Anda di halaman 1dari 16

ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI NY Y USIA 1 HARI DENGAN BAYI BARU LAHIR NORMAL DI RUANG PERINATOLOGI RSB REFA

HUSADA MALANG

Disusun Oleh : ROSITA ROHMAYANTI 0908.15401.306

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIDYAGAMA HUSADA MALANG 2011

LEMBAR PENGESAHAN Asuhan Kebidanan pada bayi Ny Y usia 1 hari dengan Bayi Baru Lahir Normal di Ruang Perinatologi RSB REFA HUSADA mulai tanggal 18 Juli 2011 sampai 6 Maret 2011. Laporan studi kasus ini disusun oleh: Nama NIM : Rosita Rohmayanti : 0908.15401.306

Disahkan dan disetujui pada: Hari Tanggal : :

Pembimbing Institusi

Pembimbing Lapangan

(Yuniar Angelia P., S.SiT)

(Annur Dainah, Amd. Kep)

Mengetahui, Kepala Ruangan

(Mayya Caira Tica)

LEMBAR PENGESAHAN Asuhan Kebidanan pada bayi Ny Y usia 1 hari dengan Bayi Baru Lahir Normal di Ruang Perinatologi RSB REFA HUSADA mulai tanggal 18 Juli 2011 sampai 6 Maret 2011. Laporan studi kasus ini disusun oleh: Nama NIM : Rosita Rohmayanti : 0908.15401.306

Disahkan dan disetujui pada: Hari Tanggal : :

Mengetahui

Pembimbing Institusi

Pembimbing Lapangan

(Yuniar Angelia P., S.SiT)

(Annur Dainah, Amd. Kep)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang mana memberikan rahmat dan hidayah Nya sehingga kami dapat menyusun laporan ini. Dalam menyusun laporan ini kami banyak mendapatkan bimbingan pengalaman dan bantuan dari berbagai pihak untuk menimba pengetahuan dan pengalaman dalam bidang kesehatan khususnya kami mahasiswa akademi kebidanan yang masih banyak membutuhkan bimbingan dan pengajaran yang baik dan benar. Untuk itu kami ucapkan terimakasih kepada : 1. Direktur RSB Refa Husada Malang yang telah memberikan kesempatan pada Mahasiswi STIKES Widyagama Husada Malang untuk melaksanakan PKL di RSB Refa Husada Malang. 2. Dra. Hj. Laily Amie MMRS, selaku Direktur STIKES Widyagama Husada Malang. 3. Mayya Caira Tica, selaku Kepala Ruangan Perinatologi RSB Refa Husada Malang. 4. Annur Dainah, Amd. Kep, selaku Pembimbing Lapangan Ruang Perinatologi RSB Refa Husada Malang. 5. Yuniar Angelia P.,S.SiT, selaku pembimbing institusi STIKES Widyagama Husada Malang. 6. Orang Tua yang memberikan dukungan secara moril maupun materil. 7. Semua pihak yang turut membantu yang tidak bisa disebut satu persatu. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa pengkajian laporan ini masih banyak kekuranganya. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna perbaikan di waktu yang akan datang.

BAB I TINJAUAN TEORI

KONSEP DASAR BAYI BARU LAHIR A. Pengertian Bayi lahir adalah bayi yang lahir tepat pada waktunya, biasanya 39 minggu sampai 41 minggu dengan berat badan lahir antara 3000 sampai 3700 gram. (Suryani, 2001 : 26) Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dari kehamilan 31 minggu sampai 42 minggu dan berat badan lahir 2500 gram sampai 4000 gram. (Ilmu Kebidanan, 1999 hal 246 264) Bayi cukup bulan adalah bayi dengan masa kehamilan mulai 37 minggu sampai 42 minggu (IKA, 19995 : 147)

