifikasi ada 301 jenis dengan 151 marga dan 36 suku. 6 jenis burung yang dilindungi UU.150 mdpl. Suku Dipterocarpaceae terdapat 121 jenis.150 mdpl terdapat 695 jenis pohon. 6 jenis temuan baru di Indonesia (Accipernisus. Hirangan (Presbytis frontata) Bekantan (Nasalis larvatus). Myrtaceae terdapat 28 jenis. Dari 8 tipe hutan itu. 3 jenis kura-kura. Hout. ialah tipe hutan Dipterocarpaceae dataran rendah (Dipterocarpus. hutan gunung. misalnya jenis pisang baw (Musa lawitienisi). Shore peltata. 41 marga. Kaijang emas. Shorea terdapat 30 jenis. Dendricitta cinerasceus. seperti Orang utan. Elang Walacea (Spizaetus nanus). hutan sub gunung. Luscinia calliope. Biawak (Varanus salvator) Ular Sendok (Naja sumatrana). hutan alluvial. Rhinom yas brunneata). Rusasambar. Ficudela parva. Euporbiaceae terdapat 73 jenis. Trogonoptera brookiana albescens. Beruk. Paras horea. Untuk jenis ikan ada 4. Terdapat 7 jenis kelompok primate. 2 jenis buaya. Chisocheton caulifloris. King Cobra (Ophiophagus hannah). Eugenia spicata. Beruang madu. 26 jenis kadal. Kera. 103 telah diidentifikasi dengan 51 jenis amphibi.

Tipe hutan tropis dataran rendah adalah hutan yang terdapat di kaki Pegunungan Muller. Jenis lainnya adalah Ubah (Syigium sp). Sungai Mahakam menjadi pembatas ekologi bagi banyak mamalia yang tidak dapat berenang. Jenis lain yang khas pada tipe vegetasi ini adalah jenis Cemara gunung (Casuarina junghuniana) dan Ubah ribu (Syzigium sp). misalnya. terbanyak adalah sekitar 134 jenis pada ketinggian di bawah 100 meter. Pada tipe ekosistem hutan daratan rendah didominasi oleh jenis dari family Dipterocarpaceae seperti Tengkawang tungkul (Shorea sp). Resak (Vatica sp) dan Kapur (Driyobalanops sp). . ataupun jenis arboreal yang bergelantungan pada cabang dan ranting pohon yang menjulur ke seberang sungai. Namun. di mana sejumlah 394 jenis di antaranya terdapat di Borneo dan sekitar 149 jenis di antaranya adalah endemik. Kekayaan jenis ikan perairan tropis cukup tinggi. Jenis lainnya seperti Jelutung (Dyera costulata).Eksistensi jenis mamalia besar. ataupun petunjuk lainnya seperti daerah mengasin atau sumber air garam. penyebarannya banyak dibatasi keganasan Sungai Mahakam. Di sini terdapat jenis-jenis komersial. Bintangor (Callophylum inofilum) dan Durian burung (Durian carinatus). Pada Tipe Vegetasi Daratan Tinggi masih ditumbuhi berbagai jenis meranti. Rotan (Calamus sp) dan Aren (Arenga pinata). Dari family Palmae ditemukan jenis Bambu (Bambusa spp). perburuan yang keras terhadap jenis badak di masa lalu telah berdampak signifikan terhadap kelangkaan dan kepunahannya sekarang ini. Kekhasan Ekosistem dan bervariasinya keadaan topografi kawasan memberikan peluang untuk hidupnya beranekaragam jenis tumbuhan yang hidup pada beberapa tipe ekosistem. adalah berdasarkan informasi masyarakat sekitar yang pernah melihatnya di sekitar Sungai Boh di Kaltim. misalnya banteng dan badak di Pulau Kalimantan. jenis owa. baik di sebelah Kalteng maupun Kaltim. kecuali bekantan di daerah hilir sungai. serta jejak kaki. Keragaman jenis dari famili dipterocarpaceae ini terus menurun dengan naiknya ketinggian tempat. Medang (Litsea sp). Sebaliknya migrasi babi hutan di daerah Kaltim dari sebelah utara ke selatan lebih banyak dibatasi oleh Pegunungan Muller di sebelah barat dan Sungai Mahakam di arah selatan. Kawasan ini merupakan ekosistem hutan dataran rendah hingga dataran tinggi yang mempunyai keanekaragaman jenis tumbuhan. Sedangkan untuk Orangutan di Kaltim. Tipe vegetasi Daratan sedang masih didominasi oleh jenis-jenis dari family Dippterocarpaceae seperti Meranti (Shorea sp). Panas yang tinggi dan level oksigen yang rendah dapat menghilangkan jenis-jenis tertentu dari tumbuhan dan hewan perairan. seperti jenis dari meranti-merantian (famili dipterocarpaceae) ataupun jenis ulin (famili lauraceae). Pulai (Alstonia scholaris) dan Belian (Eusideroxylon zwageri).

Kelempiau (Hylobathes moloch) dan Kera ekor panjang (Macaca fascicularis). Rotan (Calamus sp) dan beraneka ragam jenis Kantong semar (Nephentes sp).500 – 2. hutan bekas tebangan ± 9. sembilan jenis ikan. non hutan ± 2. satu jenis macan dahan.07%. setidaknya ada 10 jenis tumbuhan dan delapan jenis satwa berupa enam jenis burung.000 mdpl atau <>Menurut Steenis analisis Citra Landsat ada 3 tipe ekosistem : <!--[if !supportLists]-->a.637.500 mdpl.200 jenis tumbuhan.500 mdpl seluas 58. Jenis burung yang paling menonjol di kawasan ini adalah berbagai jenis Enggang (Bucerotidae).587. <!--[endif]-->Tipe Ekosistem Pegunungan Bawah.Perbedaan yang terlihat jelas pada tipe vegetasi ini adalah munculnya lumut-lumut hijau di setiap batang tumbuhan.03 Ha.000 – 1. termasuk jenis Enggang Gading (Rhinoplax vigil) yang menjadi maskot fauna Kalimantan Barat. hutan pegunungan 1. Di Kawasan TNBK yang termasuk dalam kawasan GB Muller pernah dilakukan inventarisasi. dan 10 jenis burung yang endemik Kalimantan. 159 jenis burung. Disebutkan juga. ekosistem hutan Dipterocarpaceaea terletak 100 . dan satu jenis bulus. Rusa (Cervus unicolor) dan Pelanduk (Tragulus napu). Jenis satwa yang mendominasi dan paling sering terlihat di kawasan ini adalah jenis Primata (Monyet) seperti Orangutan (Pongo pygmaeus). Di antaranya jenis Cemara gunung (Casuarina junghuniana).<!--[if !supportFootnotes]-->[4]<!--[endif]--> Sayangnya enggang yang menjadi kebanggaan itu. Pada tipe vegetasi Puncak Pegunungan. . berdasarkan Management Plan 25 tahun TNBB-TNBR. 41 invertebrata gua. hutan perbukitan 1.340.8 Ha. 282 jenis ngengat. tersebar di seluruh areal <> <!--[if !supportLists]-->b. serta sejumlah jenis flora dan fauna yang diduga jenis baru. seperti Thismia mullerensis.000 mdpl. 17 jenis reptil dan 11 jenis ampibi.26 Ha (32.489.30%) dari luas kawasan.1. Pandan (Pandanus sp). ukuran tumbuhan semakin kecil dan lumut-lumut hijau semakin tebal menempel di kulit pohon. <!--[endif]-->Tipe Zona Tropika. saat ini sulit ditemui. tersebar di ketinggian 1. dan 82 jenis ikan.000 mdpl. hasilnya sebanyak 1. Untuk jenis yang tergolong langka. ada lima jenis ikan dan satu jenis tumbuhan yang termasuk jenis yang baru tercatat. Jenis Mamalia lain yang sering terlihat di antaranya Beruang madu (Helarctos malayanus). hutan lumu > 2. 24 jenis kupu-kupu.000 – 1.<!--[if !supportFootnotes]-->[5]<!--[endif]--> Schwaner : Ekosistem Dilihat dari keberadaan ekosistem di wilayah green belt pegunungan Schwaneer yang masuk dalam kawasan TNBB – TNBR . mencakup hutan primer ± 45. Tercatat sedikitnya 40 jenis tumbuhan.

Kejadian hama belalang ini pada musim panen tahun 2005.000 mdpl. trenggiling.26 Ha (32.500 – 2.489.340. hutan lumu > 2. seperti jenis kayu belian. enggang gading dan burung pungkapung/kroak sejenis burung untuk menunjukan keberuntukan kawasan perladangan. langsat.500 mdpl. dipercaya oleh masyarakat sebagai suatu pemebritahuan musim.000 – 1. Di kawasan mendalam yang merupakan kawasan TNBK dan berada di tengah Pegunungan Kapuas Hulu dan Peg Muller yang terletak di kabupaten Kapuas Hulu. non hutan ± 2.000 mdpl atau <> Tipe Zona Tropika. bekas hutan tebangan ± 299. yang menyebabkan gagal panen dan memperoleh kerugian sekitar 2 juta per KK yang membuka ladang1.81 Ha.500 mdpl seluas 58. <!--[if !supportAnnotations]-->[R2]<!--[endif]--> Keadaan flora juga didominasi akan jenis hama bagi peladang. karena dengan adanya burung enggang sering dipercaya kemunculannya dan suaranya tersebut menandakan akan terjadinya suatu perubahan musim1. Dari jenis flora dan fauna yang dulunya dimiliki di sekitar kawasan Mendalam. . mencakup hutan primer ± 6. meranti.000 – 1.8 Ha. masuk ke dalam tipe zona tropika yang mana di sekitarnya banyak terdapat jenis kayu belian dan pepohonan buah-buhan yang bersifat keras (cempedak. seperti kijang. hutan bekas tebangan ± 9.930 Ha (3. tersebar di ketinggian 1. Berdasarkan Management Plan 25 tahun TNBB-TNBR.30%) dari luas kawasan. mencakup hutan primer ± 45. menyebar di ketinggian > 1. pelanduk.07%.83%) dari luas kawasan. hutan perbukitan 1. Membuat ekosistem berupa flora – fauna dan plasma nuftah dikawasan ini beragam sesuai dengan tingkat tipe ketinggian perbukitan.637.03 Ha. kera serta jenis predator pada belalang1.000 mdpl. Ini terjadi suatu kehilangan jenis flora-fauna yang dianggap saklar oleh masyarakat di sekitar kawasan Mendalam hilang bahkan punah. terdapat jenis endemic kayu atau pohon Kalimantan kerabat kayu gaharu serta jenis endemic primata Kalimantan merupakan suatu potensi tersendiri dalam peruntukan kawasan konservasi. Ekosistem pegunungan bawah memiliki keragaman jenis pohon serta individu yang lebih tinggi dari zona lainnya. Namun dengan potensi ini mengakibatkan tergiur pengusaha kehutanan untuk memanfaatkan potensi kayu yang ada di dalam hutannya. 93 Ha. hutan pegunungan 1. Perubahan ekosistem yang disebabkan oleh aktivitas kehutanan.<!--[if !supportLists]-->c. babi. menyebabkan hilangnya rantai kehidupan di sekitar Desa Kalan dengan serangan hama belalang. durian) secara alamiah.420.587. <!--[endif]-->Tipe Pegunungan Atas.500 mdpl seluas 6. ekosistem hutan Dipterocarpaceaea terletak 100 1. tersebar di seluruh areal <> Tipe Ekosistem Pegunungan Bawah. Untuk di Desa Nanga Kalan sendiri. mayas (orang utan).

Palaquium dasyphyllum. Tenggalung. Rhododenron sp. Pterospemum sp.81 Ha. Lauraceae.. Ficus riber. Ketinggian 700 – 1. Wau-wau tangan hitam. Syzigium lineatum). Trischostosia velutina). Litsea densifolia.200 mdpl terdapat hutan kerangas dari suku Myrtaceae jenis (Syzigium rhamphiphyllum. Igunura walici. Fagaceae dengan jenis Aporosa sp. bajing kelapa. Selain itu juga ada jenis tumbuhan „Bungon Pemaceh‟ sebagai obat kontrasepsi. Musang congkok.Tipe Pegunungan Atas. 140 jenis aves (burung). „Ramoy‟ sebagai obat diare. menyebar di ketinggian > 1.. pasak bumi „Seloang Belum‟ sebagai obat kuat (tonik). Salacca zalacaa. bajing tanah bergaris tiga. Lithocarpus cooertus dan Knema sp. Listhocarpus ewyckii.200 – 1. dikawasan punggung perbukitan sekitar sungai Ella terdapat jalur jelajah Orang utan dan Singapuar. Ketinggian 2. Pometia piñata. Rubiaceae serta jenis palma dan liana.930 Ha (3. Michelia sp. bajing kecil. Hopea spp. 7 jenis amphibian. Pinanga rivularis. Ficus macrostyla.000 – 2.000 mdpl ada Tupai pohon.83%) dari luas kawasan. Serawai dan sungai kecil lainnya dengan jenis khas Dipterocarpus oblongifolius. 93 Ha. Pada sekitar lereng ketinggian 400 – 700 mdpl terdapat landak. Tectaria hosei. Ketinggian 1. Musang bogoh. juga ditemukan anggrek (Apendicula alba. Trichostosia lanseolaris. tupai besar. Kucing hutan. Binatang pengerat pada ketinggian 2. Dipteres lobiana. terdiri dari 65 jenis mamalia.500 mdpl seluas 6. Asplenium sabaquatile.200 mdpl ada lutung. Osmoxylon helleborinum.000 – 1. tupai hitam bergaris. Palem-paleman (Areca spp. Musang bergaris. Flora Telah terinventarisasi ada 817 jenis (610 marga dalam 139 suku). Fauna Terdapat 221 jenis yang telah diidentifikasi. Ficus microcarpa. Kelasi. Pandanus sp. Di sekitar kawasan terbuka (kawasan HPH dan sekitar ladang) terdapat Rusa sambar.vegetasi hutan ekosistem tropika tersebar di sepanjang Sungai Jelundung.278 mdpl ditemukan hutan lumut yang di dominasi dari suku Ericaceae. Sapotaceae. Saurauria angustifolia. 9 jenis reptilian. genus Shorea spp. Euphorbiaceaea dan ada Rafflesia tuan-mudae Becc. Syzigium rosttratum.. Lauraceae.. Sapotaceae. mencakup hutan primer ± 6.420. „Bayan Akah‟ kulit berwarna kuning sebagai pematik api. Liana „Kanyong‟ sebagi racun di ujung tombak atau anak panah.000 mdpl di dominasi famili Dipterocarpaceaea juga Myrtaceae. Neuclea rivularis. Agathis bomeensis. Pada ketinggian 250 -700 mdpl pada lereng bukit di dominasi famili Dipterocarpaceaea. Kijang). Linsang bergaris. jenis Ungulata (Kancil. Elaeocarpus glaber. Ketinggian 1.600 mdpl hutan tipe kerangas dengan suku Euphorbiaceae. beruang. Napu. Baccaurea racemosa. bajing tanah. Schefflera sp. Dillenia beccariana.. Bolbitis sinuatar Jenis umum. Ekosistem pegunungan bawah memiliki keragaman jenis pohon serta individu yang lebih tinggi dari zona lainnya. Pinanga spp). Artocarpus altilis. Jenis Primata dari ketinggian 100 – 1. Informasi dari masyarakat . tupai bergaris. bekas hutan tebangan ± 299.

