Anda di halaman 1dari 9

TUGAS

ARSITEKTUR DAN ORGANISASI KOMPUTER KINERJA DAN FUNGSI SALAH SATU MODEL ARSITEKTUR DAN ORGANISASI KOMPUTER PADA HARDWARE

Disusun Oleh ; Evelyn Sevina Hermita


JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA UPN VETERAN YOGYAKARTA 2012

AMD Athlon II X4 631 vs Intel Pentium G 840


Kecepatan Turbo Jumlah Core L2 Cache L3 Cache TDP Lithography 64 bit support 1. Performa software umum core) AMD : 21.0 7zip 1 Thread Pentium : 05:26 AMD : 07:34 2 Thread Pentium: 03:02 AMD: 03:17 Keterangan : Lower score is better AMS Athlon II X4 631 unggul di aplikasi yang benar-benar bisa memanfaatkan keempat core secara penuh. Sementara itu, Pentium G 840 unggul saat menggunakan aplikasi yang lebih menyukai performa per core. Melihat hasil yang kami peroleh, keduanya bisa dinyatakan berimbang. 2. Performa Gaming Resident evil 5, Dx 10 Pentium : 55.4 AMD : 66.9 Left 4 Dead Indoor Test Ms.Excel Pentium : 19.8 (unggul karena pengujian ini tdk membutuhkan banyak Pentium G 840 2.8 GHz N/A 2 512 KB 3 MB 65W 32nm Yes AMD Athlon II x4 631 2.6 GHz N/A 4 4 MB N/A 100W 32nm Yes

Pentium : 89.9 AMD : 80.9 Keterangan : Higher score is better Menunjukkan bahwa gaming secara umum memang membutuhkan core dalam jumlah banyak. Efisiensi core di Pentium G 840 dan kecepatannya yang lebih tinggi pun tidak membuatnya mampu mengalahkan Athlon II X4 631. Akan tetapi, perbedaan performanya memang tidak terpaut jauh. 3. 3DMark Vantage CPU Score P: 7089 A: 8909 GPU Score P: 17136 A: 15480 4. Pengujian Konsumsi Daya Load P: 76.7 A: 113.6 Idle P: 51.0 A: 50.4 Jelas akan berpihak ke prosesor yang TDP-nya lebih rendah. Sebenarnya cukup unik melihat Pentium G 840 mampu bersaing dengan Athlon II X4 631 dengan menggunakan konsumsi daya sekitar 30% lebih rendah. Kesimpulan : AMD Athlon II X4 631 memiliki performa gaming yang baik dan kerap menggunakan aplikasi yang mampu memanfaatkan 4 core secara penuh tanpa memikirkan konsumsi daya dan pilihan upgrade terbatas. Sementara itu, Pentium G 840 memiliki konsumsi daya rendah, performa 2 core yang terbaik, dan membutuhkan pilihan upgrade prosesor yang banyak hingga ke performa kelas atas,

Intel Core i3 VS AMD Phenom II X6 1100T


Tabel Perbandingan core i3 Jumlah Core Thread Clock Speed Cache Turbo Lithography TDP AMD Phenom II X6 1100T Jumlah core Kecepatan Turbo L2 Cache L3 Cache AMD Phenom II X6 1100T 6 3.3GHz 3.GHz 512KB 6MB Core i3-2120 2 4 3.3GHz 3MB - 32nm 65W Core i3-2100 2 4 3.1GHz 3MB - 32nm 65W Core i3-540 2 4 3.06GHz 4MB - 32nm 73W

Intel Core i7 VS AMD Sejak Zaman Athlon 64


Perbedan fisik Processor Core i7 dengan generasi sebelumnya : 1. Menggunakan socket LGA1366 (Processor sebelumnya menggunakan LGA775). 2. Menggunakan L3 Cache 8 MB (Processor sebelumnya hanya menggunakan L2 Cache). 3. Menggunakan teknologi memory 3-channel (Processor sebelumnya menggunakan dual-channel). 4. Mengadopsi teknologi RAM DDR3 (Processor sebelumnya menggunakan DDR2 saja). Persamaan Processor Core i7 dengan generasi sebelumnya :