B. Ciri-ciri Bayi Normal Berat badan 2500 gr sampai 4000 gr Panjang badan lahir 48-50 cm Lingkar dada 32-34 cm Lingkar kepala 33-35 cm Bunyi jantung dalam menit-menit pertama kira-kira 180 x/menit kemudian menurun sampai 120-140 x/menit. Pernafasan pada menit-menit pertama cepat kira-kira 80 x/menit kemudian menurun setelah tenang kira-kira 40 x/menit. Kulit kemerah-merahan dan licin karena jaringan subcutan cukup terbentuk dan diliputi vernix caseosa Rambut lanugo telah tidak terlihat, rambut kepala biasanya telah sempurna. Kuku telah agak panjang dan lemah Genetalia testis turun (pada bayi laki-laki), labia mayora sudah menutup labia minora (pada perempuan). Reflek isap dan menelan sudah terbentuk dengan baik Reflek moro sudah baik, bayi bila dikagetkan akan memperlihatkan gerakan seperti memeluk.

Eliminasi baik, urin dan mekoneum akan keluar dalam 24 jam pertama, mekoneum berwarna hitam kehijauan dan lengket.

C. Perubahan-perubahan yang terjadi pada bayi baru lahir Perubahan metabolisme karbihidrat. Dalam waktu 2 jam setelah lahir akan terjadi penurunan kadar gula darah, untuk menambah energi pada jam 3 pertama setelah lahir diambil dari hasil metabolisme asam lemah, bila karena sesuatu hal, misalnya bayi mengalami hipotermi, metabolisme asam lemak tidak memenuhi kebutuhan pada neonatus maka kemungkinan besar bayi akan menderita hipoglikemia, misalnya pada BBLR dari ibu yang menderita DM dan lainlainnya. Perubahan suhu tubuh Ketika bayi baru lahir, bayi berada pada suhu lingkungan yang lebih rendah dibanding suhu dalam rahim ibu, apabila bayi dibiarkan dalam suhu kamar 25C maka bayi akan kehilangan panas melalui konveksi, radiasi dan eveporasi sebanyak 200 kal/kg BB/menit. Sedangkan produksi panas yang dihasilkan tubuh bayi hanya 1/10 nya. Keadaan ini mengakibatkan suhu tubuh yang rendah metabolisme jaringan yang meningkat dan kebutuhan O2 pun meningkat. Perubahan Pernafasan Selama dalam uterus, janin mendapatkan O2 dari pertukaran gas melalui paruparu bayi. Bayi normal melalui pernafasan 30 detik sesudah lahir, untuk menilai status kesehatan bayi dalam kaitannya dengan pernafasan dan peredaran darah dapat digunakan Apgar Score, dapat juga dilihat dari frekuensi denyut jantung, pernafasan, wajah, ekstremitas dan seluruh tubuh. Pernafasan bayi normal berkisar antara 30-60 x/menit. Perubahan Sirkulasi Dengan berkembangnya paru-paru mengakibatkan tekanan O2 meningkat dan tekanan O2 menurun. Hal ini mengakibatkan turunnya resistensi pembuluh darah paru sehingga aliran darah tersebut meningkat. Hal ini mengakibatkan darah dari arteri pulmonalis mengalir ke paru-paru dan duktus arteriosus tali pusat dipotong aliran darah dari plasenta melalui vena cava. Sirkulasi janin berubah menjadi sirkulasi bayi yang hidup di luar kandungan.

D. Hal-hal yang dilakukan pada bayi yang baru lahir Menghisap lendir dan merangsang pernafasan sekaligus menilai Apgar Score, tujuan menghisap lendir adalah saluran pernafasan bebas dari sumbatan kotoran sehingga pasien dapat bernapas secara normal. Tanda 1. Frekuensi Jantung 2. Usaha Bernafas 3. Tonus otot 4. Reflek Skor 0 Tak ada Tak ada Lumpuh Tak ada 1 < 100 x/mnt Lambat, tidak teratur 2 > 100 x/mnt Menangis kuat

Ekstremitas fleksi Gerakan aktif Gerakan sedikit Tubuh Gerakan kuat Seluruh tubuh kemerahan

5. Warna kulit

Biru/pucat

kemerahan, ekstremitas biru

Penggunaan Apgar Score bayi baru lahir ada 3 golongan : Apgar Score 1 menit 7-10 : normal/baik Apgar Score 1 menit 4-6 : asphyxia sedang Apgar Score 1 menit 0-3 : asphyxia berat

