Anda di halaman 1dari 29

1.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EDIBLE FILM DARI PATI TAPIOKA YANG DI INKORPORASI DENGAN MINYAK ATSIRI DAUN ATTARASA [LITSEA CUBEBA(LOUR.) PERS.] 2. ALKALINITAS : ANALISA DAN PERMASALAHANNYA UNTUK AIR INDUSTRI 3. AMIDASI ASAM PALMITAT MENJADI PALMITAMIDA MENGGUNAKAN KATALIS NIKEL 4. AMIDASI ASAM PELARGONAT MENJADI PELARGONAMIDA MENGGUNAKAN KATALIS NIKEL 5. ANALISA ASAM LEMAK BEBAS (ALB) DARI CPO FRESH, CPO OUTSPEC, DAN CPO BLENDING DI PTPN III PERDAGANGAN PKS SEI MANGKEI 6. ANALISA EFFLUENT YANG DIPROSES MELALUI INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) DI EFFLUENT LABORATORIUM CHEMICAL PLANT DI PT. TOBA PULP LESTARI, TBK 7. ANALISA FOSFOR TANAH DAN FOSFOR DAUN UNTUK REKOMENDASI PEMUPUKAN FOSFAT PADA TANAMAN KELAPA SAWIT 8. ANALISA ION KALIUM (K) PADA DAUN KELAPA SAWIT SECARA SPEKTRO-FOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA) DI PUSAT PENELITIAN KELAPA SAWIT (PPKS) MEDAN 9. ANALISA KADAR ALFA SELULOSA DARI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DENGAN METODE GRAVIMETRI 10. ANALISA KADAR AMONIAK DAN NITROGEN TOTAL PADA AIR SUNGAI BUANGAN LIMBAH PABRIK KARET SECARA NESSLER MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER 11. ANALISA KADAR ASAM LEMAK BEBAS (ALB), KADAR AIR, DAN KADAR KOTORAN PADA MINYAK KELAPA SAWIT (CPO)HASIL OLAHAN PT.. MOPOLI RAYA ACEH TAMIANG 12. ANALISA KADAR ASAM LEMAK BEBAS DARI CRUDE PALM OIL ( CPO ) PADA TANGKI TIMBUN DI PT. SARANA AGRO NUSANTARA 13. ANALISA KADAR ASAM LEMAK BEBAS PADA TANGKI REBUS DENGAN METODE TITRASI VOLUMETRI DI PTP. NUSANTARA III PKS SEI BARUH 14. ANALISA KADAR BESI (FE) DAN TEMBAGA (CU) DALAM AIR ZAMZAM SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA) 15. ANALISA KADAR FREE-ALF3 DAN CAF2 DALAM LARUTAN NA3ALF6 PADA TUNGKU REDUKSI SECARA X-RAY DIFRAKSI DI PT INALUM KUALA TANJUNG 16. ANALISA KADAR ION BESI, KADMIUM DAN KALSIUM DALAM AIR MINUM KEMASAN GALON DAN AIR MINUM KEMASAN GALON ISI ULANG DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM 17. ANALISA KADAR KALSIUM OKSIDA (CAO) DAN MAGNESIUM OKSIDA (MGO) PADA PUPUK DOLOMIT DAN KISERIT SECARA TITRASI KOMPLEKSOMETRI 18. ANALISA KADAR KALSIUM OKSIDA (CAO) PADA BERBAGAI JENIS PAKAN AYAM SECARA TITRASI PERMANGANOMETRI DI BARISTAND INDUSTRI MEDAN

19. ANALISA KADAR KARBON ORGANIK DI DALAM TANAH PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PT. MINANGA OGAN SECARA TITRIMETRI 20. ANALISA KADAR KOTORAN (DIRT CONTENT) DAN KADAR ABU (ASH CONTENT) PADA KARET REMAH SIR 20 PT.BRIDGESTONE SUMATRA RUBBER ESTATE, TBK DOLOK MELANGIR SERBELAWAN 21. ANALISA KADAR LIPID PROPIL PADA DARAH SECARA SPEKTROFOTOMETER MICROLAB 300 22. ANALISA KADAR LOGAM BESI (FE), KALSIUM (CA) DAN MAGNESIUM (MG) DALAM LIMBAH KELAPA SAWIT SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM 23. ANALISA KADAR PERMANGANAT PADA AIR RESERVOIR DI PDAM TIRTANADI INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA) SUNGGAL MEDAN DENGAN METODE TITRIMETRI 24. ANALISA KADAR PROTEIN PADA BUNGKIL INTI SAWIT PTPN IV BELAWAN DI PUSAT PENELITIAN KELAPA SAWIT MEDAN 25. ANALISA KADAR SULFAT DAN FOSFAT PADA HULU DAN HILIR AIR SUNGAI DELI SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS 26. ANALISA KADAR TARTRAZINE DAN SUNSET YELLOW DALAM SERBUK MINUMAN NUTRISARI DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI 27. ANALISA KADAR TIMBAL PADA AIR BAKU DELITUA DI PDAM TIRTANADI PROVINSI SUMATERA UTARA 28. ANALISA KADAR TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS), AMONIAK (NH3), SIANIDA (CN-) DAN SULFIDA (S2-) PADA LIMBAH CAIR BAPEDALDASU 29. ANALISA KADAR UNSUR HARA KALIUM (K) DARI TANAH PERKEBUNAN KELAPA SAWIT BENGKALIS RIAU SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA) 30. ANALISA KADAR UNSUR HARA KARBON ORGANIK DAN NITROGEN DI DALAM TANAH PERKEBUNAN KELAPA SAWIT BENGKALIS RIAU 31. ANALISA KADAR UNSUR ZN DAN CU PADA KOPI BUBUK (COFFEA SPP.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM 32. ANALISA KANDUNGAN AMONIA DARI LIMBAH CAIR INLET DAN OUTLET DARI BEBERAPA INDUSTRI KELAPA SAWIT 33. ANALISA KANDUNGAN BESI DAN AMONIA DARI AIR SUNGAI KAWASAN INDUSTRI DAN NON INDUSTRI 34. ANALISA KEBUTUHAN OKSIGEN BIOLOGI (KOB) DAN OKSIGEN TERLARUT (OT) PADA AIR SUNGAI DENAI BUANGAN LIMBAH PABRIK KARET 35. ANALISA KEBUTUHAN OKSIGEN SECARA KIMIAWI LIMBAH CAIR LABORATORIUM DI BALAI RISET DAN STANDARDISASI MEDAN 36. ANALISA KEHILANGAN MINYAK BERDASARKAN PERBEDAAN TEKANAN PADA AMPAS SCREW PRESS DENGAN METODE EKSTRAKSI SOKLETASI DI PKS RAMBUTAN PTPN III TEBING TINGGI 37. ANALISA KEHILANGAN MINYAK (OIL LOSSES) PADA FIBER HASIL PENGEPRESSAN DAN CANGKANG DENGAN METODE EKSTRAKSI SOKLETASI

38. ANALISA KORELASI TERHADAP FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III MEDAN 39. ANALISA K, P, CU DAN MN DALAM ABU LIMBAH PADAT PABRIK PENGOLAHAN KELAPA SAWIT (PKS) 40. ANALISA KUANTITATIF ASAM LAURAT DALAM PRODUK ASAM LEMAK PT. SOCI SECARA KROMATOGRAFI GAS 41. ANALISA KUANTITATIF KHLORIDA DAN SULFAT DALAM AIR INPUT DAN OUTPUT PADA PDAM TIRTASARI BINJAI SECARA TITRASI DAN SPEKTROFOTOMETRI 42. ANALISA KUANTITATIF KOKAS DAN PUNTUNG ANODA SISA (BUTT) TERHADAP PERSENTASE KASAR SATU (C1) DENGAN METODE PENGAYAKAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS ANODA DI PT. INALUM 43. ANALISA LIGNIN TERHADAP TANDAN KOSONG SAWIT DI PUSAT PENELITIAN KELAPA SAWIT (PPKS) MEDAN 44. ANALISA PERBANDINGAN KADAR KOTORAN (DIRT CONTENT) PADA KARET REMAH YANG BERASAL DARI BAHAN BAKU LUMP MANGKOK DENGAN BAHAN BAKU LATEX PT.BRIDGESTONE SUMATERA RUBBER ESTATE,TBK 45. ANALISA PERBANDINGAN KONSENTRASI ZAT MENGUAP DALAM CRUMB RUBBER MUTU SIR 20 DAN CRUMB RUBBER MUTU SIR 3WF 46. ANALISA PERBANDINGAN NILAI ACCELERATED STORAGE HARDENING TEST (ASHT) DARI KARET REMAH SIR 20CV DAN SIR 3WF 47. ANALISA PERBANDINGAN NILAI PRI DARFI PRODUK SIR 20 DAN SIR 3 UNTUK TEMPERATUR YANG BERBEDA-BEDA 48. ANALISA PERSENTASE KEHILANGAN MINYAK SAWIT YANG TERDAPAT PADA AMPAS PRESS DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA II PAGAR MERBAU 49. ANALISA RENDEMEN DAN MUTU MINYAK JERINGAU ( ACORUS CALAMUS ) BERDASARKAN VARIASI KADAR AIR YANG DIPEROLAH SECARA PROSES DESTILASI 50. ANALISA SILDENAFIL SITRAT PADA OBAT TRADISIONAL GALI-GALI DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS 51. ANALISA UNSUR HARA BESI (FE) YANG TERKANDUNG DI DALAM TANAH SECARA SPEKTROFOTOMETRI 52. ANALISA UNSUR HARA BORON PADA DAUN KELAPA SAWIT DENGAN METODE DESTRUKSI BASAH SECARA SPEKTROFOTOMETRI DI PUSAT PENELITIAN KELAPA SAWIT (PPKS) MEDAN 53. ANALISA UNSUR HARA CU DAN ZN PADA DAUN KELAPA SAWIT DENGAN MENGGUNAKAN AAS DI PUSAT PENELITIAN KELAPA SAWIT (PPKS) MEDAN 54. ANALISA UNSUR HARA FOSFOR (P) PADA DAUN KELAPA SAWIT DENGAN METODE DESTRUKSI BASAH SECARA SPEKTROFOTOMETRI DI PUSAT PENELITIAN KELAPA SAWIT (PPKS) MEDAN

55. ANALISA UNSUR HARA FOSFOR (P) PADA DAUN KELAPA SAWIT SECARA SPEKTROFOTOMETRI DI PUSAT PENELITIAN KELAPA SAWIT (PPKS) MEDAN 56. ANALISA UNSUR HARA KALIUM (K) DALAM TANAH SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA) DI PUSAT PENELITIAN KELAPA SAWIT (PPKS) MEDAN 57. ANALISA UNSUR HARA NITROGEN PADA SAMPEL TANAH KELAPA SAWIT DI PPKS MEDAN SECARA TITRIMETRI 58. ANALISA UNSUR NITROGEN PADA DAUN KELAPA SAWIT DENGAN METODE DESTRUKSI BASAH SECARA TITRIMETRI 59. ANALISA ZAT PEWARNA PADA MINUMAN RINGAN BLACKBERRY DENGAN METODE KROMATOGRAFI KERTAS 60. ANALISIS BAHAN PENGAWET NATRIUM BENZOAT PADA BUMBU DAN KECAP MIE INSTAN SECARA SPEKTROFOTOMETER UV-VISIBLE 61. ANALISIS KADAR AMONIAK, NITRAT, TDS DAN TSS DARI LIMBAH CAIR PETERNAKAN. 62. ANALISIS KADAR ASAM LEMAK BEBAS DARI PALM FATTY ACID DESTILATE (PFAD) DAN COCONUT FATTY ACID DESTILATE (CFAD) 63. ANALISIS KADAR ASAM SALISILAT DALAM PRODUK KOSMETIK MECCO ACNE LOTION SECARA KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI (KCKT) 64. ANALISIS KADAR BESI (FE) DALAM AIR MINUM KEMASAN DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETER SERAPAN ATOM (SSA) 65. ANALISIS KADAR COD, BOD, DAN ANGKA PERMANGANAT DARI LIMBAH CAIR INDUSTRI KARET YANG TERDAPAT PADA AIR SUNGAI DENAI DI AMPLAS 66. ANALISIS KADAR DAN RENDEMEN MINYAK SAWIT (CPO) DAN MINYAK INTI SAWIT (PKO) DENGAN EKSTRAKSI SOKLETASI DI PTPN III PKS RAMBUTAN TEBING TINGGI 67. ANALISIS KADAR FE DAN CN- PADA AIR BAKU SUNGAI BELAWAN SUNGGAL UNTUK PENYEDIAAN AIR MINUM DI PDAM TIRTANADI MEDAN 68. ANALISIS KADAR KHLORIDA PADA AIR DAN AIR LIMBAH DENGAN METODE ARGENTOMETRI 69. ANALISIS KADAR LOGAM TIMBAL (PB) DALAM MI INSTAN SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM 70. ANALISIS KADAR NITRAT (NO3) DAN NITRIT (NO2) DARI LIMBAH CAIR INDUSTRI KARET DENGAN MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER PADA BALAI RISET STANDARDISASI INDUSTRI MEDAN 71. ANALISIS KADAR PROTEIN KASAR DALAM KACANG KEDELAI, KACANG TANAH DAN KACANG HIJAU MENGGUNAKAN METODE MAKRO KJELDHAL SEBAGAI BAHAN MAKANAN CAMPURAN 72. ANALISIS KADAR UNSUR NIKEL (NI), KADMIUM (CD) DAN MAGNESIUM (MG) DALAM AIR MINUM KEMASAN DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA) 73. ANALISIS KALSIUM (CA) DAN MAGNESIUM (MG) PADA AIR SUMUR, AIR UMPAN DAN AIR BOILER DARI PT. COCA-COLA BOTTLING INDONESIA

