Anda di halaman 1dari 3
ADVOKAT / PENGACARA SUMITRO.SH ‘Jin. Let.Jahidin Gg, Benteng Kota Manna Kab. Bengkulu Selatan HP.081367634413 {NOOR 9 Manns 13 September 2006 "won Kepada Yth, Bapak Ketua/Majelis Hakim Pengadilan Negeri Manna Di Manna eu bertanda tangan di bawah ini, Sumitro, SH, adalah AdvokavPengacara pada Kantor Advokat/Pengacara “Sumitro, SH” yang beralamat di jalan Letnan Johidin Gang Benteng Kecamaten Kota Manna Kabupaten Bengkulu Selatan, bertindak untuk dan atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Kaur berdasarkan Surat Kuasa Khusus dari Bupati Kaur tertanggal 4 September 2006, hendak mengajukan permohonan —Pelaksanaan Pembayaran/Penitipan Uang Ganti Rugi atas Tanah dan Tanam Tumbuh diatas [.ahan/okasi Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kaur kepada pemilik lahan berdasarkan kesepakatan dari Panitia Pembangunan Rumah Sakit (Panitia 9) dengan masyarekat desa Cahaya Bathin dan sekitarnya, yang tanahnya terkena lahan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Kaur tersebut, yang sekanjutnya disebut PEMOHON. Dengan ini mengajukan : “1, Nama Asmawati, Umur + 55 tahun , Jenis Kelamin Perempuan, Agama Islam, Pekerjaan Swasta, Alamat Sekarang desa Cahaya Bathin Kec. Kinal Kab. Kaur dan Jakarta, selanjutnaya disebut TERMOHON I. 2, Nama Busran, Umur # 50, Jenis Kelamin Laki-Laki, Agama Islam, Pekerjaan Tani, Alamat Sakarang Desa Cahaye Bathin Kec. Kinal Kaabupaten Kaur yang selanjutnya disebut TERMOHON Il. kepada Bapak Ketua/Majelis Hakim Pengadilan Negeri Manna, agar kedua orang Termohon diatas melepuskan haknya terhadap lahannya yang terkena lokasi pembangunan Rumah Sakit’ Umum Daerah Kabupaten Kaur tanpa syarat, demi kepentingan umum, sekarang, kedepan dan masa yang akan datang, came TENTANG DUDUK PERKARANYA : 1. Bahwa pada tahun 2004 Pemerintah duerah Kabuaten Kaur yang pada saat itu dipimpin oleh Caretaker Ir.H. Syaukani Saleh mendapat pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kaur. 2, Bahwa Bupati kemudian memerintahkan Kabag Pembangunan untuk mencari lokasi pembangunan RSUD Kaur tersebut di pinggir jalan poros. 3, Bahwa Panitia Pembangunan mendapatken lokasi pembanguan di desa Cahaya Bathin Kecamatan Kinal seluas + 15 ha. Kemudian pemilik lahan didata, diajak musyawarah dengan melibatkan perangkat desa, tokoh masyarakat, Polsek Kaur Tengah, Komisi A dan Komisi D DPRD Kabupaten Kaur yang diwakili oleh Arlan Efendi, SH dan Najamudin, 2 2 bayhibiym ne, dibcl bare hel, “Goch 2, 4. Bahwa hasil kesepakatan Panitia Pembangunan dengan pemilik lahan 4 ihadiri “ oleh para pihak tersebut diatas, yaitu pemilik lahan sepakat memberikan pembanganuan RSUD tersebut dengan kriteria pemberian kom sebagai berikut : Eis © Ganti Rugi Tanah Kering Rp. 1.250/m + tanam tumbuh & © Ganti Rugi Tanah Sawah Rp. 2.000/m. . Bahwa setelah harga ganti rugi disepakati, kemudian dilakuki Badan Pertanahan Nasioan! (BPN) secara global untuk menentukan masing pemilik. Bahwa setelah itu dilakukan Pembayaran Uang Ganti Rugi oleh Pemda Kaur melalui 2 tahap, yaitu : * Tahap I tahun 2004 dibayarkan untuk tanah kering Rp.1250 + tanam tumbuh di atasnya, bertempat di Polsek Kaur Tengah demi keamanan pembayaran, * Tahap I tahun 200$ “dibayarkan sisenya untuk tanah sawah Rp.750/m, bertempat di rumah Kepala Desa Cahaya Bathin. . Pada saat akan membayar tanah sdri. Asmawati, beliau menghendaki harga ganti rugi tanah miliknya seluas + 7.050 m2 sebesar Rp.100 J gn peda menanggepi hal i ‘but dengan penundaan pembayaran. Utne: thenmaryn FU3 00 1 o. ER Sieur ae sar enotles tare tein oal tag sanakan pembayaran sesuai jadwal yang telah ditetapkan, beliau tidak mau menerima vang pembayaran, padahal pada saat rapat, sdr. Busran-lah yang mengusulkan agar penggentian tanah sawah dinaikan dari Rp.1.000,.. menjadi Rp.2.000,- . Pada tahun 2005 Pemda Kaur selalu mengadakan pemberitahuan dan pendekatan melalui kepala desa dan keluarga terdekat dari sdri. Asmawati dan sdr.Busran, untuk menerima uang kompensasi/ganti rugi dari Pemerintah Daerah Kabupaten. Kaur, tetapi selalu menemui jalan buntu. 