Anda di halaman 1dari 3

EDEMA PALPEBRAL Kompartemen cairan tubuh terdiri dari dua bagian utama, yakni: 1.

Cairan ekstra selular (plasma darah dan cairan interstisial) 2. Cairan intra selular Selain itu, terdapat cairan transelular yakni kompartemen yang meliputi cairan di dalam rongga-rongga potensial, seperti sinovial, peritoneum, pericardium, intra-okular dan serebrospinal. FILTRASI GLOMERULUS Merupakan langkah pertama pembentukan urin, yakni filtrasi sejumlah besar cairan dan plasma di dalam, dilanjutkan ke kapsula bowman. Kapiler Glomerulus -Merupakan lapisan yang impermeabel terhadap protein, sehingga normalnya filtrat glomerulus bebas dari molekul protein dan juga tidak mengandung elemen selular, seperti sel darah merah. -Memiliki laju filtrasi yang tinggi karena tekanan hidrostatik glomerulus yang tinggi. -Membran kapiler glomerulus, terdiri dari tiga lapisan utama: 1. Endotelium kapiler 2. Membran dasar 3. Lapisan sel epitel (podosit) -Ketiga lapisan utama membran kapiler glomerulus ini membentuk sawar filtrasi terhadap protein plasma. -Normalnya, lapisan-lapisan ini dapat mencegah filtrsi protein plasma, bahkan pada laju filtrasi tertinggi. -Laju filtrasi yang tinggi di membran glomerulus dipengaruhi oleh sifat-sifat dasar membran penyusunnya sendiri.

a. Endotelium kapiler Memiliki ribuan lubang kecil yang disebut fenestra (mirip dengan kapiler fenestra yang terdapat di hepar). Sel endotel kapiler glomerulus kaya akan muatan negatif yang tolak-menolak dengan muatan protein plasma. b. Membran dasar Terdiri dari jalinan serabut kolagen proteoglikan. Lapisan ini secara efektif mencegah filtrasi protein plasma/ lolosnya protein plasma saat melewati glomerulus (muatan listrik sangat negatif ini berasal dari proteoglikan). c. Sel epitel Membatasi bagian luar glomerulus, memiliki tonjolan-tonjolan seperti kaki yang disebut Podosit, yang mengelilingi permukaan luar kapiler glomerulus. Podosit dipisahkan pori-pori, yang merupakan tempat masuknya filtrat glomerulus. Juga memiliki muatan negatif, sebagai pembatas tambahan protein plasma. Seluruh lapisan kapiler membran glomerulus merupakan sawar terhadap filtrasi protein plasma. Struktur membran kapiler glomerulus cukup tebal, namun memiliki banyak pori-pori sehingga: -Mampu menyaring cairan dengan kecepatan tinggi/ laju filtrasi tinggi. -Sawar filtrasi glomerulus bersifat selektif terhadap molekul yang akan difiltrasinya, berdasarkan: Ukuran molekul Kemampuan filtrasi 1,0 = zat difiltrasi secara bebas (contohnya, air, Na+, glukosa dan inulin); 0,75 = kecepatan filtrasi zat 75% dibandingkan kecepatan filtrasi air; turun mendekati 0 (berat molekul mendekati berat molekul albumin, sehingga semakin sukar untuk difiltrasi). Jenis muatan -Molekul-molekul bermuatan (+) lebih mudah difiltrasi di kapiler glomerulus.

-Molekul-molekul bermuatan (-), contohnya Albumin, protein plasma ini normalnya tidak difiltrasi di glomerulus karena pengaruh ion negatif protein plasma dan membran-membran pelapis kapiler glomerulus yang juga bermuatan negatif (terjadilah tolakan elektrostatik yang dihasilkan muatan (-) proteoglikan/ di dinding kapiler glomerulus hingga ke membran dasar). -Molekul (+) dan netral lebih mudah difiltrasi di kapiler glomerulus karena terdapatnya muatan (-) pada membran dasar (proteoglikan dan sel podosit). Pada penyakit ginjal tertentu, muatan negatif pada membran dasar (proteoglikan) menjadi hilang, bahkan sebelum terjadi perubahan histologi ginjal/ glomerulus itu sendiri. Contohnya ditemukan pada penyakit nefropati perubahan minimal, sehingga protein plasma (albumin) akan difiltrasi dan terdapat di dalam urin proteinuria/ albuminuria. Daya yang mendorong terjadinya filtrasi di glomerulus disebabkan tingginya tekanan hidrostatik glomerulus dan rendahnya tekanan osmotik koloid kapsula bowman.