P. 1
01a Hakikat Manusia

01a Hakikat Manusia

|Views: 213|Likes:
Dipublikasikan oleh Sendy Radiana Sakti

More info:

Published by: Sendy Radiana Sakti on Apr 13, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/04/2015

pdf

text

original

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

Oleh:
Dr. H.Asep Kusdiman Jauhari, MSi
JABATAN FUNGSIONAL: LEKTOR KEPALA
PANGKAT/GOLONGAN :IV/C
HP. : 081321415659
Email : hakjauhari@yahoo.com
STIE INDONESIA MALANG
LUNGKUP PEMBAHASAN
1. INTRO : hakikat manusia beda dengan makhluk lain?
2. Manusia membutuhkan organisasi dan Organisasi membutuhkan
Manusia
3. Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia, Ruang lingkup dan Fungsi
MSDM.
4. Posisi MSDM dalam lingkungan internal dan external
5. Kompetensi SDM
6. Manajemen strategi dalam MSDM
7. Merancang Pekerjaan (Job Design)
8. Pengembangan SDM
9. Manajemen Kuantitatif : Pengambilan Keputusan & Analisa Problem Potensial
10. Fungsi Manajemen SDM dalm Produksi & Operasi
11. Peran Manager SDM di Masa Depan
12. Hubungan Industrial-berserikat dan hubungan karyawan

CEPAT ATAU LAMBAT
SETIAP YANG MELAWAN
KODRAT/ FITRAH AKAN HANCUR
Apa Hakikat Manusia itu? Apa yang membedakan
dengan makhluk lain?
TESIS-TESIS TENTANG
HAKIKAT MANUSIA
HOMO
MECHANICUS
Unsur organik man.
= mesin canggih
Man cenderung tertib
¬ time scheduling
HOMO
ERECTUS
makhluk yang
dapat berdiri tegak
HOMO
LUDENS
makhluk yang
suka bermain
Susunan Kodrat
Kejasmanian
HOMO FABER
(Makhluk Pekerja)








Susunan Kodrat
Kejiwaan¬ rasa & karsa







Susunan Kodrat
Kejiwaan¬ daya cipta
TESIS-TESIS TENTANG
HAKIKAT MANUSIA
ANIMAL
RATIONALE
Makhluk yang berakal
ANIMAL
SIMBOLICUM
makhluk yang dapat
Memahami simbol
HOMO
SAPIENS
HOMO
RECENTIS
makhluk yang
memiliki kepekaan rasa
HOMO
VOLENS
makhluk petualang
¬ inovatif
HOMO
MENSURA
(Makhluk
Penilai)
TESIS-TESIS TENTANG
HAKIKAT MANUSIA
HOMO
FABER
HOMO
MENSURA
HOMO
EDUCANDUM
(Makhluk Pembelajar)

TESIS-TESIS TENTANG
HAKIKAT MANUSIA
HOMO
ECONOMICUS
Makhluk yang selalu ingin memenuhi
Kebutuhan ekonomisnya
HOMO
SOCIUS
Makhluk yang tidak dapat hidup
tanpa yang lain
Kedudukan kodrat
Manusia sebagai
makhluk sosial
TESIS-TESIS TENTANG HAKIKAT MANUSIA
HOMO
VIATOR
Makhluk yang selalu ingin mencari
jati diri
HOMO
RELIGIUS
Makhluk selalu ingin berlindung/berbakti
Pada Tuhan
Kedudukan kodrat manusia sebagai
makhluk Tuhan dan Pribadi Mandiri
H. Mechanicus
H. Erectus
H. Ludens

A.Rationale
A.Simbolicum


H.Recentis
H.Volens

H.Economicus
H.Socius

H.Viator
H.Religious
H. FABER




H. SAPIENS
H. MENSURA
HOMO
EDUCANCUM
HOMO
CONCORD
= makhluk
Adaptif &
transformatif
KONSEP MANUSIA PANCASILA VERSI NOTONAGORO
KEDUDUKAN
KODRAT
UNSUR JASMANI –
UNSUR ROHANI :
SIFAT KODRAT
KODRAT
SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU –
M.SOSIAL
KEDUDUKAN
KODRAT
SEBAGAI MAKHLUK TUHAN –
PRIBADI MANDIRI
MAKHLUK MONOPLURALIS
MANUSIA DAN AKTIVITASNYA

KEBENARAN
Kesesuaian Pengetahuan dg Objeknya/
tdk ada pertentangan dlm dirinya
(persesuaian antara pikiran dan kenyataan].
“VERITAS EST ADAEQUATIO
INTELCTUS ET RHEI”

MANUSIA
BERPIKIR
Alat: Pengindraan
(Panca Indra)
Daya: Terdiri dari
KECERDASAN: Daya utk menyusun berbagai tindakan berkaitan dgn kemampuan memilih
INTUISI : Pertimbangan pilihan-pilihan utk mengambil alternatif terbaik yg diperoleh
dari pengamatan
PERSEPSI : Pengelolaan hasil pengindraan/empirik, Bermuara pada kemampuan
memberikan penilaian


Potensual

Aktual
Angan-angan
Ingatan
Pikiran
AKAL-BUDI
Daya Pikir utk mengerti
Daya batin yg merupakan panduan
akal dan perasaan utk menimbang
baik dan buruk (tabeat, ahlak, watak
Mencari
Jawaban

RASIO
Pengertian/Term
Subtantif
Kata Kerja
Adyektif
Putusan/Kalimat
Rangkaian Tutur Kata yg
harus memiliki arti penuh/utuh
Pemikiran/Pembuktian
Pengujian
KEBAIKAN (etika), KEINDAHAN
(estetika), KEPASTIAN
HOMOSAPIENS/MAHLUK SOSIAL ada
Pergaulan. ALAT PERGAULAN : BAHASA LOGIKA DAN BAHASA
KARYA
AKAL – RASA - BUDI

ROSUL PADA DIRI MANUSIA
(MENGANALISIS LALU MEMAHANI) (MERASAKAN ATAU MENGHAYATI)
Daya pikir untuk mengerti
secara: membagi Memberi
kenentuan/membatasi
Arti dan menyusun pemikiran
(Praktis/Materi/fisik)
Daya batin yg merupakan
paduan akal dan perasaan
untuk menimbang baik-
buruk (tabeat,Ahlak,watak)
(Non material/non fisik/gaib)
RASIO




PEMATANGAN BERPIKIR
PENDIDIKAN PENALARAN
Arwah


Dunia/
Fana

Rahim/
Kandungan
Barzah/
Kubur
Akhir/
Akhirat
PEMATANGAN
IMAN

Arwah
Tanpa
Dimensi
Ruang-Waktu

MATI = 0

Dunia/Fana
Dominasi Dimensi
Ruang-Waktu
AKTIF-PARADOK
(Mumin/mencari bekal,
Munafik mencari perhiasan
dan Kafir bersenang-senang)

kehidupan materi (alam ujian dan cobaan)
HIDUP=2
Persaingan Jihad Sakarotul
maut
Kiamat
Rahim/Kandungan
PASIF
-berproses
(outopoyesis)

HIDUP=1

Barzah/
Kubur
PASIF

MATI=3
Akhir/Akhirat
Tidak ada
Dimensi Ruang-
Waktu Surga dan
Neraka
HIDUP=4
FASE KEHIDUPAN DAN KEMATIAN BESERTA IRISANNYA
Sebagai obyek telahan pikiran
DIBONGKAR MELALUI FILSAFAT GERAK LURUS BERATURAN
OBJEK BERPIKIR DAN WILAYAH MENCARI KEYAKINAN/
ALAM YANG SUDAH DAN AKAN DILEWATI
membuat ketiadaan menjadi sebuah wujud;
dari tidak ada menjadi ada, dan dari nol menuju angka.

Orang-orang yang mendustakan kebenaran pasti binasa, dijungkirbalikan karena kesalahan besar
DATANG PERGI nihilisme
KESEMENTARAAN
Tujuan kesempurnaan manusia :
1. Surga kesempurnaan kebenaran (kebaikan)
2. Neraka kesempurnaan kesalahan (keburukan)
tidak dapat dijangkau oleh panca
indera,tetapi melalui proses berpikir
mengkaji warta Illahi
Lingkungan
Tubuh
Lingkungan
Jiwa (Mental)
Tubuh
MAHLUK HIDUP
Lingkungan
Jiwa (Mental)

MANUSIA SEUTUHNYA
Roh
Lingkungan
Jiwa (Mental)
Tubuh
Manusia
Tuhan
Roh
Manusia
MALAIKAT
JIN
A l l o h
Skematis Proses berpikir manusia untuk
mencari kebenaran yg pasti baik dan indah
MANUSIA
Pekerjaan Utamanya
BERPIKIR ==¬ Al-Quran (Rukun Iman)

Mencari ¬KEBENARAN (Logika), KEBAIKAN (Etika) &KEINDAHAN (Estetika), mencari kepastian

Untuk:
a. Pengambilan Keputusan (Kegiatan Abstrak/Jiwa/Ruhani
b. Bersikap (Ahlaqul Karimah)
c. Bertindak (Amar Maruf, Nahir Murkan, Jihad Fi Sabililah
MITOS (Imajinasi-imajinasi)
METAFISIKA (Teologi)
ILMIAH
scientific
HASILNYA
Bukan Wilayah
Kekuasaan Manusia
(Qun fa ya Qun)
Induktif (Empirisme) - Deduktif (Rasionalisme)
Jhon Strut Mill
METODE PENELTIAN
Sebagai Mahluk Khas/ Halifah Fil Ardi
E
p
i
s
t
e
m
o
l
o
g
i
s

R
e
l
a
s
i
o
n
a
l

KEHIDUPAN MELAHIRKAN KETAKUTAN DAN MENJADI SUMBER KEKERASAN
ILUSI-ILUSI INKONSISTENSI-KONTRADIKSI (PARADOKIAL)
DOKTRIN/
DOGMA
IMAJI
KEILAHIAN
KEMUTLAKAN

KELEMBAGAAN
AGAMA
PENJAJAHAN, PEPERANGAN
PERBUDAKAN,TERORISME
DAN BENTUK KEKERASAN
LAINNYA
SIMBOL
SEKULER
MATERIALIS
SEKULARISME ATHEISTIK RELIGI
Kekayaan Agama
dipandang Vasial
POST RELIGI
Kembali Pada
Kekayaan Agama yang
Holistik
SPIRITUAL-MATERIALIS
Idiologi-idiologi sekluler ambruk





KONVENSIONAL
SYARIAH
SPIRITUAL
PERANG DOKTRIN
SOSIALISME
KAPITALISME
Senang/bangga dg materialistik
EKSTRIM & FORMALISTIK
Terjadi perceraian
formalistas dg moralitas
MASA KEGELAPAN
MENDEKATKAN PERNYATAAN (Al-Quran)
DENGAN KENYATAAN
(KEADILAN)
Dari hal-hal yg SANGAT BURUK dpt melahirkan/membangkitkan hal-hal yg SANGAT BAIK
KREASI: ASEP KUSDIMAN JAUHARI Rabu,17 September 2008
ALUR PENGEMBANGAN ILMU DAN PERADABAN
INSTITUSI
PEMEGANG
KEBENARAN
DEMOKRASI
PASAR/NEOLIB
POST SEKULER
RITUAL/
Upacara
komponen dasar kebudayaan Gerak dari Abstrak Ke Realita
Membentuk peradaban dunai
IMAJINASI
MITOS

