Anda di halaman 1dari 74

PERCEPATAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL PERBATASAN, PULAU TERPENCIL, RAWAN BENCANA PERBATASAN TERPENCIL DAN KONFLIK, MELALUI PENGEMBANGAN

WILAYAH STRATEGIS DAN KAWASAN PERDESAAN TERPADU

TUPOKSI KEMENTERIAN PDT


PERPRESNO.47Tahun2009 47 9

PerpresNomor47Tahun2009 Tentang PembentukandanOrganisasi KementerianNegara padaPasal47,disebutkanbahwaKPDTmerupakan salahsatudarisebelasKementerianyangmenanganiUrusan salah satu dari sebelas Kementerian yang menangani Urusan PemerintahanDalam RangkaPenajaman,Koordinasi,danSinkronisasi Program Pemerintah.
UUNomor39Tahun2008

UndangundangRepublikIndonesia Nomor39Tahun2008 Tentang KementerianNegara menjelaskanbahwadalammelaksanakantugasnya, Kementerian Negara menjelaskan bahwa dalam melaksanakan tugasnya KPDTmenyelenggarakanfungsi:
a) b) ) c) d) perumusandanpenetapankebijakandibidangnya; koordinasidansinkronisasipelaksanaankebijakandibidangnya; p j g y ; pengelolaanbarangmilik/kekayaannegarayangmenjaditanggungjawabnya; pengawasanataspelaksanaantugasdibidangnya.

PRINSIP DAN STRATEGI PERCEPATAN PDT

Pemerataan Keadilan Pemihakan Pemberdayaan Percepatan Kemitraan PembangunanBerkelanjutan


3

KERANGKA STRATEGIS PERCEPATAN PDT


1) Peningkatan Kualitas Sumber daya Manusia a. P i k t K Peningkatan Kapasitas K i it Kewirausahaan M h Masyarakat k t b. Penguatan Kapasitas Ketrampilan Dan Manajerial c. Pengembangan Kapasitas Kepemimpinan d. Peningkatan Kesehatan Masyarakat melalui Pemenuhan Kecukupan Nutrisi e. P i k t K lit P didik M Peningkatan Kualitas Pendidikan Masyarakat k t 2) Optimalisasi potensi wilayah daerah tertinggal a. Pengembangan 'SATUPRUKAB', pemilihan satu produk unggulan untuk satu kabupaten sekaligus menjadi unggulan kawasan (PRUKAS) dalam rangka pengembangan produk g j gg ( ) g p g g p unggulan nasional (PRUNAS) b. Peningkatan alokasi investasi pemerintah c. Penguatan peran investasi swasta d. Pengembangan jaringan Corporate Social Responsibility (CSR) g g j g p p y( ) 3) Pengembangan infrastruktur daerah tertinggal a. Peningkatan kualitas akses dan jaringan daerah terisolir dan terluar b. Pengembangan akses dan jaringan ekonomi dan produksi antar wilayah c. P Pengembangan i f t kt l b infrastruktur layanan d dasar d. Pengembangan infrastruktur informatika dan komunikasi e. Penataan dan pengelolaan lahan 4) Penguatan modal sosial dan lingkungan hidup a. Penguatan kapasitas kelembagaan birokrasi b. Penguatan kapasitas kelembagaan sosial ekonomi masyarakat c. Pengelolaan keberlanjutan lingkungan hidup

KEBIJAKAN PENGEMBANGAN WILAYAH TERTINGGAL DALAM RPJPN 2005-2025 2005MEWUJUDKANPEMBANGUNANYANGLEBIHMERATADANBERKEADILAN


1. Pengembanganwilayahdiselenggarakandenganmemerhatikanpotensidanpeluang keunggulansumberdayadaratdan/ataulaut disetiapwilayah,sertamemerhatikanprinsip pembangunanberkelanjutandandayadukunglingkungan 2. Percepatanpembangunandanpertumbuhanwilayahwilayahstrategisdancepattumbuh didorongsehinggadapatmengembangkanwilayahwilayahtertinggaldisekitarnya dalam suatusistemwilayahpengembanganekonomiyangsinergis,tanpamempertimbangkan bataswilayahadministrasi,tetapilebihditekankanpadapertimbanganketerkaitanmata rantaiprosesindustridandistribusi. 3. Keberpihakanpemerintahditingkatkanuntukmengembangkanwilayahwilayahtertinggal danterpencil sehinggawilayahwilayahtersebutdapattumbuhdanberkembangsecara lebihcepatdandapatmengurangiketertinggalanpembangunannyadengandaerahlain. 4. Wilayahwilayahperbatasandikembangkan denganmengubaharahkebijakan pembangunanyangselamainicenderungberorientasiinwardlookingmenjadioutward lookingsehinggadapatdimanfaatkansebagaipintugerbangaktivitasekonomidan perdagangandengannegaratetanggal
5

PRIORITAS NASIONAL KABINET INDONESIA BERSATU II (2009-2014)


1 2 3 4 5

ReformasiBirokrasidanTataKelola Pendidikan Kesehatan gg g PenanggulanganKemiskinan KetahananPangan Infrastruktur IklimInvestasidanIklimUsaha Energi LingkunganHidupdanPengelolaanBencana

11 Prioritas Nasional

6 7 8 9

10 DaerahTertinggal,Terdepan,Terluar,&Pascakonflik 11 K b d Kebudayaan,KreativitasdanInovasiTeknologi K i i d I iT k l i

DEFINISI & KRITERIA DAERAH TERTINGGAL


DEFINISI :
Suatu daerah kabupaten yang masyarakat serta wilayahnya relatif kurang berkembang dibandingkan daerah lain dalam skala nasional nasional.

KRITERIAKETERTINGGALAN
(1) (2) (3) (4) (5) (6) PerekonomianMasyarakat (ProsentasePendudukMiskin) SumberdayaManusia (Pendidikan,Kesehatan,TenagaKerja) PrasaranadanSarana(Infrastruktur :Transportasi,Listrik,Telepon,Pasar,Bank) KemampuanKeuanganDaerah(CelahFiskal) Aksesibilitas (Jarak dan Tingkat Kesulitan Daerah) (JarakdanTingkatKesulitanDaerah) KarakteristikDaerah (Bencana,Konflik,Perbatasan)

PERCEPATANPEMBANGUNANDAERAH TERTINGGALDIPERBATASANDAN TERTINGGAL DI PERBATASAN DAN PULAUTERPENCIL

Arah Pengembangan Kawasan Perbatasan Negara dalam RPJPN 2005-2025


UU No. 17 Tahun 2007 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) mengamanatkan bahwa dalam rangka mewujudkan pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan, maka pengembangan kawasan perbatasan diarahkan sebagai berikut: Wilayahwilayah perbatasan dikembangkan dengan mengubah arah kebijakan pembangunan yang selama ini cenderung berorientasi inward looking menjadi outward looking sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pintu gerbang aktivitas ekonomi dan perdagangan dengan negara tetangga. Pendekatan pembangunan yang dilakukan, selain menggunakan pendekatan yang bersifat keamanan, juga diperlukan pendekatan kesejahteraan. Perhatian khusus diarahkan bagi pengembangan pulaupulau kecil di perbatasan yang selama ini luput dari perhatian

Pembangunan Perbatasan dalam Prioritas Nasional dan Bidang RPJMN 2010-2014


BUKU 1 Prioritas Nasional
11 Prioritas Nasional: 1. Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola 2. Pendidikan 3. Kesehatan 4. Penanggulangan Kemiskinan 5. Ketahanan Pangan 6. Infrastruktur 7. Iklim Investasi dan Iklim Usaha 8. Energi 9. Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana 10. Daerah Tertinggal Terdepan, Terluar & Tertinggal, Terdepan Terluar, Pasca-konflik 11. Kebudayaan, Kreativitas dan Inovasi Teknologi Prioritas Lainnya : 1. Bidang Politik, Hukum dan Keamanan 2. Bidang Perekonomian 3. Bidang Kesejahteraan Rakyat

BUKU 2 Prioritas Bidang


11 Bidang : 1. Kebijakan pengarusutamaan dan lintas 1 bidang 2. Pembangunan sosial budaya dan kehidupan beragama 3. Ekonomi 4. Ilmu pengetahuan dan teknologi 4 5. Sarana dan prasarana 6. Politik Sub bidang : politik dalam negeri dan komunikasi Prioritas sub bidang : pelembagaan demokrasi 7. Pertahanan dan keamanan 8. Hukum dan aparatur 9. Wilayah dan tata ruang Prioritas Bidang : P b P i it Bid Pembangunan K Kawasan Perbatasan 7. Sumber daya alam dan lingkungan hidup 8. Sistem pendukung manajemen pembangunan nasional

10

PERMASALAHAN PENGELOLAAN PERBATASAN


I.AspekBatasWilayah
1. Segmen batas negara di darat dan di laut (Batas Laut Wilayah, Zona Ekonomi Ekslusif, dan Batas L d K i d B Landas Kontinen) b l ) belum tuntas seluruhnya d masih ada overlapping claim l h dan ih d l i l i 2. Kerusakan dan pergeseran pilarpilar batas darat 3. Minimnya ketersediaan Pos Lintas Batas (PLB) beserta fasilitas penunjangnya untuk memfasilitasi aktivitas lintas batas negara secara efektif efektif.

II.AspekPertahanan,Keamanan,danPenegakanHukum
1. Maraknya gangguan keamanan seperti pencurian ikan, pembalakan hutan, pelintas batas illegal, perdagangan illegal, serta berbagai bentuk penyelundupan; 2. Minimnya ketersediaan sarana dan prasarana pengamanan perbatasan 3. Sistem dan pola pengamanan perbatasan masih belum terintegrasi 4. Masih rendahnya kesejahteraan aparatur terkait dengan pengamanan dan pengawasan perbatasan

11

PERMASALAHAN PENGELOLAAN PERBATASAN


III.AspekPembangunanKawasan
1. Belum berkembangnya pusatpusat pelayanan di kawasan perbatasan sehingga kegiatan sosial dan ekonomi terbatas, masyarakat berorientasi kepada pusat pelayanan di negara tetangga; 2. Minimnya sarana dan prasarana transportasi yang menyebabkan keterisolasian 3. Minimnya ketersediaan sarana komunikasi dan informasi masih terbatas, sehingga informasi dan wawasan tentang perkembangan nasional kurang diketahui masyarakat 4. Minimnya akses masyarakat kepada pelayanan sosial dasar y y p p y 5. Pemanfaatan SDA kurang terkendali sehingga mengganggu keseimbangan lingkungan; 6. Lemahnya koordinasi antarsektor, antar pusat dan daerah, dan antarpemerintah daerah. 7. Masih kurang efektifnya kerjasama sosialekonomi perbatasan antar negara dalam mendorong percepatan pembangunan d k b di kawasan perbatasan. b

1. 2. 3. 3 4.

