Anda di halaman 1dari 53

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah Telekomunikasi merupakan wahana bagi pertukaran informasi yang semakin hari semakin maju dan sangat memperhatikan aspek kualitas jasa. Selain itu, perkembangan di bidang informasi saat ini sangat cepat, baik dilihat dari isi maupun teknologi yang digunakan untuk menyampaikan informasi tersebut. Masyarakat pun menyadari akan hal itu sehingga mereka berupaya keras untuk menciptakan infrastruktur yang mampu menyalurkan informasi secara cepat. Hal tersebut telah menimbulkan suatu kondisi persaingan yang sangat ketat di antara perusahaan-perusahaan telekomunikasi. Tingkat persaingannya tidak lagi bersifat domestik, tetapi bersifat internasional. Sehingga untuk dapat memenangkan persaingan tersebut diperlukan suatu strategi yang tepat dan penerapan yang baik. Pada hakekatnya, setiap perusahaan yang bergerak di bidang

telekomunikasi pasti memiliki strategi dalam meningkatkan usahanya untuk menciptakan suatu produk yang dapat menyelurkan informasi dengan cepat. Strategi yang dilakukan oleh perusahaan pasti berbeda-beda tergantung faktor yang datang baik dari sisi internal maupun eksternal. Strategi merupakan sekumpulan program yang dikoordinir secara baik untuk mendapatkan keunggulan kompetitif dan dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan. Kecepatan perubahan pasar dan pola konsumsi masyrakat yang senantiasa berubah-ubah mengharuskan setiap perusahaan untuk menerapkan strategi dalam memasarkan produk atau pun jasanya. Dalam hal ini, penyusun mencoba menganalisis Indosat sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi di Indonesia yang menyediakan jasa telekomunikasi internasional. PT. Indosat Tbk Jl. Medan Merdeka Barat 21 Jakarta 10110 Indonesia yang aktivitas bisnisnya bergerak dalam bidang telekomunikasi. PT. Indosat Tbk. sebelumnya bernama PT. Indonesian Satellite Corporation Tbk., adalah sebuah perusahaan penyelenggara jalur telekomunikasi di Indonesia.
QSPM PT. Indosat Tbk. | 1

Perusahaan ini didirikan oleh Pemerintah pada tanggal 20 November 1967 sebagai sebuah perusahaan investasi asing untuk menyediakan layanan telekomunikasi internasional di Indonesia dan mulai beroperasi secara komersial pada bulan September 1969 untuk membangun, mentransfer dan mengoperasikan Organisasi Satelit Telekomunikasi Internasional, atau Intelsat, stasiun bumi dalam Indonesia untuk mengakses Intelsat Samudera Hindia Satelit Daerah untuk jangka waktu 20 tahun. Setelah perubahan peraturan di industri telekomunikasi Indonesia pada tahun 1999 dan 2000, Indosat mulai menerapkan strategi yang dirancang untuk mengubah aktivitasnya dari telekomunikasi utama di Indonesia sebagai penyedia jasa telekomunikasi internasional ke jaringan telekomunikasi terkemuka, terintegrasi penuh, dan menyediakan layanan provider di Indonesia. Kegiatan usaha Indosat dilakukan secara terpadu oleh Indosat dan perusahaan-perusahaan di dalam Indosat Group, di mana salah satunya adalah Indosat Mega Media (Indosat M2). Sebagai anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh Indosat, Indosat M2 didirikan pada tahun 1996, dan sejak tahun 2000 telah beroperasi penuh dibidang usaha internet, multimedia dan pengembangan produk dan jasa berbasis internet lainnya.Untuk itulah Indosat M2 didukung operasional jaringan komunikasi data dengan kapasitas terbesar di Indonesia, termasuk jaringan serat optik yang terhubung ke backbone internasional. Pada akhir tahun 2002, Pemerintah Indonesia melakukan divestasi saham Indosat yang dimilikinya sebesar 41,94% kepada Singapore Technologies Telemedia (ST Telemedia) melalui Indonesia Communications Limited (ICL). Dengan demikian, status Indosat kembali menjadi perusahaan PMA (Penanaman Modal Asing), kini sebagai penyelenggara jaringan dan jasa telekomunikasi terpadu. Pada tahun 2011, komposisi kepemilikan saham Indosat adalah publik adalah sekitar 44,91%, Qtel memiliki 40,8%, dan Pemerintah sendiri memiliki saham ISAT sebanyak 14,29% dimana saham ISAT termasuk blue chip. Saham Indosat tercatat di Bursa Efek Indonesia dan saham dalam bentuk American Depositary Shares di Bursa Efek New York.

QSPM PT. Indosat Tbk. | 2

Indosat merupakan perusahaan telekomunikasi dan multimedia terbesar kedua di Indonesia untuk jasa seluler (Mentari, Matrix, IM3, StarOne). Kekuatan Indosat terletak pada rangkaian produk dan jasa yang beragam, teknologi yang digunakan, kualitas produk dan jasa, serta citra perusahaan yang baik. Namun pada kenyataannya, perusahaan belum mampu menjadi perusahaan nomor satu di Indonesia karena jaringan dari produk yang dihasilkan belum menjangkau daerahdaerah terpencil Hal ini sangat berbeda dengan perusahaan telekomunikasi lainnya yang jaringan produknya dapat menjangkau daerah pelosok. Selain itu, kelemahan dari Indosat adalah kurangnya kemampuan untuk bersaing secara ketat sehingga mudah tergeser oleh perusahaan-perusahaan telekomunikasi baru. Menghadapi persaingan yang semakin ketat karena pesaing yang semakin bertambah dan masalah perluasan jaringan telekomunikasinya yang belum menjangkau daerah terpencil maka PT. Indosat Tbk. perlu menerapkan strategi yang lebih tepat agar bisa memenangkan persaingan. Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti tertarik untuk menganalisis SWOT dari PT. Indosat Tbk. dengan menggunakan alat ukur QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix) yang merekomendasikan pilihan strategi atas dasar pendapat ahli atau praktisi (expert choice) dan juga melibatkan unsur intuisi.

1.2. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, maka peneliti merumuskan masalah sebagai berikut: 1. 2. 3. Bagaimana kekuatan dan kelemahan yang dimiliki PT. Indosat Tbk. ? Bagaimana peluang dan ancaman PT. Indosat Tbk. dari luar perusahaan? Bagaimana strategi yang harus diterapkan oleh PT. Indosat Tbk. untuk memenangkan persaingan?

1.3. Tujuan Penelitian Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Mengetahui kekuatan dan kelemahan yang dimiliki PT. Indosat Tbk.
QSPM PT. Indosat Tbk. | 3

2. 3.

Mengetahui peluang dan ancaman PT. Indosat Tbk. dari luar perusahaan. Mengetahui strategi yang harus diterapkan oleh PT. Indosat Tbk. untuk memenangkan persaingan.

QSPM PT. Indosat Tbk. | 4

BAB II KAJIAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Manajemen Strategis Pengertian manajemen strategis menurut J.David Hunger & Thomas L. Wheelen yang diterjemahkan oleh Julianto Agung (1996:4) adalah sebagai berikut; Manajemen strategis adalah serangkaian keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan kinerja perusahaan dalam jangka panjang.

2.2 Model Manajemen Strategis Menurut J.David Hunger & Thomas L. Wheelen yang diterjemahkan oleh Julianto Agung (1996:9) proses manajemen strategis meliputi empat elemen dasar: 1. Pengamatan lingkungan Pengamatan lingkungan adalah pemantauan, pengevaluasian, dan penyebaran informasi dari lingkungan eksternal kepada orang-orang kunci dalam perusahaan. Pengamatan lingkungan merupakan alat manajemen untuk menghindari kejutan strategis dan memastikan kesehatan manajemen dalam jangka panjang. Dalam melakukan pengamatan lingkungan, manajemen strategis harus mengetahui berbagai variabel yang ada dalam lingkungan, yaitu: a. Analisis Internal Lingkungan internal terdiri dari variabel-variabel (kekuatan dan kelemahan) yang ada dalam organisasi tetapi biasanya tidak dalam pengendalian jangka pendek dari manajemen puncak. Variabel-variabel tersebut membentuk suasana di mana pekerjaan dilakukan. Variabelvariabel tersebut meliputi keuangan, SDM, pemasaran, operasional, dan manajemen.

QSPM PT. Indosat Tbk. | 5

b. Analisis Eksternal Lingkungan eksternal terdiri dari variabel-variabel (peluang dan ancaman) yang berada di luar organisasi dan tidak secara khusus ada dalam pengendalian jangka pendek dari manajemen puncak. Variabelvariabel tersebut membentuk keadaan dalam organisasi di mana organisasi ini hidup. Lingkungan eksternal memiliki dua bagian: 1. Lingkungan kerja atau industri merupakan elemen-elemen atau kelompok yang berpengaruh langsung pada perusahaan dan pada gilirannya akan dipengaruhi oleh perusahaan. Kelompok ini terdiri dari: pemegang saham, pemerintah, komunitas lokal, pelanggan, pemasok, pesaing, tenaga kerja atau buruh, kelompok kepentingan khusus, dan asosiasi perdagangan. 2. Lingkungan sosial, terdiri dari beberapa variabel penting, yaitu: a) Kekuatan ekonomi: tren GNP, tingkat bunga, persediaan uang, tingkat inflasi, tingkat pengangguran, pengendalian upah atau harga, devaluasi atau revaluasi, ketersediaan energi dan biaya, pendapatan disposable dan discretionary. b) Kekuatan sosiokultural: perubahan gaya hidup, harapan karir, aktivisme konsumen, tingkat informasi keluarga, pertumbuhan tingkat populasi, distribusi umur populasi, pergeseran wilayah regional dalam populasi, tingkat harapan hidup, dan tingkat kelahiran. c) Kekuatan politik-hukum: regulasi antitrust, undang-undang perlindungan lingkungan, insentif khusus, regulasi perdagangan luar negeri, sikap terhadap perusahaan asing, undang-undang mengenai gaji dan promosi, serta stabilitas pemerintahan. d) IPTEK: total pengeluaran R&D, total pengeluaran industri untuk R&D, fokus pada usaha-usaha yang berhubungan teknologi, perlindungan paten, produk baru, pengembangan baru dalam transfer teknologi dari lab ke pasar perbaikan produktivitas melalui otomatisasi.
QSPM PT. Indosat Tbk. | 6

2. Perumusan Strategi Perumusan strategi adalah pengembangan rencana jangka panjang untuk manajemen aktif dari kesempatan dan ancaman lingkungan, dilihat dari kekuatan dan kelemahan perusahaan. Perumusan strategi meliputi

menentukan visi dan misi perusahaan, menentukan tujuan-tujuan yang dapat dicapai, pengembangan strategi, penetapan pedoman kebijakan, analisis IFE dan EFE, SWOT, serta QSPM. a. Visi Visi adalah suatu pandangan jauh tentang perusahaan mencakup tujuan-tujuan perusahaan dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut pada masa yang akan datang. Visi tidak dapat dituliskan secara lebih jelas untuk menerangkan detail gambaran sistem yang ditujunya. Hal ini dikarenakan perubahan ilmu serta situasi yang sulit diprediksi selama masa yang panjang tersebut. Beberapa persyaratan yang hendaknya dipenuhi oleh suatu pernyataan visi: Berorientasi ke depan Tidak dibuat berdasarkan kondisi saat ini Mengekspresikan kreatifitas Berdasar pada prinsip nilai yang mengandung penghargaan bagi masyarakat Menurut Wibisono (2006:43) dalam sarilovely.blogspot.com , visi merupakan rangkaian kalimat yang menyatakan cita-cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di masa depan. Atau dapat dikatakan bahwa visi merupakan pernyataan want to be dari organisasi atau perusahaan. Visi juga merupakan hal yang sangat krusial bagi perusahaan untuk menjamin kelestarian dan kesuksesan jangka panjang. Dalam visi suatu organisasi terdapat juga nilai-nilai, aspirasi, serta kebutuhan organisasi di masa depan seperti yang diungkapkan oleh Kotler yang dikutip oleh Nawawi (2000:122) dalam