74. ANALISIS KANDUNGAN LOGAM KROM TOTAL PADA IKAN GULAMAH (PSEUDOSEINIA AMOYENSIS), UDANG PUTIH (PENAEAUS MERGUINENSIS) DAN KERANG BULU (ANADARA GRANOSA) DI PERAIRAN BELAWAN 75. ANALISIS KEHILANGAN MINYAK KELAPA SAWIT PADA AIR KONDENSAT UNIT PEREBUSAN DI PTPN III PKS RAMBUTAN TEBING TINGGI 76. ANALISIS KEHILANGAN MINYAK SAWIT PADA FAT PIT DAN TANDAN KOSONG DI PTPN III KEBUN RAMBUTAN 77. ANALISIS KUANTITATIF BESI (FE), SENG (ZN) DAN MANGAN (MN) DALAM AIR SUMUR DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM 78. ANALISIS PERSENTASE KEHILANGAN MINYAK SAWIT YANG TERDAPAT PADA BIJI BUAH KELAPA SAWIT YANG TELAH DIPRESS DI PTPN II PAGAR MERBAU 79. ANALISIS VISKOSITAS DAN BRIGHTNESS PULP PADA PROSES BLEACHING DI PT TOBA PULP LESTARI,TBK PORSEA 80. BENTONIT TERPILAR TIO2 SEBAGAI KATALIS PEMBUATAN HIDROGEN DALAM PELARUT AIR PADA HIDROGENASI GLUKOSA MENJADI SORBITOL DENGAN KATALIS NIKEL 81. CAO DAN MGO SEBAGAI KATALISATOR TERHADAP REAKSI TRANSESTERIFIKASI MINYAK JARAK (RICINUS COMMUNIS) MENJADI METIL ESTER ASAM LEMAK 82. CAO DAN MGO SEBAGAI KATALISATOR TERHADAP REAKSI TRANSESTERIFIKASI MINYAK JARAK (RICINUS COMMUNIS) MENJADI METIL ESTER ASAM LEMAK 83. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDEMEN CPO (CRUDE PALM OIL) DI PKS (PABRIK KELAPA SAWIT) ADOLINA PTPN VI PERBAUNGAN 84. HIDROGENASI GLUKOSA MENJADI SORBITOL DENGAN MENGGUNAKAN KATALIS PD/C DALAM PELARUT N-HEKSAN KERING 85. HUBUNGAN ANALISA DOBI (DETERATION OF BLEACHABILITY INDEX) DAN ?-KAROTEN DALAM CPO (CRUDE PALM OIL) DENGAN MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VISIBLE 86. HUBUNGAN HARGA BILANGAN IODIN DAN TITIK KERUH TERHADAP OLEIN YANG DIPEROLEH DARI HASIL FRAKSINASI RBDPO PADA PT. SMART TBK. 87. IDENTIFIKASI HIDROKUINON DALAM KRIM PEMUTIH SELEBRITIS NIGHT CREAM DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS 88. IDENTIFIKASI HIDROKUINON DALAM SEDIAAN KRIM PEMUTIH VIVA WHITE MOUSTURIZER SECARA KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS 89. IDENTIFIKASI KOMPONEN KIMIA MINYAK ATSIRI RIMPANG JAHE EMPRIT (ZINGIBER OFFICUNALE ROSC.) DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI

90. IDENTIFIKASI PEWARNA RHODAMIN B (CI 45170) DALAM LIPSTIK SECARA KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS (KLT) DAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VISIBLE 91. IDENTIFIKASI PEWARNA SINTETIS DALAM MINUMAN RINGAN SIENA OKABE STRAWBERRY SECARA KROMATOGRAFI KERTAS 92. IMOBILISASI CRUDE ENZIM PAPAIN YANG DIISOLASI DARI GETAH BUAH PEPAYA (CARICA PAPAYA L) DENGAN MENGGUNAKAN KAPPA KARAGENAN DAN KITOSAN SERTA PENGUJIAN AKTIVITAS DAN STABILITASNYA 93. ISOLASI ISOLASI SENYAWA ALKALOIDA DARI BATANG TUMBUHAN BROTOWALI (TINOSPORA CRISPA (L.)MIERS.) 94. ISOLASI SENYAWA ALKALOIDA DARI BIJI BUAH PALA (MYRISTICA FRAGRANS HOUTT) 95. ISOLASI SENYAWA ALKALOIDA DARI BIJI TUMBUHAN MAHONI (SWIETENIA MAHOGANI JACQ) 96. ISOLASI SENYAWA ALKALOIDA DARI DAUN TUMBUHAN SAMBILOTO (ANDROGRAPHIS PANICULATA (BURM.F.) NESS) 97. ISOLASI SENYAWA ALKALOIDA DARI DAUN TUMBUHAN SIDAGURI (SIDA RHOMBIFOLIA L.) 98. ISOLASI SENYAWA ALKALOIDA DARI DAUN TUMBUHAN WUNGU (GRAPTOPHYLLUM PICTUM L.) 99. ISOLASI SENYAWA FLAVONOIDA DARI BUAH TUMBUHAN HARIMONTING (RHODOMYRTUS TOMENTOSA W.AIT) 100. ISOLASI SENYAWA FLAVONOIDA DARI BUNGA TUMBUHAN ROSELLA (HIBISCUS SABDARIFFA L.) 101. ISOLASI SENYAWA FLAVONOIDA DARI DAUN TUMBUHAN ILER (COLEUS ATROPURPUREUS BENTH.) 102. ISOLASI SENYAWA FLAVONOIDA DARI DAUN TUMBUHAN JAMBU MONYET ( ANACARDIUM OCCIDENTALE L.) 103. ISOLASI SENYAWA FLAVONOIDA DARI DAUN TUMBUHAN KEDONDONG LAUT (NOTHOPANAX FRUTICOSUM (L.) MIQ) 104. ISOLASI SENYAWA FLAVONOIDA DARI KULIT BATANG TUMBUHAN SIRSAK (ANNONA MURICATA L) 105. ISOLASI SENYAWA FLAVONOIDA DARI KULIT BUAH ALPUKAT (PERSEA GRATISSIMA GAERTN) 106. ISOLASI SENYAWA FLAVONOIDA DARI KULIT BUAH TUMBUHAN JENGKOL (PITHECOLLOBIUM LOBATUM BENTH.) 107. ISOLASI SENYAWA FLAVONOID DARI DAUN TUMBUHAN HARIMONTING (RHODOMYRTUS TOMENTOSA W.AIT.) 108. ISOLASI SENYAWA STEROIDA DARI DAUN TUMBUHAN SISARAH (SPILANTHES ACMELLA MURR) 109. ISOLASI SENYAWA TERPENOIDA DARI EKSTRAK METANOL BIJI BUAH DUKU (LANSIUM DOMESTICUM L.) 110. ISOLASI SENYAWA TERPENOIDA DARI KULIT BUAH MAHONI ( SWIETENIA MAHAGONI (L.) JACQ. )

111. KARBONILASI METIL OLEAT DENGAN KATALIS PDCL2/CUCL2 MENGGUNAKAN AEROSIL SEBAGAI PENYERAP AIR 112. KESADAHAN : ANALISA DAN PERMASALAHANNYA UNTUK AIR INDUSTRI 113. MENENTUKAN KONSENTRASI NAOH SECARA ASIDIMETRI PADA PROSES BLEACHING DI PT. TOBA PULP LESTARI TBK PORSEA 114. METODE SAMBUNG LENGKUNG ANTARA TANAMAN TOMAT DAN KENTANG UNTUK MENDAPATKAN SATU TANAMAN BARU YANG MENGHASILKAN 2 JENIS PRODUK SEKALI PANEN 115. MUTU CPO (CRUDE PALM OIL) SANGAT DITENTUKAN OLEH KUALITAS TANDAN BUAH SEGAR (TBS) YANG DIOLAH 116. OPTIMASI PENGGUNANAN CAMPURAN ASAM ASETAT DAN FENOL SEBAGAI ANTIOKSIDAN PADA KARET ALAM SIR 2O 117. PEMANFAATAN ARANG SEKAM PADI SEBAGAI ADSORBEN UNTUK MENURUNKAN KADAR BESI DALAM AIR SUMUR 118. PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK POLIETILENA (PE) SEBAGAI MATRIKS KOMPOSIT DENGAN BAHAN PENGUAT SERAT KACA 119. PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK POLIETILENA TEREFTALAT (PET) SEBAGAI MATRIK KOMPOSIT DENGAN BAHAN PENGUAT KACA SERAT 120. PEMANFAATAN LIMBAH PULP BUAH SEMANGKA (CITRULLUS VULGARIS, SCHARD) UNTUK PEMBUATAN NATA DE WATERMELON PULP DENGAN MENGGUNAKAN BAKTERI ACETOBACTER XYLINUM 121. PEMANFAATAN SIRUP GLUKOSA HASIL HIDROLISA AMILUM DARI BIJI KWENI (MANGIFERA ODORATA GRIFT) SEBAGAI PEMANIS PADA PEMBUATAN MANISAN DARI BUAH SALAK (SALACCA EDULIS REINW) 122. PEMANFAATAN SIRUP GLUKOSA HASIL HIDROLISA AMILUM DARI BIJI MANGGA ARUMANIS (MANGIFERA INDICA LINN) SEBAGAI PEMANIS PADA PEMBUATAN MANISAN DARI BUAH KEDONDONG (SPONDIAS DULCIS FORST ) 123. PEMANFAATAN SIRUP GLUKOSA HASIL HIDROLISA SELULOSA DARI DAMI NANGKA (ARTOCARPUS HETEROPHYLLUS LAMK) SEBAGAI PEMANIS PADA PEMBUATAN MANISAN DARI BUAH KELAPA (COCOS NUCIFERA L) 124. PEMANFAATAN SIRUP GLUKOSA HASIL HIDROLISIS SERAT DARI AMPAS KELAPA DALAM PEMBUATAN GULA JAWA/ GULA MERAH DENGAN VOLUME BERVARIASI 125. PEMANFAATAN TANGKIL (GNETUM GNEMON) UNTUK CAMPURAN KERUPUK DENGAN VARIASI PERBANDINGAN ANTARA TEPUNG TANGKIL DAN TEPUNG TAPIOKA. 126. PEMBUATAN ALKANOLAMIDA DARI HASIL AMIDASI RBDPKO, RBDOLEIN, DAN RBDSTEARIN DENGAN DIETANOLAMIN 127. PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK SAWIT MENTAH DENGAN METANOL MEGGUNAKAN KATALIS KALIUM HIDROKSIDA

128. PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI BAHAN TABLET VITAMIN C MENGGUNAKAN KITOSAN DAN AMYLUM MANIHOT SEBAGAI MATRIKS MELALUI METODE GRANULASI BASAH. 129. PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI METIL ESTER ASAM LEMAK MINYAK JARAK PAGAR YANG DIGUNAKAN SEBAGAI BIODIESEL 130. PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI NATRIUM 9,10,12TTIHIDROKSI STEARAT YANG DI TURUNKAN DARI MINYAK JARAK(RICINUS COMMUNIS LINN) 131. PEMBUATAN EDIBLE FILM DARI TEPUNG TAPIOKA DAN DEDAK DENGAN PENAMBAHAN GLISERIN SEBAGAI KULIT RISOL DAN PENGARUH AKIBAT PENGGORENGAN 132. PEMBUATAN GARAM KALSIUM KAROTENIL SULFAT DAN PENGARUH SIFAT PEMANTAPNYA TERHADAP METIL ESTER TIDAK JENUH 133. PEMBUATAN PAPAN PARTIKEL DARI SERBUK BATANG KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN PEREKAT POLIPROPILENA DIFUNGSIONALISASI DENGAN MALEAT ANHIDRAT 134. PEMBUATAN TABLET KOMPOS N,P,K DARI KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN KULIT BUAH KAKAO 135. PEMERIKSAAN WARNA DENGAN MENGGUNAKAN LOVIBOND TINTOMETER DAN PENENTUAN KADAR AIR DARI CRUDE PALM KERNEL OIL (CPKO) DI PT.AGRO JAYA PERDANA 136. PEMISAHAN DAN PENENTUAN KADAR ASAM SITRAT DARI BUAH ASAM JAWA (TAMARINDUS INDICA.L) 137. 0PEMURNIAN GAS ALAM DENGAN PENYERAPAN MENGGUNAKAN KARBONAT DAN DIETHANOLAMINE PADA UNIT BENFIELD 138. PENCAMPURAN TEPUNG HASIL ISOLASI PROTEIN DARI LIMBAH PADAT INDUSTRI KECAP DENGAN TEPUNG KALDU AYAM SEBAGAI PENYEDAP RASA MAKANAN 139. PENENTUAN ALKALINITAS DAN SILIKA PADA INTERNAL TREATMENT DI PABRIK KELAPA SAWIT 140. PENENTUAN AMMONIAK PADA LIMBAH CAIR PENGOLAHAN KARET REMAH DENGAN BAHAN BAKU LATEKS PEKAT DAN LUMP MANGKOK DI PT. BRIDGESTONE SUMATERA RUBBER ESTATE DOLOK MERANGIR 141. PENENTUAN ASAM LEMAK BEBAS (ALB) DAN KADAR AIR PADA PALM KERNEL OIL (PKO) DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV (PERSERO) PABATU 142. PENENTUAN BILANGAN ASAM PADA CPKO (CRUDE PALM KERNEL OIL) DAN CPKFAD (CRUDE PALM KERNEL FATTY ACID DISTILLATE) DI PT. PALMCOCO LABORATORIES MEDAN 143. PENENTUAN BILANGAN IODIN ASAM LEMAK RINGAN (<C16) DARI HASIL DESTILASI ASAM LEMAK MENGGUNAKAN METODE WIJS DI PT. ECOGREEN OLEOCHEMICALS 144. PENENTUAN BILANGAN IODIN DALAM CRUDE PALM STEARIN DAN REFINED BLEACHED DEODORIZED PALM STEARIN

145. PENENTUAN BILANGAN IODIN DALAM REFINED BLEACHED DEODORIZED COCONUT OIL (RBD CNO) DAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) 146. PENENTUAN BILANGAN IODIN DARI ASAM LEMAK FAB-H YANG DIHASILKAN OLEH UNIT HIDROGENASI DI PT. SINAR OLEOCHEMICAL INTERNATIONAL (SOCI) 147. PENENTUAN BILANGAN IODIN TERHADAP RBD PALM OLEIN YANG BERASAL DARI DAERAH SUMATERA UTARA DAN DUMAI 148. PENENTUAN BILANGAN PEROKSIDA ASAM MIRISTAT (C1499) DARI UNIT FRAKSINASI DI PT. SOCI MEDAN 149. PENENTUAN BILANGAN PEROKSIDA PADA MINYAK INTI KELAPA SAWIT (CPKO) DI PT. ECOGREEN OLEOCHEMICALS 150. PENENTUAN BILANGAN SWELLING INDEKS COMPOUND LATEKS PADA PEMBUATAN BENANG KARET DI PT.INDUSTRI KARET NUSANTARA TANJUNG MORAWA MEDAN 151. PENENTUAN BILANGAN VOLATILE FATTY ACID (VFA) DALAM LATEKS KEBUN PADA PEMBUATAN KARET REMAH 152. PENENTUAN BRIGHTNESS PULP PADA D0, D1 DAN D2 STAGE DI UNIT BLEACHING PT. TOBA PULP LESTARI, TBK PORSEA 153. PENENTUAN CHEMICAL OXYGEN DEMAND (COD) LIMBAH CAIR PULP DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE DI PT. TOBA PULP LESTARI, TBK 154. PENENTUAN CO2 PADA LIQUIDFACTION NATURAL GAS (LNG) PADA ALIRAN KE REAKTOR DAN ALIRAN KE DIETHANOL AMINE ( DEA) DENGAN MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI GAS 155. PENENTUAN DERAJAT GRAFTING DAN FRAKSI GEL DARI POLIPROPILENA TERDEGRADASI YANG DIFUNGSIONALISASIKAN DENGAN MALEAT ANHIDRIDA 156. PENENTUAN DERAJAT SUBSTITUSI (DS) SELULOSA ASETAT DARI TANDAN KOSONG SAWIT DENGAN CARA TITRASI DI PUSAT PENELITIAN KELAPA SAWIT (PPKS) MEDAN 157. PENENTUAN EFISIENSI PENYERAPAN SULFUR OLEH SPONGE IRON VESSEL (61-201-DA) UNIT DESULFURIZER PADA AMMONIA PLANTII PT. PUPUK ISKANDAR MUDA-LHOKSEUMAWE 158. PENENTUAN JUMLAH PITCH (PEREKAT) YANG TERKANDUNG DALAM GAS BUANG PADA PEMANGGANGAN ANODA UNTUK PRODUKSI ANODA KARBON DI PT. INALUM 159. PENENTUAN KADAR AIR CRUDE PALM OIL (CPO) PADA ALAT VACUM DRYER DI STASIUN KLARIFIKASI PABRIK PENGOLAHAN KELAPA SAWIT 160. PENENTUAN KADAR AIR DAN ASAM LEMAK BEBAS PADA CPO (CRUDE PALM OIL) DI PKS. PT. MULTIMAS NABATI ASAHAN KUALA TANJUNG 161. PENENTUAN KADAR AIR DAN KADAR ABU DARI GLISERIN YANG DIPRODUKSI PT. SINAR OLEOCHEMICAL INTERNATIONAL-MEDAN

162. PENENTUAN KADAR AIR DAN KADAR ASAM LEMAK BEBAS (ALB) DARI INTI BUAH KELAPA SAWIT VARITAS TENERA YANG DIPRODUKSI OLEH PERKEBUNAN PTPN III SEI MANGKEI 163. PENENTUAN KADAR AIR DAN KADAR KOTORAN MINYAK INTI SAWIT DI PTPN III PKS KEBUN RAMBUTAN TEBING TINGGI 164. PENENTUAN KADAR AIR DAN KOTORAN MINYAK SAWIT MENTAH (CPO) PADA TANGKI PENYIMPANAN DI PABRIK KELAPA SAWIT PTPN.IV KEBUN ADOLINA 165. PENENTUAN KADAR AIR DI DALAM GAS ALAM DI PT. PERTAMINA EP. REGION SUMATERA FIELD PANGKALAN SUSU 166. PENENTUAN KADAR AIR INTI SAWIT PADA KERNEL SILO MENGGUNAKAN ALAT MOISTURE ANALYZER DI PT. PN III PKS RAMBUTAN TEBING TINGGI 167. PENENTUAN KADAR AIR PADA CAKE BROWNIES DAN ROTI TWO IN ONE NENAS DAN ES 168. PENENTUAN KADAR AIR PADA PRODUK SPRITE SECARA GRAVIMETRI DENGAN VARIASI BRIX DI PT. COCA COLA BOTTLING INDONESIA UNIT MEDAN 169. PENENTUAN KADAR ALUMINIUM (AL) SECARA SPEKTROFOTOMETRI PADA WATER TREATMENT PLANT (WTP) DI PT. COCA-COLA BOTTLING INDONESIA UNIT MEDAN 170. PENENTUAN KADAR ALUMINIUM OKSIDA (AL2O3 ) DALAM LIMBAH PENGOLAHAN ALUMINIUM 171. PENENTUAN KADAR AMONIAK DALAM UDARA DENGAN METODE NESSLER MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER UV- VISIBEL 172. PENENTUAN KADAR AMONIAK (NH3) PADA LATEKS DALAM PENGOLAHAN CRUMB RUBBER DI PT. BRIDGESTONE 173. PENENTUAN KADAR AMONIAK (NH3) PADA LATEKS KOMPON TERHADAP BENANG KARET DI PT. INDUSTRI KARET NUSANTARA 174. PENENTUAN KADAR ASAM LEMAK BEBAS (ALB) DAN KADAR AIR DALAM CRUDE PALM OIL (CPO) PADA TANGKI TIMBUN DI PTPN III PKS SEI MANGKEI PERDAGANGAN 175. PENENTUAN KADAR ASAM LEMAK BEBAS (ALB) DARI PALM KERNEL OIL (PKO ) PADA TANGKI PENIMBUNAN DI PT. SARANA AGRO NUSANTARA 176. PENENTUAN KADAR ASAM LEMAK BEBAS DAN BILANGAN IODIN DALAM MINYAK HASIL EKSTRAKSI BIJI JAGUNG DENGAN PELARUT NHEKSANA 177. PENENTUAN KADAR ASAM LEMAK BEBAS DAN BILANGAN IODIN DARI MINYAK HASIL EKSTRAKSI KACANG TANAH DENGAN PELARUT N-HEKSANA 178. PENENTUAN KADAR ASAM LEMAK BEBAS DARI CPO NON EDIBLE OIL YANG DIPEROLEH DARI PENCAMPURAN CPO DAN PFAD (4 : 1) 179. PENENTUAN KADAR ASAM LEMAK BEBAS DARI CRUDE PALM KERNEL OIL (CPKO) DAN CRUDE COCONUT OIL (CNO)

180. PENENTUAN KADAR ASAM LEMAK BEBAS, KADAR AIR, DAN KADAR KOTORAN PADA TANGKI PENIMBUNAN CRUDE PALM OIL (CPO) DI PT. EASTERN SUMATRA INDONESIA BUKIT MARADJA PALM OIL MILL 181. PENENTUAN KADAR ASAM SIKLAMAT DALAM MINUMAN RINGAN ION TUBUH SWEAT SECARA SPEKTROFOTOMETRI 182. PENENTUAN KADAR BESI DALAM ALUMINIUM CAIR TERHADAP KUALITAS PRODUK AKHIR DI PT. INALUM KUALA TANJUNG 183. PENENTUAN KADAR BESI (FE) DAN KADAR AMONIA (NH3) PADA AIR SUNGAI SOGONG DAN MARCAPADA SECARA SPEKTROFOTOMETRI 184. PENENTUAN KADAR BESI PADA SOFT WATER SECARA SPEKTROFOTOMETRI DI PT COCA COLA BOTTLING INDONESIA 185. PENENTUAN KADAR BILANGAN IODIN DARI RBD PALM OLEIN DENGAN METODE PELARUT CAMPURAN N-HEKSAN-ASAM ASETAT DAN PELARUT CAMPURAN SIKLOHEKSANA-ASAM ASETAT DI PT. PALMCOCO LABORATORIES 186. PENENTUAN KADAR BIURET, H2O, DAN TOTAL NITROGEN PADA UREA PRILL DARI BULK STORAGE DI PT. PUPUK ISKANDAR MUDA LHOKSEUMAWE 187. PENENTUAN KADAR BORON DALAM TANAH SECARA SPEKTROFOTOMETRI DENGAN PEREAKSI AZOMETHINE-H 188. PENENTUAN KADAR COD (CHEMICAL OXYGEN DEMAND) PADA LIMBAH CAIR DI INDUSTRI KARET 189. PENENTUAN KADAR COD (CHEMICAL OXYGEN DEMAND) PADA LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT, PABRIK KARET DAN DOMESTIK 190. PENENTUAN KADAR COD DAN BOD DALAM PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DIPKS PT. MULTIMAS NABATI ASAHAN KUALA TANJUNG 191. PENENTUAN KADAR DIFENHIDRAMIN HCL DALAM OBAT BATUK SIRUP DENGAN METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI (KCKT) 192. PENENTUAN KADAR FOSFAT DAN COD PADA PROSES PENGOLAHAN AIR LIMBAH PT. SINAR OLEOCHEMICAL INTERNATIONAL (PT.SOCI) 193. PENENTUAN KADAR FOSFAT PADA AIR UMPAN RECOVERY BOILER DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS DI PT. TOBA PULP LESTARI, TBK PORSEA 194. PENENTUAN KADAR GLUKOSA PADA KENTANG REBUS DAN TALAS REBUS SEBAGAI PENGGANTI NASI BAGI PENDERITA DIABETES DENGAN METODE LUFF SCHOORL 195. PENENTUAN KADAR KESADAHAN TOTAL DALAM AIR BAKU DAN AIR BERSIH DENGAN TITRASI KOMPLEKSIOMETRI DI PT INALUM KUALA TANJUNG 196. PENENTUAN KADAR KLORIN AIR BAKU PRODUKSI DI PT. COCACOLA BOTTLING INDONESIA MEDAN DENGAN METODE KOLORIMETRI 197. PENENTUAN KADAR LEMAK DALAM MARGARIN DENGAN METODE EKSTRAKSI SOKLETASI