BAHASA

science
SIMBOL
Menuju Realitas
Alat
Pergaulan
Karya
Subjektif
Hasil Kajian/Penelitian
Dituangkan
Abstrak
Penjelmaan bentuk pikiran, sehingga ada perkembangan bahasa, karena memang bahasa sebagai
alat mempengaruhi
LOGIKA DAN BAHASA
Proses abstraksi tentang hakekat
objek, sehingga pikiran membentuk
gagasan, idea atau konsep tetang
objek. Panca indra menangkap
objek khusus dan pikiran
mengabstraksi hakekat atau
esensinya. Pancaindra dan pikiran
saling bekerjasama untuk
membentuk gagasan Kunci Kognisi/
Cognitif Science (hidup itu Kognisi)
sehingga lahirlah sibol dan bahasa,
dan mitos barang barang purba.
Otak dibentuk oleh sel Kemampuan
manusia adalah Outo Poiesis yang
canggih Menciptakan diri sendiri.
Cara-caranya : Merubah aliran
kesan-kesan manjadi repesentasi
(konsep) dengan proses abstrak
Meproduksi sesuatu realita baru
(tidak berhenti pada fakta) Memilih
rangsangan/stimulus (tidak semua
direspon) karena imajinasi pekerjaan
manusia memilih stimulus untuk
diperspon yang melahirkan dunia
khas manusia
Simbol itu dunia science,
agama, tradisi, seni. Fungsi
Simbol : Merubah realitas
secara mendasar maknanya.
Menciptakan relaitas baru.
Mengakal yg rieal untuk
menciptakan makna yg lebih
tinggi. Self Transending
(mengatasi bendanya sendiri).
Khas dalam simbol tidak
sepenuhnya rasional, ada
unus-unsur misteri bawah
sadar. Simbol muntut konsep.
Simbol dibutuhkan oleh roh
manusia karena hidup yg
metarialistis. (hidup dalam
alam matrial).
Tidak dapat mengatakan
definitif. Manusia
menggunakan simbol justru
utk mengatakan yg tdk
terkatakan. Umumnya untuk
hal-hal yg misterius dalam diri
Bahasa simbol tingkat tinggi,
simbol yg sakti dimiliki
manusia (menakjubkan).
memungkinkan unit-unit kecil
dikombinasikan menjadi
pemaknaan luas, kompleks dan
jelas. Bahasa memungkinkan
bertualang/meraba-raba,
mengembangkan gagasan ke
tingkat yang tak terduga.
Bahasa diskursif (diskursus):
karangan panjang (narasi).
Memungkinkan skematisasi,
abstrak dan realitas.
Memungkinkan kontrol rasional
lebih besar atas realitas.
Bahasa non diskursif : Puisi
Berfungsi memperlihatkan
pemahaman sekelebat/sekilas
“aha experience”

Dikembangkan secara verbal. Fungsinya : Berkembang
setelah ritus/ritual, memberi alur, memberi aspek dramatik
pada tindakan ritual. Dihayati sampai tikat kesadaran
”replektif”, pemahaman melalui perasaan, dunia personi
fikasi(dimana apapun bisa menjadi apapun). Respon
emosional atas persoalan-persoalan hidup yg seringkali
praktis bukan teoritis.Pola nalarnya asosiatif. Dunia
adalah dunia yg ditinggali “axes mundi” pusat berubah-
ubah tujuan dan nilai mitos. Fungsi parktis dari mitos :
Cara suatu komunitas mengintegrasikan individu-
individunya. Cara individu-individu mendapatkan
kematangan integritas psiko-sosialnya, (lewat
ditentifikasi) dengan hero-hero dalam mitos. Merefleksi
realitas tanpa mengobjektifikasinya. Mitos menyatakan
hal-hal yg bertentangan dlm kehidupan (hidup-mati cinta-
benci dll). Berguna memberikan kerangka waktu
kesejarahan, cerita moral bukan fakta dan bukan sejarah.
Konsep ruang dan waktu, awal dan akhir di luar fakta
historis. Dunia Modern Dunia Mitos (Science) :
Konstruksi manusia, Upaya mengartikulasikan wilayah
meta-empirik (tdk faktual), Klim-klim didasarkan asumsi-
asumsi yg sembarangan (postulast, tdk jelas,
diasumsikan begitu saja
PETUNJUK-PETUNJUK YANG DIBERIKAN KEPADA MANUSIA
(RANGKAIAN TINGKAT RASIONALITAS)
PETUNJUK
NALURI PANCA INDRA AKAL-BUDI/RASA
AL-QURAN
Merupakan alat
untuk digunakan
sebagai petunjuk
ke dalam diri

DIMILIKI
MANUSIA,
HEWAN &
TUMBUHAN
Merupakan alat untuk
digunakan sebagai
petunjuk ke luar diri
(renungkan, kenapa
mata ada didepan/ada
2 , telinga
dipinggir/ada2, mulut
satu,hidung belubang
2 dll)

DIMILIKI HEWAN DAN
MANUSIA
Menelusuri &
meluruskan kesalahan
panca indra & naluri
(AKLIAH)
AKAL:
MENANALISI lalu
MEMAHAMI
BUDI/RASA:
MERESAPI
/MENGHAYATI
Dimiliki hanya oleh
(kekayaan utama)
MANUSIA
Petunjuk dari
Alloh,
berkaitan
dengan hal
diluar
jangkauan akal
manusia
(NAKLIAH)

(MENGGUGAT
manusia untuk
berpikir
KETERHUBUNGAN ALAM, MANUSIA DAN GERAK DARI ABSTRAK KE REALITA “ADA”
Persaingan Kiamat
Arwah

Rahim/
Kandungan
Dunia/
Fana
Barzah/
Kubur
Akhir/
Akhirat
Jihad
Sakarotul maut
OBJEK BERPIKIR DAN WILAYAH MENCARI KEYAKINAN/
ALAM YANG AKAN DILEWATI
Kelahiran Balita Anak Remaja Dewasa Tua
Ujur
Kematian
MANUSIA
Manusia Baliq: \Love of wisdom


IMAJINASI



BAHASA

MITOS
SIMBOL
SCIENCE
Menuju Realitas
Alat
Pergaulan
Karya
Subjektif
Hasil Kajian
Dituangkan
Abstrak
PETUNJUK
NALURI PANCA INDRA AKAL-BUDI/RASA AL-QURAN
INDIVIDUAL
INDIVIDUAL
^ Kesatuan tubuh-jiwa-roh yang
berinteraksi dengan lingkungan,
dan yang dapat merefleksikan
dirinya sebagai halifah fil ardi,
serta bertekuk lutut terhadap
Alloh sebagai Penciptanya
Manusia Seutuhnya
+ Roh:
× Pengertian agama (bukan ilmu), percaya atau
tidak
× Bukan zat atau energi yg kita kenal; berada di
dimensi lain, tidak dapat dijangkau oleh
manusia
× Mempunyai kepribadian sendiri dan dapat
berdiri sendiri
^ Roh saja bukanlah manusia, tetapi Tuhan,
malaikat, setan

Tubuh dan jiwa dapat saja terjadi karena
evolusi;
perbedaan kuantitatif dengan binatang
Roh diciptakan khusus pada manusia
oleh Sang Pencipta; perbedaan kualitatif
dengan binatang
Manusia kreatif/afektif (karena Ruhani),
binatang tidak

MANUSIA
AKAL ALAM FIKR
IPTEK
(Science)
QALBU
/HATI
QURAN ZIKR IMAN
ABDILLAH
NAFSU, EMOSI
PERASAAN
PIKIRAN
P
O
T
E
N
S
I
INSAN
KAMIL
S
A
S
A
R
A
N
M
E
T
O
D
E
P
R
O
D
U
K
T
U
G
A
S
KHALIFAH
FIL ARDI
POTENSI DAN TUGAS MANUSIA DITINJAU DENGAN PENDEKATAN SISTEM
AMARAH, LAWWAMAH, MULHIMA,
QANAAH, MUTMAINNAH,RODIYAH)
Input
Proses
Output
UMPAN BALIK/FEED BACK
MATERIALISME/KONKRIT/FISIK/TERBATAS/TAKTERBATAS
MISTISME/ABSTRAK/TANPA BATAS/IMAJI-IMAJI
L I N G K U N G A N
I

N

G

K

U

N

G

A

N
H
Y
P
E
R
R
E
A
L
I
T
A
S
RUH
KEPUTUSAN,TINDAKAN DAN TINGKAH LAKU
JASAD
Panca Indra
Ilustrasi Hubungan dalam Lingkaran tentang Subtansi Tubuh
dan Subtasi Rohani Manusia
roh
Kolbu/hati
Tubuh
N a p s u
A k t iv i t a s
(Cipta,Rasa,Karsa/
kogitif, afektif, konatif )
Akal-Budi (Pikiran)
Akumulasi Interaksi
menghasilkan Kemajuan &
keruntuhan Kebudayaan-
Peradaban
PROFILE SUBTANSI TUBUH & SUBTANSI ROHANI
Tubuh NAFSU
Akal-Budi (Pikiran) Hati/Kolbu Ruh
Daging, tulang,
darah, kulit, bulu,
kuku, syaraf (100
trilyun sel) DNA
dalam setiap tubuh
manusia, manakala
direntangkan, lebih
dari 600 kali jarak
bumi dan matahari).
Darah (95%
mengandung air)
dipompa jantung
setiap hari sama
jaraknya 8 km.

Berupa Benda (fisik)
berasal dari tanah
disebut sangkar.

Panca Indra, selalu
menuntut/mendesak
Ingin memuaskan
hasrat tubuh/Badan
Memiliki/memaksaka
n ke dalam tubuh
Tertarik pada
rangsangan dan
mengikuti sensasi.
Berkeinginan, berkehendak,
berkemauan.
1. AMMARAH (hasrat kenikmatan
dunia-Memelihara tubuh-Selera
jasmani dan pemanjaan ego-Iri,
serakah. sombong, seksual, pamer,
fitnah, dusta, marah dan sejenisnya
dominan
2. LAWWAMAH Hasrat yg bersifat
fisik dapat dikendalikan, walau
masih tertipu oleh muslihat dunia
yang sementara
3. MULHIMAH Menyadari cahaya
sejati (petunujk Alloh) Taqwa dan
mencari ridho Alloh sebagai
semboyannya (tidak mencari
kesalahan orang lain), Intropeksi dan
zikir pekerjaannya
4. QANAAH Hanya Alloh yg
mengetahui apa yg terbaik dalam
situasi apapun
5. MUT’MAINNAH Memperoleh
kualitas yg sangat baik dlm
ketenangan dan keheningan
6. RODIYAH (Haqqul yaqin pd
firman Alloh/rodho/diridhoi)
7. KAMILAH Al-Insan al-Kamil,
kesempurnaan moral yg bersih,
kesadaran murni akan pengetahuan
sempurna tetang Alloh
Memikir
(menyelidiki)
mencari sebab
akibat, mengingat
dan mengkhayal
Berusaha menguasai
dan merumuskan
permasalahan
Ambil jarak, analitis
dan memilih
(dissecting)
Memproses
informasi dengan
struktur representasi
dan prosedur
komputasional utk
selesaikan persoalan
dan meraih prestasi
Representasi
mental sebagai
prepositions,
rule,concepst,images
dan menggunakan
prosedur mental
seperti deduction,
search ,matching,
rotating dan
retrieval
Kompleksitas
Sains kognitif
Merasa,Perasaa
n rendah seperti
(panas, dingin,
berat, ringan,
sakit, lapar dan
dahaga
Perasaan
tinggi seperti.
Kasih, sayang,
cinta, rindu,
riang, gembira,
bahagia, kasih,
malu, hormat,
marah, benci
dll.
Reaksi memilih
sikap:baik-
buruk, positif –
negatif, salah-
benar, berhenti-
melanjutkan,
marah-sabar,
reaktif-proaktif
SIKAP DAN
KEPUTUSAN
SUARA HATI:
99 SIFAT
ALLOH
Unsur Illahi yang
menggerakan semua
komponen manusia
(menghidupkan,
menumbuhkan dan
memperkembang-
biakan)
Mengamati, melihat
mendengar dan merasa.
menghormati,
berkesadaran dan
berpengertian dan
keserba keterkaitan
sesuai dengan sesuatu
secara sempurna.
Mengagumi dan
menikmati, Dis-ilusi,
terjadilah Ruh Tumbuh
(kehidupan & Kesadaran)
Berpetualang dan
menjadi matang dalam
aneka paradox,
kesalahan, dosa dan
sebagainya. Membimbing
kepada kebenaran dan
kembali pada fitrah,
multidimensi (tidak
dibatasi ruang dan waktu)
Kejelasan Sofwere
Kearifan/
kedalaman
Kepuasan
Hardwere
+ Gejala-gejala kehidupan:

×Badani / fisik: gerakan badan, napas, tekanan
darah, denyutan jantung, gerakan usus, dsb.