QSPM PT. Indosat Tbk. | 7

sarilovely.blogspot.com, Visi adalah pernyataan tentang tujuan organisasi yang diekspresikan dalam produk dan pelayanan yang ditawarkan, kebutuhan yang dapat ditanggulangi, kelompok masyarakat yang dilayani, nilai-nilai yang diperoleh serta aspirasi dan cita-cita masa depan. Jadi dapat disimpulkan bahwa visi adalah cita-cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di masa depan untuk menjamin kelestarian dan kesuksesan jangka panjang. b. Misi Misi adalah pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh lembaga dalam usahanya mewujudkan visi. Misi perusahaan adalah tujuan dan alasan mengapa perusahaan itu ada. Misi juga akan memberikan arah sekaligus batasan proses pencapaian tujuan. Menurut Prasetyo dan Benedicta (2004:8) dalam

sarilovely.blogspot.com, misi adalah produk dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan, pasar yang dilayani, dan teknologi yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dalam pasar tersebut. Pernyataan misi harus mampu menentukan kebutuhan yang dapat diberikan oleh perusahaan, siapa yang memiliki kebutuhan tersebut, di mana mereka berada, dan bagaimana pemuasan tersebut dilakukan. Menurut Drucker (2000:87) dalam sarilovely.blogspot.com. Pada dasarnya misi merupakan alasan mendasar eksistensi suatu organisasi. Pernyataan misi organisasi, terutama di tingkat unit bisnis menentukan batas dan maksud aktivitas bisnis perusahaan. Jadi, perumusan misi merupakan realisasi yang akan menjadikan suatu organisasi mampu menghasilkan produk dan jasa berkualitas yang memenuhi kebutuhan, keinginan, dan harapan pelanggannya Misi organisasi adalah tujuan atau alasan mengapa organisasi hidup. Pernyataan misi yang disusun dengan baik mendefinisikan tujuan mendasar dan unik yang membedakan suatu perusahaan dengan perusahaan lain dan mengidentifikasi jangkauan operasi perusahaan

QSPM PT. Indosat Tbk. | 8

dalam produk yang ditawarkan dan pasar yang dilayani. Misi mengembangkan harapan pada karyawan dan mengkomunikasikan pandangan umum untuk kelompok pemegang saham utama dalam lingkungan kerja perusahaan. (J.David Hunger & Thomas L. Wheelen, 2003:13). Jadi dapat disimpulkan bahwa misi adalah pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh lembaga dalam usahanya mewujudkan visi. Dalam operasionalnya, orang berpedoman pada pernyataan misi yang merupakan hasil kompromi intepretasi visi. Misi merupakan sesuatu yang nyata untuk dituju serta dapat pula memberikan petunjuk garis besar cara pencapaian visi. c. Tujuan Tujuan adalah hasil akhir dari aktivitas perencanaan (J.David Hunger & Thomas L. Wheelen, 2003:15). Tujuan merumuskan apa yang akan diselesaikan dan sebaiknya diukur jika memungkinkan. Pencapaian tujuan perusahaan merupakan hasil dari penyelesaian misi. d. Strategi Strategi perusahaan adalah rumusan perencanaan komprehensif tentang bagaimana perusahaan akan mencapai misi dan tujuannya. Strategi akan memaksimalkan keunggulan kompetitif dan meminimalkan keterbatasan bersaing (J.David Hunger & Thomas L. Wheelen, 2003:16). e. Kebijakan Kebijakan menyediakan pedoman luas untuk pengambilan keputusan organisasi secara keseluruhan. Kebijakan juga merupakan pedoman luas yang menghubungkan perumusan strategi dan

implementasi. Selain itu, kebijakan perusahaan merupakan pedoman luas untuk divisi guna mengikuti strategi perusahaan (J.David Hunger & Thomas L. Wheelen, 2003:16). f. Analisis Matriks Faktor Strategi Internal dan Eksternal a) Analisis matriks faktor Strategi Internal Analisis matriks faktor strategi internal merupakan metode yang digunakan untuk mengetahui apa yang menjadi kekuatan
QSPM PT. Indosat Tbk. | 9

maupun kelemahan terbesar dari suatu perusahaan. Matriks ini digunakan dengan terlebih dahulu mengidentifikasi faktor-faktor internal suatu perusahaan. Tahapan dalam analisis ini adalah sebagai berikut: a. Menentukan faktor-faktor yang menjadi kekuatan serta

kelemahan perusahaan. b. Memberi bobot masing-masing faktor tersebut dengan skala mulai dari 1,0 (paling penting) sampai 0,0 (tidak penting), berdasarkan pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap posisi strategi perusahaan. (Semua bobot tersebut jumlahnya tidak boleh melebihi skor total 1,00) c. Menghitung rating untuk masing-masing faktor dengan

memberikan skala mulai dari 4 (outstanding) sampai dengan 1 (poor), berdasarkan pengaruh faktor tersebut terhadap kondisi perusahaan yang bersangkutan. variabel yang bersifat positif (semua variabel yang masuk kategori kekuatan) diberi nilai mulai dari +1 sampai dengan +4 (sangat baik) dengan membandingkannya dengan rata-rata industri atau dengan pesaing utama. Sedangkan variabel yang bersifat negatif, bersifat kebalikannya. Contohnya, jika kelemahan perusahaan perusahaan besar sekali dibandingkan dengan rata-rata industri nilainnya adalah 1, sedangkan jika kelemahan perusahaan di bawah rata-rata industri, nilainnya adalah 4. d. Mengalikan bobot dengan rating untuk memperoleh faktor pembobotan. Hasilnya adalah berupa skor pembobotan untuk masing-masing faktor yang nilainya bervariasi mulai dari 4,0 (outstanding) sampai dengan 1,0 (poor). e. Menjumlahkan skor pada pembobotan bagi perusahaan yang bersangkutan. Nilai total ini menunjukkan bagaimana

perusahaan tertentu bereaksi terhadap faktor-faktor strategis internalnya. Skor total ini dapat digunakan untuk

QSPM PT. Indosat Tbk. | 10

membandingkan perusahaan ini dengan perusahaan lainnya dalam kelompok industri yang sama. b) Analisis Matriks Faktor Strategi Eksternal Analisis matriks faktor strategi eksternal adalah metode yang digunakan untuk menentukan peluang maupun ancaman yang ada di luar perusahaan yang dapat memberikan dampak pada perusahaan. Tahapan dalam analisis ini meliputi: a. Mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi ancaman dan peluang bagi suatu perusahaan. b. Memberi bobot masing-masing faktor dalam mulai dari 1,0 (sangat penting) sampai dengan 0,0 (tidak penting). Faktorfaktor tersebut kemungkinan dapat memberikan dampak terhadap faktor strategis. c. Menghitung rating untuk masing-masing faktor dengan

memberikan skala mulai dari 4 (outstanding) sampai dengan 1 (poor) berdasarkan pengaruh faktor tersebut terhadap kondisi perusahaan yang bersangkutan. Pemberian nilai rating untuk faktor peluang bersifat positif (peluang yang semakin besar diberi rating +4, tetapi jika peluangnya kecil, diberi rating +1). Pemberian nilai rating ancaman adalah kebalikannya. Misalnya, jika nilai ancamannya sangat besar, ratingnya adalah 1. Sebaliknya, jika nilai ancamannya sedikit ratingnya 4. d. Mengalikan bobot dengan rating untuk memperoleh faktor pembobotan. Hasilnya adalah berupa skor pembobotan untuk masing-masing faktor yang nilainnya bervariasi mulai dari 4,0 (outstanding) sampai dengan 1,0 (poor). e. Menjumlahkan skor pembobotan untuk memperoleh total skor pembobotan bagi perusahaan yang bersangkutan. Nilai total ini menunjukkan bagaimana perusahaan tertentu bereaksi terhadap faktor-faktor strategis eksternalnya. Total skor ini dapat

QSPM PT. Indosat Tbk. | 11

digunakan untuk membandingkan perusahaan ini dengan perusahaan lainnya dalam kelompok industri yang sama. Berdasarkan uraian di atas maka sebelum strategi diterapkan, perencana strategis harus menganalisis faktor-faktor strategis internal (kekuatan dan kelemahan) yang ada dalam perusahaan. Keunggulan perusahaan yang tidak dimiliki oleh perusahaan pesaing (distinctive competencies) harus diintegrasikan ke dalam budaya organisasi sedemikian rupa sehingga perusahaan lain tidak mudah menirunya. Sebelum suatu perencanaan strategis dikembangkan

manajemen puncak perlu menganalisis hubungan antara fungsifungsi manajemen perusahaan dengan mempelajari struktur perusahaan (corporates structure), budaya perusahaan (corporates culture), dan sumber daya perusahaan (corporates resources). a. Struktur Perusahaan Pada umumnya dapat diketahui dari struktur organisasi perusahaan. desain struktur organisasi perusahaan tersebut menggambarkan kelebihan maupun kekurangan serta potensi yang dimiliki. Struktur organisasi ini merupakan kekuatan internal perusahaan yang bersangkutan. b. Budaya Perusahaan Budaya perusahaan merupakan kumpulan nilai, harapan serta kebiasaan masing-masing orang yang ada di perusahaan tersebut, yang pada umumnya tetap dipertahankan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Manajemen puncak harus hatihati dalam mempertimbangkan budaya perusahaan ini saat menganalisis faktor strategis internal karena kadang-kadang faktor strategis internal tersebut bertentangan dengan budaya perusahaan yang ada sehingga kurang mendapat dorongan dan dan dukungan dari para karyawan. c. Sumber Daya Perusahaan
QSPM PT. Indosat Tbk. | 12

Sumber daya perusahaan di sini tidak hanya berupa aset, seperti orang, uang, dan fasilitas, tetapi juga berupa konsep serta prosedur teknis yang biasa dipergunakan di perusahaan. Dengan demikian, analisis strategis internal dapat lebih dikenali berdasarkan kekuatan dan kelemahan sumber daya secara fungsional (pemasaran, keuangan, operasional, penelitian dan pengembangan, sumber daya manusia, sistem informasi). Setelah manager strategis menyelesaikan analisis faktorfaktor strategis internal (kekuatan dan kelemahan), ia juga harus menganalisis lingkungan eksternal untuk mengetahui berbagai kemungkinan peluang dan ancaman. Masalah strategis yang akan dimonitor harus ditentukan karena masalah ini mungkin dapat mempengaruhi perusahaan di masa yang akan datang. Untuk itu penggunaan metode-metode kuantitatif sangat dianjurkan untuk membuat peramalan (forecasting) dan asumsi, seperti ekstrapolasi, brainstorming, statistical modeling, riset operasi, dan sebagainya. g. Analisis SWOT a) Analisis SWOT Istilah SWOT berasal dari kata : Strength (Kekuatan) Weaknesses (Kelemahan) Opportunities (Kesempatan) Threats (Ancaman) Yang dimaksud dengan analisis SWOT adalah suatu cara menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal menjadi langkahlangkah strategi dalam pengoptimalan usaha yang lebih

menguntungkan. Dalam analisis faktor-faktor internal dan eksternal akan ditentukan aspek-aspek yang menjadi kekuatan (Strengths),

kelemahan (Weaknesses), kesempatan (Opportunities), dan yang menjadi ancaman (Threats) sebuah organisasi. Dengan begitu, akan
QSPM PT. Indosat Tbk. | 13

dapat ditentukan berbagai kemungkinan alternatif strategi yang dapat dijalankan (Freddy Rangkuti, 2005:19). Satu hal yang harus diingat baik-baik oleh para pengguna analisis SWOT, bahwa analisis SWOT adalah semata-mata sebuah alat analisa yang ditujukan untuk menggambarkan situasi yang sedang dihadapi atau yang mungkin akan dihadapi oleh organisasi, dan bukan sebuah alat analisa ajaib yang mampu memberikan jalan keluar yang cepat bagi masalah-masalah yang dihadapi oleh organisasi. b) Komponen Analisi SWOT Analisis SWOT terbagi atas empat komponen dasar yaitu : 1. Strengths (S) Merupakan kondisi kekuatan yang terdapat dalam organisasi, proyek, atau konsep bisnis yang ada. Kekuatan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam proyek, atau konsep bisnis itu sendiri. 2. Weaknesses (W) Merupakan kondisi kelemahan yang terdapat dalam organisasi, proyek, atau konsep bisnis yang ada. Kelemahan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam proyek, atau konsep bisnis itu sendiri. 3. Opportumities (O) Merupakan kondisi peluang berkembang di masa dataang yang terjadi. Kondisi yang terjadi merupakan peluang dari luar organisasi, proyek, atau konsep bisnis itu sendiri, misalnya kompetitor, kebijakan pemerintah, kondisi lingkungan sekitar. 4. Threats (T) Merupakan kondisi yang mengancam dari luar. Ancaman ini dapat mengganggu organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri. tubuh organisasi, tubuh organisasi,