198. PENENTUAN KADAR LEMAK DALAM MARGARIN DENGAN METODE EKSTRAKSI SOKLETASI DIBALAI BESAR PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN MEDAN 199. PENENTUAN KADAR LEMAK DARI YOGHURT DI BALAI PENGOLAHAN OBAT DAN MAKANAN 200. PENENTUAN KADAR LEMAK (OIL GREASE) PADA LIMBAH CAIR KELAPA SAWIT DENGAN METODE GRAVIMETRI 201. PENENTUAN KADAR LOGAM BESI (FE) DALAM TEPUNG GANDUM DENGAN CARA DESTRUKSI BASAH DAN KERING DENGAN SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM SESUAI STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI) 01-3751-2006 202. PENENTUAN KADAR LOGAM FE DENGAN METODE SPEKTROMETER SERAPAN ATOM (SSA) PADA AIR BERSIH DI PY. PERTAMINA EP. REGION SUMATERA FIELD PANGKALAN SUSU 203. PENENTUAN KADAR LOGAM KADMIUM CD ) DAN LOGAM ZINKUM ( ZN ) DALAM BLACK LIQUOR PADA INDUSTRI PULP PROSES KRAFT DARI TOBA PULP LESTARI DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM ( SSA) 204. PENENTUAN KADAR LOGAM MANGAN (MN) DAN KROM (CR) DALAM AIR MINUM HASIL PENYARINGAN YAMAHA WATER PURIFIER DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM 205. PENENTUAN KADAR LOGAM SENG (ZN) DAN TEMBAGA (CU) DALAM AIR PAM HASIL PENYARINGAN YAMAHA WATER PURIFIER TIPE DRINKING STAND 206. PENENTUAN KADAR LOGAM TIMBAL (PB) PADA REFINED GLYSERIN SECARA SPEKTROFOTOMETRI DI PT. ECOGREEN OLEOCHEMICAL 207. PENENTUAN KADAR METANA PADA ALIRAN GAS KE DIETANOL AMIN, KARBONAT, PLANT, DAN TRAIN MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI GAS 208. PENENTUAN KADAR MINYAK BRONDOLAN BUAH SAWIT PADA KEADAAN MENTAH, AGAK MATANG, MATANG, DAN LEWAT MATANG DI PTP. NUSANTARA III PKS ( PABRIK KELAPA SAWIT ) SEI MANGKEI 209. PENENTUAN KADAR MINYAK DAN ASAM LEMAK BEBAS (ALB) TANDAN BUAH SEGAR (TBS) BERDASARKAN DERAJAT KEMATANGAN BUAH DI PTP.NUSANTARA III PKS (PABRIK KELAPA SAWIT) SEI MANGKEI 210. PENENTUAN KADAR MINYAK MENTAH (CPO) YANG TERBAWA DALAM AIR LIMBAH PADA PROSES PEMURNIAN MINYAK DI SLUDGE SEPARATOR DI PKS PT MULTIMAS NABATI ASAHAN KUALA TANJUNG 211. PENENTUAN KADAR MINYAK PADA PK (PALM KERNEL), PKM (PALM KERNEL MEAL), DAN PKC (PALM KERNEL CAKE) DI PT.INDUSTRI KELAPA SAWIT NUSANTARA IV KEBUN PABATU 212. PENENTUAN KADAR MINYAK YANG TERDAPAT PADA TANDAN BUAH KOSONG SESUDAH PROSES PEMIPILAN SECARA SOKLETASI DI

PTP. NUSANTARA III PABRIK KELAPA SAWIT SEI MANGKEI PERDAGANGAN 213. PENENTUAN KADAR NATRIUM BENZOAT, KALIUM SORBAT DAN NATRIUM SAKARIN DALAM SIRUP DENGAN METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI (KCKT) DI BALAI BESAR PENGAWASAN OBAT DAN MAKANAN MEDAN 214. PENENTUAN KADAR NATRIUM SIKLAMAT DALAM MINUMAN RINGAN SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS 215. PENENTUAN KADAR NITRIT PADA BEBERAPA AIR SUNGAI DI KOTA MEDAN DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI (VISIBLE) 216. PENENTUAN KADAR NITROGEN (N), FOSFOR (P) DAN KALIUM (K) SEBELUM DAN SETELAH FERMENTASI DALAM PEMBUATAN KOMPOS 217. PENENTUAN KADAR NITROGEN PADA PUPUK UREA DI PT. PUPUK ISKANDAR MUDA 218. PENENTUAN KADAR NITROGEN TOTAL DAN KADAR AMONIAK PADA LIBAH CAIR KELAPA SAWIT 219. PENENTUAN KADAR PADATAN TOTAL PADA LATEKS KOMPON TERHADAP MUTU BENANG KARET 220. PENENTUAN KADAR PENCAMPURAN MINYAK TANAH DENGAN SOLAR MENGGUNAKAN SENSOR GAS SEMIKONDUKTOR(TGS FIGARO) 221. PENENTUAN KADAR PENGOTOR DALAM KOKAS SECARA X-RAY FLUORESCENE DI PT INALUM 222. PENENTUAN KADAR SENG (ZN) PADA LIMBAH DI PT. INDUSTRI KARET NUSANTARA 223. PENENTUAN KADAR SILIKA DALAM BAHAN BAKU ALUMINIUM FLUORIDA SECARA SPEKTROFOTOMETRI 224. PENENTUAN KADAR SILIKA DALAM TREATED WATER SECARA SPEKTROFOTOMETRI PADA PT. COCA COLA BOTTLING INDONESIA 225. PENENTUAN KADAR SILIKA DI MULTI FUEL BOILER DENGAN SPEKTOFOTOMETER UV-VISIBEL DI PT. TOBA PULP LESTARI, TBK, PORSEA 226. PENENTUAN KADAR SIO2 DALAM BAHAN BAKU ALUMINA (AL2O3) SECARA SPEKTROFOTOMETER DI PT INALUM KUALA TANJUNG 227. PENENTUAN KADAR SODA YANG HILANG DI TAHAP PENCUCIAN IV PADA PROSES PEMBUATAN PULP DI PT. TOBA PULP LESTARI (TPL) 228. PENENTUAN KADAR SULFAT DALAM AIR BERSIH SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VISIBLE DI PERUMAHAN PT INALUM TANJUNG GADING 229. PENENTUAN KADAR SULFUR DIOKSIDA (SO2) DI UDARA AMBIEN DENGAN METODE PARAROSANILIN SECARA SPEKTROFOTOMETRI 230. PENENTUAN KADAR UNSUR CUPRUM (CU) DAN ZINKUM (ZN) PADA DAUN MANGGA (MANGIFERA INDICA)DISEKITAR LABORATORIUM KIMIA ANALITIK FMIPA USU SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM 231. PENENTUAN KADAR VISKOSITAS PADA SAAT DIWASHER IV PADA PROSES PEMBUATAN PULP DI PT. TOBA PULP LESTARI (TPL)

232. PENENTUAN KADAR -KAROTEN DARI MINYAK SAWIT YANG TERIKAT PADA ADSORBEN ZEOLIT ALAM DALAM BERBAGAI VARIASI UKURAN PARTIKEL 233. PENENTUAN KANDUNGAN BIJIH EMAS DARI BATUAN PENAMBANGAN MASYARAKAT DESA BEUTEUNG-ACEH DENGAN METODE SIANIDASI DAN PEMURNIAN SECARA ELEKTROLISIS 234. PENENTUAN KANDUNGAN PADATAN TOTAL DARI LATEKS KOMPON DAN PENGARUHNYA TERHADAP MUTU BENANG KARET 235. PENENTUAN KANDUNGAN PADATAN TOTAL ( % TSC ) LATEKS PEKAT DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEKUATAN TARIK BENANG KARET DI PT. IKN MEDAN 236. PENENTUAN KEHILANGAN MINYAK KELAPA SAWIT DARI UNIT PEREBUSAN YANG TERDAPAT PADA AIR KONDENSAT DAN AIR KOLAM FAT FIT DENGAN METODE EKSTRAKSI SOKLETASI DI PTPN III PKS RAMBUTAN TEBING TINGGI 237. PENENTUAN KEHILANGAN MINYAK KELAPA SAWIT PADA AIR KONDENSAT UNIT PEREBUSAN DI PTPN III PKS RAMBUTAN TEBING TINGGI DENGAN METODE EKSTRAKSI SOKLETASI 238. PENENTUAN KEKERUHAN PADA AIR RESERVOIR DI PDAM TIRTANADI INSTALASI PENGOLAHAN AIR SUNGGAL MEDAN METODE TURBIDIMETRI 239. PENENTUAN KOMPONEN SENYAWA/MINYAK ATSIRI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI N-HEKSANA, ETIL ASETAT DAN METANOL KULIT KAYU MANIS (CINNAMOMUM BURMANII) 240. PENENTUAN KOMPOSISI HIDROKARBON PADA LNG YANG TERDAPAT DALAM BERTH II DAN BERTH III DENGAN MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI GAS 241. PENENTUAN KUALITAS CRUDE PALM KERNEL OIL YANG DIPEROLEH DARI HASIL EKSTRAKSI INTI SAWIT DENGAN PELARUT NHEKSAN DI PT. PALMCOCO LABORATORIES 242. PENENTUAN KUALITAS MINYAK YANG DIPEROLEH DARI HASIL EKSTRAKSI KOPRA DENGAN PELARUT N-HEKSAN 243. PENENTUAN KUALITAS MINYAK YANG DIPEROLEH DARI HASIL EKSTRAKSI PALM KERNEL EXPELLER DENGAN PELARUT N-HEKSAN DI PT. PALMCOCO LABORATORIES 244. PENENTUAN MUTU CPO SEBELUM DAN SETELAH PENGGUNAAN OIL PURIFIERDAN VACUUM DRIER PADA STASIUN KLARIFIKASI DI PTPNUSANTARA IV 245. PENENTUAN NILAI ALKALI AKTIF (AACHARGE) DALAM PROSES PEMASAKAN SERPIH AKASIA DI UNIT DIGESTER FIBRE LINE 2 PT RIAU ANDALAN PULP AND PAPER 246. PENENTUAN NILAI CARBON EQUIVALEN (CE) CAST IRON PADA PROSES PENANGKAIAN ANODA DI RODDING PLANT PT. INALUM KUALA TANJUNG BATU BARA 247. PENENTUAN NILAI REAKTIVITY RESIDU (RR) O2 UNTUK PENGENDALIAN KUALITAS ANODA DI PT INALUM KUALA TANJUNG

248. PENENTUAN PERSEN VOLUME FRAKSI MINYAK MENTAH (CRUDE PETROLEUM) DENGAN METODE DISTILASI SECARA ASTM D-86 DI PT. PERTAMINA EP REGION SUMATERA FIELD PANGKALAN SUSU 249. PENENTUAN PH DAN KADAR AMONIA (NH3) LATEKS PADA TANGKI TRUCK PENGANGKUTAN DI PT BRIDGESTONE SUMATRA RUBBER ESTATE 250. PENENTUAN PH DAN SUHU OPTIMUM UNTUK AKTIVITAS EKSTRAK KASAR ENZIM LIPASE DARI KECAMBAH BIJI JARAK KEPYAR (RICINUS COMMUNIS L) TERHADAP HIDROLISIS MINYAK WIJEN 251. PENENTUAN TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) DALAM AIR SUNGAI DELI DAN PENGARUHNYA TERHADAP WAKTU PENYIMPANAN 252. PENENTUAN TOTAL SUSPENDED SOLID ( TSS ) DI LABORATORIUM BALAI RISET STANDARDISASI INDUSTRI MEDAN 253. PENENTUAN TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) LIMBAH CAIR PULP DI PT. TOBA PULP LESTARI, TBK DENGAN METODE GRAVIMETRI SOSOR LADANG PORSEA 254. PENENTUAN VISKOSITAS PADA PROSES PEMUTIHAN PULP (BLEACHING) DI PT. TOBA PULP LESTARI, TBK 255. PENENTUAN VISKOSITAS PADA WAKTU PEMANASAN 1 MENIT DAN SETELAH 4 MENIT TERHADAP SIR 20CV DI PT BRIDGESTONE SUMATRA RUBBER ESTATE DOLOK MERANGIR 256. PENENTUAN % VOLUME KOMPOSISI GAS ALAM DENGAN MENGGUNAKAN METODE KROMATOGRAFI GAS (GC) 257. PENENTUAN ZAT PEREDUKSI PADA GLISERIN DENGAN MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER UV-VISIBLE 258. PENENTUAN -KAROTEN DAN MINYAK SAWIT YANG TERIKAT PADA BENTONIT SETELAH DIGUNAKAN SEBAGAI BLEACHING 259. PENETAPAN KADAR EPINEFRIN DALAM SEDIAAN INJEKSI OBAT PEMACU KERJA JANTUNG DENGAN METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI (KCKT) 260. PENETAPAN KADAR ETANOL DALAM MINUMAN BERALKOHOL 261. PENETAPAN KADAR NITROGEN YANG TERKANDUNG DALAM PUPUK NITROGEN, FOSFOR, KALIUM (NPK) DI PT. RISPA MEDAN 262. PENETAPAN KADAR TOC PADA AIR LIMBAH OIL CATCHER 263. PENETAPAN KADAR ZAT AKTIF PARASETAMOL DALAM OBAT SEDIAAN ORAL DENGAN METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI (KCKT) 264. PENGARUH BERAT ARANG CANGKANG KELAPA SAWIT SEBAGAI BAHAN PENGISI TERHADAP MUTU KARET 265. PENGARUH BERAT ARANG CANGKANG KEMIRI (ALEURITES MOLUCCANA) SEBAGAI BAHAN PENGISI TERHADAP MUTU KARET 266. PENGARUH BERAT DAN WAKTU PENYEDUHAN TERHADAP KADAR KAFEIN DARI BUBUK TEH 267. PENGARUH BERAT DIVINILBENZENA TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN FISIK PAPAN KOMPOSIT DARI POLIPROPILENA TERMODIFIKASI MALEAT ANHIDRIDA DAN SERBUK KAYU