×Jiwani / mental: perasaan (emosi), kecerdasan
(inteligensi), sifat-sifat kepribadian, dsb.

^Badan dan jiwa saja bukanlah manusia; bila
manusia mati, maka tubuh dan jiwa pun mati,
tetapi roh (pengertian agama) tetap ada, terpisah
dari badan dan jiwa
ÞGangguan jiwa:
gejala-gejala kehidupan jiwani/mental yang
terganggu, bukan roh yg sakit (bila penderita sakit
jiwa mati, apakah rohnya sakit jiwa?)
ÞIlmu jiwa/ilmu kedokteran jiwa, bukan ilmu
roh/ilmu kedokteran roh
ÞRumah Sakit Jiwa, bukan RS Roh
ÞKesehatan jiwa/mental, bukan kesehatan rohani
ÞSeksi Spiritualitas, bukan Seksi Kerohanian
Siklus alami: ada Kehidupan ada Kematian
Sukar untuk menentukan: kapan sudah ada
manusia (pribadi, person), ada tubuh-jiwa-roh?
Sukar untuk menentukan:
kapan manusia (pribadi, person) sudah bukan
manusia lagi atau sudah mati (tubuh-jiwa mati, roh
sudah terpisah ke dimensi lain)?
Kapan gejala-gejala kehidupan fisik dan mental
sudah tidak ada lagi / tidak akan ada lagi?
+ Manusia Juga Adalah Mahluk:
* Individual
* Sosial Budaya
* Transendental
Kebutuhan
2
Psikologik Dasar:
^ Kebutuhan akan dicintai dan akan keterlibatan
^ Kebutuhan akan harga diri dan akan otonomi

Dipenuhi oleh orang lain dalam suatu relasi
(hubungan antar manusia) yang baik
] Kita bertanggung jawab agar
kebutuhan psikologik dasar kita
terpenuhi
N Kita bertanggung jawab agar relasi kita baik
sehingga orang lain, terutama pasangan
kita, mau memenuhi kebutuhan kita,
N Tidak menuntut (nanti relasi jadi tegang),
tapi menunjukkan dengan perilaku nyata
bahwa kita lebih layak:
× Dicintai dan Dilibatkan
× Dihargai dan Diberi Kebebasan
Ini di kaji dalam MSDM

Perilaku Menangani Masalah
(Coping Behavior)
?
P
T
Menghadapi Manusia Seutuhnya
Manusia
Badan
Jiwa Roh Lingkungan
} Pelayanan

} Somatoterapi

}Pembedahan

}Farmakoterapi

} Fisioterapi
Pelayanan

Psikologik

Psikiatrik
• Pelayanan

• Spiritual
• Pendekatan

• Sosial

TEMUAN SAINTIFIK DAN
TEKNOLOGI TELAH MENCIPTAKAN
EVOLUSI ( REVOLUSI ?)
KEHIDUPAN MANUSIA DI DUNIA
Pengetahuan adalah seperti cahaya. Ringan dan tidak berwujud,
dengan mudah dapat melakukan perjalanan dunia, mencerahkan
kehidupan orang-orang di mana-mana
Temuan mesin beban dan
jangkauan
Temuan optik (mikroskop
dan teleskop)
Temuan alat audio
Temuan alat transportasi
Temuan teknologi
pangan
Temuan komputer
Temuan teknologi kesehatan,
bersih, energi, material,
instrumentasi, dll.
PEMAHAMAN REALITA
PEMAHAMAN REALITA
1. Subjek-objek (S-O): Pengetahuan yang benar adalah ide-
ide dalam diri subjek yang secara tepat mencerminkan
dunia objek. Kita (Subjek) mampu memahami realitas
objek itu secara murni, memahami “ukum alam” yang
sesunggungnya asli. Terjadi banyak perubahan : Banyak
teori-teori yang mendukung perubahan dimaksud. Pola
dualistik (S-O) terjadi pergeseran, yakni kini bahwa
setiap hasil pengamatan/pengindraan sangatlah
dipengaruhi si S (pengamat sndiri), dibentuk teori-teori
yang mendasarnya, empirik, ditetukan pula oleh cara
berpikir dan pola wacana komunitas ilmuwan. Tidak
sungguh-sungguh murni. Bahkan setiap pengamatan dan
pemahaman, sebetulnya menjadi mungkin justru karena
kita sudah punya pemahaman awal “Prasangka Awal”
LANJUT
2. Ilmiah Non Ilmiah (I-NI) : Pengetahuan yang
benar dan tepat tentang realitas hanya terdapat
dalam pengetahuan ilmiah (I) yang dikira
objektif, mencerminkan realitas asli itu.
Pengetahuan non ilmiah (NI) dianggap
“primitif” /Kuno/ketinggalan jaman. Ternyata
sekarang masing-masing mempunyai
kecanggihan dan kecerdasan sendiri.

3. Fakta dan Fiktif/ Realitas-artifisial (R-A): Ternyata
realitas itu “bikinan” manusia sendiri. Media massa-
pun sajiannya imaji-imaji makin bercampur antara
kenyataan dan cerita (produk teknologi digital)
relaitas dipenuhi “simularca” disebut hyperreal
LANJUT
4. Normal-Abnormal (N-A): Normal (N) dipahami
umum. Abnormal (A) khusus dan sangat
berkaitan dgn kecerdikan.
Kelahiran
Kematian


Kekayaan



Sehat

Kemiskinan Sakit
CONTOH : PILIHAN KESENANGAN
PROSES KEHIDUPAN/KESABARAN
PIKIRAN & KOLBU
2
1
Pilihan
Pilihan
Normal Abnormal
Abnormal Normal
LANJUT
5. Gender/Perempuan (G) : Perbedaan laki-laki dan
perempuan hanya sektor gent. Pekerjaan yang terbagi
atas segmen waktu, telah bergeser pada kekuatan
berpikir (abad informasi) yang sebelumnya pekerjaan
dibantu dengan kekuatan tenaga hewan, kemudian
pekerjaan dibantu dengan kekuatan mesin/teknologi
(alat buatan)Sekarang berkembang pekerjaan dibantu
dengan kekuatan berpikir.
6. Identitas-identitas yang dibentuk posisi geografis
bergeser ke aliansi-aliansi berbagai kepentingan,
sehingga membubarkan segala batas. (batas ruang dan
waktu)

Keberadaan fakta/data/realita
YANG LALU
NYATA
FAKTA
DATA
REALITA
TIDAK
NYATA
YANG AKAN
DATANG
Menolong Manusia Seutuhnya
© Manajemen Moderen/logis-rasional/obyektif

© Tradisional/intuitif-subyektif/irasional

© Paranormal

© Religius / Keagamaan (Upacara / Ritual)

© Ilahi langsung (Mukjizat)
Hubungan antara Aspek Fisik/Badaniah,
Psikologik, dan Sosial - Budaya
A C
B
F D
G
E
Sistem Fisik/
Badaniah
Sistem
Psikologik
Sistem Sosial-
Budaya
A: Biologi
molekuler,
anatomi,
histologi, faal,
mikrobiologi
dsb.
C: Ilmu perilaku, psikologi
humanistik, psikologi kognitif
F: Antropoligi, etnologi,
kependudukan
D: Psikologi sosial
E: Sosiologi, ekonomi, sejarah, ilmu politik, manajemen
B: Psikologi faali, psikosomatik
G: MSDM - Pelayanan
manusia (human services)
seperti kesehatan, pendidikan,
karya sosial, pelayanan
masyarakat/umum, manajer,
personalia, politisi; pada
umumnya ilmu-ilmu terapan
MANUSIA
¤ NALURIAH : - reaksi serta merta
- kepastian hayati

PENGETAHUAN

- Motivasi
-Perencanaan
secara sadar

¤ NALAR : - berpikir
 - mencari hubungan antara berbagai hal
- menyelidiki sebab/alasan di balik hal (kebenaran)
kenal pasti-kepastian : lebih besar lebih tinggi (lebih kritis)
kebaikan-keindahan

¤ SPIRITUAL: pemikiran ke arah yang paling luhur (adi luhung) :
Sang Pencipta Allah SWT
kepastian : paling tinggi menuju kesempurnaan
PENGETAHUAN
Hasil dari :
• Penalaran : motivasi + perencanaan sadar

• Pengetahuan berangsur-angsur makin luas
& mendalam
• Disebarluaskan/diinformasikan (melalui
BAHASA)
• Dipertanggung jawabkan

Ilmu pengetahuan dan Teknologi
membantu kita mencapai tujuan hidup,
namun,
Tujuan hidup / Kualitas hidup kita
ditentukan oleh nilai-nilai kita:
Hidup bagaimana yang kita jalani
Anak bagaimana yang kita besarkan

Etika dan Moral: Nilai-nilai hubungan
antar manusia dan manusia dengan
kehidupan, dapat memberi petunjuk



MORAL (Filsafat Moral / Etika folosofis):
Ilmu: penalaran, menuruti kaidah-kaidah
ilmiah (penalaran moral/etik)
Perilaku manusia dan kelompok manusia
Yang dapat dianggap baik atau jahat

Teologi moral (Etika teologis):
berhubungan erat dengan agama (wahyu
adikodrati, magisterium, juga peran
penalaran akal budi)
Dalam suatu Profesi:
Biar pun belum ada Kode Etik, tetap
ada Etika,
Sebab seorang ahli berhubungan dengan
manusia lain,
Hubungan antar manusia senantiasa ada
aspek etika,
Karena ada aspek kehendak bebas dan
tanggung jawab
Semakin bebas, manusia semakin rasional, semakin demokratis, tetapi
berkelemahan semakin sekuler-matrialis, bukan semakin spiritual-
materialis


ETIK :
Nilai-nilai yang berlaku untuk sekelompok
orang dengan profesi yang sama
KODE ETIK:
Nilai-nilai yang telah disetujui dan ditulis
oleh kelompok orang seprofesi
ETIKET:
Sopan santun, tata krama
DISIPLIN:
Peraturan-peraturan suatu institusi /
kesatuan fungsional
PRINSIP-PRINSIP ETIKA:
Autonomi pribadi (personal autonomy)
Kebaikan (Beneficence)
Tidak merugikan (nonmaleficence)
Ketulusan (Veracity)
Kerahasiaan (Confidentiality)
Keadilan (Justice)


FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
ETIK DAN PENGAMBILAN
KEPUTUSAN ETIK
Hakekat manusia sebagai hamba Tuhan
Etik dan kemajuan ilmu dan teknologi
Etik dan perkembangan moral
Faktor yang mempengaruhi perkembangan etik
Keputusan dihubungkan:
1. Rasa keadilan
2. Rasa keadilan sosial
3. Dilema moral
4. Masyarakat Indonesia




DUNIA MODERN

Þ PERUBAHAN-PERUBAHAN MAKIN CEPAT
Þ BANYAK YANG BARU, MAKIN BANYAK PILIHAN
Þ AKSELERASI KEMAJUAN IPTEKSDOK SANGAT TINGGI

Alvin Toffler (1970):
“Transience” (kefanaan)
“Novelty” (kebaruan)
“Diversity” (Keanekaragaman)

Tanpa nilai-nilai hidup yang mantap dalam memilih cara
hidup, tanpa memanajemen hidup: Maladaptif, kualitas
hidup menurun


Revolusi Biologis+revolusi
manajemen



• Kenneth Boulding,meramalkan bahwa
pada abad ke-20 akan ditandai
dengan „revolusi biologi‟ yg akan
membawa perubahan besar seperti
dahulu pada „revolusi industri‟- pada
abad ke -18.
Revolusi Biologis

• Kemajuan pesat dalam IpTek
Kedokteran, misalnya rekayasa
genetika, artificial insemination,
artificial womb, cloning,
transplantasi organ, bayi tabung,
psychosurgery, euthanasia dsb.