sibar-sibar putih susu. Burung jenis ini mempunyai kisaran jelajah yang tidak terlalu jauh dari sarangnya. kupu-kupu jeruk sayap panjang.binatang yang punag ada Badak. Sedangkan pada daerah puncak Bukit Raya ditemukan berbagai jenis dari famili Ericaceae. kelabang. Vegetasi di Bukit Raya secara vertikal dapat dibagi dalam zona-zona menurut ketinggian dan tipe tanah. Jenis Kupu-kupu seperti kupu-kupu sayap burung. Diduga jenis tumbuhan ini memiliki persamaan dengan hasil penemuan di kawasan Taman Nasional Kinabalu Serawak Malaysia. 52 jenis burung dilindungi UU. terutama Kelempiau/Owa (Hylobathes agilis). kura-kura. keluing bergerigi.200 m dpl (sekitar Bukit Birang Merabai) dan di lereng Bukit Baka merupakan tipe hutan kerangas yang ditandai dengan dominannya jenis Podocarpus imbricatus. kupu-kupu jesebel. Sedangkan jenis lainnya terdapat Agathis bornencis dan beberapa jenis dari famili Myrtaceae dan Sapotaceae. keluing biasa keluing raksasa. Secara keseluruhan kawasan ini tertutup oleh vegetasi tingkat pohon yang penyebarannya bervariasi dari kaki bukit hingga ke puncak puncaknya. kadal Spenomorphus sp. Tembadau (Banteng). capung jarum merah capung jarum zamrud. Ikn duyung (Duyung Irawadi). sibar-sibar merah.000 . diantaranya berbagai jenis mamalia darat. Kancil (Tragulus sp) dan berbagai jenis Primata. bangsa capung (sibar-sibar betina. Jenis Herpetofauna seperti Kodok ada 91 jenis. Babi hutan (Sus barbatus). seperti Kodok Bako dan Ular 168 jenis. Salah satu jenis flora dilindungi yang ditemukan di kawasan ini adalah Bunga Rafflesia spp. serangga ranting dan daun (belalang ranting dan muda). Macan dahan (Neofalis nebulosa). Burung terdapat 8 jenis endemic Borneo. Tipe vegetasi penyusun hutan berubah secara bertahap berdasarkan ketinggian tempat. burung Kuau kerdil Burung Enggang gading. Jenis fauna yang menjadi primadona kawasan ini adalah jenis burung Enggang Gading (Buceros vigil). Penelitian-penelitian yang berusaha menggali potensi keanekaragaman hayati terus berlangsung. Pada ketinggian antara 1. Pegunungan Iban : Kawasan ini memiliki kenakeragaman hayati yang berlimpah. jenis Tongerert. Jenis tumbuhan dan famili Dipterocarpaceae didominasi jenis Shorea spp dan Hopea spp. sibar-sibar cincin mas. yang dibuat di sepanjang sungai. Jenis Capung seperti capung jarum ekor porok. Burung Ruai. sibar-sibar raja. sibar-sibar hijau. Pada tahun 1997 telah dilakukan Borneo Biodiversity Expedition to the Trans-Boundary Conservation Area of Betung-Kerihun National Park (West . Uncal merah). Vegetasi pada dataran rendah (kaki bukit) hingga ketinggian 400 m dpl menunjukkan kekhasan hutan hujan dataran rendah yang mengandung ± 30% species dari famili Dipterocarpaceae. Jenis insekta seperti keluing pil raksasa. kupukupu sayap burung paris. ular Lamaria schegeli.1. sibar-sibar merah hitam. 2 jenis burung „new record‟ (Punai Imbuk. Satwa liar lainnya yang sering dijumpai. biawak hijau. seperti Beruang madu (Helarctos malayanus).

<!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Ditemukan 291 jenis burung dari 39 famili termasuk di dalamnya 20 jenis endemik dan 17 jenis burung migran yang secara keseluruhan mewakili 70% avifauna hutan daratan rendah Kalimantan. Indonesia) and Lanjak-Kentimau Wildlife Sanctuary (sarawak. Microtopis dan Jarandersonia. Ardisia.Kalimantan. terutama di Sarawak. Potensi Jasa Lingkungan <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->DAS Pegunungan Meratus memiliki nilai penting sebagai pengatur tata air yang meliputi penyerapan curah hujan dan mengalirkannya ke dalam sistem drinase yang berada di bawahnya. .1. Hal ini diduga karena daerah hulu Barito adalah daerah yang kaya dengan hamparan rawa dan rawa gambut. Lepisanthes. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Diidentifikasi 62 jenis palem-paleman dimana 2 diantaranya jenis baru. 30 jenis tumbuhan untuk bahan bangunan dan 60 jenis tumbuhan untuk berbagai macam bahan bangunan <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Ditemukan tumbuhan Hornstedtia spp yang digunakan sebagai indikator untuk menunjukkan bahwa lahan perladangan gilir balik sudah ditanami kembali. di mana air Sungai Barito terlihat lebih berwarna gelap dibanding Sungai Mahakam. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Kedua kawasan kaya akan jenis Dipterocarpaceae. Das Sampanahan dan DAS Satui Muller<!--[if !supportFootnotes]-->[6]<!--[endif]--> : Kondisi Sungai Barito berbeda dengan kondisi di Mahakam. C. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Tumbuhan langka Cyrtranda mirabilis di TN Betung-Kerihun. DAS Barito. Malaysia) yang merupakan daerah Green Belt Pegunungan Iban disponsori oleh ITTO dan melibatkan sejumlah ilmuwan dan kelembagaan dari kedua negara dengan beberapa temuan antara lain: <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Pada kedua kawasan lindung tersebut ditemukan sejumlah jenis tumbuhan yaitu genera Laxocarpus. 38 jenis tumbuhan untuk upacara. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Tercatat 125 jenis ikan dari 12 famili (91 jenis ikan di Kalbar dan 61 jenis di Sarawak). Dua jenis ikan dari genus Glaniopsis dan sejenis ikan Gastromyzon ditemukan pertama kali di Kalimantan. <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Tercatat 41 jenis tumbuhan obat-obatan.2. 144 jenis tumbuhan menghasilkan bahan makanan.

tempat tim ekspedisi turun dari Penyungkat. di daerah ini masyarakat sudah mulai membuka hutan untuk berladang dan mengambil kayu secara ilegal. atau paling tidak semestinya berupa hutan lindung. Salah satu pemandangan yang agak asing adalah teridentifikasinya sejumlah besar serangga air (famili ephemeroptera. Daerah ini belumlah daerah yang terakhir di hulu Mahakam.<!--[if !supportFootnotes]-->[8]<!--[endif]-> . memiliki karakteristik sangat berbeda dengan zona arus lambat. Sedangkan daerah Penyungkat adalah daerah anak Sungai Mahakam. DAS Mendalam. Daerah Penyungkat di kaki Muller adalah daerah cagar alam. di mana kecepatan arus bertambah dan tidak adanya endapan-endapan pasir. Aliran sungai Simenggaris masih dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Ancaman kerusakan dari daerah Kaltim diperkirakan lebih besar mengingat tipe hutan di bawah dinding Muller masih memiliki keragaman jenis yang tinggi dan menyimpan potensi besar untuk kayu-kayu komersial.275 ha dengan pola drainase paralel. Dasar sungai bagian hulu berpasir dan pada bagian hilirnya berlumpur sampai sepanjang kurang lebih 20 km dari pantai. mayflies) di atas perairan Sungai Barito pada sore hari yang memberikan nuansa warna putih di sekitar permukaan air. Sungai Barito dan Mahakam dicirikan oleh zona riam yang ganas. DAS ini luasnya 89. juga berbagai material yang mengendap pada dasar sungai. Panjang aliran utama sekitar 60 km dengan lebar antara 50-60 meter dan semakin melebar (> 200 meter) pada bagian muaranya. Dari kaki-kaki pegunungan Muller mengalir sungai-sungai kecil yang membentuk DAS besar seperti DAS Kapuas. Meski demikian.<!--[if !supportFootnotes]-->[7]<!-[endif]--> Pegunungan Iban : Daerah Aliran Sungai (DAS) yang terbentuk dari hulu sungai-sungai yang mengalir ke Provinsi Kalimantan Timur dan Sarawak adalah DAS Simenggaris.yang terdiri dari Sub DAS Simaja dan Wawasan. Diperlukan suatu keseriusan untuk menyelamatkan hutan di kawasan ini yang merupakan hulu dari anak-anak sungai yang menuju ke Mahakam dan Barito. Tumbang Keramu dan Tumbang Topus adalah dua desa terujung di hulu Barito sehingga lebar Sungai Barito sudah terasa menyempit. DAS Sibau. yaitu di Sungai Sebunut dan daerah Long Bagun. DAS Bungan dan DAS Embaloh.Air tanah yang meresap melalui media yang masam seperti gambut akan mengakibatkan airnya menjadi sangat masam dan berwarna hitam. Menyelamatkan daerah Muller suatu keharusan karena di sana berawal banyak anak sungai yang bermuara ke Sungai Barito dan Mahakam.

seperti Batubara.2 miliar. Tebing sungai berlereng agak curam sampai curam yang ditumbuhi vegetasi semak. Selain itu terdapat pula DAS Sebuku yang mempunyai pola drainase modifikasi dendritik dengan luas sekitar 68. ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Mentatai. Panjang aliran sungai Sembakung adalah sekitar 115 km.Pada wilayah perbatasan ini juga terdapat DAS Tabur yang didalamnya terdapat areal kerja HPH seluas 5. Dasar dan tepi sungai berbatu pada bagian hulu ditumbuhi oleh vegetasi semak. DAS Sebakung seluas 101. Sebagai daerah tangkapan air dan persediaan air serta kawasan perlindungan tata air untuk DAS Melawi (Kal-Bar) dan DAS Katingan (Kal-Teng). Serawai.5 km dengan lebar antara 20 – 50 meter serta dasar sungai berpasir – berlumpur. Panjang aliran sungai yang masuk dalam areal HPH sekitar 52 km dengan lebar sungai antara 20 – 50 meter dan kedalaman antara 1 – 3 meter. Dasar sungai berbatu dan dijumpai adanya beberapa riam (jeram) di bagian hulu. lebar antara 35 – 50 meter dan secara umum DAS Sembakung mempunyai arus sungai dari agak deras sampai dengan deras.780 ha. DAS Sebuku terdiri dari Sub DAS Kapukan. 48. Muara DAS melawi meliputi Sungai Ella hilir. Dengan kondisi geologi perbukitan & pengendapan di kawasan bukit serta keadaan tanah yang berupa podsolik merah – kuning yang berasal dari batuan endapan.<!--[if !supportFootnotes]-->[9]<!--[endif]--> Schwaner :Rantai pegunungan Schwaner tersebut merupakan daerah tangkapan air utama untuk Sungai Kapuas di Kalimantan Barat dan Sungai Katingan di Kalimantan Tengah. dan sungai ini tidak dipengaruhi oleh pasang surut air laut8.62 juta. Uranium. dan akan terus menjalankan peran penting pada pembangunan masa mendatang. Antimoni. Muara DAS Katingan meliputi Sungai Bimban. Umbak. dengan kecepatan aliran rata-rata sekitar 0. Area berhutan dari daerah aliran sungai (DAS) Kelay dan Segah juga memberikan fungsi ekologi yang penting dalam pengaturan kecepatan arus dan muatan sedimen. Tepilan dan Apan. Agison. Tai. Samba. Pada bagian hulu DAS banyak terdapatriam/jeram dan air terjun yang dipengaruhi curah hujan. dan kualitas air terjaga. Juoi. Hutanhutan tersebut merupakan bagian penting dari karakter fisik dan ekonomi Kabupaten Berau. atau sekitar US $ 5. Lekawai. Panjang aliran sungai Tabur sekitar 39. Labang. air. Hiran. DAS ini merupakan aliran drainase pantai dimana seluruh wilayahnya berupa rawa dan bakau serta dipengaruhi oleh pasang surut. Jelundung. berhulu di Sabah (Malaysia) dan bermuara di Laut Sulawesi (Selat Makasar). Melalui penyediaan fungsifungsi tersebut infrastruktur penting dan sistem pengairan dilindungi.350 ha. Hubungan antara hutan. Sangkei. dan penyediaan air untuk masyarakat dan sistem pertanian. Sebuah lembaga Internasional pernah melakukan penelitian di sebuah DAS untuk menilai secara ekonomi air dari Sungai Kelay dan Sungai Segah. Senamang. Ambalau. Diperkirakan kedua sungai tersebut memiliki nilai per tahun saat ini sekitar Rp. . Jenis potensi tersebut berupa bahan tambang yang tergolong ke dalam golongan galian C yang sangat berpotensi.595 ha mempunyai pola drainase dendritik.45 meter/detik. ini merupakan suatu potensi yang sangat besar dalam pertambangan di wilayah pegunungan Schwaner.