Masih minimnya partisipasi swasta dalam pembangunan Masih rendahnya kualitas SDM percepatan pembangunan di kawasan perbatasan. Rendahnya tingkat kesejahteraan dan daya beli masyarakat Kesenjangan pembangunan yang tinggi dengan di wilayah negara tetangga (Malaysia);
12

PERBATASAN NKRI DENGAN 10 NEGARA

RIPHIL RIMAL Negarayangberbatasan Darat : RISING 1. PapuaNugini 2. TimorLeste 3. Malaysia 4. Singapura NegaraYangBerbatasanLaut: 1.Australia 2.Filipina 3.Palau 4.Thailand 5.Vietnam 6.India

RIPALAU

RIRDTLLESTE

RISIN

BatasLautTeritorial BatasLandasKontinen

BatasZonaEkonomiEksklusif
13

SEBARAN LOKASI 27 KABUPATEN PERBATASAN TERTINGGAL

14

PULAU-PULAU TERLUAR DI WILAYAH PERBATASAN DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN KHUSUS


Ind India
P.Rondo(NAD) TidakBerpenduduk AdaSuar Ada Suar

Ind Singapura
P.Nipa(Riau) TidakBerpenduduk AdaSuar Ada Suar

Ind Vietnam
P.Sekatung(RIAU) TidakBerpenduduk AdaSuar Ada Suar

Ind Philipina
P.Marore(SULUT) Berpenduduk AdaSuar Ada Suar

Ind Philipina
P.Miangas(SULUT) Berpenduduk AdaSuar Ada Suar

Ind Palau
P.Fani(PAPUA) TdkBerpenddk AdaSuar Ada Suar

Ind Philipina
P.Marampit(MALUT) Berpenduduk B d d k TidakAdaSuar

Ind Palau
P.Fanildodan Bras(PAPUA) TdkBerpenddk dk ddk TdkAdaSuar

Ind Malaysia
P.Berhala(SUMUT) TidakBerpenduduk AdaMercusuar

Ind Australia

Ind TimorLeste
P.Batek(NTT) TidakBerpenduduk AdaSuar,blmoperasional Ada Suar blm operasional

Dit.TRLP3K,DKP
Sumber:DishidrosTNIAL

P.Dana(NTT) TidakBerpenduduk TidakAdaSuar Tidak Ada Suar

15

PENANGANAN LOKPRI HINGGA 2014 SESUAI DOKUMEN GRAND DESIGN PERBATASAN


LOKPRI LokpriDarat 2012 28(TA) 2013 28(TL) 13(TA) ( ) LokpriLaut 11(TA) 11(TL) 18(TA) 2014 28(TP) 13(TL) ( ) 27(TA) 11(TP) 18(TL) 14(TA) JUMLAHPER TAHAPAN JUMLAHTOTALYG DITANGANI 39(TA) 39(TL) 31(TA) 39(TP) 31(TL) 41(TA) 111

39

70

TA:TAHAPAWAl;TL:TAHAPLANJUTAN;TP:TAHAPPEMANTAPAN

16

SEBARAN LOKASI KABUPATEN PERBATASAN DAN KABUPATEN PERBATASAN TERTINGGAL


349Kabupatendan 91KotaDaerah Tertinggal(Nasional) 183Kab/Kota DaerahTertinggal Daerah Tertinggal (KPDT) 15Kabupaten PerbatasanDarat Perbatasan Darat

39Kabupaten/Kota Perbatasan (Nasional)

27Kabupaten PerbatasanDaerah Tertinggal

12 Kabupaten 12Kabupaten PerbatasanLaut

38Kabupaten 38 Kabupaten Perbatasanyang mempuanyai60 PulauTerluar (Nasional) (N i l)

14Kabupaten 14 Kabupaten Perbatasanyang Mempunyai56 PulauTerluar

17

RENCANA PENGEMBANGAN DAERAH PERBATASAN DI DAERAH TERTINGGAL


Peningkatan Kwantitas Potensi Lokal Melalui :

Modal Dasar Potensi Daerah Perbatasan

Pengendalian 1 Program Grand Design & Master Plan 2 Pengawasan Pembangunan (Monitoring & Evaluasi) Penguatan & Modernisasi Nilai-nilai Budaya 3 P t M d i i Nil i il i B d Lokal

Program Pendidikan Sumber Daya ALam AL Pelatihan Keterampilan Dalam Rangka Pembentukan Kader Penggerak Pembangunan Perbatasan Percepatan Pembangunan Daerah Perbatasan Kesra Kawan Perbatasan

Sumber Daya Manuasia

Nilai Kearifan Lokal

Prsarana & Srana Komunikasi dan Informasi

1 2 3 4 5 6

Koordinasi Fasilitasi d Kebijakan K di i F ili i dan K bij k Pemerintah Pusat dan Daerah Kebijakan Peraturan Khusus Investasi/ Permodalan Iptek dan Ilmu Pendukung Pengelolaan p g g Perbatasan Managemen Pengelolaan Perbatasan SDM & Tenaga Kerja Terlatih
18

PERMASALAHAN DAN STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH PERBATASAN TERTINGGAL


STRATEGIKPDT

MASALAHPERBATASAN

Peningkatan Kemampuan Masyarakat Kemandirian Dnsi Sumber Daya Wilayahdi Daerah y y Tertingigal di DaerahPerbatasan

PenanganMasalah

ASPEKSARANA& PRASARANA PRASARANA INFRASTRUKTUR

ASPEK PERTAHAN PERTAHAN KEAMANAN

Optimalisasi Pemanfaatan Potensi Sumber Daya DaerahTertinggal di WilayahPerbatasan REVITALISASIINFRSTRUKTUR PERBATASAN Penguatan Integritas Ekonomi Antara Daerah Tertinggal dan DaerahMaju

Aspek sumber ASPEKTAPAL daya BATAS Manusi

Asp ek ASPEK sum ASPEK EKONOMI ber SOSIAL& daya BUDAYA Man usi

PenangananPengembanganDaerah Penanganan Pengembangan Daerah Khusus


PENINGKATANTARAFHIDUP MASYARAKATPERBATASAN

STRATEGIPERTAHANAN

MenegakanPilarUtama{PolitikEkonomi, PertahanansecaraKonsisten

MemperluasPengaruhDalam Memperluas Pengaruh Dalam MengartikulasikanKepentinganNasional

19

RENCANA INDUK DAN RENCANA AKSI PENANGANAN PULAU-PULAU KECIL TERDEPAN DAERAH TERTINGGAL

Tujuan
1. Menyusun Rencana Induk Pengelolaan PulauPulau Kecil Terdepan di daerah tertinggal yang d i l dapat menjadi Mainstream b i seluruh Stakeholder terkait, d j di i bagi l h k h ld k i dengan mengacu pada Rencana Induk Pengelolaan Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan 20112014. 2. Menyusun Rencana Aksi Pengelolaan PulauPulau Kecil Terdepan di daerah tertinggal yang dapat menjadi instrumen koordinasi dan sinkronisasi dalam pengelolaan PPKT tahunan bagi seluruh stakeholders terkait secara terperinci di 8 Provinsi, 10 Kabupaten, 11 Kecamatan dan 13 PPKT, sehingga dapat lebih terarah dan bersinergi.

Sasaran
1. Tersusunnya gambaran/karakteristik secara d il potensi pengelolaan serta i d 1 T b /k k i ik detail, i l l isu dan permasalahan PPKT di perbatasan tertinggal di 8 Provinsi. 2. Terumuskannya Rencana Induk dan Rencana Aksi secara terpadu antarsektor dan antara Pemerintah Pusat dan Daerah dalam pengelolaan PKKT di 8 Provinsi.
20

Integrasi Perencanaan Pusat-Daerah Pusatdalam Pengelolaan Perbatasan & PPKT


PerencanaanJangka Panjang(20tahun) (RPJP RTRW)
RPJPN20052025

PerencanaanJangka Menengah(5tahun) (RPJM Reninduk)


RPJMN 20102014

RencanaStrategisSektoral RencanaAksi (5tahun) PembangunanPerbatasan

RencanaKerja Tahunan

RKPNASIONAL

N Nasional

GRANDDESIGN PERBATASAN RTRWN2008 2028 RENCANAINDUK PERBATASAN RPJM PROVINSI

RENSTRAK/L RENCANAAKSI PERBATASAN

RENJAK/L

RKA K/L

RPJPPROVINSI

RKPDPROV RENSTRASKPD PROVINSI

Provinsi

RENJASKPD
Provinsi

RTRWPROVINSI

RENCANAINDUK KWS.PERBATASAN Prov RPJM KABUPATEN RENSTRASKPD RENSTRA SKPD KAB/KOTA

RADPerbatasan Provinsi

RKA SKPD
Provinsi P i i

Kabupaten/Kota

RPJPKAB/KOTA

RKPDKAB/KOTA

RENJASKPD RENJA SKPD Kab/Kota

RTRWKAB/KOTA

RENCANAINDUK KWS.,PERBATASAN Kab/Kota

RADPerbatasan Kab/Kota

RKA SKPD Kab/Kota 21

Struktur Tingkatan Rencana Pengelolaan Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan dan PPKT

GRANDDESIGN

Jangka Panjang

2010 - 2025 2011 - 2014 20112014

Jangka Menengah

RENCANAINDUK
Jangka Tahunan

RENCANAAKSI RENCANA AKSI

Menjadi acuan BNPP , K/L terkait, dan BPP di daerah dalam j , pengelolaan batas wilayah Negara dan kawasan perbatasan
22

Sinergi Rencana Pengelolaan Perbatasan dan PPKT

23

KETERKAITAN RENCANA INDUK DENGAN RENCANA AKSI


RENCANA INDUK : JANGKA WAKTU 5 TAHUN Dampak/Impact Visi, Misi, Tujuan Kebijakan, Kebijakan Strategi dan Agenda Program

Hasil/Outcome

RENCANA AKSI (12 PROVINSI) : JANGKA WAKTU TAHUNAN Keluaran/Output Kegiatan/aktivitas

Masukan/Input

Pendanaan

24

PENUTUP
1. Pengembanganbataswilayahnegaradankawasanperbatasan,termasuk PPKTperlumengacukepadagranddesign,rencanaindukdanrencana aksiyangtelahditetapkanmelaluiPeraturanKepalaBNPP,untuk ditindaklanjutiolehseluruhK/LdanPemdadalampembangunan perbatasanmulaitahun2011sampaidengan2014mendatang,dengan fokuslokasipadakecamatanlokasiprioritas(Lokpri)yangtelah p p ( p )y g ditetapkansecarabertahapselamakurunwaktu20112014; 2. PendekatanpembangunanperbatasandanPKKTperludiseimbangkan antarapendekatankeamanandenganpendekatankesejahteraan,dengan antara pendekatan keamanan dengan pendekatan kesejahteraan dengan mengupayakanpengamananperbatasandanPKKTberbasiskegiatan sosialekonomimaritim,dengandukunganinsfrastrukturyangmemadai, yangdapatdikembangkanmelaluikemitraanyangdibangunantara yang dapat dikembangkan melalui kemitraan yang dibangun antara PemerintahdanPemerintahDaerahdenganpihakswasta; 3. DukunganKementerianPDTdalampenyediaansaranaprasarana pendukungpadalokasiprioritasperbatasandankhususnyapadapulau d k d l k i i i b d kh d l pulaukecilterluaryangberadapadakabupatendaerahtertinggal,melalui 25 RencanaIndukdanRencanaAksiPengelolaanPKKTtertinggal.