268. PENGARUH BERAT KITOSAN, PH DAN WAKTU KONTAK TERHADAP KADAR AMONIAK DALAM LARUTAN AMONIUM KLORIDA 269. PENGARUH BESAR BUKAAN UDARA DI LIGHT TENERA DUST SEPARATOR (LTDS)I DAN II TERHADAP KEHILANGAN INTI SAWIT PADA STASIUN KERNEL DI PT. EASTERN SUMATRA INDONESIA KABUPATEN SIMALUNGUN 270. PENGARUH CAHAYA MATAHARI TERHADAP KADAR VITAMIN C PADA TANAMAN BAYAM (AMARANTHUS TRICOLOR) DENGAN NAUNGAN DAN TANPA NAUNGAN 271. PENGARUH CO2 (KARBONDIOKSIDA) MURNI TERHADAP PERTUMBUHAN MIKROORGANISME PADA PRODUK MINUMAN FANTA DI PT. COCA-COLA BOTTLING INDONESIA UNIT MEDAN 272. PENGARUH DOSIS FLOKULAN TERHADAP BERAT JENIS ENDAPAN PADA PROSES PEMURNIAN NIRA MENTAH DI PABRIK GULA KWALA MADU 273. PENGARUH DUA JENIS POLISAKARIDA DALAM BIJI ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL) TERHADAP KANDUNGAN SIRUP GLUKOSA MELALUI PROSES HIDROLISIS DENGAN HCL 3 % 274. PENGARUH EFISIENSI ARUS (CURRENT EFFICIENCY) TERHADAP FREKWENSI TERJADINYA ANODE EFFECT DALAM LARUTAN KRIOLIT (NA3ALF6) PADA PROSES EEKTROLISA DI PT INALUM 275. PENGARUH EKSTRAK BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI L) SEBAGAI PENGGUMPAL LATEKS TERHADAP MUTU KARET 276. PENGARUH FE, SI DAN CU DIDALAM DAPUR PENAMPUNG TERHADAP MUTU ALUMINIUM DI PT. INALUM KUALA TANJUNG 277. PENGARUH FRAKSI BUAH (KEMATANGAN PANEN) KELAPA SAWIT TERHADAP KADAR ASAM LEMAK BEBAS (ALB) DALAM CPO (CRUDE PALM OIL) DI PTPN III RAMBUTAN TEBING TINGGI 278. PENGARUH FRAKSI TANDAN BUAH SEGAR TERHADAP KADAR ASAM LEMAK BEBAS DAN DOBI (DETERATION OF BLEACHABILITY INDEX) DI PTPN III PKS SEI MANGKEI, PERDAGANGAN 279. PENGARUH H2SO4, CA(OH)2, ALM(OH)NCL3M-N DAN CA(OCL)2 PADA PROSES PENGOLAHAN AIR TANAH SUMUR DALAM MENJADI AIR PRODUKSI DI PT. COCA-COLA BOTTLING INDONESIA UNIT MEDAN 280. PENGARUH H-FAKTOR TERHADAP VISKOSITAS DAN BILANGAN KAPPA UNBLEACH DIUNIT DIGESTER DI PT TOBA PULP LESTARI TBK.PORSEA 281. PENGARUH HOLDING TIME TERHADAP KEKERUHAN PADA SAMPEL AIR SUNGAI BABURA DENGAN METODE TURBIDIMETRI 282. PENGARUH IMPREGNASI NACL TERHADAP NILAI KALOR BAKAR DAN KUAT TEKAN BRIKET ARANG TEMPURUNG KELAPA 283. PENGARUH JUMLAH AIR TERHADAP KINERJA SLUDGE SEPARATOR DI PABRIK KELAPA SAWIT PT.PERKEBUNAN NUSANTARA III KEBUN RAMBUTAN TEBING TINGGI

284. PENGARUH JUMLAH NAOH YANG DIGUNAKAN PADA PROSES PEMUTIHAN EOP STAGE TERHADAP BRIGHTNESS DI UNIT BLEACHING PT. TOBA PULP LESTARI, TBK PORSEA 285. PENGARUH JUMLAH PEMAKAIAN AIR DI CONTINUOUS SETTLING TANK TERHADAP POTENSI MINYAK YANG DIHASILKAN DAN KADAR MINYAK HILANG 286. PENGARUH JUMLAH PEMAKAIAN AIR PADA PROSES PENGOLAHAN SLUDGE TERHADAP KADAR MINYAK HILANG ( LOSSES ) DAN POTENSI MINYAK YANG DIHASILKAN 287. PENGARUH JUMLAH PEMAKAIAN AIR PENCUCI TERHADAP KANDUNGAN SODIUM DALAM BUBUR PULP DI WASHER IV PADA PROSES WASHING PULP DI PT. TOBA PULP LESTARI TBK PORSEA 288. PENGARUH JUMLAH PEMAKAIAN AIR TERHADAP KADAR MINYAK HILANG DALAM LUMPUR MINYAK (SLUDGE) PADA PEMISAHAN SLUDGE PTP. NUSANTARA III PABRIK KELAPA SAWIT RAMBUTAN 289. PENGARUH JUMLAH PEMAKAIAN CAIRAN PEMASAK TERHADAP BILANGAN KAPPA PADA PROSES PEMASAKAN DI DIGESTER UNIT FIBER LINE PT. TOBA PULP LESTARI, TBK PORSEA 290. PENGARUH JUMLAH PEMAKAIAN HIDROGEN PEROKSIDA (H2O2) PADA TAHAP EP2 TERHADAP BRIGHTNESS PULP DI UNIT BLEACHING PT. TOBA PULP LESTARI, TBK PORSEA 291. PENGARUH JUMLAH PENAMBAHAN AIR IMBIBISI PADA STASIUN GILINGAN TERHADAP KEHILANGAN GULA DALAM AMPAS DI PABRIK GULA KWALA MADU PTPN II 292. PENGARUH JUMLAH SODA LOSS DALAM PULP TERHADAP PEMAKAIAN CLO2 DI DO TOWER PADA UNIT BLEACHING DI PT. TOBA PULP LESTARI, TBK 293. PENGARUH KADAR AIR DARI BUBUK TEH HASIL FERMENTASI TERHADAP KAPASITAS PRODUKSI PADA STASIUN PENGERINGAN DI PABRIK TEH PTPN IV UNIT KEBUN BAH BUTONG 294. PENGARUH KADAR AIR TERHADAP KADAR ASAM LEMAK BEBAS (ALB) DARI MINYAK CPKO (CRUDE PALM KERNEL OIL) PADA TANGKI TIMBUN (STORAGE TANK) DI PT. SARANA AGRO NUSANTARA UNIT BELAWAN 295. PENGARUH KADAR BESI (FE) DAN SILIKON (SI) DI DALAM POT REDUKSI TERHADAP MUTU PRODUK AKHIR YANG DIHASILKAN DI PT INALUM 296. PENGARUH KADAR KOTORAN TERHADAP KUALITAS KARET REMAH 297. PENGARUH KANDUNGAN AIR BAHAN BAKU SIR 10 TERHADAP MUTU PRODUK RESIPRENA 35 DI PT.INDUSTRI KARET NUSANTARA SEI BAMBAN-SERDANG BEDAGAI 298. PENGARUH KATALIS KALSIUM KARBONAT DAN LISEROL TERHADAP PRODUK GLISEROLISIS REFINED BLEACHED DEODORIEZ PALM OIL (RBD PO)

299. PENGARUH KEASAMAN TANAH TERHADAP NILAI ALUMINIUM DAPAT DITUKAR PADA TANAH DI PUSAT PENELITIAN KELAPA SAWIT MEDAN 300. PENGARUH KEHILANGAN INTI SAWIT TERHADAP MUTU MINYAK INTI SAWIT DI PTPN III PKS KEBUN RAMBUTAN TEBING TINGGI 301. PENGARUH KEKENTALAN (VISKOSITAS) LATEKS TERHADAP KONSENTTRASI ASAM ASETAT PADA BENANG KARET 302. PENGARUH KENAIKAN KANDUNGAN CO2 OUTLET ABSORBER DI MAIN CO2 REMOVAL ( MCR ) TERHADAP SISTEM PEMURNIAN GAS SINTESA DI PT. PUPUK ISKANDAR MUDA LHOKSEUMAWE 303. PENGARUH KERJA THRESHER TERHADAP KEHILANGAN BUAH DI TANDAN KOSONG (UNSTRIP FRUIT) DAN KEHILANGAN INTI SAWIT PADA STASIUN PENEBAHAN DI PTP. NUSANTARA III PKS RAMBUTAN TEBING TINGGI 304. PENGARUH KESTABILAN OPERASI POT PADA PABRIK REDUKSI TERHADAP KANDUNGAN BESI (FE) DAN SILIKON (SI) DI DALAM ALUMINIUM CAIR YANG DIHASILKAN 305. PENGARUH KOMBINASI KOMPOSISI BAHAN OLAH KARET TERHADAP TINGKAT KONSISTENSI PLASTISITAS RETENSION INDEKS (PRI) KARET REMAH SIR 20 DI PT. BRIDGESTONE SUMATERA RUBBER ESTATE DOLOK MERANGIR 306. PENGARUH KOMPOSISI ARANG CANGKANG KELAPA SAWIT DAN HITAM ARANG (CARBON BLACK) TERHADAP KUALITAS KOMPON KARET SOL SEPATU 307. PENGARUH KONSENTRASI ALKALI AKTIF DI DALAM WHITE LIQUOR TERHADAP BILANGAN KAPPA PADA UNIT DIGESTER DI PT. TOBA PULP LESTARI, TBK 308. PENGARUH KONSENTRASI ALKALI AKTIF TERHADAP VISKOSITAS PULP YANG BELUM DIPUTIHKAN PADA UNIT DIGESTER DI PT TOBA PULP LESTARI TBK, PORSEA 309. PENGARUH KONSENTRASI ASAM ASETAT (CH3COOH) TERHADAP MODULUS GREEN 300% PADA PROSES PRODUKSI BENANG KARET DI PT. INDUSTRI KARET NUSANTARA 310. PENGARUH KONSENTRASI ASAM ASETAT (CH3COOH) TERHADAP TEGANGAN TARIK (GREEN MODULUS 300%) BENANG KARET (COUNT 37 SW ENDS 40) PT. INDUSTRI KARET NUSANTARA 311. PENGARUH KONSENTRASI BENZOIL PEROKSIDA PADA DEGRADASI THERMAL POLIPROPILENA 312. PENGARUH KONSENTRASI DAN LAMA PENYIMPANAN LARUTAN KITOSAN TERHADAP ADSORPSI ION FE DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI 313. PENGARUH KONSENTRASI FEEDING ALUMINA TERHADAP PRODUKTIVITAS ALUMINIUM CAIR PADA TUNGKU REDUKSI DI PT INALUM KUALA TANJUNG

