Anda di halaman 1dari 6

TUGAS ARTIKEL

SIROSIS HEPATIS Disusun oleh : Kelompok 4 , Tingkat 2C 1. 2. 3. 4. 5. Mentari M. Aidil Nona Wahyuni Nur Destiara Syahrullah

YAYASAN RUMAH SAKIT ISLAM KALIMANTAN TIMUR AKADEMI KEPERAWATAN YARSI SAMARINDA 2011/2012

SIROSIS HEPATIS

A. Pengertian / cause
Sirosis Hepatis adalah penyakit hepar yang ditandai oleh kerusakan sel-sel, fibrosis progresif, dan akhirnya pembentukan modular yang diakibatkan oleh karena masukan alkohol yang berlebihan.(Tucker:1998).

B. Etiologi Etiologi yang diketahui penyebabnya : 1. Hepatitis virus B & C 2. Alkohol 3. Metabolik 4. Kolestasis kronik/sirosis siliar sekunder intra dan ekstrahepatik 5. Obstruksi aliran vena hepatic 6. Penyakit vena oklusif 7. Sindrom budd chiari 8. Perikarditis konstriktiva 9. Payah jantung kanan 10. Gangguan imunologis Hepatitis lupoid, hepatitis kronik aktif 11. Toksik & obat INH, metildopa Operasi pintas usus halus pada obesitas 12. Malnutrisi, infeksi seperti malaria.

C. Tanda dan gejala / symptoms 1. pasien merasa tidak bugar/ fit merasa kurang kemampuan kerja 2. selera makan berkurang, 3. perasaan perut gembung, 4. mual, 5. kadang mencret atau konstipasi 6. berat badan menurun, 7. pengurangan masa otot terutama pengurangannya masa daerah pektoralis mayor.

D. Pemeriksaan Fisik / physical signs a. Keadaan umum


Pada klien sirosis hepatis tahap dini biasanya akan mengalami penurunan berat badan, dan pada fase lanjut kulit pasien tampak kuning/ikterus dan gatal. b. Tanda vital saat pengkajian Pada saat pengkajian tanda vital didapatkan tekanan darah : 120/80 mmhg, nadi 80 x /menit, suhu tubuh 36 0 C, pernafasan 20 x /menit, berat badan 46 kg dan tinggi badan 167 cm. c. Pemeriksaan kepala dan leher 1. Mata

Inspeksi : Kedua mata klien lengkap, simetris kiri dan anemis, skelera ikterik, kornea jernih Palpasi

kanan, Konjungtiva

: bulat isokor dan mengecil pada saat terkena cahaya

2. Telinga Kedua telinga lengakap,simetris kri dan kanan,tidak ada benjolan kemerahan pada gendang telinga 3. Mulut Inspeksi 4. Leher Inspeksi : Tidak ada masa ataupun jaringan parut : bibir pucat

d. pemeriksaan Integumen (kulit) Inspeksi Palpasi : Kebersihannya cukup, tidak ada lesi, tekstur kasar. : Turgor kembali cepat, tidak masa

e. Pemeriksaan Thorax /dada Inspeksi : bentuk dada normal, frekwensi pernapasan 20 x /menit, irama normal tidak ditemukan tanda kesulitan bernapas Palpasi : vokal fremitus didapatkan getaran yang sama kiri dan kanan, teraba

denyutan iktus kordis Perkusi : didapatkan batas-batas jantung yaitu batas atas pada ics 2sampai 3,

batas kanan jantung pada linea sternalis kanan dan batas kiri jantung pada linea media clavicularis kiri Auskultasi : suara napas vresikuler, tidak terdengar adanya wheezing dan ronkhi, bunyi jantung I tunggal pada kaktub tricuspidalis ics 4 linea sternalis kiri dan mitral di ics 5 linea medio clavicularis kiri, pada bunyi jantung II tumggal pada katub aorta di ics 2 linea sternalis kanan dan katub pulmonalis di ics 2 linea

sternalis kiri. Tidak ditemukan adanya suara tambahan seperti murmur, frekwensi demyut jantung saat pengkajian 80x / menit. f. Pemeriksaan Abdomen Inspeksi : perut yang membesar, karena asites, adanya bayangan vena, hernia umbilikalis. Auskultasi : terdengar peristaltik usus yang lemah atau tidak ada sama sekali. Perkusi Palpasi : Adanya asites sehingga pekak. : Nyeri pada kuadran kanan atas, hepar membesar keras dan padat

teraba benjol-benjol. Lingkaran perut bertambah besar E. Identitas Pasien/ typical patient 1. Umur 2. Jenis kelami 3. Pekerjaan : 40 th : Laki-laki : swasta

4. Latar Belakang sosial Klien sering menkonsumsi makanan yang tidak sehat dan berkolesterol tinggi. Jarang berolahraga, klien kadang kalau setres meminum alcohol klien juga merokok. Klien kalau sakit kadang membeli obat diwarung saja. F. Investigasions G. Pengobatan/ treatment 1. Pasien dalam keadaan kompensasi hati yang baik cukup dilakukan kontrol yang teratur, 2. istirahat yang cukup,

3. susunan diet tinggi kalori dan protein, lemak secukupnya. 4. Hentikan pemberian akohol dan obat-obatan. 5. Hentikan Hemokromatosis karena pemakaian perparat yang mengandung besi atau terapi kelasi ( desperioxamine ). H. Prognosis