PERCEPATANPEMBANGUNANDAERAH TERTINGGALMELALUIFASILITASI PENGEMBANGANDAERAH PENGEMBANGAN DAERAH TERTINGGALRAWANBENCANA

WilayahRawanBencana y

21 Kabupaten
LETUSANGUNUNGAPI

12 Kabupaten
TSUNAMI

TotalDaerah Tertinggal: 183Kabupaten

TotalDaerahRB: Total Daerah RB : 128Kabupaten

83 Kabupaten
GEMPABUMI

40 Kabupaten
BANJIR

II

III

17

102

15 Kabupaten
KEKERINGAN

63 Kabupaten
LONGSOR

Sumber : Rencana Aksi Nasional Pengurangan Resiko Bencana 2010-2012 (Bappenas & BNPB)

DistribusiKabupatenRawanBencanaDT p

PrioritasDaerahRawanBencana
PRIORITASI
(9)
Tingkat Kerawanan 4-6

PRIORITASII
(17)
Tingkat Kerawanan 3 ACEHTIMUR ACEHBARATDAYA BENERMERIAH PIDIEJAYA PIDIE JAYA NIAS TAPANULITENGAH KEPULAUANMENTAWAI PADANGPARIAMAN BANYUASIN KAUR LEBONG KEPAHIANG LOMBOKTENGAH SUMBAWA SUMBATIMUR TIMORTENGAHSELATAN TIMORTENGAHUTARA FLORESTIMUR KEPULAUANSANGIHE BANGGAIKEPULAUAN BANGGAI MOROWALI POSO DONGGALA TOLITOLI BUOL PARIGIMOUTONG TOJOUNAUNA PANGKAJENE KEPULAUAN BOALEMO MAJENE

PRIORITASIII
(102)
Tingkat Kerawanan 1-2 SERAMBAGIANBARAT RAJAAMPAT JAYAWIJAYA NABIRE YAPENWAROPEN PEGUNUNGANBINTANG TOLIKARA SARMI KEEROM WAROPEN SIMEULUE ACEHSINGKIL ACEHSELATAN ACEHBARAT GAYOLUES NIASSELATAN PAKPAKBHARAT PESISIRSELATAN SOLOKSELATAN OGANILIR EMPATLAWANG MUKOMUKO WAYKANAN BONDOWOSO SITUBONDO LEBAK SUMBAWABARAT SUMBABARAT MANGGARAI ROTENDAO MANGGARAITIMUR SUMBABARATDAYA SAMBAS BENGKAYANG SANGGAU KETAPANG SINTANG KAPUASHULU SEKADAU BARITOKUALA MALINAU KEPULAUANTALAUD SELAYAR JENEPONTO BUTON KONAWESELATAN KOLAKAUTARA KONAWEUTARA POHUWATO GORONTALOUTARA MAMASA BURUSELATAN SERAMBAGIAN TIMUR HALMAHERABARAT KEPULAUANSULA KAIMANA TELUKWONDAMA SORONGSELATAN MERAUKE BIAKNUMFOR PANIAI PUNCAKJAYA MIMIKA MALUKUTENGGARABARAT SUPIORI POLEWALIMANDAR MAMUJU SUMBATENGAH KAYONGUTARA BOVENDIGOEL MAPPI

SUKABUMI LOMBOKTIMUR BIMA ENDE ACEHBESAR GARUT NGADA MANGGARAIBARAT MALUKUTENGAH

NAGANRAYA SOLOK PASAMANBARAT LAHAT MUSIRAWAS MUSI RAWAS OKUSELATAN LAMPUNGBARAT LAMPUNGUTARA PANDEGLANG LOMBOKBARAT DOMPU KUPANG BELU SIKKA NAGEKEO KEPULAUANSITARO KEPULAUAN SITARO SORONG

PERSANDINGAN PRIORITASI(9) PRIORITAS I (9) BENCANA 1. 2. 3. 3 4. 5. 6. 7. 8. 8 9. SUKABUMI LOMBOKTIMUR BIMA ENDE ACEHBESAR GARUT NGADA MANGGARAIBARAT MANGGARAI BARAT MALUKUTENGAH PRIORITASI(10) PRIORITAS I (10) KONFLIK 1. YAHUKIMO 2. PUNCAKJAYA 3. TIMOR TENGAH SELATAN TIMORTENGAHSELATAN 4. BELU 5. HALMAHERABARAT 6. MALUKUTENGAH 6 MALUKU TENGAH 7. PANIAI 8. SUKABUMI 9. KEPULAUANARU 10. HALMAHERAUTARA

KEGIATANPRB KEGIATAN PRB


1. Penyusunankebijakandanperaturanturunandari UndangundangPenanggulanganBencana; 2. 2 Penyusunanrencanaaksidaerahpenguranganrisiko k id h i ik bencana; 3. Penguatankelembagaanpenanggulanganbencanadi g g p gg g berbagaitingkatansampaidenganditingkatlokal; 4. Peningkatanpenyadaranmasyarakatdanpendidikan kebencancaan; 5. Implementasipenguranganrisikobencanaditingkat komunitasyangbertujuanuntukmengurangi kerentananmasyarakatterhadapbencanadan kerentanan mas arakat terhadap bencana dan mengidentifikasifaktorfaktorrisikoyangmendasari bencana.

PRIORITASAKSI PRIORITAS AKSI


1. Pengurangan risiko bencana sebagai prioritas nasional Penguranganrisikobencanasebagaiprioritasnasional dandaerahsertapenguatankelembagaan; 2. Identifikasi,pengkajiandanpemantauanrisikobencana sertapenerapansistemperingatandini; d 3. Pemanfaatanpengetahuan,inovasi,danpendidikan untukmembangunbudayakeselamatandanketahanan; untuk membangun budaya keselamatan dan ketahanan; 4. Penguranganfaktorfaktorpenyebabrisikobencana; 5 e gua a es apa 5. Penguatankesiapanmenghadapibencanapadasemua e g adap be ca a pada se ua tingkatanmasyarakat.

PERCEPATANPEMBANGUNANDAERAH TERTINGGALMELALUI PENGEMBANGANWILAYAHSTRATEGIS PENGEMBANGAN WILAYAH STRATEGIS DANKAWASANPERDESAANTERPADU

PermasalahanPembangunanWilayahStrategisdi DaerahTertinggal Daerah Tertinggal


1. Masihbelumberkembangnyaketerpaduanprogramantarsektor,antarwilayahkabupaten/kota, antarprovinsi,sertaantarpelakuusahabaikdomestikmaupuninternasional; p p p 2. Masihdiperlukanpenelaahanmendalamterhadapformatkebijakanyangdapatmewujudkan keterkaitanpengembanganKEKdenganKAPETdanKPBPByangperlumempertimbangkan karakteristikgeografi,sosial,danbudayalokal. 3. Masihbanyakwilayahwilayahyangmasihtertinggaldalampembangunan.Masyarakatyang Masihbanyakwilayah beradadiwilayahtertinggalpadaumumnyamasihbelumbanyaktersentuholehprogram beradadiwilayahtertinggalpadaumumnyamasihbelumbanyaktersentuholehprogram programpembangunansehinggaaksesterhadappelayanansosial,ekonomi,danpolitikmasih sangatterbatassertaterisolirdariwilayahdisekitarnya. 4. Wilayahstrategisdancepattumbuhyangdiharapanmampumenjadigrowthpole dan Wilayahstrategisdancepattumbuhyangdiharapanmampumenjadigrowthpole mampumempercepatpembangunandiwilayahsekitarnya,termasukdaerahtertinggal, ternyatabelumbanyakberkembang 5. Kurangberfungsinyasistemkotak 5 K Kurangberfungsinyasistemkotakotanasionaldalampengembanganwilayah,dimana b f i i k i ld l b il h di seharusnyapembangunanperkotaandanperdesaansalingterkaitmembentuksuatusistem pembangunanwilayahnasionalyangsinergis.Namunhalinibelumsepenuhnyaterjadidi Indonesiakarenaperankotakotasebagaimotorpenggerak (engineofdevelopment)belum Indonesiakarenaperankotakotasebagaimotorpenggerak engineofdevelopment)belum berjalandenganbaik, b j l d b ik

34

SasaranPengembangan y g gg WilayahStrategisDaerahTertinggal 1. Terwujudnyapercepatanpembangunandi 1 Terwujudnya percepatan pembangunan di WilayahStrategisdanpercepatan pertumbuhan lainnya yang mampu menjadi pertumbuhanlainnyayangmampumenjadi penggerakbagidaerahtertinggaldisekitarnya, dalamsuatusistemwilayahperkembangan dalam suatu sistem wilayah perkembangan ekonomiyangterintegrasidansinergis. 2. Terwujudnyapusatpertumbuhandan 2 Terwujudnya pusat pertumbuhan dan Terwujudnyapusatpertumbuhandan penggeraklajupertumbuhanekonomidi daerahtertinggalmelaluipengembangan daerahtertinggalmelaluipengembangan daerah tertinggal melalui pengembangan SistemEkonomiWilayahStrategis.
35

