Anda di halaman 1dari 4

GANGGUAN KEPRIBADIAN DAN PERILAKU MASA DEWASA

Oleh : Ade Dayangsuri, 0806320401


PENGERTIAN KEPRIBADIAN Kepribadian adalah perilaku yang khas seseorang yang menyebabkan orang tersebut dapat dikenal dan dibedakan dari orang lain karena pola perilakunya. Ada juga pengertian gaya kepribadian yang menunjuk pada keseluruhan pola pikiran, perasaan dan perilaku yang mempengaruhi seseorang dalam usaha adaptasi yang terus menerus dalam hidupnya hasil interaksi antara genotip (pengaruh keturunan) dan fenotip (pengaruh lingkungan). Namun secara popular kata kepribadian dapat diartikan dengan kualitas seseorang yang menyebabkan ia disenangi atau tidak disenangi oleh orang lain. Secara filsafat, dapat diartikan dengan sesuatu yang rasional (dapat berpikir, mempunyai daya penalaran) dan individual (merupakan kesatuan yang dapat berdiri sendiri, mempunyai ciri-ciri khas). Tidak jarang istilah kepribadian (personality), watak (character), temperamen (temperament), dipakai secara bergantian seakan-akan memiliki makna yang sama. Watak adalah kepribadian yang dipengaruhi oleh motivasi yang meggerakkan kemauan sehingga orang itu bertindak. Bila kepribadian seseorang itu teguh dianggap orang itu berwatak. Sebaliknya bila ia plin-plan, tidak punya pendirian, dianggap tidak berwatak. Temperamen adalah kepribadian yang tergantung pada keadaan badani. Tiga aspek temperamen : kelincahan, daya hidup/vitalitas, dan daya rasa (emosional). JENIS GANGGUAN KEPRIBADIAN DAN PERILAKU MASA DEWASA F60 gangguan kepribadian khas F61 gangguan kepribadian campuran dan lainnnya F62 perubahan kepribadian yang berlangsung lama yang tidak diakibatkan oleh kerusakan atau penyakit otak F63 gangguan kebiasaan dan impuls F64 gangguan identitas jenis kelamin F65 gangguan preferensi seksual F66 gangguan psikologis dan perilaku yang berhubungan dengan perkembangan dan orientasi seksual F68 gangguan kepribadian dan perilaku masa dewasa lainnya F69 gangguan kepribadian dan perilaku masa dewasa YTT (Yang Tidak Tergolongkan) Ciri-ciri setiap kelas diagnosis dalam kategori diagnosis: F60 gangguan kepribadian khas F60.0 gangguan kepribadian paranoid F60.1 gangguan kepribadian schizoid F60.2 gangguan kepribadian dissosial F60.3 gangguan kepribadian emosional tidak stabil .30 tipe impulsive .31 tipe ambang F60.4 gangguan kepribadian histrionic F60.5 gangguan kepribadian anankastik F60.6 gangguan kepribadian cemas (menghindar) F60.7 gangguan kepribadian dependen F60.8 gangguan kepribadian khas lainnya F60.9 gangguan kepribadian YTT (Yang Tidak Tergolongkan) F60 GANGGUAN KEPRIBADIAN KHAS Gangguan ini tidak berhubungan langsung dengan kerusakan atau penyakit otak berat atau dengan gangguan jiwa lain. Gejala tersebut sudah muncul pada masa kanak atau remaja dan berlanjut sampai usia dewasa. Gangguan ini menjadi lebih nyata dalam perjalanannya lebih lanjut serta mengakibatkan keadaan yang mengakibatkan individu tersebut menderita. Jalan pikiran individu tersebut masih masuk akal atau realistis, hanya saja sudah di luar

