Anda di halaman 1dari 3

Peran tenaga kesehatan dalam penanganan pasien dengan penyalahgunaan NAPZA : 1.

Dokter : Mendiagnosis gangguan yang terjadi untuk memberikan penanganan yang tepat untuk pasien, karena setiap obat memberikan efek, dampak, dan gejala withdrawal yang berbeda beda pada setiap jenis obat. Terutama pada penanganan penyalahguna napza dibutuhkan dokter jiwa atau psikiater untuk memberikan penanganan baik dari segi farmakologi seperti pemberian obat substistusi yang tepat bagi pasien, maupun penanganan non farmakologi seperti pemberian terapi. 2. Perawat : Berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain dalam penanganan medis, seperti dalam pemberian obat dan detoksifikasi bagi pasien rehabilitasi, sedangkan pada tugas mandiri perawat mempunyai tugas dalam penangan non medis, yaitu pada tahap rehabilitasi paska detoksifikasi untuk mempertahankan kondisi yang telah stabil. Diantara pendekatan yang dilakukan perawat pada PK yaitu filosofi TC, 12 langkah dan intervensi psikososial, yang diintegrasikan dengan psikofarmakoterapi. 3. Psikolog : Pada pasien rehabilitasi, beberapa diantaranya menggunakan napza sebagai pelarian dari masalah, sehingga adanya psikolog sangat diperlukan untuk konseling pasien dalam mengatasi masalah atau untuk melatih pasien mencari koping yang adaptif dalam permasalahan yang dimilikinya. Dan selain itu, pasien dengan penyalahguna napza dampak yang terjadi salah satunya adalah gangguan perilaku dan moral, juga sering terjadi depresi, stress, ataupun kecemasan sehingga konseling yang diberikan oleh psikolog sangat bermanfaat untuk membantu mengatasi dampak yang terjadi setelah menggunakan napza. Sesuai dengan penelitian Yulia Prihartini, Elly Hotnida Gultom yang berjudul Peran Perwat dalam Program Terapi dan Pemberdayaan Pasien dengan Dual Diagnosis menyatakan bahwa perawat dapat berperan aktif dalam program terapi dual diagnosis pada pasien penylahguna napza dengan tujuan mencegah kekambuhan, memperthankan kondisi pasien yang sudah stabil dan memulihkan kondisi pasien. Peran dan fungsi perawat yang dilakukan pada PK (program khusus) sesuai dengan peran dan fungsi perawat psikiatri, yang meliputi kemandirian dan kolaborasi serta memberikan asuhan keperawatan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Peran dan fungsi tersebut adalah :

Pelaksana asuhan keperawatan : melaksanakan asuhan keperawatan secara komprehensif melalui pendekatan proses keperwatan, yaitu melkukan pengkajian pada psien, menetapkan diagnose, merencana tindakan keperawatan serta evaluasi tindakan.hasil asuhan keperawatan ini yang dikomunikasiakn kepada tim professional lain.

Pelaksana pendidikan keperawatan : memberikan pendidikan kesehatan jiwa pada individu dan keluarga pasien. Hal ini perlu dilakukan agar pasien dan keluarga mampu melakukan perawatan pada diri sendiri dan anggota keluarganya yang dapat diberikan dalam bentuk konseling individu dan keluarga dimana perawat memngenalakan pasien akan masalah yang dihadapinya, kemungkinan penyebab dan cara mengatasinya serta mengajarkan manfaat kepatuhan terhadap obat-obatan dan efek samping obat.selain itu perawat juga melatih meningkatkan ketrampilan pasien untuk persiapan rencana hidup selanjutnya setelah pasien selesai program terapi. Sedangkan untuk keluarga, diajarkan pengenalan gejala kekambuhan, penyebab dan kepatuhan terhadap pengobatan. Sehingga keluarga mempunyai kesiapan pada saat pasien kembali ke lingkungan rumah.

Pengelola keperawatan : berperan serta dalam aktifitas pengelolaan kasus seperti koordinasi, mengorganisasi dan mengintegrasikan pelayanan bagi perbaikan individu dan keluarga. Yang dilakukan oleh perawat adalah mengkoordinasikan dan

mengkolaborasikan setiap perubahan kondisi pasien kepada tim professional lain dengan memrapkan teori manajemen dan kepemimpinan dalam asuhan keperawatan. Model peran : memberikan bantuan kepada pasien dengan menggunakan diri sendiri sebagai contoh. Dalam hal ini pasien belajar melalui contoh perilaku yang ditampilkan perawat. Setiap komunikasi dan tingkah laku perawat akan dilihat dan ditiru oleh pasien. Perantara social : menjadi perantara pihak pasien, keluarga dan masyarakat dalam memfasilitasi pemecahan masalah pasien. Perawat juga memfasilitasi jenis terapi yang diinginkan pasien dan keluarga, pemeriksaan penunjang yang harus dilakukan terhadap pasien, serta rujukan apabila pasien membutuhkan rujukan terapi. Kolaborasi dengan tim lain : perawat bekolaborasi dengan tim medis lain dalam memberikan pengobatan dan perawatan yang tepat untuk pasien. Pelaksana penelitian : mengidentifikasi masalah dalam bidang keperawatan jiwa dan mengguanakan hasil penelitian serta perkembangan ilmu dan teknologi untuk meningkatkan mutu pelayanan dan asuhan keperawatan.

Peran perawat dalam penatalaksanaan pasien penyalahguna napza sanagt penting, terutama untuk memotivasi pasien dalam kepatuhan berobat, melatih ketrampilan social pasien serta meningkatkan fungsi kognitif pasien. Menurut Dongoes 2002, prinsip keperawatan pasien napza diantaranya : Memberikan motivasi untuk menghentikan penggunaan zat Menguatkan ketrampilan koping individual Memberikan pendidikan tentang cara-cara baru untuk menurunkan anxietas Meningkatkan keterlibatan keluarga dalam program rehabilitasi Memudahkan pertumbuhan dan perkembangan keluarga Memberikan informasi tentang kondisi, perkembangan dan perlunya suatu terapi untuk pasien.