Anda di halaman 1dari 5

Nama : Dewi Dermawan

NIM : 0701120482
Jurusan : Hubungan Internasional
Mid Semester
Mata Kuliah Hukum Internasional

1. Apakah yang dimaksud dengan Subjek dan Objek Hukum Internasional? Bagaimana
perkembangannya saat ini? Apakah suatu Subjek dan Objek Hukum Internasional
dapat berubah? Jelaskan dengan contoh yang relevan! Dpatkah objek hokum
internasional hilang? Jelaskan dengan contoh nyata!
Jawab:
Subjek hukum internasional ialah semua pemegang hak dan kewajiban berdasarkan
hukum internasional. Dalam arti lebih luas, subjek hukum internasional juga
mencakup keadaan bahwa yang dimiliki itu hanya hak dan kewajiban yang terbatas.
Misalnya, kewenangan mengadakan penuntutan hak yang diberikan oleh hukum
internasional di muka pengadilan berdasarkan suatu konvensi. Subjek hukum
internasional, antara lain; Negara, Takhta Suci, PMI, Organisasi Internasional,
Individu, serta pemberontak dan pihak dalam sengketa ( belligerent ). Sedangkan
objek hukum internasional ialah pihak-pihak yang dibebani kewajiban sesuai dengan
diatur dalam hukum internasional. Lebih jelasnya yakni segala sesuatu yang memiliki
entitas dalam memenuhi kepentingan suatu negara.
Perkembangan baik subjek mau pun objek hukum internasional saat ini semakin
kompleks dan perkembangannya juga dapat dikatakan sangat pesat. Perkembangan
ini mencakup baik jumlah atau pun bentuk-bentuk dari subjek atau pun objek hukum
internasional itu sendiri. Hal ini dapat kita amati dengan semakin bertambahnya
jumlah negara, organisasi-organisasi internasional bahkan bentuk-bentuk pertikaian
yang semakin kompleks pula. Munculnya kesadaran masyarakat internasional
mengenai pentingnya perdamaian memicu kelahiran negara-negara baru serta
berbagai organisasi internasional. Misalnya Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang
memuat tujuan untuk memelihara perdamaian dan keamanan dunia. Lembaga ini
mencetuskan Deklarasi Dekolonialisasi yang menciptakan mekanisme protes
dekolonialisasi di tahun 1960-an. Dapat dikatakan hal ini, menstimulasi pertumbuhan
negara-negara baru yang memerdekakan diri dari penjajahan kolonial. Berdasarkan
hal tersebut, subyek Hukum Internasional kian banyak dan berkembang.
Perkembangan subjek hukum internasional sejajar dengan berkembangnya objek
hukum internasional. Persoalan penjajahan, perebutan wilayah, SDM, bahkan SDA
menjadi permasalahan yang akrab kita lihat dalam sejarah hubungan internasional
yang secara langsung juga menyinggung hukum internasional. Jadi diiringi dengan
meningkatnya subjek hukum internasional maka objek hukum internasional pun
semakin berkembang.
Suatu subjek dan objek hukum internasional dapat berubah, subjek hukum
internasional dapat berubah menjadi objek hukum internasional dan begitu pula
sebaliknya. Perubahan ini dapat terjadi karena status sebagai subjek atau objek
tersebut dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Sebagai contoh, ketika dalam suatu
negara muncul pulau baru akibat proses alamiah alam, maka secara otomatis pulau
tersebut dapat dideklarasikan sebagai milik negara itu karena berada di tanah
wilayahnya. Contoh lain, Palestina atau pun Timor-Timur yang telah menjadi suatu
negara yang berdaulat. Contoh objek hukum internasional yang hilang misalnya Uni
Soviet yang telah bubar dan pecah menjadi negara-negara baru.

2. Setelah mempelajari beberapa topik dalam hukum internasional, bagaimana


relevansinya dengan studi ilmu hubungan internasional? Jelaskan pula pendapat Anda
terkait perkembangan hubungan antarbangsa saat ini dengan persoalan hukum
internasional!
Jawab:
Hukum internasional dapat dikatakan merupakan bagian dari hubungan
internasional. Karena dalam membina suatu interaksi antar subjek-subjek
hubungan internasional diperlukan suatu hukum guna menjaga koherensi,
integrasi dari hubungan internasional tersebut. Dalam salah satu topik hukum
internasional yakni mengenai penyelesaian sengketa internasional juga dapat kita
perhatikan dengan jelas bagaimana hal tersebut tidak lepas dari kajian hubungan
internasional. Dimana, komponen-komponen yang menjadi kajiannya juga
merupakan bagian bagian dari hubungan internasional ( subjek-subjeknys atau
pun objeknya, masyarakat internasional, dan lain-lain ).
Dewasa ini, perkembangan hubungan antara bangsa dapat dikatakan semakin
tidak stabil di beberapa sisi. Katakanlah peperangan yang masih terjadi antara Irak
dan Amerika, dalam hal ini konflik kedua negara ini baik secara langsung atau
tidak cukup mempengaruhi kondisi dunia internasional. Hal ini dikarenakan
keberadaan kedua negara ini yang cukup vital di panggung internasional. Yang
satu merupakan salah satu negara adi kuasa dan yang lain merupakan salah satu
negara yang mempunyai kekuatan ekonomi yang cukup kuat juga di dunia
internasional. Dalam kasus ini, PBB sebagai organisasi internasional terbesar mau
tidak mau juga mengambil bagian, dalam hal ini juga seluruh komponen dari PBB
(negara-negara, hukum positif, hukum material, atau pun kebiasaan) yang berlaku
dan ada dalam PBB ikut berkecimpung guna menyelesaikan konflik ini. Hal
tersebut merupakan stu dari berbagai kasus internasional yang tentu saja terjadi
dalam hubungan internasional. Semakin kompleks hubungan antar bangsa,
semakin kompleks pula perkembangan hukum internasional yang diperlukan di
dalamnya.

