Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN BIOTEKNOLOGI

Nama NIM Tanggal Praktikum Judul Praktikum Tujuan

: Siti Mufarrojah : 208 203 976 : Oktober 2011

: Pembuatan Jamur :

I. HasilPengamatan Proses Penyaringan serbuk gergaji menggunakan ayakan agar mndapatkan serbuk yang tidak terlalu kasar Gambar

Saat pencampuran dedak sebanyak 10 kg dan kapur 1-2 kg, aduk sampai rata

Berikan air secukupnya untuk mengaduk bahan-bahan yang telah dicampurkan

Aduk hingga semua bahan tercampur rata menggunakan pengaduk (cangkul)

Jika campuran bahan-bahan tersebut sudah bias dikepal maka simpan selama satu malam dalam terpal.

Masukan adonan yang sudah didiamkan selama 1 malam kedalam plastic, lipat bagian bawah plastic agar dapat

didudukan.

Masukan ke dalam tong untuk tahap sterilisasi selama kurang lebih 4 jam lalu dinginkan.

Tahap selanjutnya yaitu pemberian bibit atau inokulasi, dengan cara mendekatkan bibit pada api agar tidak banyak bakteri lain yang tercampur.

Ikat dengan karet tapi tidak kencang dan ditengahnya berikan kapas yang berfungsi untuk pernapasannya

Simpan ditempat yang terutup, yang tidak terkena cahaya matahari langsung.

Hasil jamur setelah 40 hari

Pembahasan Budidaya Jamur merupakan salah satu usaha peningkatan ekonomi dan pangan yang sangat marak berkembang di masyarakat belakangan ini, bisnis dari budidaya jamur memang menjanjikan hasil yang lumayan saat ini maka dari itu banyak masyarakat yang turut serta dalam usaha budidaya jamur ini. Selain mudah dalam proses pengerjaannya, budidaya jamur tidak membutuhkan modal yang terlalu besar sehingga sangat tepat diterapkan pada masyarakat yang taraf ekonominya sedang ataupun rendah, bahkan saat ini banyak petani padi, jagung, tembakau maupun peternak yang banting stir berprofesi menjadi pembudidaya jamur, bahkan membudidayakan jamur juga banyak diandalkan sebagai pekerjaan sampingan. Jamur memiliki manfaat yang beragam dalam kehidupan sehari-hari antara lain sebagai bahan pangan maupun sebagai bahan pembuatan obat yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit kronis. Sebagai bahan pangan, jamur tiram misalnya dapat dimasak sebagai campuran sayur sop, jamur krispi maupun keripik

jamur. Banyak restoran berkelas yang mengandalkan hidangan utamanya adalah berbahan dasar jamur. Sebagai bahan pengobatan, jamur memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia, protein nabati yang tidak mengandung kolesterol dapat digunakan sebagai obat pencegah timbulnya penyakit darah tinggi dan serangan jantung, serta dapat mencegah penyakit diabetes dan mengurangi berat badan atau obesitas. Kandungan asam folat yang tinggi dapat menyembuhkan penyakit anemia dan obat anti tumor, juga dapat digunakan untuk mencegah dan menanggulangi kekurangan gizi dan pengobatan kekurangan zat besi. Dalam proses pembudidayaan, syarat tumbuh jamur tiram yang baik antara lain: 1. Air Kandungan air dalam substrat berkisar antara 60-65%. Apabila kondisi kering maka pertumbuhan jamur akan terganggu atau terhenti, begitu pula sebaliknya apabila kadar air terlalu tinggi maka miselium akan membusuk dan mati. Penyempurnaan air dalam ruangan dapat dilakukan untuk mengatur suhu dan kelembaban. 2. Suhu Suhu inkubasi atau saat jamur tiram membentuk miselium dipertahankan antara 6070%. Suhu pada pembentukan tubuh buah berkisar antara 16-22 C. 3. Kelembaban Kelembaban udara selama masa pertumbuhan miselium 60-70%. Kelembaban udara Pada pertumbuhan badan buah 80-90%. 4. Cahaya Pertumbuhan jamur tiram sangat peka terhadap cahaya secara langsung. Cahaya tidak langsung (cahaya pantul biasa 50-15000 lux) bermanfaat dalam perangsangan awal terbentuknya tubuh buah. Intentisitas cahaya yang dibutuhkan untuk pertumbuhan jamur sekitar 200 lux (10%). Sedangkan pada pertumbuhan miselium tidak diperlukan cahaya. 5. Aerasi Dua komponen penting dalam udara yang berpengaruh pada pertumbuhan jamur yaitu Oksigen (O2) dan Karbon Dioksida (CO2). Oksigen merupakan unsure penting dalam respirasi sel. Sumber energi dalam sel dioksidasi menjadi karbondioksida. Konsentrasi Karbon Dioksida (CO2) yang terlalu banyak dalam kumbung menyebabkan pertumbuhan jamur tidak normal. Didalam kumbung jamur konsentrasi CO2 tidak boleh lebih dari 0,02%.