• Akan tetapi berbagai permasalahan
belum dapat diselesaikan secara
tuntas, misalnya AIDS, kanker dsb
New Power


• Penemuan baru tersebut,
menyebabkan manusia seolah –
olah tambah lupa dan
berkemampuan atas pengontrolan
terhadap dan manusia itu sendiri.

New Power

• Perolehan „New Power‟ ini
menyebabkan revolusi biologis dan
manusia kadang lupa diri - lupa bahwa
dirinya adalah makhluk Tuhan, ia
seolah tanpa batas.

• New Power ini tenyata menimbulkan
permasalahan baru dalam bidang
moral, sehingga terjadi perdebatan
tanpa ujung – pangkal, lebih lebih
dibidang manajemen+kedokteran

• Lingkup permasalahan tidak pada
masalah sains dan teknologi saja
akan tetapi mempunyai jangkauan
lebih luas
• Permasalahan moral, agama,
falsafah, susila-budaya,
ekonomi,politis, manajemen dan
hukum juga akan tersangkut.



• Manusia tidak dapat melakukan
sekehendak hatinya dan harus
sadar banyak hal tertentu yang
terletak diluar jangkauan manusia.
Marilah kita terjemahkan dalam
alam Bioetika:
1. Apa yang kita bisa melakukan, apa kita harus
melakukannya juga?
2. Apakah penemuan baru ini secara umum lakan
lebih bermanfaat bagi umat manusia?
3. Apakah tujuan akhir dari semua penyelidikan
dan penemuan ini?
4. Apakah ilmu hanya untuk kenikmatan, ilmu
untuk ilmu saja, ilmu untuk pengembangan
peradaban memberikan „kesejahteraan” pada
masyarakat? Tujuan utama ilmu adalah sarana
mendekatkan diri kepada Alloh.
a. Ilmu bagi orang Mumin dicari untuk bekal ke alam
berikutnya (alam akhir)
b. Ilmu bagi orang Munafik dicari untuk perhiasan material
c. Ilmu bagi orang Kafir dicari untuk bersenang-senang di
Dunia/Fana


• Dunlop : “Tujuan tidak selalu
menghalalkan caranya, dan
kebaikan manusia dapat
disempurnakan dengan tindakan
– tindakan yang ditolak untuk
melakukannya”.


• Nancy Reagan: “Adakalanya
kita harus mempunyai
keberanian untuk mengatakan
tidak; mengatakan tidak untuk
melakukan hal hal bertentangan
dengan hati –nurani kita sendiri!.
Ilmu berdasarkan seni & sains

• Seni dalam bukan saja dalam arti
„craft‟ , sebagai suatu practice, yang
bukan sekedar suatu „set of technical
skills‟ belaka akan tetapi dalam
prakteknya adalah untuk kesembuhan
pasien – „benefit of the sick‟.
• Maka ilmu MSDM adalah suatu ilmu
yang mulia; ia tidak netral tanpa jiwa,
tetapi dijiwai oleh moral.

Ilmu berdasarkan seni & sains

• Jika moralnya hilang maka yang
tinggal hanya „mechanical skill‟ tanpa
jiwa, tanpa watak,tanpa kemanusiaan,
tanpa moral dan dimana manusia
dipelakukan hanya sebagai suatu
kasus , suatu obyek interesan yang
dapat menghasikan uang, terjadilah
proses de-humanisasi
Perkembangan Moral (J. Piaget)
Tahap Otonom/tindakan formal:
* Berdasarkan moralitas kerja sama yang
diinternalisasi
Tahap Heteronom/tindakan kongkrit:
* Berdasarkan penerimaan total
moralitas yang dipaksakan orang lain
Tahap Egosentrik:
* Tidak ada moralitas, mengubah
peraturan dan bereaksi secara instinktif
terhadap lingkungan
Tahap Amoral/sensori motor
>12 th.
7-12 th.
2-7 th.
0-2 th.
1. Tahap sensorimotor: (0-2 tahun)
Bayi memperoleh pengetahuan dengan
mengobservasi tindakan sendiri,
mengisap, mengecap, menjangkau barang
2. Tahap pra-operasional: (2-7 tahun) Anak
tidak lagi selalu harus mengadakan kontak
fisik dengan lingkungan, tetapi
mengadakan representasi mental dari
obyek dan peristiwa secara sangat terbatas


3. Tahap tindakan kongkrit: (7-11 tahun)
anak mulai memperoleh konsep
konservasi. Pada akhir tahap ini anak tidak
lagi dapat di tipu oleh penampilan, dia
sudah dapat memahami secara umum
konsep waktu, ruang dan kosalitas
4. Tahap tindakan formal : (11-14 tahun)
anak mulai dapat berpikir secara
ilmiah,menguji hipotesis dan berpikir
“bagaimana jika tidak demikian”.
Perkembangan Moral (L. Kohlberg)
Tingkat Pascakonvensional:
* Tahap 6: Orientasi azas etika universal
* Tahap 5: Orientasi kontrak sosial
legalistik
Tingkat Konvensional:
* Tahap 4: Orientasi hukum dan
ketertiban
* Tahap 3: Orientasi masuk kelompok
“anak manis”
Tingkat Prakonvensional:
* Tahap 2: Orientasi relativis instrumental
* Tahap 1: Orientasi hukuman dan
kepatuhan
Tahap Amoral
>12 th.
7-12 th.
2-7 th.
0-2 th.
Seselasi Sesi I

Secara singkat dapat
digambarkan sebagai berikut:
• Tidak boleh nanti dihukum ibu guru: tahap 1
• Tidak boleh nanti barang saya juga dicuri: tahap 2
• Kalau anak baik tidak mencuri: tahap 3
• Mencuri melanggar hukum: tahap 4
• Pada umumnya tidak boleh, tapi dalam keadaan
tertentu boleh, mis: untuk mempertahan nilai yang
lebih tinggi, seperti kehidupan: tahap 5
• Boleh atau tidak boleh terserah anda, asal itu
berlaku untuk siapa saja, dimana saja dan kapan
saja: tahap 6.

Seorang dengan psikosis tidak bertanggung
jawab atas tindakan kriminalnya?
Mengapa?
^Dilema moral Heinz (L. Kohlberg):
Kisah imajinasi: Istrinya Pak Heinz sakit berat.
Menurut dokter hanya ada satu macam obat di
apotik A, kalau tidak cepat dapat, istrinya akan
meninggal. Heinz pergi mau beli, tapi harga
satu juta rupiah, kontan. Heinz tidak punya
uang begitu banyak. Tawar, tidak boleh. Nanti
dicicil yang kurang, tidak boleh. Pinjam dari
teman-teman, masih tidak cukup.
Apakah Heinz boleh mencuri obat itu?
1. Seorang pasien skizofrenia menahun kadang-
kadang mengamuk dan berbahaya bagi
dirinya dan lingkungan.
Bolehkah ia dipaksa masuk rumah sakit?
2. Kisah nyata: Seorang karyawan PLN di New
York memutuskan listrik, atas perintah atasan,
di apartemen pasutri umur 80-an tahun karena
sudah 3 bulan tidak bayar. Alat pemanas listrik
tak bisa jalan. Waktu itu musim dingin keras.
Mereka ditemukan meninggal esok hari.
Bila anda karyawan itu, apakah anda akan
melaksanakan perintah itu?
1. Seorang pasien dengan depresi psikotik dan bahaya
bunuh diri yang kuat, datang sendiri minta masuk
rumah sakit. Ia perlu diberi TEK. Pasien setuju dan
mau tanda tangan surat persetujuan.
Apakah anda boleh memberi TEK?
2. Kisah nyata: Sekutu dihantam Jenderal Rommel di
Afrika Utara. Korban Sekutu banyak. Banyak juga yg
kena STD / VD. Penisilin baru ditemukan, persediaan
sangat terbatas. Jenderal ditanya oleh perwira
kesehatan kepada kelompok yang mana Penisilin itu
harus diberikan. Keadaan “Triage”.
Jika anda jenderal, Penisilin itu diberikan kpd yg luka
perang atau kepada yg “luka” VD?
Þ 1. Anda mempunyai pasien dengan psikosis akut.
Pacarnya datang sendirian untuk menanyakan
keadaan psikiatriknya.
Apakah anda memberitahukannya?
Þ 2. Kisah nyata: Sebuah kapal kecil tenggelam tengah
malam gelap gulita dekat pelabuhan New York. Ada
25 orang, termasuk awak kapal 4 orang. Skoci
penolong hanya bisa muat 20 orang. Hanya awak
kapal yg tahu arah dan bisa berdayung. Dua orang
sukarelawan loncat ke laut, hilang. Yang lain tak mau
bergerak. Awak kapal lempar ke laut 3 orang lain, lalu
berdayung ke darat. Tiba dengan selamat. Awak
kapal melarikan diri, satu tertangkap.
Jika anda hakim, apa yg anda putuskan?
Faktor yang mempengaruhi
perkembangan etik
Þ Nilai-nilai transcendental
Þ Lingkungan sosial
Þ Perkembangan kognitif
Þ Empati
Þ Konflik kognitif

PENGAMBILAN KEPUTUSAN ETIK
ÞSuatu penilaian dimana fakta-fakta dapat memberikan
kontribusi, tetapi keputusan akhirnya harus diambil dengan
menimbang-nimbang berbagai nilai
ÞSemua keputusan Kedokteran secara umum dapat
dimasukkan kedalam 2 kelompok utama, yaitu:
1. Tiap keputusan kedokteran menyangkut manusia
2. Tiap keputusan kedokteran menyangkut hal-hal yang
berbeda akibatnya, berlandaskan fakta dan
kenyataan yang ada.
ÞSemua keputusan dalam praktek dokter sebenarnya adalah
merupakan keputusan etik.
Þ Ada beberapa kemungkinan yang dilakukan
seorang dokter bila menghadapi dilema.
1. Ia mungkin akan memilih “apapun juga” yang
merupakan kebiasaan saat itu didalam profesinya
2. Mengikuti kebiasaan yang dianggap “lazim”
dimasyarakatnya pada waktu itu
3. Ia akan memilih untuk melakukan apa yang menurut
“perasaan” dan emosinya “betul” pada waktu itu
4. Ia akan mengikuti ajaran agamanya menurut
penafsirannya sendiri.
Þ Jelas ini merupakan merupakan cara pengambilan
keputusan dengan dasar yang rapuh, tidak mudah
untuk dipertahankan
Þ Kemajuan Ilmu Kedokteran dan Teknologi
Kedokteran menimbulkan peluang baru
untuk timbulnya masalah-masalah Etik
Kedokteran
Þ Secara berkala, dokter dihadapkan dengan
dilema dan konflik yang memaksanya untuk
memperhatikan komponen etik
1. Dilema: pasien sekarat memohon agar
jangan memperlambat kematiannya
2. Konflik: antara lebih baik dan lebih buruk
METODE UMUM PENGAMBILAN
KEPUTUSAN ETIK
1. Menyadari bahwa ada masalah etik
2. Dibuat daftar dari alternatif-alternatif tindakan
untuk memecahkan masalah
3. Pilih satu tindakan yang paling cocok
4. Pilihan yang telah dilakukan kemudian dibentuk di
dalam suatu pernyataan etik: apa, siapa, kondisi
apa pernyataan itu berlaku
5. Menentukan konsekwensi-konsekwensi yang akan
terjadi bila keputusan etik tersebut dijalankan
6. Membandingkan setiap konsekwensi dengan nilai-
nilai pribadi sang pengambil keputusan