Penduduk yang mendiami di sekitar pegununagn Muller & Kapuas Hulu ialah suku Dayak. panjang Sungai Hulu Kapuas/Koheng 100 Km dari mata air Gunung Cemaru. di bagian Timur Dayak Punan. Masyarakat mengandalkan Sumber Daya Alam seperti peladang. di bagian Tengah Dayak Bukat. Panjang dan kondisi sungai bervariasi mulai yang lebar. bukit Lanjak. Pembuatan zona pemanfaatan tradisonal/enclave terhadap desa . Sub DAS Sibau.Muller & Kapuas: Ada ratusan jaringan sungai kecil dan besar masuk dalam system DAS Kapuas. sempit. Sub DAS Mendalam. pemungut tengkawang. Selain itu juga sebagai tempat pencarian menangkap ikan dan sebagai sarana transportasi sungai. minuman. dangkal. Sub DAS Kapuas Koheng. panjang Sungai Menyakan 65 Km dari mata air Gunung Lawit. Dimana tersebar pada bagian-bagian sesuai dengan mata angin yang membentang di pegunungan. upacara tardisi dan kearifan local masyarakat dalam berinteraksi dengan alam. Sub DAS Embaloh bermuara di Nanga Embaloh di DAS Kapuas. terletak di sebelah Timur Sub DAS Sibau dengan karakter aliran sungai deras di perhuluannya. Dari rumah panjang (Betang) di Kal-Bar. keruh. Dari jumlah penduduk relative kecil jika dibandingkan dengan luas kawasan penyangga TNBK. tarian. Karakter sungai banyak berjeram/riam dengan tertinggi pada jeram matahari yang juga mengandung mineral emas dan di rambah secara tradisional. Tipe sungai kelurusan yang dapat berupa patahan-patahan/kekar-kekar dengan jurang yang terjal dan licin serta berlantai dasar batuan induk hitam akibat aktivitas vulkanik pada PostEocene. dalam. Dusun Sungai Ulu Palin. panjang Sungai Sibau 25 Km dari mata air Gunung Aseh. pada bagian Barat di humi Dayak Iban dan Tamambaloh.. panjang Sungai Bungan 50 Km dari mata air Gunung Liang Cahung. Sub DAS Bungan. merupakan ujung (Uncak) Kapuas merupakan bagian dari pegunungan Muller. (Umak) di KalTim sampai ke barang kerajinan. Desa Ukit-ukit. terletak di sebelah Timur Sub DAS Embaloh dengan batas puncak Gunung Lawit. jernih. pemungut gaharu. panjang Sungai Mendalam 30 Km dari mata air Gunung Batu. Karakter sungainya banyak jeram/riam dan gua alam akibat susunan geologi berupa batuan kapur. Panjang Sungai Embaloh 95 Km di ukur dari puncak Gunung Tunggal sampai muara Sungai Paloh. menjadi andalan penduduk di Banua Martinus dan Nanga Embaloh serta ibukota kecamatan Embaloh hilir. Dimana juga banyak ditemui sumber air yang lebih asin (Sepan) ketika air sungai meluap. Desa Sei Sedik. berlumpur. berbatu berans (tenang. deras. pemburu dan pencari ikan. terletak di Selatan Sub DAS Kapuas Koheng berbatasn dengan Kal-Tim dan Kal-Teng masuk dalam jajaran pegunungan Muller. Sub DAS hulu Kapuas/Koheng dan Sub DAS Bungan di bagian Timur. diantaranya Sub DAS Embaloh di bagian Barat. Sub DAS Sibau – Menyakan dan Sub DAS Mendalam di bagian tengah. Potensi sosial terutama budaya dan etnik Dayak. makanan. dan beberapa sub DAS. jeram yang cukup tinggi).

Orang Punan Hovongen menyebutnya „Diang‟ (lubang gua) di Tanjung Lokang. pendakian G. Kegiatan pendakian ke puncak Gunung(Bukit) Raya (2. namun dalam dokumen tersebut tidak disebutkan namanya. Iban : Wisata budaya yang merupakan kekayaan nilai nilai tradisional yang masih melekat secara kuat dalam kehidupan sehari-hari. panorama alam dan beranekaragam fenomena alam serta berbagai jenis budaya masyarakat setempat. seperti pohon meranti. Wanawisata yang didominasi oleh vegetasi spesifik hutan dataran rendah. Objek wisata budaya setempat yang ada antara lain berupa rumah betang panjang (long house) serta kesenian tradisional dari masing-masing anak suku yang ada di peg. Sepan. Ada beberapa potensi yang terdapat di kawasan TNBK. Iban. bengkirai dan ulin yang mengelilingi Desa Pembeliangan. seperti pemandangan yang unik dan jalur pendakian.240 mdpl. terletak di atas Desa TumbangTabulus serta kehidupan masyarakat Dayak dan Melayu yang bermukim di sekitar kawasan. pegunungan kapur dan gua di hulu Sungai Bungan. Betung 1. G. Disamping itu beraneka ragam pola kehidupan masyarakat yang tinggal di sepanjang sungai merupakan hal yang tak kalah menariknya.<!--[if !supportAnnotations]-->[R3]<!--[endif]--> <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Wisata Schwaner : Kekayaan sumber daya alam.278 m dpl) merupakan puncak gunung tertinggi di Kalimantan (bagian Indonesia). arung sungai dan jeram di Sungai Bungan dan jeram matahari. serta terkadang melintas berbagai jenis satwa liar seperti Burung Enggang (Bucerotidae) dan Rusa menimbulkan kesan alami bagi penikmatnya. telah dipromosikan melalui equator expedition. Di Kecamatan Nunukan terdapat Air terjun Sungai Binusan. Suasana seperti ini tentu merupakan suatu daya tarik yang memikat bagi para wisatawan khususnya dari mancanegara yang lebih menyenangi kegiatan petualangan di alam bebas. Dari peta RTRWK Kabupaten Gunung Mas setidaknya terdapat 3 kawasan wisata alam yang berada di Kawasan Schawaner dan Muller. Lawit 1. Muller : Menyusuri sungai dan melewati jeram-jeram di sepanjang Sungai Sibau. Condong 1.di kawasan TNBK salah satu alternative mengatasi permasalahan pengelolaan kawasan yang penduduknya makin bertambah.150 mdpl dan G. tempat minum binatang.790 mdpl. sumber air panas yang terdapat di Sungai Bukit Rimban. . Wisata Sejarah Rumah Betang di Kecamatan Katingan Hulu merupakan keunikan sosial budaya tersendiri yang berpotensial mendatangkan wisatawan yang tertarik dengan wisata budaya dan alam. Embaloh dan Kapuas hingga ke Sungai Mahakam memberikan kesan petualangan yang sangat menyenangkan serta pemandangan bentang daratan yang ditutupi kabut pada bagian-bagian puncak bukit. Kerihun 1.770 mdpl. G.

mandau. Binuang. serta benda-benda pusaka yang bernilai seni dan magis (guci. C. Kecapi. baik seni musik maupun seni tari (Bambu. Arung Jeram Sungai Lumbis dari Tao Lumbis ke Desa Labang.3. Di Kabupaten Kutai Barat terdapat wisata Anggrek alam terdapat di Kersik Luway antara lain: Anggrek hitam (Coelogynepandurata). Coelogyne dan Rocus Soini dan Bulpophylum Mututina. Umumnya kondisi hutan di kawasan ini memiliki tutupan baik dan masih merupakan hutan primer dan sebagian hutan skunder. Erya Floribuda. Hulu Giram Sungai Krayan. Erya Vania. Museum Mencimai terdapat desa Mencimai dan lamin sebagai pusat seni suku Dayak Tunjung yang terdapat di desa Mencimai. termasuk dalam kawasan ekowisata Kayan Mentarang tepatnya di Desa Tanjung pasir. terletak di Desa Ba‟Liku daerah Krayan Hulu. Gunung Batu Sicien (Sicen). Eheng. terletak di hulu Sungai Main Desa Long Layu. Objek wisata Air terjun Jantur Gemuruh terletak di Desa Mapan. termasuk dalam kawasan ekowisata Kayan Mentarang tepatnya di Desa Tanjung Pasir. Batu berukir Paru‟Ating. Engkuni. tepatnya di tepi hulu Sungai Krayan. goa penyimpanan tulang dan pembusukan mayat. dll). gong. Daerah Sungai Kayan yang sangat terkenal dengan arung jeram yang sangat terjal terdapat di Data Dian yang merupakan ibu kota Kecamatan Kayan Hilir. membujur dari perbatasan Kabupaten Nunukan dengan Sabah Malaysia di bagian Utara sampai ke Kecamatan Kayan Hulu di Kabupaten Malinau dengan negara bagian Serawak Malaysia di Selatan. dan Benung .1. terletak di areal Taman Nasional Kayan Mentarang. termasuk dalam kawasan ekowisata Kayan Mentarang tepatnya di tepi hulu Sungai Krayan. Kuburan batu. Upacara adat yang terkenal: Lamelah Tenan. Ba‟ Liku dan Pa‟Kebuan. Di Kecamatan Krayan terdapat Wisata budaya yang menampilkan berbagai seni budaya suku Dayak Lun Dayeh. Pembuatan garam Gunung. Goa Kelelawar. Air terjun Tao Lun di Desa Patal. Suku Punan terdapat di desa Sambudurut yang dikenal dengan ketangkasan berburu serta ahli membuat sumpit dan racun sumpit serta tikar rotan. Air Terjun Ruab Sebiling. Suku Dayak Kenyah Lepo Jalau yang memiliki lamin adat dan seni budaya yang juga terkenal sangat rajin berladang. Potensi Tutupan Lahan & Tingkat Kekeritisan Lahan Berdasarkan data tutupan yang di miliki oleh Walhi pada tahun 2005 (Analisis Citra Landsat tahun 2004) terlihat seperti gambar di bawah ini menunjukkan bahwa kawasan hutan primer (hijau tua) dan hutan skunder (hijau muda) berada pada kawasan –kawan green belt. Ekowisata Kayan Mentarang. Perang. Di Kabupaten Malinau terdapat Pusat budaya kesenian bukan adat dalam terdapat di Long Nawang (Ibukota Kecamatan Kayan Hulu). tari koqoi dan tari samajau. . antara lain tari gong. Daerah ini mempunyai bukti sejarah adanya bekas tangga jajahan dan makam tentara Belanda.Di Kecamatan Lumbis terdapat Wisata budaya yang menampilkan berbagai jenis tari suku Dayak Murud yang sangat menarik. Pusan dan Busaq Baku) di Desa Long Bawan. Hudoq Apah terdapat di Desa Tering. Laliq Iqal.

Kawasan Green Belt Pegunungan Kapuas Hulu terdapat hutan primer sekitar 1. Kawasan ini memiliki semak sekitar 1% dan tanah terbuka sekitar 0.017 juta Ha atau 27 % kawasan dan hutan skunder 1. Kawasan ini hanya memiliki 136 ribu Ha atau 7% dari total kawasan. Ini menunjukaan kawasan GBPM sudah menuju kearah kritis.494 Ha. Kawasan hutan ini terdiri dari kawasan Hutan Konservasi. Kawasan Green Belt Pegunungan Iban memiliki hutan primer sekitar 3.09 Persen (%) Luas (Ha) Perda Persen (%) .54 67. Secara umum tutupan lahan Kalimantan pada tahun 2005 dapat dilihat pada gambar di bawah ini : <!--[if !vml]--> <!--[endif]--> Box : Kondisi Hutan Kalsel Kawasan Hutan dan Perairan Propinsi Kalimantan Selatan yang ditetapkan berdarsarkan peputusan Menteri Kehutanan Nomor 453/Kpts-II/1999 tanggal 17 Juni 1999 adalah seluas ± 1.659.003 Ha. 9 Tahun 2000 adalah seluas 1. Hal ini juga ditunjukkan oleh kondisi Satuan Wilayah Sungai (SWS) utama yang berhulu sungai ke GBPM sudah kritis. Kawasan ini memiliki hutan primer lebih dari 53 % dari total kawasan atau 1. kondisi hutan masih cukup bagus.35 jt Ha (82%) dan hutan skunder sekitar 245 ribu Ha (15%). Hutan Lindung dan kawasan Hutan Produksi dengan perincian luas sebagai berikut : Luas (Ha) Fungsi Kawasan SK Menhut Kawasan Konservasi (HAS & HPA) 175.839. Di Kawasan Green Belt Pegunungan Muller (GBPMu). kondisi hutan cukup memprihatinkan.565 9.Di Kawasan Green Belt Pegunungan Meratus (GBPM).179 juta Ha hutan dan hutan skunder 37 %. Sedangkan menurut Perda No. ini juga menunjukkan bahwa hutan di Kalsel kurang dari itu karena kawasan GBPM termasuk juga ke propinsi Kaltim.09 %. Kawasan semak belukar sekitar 230 Ha atau 6%.651 jt Ha atau 76 % dari total kawasan dan hutan skunder sekitar 500 ribu Ha atau 10 % dari total kawasan. Kawasan ini juga memiliki semak belukar dan lahan terbuka kurang dari 1 % dan sisanya tertutup awan. Kawasan Green Belt Pegungungan Schawaner memiliki hutan primer 1.8 juta Ha atau 48 % dari total kawasan.902 4. Hutan Primer sekitar 55 % dan semak belukar 17 % atau 296 ribu Ha. Sedangkan kawasan semak belukar dan tanah terbuka tidak sampai dengan 1 %.

