Anda di halaman 1dari 4

Laporan Praktikum Transformator Satu Fasa

1. Judul Praktikum : Menentukan polaritas tranformator satu fasa 2. Rumusan Masalah: Apakah jenis polaritas trafo satu fasa jika tegangan yang diatur adalah V1? 3. Dasar Teori : Cara melilit kumparan transformator sangat menentukan tegangan induksi yang dibangkitkan dan polaritas dari transformator tersebut (Gambar 5.32). Bila sisi primer diberi tegangan akan menghasilkan arah tegangan induksi seperti ditunjukkan arah panah. Terminal H1 mempunyai polaritas yang sama dengan X1 yaitu positif (+), sedangkan H2 polaritasnya sama dengan X2 (-).

H1 AC
H2

X1

X2

V1

Gambar 5.32 Penentuan polaritas Transformator

Posisi polaritas seperti tersebut di atas disebut dengan polaritas pengurangan, sebaliknya jika polaritas H1 (+) = X2 (+) dan H2 (-) = X1 (-), akibat cara melilit kumparan sekunder sebaliknya dari kondisi pertama, maka disebut polaritas penjumlahan. Penentuan polaritas yang dijelaskan di atas bisa diketahui dengan cara mengukur tegangannya dengan ketentuan sebagai berikut, bila: V1 < V disebut polaritas substractive (saling mengurangi) V1 > V disebut polaritas additive (saling menjumlah) 4. Hipotesis : Jika V1< V maka jenis polaritasnya adalah substractive, sebaliknya jika V1 >V maka jenis polaritasnya adalah additive. 5. Variabel-Variabel : a. Variabel manipulasi b. Variabel respon c. Variabel kontrol

: nilai pada voltmeter 1 : nilai yang terbaca pada voltmeter : jenis trafo regulator, jenis voltmeter

6. Rancangan Eksperimen a. Gambar Rangkaian :

b. Alat dan Bahan : Transformator satu fasa Voltmeter Trafo regulator Kabel penghubung

1 buah 2 buah 1 buah 9 buah

c. Langkah-Langkah : 1. Menyiapkan alat dan bahan. 2. Merangkai alat dan bahan percobaan sesuai dengan skema percobaan. 3. Menghubungkan rangkaian dengan sumber tegangan. 4. Mengatur nilai tegangan pada voltmeter 1 (V1) dengan trafo regulator sebesar 110 V. 5. Mencatat nilai penunjukan yang terbaca pada voltmeter (V).

d. Tabel Data : Percobaan 1 No. V1 1. 110 V V 225 V

7. Analisis Data dan Kesimpulan a. Analisis Data : V(volt)

225

110 Grafik V1 tehadap V

V1 ( volt)

Dari grafik di atas dapat diketahui bahwa nilai V akan semakin besar jika nilai V1 diperbesar. Artinya nilai V selalu lebih besar dari V1 meskipun nilainya diperbesar ( V > V1) karena polaritas pada H1 sama dengan X2 dan polaritas H2 sama dengan X1, sehingga jika H2 dan X1 saling dihubungkan, dan voltmeter yang dipasang pada terminal H1 dan X2 akan menunjukkan penjumlahan tegangan induksi primer dan sekunder. Jadi, polaritas yang terjadi pada trafo ini disebut polaritas additive (polaritas penjumlahan).

a. Kesimpulan Berdasarkan data tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa jenis polaritas trafo satu fasa pada percobaan ini adalah additive (polaritas penjumlahan). Hal ini karena nilai V > V1, artinya tegangan (emf) induksinya saling menjumlah. b. Saran Pada eksperimen Menentukan Polaritas Trafo Satu Fasa kami sedikit kesulitan dalam menganalisa hasil percobaan. Hal ini dikarenakan terbatasnya data hasil percobaan. Jadi, sebaiknya pengambilan data percobaan dilakukan lebih dari satu kali untuk mempermudah dalam analisis data dan penarikan kesimpulan.

LAPORAN TERSTRUKTUR TRANSFORMATOR

MENENTUKAN POLARITAS TRANSFORMATOR SATU FASA


PERCOBAAN KE-1
TANGGAL 26 OKTOBER 2011

Oleh :

AINUR ROCHIM (105514030) ANTON IFUL RIYANTO (105514038) NUR MAGHFIROTUT THOHIROH (105514089)

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PRODI S-1 TEKNIK TENAGA LISTRIK 2011