NILAI-NILAI PRIBADI DALAM
MENGAMBIL KEPUTUSAN ETIK
Þ Diperlukan penguasaan ilmu pengetahuan,
teknologi dan seni yang berlandaskan kepada:
1. Nilai-nilai keagamaan
2. Nilai-nilai moral
3. Nilai-nilai kemanusiaan
4. Nilai-nilai keadilan dan keadilan sosial
5. Nilai-nilai budaya bangsa
Þ Nilai-nilai dasar tersebut berperan sebagai
panduan dan pegangan hidup
KEPUTUSAN ETIK DIHUBUNGKAN
DENGAN NILAI-NILAI KEMANUSIAAN
YANG ADIL DAN BERADAB
Þ Mengandung nilai suatu kesadaran sikap moral dan
tingkah laku manusia yang didasarkan pada potensi
budi nurani manusia
Þ Adil dalam hubungan dengan diri sendiri, terhadap
manusia lain, terhadap masyarakat bangsa dan
negara, serta lingkungannya
Þ Menjujunjung tinggi harkat dan martabat manusia
sebagai mahluk Tuhan, menjujunjung tinggi hak-
hak asasi manusia, menghargai atas kesamaan hak
dan derajat tanpa membedakan suku, ras,
keturunan, status sosial maupun agama.

LUNGKUP PEMBAHASAN
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12.

INTRO : hakikat manusia beda dengan makhluk lain? Manusia membutuhkan organisasi dan Organisasi membutuhkan Manusia Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia, Ruang lingkup dan Fungsi MSDM. Posisi MSDM dalam lingkungan internal dan external Kompetensi SDM Manajemen strategi dalam MSDM Merancang Pekerjaan (Job Design) Pengembangan SDM Manajemen Kuantitatif : Pengambilan Keputusan & Analisa Problem Potensial Fungsi Manajemen SDM dalm Produksi & Operasi Peran Manager SDM di Masa Depan Hubungan Industrial-berserikat dan hubungan karyawan

CEPAT ATAU LAMBAT SETIAP YANG MELAWAN KODRAT/ FITRAH AKAN HANCUR

Apa Hakikat Manusia itu? Apa yang membedakan dengan makhluk lain?

HOMO MECHANICUS Unsur organik man. = mesin canggih Man cenderung tertib  time scheduling makhluk yang dapat berdiri tegak HOMO ERECTUS HOMO LUDENS makhluk yang suka bermain Susunan Kodrat Kejasmanian TESIS-TESIS TENTANG HAKIKAT MANUSIA HOMO FABER (Makhluk Pekerja) .

ANIMAL RATIONALE Makhluk yang berakal makhluk yang dapat Memahami simbol Susunan Kodrat Kejiwaan daya cipta HOMO MENSURA (Makhluk Penilai) ANIMAL SIMBOLICUM HOMO SAPIENS HOMO RECENTIS makhluk yang memiliki kepekaan rasa makhluk petualang  inovatif Susunan Kodrat Kejiwaan rasa & karsa HOMO VOLENS TESIS-TESIS TENTANG HAKIKAT MANUSIA .

HOMO FABER HOMO EDUCANDUM (Makhluk Pembelajar) HOMO MENSURA TESIS-TESIS TENTANG HAKIKAT MANUSIA .

HOMO ECONOMICUS Makhluk yang selalu ingin memenuhi Kebutuhan ekonomisnya HOMO SOCIUS Makhluk yang tidak dapat hidup tanpa yang lain Kedudukan kodrat Manusia sebagai makhluk sosial TESIS-TESIS TENTANG HAKIKAT MANUSIA .

HOMO VIATOR Makhluk yang selalu ingin mencari jati diri HOMO RELIGIUS Makhluk selalu ingin berlindung/berbakti Pada Tuhan Kedudukan kodrat manusia sebagai makhluk Tuhan dan Pribadi Mandiri TESIS-TESIS TENTANG HAKIKAT MANUSIA .

Volens H.Simbolicum H.Economicus H. Erectus H.Recentis H. FABER EDUCANCUM HOMO H. MENSURA H.Religious = makhluk Adaptif & transformatif CONCORD HOMO . SAPIENS H.Rationale A. Mechanicus H. Ludens A.Socius H.H.Viator H.

KEDUDUKAN KODRAT UNSUR JASMANI – UNSUR ROHANI : SIFAT KODRAT KODRAT SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU – M.SOSIAL KEDUDUKAN KODRAT SEBAGAI MAKHLUK TUHAN – PRIBADI MANDIRI MAKHLUK MONOPLURALIS KONSEP MANUSIA PANCASILA VERSI NOTONAGORO .

Bermuara pada kemampuan memberikan penilaian Potensual Aktual MANUSIA Alat: Pengindraan (Panca Indra) KEBENARAN Kesesuaian Pengetahuan dg Objeknya/ tdk ada pertentangan dlm dirinya (persesuaian antara pikiran dan kenyataan]. ahlak. KEPASTIAN HOMOSAPIENS/MAHLUK SOSIAL ada Pergaulan. ALAT PERGAULAN : BAHASA LOGIKA DAN BAHASA .MANUSIA DAN AKTIVITASNYA Daya: Terdiri dari KECERDASAN: Daya utk menyusun berbagai tindakan berkaitan dgn kemampuan memilih INTUISI PERSEPSI : Pertimbangan pilihan-pilihan utk mengambil alternatif terbaik yg diperoleh dari pengamatan : Pengelolaan hasil pengindraan/empirik. KEINDAHAN (estetika). watak Pemikiran/Pembuktian Putusan/Kalimat Pengujian Rangkaian Tutur Kata yg harus memiliki arti penuh/utuh KEBAIKAN (etika). “VERITAS EST ADAEQUATIO INTELCTUS ET RHEI” BERPIKIR Angan-angan Ingatan Mencari Jawaban KARYA Pikiran Subtantif Kata Kerja Pengertian/Term Adyektif Daya Pikir utk mengerti AKAL-BUDI RASIO Daya batin yg merupakan panduan akal dan perasaan utk menimbang baik dan buruk (tabeat.

watak) (Non material/non fisik/gaib) (MERASAKAN ATAU MENGHAYATI) RASIO PENDIDIKAN PEMATANGAN BERPIKIR PENALARAN PEMATANGAN IMAN Arwah Rahim/ Kandungan Dunia/ Fana Barzah/ Kubur Akhir/ Akhirat .Ahlak.BUDI ROSUL PADA DIRI MANUSIA Daya pikir untuk mengerti secara: membagi Memberi kenentuan/membatasi Arti dan menyusun pemikiran (Praktis/Materi/fisik) (MENGANALISIS LALU MEMAHANI) Daya batin yg merupakan paduan akal dan perasaan untuk menimbang baikburuk (tabeat.AKAL – RASA .

Orang-orang yang mendustakan kebenaran pasti binasa. dan dari nol menuju angka.FASE KEHIDUPAN DAN KEMATIAN BESERTA IRISANNYA Sebagai obyek telahan pikiran DIBONGKAR MELALUI FILSAFAT GERAK LURUS BERATURAN DATANG Persaingan Jihad nihilisme PERGI Sakarotul maut Kiamat tidak dapat dijangkau oleh panca indera.tetapi melalui proses berpikir mengkaji warta Illahi Akhir/Akhirat Barzah/ Tidak ada Kubur Dimensi RuangPASIF Waktu Surga dan Neraka KESEMENTARAAN Arwah Tanpa Dimensi Ruang-Waktu MATI = 0 Rahim/Kandungan PASIF -berproses (outopoyesis) HIDUP=1 Dunia/Fana Dominasi Dimensi Ruang-Waktu AKTIF-PARADOK (Mumin/mencari bekal. dari tidak ada menjadi ada. Neraka kesempurnaan kesalahan (keburukan) OBJEK BERPIKIR DAN WILAYAH MENCARI KEYAKINAN/ ALAM YANG SUDAH DAN AKAN DILEWATI membuat ketiadaan menjadi sebuah wujud. Surga kesempurnaan kebenaran (kebaikan) 2. dijungkirbalikan karena kesalahan besar . Munafik mencari perhiasan dan Kafir bersenang-senang) kehidupan materi (alam ujian dan cobaan) MATI=3 HIDUP=2 HIDUP=4 Tujuan kesempurnaan manusia : 1.

MAHLUK HIDUP Jiwa (Mental) Jiwa (Mental) Tubuh Lingkungan Lingkungan .

MANUSIA SEUTUHNYA Tuhan Roh Jiwa (Mental) Tubuh Manusia Lingkungan .

Alloh MALAIKAT JIN Roh Manusia .

Nahir Murkan. mencari kepastian Epistemologis Relasional Untuk: a. Bersikap (Ahlaqul Karimah) c.Skematis Proses berpikir manusia untuk mencari kebenaran yg pasti baik dan indah MANUSIA Pekerjaan Utamanya Sebagai Mahluk Khas/ Halifah Fil Ardi BERPIKIR == Al-Quran (Rukun Iman) Mencari KEBENARAN (Logika). Pengambilan Keputusan (Kegiatan Abstrak/Jiwa/Ruhani b.Deduktif (Rasionalisme) Jhon Strut Mill METODE PENELTIAN . Bertindak (Amar Maruf. Jihad Fi Sabililah HASILNYA Bukan Wilayah Kekuasaan Manusia (Qun fa ya Qun) MITOS (Imajinasi-imajinasi) METAFISIKA (Teologi) ILMIAH scientific Induktif (Empirisme) . KEBAIKAN (Etika) &KEINDAHAN (Estetika).