Mengeringkan badan bayi dari cairan ketuban dengan menggunakan kain yang halus atau handuk. Memotong dan mengikat tali pusat dan memperhatikan teknik aseptic dan antiseptic, agar tidak terjadi infeksi tali pusat dipotong dengan menggunakan gunting steril. Apabila bayi tidak menangis lakukan cara sebagai berikut : 1. Rangsangan taktil dengan cara menepuk-nepuk kaki, mengelus-elus dada, perut atau pinggangg. 2. Bila dengan rangsangan taktil belum menangis lakukan mount to mount (nafas buatan dari mulut kemulut). Memperhatikan suhu tubuh bayi dengan cara : 1. Bayi dibungkus dengan kain hangat 2. Jangan membiarkan bayi dalam keadaan basah 3. Jangan memandikan bayi dengan kain dingin 4. Daerah kepala ditutupi.

Merawat tali pusat dengan menggunakan triple day Mendekatkan bayi dengan ibu dan menetekkan setelah lahir Membersihkan badan bayi dengan menggunakan kain waslap dengan air hangat Memberikan obat mata untuk mencegah terjadinya infeksi gonorhoe, rubella dll. Melaksanakan pemeriksaan kesehatan dan tertukarnya bayi satu dengan yang lain. Memakaikan pakaian bayi.

E. Pemantauan Tanda-tanda Vital 1. Suhu badan bayi diukur melalui rectum atau ketiak 2. Pada pernafasan normal, perut dan dada bergerak hampir bersamaan tanpa adanya refleksi, tanpa terdengar suara pada waktu inspirasi maupun ekspirasi, gerak pernafasan 30-50 x/mnt. 3. Nadi dapat dipantau di semua titik nadi perifer. 4. Tekanan darah dipantau hanya bila ada indikasi. Bayi baru lahir dinyatakan sakit apabila mempunyai salah satu atau beberapa tanda-tanda sbb : a. Sesak napas b. Frekuensi pernafasan 60 x/mnt c. Malas minum d. Panas atau suhu badan bayi rendah e. Gerak retraksi di dada f. Kurang aktif g. Berat lahir rendah (1500-2500) dengan kesulitan minum

F. Penatalaksanaan Awal Bayi Baru Lahir Penatalaksanaan bayi baru lahir meliputi : a. Pencegahan Infeksi Bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi saat melakukan penanganan bayi baru lahir, pastikan untuk melakukan tindakan pencegahan infeksi berikut : o Cuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan bayi o Pakai sarung tangan bersih o Pastikan bahwa semua peralatan termasuk klem, gunting dan benang tali pusat telah diinfeksi tingkat tinggi (steril)

o Pastikan semua pakaian, handuk, selimut, serta kain untuk bayi telah dalam keadaan bersih. o Pastikan bahwa timbangan, pita pengukur, temperature, stetoskop dan bendabenda yang akan bersentuhan dengan bayi telah dalam keadaan bersih. b. Penilaian Awal Segera lakukan penilaian awal pada bayi baru lahir secara cepat dan tepat (0-30 detik). Jika bayi mengalami kesulitan Bernafas, menangis lemah, lemas dan atau kulit berwarna pucat biru segera bersihkan asuhan untuk membantu memulai pernafasan. c. Pencegahan Kehilangan Panas Bayi baru lahir tidak dapat mengatur temperature tubuhnya secara memadai dan dapat dengan cepat mengalami kedinginan jika kehilangan panas tidak segera dicegah. Jika bayi dalam keadaan basah atau tidak diselimuti mungkin akan mengalami hipotermi meskipun berada dalam ruangan yang relatif hangat. Mekanisme kehilangan panas : Evaporasi adalah cara kehilangan panas pada tubuh bayi yang terjadi karena menguapnya cairan ketuban pada permukaan tubuh bayi yang tidak cepat dikeringkan atau setelah bayi dimandikan. Konduksi adalah kehilangan panas melalui kontak langsung antara tubuh bayi dengan permukaan yang dingin. Konveksi adalah kehilangan panas yang terjadi saat bayi terpapar dengan udara sekitar yang telah dingin. Radiasi adalah kehilangan panas yang terjadi saat bayi ditempatkan dekat benda yang mempunyai temperature tubuh. Mencegah kehilangan panas : 1. Keringkan bayi secara seksama 2. Selimuti bayi dengan selimut/kain bersih, kering dan hangat. 3. Tutup bagian kepala bayi. 4. Anjurkan ibu untuk memeluk dan menyusui bayinya. 5. Jangan segera memandikan bayi baru lahir. 6. Tempatkan bayi di lingkungan yang hangat. d. Rangsangan Taktil Mengeringkan tubuh bayi juga merupakan tindakan stimulasi, jika bayi tidak memberikan respon terhadap pengeringan dan rangsangan serta menunjukkan