Sama-sama menggunakan 4 core (Quad Core). Sama-sama menggunakan manufacture 45-nm

AMD Sejak Zaman Athlon 64 Dibandingkan intel, AMD sejak zaman athlon64 memiliki fitur-fitur seperti: - Hyper Transport Tekhnologi Penggandaan Bus pada jalur system sehingga data yang dapat diantar dalam satu waktu lebih banyak karena lalu lintas data yang lebih cepat. - Enhanced Virus Protection (EVP) Tekhnologi yang memungkinkan processor untuk mengenali virus dan sejenisnya sehingga eksekusi terhadap data tersebut tidak akan dilanjutkan oleh processor. - Integrated Memory Controller Memungkinkan Processor untuk melakukan pengaksesan memory langsung tanpa melewati chipset northbridge terlebih dahulu. - Dual Core Pemasangan 2 buah core pada satu processor yang berarti terdapat 2 pengeksekusi perintah dalam satu processor. - CoolnQuiet Peningkatan kinerja prosesor sering meningkatkan konsumsi power dan kebisingan. Dengan teknologi ini memungkinkan penggunaan power yang efektif dan sistem yang lebih hening saat menggunakan kinerja sesuai dengan kebutuhan.-

- AMD64 Technology Teknologi untuk menjalankan aplikasi-aplikasi yang berbasis 64 bit. Apabila pengguna komputer sedang bekerja menggunakan program aplikasi ringan dan prosesor tak terbebani oleh tugas-tugas kerja yang lain, maka clock speed dan voltase yang digunakan prosesor akan menurun, besar daya yang dikonsumsi oleh prosesor juga menurun. Pernah diinformasikan bahwa prosesor yang memiliki TDP maksimum 89 Watt dapat menurun sampai 32 Watt (stepping C0) sedangkan clock speed menurun sampai 800 MHz, atau, TDP menurun sampai 22 Watt (stepping CG) dan clock speed menurun sampai 1000 MHz. Sehingga para gamer maniak melirik processor ini

STRUKTUR KOMPUTER TOP LEVEL


Secara umum komputer memiliki empat struktur utama yang terdiri dari : 1. 2. 3. 4. Berikut ini penjelasan dari kinerja dan fungsi dari masing-masing struktur dalam komputer top level : CPU atau Central Processing Unit Input Output Systems Interconnection Main Memory

1. CPU
Merupakan komponen terpenting dari sistem komputer. Komponen pengolah data berdasarkan instruksi yang diberikan kepadanya.

Fungsi Fungsi utama dari CPU adalah melakukan operasi aritmatika dan logika terhadap data yang diambil dari memori atau dari informasi yang dimasukkan melalui beberapa perangkat keras, seperti papan ketik, pemindai, tuas kontrol, maupun tetikus. Cara kerja CPU yaitu dengan mengambil instruksi-instruksi dari memori utama dan mengeksekusinya satu per satu sesuai dengan alur perintah. Kinerja CPU berperan sebagai otak dari komputer. Oleh karena itu, kinerjanya dipengaruhi oleh beberapa hal seperti : a. Teknologi, teknologi yang bagus akan makin efisien dalam jumlah
instruksi.

b. Jumlah core, semakin banyak core semakin banyak jumlah instruksi (thread) yang bisa dikerjakan sekaligus. c. Clock speed, semakin cepat clock speednya maka semakin banyak instruksi yang dapat dikerjakan
Dalam mewujudkan fungsi dan tugasnya, CPU tersusun atas beberapa komponen. Komponen utama CPU yaitu : Arithmetic and Logic Unit (ALU) ALU sering disebut mesin bahasa (machine language) karena bagian ini mengerjakan instruksi instruksi bahasa mesin yang diberikan padanya. Bertugas membentuk fungsi fungsi pengolahan data komputer. Control unit Bertugas mengontrol operasi CPU dan secara keselurahan mengontrol komputer sehingga terjadi sinkronisasi kerja antar komponen dalam menjalankan fungsi fungsi operasinya. Termasuk dalam tanggung jawab unit kontrol adalah mengambil instruksi instruksi dari memori utama dan menentukan jenis instruksi tersebut. Register