TERORISME DAN BENTUK KEKERASAN LAINNYA KONVENSIONAL SYARIAH MENDEKATKAN PERNYATAAN (Al-Quran) DENGAN KENYATAAN (KEADILAN) Dari hal-hal yg SANGAT BURUK dpt melahirkan/membangkitkan hal-hal yg SANGAT BAIK KREASI: ASEP KUSDIMAN JAUHARI Rabu.ALUR PENGEMBANGAN ILMU DAN PERADABAN RELIGI Kekayaan Agama dipandang Vasial PERANG DOKTRIN SEKULARISME ATHEISTIK Idiologi-idiologi sekluler ambruk SOSIALISME KAPITALISME Senang/bangga dg materialistik MASA KEGELAPAN INSTITUSI PEMEGANG KEBENARAN POST SEKULER EKSTRIM & FORMALISTIK Terjadi perceraian formalistas dg moralitas RITUAL/ Upacara POST RELIGI Kembali Pada Kekayaan Agama yang Holistik SPIRITUAL-MATERIALIS IMAJI KEILAHIAN DOKTRIN/ DOGMA DEMOKRASI PASAR/NEOLIB KEHIDUPAN MELAHIRKAN KETAKUTAN DAN MENJADI SUMBER KEKERASAN ILUSI-ILUSI INKONSISTENSI-KONTRADIKSI (PARADOKIAL) KEMUTLAKAN KELEMBAGAAN AGAMA SEKULER MATERIALIS SIMBOL SPIRITUAL PENJAJAHAN.17 September 2008 . PEPERANGAN PERBUDAKAN.

diasumsikan begitu saja Bahasa simbol tingkat tinggi. idea atau konsep tetang objek. Konsep ruang dan waktu. agama. Simbol dibutuhkan oleh roh manusia karena hidup yg metarialistis. seni. dunia personi fikasi(dimana apapun bisa menjadi apapun). Fungsi parktis dari mitos : Cara suatu komunitas mengintegrasikan individuindividunya. dan mitos barang barang purba. Cara individu-individu mendapatkan kematangan integritas psiko-sosialnya. pemahaman melalui perasaan. Self Transending (mengatasi bendanya sendiri). mengembangkan gagasan ke tingkat yang tak terduga. kompleks dan jelas. Bahasa diskursif (diskursus): karangan panjang (narasi). Bahasa memungkinkan bertualang/meraba-raba. Respon emosional atas persoalan-persoalan hidup yg seringkali praktis bukan teoritis. Otak dibentuk oleh sel Kemampuan manusia adalah Outo Poiesis yang canggih Menciptakan diri sendiri. sehingga ada perkembangan bahasa. sehingga pikiran membentuk gagasan. Manusia menggunakan simbol justru utk mengatakan yg tdk terkatakan. Berguna memberikan kerangka waktu kesejarahan. (lewat ditentifikasi) dengan hero-hero dalam mitos. tdk jelas. Menciptakan relaitas baru. memberi alur. Simbol muntut konsep. Merefleksi realitas tanpa mengobjektifikasinya.komponen dasar kebudayaan Gerak dari Abstrak Ke Realita Membentuk peradaban dunai LOGIKA DAN BAHASA Penjelmaan bentuk pikiran. ada unus-unsur misteri bawah sadar. Tidak dapat mengatakan definitif. Umumnya untuk hal-hal yg misterius dalam diri . memberi aspek dramatik pada tindakan ritual. Panca indra menangkap objek khusus dan pikiran mengabstraksi hakekat atau esensinya.Pola nalarnya asosiatif. Memungkinkan kontrol rasional lebih besar atas realitas. Bahasa non diskursif : Puisi Berfungsi memperlihatkan pemahaman sekelebat/sekilas “aha experience” Simbol itu dunia science. Dunia adalah dunia yg ditinggali “axes mundi” pusat berubahubah tujuan dan nilai mitos. Mitos menyatakan hal-hal yg bertentangan dlm kehidupan (hidup-mati cintabenci dll). (hidup dalam alam matrial). Khas dalam simbol tidak sepenuhnya rasional. Pancaindra dan pikiran saling bekerjasama untuk membentuk gagasan Kunci Kognisi/ Cognitif Science (hidup itu Kognisi) sehingga lahirlah sibol dan bahasa. memungkinkan unit-unit kecil dikombinasikan menjadi pemaknaan luas. Dunia Modern Dunia Mitos (Science) : Konstruksi manusia. Klim-klim didasarkan asumsiasumsi yg sembarangan (postulast. simbol yg sakti dimiliki manusia (menakjubkan). abstrak dan realitas. Upaya mengartikulasikan wilayah meta-empirik (tdk faktual). tradisi. Fungsinya : Berkembang setelah ritus/ritual. Memungkinkan skematisasi. Dihayati sampai tikat kesadaran ”replektif”. awal dan akhir di luar fakta historis. Cara-caranya : Merubah aliran kesan-kesan manjadi repesentasi (konsep) dengan proses abstrak Meproduksi sesuatu realita baru (tidak berhenti pada fakta) Memilih rangsangan/stimulus (tidak semua direspon) karena imajinasi pekerjaan manusia memilih stimulus untuk diperspon yang melahirkan dunia khas manusia Menuju Realitas Dikembangkan secara verbal. karena memang bahasa sebagai alat mempengaruhi Dituangkan Alat Pergaulan Karya Subjektif Hasil Kajian/Penelitian IMAJINASI MITOS BAHASA SIMBOL science Abstrak Proses abstraksi tentang hakekat objek. Mengakal yg rieal untuk menciptakan makna yg lebih tinggi. cerita moral bukan fakta dan bukan sejarah. Fungsi Simbol : Merubah realitas secara mendasar maknanya.

berkaitan dengan hal diluar jangkauan akal manusia (NAKLIAH) (MENGGUGAT manusia untuk berpikir Menelusuri & meluruskan kesalahan panca indra & naluri (AKLIAH) AKAL: MENANALISI lalu MEMAHAMI BUDI/RASA: MERESAPI /MENGHAYATI DIMILIKI HEWAN DAN Dimiliki hanya oleh MANUSIA (kekayaan utama) MANUSIA . HEWAN & TUMBUHAN PANCA INDRA Merupakan alat untuk digunakan sebagai petunjuk ke luar diri (renungkan. kenapa mata ada didepan/ada 2 .hidung belubang 2 dll) AKAL-BUDI/RASA AL-QURAN Petunjuk dari Alloh.PETUNJUK-PETUNJUK YANG DIBERIKAN KEPADA MANUSIA (RANGKAIAN TINGKAT RASIONALITAS) PETUNJUK NALURI Merupakan alat untuk digunakan sebagai petunjuk ke dalam diri DIMILIKI MANUSIA. telinga dipinggir/ada2. mulut satu.

KETERHUBUNGAN ALAM. MANUSIA DAN GERAK DARI ABSTRAK KE REALITA “ADA” Dituangkan MANUSIA IMAJINASI Alat Pergaulan Karya Subjektif Hasil Kajian MITOS BAHASA SIMBOL SCIENCE Abstrak Menuju Realitas PETUNJUK NALURI PANCA INDRA AKAL-BUDI/RASA AL-QURAN Kelahiran Balita Anak Remaja Dewasa Tua Ujur Kematian Manusia Baliq: \Love of wisdom Persaingan Arwah INDIVIDUAL Jihad Dunia/ Fana Kiamat Sakarotul maut Rahim/ Kandungan Barzah/ Kubur Akhir/ Akhirat INDIVIDUAL OBJEK BERPIKIR DAN WILAYAH MENCARI KEYAKINAN/ ALAM YANG AKAN DILEWATI .

serta bertekuk lutut terhadap Alloh sebagai Penciptanya .Manusia Seutuhnya  Kesatuan tubuh-jiwa-roh yang berinteraksi dengan lingkungan. dan yang dapat merefleksikan dirinya sebagai halifah fil ardi.

tidak dapat dijangkau oleh manusia  Mempunyai kepribadian sendiri dan dapat berdiri sendiri  Roh saja bukanlah manusia. berada di dimensi lain. percaya atau tidak  Bukan zat atau energi yg kita kenal. tetapi Tuhan. setan . Roh:  Pengertian agama (bukan ilmu). malaikat.

perbedaan kuantitatif dengan binatang Roh diciptakan khusus pada manusia oleh Sang Pencipta. binatang tidak .Tubuh dan jiwa dapat saja terjadi karena evolusi. perbedaan kualitatif dengan binatang Manusia kreatif/afektif (karena Ruhani).

RODIYAH) INSAN KAMIL KEPUTUSAN. LAWWAMAH. MULHIMA. QANAAH. MUTMAINNAH. EMOSI PERASAAN PIKIRAN AMARAH.TINDAKAN DAN TINGKAH LAKU RUH QALBU /HATI QURAN ZIKR IMAN ABDILLAH MISTISME/ABSTRAK/TANPA BATAS/IMAJI-IMAJI UMPAN BALIK/FEED BACK H Y P E R R E A L I T A S .POTENSI DAN TUGAS MANUSIA DITINJAU DENGAN PENDEKATAN SISTEM L I N G K U N G A N Output I Input Proses N G K U MATERIALISME/KONKRIT/FISIK/TERBATAS/TAKTERBATAS KHALIFAH JASAD IPTEK AKAL ALAM FIKR P O T E N S I S A S A R A N M E T O D E P R O D U K T U G A S N G A N Panca Indra (Science) FIL ARDI MANUSIA NAFSU.

Rasa.Karsa/ menghasilkan Kemajuan & keruntuhan Kebudayaankogitif. afektif. konatif ) Peradaban Kolbu/hati A k t iv i t a s Tubuh .Ilustrasi Hubungan dalam Lingkaran tentang Subtansi Tubuh dan Subtasi Rohani Manusia Akal-Budi (Pikiran) N a p s u roh Akumulasi Interaksi (Cipta.

sombong. dingin. RODIYAH (Haqqul yaqin pd n ke dalam tubuh firman Alloh/rodho/diridhoi) Tertarik pada 7. terjadilah Ruh Tumbuh (kehidupan & Kesadaran) Berpetualang dan menjadi matang dalam aneka paradox. Intropeksi dan zikir pekerjaannya 4. NAFSU Akal-Budi (Pikiran) Memikir (menyelidiki) mencari sebab akibat. marah-sabar. fitnah. reaktif-proaktif SIKAP DAN KEPUTUSAN SUARA HATI: 99 SIFAT ALLOH Ruh Unsur Illahi yang menggerakan semua komponen manusia (menghidupkan. kulit. walau masih tertipu oleh muslihat dunia yang sementara 3. berkesadaran dan berpengertian dan keserba keterkaitan sesuai dengan sesuatu secara sempurna. search . berkemauan. bulu. marah dan sejenisnya dominan 2. rangsangan dan kesempurnaan moral yg bersih. serakah. kasih. marah. melihat mendengar dan merasa. gembira. manakala direntangkan. Kasih. multidimensi (tidak dibatasi ruang dan waktu) Kearifan/ kedalaman Berkeinginan.concepst. MULHIMAH Menyadari cahaya sejati (petunujk Alloh) Taqwa dan mencari ridho Alloh sebagai semboyannya (tidak mencari kesalahan orang lain). ringan. berkehendak. berhentimelanjutkan. lebih dari 600 kali jarak bumi dan matahari). Darah (95% mengandung air) dipompa jantung setiap hari sama jaraknya 8 km. Reaksi memilih sikap:baikburuk.images dan menggunakan prosedur mental seperti deduction.PROFILE SUBTANSI TUBUH & SUBTANSI ROHANI Tubuh Daging. sakit. tulang. pamer. rotating dan retrieval Kompleksitas Sains kognitif Hati/Kolbu Merasa. kesalahan. 1. Mengagumi dan menikmati. QANAAH Hanya Alloh yg mengetahui apa yg terbaik dalam Panca Indra. KAMILAH Al-Insan al-Kamil.Perasaa n rendah seperti (panas. darah. mengikuti sensasi. AMMARAH (hasrat kenikmatan dunia-Memelihara tubuh-Selera jasmani dan pemanjaan ego-Iri. bahagia. cinta. Membimbing kepada kebenaran dan kembali pada fitrah. Dis-ilusi. rindu. dosa dan sebagainya. kesadaran murni akan pengetahuan sempurna tetang Alloh Kepuasan Hardwere Kejelasan Sofwere . positif – negatif.matching. dusta. hormat. lapar dan dahaga Perasaan tinggi seperti. analitis dan memilih (dissecting) Memproses informasi dengan struktur representasi dan prosedur komputasional utk selesaikan persoalan dan meraih prestasi Representasi mental sebagai prepositions. syaraf (100 trilyun sel) DNA dalam setiap tubuh manusia. salahbenar. benci dll. rule. kuku. MUT’MAINNAH Memperoleh Ingin memuaskan kualitas yg sangat baik dlm hasrat tubuh/Badan ketenangan dan keheningan Memiliki/memaksaka 6. menghormati. menumbuhkan dan memperkembangbiakan) Mengamati. selalu menuntut/mendesak situasi apapun 5. riang. LAWWAMAH Hasrat yg bersifat fisik dapat dikendalikan. seksual. malu. sayang. mengingat dan mengkhayal Berusaha menguasai dan merumuskan permasalahan Ambil jarak. berat. Berupa Benda (fisik) berasal dari tanah disebut sangkar.

kecerdasan (inteligensi). bila manusia mati. maka tubuh dan jiwa pun mati. Badan dan jiwa saja bukanlah manusia. terpisah dari badan dan jiwa . dsb. denyutan jantung. dsb. gerakan usus. napas. Gejala-gejala kehidupan: Badani / fisik: gerakan badan. tetapi roh (pengertian agama) tetap ada. sifat-sifat kepribadian. Jiwani / mental: perasaan (emosi). tekanan darah.

bukan kesehatan rohani  Seksi Spiritualitas. bukan roh yg sakit (bila penderita sakit jiwa mati. bukan RS Roh  Kesehatan jiwa/mental. apakah rohnya sakit jiwa?)  Ilmu jiwa/ilmu kedokteran jiwa. bukan Seksi Kerohanian . Gangguan jiwa: gejala-gejala kehidupan jiwani/mental yang terganggu. bukan ilmu roh/ilmu kedokteran roh  Rumah Sakit Jiwa.

person). person) sudah bukan manusia lagi atau sudah mati (tubuh-jiwa mati. ada tubuh-jiwa-roh? Sukar untuk menentukan: kapan manusia (pribadi. roh sudah terpisah ke dimensi lain)? Kapan gejala-gejala kehidupan fisik dan mental sudah tidak ada lagi / tidak akan ada lagi? .Siklus alami: ada Kehidupan ada Kematian Sukar untuk menentukan: kapan sudah ada manusia (pribadi.