tanda-tanda kegawatan maka segera lakukan tindakan untuk membantu pernafasan. e. Asuhan Tali Pusat Megikat tali pusat Ikat puntung tali pusat sekitar 1 cm dari pusat bayi dengan menggunakan benang desinfeksi tingkat tinggi atau klem plastic tali pusat kemudian lakukan simpul kunci atau jepitan secara mantap klem tali pusat tersebut. Perawatan tali pusat Jangan membungkus tali pusat/perut ataupun mengoleskan bahan atau ramuan apapun ke puntung tali pusat. Pemakaian alcohol/betadin masih menyebabkan tali pusat basah/lembab. Beri nasehat pada ibu tentang cara : 1) Melipat popok di bawah puntung tali pusat 2) Jika puntung tali pusat kotor cuci secara lembut dengan air matang dan keringkan dengan kain bersih. 3) Beritahu ibu untuk mencari bantuan jika tali pusat menadi merah atau mengeluarkan darah atau nanah. f. Memulai Pemberian ASI Pastikan pemberian ASI dimulai dalam waktu 1 jam setelah bayi lahir. Jika mungkin anjurkan ibu untuk memeluk dan mencoba untuk menyusui bayinya segera setelah tali pusat diklem atau dipotong. Keuntungan pemberian ASI secara dini : Merangsang produksi ASI Memperkuat reflek menghisap bayi Mempromosikan keterikatan antara ibu dan bayi. Memberikan kekebalan pasif melalui kolostrum diperkenankan sepanjang tidak

Pedoman Umum untuk Ibu saat Menyususui : Mulai menyusui segera setelah lahir (dalam waktu 1 jam). Jangan berikan makanan/minuman lain kepada bayi. Berikan ASI saja selama 6 bulan pertama dan sesuai dengan kebutuhannya selama bayi menginginkannya.

g. Pemberian Profilikus terhadap Gangguan pada Mata Pemberian tetes mata profilaktif (larutan perak nitrat 1%) atau salep (tetrasiklin 1% atau eritromisin 0,5%) harus diberikan dalam waktu 1 jam pertama setelah kelahiran jika melebihi waktu tersebut, maka pemberiannya tidak efektif terutama diafragmatik dan abdominal biasanya masih tidak teratur dalam hal frekuensi dan ditanya pernafasan ini timbul sebagai akibat aktifitas normal susunan saraf pusat dan perifer yang dibantu oleh beberapa rangsangan lainnya.

BAB II TINJAUAN KASUS

Pengkajian No. Registrasi Tanggal MRS Jam Tanggal Pengkajian Jam Tempat Pengkajian Oleh : 10006281 : 18 Juli 2011 : 16.00 WIB : 19 Juli 2011 : 14.30 WIB : Ruang Perinatologi : Rosita Rohmayanti

A. Subjektif Identitas Nama Bayi Umur Tanggal lahir Jenis Kelamin : By. Ny. Y : 1 hari : 18 Juli 2011, jam 16.00 WIB : Laki-laki : Ny. Y : 32 tahun : Islam : SMP : IRT : Gg. Ronggo 1/1 Tajinan Nama Ayah : Tn. P Umur Agama : 35 th : Islam