proporsi dari keadaan dan llingkungan di mana dia berada. Karena itu ia mengalami banyak kesulitan dalam relasi interpersonal dan mengakibatkan banyak stress, sehingga di samping gangguan kepribadiannya, ia sering menderita juga gangguan jiwa lain yang timbul karena stress tersebut. Untuk mendiagnosis individu dengan gangguan ini, tidak semua gejala harus didapatkan, paling sedikit yang penting harus ada. F60.0 Gangguan kepribadian paranoid Sifat paranoid atau curiga masih dapat dikatakan normal selama ia dan lingkungan sekitarnya tidak merasa terganggu dengan sifat tersebut. Sifat paranoid yang patologis berarti sifat tersebut sudah mengakibatkan gangguan pada seorang individu serta lingkungan sekitarnya. Gangguan ini memiliki sifat curiga yang menonjol. Orang seperti ini agresif, dan setiap orang dipandangnya sebagai aggressor atau pengganggu bagi dirinya. Ia merasa harus mempertahankan dirinya dari semua serangan musuh dari luar. Akibat rasa permusuhannya sendiri, individu ini sering mengancam orang lain, sehingga ia cenderung mendapatkan banyak musuh. Dalam kepribadian paranoid, penderita sering melemparkan kesalahan dan tanggung jawab kepada orang lain, menolak secara apriori sifat orang lain yang tidak sesuai dengan standardnya sendiri. Individu dengan gangguan kepribadian paranoid bekerja sangat efisien, tetapi ia kekurangan fleksibilitas yang perlu untuk berinovasi. F60.1 Gangguan kepribadian schizoid Sifat kepribadian ini adalah pemalu, pendiam, suka menyendiri, perasa, emosi, dan bertemperamen dingin, serta menghindari hubungan jangka panjang dengan orang lain. Individu ini menunjukkan respons yang terbatas terhadap isyarat atau rangsangan social. Ia kurang mampu mengekspresikan kehangatan, kelembutan atau kemarahan terhadap orang lain. Ia berpreokupasi dengan fantasinya dan berintrospeksi berlebihan. Ia tidak peduli baik terhadap pujian maupun terhadap kecaman, tidak memiliki teman akrab, serta sangat tidak peka terhadap norma dan kebiasaan social yang berlaku. Karena itu ia hampir selalu memilih aktivitas yang dilakukan sendiri. Ciri utama cara menyesuaikan dan membela dirinya adalah menarik diri, mengasingkan diri dan sering aneh/eksentrik. Terdapat juga cara pemikiran autistic dan ia melamun berlebihan. F60.2 Gangguan kepribadian disosial Individu dengan gangguan ini pada dasarnya adalah orang yang tidak bersosialisasi. Perilakunya berulang kali mengakibatkan konflik dengan masyarakat dan ia tidak dapat belajar dari pengalaman. Janjinya berbeda dari apa yang dilakukannya. Ia tidak memiliki loyalitas pada kelompoknya dan terhadap norma-norma social. Ia pada umumnya egosentrik, tidak bertanggung jawab, impulsif, dan tidak mampu mengubah diri. Toleransi terhadap kekecewaannya rendah dan ia cenderung menyalahkan orang lain atau memberi alasan yang seakan masuk akal mengenai perilakunya. Gejala kelainan ini sudah tampak pada masa kanak, sekitar usia 12-15 tahun. Sejak kecil, ia sudah menunjukkan perilaku sering mencuri, perilakunya tidak dapat dikoreksi, agresif, impulsive, dan berdusta patologis. Pada masa dewasa, individu ini sering menunjukkan pelanggaran hukum yang berulang, suka mengembara, riwayat pekerjaan atau tugas militer yang jelek. Ia suka berkelahi, dan gejala cemas. Gangguan kepribadian disosial jauh lebih banyak terdapat pada kaum pria, kira-kira 5-10 pria terhadap 1 wanita dan belum diketahui sebabnya. Diagnosis banding: gangguan ini perlu dibedakan dari episode manic, skizofrenia, gangguan mental organik yang nonpsikotik, sindrom ganser dan kegagalan penyesuaian social tanpa gangguan psikiatrik yang nyata. F60.3 Gangguan kepribadian emosional tidak stabil Individu ini memperlihatkan sifat yang lain dari perilakunya sehari-hari, yaitu ledakan amarah dan agresivitas terhadap stress kecil tanpa mempertimbangkan akibatnya. Dengan kata lain, emosinya sangat tidak stabil. Terdapat 2 varian khas yang berkaitan dengan impulsivitas dan kurangnya kontrol diri, yaitu: F60.30 Gangguan kepribadian emosional tidak stabil tipe impulsive

