Anda di halaman 1dari 26

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1429 H

Mohon Maaf Lahir Bathin

Personal info
Name NIP Telp : Lusi Susanti, Dr.Eng : 132 320 735 : +62-856-689-290-29 +62-812-662-401-70 Email : lusi@ft.unand.ac.id susantilusi@gmail.com URL: http://industri.unand.ac.id/blog/lusi

Filosofi Pendidikan : Mengembangkan Seluruh Potensi Kemanusiaan


"Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara

kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa di antara kamu." (QS 49:13) Aspek keimanan "... Niscaya Allah akan meninggikan orang yang beriman di antara kamu dan orang yang menuntut ilmu beberapa derajat." (QS 58:11) Aspek keilmuan "Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." (QS 2:30) Aspek kepemimpinan

Tujuan Pendidikan
Dari filosofi di atas terdapat tiga aspek utama pendidikan dalam mengembangkan seluruh potensi kemanusiaan:

KEIMANAN DAN KETAQWAAN KEILMUAN KEPEMIMPINAN

TI/III TEI 205/2 sks ANALISIS DAN PERANCANGAN KERJA

References:
1. 2.
Sritomo Wignjosubroto (2000) Ergonomi, Studi Gerak dan Waktu. Priima printing, Surabaya. Ahmad SI, Desto J, Nilda TP, Lusi S (2002) Diktat Kuliah Dasar Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi. Teknik Industri Universitas Andalas. Eko Nurmianto (1996) Ergonomi: Konsep Dasar dan Aplikasinya Institute Teknologi Surabaya. Barnes Motion and Time Study. John Willey & Sons, 1988. Maasaki Imai (1986) Kaizen : A Continue Improvement. Random House Business Division.

3.
4. 5.

Proporsi penilaian
Kehadiran/absensi = min 75 % Penilaian: Kehadiran: 10%
UTS = 25% UAS = 40% Tugas/Praktikum = 25%

Pendahuluan
Definisi dan Perkembangan Analisis
Perancangan Kerja (APK)
Selama satu kali dua puluh empat jam, sejak manusia pertama ada sampai sekarang, manusia tidak pernah terlepas dari yang namanya kerja, apapun maksud dan motivasinya. Namun demikian, tidak ada satu definisi yang sama tentang kerja. Para ahli mendefiniskan kerja dalam berbagai bentuk, seperti:

continue
Neff dalam Sutalaksana (1979) mendefinisikan kerja sebagai:
Kegiatan manusia merubah keadaan-keadaan tertentu dari alam lingkungan yang ditujukan untuk mempertahankan dan memelihara kelangsungan hidupnya. Kemudian Miller (1967): any set of activities occurring about the same time, sharing

Bennet (1971):

some common purpose that is recognized by a task performer.


generally speaking, any kind of behaviour that can

Teicher and Whitehead (1973):

reasonably be labeled with a verb can be called a task.


a transfer of information between components (within a system). Rajan and Wilson (1997): a task has a set goal and is purposive and that is achieved by an action (cognitive or physical in nature).

continue
Terlepas dari berbagai definisi di atas,
pengertian kerja sebenarnya sangatlah luas. Hampir semua aktivitas manusia bisa kita sebut sebagai kerja, apapun motif atau tujuannya. Perluasan motif atau tujuan itu terjadi karena tidak semua manusia bekerja semata-mata untuk mempertahankan hidupnya. Ada manusia yang bekerja untuk mencari nafkah atau makan sehari-hari, ada manusia yang bekerja supaya dapat bertemu dengan orang lain, ada pula orang yang bekerja karena ingin memperoleh kepuasaan tertentu seperti artis atau seniman, dan sebagainya.

Macam-macam kerja:
Kerja fisik berat seperti mencangkul,
mengangkat beban. Kerja fisik moderat seperti: memegang suatu beban. Psycho-motor skills, seperti: merakit, mengetik. Vigilance skills, seperti: inspeksi, radar. Diagnosis, seperti: fault recognition. Decision making, seperti: goal programming, dll.

Reasoning/problem solving
Kreativitas: seni, desain Kombinasi dll

Apa itu Analisis Perancangan Kerja (APK)?