6. Tingkat Keasaman (pH) Tingkat keasaman media tanam mempengaruhi pertumbuhan dan petkembangan jamur tiram putih. Pada pH yang terlalu tinggi atau terlalu rendah akan mempengaruhi penyerapan air dan hara, bahkan kemungkinan akan tumbuh jamur yang lain yang akan menganggu pertumbuhan jamur tiram itu sendiri. pH optimum pada media tanam berkisar 6-7. Kegagalan pada praktikum dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor antara lain: 1. Faktor dari serbuk kayu yang digunakan Media kayu adalah media utama dalam penumbuhan jamur ini. Jadi sangat penting untuk memperhatikan jenis serbuk kayu yang digunakan. Hendaknya jenis kayu yang digunakan homogen atau tidak bercampur. Ini berpengaruh dalam lamanya waktu pengomposan dan juga tentunya perkembangan miselium. Untuk wilayah di pulau jawa, paling mudah menggunakan jenis kayu sengon. Seringkali kegagalan timbul karena pencampuran ini tidak terkontrol, apalagi tercampur dengan jenis kayu yang bergetah seperti kayu pinus, damar, cemara, dan sebagainya. Penting juga untuk memperhatikan apakah dari penggergajian kayu, serbuk gergaji tersebut terkena tumpahan oli atau tidak, karena sangat beresiko jika digunakan. 2. Faktor PH Dalam pencampuran media baglog, tingkat PH dari serbuk gergaji harus diperhatikan yaitu di kisaran 7. PH yang terlalu basa (7 hingga 8) dapat menyebabkan kegagalan. Karena faktor PH ini, dalam budidaya diperlukan pengomposan. Metoda pengomposan bertujuan menurunkan PH serbuk gergajian. Metoda itu antara lain: Setelah mencampur, dibiarkan semalam, lalu baru dimasukkan ke dalam kantong baglog Dengan mencampurkan EM4 untuk mempercepat pengomposan Mencampur serbuk gergajian dengan kapur lalu dibiarkan minimal 3 minggu untuk pengomposannya. 3. Faktor air Dalam menambahkan air, seringkali kita tidak memeriksa air yang digunakan. Ada yang menggunakan air sumur, air PDAM, atau air kali biasa. Kandungan kimia pada air tersebut terkadang tidak diketahui, jika terdapat kandungan yang mungkin saja bisa menggagalkan dalam proses budidaya, hal ini tentunya tidak kita inginkan. Cara

sederhana untuk mengatasinya adalah, air yang akan kita gunakan hendaknya diendapkan dahulu, bisa juga dengan mencampurkan arang untuk menetralisir dan memurnikan air. 4. Faktor campuran yang kurang baik Kadar dari campuran memang bermacam-macam dari masing-masing pebudidaya, tetapi rata-rata menggunakan nutrisi sekitar 10%-15%, ada yang maksimal hingga 20% dari berat gergajian. Nutrisi yang kami maksud di sini adalah perbandingan bekatul atau jagung. Pastikan bahan yang digunakan dalam campuran masih dalam kondisi segar dan baru, tentunya kualitasnya juga harus baik. Penting sekali untuk segera melakukan sterilisasi setelah campuran dimasukkan ke dalam kantong baglog. Karena setelah dimasukkan ke dalam plastik, akan timbul gas fermentasi yang dapat melambatkan tingkat kecepatan tumbuh miselium nantinya, atau bahkan

menghentikannya sama sekali. 5. Faktor sterilisasi Faktor ini yang sering menjadi momok pada budidaya. Metodenya banyak sekali, ada yang menggunakan tong, ada yang menggunakan steamer beton, plat baja. Ada yang langsung dipanaskan, ada yang menggunakan boiler sebagai penghasil uap panasnya. Intinya cuma satu, bagaimana metoda yang digunakan tersebut dapat memanaskan media baglog hingga 100 derajat C dan mematikan semua bakteri yang ada. Sehingga baglog yang sudah steril tersebut dapat tumbuh miseliumnya setelah ditanamkan bibit di dalamnya. Air yang digunakan dalam memanaskan baglog juga sebaiknya harus selalu baru dan bersih. Seharusnya setelah sterilisasi, jangka waktu untuk inokulasi tidak terlalu lama sehingga media baglog dalam keadaan steril. Tapi pada praktikum kali ini jangka waktu antara sterilisasi dan inokulasi sangat lama yaitu mencapai 7 hari/1 minggu sehingga kemungkinan terjadi kontaminasi. 6. Faktor kesalahan dalam inokulasi Dalam melakukan inokulasi bibit jamur tiram putih, kondisi baglog setelah melalui proses sterlilisasi harus memiliki suhu yang pas.. Suhu baglog yang masih terlalu panas dapat menyebabkan kegagalan, begitu juga sebaliknya, suhu yang sudah terlalu dingin juga dapat menimbulkan kegagalan. Suhu yang baik kira-kira di kisaran 35-38 derajat C (masih hangat sedikit, tapi tidak panas). Jangan pula misalnya sudah lebih dari 2 hari keluar dari steamer proses sterilisasi, baru dilakukan proses inokulasi, ini sudah terlalu dingin.