F60.31 Gangguan kepribadian emosional tipe ambang (borderline) atau dapat disebut juga gaya hidup maladaptif atau gaya hidup tidak sesuai, dapat dimasukkan dalam kategori ini. F60.4 Gangguan kepribadian histrionik Atau disebut juga dengan histerik, individu ini biasanya egosentrik dan emosinya tidak stabil. Ia menarik perhatian dengan ekspresi emosi yang dibuat-buat atau dilebih-lebihkan. Ia sugestif, lekas tersinggung, tetapi dangkal. Perilakunya yang sering mencari perhatian dapat mengakibatkan ia berdusta dan menunjukkan pseudologika fantastika (menceritakan sesuatu secara luas dan mendalam tanpa didasari fakta). Individu ini terlalu peduli dengan daya tarik fisiknya, terlihat menggoda dan provokatif, tetapi ia mungkin dingin. Ia menuntut secara dependen dalam hubungan antarmanusia. Dalam keadaan stress ia nyaris tidak dapat membedakan kenyataan dengan fantasinya, serta hampir mendekati waham. Kepribadian histerik ini lebih sering dialami oleh kaum wanita. F60.5 Gangguan kepribadian anankastik Pada kepribadian anankastik, ciri utamanya adalah perfeksionisme dan keteraturan. Ia mungkin sering berulang kali melakukan segala sesuatu atau aspek saja dari lingkungannya, agar tertib dan teratur. Hal tersebut dapat mempengaruhi pekerjaannya, sehingga apa yang dilakukannya dapat diselesaikan dengan baik atau dengan tidak baik sama sekali. Ia kaku, pemalu, kurang spontan, serta memiliki pengawasan yang tinggi terhadap diri sendiri. Ia sangat prihatin dengan konformitas, menganut norma-norma etik dan moral yang tinggi serta patuh secara berlebihan. Ia memaksa orang lain secara secara tidak beralasan agar menuruti persis cara ia melakukan sesuatu atau ia enggan secara tidak beralasan untuk menyetujui orang lain mengerjakan sesuatu. Bila ia bekerja dalam keadaan yang tidak dapat diawasinya, ia menjadi cemas, marah, benci dan curiga terhadap atasannya. Selain itu, bila ia dilangkahi dalam pujian atau kenaikan pangkat, ia menjadi sangat iri hati dan benci serta mengalami frustrasi yang besar. Individu ini sering sama sekali tidak merasa terganggu, abnormal atau menyimpang. Biasanya ia tidak dapat dibawa berobat karena perilakunya sering bermanfaat bagi masyarakat atau lingkungan pekerjaannya. F60.6 Gangguan kepribadian cemas/menghindar Penderita gangguan ini terus menerus merasa tegang dan takut yang mendalam. Ia merasa tidak mampu dalam segala hal dan dirinya tidak menarik atau lebih rendah daripada orang lain. Ia berpreokupasi berlebihan terhadap kritik atau penolakan terhadap dirinya. Adanya keengganan melibatkan diri dalam suatu hal kecuali yakin akan disukai. Cenderung menghindari aktivitas social karena takut dikritik tidak didukung atau ditolak. F60.7 Gangguan kepribadian dependen Tidak terdapat gairah dalam menjalani hidup pada orang ini. Seumur hidup merasa lelah, lesu, tidak bertenaga dan lemah untuk memulai sesuatu. Terdapat abulia (kurang kemauan) dan anhedonia (kurang mampu menikmati sesuatu). Diagnosis banding dan pengobatan : perlu dibedakan dengan gangguan fisik yang dapat menyebabkan kelesuan umum, juga dengan gangguan nerosis neurastenik yang dimulai dengan suatu stress. Karena lemahnya daya tahan terhadap stress maka dilakukan manipulasi terhadap daya stress yang ada di lingkungan. Sugesti dan persuasi dilakukan untuk menambah kemampuan dari penderita. Bila terdapat depresi atau gejala-gejala skizofreni maka diberikan antidepresan atau neuroleptik. Perubahan kepribadian yang berlangsung lama yang tidak diakibatkan oleh kerusakan atau penyakit otak serta gangguan perilaku masa dewasa Gejala-gejala gangguan kepribadian dapat terjadi ketika seorang telah dewasa. Hal ini dapat disebabkan oleh karena katastrofik (stress yang panjang) dan sangat lama ataupun setelah mengalami gangguan jiwa yang berat tanpa gangguan kepribadian sebelumnya dan tanpa ada gangguan otak. Diagnosis ini dibuat bila telah terjadi perubahan yang lama dan jelas dari pola pandangan,hubungan dengan atau pikiran tentang lingkungan dan dirinya sendiri. Perilaku tidak fleksibel dan menjadi tidak dapat menyesuaikan diri dalam interaksi antarpribadi, social dan pekerjaan.

a. Perubahan kepribadian yang berlangsung lama setelah mengalami katastrofa Berdasarkan keterangan dari orang-orang terdekat mereka. Orang itu menjadi tidak mampu mengadakan relasi interpersonal dan social yang baik. Gejala yang dialami: sikap yang bermusuhan atau tidak percaya pada semua orang, menarik diri dari kehidupan social, perasaan hampa dan putus asa, terus-menerus merasa terancam dan terasing. b. Perubahan kepribadian yang berlangsung lama setelah mengalami gangguan jiwa Perubahan terjadi karena stress yang hebat akibat gangguan jiwa yang berat. Dibandingkan sebelum sakit, ia menjadi sangat tergantung pada orang lain, selalu meminta bantuan, ia menganggap ia berubah dan sakitnya yang terdahulu sehingga ia tidak mampu mengadakan relasi interpersonal dan social yang baik sehingga menjurus ke isolasi social. Ia mengeluh sakit, jadi pasif, minat terhadap rekreasi berkurang, afeknya disforik atau labil. Gejala berlangsung paling sedikit 2 tahun. Kesimpulan Rara, 22 tahun, mahasiswa yang memiliki kepribadian sangat tertutup, memiliki sedikit teman, ada kemungkinan memiliki gangguan kepribadian Schizoid. Rara yang selalu mematuhi aturan, selalu berusaha mendapatkan nilai yang baik merupakan ciri dari kepribadian anankastik.

Daftar Pustaka

Maramis WF, Maramis AA. Gangguan Kepribadian dan Perilaku Masa Dewasa. Dalam: Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa. Edisi 2. 2009. Jakarta; Pusat Penerbitan dan Percetakan: 325-341