ArahKebijakandanStrategiPengembangan WilayahStrategisDaerahTertinggal
1. ArahKebijakanPengembanganWilayahStrategisadalah:Untukmendorongpembangunanwilayahstrategis ArahKebijakanPengembanganWilayahStrategisadalah:Untukmendorongpembangunanwilayahstrategis sebagaipusatpertumbuhanekonomiyangmemilikiskalaekonomiyangberorientasipadadayasaing sehinggadapatmenjadimotorpenggerakpercepatanpembangunandaerahtertinggaldansekitarnya,melalui matarantaiprosesproduksidandistribusi. mata rantai proses produksi dan distribusi StrategiPengembanganWilayahStrategisadalah: a) PercepatanpengembanganikliminvestasiyangkondusifbagipengembanganDaerahTertinggal. PercepatanpengembanganikliminvestasiyangkondusifbagipengembanganDaerahTertinggal. b) MeningkatkanperanduniausahadalampengelolaanpengembanganprodukunggulanDaerahTertinggal. MeningkatkanperanduniausahadalampengelolaanpengembanganprodukunggulanDaerahTertinggal. c) PembangunaninfrastrukturyangmendukungwilayahstrategisDaerahTertinggal. PembangunaninfrastrukturyangmendukungwilayahstrategisDaerahTertinggal. d) PembentukandanpengembanganKelembagaan EkonomiTerpadu. StrategiPengembanganWilayahStrategisPercepatanmelaluipengembanganikliminvestasiyangkondusif bagipengembanganDaerahTertinggaldenganPenyusunanPeraturanPelaksanaanpengembanganinvestasidi bagipengembanganDaerahTertinggaldenganPenyusunanPeraturanPelaksanaanpengembanganinvestasidi daerahtertinggal. S a eg e ge ba ga StrategiPengembanganWilayahStrategisPercepatanmelaluiMeningkatkanperanduniausahadalam aya S a eg s e cepa a e a u e g a a pe a du a usa a da a pengelolaanpengembanganprodukunggulandiDaerahTertinggal melaluiFasilitasiPertemuandenganpelaku pengelolaanpengembanganprodukunggulandiDaerahTertinggal duniausaha. StrategiPengembanganWilayahStrategisPercepatanmelaluiPembangunaninfrastrukturyangmendukung wilayahstrategisdaerahtertinggalmelaluidukungandariK/Lterkaitt StrategiPengembanganWilayahStrategisPercepatanmelaluiPembentukandanpengembanganKelembagaan St t i P b Wil h St t i P t l l iP b t k d b K l b EkonomiTerpadumelaluiPeningkatanKapasitasSDM. EkonomiTerpadumelaluiPeningkatanKapasitasSDM.

2.

3.

4.

5. 6. 6

36

RegionalManagement:ModelPengembangan WilayahStrategisDaerahTertinggal

37

HasilyangtelahDicapai: (2)AKSESSRegionalManagement

5 2 4 1

KONDISI SAAT INI Capacity b ildi C it building masih ih terus dalam rangka optimalisasi; Belum ada kegiatan yang berarti

Sulawesi Selatan : 1.Kab. Bulukumba g 2.Kab. Bantaeng 3.Kab. Selayar 4.Kab. Jeneponto 5.Kab. Sinjai

38

HasilyangtelahDicapai: (5)JonjokbaturRegionalManagement

3 2

KONDISI SAAT INI Capacity building kelembagaan telah memadai; Kegiatan menjurus kepada perdagangan d biasa (komoditi pertanian/cabai, dll). dll)
39

Nusa Tenggara Barat 1. Kab. Lombok Tengah 2. Kab. Lombok Barat 3. Kab. Lombok Timur

HasilyangtelahDicapai: (6)KawasanSumbawaRegionalManagement

3 4 1 2

KONDISI SAAT INI Kesepakatan Kerjasama (MoU) telah ditandatangani tahun 2010 Belum ada kegiatan yang berarti

Nusa Tenggara Barat: 1.Kab. Sumbawa Barat 2.Kab. Sumbawa 3.Kab.Dompu 4.Kab.Bima 5.Kota Bima

40

PeluangInvestasi,PariwisatadanPerdagangan
DALAMKERJASAMAWILAYAHSTRATEGIS
FasilitasiKPDTTahun2011 Fasilitasi KPDT Tahun 2011 No. II NamaRM/Kabupaten RMAKSESS 1 Kab. 2 Kab. 3 Kab. 4 Kab. 5 Kab. Bulukumba Bantaeng Jeneponto Sinjai y Selayar StatusDaerah DaerahMaju j DaerahMaju DaerahTertinggal DaerahMaju DaerahTertinggal gg Inisiator BappedaKab.Bulukumba pp PengembanganPotensiRumputLaut

III

5kab RMKAUKUSSETARAKUAT 1 Kab. BengkuluUtara 2 Kab. Bengkulu Selatan Kab BengkuluSelatan 3 4 5 Kab. Kab. Kab. Kab KAUR LampungBarat OKUSelatan OKU Selatan

2KabmasukkategoriDT DaerahMaju DaerahMaju Daerah Maju DaerahTertinggal DaerahTertinggal DaerahTertinggal D h T ti l 3KabmasukkategoriDT DaerahMaju DaerahTertinggal h l DaerahTertinggal BappedaKab.Rejanglebong PeningkatanProduksiPerikananDan PemasaranDidukungSektorPariwisata 2KabmasukkategoriDT
41

BappedaKab.KAUR PeningkatanPotensiPariwisatadan IndustriPenunjang

IV

5kab RMJANGHIANGBONG 1 Kab. RejangLebong 2 Kab. Kepahiang b hi 3 Kab. 3kab Lebong

PeluangInvestasi,PariwisatadanPerdagangan
DALAMKERJASAMAWILAYAHSTRATEGIS
FasilitasiKPDTTahun2011 Fasilitasi KPDT Tahun 2011 No. V NamaRM/Kabupaten RMJONJOKBATUR RM JONJOK BATUR 1 2 3 VI Kab. Kab. Kab. LombokBarat LombokTengah LombokTimur DaerahTertinggal DaerahTertinggal DaerahTertinggal PeningkatanPotensiPariwisatadanIndustri Penunjang 3KabmasukkategoriDT DaerahTertinggal DaerahTertinggal DaerahTertinggal DaerahTertinggal DaerahMaju 4KabmasukkategoriDT g PeningkatanPotensiTernak&Tani(Sapi, Jagung,RumputLaut)danIndustriPenunjang BappedaKabSumbawaBarat BappedaKab.Lomboktgh StatusDaerah Inisiator

3kab/kota RMPULAUSUMBAWA 1 2 3 4 5 Kab. Kab. Kab. Kab. Kota SumbawaBarat Sumbawa Dompu Bima Bima

/ 5kab/kota * JumlahKabupaten=30Kabupaten * JumlahKab.Tertinggal=15Kabupaten

42

KAPETYANGTERKAITDENGANPENGEMBANGAN DAERAH TERTINGGAL


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. KAPETBandarAcehDarussalam NAD(3Kab/Kota):KotaBandaAceh,Kab.AcehBesar,Kab. KAPETBandarAcehDarussalam NAD(3Kab/Kota):KotaBandaAceh,Kab.AcehBesar,Kab. ( / ) , , Pidie) KAPETBima NusaTenggaraBarat(3Kab/Kota:Kab.Bima,KotaBima,Kab.Dompu) KAPETBima NusaTenggaraBarat(3Kab/Kota:Kab.Bima,KotaBima,Kab.Dompu) KAPETMbay NusaTenggaraTimur(2Kab/Kota:Kab.Ngada,PulauFlores) y gg ( g ) KAPETMbay NusaTenggaraTimur(2Kab/Kota:Kab.Ngada,PulauFlores) KAPETKhatulistiwa KalimantanBarat(7Kab/Kota:KotaSingkawang,Kab.Bengkayang,Kab. KAPETKhatulistiwa KalimantanBarat(7Kab/Kota:KotaSingkawang,Kab.Bengkayang,Kab. Sambas,Kab.Sanggau,Kab.Sintang,Kab.Landak,Kab.KapuasHulu) Sambas,Kab.Sanggau,Kab.Sintang,Kab.Landak,Kab.KapuasHulu) KAPETPalapas SulawesiTengah(4Kab/Kota:KotaPalu,Kab.Donggala,Kab.ParigiMountong, KAPETPalapas SulawesiTengah(4Kab/Kota:KotaPalu,Kab.Donggala,Kab.ParigiMountong, Kab.Sigi) Kab.Sigi) KAPETBankSejahteraSultra SulawesiTenggara(4Kab/Kota):KotaKendari,Kab.Kolaka,Kab. KAPETBankSejahteraSultra SulawesiTenggara(4Kab/Kota):KotaKendari,Kab.Kolaka,Kab. Konawe,Kab.Pomalo Konawe,Kab.Pomalo KAPETSeram Maluku(3Kab/Kota:Kab.SeramBag.Barat,Kab.SeramBag.Timur,Kab.Maluku KAPETSeram Maluku(3Kab/Kota:Kab.SeramBag.Barat,Kab.SeramBag.Timur,Kab.Maluku Tengah) Tengah) KAPETTelukCenderawasih Papua(5Kab/Kota):Kab.BiakNumfor,Kab.Yapen,Kab.Waropen, KAPETTelukCenderawasih Papua(5Kab/Kota):Kab.BiakNumfor,Kab.Yapen,Kab.Waropen, Kab.Supiori Kab.Nabire) Kab Supiori,Kab.Nabire) Kab.Supiori,Kab Nabire Nabire)

43

KeterkaitanKoridorEkonomiIndonesiadengan UsulanKEK,LokasiKAPETdanRM UsulanKEK,LokasiKAPET dan RM Usulan KEK Lokasi KAPETdanRM

44

RENCANAKERJAKPDTTAHUN2012DALAM PENGEMBANGANWILAYAHSTRATEGISDIDAERAH PENGEMBANGANWILAYAHSTRATEGISDIDAERAH TERTINGGAL


1. FokuslokasiprioritaskegiatanmelaluiDekonpadaprovinsiprovinsi: 1 Fokus lokasi prioritas kegiatan melalui Dekon pada provinsiprovinsi: FokuslokasiprioritaskegiatanmelaluiDekonpadaprovinsi provinsi
1. SumateraUtara(untukinisiasiRMNiasdanfasilitasiRMLakeToba), 2. SulawesiSelatan(untukfasilitasiRMAKSESSdaninisiasiRMTelukBone), 3. Bengkulu(untukfasilitasiRMJanghiangbongdanRMKaukusSetaraKuat), 3 Bengkulu (untuk fasilitasi RM Janghiangbong dan RM Kaukus Setara Kuat) 4. NusaTenggaraBarat(untukfasilitasiRMJonjokbaturdaninisiasiRMSumbawa), serta 5. KalimantanBarat(untukfasilitasiBP KapetKhatulistiwa). 5 Kalimantan Barat (untuk fasilitasi BPKapet Khatulistiwa) KalimantanBarat(untukfasilitasiBP BP

2. AkandilakukanpenyusunanRencanaIndukPembangunanDaerahTertinggal dalammendukungPercepatandanPerluasanEkonomiIndonesia20112025, dalammendukungPercepatandanPerluasanEkonomiIndonesia2011 dalamrangkamensinergikanpengembanganRegionalManagementdengan RevitalisasiKAPETdanketerkaitannyadengankoridorekonomiIndonesia

45

PERCEPATANPEMBANGUNANDAERAH TERTINGGALMELALUI PENGEMBANGANKAWASAN PENGEMBANGAN KAWASAN PERDESAANTERPADU

TUJUAN
Tujuan Umum PercepatanPembangunanDaerahTertinggalMelaluiPengembangan KawasanPerdesaanSecaraTerpadu. p

Tujuan Khusus 1. TerfasilitasinyaintegrasiRencana Induk Pengembangan Kawasan y g g g Perdesaan Terpadu(Rencana Induk Bedah Desa)dengan perencanaan pembangunandaerahdan nasional. 2. Terfasilitasinyapembentukanforummultistakeholdersuntuk 2 Terfasilitasinya pembentukan forum multistakeholders untuk percepatanpembangunandaerahtertinggal (ForumBedahDesa) dalampembangunankawasanperdesaanterpadu. 3. Meningkatnyakapasitaspemerintahdanmasyarakatdalam 3 M i k k i i hd k d l perencanaanpembangunankawasanperdesaanterpadu. 4. Terfasilitasinyapembangunansarana dan prasarana sosial dasar, ekonomidanwilayah.