QSPM PT. Indosat Tbk. | 14

Sedangkan menurut Maman Ukas (2006:215) adalah sebagai berikut: SWOT singkatan dari StrengthWeaknessesOpportunitiesThreats (Kekuatan-Kelemahan-Kesempatan-Kendala). (kekuatan dan kelemahan kemampuan Strengthsinternal

Weaknesses

perusahaan). Opportunities-Threats (peluang dan hambatan dalam lingkungan eksternal perusahaan). Strengths Kekuatan Kekuatan merupakan kondisi internal positif yang memberikan keuntungan relatif dari pesaing pada perusahaan. Kekuatan organisasi adalah kemampuan khusus, sumber daya atau keahlian yang memberikan keuntungan pesaing pasar pada organisasi kekuatan yang harus dimiliki perusahaan melebihi perusahaan pesaing adalah kualitas bahan yang lebih tinggi, keuangan yang lebih baik, image yang kuat, hak paten, kepemilikan ekslusif, jalur distribusi yang ekstensif dan manajer yang cakap dan berbakat. Weaknesses Kelemahan Kelemahan adalah kondisi internal negatif yang dapat merendahkan penilaian terhadap perusahaan. Kelemahan bisa terjadi sebagai akibat dari kurangnya sumber daya atau keahlian yang diperlukan. Kelemahan-kelemahan perusahaan tersebut berupa manajer yang tidak memiliki keahlian strategi jumlah tagihan yang sangat besar, image produk kurang kuat, meisn yang sudah tua atau lokasi panrik yang kurang strategis. Opportunities Peluang Peluang adalah kondisi sekarang atau masa depan lingkungan yang menguntungkan organisasi pada saat ini atau pada output potensial. Kondisi yang menguntungkan ini bisa terdiri dari perubahan-perubahan hukum yang mengurangi persaingan, peningkatan jumlah langganan, pengenalan

teknologi baru sehingga memudahkan perusahaan-perusahaan


QSPM PT. Indosat Tbk. | 15

untuk eksploitasi, pengembangan hubungan dengan supplier dan lain-lain. Peluang harus dapat ditentukan tidak sematamata pada kondisi sekarang tetapi juga dalam jangka panjang, apa pengaruhnya bagi perusahaan kegiatan organisasi. Threats Hambatan atau Ancaman Hambatan adalah kondisi sekarang atau masa depan lingkungannya yang tidak menguntungkan ini terdiri dari masuknya kekuatan pesaing pada pasar organisasi, penurunan jumlah langganan, pengenalan teknologi baru untuk

mempertahankan produk usang. Banyaknya regulasi yang akan mendesak kemampuan perusahaan untuk bersaing atau masalah-masalah mengenai pencarian supplier yang dapat dipercaya. Dengan penyelesaian berdasar analisis SWOT, manajer dapat membandingkan peluang eksternal dan

hambatan dengan kekuatan internal dan kelemahan melalui pencocokan (matching) posisi mereka dalam empat analisanya. Empat kekuatan dapat digunakan untuk menentukan

bagaimana keadaan perusahaan berdasrkan analisa SWOT. c) Kombinasi Strategi Analisis SWOT Kombinasi strategi dari Matrik SWOT adalah sebagai berikut: 1) Strategi SO Yaitu strategi dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya. 2) Strategi ST Yaitu strategi dengan menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk mengatasi ancaman. 3) Strategi WO Yaitu strategi yang memanfaatkan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada. 4) Strategi WT

QSPM PT. Indosat Tbk. | 16

Yaitu strategi yang memanfaatkan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada.

d) Jenis-jenis Analisis SWOT Model Kuantitatif Sebuah asumsi dasar dari model ini adalah kondisi yang berpasangan antara S dan W, serta O dan T. Kondisi berpasangan ini terjadi karena diasumsikan bahwa dalam setiap kekuatan selalu ada kelemahan yang tersembunyi dan dari setiap kesempatan yang terbuka selalu ada ancaman yang harus diwaspadai. Ini berarti setiap satu rumusan Strengths (S), harus selalu memiliki satu pasangan Weaknesses (W) dan setiap satu rumusan Opportunities (O) harus memiliki satu pasangan satu Threats (T). Kemudian setelah masing-masing komponen dirumuskan dan dipasangkan, langkah selanjutnya adalah melakukan proses penilaian. Penilaian dilakukan dengan cara memberikan skor pada masingmasing sub komponen, dimana satu sub komponen dibandingkan dengan sub komponen yang lain dalam komponen yang sama atau mengikuti lajur vertikal. Sub komponen yang lebih menentukan dalam jalannya organisasi, diberikan skor yang lebih besar. Standar penilaian dibuat berdasarkan

kesepakatan bersama untuk mengurangi kadar subyektifitas penilaian. Model Kualitatif Urut-urutan dalam membuat analisis SWOT kualitatif, tidak berbeda jauh dengan urut-urutan model kuantitatif, perbedaan besar diantara keduanya adalah pada saat pembuatan subkomponen dari masing-masing komponen. Apabila pada model kuantitatif setiap sub komponen S memiliki pasangan sub komponen W, dan satu sub komponen O memiliki pasangan
QSPM PT. Indosat Tbk. | 17

satu sub komponen T, maka dalam model kualitatif hal ini tidak terjadi. Selain itu, subkomponen pada masing-masing komponen (S-W-O-T) adalah berdiri bebas dan tidak memiliki hubungan satu sama lain. Ini berarti model kualitatif tidak dapat dibuatkan Diagram Cartesian, karena mungkin saja misalnya, Sub Komponen S ada sebanyak 10 buah, sementara sub komponen W hanya 6 buah. Sebagai alat analisa, analisis SWOT berfungsi sebagai panduan pembuatan peta. Ketika telah berhasil membuat peta, langkah tidak kemana boleh harus berhenti pergi, karena tetapi peta peta tidak dapat

menunjukkan

menggambarkan banyak jalan yang dapat ditempuh jika ingin mencapai tujuan tertentu. Peta baru akan berguna jika tujuan telah ditetapkan. Bagaimana menetapkan tujuan adalah bahasan selanjutnya yaitu membangun visi-misi organisasi atau program. e) Langkah-langkah Analisis Data Analisis SWOT Langkah penelitian ini akan menerangkan bagaimana analisis dilakukan, mulai dari data mentah yang ada sampai pada hasil penelitian yang dicapai. Dalam penelitian ini, langkah-langkah analisis data dilakukan sebagai berikut: 1. Melakukan pengklasifikasian data, faktor apa saja yang menjadi kekuatan dan kelemahan sebagai faktor internal organisasi, peluang dan ancaman sebagai faktor eksternal organisasi. Pengklasifikasian ini akan menghasilkan tabel informasi SWOT. 2. Melakukan analisis SWOT yaitu membandingkan antara faktor eksternal Peluang (Opportunities) dan Ancaman (Threats) dengan faktor internal organisasi Kekuatan (Strengths) dan Kelemahan (Weakness). 3. Dari hasil analisis kemudian diinterpretasikan dan

dikembangkan menjadi keputusan pemilihan strategi yang


QSPM PT. Indosat Tbk. | 18

memungkinkan untuk dilaksanakan. Strategi yang dipilih biasanya hasil yang paling memungkinkan (paling positif) dengan resiko dan ancaman yang paling kecil. h. Analisis QSPM Proses penyusunan perencanaan strategis dilakukan dengan melalui tiga tahap analisis, yaitu tahap masukan atau input, tahap pencocokan atau analisis, dan tahap keputusan (decision making). Tahap masukan atau input dilakukan dengan menggunakan metode matrik EFE dan matrik IFE, hasilnya disajikan dalam bentuk informasi untuk masukan tahapan berikutnya. Selanjutnya adalah tahap pencocokan atau analisis, pada tahap ini fokus pada strategi alternatif yang dihasilkan. Dalam tahap ini metode yang digunakan adalah SWOT. Tahap terakhir adalah tahapan dalam pengambilan keputusan (decision making), dalam tahap ini metode yang digunakan adalah QSP matriks. QSPM (Quantitive Strategic Planning Matrix) merupakan teknik yang secara objektif dapat menetapkan strategi alternatif yang diprioritaskan. Sebagai suatu teknik, QSPM memerlukan intuisi yang baik dalam penilaian. Metode ini adalah alat yang dirokemandasikan bagi para ahli strategi untuk melakukan evaluasi pilihan strategi alternatif secara objektif, berdasarkan faktor kunci kesuksesan internal-eksternal yang telah diidentifikasikan sebelumnya. Secara konseptual, tujuan metode ini adalah untuk menetapkan kemenarikan relatif dari strategistrategi yang bervariasi yang telah dipilih, untuk menentukan strategi mana yang paling baik untuk diimplementasikan. Dalam mengadakan perencanaan strategi dalam suatu organisasi, QSPM sangat diperlukan sebagai metode pengambilan keputusan setelah tahap input dan tahap analisis dilakukan. QSPM sangat berhubungan dengan metode-metode lain yang digunakan dalam tahap input dan analisis sebagai bentuk informasi untuk tahap QSPM sendiri. Kondisi eksternal-internal organisasi sangat diperlukan dalam penggunaan metode ini, sehingga dapat diputuskan pemilihan prioritas
QSPM PT. Indosat Tbk. | 19

strategi mana yang akan digunakan sesuai dengan keadaan organisasi tersebut. Dalam melakukan analisis dengan menggunakan analisis QSPM harus memperhatikan tahapan-tahapan sebagai berikut: 1. Membuat analisis SWOT seperti yang telah ditetapkan dalam EFE dan IFE Matrix, minimal 10 kriteria. 2. Memberi bobot pada masing-masing kriteria dengan mengikuti teknik yang sama pada EFE dan IFE Matrix. 3. Meneliti masing-masing matriks pada Stage 2 (Matching Stage),

kemudian mencatat masing-masing strategi yang harus dilaksanakan perusahaan atau SBU dan menuliskannya pada QSPM, dan mengelompokkan strategi-strategi tersebut, selanjutnya

mengelompokkannya ke dalam kesatuan mutually exclusive. 4. Menetapkan Attractiveness Score (AS) pada masing-masing

kelompok strategi pilihan, meneliti kembali konsistensinya terhadap external dan internal factor, serta menetapkan AS dengan batasan nilai misalnya 1 s/d 4 (tidak menarik s/d sangat menarik). 5. Menghitung total AS pada masing-masing pilihan alternatif strategi dengan mengalikan score dengan weight (berdasarkan urutan nilai ketertarikan). 6. Menghitung jumlah dari Total AS dan menuliskan pada kolom QSPM. Nilai Sum Total AS tertinggi adalah pilihan strategi yang menjadi pilihan utama, dan seterusnya. 3. Implementasi Strategi Implementasi strategi merupakan proses di mana manajemen mewujudkan strategi dan kebijakannya dalam tindakan melalui