314. PENGARUH KONSENTRASI INDUSER DAN PENAMBAHAN KOFAKTOR ENZIM TERHADAP PRODUKSI EKSTRAK KASAR ENZIM LIPASE EKSTRASELULER OLEH PSEUDOMONAS AERUGINOSA 315. PENGARUH KONSENTRASI KAUSTIK SODA DAN TEMPERATUR TERHADAP TINGKAT KEBERSIHAN BOTOL DI PT. COCA-COLA BOTTLING INDONESIA UNIT 316. PENGARUH KONSENTRASI MALEAT ANHIDRAT TERHADAP DERAJAT GRAFTING MALEAT ANHIDRAT PADA HIGH DENSITY POLYETHYLENE ( HDPE ) DENGAN INISIATOR BENZOIL PEROKSIDA 317. PENGARUH KONSENTRASI MALEAT ANHIDRIDA TERHADAP DERAJAT GRAFTING MALEAT ANHIDRIDA PADA POLIPROPILENA TERDEGRADASI DENGAN INISIATOR BENZOIL PEROKSIDA 318. PENGARUH KONSENTRASI NATRIUM OKSIDA (NA2O) DALAM ALUMINA (AL2O3) TERHADAP KRIOLIT (NA3ALF6) YANG DIHASILKAN PADA TUNGKU REDUKSI DI PT INALUM 319. PENGARUH KONSENTRASI OPTIMUM TAWAS TERHADAP TURBIDITAS DENGAN METODE JAR TEST DI PDAM TIRTANADI INSTALASI SUNGGAL 320. PENGARUH KONSENTRASI POLI ALUMINIUM KLORIDA (PAC) TERHADAP ALKALINITAS DAN PEMBENTUKAN FLOK PADA PENGOLAHAN AIR DI PT. COCA COLA BOTTLING INDONESIA (CCBI) 321. PENGARUH KONSENTRASI TAA (NAOH DAN NA2S) DAN %SULFIDITY DI DALAM WL TERHADAP PROSES PEMASAKAN CHIP DI DIGESTER PLANT PT. TOBA PULP LESTARI, TBK PORSEA 322. PENGARUH KONSENTRASI TOTAL ALKALI AKTIF TERHADAP % SULFIDITAS DALAM WHITE LIQUOR PADA PROSES RECAUSTISIZING DI PT. TOBA PULP LESTARI, TBK PORSEA 323. PENGARUH KONSISTENSI TERHADAP PENURUNAN BILANGAN KAPPA DAN KENAIKAN BRIGHTNESS DARI PROSES UNBLEACH BLENDING KE PROSES BLEACHING DO STAGE PADA PT. TOBA PULP LESTARI, TBK- PORSEA 324. PENGARUH KUALITAS ANODA TERHADAP OPERASI TUNGKU DI PT INALUM 325. PENGARUH LAJU ALIR PULP TERHADAP KONSENTRASI CLO2 UNTUK MENINGKATKAN % BRIGHTNESS PULP DI DO-TOWER DI PT. TOBA PULP LESTARI, TBK PORSEA 326. PENGARUH LAMA FERMENTASI DAN KONSENTRASI RAGI ROTI TERHADAP KADAR BIOETANOL DARI FERMENTASI GLUKOSA HASIL HIDROLISIS SELULOSA TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT 327. PENGARUH LAMANYA PENYIMPANAN CPO TERHADAP PERUBAHAN KANDUNGAN ASAM LEMAK BEBAS DI STORAGE TANK 328. PENGARUH LAMANYA PERENDAMAN DAUN TEH TERHADAP KADAR TANNIN BEVERAGE DI PT. COCACOLA BOTLING INDONESIA MEDAN

329. PENGARUH LAMA PENYIMPANAN CPO TERHADAP KADAR ASAM LEMAK BEBAS DAN KADAR AIR PADA STORAGE TANK DI PTPN III PKS SEI MANGKEI PERDAGANGAN 330. PENGARUH LAMA PENYIMPANAN UREA DI BULK STORAGE TERHADAP KADAR AMMONIAK BEBAS PADA PT. PUPUK ISKANDAR MUDA 331. PENGARUH LAMA PERENDAMAN DAUN TEH HIJAU TERHADAP KONSENTRASI TANIN PADA PEMBUATAN FRESTEA GREEN TEA DI PT. COCA-COLA BOTTLING INDONESIA UNIT MEDAN 332. PENGARUH LAMA WAKTU PENIMBUNAN CPO PADA STORAGE TANK TERHADAP MUTU MINYAK SAWIT DARI HASIL PENGOLAHAN DI PTPN IV PKS KEBUN PABATUTEBING TINGGI 333. PENGARUH LAMA WAKTU PENYIMPANAN INTI SAWIT ( PKO ) TERHADAP KADAR AIR DAN KADAR ASAM LEMAK BEBAS ( ALB ) 334. PENGARUH NILAI PH DAN NILAI VOLATILE FATTY ACID (VFA) TERHADAP KEMANTAPAN LATEKS PEKAT 335. PENGARUH NILAI VISKOSITAS MOONEY TERHADAP JUMLAH BERAT MOLEKUL KARET REMAH SIR 20 336. PENGARUH PEMAKAIAN BUTT (PUNTUNG ANODA) TERHADAP PENAMBAHAN COAL TAR PITCH PADA KUALITAS ANODA DI PT INALUM 337. PENGARUH PEMAKAIAN FOSFAT TREATMENT DALAM MENGONTROL PH VS FOSFAT PADA PACKAGE BOILER (53-BF-4001) DAN WASTE HEAT BOILER (53-BF-4002) DI UNIT UTILITY-1 PT. PUPUK ISKANDAR MUDA 338. PENGARUH PEMAKAIAN WHITE LIQUOR ( LINDI PUTIH ) TERHADAP EUKALIPTUS DAN PINUS MERKUSI PADA UNIT DIGESTER PT.TOBA PULP LESTARI, TBK PORSEA 339. PENGARUH PEMANASAN RBD OLEIN (REFINED BLEACHED DEODORIZED OLEIN) TERHADAP BILANGAN PEROKSIDA (PEROXIDE VALUE) 340. PENGARUH PENAMBAHAN ABU PEMBAKARAN SERBUK KAYU TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN SIFAT FISIK BETON 341. PENGARUH PENAMBAHAN AIR DELUSI (AIR PENGENCER)TERHADAP PEMISAHAN MINYAK, DAN NOS DI STASIUN SCREW PRESS DI PT. PERKEBUNANA NUSANTARA III SEI MENGKEI 342. PENGARUH PENAMBAHAN ALF3 TERHADAP TEMPERATUR BATH DAN MOLTEN YANG DIHASILKAN DI PT. INALUM 343. PENGARUH PENAMBAHAN AMMONIUM HIDROKSIDA (NH4OH) SAAT PENGENDAPAN TERHADAP PERUBAHAN BILANGAN ASAM RESIPRENE 35 PT. INDUSTRI KARET 344. PENGARUH PENAMBAHAN ARANG SEKAM PADI DAN ARANG ILALANG (IMPERATA CYLINDRICA L) TERHADAP SIFAT-SIFAT FISIK DAN KIMIA PADA AIR SUMUR 345. PENGARUH PENAMBAHAN ASAM SULFAT (H2SO4) PADA PENGOLAHAN AIR BAHAN BAKU DI PT. COCA COLA BOTTLING INDONESIA (PT. CCBI) DI BELAWAN

346. PENGARUH PENAMBAHAN DIVINILBENZEN TERHADAP KOMPATIBILITAS PERBANDINGAN CAMPURAN POLIETILENA DAN KARET ALAM SIR 3L MENGGUNAKAN INISIATOR DIKUMIL PEROKSIDA. 347. PENGARUH PENAMBAHAN H2O2 TERHADAP KECERAHAN (BRIGHTNESS) TAHAP EKSTRAKSI/OKSIDASI/PEROKSIDA (E/O/P)DI PEMUTIHAN (BLEACHING) PADA PENGOLAHAN KAYU PT TOBA PULP LESTARI, TBK PORSEA 348. PENGARUH PENAMBAHAN HIDROGEN PEROKSIDA (H2O2) PADA STAGE EKSTRAKSI TERHADAP BRIGHTNESS PULP DI UNIT BLEACHING PT TOBA PULP LESTARI.TBK PORSEA 349. PENGARUH PENAMBAHAN HIDROGEN PEROKSIDA (H2O2) TERHADAP DERAJAT KEPUTIHAN (BRIGHTNESS) PADA TAHAP D2 DI UNIT BLEACHING PT. TOBA PULP LESTARI, TBK-PORSEA 350. PENGARUH PENAMBAHAN JUMLAH AIR PENGENCER TERHADAP PEMISAHAN MINYAK DARI CAIRAN PADA STASIUN PRESSAN DI PTP NUSANTARA IV PULU RAJA 351. PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR TERHADAP PERUBAHAN PH, KEKERUHAN DAN TOTAL PADATAN TERLARUT PADA AIR BAKU DI WATER TREATMENT PLANT (WTP) DI PT.COCA-COLA BOTTLING INDONESIA UNIT MEDAN 352. PENGARUH PENAMBAHAN NACL TERHADAP PERUBAHAN VISKOSITAS BAHAN PENCUCI TANGAN CAIR (HAND SOAP) 353. PENGARUH PENAMBAHAN OKSIGEN (O2) PADA TOWER EOP TERHADAP JUMLAH PEMAKAIAN KLORIN DIOKSIDA (CLO2) PADA TOWER D1 DI UNIT BLEACHING DI PT. TOBA PULP LESTARI,TBK PORSEA 354. PENGARUH PENAMBAHAN OKSIGEN TERHADAP DERAJAT PUTIH PADA TAHAP EKSTRAKSI OKSIDASI DI UNIT PENCUCIAN PT. TOBA PULP LESTARI, TBK-PORSEA 355. PENGARUH PENAMBAHAN PAC (POLI ALUMINIUM KLORIDA) TERHADAP KUALITAS AIR LIMBAH DOMESTIK YANG DIOLAH DENGAN METODE ELEKTROKOAGULASI 356. PENGARUH PENAMBAHAN POLY ALUMINIUM CHLORIDA (PAC) TERHADAP NILAI TURBIDITAS AIR SEBAGAI BAHAN BAKU PRODUK MINUMAN DI PT. COCA-COLA INDONESIA BOTTLING MEDAN 357. PENGARUH PENAMBAHAN SARI BUAH MENGKUDU (MORINDA CITRIFOLIA L) TERHADAP BILANGAN PEROKSIDA, BILANAGAN IODIN DAN BILANGAN ASAM DARI MINYAK GORENG BEKAS 358. PENGARUH PENAMBAHAN SO2 TERHADAP BUBUR PULP YANG TELAH DIPUTIHKAN PADA PROSES PULP MACHINE DI PT. TOBA PULP LESTARI, TBK PORSEA 359. PENGARUH PENAMBAHAN SUSU KAPUR (CAOH)2 DAN GAS SO2 TERHADAP PH NIRA MENTAH DALAM PEMURNIAN NIRA DI PABRIK GULA KWALA MADU PTP NUSANTARA II LANGKAT

360. PENGARUH PENAMBAHAN TAWAS TERHADAP PROSES PENJERNIHAN LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT DENGAN METODE ELEKTROKOAGULASI 361. PENGARUH PENAMBAHAN VARIASI BERAT INOKULUM TERHADAP KUALITAS TEMPE BIJI DURIAN (DURIO ZIBETHINUS) 362. PENGARUH PENAMBAHAN VITAMIN C TERHADAP KANDUNGAN SELULOSA BAKTERIAL HASIL FERMENTASI AIR KELAPA OLEH BAKTERI ACETOBACTER XYLINUM 363. PENGARUH PENCUCIAN BERULANG BERAS RAMOS IR-64 TERHADAP KADAR KARBOHIDRAT, SERAT DAN PROTEIN DARI NATA DE ORIZA 364. PENGARUH PENERAPAN PROSEDUR PENGUJIAN PADA TEMPERATUR RUANG TERHADAP NILAI KEBUTUHAN OKSIGEN BIOKIMIA (KOB) 365. PENGARUH PENGERINGAN BAHAN BAKU KARET REMAH TERHADAP NILAI ASHT SESUAI DENGAN MUTU KARET SIR 20 DI PT. BRIDGESTONE SUMATERA RUBBER ESTATE DOLOK MERANGIR 366. PENGARUH PENGGUNAAN FILM PELAPIS CA-ALGINAT KITOSAN DAN PELAPIS PLASTIK TERHADAP KADAR PATI ROTI TAWAR DAN PERTUMBUHAN ISOLAT BAKTERI 367. PENGARUH PENGISI KALSIUM KARBONAT DAN WAKTU VULKANISASI TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN SWELLING INDEX FILEM LATEKS KARET ALAM 368. PENGARUH PERBEDAAN SUHU DAN BOTOL PENYIMPANAN TERHADAP KADAR NITRAT (NO3- -N) PADA SAMPEL AIR SUNGAI DELI 369. PENGARUH PH, SILIKA (SIO2) DAN ORTOFOSFAT (O-PO4) TERHADAP COOLING WATER TREATMENT UREA-1 (63-EF-2101) PT. PUPUK ISKANDAR MUDA 370. PENGARUH PROSES PENGAYAKAN TERHADAP UKURAN KOKAS DI PT. INALUM KUALA TANJUNG 371. PENGARUH PROSES PENGEPRESAN (SCREW PRESS) TERHADAP PERSENTASE KEHILANGAN MINYAK KELAPA SAWIT YANG TERDAPAT PADA AMPAS PRESS DI PT. SOCFIN INDONESIA KEBUN AEK LOBA 372. PENGARUH PROSES PENGOLAHAN TERHADAP MUTU CRUDE PALM OIL (CPO) YANG DIHASILKAN DI PTPN IV PKS ADOLINA PERBAUNGAN-MEDAN 373. PENGARUH RESIN PENUKAR ION DALAM PENGENDALIAN KUALITAS AIR UNTUK AIR UMPAN BOILER DI PTPN II PAGAR MERBAU 374. PENGARUH SPESIFIK GRAFITY ( SG ), GROSS HEATING VALUE ( GHV ) DAN C6+ TERHADAP MUTU GAS ALAM DI PT.PERTAMINA EP REGION SUMATERA FIELD PANGKALAN SUSU 375. PENGARUH STARTER ANTARA NIRA KELAPA DAN AIR KELAPA TERHADAP KUALITAS NATA DE COCO 376. PENGARUH STRENGHT WHITE LIQUOR TERHADAP KAPPA NUMBER PADA PROSES PEMASAKAN DI DIGESTER UNIT FIBER LINE DI PT. TOBA PULP LESTARI, TBK-SOSORLADANG