Nama Ibu Umur Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat

Pendidikan : SMA Pekerjaan : Swasta

Bayi lahir secara spontan pada tanggal 18 Juli 2011 jam 16.00 WIB di ruang kaber, langsung menangis dan bergerak aktif, ditolong oleh bidan, ketuban jernih dengan BB 3500gr dan PB 51cm, jenis kelamin laki-laki dengan apgar score 8-9. Bayi hanya minun susu formula, BAB 1-3x/hari, BAK 5-6x/hari. Dalam sehari bayi bandi 2x pagi dan sore, ganti pempers setiap kali BAB atau BAK. Bayi tidur setelah merasa kenyang.

B. Obyektif 1. Pemeriksaan Umum Keadaan Umum Kesadaran TTV : : baik : Composmentis suhu : 36,50 C Nadi : 128 x/menit RR : 48 x/menit BB PB : 3500 gr : 51 cm

2. Pemeriksaan Fisik Kepala : simetris, tidak ada caput succaedaneum dan cepal haematome, tidak ada benjolan Muka Mata Telinga Hidung Mulut Leher Dada : warna merah muda, tidak ada labioskisis dan labiopalatoskisis : simetris, konjungtiva merag muda, sclera tidak icterus : simetris, tidak ada kelainan : simetris, tidak ada pernafasan cuping hidung : reflek hisap kuat dan warna bibir merah muda : tidak ada pembesaran kelenjar limfe dan bendungan vena jugularis :simetris, tidak terdapat retraksi dinding dada, tidak ada benjolan

Abdomen : simetris, tali pusat belum lepas dan terbungkus kasa kering Genetalia : tidak ada atresia ani, testis sudah turun ke skrotum Ekstremitas : warna kulit dan kuku sianosis, tonus otot aktif, tidak ada polidaktily dan syndaktily 3. Pemeriksaan Nurologis a. Reflek moro Pada bayi tidak timbul gerak terkejut ketika diberi suntikan mendadak b. Reflek menggenggam Saat tangan disentuh dengan jari pemeriksam bayi tidak menggenggam jari pemeriksa c. Reflek rooting Bayi tidak menoleh waktu pipi disentuh d. Reflek menghisap Hisapan bayi pada putting susu lemah e. Glabella reflek

Bayi tidak mengerutkan kening dan mengedipkan mata saat disentuk pada daerah as glabella

Assasment Bayi Ny.Y usia 1 hari dengan Bayi Baru Lahir Normal

Penatalaksanaan 1. pemberian nutrisi dengan memperhatikan intake dan output 2. menjaga personal hygiene dengan memandikan bayi dan mengganti pempers saat BAB dan BAK 3. menjaga kehangatan bayi dengan menggedong 4. merawat tali pusat dengan teknik aseptik 5. melakukan rawat gabung dengan ibu untuk memberikan ASI ekslusif

BAB III PEMBAHASAN

Dari data yang dikaji masih terdapat kesenjangan. Tetapi dalam memberikan asuhan bayi baru lahir normal kita sudah melakukaan tindakan sesuai dengan teori seperti memberikan tidakan yang hangat pada bayi, mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan pada bayi, memberi Vit K dan salep mata pada bayi baru lahir dan menjaga personal hygiene bayi. Tetapi bayi baru lahir seharusnya diberi ASI ekslusif tetapi diberi susu formula pada hari-hari pertama yang seharusnya tidak boleh diberikan.

DAFTAR PUSTAKA

Mochtar, Rustam, 1998. Sinopsis Obstetri, Jilid 1 edisi 2 Jakarta : EGC Rahman, M. 1998. Penatalaksanaan dalam Ilmu Kebidanan dan Bayi Baru Lahir. Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak, 1985. Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta : Infomedica Jakarta. UNPAD. 1993. Obstetri Fisiologi. Bandung : Elemen. Wiknjosastro, Hanifa, 1997. Ilmu Kebidanan. Jakarta: YBP-SP. Sarwono. 2002. Ilmu Kebidanan. Jakarta : YBP-SP Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur.2005. Buku Kesehatan Ibu dan Anak