Pada awal berdirinya Teknik Industri, keilmuan Analisis
Perancangan Kerja (APK) masih bernama Methods Engineering atau dulu di Indonesia disebut sebagai Teknik Tata Cara Kerja. Sutalaksana dkk (1979) mendefinisikan Teknik Tata Cara Kerja ini sebagai: Suatu ilmu yang mempelajari prinsip-prinsip dan teknikteknik untuk mendapatkan suatu rancangan sistem kerja yang terbaik. Oleh karena itu A P K adalah ilmu yang terdiri dari prinsip-prinsip dan teknik-teknik untuk mendapatkan rancangan terbaik dari sistem kerja yang terdiri dari manusia, mesin, material, dan peralatan kerja serta lingkungan kerja agar sistem kerja tersebut efektif dan efisien.

Apa Tujuan APK?


Tujuan APK adalah menghasilkan suatu sistem kerja

yang ENASE yaitu efektif, nyaman, aman, sehat dan efisien. Maksud dari tujuan ini adalah bahwa dengan diterapkannya APK diharapkan sistem kerja yang dirancang efektif yakni mampu menghasilkan output sesuai dengan tujuan yang ditetapkan, nyaman, aman, dan sehat bagi pekerja dan orang-orang yang berada di sekitar lingkungan tempat kerja itu berlangsung, serta efisien dalam arti bahwa biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu kecil nilainya dibanding dengan output yang dihasilkan.

Apa saja yang dipelajari di APK?


Pengetahuan tentang teknik-teknik identifikasi masalah,

analisis, perancangan dan pengukuran sistem kerja. Pentingnya perancangan sistem yang berpusat pada manusia (human centered design) dari suatu sistem kerja yang terdiri dari manusia, mesin, material, peralatan, dan lingkungan kerja (fisik dan psikis). Pengetahuan tentang teknik pengukuran sistem kerja. Pengetahuan tentang dinamika perancangan untuk selalu mendapatkan rancangan sistem kerja yang lebih baik, efektif, nyaman, aman, sehat dan efisien (ENASE). Aplikasi keilmuan APK dalam perancangan produk, industri manufaktur (konvensional dan terotomasi), dan industri jasa/perkantoran.

Ruang Lingkup APK


Lingkup teknis
Perubahan teknologi yang semakin cepat serta level teknologi yang semakin kompleks, di satu sisi menyebabkan ketergantungan manusia pada alam semakin berkurang serta berbagai keuntungan lainnya yang bermanfaat bagi industri manufaktur. Namun di sisi yang lain, perubahan ini juga menyebabkan ketergantungan manusia pada teknologi itu sendiri, sehingga efektivitas sistem secara keseluruhan sebenarnya tidak terlalu banyak berpengaruh. Oleh karena itu diperlukan suatu pendekatan yang lebih komprehensif dengan penekanan pada aspek manusia sebagai komponen sistem yang paling utama (Aspek Ergonomi).

continue
Lingkup organisasi
APK menyangkut desain dan analisis berbagai jenis pekerjaan. Baik pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh perorangan, dengan kontrol individu, maupun pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan secara berkelompok, yang membutuhkan koordinasi dan tipe pengontrolan yang berbeda-beda. Kedua jenis pekerjaan di atas tentu saja memiliki sifat dan ciri yang berbeda, sehingga di dalam analisisnya pun membutuhkan pendekatan atau metode yang berbeda pula. Hal ini diakomodir oleh berbagai pengetahuan dan teknik yang terlingkupi oleh keilmuan APK dan E.

continue
Lingkup Legalitas
Meningkatnya aturan-aturan atau legislasi memberikan berbagai dampak bagi pekerja. Jam kerja maksimum, upah minimum, dan lain-lain. Hal ini disebabkan karena semakin disadarinya peran penting manusia di dalam sistem kerja dan berbagai keuntungan yang dapat diperoleh dari penerapan APK dan Ergonomi, serta munculnya upaya-upaya untuk lebih memanusiakan manusia di dalam sistem kerja ini.

continue
Lingkup Sosial dan Politik

Ketidakstabilan dan semakin mahalnya ongkos pekerja terutama di negaranegara maju membuat tekanan bagi dunia usaha untuk lebih memperhatikan aspek pekerja ini.

continue
Lingkup Finansial
Pilihan-pilihan yang muncul di dalam penerapan prinsip-prinsip APK seringkali harus berhadapan dengan keterbatasan finansial suatu perusahaan. Penerapan APK di satu sisi diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan pekerja dan perusahaan pada jangka panjang, namun untuk pelaksanaannya juga membutuhkan investasi.