377. PENGARUH SUHU CRUDE OIL TANK (COT) TERHADAP KADAR AIR DARI MINYAK SAWIT MENTAH (CPO) DI PABRIK KELAPA SAWIT PTPN. IV KEBUN ADOLINA 378. PENGARUH SUHU DAN WAKTU PENYIMPANA SABUN MANDI BATANG KECANTIKAN DAN SABUN MANDI BATANG KESEHATAN TERHADAP KADAR AIR, KADAR ALKALI BEBAS NAOH, ASAM LEMAK BEBAS, DAN KADAR GARAM NACL 379. PENGARUH SUHU PADA CRUDE OIL TANK (COT) TERHADAP KADAR AIR DARI MINYAK SAWIT MENTAH (CPO) DI PABRIK KELAPA SAWIT PTPN. IV KEBUN ADOLINA 380. PENGARUH SUHU PEMANASAN TERHADAP PLASTISITAS KARET SIR 20 DI PT. BRIDGESTONE SUMATRA RUBBER ESTATE DOLOK MERANGIR 381. PENGARUH SUHU TERHADAP PERBANDINGAN ETILENA DENGAN PROPILENA DALAM KOPOLIMER PROPILENA-ETILENA DENGAN MENGHITUNG DAERAH SIDIK JARI MENGGUNAKAN INSTRUMEN FTIR 382. PENGARUH SUHU TERHADAP % RECOVERY ALUMINIUM PADA PENGOLAHAN CAMPURAN ALUMINIUM OKSIDA YANG TERAKUMULASI PADA PERMUKAAN ALUMINIUM CAIR (DROSS) 383. PENGARUH SUHU TERHADAP TEGANGAN PERMUKAAN SABUN CUCI PIRING CAIR BUATAN SENDIRI, SUNLIGHT, DAN S.O.S 384. PENGARUH SWELLING INDEKS COMPOUND TERHADAP TEGANGAN TARIK (GREEN MODULUS 300%) PADA PROSES BENANG KARET COUNT 37 NS 40 PT.INDUSTRI KARET NUSANTARA MEDAN 385. PENGARUH SWELLING INDEKS TERHADAP TEGANGAN PUTUS BENANG KARET ( RESISTANT AT BREAKS ) COUNT -42 SW ENDS 40 386. PENGARUH SWELLING INDEX COMPOUND TERHADAP TEGANGAN TARIK (GREEN MODULUS 300%) BENANG KARET COUNT 37 NS 40 DI PT. INDUSTRI KARET NUSANTARA MEDAN 387. PENGARUH TAWAS DAN DIATOMEA (DIATOMACEOUS EARTH) DALAM PROSES PENGOLAHAN AIR GAMBUT DENGAN METODE ELEKTROKOAGULASI 388. PENGARUH TEKANAN DAN WAKTU PEREBUSAN TERHADAP KADAR AIR DAN KADAR MINYAK PADA AIR KONDENSAT DI STASIUN PEREBUSAN DENGAN PEREBUSAN SISTEM TIGA PUNCAK (TRIPLE PEAK) DI PTPN III PKS SEI MANGKEI PERDAGANGAN 389. PENGARUH TEKANAN PADA PENGEMPA (SCREW PRESS) TERHADAP KONDISI BIJI DAN PERSENTASE KEHILANGAN MINYAK KELAPA SAWIT YANG TERDAPAT PADA AMPAS PRESS DI PABRIK KELAPA SAWIT PTPN III SEIMANGKEI PERDAGANGAN 390. PENGARUH TEKANAN PADA SCREW PRESS TERHADAP PERSENTASE KEHILANGAN MINYAK KELAPA SAWIT YANG TERDAPAT PADA AMPAS PRESS 391. PENGARUH TEKANAN UAP DAN WAKTU PEREBUSAN TERHADAP KEHILANGAN MINYAK DAN KADAR NOS ( NON- OIL SOLID ) PADA AIR KONDENSAT DI STASIUN PEREBUSAN DENGAN POLA PEREBUSAN

SISTEM TIGA PUNCAK ( TRIPPLE PEAK ) DI PTPN III PKS RAMBUTAN TEBING TINGGI 392. PENGARUH TEKANAN UAP DAN WAKTU PEREBUSAN TERHADAP KEHILANGAN MINYAK PADA AIR REBUSAN DAN TANDAN KOSONG DI PABRIK KELAPA SAWIT PTPN III KEBUN RAMBUTAN TEBING TINGGI 393. PENGARUH TEMPERATUR BATH TERHADAP ALUMINA SOLUBILITY PADA TUNGKU REDUKSI DI PT INALUM KUALA TANJUNG 394. PENGARUH TEMPERATUR DAN PERBANDINGAN GLISEROL DENGAN MINYAK KELAPA TERHADAP PRODUK GLISEROLISIS MENGGUNAKAN KATALIS NAOH 395. PENGARUH TEMPERATUR DAN WAKTU (H- FAKTOR) TERHADAP KEMATANGAN CHIP DI UNIT DIGESTER TOBA PULP LESTARI. PORSEA 396. PENGARUH TEMPERATUR PADA PROSES PEMANGGANGAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS ANODA PT INALUM 397. PENGARUH TEMPERATUR PASTA TERHADAP MUTU ANODA DI PT. INDONESIA ASAHAN ALUMINIUM 398. PENGARUH TEMPERATUR PEMANASAN TERHADAP PROSES PEMURNIAN CPO PADA CRUDE OIL TANK (COT) DI PT.MULTIMAS NABATI ASAHAN KUALA TANJUNG 399. PENGARUH TEMPERATUR SKIMMING OFF PADA PENAMBAHAN DROSS TREATMENT FLUX UNTUK MENGETAHUI JUMLAH METAL DALAM DROSS DI PT INALUM 400. PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP KADAR AIR DALAM INTI SAWIT PADA UNIT KERNEL SILO DI STASIUN KERNEL DI PKS PT. MULTIMAS NABATI ASAHAN KUALA TANJUNG 401. PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP KECEPATAN PENGENDAPAN SLUDGE DALAM CRUDE PALM OIL PADA CONTINOUS SETTLING TANK 402. PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP KECEPATAN PENGENDAPAN SLUDGE DALAM CRUDE PALM OIL PADA CONTINOUS SETTLING TANK 403. PENGARUH TEMPERATUR VULKANISASI TERHADAP NILAI KELENTURAN (SCHWARTZ VALUE/VRS) BENANG KARET (COUNT 42 SW ENDS 40) PT. INDUSTRI KARET NUSANTARA 404. PENGARUH TURBIDITAS DAN PENAMBAHAN KLORIN TERHADAP KUALITAS AIR DALAM CLARIFIER (53-FD-1001) UNIT UTILITY-1 PT. PUPUK ISKANDAR MUDA ACEH UTARA 405. PENGARUH UAP PANAS PADA CAKE BRAKE CONVEYOR TERHADAP KEHILANGAN BIJI DALAM PEMISAHAN BIJI DAN SERAT DI PTP.NUSANTARA IV PABATU 406. PENGARUH VARIASI JUMLAH DAN JENIS AIR PENCUCI TERHADAP SODA LOSS DAN % SOLID PADA PROSES WASHING PULP DI PT.TOBA PULP LESTARI TBK PORSEA 407. PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN QULA TERHADAP KADAR KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN AIR PADA PEMBATAN NATA DE CACAO DARI PULPA BIJI BUAH COKLAT (THEOBROMA CACAO LINN)

408. PENGARUH VARIASI VOLUME AMMONIA (NH4OH) 10% TERHADAP WARNA PADA PRODUKSI RESIPRENE 35 DI PT. INDUSTRI KARET NUSANTARA 409. PENGARUH VISKOSITAS DAN TEKANAN TERHADAP JUMLAH PERSEN VOLUM FRAKSI BENSIN 410. PENGARUH VOLUME LINDI PUTIH YANG DIGUNAKAN TERHADAP KADAR LIGNIN PULP PADA PROSES PEMASAKAN DI DIGESTER FL#2 DI PT.RAPP KERINCI 411. PENGARUH WAKTU DAN TEMPERATUR TERHADAP KEHILANGAN MINYAK PADA AIR KONDENSAT DENGAN PEREBUSAN SISTEM TIGA PUNCAK (TRIPLE PEAK) 412. PENGARUH WAKTU FERMENTASI TERHADAP KUALITAS TEMPE DARI BIJI NANGKA (ARTOCARPUS HETEROPHYLLUS) DAN PENENTUAN KADAR ZAT GIZINYA 413. PENGARUH WAKTU INAP BUAH MENTAH TERHADAP KADAR ASAM LEMAK BEBAS (ALB) PADA MINYAK SAWIT (CPO) DI PTPN III RAMBUTAN TEBING TINGGI 414. PENGARUH WAKTU INAP CPO PADA STORAGE TANK TERHADAP KADAR ASAM LEMAK BEBAS, KADAR AIR, DAN KADAR KOTORAN DI PTPN III TEBING TINGGI PKS KEBUN RAMBUTAN 415. PENGARUH WAKTU PENGGUNAAN ULTRASONIK BATH TERHADAP SIFAT-SIFAT KARAKTERISTIK KITOSAN NANOPARTIKEL 416. PENGARUH WAKTU PENIMBUNAN MINYAK SAWIT MENTAH (CPO) PADA BAK PENAMPUNGAN (FAT FIT) TERHADAP KADAR KOTORAN MINYAK SAWIT MENTAH (CPO) DI PABRIK KELAPA SAWIT PTPN. IV KEBUN ADOLIN 417. PENGARUH WAKTU PENYIMPANAN SAMPEL AIR SUNGAI DELI TERHADAP KADAR KROMIUM HEKSAVALEN (CR6+) 418. PENGARUH WAKTU PENYIMPANAN TERHADAP NILAI ASAM LEMAK YANG MUDAH MENGUAP (VFA) PADA LATEKS DALAM PEMBUATAN KARET REMAH DI PT. BRIDGESTONE SUMATRA RUBBER ESTATE 419. PENGARUH WAKTU PEREBUSAN TERHADAP % KADAR KEHILANGAN MINYAK (LOSSES) PADA MINYAK KELAPA SAWIT PADA AIR REBUSAN DENGAN SISTEM PEREBUSAN TIGA PUNCAK (TRIPLE PEAK) DI PTP NUSANTARA IV (PERSERO) PULU RAJA 420. PENGARUH WAKTU PEREBUSAN TERHADAP KUALITAS CPO YANG DIHASILKAN PADA PROSES PRODUKSI PABRIK KELAPA SAWIT DI PTPN III RAMBUTAN 421. PENGARUH WAKTU, TEMPERATUR DAN TEKANAN TERHADAP KEHILANGAN MINYAK PADA AIR KONDENSAT DENGAN PEREBUSAN SISTEM TIGA PUNCAK DI PABRIK KELAPA SAWIT PTPN III KEBUN RAMBUTAN TEBING TINGGI 422. PENGARUH WAKTU TERHADAP BILANGAN KAPPA DAN BRIGHTNESS DARI PROSES UNBLEACH BLENDING KE PROSES BLEACHING D0 STAGE DI PT. TOBA PULP LESTARI, TBK PORSEA