7. Faktor bibit jamur yang kurang baik Bibit jamur tiram putih sangat penting sekali dalam menentukan tingkat keberhasilan dalam budidaya jamur tiram putih. Kualitas bibit ini sangat menentukan keberhasilan. Bibit yang sudah terlalu tua (apalagi sudah tumbuh jamurnya) kurang baik untuk digunakan. Bibit yang berumur masih muda memiliki kekuatan yang lebih baik. 8. Komposisi bibit Komposisi nutrisi pada bibit jamur tiram menentukan kualitas kekuatan miselium dalam perkembangan di baglog nantinya. Indikasi sederhananya dapat terlihat pada warna putih miselium di botol bibit. Jika putihnya berwarna sangat putih, ini mengindikasikan nutrisi nya baik, tapi jika warna putihnya hanya semu saja, ini mengindikasikan nutrisi yang digunakan kurang. 9. Faktor kebersihan ruang inkubasi Pada ruang inkubasi, faktor kebersihan, sirkulasi udara, kelembaban juga harus sangat diperhatikan. Bisa jadi semua faktor sudah terlewati dengan baik, dan perkembangan miselium juga baik, tetali karena ruang inkubasi kurang bersih, perkembangan miselium justruk menjadi lambat dan malah terhenti sama sekali. Ada baiknya ruang inkubasi secara rutin dilakukan sterilisasi dengan menyemprotkan formalin 2% sebelum diisi baglog, ini untuk meyakinkan bersih dan sterilnya ruang inkubasi itu sendiri

II. JawabanPertanyaan 1. Mengapa media yang digunakan adalah dedak dan serbuk gergaji? 2. Apa fungsi kapur pada media budidaya jamur? 3. Bagaimana proses yang terjadi dalam pertumbuhan jamur? Jawaban 1. Karena serbuk kayu (serbuk gergaji) mempunyai kelebihan, kelebihan penggunaan serbuk kayu sebagai media antara lain mudah diperoleh dalam bentuk limbah sehingga harganya relatif murah, mudah dicampur dengan bahan-bahan lain pelengkap nutrisi, serta mudah dibentuk dan dikondisikan. Serbuk gergaji juga berfungsi Untuk mempercepat pertumbuhan dan mendorong perkembangan tubuh buah jamur dan dedak berfungsi sebagai sumber vitamin B, menstimulus pertumbuhan, bukan sebagai substrat pokok.

2. Fungsi kapur dalam media budidaya jamur adalah sebagai buffer pH atau penjaga kadar pH agar tetap stabil seiring perubahan kandungan nutrien medium karena diabsorbsi oleh miselium 3. Proses yang terjadi pada pertumbuhan jamur apabila miselium didalam baglog / media tanam sdh memenuhi secara keseluruhan (100 %), artinya baglog siap untuk dipindahkan dari ruang inkubasi ke ruang pertumbuhan. Lakukan pembukaan bagian atas baglog / media tanam, rawatlah dengan cara spray dan ruangan dikondisikan menjadi dingin dan lembab. Bila permukaan baglog sdh berubah warna menjadi kecoklatan tdk lama kemudian akan tumbuh pinhead (bakal jamur). Proses pertumbuhan jamur sekitar (3 - 4) hari siap untuk dipetik (dipanen), cirinya adalah tudung jamur sdh membesar dan bagian ujung daun sdh membentuk lurus. III. Daftar Pustaka

http://savaimud.blogspot.com/2011/01/laporan-budidaya-jamur-tiram.html http://www.sumberskripsi.com/2011/kumpulan-tips-gratis/budidaya-jamur-tirampleourotus-ostreatus-var-florida-yang-ramah-lingkungan.html http://bisnisjamur.wordpress.com/2009/10/25/komposisi-media-tanam-jamurtiram-baglog/ http://arbentra-spora.blogspot.com/2010/05/proses-pertumbuhan-jamur.html