SASARAN
SasaranLokasi Kawasan perdesaan di KabupatenTertinggal. KriteriaSasaranLokasi Kawasanperdesaanyangterdiridaridesadesayangtermasuk p y g y g dalamkelompokdesapotensialberkembang. Memilikisumberdayamanusiayangrelatifmaju,akantetapi mengalamiperkembanganekonomiyangrelatiftertinggalatau mengalami perkembangan ekonomi yang relatif tertinggal atau belummaju. Kawasanperdesaanyangterdiridari2(dua)sampaidengan 6 (enam) desa dalam satu kecamatan atau lintas kecamatan desadalamsatukecamatanataulintaskecamatan.

48

PENDEKATANDANPRINSIPDASAR
PENDEKATAN
1. Pemberdayaan 2. Penghargaan 2 P h 3. Pengembangan berbasis kawasan

PRINSIPDASAR PRINSIP DASAR


1. 2. 2 3. 4. 5. 6. 7. Desentralisasi TerpadudanSinergi Partisipatif Keragaman g Keseimbangan Keberpihakan Transparansi dan Akuntabel
49

KOMPONENPROGRAMPERCEPATAN PEMBANGUNANPERDESAANTERPADU PEMBANGUNAN PERDESAAN TERPADU


BantuanManajemen&TeknisMelaluiFasilitator a tua a aje e & e s e a u as tato KabupatendanFasilitatorKawasanPerdesaan

BantuanLangsungMasyarakat(BLM)sebagai stimulandalampercepatanpembangunan perdesaan.

FasilitasiKPDTmelaluipendanaandiharapkan semakinmeningkatkankontribusidaerahdan semakin meningkatkan kontribusi daerah dan masyarakatdalampembangunanperdesaan terpadu


50

MekanismePercepatanPembangunanKawasan PerdesaanTerpadu(BEDAHDESA) Perdesaan Terpadu (BEDAH DESA)


PENGUATAN KOORDINASIMELALUI KOORDINASI MELALUI TIMKOORDINASIDI BERBAGAIJENJANG PROGRAMPERCEPATAN PROGRAM PERCEPATAN PEMBANGUNAN PERDESAANTERPADU (BEDAHDESA) FASILITASIKEBIJAKAN MELALUIPENYUSUNAN DOKUMENRENCANA BEDAHDESA INTEGRASIKEDALAM PERENCANAAN REGULER

MemperkuatkoordinasidanfasilitasipenyusunandokumenRencanaInduk, M k t k di i d f ilit i d k R I d k RencanaAksidanRencanaInvestasidalamPembangunanKawasan 51 PerdesaanTerpadu(BedahDesa)

SKEMAPERENCANAANBEDAHDESA
Kebijakan j Pembangunan KawasanPerdesaan DaerahTertinggal

K/L,PEMDAs Rencana Aksi


Koordinasi Perencanaan BedahDesa RencanaInduk PembangunanKawasan PerdesaanTerpadu

KPDT

Rencana Investasi
DuniaUsaha,LSM, Donor

RencanaKegiatan Pengembangan KawasanPerdesaan DaerahTertinggal

Keterangan:

Fungsikoordinasidanfasilitasi

52

OperasionalisasiBedahDesa
EvaluasiProgram/Kegiatan Kriteria& Indikator KAWASAN PERDESAAN

Analisis Konsultasi

ProfilKawasan

Strategi Pengembangan Perdesaan


Skema Pembiayaan - Pemerintah ( K/L ) - Daerah (APBD Prov & Kab) - Masyarakat/Dunia Usaha

PrinsipPrinsipPengembangan Anatomi Desa SosialEkonomi Fisik Kelembagaan AspekKeterkaitanSpasial p p

RencanaInduk Rencana Induk BedahDesa RencanaAksi BedahDesa RencanaInvestasi BedahDesa

53

IlustrasiPembangunanKawasanPerdesaan Terpadu
Kawasan Perdesaanterdiri daribeberapadesa yangmemiliki karakteristikdan potensiyangsama. IntervensiBedah Desamendorong keterkaitanantar desadalamsatu d d l kawasanatau antarkawasan p perdesaan,dengan , g menyiapkan kelembagaandan rencana pengembangan kawasan
54

DesaA Desa A

DesaD

Pesisir

DesaB

Peternakan
DesaC D C

Persawahan

Perhutanan

DiperkuatdengankelembagaanForumBedahDesadi Kabupaten,danBalaiBedahDesadiKawasan Kabupaten danBalaiBedahDesadiKawasan Perdesaan.

SUMBERPENDANAAN
1. APBNDIPAKPDTsebagai stimulan awal pengembangan BedahDesa B d hD 2. Didukung pendanaan sektoral p pusat(APBNK/Llainnya) ( / y ) 3. Didukung pendanaanAPBD Provinsi 4. Didukung dan dilanjutkan pendanaanAPBD KabupatenTertinggal 5. Dikembangkan melalui pendanaan/investasi masyarakat d swasta k dan

Dana

PeranDaerah Peran Daerah PeranInvestasi PeranPublik PeranPusat

Rp

T1

T2

Waktu

55

SINERGIPENDEKATANKEWILAYAHAN

SEKTOR-SEKTOR SEKTOR SEKTOR

SEKTOR-SEKTOR SEKTOR SEKTOR

PERCEPATAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL

KAWASAN PERDESAAN TIDAK SINERGIS ANTAR SEKTOR, DI SUATU KAWASAN

KAWASAN PERDESAAN SINERGIS ANTARSEKTOR, DI SUATU KAWASAN


56

UnsurPokokyangdiperlukandalam PengembanganKawasanPerdesaanTerpadu Pengembangan Kawasan Perdesaan Terpadu


Memperkuatkapasitasperencanaanyangkomprehensif Memperkuat kapasitas perencanaan yang komprehensif (RencanaIndukKawasan,RencanaAksi,danRencana Investasi)

Mempercepatupayadalammengatasikemiskinandan ketertinggalan

MemperkuatPolicyLinkages[antarK/L,antaraPusat danDaerah,danantardaerah]

57

LingkupProgramBedahDesadanPrukab
PEMBANGUNAN PERDESAANTERPADU (BEDAHDESA) PROGRAM PROGRAM PRIORITAS KPDT PRODUKUNGGULAN KABUPATEN(PRUKAB) FOKUS

LOKUS

PERCEPATANPEMBANGUNANDAERAHTERTINGGALMELALUI PERCEPATAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL MELALUI PEMBANGUNANKAWASANPERDESAANTERPADU(BEDAHDESA) BERBASISPRODUKUNGGULANKABUPATEN(PRUKAB)

58

KonsolidasiInstrumenPPDTdalam PengembanganBedahDesadanPrukab Pengembangan Bedah Desa dan Prukab


P2IPDT P2SEDT P2DTK P2WP P4DT P2KPDT
59

BEDAHDESA

PRUKAB

KonsolidasiKlasterInstrumenPPDTPenanggulangan Ketertinggalan(6InstrumenBedahDesaPrukab)

InstrumenPPDT

BEDAHDESA
1. TerfasilitasinyaintegrasiRencana Induk Pengembangan Kawasan Perdesaan Terpadu(Rencana Induk Bedah Desa)dengan perencanaan pembangunan daerahdan nasional. Terfasilitasinyapembentukan forummultistakeholdersuntuk percepatanpembangunan daerahtertinggal (Forum BedahDesa) dalam pembangunankawasan perdesaanterpadu. d t d Meningkatnyakapasitas pemerintahdanmasyarakat dalamperencanaan pembangunankawasan perdesaanterpadu. perdesaan terpadu. Terfasilitasinyapembangunan sarana dan prasarana sosial dasar,ekonomidanwilayah.

PRUKAB
1. Meningkatnyapengetahuan danketrampilanusaha dan ketrampilan usaha kelompokmasyarakat; 2. Menguatnyamodalusaha; 3. Menguatnyakelembagaan usaha; 4. Berkembangnyaaktivitas ekonomipadaberbagai rantaipasokanPRUKAB termasukaktivitaspada berbagaiprodukturunannya; berbagai produk turunannya; 5. Meningkatnyaproduksi, produktivitasusaha,serta nilaitambahdanmutu produk; 6. Meningkatnyapendapatan masyarakatdankesempatan kerja.
60

P2IPDT P2SEDT P2DTK P2WP

2.

3.

P4DT P2KPDT
4.

SinergiInstrumenBedahDesaberbasisPrukab
BEDAHDESA: Rencanaindukpengembanganekonomi Pelembagaanpendukungkegiatanekonomi Stimulanpengembangankawasan

PRUKAB (produkunggulankabupaten)
Memfasilitasipengembangansatu produkyangmenjadiunggulan kabupaten

produk produk produk

produk

61

PenutupdanTindakLanjut
1. Konsolidasiinstrumenpercepatanpembangunandaerahtertinggalperlu dilakukanmelaluiintegrasidansinergiantara6instrumenPPDTyang selamainitelahdilakukandenganpemberdayaanpemerintahdan masyarakat(melaluiBedahDesa)yangberbasispengembanganinvestasi k ( l l iB d hD ) b b i b i i produkunggulandaerahtertinggal(Prukab),untukmeningkatkan dayasaingdaerahtertinggaldalammendukungpercepatandan perluasanpembangunanekonomipadakoridorekonomiindonesia perluasan pembangunan ekonomi pada koridor ekonomi indonesia PemerintahdaerahtertinggalmelaluifasilitasiKPDTdiharapkandapat menyusunsuaturencanaindukdanrencanaaksiBedahDesaserta rencanainvestasiyangberbasisPrukab,sertamengupayakankerjasama rencana investasi yang berbasis Prukab serta mengupayakan kerjasama antardaerahtertinggaldimasing2koridorekonomimulaitahun2012 DengandasarRencanaInduk,RencanaAksidanRencanaInvestasiyang disusun,KPDTakanmemfasilitasipercepatanpembangunandaerah disusun KPDT akan memfasilitasi percepatan pembangunan daerah tertinggalmelaluipelaksanaaninstrumenPPDTyangdikonsolidasikan dalamprogrampercepatanpembangunankawasanpercesaanterpadu (BedahDesa)yangberbasisPrukab,termasukkoordinasidenganK/L (Bedah Desa) yang berbasis Prukab, termasuk koordinasi dengan K/L terkait,dalamrangkameningkatkandayasaingperekonomiandaerah melaluikemitraandanperansertaswastadanmasyarakatdidaerah 62

2.