423. PENGARUH WAKTU TERHADAP DERAJAT GRAFTING MALEAT ANHIDRAT DALAM HIGH DENSITY POLYETHYLENE (HDPE) DENGAN INISIATOR BENZOIL PEROKSIDA 424. PENGARUH WAKTU TINGGAL PULP DI MENARA EP2 TERHADAP TINGKAT BRIGHTNESS PADA PROSES BLEACHING DI PT.TOBA PULP LESTARI,TBK PORSEA 425. PENGARUH RESIN DALAM CTP (COAL TAR PITCH) TERHADAP MUTU ANODA DI PT. INALUM KUALA TANJUNG 426. PENGENDALIAN LIMBAH CAIR DI PABRIK BENANG KARET PT. INDUSTRI KARET NUSANTARA MEDAN 427. PENGERUH VARIASI KETEBALAN TANAH PADA UJI PATHOGENISITAS GENODERMA.SP TERHADAP MUNCULNYA PENYAKIT BUSUK PANGKAL BATANG TANAMAN PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINENSIS JACQ) 428. PENGGUNAAN COOPERATIVE FUEL RESEARCH (CFR) ENGINE UNTUK ANALISA ANGKA OKTAN PREMIUM TANPA TIMBAL (TT) PT.PERTAMINA (PERSERO) REVINERY UNIT-VI BALONGAN INDRAMAYU JAWA BARAT 429. PENGOLAHAN INTERNAL AIR BOILER DENGAN PENAMBAHAN ASAM SULFAT (H2SO4) 98% DAN KAUSTIK SODA (NAOH) DI PTPN III PABRIK KELAPA SAWIT RAMBUTAN TEBING TINGGI 430. PENGUJIAN AWAL KUALITAS MADU SHACET MEREK X DI BALAI RISET DAN STANDARDISASI INDUSTRI (BARISTAND) 431. PERANAN ASAM STEARAT TERHADAP KOMPATIBILITAS POLIBLEN PLASTIK BEKAS JENIS POLIPROPILENA (PP) DENGAN BAHAN PENGISI KITIN DAN KITOSAN 432. PERANAN BERAT JENIS DALAM PENENTUAN KANDUNGAN MINYAK BUMI BERDASARKAN KLASIFIKASI GRAVITAS API DI PT.PERTAMINA EP REGION SUMATERA FIELD PANGKALAN SUSU 433. PERANAN PENAMBAHAN CACO3 HASIL PENGENDAPAN CACL2 DAN NA2CO3 TERHADAP KEKUATAN MEKANIS DAN KETAHANAN TERMAL KOMPOSIT POLISTIRENA 434. PERANAN PENDISPERSI ASAM STEARAT TERHADAP KOMPATIBILITAS CAMPURAN PLASTIK POLIPROPILENA BEKAS DENGAN BAHAN PENGISI DEKSTRIN 435. PERBANDINGAN ANALISA KADAR ASAM LEMAK BEBAS (ALB) DARI TANDAN BUAH SEGAR (TBS) SIAP OLAH DENGAN BUAH YANG DIINAPKAN 436. PERBANDINGAN METODE KROMATOGRAFI GAS DAN BERAT JENIS PADA PENETAPAN KADAR ETANO 437. PERBANDINGAN (STUDY BANDING) HOLDING TIME (WAKTU PERBANDINGAN) DENGAN TANPA HOLDING TIME PADA PROSES FLUXING DI PT.INALUM KUALA TANJUNG 438. PERBANDINGAN TOTAL PADATAN TERSUSPENSI DAN KEBUTUHAN OKSIGEN BIOLOGIS (KOB) PADA ANALISIS AIR LIMBAH KELAPA SAWIT DI PUSAT PENELITIAN KELAPA SAWIT (PPKS)

439. PERLAKUAN PENGERINGAN BAHAN BAKU KARET REMAH UNTUK MENDAPATKAN NILAI PRI SESUAI DENGAN PARAMETER MUTU KARET SIR 10 DI PT. BRIDGESTONE SUMATRA RUBBER ESTATE DOLOK MERANGIR 440. PROSES PELEBURAN ALUMINIUM DALAM TUNGKU REDUKSI PADA PT. INALUM KUALA TANJUNG BATUBARA 441. PROSES PENGOLAHAN DROSS (ZAT PENGOTOR) SETELAH SKIMMING OFF DI PT.INALUM KUALA TANJUNG 442. RANCANGAN PEMANCAR PENGAMAN SEPEDA MOTOR DENGAN MENGGUNAKAN REMOTE KONTROL BERBASIS MIKROKONTROLER SECARA HADWARE 443. REAKSI GRAFTING MALEAT ANHIDRIDA PADA POLIPROPILENA DENGAN INISIATOR BENZOIL PEROKSIDA 444. SEMI SINTESIS N,N-BIS(2-HIDROKSIETIL)-3-(4-METOKSIFENIL) AKRILAMIDA DARI ETIL P-METOKSISINAMAT HASIL ISOLASI RIMPANG KENCUR (KAEMPFERIA GALANGA, L) MELALUI AMIDASI DENGAN DIETANOLAMIN 445. SIFAT FISIS DAN KIMIA DARI CAMPURAN ANTARA EPOKSIPRENA DENGAN POLIPROPILENA DAN METIL METAKRILAT 446. SINTESIS 4-ALIL-2-METOKSI FENIL LAURAT MELALUI REAKSI TRANSESTERIFIKASI ANTARA 4-ALIL-2-METOKSI FENIL ASETAT DENGAN METIL LAURAT 447. SINTESIS 9-N-PENTOKSI 10-HIDROKSI N-PENTIL STEARAT CAMPURAN DARI ASAM OLEAT 448. SINTESIS BAHAN SURFAKTAN ANIONIK KALIUM 9,10-DIHIDROKSI STEARAT DAN SURFAKTAN NONIONIK 9,10-DIHIDROKSI-N- (2-ETANOL) STEARAMIDA DARI ASAM OLEAT 449. SINTESIS ETIL ESTER ASAM LEMAK DARI MINYAK DEDAK PADI IR64 DAN DEDAK PADI LOKAL MELALUI ETANOLISIS SECARA LANGSUNG (IN-SITU) 450. SINTESIS METIL ESTER ASAM LEMAK DARI PFAD (PALM FATTY ACID DESTILLATE) DENGAN MENGGUNAKAN BERBAGAI JENIS DESIKAN 451. SINTESIS SENYAWA 9,10-DIHIDROKSI N,N- BIS (2-HIDROKSIETIL) STEARAMIDA CAMPURAN DARI ASAM OLEAT 452. SISTEM INFORMASI BIMBINGAN BELAJAR MAESTRO CABANG MEDAN 453. STUDI ANALISIS PENINGKATAN KECERAHAN PULP PADA TAHAP KLORINASI DAN EKSTRAKSI PEROKSIDA DI PT TOBA PULP LESTARI, TBK 454. STUDI DIAGNOSA PENYAKIT GAGAL GINJAL KRONIK YANG DISEBABKAN OLEH PENYAKIT HIPERTENSI YANG MENIMBULKAN DAMPAK SPESIFIK PADA KESEIMBANGAN ELEKTROLIT TUBUH TERUTAMA KADAR NA DAN K.

455. 9STUDI EFEK JENIS DAN BERAT KOAGULAN TERHADAP PENURUNAN NILAI COD DAN BOD PADA PENGOLAHAN AIR LIMBAH DENGAN CARA KOAGULASI 456. STUDI EFEK PENAMBAHAN NATRIUM SULFAT (NA2SO4 25%) TERHADAP VISKOSITAS LARUTAN PENCUCI PIRING (DISHWASHING LIQUID) 457. STUDI ISOLASI BAKTERI RHIZOBIUM YANG DIINOKULASIKAN KE DALAM DOLOMIT SEBAGAI PEMBAWA ( CARRIER ) SERTA PEMANFAATANNYA SEBAGAI PUPUK MIKROBA 458. STUDI KANDUNGAN VITAMIN C PADA TUMBUHAN KOL ( BRASSICA OLERACIA L. ) DENGAN BERBAGAI PENGOLAHAN 459. STUDI KARAKTERISASI PEMBUATAN KITIN DAN KITOSAN DARI CANGKANG BELANGKAS (TACHYPLEUS GIGAS) UNTUK PENENTUAN BERAT MOLEKUL 460. STUDI KELARUTAN KITIN DALAM LARUTAN ASAM FOSFAT 461. STUDI KELARUTAN KITOSAN DALAM LARUTAN ASAM ASKORBAT 462. STUDI PEMANFAATAN EKSTRAK KULIT UBI JALAR (IPOMOEA BATATAS POIR) SEBAGAI INDIKATOR PADA TITRASI ASAM BASA 463. STUDI PENDAHULUAN ISOLASI BAKTERI RHIZOBIUM DARI BINTIL AKAR TANAMAN PUTRI MALU ( MIMOSA PUDICA. L) SERTA PEMANFAATANNYA SEBAGAI PUPUK HAYATI (BIOFERTILIZER)DAENGAN MENGGUNAKAN BENTONIT SEBAGAI MEDIUM PEMBAWA 464. STUDI PENENTUAN AKTIVITAS CRUDE ENZIM PAPAIN DALAM MIKROKAPSUL CA ALGINAT-KITOSAN 465. STUDI PENENTUAN KADAR FE2O3 DALAM ALUMINA YANG DIGUNAKAN SEBAGAI BAHAN BAKU DI PT INALUM DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI 466. STUDI PENGARUH DARI BERBAGAI KONSENTRASI ASAM-ASAM ORGANIK TERHADAP KELARUTAN, DERAJAT DEASETILASI, VISKOSITAS DAN BERAT MOLEKUL KITOSAN 467. STUDI PENGARUH KADAR HIDROGEN SULFIDA YANG TERDAPAT PADA MINYAK BUMI DALAM PROSES PENGOLAHAN DI PT PERTAMINA EP REGION SUMATERA FIELD PANGKALAN SUSU 468. STUDI PENGARUH WAKTU PENGOMPOSAN TERHADAP KANDUNGAN KARBON DAN NITROGEN DI DALAM KOMPOS HIDRILLA 469. STUDI PENGETSAAN BENTONIT TERPILAR FE2O3 470. STUDI PENGGUNAAN CAMPURAN FENOL SEBAGAI ANTIOKSIDAN PADA KARET ALAM SIR 20 DENGAN PEMVULKANISASI SULFUR DAN PEROKSIDA 471. STUDI PERBANDINGAN AKTIVITASI ASAM DAN BASA TERHADAP TANAH DIATOMEA SEBAGAI BAHAN PEMUCAT CPO (CRUDE PALM OIL) 472. STUDI PERBANDINGAN BILANGAN IODIN MINYAK KELAPA SAWIT MENTAH (CPO) DAN MINYAK INTI KELAPA SAWIT MENTAH (CPKO) PADA TANKI TIMBUN DI PELABUHAN DENGAN TANKI KAPAL DI KAPAL

473. STUDI SINTESIS MONOGLISERIDA MELALUI REAKSI ANTARA GLISEROL KARBONAT (4-HIDROKSIMETIL-1,3-DIOKSOLAN-2-ON) DENGAN PALM FATTY ACID DISTILLATE (PFAD) MENGGUNAKAN KATALIS TRIETILAMIN (TEA) 474. STUDI TENTANG KANDUNGAN NITROGEN, KARBON ( C ) ORGANIK DAN C/N DARI KOMPOS TUMBUHAN KEMBANG BULAN (TITHONIA DIVERSIFOLIA) 475. STUDI TENTANG KENAIKAN AMONIAK (NH3) DAN SULFAT (SO4) PADA AIR LIMPASAN PENGERUKAN PASIR LAUT SERTA PENGARUHNYA TERHADAP KELIMPAHAN POPULASI PLANKTON DAN BENTOS 476. STUDY PENGGOLONGAN DARAH A, B, AB, O MELALUI ANALISA SECARA BIOKIMIAWI KLINIS 477. THE TEMPERATURE STAGE WHICH USED AT ANODE PASTE DOUGHING PROCESS IN GREEN PLANT PT INALUM 478. TRANSESTERIFIKASI HETEROGEN ANTARA MINYAK SAWIT MENTAH DENGAN METANOL MENGGUNAKAN KATALIS K2O-CAO 479. TRANSESTERIFIKASI HETEROGEN MINYAK SAWIT MENTAH DANA METANOL MENGGUNAKAN KATALITAS PADAT KALSIUM OKSIDA 480. UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL BUNGA ROSELLA (HIBISCUS SABDARIFFA L) TERHADAP BAKTERI ESCHERICHIA COLI DAN STAPYLOCOCCUS AUREUS 481. UJI BIOKIMIA SERTA UJI INDEKS ANTI-MIKROBIAL ASAP CAIR TEMPURUNG KELAPA TERHADAP ISOLAT BAKTERI DARI IKAN LELE DUMBO (CLARIAS SP) 482. UJI KANDUNGAN FOSFAT SEBAGAI P2O5 DALAM BERBAGAI MEREK PUPUK FOSFAT KOMERSIAL SECARA SFEKTROFOTOMETRI 483. UPAYA MEMPERKECIL KEHILANGAN MINYAK (LOSSES) DENGAN PENGATURAN TEKANAN SCREW PRESS PADA AMPAS PRESS PADA STASIUN PRESSING DI PABRIK KELAPA SAWIT PTPN III KEBUN RAMBUTAN TEBING TINGGI 484. VARIASI WAKTU PENYAMBUNGAN DAN PRODUKTIVITAS BUAH TOMAT HASIL SAMBUNG PUCUK ANTARA TERUNG SEBAGAI BATANG BAWAH DAN TOMAT SEBAGAI BATANG ATAS
http://kumpulanskripsitesisdisertasi.wordpress.com/2011/08/09/skripsi-kimia-005/