83 58.0 ha).784 1.65 34.333 0.547 0.185 .650.79 <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]->Hutan Produksi Terbatas (HPT) <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]->Hutan Produksi Tetap <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]->Hutan Produksi yang dapat Dikonversi (HPK) Total Luasan 1.64 12.0 312.615 574. CA Kep.638 30. CA Tel.293 20.7 58.0 ha). Sel Laut. Sel Sebuku (66.447 16.33 8.9 11.2 14. Barito Kuala. dan CA.872.268 688.745.0 ha).0 ha).065.494 100 1.6 636.003 100 Data di atas merupakan luasan kawasan hutan Kalimantan Selatan secara keseluruhan. Oleh sebab itu tidak diketahui secara pasti luasan hutan kawasan Pegunungan Meratus.737. Luas Penggunaan Lahan Kalimantan Selatan Tahun 2003 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Penggunaan Lahan Hutan Dataran Tinggi Hutan Dataran rendah TAD Bekas Tebangan Lahan Kering Tidak Produktif Pertanian Lahan Kering Pertanian Lahan Basah Danau/Sungai Sawah Luas(Ha) 667.790 155.4 29.Kawasan Hutan Lindung (HL) Kawasan Hutan Produksi 554.001. Paling tidak luasan hutan kawasan Pegunungan Meratus adalah luasan tersebut dikurangi luasan Cagar Alam (CA) Pulau Kaget (85.45 14.44 627.670 8.659.7 6.793 0. Pulau Kembang (60.884.12 60.627 963.396 0. Kemudian dikurangi oleh Kawasan Hutan Produksi yang kemungkinan dalam data tersebut juga dimasukan dari wilayah Pulau Laut (Kotabaru sebrang) dan Kab.177 37.637 212.1 Prosentase (%) 17.498. Karimata (77.927.07 10.8 768.444.429 176.Kelumpang.139 1.839.000.109.44 37.884 265.

3 3. pemukiman. lahan pertanian.98 65. sawah.550 999.24 7.2 203.7 40.086 1.032.10 11 12 13 14 15 16 17 Pemukiman Hutan Tanaman Industri Perkebunan Pertambangan Air Port Hutan Rawa Hutan Bakau Rawa Luas Provinsi Kalimantan Selatan 7.9 13.182 2.747.294 0. Uni Eropa. Penutupan lahan non hutan adalah penutupan lahan selain daratan yang bervegetasi hutan yaitu berupa semak/belukar. Keadaan Penutupan Lahan Propinsi Kalimantan Selatan Berdasarkan penafsiran citra satelit tahun 1994-1997 Penutupan Lahan Total Daratan yang ditafsir Berhutan Bukan Hutan Berawan Luas (ha) 3.5 56. alang-alang dan lain-lain.78 Sumber : Pusat Data dan Perpetaan 1998.000 Sumber : Citra Landsat (Photo Satelit).052 0. 2003 Keadaan penutupan lahan propinsi Kalimantan Selatan.798.0 225.416.753.370.435.039.84 .206 6. Badan Planalogi Kehutanan Secara terperinci kondisi tutupam lahan dapat dilihat pada tabel Luas Tutupan Hutan (vegetasi) Kalimantan Selatan sebagai berikut : VEGETASI Danau/Air Luas (Ha) 8.3 554.537.005 1.347 0.248 288.120 Persen Luas (%) 100 26. berdasarkan hasil penafsiran citra landsat yang berkisar dari tahun 1994 s/d 1997 di wilayah daratan Kalimantan Selatan diketahui bahwa luas daratan yang masih berupa hutan (berhutan) adalah sebesar 27 % dan daratan yang bukan berupa hutan (Non Hutan) sebesar 65 %.703.504 14.009 9.771 100.6 348.742. lahan tidak produktif.

559.000 1990 1991 1992 1.217.950 1995 1. .102.500 1994 1. yidak termasuk eks HPH Telah dilakukan perhitungan kembali oleh Badan Planalogi Kehutanan yang berdasarkan data citra satelit Landsat tahun 1997 s/d 2000.63 0.950 1996 1997 1.77 67.347.04 0.00 129.150.778.405.00 106.58 181. dephutbun.042.988.100 120.55 3. 1998 <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Daftar Nama dan Alamat Perusahaan HPH.73 Sumber : National forestry Inventory Project.950 1993 1.91 651.697.790 1. 1998 Gambaran Luas Jumlah dan Luas Konsesi HPH 1980-1997 Di Kalimantan Selatan dan Areal Eks HPH Luas konsesi (Ha) Pengguna 1980 HPH Aktif Eks HPH Sumber : 1985 1.479.255.70 1.198.383.788.149. BPS Catatan : Data Th 1996 & 1997 adalah HPH yang masih berlaku.310 195.Hutan dataran Rendah Hutan Dataran Tinggi Hutan Mangrove Hutan pegunungan Hutan Rawa Lahan Basah Tidak Produktif Lahan kering Tidak produktif Pemukiman Penutupan Lahan Lainnya Perkebunan Pertanian (blank) 1. sensus pertanian 1993. Planning Bereau.56 0.763.078.500 <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Statistik kehutanan. ministry of Forestry and Plantation.918.14 7.255.00 79.

079.Taman Wisata.877.877.142.Konservasi Gambut Tebal dan Konservasi Hidrologi.250. keadaan penutupan hutannya adalah sebagai berikut : Areal HPH Penutupan Lahan (Ha) Luas areal yang ditafsir Hutan Primer Hutan Sekunder 573.(tabel 1) HUTAN KONSERVASI Cagar Alam Suaka Marga Satwa Taman Nasional Taman Wisata 2.Konservasi Hutan manggrove.66 ha.Perlindungan an Pelestarian Alam.834 317.Konservasi Flora dan fauna.61 .TN.750 96.056.luas kawasan konservasi yang ada di kalimantan tengah seluas kurang lebih 2.Perhitungan dilakukan pada 7 unit areal HPH aktif dan 6 unit areal eks-HPH.664.29 19.45 71.Suaka Margasatwa.074 100 18 55 26 % HPH (Ha) 164.250.908 105. Diketahui khusus pada areal HPH dan Eks-HPH di Kalimantan Selatan.Konservasi Ekosistem air Hitam.950 59.71 488.000 151.500 100 5 36 59 Areal eks% <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Kondisi sedang-baik <!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->Kondisi rusak Sumber : Pusat Data dan Perpetaan 1998.200 7. kawasan ini terdiri dari CA. Badan Planalogi Kehutanan Pertambangan batubara juga ikut mengurangi tutupan lahan di Kalimantan Selatan seperti apa yang tergambar dalam data bukaan tambang dan reklamasi lahan PKP2B dan PETI di bawah ini Box : Kondisi Hutan Kalteng Berdasarkan data dari Dinas Kehutanan kalimantan Tengah.66 235.

31 Ha atau sekitar 15.382.628.018.<!--[endif]-->Hutan Rawa Gambut Tropika seluas + 2.43 31.363.55 161. sepat.27% Kondisi tutupan lahan menurut wilayah propinsi tahun 2000 Hasil pengolahan data citra landsat sebagaimana tabel menunjukan bahwa areal berhutan di kaimantan tengah seluas 9. baung. Jenis ikan tersebut selain untuk kebutuhan pangan seperti gabus. Selain itu juga ada beberapa jenis ikan hias yang menjadi komoditas seperti ikan arwana dan ikan kakari/penganten (botia macracanta).023.98 185.DKP kab.40 37.08% <!--[if !supportLists]-->. Secara umum jenis fauna yang ada di sungai-sungai kalimantan tengah relatif hampir sama.14 Di kalimatan tengah terdapat dua (2) buah Taman Nasional yaitu Taman Nasional Tanjung Putting (TNTP)yang terletak di kabupaten Kotawaringin Barat dan Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya yang terletak di Kabupaten Katingan.093 jutaa ha atau 22% dari luas areal berhutan.797.katingan 2004) Berdasarkan data Dinas Kehutanan Propinsi Kalimantan Tengah (data kehutanan 2006) kawasan tutupan lahan berada pada sebagian besar kawasan di Provinsi Kalimantan tengah adalah hutan dimana secara garis besar dapat dibedakan menjadi 4 (empat) tipe hutan yang berbeda berdasarkan pada ketinggian tempatnya.% dari luas kalteng).350.Perlindungan dan Pelestarian Alam Konservasi Hutan Mangrove Konservasi Ekosistem Air Hitam Konservasi Flora dan Fauna Konservasi Gambul Tebal Konservasi Hidrologi 1. Hutan yang primer yang masuh ada diperkirakan seluas 2.51% <!--[if !supportLists]-->.<!--[endif]-->Hutan Rawa Tropika seluas + 2.573.namun sebagian besar atau seluas 7. Untuk jenis ikan arwana saat ini hampir sulit ditemukan dan untuk jenis ikan botia masih banyak di temukan pada semua perairan (sungai)di kalteng. Sedangkan jenis ikan untuk kebutuhan ekspor seperti jenis ikan bakut yang harganya mencapai Rp 60-70 ribu/ekor.87 ha atau sekitar 65. Tabel 2. No 1 Penutupan Hutan dan lahan Hutan : Luas (ha) 9509010 % 62.<!--[endif]-->Hutan Hujan tropika seluas + 10. patin dll.04 253.225. (diskiripsi dan visualisasi ikan hias air tawar di kabupaten katingan.5 juta ha (62.849.04 .280.4 juta ha (78% dari luas areal berhutan)merupakan hutan sekunder.683. yaitu: <!--[if !supportLists]-->.55 Ha atau sekitar 5.

<!--[endif]-->Hutan Manggrove sekunder <!--[if !supportLists]-->6. <!--[endif]->Belukar Rawa <!--[if !supportLists]-->3.<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]->Belukar <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]->pemukiman <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Hutan tanaman 2 Non hutan : 5. <!--[endif]->Tambak . <!--[endif]-->Hutan rawa primer <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]->Pertanian lahan kering <!--[if !supportLists]-->6. <!--[endif]-->Rawa <!--[if !supportLists]-->8. <!--[endif]-->Hutan Rawa sekunder <!--[if !supportLists]-->5.410<!--[if !supportAnnotations]->[R4]<!--[endif]--> 406540 1979807 32772 264647 330022 1460950 549007 437 55779 59119 10330 1292 021 173 215 953 358 000 036 039 007 3. <!--[endif]->Perkebunan <!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->Hutan Lahan kering primer 1864271 228737 4317428 2937095 45927 115552 1216 150 2817 1916 030 075 <!--[if !supportLists]-->2.73 265 <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Hutan Lahan kering sekunder <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]->Pertanian lahan kering + semak <!--[if !supportLists]-->7.169.

HUTAN PRIMER (Virgin Forest) : (%) .Alamat kantor: jl.828. <!--[endif]->Terbuka <!--[if !supportLists]-->10. <!--[endif]->Tubuh air 3 Tidak ada data Jumlah 648478 15. Menurut data yang dikeluarkan oleh Badan Planologi (BAPLAN) Departemen Kehutanan tahun 2000. Data luas tersebut di peroleh berdasarkan hasil hitungan secara digital dengan perangkat lunak sistem Informasi Geografis (SIG) Arcview. Logged Over Area (LOA) dan lahan kritis termasuk konversi untuk kepentingan non kehutanan 1.perkebunan. yang sudah semestinya harus menjadi bahan evaluasi kita semua dan pengalaman yang sangat berharga sebagai akibat dari sistem pengelolaan hutan yang sentralistik di masa sebelumnya. <!--[if !supportAnnotations]-->[R5]<!--[endif]--> Berturut-turut untuk luasan Hutan Primer (Virgin Forest). bagaimana pada saat setelah rotasi kedua. HPH di Kalimantan Tengah pada Hutan Produksi (HP dan HPT) seluruhnya mencakup luasan 7.326. hal ini kemungkinan disebabkan oleh perbedaaan sumber data/peta dan metode penghitungan yang dipergunakan. Dan sisanya berupa diantaranya belukar.0 juta da dan pertanian lahan kering 1.972 Ha. Data luas tersebut berbeda dengan luas kawasan hutan menurut SK Gubernur tahun 1999. Luas Hutan Produksi Propinsi No.587. seperti pada tabel 3.1 juta ha didominasi oleh belukar rawa 2.815. Kondisi Penutupan Lahan Pada Kawasan Hutan Kalimantan Tengah ( Ha ) A. 2.636 Ha dan 2.898 4.23 100 Berdasarkan paper bapak Wardoyo (kepala balai pemantapan kawasan hutan wilayah V kalimantan tengah dan selatan .772208 banjarbaru 70714 Sedangkan areal non hutan seluas 5. total luasan areal kerja HPH dan eks.PM noor PO Box 62 telp. <!--[endif]->Transmigrasi <!--[if !supportLists]-->11.803 Ha. Tabel Kondisi Kawasan Hutan Produksi Propinsi Kalimantan Tengah Berdasarkan Keadaan Penutupan Lahan. Secara statistik angka tersebut dapat dianggap sebagai salah satu indikasi akan ketidakmampuan HPH dan sistem yang ada dalam pengelolaan hutan berdasarkan prinsip kelestarian.<!--[if !supportLists]-->9. ketiga dan seterusnya nanti.8 juta ha. dan ternyata bahwa luasan lahan kritis lebih besar dari jika dibandingkan dengan luas hutan primer.8 juta Ha.pertanian lahan baah dan daerah rawa.pemukiman.942.411 Ha. Bisa dibayangkan apabila dalam satu rotasi saja luas lahan kritis sudah mencapai ± 2.0511.

09 Juli 2005 * .11 100 <!--[if !supportFootnotes]--> <!--[endif]--> <!--[if !supportFootnotes]-->[1]<!--[endif]--> Presentasi Kaltim pada Musrenbangnas RKP 2007 tentang rencana pembangunan kawasan perbatasan.Areal Eks.942.98 24.828.803 7.57 38.366.com <!--[if !supportFootnotes]-->[6]<!--[endif]--> Chandradewana Boer/Rustam Fahmy/Emi Purwanti*.298 1. HPH di Kalteng 1.Areal Eks.815.Areal HPH . LAHAN KRITIS & KONVERSI NON KEHUTANAN : Hutan rusak.92 37. HPH Total Luas Penutupan Lahan C.12 0. <!--[if !supportFootnotes]-->[5]<!--[endif]--> 12 Oktober 2005 Gatra.Areal HPH . HUTAN SEKUNDER (Logged Over Area/LOA) : Kondisi Sedang s/d Baik . tanah kosong.836 346.587.411 31.600 2. Kompas * Sabtu. HPH Total Luas Penutupan Lahan Total Luas Areal HPH dan Eks..754. dll.19 5.21 4. HPH Total Luas Penutupan Lahan B.78 2.595.891 448. April2006 <!--[if !supportFootnotes]-->[2]<!--[endif]--> Ekologi Kalimantan <!--[if !supportFootnotes]-->[3]<!--[endif]--> Ekologi Kalimantan <!--[if !supportFootnotes]-->[4]<!--[endif]--> . pertanian. .Areal Eks.972 23.674 74.10 2.Areal HPH .636 34.912 2.