pengembangan program, anggaran, dan prosedur. Proses tersebut mungkin meliputi perubahan budaya secara menyeluruh, struktur, dan atau sistem manajemen dari organisasi secara keseluruhan. Kecuali ketika diperlukan perubahan secara drastis pada perusahaan, manajer level menengah dan bawah akan mengimplementasi strateginya secara khusus dengan

pertimbangan dari manajemen puncak. Kadang-kadang dirujuk sebagai


QSPM PT. Indosat Tbk. | 20

perencanaan opersional, implementasi strategi sering melibatkan keputusan sehari-hari dalam alokasi sumber daya (J.David Hunger & Thomas L. Wheelen, 2003:17). Implementasi diperlukan untuk menjabarkan secara lebih tepat dan jelas bagaimana sesungguhnya pilihan strategi yang telah diambil direlalisir. Implementasi berarti menjabarkan strategi perusahaan ke dalam tingkatan fungsional perusahaan. Adapun proses implementasi memperlihatkan bahwa ada hubungan yang erat antara pelaksanaan dan pilihan strategi. Artinya bahwa strategi yang telah dipilih tersebut harus dilaksanakan. Jadi, pemilihan strategi itu sendiri dibatasi oleh kemampuan untuk mengubah penggunaan sumber-sumber di masa lalu, perubahan struktur perusahaan, perubahan kebijakan, dan sistem administrasi. Jika proses pilihan strategi diinginkan afektif, maka proses pelaksanaan harus selaras strategi yang telah dipilih. Dalam J.David Hunger & Thomas L. Wheelen, (2003:17-18), implementasi terdiri dari: a. Program adalah pernyataan aktivitas-aktivitas atau langkah-langkah yang diperlukan untuk menyelesaikan perencanaan sekali pakai. Program melibatkan restrukturisasi perusahaan, perubahan budaya internal perusahaan, atau awal dari suatu usaha penelitian baru. Implementasi mungkin juga meliputi serangkaian program periklanan dan promosi untuk mendorong minat pelanggan terhadap produk dan jasa perusahaan. b. Anggaran adalah program yang dinyatakan dalam bentuk satuan uang, setiap program akan dinyatakan secara rinci dalam biaya, yang dapat digunakan oleh manajemen untuk merencanakan dan mengendalikan. Anggaran tidak hanya memberikan perencanaan rinci dari strategi baru dalam tindakan, tetapi juga menentukan dengan laporan keuangan proforma yang menunjukkan pengaruh yang diharapkan dari kondisi keuangan perusahaan. c. Prosedur adalah sistem langkah-langkah atau teknik-teknik yang berurutan yang menggambarkan secara rinci bagaimana suatu tugas atau pekerjaan diselesaikan. Prosedur secara khusus merinci berbagai aktivitas
QSPM PT. Indosat Tbk. | 21

yang

harus

dikerjakan

untuk

menyelesaikan

program-program

perusahaan. 4. Evaluasi dan Pengendalian Evaluasi strategi adalah suatu proses dengan manajer membandingkan apakah suatu rencana dapat dilaksanakan dengan tepat untuk mencapai tujuan. Mungkin saja dalam pelaksanaan strategi yang dilakukan akan menghasilkan tujuan tercapai seratus persen, kurang dari seratus persen, atau sama sekali tidak tercapai (gagal). Semua itu akan merupakan umpan balik (feed back) sebagai suatu masukan untuk perbaikan atau membuat strataegi yang baru yang lebih tepat untuk mengantisipasi kondisi yang serupa atau mungkin ada pemisahan menurut Steimer yang dikutip dalam Djaslim Saladin (1990). Aspek-aspek penting yang dapat dievaluasi umumnya akan menyangkut masalah mutu dan pengembangan manajemen, analisa dan diagnosa lingkungan khususnya sehubungan dengan pemasaran, serta keuntungan keuangan. Menurut J.David Hunger & Thomas L. Wheelen, (2003:17) evaluasi dan pengendalian adalah proses yang melaluinya aktivitas-aktivitas perusahaan dan hasil kinerja dimonitor dan kinerja sesungguhnya dibandingkan dengan kinerja yang diinginkan. Para manajer di semua level menggunakan informasi hasil kinerja untuk melakukan tindakan perbaikan dan memecahkan masalah. Walaupun evaluasi dan pengendalian merupakan elemen akhir yang utama dari manajemen strategis, elemen itu juga dapat menunjukkan secara tepat kelemahan-kelemahan dalam implementasi strategi sebelumnya dan mendorong proses keseluruhan untuk di mulai kembali. Agar evaluasi dan pengendalian efektif, manajer harus mendapatkan umpan balik yang jelas, tepat, dan tidak bias dari orang-orang bawahannya yang ada dalam hirarki perusahaan. Dengan menggunakan umpan balik tersebut, manajer membandingkan apa yang sesungguhnya terjadi dengan apa yang sesungguhnya direncanakan dalam tingkat perumusan. Evaluasi kinerja dan pengendalian mengakhiri model manajemen strategis. Berdasarkan hasil

QSPM PT. Indosat Tbk. | 22

kinerja, manajemen mungkin akan melakukan penyesuaian terhadap perumusan strategi atau implementasi atau keduanya.

QSPM PT. Indosat Tbk. | 23

BAB III METODE PENELITIAN

3.1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan pada PT. Indosat Tbk. Jl. Medan Merdeka Barat 21 Jakarta 10110 Indonesia. Lokasi penelitian ini dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling yaitu metode penentuan lokasi penelitian secara sengaja.

3.2. Jenis Data Dalam penelitian ini hanya satu jenis data yang dikumpulkan, yaitu data sekunder. Data sekunder adalah sumber data kedua setelah data primer. Data sekunder adalah data yang secara tidak langsung diperoleh dari sumbernya. Data tersebut dapat berupa catatan atau literatur yang diperlukan untuk penelitian ini. Data sekunder ini diantaranya adalah: 1. Profil Perusahaan sebagai perusahaan yang memiliki kegiatan utama dalam penyediaan layanan jasa telekomunikasi. 2. Data mengenai produk-produk dan jasa-jasa yang dihasilkan. 3. Tanggung jawab sosial perusahaan.

3.3. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data merupakan bagian instrumen pengumpulan data yang menentukan berhasil atau tidaknya suatu penelitian (Bungin, 2001 :129). Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui Library Research, yaitu penelitian yang dilakukan dengan membaca buku-buku pustaka yang

berhubungan dengan penelitian ini. Pengumpulan data sekunder ini selain diperoleh dari referensi buku juga dilakukan dengan internet surfing yaitu melalui penelusuran internet.

QSPM PT. Indosat Tbk. | 24

3.4. Teknik Analisis Data Dalam penelitian ini digunakan beberapa teknik analisis yaitu: 1. Analisis Matriks IFE dan EFE Analisis matriks IFE dan EFE digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh faktor-faktor internal dan eksternal yang dianalisis terhadap kondisi perusahaan saat ini. 2. Analisis SWOT (Strengths Weaknesess Opportunities Threats) Analisis SWOT dilakukan pertama kali dengan mengidentifikasi posisi perusahaan PT. Indosat Tbk. melalui evaluasi nilai faktor internal (Strengths & Weaknesses) dan evaluasi nilai faktor eksternal (Opportunities & Threats) untuk memilih strategi alternatif bagi perusahaan dengan mengetahui kondisi yang ada saat ini berada pada kuadran mana sehingga strategi yang dipilih merupakan strategi yang paling tepat. Posisi perusahaan PT. Indosat Tbk. dapat dikelompokkan dalam empat kuadran, yaitu : kuadran I strategi yang sesuai adalah strategi agresif, kuadran II strategi diversifikasi, kuadran III strategi turn around, dan kuadran IV strategi defensive. 3. Analisis QSPM (Quantitative Strategics Planning Matrix) Analisis QSPM merupakan upaya menetapkan relative attractiveness terhadap beragamnya strategi-strategi yang telah dipilih untuk menentukan strategi mana yang dianggap paling baik untuk diimplementasikan. Untuk mengetahui strategi yang paling baik dapat dilihat dari hasil analisis QSPM yang mendapat Total Score Attractiveness yang tertinggi dari beberapa alternatif strategi yang telah dipilih.

QSPM PT. Indosat Tbk. | 25

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1. Gambaran Umum PT. Indosat Tbk. 4.1.1. Profil Perusahaan 4.1.1.1. Sejarah Perusahaan PT. Indonesian Satellite Corporation (Indosat) didirikan pada tahun 1967 sebagai anak perusahaan yang dimiliki secara penuh oleh International Telephone and Telegraph Corporation (ITT). Tahun 1969, Indosat memulai operasi komersialnya dan telah menjadi penyedia utama jasa telekomunikasi internasional di Indonesia, menghubungkan Indonesia secara langsung ke hampir 252 negara dan tujuan di seluruh dunia. Bisnis utama Indosat adalah menyediakan jasa switched dan non-switched telekomunikasi internasional. Indosat

ditugaskan pemerintah Indonesia untuk membangun, mentransfer, dan mengoperasikan selama 20 tahun sebuah stasiun bumi Intelsat di Indonesia untuk mengakses penggunaan kapasitas Intelsat di satelit Indian Ocean Region (IOR). Tahun 1980, ITT menjual Indosat kepada pemerintah Indonesia. Setelah transfer, Indosat menjadi Badan Usaha Milik Negara dalam bentuk Perseroan Terbatas, dan menjadi satu-satunya penyedia jasa telekomunikasi internasional di Indonesia. Pada waktu itu, Pemerintah Indonesia mentransfer kepemilikan fasilitas Indosat kepada Indosat. Tahun 1982, dalam rangka memisahkan secara efektif jaringan telekomunikasi domestik dan internasional, seluruh

kepemilikan Perumtel pada kabel bawah laut internasional dan gerbang serta operator internasionalnya di Jakarta ditransfer ke Indosat dan Indosat mentransfer aset tertentu yang berhubungan dengan

telekomunikasi domestik ke Perumtel.

QSPM PT. Indosat Tbk. | 26

PT. Satelit Palapa Indonesia (Satelindo) didirikan pada tahun 1993 dibawah pengawasan PT. Indosat. Satelindo beroperasi pada tahun 1994 sebagai operator GSM. Pendirian Satelindo sebagai anak perusahaan Indosat menjadikan ia sebagai operator GSM pertama di Indonesia yang mengeluarkan kartu prabayar Mentari dan pascabayar Matrix. Pada tanggal 19 Oktober 1994 Indosat mulai

memperdagangkan sahamnya di Bursa Efek di Indonesia dan Amerika Serikat New York Stock Exchange. Indosat merupakan perusahaan spertama yang menerapkan obligasi dengan konsep syariah pada tahun 2002. Setelah itu, pengimplementasian obligasi syariah Indosat mendapat peringkat AA+. Nilai emisi pada tahun 2002 sebesar Rp 175.000.000.000,00. dalam tenor lima tahun. Pada tahun 2005 nilai emisi obligasi syariah Indosat IV sebesar Rp 285.000.000.000,00. Setelah tahun 2002 penerapan obligasi syariah tersebut diikuti oleh perusahaan-perusahaan lainnya. Memasuki abad ke-21, Pemerintah Indonesia melakukan deregulasi di sektor telekomunikasi dengan membuka kompetisi pasar bebas. Dengan demikian, TELKOM tidak lagi memonopoli telekomunikasi Indonesia. Pada tahun 2001, Indosat mendirikan PT. Indosat Multi Media Mobile (IM3) dan menjadi pelopor GPRS dan multimedia di Indonesia, dan pada tahun yang sama, Indosat memegang kendali penuh PT. Satelit Palapa Indonesia (Satelindo). Pada akhir tahun 2002, Pemerintah Indonesia menjual 41,94% saham Indosat ke Singapore Technologies Telemedia Pte. Ltd. Dengan demikian, Indosat kembali menjadi PMA. Pada bulan November 2003, Indosat melakukan penggabungan usaha tiga anak perusahaannya (akuisisi) PT Satelindo, PT IM3, dan Bimagraha, sehingga menjadi salah satu operator selular utama di Indonesia. Pada tanggal 1 Maret 2007 STT menjual kepemilikan saham Indosat sebesar 25% di Asia Holdings Pte. Ltd. ke Qatar Telecom.
QSPM PT. Indosat Tbk. | 27