10. Bahwa pada tahun 2005 tersebut, terhadap tanah sdri. Asmawati ternyata ada yang mengaku memiliki serta menunjukan “Bukti Surat Warisan” seluas + 5000 m2 dan Pemerintah Daerah Kabupaten Kaur membayar kepada orang yang inampu 4 menunjukan bukti atas kepemilikan tanah tersebut, dengan dilampiri “Berita Acara Pemilikan Tanah” yang diketahui olch Kapolsek Kaur Tengah. Sehubungan dengan hal tersebut di atas, make tanah atas nima sdri, Asmawati dari semula + 7.050 m2 menjadi + 2.050 m2 Karena tanah tersebut sudah diwariskan dengan sdi~Musati— Scluas + 5.000 m2, berdasarkan bukti kepemilikan yang dapat ditunjukenya Kepeda” a 11, Bahwa oleh kerena pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Kaur tersebut harus tetap dilanjutkan dan demi kepentingan umum masyaraket Kabupaten Kaur sekaring. ke depan dan masa yang akan datang, maka kami mohon kepada Ketua/Majelis Hokim Pengadilan Negeri Manna, yang memeriksa, mengadili dan memutus perkara ini untuk memerintahkan Panitera Pengadilan Negeri Manna untuk membayarkan uuang kompensasi/ganti rugi kepada pemilik lahan yang terkena proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Kaur tersebut, yaitu kepada sdr. Asmawati, untuk tanah Seluas + 2.050 m2 x 2000 = Rp.4.100.000,- dan kepada sdr. Busran untuk tanah seluas + 6315 x 2,000 = 13.026.000,- dan jika kedua orang tersebut diatas tidak mau ‘menerimanya, maka uang tersebut kami titipkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Manna, dan silahkan kedua orang tersebut untuk menghubungi Panitera Pengadilan Negeri Manna, kerena pembangunan RSUD Kaur tersebut tetap harus 12, Bahwa sebagai kompensasi dan penghargaan dari Pemerintah D: yupaten Kaur terhadap masyaraket yang lahanya terkena Pembanguan Rumah Sakit Umum Daerah Kaur tersebut, Pemda Kaur memberikan I (satu) kavling tanah perumahan dari lahan yang telah dibebaskan tersebut kepada masing-masing pemilik asal dari tanah yang dibebasakan. 13.Bahwa Pemda Kabupaten Kaur juga berkewajiban membuatkan sekaligus menyerahkan bukti kepemilikan swal, berupa Surat Keterangan Tanah (SKT) dari masing-masing kevling tanah yang diberikan kepada warga, yang telah melepaskan hak atas tanahnya terkena lokasi pembangunan RSUD tersebut. Berdasarkan pada apa-apa yang telah kami uraikan di atas, maka kami mohon kepada Bapak Ketua/Majelis Hakim yang memeriksa, mengadili dan memutus perkara ini untuk dapat menjatuhkan putusan yang amamya berbunyi sebagi berikut: PREMAIR : 1, Mengabulkan permohonan pemohan untuk seluruhnya. 2. Melepaskan Hak Termohon I dan Termohon II atas tanah yang terkena lokasi Pembangunan Rumah Sekit Umum Daerah Kaur demi Kepentingan Umum tanpa syarat lain, kecualisyarat yang telah disepakati dengan panitia sembilan (9). 3. Memerintahkan Panitera Pengadilan Negeri Manna untuk menawarkan kepada Termohon I dan Termohon I untuk menerima Kompensasi atau ganti rugi yang telah ditetapkan oleh Tim Sembilan atau jika Termohon I dan II tidak mau menerima uuang ganti rugi tersebut maka Pemohon mohon, Pengadilan Negeri Manna untuk dapat menerima uang titipan pemohon sebagai kompensasi/ganti rugi atas lahan yang terkena proyek pembangunan RSUD tersebut, untuk sdri, Asmawati Rp.4.100.000,- dan sdr. Busran sebesar Rp.13.026.000,- 4, Menyatakan bahwa pembangunan RSUD Kabupaten Kaur tersebut harus tetap dilanjutkan demi memenuhi kepentingan umum masyarakat dalam bidang keschatan sekerang, kedepan dan masa yang skan datang, sekalipun para termohon menggunakaan upaya hukum Banding, Kasasi dan atau Pennjauan Kembali. SUBSIDAIR : + Jika Ketua/Majelis Hakim berpendapat lain, maka mohon putusan yang seadil- adilnya. Demikianleh Surat Permohonan ini kami sampaikan dan semoga Ketua/Majelis Hakim yang memeriksa, mengadili dan memutus perkara ini dapat’ mengabulkan permohonan kami. Terima Kasih, a