Anda di halaman 1dari 6

LKS MEMAHAMI HUKUM MENDEL

A. Eksperimen Gregor Mendel Untuk mengetahui bagaimana sifat hereditas diwariskan, perhatikan percobaan mendel berikut! F1 menyerbuk sendiri
Homozigot resesif

aa a Homozigot dominan AA A a

Fenotif F1 Aa Aa Aa Aa Aa Aa Aa A a Aa aa

Fenotip F2

Aa

Aa

Aa Aa

A a

AA Aa

Aa

aa

Mendel menyilangkan tanaman ercis bunga ungu galur murni dengan tanaman ercis bunga putih galur murni. Biji kacang ercis hasil perkawinan tersebut kemudian ditanam dan semuanya menghasilkan bunga ungu (filial ke-1 = F1) Mendel kemudian membiarkan tanaman bunga ungu tersebut melakukan penyerbukan sendiri dan biji yang dihasilkan kemudian ditanam. Mendel menanam 929 biji. Hasilnya 705 tanaman berbunga ungu dan 224 tanaman berbunga putih (F2) 1. Apakah hilangnya sifat putih pada F1 menandakan bahwa sifat putih sudah bercampur dengan sifat ungu? .. .. 2. Berdasarkan hasil experiment Mendel, jelaskan bagaimana sifat diwariskan. .. ..

B. Penjelasan Sistematis Percobaan Mendel 1. Pada percobaan Mendel, karakter yang diamati pewarisan sifatnya adalah . Karakter tersebut memiliki dua alel, yaitu alel . . yang bersifat dominan dan alel . yang bersifat 2. Kesimpulan percobaan Mendel dikenal sebagai Hukum Mendel I Segregasi. Berdasarkan kesimpulan Mendel tersebut, pewarisan karakter warna bunga pada tanaman ercis dapat dijelaskan sebagai berikut: Induk (P) : Tanaman ercis berbunga ungu PP Gamet : P X Tanaman ercis berbunga putih pp p Pp (tanaman ercis berbunga ungu) Tanaman ercis Berbunga ungu . . . X Tanaman ercis berbunga ungu .... .. ..

(fenotip) (genotip)

Turunan I (F1) :

Induk (P2)

(fenotip) (genotip)

Gamet

Turunan II(F2) :

3. Pada eksperimen Mendel dihasilkan perbandingan fenotip F2 tanaman ercis berbunga ungu : tanaman ercis berbunga putih = 750 : 224. Apakah hasil inidapat dijelaskan melalui perhitungan model pewarisan sifat di atas? . 4. Penyilangan dengan hanya memperhatikan satu karakter (satu sifat beda) disebut penyilangan .

C. Penyilangan Dua Karakter (Dihibrid) Setiap organism memiliki banyak karakter yang dapat diwariskan. Bagaimana karakter-karakter itu diwariskan secara bersama-sama? Untuk menjawab masalah tersebut Mendel melakukan experimen pewarisan dua karakter pada biji ercis. Dua karakter tersebut yaitu warna dan bentuk biji. Karakter warna biji dibedakan menjadi sifat kuning dan hijau serta bentuk biji dibedakan menjadi sifat bulatdan keriput. Permasalahan pada penyilangan dihibrid adalah belum diketahuinya bagaimana proses pemisahan alel pada saat pembentukan gamet. Terdapat dua hipotesis untuk menjawab pertanyaan itu, yaitu: 1. Pemilahan dependen (penggabungan tidak bebas) 2. Pemilahan independen (penggabungan bebas) Experimen yang dilakukan oleh Mendel adalah sebagai berikut: Mendel menyilangkan ercis berbiji kuning bulat dengan ercis berbiji hijau keriput (dari penyilangan monohybrid sudah diketahui kuning dominan terhadap hijau dan bulat dominan tehadap keriput). Hasilnya adalah biji ercis yang semuanya bersifat kuning bulat. Mendel kemudian menanam F1 dan membiarkan tanaman tersebut melakukan penyerbukan sendiri. Biji yang dihasilkan adalah : kuning bulat = 315, kuning keriput = 101, hijau bulat = 108, dan hijau keript = 72. Hasil tersebut jika dibulatkan akan menghasilkan perbandingan fenotip bulat kuning : bulat hijau : keriput kuning : keriput hijau = 9 : 3 : 3 : 1.