Pada 31 Desember 2008, saham Indosat dimiliki oleh Qatar telecom Q.S.C. (Qtel) secara tidak langsung melalui Indonesian Communication Limited (ICLM) dan Indonesia Communications Pte Ltd. (ICLS) sebesar 40,81%, sementara Pemerintah Republik Indonesia dan Publik memiliki masing-masing 14,29% dan 44,90%. Di tahun 2009 Qtel memiliki 65% saham Indosat melalui tender offer (memiliki tambahan 24,19% saham seri B dari publik). Pada tahun 2011, komposisi kepemilikan saham Indosat untuk publik adalah sekitar 44,91%, Qtel memiliki 40,8%, dan Pemerintah sendiri memiliki saham ISAT sebanyak 14,29% dimana saham ISAT termasuk blue chip. Saham Indosat tercatat di Bursa Efek Indonesia dan saham dalam bentuk American Depositary Shares di Bursa Efek New York. 4.1.1.2. Perusahaan Anak dan Afiliasi Indosat mempunyai investasi di: Acasia Communicationd Sdn.Bhd. (ACASIA), PT. Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta), ASEAN Cableship Pty.Ltd. (ACPL), Astel Tokyo Corporation (Astel), PT. Bangtelindo (Bangtelindo), Cambodian Indosat Telecommunications S.A. (Camintel), PT. EDI Indonesia, PT. Duta Sukses Utama, PT. Graha Informatika Nusantara, PT. Graha Lintas Properti, I-CO Global Communication (Holdings) Ltd, PT. Indokomsat Lintas Dunia (Indokomsat), PT. Mitra Global Telekomunikasi (MGTI), PT. Patra Telekomunikasi Indonesia (Patrakomindo), PT. Satelit Palapa

Indonesia (Satelindo), PT. Sisindosat Lintasbuana, PT. Sistelindo Mitra Lintas, PT. Telekomunikasi Seluler (Telkomsel), USA Global Link, PT. Kalimaya Perkasa Finance, PT. Asitelindo Data Buana, PT. Intikom Telepersada, PT. Indoprima Mikroselindo (Primasel), Suginami Cable Television Co. Ltd., PT. Yasawirya Tama Cipta (YTC), Indosat Kazakstan Telecommunications Ltd. (Inkasel), International Satellite Organisations, PT. Multi Media Asia Indonesia (MMAI), PT. Pramindo Ikat Nusantara, AlphaNet Telecom Inc, PT. Indosat Mega Media (IMM), PT. Menara Jakarta, PT. Yasawirya Indah Mega Media,
QSPM PT. Indosat Tbk. | 28

PT. Multimedia Nusantara, PT. Datakom Asia, ASEAN Telecom Holding Sdn.Bhd. (ATH), PT. Indokomsat Lintas Dunia, PT Indosel. 4.1.1.3. Kantor Pelayanan Indosat Indosat yang bergerak dalam bidang telekomunikasi dan informasi di Indonesia memberikan kemudahan bagi para pelanggannya untuk pertanyaan seputar telekomunikasi (seluler, SLI, dll), pengaduan, panduan berlangganan, pembelian kartu perdana prabayar GSM/ CDMA/ kartu prabayar internet/voucher isi ulang, dan atau pembayaran tagihan, dll langsung di tempat. Indosat menyediakan kantor pelayanan Indosat yaitu Galeri Indosat yang sudah banyak tersedia di hampir seluruh wilayah Indonesia. Galeri Indosat tersebar di berbagai regional di seluruh Indonesia, seperti regional Jabodetabek & Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali Nusa Tenggara, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan dan Sulampapua.

4.1.2. Misi, Visi, dan Filosofi Perusahaan 4.1.2.1. Visi Perusahaan Menjadi perusahaan penyedia solusi informasi dan komunikasi pilihan. 4.1.2.2. Misi Perusahaan 1. Menyediakan dan mengembangkan produk layanan dan solusi inovatif dan berkualitas untuk memberikan manfaat yang sebesar - besarnya bagi para pelanggan. 2. Meningkatkan shareholder value secara terus menerus. 3. Mewujudkan kualitas kehidupan stakeholder yang lebih baik. 4.1.2.3. Filosofi Perusahaan Perkembangan jasa telekomunikasi di Indonesia yang cepat, seiring pertumbuhan permintaan pada jasa dan jangkauan jasa telekomunikasi, menuntut dipenuhinya kepuasan pelanggan sebagai kunci sukses dalam era kompetisi. Untuk memenuhi hal tersebut,

QSPM PT. Indosat Tbk. | 29

Indosat menerapkan suatu filosofi yang dikenal dengan Kami Lebih Peduli atau lebih populer dengan We Care More. 4.1.2.4. Tujuan Perusahaan Tujuan PT. Indosat berdasarkan Anggaran Dasar 1. Membangun, mengembangkan, dan mengusahakan pelayanan telekomunikasi internasional dalam rangka meningkatkan

hubungan dari dalam dan luar negeri. Tujuan ini mencakup : a. Peningkatan hubungan telekomunikasi internasional sehingga mampu menunjang sektor-sektor lainnya seperti perdagangan, industri, hubungan internasional, dan yang lainnya. b. Bekerjasama dengan PT. Telkom dalam meningkatkan pelayanan yang merata ke seluruh pelosok dan tempat dimana dibutuhkan. 2. Memberikan sumbangan bagi perekonomian negara pada umumnya dan peningkatan penerimaan negara pada khususnya, berpartisipasi aktif dalam menunjang dan melaksanakan program pemerintah di bidang pembangunan nasional. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka PT. Indosat menyelenggarakan telekomunikasi internasional yang meliputi: a. Penyelenggaraan dan pelayanan telekomunikasi serta jasa yang dibutuhkan masyarakat. b. Penyediaan disewakan. c. Perencanaan, pembangunan, dan perluasan sarana-sarana telekomunikasi internasional untuk umum. 3. Usaha-usaha lainnya yang secara langsung menunjang sarana telekomunikasi internasional untuk

penyelenggaraan telekomunikasi internasional untuk umum. 4.1.2.5. Motto Perusahaan Untuk menambah semangat kerja seluruh warga usahanya, PT. Indosat mempunyai motto yang dipegang teguh, yaitu: 1. Kretartha Karya Samuha (Success Through Team Work)
QSPM PT. Indosat Tbk. | 30

artinya adalah keberhasilan yang dicapai melalui kerjasama seluruh pihak yang terkait yaitu: kelompok tingkat Direksi, Divisi, Bagian, serta Instansi Pemerintah dan Swasta, juga tak kalah penting fungsi pelanggan atau pemakai jasa telekomunikasi. 2. The Future is Here (Masa Depan Ada Disini) Motto ini menggambarkan semangat Indosat untuk membuat masa depan dunia teknologi yang lebih. Dalam kaitan kerjasama diantara pihak-pihak terkait, senantiasa ditekankan dalam setiap kegiatan perusahaan. Selain motto, Indosat juga punya tekad pelayanan, yaitu: We Care More (Kami Lebih Peduli). Hal ini adalah tekad pelayanan Indosat dalam upaya menghadapi persaingan yang tajam. Dengan tekad ini, Indosat bertekad memenuhi segala kegiatan atau kebutuhan pelanggan, senantiasa mengupayakan peningkatan mutu jasa dan pelayanan serta memacu diri menjadi yang terbaik di bidang telekomunikasi. 4.1.2.6. Logo Perusahaan Tepat pada bulan Februari 2005, PT. Indosat mengubah identitas dengan mengganti logo seperti pada gambar 4.1 di bawah ini, visi serta misinya. Perubahan ini merupakan refleksi visi Indosat menjadi perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia yang menyediakan layanan telekomunikasi terintegrasi bagi pelanggan ritel/korporat. Harapan penggantian identitas ini agar lebih

mensosialisasikan pelayanan jasa yang terdapat di Indosat ke seluruh lapisan masyarakat Indonesia dan tentunya dapat membawa bangsa Indonesia menuju babak baru dalam dunia telekomunikasi yang lebih baik.

QSPM PT. Indosat Tbk. | 31

Gambar 4.1 Logo PT. Indosat Tbk.

Identitas korporat baru Indosat terdiri dari kombinasi teks Indosat dengan simbol Techno flower yang mencerminkan teknologi yang tinggi, bersahabat, serta dinamis dan modern. 1. Techno Flower adalah sebutan logo Indosat baru yang tercipta dari gabungan tiga elips yang mencerminkan usaha dan fokus bisnis Indosat saat ini, yaitu di Indonesia dalam bidang teknologi dan pelayanan bagi masyarakat, serta pentingnya kerjasama yang kokoh diantara ketiga elemen tersebut. 2. Teks indosat didesain secara khusus menggunakan huruf kecil yang melambangkan sikap Indosat yang bersahabat dan low profile tetapi mudah bekerjasama dalam segala hal. Teks Indosat yang berwarna biru tua melambangkan kekuatan korporasi Indosat yang kokoh dan solid, kemampuan dan rasa percaya diri dalam bidang teknologi yang tinggi, serta kestabilan perusahaan. 3. Tiga elips saling bersilangan yang terdapat pada logo baru Indosat membentuk bunga, di mana masing-masing elips memiliki warna dan arti tersendiri. Merah melambangkan people yaitu masyarakat Indonesia, biru melambangkan technology yaitu keunggulan teknologi, dan kuning melambangkan communication yaitu komunikasi yang ramah. 4. Rangkaian elips ini membentuk bintang permata yang mencerminkan High Quality yaitu layanan terbaik dan berkualitas yang senantiasa diberikan oleh PT. Indosat kepada masyarakat Indonesia.
QSPM PT. Indosat Tbk. | 32

Hal ini merupakan wujud komitmen PT Indosat untuk terus mengembangkan teknologi tinggi namun bersahabat, dinamis, dan modern. 4.1.2.7. Nilai-nilai pada Perusahaan Proses penggabungan usaha IM3 dan Satelindo ke dalam Indosat di tahun 2003 memberikan tantangan untuk dapat

menggabungkan tiga organisasi yang memiliki budaya dan kebijakan perusahaan yang berbeda-beda. Untuk itu, Indosat telah

memformulasikan dan mengkomunikasikan nilai-nilai perusahaan baru untuk mendukung pencapaian visi dan misi perseroan. Dengan melibatkan seluruh karyawan Perseroan, Indosat telah menetapkan nilai-nilai perusahaan yang baru, INSAN GEMILANG yang

merangkum nilai-nilai Integritas, kerjasama, keunggulan, kemitraan, dan fokus pada pelanggan. INSAN GEMILANG menjelaskan budaya perusahaan yang harus dibangun untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat. Nilai-nilai Insan Gemilang menjadi tuntutan sekaligus patokan tatanan perilaku keseharian PT. Indosat. 1. Integritas Itikad untuk melakukan pekerjaan dengan menjunjung tinggi etika bagi kepentingan perusahaan, pemegang saham, karyawan,

pelanggan, pemerintah, dan masyarakat serta bertindak berdasarkan kebijakan dan pedoman. 2. Kerjasama Berdasarkan komitmen, kepercayaan, keterbukaan, saling membantu dan menghargai serta berpartisipasi aktif dalam memberikan kontribusi dan dukungan bagi kepentingan perusahaan. 3. Keunggulan Terwujud dalam nilai dan usaha untuk melebihi standar yang diharapkan kemampuan. dengan cara terus-menerus mengembangkan

