Artikel Masalah Pengangguran dan Kemiskinan

Pengangguran dan kemiskinan merupakan momok di banyak negara, termasuk negaramaju seperti Amerika Serikat (AS) sekalipun. Ternyata tercatat 15 juta tenaga kerja atausekitar 8 persen lebih menganggur. Apalagi, di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Pemerintah sendiri selama ini selalu memfokuskan program pembangunannya pada penanganan kedua masalah ini. Hasilnya memang belum sepenuhnya memuaskan berbagai pihak meski indikator-indikator sosial yang ada telah menunjukkan perbaikan dalam pengurangan tingkat pengangguran dan kemiskinan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk Indonesia pada Juni2010 sebesar 234,2 juta jiwa dengan laju pertumbuhan 1,33 persen per tahun. Dari jumlah itu, jumlah angkatan kerja kini mencapai 116 juta orang. Sebanyak 107,41 juta orang adalah penduduk yang bekerja. Sedangkan jumlah penganggur sebanyak8,59 juta orang atau penganggur terbuka sebesar 7,41 persen. Memang itu mengalami penurunan apabila dibanding 2009 yang sebesar 8,14 persen. Penduduk miskin tahun 2010 berjumlah 31,02 juta orang atau sebesar 13,33 persen, mengalami penurunan 1,51 juta jiwa dibandingkan dengan tahun 2009 (sebanyak32,53 juta) atau 14,15 persen. Banyak kalangan menginginkan percepatan dan keseriusan penanganan masalah pengangguran dan kemiskinan ini. Sebab, pada hakikatnya, hasil-hasil pembangunan diperuntukkan bagi manusia itu sendiri, termasuk rakyat miskin dan para penganggur. Tidak ada seorang pun menginginkan menjadi miskin atau menganggur. Logikanya, apabila kemiskinan dan pengangguran akan dikurangi dengan drastis, tentu anggaran untuk itu pun mesti ditambah-hubungan yang berbanding terbalik. Oleh karena itu, jika perlu, pemerintah dapat memplot anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) khusus untuk pengentasan kemiskinan dan pengangguran, sebagaimana pemerintah memplot 20 persen APBN-nya untuk sektor pendidikan. Disisi lain, pemerintah dapat juga meningkatkan stimulus fiskalnya khusus untuk mengurangi atau mengentaskan kemiskinan dan pengangguran. Memang, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 20102014,tersurat pemerintah akan terus melanjutkan tiga strategi pembangunan ekonomi,yaitu pro growth, pro job dan pro poor. Termasuk di dalamnya mewujudkan pertumbuhan disertai pemerataan (growth with equity). Ketiga strategi itu diharapkan sebagai pendorong percepatan laju pertumbuhan ekonomi yang dapat memberikan lebih banyak kesempatan kerja. Dengan demikian, makin banyak keluarga Indonesia dapat menikmati hasil-hasil pembangunan dan dapat keluar dari

pro job. antara lain penanggulangan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan rakyat. Cara yang ditempuh adalah dengan memperluas cakupan program pembangunan berbasis masyarakat. Penyerapan tenaga kerja ini diperkirakan makin meningkat sejalan dengan program dan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan investasi melalui perbaikan infrastruktur dan berbagai kebijakan lainnya.kemiskinan. Yang disebut terakhir menuntut tidak hanya pertumbuhan ekonomi tinggi.Selama ini tingkat pengangguran menurun karena didukung makin tingginya angkatan kerja yang bekerja di luar negeri sebagai tenaga kerja . Komitmen ini hendaknya tidak sebatas rencana dan wacana. Implementasi program-program ini terus dilakukan untuk memberikan akses yanglebih luas kepada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.3 persen tahun 2010. Bagaimanapun.000 orang. peningkatan laju pertumbuhan ekonomi seharusnya dapat memperluas terciptanya lapangan kerja baru. pembangunan ekonomi yang pro growth. namun juga pertumbuhan ekonomi berkualitas (inklusif) dan berkeadilan. Tentu saja peningkatan lapangan kerja baru yang lebih tinggi dibanding pertumbuhan angkatan kerja akan berdampak pada makin menurunnya tingkat pengangguran. diperkirakan pertumbuhan lapangan kerja baru akan tercapai lebih dari 2 persen. dan dana penjaminan kredit/pembiayaan bagi usaha mikro. kondisi perekonomian dunia yang terus membaik sebagai akibat krisis finansial global mempunyai pengaruh terhadap kinerja perekonomian domestik. Sementara itu. jumlah penduduk yang masuk angkatan kerja setiap tahun diperkirakan juga meningkat rata-rata sebesar 1. Prioritas pembangunan nasional yang dijabarkan dalam RPJM 2010-2014 terdapat 11butir. dan pro poor perlu terus dilaksanakan. PNPM Mandiri. kesehatan. dan jugalembaga keuangan. Dilanjutkannya berbagai langkah antara lain melalui pemberian subsidi. Dengan dukungan kebijakan pemerintah yang ekspansif. kecil. Tantangan utama pembangunan ke depan tentu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan. Jika target pertumbuhan ekonomi berkisar 5. yang mampu menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan. menengah (UMKM) dan koperasi melalui program kredit usaha rakyat (KUR). bantuan sosial. program keluarga harapan (PKH). Program ini. Sejak 2005. rata-rata setiap satu persen pertumbuhan ekonomi dapat menyerap tenaga kerja baru sekitar 400. Initerindikasi dari meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi. Sebenarnya. air bersih. dapat membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak atau belum mampu dipenuhi dari kemampuan mereka sendiri.apabila dilaksanakan dengan benar dan tepat sasaran. serta meningkatkan akses masyarakat miskin terhadap pelayanan dasar seperti pendidikan. agar dapat menikmati hasil-hasil pembangunan.76 persen. namun benar-benar harus dapat direalisasikan dan diimplementasikan.

91 juta menjadi 11.62 juta menjadi19. perlindungan. penempatan.81 juta orang dari 11. . Di antaranya di daerah pedesaan. diharapkan terus mengalami penurunan.02 juta orangatau sebesar 13. Tercatat jumlah penduduk miskin awal 2010 sebesar 31. Berbagai program dan upaya harus terus dilaksanakan pemerintah. serta penyusunan standar kompetensi. penduduk miskin berkurang 0.10 juta orang. dan pembiayaan tenaga kerja ke luar negeri. Begitu juga untuk menciptakan pembangunan ekonomi berkualitas dan berkeadilan.69 juta orang.33 persen dari jumlah penduduk Indonesia.Indonesia (TKI). dari 20.5persen. pelaksanaan negosiasitripartit.41 persen.Pada awal tahun 2010 tingkat pengangguran terbuka diperkirakan berada padakisaran 7. Demikian pula tingkat kemiskinan tahun 2010. pemberian subsidi. Sedangkan di daerah perkotaan berkurang 0. seperti perluasan kesempatan kerja. Ini penting untuk menurunkan tingkat kemiskinan tahun 2010 yang berada pada kisaran 12-13. bantuan sosial dan lain-lain.93 juta. Tentu untuk merealisasikannya diperlukan penyempurnaan peraturan mengenai ketenagakerjaan. berbagai langkah perlu dilakukan untuk menciptakan lapangan kerjadan mengurangi kemiskinan.