3.

FASILITASIDANINTERVENSIKPDT TAHUN20102012DALAM PEMBANGUNANPULAU2TERLUAR, PEMBANGUNAN PULAU2 TERLUAR PERBATASANDANRAWANBENCANADI KABUPATENTERTINGGAL KABUPATEN TERTINGGAL

LOKASIBANTUAN INFRASTRUKTURTH2010
NO

JENIS BANTUAN
PENYEDIAAN AIR BERSIH ( (14KAB) )

KABUPATEN
PESISIR SELATAN, OGAN KOMERING ILIR, LOMBOK TIMUR, BIMA, FLORES TIMUR, ENDE, KEP. SANGIHE, KEP. , , , TALAUD, PARIGI MAUTONG, TOJO UNA-UNA, SIGI, TORAJA UTARA, GORONTALO UTARA, BURU,

PULAU TERLUAR
KEP. SANGIHE, KEP. TALAUD ( (2 KAB) )

RAWAN BENCANA
KEP.SANGIHE, LOMBOK TIMUR, BIMA, ENDE, , , PESISIR SELATAN, FLORES TIMUR, KEP. TALAUD (7 KAB) SIKKA,GARUT,BIMA SIKKA GARUT BIMA , SORONG, MUNA, BUTON, TAPANULI TENGAH, PANGKAJENE KEPULUAUAN ( (8 KAB) )

PERBATASAN
KEP. SANGIHE, KEP. TALAUD ( (2 KAB) )

JALAN (21 KAB)

TAPANULI TENGAH GARUT, TENGAH, GARUT BANGKALAN, LEBAK, BIMA, BELU, SIKKA, MANGGARAI, SANGGAU, HULU SUNGAI UTARA, MOROWALI, BUOL, JENEPONTO, PANGKAJENE KEPULAUAN, TORAJA UTARA, BUTON, MUNA, MAMASA, MALUKU TENGGARA , , BARAT, SORONG, PADANG PARIAMAN, LEBONG, LAMPUNG BARAT, WAY KANAN, SUKABUMI, PAMEKASAN, LEBAK, POSO, MUNA, POSO MUNA HALMAHERA BARAT BARAT.

MALUKU TENGGARA BARAT, (1 KAB)

BELU, BELU SANGGAU,MALUKU TENGGARA BARAT (3 KAB)

PENDIDIKAN (10 KAB)

SUKABUMI, MUNA, LEBONG, PAMEKASAN (4 KAB)

LOKASI BANTUAN INFRASTRUKTUR KPDT TH 2010


NO
4

JENIS BANTUAN
ENERGI (83KAB)

KABUPATEN

PULAU TERLUAR
SIMEULUE, PANDEGLANG, NUNUKAN, SANGIHE, SANGIHE TALAUD, SITARO, TOLITOLI, KEPARU, MALUKU TENGGARA BARAT, ALOR, KUPANG, SABU RAIJUA, LOMBOK BARAT, RAJA AMPAT, MERAUKE, ASMAT, ASMAT MALUKU BARAT DAYA. (17 KAB)

RAWAN BENCANA
PAK- PAK BARAT, KEPSANGIHE, SAMBAS, SAMBAS GARUT, LOMBOK TIMUR, BIMA, NGADA, MALUKU TENGAH, PASAMAN BARAT, PESISIR SELATAN, SOLOK, LAMPUNG UTARA , PANDEGLANG, SORONG, MUNA, KONAWE, BUTON, MIMIKA, ACEH , BARAT, MAMUJU, KEPTALAUD, SUMBAWA, KEPPANGKAJENE, RAJA A A A A AMPAT. (24 KAB)

PERBATASAN
NATUNA, KUPANG, ALOR, ROTE ENDAO, NUNUKAN, KEP-SANGIHE, KEPTALAUD, TALAUD MALUKU TENGGARA BARAT, MALUKU BARAT DAYA. (9 KAB)

ACEH BARAT, SIMEULUE, NIAS BARAT, PAK- PAK BARAT, OGAN KOMERING ILIR, PESISIR SELATAN, PASAMAN BARAT, PASAMAN , SOLOK, BARAT SOLOK SAROLANGUN, LAMPUNG UTARA, LAMPUNG BARAT, WAYKANAN, PANDEGLANG, LEBAK , GARUT, BONDOWOSO, SAMPANG, BANGKALAN, KAPUAS HULU, BENGKAYANG , SANGGAU, SINTANG, SAMBAS , KUTAI BARAT, NUNUKAN, MALINAU, LOMBOK TENGAH, BIMA, LOMBOK UTARA, LOMBOK TIMUR, LOMBOK BARAT, SUMBAWA BARAT, SUMBAWA, BELU, ALOR, NGADA, KUPANG, SABU RAIJUA, TIMOR TENGAH SELATAN, PULANG PISANG, SERUYAN, HULU SUNGAI UTARA, MALUKU BARAT DAYA, MALUKU BARAT DAYA, KEP. ARU, MALUKU TENGGARA BARAT, MALUKU TENGAH, KEP. SULA, TENGAH KEP SULA HALMAHERA BARAT BARAT, MOROTAI, HALMAHERA TIMUR, GORONTALO, GORONTALO UTARA, BONE BOLANGO, PAHUWATO, KEP. SANGIHE, KEP. TALAUD, KEP. SITARO, MAMUJU, MAMUJU UTARA, MAJENE, LUWU, LUWU TIMUR, TORAJA UTARA, BULUKUMBA, SELAYAR, PANGKAJENE KEP, POSO, DONGGALA, S G , TOJO G J , OSO, O GG , SIGI, OJO UNA-UNA, TOLI-TOLI, MOROWALI, PARIGI MOUTONG, BUTON, MUNA, KOLAKA UTARA, BOMBANA, KONAWE SELATAN, KONAWE UTARA, BUTON UTARA, WAKATOBI, DOGIYAI, TOLIKARA, PUNCAK JAYA, DEIYAI, ASMAT, MIMIKA, MERAUKE, MAPPI, MAYBRAT, KAIMANA, RAJA AMPAT, TAMBRAUW, SO O G A A SORONG.

LOKASIBANTUANINFRASTRUKTURKPDTTH2011
No Jenis bantuan Kabupaten Pulau terluar (9 k b) kab)
NIAS,ALOR, NIAS SELATAN, PANDEGLANG , SITARO, HALMAHERA TIMUR, ROTE NDAU, SABU RAIJUA, LOMBOK BARAT

Rawan bencana b (27 kab)


PAKPAK BHARAT,SIKK A,SAMBAS,SU KABUMI,GARU , T, LOMBOK TIMUR, BIMA, ENDE, NGADA, HALMAHERA UTARA, PASAMAN BARAT, BARAT PESISIR SELATAN, SOLOK, LAHAT, OKU SELATAN, LAMPUNG UTARA, PANDEGLANG, SORONG, MUNA, KONAWE, FLORES TIMUR, BANGGAI, ACEH BARAT, LEBONG, SUMBAWA, YAPEN WAROPEN, WAROPEN PAMEKASAN

Perbatasan (6 k b) kab)
BELU, ALOR, ROTENADAU,SAMBAS,BE NGKAYANG, SANGGAU

Penyediaan air bersih (85 kab)

TELUK WONDAMA, NIAS SELATAN, ACEH SINGKIL, ACEH BARAT, PAKPAK BHARAT, PESISIR SELATAN, SOLOK, SAWAH LUNTO, PADANG PARIAMAN, SOLOK SELATAN, , , MUSIRAWAS, BANYUASIN, OKU SELATAN, OGAN ILIR, SELUMA, LEBONG, LAMPUNG BARAT, LAMPUNG UTARA, WAY KANAN, BONDOWOSO, SITUBONDO, BANGKALAN, SAMPANG, PAMEKASAN, PANDEGLANG, LEBAK, LOMBOK BARAT, LOMBOK TENGAH, LOMBOK TIMUR LOMBOK UTARA BELU TIMUR, UTARA, BELU, ALOR, LEMBATA, SIKKA, FLORES TIMUR, ENDE, NGADA, MANGGARAI, MANGGARAI BARAT, MANGGARAI TIMUR, SAMBAS, BENGKAYANG, HULU SUNGAI UTARA, SITARO, BANGGAI KEPULAUAN, BANGGAI, DONGGALA, BUOL, PARIGI MOUTONGTOJO UNA UNA, SELAYAR UNA-UNA SELAYAR, JENEPONTO, PANGFKAJENE KEPULAUAN, BUTON, MUNA, KONAWE,KONAWE SELATAN, BOALEMO, PAHUWATO, GORONTALO UTARA, MAJENE, POLEWALI MANDAR, HALAMHERA TENGAH, HALMAHERA UTARA, SORONG SELATAN, KAIMANA, SUMBAWA BARAT, YAPEN WAROPEN, BIAK NUMFOR, SUKABUMI, GARUT, TORAJA UTARA, MOROWALI, BIMA, SABURAIJUA, DOMPU, HALMAHERA TIMUR, SANGGAU, HALMAHERA SELATAN, JAYAWIJAYA, LAHAT, PASAMAN BARAT, ROTENADAU, LAHAT, BANGKALAN

LOKASI BANTUAN INFRASTRUKTURKPDTTH2011


NO
2

JENIS BANTUAN
JALAN (38 KAB)