QSPM PT. Indosat Tbk. | 33

4. Kemitraan Dibangun dengan pihak-pihak yang terkait atas dasar saling membutuhkan dan saling percaya untuk kepentingan bersama. 5. Fokus pada Pelanggan Baik internal maupun eksternal dengan jalan memahami dan memenuhi kebutuhan melebihi yang diharapkan merupakan

keutamaan serius Indosat. 4.1.2.8. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Indosat menyadari pentingnya memperhatikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan yang merupakan dasar terciptanya keberlanjutan dan kesejateraan. Secara khusus, Indosat mengacu pada aspek tersebut dalam program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR (Corporate Social Responsibility). Pada tahun 2008 Indosat membentuk komite CSR dengan tujuan menjadi perusahaan yang dapat dipercaya serta patuh pada ketentuan dan regulasi yang berlaku. Program CSR diimplementasikan melalui lima inisiatif utama yaitu: 1. Tata Kelola Perusahaan (Organizational Governance). 2. Peduli Terhadap Pelanggan (Consumer Issue). 3. Pengembangan Sumber Daya Manusia termasuk Pemenuhan HakHak Pegawai (Labour Practice). 4. Pelestarian Lingkungan Hidup (Environment). 5. Peningkatan Kualitas Hidup dan Kemandirian Komunitas

(Community Involvment). Kelima inisiatif ini berjalan seiring dengan partisipasi Indosat dalam inisiatif Global Impact, sejak 2006 yang menekankan pada kepatuhan terhadap hak-hak kemanusiaan (HAM), ketenagakerjaan, lingkungan dan anti korupsi. Program CSR Indosat di tahun 2007 memiliki tema khusus yaitu 'Indosat Cinta Indonesia' dan merefleksikan komitmen dan

QSPM PT. Indosat Tbk. | 34

tanggung jawab Indosat sebagai Perusahaan di Indonesia dan peduli atas kesejahteraan masyarakat dan lingkungan. 4.1.2.9. Tata Kelola Perusahaan Penerapan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) merupakan syarat penting bagi tercapainya tujuan Perusahaan. Indosat senantiasa berupaya maksimal merupakan syarat penting bagi tercapainya tujuan perusahaan. Indosat senantiasa berupaya maksimal untuk menjalankan kegiatan bisnis secara bertanggungjawab agar dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi para pemegang saham dan para stakeholder. Terkait dengan hal tersebut, Indosat berkomitmen untuk menerapkan prinsip-prinsip taat kelola perusahaan yang baik menuju standar tertinggi. Kegiatan tata kelola perusahaan dilandasi oleh lima prinsip utama yaitu, a. Transparansi. b. Akuntanbilitas. c. Pertanggungjawaban d. Independensi. e. Kesetaraan. 4.1.2.10. Produk dan Jasa Perusahaan PT. Indosat, Tbk sebagai salah satu perusahaan jasa telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia tentunya memiliki beberapa produk dan jasa unggulan, yaitu: 1. Mentari Merupakan produk kartu GSM pra bayar Indosat dengan nomor awal 0815 dan 0816 memiliki fitur dan fasilitas lengkap yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Mentari hadir dengan jangkauan internasional, gratis roaming nasional, satu tarif untuk menelepon sesama Mentari dan Matrix di seluruh Indonesia.

QSPM PT. Indosat Tbk. | 35

2. IM3 Kartu GSM IM3 merupakan kartu pra bayar dari Indosat dengan nomor awal 0856 yang memberikan kenyamanan dan kecepatan untuk bergabung dalam komunitas GSM Multimedia. Kartu IM3 memberikan semua fitur canggih kepada pelanggannya, seperti GPRS, MMS, M3-Access, transfer pulsa, conference call, call divert, dan lain-lain. 3. Matrix Merupakan layanan pasca bayar Indosat dengan nomor awal 0815, 0816 dan 0855 yang memberikan kebebasan dalam memilih. Matrix memberikan sambungan lebih cepat, jangkauan yang luas hingga ke mancanegara, dan kualitas suara yang jernih, dengan kapasitas kartu SIM yang lebih besar dan menu browser yang canggih, Matrix memberikan kebebasan bagi para pelanggan. 4. Blackberry Blackberry Enterprise Solution adalah suatu solusi mobile office yang aman, lengkap, dan terintegrasi. Blackberry memberikan fitur yang lengkap, seperti wireless e-mail, global address look up, wireless calendar synchronization, mobile data service, dan lainlain. Melalui teknologi Push Mail, pelanggan dapat mengakses email tanpa perlu melakukan dial-up terlebih dahulu. 5. Indosat IDD 001 Merupakan Sambungan Langsung Internasional (SLI) yang mampu memberikan koneksi lebih dari 250 tujuan negara. Indosat SLI 001 merupakan produk SLI premium yang dapat di akses langsung oleh pelanggan telepon melalui nomor akses 001. 6. Indosat IDD 008 Merupakan Sambungan Langsung Internasional (SLI) yang

ekonomis diperuntukkan bagi keseluruhan masyarakat. Indosat SLI 008 merupakan produk SLI yang dapat di akses langsung oleh pelanggan telepon melalui nomor akses 008.
QSPM PT. Indosat Tbk. | 36

7. StarOne StarOne adalah layanan telekomunikasi suara dan data nirkabel dengan teknologi Fixed Wireless Access CDMA 2000. IX adalah kombinasi layanan telepon tetap dan bergerak dengan suara jernih serta memberikan kenyamanan komunikasi untuk semua orang. 8. Indosat Flat Call 016 Indosat Flat Call 016 adalah layanan telepon internasional dengan satu tarif ke negara mana pun dan kapan pun. Melalui layanan ini, Indosat menyediakan akses internasional kepada pelanggan dengan tarif terjangkau tanpa biaya airtime. Untuk menikmati layanan ini, cukup dengan menjadi pelanggan Mentari, Matrix, IM3 atau StarOne. Adapun produk dan jasa yang lainnya, antara lain: Indosat Globalsave, Indosat Home Country Direct , Indosat Indonesia Direct, Indosat Operator, Indosat Telex, Indosat Frame Net, Indosat World Link, Indosat Directing, Indosat TV Link, Indosat Multimedia Access, Indosat IP VPN, Indosat ATM, Frame Relay, Data Digital Network, Package Switched Data Network, VPN Multi service, VSAT IP, VSAT Link, Lintasarta Internet Dedicated, Lintasarta Data Center, Managed Service, E-Business, VcoD, Palapa Digibouguet, IT Education, IT Outsourching, IT Consulting, IT Implementation, IT Maintenance Service, Custom Development, Telecommunication Services, IM2 Indosat Net dan IM2 Commerce.

4.2. Identifikasi dan Deskripsi Faktor Internal 1. SDM kompeten: tolok ukur karyawan PT. Indosat Tbk. dapat dilihat dari dua aspek, yaitu aspek pendidikan dan pengalaman dalam bidangnya. Indosat berkomitmen untuk melakukan investasi, pelatihan dan

pengembangan karyawan, serta mengutamakan praktik ketenagakerjaan yang wajar untuk menciptakan iklim organisasi yang kondusif bagi
QSPM PT. Indosat Tbk. | 37

peningkatan keterampilan, kesejahteraan, dan kesehatan para karyawan. Indosat juga memperlakukan para karyawan secara wajar dan baik, serta berinvestasi untuk pengembangan dan peningkatan keterampilan serta menyediakan lingkungan kerja yang baik untuk mereka. 2. Brands yang sudah terkenal: brands yang sudah dikenal masyarakat dan reputasi perusahaan yang tinggi. Hal ini ditandai dengan citra perusahaan yang baik di mata publik. 3. Promosi secara besar-besaran: Indosat melaksanakan serangkaian program pemasaran dan promosi di tahun 2009, untuk terus membangun citra sebagai perusahaan pelopor dan inovatif, sekaligus untuk mempertahankan loyalitas pelanggan. Indosat menerapkan Kode Etik Periklanan Indonesia secara transparan, khususnya dalam mengkomunikasikan programprogram kepada publik, terutama melalui media cetak, yang diikuti oleh uraian informasi lengkap melalui situs resmi PT. Indosat Tbk. 4. Segmentasi pasar yang tepat: Produk dan jasa yang dihasilkan Indosat pendistribusiannya tepat sasaran terutama bagi kalangan muda. 5. Timbal jasa kepada konsumen: setiap penggunaan produk dan layanan jasa selalu memberikan bonus kepada konsumen atau pelanggan. 6. Jaringan sulit diakses di daerah-daerah terpencil: Hal ini ditandai dengan belum adanya signal yang menjangkau daerah-daerah pelosok di Indonesia. Saat ini, signal Indosat bukan hanya tidak bisa diakses oleh masyarakat pelosok daerah tetapi hampir setiap hari masyarakat di perkotaan mengalami kesulitan komunikasi akibat lambatnya jaringan dari Indosat. 7. Distribusi produk: Pendistribusian produk dan jasa Indosat masih belum merata. 8. Jaringan SLI sulit diaktifasi: Sulitnya aktifasi jaringan Indosat di Luar Negeri.

QSPM PT. Indosat Tbk. | 38

4.3. Identifikasi dan Deskripsi Faktor Eksternal 1. Teknologi yang berkembang: Berkembangnya teknologi dalam bidang telekomunikasi akan mengarah pada jaringan yag dapat menguntungkan Indosat dalam penyelenggaraan bisnis jaringan, seperti kapasitas besar, error dan delay kecil, biaya operasi dapat memberikan pelayanan yang diperlukan oleh pelanggan. 2. Modernisasi dan Globalisasi: Indosat memiliki hak ekslusifitas dalam penyelenggaraan jasa layanan telekomunikasi sampai pada batas yang telah ditentukan oleh pemerintah untuk sambungan internasional. 3. Permintaan konsumen meningkat: pengembangan produk serta tarif yang murah dibandingkan dengan provider lainnya menyebabkan permintaan konsumen terhadap produk indosat semakin meningkat. 4. Pasar perdagangan ponsel yang murah: Harga ponsel yang terjangkau bagi masyarakat menjadikan ponsel Indosat banyak diminati masyarakat. 5. Daya beli masyarakat: Kemampuan daya beli masyarakat dalam memenuhi kebutuhnnya menyebabkan daya beli masyarakat masih tinggi sehingga membuka peluang yang baik bagi PT. Indosat. 6. Perkembangan produk baru: Seiring denga perkembangan teknologi maka akan menimbulkan tuntutan baru bagi PT. Indosat untuk melakukan inovasi produk. 7. Persaingan tarif dari perusahaan lain: Perusahaan sejenis menawarkan tarif yang lebih murah. 8. Fitur yang bersaing: Fitur yang dimiliki oleh Indosat kurang dapat diakses setiap waktu. 9. Krisis ekonomi: Guna menghadapi krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada saat ini, yang tentunya harus menerapkan strategi jangka panjang untuk mewujudkan Indosat sebagai perusahaan yang merupakan penyedia jasa penuh dan pemimpin bisnis multimedia. 10. Regulasi Pemerintah: dengan dibuatnya kebijakan-kebijakan oleh

pemerintah menjadikan ruang gerak perusahaan terbatas.

QSPM PT. Indosat Tbk. | 39

4.4. Analisis Matriks IFE dan EFE 4.4.1. Matriks IFE Matriks IFE memberikan informasi bahwa hal yang paling penting bagi perusahaan yaitu SDM kompeten dan segmentasi pasar yang tepat memiliki bobot yakni 0,20. yaitu. Sedangkan, yang menjadi kelemahan utama dari Indosat adalah jaringan sulit diakses di daerah-daerah terpencil dan diberi bobot 0,15 memiliki kepentingan di atas rata-rata.
Tabel 4.1 Analisis Matriks IFE (Internal Factor Evaluation) PT. Indosat Tbk.