 Manusia Juga Adalah Mahluk:  Individual  Sosial Budaya  Transendental Kebutuhan2 Psikologik Dasar:  Kebutuhan akan dicintai dan akan keterlibatan  Kebutuhan akan harga diri dan akan otonomi Dipenuhi oleh orang lain dalam suatu relasi (hubungan antar manusia) yang baik .

 Kita bertanggung jawab agar kebutuhan psikologik dasar kita terpenuhi  Kita bertanggung jawab agar relasi kita baik sehingga orang lain.  Tidak menuntut (nanti relasi jadi tegang). terutama pasangan kita. mau memenuhi kebutuhan kita. tapi menunjukkan dengan perilaku nyata bahwa kita lebih layak:  Dicintai dan Dilibatkan  Dihargai dan Diberi Kebebasan Ini di kaji dalam MSDM .

Perilaku Menangani Masalah (Coping Behavior) T ? P .

Menghadapi Manusia Seutuhnya Manusia Badan  Pelayanan Jiwa  Pelayanan Roh • Pelayanan • Spiritual Lingkungan • Pendekatan • Sosial  Somatoterapi Psikologik Pembedahan  Psikiatrik Farmakoterapi  Fisioterapi .

TEMUAN SAINTIFIK DAN TEKNOLOGI TELAH MENCIPTAKAN EVOLUSI ( REVOLUSI ?) beban dan Temuan mesin jangkauan KEHIDUPAN MANUSIA DI DUNIA Temuan komputer Temuan optik (mikroskop dan teleskop) Temuan alat audio Temuan teknologi pangan Temuan teknologi kesehatan. bersih. instrumentasi. dll. material. Temuan alat transportasi Pengetahuan adalah seperti cahaya. mencerahkan kehidupan orang-orang di mana-mana . Ringan dan tidak berwujud. dengan mudah dapat melakukan perjalanan dunia. energi.

PEMAHAMAN REALITA .

Tidak sungguh-sungguh murni. Bahkan setiap pengamatan dan pemahaman. Kita (Subjek) mampu memahami realitas objek itu secara murni. memahami “ukum alam” yang sesunggungnya asli. yakni kini bahwa setiap hasil pengamatan/pengindraan sangatlah dipengaruhi si S (pengamat sndiri).PEMAHAMAN REALITA 1. Subjek-objek (S-O): Pengetahuan yang benar adalah ideide dalam diri subjek yang secara tepat mencerminkan dunia objek. Pola dualistik (S-O) terjadi pergeseran. empirik. sebetulnya menjadi mungkin justru karena kita sudah punya pemahaman awal “Prasangka Awal” . dibentuk teori-teori yang mendasarnya. ditetukan pula oleh cara berpikir dan pola wacana komunitas ilmuwan. Terjadi banyak perubahan : Banyak teori-teori yang mendukung perubahan dimaksud.

LANJUT 2. Pengetahuan non ilmiah (NI) dianggap “primitif” /Kuno/ketinggalan jaman. Ilmiah Non Ilmiah (I-NI) : Pengetahuan yang benar dan tepat tentang realitas hanya terdapat dalam pengetahuan ilmiah (I) yang dikira objektif. Ternyata sekarang masing-masing mempunyai kecanggihan dan kecerdasan sendiri. . mencerminkan realitas asli itu.

Media massapun sajiannya imaji-imaji makin bercampur antara kenyataan dan cerita (produk teknologi digital) relaitas dipenuhi “simularca” disebut hyperreal . Fakta dan Fiktif/ Realitas-artifisial (R-A): Ternyata realitas itu “bikinan” manusia sendiri.LANJUT 3.

Normal-Abnormal (N-A): Normal (N) dipahami umum. Abnormal (A) khusus dan sangat berkaitan dgn kecerdikan. CONTOH : PILIHAN KESENANGAN Pilihan 1 Kekayaan Sehat Normal Abnormal Kelahiran PROSES KEHIDUPAN/KESABARAN PIKIRAN & KOLBU Kematian Abnormal Pilihan Normal Sakit 2 Kemiskinan .4.

Gender/Perempuan (G) : Perbedaan laki-laki dan perempuan hanya sektor gent. 6. sehingga membubarkan segala batas. (batas ruang dan waktu) . kemudian pekerjaan dibantu dengan kekuatan mesin/teknologi (alat buatan)Sekarang berkembang pekerjaan dibantu dengan kekuatan berpikir.LANJUT 5. Pekerjaan yang terbagi atas segmen waktu. Identitas-identitas yang dibentuk posisi geografis bergeser ke aliansi-aliansi berbagai kepentingan. telah bergeser pada kekuatan berpikir (abad informasi) yang sebelumnya pekerjaan dibantu dengan kekuatan tenaga hewan.

Keberadaan fakta/data/realita NYATA YANG LALU FAKTA DATA REALITA YANG AKAN DATANG TIDAK NYATA .

Menolong Manusia Seutuhnya  Manajemen Moderen/logis-rasional/obyektif  Tradisional/intuitif-subyektif/irasional  Paranormal  Religius / Keagamaan (Upacara / Ritual)  Ilahi langsung (Mukjizat) .

faal. anatomi. A Sistem Fisik/ Badaniah C Sistem Psikologik C: Ilmu perilaku. Psikologik. pendidikan. psikologi kognitif G: MSDM .Budaya B: Psikologi faali. histologi. ilmu politik.Pelayanan manusia (human services) seperti kesehatan.Hubungan antara Aspek Fisik/Badaniah. dan Sosial . pelayanan masyarakat/umum. politisi. ekonomi. manajemen . karya sosial. sejarah. etnologi. kependudukan E D: Psikologi sosial E: Sosiologi. manajer. pada umumnya ilmu-ilmu terapan B G F Sistem SosialBudaya D F: Antropoligi. psikosomatik A: Biologi molekuler. mikrobiologi dsb. psikologi humanistik. personalia.

Motivasi -Perencanaan secara sadar PENGETAHUAN .reaksi serta merta .MANUSIA   NALURIAH  : .menyelidiki sebab/alasan di balik hal (kebenaran) kenal pasti-kepastian : lebih besar lebih tinggi (lebih kritis) kebaikan-keindahan  SPIRITUAL: pemikiran ke arah yang paling luhur (adi luhung) : Sang Pencipta Allah SWT kepastian : paling tinggi menuju kesempurnaan .kepastian hayati NALAR : .berpikir .mencari hubungan antara berbagai hal .

PENGETAHUAN Hasil dari : • Penalaran : motivasi + perencanaan sadar  • Pengetahuan berangsur-angsur makin luas & mendalam • Disebarluaskan/diinformasikan (melalui BAHASA) • Dipertanggung jawabkan .

Ilmu pengetahuan dan Teknologi membantu kita mencapai tujuan hidup. Tujuan hidup / Kualitas hidup kita ditentukan oleh nilai-nilai kita: Hidup bagaimana yang kita jalani Anak bagaimana yang kita besarkan Etika dan Moral: Nilai-nilai hubungan antar manusia dan manusia dengan kehidupan. namun. dapat memberi petunjuk .

juga peran penalaran akal budi) . magisterium.MORAL (Filsafat Moral / Etika folosofis): Ilmu: penalaran. menuruti kaidah-kaidah ilmiah (penalaran moral/etik) Perilaku manusia dan kelompok manusia Yang dapat dianggap baik atau jahat Teologi moral (Etika teologis): berhubungan erat dengan agama (wahyu adikodrati.

tetapi berkelemahan semakin sekuler-matrialis.Dalam suatu Profesi: Biar pun belum ada Kode Etik. manusia semakin rasional. bukan semakin spiritualmaterialis . Sebab seorang ahli berhubungan dengan manusia lain. Hubungan antar manusia senantiasa ada aspek etika. semakin demokratis. tetap ada Etika. Karena ada aspek kehendak bebas dan tanggung jawab Semakin bebas.

ETIK : Nilai-nilai yang berlaku untuk sekelompok orang dengan profesi yang sama KODE ETIK: Nilai-nilai yang telah disetujui dan ditulis oleh kelompok orang seprofesi ETIKET: Sopan santun. tata krama DISIPLIN: Peraturan-peraturan suatu institusi / kesatuan fungsional .

PRINSIP-PRINSIP ETIKA: Autonomi pribadi (personal autonomy) Kebaikan (Beneficence) Tidak merugikan (nonmaleficence) Ketulusan (Veracity) Kerahasiaan (Confidentiality) Keadilan (Justice) .

Dilema moral 4. Rasa keadilan sosial 3.FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ETIK DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN ETIK Hakekat manusia sebagai hamba Tuhan Etik dan kemajuan ilmu dan teknologi Etik dan perkembangan moral Faktor yang mempengaruhi perkembangan etik Keputusan dihubungkan: 1. Rasa keadilan 2. Masyarakat Indonesia .

.

kualitas hidup menurun . MAKIN BANYAK PILIHAN AKSELERASI KEMAJUAN IPTEKSDOK SANGAT TINGGI Alvin Toffler (1970): “Transience” (kefanaan) “Novelty” (kebaruan) “Diversity” (Keanekaragaman) Tanpa nilai-nilai hidup yang mantap dalam memilih cara hidup. tanpa memanajemen hidup: Maladaptif.DUNIA MODERN    PERUBAHAN-PERUBAHAN MAKIN CEPAT BANYAK YANG BARU.

.Revolusi Biologis+revolusi manajemen • Kenneth Boulding.pada abad ke -18.meramalkan bahwa pada abad ke-20 akan ditandai dengan „revolusi biologi‟ yg akan membawa perubahan besar seperti dahulu pada „revolusi industri‟.

cloning. artificial womb. euthanasia dsb.Revolusi Biologis • Kemajuan pesat dalam IpTek Kedokteran. misalnya AIDS. transplantasi organ. artificial insemination. bayi tabung. • Akan tetapi berbagai permasalahan belum dapat diselesaikan secara tuntas. misalnya rekayasa genetika. psychosurgery. kanker dsb .

New Power • Penemuan baru tersebut. menyebabkan manusia seolah – olah tambah lupa dan berkemampuan atas pengontrolan terhadap dan manusia itu sendiri. .

