Anda di halaman 1dari 4

TUGAS - 1

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengukuran Sistem Tenaga

Tema Kilo Wahtt Hour (KWH) Meter

Di Sususn Oleh : JAMALUDIN : 2210191036

PROGRAM STRATA SATU JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI CIMAHI 2011

Kilo Wahtt Hour (KWH) Meter

Kilo Watt Hour (kWh) Meter berfungsi untuk mencatat energi terpakai oleh pengguna energi listrik. Prinsipnya yaitu daya yang digunakan pada beban dihitung untuk setiam jamnya yang selanjutnya dikalkulasikan dengan harga listrik yang harus dibayarkan konsumen. Tipe dari KwH meter ini penggunaannya sudah sangat luas dan telah dikembangkan oleh Schellumberger pada 1888, ketelitiannya cukup baik dan dapat dioperasikan untuk waktu yang lama dengan sedikit perawatan. Sesuai dengan namanya, KwH meter hanya menghitung daya aktif nya pada suatu perumahan atau industri sehingga apabila ada daya reaktif yang ditimbulkan oleh kapasitor atau induktor, maka seharusnya KwH meter tidak dapat menghitung daya tersebut dan putaran aluminium pada KwH meter jenis mekanik tidak dapat bergerak. Apabila KwH meter bergerak namun tidak ada daya aktif nya, maka kemungkinan terbesar, terdapat kerusakan pada KwH meter.

Terdapat dua jenis KwH meter yang banyak beredar di Indonesia yaitu : 1. KWH Meter Tipe mekanik Tipe mekanik adalah peralatan yang menghitung daya listrik dengan menghitung putaran atau rotasi piringan aluminium di KwH meter.

Prinsip Kerjanya : Pada KwH meter tipe ini, terdapat koil yang menghasilkan fluks magnet yang searah dengan arus dan tegangan. Dengan dipasangnya koil ini, maka pada piringan aluminium ini akan terdapat arus eddy, arus eddy adalah arus yang timbul dari adanya pemotongan medan magnet oleh penghantar/konduktor yang digerak2kan disekitar medan magnet. yang pada selanjutnya dapat menghasilkan gaya putar pada piringan aluminium yang identik dengan daya yang sedang digunakan. Putaran aluminum ini selanjutnya menggerakkan counter yang menunjukkan besarnya daya yang digunakan . Piringan yang digunakan adalah aluminum karena aluminum merupakan jenis metal yang tahan terhadap karat dibandingkan logam seperti besi. Untuk KwH meter jenis 3 fasa, semua kawat 3 fasa tersebut dihubungkan KwH meter. Apabil salah satu kawat terputus atau lepas, maka pembacaan KwH meter menjadi tidak akurat lagi . Kesimpulandari KwH meter tipe analog nya adalah kecepatan piringan aluminium menandakan besarnya daya yang sedang digunakan oleh konsumen.

2. KWH Meter Tipe Digital Untuk KwH meter jenis Digital adalah KwH meter yang menggunakan rangkaian elektronik sebagai penghitungnya. Prinsip kerja : a. Arus beban masing-masing fasa diubah ke level sinyal elektronik melalui Current Sensor. b. Tegangan beban masing-masing fasa diubah ke level sinyal elektronik melalui Voltage Sensor. c. Sinyal arus dan sinyal tegangan masing-masing fasa (analog) dilakukan sampling oleh ADC (Analog to Digital Converter) menjadi sinyal digital. d. Output sinyal-sinyal digital arus dan tegangan dari ADC dilakukan multiplikasi di DSP (Digital Signal Processing) untuk mendapatkan besaran yang diinginkan (Daya, energi dll). e. Besaran-besaran diatas disimpan dalam memori untuk aplikasi lebih lanjut.

Prosesor Sinyal Digital digunakan untuk menghitung daya dengan pemberian parameter seperti tersebut. tegangan dan arus, juga terdapat tegangan referensi pada prosesor sinyal digital

Pemasangan KWH Meter Untuk pemasangan KwH meter harus diperhatikan pada simbol-simbol pada KwH meter. Pada KwH meter tipe mekanik, biasanya terdapat simbol yang menunjukkan peralatan KwH meter harus dipasang secara vertikal. Apabila KwH meter tersebut dipasang secara horizontal, KwH meter tersebut tidak akan jalan karena adanya efek gravitasi yang mempengaruhi putaran piringan aluminum. Simbol-simbol lain dapat diperhatikan untuk KwH meter yaitu ada tidaknya simbol yang merepresentasikan perlindungan terhadap pengaruh medan magnit luar. Untuk pengamanan terhadap medan magnit luar, ditandai dengan kotak dengan garis, dan medan listrik ditandai dengan kotak dengan garis putus-putus. Di Indonesia, banyak sekali penyimpangan penggunaan KwH meter yang dapat merugikan PLN sebagai penyedia listrik negara. Sebagai contohnya yaitu modifikasi pada KwH meter yang menyebabkan turunnya biaya yang harus dibayarkan. Contoh modifikasi yaitu dengan pemberian medan magnit luar yang dapat menggangu jalannya piringan aluminium yang dapat mengurangi penghitungan daya yang seharusnya dipakai. Langkah ini dapat diantisipasi dengan menggunakan perlindungan magnit dari luar. Contoh kasus lainnya adalah merubah dari kawat fasa yang mengalir masuk ke KwH meter menjadi kawat ground yang mengalir masuk ke KwH meter. Hal ini berdampak

pada tidak terhitungnya daya yang dipakai yang ditandai dengan tidak berputarnya piringan aluminium pada KwH meter karena pada beban, digunakan kawat ground selain dari KwH meter.