22 <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--><!--[if !supportAnnotations]--><!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]-->[R2]<!--[endif]-->Dipindahkan saja ke Bagian Potensi GB <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--><!--[if !supportAnnotations]--><!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]-->[R3]<!--[endif]-->Potensi Sosial <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--><!--[if !supportAnnotations]--><!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]-->[R4]<!--[endif]-->Setelah di konversi excel hasil tidak sesuai. Jadi jumlah keseluruhan adalah 14.410 ha.420 ha <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--><!--[if !supportAnnotations]--><!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]-->[R5]<!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--> .658.149. TNC. 2002 <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]--> <!--[endif]--><!--[if !supportAnnotations]--><!--[endif]--> <!--[if !supportAnnotations]-->[R1]<!--[endif]-->Lihat gambar 1.<!--[if !supportFootnotes]-->[7]<!--[endif]--> Institut Dayakologi <!--[if !supportFootnotes]-->[8]<!--[endif]--> Renstra Pengelolaan Kawasan Hutan di Perbatasan RI-Malaysia <!--[if !supportFootnotes]-->[9]<!--[endif]--> Nilai sumber daya air di kabupaten berau kalimantan timur. Hasil data konversi untuk kawasan non hutan 5.

Sejak itu. eksotisme kehidupan pedalaman menyeruak di antara kekayaan hutan rimba yang hijau. Jauh di hulu Sungai Rungan. Kayu ulin. barangkali memang diperlukan ’dongengan’ dengan perspektif baru tentang berbagai misteri yang tersimpan di jantung Borneo. Taufik berucap. Adalah James Redfield. dan Katingan. Dalam satu kesempatan." kata Taufik Rahzen. Begitupun keberadaan suku Punan—yang dari hasil "bacaan" Taufik Rahzen. misalnya. Barito. tetapi juga diyakini memendam "kekuatan" luar biasa. keberadaan betang (rumah panjang) di Tumbang Anoi bisa jadi saksi pertemuan besar masyarakat Dayak pada 1894. salah satu laporan World Wildlife Fund (WWF) yang dikeluarkan baru-baru ini. lewat seni rajah di tubuh mereka. Belum lagi terkait kekayaan alamnya berupa flora dan fauna yang begitu beragam. serta dataran tinggi yang membentang dari Bukit Raya hingga rangkaian Pegunungan Schwaner. Ada sesuatu yang mereka cari: kebenaran kosmis dan transformasi spiritual. beberapa tahun lampau. "tariu". Berkat kepiawaian Redfield bertutur dan memberi gambaran detail tentang hutan hujan tropis di Peru. Sejak itu kegiatan "pengayauan" menjadi adat terlarang. pengarang trilogi kisah pencarian spiritual yang bertumpu pada keaslian alam—The Celestine Prophecy (Manuskrip Celestine). berdasarkan berbagai literatur. . termasuk 44 jenis yang tidak terdapat di mana pun di dunia. "Belajar dari kasus hutan Peru. hidup di kawasan ini.posted by Save Our Borneo Movement @ 11:59 PM 0 comments 0 Comments: Post a Comment << Home WISATA EKOLOGI (2): REKONSTRUKSI BUDAYA DI TENGAH HUTAN TROPIS Kompas (09/05/2007. Kutai Kertanegara. Harus ada semacam rekonstruksi budaya atas peradaban manusia yang tinggal di dalamnya. dan The Secret of Shambhala: In Search of the Eleventh Insight (Rahasia Shambhala: Mencari Wawasan Kesebelas)—yang jadi pemicunya. Dalam pertemuan akbar yang diprakarsai Pemerintah Hindia-Belanda dan dihadiri hampir semua subsuku Dayak di Kalimantan tersebut. rotan. menjadi semacam "garis luar" dan selalu mengintili masyarakat Dayak pada umumnya—masih menyisakan banyak pertanyaan yang belum terjawab." Prosesi ritual masyarakat Dayak untuk melepas arwah leluhur mereka menuju surga lewat upacara tiwah. rasa ingin tahu banyak orang pun muncul. Kapuas. hutan hujan tropis Peru tidak saja jadi pusat perhatian. tidak cukup hanya mengandalkan eksotisme alam semata untuk menjadikan Kalimantan sebagai kawasan wisata ekologi. di sela-sela pertemuan Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia (MSPI) di Tenggarong. Misteri akan "kesaktian" orang-orang Dayak bahkan masih bisa dilacak lewat cerita tutur mereka. 50 tumbuhan. dan pepohonan berlumut masih tumbuh alami di banyak tempat. Kahayan. yang memberi kemungkinan bagi para pencari wawasan dan energi baru untuk memahami makna kehidupan di milenium baru ini. atau "mangkok merah" memang sudah ditutup. Sementara di hutan-hutan asli yang belum banyak dijamah manusia. Para petualang dari berbagai belahan dunia berduyun-duyun datang ke sana. 08:43:08) Hutan hujan tropis di Peru tiba-tiba jadi terkenal. terlibat dalam apa yang disebut Redfield sebagai parabel petualangan sambil berwisata. 30 ikan air tawar. hanyalah bagian kecil dari peristiwa menarik dari pedalaman Kalimantan. The Tenth Insight (Wawasan Kesepuluh). berduyun-duyunlah para petualang memasuki hutan-hutan lebat di sana. atau lewat beragam atraksi dalam bentuk pertunjukan seni-ritual mereka. yang dipadukan dengan perjalanan spiritual tokoh-tokoh cerita rekaannya. disepakati untuk tidak lagi melaksanakan "pengayauan". Spesies itu meliputi 260 serangga. sekaligus menikmati proses kembali ke alam dalam pengertian yang sesungguhnya. Akan tetapi. Borneo’s Lost World. Bahkan. Akan tetapi. antara lain. menyebutkan paling tidak ada 361 spesies baru yang telah teridentifikasi pada 1994-2004. dan sejumlah binatang darat lain. "Hutan Kalimantan dengan segala produk budaya masyarakat yang ada di sana merupakan suatu misteri yang tak kalah menarik untuk dijelajahi. cerita dan "dongengan" tentang "kesaktian" orangorang Dayak masa lampau itu masih terus bergema hingga hari ini. Kisah tentang tradisi "pengayauan". diperkirakan masih ada ribuan spesies yang belum teridentifikasi. yang luas kawasannya mencapai 22 juta hektar dan sebagian besar ada di wilayah Kalimantan Tengah. Tak berlebihan bila pemikir kebudayaan seperti Taufik Rahzen mengimpikan peristiwa serupa terjadi pada hutan tropis basah di Kalimantan. Sementara lebih dari 210 jenis mamalia. Lalu.

cara menidurkan anak.besaran wisata Malaysia. Bahkan tak jarang. Sepintas memang hampir tak ada perbedaan mencolok dalam kehidupan sehari-hari mereka dibandingkan desa-desa lain yang dihuni masyarakat campuran dari berbagai etnis. kini ia tekuni sebagai sebuah profesi. Palangkaraya— yang berarti tempat terhormat dan suci—yang seakan-akan menjulang keluar dari hutan tropis. begitu dia menyebut dirinya. "pusar Bumi". tak banyak yang tahu. serta sejumlah penamaan lain untuk daerah ini adalah parafrasa yang bisa dimaknai sebagai penanda eksotisme alam Kalimantan Tengah. Mulai dari aktivitas mereka mandi dan mencuci di sungai. jauh dari jalan yang sering dilalui menuju tempat yang mudah dicapai. Bahwa Kalteng memiliki pantai yang panjangnya hingga 750 kilometer. Tapi coba rasakan denyut keseharian mereka.Tanaman kantong semar (Nephentes spp). begitu bunyi promosi sederhana yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Kalteng. tengoklah keluar melalui jendela pesawat yang Anda tumpangi. . Bagi Mak Gendut. "Jika Anda sedang mencari petualangan dan pengalaman unik. Juga bagaimana mereka mencari akar-akar pohon untuk obat-obatan tradisional khas Dayak. "jantung Borneo". di Sei Gohong—sebuah desa Dayak yang berada di tepi Sungai Rungan—eksotisme itu sudah mulai terasa. pada mereka yang sama sekali belum mengenal kehidupan masyarakat di daerah ini muncul stigma bahwa Dayak identik dengan suku yang hidup dalam suasana penuh kekerasan.minggu saya masuk hutan. undangan untuk menyaksikan cara hidup orang Dayak di desa-desa asli mereka di pedalaman disebarkan oleh Pemerintah Provinsi Kalteng dan Kalimantan Tourism Development. Untuk itu bisa berminggu. Menikmati cara hidup orang Dayak memang akan lebih terasa bila masuk hingga ke hulu-hulu sungai. selama ini orang hanya tahu tentang daerah ini kebanyakan karena ada kasus illegal logging. untuk sampai hingga ke "jantung Borneo yang sebenar-benarnya" itu butuh waktu berhari-hari. "Ketika hutan rimba mulai kelihatan lebih renggang dan jelas. Begitupun keragaman alam dan budaya Dayak-nya yang penuh eksotisme. Itulah bias penilaian dan kesalahkaprahan warisan kolonial. "Karena itu. seperti dilakukan Mak Gendut. Sambil menikmati lalu lintas sungai dengan boat atau perahu klotok. Eco-Boat Hotel." kata Lorna Dawson dari Kalimantan Tourism Development.Kepala naga Bila Anda baru pertama kali mengunjungi daerah ini. (cas/ken) Kantong Semar dari Hutan Kalteng Makin Sering Dijarah Palangka Raya (ANTARA News) . "paru-paru dunia". mencari akar atau daun kayu yang diperlukan untuk obat. Sayangnya. serta "meracik". yang dikenal sebagai pemakan serangga dan memiliki banyak nilai farmakologi (obat-obatan). meramu obat-obat tradisional khas Dayak dari beragam akar dan daun kayu dari hutan di pedalaman Kalimantan bukan lagi kerja sambilan. kini semakin banyak dijarah dari hutan-hutan Provinsi Kalimantan Tengah untuk diperjualbelikan secara bebas tanpa upaya pembudidayaan. Mudah-mudahan September nanti sudah bisa beroperasi. Anda akan menyaksikan pemandangan alam di bawah yang terdiri atas kehijauan yang terpotong oleh sungai aliran lambat yang berkelok-kelok ke hilir hingga ke hutan bakau yang mengingatkan Anda akan kepala naga dengan badannya yang tak berujung. hingga kegiatan menangkap ikan serta berburu. maka tampaklah ibu kota provinsi. bersamaan perayaan Festival Isen Mulang." kata Mak Gendut. Tak berlebihan bila dalam kaitan ulang tahun ke-50 provinsi ini. Gaye Thavisin dari Kalimantan Tourism Development sampai berucap. kami tengah menyiapkan boat yang sekaligus berfungsi sebagai hotel terapung. namanya. yang—ironisnya—kerap dimaknai secara negatif. Bagai meniru promosi besar." "Kepala naga". berbagai aktivitas keseharian orang-orang Dayak disodorkan untuk "dinikmati" dan dirasakan. ibu delapan anak. "Akar-akar pohon tersebut tidak diambil dari sembarang hutan. Tentang hal ini. semboyan "Datanglah untuk Melihat Borneo yang Sebenarnya" menjadi semacam ucapan selamat datang. misalnya. yang mengaku kemampuannya meramu dan meracik obat-obatan tradisional Dayak itu ia dapatkan dari neneknya. maka jantung Borneo akan menjadikan Anda seorang penjelajah!" Hanya setengah jam perjalanan dari Kota Palangkaraya. Hanya saja. Meramu bahanbahan dasar dari hutan-hutan lebat yang dipenuhi berbagai cerita misteri. seperti diakui oleh Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang.nya untuk dijadikan obat-obatan.

termasuk kantong semar dan anggrek. serta dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Jenis-jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi. Kebanyakan masyarakat juga enggan mengeluarkan uang lebih banyak untuk kantong semar hasil budidaya. kendati tanaman itu termasuk jenis yang dilindungi Undang-Undang. Orangtuanya khusus berprofesi mengambil tanaman hias dari hutan di wilayah Tumbang Samba dan Pundu. Dua jenis yang banyak dicari masyarakat Kalteng itu adalah dari jenis Nephentes phorbia dan Kacimapatima. diare. dan mag. namun di Kalteng hampir tidak ada yang melakukan karena di hutan masih banyak dijumpai. Suku Dayak Katingan banyak menyebut kantong semar sebagai ketupat napu. pihaknya belum bisa melakukan upaya penertiban terhadap praktik jual beli bebas kantong semar yang diambil dari hutan-hutan. mengakui semua jenis tanaman kantong semar yang dijualnya merupakan hasil memetik dari hutanhutan di Kalimantan. "Masyarakat kebanyakan mencari untuk tanaman hias. Hadi sehari-hari menjalankan profesi penjual tanaman hias keliling. Ia mengaku hanya menjual dua jenis kantong semar dari 12 jenis yang bisa ditemukan di hutan Katingan. "Kami berulangkali memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan para penjual bahwa tanaman ini termasuk jenis yang dilindungi sehingga harus ada upaya budidaya bila ingin diperjualbelikan. habitat Nephentes di hutan-hutan Kalimantan lama-kelamaan bisa berkurang dan habis bila para penjual itu hanya berniat mengambil tanpa membudidayakan sendiri. Kabupaten Katingan. Sementara itu. Jangan terus-terusan mengambil di hutan." jelasnya. sedangkan yang untuk obatobatan masih sedikit yang mengerti. Edy mengemukakan. di Kota Palangka Raya. Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalteng Edy Sutiyarto mengatakan.Salah seorang penjual kantong semar." ungkapnya. Padahal tanaman ini bisa untuk menyembuhkan berbagai penyakit seperti asma. BKSDA Kalteng sendiri berencana menggelar pelatihan pembuatan demplot kantong semar karena upaya budidayanya relatif mudah. Rabu. Napu . Hadi. "Upaya budidaya memerlukan waktu lama dan jumlah yang terbatas." kata Hadi yang berasal dari wilayah Barito itu. sedangkan masyarakat kini sangat menggemarinya sehingga permintaan kantong semar juga semakin banyak. Tiap pot kantong semar dijual seharga Rp35 ribu sampai Rp70 ribu. Padahal tumbuhan yang masuk golongan karnivora tersebut termasuk yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

karena tanaman ini dulu hidupnya di rawa dan oleh masyarakat setempat sering dijadikan ketupat. ukuran. Ketupat napu dimasak dengan memasukkan beras ke dalam kantong semar untuk kemudian dimasak seperti memasak ketupat. berumah dua. hutan kerangas. dan padang savana. Serawak. hutan pegunungan. serta bunga jantan dan betina terpisah pada individu yang berbeda. Tumbuhan ini hidup di tanah. Di dunia telah ditemukan 82 jenis nepenthes. Sebenarnya kantong tersebut adalah ujung daun yang berubah bentuk dan fungsinya menjadi perangkap serangga atau binatang kecil lainnya. Nepenthes bisa hidup di hutan hujan tropik dataran rendah. Sedangkan Suku Dayak Bakumpai yang mendiami wilayah Sungai Barito menyebut kantong semar dengan telep ujung. Nepenthes tumbuh dan tersebar mulai dari Australia bagian utara.berarti rawa. dan Brunei) merupakan pusat penyebaran nepenthes terbesar di dunia karena dari sana ditemukan 32 jenis. Asia Tenggara. hingga China bagian selatan. Sabah. Umumnya nepenthes hidup di tempat-tempat terbuka atau agak terlindung di habitat yang miskin unsur hara dan memiliki kelembaban udara cukup tinggi. hutan gambut. dan 64 jenis di antaranya ditemukan di Indonesia. dan telep adalah alat berbentuk silinder yang terbuat dari bambu. Kantong semar tergolong ke dalam tumbuhan liana (merambat). gunung kapur.(*) COPYRIGHT © 2007 ANTARA . Alat tersebut biasanya dipakai menyimpan racun anak panah. dan corak warna kantongnya. ada juga yang menempel pada batang atau ranting pohon lain sebagai epifit. Kata ujung mengartikan nama seorang raja. Keunikan dari tumbuhan ini adalah bentuk. Borneo (Kalimantan.