Key Internal Factors Kekuatan (Srength): 1. SDM kompeten 2. Brands yang sudah terkenal 3. Promosi secara besar-besaran 4. Segmentasi pasar yang tepat 5. Timbal jasa kepada konsumen

Weight

Rating

Score

0,20 0,10 0,05 0,20 0,15

4 3 3 1 3

0,80 0,30 0,15 0,20 0,45

Kelemahan (Weaknessess): 1. Jaringan sulit diakses didaerahdaerah terpencil 2. Distribusi produk 3. Jaringan SLI sulit diaktifasi 0,05 0,05 3 3 0,15 0,15 0,20 4 0,80

Total

1,00

3,00

4.4.2. Matriks EFE Berdasarkan tabel 4.2 di bawah ini diperoleh informasi bahwa dua indikator penting yakni teknologi yang berkembang dan persaingan tarif diberi bobot 0,20. Dua indikator penting lainnya yakni modernisasi dan globalisasi serta fitur yang bersaing diberi bobot 0,15. Sedangkan, indikator
QSPM PT. Indosat Tbk. | 40

lainnya diberi bobot. 0,05. Dari informasi tersebut dapat diketahui bahwa PT. Indosat Tbk. menganggap teknologi penting untuk dimanfaatkan namun tidak mengabaikan ancaman yang ada meskipun ancamannya lebih besar daripada peluang yang dimiliki Indosat. Dari matriks EFE diperoleh total skor sebesar 3,15 yang menunjukkan bahwa perusahaan mampu mengantisipasi ancaman yang ada.
Tabel 4.2 Analisis Matriks EFE (External Factor Evaluation) PT. Indosat Tbk.

Key External Factors Peluang (Opportunitties): 1. Teknologi yang berkembang 2. Modernisasi dan Globalisasi 3. Permintaan konsumen meningkat 4. Pasar perdagangan ponsel yang murah 5. Daya beli masyarakat

Weight

Rating

Score

0,20 0,15 0,05

4 3 3

0,80 0,45 0,15

0,05 0,05

2 3

0,10 0,15

Ancaman (Threats): 1. Perkembangan produk baru 2. Persaingan tarif dari perusahaan lain 3. Fitur yang bersaing 4. Krisis ekonomi 5. Regulasi Pemerintah 0,20 0,15 0,05 0,05 4 3 2 1 0,80 0,45 0,10 0,05 0,05 2 0,10

Total

1,00

3,15

Berdasarkan matriks EFE dan IFE, dapat diketahui PT. Indosat Tbk. berada pada posisi kuadran I (3,00; 3,15), yang mendukung strategi agresif (gambar 4.2). Posisi perusahaan terletak pada strategi agresif, artinya perusahaan berada dalam situasi yang sangat menguntungkan. Perusahaan PT. Indosat Tbk.
QSPM PT. Indosat Tbk. | 41

memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang tersebut untuk meraih keuntungan. Gambar 4.2 Diagram Analisis SWOT yang Menunjukkan Posisi PT. Indosat Tbk.

Berbagai Peluang 3,15 3

Posisi Pt Indosat Tbk. (3,00;3,15)

Kuadran III Turn Around

Kuadran I Strategi Agresif

1 Kelemahan Internal 1 Kuadran IV Strategi Defensive 2 Kuadran II Strategi Diversifikasi 3 Kekuatan Internal

Berbagai Ancaman

4.5. Analisis Matriks SWOT Analisis SWOT didahului dengan mengidentifikasi posisi perusahaan melalui evaluasi nilai faktor internal (kekuatan dan kelemahan), dan faktor eksternal (peluang dan ancaman). Identifikasi posisi perusahaan sangat penting dalam membuat keputusan untuk memilih alternatif strategi yang paling tepat sesuai kondisi internal dan eksternal perusahaan saat ini. Memilih alternatif strategi dilakukan setelah perusahaan mengetahui terlebih dahulu posisi

QSPM PT. Indosat Tbk. | 42

perusahaan untuk kondisi sekarang berada pada kuadran mana dari ke-4 kuadran yang tersedia. Setelah diagram SWOT terbentuk, kemudian dibuat matriks SWOT yang menjelaskan berbagai alternatif yang mungkin untuk membantu manajer dalam mengembangkan empat tipe strategi yaitu strategi SO, WO, ST, dan WT. Matriks SWOT PT. Indosat Tbk. dapat dilihat pada gambar 4.3 berikut:

Gambar 4.3 Matriks SWOT PT. Indosat Tbk. STRENGTH- S IFE 1. SDM kompeten 2. Brands yang sudah terkenal 3. Promosi secara besar-besaran 4. Segmentasi pasar 5. Timbal jasa kepada EFE konsumen STRATEGI SO
(Kekuatan untuk meraih keuntungan dari peluang yang ada) 1. SDM dapat terus

WEAKNESS- W 1. Jaringan sulit diakses di daerah-daerah terpencil 2. Distribusi produk 3. Jaringan SLI sulit diaktifasi

OPORTUNITIES- O 1. Teknologi yang berkembang 2. Modernisasi dan Globalisasi 3. Permintaan konsumen meningkat 4. Pasar perdagangan ponsel yang murah 5. Daya beli masyarakat

STRATEGI WO
(memperkecil kelemahan dengan memanfaatkan keuntungan dari peluang yang ada) 1. Perluasan jaringan di

menerus beradaptasi dalam memesarkan teknologi (S1-O1).


2. Memperluas pangsa

daerah terpencil dan perbaikan signal di perkotaan (W1-O1).


2. Perluasan wilayah dalam

pasar (S2-O2).
3. Meningkatkan

pendistribusian produk (W2-O3 & O5).


3. Pemanfaatan teknologi

kapasitas produksi dan peningkatan

yang canggih untuk

QSPM PT. Indosat Tbk. | 43

kualitas layanan (S2O3 & O5).


4. Peningkatan

memperluas jaringan di Luar Negeri (W3-O1).

pemanfaatan media elektronik untuk meningkatkan promosi. (S3-O1).


5. Meningkatkan

pemberian hadiah atau bonus pada konsumen (S5-O3).


6. Membuat produk

sesuai dengan kebutuhan dan keinginan para konsumen (S4-O4). THREATS- T 1. Perkembangan produk baru 2. Persaingan tarif dari perusahaan lain 3. Fitur yang bersaing 4. Krisis ekonomi 5. Regulasi pemerintah STARTEGI ST
(kekuatan untuk meng hindari ancaman)

STRATEGI WT (memperkecil kelemahan dan menghindari ancaman) 1. Tetap melakukan promosi produk ke daerah-daerah yang distribusinya kurang (W2-T1).

1. Inovasi produk baru (S1-T1). 2. Peningkatan promosi tarif yang lebih murah dengan pesaing secara besar-besaran (S3T2). 3. Memunculkan produk lama dengan fitu-fitur baru (S1T3).

QSPM PT. Indosat Tbk. | 44

Berdasarkan deskripsi matriks di atas, strategi operasional yang dihasilkan dari kombinasi faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) melalui matriks SWOT pada PT. Indosat Tbk. sebanyak 14 alternatif strategi. Strategi-strategi yang dimaksud adalah sebagai berikut: 1. SDM dapat terus menerus beradaptasi dalam memasarkan teknologi. Strategi ini merupakan kombinasi antara faktor internal SDM kompeten dengan faktor eksternal teknologi yang semakin berkembang. Hal ini dilihat dari pendidikan dan pengalaman dalam bidangnya. Indosat selalu untuk melakukan investasi, pelatihan dan pengembangan karyawan, serta mengutamakan praktik ketenagakerjaan yang wajar untuk menciptakan iklim organisasi yang kondusif bagi peningkatan keterampilan, kesejahteraan, dan kesehatan para karyawan. Indosat juga memperlakukan para karyawan secara wajar dan baik. 2. Memperluas pangsa pasar. Strategi ini merupakan kombinasi antara faktor internal brands yang sudah terkenal dan faktor eksternal yaitu modernisasi dan globalisasi. Brandname yang sudah dikenal banyak orang memudahkan Indosat untuk memasuki pasar global. 3. Meningkatkan kapasitas produksi dan peningkatan kualitas. Strategi ini merupakan kombinasi antara faktor internal yaitu brands yang sudah terkenal dan faktor eksternal yaitu permintaan konsumen meningkat dan daya beli masyarakat. Kekuatan internal perusahaan ini bisa memberikan keuntungan bagi Indosat karena permintaan konsumen dan beli konsumen akan semakin meningkat. 4. Peningkatan pemanfaatan media elektronik untuk meningkatkan promosi. Strategi ini merupakan kombinasi antara faktor internal yaitu promosi secara besar-besaran dan faktor eksternal yaitu teknologi yang berkembang. Perusahaan harus bisa berjalan seiring perkembangan teknologi sehingga promosi dapat ditingkatkan. 5. Meningkatkan pemberian hadiah atau bonus pada konsumen. Strategi ini merupakan kombinasi antara faktor internal yaitu timbal jasa kepada konsumen dan faktor eksternal yaitu permintaan konsumen meningkat. Hal ini
QSPM PT. Indosat Tbk. | 45

harus dilakukan agar konsumen tertarik pada produk Indosat dan menjadi pelanggan setia. 6. Membuat produk sesuai dengan kebutuhan dan keinginan para konsumen (S4O4). Strategi ini merupakan kombinasi antara faktor internal yaitu segmentasi pasar dan faktor eksternal yaitu pasar perdagangan ponsel yang murah. Strategi ini harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. 7. Perluasan jaringan di daerah terpencil dan perbaikan signal di. Strategi ini merupakan kombinasi antara faktor internal yaitu jaringan yang sulit diakses di daerah-daerah terpencil dan faktor eksternal yaitu teknologi yang berkembang. Teknologi yang semakin berkembang akan semakin

memudahkan Indosat untuk memperluas jaringannya. 8. Perluasan wilayah dalam pendistribusian produk. Strategi ini merupakan kombinasi antara faktor internal yaitu distribusi produk dan faktor eksternalnya yaitu permintaan konsumen meningkat dan daya beli masyarakat. Semakin luas wilayah pendistribusian produk maka produk Indosat akan semakin dikenal oleh masyarakat sehingga meningkatkan permintaan dan daya beli konsumen. 9. Pemanfaatan teknologi yang canggih untuk memperluas jaringan di Luar Negeri. Strategi ini merupakan kombinasi antara faktor internal yaitu jaringan SLI sulit diaktifasi dan faktor eksternalnya yaitu teknologi yang berkembang. Teknologi yang berkembang diharapkan dapat membantu proses perluasan jaringan di luar negeri. 10. Inovasi produk baru. Strategi ini merupakan kombinasi antara faktor internal yaitu SDM kompeten dan faktor eksternalnya yaitu perkembangan produk baru. SDM yang kompeten dituntut untuk bisa berkreasi dalam inovasi produk. 11. Peningkatan promosi tarif yang lebih murah dengan pesaing secara besarbesaran. Strategi ini merupakan kombinasi antara faktor internal yaitu promosi secara besar-besaran dan faktor ekternalnya yaitu persaingan tarif dari perusahaan lain. Dengan dilakukannya promosi tarif secara besar-besaran
QSPM PT. Indosat Tbk. | 46

diharapkan Indosat dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan lain yang sejenis. 12. Memunculkan produk lama dengan fitur-fitur baru. Strategi ini merupakan kombinasi antara faktor internal yaitu SDM kompeten dan faktor eksternalnya yaitu fitur yang bersaing. Strategi ini dilakukan sebagai langkah untuk repositioning produk. 13. Tetap melakukan promosi produk ke daerah-daerah yang distribusinya kurang. Strategi ini merupakan kombinasi antara faktor internal yaitu distribusi produk dan faktor eksternalnya yaitu perkembangan produk baru. Strategi ini dilakukan agar pendistribusian produk dan layanan jasa Indosat semakin merata.