KABUPATEN
SAMPANG, MALUKU TENGGARA BARAT, BONDOWOSO, LAMPUNG BARAT, WAY KANAN, PESAWARAN, LOMBOK TIMUR, DONGGALA, BENGKAYANG, OGAN KOMERING ILIR, PANDEGLANG, TAPANULI TENGAH, PAMEKASAN, LEBONG, BELU, HULU SUNGAI UTARA, NIAS SELATAN, SITUBONDO, PADANG PARIAMAN, PESISIR SELATAN, SOLOK, EMPAT LAWANG, SERUYAN, POLEWALI MANDAR, KAIMANA, PIDIE JAYA, SIGI, BANGGAI KEPULAUAN, GARUT, GORONTALO UTARA PANGKAJENE KEPULAUAN UTARA, KEPULAUAN, SANGGAU, BUOL, MAMASA, BUTON, TORAJA UTARA, BANGKALAN, MOROWALI, MALUKU TENGGARA BARAT, PIDIE JAYA, OGAN KOMERING ILIR, LEBAK, SUKABUMI, POLEWALI MANDAR, MANDAR GORONTALO UTARA KONAWE UTARA, SELATAN, MOROWALI, TORAJA UTARA, JAYAWIJAYA, BELU, BOMBANA, HALMAHERA TIMUR, MIMIKA, BUTON UTARA, SIGI, BIMA, NUNUKAN, NIAS SELATAN, LAMPUNG BARAT,WAYKANAN,PANDEGLANG, BONDOWOSO, SITUBONDO, BANGKALAN, SAMPANG, PAMEKASAN, LOMBOK TIMUR, LOMBOK BARAT, SUMBAWA, BIMA, SUMBAWA BARAT, KUPANG, ENDE, MANGGARAI, MOROTAI, HALMAHERA SELATAN, SAMBAS, BENGKAYANG, NUNUKAN, PADANG PARIAMAN, PASAMAN BARAT, PAKPAK BHARAT, LAMPUNG UTARA, PESAWARAN, KAYONG UTARA, TIMOR TENGAH UTARA, TIMOR TENGAH SELATAN

PULAU TERLUAR
NIAS,BANGGAI KEPULAUAN, NIAS SELATAN, PANDEGLANG, MALUKU TENGGARA BARAT, (5 KAB)

RAWAN BENCANA
GARUT,LOMBO K TIMUR, PESISIR SELATAN, SOLOK, PANDEGLANG, BUTON, TAPANULI TENGAH, LEBONG, PANGKAJENE KEPULAUAN, PAMEKASAN (10 KAB) PAKPAK BHARAT, SAMBAS,SUKA SAMBAS SUKA BUMI, LOMBOK TIMUR, BIMA,ENDE, PASAMAN BARAT, LAMPUNG UTARA, PANDEGLANG, TIMOR TENGAH UTARA, KONAWE, BUTON, MIMIKA, SUMBAWA, PAMEKASAN (15 KAB)

PERBATASAN
BELU, BENGKAYANG, SANGGAU, MALUKU TENGGARA BARAT (4 KAB)

PENDIDIKAN (49 KAB)

NIAS,KUPANG, NIAS SELATAN, SELATAN PANDEGLANG, NUNUKAN, HALMAHERA,T IMUR, MALUKU TENGGARA BARAT, LOMBOK BARAT (8 KAB)

KUPANG, TIMOR TENGAH UTARA, BELU, SAMBAS BELU SAMBAS, BENGKAYANG,NUNU KAN, MALUKU TENGGARA BARAT, MOROTAI, (8 KAB)

LOKASIBANTUAN INFRASTRUKTURKPDTTH2011
NO
4

JENIS BANTUAN
ENERGI (83KAB)

KABUPATEN
PASAMAN BARAT, TORAJA UTARA, KAPUAS HULU, ENDE, ACEH JAYA, ACEH SELATAN, ACEH BARAT, NIAS, TAPANULI TENGAH, SOLOK, KEP MENTAWAI, NATUNA, OKI, LAHAT, LAMPUNG BARAT, BONDOWOSO, SAMPANG, LOMBOK UTARA, DOMPU, MANGGARAI, BELU, KUPANG, NAGEKEO, TIMOR TENGAH UTARA, ROTE NDAO, SAMBAS, BENGKAYANG, KAYONG UTARA, SERUYAN, NUNUKAN, MALINAU, BARITO KUALA, HULU SUNGAI UTARA, MAMASA, BOMBANA, KONAWE SELATAN, BUTON SELATAN BUTON, TOJO UNA-UNA, POSO UNA UNA POSO, SELAYAR, TALAUD, SITARO, BOALEMO, MALUKU TENGGARA BARAT, MALUKU BARAT DAYA, SERAM BAGIAN BARAT, HALMAHERA SELATAN, HALMAHERA BARAT, RAJA AMPAT, SORONG, TAMBRAW, YALIMO, BOVEN DIGOEL, DEIYAI, NIAS BARAT, SIJUNJUNG, LEBONG, LAMPUNG UTARA, , , , , BANGKA SELATAN, BANGKALAN, BIMA, ALOR, SIKKA, TIMOR TENGAH SELATAN, TOLI-TOLI, KOLAKA UTARA, MUSI RAWAS, LEBAK, PANDEGLANG, KAUR, EMPAT LAWANG, GARUT, SIGI, HALMAHERA SELATAN, HALMAHERA UTARA, SUMBA BARAT, MALUKU BARAT DAYA, MALUKU BARAT DAYA, MOROTAI NIAS SELATAN BELU DAYA MOROTAI, SELATAN, BELU, SUMBA TENGAH

PULAU TERLUAR
NIAS SELATAN, KEP. MENTAWAI, NATUNA,PAND EGLANG,NUNU KAN, KEP. TALAUD,SITAR O,TOL-TOLI, MALUKU BARAT DAYA , ALOR,KUPANG ALOR KUPANG , ROTE NDAO, RAJA AMPAT, TAMBRAW. (14 KAB)

RAWAN BENCANA
SIKKA, GARUT, BIMA, ENDE, HALMAHERA UTARA, PASAMAN BARAT, SOLOK, LAHAT, LAMPUNG UTARA, PANDEGLANG, SORONG, SORONG TIMOR TENGAH UTARA, KONAWE, BUTON, TAPANULI TENGAH, ACEH , BARAT, KEP. TALAUD, LEBONG, RAJA AMPAT. (19KAB)

PERBATASAN
NATUNA, KUPANG, TIMOR TENGAH UTARA, BELU, ALOR, ROTE NDAO, SAMBAS, BENGKAYANG, KAPUAS HULU, MALINAU, NUNUKAN, KEP. TALAUD, MALUKU BARAT DAYA, MOROTAI, RAJA AMPAT, BOVEN DIGOEL. (16KAB)

RENCANA LOKASI INFRASTRUKUR TAHUN 2012


No JENIS BANTUAN
PENYEDIAANAIR BERSIH (157KAB)

KABUPATEN

PULAU TERLUAR (32 KAB)

RAWAN BENCANA (36 KAB)

PERBATASA N (27 KAB)

SIMEULEU, ACEH SINGKIL, ACEH SELATAN, ACEH TIMUR, ACEH BARAT, ACEH BESAR, ACEH JAYA, PIDIE JAYA, (NAD) -NIAS BARAT, NIAS UTARA, NIAS, TAPANULI TENGAH, NIAS SELATAN, PAKPAK BHARAT, (SUMUT) -KEPULAUAN MENTAWAI, PESISIR SELATAN, SOLOK, SAWAH LUNTO, PADANG PARIAMAN, SOLOK SELATAN, DARAMAS RAYA, PASAMAN BARAT(SUMBAR) -OGAN KOMERING ILIR, LAHAT, MUSIRAWAS, BANYUASIN, OKU SELATAN, OGAN ILIR, EMPAT LAWANG(SUMSEL) -KAUR,SELUMA, MUKO-MUKO,LEBONG, KEPAHIANG, BENGKULU TENGAH(BENGKULU) SIMEULEU, ACEH -PESAWARAN, LAMPUNG BARAT, LAMPUNG UTARA, WAY KANAN,(LAMPUNG) BESAR, NIAS, NIAS -BANGKA SELATAN(BABEL) SELATAN, NIAS -NATUNA, ANAMBAS(KEP.RIAU) NATUNA, UTARA, KEP. -SUKABUMI, GARUT (JABAR) MENTAWAI, -BONDOWOSO, SITUBONDO, BANGKALAN, PAMEKASAN, SAMPANG (JATIM) NATUNA, KEP. -PANDEGLANG, LEBAK (BANTEN) ANAMBAS,ALOR, -LOMBOK BARAT, LOMBOK TENGAH, LOMBOK TIMUR, DOMPU, BIMA, BANGGAI SUMBAWA BARAT, LOMBOK UTARA, SUMBAWA(NTB) KEPULAUAN, KEP. -SABU RAIJUA, SUMBA TIMUR, KUPANG, TIMOR TENGAY SELATAN, TIMOR ARU,KEP. SULA, TENGAH UTARA, BELU, ALOR, SIKKA, ENDE, NGADA, MANGGARAI, ROTE PANDEGLANG,NUNU NADAO, MANGGARAI BARAT(NTT) KAN, KEP. SANGIHE, , ( ) , , -SAMBAS, BENGKAYANG, SANGGAU, SINTANG, KAPUAS HULU, KEP. TALAUD, MELAWI(KALBAR) SITARO, TOLI-TOLI, -SERUYAN, (KALTENG) HALAMHERA TIMUR, -BARITO KUALA, HULU SUNGAI UTARA(KALSEL) MALUKU TENGGARA -KUTAI BARAT, MALINAU, NUNUKAN(KALTIM) BARAT, MALUKU -KEPULAUAN SANGIHE, KEP. TALAUD. KEP. SITARO(SULUT) BARAT DAYA, -BANGGAI KEPULAUAN, BANGGAI, MOROWALI, POSO, DONGGALA, TOLIKUPANG, ROTE NDAU, SABU TOLI, BUOL, PARIGI MOUTONG, TOJO UNA-UNA, SIGI (SULTENG) , , , , ( ) , -SELAYAR, JENEPONTO, PANGKAJENE KEPULAUAN, TORAJA UTARA, RAIJUA, SUMBA (SULSEL) TIMUR, LOMBOK -BUTON, MUNA, KONAWE, BOALEMO, POHUWATO(GORONTALO) BARAT, RAJA -MAJENE, POLEWALI MANDAR, MAMASA, MAMUJU, MAMUJU AMPAT, TAMBRAU, UTARA(SULBAR) SUPIORI, SARMI, -MALUKU TENGARA BARAT, MALUKU TENGAH, BURU, KEP. ARU, SERAM MERAUKE, ASMAT BAGIAN BARAT, SERAM BAGIAN TIMUR, MALUKU BARAT DAYA, BURU SELATAN (MALUKU) ( ) -HALMAHERA BARAT, HALMAHERA TENGAH, KEP. SULA, HALMAHERA SELATAN, HALMAHERA UTARA, HALMAHERA TIMUR, MOROTAI(MALUT) -KAIMANA, TELUK WONDAMA, TELUK BINTUNI, SORONG SELATAN, SORONG, RAJA AMPAT, TAMBRAU, MAYBRAT,(PAPUA BARAT) -MERAUKE, JAYAWIJAYA, NABIRE, KEPULAUAN YAPEN, BIAK NUMFOR, PANIAE, MIMIKA, BOVEN DIGOEL, ASMAT, YAHUKIMO, PEG.BINTANG, SARMI, KEEROM, SUPIORI, MAMBERAMO RAYA, LANNY JAYA, MAMBERAMO TENGAH, PUNCAK, DOGIYAI, INTAN JAYA(PAPUA)