Akar Kuning misalnya. Suku Dayak telah turun temurun menggunakan tanaman ini untuk menambah daya tahan tubuh dari serangan berbagai penyakit. di antaranya Akar Kuning (Arcangelisia flava). Mereka yang kehausan dan tidak ada air saat perjalanan di dalam hutan pun bisa memanfaatkan akar ini. Air rebusan itulah yang diminum. Kunyit (Curcuma domestica). Terbukti. Secara medis terbukti. antara lain melindungi diri dari serangan penyakit malaria. setelah sering kali keluar masuk hutan Kalimantan belum pernah terserang penyakit malaria atau masyarakat lokal menyebutnya penyakit kuning. Dalam sekali tebas. sampai air rebusannya berwarna kuning. hingga kini belum pernah terjadi adanya wabah malaria di pedalaman Kalimantan. serta berbagai spesies budidaya seperti Jahe (Zingiber officinale). juga menjaga diri dari serangan penyakit non medis seperti santet (parang maya). Syukur. Tabat barito (Ficus deltoidea). Air rebusan akar ini memang terasa pahit. Saya sendiri pernah merasakan ketangguhan Akar Kuning saat berada di pedalaman Kalimantan. tapi bagi saya tidak masalah demi menjaga diri. Kencur (Kaempferia galanga). Akar Kuning yang diambil ekstraknya dapat digunakan sebagai Hepatoprotektor lihat di sini .Hutan Kalimantan memiliki kekayaan sumber daya alam. Suku Dayak sejak dahulu telah memanfaatkan berbagai tanaman liar untuk obat. akar yang terpotong akan banyak mengeluarkan air segar (salah satu pelajaran survival di dalam hutan dari Suku Dayak). ada sedikitnya 940 spesies tanaman yang menghasilkan bahan untuk obat tradisonal. Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus) dan Kapulaga (Amomum cardamomum). Mereka meyakini efeknya sangat baik bagi tubuh. berdasarkan hasil penelitian yang telah dipatenkan Teknologi IPB Bogor. melingkar antara satu pohon besar dengan pohon lainnya. Suku Dayak juga percaya. Ketika perjalanan menyusuri hutan tropis yang lebat. selain menjaga tubuh dari penyakit yang sifatnya medis. . Pasak bumi (Euriycoma longifolia ). Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup. Akar Kuning banyak terlihat menjuntai. Mereka memanfaatkanya dengan cara merebus batangnya.

idioblas yang . perisikelnya memiliki ciri-ciri seperti cincin yang saling menyambung atau untaian yang terpisah seperti serabut putih. Sel parenkim korteks sangat tipis. tidak berlignin. .. juga terdapat sel batu yang tunggal. lebih kecil dari 1-2 sel.ANATOMI THEVETIA NERIIFOLIA Daun Anatomi daun tanaman ini terdiri atas tuba laticiferous. penampang melintang gabus berbentuk empat persegi panjang dan letaknya teratus. idioblas yang berisis hablur kalsium oksalat bentuk prisma. formasi yang simple. selnya berbentuk bulat seperti cincin. mesofil dan sel gabus. pada penampang melintang tampak jaringan gabus. berisi pati. kadang kadang dikelilingi sklerenkim. kecil.. Pori-pori daun dikelilingi oleh rambut yang terdapat di dalam pori-pori tersebut. Karakter anatomi luarnya memiliki laticiferus canals dengan variasi warna dan floem intrasirkular. xylem. Batang Jaringan pembuluhnya terkadang kecil namun kadang besar. Sel gabusnya memiliki bentuk yang khusus. Floem terdiri dari sel parekim floem. terdiri dari 7-10 lapis sel gabus berdinding tipis tidak berlignin. Mesofilnya kebanyakan terdiri dari spicular sel yang mengandung atau terdapat bunga karang yang mengandung gelatin. jarang ada sel yang mengelilinginya. floem intraserkular. pada sayatan paradermal berbentuk polygon. Sel fiber biasanya lubangnya sederhana tapi terdapat perbatasan pada tiap tepinya. lubang intravaskularnya sangat kecil. mempunyai hilus berbentuk titik atau garis pendek. besar dengan lumen lebar dan noktah bercabang. Sel parenkimnya apotracheal seperti sel yang menyebar atau mendekati seperti pita dengan sedikit paratracheal. lubang parenkimnya kecil. Kelompok sel batu berdinding tebal dengan noktah bercabang. lumen sempit memanjang dengan ujung tumpul. Daunnya biasanya dorsiventral atau lebih khususnya isoventral. letaknya tersendiri atau bergabung dengan tipe lain yang terkadang memberikan bentuk bulat atau berpola sudut. heterogen dengan 2-10 tingkat ketipisannya. floem. tunggal. berlamela. Sklerenkim berupa kelompok serabut yang panjang dan ramping. Kulit tanpa serat terdiri 2-3 sel yang lebar. warna kuning muda. atau berkelompok . Di dalam perenkim floem terdapat butir pati. bentuk bulat. Stomatanya ranunculaceous. mengandung lignin.

volume II. Oxford Steenis. 2007. sel batu.gov/cgi-bin/npgs/html/taxon.desert-tropical.R.490. floem. Sel gabusnya selalu tumbuh hanya sampai permukaan saja tidak mendalam tapi melebar dan diding selnya tipis.berisi hablut kalsium oksalat berbentuk prsma. dengan lumen yang sempit dan ujung tumpul. Anatomy of the Dicotyledons. 2007. Flora untuk Sekolah Indonesia. floem intraselular. seperti getah dan tidak berserat. sel inti. Sel gabus diisi dengan kristal. panjang dan ramping. C. 33. Daftar pustaka : Anonim. perisikel. 1989. Thevetia. Kortexnye sangat kuat atau masuk grup sel batu. www. Materia Medika Indonesia. PT Eisai Indonesia. Struktur anatomi akarnya mengikuti garis dan membentuk dengan floem intrasirkular. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta Metcalfe. 904-907. Anonim. http://www. Serbuk berwarna coklat.ars-grin. Jakarta Maria Fea Yessy 068114152 . Perisikel umumnya seperti papan. Taxon. tunggal atau berkelompok.. 1986. tidak berlignin. warna kuning muda. dan kanal laticiferous. Floemnya termasuk sel batu. at the Clarendon Press. kortek. 1986. Jakarta Anonim. Van. fragmen pengenal adalah kelompok serabut. 264. PT Pradnya Paramita. berwarna putih. Akar Anatomi akar tanaman ini terdiri atas sel gabus.com/plants/apocynaceae Djokomoeljanto. In Indonesia Medical Herb Index.

2. domba garut. Ketiga famili tersebut mempunyai aroma. Menurut Ong (2000) sudah sejak lama bangsa Indonesia mengenal khasiat berbagai ragam jenis tanaman sebagai sarana perawatan kesehatan. 1992). kidinina. Irian jaya. yang dikenal dengan nama pulai. Keanekaragaman didalam jenis tanaman obat diketahui sangat sempit Sebagai contoh Alstonia scholaris (L. Pulai tersebut dijumpai di dalam hutan tropika Indonesia dan banyak digunakan sebagai bahan baku industri jamu. Kebo dan Zanzibar. Maluku. sapi madura. domba ekor tipis. Sebagai contoh plasma nutfah pisang adalah pisang tanduk. 14 spesies barasal dari Indonesia diantaranya obat anti kanker vinblastin dan vincristine yang berasal dari tapak dara (Catharanthus roseus) dan obat hipertensi reserpine yang berasal dari puleai pandak (Rauvolfia serpentina). 2001). Penyebaran tanaman tersebut adalah Sumatera. Rugayah dan Widjaja. Sedangkan menurut Sumarno (2002) plasma nutfah termasuk di dalam pengertian yang paling sempit. jahe merah. Contoh dari tanaman obat yang berkhasiat untuk perawatan (promotif) yang sejak dulu sudah dipergunakan adalah: 1. tetapi baru beberapa spesies saja yang telah di budidayakan secara intensif (Supriadi. Br. Di Amerika Serikat menurut Pramono (2001). Nusa Tenggara dan Jawa.PENELAAHAN TERHADAP PLASMA NUTFAH KHUSUS: TANAMA OBAT Maharani Hasanah (Komisi Nasional Plasma Nutfah / Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat) Diperkirakan sekitar 30 000 tumbuhan ditemukan di dalam hutan hujan tropika. Daun katuk (Sauropus androgynus) yang mengandung protein. dan mineral serta berguna untuk memperlancar ASI. pengobatan serta untuk mempercantik diri yang selama ini dikenal sebagai jamu. Baru sekitar 180 spesies yang telah digunakan untuk berbagai keperluan industri obat dan jamu. 3. pisang ambon. Kalimantan. sinkonina dan lain-lain berguna untuk obat malaria. Dalam UU No 12 tahun 1992. Kulit batang kina (Cinchonae cortex) yang mengandung alkaloid kinina. pisang lampung.) R. Itik alabio. pasal 1 butir 2. Daun Urang-aring (Ecliptae folium) yang mengandung alkaloid antara lain yang berguna untuk perawatan rambut. Akar pulai pandak (Rauvolfia radix) yang mengandung alkaloid reserpin dan berguna untuk penurun tekanan darah tinggi. dari 45 macam obat penting berasal dari tumbuhan obat tropika. Paris. 3. 2. jahe emprit/kapur. Cimanggu 2) . itik mojokerto. sapi bali. Umbi bawang putih (Allii sativi bulbus) yang mengandung minyak atsiri yang berguna untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan penurun tekanan darah tinggi. Belum dilakukan karakterisasi pada jenis pulai yang berada di beberapa daerah penyebarannya. . dan sekitar 1 260 spesies di antaranya berkhasiat sebagai obat. tangkai hijau yang lunak dan kecil dan agak berdaun. tangkai. Sedangkan contoh tanaman obat yang berkhasiat untuk pengobatan (kuratif) adalah: 1. sedangkan contoh untuk tanaman katuk adalah Bastar. ikan mas si Nyonya dan ikan mas Majalaya. Dari penelitian yang telah dilakukan Sirait (2001) menunjukan bahwa 80% tanaman-tanaman obat untuk jamu didominasi oleh famili Zingiberaceae menyusul Piperaceae dan Umbeliferae. umbi yang jelas dan mudah ditanam. jamu dikenal dengan istilah Herbs yang berasal dari bahasa latin Herba yang berarti rumput. Sulawesi. warna bunga. variasinya di alam sangat kecil tetapi kerabat dekatnya banyak dan sering dikacaukan dan sengaja dijadikan surogat (pemalsu) (Rifai. Daun beluntas (Pluceae indicae folium) yang mengandung minyak atsiri dan berguna untuk menghilangkan bau badan atau keringat tidak sedap. Dikalangan internasional. Plasma nutfah tanaman obat misalnya tanaman jahe adalah jahe gajah (Cimanggu 1. sehingga tidak diketahui apakah dari beberapa daerah tersebut ada yang menunjukkan perbedaan dalam morfologi atau kandungan kimianya. yaitu keanekaragam di dalam jenis. plasma nutfah diartikan sebagai substansi yang terdapat dalam kelompok mahluk hidup dan merupakan sumber sifat keturunan yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan atau dirakit untuk menciptakan jenis unggul atau kultivar baru.