C.1 . Pemilahan Dependen Jika hasil di atas dianalisis dengan hipotesisi pemilahan dependen dalam pembentukan gamet, akan tampak hasil sebagai berikut: P : biji kuning bulat YYRR YR YyRr (kuning bulat) YyRr YR yr X YyRr YR yr X biji hijau keriput yyrr yr

Gamet F1

: :

P1 Gamet F2

: : :

Perbandingan fenotip F2 =

C.2. Pemilahan Independen Jika hasil di atas dianalisis dengan hipotesis pemilahan independen dalam pembentukan gamet, akan tampak hasil sebagai berikut. P : biji kuning bulat X biji hijau keriput YYRR yyrr Gamet F1 : : YR YyRr (kuning bulat) YyRr YR Yr yR yr X YyRr YR Yr yR yr yr

P1 Gamet

: :

F2

: GAMET YR Yr yR yr YR YYRR YYRr YyRR YyRr Yr YYRr YYrr YyRr Yyrr yR YyRR YyRr yyRR yyRr yr YyRr Yyrr yyRr yyrr

Perbandingan fenotip F2 = . 1. Dari hasil perhitungan tersebut, hipotesis manakah yang sesuai? Pemilahan dependen atau pemilihan independen? Mengapa? . 2. Hipotesis tersebut menjadi toeri Mendel II Pemilahan (penggabungan) bebas yang isinya 3. Berdasarkan hukum pemilahan bebas, tentukan kemungkinan sifat gamet yang dapat dibentuk jika diketahui sifat genotipnya : AaBbCc Gamet yang dibentuk : AABBCcDdEe Gamet yang dibentuk : AaBBCcDDEeFFGgHh Gamet yang dibentuk :

JAWABAN LKS MEMAHAMI HUKUM MENDEL


A. Ekperimen Gregor Mendel 1. Hilangnya sifat putih pada F1 tidak menandakan bahwa sifat putih sudah bercampur dengan sifat ungu, hal tersebut terjadi karena gen pemberi sifat putih bersifat resesif sehingga tertutup oleh sifat ungu yang dominan 2. Pada waktu pembentukan gamet terjadi segregasi alel-alel suatu gen secara bebas dari diploid menjadi haploid, sehingga masing-masing sel gamet hanya memiliki satu macam alel. Pada saat perkawinan dan terjadi peleburan gamet jantan dan betina, alel-alel akan berpasangan kembali dan dapat membentuk individu yang bersifat heterozigot atau homozigot tergantung dari kombinasi sel induknya. B. Penjelasan sistematis percobaan Mendel 1. Warna bunga; ungu; putih; resesif 2. Induk : Pp; Pp Gamet : P; p; P; p Turunan II (F2) : PP; Pp; Pp; pp 3. Pada model pewarisan sifat di atas, diperoleh perbandingan fenotip tanaman ercis berbunga ungu : tanaman ercis berbunga putih = 705 : 224, atau mendekati 3 : 1 4. Monohibrid C. Penyilangan dihibrid C.1 Pemilahan dependen Turunan II (F2) : yyrr, yYrR, yYrR, yyrr Perbandingan fenotip F2 = kuning bulat : hijau keriput = 3 : 1 GAMET YR Yr yR yr

YR YYRR YYRr YyRR YyRr Yr YYRr YYrr YyRr Yyrr yR YyRR YyRr yyRR yyRr yr YyRr Yyrr yyRr yyrr Perbandingan fenotip F2 = bulat kuning : bulat hijau : keriput kuning : keriput hijau 9 : 3 : 3 : 1 C.1.1 Hipotesisi independen, karena jika kedua karakter memisah secara dependen satu sama lain maka hybrid F1 hanya dapat menghasilkan dua kelas gamet yang sama yang diterima dari induknya dan keturunan F2 akan menunjukkan rasio fenotip 3 : 1. Sedangkan jika kedua karakter pada generasi F1 dan akan ada rasio fenotip 9 : 3 : 3 : 1 pada generasi F2. C.1.2 Teori Mendel II Pemilahan (penggabungan)bebas menyatakan bahwa pada waktu pembentukan gamet, alel-alel berbeda yang telah bersegregasi bebas akan bergabung secara bebas membentuk genotip dengan kombinasi alel-alel yang berbeda. C.1.3 * Gamet yang terbentuk : ABC, ABc, AbC, Abc, aBC, aBc, abC, abc (8 macam gamet)

* Gamet yang terbentuk : ABCDE, ABCDe, ABCdE, ABCde, ABcDE, ABcDe, ABcdE, Abcde (8 macam gamet) * Gamet yang terbentuk : ABCDEFGH, ABCDEFGh, ABCDEFgH, ABCDEFgh, ABCDeFGH, ABCDeFGh, ABCDeFgH, ABCDeFgh, ABcDEFGH, ABcDEFGh, ABcDEFgh, ABcDEFgH, ABcDeFGH, ABcDeFGh, ABcDeFgH, ABcDeFgh, aBCDEFGH, aBCDEFGh, aBCDEFgH, aBCDEFgh, aBCDeFGH, aBCDeFGh, aBCDeFgH, aBCDeFgh, aBcDEFGH, aBcDEFGh, aBcDEFgH, aBcDEFgh, aBcDeFGH, aBcDeFGh, aBcDeFgH, aBcDeFgh (32 macam gamet).