PAKPAK BHARAT,KEEROM,SIKK NATUNA, KEP. A, KEP.SANGIHE, ANAMBAS, KUPANG, SAMBAS, SAMBAS TIMOR TENGAH SUKABUMI,GARUT, UTARA, BELU,ALOR, LOMBOK TIMUR,BIMA, ROTENADAU, ENDE, NGADA, MALUKU SAMBAS, TENGAH, HALMAHERA BENGKAYANG, UTARA, PASAMAN SANGGAU, BARAT, PESISIR SINTANG, KAPUAS SELATAN, SOLOK, HULU, KUTAI , LAHAT, LAHAT OKU SELATAN, SELATAN BARAT, MALINAU, LAMPUNG UTARA, NUNUKAN, KEP. PANDEGLANG,SORONG, SANGIHE, KEP. TIMOR TENGAH UTARA, TALAUD, MALUKU MUNA , KONAWE, TENGGARA BARAT, BUTON, MIMKA, MALUKU BARAT BANGGAI, TAPANULI DAYA, KEP. ARU, TENGAH, ACEH BARAT, MOROTAI, RAJA , MAMUJU, KEP TALAUD, MAMUJU KEP. TALAUD AMPAT, MERAUKE, LEBONG, SUMBAWA, BOVEN DIGOEL, PANGKAJENE KEP. PEG. BINTANG, RAJA AMPAT, YAPEN KEEROM, SUPIORI WAROPEN, SARMI, PAMEKASAN

TABEL DAFTAR PULAU - PULAU KECIL TERLUAR DI DAERAH TERTINGGAL

JUMLAHPULAU NO KTI 21PULAUDI11 21 PULAU DI 11 KAB Berpenduduk KBI 3PULAUDI3 3 PULAU DI 3 KAB TidakBerpenduduk KTI 27PULAU 27 PULAU DI8KAB KBI 16PULAU 16 PULAU DIKBI

DAFTAR PULAU - PULAU KECIL TERLUAR DI DAERAH TERTINGGAL


DEMOGRAFI
No KoridorEkonomi Koridor Ekonomi Kabupaten NamaPulau Nama Pulau LuasWilayah Luas Wilayah STATUS 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 SULAWESI Sangihe SUMATERA Anambas AcehBarat AcehBesar NiasSelatan NiasUtara Mentawai P.SIMEULUCUT P.RUSA P.SIMUK 714km2 2km2 13,04km2 TdkBerpenduduk TdkBerpenduduk Berpenduduk 1559 JUMLAH penduduk

Status Terpencil
StatusTerpencil Terisolir Terisolir Terisolir Terisolir Terisolir Terisolir Terisolir Terisolir Terisolir Terisolir Terisolir Terisolir Terisolir Terisolir Terisolir Terisolir Terisolir Terisolir Terisolir TdkTerisolir Terisolir Terisolir Terisolir TdkTerisolir Tdk Terisolir Terisolir

BerbatasanDngNegara Berbatasan Dng Negara

india

Natuna

JAWA KALIMANTAN

Pandeglang Nunukan

P.WUNGA 9km2 Berpenduduk P.SIBARUBARU 2,05km2 TdkBerpenduduk P.SINYAUNYAU 1,22km2 TdkBerpenduduk P.TOKONGMALANG 0,2km2 TdkBerpenduduk BIRU P.DAMAR P. DAMAR 0,1km2 0,1 km2 TdkBerpenduduk Tdk Berpenduduk P.MANGKAI 3km2 TdkBerpenduduk P.TOKONGNANAS 0,25km2 TdkBerpenduduk P.TOKONGBELAYAR 0,2km2 TdkBerpenduduk P.TOKONGBORO 0.08km2 TdkBerpenduduk P.SEMIUN Ikm2 TdkBerpenduduk P.SEBETUL 0.2km2 TdkBerpenduduk P.SEKATUNG 1.65km2 TdkBerpenduduk P.SENUA 0,32km2 TdkBerpenduduk P.SUBIKECIL 7km2 Berpenduduk P.KEPALA 0,02km2 TdkBerpenduduk P.DELI P. DELI 950Ha 950 Ha TdkBerpenduduk Tdk Berpenduduk P.SEBATIK 414,16km2 Berpenduduk P.GOSONGMAKASAR 0.02km2 TdkBerpenduduk P.KAWALUSU 0.9km2 Berpenduduk (KAWALUSO) P.KAWIO 0,9km2 Berpenduduk P.MARORE P MARORE 3,12km2 3 12 km2 Berpenduduk P.BATUBAWAIKANG 0,45km2 TidakBerpenduduk

Malaysia Malaysia Malaysia Malaysia Malaysia Malaysia Malaysia Vietnam Vietnam Malaysia Malaysia Malaysia Australia Malaysia Malaysia Philipina Philipina Philipina Philipina

100

13776 650 392 652

Pulau kecil dan terluar di wilayah KTI yang berpenduduk (21 PULAU DI 11 KAB) Pulau kecil dan terluar di wilayah KBI yang berpenduduk (3 PULAU DI 3 KAB)

26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 MalukuBarat Daya MALUKU PAPUA Maluku TenggaraBarat Kep.Aru Halmahera Timur Tolitoli SULAWESI Sitaro Talaud

P.MIANGAS P.MARAMPIT P.INTATA P.KAKARUTAN P.MAKALEHI P.LINGIAN/ LINGAYAN P.SALANDO P.DOLANGAN P.JIEW P.ARARKULA P.KARAWEIRA P KARAWEIRA P.PANAMBULAI P.ENU P.KULTUBAIUTARA P.KULTUBAISELATAN P.KARANG P KARANG P.BATUGOYANG P.LARAT P.ASUTUBUN P.SELARU P.BATARKUSU P BATARKUSU P.MASELA P.MEATIMIARANG P.LETI P.KISAR P.WETAR P.LIRAN

3.15km2 12km2 25km2 7.62km2 420Ha 122.55ha 0.3km2 1.2km2 0,7km2 1ha 0.77km2 0 77 km2 1.30km2 16,74km2 2km2 0,6271km2 3,827km2 3 827 km2 0,65Ha 6.75ha 3.363km2 1.062,3ha 0,03ha 0 03 h 46.37km2 1.33km2 90.53km2 81,83km2 2.662ha 17,54km2

Berpenduduk Berpenduduk TdkBerpenduduk Berpenduduk Berpenduduk Berpenduduk TdkBerpenduduk p TdkBerpenduduk TdkBerpenduduk TdkBerpenduduk TdkBerpenduduk Tdk Berpenduduk TdkBerpenduduk TdkBerpenduduk TdkBerpenduduk TdkBerpenduduk TdkBerpenduduk Tdk Berpenduduk TdkBerpenduduk Berpenduduk TdkBerpenduduk Berpenduduk TdkBerpenduduk Tdk B d d k Berpenduduk TdkBerpenduduk Berpenduduk Berpenduduk Berpenduduk Berpenduduk

792 1273 784 1425 262

TdkTerisolir TdkTerisolir Terisolir TdkTerisolir TdkTerisolir Terisolir Terisolir Terisolir Terisolir Terisolir Terisolir Terisolir Terisolir Terisolir Terisolir Terisolir Terisolir

Philipina Philipina Philipina Philipina Philipina Malaysia Malaysia y Malaysia Palau

Australia

Australia Australia Australia TimorLeste Australia TimorLeste Ti L t TimorLeste TimorLeste

19765 11388 2879 10548 7286 7937 660

TdkTerisolir Terisolir Terisolir Terisolir T i li TdkTerisolir Terisolir TdkTerisolir TdkTerisolir TdkTerisolir TdkTerisolir

Pulau kecil dan terluar di wilayah KTI yang berpenduduk (21 PULAU DI 11 KAB) Pulau kecil dan terluar di wilayah KBI yang berpenduduk (3 PULAU DI 3 KAB)

53 54 55 56 57 58 59 NUSATENGGARA

Alor Kupang RoteNdao SabuRaijua SumbaTimur LombokBarat

P.ALOR P.BATEK P.NDANA P.DANA P.MANGUDU P.SOPHIALOUISA/ GILISEPATANG P.BUDD P BUDD

2.119,7km2 16,67ha 2km2 13km2 1km2 300M2 0.6ha 0 6 ha 9km2 0.84km2 0.1km2 01k 2 309Ha 2,5km2 6km2 14.357km2 1ha

Berpenduduk TdkBerpenduduk TdkBerpenduduk TdkBerpenduduk TdkBerpenduduk TdkBerpenduduk TdkBerpenduduk Tdk Berpenduduk TdkBerpenduduk TdkBerpenduduk TdkBerpenduduk Tdk B d d k Berpenduduk Berpenduduk Berpenduduk Berpenduduk TdkBerpenduduk

7203

TdkTerisolir Terisolir Terisolir Terisolir Terisolir Terisolir Terisolir Terisolir Terisolir Terisolir T i li TimorLeste Australia Australia Australia Australia Palau Palau Palau Palau P l Palau Palau PapuaNewguinea

RajaAmpat 60 61 62 63 64 65 66 67 Sarmi Merauke Asmat MALUKU PAPUA Supiori Tambraw P.FANI P.MIOSSU P.FANILDO P FANILDO P.BRAS P.BEPONDI (BESONDI) P.LIKI(LIKIFENDO) P.KOLEPON P.LAAG

200

Terisolir Terisolir

263 16487

TdkTerisolir Terisolir Terisolir

Pulau kecil dan terluar di wilayah KTI yang berpenduduk (21 PULAU DI 11 KAB) Pulau kecil dan terluar di wilayah KBI yang berpenduduk (3 PULAU DI 3 KAB)

TERIMAKASIH
UntukInformasiLebihLanjut,dapatberkomunikasidengan: Untuk Informasi Lebih Lanjut dapat berkomunikasi dengan: KedeputianPengembanganDaerahKhusus, KementerianPembangunanDaerahTertinggal Dr.SuprayogaHadi(suprayoga@kemenegpdt.go.id dan yogahadi@gmail.com)

74