3. Buatlah sebuah masalah hukum internasional yang anda rasa sangat sulit untuk anda
pahami dalam bentuk pertanyaan. Lalu jawab secara jelas permasalahan tersebut!
Jawab:
Dalam suatu hubungan internasional kita dapat menemukan konflik atau
pertikaian didalamnya. Katakanlah perang antar negara yang terjadi sekarang ini,
atau berbagai daerah di berbagai negara yang mengkhendaki kebebasannya dari
negara induknya. Hal tersebut menyangkut kebijakan-kebijakan yang
mengatasnamakan seluruh wilayah tersebut, katakanlah kebijakan Amerika di
bawah pemerintahan George Bush untuk memerangi Irak untuk alasan isu-isu
teroris yang diangkatnya sebagai alasan.
• Apakah kebijakan itu sudah sepenuhnya didukung oleh seluruh
masyaraklat Amerika?
• Bagaimana andil hokum internasional dalam kasus ini?
Keputusan yang mengatasnamakan negara Amerika yang dikeluarkan oleh
Presiden George Bush sebenarnya tidak sepenuhnya didukung oleh rakyat
Amerika. Karena kita tahu bahwa banyak warga Amerika yng meminta Bush
untuk menarik pasukan dan menghentikan perang. Namun, karena posisi Bush
sebagai Presiden yang mana hak dan kewajibannya sebagi presiden
memberikannya peluang untuk mengeluarkan kebijakan tersebut. Berkaitan
dengan hukum internasional, dimana dalam konflik Amerika-Irak ini, hukum
internasional berperan untuk menyelesaikan konflik tersebut. baik hukum
internasional dari bantuan organsasi internasional seperti PBB atau pun aktor-
aktor internasional. Peran PBB yang kita tahu dimana Amerika menyandang
status anggota tetap Dewan Keamanan PBB tidak dapat begitu menjadi solusi
terhadap suasana konflik antar Negara tersebut. Konflik Amerika-Irak telah lama
berlangsung, namun tidak kunjung membaik.
Pertanyaannya, kembali apakah serangan Amerika kelak bisa dibenarkan secara
hukum? Untuk menjawabnya, rujukan pertama kita adalah Piagam Perserikatan
Bangsa-Bangsa (PBB). Pasal 2 ayat (3) piagam itu mengatakan, semua negara
anggota PBB, dalam menyelesaikan sengketa internasionalnya, harus
mengutamakan jalan damai, dengan demikian, perdamaian, keamanan, dan
keadilan dunia bisa dijaga baik. Kekerasan (use of force) dalam hubungan
internasional bisa saja dipakai dengan syarat yang ketat. Ini diatur dalam Pasal 51
Piagam PBB. Di situ ditegaskan, tidak ada satu pun rintangan dalam Piagam PBB
yang menghalangi hak-hak negara, baik secara individu maupun bersama, untuk
melakukan pembelaan diri (self defense) jika serangan bersenjata terjadi dan
menimpa negara anggota PBB.Pasal ini bisa saja dipakai sebagai alasan pembenar
untuk menggempur Irak, karena Amerika menafsirkan bahwa serangannya kelak
adalah upaya membela diri dari potensi ancaman senjata Irak. Bahwa Irak pernah
punya rekor kejahatan menggunakan senjata kimia dalam perangnya melawan
Iran dan juga punya tabiat masa lalu yang jelek ketika menganeksasi Kuwait, itu
betul. Namun, perangai jelek tersebut telah ia bayar ketika PBB memberi mandat
kepada Amerika dan gabungan kekuatan internasional untuk menggempurnya
habis-habisan di awal 1990-an. Selain keharusan adanya unsur serangan
bersenjata yang telah terjadi, pembelaan diri menurut Piagam PBB itu harus
dilakukan setelah memperoleh mandat dari Dewan Keamanan PBB. Hingga kini,
PBB belum pernah mengeluarkan mandat apa pun kepada siapa pun untuk
menggempur Irak. Resolusi PBB Nomor 1441 bukanlah mandat kepada Amerika
untuk melumat Irak dan melenyapkan Saddam Hussein. Resolusi itu hanya
perintah pemusnahan segala persenjataan Irak yang membahayakan. Dengan
demikian, Amerika sama sekali tidak memiliki alasan yuridis untuk mewujudkan
impiannya menggempur Irak.
Harapan masyarkat internasional sekarang yakni tergantung pada janji politik
yang dicetuskan oleh Presiden baru terpilih Amerika, BarracK Obama.