(1992) yang termasuk katagori genting adalah purwoceng (Pimpinella pruatjan). 3. akan mengganggu kelestarian tanaman tersebut (Muharso. Akibatnya banyak tanaman yang terancam punah atau paling tidak sudah sulit dijumpai di alam Indonesia. Menurut Rifai et al. 4.Tabel 1. jenis tanaman yang dianggap telah musnah/hilang sama sekali dari permukaan bumi. jenis tanaman yang jelas mengalami proses kelangkaan tetapi informasi keadaan sebenarnya belum mencukupi untuk masuk dalam katagori tersebut diatas. Beberapa klon/nomor harapan serta varietas tanaman Obat yang telah dilepas KLASIFIKASI KONDISI TANAMAN OBAT Klasifikasi kondisi tanaman obat akibat pengambilan bahan baku tanpa dilakukan pelestarian plasma nutfahnya diklasifikasikan menjadi 5 kelompok (Muharso. Terkikis (indeterminate). 2. jenis tanaman yang terdapat dalam jumlah sedikit dan eksploitasinya terus berjalan sehingga perlu dilindungi. Kegiatan eksploitasi tanaman liar secara berlebihan melebihi kemampuan regenerasi dari tanaman dan tanpa disertai usaha budidaya. 5. jenis tanaman yang terancam punah Rawan (vulnerable). 2000): 1. atau daerah penyebarannya luas tetapi tidak sering dijumpai serta mengalami erosi berat. Punah (extinct). PERMASALAHAN Dalam pemanfaatannya bahan baku tumbuhan obat masih tergantung pada tumbuhan yang ada di hutan alam atau berasal dari pertanaman rakyat yang diusahakan secara tradisional. pulasari (Alyxia reiwardii). Jarang (rare) jenis tanaman yang populasinya besar tetapi tersebar secara lokal. seperti purwoceng (Pimpinella pruacan). 2000). katagori rawan diwakili oleh Ki koneng (Arcangelisia flava) dan pulai (Alstonia scholaris) termasuk katagori jarang. kayu angin (Usnea misaminensis). bidara laut (Strychnos ligustrina) . Genting (endangered).

joho lawe (Terminalia balerica) sebanyak 1930 kg/musim dan Pakem (Pangium edule) sebanyak 3021 kg/musim. 2000). ki sereh (diambil akarnya). (2001) sangat serius karena formasi hutan tropika dataran rendah selama 2 dekade belakangan ini mengalami kerusakan yang sangat parah.dan lain-lain (Muharso. sambiloto (dari Jawa Tengah). Pendekatan awal dalam kegiatan eksplorasi pada umumnya dimulai dengan penelitian etnobotani dan etnofarmakologi sebagai upaya untuk menginventarisasi jenis tumbuhan obat dan manfaat penggunaannya (Anggadiredja dan Rifai. Ada 4 jenis tumbuhan obat yang dipungut masyarakat dalam jumlah besar yaitu kemukus (Piper cubeba) sebantak 556 kg/musim. 1993 (dalam Nurhadi et al. 2002). mengumpulkan dan meneliti jenis plasma nutfah tertentu dilakukan untuk mengamankan dari kepunahan ( Kusumo et al. 2000). Kegiatan eksplorasi sudah banyak dilakukan oleh berbagai lembaga penelitian dan industri maupaun perorangan namun hasil-hasilnya tidak terdokumentasi dengan baik sehingga kita tidak pernah memiliki literatur yang utuh tentang tumbuhan obat dan ramuannya serta cara pengobatannya. Perusakan habitat di beberapa propinsi di Indonesia PENGELOLAAN PLASMA NUTFAH Eksplorasi Kegiatan eksplorasi yang merupakan pelacakan atau penjelajahan. f) Rendahnya harga tumbuhan obat. perambahan hutan. keningar (Cinnamomum cassia) dipanen sesuai permintaan pasar. g) Kurangnya kebijakan dan peraturan perundangan pelestarian. Tabel 2. doro putih (Strychnos lingustriana). Jenis-jenis lain seperti padmosari (Rafflesia zolligeriane). kembang puspa sebagian kondisinya sudah sangat kritis terutama dari jenis yang merambat sehingga mulai tahun 2002 bahan baku kebutuhan pabrik jamu cap bintang timbangan diambil dari Lampung. perladangan berpindah dan lain-lain. Dari informasi langsung dari pemilik pabrik jamu cap bintang timbangan di Sukabumi diketahui bahwa tumbuhan obat yang berada di kaki Gunung Salak yang dipakai sebagai ramuan jamunya seperti pulasari. Sebagian besar areal konsesi HPH (areal eksploitasi kayu) yang sudah diusahakan saat ini terdapat di tipe hutan hujan dataran rendah dimana 44% spesies tumbuhan obat penyebarannya terdapat di formasi hutan ini dan di areal hutan konversi (areal hutan yang bisa dirubah menjadi areal non-hutan seperti untuk perluasan lahan pertanian/ perkebunan. kebakaran hutan. ki rapet. tempuyung. Sebagian diantaranya telah dimanfaatkan oleh masyarakat setempat secara turun menurun. Berdasarkan hasil penelitian Mujenah. e) Lambatnya pengembangan budidaya tumbuhan obat Indonesia. mencari. akibat eksploitasi kayu. konversi hutan. ki urat. c) Pemanenan tumbuhan obat yang berlebihan. Adanya eksploitasi terhadap kayu yang sekaligus pohon tersebut yang juga merupakan spesies tumbuhan obat juga merupakan ancaman terhadap kelestarian tumbuhan obatnya. areal transmigrasi dan areal industri dll). kulit sintok. Terlebih lagi kegiatan penelitian ini sering tidak dilengkapi oleh pendukung herbarium . krangean (Litsea cubeba). d) Ketidak seimbangan penawaran dan permintaan tumbuhan obat. b) Punahnya budaya dan pengetahuan tradisional penduduk asli/lokal di dalam atau sekitar hutan. Permasalahan pelestarian Tumbuhan Obat Indonesia menurut Zuhud et al. ki rame. kumis kucing. kedawung (Parkia roxburghii) sebanyak 2074 kg/musim. Ancaman kelestarian plasma nutfah tumbuhan obat hutan tropika saat ini menurut Zuhud et al. (2001) disebabkan karena a) Kerusakan habitat. h) Kelembagaan pelestarian tumbuhan obat. 2000) di kabupaten Jember dan Banyuwangi Propinsi Jawa Timur dimana Taman Nasional Meru Betiri berada yang luasannya sekitar 58 000 ha ditemukan tidak kurang dari 350 jenis tumbuhan yang memiliki khasiat obat.

KerinciSeblat in Jambi. Gn. Dari pengalaman negara – negara lain kita belajar bahwa untuk menemukan sebuah senyawa kimia yang nantinya dapat dikembangkan menjadi obat. Gn Palung (Kalimantan). (2000) konservasi tumbuhan obat harus dilakukan bersama.). Prioritas pelestarian ex situ diberikan untuk spesies yang habitatnya telah rusak atau tidak dapat diamankan lagi. Rinjani (Nusa Tenggara). temu putih.). b) untuk kegiatan pemuliaan dan c) untuk tujuan penelitian dan pendidikan. IP Manoko : 395 (varietas dan jenis) 2. jahe. echinaceae. pelestarian ex situ juga harus digunakan untuk meningkatkan spesies lokal yang hampir punah menjadi tersedia kembali di alam. pemerintah akan menganggap usaha pelestarian itu sebagai beban. tapak dara. 1999). Menurut Rahardjo et al. Di beberapa negara hal ini menjadi perhatian untuk melestarikan semua spesies tumbuhan obat secara ex situ. bukan sebagi peluang. lidah buaya. (2001) tujuan pelestarian ex situ adalah a) untuk diintroduksi kembali ke habitat aslinya. kumis kucing. Menurut Zuhud et al. pulai pandak. temu lawak. Koleksi tanaman obat secara ex situ menurut Sudiarto et al. meniran. Padmosari (Raffesia zollingeriana Kds). Rawa Aopa. Konservasi in situ pada sejumlah Taman Nasional. canola dan murbei. Berbicara mengenai pelestarian keanekaragaman hayati. IP Cimanggu : 291 (varietas dan jenis). Kayu garu (Aquillari malaccanensis Lamk. Balai apenelitian Tanaman Rempah dan Obat serta Kebun Raya dapat menjadi garda terdepan dalam kegiatan penyediaan plasma nutfah secara ex-situ untuk menunjang pelestarian secara in-situ yang dilakukan oleh Departemen Kehutanan. temu giring. Ceremai dan G. Tanpa mengkaitkannya dengan pembangunan nasional secara menyeluruh. kencur. IP Gunung Putri : 136 (varietas dan jenis) 2 jenis tanaman introduksi Di dataran rendah : 1. memerlukan waktu yang lama dan dana yang tidak sedikit jumlahnya. Donn. Halimun dan Gn.untuk setiap jenis tumbuhan. meliputi semua populasi di alam (in situ) dan dilakukan penangkaran diluar habitatnya (ex situ). Manusela (Maluku) dan Gn. Untuk pelestarian tumbuhan obat. Gede Pangrango di Jawa Barat. Cakrabuana Jawa Barat dan hasil eksplorasi ditanam di kebun koleksi sebagai konservasi ex situ (Hasnam et al. (2002) tanaman obat dengan status langka seperti kedawung (Parkia roxburghii G. daerah yang dilindungi telah dilakukan seperti di Meru Betiri (Jawa Timur). Eksplorasi plasma nutfah tanaman obat telah dilakukan Balittro di Taman Nasional Meru Betiri. kunyit. IP Cikampek : 60 (varietas dan jenis) 2.sama dengan masyarakat. 2000). temu kunci. 6 jenis asal Sagedepaha Konservasi in vitro tanaman obat telah dilakukan pada tanaman pegagan. Menurut Sastrapradja (2000) bahwa kecenderungan baru untuk melestarikan keanekaragaman hayati pertanian secara lekat lahan memang belum dimulai di Indonesia. Kayu angin (Usnea barbata Fries) dan Pulai pandak (Raufolvia serpentina) dikonservasi di kawasan penyangga Taman Nasional Meru Betiri. bangle. Menurut Sastrapradja (2000) yang sebenarnya harus kita kembangkan segera adalah teknologi – teknologi yang dapat meningkatkan nilai tambah sumber bahan baku obat tersebut. PEMANFAATAN TANAMAN OBAT . enkapsulasi atau dengan cara pembekuan dengan nitrogen cair. Konservasi Kegiatan penelitian konservasi tumbuhan obat adalah kegiatan penelitian di hulu yang amat sangat terbatas dan kurang mendapat perhatian. Penyimpanan pule pandak secara in vitro telah dilakukan oleh Gati dan Mariska (2001) dengan pertumbuhan minimal. Dumoga Bone (Sulawesi). Namun menurut Nurhadi et al. Lorentz di Irian Jaya (Bermawie dan Sutisna. agaknya kecenderungan ini perlu dikaji manfaatnya. G. Gn.. inggu. Gn. IP Sukamulya : 226 (varietas dan jenis) 3. dalam arti kegiatan budidaya tumbuhan obat yang berasal dari dalam hutan tersebut dilakukan oleh masyarakat yang selama ini memanfaatkannya. Tiga lembaga yaitu Hostus Medicus Tawangmangu. (2001) yang dimiliki oleh Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat adalah: Di dataran tinggi : 1. Leuser di Aceh. purwoceng. Idealnya semua tumbuhan obat harus dilestarikan. usaha ini di negara – negara yang sedang berkembang seperti Indonesia memang menjumpai banyak tantangan. daun encok.

Disamping pemanfaatan plasma nutfah tanaman obat untuk industri jamu juga dapat dimanfaatkan untuk kosmetika seperti lidah buaya (menghilangkan noda hitam. Gynura procumbens Merr. Allium sativum L. ramuan jamu godok. Dalam usaha pemanfaatan tumbuhan obat perlu diperhatikan kelestarian dari jenis tumbuhan tersebut agar tidak punah. 2000). 2000). Andrographis paniculata Ness. pace. kencur. botani dan ekonomi. Kita harus berupaya agar paten handeuleum misalnya tidak dilakukan di USA atau Jepang seperti yang dialami tanaman mimba/neem (Azadirachta indica) yang sebenarnya sudah digunakan lebih dari 400 tahun oleh orang India (Anggadiredja dan Rifai. obat penyakit sipilis. 6.Eksploitasi tumbuhan liar di hutan alam untuk bahan baku OT/OAI dibatasi sebelum budidaya jenis tumbuhan tersebut terlaksana dengan baik . Penelitian bioprospecting laboratoris bertitik tolak dari etnofarmakologi dan etnobotani.. pegagan. Solanum nigrum. Diantara jenis tiumbuhan obat tersebut.. belum dikomersiilkan (Sukarman et al. Obat Tradisional untuk pengobatan kanker: Fam cruciferae. menanggulangi kerut. Pengaturan pemanenan tumbuhan obat dari alam. cabe jawa. dan selanjutnya dapat diekspor sehingga memberikan nilai tambah dalam pertumbuhan ekonomi (Muharso. tanaman obat dipakai sebagai pengobatan alternatif/pilihan bagi ekonomi lemah. jati belanda. 2000). Namun penelitian untuk mendukung kebenaran ilmiahnya belum secara mendasar dilakukan (Anggadiredja dan Rifai. asma. Obat bahan alam untuk pengobatan hemoroid Menurut Sinambela (2002) keanekaragaman plasma nutfah tumbuhan obat Indonesia sebagai sumber bahan obat selayaknya diteliti secara lebih komprehensif dengan pemilihan strategi pendekatan bioprospecting yang tepat. 2002). larangan pemungutan spesies tumbuhan obat yang terancam punah perlu dilakukan.. 4. Komoditas Tanaman Obat unggulan versi Badan POM (2001) telah ditetapkan seperti sambilito. 2001). Nigella sativa L. agrokimia. negara-negara berkembang perlu untuk mempelajarinya (Yunus. Bioprospecting mencakup aktivitas berbagai disiplin ilmu terutama kimia bahan alam. Di Taman Nasional Gunung Halimun terdapat sekitar 48 jenis tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat.Segera dilakukan langkah budidaya terhadap jenis tumbuhan yang banyak diperlukan . batuk. 5. Curcuma longa L. menstimulasi dan mengganti sel kulit mati dengan sel baru). aprodisiak. 2. ada yang berkhasiat sebagai obat tonik. pasak bumi. Tanaman obat ini sedang menjadi isu di negara -negara berkembang dan bagaimana memberikan perlindungan hukum terhadap tanaman obat.. temulawak.. masuk angin. dan teknologi budidayanya untuk sebagian komoditas sudah tersedia. jamu sehabis melahirkan. daun jinten. lavender dan lain-lain (Wardana. tempuyung. 2002). sanrego. apalagi setelah terjadi krisis ekonomi yang melanda Indonesia. Eksploitasi dan pelestarian Sumber Daya Alam Kebijakan operasional: . Beberapa contoh obat tradisional dikemukakan oleh Ma’at (2001) yang berasal dari tanaman obat asli Indonesia yang dikemukakan dengan menggunakan bahasa ilmu kedokteran moderen agar dapat dipahami oleh kalangan dokter yang nantinya diharapkan menjadikan cikal bakal suatu Obat tradisional – Untuk Pelayanan Kesehatan Formal: 1. Morinda citrifolia L. 2000). ketumbar. Upaya peningkatan budidaya selain melestarikan sumber bahan OT/OAI diharapkan dapat mengembangkan produksi tumbuhan obat dalam negeri. farmakognosi. Obat Tradisional sebagai imunomodulator: Phyllanthus niruri L. daun ungu. Obat Tradisional untuk pengobatan Hiperkolesterolemia dan hipertrigli seridemia : Sechium edule 3. Aloe vera L. penyedap.. Obat alami sebagai terapi imun dan terapi adjuvan pada infeksi HIV/AIDS. KEBIJAKAN OPERASIONAL Untuk pemanfaatan tumbuhan obat Indonesia perlu ditempuh kebijakan operasional dan langkah-langkah sebagai berikut (Muharso. Catharanthus roseus/Vinca rosea. 2000): 1.. demikian juga perlu dilakukan pengontrolan terhadap perdagangan tumbuhan obat dan produk-produknya (Zuhud et al. Obat Tradisional untuk pengobatan hiperurisemia dan artritis Gout. PERLINDUNGAN TERHADAP TANAMAN OBAT Sudah sejak lama kurang lebih 50 tahun yang lalu Indonesia menggunakan tanaman obat sebagai obat. Pemanfaatan tumbuhan obat tersebut masih terbatas untuk keperluan keluarga.Potensi sumbangan plasma nutfah untuk dunia pengobatan mungkin seperti handeuleum atau daun ungu (Graptophyllum pictum) yang digunakan untuk mengatasi masalah ambeien.