Peran APK dalam Peningkatan Produktivitas


Pengetahuan yang cukup mengenai berbagai
kemampuan, keterbatasan dan kebutuhan manusia, akan menmbuat kita mampu merancang sistem kerja yang efektif dan efisien, karena mampu merancang sistem yang mampu meningkatkan kontribusi pekerja bagi perusahaannya, serta memperbaiki kemampuan perusahaan itu dalam memuaskan pasar serta menjaga kemampuan komersialnya.

Keuntungan yang didapatkan dengan menerapkan keilmuan APK:


Waktu kerja yang semakin pendek
Jumlah output per hari yang semakin tinggi menyebabkan ongkos per produk yang semakin kecil, sehingga secara keseluruhan ongkos produksi menurun. Produktivitas yang lebih tinggi melalui upah perangsang Upah perangsang akan menyebabkan pekerja semakin bergairah, sehingga dicapai produktivitas yang semakin tinggi pula. Perbaikan sistem kerja Perbaikan sistem kerja dapat dilakukan dan diterapkan pada berbagai komponen dan interaksi antar komponen sistem. Penjadwalan produksi Dibakukannya waktu operasi di setiap stasiun kerja memungkinkan kita untuk menjadwalkan produksi di tingkat shopfloor. Pengaturan pembebanan dan line balancing Beban kerja pada setiap stasiun dapat diatur dan diseimbangkan berdasarkan berbagai informasi tentang waktu operasi, beban kerja fisik, maupun mental yang diterima pekerja. Pengaturan tata letak dan lintasan kritis Untuk merancang atau mengatur tata letak suatu pabrik baik itu manufaktur ataupun fasilitas jasa, dibutuhkan informasi yang cukup tentang perancangan proses kerja, pengaturan dan pengukuran waktu kerja, keterkaitan antar berbagai aktivitas, dan lain-lain.

continue

Shopfloor, office, automation, HCI, Transportation APK dan E tidak hanya dapat diterapkan pada industri manufaktur saja, tetapi juga di kantor-kantor, baik yang masih menggunakan teknologi manual maupun yang sudah terotomasi. Saat ini dengan kemajuan pada teknologi komputer, interaksi antara manusia dengan komputer juga semakin kompleks, oleh karena itu perlu perhatian yang serius di dalam perancangan dan operasinya, agar hasilnya lebih optimal, begitu juga pada bidang transportasi. Perancangan peralatan Penerapan APK dan E untuk keperluan perancangan peralatan kerja barangkali merupakan hal yang tertua di dalam sejarah keteknik industrian. Bagaimana Taylor merancang berbagai alat potong, dan melakukan studi pada ukuran sekop yang digunakan untuk mengangkat bijih besi, merupakan contoh bagaimana prinsip-prinsip APK dan E diterapkan dalam merancang peralatan. Tentu saja dengan semakin kompleks dan majunya pekerjaan manusia, dimana peralatan yang digunakan juga semakin canggih, peran APK dan E juga semakin besar. Perancangan lingkungan kerja Lingkungan kerja merupakan salah satu aspek yang sangat penting yang mendukung performansi individu dalam melakukan pekerjaannya. Lingkungan kerja ini perlu dirancang sedemikian rupa, dengan mengaplikasikan berbagai prinsip yang terdapat dalam APK dan E, untuk mengoptimalkan performansi sistem secara keseluruhan.

APK dalam Keilmuan Teknik Industri

Keilmuan APK, dilihat dari sejarahnya, merupakan cikal bakal disiplin Teknik Industri. Apa yang dilakukan oleh para pendahulu Teknik Industri seperti Taylor dengan Time Study nya, pasangan suami istri Gilbreth dengan Studi Gerak dan hubungan antar pekerja, merupakan dasar-dasar perancangan sistem kerja. Penerapan keilmuan APK dalam suatu sistem produksi, juga tidak terlepas dari berbagai ilmu lain dalam Teknik Industri. Kesemuanya ini berinteraksi untuk mengoptimalkan sistem integral yang terdiri dari manusia, material, mesin, peralatan, uang dan informasi.

Bersambung

Secara sederhana proses produksi dapat digambarkan dalam bagan berikut:


Bahan baku Tenaga kerja Mesin dan fasilitas produksi Informasi Energi Waktu Dll 1. Kegiatan produktif Transportasi fisik/non fisik Proses nilai tambah (fungsional dan ekonomis) Produk/Jasa Limbah (padat, cair, gas) Informasi

PROSES PRODUKSI

2. Kegiatan non produktif Idle/delays

Set-up, loadingunloading, material handling, dll

Keluaran (Output)

Masukan (Input)

Proses Produksi (Through-put)