New Power • Perolehan „New Power‟ ini menyebabkan revolusi biologis dan manusia kadang lupa diri .lupa bahwa dirinya adalah makhluk Tuhan. sehingga terjadi perdebatan tanpa ujung – pangkal. ia seolah tanpa batas. • New Power ini tenyata menimbulkan permasalahan baru dalam bidang moral. lebih lebih dibidang manajemen+kedokteran .

politis. falsafah. manajemen dan hukum juga akan tersangkut. . agama. ekonomi. susila-budaya.• Lingkup permasalahan tidak pada masalah sains dan teknologi saja akan tetapi mempunyai jangkauan lebih luas • Permasalahan moral.

• Manusia tidak dapat melakukan sekehendak hatinya dan harus sadar banyak hal tertentu yang terletak diluar jangkauan manusia. .

Apa yang kita bisa melakukan. ilmu untuk ilmu saja. Marilah kita terjemahkan dalam alam Bioetika: Ilmu bagi orang Mumin dicari untuk bekal ke alam berikutnya (alam akhir) Ilmu bagi orang Munafik dicari untuk perhiasan material Ilmu bagi orang Kafir dicari untuk bersenang-senang di Dunia/Fana • . a. b. Apakah penemuan baru ini secara umum lakan lebih bermanfaat bagi umat manusia? 3.1. ilmu untuk pengembangan peradaban memberikan „kesejahteraan” pada masyarakat? Tujuan utama ilmu adalah sarana mendekatkan diri kepada Alloh. apa kita harus melakukannya juga? 2. c. Apakah tujuan akhir dari semua penyelidikan dan penemuan ini? 4. Apakah ilmu hanya untuk kenikmatan.

• Dunlop : “Tujuan tidak selalu menghalalkan caranya. . dan kebaikan manusia dapat disempurnakan dengan tindakan – tindakan yang ditolak untuk melakukannya”.

• Nancy Reagan: “Adakalanya kita harus mempunyai keberanian untuk mengatakan tidak. . mengatakan tidak untuk melakukan hal hal bertentangan dengan hati –nurani kita sendiri!.

yang bukan sekedar suatu „set of technical skills‟ belaka akan tetapi dalam prakteknya adalah untuk kesembuhan pasien – „benefit of the sick‟. ia tidak netral tanpa jiwa. • Maka ilmu MSDM adalah suatu ilmu yang mulia.Ilmu berdasarkan seni & sains • Seni dalam bukan saja dalam arti „craft‟ . sebagai suatu practice. tetapi dijiwai oleh moral. .

Ilmu berdasarkan seni & sains • Jika moralnya hilang maka yang tinggal hanya „mechanical skill‟ tanpa jiwa. tanpa moral dan dimana manusia dipelakukan hanya sebagai suatu kasus . tanpa watak.tanpa kemanusiaan. terjadilah proses de-humanisasi . suatu obyek interesan yang dapat menghasikan uang.

.

mengubah peraturan dan bereaksi secara instinktif terhadap lingkungan 7-12 th. Tahap Amoral/sensori motor . Piaget) >12 th. Tahap Otonom/tindakan formal:  Berdasarkan moralitas kerja sama yang diinternalisasi Tahap Heteronom/tindakan kongkrit:  Berdasarkan penerimaan total moralitas yang dipaksakan orang lain Tahap Egosentrik:  Tidak ada moralitas. 0-2 th.Perkembangan Moral (J. 2-7 th.

mengecap.1. Tahap sensorimotor: (0-2 tahun) Bayi memperoleh pengetahuan dengan mengobservasi tindakan sendiri. tetapi mengadakan representasi mental dari obyek dan peristiwa secara sangat terbatas . mengisap. Tahap pra-operasional: (2-7 tahun) Anak tidak lagi selalu harus mengadakan kontak fisik dengan lingkungan. menjangkau barang 2.

ruang dan kosalitas 4. Tahap tindakan formal : (11-14 tahun) anak mulai dapat berpikir secara ilmiah. dia sudah dapat memahami secara umum konsep waktu. . Pada akhir tahap ini anak tidak lagi dapat di tipu oleh penampilan.menguji hipotesis dan berpikir “bagaimana jika tidak demikian”. Tahap tindakan kongkrit: (7-11 tahun) anak mulai memperoleh konsep konservasi.3.

Perkembangan Moral (L. Tahap Amoral . Tingkat Prakonvensional:  Tahap 2: Orientasi relativis instrumental  Tahap 1: Orientasi hukuman dan kepatuhan 0-2 th. Tingkat Pascakonvensional:  Tahap 6: Orientasi azas etika universal  Tahap 5: Orientasi kontrak sosial legalistik Tingkat Konvensional:  Tahap 4: Orientasi hukum dan ketertiban  Tahap 3: Orientasi masuk kelompok “anak manis” 7-12 th. 2-7 th. Kohlberg) >12 th.

Seselasi Sesi I .

asal itu berlaku untuk siapa saja.Secara singkat dapat digambarkan sebagai berikut: • • • • • Tidak boleh nanti dihukum ibu guru: tahap 1 Tidak boleh nanti barang saya juga dicuri: tahap 2 Kalau anak baik tidak mencuri: tahap 3 Mencuri melanggar hukum: tahap 4 Pada umumnya tidak boleh. mis: untuk mempertahan nilai yang lebih tinggi. dimana saja dan kapan saja: tahap 6. tapi dalam keadaan tertentu boleh. . seperti kehidupan: tahap 5 • Boleh atau tidak boleh terserah anda.

tidak boleh. kalau tidak cepat dapat. Nanti dicicil yang kurang. tapi harga satu juta rupiah. Pinjam dari teman-teman. Apakah Heinz boleh mencuri obat itu? . istrinya akan meninggal. Heinz pergi mau beli.Seorang dengan psikosis tidak bertanggung jawab atas tindakan kriminalnya? Mengapa? Dilema moral Heinz (L. masih tidak cukup. Heinz tidak punya uang begitu banyak. Tawar. tidak boleh. Menurut dokter hanya ada satu macam obat di apotik A. kontan. Kohlberg): Kisah imajinasi: Istrinya Pak Heinz sakit berat.

Mereka ditemukan meninggal esok hari. Bolehkah ia dipaksa masuk rumah sakit? 2.1. di apartemen pasutri umur 80-an tahun karena sudah 3 bulan tidak bayar. atas perintah atasan. apakah anda akan melaksanakan perintah itu? . Bila anda karyawan itu. Waktu itu musim dingin keras. Seorang pasien skizofrenia menahun kadangkadang mengamuk dan berbahaya bagi dirinya dan lingkungan. Alat pemanas listrik tak bisa jalan. Kisah nyata: Seorang karyawan PLN di New York memutuskan listrik.

Korban Sekutu banyak. Penisilin itu diberikan kpd yg luka perang atau kepada yg “luka” VD? . Penisilin baru ditemukan. Jika anda jenderal. Apakah anda boleh memberi TEK? 2. Jenderal ditanya oleh perwira kesehatan kepada kelompok yang mana Penisilin itu harus diberikan. Ia perlu diberi TEK. Seorang pasien dengan depresi psikotik dan bahaya bunuh diri yang kuat. Kisah nyata: Sekutu dihantam Jenderal Rommel di Afrika Utara. datang sendiri minta masuk rumah sakit. persediaan sangat terbatas. Keadaan “Triage”. Pasien setuju dan mau tanda tangan surat persetujuan. Banyak juga yg kena STD / VD.1.

 1. Ada 25 orang. satu tertangkap. termasuk awak kapal 4 orang. Apakah anda memberitahukannya?  2. Pacarnya datang sendirian untuk menanyakan keadaan psikiatriknya. Tiba dengan selamat. Dua orang sukarelawan loncat ke laut. Awak kapal melarikan diri. Anda mempunyai pasien dengan psikosis akut. Kisah nyata: Sebuah kapal kecil tenggelam tengah malam gelap gulita dekat pelabuhan New York. Awak kapal lempar ke laut 3 orang lain. apa yg anda putuskan? . Yang lain tak mau bergerak. lalu berdayung ke darat. Hanya awak kapal yg tahu arah dan bisa berdayung. Skoci penolong hanya bisa muat 20 orang. hilang. Jika anda hakim.

.

Faktor yang mempengaruhi perkembangan etik  Nilai-nilai transcendental  Lingkungan sosial  Perkembangan kognitif  Empati  Konflik kognitif .

.

yaitu: 1. Tiap keputusan kedokteran menyangkut hal-hal yang berbeda akibatnya. tetapi keputusan akhirnya harus diambil dengan menimbang-nimbang berbagai nilai  Semua keputusan Kedokteran secara umum dapat dimasukkan kedalam 2 kelompok utama. Tiap keputusan kedokteran menyangkut manusia 2. .PENGAMBILAN KEPUTUSAN ETIK  Suatu penilaian dimana fakta-fakta dapat memberikan kontribusi. berlandaskan fakta dan kenyataan yang ada.  Semua keputusan dalam praktek dokter sebenarnya adalah merupakan keputusan etik.

 Ada beberapa kemungkinan yang dilakukan seorang dokter bila menghadapi dilema.
1. Ia mungkin akan memilih “apapun juga” yang merupakan kebiasaan saat itu didalam profesinya 2. Mengikuti kebiasaan yang dianggap “lazim” dimasyarakatnya pada waktu itu

3. Ia akan memilih untuk melakukan apa yang menurut “perasaan” dan emosinya “betul” pada waktu itu
4. Ia akan mengikuti ajaran agamanya menurut penafsirannya sendiri.  Jelas ini merupakan merupakan cara pengambilan keputusan dengan dasar yang rapuh, tidak mudah untuk dipertahankan

 Kemajuan Ilmu Kedokteran dan Teknologi Kedokteran menimbulkan peluang baru untuk timbulnya masalah-masalah Etik Kedokteran  Secara berkala, dokter dihadapkan dengan dilema dan konflik yang memaksanya untuk memperhatikan komponen etik 1. Dilema: pasien sekarat memohon agar jangan memperlambat kematiannya 2. Konflik: antara lebih baik dan lebih buruk

METODE UMUM PENGAMBILAN KEPUTUSAN ETIK
1. Menyadari bahwa ada masalah etik 2. Dibuat daftar dari alternatif-alternatif tindakan untuk memecahkan masalah 3. Pilih satu tindakan yang paling cocok 4. Pilihan yang telah dilakukan kemudian dibentuk di dalam suatu pernyataan etik: apa, siapa, kondisi apa pernyataan itu berlaku 5. Menentukan konsekwensi-konsekwensi yang akan terjadi bila keputusan etik tersebut dijalankan 6. Membandingkan setiap konsekwensi dengan nilainilai pribadi sang pengambil keputusan

NILAI-NILAI PRIBADI DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN ETIK
 Diperlukan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang berlandaskan kepada: 1. Nilai-nilai keagamaan

2. Nilai-nilai moral
3. Nilai-nilai kemanusiaan 4. Nilai-nilai keadilan dan keadilan sosial 5. Nilai-nilai budaya bangsa  Nilai-nilai dasar tersebut berperan sebagai panduan dan pegangan hidup

terhadap masyarakat bangsa dan negara. ras. menghargai atas kesamaan hak dan derajat tanpa membedakan suku. keturunan. terhadap manusia lain. menjujunjung tinggi hakhak asasi manusia.KEPUTUSAN ETIK DIHUBUNGKAN DENGAN NILAI-NILAI KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB  Mengandung nilai suatu kesadaran sikap moral dan tingkah laku manusia yang didasarkan pada potensi budi nurani manusia  Adil dalam hubungan dengan diri sendiri. serta lingkungannya  Menjujunjung tinggi harkat dan martabat manusia sebagai mahluk Tuhan. status sosial maupun agama. .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->