HaKI dalam Tanaman Obat. Badan Litbang Pert.28. Hasanah. S. Sutisna. Puslitbangtri. Novarianto (2000). 26-27 April 2000. Manfaat Tanaman Obat Asli Indonesia Bagi Kesehatan. Bermawi. S. M. 2000. Universitas Pajajaran dan yayasan Ciungwanara dengan Yayasan KEHATI. Bermawie. Kerjasama Indonesian Resource Centre for Indigenous Knowledge (INRIK). Konservasi Tumbuhan Obat Langka Purwoceng melalui Pertumbuhan . Kusumo. Makalah seminar “Tumbuhan Obat di Indonesia”. Cisarua. Rusdi. 2000. Dept. N. Perbanyakan dan Penyimpanan Tanaman Rauvolfia serpentina secara in vitro. Moeljopawiro. 2002. standarisasi serta pengembangan pasar. Rifai. 26-27 April 2000. Pedoman Pembentukan Komisi Daerah dan Pengelolaan Plasma Nutfah. Plasma Nutfah.. Kasus Masyarakat Meru Betiri. Thohari. Rostiana.. Makalah seminar “Tumbuhan Obat di Indonesia”. M.M. Junus. A. 13 hal.. “Tumbuhan Obat di Indonesia”. M. Makalah seminar Penelitian. J. Sukarman dan O. J. Ma’at S. Makalah disampaikan pada pertemuan Komisi Nasional Plasma Nutfah di Bogor tanggal 22-23 Nopember 2000. Makalah seminar “Tumbuhan Obat di Indonesia”. E. Konservasi Plasma Nutfah Tanaman Industri. E. Universitas Pajajaran dan yayasan Ciungwanara dengan Yayasan KEHATI. Pertanian. 2002. S. 2001. M. Sumarno. Kerjasama Dept. 2001. 26-27 April 2000. Pramono. 2001.K. 8(1): 22.Melaksanakan inventarisasi jenis tumbuhan obat yang terdapat di hutan atau tumbuhan liar. 2001. M. Pemanfaatan dan Pengembangan Tumbuhan Obat Hutan. H. Lokakarya Pengembangan Agribisnis berbasis Biofarmaka. PUSTAKA Anggadiredja. Hasnam. Nurhadi dan H. Seminar sehari synchronisasi pengadaan benih sumber Tanaman hias dan Aneka tanaman. Kasim. Jakarta .. 2001.Melakukan penanaman kembali jenis tumbuhan obat dalam kondisi genting atau terancam punah. Kebijakan Pemanfaatan Tumbuhan Obat Indonesia. dan M. Sudjindro. 26 Juli 2001. 2000. Perbanyakan benih sumber tanaman obat. The second Meeting of The Asean Experts Group on Herbal and Medicinal Plants. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Ong. . 26-27 April 2000. Pertanian dan IPB Sinambela. Research on Medicinal Plant (An overview). 2002. A. Makalah seminar “Tumbuhan Obat di Indonesia”.. Warno. Pengembangan Agromedisin Indonesia: Pemanfaatan Sumberdaya Alam Indonesia menjadi Komoditas Farmasi Unggulan.A. D. Subandriyo. dan I. Conservation and Productivity Improvement of Medicinal Plants in Indonesia.. Darusman. penanganan pasca panen. Penggunaan bioteknologi dalam pemanfaatan dan pelestarian plasma nutfah tumbuhan untuk perakitan varietas unggul. Sudiarto. Kerjasama Indonesian Resource Centre for Indigenous Knowledge (INRIK). Buletin Plasma Nutfah 8(2): 78-83. 2002. 13 hal. Rahardjo. Muharso. G... Jakarta . Buletin Plasma Nutfah 7(1): 40 – 45. Badan Litbang Pertanian.. Ditjen POM. 13-15 July 1999. Pert. Universitas Pajajaran dan yayasan Ciungwanara dengan Yayasan KEHATI. Bull. Universitas Pajajaran dan yayasan Ciungwanara dengan Yayasan KEHATI. Bogor. N and U. Prospek Industri Obat Asli Indonesia. S. 2001. Kerjasama Pusat Penelitian Bioteknologi IPB dan KNPN. 2000. Standardisasi teknologi penyediaan bahan aneka tanaman/tanaman obat. Ghulamahdi dan L. Hardjamulia. Hasanah. 26 Juli 2001. E. Hadad. Seminar Nasional Pemanfaatan dan Pelestarian Plasma Nutfah. Konservasi dan Pemanfaatan Tanaman Obat Langka dan Potensial di Kawasan Penyangga Taman Nasional Meru Betiri. 1999. Lestari. Kebijakan nasional pengembangan obat tradisional.. 2002. Kerjasama Indonesian Resource Centre for Indigenous Knwledge (INRIK).A. Pemanfaatan Plasma Nutfah dalam Industri Obat-obatan. budidaya tumbuhan obat. dan N. Rahayu. Seminar sehari synchronisasi pengadaan benih sumber Tanaman hias dan Aneka tanaman. Sunarlim. E. Mariska. 20 hal. Arifin. Departemen Pertanian. C. M. Kerjasama Indonesian Resource Centre for Indigenous Knowledge (INRIK). Deptan. 26-27 April 2000.. Dept. Departemen Kesehatan RI. Universitas Pajajaran dan yayasan Ciungwanara dengan Yayasan KEHATI.. Komisi Nasional Plasma Nutfah. Langkah –langkah: .untuk bahan baku OT/OAI. Jakarta . S. Nurhadi.. Kerjasama Indonesian Resource Centre for Indigenous Knowledge (INRIK). 2000. 2.

8(1): 16-21. M. 1992.A. M. Rosita dan Sudiarto. S. Supriadi dkk. Pert. A. 2001. Rahardjo. E. Rostiana. S. Widjaja. Kasus Khusus Tumbuhan Obat. 2001. 2000. Rahardjo. 145 hal. Buletin Plasma Nutfah. 8(2): 84-89.2.Minimal. Kerjasama Indonesian Resource Centre for Indigenous Knowledge (INRIK). 2001. Bull. . Dept. N. D. Badan Litbang Pertanian. S. Dukungan Teknologi Budidaya untuk Pengembangan Industri Obat Tradisional.. Edisi pertama Agustus 2001. O. L. 26-27 April 2000.D. Penggalang Taksonomi Tumbuhan Indonesia.. H. D. 2002. Badan Litbang Pert. Hobir. Pengembangan Obat Bahan Alam. Pemanfaatan Plasma Nutfah dalam Industri Jamu dan Kosmetika Alami. Plasama Nutfah. Azis.M. A. Universitas Pajajaran dan yayasan Ciungwanara dengan Yayasan KEHATI.4. Sastrapradja. Pengelolaan Sumber Hayati Indonesia. Makalah disampaikan pada Lokakarya Pengembangan Agribisnis Berbasis Biofarmaka tanggal 13 –15 November 2001 di Jakarta. Andarwulan.2002. Ghulamahdi. Sirait. Bull. Floribunda. Pustaka Populer Obor. M. E. Nurhayati. M. M.K. pelestarian dan pasca panen. Pemanfaatan dan Pelestarian Sumber Hayati mendukung Agribisnis Tanaman Obat. Seminar Perhimpunan Peneliti Obat Bahan Alam bekerja sama dengan Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) Sudiarto. PPO: 10. Dept Pert. Lokakarya Pengembangan Agribisnis berbasis Biofarmaka.. Zuhud. Tumbuhan obat Indonesia. 8(1): 29 – 33. Penggunaan dan Khasiatnya. Badan Litbang Pert. Wardana. 21 hal. Rifai. 2001. Dept Pert.. Dukungan teknologi pengembangan obat asli Indonesia dari segi budidaya. Sisipan Floribunda 2: 1-28. Plasma Nutfah. Sukarman. Tiga Puluh Tumbuhan Obat Langka Indonesia. . Makalah seminar “Tumbuhan Obat di Indonesia”. Inventarisasi Tumbuhan Obat di Taman Nasional Gunung Halimun. Darusman. Rosita SMD dan H.M. Rugayah.

Arcangelisia loureiri (Pierre) Diels. Khamin khruea (Chanthaburl). sirawan (Javanese). Sulawesi. southern peninsular Thailand. up to 20 m long. The flowers are unisexual with 3-4 minute . Bisaya). woody. the northern Moluccas to New Guinea. Abutra (Ilokano. Vernacular Names English: Malaysia: Indonesia: Philippines: Thailand: Vietnam: Yellow-fruited moonseed. V[ar]y d[aws]ng. Java.5-) 8-19 cm. This plant bears unisexual flowers. Pampango). daun bulan (Moluccas). The lateral branches are spike-like. swollen at both ends but no stipules. Peninsular Malaysia.. smooth liana. flava is widely distributed from Hainan (China). Indo-China. raceme-like and slender with size of 10-50 cm long. Borneo. Its inflorescence arises from the axils or borne on the trunk. Mengkunyit.Arcangelisia flava Family Menispermaceae Synonyms Arcangelisia lemniscata (Miers) Becc. leathery texture and 5-veined arising from the same base. resembling an indeterminate branched. Sumatra. The leaves are usually egg-shaped. The stem is up to 5 cm in diametre. The yellow wood secretes yellow sap when cut. Description This is a large. (10-)12-25 cm x (5. suma (Tagalog. kamphaeng jedchunum. the Philippines. Geographical Distributions A. Areuy ki koneng (Sundanese). The stalk of its leaf is (4-)7-15(-20) cm long.

The female flower bears 3 fruits and has a number of abortive stamens but without an imperfect anther.. with ruminate endosperm and much folded cotyledons. Its fruit is a slightly laterally compressed drupe. flava occurs in forests at altitudes up to 1000 m. covered with a dense mat of radial. yellow. The seed is broadly ellipsoidal. The endocarp is woody. slightly without stalk. transversely slightly ovoid.(1) Ecology / Cultivation A. The petals are absent. with a club-shaped stalk. 2-3 cm in diametre. it is reported to grow on limestone. In Sulawesi. sometimes near river banks. The male flower is in spherical cluster of 9-12 anthers. elongated. thread-like structure. Line Drawing / Photograph .outer sepals and 6 larger inner sepals.

Sl. Unesco. hfC% .References 1. Plant Resources of South-East Asia No 12(2). 1998. No. Botanical Name 1 Family Garcinia gummigutta Clusiaceae Local Name zkeaágNf.

kgcfBd cg#ÖgcfBd kJgÊ Qea$ vßd.2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Garcinia imberti Garcinia indica Garcinia morella Garcinia spicata Garcinia travancorica Garcinia wightii Garcinia xanthochymus Gardenia gummifera Gardenia resinifera Garuga pinnata Givotia rottleriformis Glochidion ellipticum Glochidion malabaricum Glochidion tomentosum Glochidion velutinum Glochidion zeylanicum Gloriosa superba Gluta travancorica Gmelina arborea Gmelina asiatica Gnetum scandens Gnidia glauca Clusiaceae Clusiaceae Clusiaceae Clusiaceae Clusiaceae Clusiaceae Clusiaceae Rubiaceae Rubiaceae Burseraceae Euphorbiaceae Euphorbiaceae Euphorbiaceae Euphorbiaceae Euphorbiaceae Euphorbiaceae Liliaceae Anacardiaceae Verbenaceae Verbenaceae Gnetaceae Thymeleaceae c*Öeßf zkeÖx. E©ghgN EvbeR. Úfkfjf c*veÓd cnzÔe=@ hgNfcjx. ke¥gzvìf bÏjNf. ke¥Ôf hçfncjx. vßfve% . hÜfcg¥f scs»eÜf zÚÓgJg*f kgÔf#. hfC% kÔfcjx kÔfcjx DÛkej. zke¥lCgÖd }ez}¥f zÚJgzvìf zvìfÖehgNf ÚlÖaÔd vr%zb¥f.

zÚe¥c bN%cCf vr%zʪf cnz»ªf ke¥gkjC. GÜx GÏáRf\ ÚÖjzÖeìf lCgÖd . kjfsÖeb mf$b% QeÖd hjgXkcjx kìeRf zMÓaMf zke¥Ö vJgÊ Úaçf.24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Gomphandra coriacea Gomphia serrata Goniothalamus thwaitesii Goniothalamus wightii Gordonia obtusa Grevillea robusta Grewia asiatica Grewia bracteata Grewia flavescens Grewia nervosa Grewia serrulata Grewia tiliifolia Gymnacranthera canarica Gymnema sylvestre Gyrocarpus asiaticus Icacinaceae Ochnaceae Annonaceae Annonaceae Theaceae Proteaceae Tiliaceae Tiliaceae Tiliaceae Tiliaceae Tiliaceae Tiliaceae Myristicaceae Asclepiadaceae Hernandiaceae kÔfNfzçaf.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->