4.6. Analisis QSPM Berdasarkan analisis dan diagram SWOT yang telah dibuat maka dapat diambil kesimpulan bahwa strategi yang paling cocok untuk diterapkan pada PT. Indosat Tbk. adalah strategi agresif. Dalam strategi agresif terdapat tiga alternatif yang direkomendasikan, yaitu strategi agresif intensif, straegi agresif integrasi vertikal, dan strategi agresif diversifikasi. Ketiga alternatif strategi ini akan dianalisis lebih lanjut dengan analisis QSPM. Secara konseptual matriks QSPM bertujuan untuk menetapkan ketertarikan relatif (Relative Attractiveness) dari ketiga strategi yang telah dipilih untuk menentukan strategi mana yang paling baik untuk diimplementasikan. Attractiveness Score pada setiap strategi akan ditentukan dengan kriteria nilai 1 adalah tak menarik sampai dengan nilai 4 adalah sangat menarik. Strategi yang mendapat Total Atractiveness Score (TAS) tertinggi merupakan strategi yang paling baik untuk diimplementasikan. Berikut adalah deskripsi analisis QSPM pada PT. Indosat Tbk. :

QSPM PT. Indosat Tbk. | 47

Tabel 4.3 Analsisi QSPM PT. Indosat Tbk. Alternatif Strategi Agresif Critical Success Factors Weight Intensif AS Strength (Kekuatan) 1 2 SDM kompeten Brand yang sudah terkenal 3 Promosi yang besarbesaran 4 5 Segmentasi Pasar Timbal jasa kepada konsumen Weaknesses (Kelemahan) 1 Jaringan sulit di akses di daerah terpencil 2 3 Distribusi produk Jaringan SLI sulit di aktivasi Opportunities (Peluang) 1 Teknologi yang berkembang 2 Modernisasi dan globalisasi 3 Permintaan konsumen meningkat 4 Pasar perdagangan ponsel yang murah 0,05 4 0,20 4 0,20 3 0,15 0,05 3 0,15 3 0,15 4 0,20 0,15 3 0,45 3 0,45 3 0,45 0,20 4 0,80 4 0,80 4 0,80 0,05 0,05 3 3 0,15 0,15 2 3 0,10 0,15 2 2 0,10 0,10 0,20 4 0,80 3 0,60 3 0,60 0,20 0,15 4 4 0,80 0,60 4 3 0,80 0,45 4 2 0,80 0,30 0,05 4 0,20 4 0,20 4 0,20 0,20 0,10 4 4 0,80 0,40 4 4 0,80 0,40 3 4 0,60 0,40 TAS Integrasi Vertikal AS TAS Diversifikasi AS TAS

QSPM PT. Indosat Tbk. | 48

Daya beli masyarakat

0,05

0,20

0,20

0,20

Threats (Ancaman) 1 Perkembangan produk baru 2 Persaingan tarif dari produk lain 3 4 5 Fitur yang bersaing Krisis ekonomi Regulasi Pemerintah Total 0,15 0,05 0,05 4 2 4 0,60 0,10 0,20 7,60 4 3 3 0,60 0,15 0,15 7,20 4 2 4 0,60 0,10 0,20 6,40 0,20 4 0,80 4 0,80 2 0,40 0,05 4 0,20 4 0,20 4 0,20

Dari analisis QSPM di atas, diperoleh strategi alternatif dengan Total Attractiveness Score (TAS) masing: (1) Intensif = 7,60; (2) Integrasi = 7,20; (3) Diversifikasi = 6,40. Uraian strategi yang diperoleh adalah sebagai berikut: 1. Strategi Agresif Intensif ( Agresive Intensive Strategies) Dalam strategi intensif yang masuk dalam kelompok ini adalah strategi penetrasi pasar (market penetration), pengembangan pasar (market development), pengembangan produk (product development). Dikatakan strategi intensif karena dalam implementasinya memerlukan usaha-usaha intensif untuk meningkatkan posisi persaingan perusahaan melalui produk yang ada. Ketiga strategi agresif intensif ini dapat dipaparkan berikut ini: a. Market Penetration Strategy: Strategi ini berusaha untuk meningkatkan market share produk PT. Indosat Tbk. melalui usaha pemasaran yang lebih besar. Strategi ini dapat diimplementasikan baik secara tersendiri maupun bersama strategi lain untuk dapat menambah jumlah tenaga penjual, biaya iklan, items untuk promosi penjualan, dan atau usaha promosi lainnya. Tujuannya untuk meningkatkan pangsa pasar dengan usaha pemasaran yang maksimal. Hal ini dapat dilakukan perusahaan dalam kondisi pasar belum jenuh, pangsa pasar pesaing menurun, kemampuan untuk bersaing yang meningkat.

b. Market Development Strategy: Bertujuan untuk memperkenalkan produkproduk dan perluasan jaringan ke daerah-daerah terpencil. Strategi ini telah
QSPM PT. Indosat Tbk. | 49

dilakukan oleh PT. Indosat Tbk. hanya belum optimal. Tujuan lain stragegi ini adalah untuk meningkatkan atau memperbesar pangsa pasar. Hal ini dapat dilakukan karena perusahaan telah memiliki jaringan distribusi, pendapatan laba yang sesuai, dan ada pasar baru atau pasar yang belum jenuh. c. Product Developemnt Strategy: Merupakan strategi yang bertujuan agar perusahaan dapat meningkatkan penjualan dengan cara meningkatkan atau memodifikasi produk-produk yang sekarang ada melalui penambahan fiturfitur yang baru. Tujuan strategi ini adalah untuk memperbaiki dan atau mengembangkan produk yang sudah ada. Hal ini perlu dilakukan mengingat para pesaing telah menawarkan produk dengan fitur yang lebih baik, perusahaan memiliki kemampuan untuk mengembangkan produk, dan berada pada industri yang sedang tumbuh. 2. Strategi Agresif Integrasi mencakup strategi integrasi ke depan, ke belakang, dan
horizontal. a. Strategi Integrasi ke depan (Forward Integration Strategy): menghendaki perusahaan mempunyai kemampuan yang besar terhadap pengendalian para distributor, agen, atau pengecernya bila perlu dengan memilikinya. Hal ini dapat dilakukan jika perusahaan mendapatkan banyak masalah dengan pendistribusian barang atau jasa mereka sehingga mengganggu stabilitas produksi, padahal perusahaan mampu untuk mengelola pendistribusian tersebut dengan sumber daya yang dimilikinya. b. Strategi Integrasi Horisontal (Horizontal Integration Strategy) Strategi ini dimaksudkan agar perusahaan meningkatkan pengawasan terhadap para pesaing walau harus dengan memilikinya. Tujuan strategi ini adalah untuk mendapatkan kepemilikan dan/atau meningkatkan pengendalian para pesaing. 3. Strategi Agresif Diversifikasi (Agresive Diversification Strategies) Strategi diversifikasi yang mungkin dilaksanakan oleh perusahaan PT. Indosat Tbk. adalah strategi diversifikasi concentric. Strategi ini dapat dilaksanakan dengan cara menambah produk dan jasa yang baru tetapi masih saling berhubungan untuk pasar yang sama.

QSPM PT. Indosat Tbk. | 50

Mengacu pada analisis QSPM, alternatif strategi yang tepat dan implikasinya dapat segera memperbaiki kinerja perusahaan adalah : Strategi Agresif Intensif karena nilai Total Attractiveness Score (TAS) adalah yang terbesar atau paling tinggi yaitu 7,60. Ini berarti Strategi Intensif akan menjadi pilihan utama perusahaan PT. Indosat Tbk. untuk diimplementasikan. Pengaruh ketiga alternatif strategi dengan QSPM menghasilkan urutan strategi agresif intensif, strategi agresif integrasi, dan strategi agresif diversifikasi. Dari strategi utama tersebut, lebih lanjut dijabarkan dalam strategi fungsional atau strategi operasional yang dihasilkan dari kombinasi SWOT, yang menjelaskan secara lengkap dan terperinci, serta lebih operasional, strategi-strategi yang mungkin dikembangkan pada perusahaan perusahaan PT. Indosat Tbk.. Strategi-strategi tersebut adalah: a. SDM dapat terus menerus beradaptasi dalam memasarkan teknologi. b. Memperluas pangsa pasar. c. Meningkatkan kapasitas produksi dan peningkatan kualitas. d. Peningkatan pemanfaatan media elektronik untuk meningkatkan promosi. e. Meningkatkan pemberian hadiah atau bonus pada konsumen. f. Membuat produk sesuai dengan kebutuhan dan keinginan para konsumen. g. Perluasan jaringan di daerah terpencil dan perbaikan signal. h. Perluasan wilayah dalam pendistribusian produk. i. Pemanfaatan teknologi yang canggih untuk memperluas jaringan di luar negeri. j. Inovasi produk baru.

k. Peningkatan promosi tarif yang lebih murah dengan pesaing secara besarbesaran. l. Memunculkan produk lama dengan fitur-fitur baru.

m. Tetap melakukan promosi produk ke daerah-daerah yang distribusinya kurang.

QSPM PT. Indosat Tbk. | 51

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan 1. Berdasakan hasil analisis faktor internal, dapat diidentifikasikan kekuatan dan kelemahan pada PT. Indosat Tbk. Kekuatan perusahaan adalah SDM kompeten, brands yang sudah terkenal, promosi secara besar-besaran, segmentasi pasar, timbal jasa kepada konsumen. Sedangkan kelemahan perusahan adalah jaringan sulit diakses didaerah-daerah terpencil, distribusi produk, dan jaringan SLI sulit diaktifasi 2. Berdasarkan hasil analisis faktor eksternal, dapat diidentifikasi peluang dan ancaman dari luar lingkungan baik secara makro maupun secara mikro pada PT. Indosat Tbk. Peluang perusahaan adalah teknologi yang berkembang, modernisasi dan globalisasi, permintaan konsumen

meningkat, pasar perdagangan ponsel yang murah, dan daya beli masyarakat. Sedangkan ancaman perusahaan adalah perkembangan produk baru, persaingan tarif dari perusahaan lain, fitur yang bersaing, krisis ekonomi, dan regulasi pemerintah. 3. Strategi yang dapat diterapkan oleh PT. Indosat Tbk. adalah strategi agresif yang mencakup strategi intensif, integrasi vertikal dan strategi diversifikasi. Dari ketiga alternatif strategi yang telah dipilih, strategi Intensif merupakan pilihan utama untuk diimplementasikan, kemudian diikuti dengan strategi integrasi vertikal, dan alternatif terakhir adalah strategi diversifkasi.

5.2. Saran 1. Dalam menghadapi persaingan yang ketat, untuk meningkatakan pangsa pasar dan laba maka PT. Indosat Tbk. perlu menerapkan strategi agresif sebagai berikut: SDM dapat terus menerus beradaptasi dalam memasarkan

QSPM PT. Indosat Tbk. | 52

teknologi, memperluas pangsa pasar, meningkatkan kapasitas produksi dan peningkatan kualitas, peningkatan pemanfaatan media elektronik untuk meningkatkan promosi, meningkatkan pemberian hadiah atau bonus pada konsumen, membuat produk sesuai dengan kebutuhan dan keinginan para konsumen, perluasan jaringan di daerah terpencil dan perbaikan signal, perluasan wilayah dalam pendistribusian produk, pemanfaatan teknologi yang canggih untuk memperluas jaringan di luar negeri, inovasi produk baru, peningkatan promosi tarif yang lebih murah dengan pesaing secara besar-besaran, memunculkan produk lama dengan fitur-fitur baru, dan tetap melakukan promosi produk ke daerah-daerah yang distribusinya kurang. 2. Penelitian perlu dilanjutkan menyangkut persepsi konsumen terhadap produk dan layanan jasa PT. Indosat Tbk., dampak persaingan tarif, relevansi pemanfaatan teknologi dengan kualitas produk dan layanan jasa . Penelitian tersebut akan sangat bermanfaat bagi PT. Indosat Tbk.

QSPM PT. Indosat Tbk. | 53

Anda mungkin juga menyukai