Media penyimpan internal CPU yang digunakan saat proses pengolahan data. Memori ini bersifat sementara, biasanya digunakan untuk menyimpan data saat diolah ataupun data untuk pengolahan selanjutnya. CPU Interconnection

Sejumlah mekanisme komunikasi yang menghubungkan komponen internal CPU yaitu ALU, unit kontrol dan register register. Juga menghubungkan komponen

eksternal CPU yaitu sistem lainnya, seperti memori utama, dan piranti masukan/keluaran

2. Input/Output

I/O terdiri dari piranti l/O (peripheral) , pengendali I/O (device controller), dan perangkat lunak . Klasifikasi piranti I/O terdiri 3 kelompok: 1. Kelompok yang memasukkan informasi (input), contoh : keyboard, ADC, scanner 2. Kelompok yang rnenampilkan informasi (output), contoh : VDU (monitor), printer 3. Kelompok yang melayani input dan output, contoh : Floppy disk Pengaksesan I/O terdiri dari 2 cara : 1. Memory mapped I/O Piranti I/Odihubungkan sebagai lokasi memori virtual dimana port I/O tergantung memori utama. 2. I/O mapped I/O (I/O isolated) Piranti I/O dihubungkan sebagai lokasi terpisah dengan lokasi memori, dimana port I/O tidak tergantung pada memori utama Fungsi Memindahkan informasi antara CPU atau memori utama dengan dunia luar. Kinerja I/O sangat berpengaruh pada kinerja sebuah sistem komputer. Hal ini dikarenakan I/O sangat menyita CPU dalam pengeksekusian device driver dan penjadwalan proses, demikian sehingga alih konteks yang dihasilkan membebani CPU dan cache perangkat keras. Selain itu, I/O juga memenuhi bus memori saat mengkopi data antara controller dan physical memory, serta antara buffer pada kernel dan application space data.

3. System Interconnection

Interkoneksi yang banyak digunakan sampai saat ini adalah system bus. Dalam arsitektur komputer, sebuah bus adalah sebuah subsistem yang mentransfer data antar komponen komputer pada sebuah komputer atau antar komputer. Secara umum fungsi saluran bus dikategorikan dalam tiga bagian : Address Bus, data bus, dan Control bus.

Fungsi System Interconnection menghubungkan ketiga elemen yaitu CPU, Main Memory, Input Output untuk disinkronisasikan dan dijalankan oleh komputer.

4. Main Memory

Main memory merupakan media penyimpanan dalam bentuk array yang disusun word atau byte, kapasitas daya simpannya bisa jutaan susunan. Setiap word atau byte mempunyai alamat tersendiri. Data yang disimpan pada main memory ini bersifat volatile, artinya data yang disimpan bersifat sementara dan dipertahankan oleh sumber-sumber listrik, apabila sumber listrik dimatikan maka datanya akan hilang. Memori utama komputer bisa berupa Read-Only Memory (ROM) atau Random- Access Memory (RAM). RAM (Random Access Memory) Random-Access Memory dapat ditulisi dan dibaca, dan disunting sesuka hati kita. Data yang terkandung di dalamnya pun dapat diakses dengan cara acak, tanpa harus berurutan. Jenis-jenis RAM: Berdasarkan cara kerja : 1. Dynamic RAM (DRAM) 2. Static RAM (SRAM) Berdasarkan Module : 1. Single Inline Memory Module (SIMM) 2. Double Inline Memory Module (DIMM) 3. RIMM (Rambus) ROM (Read Only Memory) ROM juga bisa diakses dengan cara acak, tapi isinya tidak dapat diubah setelah dituliskan di dalamnya. Karena itu, ROM digunakan untuk penyimpanan data permanen. ROM bersifat non-volatile, yang berarti informasi yang terkandung di dalamnya tidak akan hilang saat sistem dimatikan. Fungsi Main memory digunakan sebagai media penyimpanan data yang berkaitan dengan CPU atau perangkat I/O.